9/29/2012 PERKEMBANGAN REKAM MEDIS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "9/29/2012 PERKEMBANGAN REKAM MEDIS"

Transkripsi

1 PERKEMBANGAN REKAM MEDIS 1

2 REKAM MEDIS DAN ILMU KEDOKTERAN Lahirnya Rekam Medis bersamaan dengan lahirnya Ilmu Kedokteran Sejarah ilmu kedokteran 1. perkembangan pengetahuan manusia < > usaha manusia untuk menjauhkan diri dari gangguan penyakit melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. 2. bagian dari sejarah peradaban manusia < > ilmu penyakit, ilmu pengobatan, ilmu profilaksis terhadap kemungkinan terserang penyakit, dan ilmu kesehatan. 2

3 REKAM MEDIS DAN ILMU KEDOKTERAN 3. Menggambarkan keadaan sosio-ekonomi masyarakat pada zamannya itu Sesuai dengan budaya dan keadaan lingkungan pada zamannya 4. Meraih tingkat hidup yang sehat jasmani dan rohani sehingga tingkat hidup mereka mencapai kondisi prima 3

4 B. PERKEMBANGAN REKAM MEDIS DARI ZAMAN KE ZAMAN 1. ZAMAN PRIMITIF PALEOLITHICUM (± BC) 2. ZAMAN MESOPOTAMIA ( ± 4000 BC) 3. ZAMAN CINA KUNO (2700 BC 1644) 4. ZAMAN MESIR KUNO= EGYPTION PERIOD ( BC) 5. ZAMAN YUNANI KUNO= GREEK PERIODE ( BC) 6. ZAMAN YUNANI-ROMAWI = GRAECO-ROMAN PERIOD( M) 7. ZAMAN BIZANTIUM= BYZANTINE PERIOD 8. ZAMAN YAHUDI= JEWISH PERIOD 9. ZAMAN HINDU (± BC) 4

5 B. PERKEMBANGAN REKAM MEDIS DARI ZAMAN KE ZAMAN 10. ZAMAN MUHAMMAD= MOHAMMEDAN PERIOD( ) 11. ZAMAN ABAD PERTENGAHAN=MEDIEVAL PERIOD ( ) 12. ZAMAN RENAISSANCE ( ) 13. ABAD -XVII 14. ABAD -XVIII 15. ABAD -XIX 16. AKHIR ABAD -XIX & PERMULAAN ABAD-XX 17. ABAD -XX 5

6 ZAMAN PRIMITIF PALEOLITHICUM (± BC) Fosil hewan purba Rachitis dan Osteotis. >tua dari kehidupan manusia Lukisan berwarna-warni yang berkilauan pada dinding Goa Old Stone Age ± BC penusukan bag.tbh hewan Goa Paleolithic di Spanyol trephanasi dan amputasi tulang jari tangan. 6

7 ZAMAN PRIMITIF PALEOLITHICUM (± BC) Lukisan berupa goresan & pahatan pada dinding batu karya manusia pada zaman BC manusia telah mengenal pengobatan dengan menggunakan produk alam seperti ramuan dedaunan, olesan tepung, bubur bedak serta diet makanan, pengobatan dgn tind. psikoterapi dan fisioterapi. Penyakit didasarkan atas peristiwa tabu yang terjadi, diantaranya berupa mimpi yang dialami, larangan yang dilanggar oleh si sakit. Sedangkan Diagnosa penyakit ditegakkan atas dasar masuknya roh jahat ke dalam tubuh si pasien. Semuanya ini bergantung pada si dukun yang kesurupan. Ramalan dan mantra si dukun menjadi prognosa penyakit. 7

8 CIKAL BAKAL REKAM MEDIS Goresan, lukisan, ataupun lambang-lambang tulisan catatan yang menggambarkan tentang ilmu medis dan kesehatan belum spt catatan RMsaat ini. Walaupun wujudnya masih sangat primitif, catatan dulu mungkin hanya diperuntukkan bagi kepentingan pribadi si penulis ternyata menjadi suatu peninggalan penting yang mampu memberi informasi tak ternilai bagi kita tentang ilmu kedokteran beserta perkembangannya Sejak zaman dahulu Records khususnya Medical Records menduduki tempat yang penting di dalam ilmu kedokteran, di bidang pelayanan medis, sama pentingnya seperti obat di bidang pelayanan penyembuhan. 8

9 ZAMAN MESOPOTAMIA ( ± 4000 BC) Legislasi Pertama dari Profesi Medis Pada zaman ini telah dikenal tulisan dalam bentuk Pictographiic. Ada sekitar lempengan batu bertulis - dysentri dan typhoid penyakit timbul karena kutukan para dewa. 9

10 HAMMURABI CODE..Kode Hammurabi ditulis pada Batu Diorits setinggi 2 meter, dan berasal dari zaman BC. (Iran tahun oleh seorang arkeolog Peancis) Legislasi Pertama dari profesi medis 10

11 ZAMAN CINA KUNO (2700 BC 1644) Kaisar Huang Tie (2697 BC) Neiching, dijuluki dg Kanon Pengobatan. Alat tulis bambu dengan idiogram mirip heiroglyph Isi: Semua darah di dalam tubuh dibawah kuasa jantung Sistem organ tubuh 11

12 ZAMAN CINA KUNO (2700 BC 1644) Dinasti Sung tahun 1241: Hsi Yuan Lu mengembangkan ilmu kedokteran Forensik untuk keperluan pengadilan. Kaisar Kian Lung (1644) : mewariskan ensiklopedia = 40 jilid buku= The Golden Mirror of Medicine. Isinya >>> metode pengobatan seperti : massage, operasi manipulasi dan seni pengobatan akupunktur, seni perabaan 12

13 AKHIR ABAD XIX DAN AWAL ABAD XX Klinik Mayo (1889)di Rochester, Minnesota St.Mary s Hospital memelihara Informasi diagnosa dan operasi. Henry S.Plummer ( ) memperbaiki penataan RM, penyimpanan RM dari buku Sistim Penyimpanan RM perpasien diberi nomor Indeks pasien Indeks penyakit Sejak tahun 1917 menjadi RS pendidikan. 13

14 AKHIR ABAD XIX DAN AWAL ABAD XX Pada tahun 1935 Sistem Indeks Beckson (Beckson (Ahli Hygiene & Public Health), John Hopskins (ahli di bidang Metode Statistik dan penanganan data) untuk mereorganisasi tatanan RM Nomor Kode Numerik yang dapat di entry ke Hollerich Punch Cards 14

15 EGYPTION PERIOD -ZAMAN MESIR KUNO 2890BC DEWA THOTH : dewa penyembuh, dewa kesusasteraan, dewa pencipta, dewa kebijaksanaan IMOTHEP Dokter I yang membuat RM, hidup di zaman pyramid ( BC), 15

16 IMHOTEP, dikenal sebagai: pegawai tinggi, kepala arsitek, penasehat bidang medis kerajaan Fir aun pada abad 29 BC. 16

17 EDWIN SMITH SURGICAL PAPYRUS (± 1600BC ) Edwin Smith seorang Archeologist bangsa Inggeris ( 1862). Isinya berupa laporan 48 kasus pembedahan. New York Academy of Medicine. 17

18 EBER PAPYRUS George Eber (archeologist) di kaki mummy di Necropolis dekat Thebes tahun resep pengobatan yang menggunakan 700 jenis obat penyakit mata yang sering timbul akibat badai pasir, juga penyakit kulit, penyakit darah dan penyakit pada wanita. University Library in Leipzig di Polandia 18

19 GREEK PERIODE ZAMAN YUNANI KUNO Aliran Helenic ( BC) : pencetus paham falsafah alam kehidupan alam terdiri dari 4 unsur dasar yang senantiasa berada dalam keadan seimbang. Ke4 unsur tersebut: Air, Udara, Api, dan Tanah. 19

20 GREEK PERIODE ZAMAN YUNANI KUNO AESCULAPIUS, DEWA KEDOKTERAN manusia atau mithos?? Ayahnya Dewa Apollo dan ibunya seorang manusia Ia berguru dengan seorang ahli bedah pertama bernama Chiron yang namanya menjadi istilah Chirurgy. 20

21 GREEK PERIODE ZAMAN YUNANI KUNO BAPAK ILMU KEDOKTERAN HIPPOCRATES± 460BC SUMPAH KEDOKTERAN. Karya tulisnya mengenai Teori Kedokteran 70 kumpulan karya tulis yang dikenal dengan Corp Hippocrates. 21

22 GREEK PERIODE ZAMAN YUNANI KUNO ARISTOTELES ( BC) anatomi komparatif yang kelak bersama-sama ilmu anatomi otot gerak menjadi dasar ilmu anatomi ilmu kedokteran. jantung adalah pusat emosi, pusat perasaan, sedangkan otak hanyalah sebuah kelenjar yang bertugas menghasilkan cairan pendingin bagi jantung yang membara 22

23 Pengaruh Yunani kuno terhadap Ilmu Kedokteran dan RM: 1. Penanganan observasi yang obyektif sejalan dengan penulisan RM yanbg cermat. 2. Penerapan Etika Kedokteran yang teguh pada praktek klinik 3. Penyebaran konsep penyembuhan spontan alami 4. Pengakuan tentang kedudukan ilmuwan/ cerdik pandai sebagai tonggak di masyarakat. 23

24 ZAMAN YUNANI-ROMAWI Dr.GALEN ( M) dari Roma Pada orang pembuluh darah akan kosong Pada orang hidup berisi darah. Tulisan lain menggambarkan rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal, ia penemu gejala kolik empedu = sekarang. Bukunya berjumlah 300, meningkatkan hygiene, sanitasi dan tindakan operasi. Dia juga mahir dalam bidang Psikologi dan ahli dalam bidang ilmu kedokteran Psikosomatik. ST.JEROME orang pertama yang menyebut perkataan HOSPITAL 24

25 MOHAMMEDAN PERIOD= ZAMAN MUHAMMAD Rhazes= Imam Gazali ( ) bukunya Treatise on Smallpox and Measles usus biri-biri/ domba untuk menjahit luka. Juga pertama kali memakai alkohol untuk membersihkan luka. Avicenna (Ibnu Sina) ( ) Ia seorang dokter yang berpredikat Filsuf muslim. ajarannya yang disebut Al Qanun Fit- Tibb (The Canon of Medicine) sehingga dia dijuluki A dictator of medical learning. 25

26 PERBAIKAN PENCATATAN RM MELALUI STANDARISASI RS Tahun 1913 dr.franklin H.Martin American College of Surgeons mempunyai tujuan meningkatkan standarisasi pembedahan dibuat standarisasi yang diterbitkan dalam majalah Hospital Management 26

27 PROGRAM STANDARSASI RS Dalam dikembangkan metode pencatatan: Tidak hanya untuk calon penerima beasiswa tapi juga untuk: Efisiensi asuhan medis yang diberikan kepada pasien pada saat itu dan yang akan datang Kepentingan hukum baik bagi pasien, rumah sakit, maupun dokter. Penelitian ilmu kedokteran. 27

28 SYARAT DALAM STANDARISASI RS Minimum RM berisi catatan kasus yang lengkap & akurat dan harus dibuat untuk seluruh pasien serta secara mudah dapat diperoleh di rumah sakit. 28

29 29

30 PERKEMBANGAN PENCATATAN RM MELALUI ORGANISASI Pemimpin dalam Standarisasi ini adalah Dr. Macholm T. MacEachern Direktur di RS ACS. Maka tahun 1912 ada 5 orang wanita membentuk 1 kelompok di Massachusetts General Hospital memeriksa dan mempelajari R M 30

31 Club or Records Clerks Tujuan Mengevaluasi standarisasi R M di RS, klinik atau institusi medis lainnya. Saat kongres America College of Surgeon anggota club diundang Kongres ditutup tgl. 11 Oktober

32 MATHEW W.FOLEY Editor dari Hospital Management yang disebut sebagai Father of National Hospital Day. Ia mengatakan bahwa : If you don t organize now, perhaps you never will. 11 Oktober 1928 terpilihlah Mrs. Grace Whiting Myers sebagai presiden I dari The Association of Record Librarians of North America (ARLNA) dengan tujuan meningkatkan standar pencatatan RM oleh para medis di RS, Klinik, dan institusi medis lainnya. 32

33 PERKEMBANGAN ORGANISASI PROFESI 1944 Canada berdiri sendiri, nama organisasi di USA berganti menjadi ( American Association of Medical Record Librarians (AAMRL ) 1970 berganti nama menjadi American Medical Record Association (AMRA) 1991 menjadi American Health Information Management Association (AHIMA) 1995 mempunyai asset mencapai 16 juta dollar. Anggaran tahunan mencapai 10 juta dollar 33

34 E. ORGANISASI REKAM MEDIS DI INDONESIA PERHIMPUNAN PROFESIONAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN INDONESIA (PORMIKI) 34

35 PORMIKI 18 Februari 1989 di Yayasan Amanah, jl. Taman Kebon Sirih, Jakarta dihadiri oleh 31 rekan-rekan dan berbagai profesi yang tidak saja berasal dari organisasi profesi tetapi juga dari instansi kesehatan pemerintah dan swasta. Ketua Umum yang terpilih ialah Ibu Gemala Hatta. PORMIKI Hasil dari Panitia Kerja Pembina dan Pengembangan Sistem Pencatatan Medis RS DKI Jaya (PPSPM) 35

36 TUJUAN ORGANISASI 1. Membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan Sistem Kesehatan Nasioanl (SKN) dengan mengembangkan sistem rekam medis dan informasi kesehatan. 2.Mengembangkan ilmu rekam medis dan informasi kesehatan 3.Memperjuangkan kepentingan organisasi serta meningkatkan profesi anggota 36

37 F. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AMRA 1928 :J.E. HARNED BUFKIN 1935 program pendidikan terbentuk di 4 RS. Gelar I (Baccalaureate Degree) dikeluarkan oleh RS St. MARY di Duluth, Minnesota yang berafiliasi dengan The College of St. Scholastica. Pada tahun 1942 AMRA Council on Medical Education menginspeksi program-program pelatihan dan mempublikasikan sekolahsekolah yang telah diakui. 37

38 AKREDITASI Saat ini diakreditasi oleh : Committee on Allied Health Education and Accreditation (CAHEA) of the AMA & AMRA. RHIA (Registered Health Information Administrator) RHIT (Registered Health Information Technicians) 38

39 G. KESIMPULAN Bab ini merupakan ringkasan dari sejarah dan perkembangan Rekam Medis dari zaman batu hingga saat ini Seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran juga ikut berkembang Rekam Medis secara keseluruhannya. Perkembangan dipandang dari sudut organisasi dan standarisasi serta pendidikan. 39

40 STUDY QUESTIONS 1. Jelaskan cikal bakal dari Rekam Medis yang ada saat ini! 2. Sebutkan tokoh-tokoh utama yang mengembangkan Rekam Medis dari tiap-tiap periode! 3. Bagaimana perkembangan Rekam Medis dilihat dari sudut organisasi? 4. Bagaimana perkembangan Rekam Medis dilihat dari sudut standarisasi? 5. Bagaimana perkembangan Rekam Medis dilihat dari sudut pendidikan? 40

41 PERKEMBANGAN REKAM MEDIS 1

42 REKAM MEDIS DAN ILMU KEDOKTERAN Lahirnya Rekam Medis bersamaan dengan lahirnya Ilmu Kedokteran Sejarah ilmu kedokteran 1. perkembangan pengetahuan manusia < > usaha manusia untuk menjauhkan diri dari gangguan penyakit melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. 2. bagian dari sejarah peradaban manusia < > ilmu penyakit, ilmu pengobatan, ilmu profilaksis terhadap kemungkinan terserang penyakit, dan ilmu kesehatan. 2

43 REKAM MEDIS DAN ILMU KEDOKTERAN 3. Menggambarkan keadaan sosio-ekonomi masyarakat pada zamannya itu Sesuai dengan budaya dan keadaan lingkungan pada zamannya 4. Meraih tingkat hidup yang sehat jasmani dan rohani sehingga tingkat hidup mereka mencapai kondisi prima 3

44 B. PERKEMBANGAN REKAM MEDIS DARI ZAMAN KE ZAMAN 1. ZAMAN PRIMITIF PALEOLITHICUM (± BC) 2. ZAMAN MESOPOTAMIA (±4000 BC) 3. ZAMAN CINA KUNO (2700 BC 1644) 4. ZAMAN MESIR KUNO= EGYPTION PERIOD ( BC) 5. ZAMAN YUNANI KUNO= GREEK PERIODE ( BC) 6. ZAMAN YUNANI-ROMAWI = GRAECO-ROMAN PERIOD( M) 7. ZAMAN BIZANTIUM= BYZANTINE PERIOD 8. ZAMAN YAHUDI= JEWISH PERIOD 9. ZAMAN HINDU (± BC) 4

45 B. PERKEMBANGAN REKAM MEDIS DARI ZAMAN KE ZAMAN 10. ZAMAN MUHAMMAD= MOHAMMEDAN PERIOD( ) 11. ZAMAN ABAD PERTENGAHAN=MEDIEVAL PERIOD ( ) 12. ZAMAN RENAISSANCE ( ) 13. ABAD -XVII 14. ABAD -XVIII 15. ABAD -XIX 16. AKHIR ABAD -XIX & PERMULAAN ABAD-XX 17. ABAD -XX 5

46 ZAMAN PRIMITIF PALEOLITHICUM (± BC) Fosil hewan purba Rachitis dan Osteotis. >tua dari kehidupan manusia Lukisan berwarna-warni yang berkilauan pada dinding Goa Old Stone Age ± BC penusukan bag.tbh hewan Goa Paleolithic di Spanyol trephanasi dan amputasi tulang jari tangan. 6

47 ZAMAN PRIMITIF PALEOLITHICUM (± BC) Lukisan berupa goresan & pahatan pada dinding batu karya manusia pada zaman BC manusia telah mengenal pengobatan dengan menggunakan produk alam seperti ramuan dedaunan, olesan tepung, bubur bedak serta diet makanan, pengobatan dgn tind. psikoterapi dan fisioterapi. Penyakit didasarkan atas peristiwa tabu yang terjadi, diantaranya berupa mimpi yang dialami, larangan yang dilanggar oleh si sakit. Sedangkan Diagnosa penyakit ditegakkan atas dasar masuknya roh jahat ke dalam tubuh si pasien. Semuanya ini bergantung pada si dukun yang kesurupan. Ramalan dan mantra si dukun menjadi prognosa penyakit. 7

48 CIKAL BAKAL REKAM MEDIS Goresan, lukisan, ataupun lambang-lambang tulisan catatan yang menggambarkan tentang ilmu medis dan kesehatan belum spt catatan RMsaat ini. Walaupun wujudnya masih sangat primitif, catatan dulu mungkin hanya diperuntukkan bagi kepentingan pribadi si penulis ternyata menjadi suatu peninggalan penting yang mampu memberi informasi tak ternilai bagi kita tentang ilmu kedokteran beserta perkembangannya Sejak zaman dahulu Records khususnya Medical Records menduduki tempat yang penting di dalam ilmu kedokteran, di bidang pelayanan medis, sama pentingnya seperti obat di bidang pelayanan penyembuhan. 8

49 ZAMAN MESOPOTAMIA ( ± 4000 BC) Legislasi Pertama dari Profesi Medis Pada zaman ini telah dikenal tulisan dalam bentuk Pictographiic. Ada sekitar lempengan batu bertulis - dysentri dan typhoid penyakit timbul karena kutukan para dewa. 9

50 HAMMURABI CODE..Kode Hammurabi ditulis pada Batu Diorits setinggi 2 meter, dan berasal dari zaman BC. (Iran tahun oleh seorang arkeolog Peancis) Legislasi Pertama dari profesi medis 10

51 ZAMAN CINA KUNO (2700 BC 1644) Kaisar Huang Tie (2697 BC) Neiching, dijuluki dg Kanon Pengobatan. Alat tulis bambu dengan idiogram mirip heiroglyph Isi: Semua darah di dalam tubuh dibawah kuasa jantung Sistem organ tubuh 11

52 ZAMAN CINA KUNO (2700 BC 1644) Dinasti Sung tahun 1241: Hsi Yuan Lu mengembangkan ilmu kedokteran Forensik untuk keperluan pengadilan. Kaisar Kian Lung (1644) : mewariskan ensiklopedia = 40 jilid buku= The Golden Mirror of Medicine. Isinya >>> metode pengobatan seperti : massage, operasi manipulasi dan seni pengobatan akupunktur, seni perabaan 12

53 AKHIR ABAD XIX DAN AWAL ABAD XX Klinik Mayo (1889)di Rochester, Minnesota St.Mary s Hospital memelihara Informasi diagnosa dan operasi. Henry S.Plummer ( ) memperbaiki penataan RM, penyimpanan RM dari buku Sistim Penyimpanan RM perpasien diberi nomor Indeks pasien Indeks penyakit Sejak tahun 1917 menjadi RS pendidikan. 13

54 AKHIR ABAD XIX DAN AWAL ABAD XX Pada tahun 1935 Sistem Indeks Beckson (Beckson (Ahli Hygiene & Public Health), John Hopskins (ahli di bidang Metode Statistik dan penanganan data) untuk mereorganisasi tatanan RM Nomor Kode Numerik yang dapat di entry ke Hollerich Punch Cards 14

55 EGYPTION PERIOD -ZAMAN MESIR KUNO 2890BC DEWA THOTH : dewa penyembuh, dewa kesusasteraan, dewa pencipta, dewa kebijaksanaan IMOTHEP Dokter I yang membuat RM, hidup di zaman pyramid ( BC), 15

56 IMHOTEP, dikenal sebagai: pegawai tinggi, kepala arsitek, penasehat bidang medis kerajaan Fir aun pada abad 29 BC. 16

57 EDWIN SMITH SURGICAL PAPYRUS (± 1600BC ) Edwin Smith seorang Archeologist bangsa Inggeris ( 1862). Isinya berupa laporan 48 kasus pembedahan. New York Academy of Medicine. 17

58 EBER PAPYRUS George Eber (archeologist) di kaki mummy di Necropolis dekat Thebes tahun resep pengobatan yang menggunakan 700 jenis obat penyakit mata yang sering timbul akibat badai pasir, juga penyakit kulit, penyakit darah dan penyakit pada wanita. University Library in Leipzig di Polandia 18

59 GREEK PERIODE ZAMAN YUNANI KUNO Aliran Helenic ( BC) : pencetus paham falsafah alam kehidupan alam terdiri dari 4 unsur dasar yang senantiasa berada dalam keadan seimbang. Ke4 unsur tersebut: Air, Udara, Api, dan Tanah. 19

60 GREEK PERIODE ZAMAN YUNANI KUNO AESCULAPIUS, DEWA KEDOKTERAN manusia atau mithos?? Ayahnya Dewa Apollo dan ibunya seorang manusia Ia berguru dengan seorang ahli bedah pertama bernama Chiron yang namanya menjadi istilah Chirurgy. 20

61 GREEK PERIODE ZAMAN YUNANI KUNO BAPAK ILMU KEDOKTERAN HIPPOCRATES± 460BC SUMPAH KEDOKTERAN. Karya tulisnya mengenai Teori Kedokteran 70 kumpulan karya tulis yang dikenal dengan Corp Hippocrates. 21

62 GREEK PERIODE ZAMAN YUNANI KUNO ARISTOTELES ( BC) anatomi komparatif yang kelak bersama-sama ilmu anatomi otot gerak menjadi dasar ilmu anatomi ilmu kedokteran. jantung adalah pusat emosi, pusat perasaan, sedangkan otak hanyalah sebuah kelenjar yang bertugas menghasilkan cairan pendingin bagi jantung yang membara 22

63 Pengaruh Yunani kuno terhadap Ilmu Kedokteran dan RM: 1. Penanganan observasi yang obyektif sejalan dengan penulisan RM yanbg cermat. 2. Penerapan Etika Kedokteran yang teguh pada praktek klinik 3. Penyebaran konsep penyembuhan spontan alami 4. Pengakuan tentang kedudukan ilmuwan/ cerdik pandai sebagai tonggak di masyarakat. 23

64 ZAMAN YUNANI-ROMAWI Dr.GALEN ( M) dari Roma Pada orang pembuluh darah akan kosong Pada orang hidup berisi darah. Tulisan lain menggambarkan rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal, ia penemu gejala kolik empedu = sekarang. Bukunya berjumlah 300, meningkatkan hygiene, sanitasi dan tindakan operasi. Dia juga mahir dalam bidang Psikologi dan ahli dalam bidang ilmu kedokteran Psikosomatik. ST.JEROME orang pertama yang menyebut perkataan HOSPITAL 24

65 MOHAMMEDAN PERIOD= ZAMAN MUHAMMAD Rhazes= Imam Gazali ( ) bukunya Treatise on Smallpox and Measles usus biri-biri/ domba untuk menjahit luka. Juga pertama kali memakai alkohol untuk membersihkan luka. Avicenna (Ibnu Sina) ( ) Ia seorang dokter yang berpredikat Filsuf muslim. ajarannya yang disebut Al Qanun Fit- Tibb (The Canon of Medicine) sehingga dia dijuluki A dictator of medical learning. 25

66 PERBAIKAN PENCATATAN RM MELALUI STANDARISASI RS Tahun 1913 dr.franklin H.Martin American College of Surgeons mempunyai tujuan meningkatkan standarisasi pembedahan dibuat standarisasi yang diterbitkan dalam majalah Hospital Management 26

67 PROGRAM STANDARSASI RS Dalam dikembangkan metode pencatatan: Tidak hanya untuk calon penerima beasiswa tapi juga untuk: Efisiensi asuhan medis yang diberikan kepada pasien pada saat itu dan yang akan datang Kepentingan hukum baik bagi pasien, rumah sakit, maupun dokter. Penelitian ilmu kedokteran. 27

68 SYARAT DALAM STANDARISASI RS Minimum RM berisi catatan kasus yang lengkap & akurat dan harus dibuat untuk seluruh pasien serta secara mudah dapat diperoleh di rumah sakit. 28

69 29

70 PERKEMBANGAN PENCATATAN RM MELALUI ORGANISASI Pemimpin dalam Standarisasi ini adalah Dr. Macholm T. MacEachern Direktur di RS ACS. Maka tahun 1912 ada 5 orang wanita membentuk 1 kelompok di Massachusetts General Hospital memeriksa dan mempelajari R M 30

71 Club or Records Clerks Tujuan Mengevaluasi standarisasi R M di RS, klinik atau institusi medis lainnya. Saat kongres America College of Surgeon anggota club diundang Kongres ditutup tgl. 11 Oktober

72 MATHEW W.FOLEY Editor dari Hospital Management yang disebut sebagai Father of National Hospital Day. Ia mengatakan bahwa : If you don t organize now, perhaps you never will. 11 Oktober 1928 terpilihlah Mrs. Grace Whiting Myers sebagai presiden I dari The Association of Record Librarians of North America (ARLNA) dengan tujuan meningkatkan standar pencatatan RM oleh para medis di RS, Klinik, dan institusi medis lainnya. 32

73 PERKEMBANGAN ORGANISASI PROFESI 1944 Canada berdiri sendiri, nama organisasi di USA berganti menjadi ( American Association of Medical Record Librarians (AAMRL ) 1970 berganti nama menjadi American Medical Record Association (AMRA) 1991 menjadi American Health Information Management Association (AHIMA) 1995 mempunyai asset mencapai 16 juta dollar. Anggaran tahunan mencapai 10 juta dollar 33

74 E. ORGANISASI REKAM MEDIS DI INDONESIA PERHIMPUNAN PROFESIONAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN INDONESIA (PORMIKI) 34

75 PORMIKI 18 Februari 1989 di Yayasan Amanah, jl. Taman Kebon Sirih, Jakarta dihadiri oleh 31 rekan-rekan dan berbagai profesi yang tidak saja berasal dari organisasi profesi tetapi juga dari instansi kesehatan pemerintah dan swasta. Ketua Umum yang terpilih ialah Ibu Gemala Hatta. PORMIKI Hasil dari Panitia Kerja Pembina dan Pengembangan Sistem Pencatatan Medis RS DKI Jaya (PPSPM) 35

76 TUJUAN ORGANISASI 1. Membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan Sistem Kesehatan Nasioanl (SKN) dengan mengembangkan sistem rekam medis dan informasi kesehatan. 2.Mengembangkan ilmu rekam medis dan informasi kesehatan 3.Memperjuangkan kepentingan organisasi serta meningkatkan profesi anggota 36

77 F. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AMRA 1928 :J.E. HARNED BUFKIN 1935 program pendidikan terbentuk di 4 RS. Gelar I (Baccalaureate Degree) dikeluarkan oleh RS St. MARY di Duluth, Minnesota yang berafiliasi dengan The College of St. Scholastica. Pada tahun 1942 AMRA Council on Medical Education menginspeksi program-program pelatihan dan mempublikasikan sekolahsekolah yang telah diakui. 37

78 AKREDITASI Saat ini diakreditasi oleh : Committee on Allied Health Education and Accreditation (CAHEA) of the AMA & AMRA. RHIA (Registered Health Information Administrator) RHIT (Registered Health Information Technicians) 38

79 G. KESIMPULAN Bab ini merupakan ringkasan dari sejarah dan perkembangan Rekam Medis dari zaman batu hingga saat ini Seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran juga ikut berkembang Rekam Medis secara keseluruhannya. Perkembangan dipandang dari sudut organisasi dan standarisasi serta pendidikan. 39

80 STUDY QUESTIONS 1. Jelaskan cikal bakal dari Rekam Medis yang ada saat ini! 2. Sebutkan tokoh-tokoh utama yang mengembangkan Rekam Medis dari tiap-tiap periode! 3. Bagaimana perkembangan Rekam Medis dilihat dari sudut organisasi? 4. Bagaimana perkembangan Rekam Medis dilihat dari sudut standarisasi? 5. Bagaimana perkembangan Rekam Medis dilihat dari sudut pendidikan? 40

PERKEMBANGAN REKAM MEDIS

PERKEMBANGAN REKAM MEDIS PERKEMBANGAN REKAM MEDIS REKAM MEDIS DAN ILMU KEDOKTERAN Lahirnya Rekam Medis bersamaan dengan lahirnya Ilmu Kedokteran Sejarah ilmu kedokteran 1. perkembangan pengetahuan manusia < > usaha manusia untuk

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN REKAM MEDIS

PERKEMBANGAN REKAM MEDIS PERKEMBANGAN REKAM MEDIS 1 LW Lily Widjaja, SKM.,MM. REKAM MEDIS DAN ILMU KEDOKTERAN Lahirnya Rekam Medis bersamaan dengan lahirnya Ilmu Kedokteran Sejarah ilmu kedokteran 1. perkembangan pengetahuan manusia

Lebih terperinci

Lahirnya Rekam Medis bersamaan dengan lahirnya Ilmu Kedokteran Sejarah ilmu kedokteran

Lahirnya Rekam Medis bersamaan dengan lahirnya Ilmu Kedokteran Sejarah ilmu kedokteran Lahirnya Rekam Medis bersamaan dengan lahirnya Ilmu Kedokteran Sejarah ilmu kedokteran 1. perkembangan pengetahuan manusia < > usaha manusia untuk menjauhkan diri dari gangguan penyakit melalui upaya promotif,

Lebih terperinci

MANAJEMEN REKAM MEDIS (MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN)

MANAJEMEN REKAM MEDIS (MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN) MANAJEMEN REKAM MEDIS (MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN) Lily Widjaja, SKM, MM. lwidjaja 1 1. Pengertian Arti kata Definisi RM Guna RM Pelaksanaan RM1.Pendahuluan 2. Pengertian Rekam Medis, Rekam Kesehatan,

Lebih terperinci

6. ORGANISASI PROFESI

6. ORGANISASI PROFESI 6. ORGANISASI PROFESI ORGANISASI REKAM MEDIS DI INDONESIA 2 PERHIMPUNAN PROFESIONAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN INDONESIA (PORMIKI) 18 Februari 1989 PORMIKI di Yayasan Amanah, jl. Taman Kebon

Lebih terperinci

Sebuah industri yang amat kompleks. Input; proses yang berbeda menghasilkan output yang berbeda

Sebuah industri yang amat kompleks. Input; proses yang berbeda menghasilkan output yang berbeda Dr. IDA MAKMUR Sebuah industri yang amat kompleks. Input; proses yang berbeda menghasilkan output yang berbeda REKAM MEDIS 1. PENDAHULUAN, SEJARAH & PERKEMBANGAN 2. FALSAFAH, PENGERTIAN & TUJUAN 3. PROSES

Lebih terperinci

Apa yang akan dikaji?

Apa yang akan dikaji? Apa yang akan dikaji? Pengertian dan Arti Penting Kesehatan Mental Sejarah munculnya Kajian Kesehatan Mental Hubungan Kesehatan Mental dan Ilmu lain Kesehatan Mental dan Penyesuaian Diri Pandangan berbagai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit 2.1.1 Definisi Rumah Sakit Menurut Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009, rumah sakit adalah Institusi pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan Indonesia telah diarahkan oleh pemerintah guna meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi penduduk Indonesia agar dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan. fasilitas kesehatan padat teknologi dan padat pakar.

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan. fasilitas kesehatan padat teknologi dan padat pakar. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. sejarah peradaban umat manusia, yang bersumber pada kemurnian rasa kasih

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. sejarah peradaban umat manusia, yang bersumber pada kemurnian rasa kasih 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Lembaga perumahsakitan telah tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari sejarah peradaban umat manusia, yang bersumber pada kemurnian rasa kasih sayang kesadaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. medis lainnya. Sedangkan menurut American Hospital Assosiation rumah sakit

BAB I PENDAHULUAN. medis lainnya. Sedangkan menurut American Hospital Assosiation rumah sakit 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Rumah sakit adalah sebuah institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan dengan tujuan memperbaiki kesehatan seluruh lapisan masyarakat dengan meliputi pelayanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Rumah sakit merupakan institusi pelayanan yang sangat komplek, padat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Rumah sakit merupakan institusi pelayanan yang sangat komplek, padat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit merupakan institusi pelayanan yang sangat komplek, padat profesi dan padat modal. Agar Rumah Sakit dapat melaksanakan fusngsi dengan baik, maka di rumah

Lebih terperinci

contextual instruction 2. Media : kelas, komputer, LCD, whiteboard, web 1. Media : contextual

contextual instruction 2. Media : kelas, komputer, LCD, whiteboard, web 1. Media : contextual RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER GANJIL 2016/2017 PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL Mata kuliah : Konsep Dasar MIK () Kode MK : MIK 141 Mata kuliah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan institusi yang memiliki fungsi utama memberikan

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan institusi yang memiliki fungsi utama memberikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit merupakan institusi yang memiliki fungsi utama memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh pasien, baik rawat jalan, rawat inap, maupun gawat darurat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangannya. (Pratiwi, 2011). Menurut Leininger (1984) manusia

BAB I PENDAHULUAN. perkembangannya. (Pratiwi, 2011). Menurut Leininger (1984) manusia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk biopsikososial dan spiritual yang utuh dalam arti merupakan satu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani dan unik karena mempunyai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang fungsi utamanya memberikan pelayanan, perawatan, dan pengobatan kepada seluruh pasien, baik rawat inap, rawat jalan,

Lebih terperinci

KONSEP DASAR PSIKIATRI (ILMU KESEHATAN JIWA) JIWA JIWA. Perkembangan Ilmu Kesehatan Jiwa

KONSEP DASAR PSIKIATRI (ILMU KESEHATAN JIWA) JIWA JIWA. Perkembangan Ilmu Kesehatan Jiwa KONSEP DASAR PSIKIATRI (ILMU KESEHATAN JIWA) Dr. Manoe Bernd P., SpKJ., MKes jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Pengertian dan Sejarah (Materi pertemuan 1 )

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Pengertian dan Sejarah (Materi pertemuan 1 ) PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Pengertian dan Sejarah (Materi pertemuan 1 ) DOSEN PENGAMPU: ARDIANSYAH, S.T, M.T PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI 23/2/2017 MATERI

Lebih terperinci

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang Pelayanan Keperawatan bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu, oleh Endang Triyanto, S. Kep., Ns., M.Kep. Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283 Telp: 0274-4462135;

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kearah perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan keluarga dan

BAB I PENDAHULUAN. kearah perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan keluarga dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia, yaitu melalui perubahan perilaku kearah perilaku hidup bersih

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Rahasia medis menjadi salah satu unsur terpenting. dalam hubungannya antara dokter dengan pasien.

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Rahasia medis menjadi salah satu unsur terpenting. dalam hubungannya antara dokter dengan pasien. BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Rahasia medis menjadi salah satu unsur terpenting dalam hubungannya antara dokter dengan pasien. Hal ini karena hubungan dokter dengan pasien merupakan hubungan berdasar

Lebih terperinci

Akupunktur - pengobatan alternatif untuk sakit dan kondisi lain

Akupunktur - pengobatan alternatif untuk sakit dan kondisi lain Akupunktur - pengobatan alternatif untuk sakit dan kondisi lain Apa Akupunktur? Akupunktur merupakan praktek penyembuhan kuno obat tradisional Cina di mana jarum tipis ditempatkan pada titik-titik tertentu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Adanya perkembangan dan perubahan pola hidup pada manusia (lifestyle) dapat berdampak langsung salah satunya pada kesehatan, sehingga kesehatan menjadi salah satu hal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang mendasar bagi setiap individu. Kesehatan juga merupakan topik yang tidak pernah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang mendasar bagi setiap individu. Kesehatan juga merupakan topik yang tidak pernah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang mendasar bagi setiap individu. Kesehatan juga merupakan topik yang tidak pernah habis jika dibicarakan (Mahardhika dkk, 2011). Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. 1. keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang

BAB I PENDAHULUAN. rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. 1. keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paradigma yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang-

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang- BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang harus diwujudkan dengan upaya peningkatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan 2.1 Rumah Sakit 2.1.1 Defenisi Rumah Sakit BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT Menurut Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Undang Dasar Mengingat pentingnya peranan kesehatan bagi. pembanguna nasional maka upaya yang lebih memadai bagi peningkatan

BAB I PENDAHULUAN. Undang Dasar Mengingat pentingnya peranan kesehatan bagi. pembanguna nasional maka upaya yang lebih memadai bagi peningkatan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan unsur kesejahtraan umum yang diwujudkan sebagai cita-cita bangsa seperti yang tercantum dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945. Mengingat pentingnya

Lebih terperinci

Perhimpunan Profesional perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia

Perhimpunan Profesional perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia Perhimpunan Profesional perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia PORMIKI Berdiri : 18 Februari 1989 DPP Berkedudukan di Jakarta Kongres : I : Jakarta : 11 Agustus 1992 II : Yogyakarta : 5 7 Desember

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi kesehatan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat berarti dalam

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi kesehatan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat berarti dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kondisi kesehatan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat berarti dalam beberapa dekade terakhir. Perkembangan ini memperlihatkan dampak dari ekspansi penyediaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Asia, khususnya di Indonesia, setiap tahun diperkirakan 500 ribu orang

BAB I PENDAHULUAN. Asia, khususnya di Indonesia, setiap tahun diperkirakan 500 ribu orang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit stroke umumnya merupakan penyebab kematian nomer tiga pada kelompok usia lanjut, setelah penyakit jantung dan kanker. Stroke masih merupakan penyebab utama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan yang setinggi tingginya. Dalam mencapai kualitas hidup

BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan yang setinggi tingginya. Dalam mencapai kualitas hidup BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan nasional merupakan pembangunan manusia dan seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai program pembangunan yang diselengarakan oleh pemerintah selama ini, pada

Lebih terperinci

a) Mengenal Analisis Kualitatif b) Mengetahui komponen Analisis Kualitatif c) Mengenal perbedaan analisis kuantitatif dan kualitatif

a) Mengenal Analisis Kualitatif b) Mengetahui komponen Analisis Kualitatif c) Mengenal perbedaan analisis kuantitatif dan kualitatif E BAB V: MENGENAL ANALISIS KUALITATIF Tujuan Pembelajaran a) Mengenal Analisis Kualitatif b) Mengetahui komponen Analisis Kualitatif c) Mengenal perbedaan analisis kuantitatif dan kualitatif Definisi:

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini masyarakat pada umumnya semakin sadar akan pentingnya kesehatan dalam kehidupan. Kesehatan merupakan salah satu kunci utama bagi seseorang dalam melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat berkaitan erat dengan pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan

BAB I PENDAHULUAN. sangat berkaitan erat dengan pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi pada saat ini, kesehatan merupakan suatu unsur yang paling penting di dalam kehidupan manusia. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan menentukan mutu kehidupan dalam pembangunan nasional. Menurut World Health Organization (WHO),

Lebih terperinci

Ruang Lingkup. Penerapan konsep, teori dan metode sains dalam bidang kedokteran atau perawatan kesehatan. Bidang:

Ruang Lingkup. Penerapan konsep, teori dan metode sains dalam bidang kedokteran atau perawatan kesehatan. Bidang: Ruang Lingkup Penerapan konsep, teori dan metode sains dalam bidang kedokteran atau perawatan kesehatan. Bidang: Fisika medik, Kimia medik, Biologi medik, Fisika Medik Aplikasi konsep, prinsip, hukum-hukum,

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan yang optimal (Sarwono, 2002). Sejak awal pembangunan kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan yang optimal (Sarwono, 2002). Sejak awal pembangunan kesehatan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan Kesehatan Indonesia diarahkan guna mencapai pemecahan masalah kesehatan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa dengan seperangkat hak yang menjamin derajatnya sebagai

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa dengan seperangkat hak yang menjamin derajatnya sebagai BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa dengan seperangkat hak yang menjamin derajatnya sebagai manusia. Hak-hak inilah yang kemudian disebut dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagainya. Dimana sarana kesehatan pemerintah maupun swasta semakin

BAB I PENDAHULUAN. sebagainya. Dimana sarana kesehatan pemerintah maupun swasta semakin BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyedia jasa pelayanan kesehatan dewasa ini mengalami persaingan yang semakin ketat. Seiring perkembangan ilmu kedokteran yang semakin pesat dan kebutuhan manusia akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang dikutip Junaidi (2011) adalah suatu sindrom klinis dengan gejala berupa gangguan, fungsi otak secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Payudara atau kelenjar mammae merupakan pelengkap alat reproduksi wanita dan

BAB I PENDAHULUAN. Payudara atau kelenjar mammae merupakan pelengkap alat reproduksi wanita dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Payudara atau kelenjar mammae merupakan pelengkap alat reproduksi wanita dan berfungsi memproduksi susu untuk nutrisi. Terletak diantara tulang iga kedua dan keenam

Lebih terperinci

BAB 1 : PENDAHULUAN. masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber

BAB 1 : PENDAHULUAN. masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 A TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

Perbedaan jenis pelayanan pada:

Perbedaan jenis pelayanan pada: APLIKASI MANAJEMEN DI RUMAH SAKIT OLEH : LELI F. MAHARANI S. 081121039 MARINADIAH 081121015 MURNIATY 081121037 MELDA 081121044 MASDARIAH 081121031 SARMA JULITA 071101116 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Lebih terperinci

2018, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,

2018, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, No.315, 2018 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMHAN. ORTA RS Kelas B dr. Suyoto. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2018 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT KELAS

Lebih terperinci

A. KOMITE MEDIK Susunan Komite Medik terdiri diri dari : a. Ketua, b. Wakil Ketua, c. Sekretaris d. Anggota

A. KOMITE MEDIK Susunan Komite Medik terdiri diri dari : a. Ketua, b. Wakil Ketua, c. Sekretaris d. Anggota I.PENDAHULUAN Keberadaan profesi medis di rumah sakit sangat penting dan strategis dalam menentukan arah pengembangan dan kemajuan suatu rumah sakit. Maka pengorganisasian dan pemberdayaan profesi medik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan terus meningkat seiring perkembangan zaman. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan masyarakat senantiasa diupayakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKERJAAN PEREKAM MEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKERJAAN PEREKAM MEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKERJAAN PEREKAM MEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

RIZKY KUSUMAWATI NPM PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN

RIZKY KUSUMAWATI NPM PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN STUDI KASUS PADA Tn. M UMUR 79 TAHUN YANG MENGALAMI MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELLITUS RUANG SEDAP MALAM RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI KARYA TULIS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. profesi medik disini adalah mencakup Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI),

BAB I PENDAHULUAN. profesi medik disini adalah mencakup Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), BAB I PENDAHULUAN Keberadaan profesi medis di rumah sakit sangat penting dan strategis dalam menentukan arah pengembangan dan kemajuan suatu rumah sakit. Maka pengorganisasian dan pemberdayaan profesi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atau

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atau 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan di segala bidang mempunyai dampak yang luas terhadap perkembangan sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat. Dengan semakin majunya pendidikan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. 3.1 Sejarah Rumah Sakit Internasional Bintaro

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. 3.1 Sejarah Rumah Sakit Internasional Bintaro BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Sejarah Rumah Sakit Internasional Bintaro Rumah Sakit Internasional Bintaro terletak di tengah kawasan terpadu Bintaro Jaya, Tangerang dan dibangun diatas

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 718 TAHUN : 2005 SERI : D PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 12 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SERANG DENGAN

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1. Definisi Rumah Sakit Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan dengan memberdayakan berbagai kesatuan personel terlatih

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut Dep Kes RI (2008), rumah sakit adalah sarana kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut Dep Kes RI (2008), rumah sakit adalah sarana kesehatan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Dep Kes RI (2008), rumah sakit adalah sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Definisi sehat menurut WHO adalah keadaan sejahtera, sempurna dari fisik, mental, dan sosial yang tidak terbatas hanya pada bebas dari penyakit dan kelemahan saja.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan sistem simbol (Wilkinson, 2012) keseluruhan terhenti. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yaitu

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan sistem simbol (Wilkinson, 2012) keseluruhan terhenti. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yaitu BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG KASUS Hambatan komunikasi verbal adalah penurunan, keterlambatan, atau tidak adanya kemampuan untuk menerima, memproses, menghantarkan, dan menggunakan sistem simbol

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum yang sangat penting bagi setiap orang. Tanpa adanya kesehatan yang baik, setiap orang akan mengalami kesulitan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan yang berkembang di Indonesia sangat. beragam macamnya, di antaranya ada rumah sakit, puskesmas, dokter

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan yang berkembang di Indonesia sangat. beragam macamnya, di antaranya ada rumah sakit, puskesmas, dokter 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelayanan kesehatan yang berkembang di Indonesia sangat beragam macamnya, di antaranya ada rumah sakit, puskesmas, dokter praktek swasta, balai pengobatan, klinik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Klasifikasi dan kodefikasi penyakit, Aspek hukum dan etika profesi, Manajemen rekam medis & informasi kesehatan, Menjaga mutu rekam

BAB 1 PENDAHULUAN. Klasifikasi dan kodefikasi penyakit, Aspek hukum dan etika profesi, Manajemen rekam medis & informasi kesehatan, Menjaga mutu rekam BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Permenkes Nomor 269/Menkes/per/III tahun 2008 tentang Rekam Medis, terdapat 7 kompetensi pokok Rekam Medis yaitu Klasifikasi dan kodefikasi penyakit, Aspek

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hidup bebas tanpa Stroke merupakan dambaan bagi semua orang. Tak heran

BAB I PENDAHULUAN. Hidup bebas tanpa Stroke merupakan dambaan bagi semua orang. Tak heran 1 BAB I PENDAHULUAN Hidup bebas tanpa Stroke merupakan dambaan bagi semua orang. Tak heran semua orang selalu berupaya untuk mencegah Stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia Indonesia seutuhnya. Visi Indonesia sehat yang diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia Indonesia seutuhnya. Visi Indonesia sehat yang diharapkan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia memiliki visi menciptakan masyarakat yang mempunyai kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Pembangunan kesehatan pada dasarnya

Lebih terperinci

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG TARIF PELAYANAN KESEHATAN KELAS III PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA 3 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1. Sumber Data Sumber data dan informasi pendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari sumbersumber sebagai berikut : 1. Literatur Pencarian data melalui website yang berhubungan

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) MIK

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) MIK RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) MIK Kode / Nama Mata Kuliah : D22.5101/ MIK 1 Revisi ke : 1 Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : 1 Agustus 2014 Jml Jam kuliah dalam seminggu

Lebih terperinci

Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian. Tanggung Jawab Hukum Perusahaan Terhadap Pelayanan Kesehatan Yang Dilakukan Oleh Klinik Perusahaan

Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian. Tanggung Jawab Hukum Perusahaan Terhadap Pelayanan Kesehatan Yang Dilakukan Oleh Klinik Perusahaan Judul Penelitian: Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian Tanggung Jawab Hukum Perusahaan Terhadap Pelayanan Kesehatan Yang Dilakukan Oleh Klinik Perusahaan Undangan Penelitian: Kami meminta kesediaan

Lebih terperinci

Hospital by laws. Dr.Laura Kristina

Hospital by laws. Dr.Laura Kristina Hospital by laws Dr.Laura Kristina Definisi Hospital : Rumah sakit By laws : peraturan Institusi Seperangkat peraturan yang dibuat oleh RS (secara sepihak) dan hanya berlaku di rumah sakit yang bersangkutan,dapat

Lebih terperinci

Gara-Gara Hantu Lingkaran. Hendra Gunawan

Gara-Gara Hantu Lingkaran. Hendra Gunawan Gara-Gara Hantu Lingkaran Hendra Gunawan 2014 1 Misteri Lingkaran Mulai Menghantui Menurut catatan sejarah, dari tahun 2600 SM (saat Piramida Besar dibangun) hingga tahun 575 SM (puncak peradaban Babilonia),

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2017 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL INTEGRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2017 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL INTEGRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2017 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL INTEGRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN INTERNAL STAF MEDIS KLINIK PRATAMA TABITA PENDAHULUAN

PERATURAN INTERNAL STAF MEDIS KLINIK PRATAMA TABITA PENDAHULUAN PERATURAN INTERNAL STAF MEDIS KLINIK PRATAMA TABITA PENDAHULUAN Staf medis merupakan tenaga yang mandiri, karena setiap dokter dan dokter gigi memiliki kebebasan profesi dalam mengambil keputusan klinis

Lebih terperinci

STANDAR PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BEDAH SARAF

STANDAR PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BEDAH SARAF KOLEGIUM BEDAH SARAF INDONESIA ( K.B.S.I. ) STANDAR PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BEDAH SARAF Jakarta : Februari 2007 DAFTAR SINGKATAN IPDS KBSI KPS KKI PBL PPDS RS Pendidikan RS Jejaring WFME Institusi

Lebih terperinci

HEALTH RECORDS IN LONG TERM CARE AND REHABILITATION FACILITIES

HEALTH RECORDS IN LONG TERM CARE AND REHABILITATION FACILITIES HEALTH RECORDS IN LONG TERM CARE AND REHABILITATION FACILITIES Isi RK pada Acute care berbeda dengan asuhan jangka panjang ( Long term care dan Rehabilitation care). Pemeliharrannya tidak berbeda Asuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Undang-undang kesehatan No. 23

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Undang-undang kesehatan No. 23 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi semua manusia karena tanpa kesehatan yang baik, maka setiap manusia akan sulit dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. gejala, yang akan berkelanjutan pada organ target, seperti stroke (untuk otak),

BAB I PENDAHULUAN. gejala, yang akan berkelanjutan pada organ target, seperti stroke (untuk otak), BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala, yang akan berkelanjutan pada organ target, seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung koroner

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. WHO (2006) menyatakan terdapat lebih dari 200 juta orang dengan Diabetes

I. PENDAHULUAN. WHO (2006) menyatakan terdapat lebih dari 200 juta orang dengan Diabetes 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang WHO (2006) menyatakan terdapat lebih dari 200 juta orang dengan Diabetes Mellitus (DM) di dunia. Angka ini diprediksikan akan bertambah menjadi 333 juta orang pada tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi untuk keberhasilan pembangunan Bangsa Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan pembangunan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah Sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif

Lebih terperinci

BUKU LOG DAN BORANG PENILAIAN DIRI

BUKU LOG DAN BORANG PENILAIAN DIRI BUKU LOG DAN BORANG PENILAIAN DIRI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN ( P2KB ) Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ( PERKI ) PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS

Lebih terperinci

BAB II RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA BRAYAN. dengan Type Madya.Kapasitas Rawat Inap 270 Bed. Sakit Martha Friska Brayan adalah sebagai berikut :

BAB II RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA BRAYAN. dengan Type Madya.Kapasitas Rawat Inap 270 Bed. Sakit Martha Friska Brayan adalah sebagai berikut : BAB II RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA BRAYAN A. Sejarah Ringkas Rumah Sakit Martha Friska berdiri sejak tanggal 2 Maret 1981 beralamat di jalan Komodor Laut Yos Sudarso No. 91 Medan, Sumatera Utara.Dengan status

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA Instansi Visi Misi Tujuan Tugas Fungsi : RS Jiwa Menur : RS Jiwa kelas A pendidikan dengan pelayanan prima : 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa subspesialistik yang prima paripurna serta pelayanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu unsur kesejahteraan dan hak asasi manusia adalah kesehatan. Kesehatan merupakan salah satu aspek yang harus dipenuhi karena termasuk kebutuhan pokok manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sakit dalam bahasa inggris disebut hospital. Kata hospital berasal dalam

BAB I PENDAHULUAN. sakit dalam bahasa inggris disebut hospital. Kata hospital berasal dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Schulz R. And Jonshon A.C tahun 1976 Pengertian Rumah sakit dalam bahasa inggris disebut hospital. Kata hospital berasal dalam bahasa latin yang berarti tamu.

Lebih terperinci

BUPATI BENER MERIAH RANCANGAN QANUN KABUPATEN BENER MERIAH NOMOR TAHUN 2017 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN

BUPATI BENER MERIAH RANCANGAN QANUN KABUPATEN BENER MERIAH NOMOR TAHUN 2017 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN BUPATI BENER MERIAH RANCANGAN QANUN KABUPATEN BENER MERIAH NOMOR TAHUN 2017 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI BENER MERIAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem pelayanan perawatan kesehatan berubah dengan cepat sesuai dengan perubahan kebutuhan kesehatan masyarakat dan harapan-harapannya. Seiring dengan perkembangan

Lebih terperinci

FETAL DISTRES FAKULTAS. Oleh : J

FETAL DISTRES FAKULTAS. Oleh : J KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI POST OPERASI SECTIO CAESAREA KARENAA FETAL DISTRES DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Oleh : LIA FERONIKA WATI J 100 060 017 Diajukan guna melengkapi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lokasi yang berbeda menginformasikan bahwa terdapat hubungan yang. pada anak akan diikuti oleh gangguan perkembangannya.

BAB I PENDAHULUAN. lokasi yang berbeda menginformasikan bahwa terdapat hubungan yang. pada anak akan diikuti oleh gangguan perkembangannya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak sebagai harapan bangsa merupakan sebuah aset yang membutuhkan pemantauan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam siklus daur kehidupan tahapan tumbuh kembang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dewasa ini kesehatan semakin menjadi perhatian luas diseluruh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dewasa ini kesehatan semakin menjadi perhatian luas diseluruh BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini kesehatan semakin menjadi perhatian luas diseluruh dunia, Kesehatan yang baik merupakan suatu kondisi dimana terbebas dari suatu penyakit. Di Indonesia mengadakan

Lebih terperinci

Bedah Buku Novel Filsafat. Dunia Sophie. Jostein Gaarder. Sisi Lain Belajar Filsafat. Democritus & Takdir

Bedah Buku Novel Filsafat. Dunia Sophie. Jostein Gaarder. Sisi Lain Belajar Filsafat. Democritus & Takdir Bedah Buku Novel Filsafat Dunia Sophie Jostein Gaarder Sisi Lain Belajar Filsafat Democritus & Takdir Democritus 460 370 SM mainan yang paling cerdik di dunia Filsafat Ilmu Filsafat Ilmu LEGO Lego mainan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan sarana pelayan kesehatan yang dapat meng-cover. berbagai masalah kesehatan. Pembangunan kesehatan bertujuan

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan sarana pelayan kesehatan yang dapat meng-cover. berbagai masalah kesehatan. Pembangunan kesehatan bertujuan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya pembangunan kesehatan masyarakat saat ini, diperlukan sarana pelayan kesehatan yang dapat meng-cover berbagai masalah kesehatan. Pembangunan kesehatan bertujuan

Lebih terperinci

Sumbangsih kedokteran Islam terhadap Urologi

Sumbangsih kedokteran Islam terhadap Urologi Sumbangsih kedokteran Islam terhadap Urologi Kedokteran Islam di era kekhalifahan telah memberi begitu banyak sumbangsih bagi pengembangan dunia kedokteran modern. Sejarah mencatat, salah satu kontribusi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyakit serta pemulihan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok. pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

BAB I PENDAHULUAN. penyakit serta pemulihan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok. pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. spesialis, subspesialis yang mempunyai fungsi utama yang menyediakan dan. efektif, sehingga masyarakat tidak merasa di kecewakan.

BAB I PENDAHULUAN. spesialis, subspesialis yang mempunyai fungsi utama yang menyediakan dan. efektif, sehingga masyarakat tidak merasa di kecewakan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem Kesehatan Nasional merupakan bagian dari pembangunan Nasional yang di tunjukan untuk meningkatkan kecerdasan dan taraf kesehatan bangsa.dalam sistem kesehatan

Lebih terperinci