BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN
|
|
|
- Liani Sumadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Waktu merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari rutinitas kehidupan manusia, tanpa waktu manusia akan sulit menjalankan kewajibannya. Waktu adalah bagian dari struktur dasar dari alam semesta, sebuah dimensi di mana peristiwa terjadi secara berurutan. Waktu merupakan suatu dimensi di mana terjadi peristiwa yang dapat dialami dari masa lalu melalui masa kini ke masa depan, dan juga ukuran durasi kejadian dan interval. Penunjuk waktu yang kita pakai sekarang ini adalah penunjuk waktu yang dipakai masyarakat dunia karena dinilai sebagai alat yang praktis, jam yang kita pakai sekarang merupakan perkembangan dari jam Matahari. Sampai saat ini jam Matahari dipakai orang tidak lebih sebagai ornamen yang memberikan aksentuasi tentang keantikan dan keilmuan yang terus dipelihara mengenai bagaimana orang mengidentifikasikan waktu mereka, bahkan terus diabadikan dalam sejarah kebudayaan manusia modern. Jam Matahari kemudian terus dibangun dan digunakan sebagai landmark atau elemen penanda taman kampus-kampus ternama, seperti jam Matahari atau sundial yang menjadi landmark Kota Baru Parahyangan. Bentuk visual karya grafis alumunium lithografi dengan menggunakan objek gedung Sundial Kota Baru Parahyangan dibuat ke dalam bentuk sebuah simbol dan mengandung misi yang ingin disampaikan penulis dalam upaya mengingatkan pentingnya waktu bagi semua kalangan masyarakat khususnya bagi penulis. Penggunaan teknik alumunium lithografi (Alugrafi) dalam karya ini penulis anggap dapat mewakili pesan mengingat teknik ini dipakai sebagai media informasi pada masa sebelum berkembangnya mesin cetak. Sedangkan objek yang akan dibuat adalah gedung Sundial yang penulis anggap dapat mewakili konsep dan pesan yang ingin disampaikan pada seluruh masyarakat akan pentingnya waktu.
2 30 Dari instrumen inilah penulis menggabungkan beberapa gagasan waktu ke dalam sistem pengukuran jam Matahari atau Sundial sebagai simbolisasi waktu, dengan menampilkan objek gedung Sundial Kota Baru Parahyangan. Proses penciptaan karya yang penulis ciptakan, tidak terlepas dari konsep yang menjadi dasar pemikiran dalam membuat suatu karya. Penulis merasa mempunyai keterlibatan penting untuk mengubah pola hidup disiplin dengan mengatur manajemen waktu. Setelah melalui tahap pencarian ide dalam pembuatan karya ini, selanjutnya penulis menentukan jenis karya serta teknik yang akan digunakan dalam pembuatan karya tersebut. Teknik yang akan dipakai adalah teknik cetak datar alumunium lithografi (Alugrafi). B. Kontemplasi Kontemplasi adalah proses merenungkan atau berpikir untuk mencari nilainilai yang bermakna. Tahapan ini sangat penting untuk seniman dalam membuat karya, di dalamnya terjadi proses kepekaan dan kepedulian untuk mengolah keterampilan dan diaplikasikan ke dalam material yang dipilih sesuai dengan kemampuan teknik, penggunaan alat dan bahan, serta pengolahan unsur seni. Pendalaman dan pengolahan ide dituangkan ke dalam bentuk visual. Dalam hal ini, penyusun menghadirkan objek sebagai ide berkarya seni grafis dengan menggunakan alugrafi atau alumunium lithografi. Pada dasarnya, proses kontemplasi tidak bisa diremehkan oleh seorang seniman. kontemplasi adalah perenungan yang di dalamnya terdapat proses pemikiran untuk merencanakan karya yang akan dibuat. Proses inilah yang memutuskan ada atau tidak adanya gagasan dalam karya yang kita buat. Terdapat beberapa cara melakukan kontemplasi tergantung dengan pribadi seniman untuk melakukannya, untuk merenungkan sebuah ide yang akan dibuat menjadi sebuah karya seni. Penulis juga tidak melewatkan proses kontemplasi ini, salah satunya dengan cara menyendiri dengan mendengarkan alunan musik dengan genre berbeda-beda.
3 31 Hal ini yang dirasakan penulis sebagai cara yang efektif untuk merenungkan apa yang harus dibuat untuk dijadikan sebuah karya seni. C. Stimulasi Stimulus adalah rangsangan yang memberi inspirasi dalam menciptakan suatu karya seni yang menjadi pemicu kreatifitas dalam proses penciptaan. Pada tahap ini penulis melakukan beberapa kegiatan, seperti observasi dan memotret Gedung Sundial Kota Baru Parahyangan guna studi literatur maupun studi pengenalan teknis. Gambar 3.1. Sundial Kota Baru Parahyangan Sisi Perspektif pada Malam Hari
4 32 Gambar 3.2. Sundial Kota Baru Parahyangan Tampak Depan di Pagi Hari Gambar 3.3. Sundial Kota Baru Parahyangan pada Siang Hari
5 33 D. Penetapan Teknik Teknik yang digunakan pada proses berkarya adalah dengan menggunakan teknik alumunium lithografi (alugrafi), atau teknik cetak datar pada media alumunium sebagai cetakan. Mengaplikasikan warna polikromatik pada teknik ini dan dicetak pada kertas 125 gram. Mengolah objek Gedung Sundial Kota Baru Parahyangan, dengan tekstur crayon. Alumunium lithografi (alugrafi) adalah seni grafis dengan cetak datar, dengan menonjolkan goresan pensil lemak, seperti dermatograph dan oil pastel. Namun dalam penggunaan pensil, penyusun memilih untuk menggunakan pensil alis (eye liner) yang mengandung lemak. E. Pemilihan Alat dan Bahan Beberapa proses yang dilakukan dalam penciptaan karya tugas akhir ini meliputi, kegiatan persiapan, termasuk mempersiapkan kebutuhan dalm pembuatan karya seni grafis teknik alumunium lithografi ini. Berikut adalah alat dan bahan yang digunakan dalam proses berkarya seni grafis teknik alumunium lithografi (alugrafi): 1. Alumunium, alumunium 60 ml ini dipilih karena ketebalan yang cukup untuk membuat cetakan lebih dari satu untuk setiap platnya. Gambar 3.4. Alumunium
6 34 2. Tinta cetak offset merek Peony. Gambar 3.5. Tinta Cetak Offset Merek Peony 3. Terpentin, terpentin digunakan untuk membersihkan lemak setelah diolesi gom arab yang telah dicampur dengan phosporic acid, dan untuk membersihkan alat-alat setelah mencetak. Gambar 3.6. Terpentin 4. Phosporic Acid, untuk campuran Gom Arab yang berfungsi mengubah bagian lemak untuk sensitif terhadap tinta cetak.
7 35 Gambar 3.7. Phosporic Acid 5. Gom Arab, Gom Arab adalah sejenis bahan dasar lem. Pada teknik ini gom arab dipakai untuk memisahkan gambar yang berlemak pada permukaan plat, dengan cara dicampuri phosporic acid. Gambar 3.8. Gom Arab 6. Botol kaca, penyimpanan aspaltun dan campuran gom dengan phosporic acid tidak boleh terkena udara, botol kaca adalah botol yang efektif untuk menyimpan cairan dari aspaltun dan juga gom.
8 36 Gambar 3.9. Botol Kaca 7. Aspaltum, dipakai sebagai penguat gambar pada cetakan. Gambar Aspaltum 8. Ampelas, ampelas berfungsi untuk membuat permukaan lebih bergerigi dan juga untuk menghapus jejak gambar sebelumnya.
9 37 Gambar Ampelas 9. Kertas roti, dipilih karena kertas ini transparan. Berfungsi untuk mempermudah mentrasfer sketsa gambar kedalam plat sebelum kertas karbon. Gambar Kertas Roti 10. Pensil lemak, pensil yang digunakan adalah pensil alis yang memiliki kandungan lemak. Kandungan lemak harus bagus dan tidak kadaluarsa,
10 38 supaya gambar pada permukaan plat akan meniggalkan jejak dengan goresan yang bagus. Gambar Pensil Lemak 11. Kertas karbon, kertas ini memiliki fungsi untuk menggandakan gambar yang kita toreh diatasnya. Kertas ini dipilih untuk menggandakan gambar sketsa pada plat. Gambar Kertas Karbon 12. Alat kebersihan, yaitu sarung tangan dan celemek, dipakai untuk melindungi pakaian agar tidak kotor juga melindungi anggota badan dari asam.
11 39 Gambar Sarung Tangan dan Celemek 13. Scrab (pisau kape), digunakan untuk mencampur tinta. Alat yang digunakan ini memiliki ukuran yang bermacam-macam Gambar Pisau Kape 14. Roller, digunakan untuk meratakan tinta pada lembaran plat alumunium.
12 40 Gambar Roller 15. Kaca, digunakan untuk meratakan tinta ketika proses pencetakan. Gambar Kaca
13 Spon dan lap, spon berfungsi untuk mengulaskan air pada permukaan plat agar permukaan plat lembab. Lap berfungsi untuk membersihkan alat-alat cetak. Gambar Spon dan Lap 17. Kertas, media kertas yang digunakan adalah kertas jenis canson 125 gram. Kertas ini dipilih karena kekuatan kertas yang baik untuk pengolahan seni grafis teknik alumunium lithografi ini. Gambar Kertas 125 gram
14 Mesin Press, digunakan untuk menekan plat pada medium kertas, supaya gambar dapat tercetas sempurna. Gambar Mesin Press 19. Solatip, dipilih untuk menempelkan kertas pada tali ketika proses penjemuran. Gambar Solatip
15 43 F. Ukuran dan Jumlah Karya Dalam karya tugas akhir ini, penyusun menentukan ukuran yang berbeda. Dengan penentuan banyak warna. Maka penyusun memutuskan untuk membuat enam karya grafis teknik alumunium lithografi dan tata letak yang beragam. Ukuran yang ditetapkan antara lain: cm x 33 cm dengan posisi landscape cm x 38 cm dengan posisi potrait cm x 29 cm dengan posisi potrait 4. 21,5 cm x 30 cm dengan posisi potrait 5. 29,5 cm x 15 cm dengan posisi landscape 6. 32,7 cm x 20 cm dengan posisi landscape G. Proses Berkarya Proses berkarya adalah rangkaian kerja dalam proses penciptaan karya. Untuk menciptakan karya seni grafis teknik alumunium lithografi ini memerlukan tahapan yang sistematis. Berikut adalah tahapan dalam proses penciptaan karya: 1. Tahap ke-1 Tahap awal dalam pembuatan karya adalah observasi untuk mengumpulkan data berupa foto Gedung Sundial Kota Baru Parahyangan. Foto dengan berbagai sudut dan suasana ini menjadi bahan referensi untuk penyusun mengolah karya. Gambar Sundial
16 44 2. Tahap ke-2 Tahap kedua ialah pembuatan sketsa yang digarap dengan menggunakan oil pastel, karena oil pastel merupakan tekstur dari teknik alumunium lithografi ini. Gambar Sketsa I Gambar Sketsa II
17 45 Gambar Sketsa III Gambar Sketsa 1V
18 46 Gambar Sketsa V Gambar Sketsa VI 3. Tahap ke-3 Tahap ketiga adalah mengampelas plat dengan ampelas. Ini dilakukan agar permukaan plat alumunium bergerigi dan menimbulkan tekstur crayon pada saat dicetak nanti. Ampelas ini bermacam-macam tipe untuk fungsi yang berbeda, pada teknik ini semua tipe bisa dipakai, tergantung tekstur apa yang diinginkan. Penyusun memilih tipe 180C, ampelas ini menghasilkan tekstur tidak terlalu kasar. Selain itu penyusun juga memilih tipe P120A, ampelas yang menghasilkan tekstur sangat kasar. Tekstur ini dapat membedakan karya satu dan selanjutnya, untuk menghasilkan karya
19 47 Gambar Proses Ampelas pada Plat 4. Tahap ke-4 Setelah selesai proses ampelas, plat alumunium dibersihkan dengan membasuh plat menggunakan air, supaya plat alumunium ini tidak kotor dan sisa bekas ampelas tidak tertinggal pada plat. Gambar Membersihkan Permukaan Plat dengan Air
20 48 5. Tahap ke-5 Plat alumunium yang telah dibersihkan, kemudian ditiriskan hingga kering. Pengeringan ini dilakukan agar permukaan plat dapat digambar pada proses selanjutnya. 6. Tahap ke-6 Gambar Pengeringan Plat Alumunium Tahap ke enam dilakukan pemindahan gambar pada kertas roti lalu dipindahkan lagi melalui kertas karbon. Pada kertas roti karena kertas ini transparan dan dapat digunakan untuk mengukur plat pada ukuran gambar yang tersedia, sedangkan kertas karbon berfungsi untuk menggandakan gambar dari kertas roti atau sketsa pada permukaan plat alumunium. Gambar Pemindahan Sketsa Pada Kertas Roti
21 49 Gambar Pemindahan Gambar pada Plat Menggunakan Kertas Karbon 7. Tahap ke-7 Proses selanjutnya adalah menggambar dengan pensil lemak pada gambar yang sudah dipindahkan. Pensil lemak yang dipilih adalah eye liner padat yang mengandung lemak. Eye liner yang dipakai adalah jenis kosmetik palsu yang beredar di pasaran. Selain harganya murah eye liner ini memiliki kandungan lemak tinggi yang bagus untuk dipakai pada teknik ini namun berbahaya jika digunakan pada kulit, yang akan menimbulkan iritasi jika dipakai terus menerus. Gambar Proses Menggambar Menggunakan Pensil Lemak atau Eye Liner 8. Tahap ke-8 Pengolesan Gom Arab pada permukaan plat alumunium yang telah digambar. Gom Arab disini merupakan Gom Arab yang telah diproses melalui
22 50 pelarutan dengan air selama semalam, setelah cair Gom dicampur dengan Phosporic Acid pada botol kaca. Botol kaca ini membuat cairan ini lebih tahan lama dibanding menggunakan botol plastik, ini dikarenakan botol kaca lebih kuat dan kedap udara. Larutan gom ini diolesi pada permukaan plat yang telah digambar menggunakan pinsil lemak, larutan ini berfungsi mengubah bagian lemak sensitif terhadap tinta cetak. 9. Tahap ke-9 Gambar Permukaan Plat yang Telah Diolesi Larutan Gom Setelah permukaan plat telah diolesi larutan Gom, plat alumunium ini dikeringkan agar larutan ini meresap pada permukaan. Waktu yang dibutuhkan pada proses pengeringan, penyusun membutuhkan waktu 1 hari sampai dengan 2 hari, agar gambar lebih tahan lama untuk sensitif pada tinta cetak ketika dicetak nanti. Gambar Pengeringan Plat Ketika Sudah Diolesi Larutan Gom (Sumber: Dokumentasi Pribadi
23 Tahap ke-10 Permukaan plat yang sudah kering dari larutan Gom, maka gambar yang dibuat dengan pensil lemak tadi dihapus dengan menggunakan terpentin. Karena bagian sensitif lemak pada plat sudah terpisah. Gambar Proses Penghapusan Lemak Dengan Terpentin 11. Tahap ke-11 Proses selanjutnya adalah pengolesan bagian gambar pada plat alumunium dengan menggunakan Aspaltum. Aspaltum berfungsi menguatkan bagian sensitif lemak pada tinta cetak. Gambar Proses Pengolesan Aspaltum pada Permukaan Plat
24 Tahap ke-12 Plat alumunium yang telah diolesi Aspaltum sebaiknya didiamkan selama beberapa jam, supaya mendapatkan cetakan yang lebih tahan lama. 13. Tahap ke-13 Gambar Proses Pengeringan Aspaltun pada Plat (Sumber: Dokumentasi Pribadi Proses selanjutnya adalah membersihkan plat alumunium dari larutan gom juga Aspaltun dengan membasuh menggunakan air sampai bersih. Gambar Plat Dibersihkan dengan Menggunakan Air
25 Tahap ke-14 Siapkan kaca, roller, dan tinta cetak. Tinta diratakan diatas permukaan kaca dengan menggunakan roller sampai merata. Proses ini dilakukan pada kaca dan roller yang bersih. 15. Tahap ke-15 Gambar Meratakan Tinta Cetak pada Permukaan Kaca Sebelum tinta cetak diratakan pada plat alumunium, plat alumunium ini sebaiknya dilembabkan dengan spon basah, agar bagian sensitif lemak dapat menangkap tinta dengan sempurna. Gambar Melembabkan Plat Alumunium dengan Spon Basah
26 Tahap ke-16 Plat yang sudah lembab jangan dibiarkan sampai kering, plat harus segera terkena tinta cetak yang diratakan dengan menggunakan roller. Pada tahap inilah dilakukan pencetakan pada kertas. Plat alumunium diletakan diatas kertas yang sudah diatur ukurannya, lalu dibalikan dengan posisi plat alumunium dibawah kertas. Pada bagian mesin kita harus teliti akan kebersihannya, supaya tidak mengotori kertas, dengan cara menabur bedak atau menyimpan kertas bersih pada bagian bawah kain flannel yang terdapat pada mesin press. Setelah persiapan tersebut sudah siap, maka kertas di press dengan menggunakan mesin press, agar tinta dapat menempel pada kertas. Gambar Mencetak Gambar dengan Mesin Press 17. Tahap ke-17 Kertas yang sudah dicetak, dapat diangkat dan dikeringkan.
27 55 Gambar Pengeringan Kertas yang Sudah Dicetak 18. tahap ke-18 Proses diatas diulangi kembali untuk pewarnaan selanjutnya. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam pewarnaan dari proses pencetakan yang dilakukan yang diambil contoh pada pewarnaan karya ke 5: Pewarnaan ke-1 Pewarnaan ke-2 Pewarnaan ke-3 Pewarnaan ke-4 Pewarnaan ke-5 Pewarnaan ke-6
28 56 Pewarnaan ke-7 Pewarnaan ke-8 Pewarnaan ke-9 Pewarnaan ke-10 Pewarnaan diatas merupakan pengulangan tahapan pembuatan cetakan. Penulis sengaja memakai satu plat untuk satu warna karena dinilai efektif untuk menambahkan gradasi melalui penumpukan warna.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fitri Salam Bhakti, 2014 Gedung Sundial Kota Baru Parahyangan Sebagai Objek Berkarya Seni Grafis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Waktu merupakan seluruh rangkaian saat ketika proses keadaan berada atau berlangsung. Manusia modern menganggap waktu adalah hal yang berharga, setiap aktifitas
BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN
28 BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN A. Pemilihan Ide Pengkaryaan Bagan 3.1. Proses berkarya penulis 29 Seni adalah manifestasi atau perwujudan keindahan manusia yang diungkapkan melalui penciptaan
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Berawal dari ketertarikan penulis terhadap para pemain dari film animasi Legend Of The Guardian yang tidak lain adalah burung hantu. Meskipun film ini berjenis
BAB III METODOLOGI PENCIPTAAN. Dari definisi tentang proses penciptaan kreativitas terdapat tahapantahapan
48 BAB III METODOLOGI PENCIPTAAN A. Kerangka Kerja Penciptaan Dari definisi tentang proses penciptaan kreativitas terdapat tahapantahapan untuk mewujudkan kreativitas, tahapan-tahapan proses penulis dalam
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Kuda adalah hewan yang sangat berguna dalam keseharian sebagian besar manusia, baik itu tenaga, daging bahkan susunya, sejak dahulu memang kuda sudah diandalkan
Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis
A. Pemilihan Ide Pengkaryaan BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Lingkungan Pribadi Ide Lingkungan Sekitar Kontemplasi Stimulasi Sketsa Karya Proses Berkarya Apresiasi karya Karya Seni Bagan 3.1 Proses
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Penumuan ide berkarya ini diawali karena domisili penulis yang berasal dari Sumedang, kemudian mendorong penulis untuk menciptakan karya seni yang berhubungan
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN Manusia membuat suatu karya seni dengan maksud dan tujuan yang berbeda beda, perkembangan karya seni dan penggunaannya sendiri tidak lepas dari perkembangan manusia. Karya seni
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN. kebenaran, hal ini terkait sekali dengan realitas.
68 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya, hal itu diawali dengan adanya dorongan perasaan untuk menciptakan sesuatu yang baru
BAB III METODE PENCIPTAAN
26 BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Proses berkesenian atau dalam hal ini adalah berkarya seni grafis tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan alam, karya grafis merupakan manifestasi
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Proses Kreatif Umum Tinjauan Empirik: Mengambil mata kuliah ontop seni grafis. PRA IDE IDE (Gagasan) Tinjauan Faktual: Skripsi penciptaan sejenis, dan pengembangan screen printing
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Sebuah karya seni dapat terlihat dari dorongan perasaan pribadi pelukis. Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya. Hal itu di awali
- Rakel dengan lebar sesuai kebutuhan. - Penggaris pendek atau busur mika untuk meratakan emulsi afdruk;
CARA SABLON MANUAL ALAT DAN BAHAN CETAK SABLON Alat: - Meja sablon, selain digunakan untuk menyablon meja ini digunakan pada saat afdruk screen. Bagian utama meja adalah kaca (tebal 5 mm), lampu neon 2
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritis Alasan penulis mengangkat momen keluarga sebagai sumber ide dalam penciptaan seni grafis, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME yang telah memberi
BAB I PENDAHULUAN. B. Tujuan Tujuan kami menulis makalah ini ialah untuk menginformasikan lebih dalam mengenai karya seni rupa dua dimensi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Latar belakang kami menulis makalah ini ialah untuk menjelaskan karya seni rupa dua dimensi secara lebih rinci. Penjelasan karya seni rupa dua dimensi akan meliputi
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Ide atau gagasan Wajah merupakan bagian vital dalam anggota tubuh manusia yang tidak dapat disamakan fungsinya dengan anggota tubuh yang lain. Hal ini dikarenakan
BAB III METODE PENCIPTAAN
23 BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Superman adalah tokoh fiksi karakter superhero yang paling terkenal dan sangat berpengaruh di dunia dari salah satu penerbit komik asal Amerika Serikat yakni
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Gitar merupakan salah satu alat musik yang terkenal di dunia dan membawa keindahan kepada hidup manusia melalui nada-nada indah yang dihasilkannya. Dalam buku
BAB III METODE PENCIPTAAN
53 BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide atau Gagasan Beberapa faktor dapat mempengaruhi sebagian karya dari ide yang dihasilkan seorang seniman, faktor tersebut bisa datang dari dalam maupun luar yang menjadikan
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Pada dasarnya fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan pada umumnya ada tiga elemen dalam berkomunikasi yaitu pembicara, pendengar dan sebuah
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
21 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Langkah-Langkah Proses Berkarya Legenda yang dulu lahir dan tumbuh dalam masyarakat sendiri perlahan hilang atau dilupakan karena tak ada pola pewarisan yang
BAB III METODE PENCIPTAAN
39 A. Skema proses Berkarya BAB III METODE PENCIPTAAN PRA - IDE EKSTERNAL MELIHAT, MENGAMATI IDE (GAGASAN) INTERNAL : MEMORI KENANGAN PENGALAMAN STUDI PUSTAKA: BUKU, KORAN, INTERNET KONTEMPLASI (PERENUNGAN)
III. METODE PENCIPTAAN
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritis 1. Tema Karya yang di Angkat Penulis mengangkat bentuk visualisasi gaya renang indah ke dalam karya seni grafis karena berenang merupakan salah satu bagian
BAB III METODE PENCIPTAAN. cm, karya ke dua berukuran 120 cm X 135 cm, karya ke tiga berukuran 100 cm X
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Visualisasi Karya Karya lukis ini sebanyak 4 karya. Karya pertama berukuran 125 cm X 140 cm, karya ke dua berukuran 120 cm X 135 cm, karya ke tiga berukuran 100 cm X 50 cm,
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. PROSES PENCIPTAAN Pengolahan ide berkarya merupakan proses pengolahan konsep yang kemudian diwujudkan kedalam bentuk karya lukis dimulai dengan mengolah rasa, kepekaan,
Medium, Bahan, dan Teknik Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi
Medium, Bahan, dan Teknik Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi Anggota Kelompok : 1. 2. 3. 4. Alifiannisa A.W. (03) Nurul Khairiyah (23) Ulinnuha Mastuti H. (32) Yunita Dwi A. (33) X MIA 5 SMA Negeri 1 Mejayan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Manusia dilahirkan dengan dibekali potensi rasa, karsa, dan cipta. Potensi ini terus dikembangkannya, sejalan dengan pertambahan pengalaman atau usia dan proses
BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN KARYA
35 BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN KARYA Dalam proses pembuatan karya seni, konsep adalah hal terpenting yang menjadi acuan dalam berkarya, yang menjadi dasar sebuah pemikiran. Konsep dari karya yang
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN IDE. Kajian Sumber Pustaka (Buku Dwi Tunggal Pendiri Darma Ayu Nagari) Studi Sketsa. Proses Berkarya.
50 A. Bagan Proses Penciptaan BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Internal -Pengalaman -Praktek -Kajian teoritik IDE Kajian Sumber Pustaka (Buku Dwi Tunggal Pendiri Darma Ayu Nagari) Eksternal Eksplorasi
BAB III BURUNG HANTU SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS. A. Implementasi Teori
BAB III BURUNG HANTU SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS A. Implementasi Teori Penulis menjadikan burung hantu sebagai sumber tema dalam penciptaan karya seni karena burung hantu memiliki beragam
BAB III IKAN LELE SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI GRAFIS. A. Implementasi Teoristis
BAB III IKAN LELE SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI GRAFIS A. Implementasi Teoristis Penulis mengangkat Ikan Lele sebagai tema dalam seni grafis, karena ikan lele adalah ikan air tawar yang memiliki bentuk
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Gagasan atau ide merupakan hal yang harus dimiliki seorang pencipta karya seni dalam proses penciptaan karya seni. Subjektifitas dari seorang
B. Kontemplasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2013, hlm. 728) kontemplasi
36 BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN A. Uraian Menurut Humardani (dalam Kartika, 2004, hlm. 3) mengemukakan bahwa memahami kesenian itu berarti menemukan sesuatu gagasan atau pembatasan yang berlaku
SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI
SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI Disusun Oleh : Nama : Kelas : X Mipa 6 Pelajaran : Seni Budaya SMA TAHUN AJARAN 2016/2017 Seni Rupa Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang membentuk sebuah karya
BAB III METODOLOGI DAN PROSES PENCIPTAAN. Dari definisi tentang proses penciptaan kreativitas terdapat tahapan-tahapan untuk
BAB III METODOLOGI DAN PROSES PENCIPTAAN A. Kerangka Kerja Penciptaan Dari definisi tentang proses penciptaan kreativitas terdapat tahapan-tahapan untuk mewujudkan kreativitas, tahapan-tahapan proses penulis
PENYEDIAAN SPESIMEN AWETAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Oleh : Satino, M.Si
PENYEDIAAN SPESIMEN AWETAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Oleh : Satino, M.Si Penyajian spesimen objek biologi sebagai media pembelajaran Biologi dapat mengembangkan ketrampilan anak antara lain dalam
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Ide dalam proses penciptaan karya seni dapat diperoleh dari hasil pengalaman pribadi maupun pengamatan lingkungan. Kemudian, melalui proses
Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN. terhadap tumbuhan paku sejati (Pteropsida) ini sehingga menghasilkan pemikiran.
Proses Sumber Persiapan gagasan Sketsa Pengalaman Ide atau Gagasan Karya Pewarnaan Konsultasi BAB I I I Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN Media Teknik massa Pencetakan A. Implementasi Teoritik
BAB III METODOLOGI PEMBUATAN PATUNG KAYU
BAB III METODOLOGI PEMBUATAN PATUNG KAYU A. Bagan Proses Penciptaan Ide Studi Literatur Eksplorasi - Observasi - Dokumentasi - Pemilihan Media - Teknik Improvisasi Perancangan Bentuk Proses Pembentukan
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Penemuan ide berkarya diawali ketika penulis teringat sewaktu masih kecil yang pernah diceritakan oleh ibu, tentang kisah sosok Puteri yang cantik dari negeri
BAB III METODE PENCIPTAAN
A. Ide Berkarya BAB III METODE PENCIPTAAN Pengolahan ide berkarya adalah proses pengolahan konsep, selanjutnya terwujudkan kedalam sebuah karya yang dimulai dengan mengolah rasa, kepekaan, memperhatikan
BAB III METODE PENCIPTAAN. Batik Lukis (Batik Tulis) diajukan konsep berkarya. Pada dasarnya, manusia baik
43 BAB III METODE PENCIPTAAN A. Konsep Berkarya Pada tugas akhir penciptaan berjudul Padi sebagai Sumber Ide Penciptaan Batik Lukis (Batik Tulis) diajukan konsep berkarya. Pada dasarnya, manusia baik secara
BAB III. A. Implementasi Teoritis
BAB III A. Implementasi Teoritis Penciptaan karya seni merupakan usaha untuk merealisasikan suatu keinginan, pikiran, perasaan dan sebuah harapan tertentu yang ada dalam batin seniman yang diwujudkan melalui
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Proses dalam pembuatan karya seni fotografi ini, perlu sebuah ide untuk membuat karya yang akan penulis hasilkan. Berkembangnya teknologi sebuah kamera
BAB III. METODE PENCIPTAAN
34 BAB III. METODE PENCIPTAAN Seni merupakan media yang tepat dalam menyampaikan apa yang hendak kita ungkapkan, entah itu perasaan jiwa, isu sosial, juga termasuk kritik sosial. Khususnya seni lukis realis,
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Riset Ide Kemunafikan merupakan salah satu fenomena dalam masyarakat, oleh karena itu riset idenya merupakan forming dari beberapa kasus yang terjadi di masyarakat berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. Seni grafis sudah jarang diminati, terutama yang masih menggunakan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seni grafis sudah jarang diminati, terutama yang masih menggunakan proses manual di zaman yang serba digital seperti sekarang ini. Kita tidak dapat mengelak,
BAB III PROSES BERKREASI BATIK GEOMETRIS. Banyak teknik yang digunakan para seniman untuk menunjang pembuatan
31 BAB III PROSES BERKREASI BATIK GEOMETRIS A. Teknik Berkarya Seni Lukis dan Media Banyak teknik yang digunakan para seniman untuk menunjang pembuatan karyanya, begitu juga dalam seni lukis. Teknik dibedakan
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
50 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Perwujudan Karya Seni Kemajuan yang tengah dialami oleh kaum feminis (perempuan) merupakan suatu titik puncak kejenuhan atas ideologi patriarki, penulis sendiri
I. Produk Sablon Kertas
{jcomments on}sablon kertas adalah salah satu jenis ketrampilan cetak sablon, yang termasuk kedalam kelompok Cetak Sablon Basis Minyak, dengan memahami cetak sablon kertas maka akan sangat mudah untuk
Lithografi ditemukan oleh aloys Senefelder (1798) Munich. Sebagai medium artistik dan alat reproduksi gambar.
lithography Metode cetak yang memanfaatkan batu kapur sebagai acuan cetaknya. Sesuai makna katanya : litho = batu / graphein = menggambar/ mencetak. Prinsip kerja : adanya tolak menolak antara air dengan
Arsip Nasional Republik Indonesia
Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Perbaikan Arsip Kartografik telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Februari 2010 Plt. DEPUTI BIDANG
II. PENGAWETAN IKAN DENGAN PENGGARAMAN & PENGERINGAN DINI SURILAYANI
II. PENGAWETAN IKAN DENGAN PENGGARAMAN & PENGERINGAN DINI SURILAYANI 1. PENGERINGAN Pengeringan adalah suatu proses pengawetan pangan yang sudah lama dilakukan oleh manusia. Metode pengeringan ada dua,
A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Lebah Madu adalah serangga kaya manfaat, dalam klasifikasi dunia binatang, lebah dimasukan dalam Ordo Hymenoptera yang artinya sayap bening.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kita dapat menemukan benda-benda di dunia ini seperti kayu, beton, air, udara, pensil, susu, kecap, balon dan yang lainnya. Dari bentuk wujudnya benda dapat dibedakan
III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN 1. Tematik A. Implementasi Teoritis Kehidupan dunia anak-anak yang diangkat oleh penulis ke dalam karya Tugas Akhir seni lukis ini merupakan suatu ketertarikaan penulis terhadap
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN Dapat memberikan identitas bagi komunitas atau untuk unit tertentu terhadap orang yang memakai kaos tersebut. Seperti, kominutas sepeda dengan nama BIKE
III. PROSES PENCIPTAAN
III. PROSES PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Dunia virtual dalam media sosial memang amat menarik untuk dibahas, hal ini pulalah yang membuat penulis melakukan sebuah pengamatan, perenungan
BAB III METODE PENCIPTAAN
46 BAB III METODE PENCIPTAAN A. Persiapan 1. Ide Berkarya Kegemaran sejak kecil penulis mengamati tingkah laku dan bentuk binatang sekitar yang unik, menjadikan penulis untuk memperluas lagi pengetahuan
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Pengembangan Gagasan Dalam Proses membuat karya fotografi ini, diperlukannya sebuah ide awal untuk membuat karya yang akan penulis hasilkan. Dipilihlah toy model
BAB III METODE PENCIPTAAN. keluar dari kegelisahan tersebut. Ide/gagasan itu muncul didorong oleh keinginan
33 BAB III METODE PENCIPTAAN Setiap orang pasti mempunyai kegelisahan terhadap suatu persoalan yang ada didalam dirinya ataupun dilingkungan sekitar, sehingga menumbuhkan gagasan untuk keluar dari kegelisahan
BAB III PROSES PEMBENTUKAN
BAB III PROSES PEMBENTUKAN Lahirnya karya seni rupa melalui proses penciptaan selalu terkait dengan masalah teknis, bahan, dan alat yang digunakan serta tahapan pembentukannya. Selain kemampuan dan pengalaman,
BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN
BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Berawal dari ketertarikan penulis (sekaligus seniman) terhadap perkembangan busana/fashion di Indonesia yang dari zaman ke zaman banyak sekali mengalami
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah Swt dengan segala kelebihan maupun kekurangannya. Kelebihan itu akan muncul apabila dirinya mampu memahami dan memanfaatkannya secara
2014 GUNUNG KRAKATAU SEBAGAI IDE BERKARYA SENI GRAFIS
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Seni selalu berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia sejak saat adanya peradaban manusia dan akan terus berkembang sampai masa yang akan
DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS BERJUDUL: KELUARGA NELAYAN
DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS BERJUDUL: KELUARGA NELAYAN Judul : Keluarga Nelayan Ukuran : 100x100 cm Tahun : 2005 Media : Batik di atas kain Dipamerkan pada acara: Pameran Karya Seni Rupa tingkat Nasional
III. METODE PENCIPTAAN
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritis 1. Tematik Kisah dongeng tentang Raja Arthur memiliki sesuatu yang membuat penulis memiliki sebuah pandangan tertentu yang membawa penulis untuk melakukan
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Tikus termasuk dalam mamalia kecil, memiliki setidaknya 28 famili. Tikus dimasukkan dalam Ordo Rodentia yang artinya Hewan Pengerat. Ada sekitar
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Persiapan 1. Ide Kegemaran penulis pada desain khususnya ilustrasi secara digital, menjadikan semangat untuk terus berkarya. Proses pengolahan gambar pada media komputer dan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Alokasi Waktu : SMP NEGERI 3 KALASAN : Seni Budaya (Seni Rupa) : VII (Tujuh) /1 (Satu) : 3 X 40 menit A. Kompetensi
BAB I PENDAHULUAN. khas musik yang dingin, gelap, melankolis, tragis, dan beratmosfir suram. Black
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Black Metal dikenal sebagai salah satu aliran musik yang mempunyai ciri khas musik yang dingin, gelap, melankolis, tragis, dan beratmosfir suram. Black Metal
AIR BRUSH, KOLABORASI TEKNOLOGI DAN SENI PADA SENI LUKIS TUBUH. Asi Tritanti Staff Pengajar Jurusan PTBB FT UNT. Abstrak
AIR BRUSH, KOLABORASI TEKNOLOGI DAN SENI PADA SENI LUKIS TUBUH Asi Tritanti Staff Pengajar Jurusan PTBB FT UNT Abstrak Seni lukis menggunakan teknik air brush sudah menjadi hal yang tidak asing lagi dikalangan
III. Kerajinan dari Daur Ulang A. Produk Kerajinan dari Kertas Daur Ulang Banyak hal yang dapat diciptakan dari kertas seni (handmade paper).
III. Kerajinan dari Daur Ulang A. Produk Kerajinan dari Kertas Daur Ulang Banyak hal yang dapat diciptakan dari kertas seni (handmade paper). Akan tetapi, pada dasarnya unsur kreativitas dan pengalaman
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR GAMBAR... viii. DAFTAR TABEL... xi BAB I LATAR BELAKANG...
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR TABEL... xi BAB I LATAR BELAKANG... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 1. Alasan Pemilihan Seniman dan Seni grafis...
BAB III METODE PENELITIAN. 3 bulan. Tempat pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Program Teknik Mesin,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal pengesahan usulan oleh pengelola program studi sampai dinyatakan selesai yang direncanakan berlangsung
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOB SHEET (RIAS WAJAH KHUSUS) 1.Kompentensi: Rias Wajah Panggung. Mahasiswa dapat :
Hal 1 dari 6 1.Kompentensi: Rias Wajah Panggung Mahasiswa dapat : a. Mendiagnosa wajah b. Melakukan aplikasi make up dasar c. Melakukan aplikasi make up sesuai tema panggung 2.Sub Kompetensi a. Membedakan
BAB III METODOLOGI. Mulai
BAB III METODOLOGI 3.1 DIAGRAM ALIR Mulai Study literatur persiapan alat dan bahan Identifikasi masaalah Pengambilan serat batang pohon pisang Perlakuan alkali 2,5 % terhadap serat selama 2 jam Proses
PAUD DAN PEMANFAATAN BAHAN BEKAS UNTUK APE
PAUD DAN PEMANFAATAN BAHAN BEKAS UNTUK APE Ika Budi Maryatun PG-PAUD FIP UNY. Kampus Karangmalang, Jl. Kolombo 1 / Jl. Bantul No.50 Yogyakarta email : [email protected] A. PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan
METODE PENGUJIAN TENTANG ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR SNI
METODE PENGUJIAN TENTANG ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR SNI 03-1968-1990 RUANG LINGKUP : Metode pengujian ini mencakup jumlah dan jenis-jenis tanah baik agregat halus maupun agregat kasar. RINGKASAN
BAB III METODE PENELITIAN. Alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain :
33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian Alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain : a) Timbangan digital Digunakan untuk menimbang serat dan polyester.
BAB XIII PENGECATAN A.
BAB XIII PENGECATAN A. Pekerjaan Pengecatan Pada saat melakukan pengecatan baik itu tembok lama maupun baru, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih warna yang sesuai dengan fungsi dinding yang
BAB III MASA ANAK-ANAK SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS. A. Implementasi Teoritis
BAB III MASA ANAK-ANAK SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS A. Implementasi Teoritis Penulis mengangkat karya yang bertemakan masa kanak-kanak dalam penciptaan karya seni grafis, karena masa
BAB I PENDAHULUAN. kepada siswa dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengembangan kreativitas di dalam dunia pendidikan pada saat ini masih dirasakan kurang maksimal, karena guru sebagai pendidik kurang bisa dalam membangun stimulus
DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii. UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... vii
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR BAGAN... ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang
PELUANG BISNIS GENTENG ATAP PRESS BULAT
PELUANG BISNIS GENTENG ATAP PRESS BULAT DISUSUN OLEH : Nama : Tri Rahayu Sulistiyaningsih NIM : 11.12.5760 Prog. Study Jurusan : S1 : Sistem Informasi STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010/2011 YOGYAKARTA 0 ABSTRAK
BAB VII MENEMPEL UNTUK ANAK USIA DINI. Menempel merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk
BAB VII MENEMPEL UNTUK ANAK USIA DINI A. Pendahuluan Menempel merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus pada anak. Menempel sering disebut kolase.
JUDUL KARYA: NAGA SESA Di pamerkan di Museum Puri Lukisan Ubud tanggal 7-25 Oktober 2010
DESKRIPSI PENCIPTAAN KARYA MONUMENTAL SENI PATUNG JUDUL KARYA: NAGA SESA Di pamerkan di Museum Puri Lukisan Ubud tanggal 7-25 Oktober 2010 DICIPTAKAN OLEH: TJOKORDA UDIANA NINDHIA PEMAYUN DICIPTAKAN TAHUN
BAB IV KENDALA YANG DIALAMI SELAMA PROSES PERANCANGAN PANEL DINDING RINGAN BERBAHAN BOTOL PLASTIK
BAB IV KENDALA YANG DIALAMI SELAMA PROSES PERANCANGAN PANEL DINDING RINGAN BERBAHAN BOTOL PLASTIK Percobaan Membuat Lapisan Komposit pada Permukaan Botol Percobaan membuat lapisan campuran semen pada panel
BAB I PENDAHULUAN TESA APRILIANI, 2015 APLIKASI TEKNIK SABLON DENGAN OBJEK SIMBOL NAVAJO SEBAGAI ELEMENT ESTETIK RUANGAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Indonesia merupakan salah satu negara yang mengikuti perkembangan mode (trend) di dunia. Menurut buku Perancangan Buku Ilustrasi Motif Navajo pada Pelaku
Sulam Alis. Sulam Alis
Tadi malam dalam Selasa, 30 April 2013 dalam acara Hitam Putih di TV Ali seniman sulam alis mengatakan biaya sulam alis Rp. 8.000.000,- untuk 3 x datang (1 kali datang adalah proses pengerjaan, 2 kali
BAB III METODE PENCIPTAAN
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritis 1. Tematik Penciptaan ide pada karya seni diperoleh dari hasil pengalaman dan pengamatan disekitar. Melalui proses perenungan ditemukan
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tahap Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan berbagai tahap yaitu penyiapan serbuk DYT, optimasi ph ekstraksi DYT dengan pelarut aquades, dan uji efek garam pada ekstraksi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Desain Desain Pada arti luas dasarnya merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Desain merupakan langkah awal sebelum memulai membuat suatu benda, seperti
III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA A. Implementasi Teoritis Penulis menyadari bahwa topeng merupakan sebuah bagian peninggalan prasejarah yang sekarang masih mampu
III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Tema kekerasan terhadap anak (child abuse) akan diwujudkan dalam suatu bentuk karya seni rupa. Perwujudan tema tersebut didukung dengan adanya
BAB I PENDAHULUAN. penampilan serta identitas. Wajah merupakan salah satu bagian terpenting pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wajah atau muka adalah bagian depan dari kepala pada manusia yang meliputi wilayah dari dahi hingga dagu. Wajah terutama digunakan untuk ekspresi wajah, penampilan
BAB II METODOLOGI. A. Tujuan dan manfaat perancangan. 1. Tujuan perancangan
BAB II METODOLOGI A. Tujuan dan manfaat perancangan 1. Tujuan perancangan a. Untuk membuat karya, maksudnya adalah membuat hasil karya seni yang didasari dari ide atau gagasan dan dapat di aplikasikan
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Penelitian Pada penelitian ini langkah-langkah pengujian mengacu pada diagram alir pada Gambar 3.1.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Pada penelitian ini langkah-langkah pengujian mengacu pada diagram alir pada Gambar 3.1. Mulai Mempersiapkan Alat dan Bahan Proses Peleburan Proses
pendidikan seni tersebut adalah pendidikan seni rupa yang mempelajari seni mengolah kepekaan rasa, estetik, kreativitas, dan unsur-unsur rupa menjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan seni merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Salah satu pendidikan
