BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Lanny Setiawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Internet Menurut Kotler dan Amstrong (2012, pp. 50), Internet adalah jaringan global yang luas dan terus berkembang yang menghubungkan para pengguna komputer dari segala jenis di seluruh dunia dan merupakan tempat penyimpanan informasi yang sangat besar. 2.2 Database Rainer dan Cegielski (2011,pp. 10) mengatakan bahwa database adalah kumpulan dari files atau tabel-tabel yang mengandung data. Database merupakan kumpulan terpadu dari elemen data logis yang saling berhubungan. Database mengonsolidasi banyak catatan yang raisebelumnya disimpan dalam file terpisah.(indrajani., 2011, pp. 2) Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa database merupakan kumpulan dari files atau tabel-tabel yang saling berhubungan. 2.3 Sistem Penjualan Pengertian sistem penjualan menurut Kotler (2006, pp. 457) penjualan merupakan proses di mana kebutuhan pembeli dan kebutuhan penjual dipenuhi, melalui antar pertukaran informasi dan kepentingan. Mulyadi (2008, pp. 12) mengatakan bahwa Penjualan barang dan jasa dapat digolongkan menjadi dua,yaitu : a. Penjualan Tunai Penjualan tunai mengharuskan pembeli melakukan pembayaran langsung sesuai dengan harga barang yang dibeli sebelum barang diserahkan kepada pembeli oleh penjual atau perusahaan. Setelah pembayaran dilakukan, barang akan diserahkan kepada pembeli dan transaksi tersebut akan dicatat oleh pihak penjual. 7
2 8 b. Penjualan Kredit Dalam penjualan kredit, perusahaan memberi kesempatan kepada para pembeli membelanjakan penghasilan yang akan mereka terima di masa yang akan datang. Pada sistem ini, perusahaan melakukan seleksi terhadap pelanggan yang secara keuangan mampu untuk melakukan pembelian secara kredit. Pembelian yang dilakukan oleh pembeli selama jangka waktu tertentu dicatat oleh perusahaan sebagai piutang. 2.4 E-Business Kenneth C. Laudon dan Carol Guercio Traver (2012,pp. 49),mengatakan bahwa e-business merupakan transaksi dan proses-proses dalam organisasi yang melibatkan sistem informasi di bawah kendali perusahaan secara digital. 2.5 HTML Menurut Turban, Rainer, Potter (2005, pp. 482) HTML adalah pemograman yang digunakan di web, format dokumen dan menggabungkan link hypertext yang ke dokumen lain yang tersimpan pada computer. 2.6 Eight Golden Rules Dalam merancang suatu interface, terdapat beberapa kaidah yang harus diperhatikan, salah satunya adalah eight golden rules (Schneiderman & Plaisant, 2010, pp. 88), yaitu : Strive for consistency Penggunaan aksi yang konsisten pada situasi yang mirip; penggunaan terminologi yang konsisten dan tidak berubah ubah; serta penggunaan perintah yang konsisten harus diutamakan. Cater to universal usability Adanya kebutuhan dari beberapa tipe user yang berbeda, dan design disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Perbedaan ini mencakup tingkat
3 kehandalan user (novice hingga expert), range umur, keterbatasan fisik, dan kemampuan teknologi. 9 Offer informative feedback Feedback ini berfungsi untuk menyatakan bahwa ada aksi yang telah dilakukan terhadap / oleh aplikasi. Jenis feedback yang digunakan bisa disesuaikan dengan jenis aksi yang dilakukan. Design dialog to yield closure Aksi sekuensial dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu awal, tengah, dan akhir.nyatakan dengan jelas ketika suatu aksi yang sekuensial sudah selesai dilakukan. Prevent errors Desain sistem dalam cara yang memungkinkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya error.antisipasi terjadinya error dengan merancang sistem yang dapat mendeteksi error dan memberi solusi sederhana dari error tersebut. Permit easy reversal of actions Sediakan cara bagi user untuk membatalkan aksi yang sebelumnya telah dilakukan.sesuaikan fungsi ini dengan kebutuhan, baik itu untuk membatalkan satu aksi, dataentry, atau keseluruhan aksi sekuensial tersebut. Support internal locus of control. Desain sistem agar user menjadi inisiator dari suatu aksi, bukannya merespon terhadap aksi yang diberikan oleh aplikasi. Reduce short-term memory load. Keterbatasan kemampuan manusia dalam memproses informasi mengharuskan desain yang dibuat haruslah sesederhana mungkin, dan mudah dimengerti oleh user.
4 E-Commerce E-commerce merupakan proses membeli dan menjual produk, jasa ataupun informasi melalui jaringan komputer dengan menggunakan media internet.(turban., 2010,pp. 4) E-commerce memiliki 7 fitur unik, yaitu : a. Ubiquity : Teknologi internet dapat diakses dimanapun, baik di tempat kerja, rumah, atau bahkan melalui telepon selular b. Global reach : Teknologi internet dapat diakses tanpa adanya batas ruang dan waktu c. Universal standards : Internet dijadikan sebagai standar teknologi yang digunakan d. Richness : Konten-konten seperti video,teks, maupun audio saling terintegrasi satu sama lain e. Interactivity : Teknologi berjalan dengan adanya interaksi dengan para user f. Information density : Teknologi informasi yang digunakan dapat mengurangi biaya dan juga dapat meningkatkan kualitas kerja g. Personalization / customization : Teknologi dapat memudahkan pengiriman pesan secara langsung kepada individu maupun kelompok 2.8 Kategori E-Commerce Menurut Kenneth C. Laudon dan Carol Guercio Traver (2012, pp. 49), ada lima tipe utama dari e-commerce, yaitu : Business-to-Consumer (B2C) E-commerce Business-to-Consumer (B2C) E-commerce merupakan penjualan dari bisnis ke konsumen individual secara online. Sebagai contoh Amazon, merupakan pedagang umum yang menjual produk konsumen ke konsumen eceran. Business-to-Business (B2B) E-commerce Business-to-Business (B2B) E-commerce, dimana bisnis berfokus menjual kepada bisnis lain, merupakan e-commerce dalam bentuk besar. Sebagai
5 11 contoh Go2Paper.com, merupakan marketplace pihak ketiga yang melayani industri kertas. Consumer-to-Consumer (C2C) E-commerce Consumer-to-Consumer (C2C) E-commerce, dimana konsumen menjual ke konsumen lain dengan bantuan pembuat pasar online seperti situs lelang ebay dimana konsumen dapat melakukan lelang langsung ke konsumen lain. Peer-to-Peer (P2P) E-commerce Peer-to-Peer (P2P) E-commerce, dimana pengguna internet dapat berbagi dokumen dan sumber-sumber komputer secara langsung tanpa melalui web server pusat, dalam e-commerce. Contohnya BitTorrent, merupakan aplikasi software yang mengizinkan konsumen untuk berbagi video dan konten lain satu sama lain secara langsung tanpa campur tangan pembuat pasar seperti pada C2C e-commerce. Mobile Commerce (M-commerce) Mobile Commerce (M-commerce), menggunakan wireless perangkat digital untuk melakukan transaksi pada web. Seperti smartphone dapat digunakan untuk melakukan transaksi komersial. Framework E-Commerce Turban (2010, pp. 42) mengatakan bahwa E-commerce framework terdiri dari : a. People Mencakup para penjual, perantara, sistem informasi, dan para karyawan yang ada di dalamnya. b. Public Policy Berkaitan dengan hukum serta kebijakan-kebijakan seperti mengenai perlindungan privasi dan perhitungan pajak yang ditentukan oleh pemerintah c. Marketing and Advertisement Dalam e-commerce, pemasaran merupakan salah satu hal yang cukup penting, terutama dalam jenis e-commerce B2C, dimana penjual dan pembeli biasanya tidak saling mengetahui satu sama lain. d. Support Service Pelayanan pendukung yang diperlukan untuk menjalankan e-commerce
6 12 e. Business Partnership Adanya kerjasama bisnis dalam menjalankan e-commerce, hal ini biasanya terjadi secara berkala melalui rantai persediaan. 2.9 Javascript JavaScript dapat ditanam dalam banyak aplikasi yang berbeda, tetapi biasa penggunaannya ditanam pada web browser. Kode JavaScript ditanam pada dokumen HTML dan diterjemahkan oleh browser ketika dokumen ditampilkan. Kegunaan utama JavaScript dalam pemrograman web adalah untuk memvalidasi form input data dan membuat dokumen HTML yang dinamis.(robert W.Sebesta., 2013, pp. 117) 2.10 Laravel 5 Menurut situs resmi dari laravel yaitu Laravel 5 adalah sebuah web application framework dengan syntax yang elegan dan ekspresif, dimana laravel ini telah disusun sedemikian rupa sehingga developer dapat melakukan pengembangan dengan nyaman. Laravel 5 merupakan sebuah framework free lisence yang dapat digunakan oleh developer untuk mengembangkan sebuah aplikasi. Framework ini dapat di-install dengan melalui composer, dan kemudian dapat di-download langsung melalui composer tersebut. Adapun kelebihan dan kekurangan dari laravel 5 menurut adalah sebagai berikut : Kelebihan dari Laravel : a. Laravel sangat mudah untuk dikonfigurasi dan di-extend sehingga user mudah mengatur aplikasi yang dibuat. Menggunakan blade template engine yang memungkinkan untuk menggunakan syntax PHP dengan penulisan yang mudahdimengerti (clean code). b. File-file penyusun framework laravel 5 disusun secara otomatis sehingga mudah digunakan oleh developer. c. Menggunakan reverse routing sehingga developer bisa dengan mudah memberi nama pada route dan membuat link dari satu halaman ke halaman lain.
7 13 Kekurangan dari Laravel : a. Dibandingkan oleh beberapa framework lain lebih sulit dipahami kegunaan dari method yang ada. - Mengirim melalui aplikasi buatan kita lebih rumit dari seharusnya. b. Terkadang routing terasa lebih ganjil apabila belum memahami secara sempurna metode routing pada laravel Hypertext Preprocessor (PHP) Luke Welling dan Laura Thomson ( 2009, pp. 2 ) mengatakan bahwa Hypertext Preprocessor (PHP) adalah bahasa penulisan server-side yang didesain secara speisifik untuk web. Dalam suatu halaman HTML, dapat ditanamkan kode PHP yang akan dijalankan setiap kali halaman dikunjungi. Kode PHP diterjemahkan pada web server dan menghasilkan HTML atau output lain yang akan dilihat oleh pengunjung Jquery Menurut The JQuery Foundation, Jquery adalah perpustakaan JavaScript yang cepat, kecil dan kaya fitur. Ia membuat hal-hal seperti manipulasi halaman HTML, penanganan event (event handling), animasi, dan Ajax menjadi lebih sederhana dengan API yang mudah digunakan dan bekerja di banyak browser. Dengan kombinasi perluasan dan fleksibilitas, jquery mengubah cara ribuan orang menulis JavaScript Ajax Ajax bukanlah sebuah Bahasa pemograman ataupun sebuah teknologi. Ajax merupakan kombinasi antara sisi client Javascript dengan XML format transfer data dan sisi server melalui bahasa pemograman seperti PHP. Hasil dari pemograman Ajax adalah sebuah tampilan pengguna yang lebih bersih dan cepat untuk aplikasi interaktif. Applikasi interaktif yang menggunakan Ajax, memungkinkan pengguna untuk menjalankan banyak pekerjaan tanpa harus menampung halaman berulang kali.(luke Welling., 2009, pp. 856)
8 System Development Life Cycle (SDLC) Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan adalah SDLC (System Development Life Cycle) dengan model proses waterfall. Waterfall Model Untuk mengembangkan aplikasi dibutuhkan sebuah metode atau model pengembanganya, salah satunya adalah model waterfall. Metode waterfall adalah sebuah metode pengembangan aplikasi dengan pendekatan sekuensial. Pendekatan model ini terlihat mengalir menurun seperti air terjun (Waterfall) yang dikembangkan oleh Pressman melalui beberapa tahap. Penggunaan istilah waterfall pertama kali dikenal oleh Winston Royce pada tahun Gambar 2.1 : Model Pengembangan Sistem dengan Waterfall. (Sumber : Pressman, 2010,pp. 39) Menurut Communication Sebelum seluruh kegiatan teknis dapat dimulai, sangat diperlukan komunikasi dan kolaborasi dengan user serta seluruh stakeholder
9 15 lainnya. Komunikasi ini bertujuan untuk mengetahui sasaran yang diinginkan oleh seluruh stakeholder dan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menentukan fitur dan fungsi dari software. Planning Perencanaan proyek yang mendefinisikan pekerjaan rekayasa perangkat lunak dengan menjelaskan tugas-tugas teknis yang perlu dilakukan, resiko yang mungkin terjadi, sumber daya yang diperlukan, produk yang akan dihasilkan dan jadwal pengerjaan. Modelling Pemodelan yang dilakukan oleh developer sebelum mengkonstruksi suatu program dengan tujuan agar developer dapat lebih memahami persyaratan software sehingga dapat menghasilkan software yang sesuai dengan ketentuan yang telah dibicarakan dengan seluruh stakeholder sebelumnya. Construction Aktifitas ini merupakan kombinasi dari pengkodean dan pengujian yang dibutuhkan untuk mengatasi kesalahan yang terdapat pada pengkodean. Deployment Software disebarkan ke user ( baik secara utuh, maupun berupa bagian bagian yang terintegrasi ), kemudian dilakukan evaluasi terhadap produk dan memberikan umpan balik berdasarkan evaluasi Unified Modelling Language (UML) Menurut Satzinger, Jackson, & Burd (2010), Unified Modelling Language merupakan satu set standard dari model dan notasi yang dikembangkan khusus untuk pengembangan berorientasi objek yang digunakan untuk membangun dan menetukan suatu sistem Use Case Diagram Use case menurut Satzinger et al., (2010, pp.242) merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh sistem, biasanya merupakan sebuah respon untuk permintaan dari pengguna sistem.
10 16 Satzinger et al., (2010, pp.243) menjelaskan bahwa aktor tidak selalu sama dengan sumber dari peristiwa di event table karena aktor di use case merupakan orang yang berinteraksi dengan sistem yang mana sistem harus meresponnya. <<Include>> Relationship Sebuah use case dapat melakukan fungsi atau menyediakan layanan tambahan terkait dengan dirinya. Secara umum dapat diasumsikan bahwa setiap use case yang memiliki fungsi <<include>> akan dipanggil secara otomatis dieksekusi oleh use case yang di-include-nya. <<Extend>> Relationship Sebuah use case juga dimungkinan secara optional menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh use case lain Gambar 2.2: Notasi Use Case Diagram (Sumber : Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. 2010, pp. 244)
11 17 Gambar 2.3 : Use Case Diagram (Sumber : Satzinger, J.W., Jackson, Use Case Description R.B., & Burd, S.D. 2010, pp. 244) Usecase descriptions adalah gambaran yang menjelaskan detail proses dari setiap use case. Fully Developed Description seperti pada Gambar 2.4 memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang proses bisnis dan bagaimana sistem berperan dalam mendukung proses tersebut (Satzinger, Jackson, & Burd, 2010, pp. 173).
12 18 Gambar 2.4 Use Case Descriptions (Sumber: Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. 2010, pp. 175)
13 Sequence Diagram Dalam sequence diagram terdapat empat tahapan yang harus dilakukan yaitu : a. System Sequence Diagram (SSD) System Sequence Diagram (SSD) biasanyadigunakan dalam hubungannya dengan deskripsimenggunakan kasus untuk membantu dokumenrincian kasus penggunaan tunggal atau skenario dalam kasus penggunaan. Gambar 2.5 System Sequence Diagram (SSD) (Satzinger, Jackson, & Burd, 2005, pp.229) Notasi pada System Sequence Diagram Menurut Satzinger, et al. (2005, p ). StickFigure (garis orang) mewakili actor (seseorang yang berinteraksi dengan sistem).kotak yang memiliki label :system adalah objek yang mewakili semua sistem terotomatisasi. Lifeline atau object lifeline (garis hidup) adalah perpanjangan dari objek, baik dari actor maupun objek sepanjang durasi SSD. Message (pesan) itu untuk mendeskripsikan tujuan pesan dan semua input data yang terkirim. Return Message (pesan balik) memiliki sedikit perbedaan format dan arti.
14 20 b. First Cut Sequence Diagram Satzinger (2005, p.316) menyatakan bahwa dalam memulai first cut sequence diagram harus denganelemen-elemen dari System Sequence Diagram(SSD). Mengganti objek : System dengan use case controller. Kemudian menambahkan objek lain yang diperlukan use case. Langkah selanjutnya adalah menentukan message, termasuk objek yang harus menjadi sumber dan tujuan dari setiap message untuk mengumpulkan semua informasi yang diperlukan. Gambar 2.6 First Cut Sequence Diagram (Satzinger, Jackson, & Burd, 2005, pp.439) c. Three Layer Design Sequence Diagram Satzinger (2005, p.320b-322), mengatakan bahwa three layer design sequence diagram merupakan gambaran lengkap dari sequence diagram dan juga pengembangan dari first cust sequence diagram yang terdiri dari tambahan layer sebagai berikut :
15 21 View layer View Layer melibatkan interaksi manusiakomputer dan membutuhkan merancang user interface untuk setiap use case. Desain user interface adalah salah satu aktivitas utama dari disiplin desain UP. Data Access Layer Prinsip pemisahan tanggung jawab juga berlaku untuk data access layer. Desain Multilayer penting untuk mendukung jaringan multitier di mana database pada satu server, logika bisnis pada server lain, dan user interface pada beberapa klien desktop. Cara baru merancang sistem yang tidak hanya menciptakan sistem yang lebih kuat, tetapi juga sistem yang lebih fleksibel. Gambar 2.7 Data Access Layer Sequence Diagram (Satzinger, Jackson, & Burd, 2005, pp.449)
16 Class Diagram Class diagram digunakan untuk menunjukkan class dari objek tertentu di dalam suatu sistem. Menurut pendapat Satzinger, Jackson, and Burd (2005: 185), class diagram memiliki tiga bagian penting, yaitu sebagai berikut: Class name Merupakan nama dari suatu class. Attribute Merupakan atribut-atribut yang dimiliki oleh suatu class. Method Menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan oleh objek-objek didalam suatu class. Gambar 2.8 Contoh Class Diagram (Sumber : Satzinger, Jackson, and Burd, 2005: 297) Hubungan di dalam class diagram ada tiga, yaitu sebagai berikut: Aggregation Merupakan hubungan antara objek dengan bagian-bagiannya dimana bagianbagian tersebut dapat muncul secara terpisah. Association Merupakan class yang merepresentasikan many-to-manyrelationship antara dua class lainnya.
17 23 Gambar 2.9 Contoh Association (Sumber : Satzinger, Jackson, and Burd, 2005, pp. 187) Generalization Merupakan suatu super class yang menjelaskan properties umum kepada kelas-kelas khusus yang disebut dengan subclass. Gambar 2.10 Contoh Generalization (Sumber : Satzinger, Jackson, and Burd, 2005, pp. 407) Stereotype merupakan suatu cara untuk mengkategorikan elemen model dengan karakteristiknya masing-masing dan ditandai dengan First-cut design class diagram dikembangkan dengan dua langkah,yaitu sebagai berikut: Menambahkan tipe atribut dan initial value information. Menambahkan panah navigation visibility. Berikut adalah pedoman di dalam menambahkan panah navigation visibility: Hubungan one-to-many biasanya dinavigasikan dari class superior ke class subordinate, sebagai contoh: dari class Pelanggan ke class Reservasi. Hubungan mandatory, di mana objek dari suatu class tidak bakal ada tanpa ada objek dari class yang lain, biasanya dinavigasikan dari class yang independen (tidak bergantung) ke class yang dependen (bergantung), sebagai contoh: dari class Customer ke class Order.
18 24 Ketika suatu objek membutuhkan informasi dari objek yanglain, maka panah navigation visibility akan menunjuk ke arah classyang dibutuhkan.domain model class diagram diubah menjadi updated design class diagram dengan menambahkan tipe data atribut dan visibility serta menambahkan method di dalamnya Activity Diagram Activity diagram menjelaskan pemodelan logical dari proses bisnis dan workflow pekerjaan di dalam bisnis. Sebuah activity diagram dapat digunakan untuk menjelaskan bermacam pemodelan aktifitas yang berlangsung didalam sebuah sistem informasi yang berjalan pada sebuah business system. Notasi digunakan untuk menjelaskan apa yang telah berlaku sekarang dan yang akan berlangsung pada sistem yang baru. Gambar 2.11 Activity Diagram (Sumber : Satzinger, Jackson, & Burd, 2005, pp. 232)
19 25 Notasi-notasi yang ada didalam Activity Diagram, yaitu: a. Swimlane: Melambangkan agen / actor yang melakukan aktivitas. b. Starting activity: Melambangkan mulainya aktivitas. c. Transition arrow: Melambangkan urutan antar aktivitas. d. Activity: Bentuk oval ini melambangkan aktivitas individu dalam alur kerja e. Ending Activity: Melambangkan akhir dari alur kerja f. Synchronizationbar: Digunakan dalam Activity Diagram untuk melambangkan pemisahan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bersamaan. g. Synchronization bar: Digunakan dalam Activity Diagram untuk melambangkan penggabungan dari beberapa kegiatan yang telah dipisahkan oleh lambang Split / Fork. h. Decision activity: Notasi Diamond atau belah ketupat adalah titik penentuan keputusan apakah alur proses akan mengikuti pola yang satu atau yang lainnya. Contoh dari notasi yang dimiliki oleh Activity Diagram, dapat dilihat pada Gambar 2. berikut ini: Gambar 2.12 Notasi Activity Diagram(Sumber : Satzinger, Jackson, & Burd, 2005) 2.16 Fact Finding Techniques Menurut Whitten dan Bentley (2007, pp. 173), Fact Finding merupakan proses formal yang menggunakan teknik seperti wawancara dan
20 26 daftar pertanyaan untuk menggunakan teknik seperti wawancara dan daftar pertanyaan untuk mengumpulkan fakta tentang sistem, kebutuhan, dan pilihan. Terdapat lima teknik Fact Finding yang digunakan, yaitu : Pemeriksaan Dokumentasi Pemeriksaan dokumentasi bermanfaat ketika sedang mendalami kebutuhan basis data yang akan dibuat. Dengan memeriksa dokumentasi, formulir, laporan, dan informasi yang terkait dengan sistem saat ini, bisa dengan cepat memahami sistem tersebut. Wawancara Wawancara merupakan teknik yang paling sering digunakan dan berguna dibandingkan teknik-teknik pencarian data lainnya. Tujuannya untuk menemukan, memastikan kebenaran melibatkan pengguna dan mengumpulkan pendapat. Observasi Observasi merupakan salah satu teknik pencarian data yang paling efektif untuk memahami sebuah sistem. Observasi adalah teknik pencarian data dengan mengamati dan mempelajari seseorang yang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan sistem. Kuesioner Kuesioner adalah teknik pencarian data dengan melakukan pengamatan melalui daftar pertanyaan. Teknik ini merupakan salah satu teknik pencarian data yang paling efektif untuk melibatkan responden dalam jumlah besar. Riset Riset merupakan teknik pencarian data dengan cara meneliti dengan cara meneliti aplikasi dan masalah, jurnal komputer, buku referensi dan internet adalah sumber informasi mengenai bagaimana orang lain memecahkan masalah tersebut.
21 Faktor Manusia Terukur Menurut Schneiderman (2005, pp. 16) dalam merancang suatu sistem yang interaktif, harus memperhatikan lima faktor manusia terukur, yaitu : 1. Waktu Belajar, waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mempelajari tugas yang diberikan. 2. Kecepatan Kerja, waktu yang diberikan oleh seseorang untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. 3. Tingkat Kesalahan Pengguna, berapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna dalam mengerjakan sebuah tugas tertentu. 4. Retensi dari Waktu ke Waktu, retensi berhubungan erat dengan kemampuan pengguna dalam menjaga pengetahuannya selama jangka waktu tertentu. 5. Kepuasan Objektif, standarisasi mengenai apakah pengguna memperoleh kepuasan terhadap berbagai aspek sistem.
BAB 2 LANDASAN TEORI. menjelaskan beberapa prinsip umum sistem antara lain: menghadapi keadaan-keadaan yang berbeda.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Menurut Hariyanto (2004, p59), sistem adalah kumpulan objek atau elemen yang saling beinteraksi untuk mencapai satu tujuan tertentu. Ia menjelaskan beberapa prinsip umum
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Utama 2.1.1 UMKM Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha Kecil Menengah (UKM), diantaranya adalah Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab ini menjelaskan mengenai dasar-dasar teori yang digunakan untuk menunjang pembuatan tugas akhir membangun sistem pengolahan data absensi karyawan pada PT.Solusi Coporindo
BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori-teori yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut :
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar/Umum Teori-teori yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut : 2.1.1 Sistem Pengertian sistem menurut Williams dan Sawyer (2005, p457) adalah sekumpulan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Multimedia 2.1.1 Pengertian Multimedia Menurut Vaughan(2011,p1), Multimedia adalah kombinasi teks, gambar, suara, animasi dan video yang disampaikan kepada user melalui komputer.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Distribusi Distribusi dari barang mengacu pada hubungan yang ada diantara titik produksi dan pelanggan akhir, yang sering terdiri dari beberapa jenis inventory yang harus dikelola.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori dasar/umum Teori-teori dasar yang digunakan dalam Perancangan sistem payment gateaway untuk mendukung kinerja website e-commerce pada PT. Pegasus Mitra Abadi. 2.1.1
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Web WEB merupakan kumpulan informasi pada server komputer yang terhubung satu sama lain dalam jaringan internet, sedangkan aplikasi berbasis web (web base aplication)
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Sistem informasi merupakan seperangkat elemen yang saling terhubung atau komponen yang mengumpulkan (input), memanipulasi (proses), menyimpan dan menyebarkan (output)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di abad ke-21 ini, banyak sekali bidang-bidang yang mengalami kemajuan. Salah satunya adalah bidang teknologi. Hal ini bisa dibuktikan dengan beberapa kemajuan teknologi
BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kartu kredit merupakan alat pembayaran pengganti uang tunai yang dapat digunakan oleh konsumen untuk ditukarkan dengan barang dan jasa yang diinginkannya di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem dapat beroperasi dalam suatu lingkungan, jika terdapat unsur unsur yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Android versi 2.2 (Froyo :Frozen Yoghurt) Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahanperubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menerapkan metode UCD (User Centered Design) adalah untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Situs pada Aplikasi Katalog Wisata Kuliner Berbasis Web dibuat dengan menerapkan metode UCD (User Centered Design) adalah untuk mempermudah penggunakan dalam
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori umum Pembahasan tentang teori-teori umum yang berkaitan dengan topik skripsi.teori-teori yang dijabarkan berasal dari berbagai sumber yang merupakan dari hasil tinjauan
BAB 2 TINJAUAN REFERENSI
BAB 2 TINJAUAN REFERENSI 2.1 Aplikasi Aplikasi software menurut Shelly & Vermaat (2011, p. 16) yaitu berupa program yang telah di desain untuk membuat user menjadi lebih produktif. Aplikasi dibuat agar
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengembangan Sistem Informasi 2.1.1 SDLC (System Development Life Cycle) Menurut Dennis, Barbara, dan Roberta (2012:6) System Development Life Cycle (SDLC) merupakan proses menentukan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Analisis Darminto dan Julianty (2002: 52) mengatakan bahwa Analisis adalah penguraian suatu pokok atas sebagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi mobile pada saat ini semakin pesat. Perkembangan teknologi tersebut tidak lepas dari perkembangan perangkat lunak dan perangkat keras yang ada
BAB II LANDASAN TEORI. Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka yang berhubungan dengan topik yang penulis bahas adalah sistem penerimaan siswa baru SMA Al-Muayyad Surakarta (http://psb.sma-almuayyad.sch.id/),
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Menurut (Connolly & Begg, 2005: 312), Sistem informasi adalah sumber daya yang memungkinkan pengumpulan, manajemen, kontrol,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi saat ini, masyarakat tumbuh dan berkembang di era dimana masyarakat tidak pernah terlepas dari informasi serta memiliki ketergantungan akan teknologi.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Kendaraan Bermotor Secara umum pengertian tentang kendaraan bermotor adalah semua jenis kendaraan dimana sistem geraknya menggunakan peralatan teknik atau mesin. Fungsi
BAB 2 LANDASAN TEORI 1.1 Sistem Informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI 1.1 Sistem Informasi 1.1.1 Pengertian Sistem Menurut Satzinger, et al (2012), sistem adalah kumpulan beberapa komponen yang saling terkait yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori dasar/ umum Dalam teori-teori ini berisikan berisikan pengertian dari data, quality, service, data quality, data quality service (DQS), data warehouse, serta perbedaan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini banyak perusahaan yang memiliki banyak kegiatan yang harus dilakukan dan untuk mengatur kegiatan tersebut bisa dilakukan secara manual atau secara online.
PEMBANGUNAN APLIKASI PENCATATAN PENANGANAN GANGGUAN PT. TELKOM REGIONAL BANDUNG
PEMBANGUNAN APLIKASI PENCATATAN PENANGANAN GANGGUAN PT. TELKOM REGIONAL BANDUNG TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, di Program Studi Teknik Informatika, Universitas
BAB 2 LANDASAN TEORI. fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian, dan hal-hal yang penting dalam
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Database 2.1.1.1 Pengertian Data Menurut Whitten, Bentley, dan Dittman (2004, p23), pengertian dari data adalah fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian,
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Perkembangan teknologi sistem informasi mengalami perkembangan pesat. Perusahaan yang memanfaatkan sistem informasi berjuang untuk mendapatkan perhatian konsumen tersebut
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Internet Internet adalah kumpulan jaringan terbesar yang menghubungkan jutaan perangkat dengan perangkat lainnya di seluruh dunia (Shelly & Vermaat, 2011:11). 2.2 World Wide Web
2. BAB II LANDASAN TEORI. lanjut sehingga terbentuk suatu aplikasi yang sesuai dengan tujuan awal.
2. BAB II LANDASAN TEORI Dalam merancang dan membangun aplikasi, sangatlah penting untuk mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar teori yang digunakan. Dasar-dasar teori tersebut digunakan sebagai landasan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi telah berkembang sangat pesat di Indonesia sejak tahun 2000. Hal ini membuat penduduk indonesia terbiasa dari penggunaan teknologi sehari-hari untuk
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Penerapan Model Human Computer Interaction (HCI) dalam Analisis Sistem
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 1.1 Tinjauan Pustaka Prihati, Mustafid, Suhartono (2011) membuat sebuah jurnal yang berjudul Penerapan Model Human Computer Interaction (HCI) dalam Analisis Sistem
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kebutuhan Internet merupakan sekumpulan jaringan yang berskala global. Tidak ada satu pun orang, kelompok atau organisasi yang bertanggung jawab untuk menjalankan internet.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam pembuatan tugas akhir Sistem Informasi Administrasi Salon SN berbasis desktop ini dilakukan beberapa tinjauan sumber pustaka, dan berikut
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jasa ekspedisi adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman barang yang saat ini tumbuh pesat dalam dunia bisnis, perusahaan dalam bidang ini bersaing
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi di dunia yang sangat pesat saat ini membawa pengaruh yang besar terhadap kinerja perusaahan di seluruh bidang bisnis baik dalam perusahaan dagang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian Aplikasi Aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi salah satu teknologi yang berkembang cepat pada saat ini Penggunaaan alat bantu komputer sebagai salah satu sarana penunjang dalam sistem informasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian ini, berupa studi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian ini, berupa studi yang pernah dilakukan orang lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram)
OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram) Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom ADSI-2015 Activity Diagram Activity diagram digunakan untuk
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. METODE PENELITIAN 2.1.1. Studi Literatur Studi Literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan data informasi yang berhubungan dengan sistem informasi berbasis web dan android
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Dalam membangun sebuah system informasi diperlukan suatu pemahaman mengenai system itu sendiri sehingga tujuan dari pembangunan system informasi dapat tercapai.
4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. menggunakan metode interview atau wawancara. Hasil dari tahap ini adalah
4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Pengumpulan Data Pada tahap awal, penulis mengumpulkan data-data yang dibutuhkan sistem menggunakan metode interview atau wawancara. Hasil dari tahap ini adalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Penelitian Terdahulu Selama ini masih banyak sekolah yang belum secara maksimal memanfaatkan teknologi informasi. Sistem penyimpanan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi 1 Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi
3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR
BAB III ANALISIS Bab ini berisi analisis mengenai aplikasi web target code generator, analisis penggunaan framework CodeIgniter dan analisis perangkat lunak code generator. 3.1 APLIKASI YANG DITANGANI
Rancang Bangun Aplikasi Code Sharing Sebagai Alat Bantu Media Interaktif Perkuliahan Pada Mata Kuliah Pemrograman Web
1 Rancang Bangun Aplikasi Code Sharing Sebagai Alat Bantu Media Interaktif Perkuliahan Pada Mata Kuliah Pemrograman Web Ar-Razy Muhammad 1, Heri Priyanto 2, Novi Safriadi 3 Program Studi Teknik Informatika,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Basis Data 2.1.1 Pengertian Data Menurut Turban (2003, p2), data ialah fakta yang belum diolah atau gambaran dari transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan dan diklasifikasikan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Teori-teori Sistem Informasi 2.1.1.1 Pengertian Sistem Menurut O Brian (2005, p714), pengertian Sistem adalah sekelompok komponen yang bekerja bersama menuju tujuan
BAB II LANDASAN TEORI. Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem.
BAB II LANDASAN TEORI Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem. 2.1 Pengertian Sistem Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini sistem informasi dan ilmu pengetahuan di bidang komputerisasi berkembang semakin pesat, karena pesatnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini sistem informasi dan ilmu pengetahuan di bidang komputerisasi berkembang semakin pesat, karena pesatnya teknologi tersebut maka semakin pesat pula kebutuhan
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Pada bab ini dijelaskan mengenai prosedur yang berjalan dan yang diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Radite Purwahana dalam tugas akhirnya telah membuat tugas akhir yang berjudul RAPOR ONLINE SMA N 8 SURAKARTA BERBASIS PHP, MYSQL, DAN SMS
BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001, p2) Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya, yang berfungsi
BAB II LANDASAN TEORI. pengertian. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan, yaitu:
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Menurut Kusrini dan Koniyo (2007), Sistem mempunyai beberapa pengertian. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan, yaitu: 1. Pendekatan sistem yang menekankan pada
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum. Koperasi Citra Telekomunikasi Institut Teknologi (IT) Telkom Bandung merupakan sebuah
BAB 1 PENDAHULUAN. pro. Saat ini, jumlah pelanggan yang dimilik PT. Astro Komputindo sudah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. Astro Komputindo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan dan pendistribusian perangkat keras komputer dengan merek E- pro. Saat ini, jumlah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Sistem Menurut Alfattah (2007:3) sistem adalah sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi serta hubungan antar objek yang biasa dilihat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT) CRM merupakan suatu strategi bisnis yang terdiri dari software dan layanan yang di desain untuk meningkatkan keuntungan, pendapatan dan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32 /Pojk.04/2014 Tentang Rencana Dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Pasal 2. 1.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 E-Business E-business merupakan definisi yang lebih luas dari e-commerce. E-business tidak hanya sekedar melakukan proses transaksi jual beli barang dan jasa, tetapi juga pelayanan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas analisa dan perancangan sistem, penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman berbasis objek. Analisa sistem meliputi analisa kebutuhan fungsional,
BAB 1 PENDAHULUAN. manusia mengalami evolusi. Berbagai aktivitas mengalami perubahan dari cara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi membuat berbagai aktivitas dalam kehidupan manusia mengalami evolusi. Berbagai aktivitas mengalami perubahan dari cara konvensional
1 BAB II LANDASAN TEORI
7 1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perusahaan Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi bahan dan tenaga kerja yang dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa kepada pelanggan.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Sistem Informasi Pengertian Sistem Pengertian Informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Sistem Informasi 2.1.1.1 Pengertian Sistem O Brien, J.A. & Marakas, G.M. (2013:26) mengatakan bahwa sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. uang, dan informasi. Sumber daya tersebut bekerjasama menuju
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama. Organisasi terdiri dari sejumlah sumber daya manusia, material, mesin, uang, dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian File Manager File manager adalah sebuah program komputer yang mengorganisir dan membuat daftar dari semua file dan directory (kumpulan dari beberapa file) pada sebuah
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda dalam mencapai setiap misi dan tujuannya. Budaya organisasi merupakan kumpulan nilai-nilai yang membantu anggota organisasi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Aplikasi Web Web aplikasi-disebut "webapps," jaringan-centric ini kategori perangkat lunak mencakup beragam aplikasi. Dalam bentuk yang paling sederhana, webapps bisa sedikit
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Fungsi-fungsi Aplikasi 4.1.1 Splashscreen Splashscreen merupakan Activity yang pertama kali muncul saat aplikasi dibuka. Gambar 4.1 merupakan tampilan spalshscreen pada
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Sebelum merancang suatu sistem, ada baiknya terlebih dahulu kita menganalisis sistem yang sedang berjalan di perusahaan yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kebutuhan Perangkat Keras Perangkat keras yang diperlukan untuk merancang interface pada aplikasi monitoring pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagai berikut : Tabel
FRAMEWORK PHP BERBASIS KOMPONEN UNTUK MEMBUAT FORMULIR DAN LAPORAN SECARA OTOMATIS ABSTRAK
1 FRAMEWORK PHP BERBASIS KOMPONEN UNTUK MEMBUAT FORMULIR DAN LAPORAN SECARA OTOMATIS ALI MUHTAS Program Studi Sistem Informasi S1, Fakultas Ilmu Komputer ABSTRAK Dalam pembangunan aplikasi perlu adanya
BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Penggunaan internet di Indonesia Sumber: InternetLiveStats (2015)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini teknologi berkembang dengan pesat. Setiap saat dikembangkan perangkat-perangkat baru untuk mendukung kemudahan hidup manusia. Infrastruktur teknologi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem informasi mengalami perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan ini terjadi karena permintaan masyarakat yang menginginkan sistem informasi yang efektif dan
BAB II LANDASAN TEORI. karyawan, jumlah jam kerja dalam seminggu, nomor bagian persediaan, atau
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data, Informasi, dan Pengetahuan Menurut Stair (2010:5), data adalah fakta atau kenyataan, contoh: nomor karyawan, jumlah jam kerja dalam seminggu, nomor bagian persediaan, atau
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Metode Penelitian Banyak metode pengembangan sistem yang tersedia, diantara metode pengembangan sistem tersebut yang paling terkenal adalah System Development Life Cycle (SDLC).
BAB 2. LANDASAN TEORI 2.1. Aplikasi Web Aplikasi merupakan sekumpulan program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melakukan tugas tertentu. Dengan kata lain, aplikasi bisa disebut juga dengan
PEMBANGUNAN APLIKASI E-COMMERCE LAYANAN JASA JAHIT BERBASIS WEB
PEMBANGUNAN APLIKASI E-COMMERCE LAYANAN JASA JAHIT BERBASIS WEB TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk mengambil gelar strata 1, di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Try Out Ujian Nasional atau dengan kata lain dapat disebut dengan uji coba Ujian Nasional merupakan suatu bentuk ujian sebagai uji coba bagi setiap siswa/siswi sebelum
lainnya. Android juga menggunakan sistem layar sentuh (touch screen) yang memudahkan pelanggan dalam penanganan navigasinya. Para pelaku bisnis telah
APLIKASI PEMESANAN MAKANAN PADA RESTORAN BERBASIS ANDROID DAN PHP MENGGUNAKAN PROTOKOL JSON Anggia Kusumawaty Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 10 November 2012
BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 World Wide Web Dunia internet semakin berkembang, terutama penggunaanya dalam bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer global, sedangkan
PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2
PENGANTAR RUP & UML Pertemuan 2 PENGANTAR RUP Rational Unified Process (RUP) atau dikenal juga dengan proses iteratif dan incremental merupakan sebuah pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Teori Umum 1.1.1 Aplikasi SMS Lokal Komputer Aplikasi SMS Lokal Komputer digunakan untuk pengiriman SMS ke pelanggan dengan menggunakan PC yang disambungkan dengan Handphone agar
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner (2006) Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini
Review Rekayasa Perangkat Lunak. Nisa ul Hafidhoh
Review Rekayasa Perangkat Lunak Nisa ul Hafidhoh [email protected] Software Process Sekumpulan aktivitas, aksi dan tugas yang dilakukan untuk mengembangkan PL Aktivitas untuk mencapai tujuan umum (komunikasi
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan,
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penulis melakukan objek penelitian pada Qwords.com perusahaan penyedia jasa layanan Web Hosting (Web Hosting Provider) yang melayani registrasi
1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia internet saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat pada umumnya. Internet yang pada awalnya hanya digunakan sebagai media pertukaran data
Lampiran. : Staff Administrasi dan Guru TIK
Lampiran LAMPIRAN 1 Wawancara Kebutuhan Nama Jabatan : Agus : Staff Administrasi dan Guru TIK 1. Sudah adakah sistem pembelajaran yang terkomputerisasi? Jawab : Sebelumnya, pada SMAN 65 belum terdapat
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Masalah Langkah awal dalam pembuatan sistem adalah mengidentifikasi permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang disajikan dalam
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perjalanan Dinas 2.1.1 Pengertian Perjalanan Dinas Perjalanan dinas secara umum adalah perjalanan yang dilakukan oleh karwaran atau pegawai suatu perusahaan yang berkitan dengan
