BAB 2 LANDASAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori umum Pembahasan tentang teori-teori umum yang berkaitan dengan topik skripsi.teori-teori yang dijabarkan berasal dari berbagai sumber yang merupakan dari hasil tinjauan pustaka seperti buku dan jurnal.teori-teori dasar yang berhubungan dengan skripsi ini sebagai berikut Pengertian Sistem Menurut Bennett et al (2006, p657), sistem adalah abstrak dari interaksi elemen yang kompleks yang berguna untuk mengidentifikasi batas, ruang lingkup, input, mechanism pengendalian dan beberapa proses atau perubahan yang sistem telah lakukan. Menurut Whitten dan Bentley (2007, p6), sistem adalah suatu kumpulan yang terdiri dari berbagai komponen yang saling terhubung yang berfungsi secara bersamaan untuk mencapai sebuah hasil yang diinginkan. Menurut Schawalbe (2009, p45), sistem adalah suatu kumpulan komponen yang saling berinteraksi yang bekerja dalam sebuah lingkungan untuk memenuhi beberapa tujuan. Menurut (Satzinger, Jackson, & Burd, 2010), sistem adalah suatu kumpulan komponen yang saling terkait dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan memproses informasi yang ada. Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa suatu komponen yang dapat saling berinteraksi dan memiliki arah yang jelas untuk mencapai suatu tujuan dengan menerima input dan menghasilkan output yang ingin di capai di dalam suatu organisasi. 7

2 8 Menurut Satzinger, terdapat tiga komponen dasar yang berinteraksi atau fungsi dasar, yaitu: 1. Input Merupakan bagian yang mencakup pengambilan elemen yang masuk ke dalam sistem untuk diproses. 2. Process Merupakan bagian yang mencakup perubahan mengikuti alur dari input menjadi output. 3. Output Merupakan bagian yang mencakup elemen yang dihasilkan dari proses untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan defiinisi diatas disimpulkan bahwa sistem merupakan suatu kumpulan komponen yang saling bekerja sama dan memiliki aturan untuk mendukung dalam menjalankan proses tertentu dalam suatu proses untuk mencapai tujuan proses tersebut Pengertian Informasi Menurut Bennett et al (2006, p653), menjelaskan bahwa informasi adalah fakta yang telah dipilih yang berkaitan dengan tujuan, kemudian disusun atau diproses dengan sedemikian rupa sehingga mereka memiliki makna untuk tujuan tersebut. Menurut Whitten dan Bentley (2007, p21), informasi adalah data yang telah diproses dan disusun kembali untuk memiliki arti yang lebih berguna untuk pihak tertentu. Dimana informasi tersebut dibentuk oleh penggabungan kombinasi dari berbagai data yang telah disusun yang kemudian dapat memiliki nilai bagi penerimanya.

3 9 Menurut Rainer dan Turban (2007, p6), menjelaskan bahwa informasi adalah data yang telah disusun yang kemudian dapat memiliki nilai bagi penerimanya. Berdasarkan definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diolah sehingga memiliki berbagai kumpulan fakta yang telah dipilih dan berkaitan dengan tujuan pencarian informasi tersebut dan dapat berguna bagi seseorang untuk tujuan tertentu Pengertian Sistem Informasi Menurut Rainer dan Turban (2007, p415), menjelaskan bahwa sistem informasi adalah sebuah prosedur yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik bagi kebanyakan sistem informasi yang terkomputerisasi. Menurut Whitten dan Bentley (2007, p6), mengatakan bahwa sistem informasi adalah sebuah pengaturan terhadap user, data, proses dan teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, menyediakan sebagai hasil informasi yang dibutuhkan untuk mendukung sebuah organisasi. Menurut Chaffey (2009, p744), sistem informasi adalah sebuah sistem yang dirancang untuk memproduksi informasi yang dapat digunakan dalam mendukung berbagai aktifitas manager dan karyawan lainnya. Menurut (Satzinger, Jackson, & Burd, 2010), sistem informasi adalah kumpulan komponen yang berfungsi untuk mengumpulkan, memproses dan menyediakan output informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu bisnis.

4 10 Menurut Satzinger, Jackson, Burd (2009, p.6-7), sistem informasi adalah sebuah kumpulan dari komponen-komponen yang saling berhubungan untuk dikumpulkan, diproses, dan disediakan sebagai hasil dari suatu informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi suatu proses bisnis. Menurut Rainer & Cegielski(2010, p.10), konsep sistem infromasi : 1. Data, adalah sebuah elemen yang mendeskripsikan dari sesuatu hal, kejadian, aktivitas dan transaksi yang diambil, digolongkan dan disimpan tetapi belum terorganisasi untuk menyampaikan sebuah arti. 2. Information, adalah kumpulan data yang telah digabungkan dan memiliki arti dan nilai untuk penerima. 3. Knowledge, terdiri dari data dan informasi yang telah diolah dan diproses untuk menyampaikan pengertian, pengalaman, keseluruhan pembelajaran, dan keahlian yang diterapkan di masalah bisnis. Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan sekumpulan komponen-komponen yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyediakan data menjadi informasi yang berguna untuk mendukung proses dalam mencapai tujuan. 2.2 Teori-Teori Khusus yang Berhubungan dengan Topik Skripsi Pembahasan dan penjabaran tentang teori-teori khusus yang digunakan dalam membangun aplikasi untuk skripsi ini, yaitu tentang E-Commerce. Teoriteori yang dijabarkan berasal dari berbagai sumber, hasil tinjauan pustaka seperti buku dan jurnal. Berikut teori-teori khusus yang akan dijabarkan Pengertian E-Business Menurut TurbanE, David, Jae Lee, Liang TP, Turban D (2012, p38), mendefinisikan E-business sebagai yang lebih luas dari e-commerce yang tidak hanya meliputi pembelian dan penjualan barang dan jasa, tetapi juga

5 11 melayani pelanggan, berkolaborasi dengan mitra bisnis, dan melakukan transaksi elektronik dalam suatu organisasi Pengertian E-Commerce Menurut Whitten dan Bentley (2007, p18), mengatakan e-commerce adalah pembelian dan penjualan barang maupun jasa dengan menggunakan internet. Menurut Rainer dan Turban (2007, p6), e-commerce adalah proses pembelian, penjualan, pengiriman atau pertukaran barang, layanan atau informasi menggunakan jaringan computer termasuk internet. Menurut Chaffey(2009, p10), e-commerce sering dianggap sederhana untuk merujuk kepada pembelian dan penjualan yang memakai internet.banyak komentar mengartikan e-commerce sebagai keseluruhan transaksi uang yang dijembatani secara elektronik antara suatu organisasi dengan pihak ketiga yang telah disetujui sebelumnya dengan definisi ini maka transaksi non-finansial seperti permintaan pelanggan, untuk informasi yang lebih lanjut akan dipertimbangkan menjadi bagian dari e-commerce : 1. Perspektif Komunikasi, pengiriman informasi, produk/jasa atau pembayaran dengan cara elektronik. 2. Perspektif Proses Bisnis, aplikasi dari teknologi menuju otomisasi transaksi bisnis. 3. Perspektif Servis, memungkinkan adanya pemotongan biaya bersamaan dengan meningkatnya kecepatan dan kualitas dari keluaran bisnis. 4. Perspektif Online, dimana kegiatan membeli dan menjual produk atau jasa serta informasi secara online Model Bisnis atau Konsumen dari Transaksi E-Commerce Menurut Chaffey (2009, P.26) model atau konsumen dari transaksi E- commerce.meliputi : Consumer to Consumer (C2C)

6 12 Merupakan pertukaran informasi atau transaksi keuangan antara konsumen yang umumnya dimediasi melalui situs bisnis. Business to Consumer (B2C) Merupakan transaksi komersil antara suatu organisasi dengan konsumen- konsumen. Business to Business (B2B) Merupakan transaksi komersil antara suatu organisasi dengan organisasi lainnya (pemasaran interorganisasional) The Dimension of E-Commerce Dimensi e-commerce menurut Turban et al (2010, p48). Electronic Commerce 2010 a managerial Perspective 6th Edition. Dikelompokan menjadi : Brick and Mortar (old Economy) Organization Organisasi yang melakukan bisnis secara offline, menjual produk fisik dengan cara membuka toko fisik. Virtual (pure - play) Organization Organisasi yang melakukan aktivitas bisnis secara online. Click and Mortar (click and Brick)Organization Organisasi yang melakukan beberapa aktivitas e-commerce biasanya hanya di jadikan jalur pemasaran tambahan.

7 13 Dimensi dari e-commerce dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2.1 : The Dimensions of Electronic Commerce (Sumber: Turban et al 2010, p48) Electronic Commerce Framework Menurut Turban et al (2010, P.50) e-commerce framework terdiri dari: People Penjual, perantara, sistem informasi, dan spesialis teknologi, dan karyawan lainnya. Public Policy Hukum kebijakan lainya dan masalah regulasi seperti perlindungan privasi dan pajak yang di tentukan oleh pemerintah. Marketing and advertisement E-commerce biasanya membutuhkan bantuan pemasaran. Hal ini khususnya penting dalam jenis e-commerce B2C dimana penjual dan pembeli biasanya tidak mengenal satu sama lain. Support Service Banyak pelayanan yang dibutuhkan untuk membantu e- commerce. Business partnership Usaha bersama, pertukaran dan kerjasama bisnis pada beberapa tipe e- commerce yang umum.hal ini terjadi secara berkala melalui rantai persediaan.

8 14 Framework E-commerce dapat dijelaskan pada gambar berikut : Gambar 2.2: E-commerce Framework (Sumber: Turban et al 2010, p50). Berdasarkan definisi e-commerce diatas dapat disimpulkan bahwa e-commerce adalah bagian dari E-business dimana proses transaksi pembelian atau penjualan terhadap barang dan jasa secara elektronik, dan dalam e-commerce juga terdapat model-model e-commerce, dimana PT. Tehnik Unggul Lsitrindo menggunakan model bisnis B2B dan B2C dalam perusahaannya.

9 Teori Object Oriented Analysis and Design (OOAD) Konsep Object Oriented Analysis and Design (OOAD) Menurut Satzinger et al (2010, p60) pengertian Object-Oriented Analysis and Design with the Unified Process (OOAD) adalah: Object Oriented Programming (OOP) menuliskan tentang pernyataan dalam bahasa pemrograman untuk mendifinisikan tipe dari masing-masing objek. Object-Orientied Analysis (OOA) adalah semua jenis objek yang melakukan pekerjaan dalam sistem dan menunjukan interaksi pengguna apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas. Objek diartikan sebagai suatu hal dalam sistem komputer yang dapat merespon pesan-pesan. Object-Oriented Design (OOD) adalah semua jenis objek yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang dan perangkat dalam sistem, menunjukan bagaimana objek berinteraksi untuk meyelesaikan tugas, dan menyempurnakan definisi dari masingmasing jenis objek sehingga dapat diimplementasikan dengan bahasa tertentu. Tahapan tahapan proses pengembangan pada OOAD: Requirement, menyusun dan mengatur kesepakatan antara customer dan stakeholder mengenai sistem yang akan dibangun. Dengan kata lain, mendefinisikan batasan sistem yang akan dibangun. Analysis and Design, merubah kebutuhan sistem menjadi sebuah desain sistem dengan menyajikan spesifikasi dari lingkukan implementasi, dengan mengembangkan arsitektur sistem yang kuat dan menetapkan mekanisme yang dapat digunakan pada sistem yang berbeda. Implementation, implementasi, unit test, mengintegrasikan desain dan mengeksekusi hasil sistem.

10 16 Test, menguji implementasi untuk meyakinkan bahwa sistem yang dibangun memenuhi seluruh kebutuhan. Deployment, memastikan bahwa aplikasi yang sudah diuji dan diimplementasi dapat digunakan oleh end user Unified Modelling Language (UML) Menurut Whitten dan Bantley (2007, p370) unified modeling language adalah satu kumpulan konvensi permodelan yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan sebuah sistem software yang terkait dengan objek Activity Diagram Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., &Burd, S.D., (2009, p141), Activity diagram merupakan jenis workflow diagram yang menggambarkan aktivitas pengguna di dalam sistem secara berurutan (Satzinger, J.W., Jackson, R.B., &Burd, S.D. 2009, p141). Gambar 2.3 :Activity Diagram

11 17 (Sumber: Satzinger, J.W., Jackson, R.B., &Burd, S.D., 2009, p142) Use Case Diagram Use case diagram menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., &Burd, S.D. (2009, p242) merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh sistem, biasanya merupakan sebuah respon untuk permintaan dari pengguna sistem. Menjelaskan bahwa actor tidak selalu sama dengan sumber dari peristiwa di event table karena actor di use case merupakan orang yang berinteraksi dengan sistem yang mana sistem harus meresponnya. Berikut ini adalah komponen-komponen dari suatu Use Case Diagram: System Boundary Menggambarkan batasan antara sistem dengan actor. Actors Menggambarkan user atau pengguna dari suatu sistem. Flow Menggambarkan hubungan antara use case dengan actor. Use Case Menggambarkan apa yang dilakukan oleh actor di dalam sistem.

12 18 Gambar 2.4 : Use Case Diagram Domain Class Diagram Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2005: P184) domain class diagram merupakan sebuah diagram UML yang menggambarkan semua yang penting dalam pekerjaan user, kelas-kelas problem domain, atribut, serta hubungan antar kelas. Gambar 2.5 Contoh Domain Class Diagram (Sumber Satzinger, Jackson, dan Burd (2005, p185) Hubungan antar class yang digambarkan dengan garis penghubung disebut multiplicity of association. Hubungan antar class ini dapat dibedakan menjadi enam jenis yang digambarkan dalam tabel sebagai berikut Tabel 2.1 Hubungan Relasional Antar Class Hubungan Simbol Zero to one (optional) 0..1 One and one only (Mandatory) 1 One and one only alternate (Mandatory) 1..1 Zero or more (optional) 0..* Zero or more alternate (optional) * One or more (Mandatory) 1..*

13 19 Gambar 2.6 Hubungan Antar Class (Sumber Satzinger, Jackson, dan Burd (2005, p187) Dalam class diagram, juga dikenal berdasarkan karakteristik class yang sama dan hal tersebut berguna untuk menyusun class mulai dari karakteristik yang umum hingga karakteristik yang khusus. Class memiliki karakteristik yang umum disebut superclass. Sedangakan class yang memiliki karakteristik khusus disebut subclass. Sebuah subclass dapat memiliki karakteristiknya superclass dengan penurunan karakteristik atau inheritance. Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2005: p191), dalam hierarki class diagram terdapat whole-part hierarchies yang merupakan hierarki yang menyusun class-class sesuai dengan komponen-komponen yang terkait. Whole-part hierarchies sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu : Aggregation Hubungan seluruh-sebagian antara obyek dengan bagian-bagiannya dimana setiap bagian dapat terpisah-pisah. Composition Hubungan seluruh-sebagian dimana bagian-bagian yang ada tidak dapat dipisahkan dengan obyeknya. Simbol-simbol yang digunakan dalam hierarki class diagram adalah 1. Generalization (Inheritance) Merupakan pengelompokan beberapa class secara umum. Notasi : 2. Composition

14 20 Merupakan hubungan seluruh-sebagian dimana bagian-bagian yang ada tidak dapat dipisahkan Notasi : 3. Aggregation Merupakan hubungan yang menggambarkan class bagian dari class lain. Agregasi terbagi jadi 2, yaitu: shared (memiliki hubungan yang lemah) dan composite (memiliki hubungan yang kuat). Notasi : Pengertian System Sequence Diagram Menurut Satzinger, B. Jackson, D. Burd (2005, p.213). System Sequence Diagram adalah diagram yang digunakan untuk mendefinisikan input dan output secara berurutan. System Sequence Diagram digunakan dalam hubungannya dengan deskripsi rinci atau dengan Activity Diagram untuk menunjukkan langkah-langkah pengeolahan dan interaksi antara aktor dengan sistem, dalam System Sequence Diagram, informasi yang mengalir masuk dan keluar disebut sebagai messages. Notasi pada System Sequence Diagram, yaitu: 1) Actor Orang yang berinteraksi dengan sistem. 2) Object Simbol kotak, bertuliskan: System yang artinya merepsentasikan keseluruhan sistem yang terotomatisasi. Pada System Sequence Diagram interaksi yang terjadi bukan antara class yang dimana objekobjek tersebut berasal, melainkan interaksi terjadi dengan masingmasing objek. Notasi untuk menggambarkan objek adalah kotak persegi dengan format yang diawali tanda :, dan huruf garis bawah. 3) Lifeline Notasi yang digambarkan dengan garis putus-putus yang berfungsi sebagai penghubung antara interaksi antara aktor dengan sistem untuk melakukan messages. 4) Messages

15 21 Notasi yang digambarkan dengan tanda panah (messages input) yang berasal dari aktor ke sistem dan tanda panah putus-putus (messages output) yang berasal dari sistem ke aktor. Notasi ini digunakan dalam pengiriman pesan atau penerimaan pesan. Gambar 2.7 Contoh System Sequence Diagram (Sumber Satzinger, Jackson, dan Burd (2005, p315) Entity Relationship Diagram (ERD) Menurut Satzinger (2010, p.57), Entity Relationship Diagram adalah analisis terstruktur dan informasi rekayasa model data yang diperlukan oleh sistem. Berikut merupakan contoh ERD: Gambar 2.8 Contoh Entity Relationship Diagram Sumber : Satzinger (2010, p.57) Update Design Class Diagram

16 22 Menurut Satzinger et al. (2010, p.409) Updated Design class diagram adalah ringkasan dari gambaran akhir yang telah dikembangkan menggunakan detailed sequence diagram dan digunakan secara langsung ketika mengembangkan programming code. Updated Design class diagram memiliki fungsi baru, dimana menentukan sebuah method dari kelas.

17 23 Gambar 2.9 Contoh Updated Design Class Diagram User Interface Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., &Burd, S.D. (2009, p531). UserInterfaces adalah bagian dari sebuah sistem informasi yang membutuhkan interaksi pengguna untuk membuat sebuah data yang akan diproses dan hasil setelah diproses. Gambar 2.10 User Interfaces 2.4 Browser Menurut Downing, Covington, & Covington Browser (2009, p65) browser adalah program komputer yang mempermudah pengguna untuk membaca hypertext dalam bentuk data atau yang ada di dalam World Wide Web.Contoh dari browser adalah Internet Explorer, Opera, Safari, Google Chrome, Mozila Firefox Hypertext Transfer Protocol (HTTP) Menurut (Connolly & Begg, 2010), HTTP adalah bagaimana client dan server berkomunikasi. HTTP adalah suatu protocol yang digunakan untuk komunikasi atau mengirim informasi oleh World Wide Web (WWW). HTTP merupakan dasar para digma request-response yang memiliki beberapa stages, yaitu :

18 24 1. Connection : client memulai sebuah koneksi dengan Web server. 2. Request : client mengirim sebuah pesan request ke Web server. 3. Response : Web server mengirim response ke client berupa HTML. 4. Close : Web server menutup koneksi PHP (Hypertext Preprocessor) PHP adalah bahasa scripting yang sering digunakan untuk menghasilkan sebuah halaman web dengan perhitungan pada server (Downing, Covington, & Covington 2009, p364) XAMPP Menurut Yogi Wicaksono (2008, p7) XAMPP adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengolah data MySQL dikomputer lokal. XAMPP berperan sebagai serverweb pada komputer. Menurut Sirowich, Darie (2007) XAMPP adalah suatu paket yang dibentuk oleh Apache Friend, yang terdapat beberapa software juga yang berupa Apache, PHP, MySQL, dan banyak yang lainnya Eight Golden Rules Menurut Shneiderman (2009, p88-p89), untuk mengukur atau memastikan apakah sebuah user interface tersebut baik dan tidak baik terdapat 8 golden rules (delapan aturan emas). 8 aturan emas ini harus ada untuk menjadikan UI tersebut baik dan layak dujadikan sebagai user interface dan ke-8 aturan tersebut adalah: 1. Berusaha untuk konsisten Maksud konsisten disini adalah setiap UI akan berganti tampilan baik itu membuat kita meninggalkan sebuah UI dan berpindah UI yang lain,

19 25 atau tetap pada UI yang sama namun berbeda halaman, sangat baik bila halaman yang satu dengan yang lain tetap konsisten agar user tidak kebingungan bilamana berganti halaman satu dengan yang lain. 2. Melayani usability universal Membuat sebuah UI (User Interface) menjadi mudah di akses dan digunakan oleh siapa saja, menambah fitur penjelasan atau tutorial adalah tindakan yang baik, sehingga memudahakan pengguna berinteraksi dengan UI, tambahan adanya shortcut juga akan lebih baik karena dapat mengefisiensikan penggunaan UI. 3. Memberikan umpan balik yang inovatif Setiap user berinteraksi, sebaiknya dibuat pola umpan balik (feedback) yang meminimalkan user tersesat / kebingungan menggunakan UI. 4. Merancang dialog yang memberikan penutupan (keadaan akhir) Dalam berinteraksi dengan UI itu seperti menjalankan dialog dengan seseorang, ada awal, tengah, dan juga akhir. Untuk itu setiap UI harus dijelaskan pola yang sedemikian agar awal, tengah, dan juga akhir terlihat jelas, sehingga user tau kapan interaksi mulai, kapan interaksi menengah, dan kapan interaksi akan berakhir. 5. Mencegah terjadinya error Upayakan dalam membuat sebuah UI, UI tersebut jarang mengalami error, dan kalaupun memang ada error, tampilkan informasi yang jelas apa alasan error tersebut muncul dan berikan penjelasan mengenai jalan keluarnya. 6. Memungkinkan pembalikan aksi (undo) yang mudah Dalam berinteraksi dengan UI, tentu user akan mengalami kesalahankesalahan kecil yang bila ada pembalikan aksi atau fitur undo akan sangat dapat menolong.

20 26 7. Mendukung pusat kendali internal UI yang baik mendukung pusat kendali internal yang berarti user berkuasa penuh atas interaksi dengan UI, tanpa campur tangan pihak manapun. 8. Mengurangi beban ingatan jangka pendek Semakin banyak mengingat, maka akan semakin banyak pula kemunginan untuk lupa. Maka dari itu sangat baik bila merancang UI dengan banyak fitur seperti gambar daripada teks karena lebih mudah mengingat sebuah gambar, daripada mengingat sebuah teks panjang. 2.5 Deployment Environment Menurut (Satzinger et al, 2010, p. 291), Deployment Environment merupakan perangkat keras, sistem perangkat lunak dan lingkungan jaringan dimana sistem akan beroperasi. Pada bagian ini, menggambarkan lingkungan penyebaran umum secara detail, dan bagian yang selanjutnya akan mengeksplorasi pola desain terkait dan arsitektur untuk aplikasi perangkat lunak. Dari sisi perangkat keras terdiri dari : Single computer architecture Merupakan arsitektur yang menggunakan satu sistem komputer untuk mengeksekusi semua aplikasi perangkat lunak. Multitier Architecture Arsitektur yang mendistribusikan aplikasi yang berhubungan dengan perangkat lunak di beberapa sistem komputer. Multitier architecture dibagi menjadi 2 jenis : a. Clustered Architecture: sekelompok komputer yang sama yang berbagi beban processing dan bertindak sebagai sistem komputer tunggal yang besar. b. Multi Komputer: beberapa komputer yang berbeda, yang berbagi beban pengolahan melalui spesialisasi fungsi.

21 27 Selain itu menurut (Satzinger et al, 2010, p. 341) dari sisi perangkat lunak terdiri dari : Centralized Architecture, merupakan arsitektur yang menempatkan semua sumber daya komputasi di lokasi kontrol. Distributed Architecture, merupakan arsitektur yang menyebarkan sumber daya komputasi dibeberapa tempat yang terhubung oleh sebuah jaringan komputer.

Pengembangan Aplikasi E-Commerce Berbasis Web Pada PT. Tehnik Unggul Listrindo

Pengembangan Aplikasi E-Commerce Berbasis Web Pada PT. Tehnik Unggul Listrindo Pengembangan Aplikasi E-Commerce Berbasis Web Pada PT. Tehnik Unggul Listrindo Rony Tanjaya Bina Nusantara, Komp. Duta Harapan Indah Blok JJ/38,Jakarta Utara, 087775461888, [email protected] Randy

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic.

BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic. 2 BAB II LANDASAN TEORI Untuk menunjang penulisan Tugas Akhir ini, diambil beberapa bahan referensi seperti bahasa pemrograman PHP dan MySQL, serta beberapa bahan lainya yang diperlukan dalam pembangunan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. menjelaskan beberapa prinsip umum sistem antara lain: menghadapi keadaan-keadaan yang berbeda.

BAB 2 LANDASAN TEORI. menjelaskan beberapa prinsip umum sistem antara lain: menghadapi keadaan-keadaan yang berbeda. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Menurut Hariyanto (2004, p59), sistem adalah kumpulan objek atau elemen yang saling beinteraksi untuk mencapai satu tujuan tertentu. Ia menjelaskan beberapa prinsip umum

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Android versi 2.2 (Froyo :Frozen Yoghurt) Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahanperubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner (2006) Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya

Lebih terperinci

II.3.5 Statechart Diagram... II-14 II.3.6 Activity Diagram... II-15 II.3.7 Component Diagram... II-16 II.3.8 Deployment Diagram... II-16 II.3.

II.3.5 Statechart Diagram... II-14 II.3.6 Activity Diagram... II-15 II.3.7 Component Diagram... II-16 II.3.8 Deployment Diagram... II-16 II.3. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT PERNYATAAN... iii ABSTRAK... iv ABSTRACT... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiii BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian, dan hal-hal yang penting dalam

BAB 2 LANDASAN TEORI. fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian, dan hal-hal yang penting dalam BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Database 2.1.1.1 Pengertian Data Menurut Whitten, Bentley, dan Dittman (2004, p23), pengertian dari data adalah fakta mentah mengenai orang, tempat, kejadian,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sebagai acuan untuk referensi penulis dalam melakukan penelitian saat ini, penulis memiliki tinjauan pustaka dengan menggunakan beberapa jurnal sebagai referensi.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Telah dilakukan penelitian sebelumnya mengenai pembuatan toko online untuk transaksi jual beli pada tahap promosi dan pembelian. Namun pada beberapa penelitian

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Jasa Jasa (service) merupakan suatu atau serangkaian aktivitas yang tidak berwujud dan yang biasanya, tidak selalu, berhubungan dengan interaksi antara customer (pelanggan) dan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 E-Business E-business merupakan definisi yang lebih luas dari e-commerce. E-business tidak hanya sekedar melakukan proses transaksi jual beli barang dan jasa, tetapi juga pelayanan

Lebih terperinci

DAFTAR ISTILAH. Activity Diagram

DAFTAR ISTILAH. Activity Diagram DAFTAR ISTILAH Activity Diagram Actor Admin Adobe Dreamweaver AIX Analysis Apache Aplikasi ASP diagram yang digunakan untuk memodelkan aktivitas bisnis pada suatu sesuatu untuk mewakili peran yang dimiliki

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teori Umum Dalam penyusunan skripsi ini di perlukan teori teori yang di gunakan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teori Umum Dalam penyusunan skripsi ini di perlukan teori teori yang di gunakan BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Dalam penyusunan skripsi ini di perlukan teori teori yang di gunakan untuk mendukung perancangan serta analisis yang telah di lakukan, berikut ini adalah teori teori

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi saat ini, masyarakat tumbuh dan berkembang di era dimana masyarakat tidak pernah terlepas dari informasi serta memiliki ketergantungan akan teknologi.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis dalam bidang jasa dewasa ini bertumbuh dengan pesat. Salah satunya adalah bisnis dibidang jasa. Peningkatan bisnis dibidang jasa tak terlepas dari

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Teori umum merupakan landasan utama yang menjadi dasar penelitian. Teori umum dipakai sebagai landasan yang digunakan dalam penelitian dan pembuatan aplikasi. 2.1.1

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem.

BAB II LANDASAN TEORI. Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem. BAB II LANDASAN TEORI Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem. 2.1 Pengertian Sistem Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut Soendoro dan Haryanto (2005), definisi dari sistem dapat

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut Soendoro dan Haryanto (2005), definisi dari sistem dapat BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Menurut Soendoro dan Haryanto (2005), definisi dari sistem dapat dilakukan dengan 2 pendekatan, yaitu pendekatan prosedur dan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem dapat beroperasi dalam suatu lingkungan, jika terdapat unsur unsur yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Utama 2.1.1 UMKM Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha Kecil Menengah (UKM), diantaranya adalah Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka yang berhubungan dengan topik yang penulis bahas adalah sistem penerimaan siswa baru SMA Al-Muayyad Surakarta (http://psb.sma-almuayyad.sch.id/),

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iii. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xvii. DAFTAR SIMBOL... xx BAB I PENDAHULUAN...

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iii. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xvii. DAFTAR SIMBOL... xx BAB I PENDAHULUAN... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xvii DAFTAR SIMBOL... xx BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 2 1.3 Maksud dan Tujuan...

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Teori Umum 1.1.1 Aplikasi SMS Lokal Komputer Aplikasi SMS Lokal Komputer digunakan untuk pengiriman SMS ke pelanggan dengan menggunakan PC yang disambungkan dengan Handphone agar

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Analisis Darminto dan Julianty (2002: 52) mengatakan bahwa Analisis adalah penguraian suatu pokok atas sebagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri,

Lebih terperinci

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM UML UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (OOA&D) yang dimunculkan sekitar akhir

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori dasar/umum Teori-teori dasar yang digunakan dalam Perancangan sistem payment gateaway untuk mendukung kinerja website e-commerce pada PT. Pegasus Mitra Abadi. 2.1.1

Lebih terperinci

I.2 Identifikasi Masalah... I-2. I.3 Rumusan Masalah... I-2. I.4 Tujuan... I-3. I.5 Manfaat... I-3. I.6 Batasan Masalah... I-3

I.2 Identifikasi Masalah... I-2. I.3 Rumusan Masalah... I-2. I.4 Tujuan... I-3. I.5 Manfaat... I-3. I.6 Batasan Masalah... I-3 viii DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT PERNYATAAN... iii ABSTRACT... iv ABSTRAKSI... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR TABEL... xvi BAB I PENDAHULUAN... I-1

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. universitas maka dibutuhkan pula sebuah sistem untuk mendukung proses

BAB 1 PENDAHULUAN. universitas maka dibutuhkan pula sebuah sistem untuk mendukung proses BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin berkembangnya proses pembelajaran di sebuah universitas maka dibutuhkan pula sebuah sistem untuk mendukung proses pembelajaran tersebut. Sistem tersebut

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Basis Data 2.1.1 Pengertian Data Menurut Turban (2003, p2), data ialah fakta yang belum diolah atau gambaran dari transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan dan diklasifikasikan.

Lebih terperinci

OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram)

OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram) OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram) Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom ADSI-2015 Activity Diagram Activity diagram digunakan untuk

Lebih terperinci

MEMAHAMI PENGGUNAAN UML

MEMAHAMI PENGGUNAAN UML MEMAHAMI PENGGUNAAN UML Reza Kurniawan [email protected] Abstrak Saat ini sebagian besar para perancang sistem informasi dalam menggambarkan informasi dengan memanfaatkan UML diagram dengan tujuan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Kendaraan Bermotor Secara umum pengertian tentang kendaraan bermotor adalah semua jenis kendaraan dimana sistem geraknya menggunakan peralatan teknik atau mesin. Fungsi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Sistem Sistem merupakan kumpulan dari unsur atau elemen-elemen yang saling berkaitan/berinteraksi dan saling memengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori-teori yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut :

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori-teori yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut : BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar/Umum Teori-teori yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut : 2.1.1 Sistem Pengertian sistem menurut Williams dan Sawyer (2005, p457) adalah sekumpulan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Sistem Teori sistem secara umum yang pertama kali diuraikan adalah istilah sistem yang sekarang ini banyak dipakai. Banyak orang berbicara mengenai karakteristik

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN WEBSITE KOMUNITAS STUDI KASUS : KOMUNITAS FOTOGRAFI

PENGEMBANGAN WEBSITE KOMUNITAS STUDI KASUS : KOMUNITAS FOTOGRAFI PENGEMBANGAN WEBSITE KOMUNITAS STUDI KASUS : KOMUNITAS FOTOGRAFI TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Menurut (Connolly & Begg, 2005: 312), Sistem informasi adalah sumber daya yang memungkinkan pengumpulan, manajemen, kontrol,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. ABSTRACT... ii. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR GAMBAR... xvi. DAFTAR TABEL... xxiii. DAFTAR SIMBOL...

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. ABSTRACT... ii. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR GAMBAR... xvi. DAFTAR TABEL... xxiii. DAFTAR SIMBOL... DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... xvi DAFTAR TABEL... xxiii DAFTAR SIMBOL... xxvi BAB I : PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi 1 Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi

Lebih terperinci

BAB VI : PENUTUP 6.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB VI : PENUTUP 6.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv RINGKASAN... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR...

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam pembuatan tugas akhir Sistem Informasi Administrasi Salon SN berbasis desktop ini dilakukan beberapa tinjauan sumber pustaka, dan berikut

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN APLIKASI PENCATATAN PENANGANAN GANGGUAN PT. TELKOM REGIONAL BANDUNG

PEMBANGUNAN APLIKASI PENCATATAN PENANGANAN GANGGUAN PT. TELKOM REGIONAL BANDUNG PEMBANGUNAN APLIKASI PENCATATAN PENANGANAN GANGGUAN PT. TELKOM REGIONAL BANDUNG TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, di Program Studi Teknik Informatika, Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisi tentang latar belakang pembuatan dari aplikasi tugas akhir, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah yang ada pada pembuatan aplikasi ini, serta metodologi dan sistematika

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan,

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan, BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penulis melakukan objek penelitian pada Qwords.com perusahaan penyedia jasa layanan Web Hosting (Web Hosting Provider) yang melayani registrasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Penelitian Terdahulu Selama ini masih banyak sekolah yang belum secara maksimal memanfaatkan teknologi informasi. Sistem penyimpanan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Sistem merupakan salah satu yang terpenting dalam sebuah perusahaan yang dapat membentuk kegiatan usaha untuk mencapai kemajuan dan target yang dibutuhkan.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Aplikasi Web Web aplikasi-disebut "webapps," jaringan-centric ini kategori perangkat lunak mencakup beragam aplikasi. Dalam bentuk yang paling sederhana, webapps bisa sedikit

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Perdagangan elektronik (electronic commerce, disingkat EC, atau e-commerce)

BAB II LANDASAN TEORI. Perdagangan elektronik (electronic commerce, disingkat EC, atau e-commerce) BAB II LANDASAN TEORI 2.1 E-Commerce 2.1.1 Pengertian E-Commerce Menurut E. Turban, David K, J. Lee, T. Liang, D. Turban (2012,p38), Perdagangan elektronik (electronic commerce, disingkat EC, atau e-commerce)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Prosedur Penelitian Dalam pengembangan sistem dibutuhkan suatu metode yang berfungsi sebagai acuan atau prosedur dalam mengembangkan suatu sistem. Metode pengembangan sistem

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya usaha-usaha perdagangan yang sangat pesat pada saat

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya usaha-usaha perdagangan yang sangat pesat pada saat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berkembangnya usaha-usaha perdagangan yang sangat pesat pada saat ini menjadikan informasi sebagai hal yang sangat penting peranannya dalam menunjang jalannya operasi-operasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan yang serupa menggunakan sistem pelayanan bisinis secara online.

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan yang serupa menggunakan sistem pelayanan bisinis secara online. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dibidang informasi mendorong setiap instansi atau perusahaan untuk tetap mengikuti perkembangannya, terutama berkenaan dengan perkembangan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut McLeod dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem adalah. Menurut Lucas dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem sebagai suatu

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut McLeod dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem adalah. Menurut Lucas dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem sebagai suatu BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Terdapat beberapa pengertian sistem menurut beberapa ahli yang diantaranya sebagai berikut: Menurut McLeod dalam buku Al-Bahra (2005:3) Sistem adalah sekelompok

Lebih terperinci

Kegunaan tahap ini adalah untuk memobilisasi dan mengorganisir g SDM yang akan melakukan Reengineering

Kegunaan tahap ini adalah untuk memobilisasi dan mengorganisir g SDM yang akan melakukan Reengineering BPR Tahap 1 (Persiapan) Telaahan Business Process Reengineering (BPR) Tahap 1 - Persiapan Kegunaan tahap ini adalah untuk memobilisasi dan mengorganisir g SDM yang akan melakukan Reengineering Apa yang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Menurut Hasibuan (2013:35) manajemen merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya alam dan sumber-sumber lainnya secara efisien dan efektif untuk

Lebih terperinci

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI DENGAN ANALISIS DAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI DENGAN ANALISIS DAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK PEMBUATAN SISTEM INFORMASI DENGAN ANALISIS DAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK Dewan Pelawi Information Systems Department, School of Information Systems, Binus University Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi sudah berkembang pesat didalam era globalisasi pada saat ini, hal ini berdampak pada hampir diseluruh sektor bisnis. Hampir seluruh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kebutuhan Internet merupakan sekumpulan jaringan yang berskala global. Tidak ada satu pun orang, kelompok atau organisasi yang bertanggung jawab untuk menjalankan internet.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Sistem Informasi Pengertian Sistem Pengertian Informasi

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Sistem Informasi Pengertian Sistem Pengertian Informasi BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Sistem Informasi 2.1.1.1 Pengertian Sistem O Brien, J.A. & Marakas, G.M. (2013:26) mengatakan bahwa sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI E-COMMERCE PADA RUMAH SONGKET PUSAKO MINANG PANDAI SIKEK

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI E-COMMERCE PADA RUMAH SONGKET PUSAKO MINANG PANDAI SIKEK PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI E-COMMERCE PADA RUMAH SONGKET PUSAKO MINANG PANDAI SIKEK Mardison, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang e-mail : [email protected] Abstrak Website

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian Aplikasi Aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN... I-1

BAB I PENDAHULUAN... I-1 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... i SURAT PERNYATAAN... ii ABSTRAK... iii ABSTRACT... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xix BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Internet Menurut Kotler dan Amstrong (2012, pp. 50), Internet adalah jaringan global yang luas dan terus berkembang yang menghubungkan para pengguna komputer dari segala jenis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32 /Pojk.04/2014 Tentang Rencana Dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Pasal 2. 1.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. berkelanjutan tentang kegiatan/program sehingga dapat dilakukan tindakan

BAB II LANDASAN TEORI. berkelanjutan tentang kegiatan/program sehingga dapat dilakukan tindakan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Monitoring Menurut Dr. Harry Hikmat (2010), monitoring adalah proses pengumpulan dan analisis informasi berdasarkan indikator yang ditetapkan secara sistematis dan berkelanjutan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menunjang jalannya operasi-operasi demi tercapainya tujuan yang diinginkan

BAB I PENDAHULUAN. menunjang jalannya operasi-operasi demi tercapainya tujuan yang diinginkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berkembangnya usaha-usaha perdagangan yang sangat pesat pada saat ini menjadikan informasi sebagai hal yang sangat penting peranannya dalam menunjang jalannya operasi-operasi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama.

BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001, p2) Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya, yang berfungsi

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK Pada bab ini berisi pendahuluan, tujuan, ruang lingkup proyek, definisi, dan gambaran produk. 1.1 PENDAHULUAN Teknologi hadir untuk memberikan kemudahan-kemudahan terhadap suatu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknologi informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat sehingga mempunyai

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknologi informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat sehingga mempunyai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat sehingga mempunyai dampak dalam meningkatkan efektifitas dan keefisienan dalam melakukan setiap

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Sistem informasi merupakan seperangkat elemen yang saling terhubung atau komponen yang mengumpulkan (input), memanipulasi (proses), menyimpan dan menyebarkan (output)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Penggunaan internet di Indonesia Sumber: InternetLiveStats (2015)

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Penggunaan internet di Indonesia Sumber: InternetLiveStats (2015) BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini teknologi berkembang dengan pesat. Setiap saat dikembangkan perangkat-perangkat baru untuk mendukung kemudahan hidup manusia. Infrastruktur teknologi yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. manusia mengalami evolusi. Berbagai aktivitas mengalami perubahan dari cara

BAB 1 PENDAHULUAN. manusia mengalami evolusi. Berbagai aktivitas mengalami perubahan dari cara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi membuat berbagai aktivitas dalam kehidupan manusia mengalami evolusi. Berbagai aktivitas mengalami perubahan dari cara konvensional

Lebih terperinci

31

31 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Analisa sistem dapat diartikan sebagai sebuah Analisa terhadap sebuah sistem informasi yang utuh di pecah ke dalam bagian-bagian lebih kecil sehingga

Lebih terperinci

1.1 Latar Belakang Masalah

1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Toko Cakra adalah suatu perusahaan dagang yang berada di Jl.ABC Kecil No.11, Bandung sejak tahun 2002. Produk yang dijual Toko Cakra adalah alat penata rambut

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Beberapa landasan teori yang digunakan dalam perancangan sistem informasi penjualan ini adalah sebagai berikut: 1. Pengertian Perancangan Pengertian perancangan menurut Soewondo

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian ini, berupa studi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian ini, berupa studi BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian ini, berupa studi yang pernah dilakukan orang lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut merupakan diagram alir tahapan penelitian untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Super Shop and Drive: Gambar 3.1 Metodologi Penelitian 83 1 Aktivitas

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. kepada pihak yang membutuhkan. Permasalahan lainnya adalah kurangnya

PENDAHULUAN. kepada pihak yang membutuhkan. Permasalahan lainnya adalah kurangnya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini pengolahan data akademik dan pengarsipan mengenai absensi pada Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) di Malang masih menggunakan cara manual, dengan kata

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ASET SERTIFIKAT TANAH BERBASIS WEB DI PT PLN PERSERO DISTRIBUSI JAWA BARAT

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ASET SERTIFIKAT TANAH BERBASIS WEB DI PT PLN PERSERO DISTRIBUSI JAWA BARAT PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ASET SERTIFIKAT TANAH BERBASIS WEB DI PT PLN PERSERO DISTRIBUSI JAWA BARAT Ir. Johni S Pasaribu. 1, Nurfitria 2 Konsentrasi Teknik Informatika, Program Studi Manajemen Informatika,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Membangun Aplikasi Database Oracle dengan VB. Koneksi database adalah sebuah modul (obyek) yang bekerja untuk

BAB II LANDASAN TEORI Membangun Aplikasi Database Oracle dengan VB. Koneksi database adalah sebuah modul (obyek) yang bekerja untuk BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Database 2.1.1 Membangun Aplikasi Database Oracle dengan VB KONEKSI DATABASE Koneksi database adalah sebuah modul (obyek) yang bekerja untuk menghubungkan aplikasi dengan sebuah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini banyak perusahaan yang memiliki banyak kegiatan yang harus dilakukan dan untuk mengatur kegiatan tersebut bisa dilakukan secara manual atau secara online.

Lebih terperinci

Pengumpulan Data. Analisa Data. Pembuatan Use Case,Activity dan Sequence Diagram. Perancangan Database. Bisnis Proses.

Pengumpulan Data. Analisa Data. Pembuatan Use Case,Activity dan Sequence Diagram. Perancangan Database. Bisnis Proses. BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini menjelaskan tentang bagian analisa dan perancangan sistem. Analisa sistem dilakukan dengan mendeskripsikan, kebutuhan perangkat lunak yang meliputi use

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Sistem

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Sistem BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Pencapaian sebuah perusahaan dalam meningkatkan produktivitas memiliki tantangan dalam dunia bisnis, tidak hanya kemampuan untuk membuat bisnis semakin besar namun

Lebih terperinci

Review Rekayasa Perangkat Lunak. Nisa ul Hafidhoh

Review Rekayasa Perangkat Lunak. Nisa ul Hafidhoh Review Rekayasa Perangkat Lunak Nisa ul Hafidhoh [email protected] Software Process Sekumpulan aktivitas, aksi dan tugas yang dilakukan untuk mengembangkan PL Aktivitas untuk mencapai tujuan umum (komunikasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perjalanan Dinas 2.1.1 Pengertian Perjalanan Dinas Perjalanan dinas secara umum adalah perjalanan yang dilakukan oleh karwaran atau pegawai suatu perusahaan yang berkitan dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Informasi II.1.1. Sistem Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR SIMBOL... xix

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR SIMBOL... xix DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR TABEL... xviii DAFTAR SIMBOL... xix BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang kian pesat membuat peran teknologi menjadi hal yang penting bagi proses bisnis di suatu perusahaan. Teknologi informasi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN 4.1 Analisisa Sistem Web Service Push and Pull Sistem Web Service Push and Pull ini akan dibangun dengan menggunakan Analisis dan Desain berorientasi objek. Analisis dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini

Lebih terperinci