5S PADA PUBLISHING COMPANY AND BOOKSTORE
|
|
|
- Yuliani Rachman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERANCANGAN KONSEP 5S PADA PUBLISHING COMPANY AND BOOKSTORE 1 Olivia Simon 2 Gidion Karo Karo [email protected] Penulis Olivia Simon adalah alumni Universitas Bunda Mulia yang memiliki pengalaman sebagai asisten dosen pada mata kuliah kualitas. Saat ini berkecimpung dalam industri jasa perbankan. Gidion Karo Karo adalah staf pengajar di jurusan teknik industri, Universitas Bunda Mulia. Menerima gelar Master Of Science pada tahun 2003 dari Technical University Of Berlin, German. Beliau juga aktif sebagai praktisi dalam bidang Quality Improvement. Bidang peminatan: Perancangan Fasilitas, Sistem Manufaktur. Abstract 5S method as lean concept foundation is an effective tool to achieve improvement effort in organizations. Organizations which do not have working area standard yet according to 5S method have the chance doing the improvement, as the design suggested to the publishing and bookstore chain company. The research was done in three working areas processing product ordering documents by consumers. Data collection was done by field observation and interviews to related staff. Data collected includes process flow in the three working areas, actual physical working area condition, and activity time as modeling base with ProModel Based on review related to methods, machines, environment, materials and man aspects, the three working areas need an improvement based on 5S method. The company does not have similar standards yet, so kinds of waste happen at times at the working areas. working area improvement was done based on waste identification, process flow, activity time, and current actual physical condition. At departemen administrasi, the improvement was done based on waste identification, actual physical condition, and the area necessity. At departemen keuangan, improvement was done based on waste identification, actual physical condition, and the area necessity. At the three working areas the 5S was designed from seiri (proper arrangement), seiton (orderliness), seiso (cleanliness), seiketsu (standardize), and shitsuke (discipline) activities each. working area modeling was done with the basis on activity time data to test improvement design effect according to 5S method. Modeling was based on actual condition and three alternatives. Working area improvement design with 5S method was designed as suggestions at the three working areas in the company. Success factor in the implementation is viewed based on the whole staff s commitment, with the consideration on any obstacles, such as workers resistance to the 5S method suggested. Therefore, in this research workers psychology aspects could be taken into consideration for further details. Modeling results indicated the alternative to eliminate a certain single activity without any staff added yielded the optimum result and could be taken into consideration for the company to implement. Keywords 5S, Lean, Waste 71
2 PENDAHULUAN Latar Belakang Upaya continuous improvement dalam dunia industri merupakan hal umum yang selalu diupayakan kelanjutannya guna mencapai perbaikan terus menerus, mengingat setiap sistem yang telah eksis di organisasi saat ini selalu berpeluang untuk dilakukan perbaikan. Dewasa ini, tidak hanya industri manufaktur saja yang semakin banyak menerapkan konsep continuous improvement, industri jasa pun kini semakin kompetitif dalam upaya mencapai perbaikan. PERANCANGAN KONSEP Salah satu konsep penting dalam upaya organisasi mendukung upaya continuous improvement adalah dengan berpedoman pada pendekatan lean. Lean merupakan pendekatan yang digunakan untuk menekan, bahkan mengeliminasi beragam bentuk waste yang mungkin muncul dari satu atau lebih proses atau aktivitas. Salah satu tools yang dapat dimanfaatkan organisasi, sekaligus sebagai fondasi untuk implementasi konsep lean adalah dengan mengimplementasikan metode 5S (Seiri,, Seiso, Seiketsu, Shitsuke); dalam bahasa Indonesia disebutkan sebagai 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yang dikembangkan pertama kali oleh Jepang. Sementara bagi organisasi yang belum mengembangkan metode 5S secara terstandardisasi, masih ada peluang untuk dapat meningkatkan performa organisasi, khususnya di area kerja terkait, yang semuanya diharapkan akan mengarah kepada peningkatan produktivitas organisasi keseluruhan. Dengan adanya metode yang standar dan sistematis, diharapkan organisasi dapat menurunkan, bahkan mengeliminasi waste, sehingga dapat mendukung upaya continuous improvement organisasi. Seperti yang telah penulis uraikan sebelumnya bahwa metode 5S sebagai fondasi konsep lean ini sering dianalogikan seperti aktivitas kebersihan area kerja semata. Pada kenyataannya, 5S lebih dari sekadar aktivitas kebersihan area kerja. Implementasinya membutuhkan pemahaman yang jelas akan manfaat, kelebihan, resiko, dan komitmen dari seluruh anggota organisasi. 5S lebih dari sekadar slogan, kampanye, ataupun aktivitas kebersihan harian dan an biasa. Tujuan penelitian yang diharapkan: 1. Menganalisis kebutuhan perbaikan area kerja dimiliki organisasi saat ini. 2. Mengembangkan suatu rancangan perbaikan area kerja dengan metode 5S yang terstandardisasi sebagai fondasi konsep lean. 3. Memodelkan rancangan perbaikan tersebut bagi organisasi dengan software simulasi berdasarkan waktu aktivitas pekerja. 4. Mengukur efektivitas pemodelan dengan perbandingan waktu kerja yang dibutuhkan pekerja untuk mengerjakan satu atau serangkaian Vol. 3, No. 2, August
3 aktivitas pekerjaan sebelum dan sesudah rancangan perbaikan digagas 5. Mengetahui faktor penentu keberhasilan sistem baru tersebut bagi organisasi. METODE PENELITIAN Subjek penelitian adalah penulis sebagai peneliti yang merancang perbaikan area kerja dengan metode 5S sebagai fondasi konsep lean dan memanfaatkan pemodelan dengan ProModel 2001 berbasis waktu aktivitas. Objek penelitian adalah area kerja, Admin Support, dan Departemen Keuangan Publishing & Bookstore perusahaan penerbitan dan jaringan toko buku rohani yang berlokasi di wilayah Jakarta Pusat. Alur metodologi penelitian dimulai dari tahap observation, preliminary data gathering, problem definition, theoretical framework, data collection, analysis and interpretation, hingga deduction. Di tahap observation (observasi), data yang dikumpulkan berupa catatan aktivitas staf di area kerja terkait, foto fisik keadaan area kerja, dan process flow ketiga area kerja. Di tahap preliminary data gathering (pengumpulan data awal), data yang dikumpulkan berupa dokumen struktur organisasi dan company profile perusahaan. Data ini termasuk data sekunder. Data primernya adalah hasil wawancara kepada personil di area kerja terkait dan data waktu aktivitas di. Di tahap problem definition (perumusan masalah), masalah dikemukakan lebih jelas, yaitu kebutuhan rancangan perbaikan tiga area kerja dengan metode 5S. Di tahap theoretical framework (kerangka teori), teori yang disusun berkaitan dengan konsep lean untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi waste di area kerja, metode 5S; definisi dan langkah implementasinya sebagai usulan bagi organisasi, dan pemodelan aktivitas berbasis waktu dengan ProModel Berikutnya dalam data collection, analysis and interpretation (pengumpulan, analisis, dan interpretasi data), data yang dibutuhkan adalah foto fisik area kerja di, improvement dalam sistem filing dokumen di Departemen Keuangan, improvement dalam area kerja dan Admin Support sesuai metode 5S, dan data waktu aktivitas di untuk pemodelan sebagai hasil penelitian. Di deduction (simpulan), simpulan dan saran penelitian dikemukakan. PEMBAHASAN Identifikasi waste dari process flow area kerja sesuai dengan tujuh sumber waste yang dikemukakan Tadamitsu Tsurouka dalam konsep JIT sebagai berikut: 73
4 Tabel 1.1 Identifikasi waste dari process flow area kerja No. Aktivitas Personil Jenis Waste (sesuai Konsep JIT) 1. Meletakkan P.O. di tempat Staf tumpukan P.O. Packing I Idle time waste 2. Menerima surat jalan/faktur dan menandatangani buku log Admin Kepala Delivery waste 3. Menyerahkan ke staf Staf pengiriman Packing II Delivery waste 4. Menyerahkan P.O., surat jalan/faktur asli ke Keuangan Kepala Delivery waste 5. Mengambil produk di outlet (meretur penjualan) Staf Idle time waste 6. Mengambil produk di gudang lain Staf Idle time waste Identifikasi waste dari foto fisik aktual area kerja, Admin Support, dan Departemen Keuangan sesuai dengan tujuh sumber waste yang dikemukakan Tadamitsu Tsurouka dalam konsep JIT sebagai berikut: Tabel 1.2 Identifikasi waste dari foto fisik aktual area kerja, Admin Support, dan Departemen Keuangan No. Kondisi Fisik Aktual Potensi Waste Penyebab Waste in the work itself waktu terbuang untuk mencari item yang tepat saat dibutuhkan Wasted operator motion waktu dan tenaga terbuang untuk mencari item yang tepat Waste in the work itself waktu terbuang untuk mencari dokumen yang tepat saat membutuhkan informasi yang tertera di tempelan kertas di dinding Wasted operator motion waktu dan tenaga terbuang untuk mencari informasi yang tepat Waste in the work itself waktu terbuang untuk mencari dokumen yang tepat saat harus menyimpan atau mengambil dokumen Wasted operator motion waktu dan tenaga terbuang untuk mencari dokumen yang tepat Aktivitas dalam 5S Seiri (Ringkas) Seiri (Ringkas) PERANCANGAN KONSEP Vol. 3, No. 2, August
5 No. Kondisi Fisik Aktual Potensi Waste Penyebab Aktivitas dalam 5S 4. Wasted operator motion waktu dan tenaga terbuang untuk mencari peralatan kerja yang dibutuhkan Wasted operator motion waktu dan tenaga terbuang akibat salah mencari informasi berdasarkan dokumen yang tidak berlaku lagi Idle time waste waktu terbuang untuk mencari buku di rak akibat pengaturannya yang belum terstandardisasi Waste in the work itself waktu terbuang jika terjadi kesalahan pengambilan buku, kondisi fisiknya tidak layak dikirim, dan stoknya tidak mencukupi Wasted operator motion waktu dan tenaga terbuang untuk mencari cari buku di rak Waste in the work itself waktu terbuang karena kondisi fisik buku tidak layak dikirim atau stoknya tidak mencukupi Seiri (Ringkas) Seiri (Ringkas) Seiso (Resik) Seiri (Ringkas) Seiso (Resik) 75
6 Tabel 1.2 Identifikasi waste dari foto fisik aktual area kerja, Admin Support, dan Departemen Keuangan (lanjutan) No. Kondisi Fisik Aktual Potensi Waste Penyebab Aktivitas dalam 5S 1. Idle time waste waktu yang terbuang karena dokumen belum sempat diproses Wasted operator motion tenaga yang terbuang saat melakukan pencarian dokumen diantara tumpukan dalam rak 2. Idle time waste waktu yang terbuang karena dokumen belum sempat diproses Wasted operator motion tenaga terbuang saat mencari dokumen diantara tumpukan di meja PERANCANGAN KONSEP Vol. 3, No. 2, August
7 Tabel 1.2 Identifikasi waste dari foto fisik aktual area kerja, Admin Support, dan Departemen Keuangan (lanjutan) Aktivitas No. Kondisi Fisik Aktual Potensi Waste Penyebab dalam 5S Waste in the work itself waktu terbuang untuk melakukan pencarian dan penyimpanan dokumen atau binder Wasted operator motion tenaga yang terbuang saat melakukan pencarian binder di lemari arsip Waste in the work itself waktu terbuang untuk melakukan pencarian dan penyimpanan dokumen atau binder Wasted operator motion tenaga yang terbuang saat melakukan pencarian binder di berbagai lokasi berbeda Waste of rejected parts dokumen belum dirawat dan dijaga kebersihan dan kerapiannya Seiso (Resik) 3. Waste in the work itself waktu terbuang untuk melakukan pencarian dan penyimpanan binder 4. Waste of rejected parts dokumen belum dirawat dan dijaga kebersihan dan kerapiannya Seiso (Resik) Berdasarkan data waktu aktivitas dan hasil wawancara terstruktur dan tak terstruktur kepada staf di ketiga area kerja terkait, identifikasi kebutuhan rancangan perbaikan dengan metode 5S-nya dapat dirangkumkan dalam diagram Ishikawa berikut: 77
8 Gambar 1 Identifikasi kebutuhan rancangan perbaikan dengan diagram Ishikawa Rancangan dimulai dari aktivitas seiri (ringkas), seiton (rapi), seiso (resik), seiketsu (rawat), dan shitsuke (rajin). Di aktivitas seiri di, ditentukan lokasi tempat penampungan sementara yang dimanfaatkan bersamaan dengan penggunaan kartu red tag sebagai berikut: 5S RED TAG Tag no. GUD/F/001 Item Name: Buku Log Pengiriman 2009 Work Area: A Date in 12 April 2010 Qty. 1 Category: Document Reasons tagged: Expired Disposition: Throw away Disposition by: Staf Packing II Di aktivitas seiton di, dilakukan penyusunan kode baru rak buku, penggunaan visualisasi warna kode lokasi yang dibagi Vol. 3, No. 2, August
9 menjadi empat lokasi aktivitas, penyusunan kartu stok menggunakan Microsoft Excel, dan penentuan daftar peralatan kerja dan lokasinya yang dapat dilihat pada gambar 2 berikut: Gambar 2 Penentuan daftar peralatan kerja dan lokasinya Di area Admin Support diberlakukan penggunaan klip dan memo kertas berwarna untuk memudahkan visualisasi penentuan tingkat urgensi pemrosesan dokumen. Di Departemen Keuangan diusulkan perbaikan penamaan kode binder di lemari arsip, penyusunan daftar dokumen di binder dan daftar binder di lemari arsip, dan pemberlakuan visualisasi garis untuk memudahkan pencarian dan penyimpanan binder di lemari arsip sebagai berikut: 79
10 Di aktivitas seiso di ketiga area kerja, disusun jadwal aktivitas 3S dan di aktivitas seiketsu disusun jadwal inspeksi pelaksanaan aktivitas 3S dan pelaksanaan audit pelaksanaan 3S dengan tim auditornya yang dapat dilihat pada bagan 3 berikut: Vol. 3, No. 2, August
11 Nama Dokumen Area Kerja Bulan Minggu ke- : Check List Mingguan Aktivitas Seiso : : : Aktivitas Objek Hari Jam PIC 1. Menyapu Lantai Senin Staf Packing I Tidak ada sampah berserakan di seluruh area kerja 2. Menyikat Lantai ke-2 dan 4) 1. Melepas kertas memo tidak terpakai Staf Packing II Check List Hari S S R K J Tidak ada noda kotor, kertas bekas, lem bekas, dan bekas label harga Dinding Senin Kepala Tidak ada kertas memo bekas dan memo yang tidak berlaku lagi 2. Menyikat Dinding ke-1 dan 3) Melap basah Staf Packing I Tidak ada noda kotor, kertas bekas, lem bekas, dan bekas label harga Meja kerja Selasa Staf Retur Tidak ada debu dan noda kotor Melap basah Rak buku Senin, Rabu, Merapikan sesuai daftar item 1. Merapikan sesuai lokasi Staf Retur Tidak ada debu, kotoran, dan sampah Alat tulis Senin Staf Pengiriman Jumlah dan lokasi alat tulis sesuai daftar Peralatan kerja 2. Melap Peralatan kerja Memeriksa urutan penyimpanan dan masa berlaku Senin Staf Pengiriman Lokasi peralatan kerja sesuai daftar Senin Staf Retur Tidak ada debu, noda kotor, dan sampah Dokumen Kamis Kepala ke-4) TTD Ka. Gud. TTD Koord. Admin Support 81
12 Nama Dokumen Area Kerja Bulan Minggu ke- : Check List Mingguan Aktivitas Seiso : : : PERANCANGAN KONSEP Aktivitas Objek Hari Jam PIC 1. Melap kering 2. Merapikan sesuai lokasi Maintenance Check List Hari S S R K J TTD Ka. Gud. TTD Koord. Admin Support Dokumen tersusun sesuai urutan tanggal dan tidak ada dokumen yang tidak berlaku Buku, kaset, CD Senin, Rabu, Staf Packing I Tidak ada debu, noda kotor, lem bekas, dan bekas label harga Buku, kaset, CD Selasa, Kamis Staf Packing II Buku, kaset, CD diletakkan sesuai lokasi Lift barang Senin ke-2) Kepala Dapat berfungsi dengan baik Mesin potong plastik Selasa ke-2) Kepala Dapat berfungsi dengan baik Mesin string tangan Rabu ke-2) Kepala Dapat berfungsi dengan baik Mesin string otomatis Kamis ke-2) Kepala Dapat berfungsi dengan baik Semua peralatan kerja ke-2) Kepala Dapat berfungsi dengan baik Keterangan: Blok warna abu-abu menunjukkan kolom tidak perlu diisi Di aktivitas shitsuke di ketiga area kerja, dibentuk organisasi penerapan 5S dan dimanfaatkan tools kontrol visual berupa stiker slogan 5S untuk menyadarkan pekerja terkait program 5S yang diusulkan bagi perusahaan. Pemodelan dengan ProModel 2001 di area untuk menguji efektivitas rancangan berbasis waktu aktivitas dilakukan dengan kondisi awal dan tiga alternatif. Rangkuman hasilnya pada tabel 1.3 sebagai berikut: Vol. 3, No. 2, August
13 Tabel 1.3 Rangkuman hasil efektivitas rancangan berbasis waktu aktivitas Kondisi Pemodelan Jumlah Penyelesaian Item Rata-rata Waktu Entitas dalam Sistem (menit) Kondisi awal Eliminasi aktivitas membersihkan buku Eliminasi aktivitas membersihkan buku + 1 staf Packing I Eliminasi aktivitas membersihkan buku + 1 staf Packing II Berdasarkan analisis output hasil pemodelan dengan pertimbangan indikator Total Entries, % Empty, % Idle, dan adanya pengaruh kontribusi biaya penambahan tenaga kerja diantara ketiga alternatif tersebut, untuk kondisi perusahaan saat ini hasil optimum pemodelan adalah untuk alternatif I, yaitu eliminasi aktivitas membersihkan buku dengan improvement sebesar 4.74% dibandingkan dengan kondisi awal. SIMPULAN DAN SARAN Hal hal yang telah dirancang sebagai usulan bagi Publishing & Bookstore dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Berdasarkan analisis kebutuhan perbaikan area kerja dengan diagram Ishikawa, dari segi methods, machines, environment, materials, dan man, ketiga area kerja membutuhkan perbaikan dengan metode 5S. 2. Rancangan perbaikan area kerja dengan metode 5S di ketiga area kerja terdiri dari aktivitas seiri (ringkas), seiton (rapi), seiso (resik), seiketsu (rawat), dan shitsuke (rajin) dengan visualisasi rangkuman di area sebagai berikut: 83
14 3. Pemodelan perbaikan area kerja di dengan ProModel 2001 dilakukan berbasis pemodelan aktivitas penerimaan P.O., P.O. disiapkan (buku diambil di rak), produk dibersihkan, dan produk dipak. 4. Analisis hasil pemodelan dengan usulan eliminasi aktivitas membersihkan buku menunjukkan hasil optimum dengan rata rata waktu keseluruhan pemrosesan P.O. hingga produk siap kirim di dari 9,49 menit menjadi 9,04 menit. Persentase improvement-nya sebesar 4.74% per satu pemrosesan P.O.. 5. Faktor penentu keberhasilan metode 5S bagi Publishing & Bookstore dapat ditinjau dari segi komitmen seluruh pekerja dalam pengembangan rancangan dan implementasi 5S. 6. Potensi timbulnya hambatan terutama dalam resistensi seluruh pekerja terhadap sistem baru tersebut, yang dapat dikurangi dengan sosialisasi mengenai 5S, pelatihan, dan komitmen seluruh pekerja terhadap implementasinya. Terkait dengan rancangan metode 5S bagi Publishing & Bookstore, hal hal yang dapat disarankan bagi perusahaan untuk mendukung implementasinya sebagai berikut: 1. Menyertakan parameter biaya yang dibutuhkan dalam rancangan dan implementasi 5S agar rancangan dan evaluasi perbaikannya juga dapat ditinjau dari segi ekonomis. Biaya mempertimbangkan kebutuhan konsultan 5S, kegiatan pelatihan dan sosialisasi, tools pendukung aktivitas 5S. 2. Dalam pemodelan untuk menguji alternatif waktu aktivitas dengan ProModel 2001, dapat disertakan parameter utilisasi waktu sumber daya dengan memperhitungkan jam kerja dan jam istirahat agar hasil pemodelan juga dapat menggambarkan utilisasi dan beban pekerja saat ini dan di masa mendatang. 3. Dalam pemodelan, durasi waktu jalannya simulasi dapat dikembangkan menjadi satu bulan dengan penambahan data waktu aktivitas dan jumlah kedatangan P.O. untuk meningkatkan akurasi data. 4. Menyertakan aspek psikologi pekerja, termasuk motivasi kerja atau pendekatan pelatihan dan sosialisasi dalam rancangan dan implementasi 5S, sehingga perusahaan dapat mengurangi resistensi dan meningkatkan komitmen pekerja terhadap implementasi 5S. Vol. 3, No. 2, August
15 5. Menentukan waktu standar untuk tiap aktivitas pekerja agar waktu tiap aktivitas dan kebutuhan pekerja dapat ditentukan lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA Pustaka Bozarth, Cecil C. dan Robert B. Handfield Introduction to Operations and Supply Chain Management. Pearson-Prentice Hall, New Jersey. Liker, Jeffrey K The Toyota Way: 14 Prinsip Manajemen dari Perusahaan Manufaktur Terhebat di Dunia. Penerbit Erlangga, Jakarta. Moleong, Lexy J Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya, Bandung. Navidi, William Statistics for Engineers and Scientists. McGraw-Hill, New York. ProModel Corporation ProModel version 3.0 Manufacturing Simulation Software User s Guide. ProModel Corporation, Orem. Santoso, Singgih Menguasai Statistik di Era Informasi dengan SPSS 15. Elex Media Komputindo, Jakarta. Sekaran, Uma Research Methods for Business: A Skill Building Approach. John Wiley & Sons, New York. Summers, Donna C.S Quality Management: Creating and Sustaining Organizational Effectiveness. Pearson-Prentice Hall, New Jersey. Turner, Wayne C Introduction to Industrial and Systems Engineering. Prentice Hall, New Jersey. Jurnal dan referensi elektronik Breen, Jim Denshi Jisho [didownload 15 Maret 2010 dari Gapp, Rod, Ron Fisher, Kaoru Kobayashi Implementing 5S within a Japanese context: an integrated management system. Management Decision Vol. 46 No. 4, pp: [serial online] [didownload 15 Maret 2010 dari &vinst=prod&fmt=6&startpage=1&clientid=110992&vname= PQD&RQT=309&did= &scaling=FULL&ts= &vtype=PQD&rqt=309&TS= &clientId= ] Hirano, Hiroyuki JIT Implementation Manual: The Complete Guide to Just-in-Time Manufacturing. Volume 2: Waste and the 5S s [serial online] [didownload 15 Maret 2010 dari Complete-Guide-to-Just-In-Time-Manufacturing-Volume-2- Waste-and-the-5S-s_ html] Liker, Jeffrey K Advanced Praise for Kaizen and the Art of Creative Thinking [serial online] [didownload 15 Maret 2010 dari 85
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Dari pembobotan yang dilakukan terhadap pemborosan (waste)
PRODUK MINUMAN ISOTONIK : Kajian Positioning berdasarkan Uji Cochran
PRODUK MINUMAN ISOTONIK : Kajian Positioning berdasarkan Uji Cochran Dr. Husein Umar, MBA * E-mail: [email protected] Penulis Husein Umar adalah staf pengajar di Institut Bisnis dan Informatika Indonesia.
WHAT IS LEAN MANAGEMENT?
WHAT IS LEAN MANAGEMENT? Lean thinking is lean, because it provides a way to do more and more with less and less Less human resources, less equipment, less time, less space More efficient, more product,
Pengenalan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 6 Maret 2017
Pengenalan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 6 Maret 2017 Apa itu 5R? 5R merupakan kegiatan menata tempat kerja sehingga diperoleh lingkungan kerja yang nyaman dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Alur Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian sebuah tugas akhir, metodologi penelitian mempunyai peranan penting sekali, karena pada metodologi penelitian ini menggambarkan langkah-langkah
IDENTIFIKASI KEKURANGAN KANBAN MANUAL DENGAN METODE 5S PADA PT. EDC BAGIAN TESTING
Profesionalisme Akuntan Menuju Sustainable Business Practice PROCEEDINGS IDENTIFIKASI KEKURANGAN KANBAN MANUAL DENGAN METODE 5S PADA PT. EDC BAGIAN TESTING Farahdhina Leoni 1, Oktri Mohammad Firdaus 2,
5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan
5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan dengan
Bacaan Harian BUDAYA KERJAKU
Bacaan Harian BUDAYA KERJAKU DI BALAI BESAR PENGEMBANGAN LATIHAN KERJA DALAM NEGERI BANDUNG Diunduh: Djoko Sujono dari: https://eriskusnadi.wordpress.com/2011/08/06/5s-seiri-seitonseiso-seiketsu-shitsuke/
Implementasi Lean Manufacturing untuk Identifikasi Waste pada Bagian Wrapping di PT. X Medan
Petunjuk Sitasi: Eddy, & Aswin, E. (2017). Implementasi Lean Manufacturing untuk Identifikasi Waste pada Bagian Wrapping di PT. X Medan. Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. C27-32). Malang: Jurusan Teknik
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka, penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Pada Departemen
Maya Anestasia, 2 Pratya Poeri, 3 Mira Rahayu 1, 2,3 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University
RANCANGAN PERBAIKAN PADA PROSES PRODUKSI RUBBER STEP ASPIRA BELAKANG MENGGUNAKAN 5-S SYSTEM DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION (STUDI KASUS: DIVISI INDUSTRI TEKNIK KARET
BAB V ANALISA HASIL. fokus di dalam program peningkatan kualitas Lean Six Sigma sehingga cacat
BAB V ANALISA HASIL 5.1 Analisa Hasil Pengolahan Data Untuk mencari akar penyebab masalah maka data harus dianalisa untuk menghasilkan perbaikan yang tepat. Hasil pengolahan data pada bab IV dijadikan
Lean Thinking dan Lean Manufacturing
Lean Thinking dan Lean Manufacturing Christophel Pratanto No comments Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste (pemborosan) di dalam proses, atau dapat juga dikatakan sebagai
Designing Work Standards to Reduce Lead Time Delivery using Value Stream Mapping Method: A Case Study
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULY AGUSTUS SEPTEM OKTOBER NOVEM DESEMB Wijaya. / Designing Work Standards using VSM Method: A Case Study/ Jurnal Titra, Vol. 4, No.2, Juli 2016, pp.21-28 Designing
Improvement Sistem Pemenuhan dan Penyimpanan Seragam PT. XYZ
Improvement Sistem Pemenuhan dan Penyimpanan Seragam PT. XYZ Octaviona Inge Setiawan 1, Tanti Octavia 2 Abstract: Problem were found in a uniform warehouse in PT. XYZ are about uniform storage and overstock.
ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Agronesia Divisi Industri Teknik Karet (INKABA) adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis produk teknik berbahan baku utama karet, salah satunya adalah produk karet damper.
Peningkatan Produktivitas Kerja pada Proses Packaging di PT. Samando
Peningkatan Produktivitas Kerja pada Proses Packaging di PT. Samando Kevin 1, Prayonne Adi 2 Abstract: PT. Samando is a company engaged in the distribution of machinery and machinery parts as well as the
Sosialisasi PROGRAM 5R RINGKAS - RAPI - RESIK - RAWAT - RAJIN
Sosialisasi PROGRAM 5R Setiap perusahaan pasti mengharapkan suatu lingkungan kerja yang - Bersih - Rapih - Terawat - Disiplin kenyataannya kondisi ini sulit terjadi di setiap perusahaan. (Benarkah?) Kantor
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Penyelesaian masalah yang diteliti dalam tugas akhir ini memerlukan teori-teori atau tinjauan pustaka yang dapat mendukung pengolahan data. Beberapa teori tersebut digunakan sebagai
Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Era globalisasi menuntut segala aspek kehidupan seluruh masyarakat untuk berubah, lebih berkembang dan maju. Salah satu mekanisme yang menjadi ciri globalisasi dewasa
ABSTRACT. Keywords: Accounting Information System, finished product stock, Internal Control System, computer technology. vii
ABSTRACT In this global economy era, we need a changing in our system, especially for Accounting Information System (AIS). Extending information using computer technology in a company could be more effective
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.4. Kesimpulan Kegiatan penelitian ini dimulai dengan menentukan critical problem dan tujuan pemeriksaan pada planning phase (tahap perencanaan). Selanjutnya peneliti menyusun
Penurunan Waste Intra pada Transportation Process Menggunakan Value Stream Mapping: A Case Study
Penurunan Waste Intra pada Transportation Process Menggunakan Value Stream Mapping: A Case Study Maria Natalia 1, Nyoman Sutapa 2 Abstract: The thesis discusses the value added and non-value added of the
USULAN STANDAR KERJA DI UKM MIE MUSBAR BERDASARKAN PERANCANGAN 5S
USULAN STANDAR KERJA DI UKM MIE MUSBAR BERDASARKAN PERANCANGAN 5S Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana di Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA RIAU
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisa perbandingan setelah menggunakan 5S Penerapan 5S pada PT. TJM Internasional divisi warehouse terutama packing dilakukan dengan melibatkan pihak terkait
DEVIS ZENDY NPM :
PENERAPAN LEAN MANUFACTURING GUNA MEMINIMASI WASTE PADA LANTAI PRODUKSI DI PT. KHARISMA ESA ARDI SURABAYA SKRIPSI Oleh : DEVIS ZENDY NPM : 0732010126 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
USULAN PERBAIKAN BERDASARKAN METODE 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) UNTUK AREA KERJA LANTAI PRODUKSI DI PT.X *
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.04 Vol.03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Oktober 2015 USULAN PERBAIKAN BERDASARKAN METODE 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE)
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Gambaran sistem informasi akuntansi pada siklus produksi
SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI VOL. 3, NO. 2, DESEMBER 2001: 80-86 SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Bernardo Nugroho Yahya Dosen Fakultas Teknologi Industri, Jurusan
TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #14 Ganjil 2014/2015 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
Materi #14 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI 5S Orisinal 2 6623 - Taufiqur Rachman 1 Aktivitas 5S 3 Metode untuk pengaturan tempat kerja dan pengendalian secara visual. Dipopulerkan oleh Hiroyuki Hirano
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada Gudang Badjoe M26, maka dapat ditarik kesimpulan berikut ini : a. Prosedur pada siklus pembelian
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Penelitian yang dilakukan di perusahaan Anugerah Jaya Abadi dilakukan untuk membuat suatu rancangan sistem produksi yang terintegrasi dengan tujuan meningkatkan
DESIGN IMPROVEMENT MACHINING AREA COMPONENTS ISOLATING COCK IN PT PINDAD (PERSERO) TO MINIMIZE WASTE USING 5S METHODE WITH LEAN MANUFACTURING APPROACH
PERANCANGAN PERBAIKAN AREA PERMESINAN KOMPONEN ISOLATING COCK DI PT PINDAD (PERSERO) UNTUK MEMINIMASI WASTE MENGGUNAKAN METODE 5S DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DESIGN IMPROVEMENT MACHINING AREA
BAB I PENDAHULUAN. adalah istilah dalam bahasa Jepang berarti perbaikan terus-menerus (continuous
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis percetakan semakin maju dan tumbuh semakin cepat dengan menggunakan teknologi mesin cetak yang modern. Persaingan percetakan semakin banyak dikarenakan
MANAJEMEN PRODUKSI. Drh. Isnardono MM LEMBAGA PELATIHAN KERJA MANAJEMEN WIRAUSAHA DAN PRODUKTIVITAS PBM TAHUN 2015
MANAJEMEN PRODUKSI Drh. Isnardono MM LEMBAGA PELATIHAN KERJA MANAJEMEN WIRAUSAHA DAN PRODUKTIVITAS PBM TAHUN 2015 Produksi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan barang/jasa lain yang mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan sehingga dapat melindungi
Penurunan Tingkat Kecacatan dan Analisa Biaya Rework (Studi Kasus di Sebuah Perusahaan Plastik, Semarang)
Penurunan Tingkat Kecacatan dan Analisa Biaya Rework (Studi Kasus di Sebuah Perusahaan Plastik, Semarang) Debora Anne Y. A., Desy Gunawan Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
IMPROVEMENT PLAN TO MINIMIZE MOTION WASTE ON PRODUCTION PROCESS OF BOLT-ON TYPE GUITARS USING LEAN MANUFACTURING APPROACH IN PT GENTA TRIKARYA
RANCANGAN USULAN PERBAIKAN UNTUK MINIMASI WASTE MOTION PADA PROSES PRODUKSI GITAR AKUSTIK JENIS BOLT-ON DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT GENTA TRIKARYA IMPROVEMENT PLAN TO MINIMIZE MOTION WASTE
41 Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Volume 1, Nomor 2, Oktober 2014
MINIMASI WASTE DEFECT PADA WORKSTATION CUTTING DAN SEWING DI PT EKSONINDO MULTI PRODUCT INDUSTRY DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA 1 Febrina Indri Rumondang, 2 Sri Widaningrum, 3 Pratya Poeri Suryadhini
SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA COFFEE SHOP STUDI KASUS: KRAKATOA COFFEE AND GEMSTONE
Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 22 September 2014 SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA COFFEE SHOP STUDI KASUS: KRAKATOA COFFEE AND GEMSTONE Murdiaty 1), Agustina 2), Christy Veronica 3) 1, 3 Program
RANCANGAN PROSES PRODUKSI UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN DENGAN PENGGUNAAN KONSEP LEAN MANUFACTURING DI PT. MIZAN GRAFIKA SARANA*
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.01 Vol. 03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Januari 2015 RANCANGAN PROSES PRODUKSI UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN DENGAN PENGGUNAAN
ABSTRAK. Kata Kunci : pembelian, penjualan, stock sepatu. iii. Print to PDF without this message by purchasing novapdf (http://www.novapdf.
ABSTRAK Proses pengolahan data pembelian dan penjualan di Toko Citra Wijaya masih dilakukan secara manual dan data yang diolah pada Toko Citra Wijaya saat ini adalah data stok sepatu, data supplier, data
Pernahkah anda merasakan suasana seperti ini? Apa yang anda rasakan jika suasana ruangan seperti ini?
Pernahkah anda merasakan suasana seperti ini? Apa yang anda rasakan jika suasana ruangan seperti ini? Apa itu 5S? Koni-Chi-Wa Let s start 5S. 5S memberi jawaban untuk kita, karena 5S merupakan teknik penanganan
BAB II LANDASAN TEORI
13 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Total Productive Maintenance Total Productive Maintenance (TPM) adalah teknik silang fungsional yang melibatkan beberapa bagian fungsional perusahaan bukan hanya pada Bagian
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Stephens (2004:3), yang. yang diharapkan dari kegiatan perawatan, yaitu :
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Definisi maintenance Maintenance (perawatan) menurut Wati (2009) adalah semua tindakan teknik dan administratif yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi mesin/peralatan tetap
Perbaikan Manajemen Pergudangan pada PT. FSCM
Perbaikan Manajemen Pergudangan pada PT. FSCM Zeus Abdi Yuwono 1, Herry Christian Palit 2 Abstract: Management at finished goods warehouse owned by PT. FSCM Manufacturing Indonesia is less effective. That
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dalam melakukan penelitian mengenai pengelolaan operasional PT Herlinah Cipta Pratama, peneliti
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dalam melakukan penelitian mengenai pengelolaan operasional PT Herlinah Cipta Pratama, peneliti menggunakan empat tahap audit manajemen yaitu tahap perencanaan
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XV Program Studi MMT-ITS, Surabaya 4 Pebruari 2012
MENGURANGI AKTIVITAS-AKTIVITAS YANG TIDAK BERNILAI TAMBAH UNTUK MEMPERBAIKI ALIRAN PROSES PENERAPAN COMPUTERIZED MAINTENANCE MANAGEMENT SYSTEM (CMMS) DENGAN PENDEKATAN LEAN THINKING Chauliah Fatma Putri,
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Pemeriksaan operasional dilakukan untuk menilai dan mengevaluasi aktivitas bisnis suatu perusahaan dari sudut efektivitas dan efisiensi. Pada penelitian ini,
ANALISIS PENDEKATAN 5S UNTUK MENGHILANGKAN PEMBOROSAN (KASUS: PT. DIAN SEMANGAT INSANI)
ANALISIS PENDEKATAN 5S UNTUK MENGHILANGKAN PEMBOROSAN (KASUS: PT. DIAN SEMANGAT INSANI) Christine Leowardy, Dyah Budiastuti Binus University, Jakarta [email protected], [email protected] Abstrak
ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN PADA PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN (STUDI KASUS PADA PT. BUANA RAYA EXPRESS)
ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN PADA PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN (STUDI KASUS PADA PT. BUANA RAYA EXPRESS) OLEH: IMELDA KURNIASARI 3203010177 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012
MENGURANGI NON VALUE ADDED ACTIVITY (NVAA) GUNA MEMPERBAIKI ALIRAN PROSES OPERASI PELAYANAN DENGAN PENDEKATAN LEAN SERVICE DI CV.PERMATA DARUSSALAM TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat
BAB I PENDAHULUAN I - 1
BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri makanan
INDUSTRIAL ENGINEERING
INDUSTRIAL ENGINEERING ENGINEERING The application of scientific and mathematical principles to practical ends such as the design, manufacture, and operation of efficient and economical structures, machines,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Istilah industri berasal dari bahasa latin, yaitu industria yang artinya buruh atau tenaga kerja. Definisi Industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang
Kuliah Monozukuri. Adam Arif Budiman, M.Kom Teknik Informatika-UNSADA. Free Powerpoint Templates Page 1
Kuliah Monozukuri Adam Arif Budiman, M.Kom Teknik Informatika-UNSADA Free Powerpoint Templates Page 1 Tugas Identifikasi objek observasi Catatlah kondisi nyata Berikan ide atau masukkan sesuai dengan konsep
SISTEM INFORMASI PENJADWALAN PROYEK DAN PERFORMANSI BIAYA PADA PT. KELANA BUANA SULAWESI SELATAN
SISTEM INFORMASI PENJADWALAN PROYEK DAN PERFORMANSI BIAYA PADA PT. KELANA BUANA SULAWESI SELATAN Nurfatwa Andriani Y Dosen Jurusan Teknik Industri. Universitas Teknologi Sulawesi Email: [email protected]
BAB 2 LANDASAN TEORI
23 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi mengenai Kualitas Saat kata kualitas digunakan, kita mengartikannya sebagai suatu produk atau jasa yang baik yang dapat memenuhi keinginan kita. Menurut ANSI/ASQC Standard
Strategi Peningkatan Produktivita s
MODUL PERKULIAHAN Strategi Peningkatan Produktivita s Sejarah Toyota Production System (TPS) Fakultas Program Pascasarjana Program Studi Magister Teknik Industri Tatap Kode MK Muka 01 B11536CA (M-203)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pesatnya perdagangan global menyebabkan setiap perusahaan dituntut untuk menekan biaya produksi dengan melakukan proses produktivitas dan efisiensi pada proses
PENERAPAN SISTEM ERP DALAM MEMBUAT PROJECT FEASIBILITY, PROJECT STATUS DAN PROJECT MONITORING PADA PERUSAHAAN DI BIDANG KONTRAKTOR
PENERAPAN SISTEM ERP DALAM MEMBUAT PROJECT FEASIBILITY, PROJECT STATUS DAN PROJECT MONITORING PADA PERUSAHAAN DI BIDANG KONTRAKTOR Hendra Alianto; Santo Fernandi Wijaya Information Systems Department,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu 2.1.1 Penelitian Ravishankar (2011) Penelitian yang dilakukan Ravishankar (2011) bertujuan untuk menganalisa pengurangan aktivitas tidak bernilai tambah
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Berikut ini adalah kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, diantaranya: 1. Berdasarkan analisis konsep 5S yang telah dilakukan, untuk masingmasing
PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN MATERIAL PT ALSTOM POWER ESI SURABAYA
PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN MATERIAL PT ALSTOM POWER ESI SURABAYA Nur Aini Rachmawati, Iwan Vanany Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kampus
BAB I PENDAHULUAN. Toyota production system (TPS) sangat populer di dunia perindustrian.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Memasuki tahun 1990, Lean Production System yang lahir dari Toyota production system (TPS) sangat populer di dunia perindustrian. Dimana tujuan dari sebuah
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi proses penerimaan order sampai dengan proses packing dengan mengeliminasi non-value added activities (aktivitas yang tidak bernilai
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada Perusahaan FD, maka penulis mengambil kesimpulan mengenai masalah yang telah diidentifikasi sebagai
BAB 7 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 7 SIMPULAN DAN SARAN BAB7 SIMPULAN DAN SARAN 7.1. Simp ulan Model sistem informasi manufaktur, tersusun dari subsistem input yang dimasukkan dalam database dan menghasilkan subsistem output. Subsistem
Total Productive Maintenance (TPM) Sistem Perawatan TIP FTP UB Mas ud Effendi
Total Productive Maintenance (TPM) Sistem Perawatan TIP FTP UB Mas ud Effendi Total Productive Maintenance Program perawatan yang melibatkan semua pihak yang terdapat dalam suatu perusahaan untuk dapat
BAB V KESIMPULAN. Pada bab ini akan menyatukan hasil temuan dalam penelitian ini. Pada bagian
BAB V KESIMPULAN 5.1. Pendahuluan Pada bab ini akan menyatukan hasil temuan dalam penelitian ini. Pada bagian pertama, hasil kesimpulan dari penelitian ini. Pada bagian kedua menggambarkan keterbatasan
USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI KEMEJA UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION DI PT. PRONESIA DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 Page 2991 USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI KEMEJA UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION DI PT. PRONESIA DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING
APLIKASI LEAN THINKING PADA INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SEMEN GRESIK
APLIKASI LEAN THINKING PADA INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SEMEN GRESIK Krisna Ardi Wibawa, I Nyoman Pujawan Program Magister Manajemen Teknologi ITS Jl. Cokroaminoto 12 A Surabaya E-mail: [email protected]
Perhitungan dan Upaya Peningkatan Output Rate di PT. X
Perhitungan dan Upaya Peningkatan Output Rate di PT. X Gary Limanto Soegiarto 1, Liem Yenny Bendatu 2 Abstract: PT. X hasn t yet measured output rate in production process, so company would like to measure
USULAN PERANCANGAN STOCK TAKE POLICY UNTUK MENGURANGI BIAYA PADA AKTIVITAS STOCK TAKE MENGGUNAKAN METODE CYCLE COUNTING PADA PERUSAHAAN RETAIL PT XYZ
USULAN PERANCANGAN STOCK TAKE POLICY UNTUK MENGURANGI BIAYA PADA AKTIVITAS STOCK TAKE MENGGUNAKAN METODE CYCLE COUNTING PADA PERUSAHAAN RETAIL PT XYZ THE PROPOSED DESIGN OF STOCKTAKE POLICY TO REDUCE COST
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian tentang pengendalian kualitas untuk mengurangi produk gagal kaca pada perusahaan Sabang Kaca, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan untuk
PENGANTAR ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA. Dosen Pengampu : Amalia, S.T., M.T.
PENGANTAR ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA Dosen Pengampu : Amalia, S.T., M.T. Tujuan Pembelajaran Mahasiswa menjelaskan konsep dan tujuan methods engineering Capaian Pembelajaran Pada akhir semester
PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN DENGAN PENDEKATAN LEAN THINKING DAN TIME BASED PROCESS (STUDY KASUS DI RSU HAJI SURABAYA)
PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN DENGAN PENDEKATAN LEAN THINKING DAN TIME BASED PROCESS (STUDY KASUS DI RSU HAJI SURABAYA) Nugroho Wicaksono, Moses L. Singgih Program Studi
Bab 3. Analisis Data. Pada bab sebelumnya penulis membahas teori tentang 5 S, yaitu (seiri 整理,
Bab 3 Analisis Data Pada bab sebelumnya penulis membahas teori tentang 5 S, yaitu (seiri 整理, seiton 整頓, seiso 清掃, seiketsu 清潔, shitsuke 仕付 ), atau bisa juga disebut 5 R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin)
PENERAPAN METODE 5S UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION PADA PROSES PRODUKSI RUBBER BELLOW DI PT AGRONESIA (DIVISI INDUSTRI TEKNIK KARET)
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2567 PENERAPAN METODE 5S UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION PADA PROSES PRODUKSI RUBBER BELLOW DI PT AGRONESIA (DIVISI INDUSTRI TEKNIK
SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG PADA UD. SAMPOERNA KUDUS
SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG PADA UD. SAMPOERNA KUDUS Danu Eko Saputro Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Email : [email protected] ABSTRACK The
PENGATURAN KOMPOSISI TENAGA KERJA UNTUK MEMINIMASI WAITING TIME DENGAN PENDEKATAN SIMULASI BERBASIS INTERAKSI PROSES
PENGATURAN KOMPOSISI TENAGA KERJA UNTUK MEMINIMASI WAITING TIME DENGAN PENDEKATAN SIMULASI BERBASIS INTERAKSI PROSES Arif Rahman, Murti Astuti dan Dyah Puspita Sari Program Studi Teknik Indusri, Fakultas
BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai manufacturing cycle effectiveness (MCE) dapat diterapkan dalam perusahaan, guna mengurangi dan menghilangkan
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Dalam usaha peningkatan produktivitas, perusahaan harus mengetahui kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan jasa)
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa: 1. Metode pemilihan pemasok kawat pada perusahaan Medion berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu ilmu pengetahuan yang memuat berbagai cara
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu ilmu pengetahuan yang memuat berbagai cara kerja didalam melaksanakan penelitian dari awal hingga akhir. Metode penelitian juga merupakan suatu
Teknik Industri. Universitas Indonesia. i/ndustrial e/ngineering ui - where the science of engineering and management blends
Teknik Industri Universitas Indonesia What is industry? The manufacturing (making) and selling of a particular type of goods or services An industry is generally any grouping of businesses that share a
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penerapan teknologi informasi yang sangat pesat membawa dampak secara global dimana hampir semua perusahaan baik yang bergerak di bidang perdagangan ataupun di bidang
BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian dan Lokasi Penelitian BAB III METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan obyek perusahaan Teh 999 yang terletak di jalan Kartini nomor 61-63 Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN PADA SMP NEGERI 3 SURUH KABUPATEN SEMARANG
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN PADA SMP NEGERI 3 SURUH KABUPATEN SEMARANG Maula Ihsan Adrianto Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang, Kode
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN PADA PT. ARTHA JAYA GRAPRINT DENGAN PENDEKATAN UNIFIED PROCESS BERORIENTASI OBJEK
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN PADA PT. ARTHA JAYA GRAPRINT DENGAN PENDEKATAN UNIFIED PROCESS BERORIENTASI OBJEK Hersanto Binus University Jl. O No. 3 RT.007 RW.010, Kelurahan
ABSTRAK. vii. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penjualan merupakan faktor utama dalam menunjang kelangsungan hidup dalam suatu perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus mampu dalam menentukan kebijakan kebijakan yang berhubungan dengan aktivitas
Analisis Perbaikan UKM X dengan Pendekatan Lean Manufacture Guna Mereduksi Waste di Lantai Produksi Aluminum
Analisis Perbaikan UKM X dengan Pendekatan Lean Manufacture Guna Mereduksi Waste di Lantai Produksi Aluminum Sulung Rahmawan Wira Ghani 1, Sudjito Soeparman 2, Rudy Soenoko 3 Program Magister Teknik Dan
TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #1 Ganjil 2016/2017. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c.
6 6 2 3 - T a u f i q u r R a c h m a n Materi #1 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI Detail Mata Kuliah 2 Kode TIN102 Nama Pengantar Teknik Industri Bobot 2 sks 6623 - Taufiqur Rachman 1 Deskripsi Mata Kuliah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis Penelitian bersifat deskriptif yang artinya mengumpulkan data yang dibutuhkan yang dikumpulkan yang diteliti dan diolah untuk mudah dimengerti. Metode
INTEGRASI PERENCANAAN PRIORITAS DAN KAPASITAS SISTEM MRP II DENGAN SISTEM KANBAN MENGGUNAKAN PROMODEL
INTEGRASI PERENCANAAN PRIORITAS DAN KAPASITAS SISTEM MRP II DENGAN SISTEM KANBAN MENGGUNAKAN PROMODEL Budi Aribowo 1 ; Natasari 2 1 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Indonesia
PENGELOLAAN BIAYA MANUFAKTUR PADA LINGKUNGAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR MAJU. Oleh : Edi Sukarmanto Th. 1 Abstrak
PENGELOLAAN BIAYA MANUFAKTUR PADA LINGKUNGAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR MAJU Oleh : Edi Sukarmanto Th. 1 Abstrak Tingginya tingkat persaingan yang terjadi sebagai akibat adanya globalisasi ekonomi mendorong
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Amalia Maya, Alkaff Muhammad, Sari Yuslena Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Di Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI
