CITRA KVH SPECIALTY COFFEE SHOP DIMATA KONSUMEN
|
|
|
- Deddy Gunardi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JURNAL E-KOMUNIKASI PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA CITRA KVH SPECIALTY COFFEE SHOP DIMATA KONSUMEN Felicia Tjoanda, Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra Surabaya Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra perusahaan dimata konsumen. Citra KVH Specialty Coffee Shop diukur melalui 5 elemen citra, yaitu: Primary Impression, Familiarity, Perception, Preference, and Position. Elemen elemen yang ada dalam citra perusahaan turut berperan dalam menentukan penilaian konsumen terhadap citra perusahaan yang akhirnya membentuk citra perusahaan dimata konsumen Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Citra KVH Specialty Coffee Shop dimata konsumen memiliki citra yang positif dan elemen citra tertinggi terdapat pada elemen citra primary impression sedangkan elemen citra terendah yang membutuhkan perhatian terdapat pada elemen position. Kata Kunci: Citra Perusahaan, Konsumen Perusahaan, KVH Specialty Coffee Shop. Pendahuluan Seiring dengan perubahan zaman dan gaya hidup masyarakat, menikmati secangkir kopi di pagi hari merupakan bagian dari kebiasaan baru di kota-kota besar, salah satunya di kota Surabaya. Tidak hanya dikalangan orang tua saja namun masyarakat pada umumnya mulai menggemari salah satu minuman yang berkafein ini. Seperti yang dikemukakan oleh Joice, salah satu pecinta kopi sejak duduk dibangku SMA. Dalam sebulan, wanita yang kini berusia 23 tahun dapat berkunjung ke café minimal 4 kali. Jenis kopi favorit yang dipesannya juga beraneka ragam dari Latte, Cappuccino hingga Americano. Sama halnya dengan Bhram, pria yang kini berusia 39 tahun ini telah menikmati kopi sejak masih muda hingga sekarang. Diakuinya bahwa hampir setiap hari dia menikmati kopi buatan sendiri sedangkan mengunjungi café sekitar 5 hingga 6 kali dalam sebulan. Bhram lebih menyukai kopi yang dicampur dengan susu sehingga cappuccino merupakan minuman kopi favoritnya. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa kopi dinikmati oleh berbagai umur dan dari data yang didapat oleh peneliti, konsumsi Kopi di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Sebagian besar konsumen KVH Specialty Coffee Shop adalah kalangan menengah
2 keatas dan pada usia produktif yang sebagian besar telah bekerja. Hal ini diketahui dari hasil survey awal yang dilakukan oleh peneliti pada 30 pelanggan KVH Specialty Coffee Shop dengan memberikan pertanyaan melalui kuesioner, dan hasilnya diperoleh bahwa dari 30 pelanggan, sebagian besar memiliki usia antara tahun sebanyak 22 orang (73,33%), sebagian besar merupakan masyarakat menengah keatas yang dilihat dari tingkat pendapatan sebagian besar memiliki pendapatan > 5 juta sebanyak 21 orang (70,00%), serta sebagian besar telah bekerja sebagai wirausaha sebanyak 18 orang (60,00%). Sebagai pencetus Specialty Coffee Shop yang pertama di Surabaya, KVH Specialty Coffee Shop tidak hanya menyajikan kopi saja tapi juga menyajikan aneka menu hidangan yang tidak kalah dengan kopi yang membesarkan namanya. Hal ini membuat citra KVH Specialty Coffee Shop yang belum jelas arahnya menjadi pembahasan menarik untuk diteliti, sehingga peneliti akan meneliti citra dari KVH Specialty Coffee Shop yang ada dipikiran konsumen sehingga dapat menciptakan Specialty Coffee Shop yang baik di Surabaya. Selain berdasarkan data dan fenomena yang ditemukan, peneliti juga mempelajari beberapa jurnal dan penelitian terdahulu yang terkait dengan konsep citra dimata konsumen. Penelitian Paulina Sigit terhadap Citra XL Paska Krisis Pencurian Pulsa menunjukkan citra perusahaan harus dievaluasi secara berkala karena citra dimata publiknya bersifat dinamis. Selain itu pada jurnal M. Riordan, dkk yang berjudul Corporate Image: Employee reaction and implications for managing corporate social performance mengatakan bahwa Citra perusahaanadalah fungsi darisinyalorganisasiyangmenentukanpersepsiberbagai pihakmengenaitindakanorganisasi. Karenahubungan antara citra dengantindakanorganisasi, citra digambarkansebagai indikatorkinerjasosialorganisasi. Pembeda antara penelitian ini dengan Paulina Sigit pada evaluasi terhadap citra yang berkala, dikarenakan citra bersifat dinamis, serta penelitian tersebut untuk mengetahui citra pasca krisis yang terjadi. Sedangkan, penelitian yang di teliti oleh peneliti sekarang bertujuan untuk mengetahui citra dari KVH Specialty Coffee Shop di mata konsumen. Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Paulina Sigit dengan penelitian sekarang adalah pada fokus penelitian yang dibahas, dimana dalam penelitian Paulina Sigit lebih membahas evaluasi citra perusahaan melalui berita-berita di media massa, sedangkan dalam penelitian ini akan menilai citra KVH Specialty Coffee Shop di mata konsumen. Tinjauan Pustaka Definisi Citra dalam Public Relations Jefkins (1995, p.19) berpendapat bahwa citra perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan hanya citra atas produk dan pelayanannya. Sedangkan menurut Van Recom (1997) dalam Jessica dan Yohanes (2014), citra perusahaan merupakan hasil dari kepercayaan, gagasan, Jurnal e-komunikasi Hal. 2
3 perasaan, dan kesan seseorang terhadap perusahaan. Pendapat lain dikemukakan oleh M. Riordan, Gatewood, dan Bill (1997) yang mengemukakan bahwa citra perusahaan merupakan suatu fungsi dari sinyal organisasi yang menentukan persepsi dari stakeholder berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan perusahaan. Citra merupakan sebuah konsep utama yang harus dimengerti oleh seorang public relations. Public relations merupakan penyambung lidah atau perpanjangan perusahaan untuk menjalin hubungan dengan para publiknya. Anyone who aims at a better understanding of the organization must at least have knowledge of the way publics think about the organization (Vos, 2000, p. 14). Oleh karena itu, public relations dituntut untuk mengerti apa yang dipikirkan oleh para publik perusahaan. Ketika public relations mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh publik organisasi, mereka dapat menentukan langkah atau strategi yang harus dijalankan perusahaan dalam kaitannya dengan membangun hubungan pada para publik. M.F.Vos (2000, p.24) mendefinisikan citra korporat sebagai the image of the organization as it is experienced by the various publics. Definisi yang diberikan oleh Vos ini mengandung makna bahwa citra terbentuk dari apa yang dialami oleh publik mengenai organisasi. Semua yang dilakukan oleh perusahaan akan membentuk citra di mata publiknya, sehingga jika apa yang dilakukan negatif maka publik akan memberikan penilaian buruk pada perusahaan. Argenti (2006) juga menambahkan bahwa citra yang dilihat publik merupakan cerminan dari identitas organisasi yang berupa nama, logo produk, pelayanan, seragam dan halhal lain yang nampak dan menunjukkan kebijakan perusahaan. Proses Pembentukan Citra Citra perusahaan terbentuk dari impresi atau apa yang ditangkap oleh publik mengenai apa yang organisasi komunikasikan melalui logo, nama, visi dan misi perusahaan, layanan atau hal hal lain yang terlihat oleh publik. Impresi inilah yang membentuk sebuah pengalaman pada publik yang akan mempengaruhi perilaku publik terkait dengan organisasi. Citra korporat yang terbentuk akan mempengaruhi keputusan dan kebijakan perusahaan menyikapi hal itu (Vos, 2000). Bagan 1.Pembentukan Citra Personal Experience Indirect Experience Corporate image: Impression and evaluation in relation to the organization Sumber: Vos, 2000, p. 44 Behavioural intentions in relations to the organization Jurnal e-komunikasi Hal. 3
4 Vos (2000, p.110) berpendapat bahwa ada beberapa elemen dasar yang membentuk citra korporat, yaitu familiarity (keterkenalan), the characteristics that public attribute to it (karakteristik organisasi yang publik kaitkan), value assessment (penilaian), dan position (posisi organisasi dibandingkan dengan organisasi lain). Vos (2000, p.111) juga menambahkan dengan mengutip dari Blauw (1986), It is also important to know more about how well people actually know the organization and how they came to know it. Pernyataan Blauw ini menunjukkan bahwa sumber pembentuk opini publik juga perlu untuk diteliti untuk menghasilkan hasil yang sesuai. Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti ingin melihat bagaimana KVH Coffee Shop tersebut di citrakan oleh pengunjung. Setiap pernyataan yang dituliskan oleh pengunjung yang dipilih peneliti akan dikategorikan sesuai dengan lima elemen pengukuran citra yang diberikan oleh Vos (2000). Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah deskripsi citra KVH Coffee Shop dimata pengunjung. Tabel 1. Elemen Mengukur Citra No. Elemen Keterangan 1 Primary The Primary impression that people have of Impression the organization. 2 Familiarity The Familiarity with the organization and its activities. 3 Perception The characteristics, which are spontaneously attributed to the organization. The extent to which the respondents feel that various relevant characteristics are applicable. 4 Preference 5 Position The preference people have for each characteristic and the relative weight of the characteristics for the respondent. The position that is attributed to the organization in relation to other organizations. Sumber: Vos (2000, p. 122) Menurut Vos (2000), ada beberapa elemen dalam pengukuran citra, antara lain: 1. Primary Impression Kesan pertama yang dimiliki seseorang dari sebuah organisasi adalah dengan makna secara bebas yaitu, deskripsi singkat mengenai organisasi oleh seseorang menggunakan kata katanya sendiri. Hal ini menjadi sangat penting untuk waktu yang bersamaan, terutama saat menangkap gambaran utama atau kegiatan yang sering dilakukan oleh organisasi. Kesadaran terhadap suatu organisasi terhadap seseorang dapat dimunculkan ketika Jurnal e-komunikasi Hal. 4
5 mereka mendengar nama dari organisasi tersebut muncul. Maka dari itu, seseorang menunjukkan apa yang pertama kali mereka pikirkan ketika organisasi tersebut disebutkan. Reaksi pertama ini tidak menyediakan sebuah alasan pandangan dari karakteristik, dimana mereka pikir itu berlaku, tetapi ini memberikan indikasi penting terhadap aspek yang paling terkemuka untuk respon individu. 2. Familiarity Familiarity berhubungan dengan kesadaran dalam organisasi. Pengetahuan terhadap organisasi dapat melibatkan produk atau layanan, seseorang yang menjadi bagian dari hal tersebut dan aspek kebijakan. Siapa saja yang tidak memiliki pengetahuan terhadap organisasi tidak dapat menjawab pertanyaan mengenai produk, layanan ataupun kebijakan didalamnya. Bagaimanapun juga karakteristik dari responden ini menarik untuk tujuan kebijakan.dengan kata lain untuk dapat menginterpretasikan data dari penelitian, di butuhkan pengetahuan dasar seseorang terhadap gambaran organisasi: intensitas dan sifat keterlibatan. Jika seseorang memiliki pengetahuan langsung pada organisasi, dapat membentuk perbedaan kesimpulan yang tergambar (seperti beradaptasi dengan identitas) dibanding dalam suatu kasus yang berdasarkan hanya pada pengalaman tidak langsung (intensitas komunikasi). Semua ini tentu saja berhubungan dengan kelompok sasaran. 3. Perception Ketika mengingat karakteristik mana yang sesuai dengan suatu organisasi, salah satu karakteristik yang dimaksud yaitu inventaris yang dilakukan secara spontan (penelitian terdahulu). Ada beberapa variasi teknik dasar tidak beratribut yang tersedia, seperti metode klaster dan MDS. Untuk mengukur keberadaan dari variasi karakteristik mana yang ada, karakteristik ini harus di ambil dari penelitian terdahulu. Hanya karakteristik yang sesuai untuk kepentingan organisasi-lah yang dapat ditambahkan. Metode yang berguna untuk melakukan ini adalah diferensial semantik. Rata-rata dari tiap karakter (dan kemungkinan besar) dapat mendirikan, dan penting untuk membuat perbedaan diantara berbagai publik. MDS dapat menjadi pilihan yang tepat jika dibutuhkan analisis yang lebih mendetail. 4. Preference Selain pendapat mereka mengenai karakteristik, responden juga dapat ditanya mengenai pilihan mereka untuk setiap karakteristik dan pilihan terpenting mereka dari masing-masing karaktersitik. Definisi yang ideal dari responden juga dapat dipertimbangkan. 5. Position Posisi yang dikaitkan seseorang pada organisasi dalam hubungan ke organisasi yang lain seringkali juga dianggap penting. Karakteristik umum dapat diketahui antara perbandingan dari organisasi, terutama ketika karakteristik tersebut harus teridentifikasi memiliki elemen diskriminatif yang tinggi dalam hubungan terhadap pesaing atau organisasi yang sama Jurnal e-komunikasi Hal. 5
6 (Lohman, 1987). Data diferensial semantik dapat dianalisa menggunakan MDS; hasil ini dalam sebuah representasi spasial dari memposisikan organisasi yang berbeda. Selain persepsi, hal yang sesuai juga dapat terlihat. Hal yang terfavorit juga dapat dibandingkan; ini berhubungan terhadap penilaian dari organisasi secara keseluruhan, sebuah kesan secara menyeluruh. Mengenai perbandingan dengan organisasi yang bersaing atau organisasi yang digunakan untuk referensi, sebagai contoh, pengaruh gambaran dari sebuah cabang dimana organisasi dijalankan. Metode Konseptualisasi Penelitian Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah metode survei. Survei memungkinkan dilakukannya generalisasi suatu gejala social atau variable social tertentu kepada gejala social atau variable social dengan populasi yang lebih besar (Bungin, 2005, p.36). Survei dalam penelitian ini akan dilakukan terhadap sampel yang diambil dari konsumen KVH Specialty Coffee Shop, untuk mengetahui bagaimana citra KVH Specialty Coffee Shop dimata konsumen. Subjek Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah konsumen KVH Specialty Coffee Shop berupa masyarakat Surabaya pada tahun 2015 sebanyak (Badan Pusat Statistik, 2015). Sampel dari penelitian ini adalah 100 responden dari KVH Specialty Coffee Shop yang diambil dari konsumen KVH Specialty Coffee Shop. Metode dari pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2014, p.85). Analisis Data Citra masyarakat diukur dengan 5 komponen yang menunjuang struktur citra, yaitu Primary Impression, Familiarity, Perception, Preference, Position.Pengukurannya menggunakan skala Likert. Skala Likert banyak digunakan terutama untuk mengukur sikap, pendapat, atau persepsi seseorang tentang dirinya atau kelompoknya atau sekelompok orang yang berhubungan dengan suatu hal dengan kategori jawaban sebagai berikut (Silalahi, P ). Dalam mengolah jawaban responden, peneliti menggunakan skala Likert untuk mengukur citra KVH Specialty Coffee Shop dimata konsumen. Jurnal e-komunikasi Hal. 6
7 Temuan Data Total Respon Elemen Citra Keseluruhan Tabel 2. Total Respon Elemen Citra Keseluruhan Jawaban Frekuensi (orang yang memilih) Persentase (%) Sangat tidak setuju Tidak setuju Setuju Sangat setuju Total Sumber: Olahan Peneliti dalam SPSS Tabel 2. di atas menunjukkan hasil jawaban keseluruhan dari 100 responden atar 32 poin pertanyaan kuesioner. Tabel ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan Setuju dan Sangan Setuju terhadap pernyataan dari kuesioner citra KVH Specialty Coffee Shop dimata konsumen. Hasil ini ditunjukkan oleh jumlah 2062 pada jawaban Setuju dnegan persentase sebesar 62.5% dan 453 pada jawaban Sangat Setuju dengan persentase sebesar 13.73%. Dari 100 responden yang menjawab Tidak Setuju terdapat 739 jawaban dengan persentase sebesar 22.4% dan untuk Sangat Tidak Setuju hanya terdapat 45 jawaban dengan persentase sebesar 1.37% saja. Melalui hasil dari analisis jawaban secara keseluruhan ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar konsumen KVH Specialty Coffee Shop telah memiliki hasil citra yang baik terhadap citra perusahaan tersebut. Dengan begini juga dapat di tarik kesimpulan bahwa konsumen KVH Specialty Coffee Shop juga telah memiliki citra yang baik pada hampir keseluruhan elemen citra yang telah di tanyakan oleh peneliti. Hasil Total Respon Elemen Citra Keseluruhan Tabel 3. Hasil Total Respon Elemen Citra Keseluruhan Jawaban Frekuensi (orang yang memilih) Persentase (%) Negatif Positif Total Sumber: Olahan Peneliti dalam SPSS Tabel 3. di atas menunjukkan hasil jawaban keseluruhan dari 100 responden atar 32 poin pertanyaan kuesioner. Tabel ini menunjukkan bahwa Jurnal e-komunikasi Hal. 7
8 sebagian besar responden memiliki citra yang Positif terhadap pernyataan dari kuesioner citra KVH Specialty Coffee Shop dimata konsumen. Hasil ini ditunjukkan oleh jumlah 2512 Responden yang memiliki citra Positif dengan persentase sebesar 76.23% dan 784 pada citra Negatif dengan persentase sebesar 23.77%. Melalui hasil dari analisis jawaban secara keseluruhan ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar konsumen KVH Specialty Coffee Shop telah memiliki hasil citra yang Positif terhadap citra perusahaan tersebut. Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa konsumen KVH Specialty Coffee Shop juga telah memiliki citra positif pada hampir keseluruhan elemen citra yang telah di tanyakan oleh peneliti. Analisis dan Interpretasi Hasil lima elemen Citra (Primary Impression, Familiarity, Perception, Preference, Position) pada KVH Specialty Coffee Shop dimata konsumen Setelah dilakukan penelitian mengenai citra KVH Specialty Coffee Shop dimata konsumen dapat dihasilkan hasil citra sebagai berikut: Citra KVH Specialty Coffee Shop dimata Konsumen 76% 24% Positif Negatif Gambar 1. Diagram Lingkaran Hasil Total Respon Elemen Citra Keseluruhan Dari diagram diatas menunjukkan citra KVH Specialty Coffee Shop menunjukkan citra yang positif, terbukti dari 76% dari keseluruhan responden memiliki citra positif terhadap KVH Specialty Coffee Shop. Dan sisanya hanya 24% yang menunjukkan citra negatif. Jurnal e-komunikasi Hal. 8
9 Citra perusahaan terbentuk dari impresi atau apa yang ditangkap oleh publik mengenai apa yang organisasi komunikasikan melalui logo, nama, visi dan misi perusahaan, layanan atau hal hal lain yang terlihat oleh publik. Impresi inilah yang membentuk sebuah pengalaman pada publik yang akan mempengaruhi perilaku publik terkait dengan organisasi. Citra korporat yang terbentuk akan mempengaruhi keputusan dan kebijakan perusahaan menyikapi hal itu. Citra korporat didefinisikan sebagai the image of the organization as it is experienced by the various publics. Definisi yang diberikan oleh Vos ini mengandung makna bahwa citra terbentuk dari apa yang dialami oleh publik mengenai organisasi. Semua yang dilakukan oleh perusahaan akan membentuk citra di mata publiknya, sehingga jika apa yang dilakukan negatif maka publik akan memberikan penilaian buruk pada perusahaan. Adapun 5 elemen tersebut terdiri dari Primary Imression, Familiarity, Perception, Preference, dan Position. Gambar 2. Diagram Bagan Citra dimata Konsumen Lima Elemen Citra dimata Konsumen 21,00% 20,94% 20,50% 20,00% 19,50% 19,96% 19,91% 19,70% 19,49% 19,00% 18,50% Primary Impression Familiarity Perception Preference Position Gambar 2. Diagram Bagan Citra dimata Konsumen Hasil penelitian ini menemukan bahwa elemen citra terendah yang ada KVH Specialty Coffee Shop terletak pada aspek Position dengan memiliki presentase yang paling kecil diantara aspek yang lainnya, yaitu sebesar 19,49%. Setelah dilakukan analisis juga bahwa pada aspek Position yang menyebabkan aspek ini menjadi elemen citra terendah ada pada poin peryataan Saya lebih suka Layanan KVH Specialty Coffee Shop dibanding dengan Specialty Coffee Shop lainnya dan Saya suka dengan Logo KVH Specialty Coffee Shop dibanding dengan Specialty Coffee Shop lainnya. Dalam hal ini, konsumen masih seringkali memihak perusahaan lain akan kualitas yang sebanding atau tidak kalah dengan KVH Specialty Coffee Shop, dari hal tersebut juga dapat lihat KVH Specialty Coffee Shop kurang memiliki karakteristik yang mencolok apabila dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Jurnal e-komunikasi Hal. 9
10 Kemudian setelah itu terdapat elemen preference yang juga cukup perlu diperhatikan dengan memiliki persentase yaitu sebesar 19,70%. Elemen ini perlu diperhatikan karena ada beberapa poin pernyataan seperti pada poin Saya menganggap bahwa visi KVH Specialty Coffee Shopmemberikan semangat baru adalah berhasil dan Visi KVH Specialty Coffee Shopmenjadi tempat berbagi menikmati waktu dengan ditemani kopi berkualitas yang memiliki jawaban responden seperti tidak setuju. Elemen Perception yang memiliki persentase sebesar 19,91% bisa dibilang tidak termasuk dengan posisi rawan karena bila dibandingkan dengan Elemen Familiarity yang memiliki persentase sebesar 19,96% hanya berbeda 0,05%. Kemudian untuk aspek terakhir yang memiliki persentease tertinggi dibandingkan dengan aspek lainya yaitu sebesar 20,94% terdapat pada aspek Primary Impression. Kesan pertama menjadi sangat penting pagi perusahaan karena hal tersebut yang pertama kali bersentuhan dengan seseorang. Kesan pertama dari KVH Specialty Coffee Shop terbentuk, terutama saat konsumen mencoba menangkap gambaran seperti logo, nama, visi & misi, maupun produk atau kegiatan yang sedang dilakukan oleh perusahaan sepertil pelayanan yang diberikan KVH Specialty Coffee Shop. Sehingga hal tersebut terbukti ketika konsumen dapat menunjukkan apa yang pertama kali mereka pikirkan ketika KVH Specialty Coffee Shop disebutkan. Reaksi dari konsumen tidak memiliki alasan khusus terhadap KVH Specialty Coffee Shop, tetapi menjadi indikasi penting terhadap respon individu. Fungsi dan Tujuan dari citra adalah menciptakan citra yang positif tentang Organisasinya terhadap Publik bahwa instansi itu positif baik internal maupun eksternal. Citra dapat dikatakan positif dalam hal ini apabila memenuhi kelima unsur dari Elemen Citra yang telah dijabarkan. Selain itu citra yang positif merupakan cerminan dari hasil kerja perusahaan dalam membentuk citra positif yang di persepsikan kedalam publik sehingga publik dapat membentuk gambaran citra yang positif terhadap perusahaan. Public Relations merupakan bentuk pola relasi yang dibangun antar individu untuk membangun interaksi timbal balik sebagai upaya persuasi satu sama lain. Public Relations menjadi unsur penting dalam membangun citra diri, kelompok, organisasi atau perusahaan sekalipun. Public Relations menjadi fungsi komunikasi antarpersonal. Karena di sini melibatkan dua atau lebih individu yang saling berinteraksi. Peran penting seorang Public Relations bagi pembentukan Citra Perusahaan/Organisasi yaitu untuk memberikan pendapat-pendapat positif dari publik. Dalam hal ini, yang sering kita jumpai yaitu bagaimana seorang Public Relations menjalin hubungan baik dengan masyarakat internal maupun masyarakat eksternal. Agar citra positif tetap ada dalam organisasi. Kriyantono dalam bukunya Teori Public Relations barat dan lokal (2014 : 222) mengungkapkan perusahaan dituntut untuk melakukan manajemen krisis dengan baik, sehingga muara akhirnya dapat meningkatkan citra. Perusahaan tidak berbeda dengan seorang individu, yaitu seorang aktor dalam panggung pertunjukan kehidupan sosial dalam berbagai setting interaksi didepan Jurnal e-komunikasi Hal. 10
11 khalayaknya. Segala simbol seperti busana yang dipakai, seragam perusahaan, cara berjalan dan berbicara, desain dan interior kantor, dan web site perusahaan digunakan utuk presentasi diri agar mendapatkan kesan positif dari orang lain. Dalam konteks inilah Public Relations dituntut mengelola media komunikasinya utnuk memberitahukan wajah perusahaan kepada publiknya agar menimbulkan kesan positif. Mengelola media komunikasi merupakan bagian dari peran Public Relations untuk menerapkan strategi rekayasa komunikasi (communication engineering). Kemasan company profile yang menarik dapat mempengaruhi bagaimana penerimaan pesan oleh publik. Hal ini didukung pula oleh pemikitan Marshal McLuhan tentang The Medium is the Message. Mediumnya (kemasan fisik company profile) saja merupakan pesan yang bisa membentuk citra positif perusahaan (p. 223). Simpulan Setelah melakukan penelitian di KVH Specialty Coffee Shop mengenai citra perusahaan, akhirnya peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil dari citra perusahaan menunjukkan citra positif dari responden KVH Specialty Coffee Shop. Hal tersebut terbukti dari 76% dari keseluruhan responden memiliki citra positif terhadap KVH Specialty Coffee Shop. Citra positif yang dimaksudkan disini adalah semua elemen citra yang ada dalam KVH Specialty Coffee Shop yaitu Primary Impression, Familiarity, Perception, Preference, dan Position.Hal ini juga ditunjukkan dari analisis teori pada lima elemen citra perusahan yang dijadikan alat ukur untuk mengukur citra perusahaan dimata konsumen ini terjawab dengan sebagian besar konsumen yang lebih banyak memilih jawaban Setuju dan Sangat Setuju pada kelima elemen tersebut. Sehingga penilaian citra dari kelima elemen tersebut menunjukkan hasil citra yang positif. Walaupun hampir secara keseluruhan konsumen KVH Specialty Coffee Shop telah setuju dengan citra KVH Specialty Coffee Shop yang baik, tetapi masih terdapat beberapa konsumen yang merasa citra KVH Specialty Coffee Shop belum cukup baik dengan beberapa elemen citra yang dijadikan alat ukur citra perusahaan tersebut. Hal ini terbukti dari analisis pada 5 aspek utama yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan pengukuran. Untuk Position dalam elemen citra ini bisa dikatakan masih memerlukan perhatian lebih karena memiliki hasil yang sedikit lebih rendahdibandingkan elemen lainnya.isi kuesioner position dalam hal ini, KVH Specialty Coffee Shop dibandingkan dengan perusahaan lain, sehingga ketika peneliti mewawancarai responden, hasil yang didapat berupa jawaban Tidak Setuju dari pernyataan kuesioner tersebut. Berdasarkan hasil penelitian di KVH Specialty Coffee Shop, peneliti memberikan rekomendasi pada perusahaan terkait lima elemen citra yakni Primary Impression, Familiarity, Perception, Preference, dan Position. Adapun rekomendasi ini dapat Jurnal e-komunikasi Hal. 11
12 menjadi saran bagi perbaikan, efektivitas, dan efisiensi perusahaan tersebut. Saran dari peneliti ini terdiri dari saran praktis dan saran akademis. Secara praktis, saran yang dapat diberikan peneliti kepada KVH Specialty Coffee Shop, khususnya untuk pemilik perusahaan yaitu diharapkan dapat lebih memperhatikan citra perusahaan yang terletak pada elemen Position.Hal ini dikarenakan setelah peneliti melakukan analisis secara menyeluruh menggunakan metode penelitian citra diketahui bahwa titik terendah yang ada pada perusahaan ini terletak pada elemen tersebut. Perusahaan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sehingga apabila dibandingkan dengan perusahaan lain, maka hal tersebut tidak menjadi nilai kurang dalam elemen citra. Untuk saran akademis, peneliti berharap agar pada penelitian selanjutnya dalam bidang sejenis, peneliti-peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lanjutan secara lebih mendalam mengenai hasil dari citra perusahaan dimata konsumen seperti menggunakan pendekatan atau metode penelitian yang berbeda dari yang telah digunakan oleh peneliti. Peneliti sangat berharap saran dan masukan yang telah diberikan peneliti ini sangat membantu perusahaan dalam membenahi kekurangan citra yang ada di dalam perusahaan. Peneliti merasa bila dalam suatu perusahaan tercipta citra yang baik dimata konsumen akan memberikan dampak yang positif pada citra perusahaan sehingga dapat membantu kelancaran kerja dan tercapainya target perusahaan pula. Daftar Referensi Ghozali, Imam. (2002). Aplikasi analisis multivariat dengan program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Kasali, Rhenald. (1994). Manajemen Public Relations: Konsep Dan Aplikasinya Di Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. Kriyantono, Rachmat. (2006). Teori Public Relaions Barat dan Lokal:Aplikasi Penelitian dan Praktik. Jakarta: Kencana. Jefkins, Frank. (1995). Public Relations. Jakarta: Erlangga. Rakhmat, Jalaluddin. (2009). Metode penelitian komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Vos, M. F. (2000). The Corporate Image Concept: A Strategic Approach. Utrecht: Lemma. Jurnal e-komunikasi Hal. 12
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, begitu banyak penggunaan pestisida maupun bahan pengawet yang akhirnya membuat banyak produk-produk yang tadinya memiliki kandungan gizi yang baik, kini
BAB 1 PENDAHULUAN. komunikasi tersebut dilakukan, yaitu konteks komunikasi antarpribadi,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peran komunikasi sangat penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan fungsi komunikasi yang bersifat: persuasif, edukatif dan informatif. Komunikasi
Teknik Reportase dan Wawancara
Modul ke: 01Fakultas FIKOM Teknik Reportase dan Wawancara Media Dan Humas (Pengantar Teknik Reportase dan Wawancara) Mintocaroko. S.Sos. Program Studi HUMAS Latar Belakang Public Relations merupakan salah
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh program CSR Surabaya Heritage Track terhadap corporate image PT HM Sampoerna Tbk pada penumpang Surabaya Heritage
NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar Sarjana S-1 Ilmu Komunikasi DESY INTAN PERMATASARI L
STUDI KORELASI MENGENAI PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN JASA DENGAN CITRA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KAB. SRAGEN PERIODE MARET TAHUN 2012 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA HOTEL MELATI DI KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG YANDRA
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA HOTEL MELATI DI KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG YANDRA PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERHOTELAN JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG Wisuda
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. 36 Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe atau sifat dari penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi, media juga bertransformasi menjadi salah satu sumber informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Melihat fenomena tersebut sebagai
BAB I PENDAHULUAN. program-program perusahaan. Dengan adanya Public Relations perusahaanperusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan Public Relations saat ini sudah semakin maju, keberadaannya bagi sebuah perusahaan sangat diperlukan dalam menjalankan program-program perusahaan.
BAB 1 PENDAHULUAN. dapat memberikan persepsi kepada masyarakat atau publik. Pemahaman dari suatu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Citra untuk suatu perusahaan atau organisasi adalah hal yang penting, karena dapat memberikan persepsi kepada masyarakat atau publik. Pemahaman dari suatu informasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dimana metode ini bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang faktafakta
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dewasa ini untuk menciptakan kerja sama, dimana orang-orangnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Public relations atau humas merupakan suatu kebutuhan dalam masyarakat dewasa ini untuk menciptakan kerja sama, dimana orang-orangnya bergerak di dalam berbagai
BAB I PENDAHULUAN. memperoleh penilaian baik dari masyarakat atau public image. Keinginan itu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mencapai tujuannya, manusia berupaya membentuk citra yang memperoleh penilaian baik dari masyarakat atau public image. Keinginan itu juga berlaku untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap perusahaan atau organisasi membutuhkan peran public relations untuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap perusahaan atau organisasi membutuhkan peran public relations untuk menyampaikan pesan kepada pihak terkait dan membentuk citra dan opini yang baik agar perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN. Fungsi dan praktik Public Relation (PR) perkembangannya memang tidak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fungsi dan praktik Public Relation (PR) perkembangannya memang tidak terlampau pesat di Indonesia. Tetapi secara bertahap, fungsi dan peranan PR mulai diterapkan pada
PERSEPSI MAHASIWA TERHADAP IKLAN LUX VERSI BANDAR UDARA ATIQAH HASIHOLAN. Ayu Maiza Faradiba. Universitas Paramadina
PERSEPSI MAHASIWA TERHADAP IKLAN LUX VERSI BANDAR UDARA ATIQAH HASIHOLAN Ayu Maiza Faradiba Universitas Paramadina ABSTRAK Tujuan Penelitian: untuk mengetahui sejauh mana persepsi mahasiswa Universitas
3.1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Akibat perkembangan jaman dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, membuat gaya hidup seseorang untuk mencari suatu hiburan menjadi berubah. Waktu mereka habis hanya untuk bekerja dan belajar sehingga
70% kegiatan komunikasi PR adalah menulis sisanya kegiatan komunikasi lainnya. (Wisaksono Noeradi pakar PR senior)
70% kegiatan komunikasi PR adalah menulis sisanya kegiatan komunikasi lainnya. (Wisaksono Noeradi pakar PR senior) Media komunikasi bisa menggunakan media cetak, audio visual atau pun internet. Menulis
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. kuantitatif dan R&D (2009:205) Objek Penelitiian yaitu Sebelum peneliti
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Menurut Prof. Dr. Sugiono dalam buku Metode Penelitiian kualitatif kuantitatif dan R&D (2009:205) Objek Penelitiian yaitu Sebelum peneliti memilih
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam membahas efektivitas komunikasi XL Twitter, peneliti
45 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Dalam membahas efektivitas komunikasi XL Twitter, peneliti menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitaif. Isaac dan Michael dalam
Hubungan antara Terpaan Publisitas dan Faktor Demografis. dengan Dukungan Masyarakat pada Kegiatan City Branding Jepara
Hubungan antara Terpaan Publisitas dan Faktor Demografis dengan Dukungan Masyarakat pada Kegiatan City Branding Jepara Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata I Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan, mereka adalah komunitas, konsumen, pemerintah dan pers.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Didalam menjalankan strategi komunikasi sangat tergantung dari faktor pendukung yang berada dibelakangnya, yaitu publik internal yang terdiri dari karyawan, pemegang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman di era ini sangat pesat. Interaksi masyarakat dan cara sosialisasi kini telah berbeda. Dahulu masyarakat mendapatkan informasi melalui berita koran,
HAND OUT PERKULIAHAN. Kelompok Mata Kuliah : M P B Nama Mata kuliah : Hubungan Internal dan Eksternal
HAND OUT PERKULIAHAN Kelompok Mata Kuliah : M P B Nama Mata kuliah : Hubungan Internal dan Eksternal Pertemuan : II (Dua) Topik/Pokok Bahasan : Hubungan Internal Pokok-Pokok Perkuliahan : Pengertian Hubungan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Teori umum membantu peneliti menerangkan fenomena sosial atau fenomena alami yang menjadi pusat perhatiannya. Teori adalah himpunan konsep, definisi, dan proposisi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
59 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif yaitu bertujuan untuk menjelaskan, meringankan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel
MODUL ENAM KERJANYA OPINI PUBLIK
MODUL ENAM KERJANYA OPINI PUBLIK Opini publik bekerja dalam konteks sebagai berikut: 1. Membentuk Citra Baru 2. Mempertahankan Citra yang Sudah Terbangun 3. Memperbaiki Citra yang Terpuruk 4. Menguatkan
BAB I PENDAHULUAN. publik eksternalnya adalah mereka yang berada di luar bagian dari organisasi atau
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagian orang menganggap organisasi sebagai suatu objek yang menyenangkan dan menarik. Tujuan utama organisasi adalah untuk memahami organisasi dengan mendeskripsikan
BAB I PENDAHULUAN. konsumen, yaitu pada bagian sales product. Bagian ini terdiri dari beberapa divisi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Pemasaran suatu produk memerlukan beberapa aktivitas yang melibatkan berbagai sumber daya. Sebagai fenomena yang berkembang saat ini, dalam pemasaran terdapat suatu
BAB II LANDASAN TEORI. SUITES JAKARTA PERIODE JANUARI APRIL 2013, penulis
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Dalam penelitian yang berjudul ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PENCITRAAN INTERNAL THE BELLEZZA SUITES JAKARTA PERIODE JANUARI APRIL 2013, penulis menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, peran seorang Public Relations (PR) dalam sebuah organisasi atau perusahaan menjadi semakin penting. Menurut Cutlip (2009:6), PR adalah fungsi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tipe Penelitian Dalam penelitian Efektivitas BNI Forum Sebagai Media Internal dalam Penyampaian Informasi kepada Karyawan di PT BNI Pesero Tbk, penulis menggunakan tipe
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Harsono Suwardi (Prisgunanto, 2014) menyatakan bahwa dasar dari pemasaran adalah komunikasi. Pemasaran bisa menjadi begitu kuat jika dipadukan dengan komunikasi
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dieroleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Tanggapan responden terhadap strategi komunikasi public relations
PR Writing 2. Review about PR, Publicity
PR Writing 2. Review about PR, Publicity 27 February 2013 Prepared by: Vita Monica, S.Sos Faculty of Communications Petra Christian University Surabaya DefinisiPR menurutcutlip, Center, & Broom Public
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam dunia bisnis terutama di pasar Indonesia menjadi semakin kompetitif. Industri makanan dan minuman merupakan industri dengan tingkat persaingan yang
BAB I PENDAHULUAN. Logo berasal dari bahasa Yunani Logos yang berarti kata. Istilah logo
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Logo berasal dari bahasa Yunani Logos yang berarti kata. Istilah logo yang banyak di pakai saat ini mengacu pada kata logo dalam bahas Inggris, yang merupakan
BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambah pula aneka ragam kebutuhan barang dan jasa untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan ekonomi masyarakat yang semakin bertambah berdampak pada semakin bertambah pula aneka ragam kebutuhan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
BAB II KERANGKA TEORI
BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Landasan Teori Landasan teori merupakan dasar-dasar teori dari berbagai penjelasan para ahli yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pengkajian terhadap fenomena ataupun
BAB I PENDAHULUAN. PT. Globalindo 21 Express atau yang lebih familiar disebut PT. 21 Express ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai perusahaan penyedia layanan jasa pengiriman paket dan dokumen, PT. Globalindo 21 Express atau yang lebih familiar disebut PT. 21 Express ini memiliki banyak
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejarah dikenal sebagai salah satu cabang ilmu yang mempelajari peristiwa pada masa lampau untuk kemudian diaplikasikan pada masa kini bahkan diproyeksikan untuk
BAB I PENDAHULUAN. penting bagi kehidupan manusia. Sebab tanpa adanya komunikasi tidak mungkin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hubungan Masyarakat (humas) merupakan bentuk kegiatan dan sekaligus suatu proses komunikasi. Proses komunikasi dalam kegiatan humas merupakan hal yang penting bagi
Integrated Marketing Communication. Modul ke: 10FIKOM. Public Relation. Dra. Tri Diah Cahyowati, Msi. Fakultas. Program Studi Marcomm & Advertising
Modul ke: Integrated Marketing Communication Public Relation Fakultas 10FIKOM Dra. Tri Diah Cahyowati, Msi. Program Studi Marcomm & Advertising Definisi Public Relation menurut James Grunig dan Todd Hunt,
BAB I PENDAHULUAN. yang lainnya akan berbeda dalam bentuk strukturalisasi manajemen dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam setiap manajemen dan organisasi atau perusahaan yang satu dengan yang lainnya akan berbeda dalam bentuk strukturalisasi manajemen dan operasional usaha
METODE PENELITIAN. deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Menurut Nazir (2013) metode penelitian
III. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Menurut Nazir (2013) metode penelitian deskriptif adalah suatu
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
101 BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1 Simpulan Pada penelitian yang telah dilakukan, pemberitaan mengenai PDAM Surya Sembada Surabaya di Jawa Pos memiliki citra yang positif. Dalam setiap pemberitaan memungkinkan
BAB III LANDASAN TEORI. dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman yang biasa kita sebut link. Secara
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Website Website adalah kumpulan halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar, animasi, suara, yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dewi Kurniawati, Suharyono, Andriani Kusumawati (2014)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu 2.1.1. Dewi Kurniawati, Suharyono, Andriani Kusumawati (2014) Sejumlah penelitian terkait kualitas produk telah dilakukan sebelumnya. Salah satunya adalah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Pada hakikatnya manusia membutuhkan sebuah media massa untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Pada hakikatnya manusia membutuhkan sebuah media massa untuk mendapatkan informasi terkini, wawasan maupun hiburan. Media massa sendiri dalam kajian komunikasi
BAB I PENDAHULUAN. harus dipenuhi, seperti kebutuhan untuk mengetahui berita tentang dunia fashion,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, bahkan kita tidak akan pernah terlepas dari media. Seiring dengan perkembangan peradaban
1. Program CSR Kampung Sehat oleh PT. Petrokimia Gresik telah. 2. Citra perusahaan PT. Petrokimia Gresik adalah positif di mata
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh mengenai hubungan program CSR Kampung Sehat dengan citra perusahaan PT. Petrokimia Gresik, peneliti mengambil kesimpulan
Frietz Calvin Madayanto / Ike Devi Sulistyaningtyas
CITRA PT. PLN DALAM PEMBERITAAN KRISIS LISTRIK SUMATERA UTARA DAN SEKITARNYA (Analisis Isi Pemberitaan Surat Kabar Harian Nasional Periode September 2013-April 2014) ABSTRAK Frietz Calvin Madayanto / Ike
KONSEP DASAR PENGOLAHAN CITRA
KONSEP DASAR PENGOLAHAN CITRA Rizky Nugraha Program studi Teknik Informatika, Universitas BSI Bandung. Email : [email protected] Abstrak Pengolahan citra digital (Digital Image Processing) adalah
BAB 1 PENDAHULUAN. Sektor pariwisata merupakan usaha yang paling menguntungkan dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pariwisata merupakan usaha yang paling menguntungkan dalam menghasilkan devisa negara. Pariwisata merupakan sektor yang potensial yang harus dikembangkan serta
Sikap Pemirsa Iklan TV Tropicana Slim di Surabaya Versi Dion Wiyoko
JURNAL E-KOMUNIKASI PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA Sikap Pemirsa Iklan TV Tropicana Slim di Surabaya Versi Dion Wiyoko Tan Ellyana Wijaya, Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas
LOYALITAS KONSUMEN KEDAI KOPI DI SURABAYA (Studi Deskriptif Loyalitas Konsumen Coffee Toffee di Surabaya)
LOYALITAS KONSUMEN KEDAI KOPI DI SURABAYA (Studi Deskriptif Loyalitas Konsumen Coffee Toffee di Surabaya) Oleh : Rosita Dewi Anggraeni (071015055) BC Email : [email protected] ABSTRAK Tujuan penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan adalah memiliki citra
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan adalah memiliki citra (image) yang baik di semua aspek yang terkait atau berhubungan dengan organisasi atau
Representasi Logo Herbalife sebagai Simbol Kesehatan
Prosiding Hubungan Masyarakat ISSN: 2460-6510 Representasi Logo Herbalife sebagai Simbol Kesehatan Augusto Ardy Anggoro Bidang Kajian Public Relations, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Citra BOSHE VVIP CLUB di Kalangan Mahasiswa FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Citra BOSHE VVIP CLUB di Kalangan Mahasiswa FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta Novera Astya Devi/Dr. G. Arum Yudarwati Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
PENGARUH GAYA KOMUNIKASI CENTER DIRECTOR TERHADAP KEPUASAN KOMUNIKASI KARYAWAN MALANG TOWN SQUARE
JURNAL E-KOMUNIKASI PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA PENGARUH GAYA KOMUNIKASI CENTER DIRECTOR TERHADAP KEPUASAN KOMUNIKASI KARYAWAN MALANG TOWN SQUARE Winda Puspasari,
BAB 1 PENDAHULUAN. sosial. Pendek kata, komunikasi adalah bagian dimensi sosial yang khusus membahas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan bagian dari pola interaksi unsur-unsur dalam sistem sosial. Pendek kata, komunikasi adalah bagian dimensi sosial yang khusus membahas pola
BAB V PENUTUP. mengetahui hubungan antara variabel Atribut Produk dan Motif Hedonic terhadap
BAB V PENUTUP Bab ini merupakan kesimpulan dari hasil yang telah disajikan pada bab sebelumnya. Bab ini juga berisikan keterbatasan penelitian dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini
PENDAPAT MAHASISWA TENTANG PENGGUNAAN HERJUNOT ALI SEBAGAI CELEBRITY ENDORSER DALAM IKLAN TVC NU GREEN TEA MADU VERSI HAUS BANDEL
PENDAPAT MAHASISWA TENTANG PENGGUNAAN HERJUNOT ALI SEBAGAI CELEBRITY ENDORSER DALAM IKLAN TVC NU GREEN TEA MADU VERSI HAUS BANDEL (Survey kepada Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina angkatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Guna mengetahui sejauhmana pengaruh efektivitas sosial media Twitter terhadap pemenuhan kebutuhan informasi publik eksternal, peneliti menggunakan tipe
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersikap kuantitatif. Dimana peneliti hanya menggambarkan,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Sifat Penelitian Penelitian ini bersikap kuantitatif. Dimana peneliti hanya menggambarkan, menjelaskan atau meringkaskan berbagai kondisi, situasi, fenomena atau berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak dahulu hingga sekarang, musik menjadi sesuatu yang universal, sesuatu yang dikenal luas oleh masyarakat di seluruh dunia. Sepanjang sejarah peradaban manusia,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Eksistensi BUMN pada era ini tentunya harus dipertahankan agar nantinya instansi BUMN dapat memberikan produktivitas yang baik dan dapat bersaing dengan instansi swasta yang
VI PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN
VI PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN Menurut Engel, et al (1995), proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen terdiri dari lima tahapan, yaitu (1) pengenalan kebutuhan, (2) pencarian informasi, (3)
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di negara manapun di dunia ini termasuk di Indonesia apabila perekonomian bangsa dikelola secara jujur, adil dan profesional, maka pertumbuhan ekonomi akan
BAB I PENDAHULUAN. digunakan hampir dalam setiap aspek kehidupan manusia. Komunikasi. mengandung makna bersama-sama (common). Istilah komunikasi atau
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Ilmu komunikasi semakin berkembang dari waktu ke waktu dan digunakan hampir dalam setiap aspek kehidupan manusia. Komunikasi mengandung makna bersama-sama
EKSTERNAL PUBLIC RELATIONS
EKSTERNAL PUBLIC RELATIONS DAN CITRA PERUSAHAAN (Studi korelasional tentang Pengaruh Eksternal Public Relations dalam Meningkatkan Citra Perusahaan di Kalangan Nasabah Bank Sumut Cabang Marendal Kota Medan)
BAB 3 METODE PENELITIAN. Menurut Anwar (2011:13), Desain penelitian deskriptif adalah desain
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan suatu proses yang dilakukan untuk memberikan petunjuk atau arahan yang sistematis kepada peneliti. Desain pada penelitian ini adalah
Studi Deskriptif Tentang Kegiatan Humas Pemerintah Terhadap Citra Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara
Studi Deskriptif Tentang Kegiatan Humas Pemerintah Terhadap Citra Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara Sihar Pangondian Lumbantobing 090922006 Abstrak Jenis penelitian adalah jenis
BAB III METODE PENELITIAN. Alokasi waktu penelitian tentang persepsi mahasiswa IAIN Palangka
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Alokasi waktu penelitian tentang persepsi mahasiswa IAIN Palangka Raya terhadap peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Tengah (KPID
1 PENDAHULUAN. Latar belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar belakang Di Indonesia, kopi menjadi komoditas perkebunan yang sangat digemari oleh penduduk. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan konsumsi kopi di Indonesia secara keseluruhan.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, karena segala aktivitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, karena segala aktivitas yang manusia lakukan seperti di rumah, di sekolah, di tempat kerja, dan sebagainya, pastilah
BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring trend gaya hidup masyarakat sekarang ini, industri kafe dan restoran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring trend gaya hidup masyarakat sekarang ini, industri kafe dan restoran di Indonesia semakin meningkat pesat. Sekjend Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia
Opini Anggota UKM Mengenai Aktivitas Corporate Social Responsibility Pembinaan UKM PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Jawa Timur
JURNAL E-KOMUNIKASI PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA Opini Anggota UKM Mengenai Aktivitas Corporate Social Responsibility Pembinaan UKM PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam zaman moderenisasi sekarang ini dunia bisnis terus berjalan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam zaman moderenisasi sekarang ini dunia bisnis terus berjalan, kebutuhan akan suatu produk akan beragam dan terus berkembang seiring perubahan zaman. Persaingan
BAB 3 METODE PENELITIAN. Metode penelitian menurut Soetrisno Hadi adalah studi yang membicarakan
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian menurut Soetrisno Hadi adalah studi yang membicarakan mengenai metode-metode ilmiah untuk melakukan suatu penelitian (Waluya, 2007:61). 3.1.1
KARAKTERISTIK, TUGAS, JENIS PEKERJAAN, PERANAN, RUANG LINGKUP, & fungsi PUBLIC RELATIONS. Kuliah ke-3.
KARAKTERISTIK, TUGAS, JENIS PEKERJAAN, PERANAN, RUANG LINGKUP, & fungsi PUBLIC RELATIONS Kuliah ke-3 1 The key words for PR Management function Planed Relationship Goodwill Understanding Acceptance Public
B A B III METODOLOGI PENELITIAN
B A B III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian Objek penelitian menurut Tatang M. Amirin (1995) adalah sifat atau keadaan dari sesuatu benda, orang, atau keadaan yang menjadi sasaran penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas metode penelitian, lokasi penelitian, populasi penelitian, sampel penelitian, definisi operasional, dan prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1.1.1 Variabel Penelitian Variabel Bebas Variabel bebas adalah 1ariable yang mempengaruhi 1ariable terikat baik yang pengaruhnya
Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN:
Prosiding Manajemen Komunikasi ISSN: 2460-6537 Hubungan Brand Image (Citra Merek) PT. Indorama Synthetics Tbk Dengan Keputusan Mahasiswa Memilih Institut Politeknik Enjinering Indorama Relations Brand
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh pemberitaan Ada Apa dengan Pizza di majalah Tempo edisi 5-11 September 2016 terhadap corporate image Pizza Hut,
BAB I PENDAHULUAN. untuk menjalankan berbagai aktivitas di dalamnya. Komunikasi tersebut
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada sebuah organisasi atau perusahaan, komunikasi merupakan kunci untuk menjalankan berbagai aktivitas di dalamnya. Komunikasi tersebut digunakan untuk menjalin
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel penelitian dan Definisi Operasional
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu ingin mengetahui strategi humas Departemen Agama dalam mengkampanyekan penyelenggaraan ibadah haji untuk meningkatkan
Iklim Komunikasi Organisasi di Hotel Savana Malang
JURNAL E-KOMUNIKASI PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA Iklim Komunikasi Organisasi di Hotel Savana Malang Andy Santoso, Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra Surabaya
BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Kedai kopi merupakan hal yang tidak asing lagi di telinga masyarakat saat ini di Indonesia. Banyak dari masyarakat Indonesia yang lebih memilih menikmati kopi di kedai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kopi merupakan minuman yang diolah dari biji kopi yang telah dipanggang atau dibakar terlebih dahulu. Minuman ini dapat disajikan dingin maupun panas. Hingga
