Entrepreneurship and Inovation Management

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Entrepreneurship and Inovation Management"

Transkripsi

1 Modul ke: 06 Fakultas Ekonomi Entrepreneurship and Inovation Management PENGEMBANGAN IDE BISNIS DAN KESEMPATAN DALAM MENCAIR PELUANG BISNIS + CANVAS METHOD Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM Program Studi Paska Sarjana

2 . Rencana Kuliah 2. Pengertian entrepreneurship 3. Karakteristik entrepreneur Time-line: U T S. Pengertian resiko dan macam-macam resiko 2. Risiko dan analisis risiko usaha 3. Antisipasi risiko 4. Evaluasi terhadap risiko. Creativity and Entrepreneur 2. Innovation and Entrepreneur. Tantangan Entrepreneur di awal pertumbuhan, kemajuan, dan kemunduran UTS Entrepreneur Profile 2. Sifat Entrepreneur 3. Entrepreneur Vs Manager. Kesempatan bisnis keluarga 2. Kesempatan Franchise 3. Kesempatan Membeli bisnis yang sudah ada 4. Quiz. Searching Process 2. Kesempatan dalam mencari peluang berbagai industri 3. Model membangun ide bisnis (model kaplan) 4. Quiz/Tugas

3 . Munculnya Peluang 2. Pemberdayaan Peluang Konsep & Teori

4 4 PELUANG Disekitar kita terdapat banyak sekali peluang. Bagi seseorang yang mempunyai kepekaan, kreatifitas, inovasi, serta keberanian dalam mengambil resiko, setiap aspek kehidupan menimbulkan peluang.

5 MUNCULNYA PELUANG Peluang muncul karena :. Masalah-masalah 2. Kebutuhan-kebutuhan 3. Keinginan-keinginan 4. Karena diciptakan 5

6 . PELUANG MUNCUL DARI MASALAH Sebagian orang menganggap bahwa masalah adalah sesuatu yang : menyusahkan, merugikan, Menyengsarakan Memusingkan dan lain sebagainya 6

7 Sementara sebagian kecil orang yang berfikir lebih jernih dapat melihat bahwa di setiap masalah pasti ada penyelesaian. Bahkan jika kita mau hidup lebih baik, maka akan selalu berhadapan dengan lebih banyak lagi masalah. Masalah adalah kehidupan maka semakin banyak masalah yang diselesaikan hidup menjadi lebih hidup 7

8 Masalah dan Peluang masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan justru memberikan atau melahirkan banyak peluang usaha. Sebab semua masalah memerlukan solusi, alternatif pemecahan dan jalan keluar yang dapat memberikan nilai ekonomis bagi yang mampu menawarkannya sesuai kebutuhan yang ada. 8

9 2. PELUANG MUNCUL DARI KEBUTUHAN-KEBUTUHAN Dalam kehidupan setiap manusia wajib memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup, baik kebutuhan dasar maupun pengembangannya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut antara lain : Sandang Pangan Papan (Perumahan) Pendidikan Kesehatan dsb 9

10 Semua kebutuhan diatas memunculkan permintaan dan penawaran, maka melahirkan peluang-peluang untuk memenuhi permintaan. Dalam perkembangnya, kebutuhan manusia akan barang dan jasa meningkat dengan sangat dasyat baik dalam jenis komoditinya maupun jumlahnya. 0 Karena itu terdapat berjuta-juta peluang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut

11 3. PELUANG MUNCUL DARI KEINGINAN - KEINGINAN Manusia mempunyai keinginan tidak terbatas, baik pada jenis maupun jumlahnya. Karena itu peluang yang muncul dari keinginankeinginan manusia juga tak terbatas banyaknya. Jadi pada dasarnya peluang untuk membuka usaha sangat terbuka lebar.

12 4. PELUANG MUNCUL KARENA DICIPTAKAN Peluang muncul, bukan saja karena timbulnya masalah, kebutuhan dan keinginan baru, tetapi juga bisa muncul karena diciptakan. Seorang wirausahawan dicirikan dengan banyaknya pemikiran-pemikiran baru dan mencoba untuk mengimplementasikan hasil pemikirannya, sehingga bisa menciptakan nilai tambah dari setiap produk dan jasa yang dihasilkan. Jadi dalam proses penciptaan kreasi dan inovasi baru tersebut dapat menciptakan peluang-peluang usaha baru. 2

13 PEMBERDAYAAN PELUANG Masalahnya dalam pemberdayaaan peluang, :. Orang bodoh menyia-nyiakan peluang, 2. Orang pintar menunggu peluang, 3. Orang bijak mencari peluang 4. Orang yang pintar dan bijak akan menciptakan peluang. 3

14 KEBERUNTUNGAN (Peter F. Drucker) Keberuntungan adalah pertemuan antara persiapan dengan kesempatan (peluang) 4

15 Napoleon pernah berkata : Jangan beri kami jendral-jendral yang brillian, tapi beri kami jendral-jendral yang memiliki keberuntungan. Ini artinya, untuk mendapatkan kemenangan yang dibutuhkan adalah para jendral yang mampu mempertemukan antara kesiapan dengan peluang sehingga menjadi keberuntungan. 5

16 Kunci untuk mendapatkan beberuntungan : Melakukan sesuatu yang seharusnya (the right things), Pada saat yang tepat (at the right time) dan Dengan cara yang benar (in the right way). Sukai apa yang anda kerjakan dan kerjakan apa yang anda sukai. 6

17 PERSIAPAN-PERSIAPAN UNTUK MENANGKAP PELUANG. Menumbuhkan jiwa wirausaha 2. Menentukan ide bisnis yang anda minati 3. Melakukan studi kelayakan 4. Keberanian mengambil resiko 5. Bersedia me-manage usaha 6. Memiliki kecerdasan finansial 7

18 BERTINDAK MENANGKAP PELUANG Anda semua telah diberi dua anugerah yang luar biasa yaitu pikiran anda dan waktu anda. Terserah pada anda untuk melakukan apa yang anda senangi dengan keduanya. Anda dan masa depan anak-anak anda akan ditentukan oleh pilihan yang anda buat sekarang, bukan besok. Karena itu bertindaklah untuk menangkap peluang, mulai dari diri sendiri, dari sekarang dan dari yang terkecil. 8

19 Empat Langkah Besar Menjadi Entrepreneur Create your power of dream and power of mind (Mimpi, cita-cita dan visi yang jauh ke depan yang menjadi kekuatan penggerak untuk mewujudkannya. Power of mind adalah kekuatan pikiran, keyakinan anda) Take a decision and break it up manage your afraid of and do it now (Ambil keputusan, gunakan kekuatan untuk membongkar penghalang, kendalikan ketakutan, lakukan sekarang) Change your way of life, mindset, and paradigm (Rubah persepsi anda, berpikir positip, be the best for your self, gunakan Power of dream, rubah pesonality metamorfosis ) Be a SMART Entrepreneur (Strategic Thinker, Motivator, Ambisius high achiever, Risk manager, Totalitas target oriented )

20 Bagaimana SMART entrepreneur? S-trategic thinker and strong emotional attachment. M-otivator yang handal bagi diri sendiri atau team dan self leader. A-mbisius karena high achiever (tidak mengenal kata biasa saja dan puas begitu saja). R-isk manager, not just a risk taker. T-otalitas dalam bekerja dan target oriented yang penuh komitmen dan konsisten (80% hidup anda ada dipekerjaan, jadi cintailah pekerjaan atau bisnis anda agar tidak stres dan frustasi).

21 Kunci keberhasilan SMART entrepreneur (5 K)? Keberanian (yang SMART), keberanian seseorang ditentukan dengan kemampuannya untuk mengurangi rasa takutnya sendiri dan pikirannya. Ini cikal bakal skill of entrepreneurship dalam Risk Management. Kemampuan (Credibility), memiliki kemampuan: strategic concept, skill (selling, communication, negotiation, leadership, and personality), tactic, motivator, control (finance, cashflow, cost, flow, dll). Kreativitas (Creativity), memiliki kreativitas yang unggul. Kemampuan ini penting untuk bertahan, bersaing, menghindar hantaman persaingan, dan bertumbuh. Keteguhan Hati (Presistence), keteguhan hati pada visi, pendirian dan cita-citanya dalam meraih sukses. Tidak mundur dan tidak gentar. Keyakinan pada diri sendiri dan pikirannya ( power of mind ). Ulet unbreakable atau unstopable., Keteguhan hati tidak semata-mata hanya dilandasi dengan nilai uang (pengabdian, status, kebanggaan, ambisi ) Keberuntungan (Lucky), ini di luar kuasa kita, namun keberuntungan memiliki mata dan ia memilih orang yang benar-benar siap menerimanya. Hamparan rizki itu ada dan kita hanya perlu usaha menjemputnya.

22 Strategi Briliant Menjadi SMART Entrepreneur Change your mindset and paradigm about entrepreneur. Raihlah 50% kesuksesan awal dengan mengalahkan rasa takut dan mengubah arti kegagalan dalam persepsi anda. Asahlah kemampuan otak kanan dengan tiga pola pikir utama dalam menciptakan peluang emas:. Teori kesempurnaan dan isi, tetapi kosong kosong, tapi berisi. 2. Teori kreativitas berfikir (The Basic of Creativity Thinking). 3. The Innovation Theory. Temukan tiga tiga titik simpul benang merah bisnis emas anda. AKU (starting from your self, Personality Exploration) 2. BISNIS (seluk beluk bisnis, flow bisnis dan rantai bisnis) 3. PASAR (5C- Competition, Competitor, Customers, Change Driver, and Character) Putuskan untuk segera mengambil langkah awal bisnis yang spektaculer, It s time to change.

23 POLA PIKIR MENCIPTAKAN PELUANG EMAS Teori kesempurnaan dan Isi, tapi kosong, kosong, tapi berisi Kesempurnaan adalah Equillibrium Position (Balance) dari supply-demand. Produk akan menggeser permintaan pasar atau sebaliknya. Isi, tapi kosong: Saat pasar terisi, sebenarnya pasar itu memiliki kekosongan permintaan, karena dasarnya customer ingin sesuatu yang beda (segmented dan niche). Kosong, tapi Berisi: Pasar yang kosong menunjukkan bahwa tidak ada orang yang mampu memenuhi permintaan pasar. Contoh: Tidak ada orang yang mau membeli produk anda, di sini pasar piringan hitam -> Opini riset untuk Wolkman Sony ketika Akio Morita mengusulkan workman.

24 POLA PIKIR MENCIPTAKAN PELUANG EMAS The Basic of Creativity Thinking Opposite atau Think Differently : Posisikan diri anda berlawanan atau berbeda dengan yang lain, start from different position. The inovation theory : Start from (nothing, imposible, no way out, unbreakable, unafordable, uncomparable, undefeatable, etc) to be The result/ Target is: amazing, incredible, wonderfull, spectacular, sensational, wouw, it s crazy..etc Think more detail : Berfikirlah lebih detail dari yang lain atau biasanya. Be a perfection result : Berfikirlah bahwa apa yang ingin anda capai itu sempurna dan tidak mungkin terlampui oleh orang lain. It s must be any solution : apapun kesulitannya pasti ada jalan keluarnya, orientasi pada solusi. ( Gantilah kata tetapi dengan dan ; amati kesulitan anda dari luar/ penonton) Kesulitan dan inspirasi itu saling mengikatkan diri, satu di depan satu di belakang : selalu berfikir (mengapa?, kok bisa begitu?, Ah, tidak ada yang tidak mungkin!); Berfikir terbalik (posisikan sebagai anda sbg obyek, competitor, customer); Berfikirlah peraturan baru untuk menciptakan inspirasi. Knowledge only %, Imagination 99% : Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited, Imagination encircles the world Einstein; bagaimana agar terjadi?

25 Lean Startup Toolkits

26 Canvas 기존의 Problem 해결책 / 대안은? Solution Unique Value Proposition Unfair Advantage Customer Segments Key Metrics Channels Cost Structure Revenue Streams

27 기존의 Problem 해결책 / 대안은? Cost Structure Canvas Problems Adakebutuhan yg mendesak di: Key Metrics Unique Value Proposition - Moveable # 3 # 5 # 7 - Expert Design - Design; Material # -Easily installed -Technology Based # 2 - Production Cap. and treatment -Waktu -Lahan; Status -Biaya -Tenaga Kerja -Idea / Design -Force Majeur Cost Structures : 8 Solution 3 CKD (Complete Knocked Down) -Construction System Key Metrics 4 Creative simple design Green lowcost material # 4 Short Production Chain (efficient) Simple Construction System -type 2 : 52.5 juta rupiah 3 x 7 m 2 Unique Value Preposition 5 -Light -Variative Material -Attractive Design -Reasonable Cost Channels Revenue Streams Channel 6 Online Store; Kemitraan # 6 (partnership); # 8 # 9 -type 36 : 90 juta rupiah 6 x 6 atau 4 x 9 m 2 -Kayu sengon 2.5 juta /m 3 -Harga jual dg profit : % Type 2 : 68.5 jt -> 70 juta; Type 36 : 7 juta Unfair Advantage Advantages 7 -Green Technology Direct Selling Revenue Stream 9 Customer Segments Segments 2 - Masyarakat Urban -Pemerintah -Petani penggarap -Korban bencana -Terkait dg biaya prod. : target laku 00 unit utk per tahun Type 2 : 60% dari 00 unit = 60 x 70 juta = 4.2 Milyar Type 36 : 40% dari 00 unit = 40 x 7 juta = 4.68 Milyar -Modal : Type 2 : 52.5 jt x 60 unit = 3.5 Milyar; Type 36 : 90 jt x 40 unit = 3.6 Milyar; Total = 6.75 Milyar Hasil Penjualan = 8.88 Milyar; Untung = 2.3 Milyar

28 Problem & Solution Canvas 기존의 Solution 해결책 / 대안은? WOW Problems/Needs Respond/As-Is Customer Value Proposition Expectation /Should be Problem & Solution Canvas Equal to Analisis Business Qualitative Activities Reasons

29 Problem & Solution Canvas 기존의 Solution 해결책 / 대안은? WOW Value Proposition Problems/Needs Ketidakpuasan customer menyebabkan kerugian : Respond/As-Is # 3 # 2 - Design, material - Harga# mahal Kekurangan lahan/status Lahan Complete Knocked Down Property Expectation /Should be Customer Provider Value Customer Value Activities Reasons

30 Problem & Solution Canvas 기존의 Solution WOW 해결책 / 대안은? Value Proposition Problems/Needs Ketidakpuasan customer menyebabkan kerugian : - Design, material - Harga mahal Respond/As-Is 2 Kekurangan lahan/status Lahan Complete Knocked Down Property Expectation /Should be Customer Customer 2 -Masyarakat Urban -Petani Penggarap -Pemerintah -Korban Bencana -Mahasiswa Baru ITI Activities Reasons

31 Problem & Solution Canvas 기존의 Solution WOW 해결책 / 대안은? Value Proposition Problems/Needs Ketidakpuasan customer menyebabkan kerugian : - Design, material - Harga mahal Respond/As-Is 3 -Check Design 3 2 Kekurangan lahan/status Lahan Complete Knocked Down Property Respond / As is -Check Harga -Recalculating Harga -Sewa Lahan/Terapung Expectation / Should Be : 4 Expectation /Should be Customer Customer 2 -Masyarakat Urban -Petani Penggarap -Pemerintah -Korban Bencana -Mahasiswa Baru ITI 4 Customer satisfaction Longterm Life Cycle Easily Constructed Activities Reasons

32 Problem & Solution Canvas Solution 6 기존의 Solution 해결책 / 대안은? CKD - Design - Material choice - Production Capability - Construction System WOW Value Proposition Problems/Needs Ketidakpuasan customer menyebabkan kerugian : - Design, material Respond/As-Is 3 -Check Design 6 - Harga mahal 2 Kekurangan lahan/status Lahan Complete Knocked Down Property Respond / As is 3 -Check Harga -Recalculating Harga -Sewa Lahan/Terapung Expectation / Should Be : 4 Expectation /Should be 4 Customer satisfaction Longterm Life Cycle Easily Constructed Customer Customer 2 -Masyarakat Urban -Petani Penggarap -Pemerintah -Korban Bencana -Mahasiswa Baru ITI Activities Reasons 5 Moveable Easily Installed & Treatment Light, Reasonable 5 Cost Variative Material & Attractive Design Reasons

33 Problem & Solution Canvas Solution 6 기존의 Solution 해결책 / 대안은? CKD - Design - Material choice - Production Capability Activities 6 - Construction WOW System Value Prop. 7 Value Proposition - Moveable -Easily Installed & treatment -Light 7 -Reasonable cost -Variative Material Choice -Attractive Design Problems/Needs Ketidakpuasan customer menyebabkan kerugian : - Design, material - Harga mahal Respond/As-Is 3 -Check Design 3 2 Kekurangan lahan/status Lahan Complete Knocked Down Property Respond / As is -Check Harga -Recalculating Harga -Sewa Lahan/Terapung Expectation / Should Be : 4 Expectation /Should be 4 Customer satisfaction Longterm Life Cycle Easily Constructed Reasons 5 Moveable Easily Installed & Treatment Light, Reasonable 5 Cost Variative Material & Attractive Design Customer Customer 2 -Masyarakat Urban -Petani Penggarap -Pemerintah -Korban Bencana -Mahasiswa Baru ITI Reasons

34 Problem & Solution Canvas Solution 6 기존의 Solution 해결책 / 대안은? CKD - Design - Material choice - Production Capability 6 - Construction System WOW 8 Cheap and Easy Installed House 8 Value Prop. 7 - Value Moveable Proposition -Easily Installed & treatment -Light 7 -Reasonable cost -Variative Material Choice -Attractive Design Problems/Needs Ketidakpuasan customer menyebabkan kerugian : - Design, material - Harga mahal Respond/As-Is 3 -Check Design 3 2 Kekurangan lahan/status Lahan Complete Knocked Down Property Respond / As is -Check Harga -Recalculating Harga -Sewa Lahan/Terapung Expectation / Should Be : 4 Expectation /Should be 4 Customer satisfaction Longterm Life Cycle Easily Constructed Customer Customer 2 -Masyarakat Urban -Petani Penggarap -Pemerintah -Korban Bencana -Mahasiswa Baru ITI Activities Reasons 5 Moveable Easily Installed & Treatment Light, Reasonable 5 Cost Variative Material & Attractive Design Reasons

35 Problem & Solution Canvas Solution 6 기존의 Solution 해결책 / 대안은? CKD - Design - Material choice - Production Capability 6 - Construction System WOW 8 Cheap and Easy Installed House 8 Value Prop. 7 - Value Moveable Proposition -Easily Installed & treatment -Light 7 -Reasonable cost -Variative Material Choice -Attractive Design Problems/Needs Ketidakpuasan customer menyebabkan kerugian : - Design, material - Harga mahal Respond/As-Is 3 -Check Design 3 2 Kekurangan lahan/status Lahan Complete Knocked Down Property Respond / As is -Check Harga -Recalculating Harga -Sewa Lahan/Terapung Expectation / Should Be : 4 Expectation /Should be 4 Customer satisfaction Longterm Life Cycle Easily Constructed Customer Customer 2 -Masyarakat Urban -Petani Penggarap -Pemerintah -Korban Bencana -Mahasiswa Baru ITI Activities 9 - Change Design - Change Supplier 9 - Kemitraan dg Pemilik Lahan Reasons 5 Moveable Easily Installed & Treatment Light, Reasonable 5 Cost Variative Material & Attractive Design Reasons

36 Terima Kasih Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: 03 Entrepreneurship and Inovation Management Memulai bisnis dengan membeli bisnis yang sudah ada, bisnis keluarga, atau Franchise Fakultas Ekonomi Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM Program Studi Paska

Lebih terperinci

KIAT MELIHAT DAN MEMBERDAYAKAN PELUANG BISNIS

KIAT MELIHAT DAN MEMBERDAYAKAN PELUANG BISNIS KIAT MELIHAT DAN MEMBERDAYAKAN PELUANG BISNIS 1 PELUANG Disekitar kita terdapat banyak sekali peluang. Bagi seseorang yang mempunyai kepekaan, kreatifitas, inovasi, serta keberanian dalam mengambil resiko,

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: Entrepreneurship and Inovation Management KEWIRAUSAHAAN DAN KARAKTER WIRAUSAHA (ENTREPRENEUR) Fakultas Ekonomi Dr Dendi Anggi Gumilang,SE,MM Program Studi Pasca Sarjana www.mercubuana.ac.id 1.

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: 01 Fakultas Ekonomi PENDAHULUAN & KONTRAK KULIAH (Kelas Selasa 19.00-21.30) Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM [email protected] 081289047582 081311224534

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: Entrepreneurship and Inovation Management POLA PIKIR DAN KARAKTER WIRAUSAHA, PERBEDAAN WIRAUSAHA VS MANAJER Fakultas Ekonomi Dr Dendi Anggi Gumilang,SE,MM Program Studi Pasca Sarjana www.mercubuana.ac.id

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: 04 Entrepreneurship and Inovation Management Analisis Resiko Bisnis Fakultas Ekonomi Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM Program Studi Paska Sarjana www.mercubuana.ac.id 1. Rencana Kuliah 2. Pengertian

Lebih terperinci

Membangun Jiwa Wirausaha

Membangun Jiwa Wirausaha Membangun Jiwa Wirausaha Oleh: Dr. Heru Mulyanto, SE, MM Disampaikan pada seminar kewirausahaan di STIE Tunas Nusantara Jakarta 15 Desember 2012 APA PILIHAN ANDA.? Ketika kita memberi, kita akan menerima

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: Entrepreneurship and Inovation Management Memulai bisnis dengan membeli bisnis yang sudah ada, bisnis keluarga, atau Franchise Fakultas Ekonomi Dr Dendi Anggi Gumilang,SE,MM Program Studi Pasca

Lebih terperinci

KREATIFITAS. imagination. ALBERT EINSTEIN, GERMAN-BORN US PHYSICIST, MATHEMATICIAN. Imagination is more important than knowledge

KREATIFITAS. imagination. ALBERT EINSTEIN, GERMAN-BORN US PHYSICIST, MATHEMATICIAN. Imagination is more important than knowledge KREATIFITAS To raise new questions, new possibilities, to regard old questions from new angles, requires creative imagination. ALBERT EINSTEIN, GERMAN-BORN US PHYSICIST, MATHEMATICIAN Imagination is more

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Value Chain Value chain menurut Porter adalah alat bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi cara menciptakan customer value lebih bagi pelanggan. Dijelaskan bahwa setiap

Lebih terperinci

Inspirasi, Kreativitas, dan Ide Bisnis. Sesi 2

Inspirasi, Kreativitas, dan Ide Bisnis. Sesi 2 Inspirasi, Kreativitas, dan Ide Bisnis Sesi 2 Agenda Teori menemukan peluang Mencari peluang bisnis dan memberdayakannya Kegagalan sebuah peluang Perencanaan Bisnis (Business Plan) Visi & Misi Teori mendapatkan

Lebih terperinci

Tuangkan Ide Bisnis mu di Business Model Canvas

Tuangkan Ide Bisnis mu di Business Model Canvas PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BUSINESS MODEL CANVAS Tuangkan Ide Bisnis mu di Business Model Canvas Apa itu business model canvas [BMC]??? BMC adalah model bisnis yang memaparkan 9 elemen bisnis secara singkat

Lebih terperinci

Sport and Business Analogy

Sport and Business Analogy Lecture 1 and 2 Road to Achieve the Best Practice 1. Sport and Business Analogy 2. Right or Wrong Statements 3. What is World Class Company? 4. Strategies to Become WCC 5. Characteristics of Excellence

Lebih terperinci

Sikap Mental Wirausaha (Inovatif, Kreatifitas, Motivasi, Efektif dan Efisien) Kuliah 3

Sikap Mental Wirausaha (Inovatif, Kreatifitas, Motivasi, Efektif dan Efisien) Kuliah 3 Sikap Mental Wirausaha (Inovatif, Kreatifitas, Motivasi, Efektif dan Efisien) Kuliah 3 Pengenalan Diri Instropeksi SALAH Dilazimkan Menyalahkan: Orang lain Lingkungan akibatnya Tidak percaya diri Tidak

Lebih terperinci

Modul Pertemuan 6. Berisi : Searching Process, Kesempatan mencari peluang, Analisis Peluang, Model 5 Langkah membangun Ide Bisnis (Kaplan)

Modul Pertemuan 6. Berisi : Searching Process, Kesempatan mencari peluang, Analisis Peluang, Model 5 Langkah membangun Ide Bisnis (Kaplan) Modul Pertemuan 6 Modul ke: Fakultas 06PASCA SARJANA Berisi : Searching Process, Kesempatan mencari peluang, Analisis Peluang, Model 5 Langkah membangun Ide Bisnis (Kaplan) Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Pertanyaan Penelitian Tujuan dan Kegunaan Penelitian 11

DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Pertanyaan Penelitian Tujuan dan Kegunaan Penelitian 11 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. i HALAMAN PENGESAHAN ii HALAMAN PERNYATAAN iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR.. xiii INTISARI xv ABSTRACT xvi BAB I PENDAHULUAN.. 1 1.1 Latar

Lebih terperinci

PELATIHAN COKLAT KOLANG - KALING PADA IBU - IBU PKK DI RT 03 LK 1 KELURAHAN SUMUR PUTRI TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG

PELATIHAN COKLAT KOLANG - KALING PADA IBU - IBU PKK DI RT 03 LK 1 KELURAHAN SUMUR PUTRI TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG SOSIOTEKNOLOGI KREATIF Rina Vol. 1, Milyati No. 1 Yuiastuti Hal. 11-20 11 PELATIHAN COKLAT KOLANG - KALING PADA IBU - IBU PKK DI RT 03 LK 1 KELURAHAN SUMUR PUTRI TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG TRAINING

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lapangan pekerjaan sehingga mengakibatkan sebagian orang tidak memiliki

BAB I PENDAHULUAN. lapangan pekerjaan sehingga mengakibatkan sebagian orang tidak memiliki BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah pengangguran yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini diakibatkan oleh jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan keterbatasan lapangan pekerjaan sehingga

Lebih terperinci

SIAM POKOK BAHASAN 1 ORGANISASI BISNIS, STRATEGI DAN SYSTEM INFORMASI. Dosen RUDY SURYANTO

SIAM POKOK BAHASAN 1 ORGANISASI BISNIS, STRATEGI DAN SYSTEM INFORMASI. Dosen RUDY SURYANTO SIAM POKOK BAHASAN 1 ORGANISASI BISNIS, STRATEGI DAN SYSTEM INFORMASI Dosen RUDY SURYANTO KOMPETENSI 1. Mahasiswa diharapkan bisa menyebutjelaskan komponen-komponen dalam sistem informasi 2. Mahasiswa

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management Berisi : Pengertian Business Plan Format Business Plan

Entrepreneurship and Inovation Management Berisi : Pengertian Business Plan Format Business Plan Modul ke: 09 Entrepreneurship and Inovation Management Berisi : Pengertian Business Plan Format Business Plan Fakultas Ekonomi Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM Program Studi Pasca Sarjana www.mercubuana.ac.id

Lebih terperinci

Dr. Sri wahyu Lelly Hana Setyanti, SE., M.Si

Dr. Sri wahyu Lelly Hana Setyanti, SE., M.Si Dr. Sri wahyu Lelly Hana Setyanti, SE., M.Si KETERAMPILAN DASAR Memiliki mental & spiritual tinggi Memiliki kepribadian unggul Pandai berinisiatif Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha KETERAMPILAN KHUSUS

Lebih terperinci

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU) 2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU) 2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Bab 4 Hakekat, Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Mahasiswa dapat menjelaskan hakekat, karakteristik dan nilai-nilai hakiki kewirausahaan 2. Tujuan Instruksional

Lebih terperinci

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN 1 PENDAHULUAN Jika dahulu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir dan diasah melalui pengalaman langsung di lapangan, maka sekarang ini paradigma tersebut telah

Lebih terperinci

ENTERPRENEURSHIP BOBOT : 3 SKS PENILAIAN : 1. KEHADIRAN = 5 % ( 80%) 2. TUGAS = 45 % 3. PROPOSAL BISNIS = 50 %

ENTERPRENEURSHIP BOBOT : 3 SKS PENILAIAN : 1. KEHADIRAN = 5 % ( 80%) 2. TUGAS = 45 % 3. PROPOSAL BISNIS = 50 % ENTERPRENEURSHIP BOBOT : 3 SKS PENILAIAN : 1. KEHADIRAN = 5 % ( 80%) 2. TUGAS = 45 % 3. PROPOSAL BISNIS = 50 % 1 MENGAPA ENTREPRENEURSHIP? PEKERJAAN MULIA MENYENANGKAN DIKENAL ORANG PEMBANGUN BANGSA PERLU

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

BAB 1 LATAR BELAKANG

BAB 1 LATAR BELAKANG BAB 1 LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Transportasi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang dianggap penting, karena setiap aktifitas manusia membutuhkan sarana transportasi khususnya daerah ibu kota

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN. Ahsin Zaedi, S.Kom Direktur GMP Nusantara Berkarya Owner Griya Sehat Sejahtera Owner Sekolah Panahan

KEWIRAUSAHAAN. Ahsin Zaedi, S.Kom Direktur GMP Nusantara Berkarya Owner Griya Sehat Sejahtera Owner Sekolah Panahan MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN Ahsin Zaedi, S.Kom Direktur GMP Nusantara Berkarya Owner Griya Sehat Sejahtera Owner Sekolah Panahan 1 PENDAHULUAN Jika dahulu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak

Lebih terperinci

a home base to excellence Mata Kuliah : Rancangan Bisnis (Kewirausahaan Lanjut) Kode : LSE 304 Review BMC Pertemuan - 1

a home base to excellence Mata Kuliah : Rancangan Bisnis (Kewirausahaan Lanjut) Kode : LSE 304 Review BMC Pertemuan - 1 a home base to excellence Mata Kuliah : Rancangan Bisnis (Kewirausahaan Lanjut) Kode : LSE 304 SKS : 3 SKS Review BMC Pertemuan - 1 a home base to excellence Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa dapat

Lebih terperinci

BUSINESS MODEL CANVAS

BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS MODEL CANVAS Coach Ferdy D. Savio Surabaya, 11 Mei 2016 Apa Faktor yang paling Penting dari sebuah Bisnis? Business Model Generation Alexander Osterwalder & Yves Pigneur Apakah Anda memiliki SEMANGAT

Lebih terperinci

Kewirausahaan I. Putra Boediman. Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi MANAJEMEN

Kewirausahaan I. Putra Boediman. Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi MANAJEMEN Modul ke: 03 Eko Fakultas EKONOMI & BISNIS Kewirausahaan I Putra Boediman Program Studi MANAJEMEN Merealisasikan Mimpi Menjadi Kenyataan Dalam hitung-hitungan bisnis, tidak banyak yang gratis pada masa

Lebih terperinci

# $ !!" ! # $! $ % !!" # %!!! '(!! # * $ %!+ + +!! % %+!'!! " " " #! # % # '!$ #, #,-! # '-!!! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!

# $ !! ! # $! $ % !! # %!!! '(!! # * $ %!+ + +!! % %+!'!!    #! # % # '!$ #, #,-! # '-!!! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!! !!"! # $! $ %!&!'!!" # %!!! '(!!!$)!" # * $ %!+ + +!! % %+!'!! " " " #! # % # '!$ #, #,-! # '-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!%

Lebih terperinci

Kewirausahaan I Menyadari dan mampu untuk berkreatifitas dan berinovasi dalam berwirausaha

Kewirausahaan I Menyadari dan mampu untuk berkreatifitas dan berinovasi dalam berwirausaha Modul ke: 06 Eko Fakultas EKONOMI & BISNIS Kewirausahaan I Menyadari dan mampu untuk berkreatifitas dan berinovasi dalam berwirausaha Putra Boediman Program Studi MANAJEMEN Tuntutan Kreatifitas Dalam Bisnis

Lebih terperinci

Raya Wiguna Utara 44, Surabaya HP & WA BB 57481C12

Raya Wiguna Utara 44, Surabaya HP & WA BB 57481C12 Dosen Matematika ITS & Wiraswasta Raya Wiguna Utara 44, Surabaya HP & WA 08165413862 BB 57481C12 [email protected] Hidup Sekali, BERARTI, Lalu MATI KOQ REZEKI.. MBOK PRESTASI ENTERPRENEUR MENJAWAB

Lebih terperinci

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN 1 PENDAHULUAN Jika dahulu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir dan diasah melalui pengalaman langsung di lapangan, maka sekarang ini paradigma tersebut telah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 RUMAH Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang dan pangan. Rumah biasanya digunakan manusia sebagai tempat berlindung dari panas matahari dan hujan. Selain

Lebih terperinci

Perekonomian, perdagangan, perindustrian secara internasional kini diwarnai globalisasi, bumi tiada batas. Keunggulan komparatif dari negara bisa

Perekonomian, perdagangan, perindustrian secara internasional kini diwarnai globalisasi, bumi tiada batas. Keunggulan komparatif dari negara bisa TANTANGAN MANAJEMEN DALAM GLOBALISASI Tantangan Globalisasi Perekonomian, perdagangan, perindustrian secara internasional kini diwarnai globalisasi, bumi tiada batas. Keunggulan komparatif dari negara

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan terus meningkatnya pertumbuhan dalam dunia bisnis, tentu wajar saja semakin banyak perusahaan yang juga meningkatkan persyaratan kerjanya demi menjamin kualitas

Lebih terperinci

CREATIVENESS. Create your own, Be Innovative and START your Business

CREATIVENESS. Create your own, Be Innovative and START your Business CREATIVENESS Create your own, Be Innovative and START your Business Profile Febry Syahputera, SE.,MSc Pendidikan : S1 Agribusiness IPB S2 Management with Marketing Bournemouth University, UK Sertifikasi

Lebih terperinci

04Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

04Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis Modul ke: Fakultas 04Pasca Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan Cecep Winata

Lebih terperinci

BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL

BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL 3.1. Customer Segments KULTUR&CO menggunakan pendekatan niche market sebagai jenis konsumen dalam perancangan 9 building blocks yang mempunyai segmentasi dan spesialisasi

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN II MENENTUKAN HAL-HAL YANG PERLU DI PERSIAPAN KETIKA MULAI BERBISNIS. Saepudin. Modul ke: Fakultas FEB

KEWIRAUSAHAAN II MENENTUKAN HAL-HAL YANG PERLU DI PERSIAPAN KETIKA MULAI BERBISNIS. Saepudin. Modul ke: Fakultas FEB KEWIRAUSAHAAN II Modul ke: MENENTUKAN HAL-HAL YANG PERLU DI PERSIAPAN KETIKA MULAI BERBISNIS Fakultas FEB Saepudin Program Studi Manajemen http://www.mercubuana.ac.id KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN Sikap dan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Malang, Agustus Panitia

KATA PENGANTAR. Malang, Agustus Panitia KATA PENGANTAR E-Fest (Entrepeneur Festival) 2017 dengan tema Various Love in Business merupakan salah satu program kerja Kementrian Ekonomi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Malang, Agustus Panitia

KATA PENGANTAR. Malang, Agustus Panitia KATA PENGANTAR E-Fest (Entrepeneur Festival) 2017 dengan tema Various Love in Business merupakan salah satu program kerja Kementrian Ekonomi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. usaha berarti melakukan kegiatan usaha (bisnis). hasil yang dapat dibanggakan (Sadono Sukirno, 2004:367).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. usaha berarti melakukan kegiatan usaha (bisnis). hasil yang dapat dibanggakan (Sadono Sukirno, 2004:367). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kewirausahaan 2.1.1 Definisi Kewirausahaan Wirausaha berasal dari kata wira yang berarti pahlawan (berani) dan usaha berarti melakukan kegiatan usaha (bisnis). Dengan demikian

Lebih terperinci

Kamis, 25 Februari Kuliah Kewirausahaan BERPIKIR KREATIF & INOVATIF

Kamis, 25 Februari Kuliah Kewirausahaan BERPIKIR KREATIF & INOVATIF Kamis, 25 Februari 2016 [email protected] Kuliah Kewirausahaan BERPIKIR KREATIF & INOVATIF KREATIF adalah kemampuan memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan. Sehingga kata kuncinya

Lebih terperinci

Saifoe El Unas. Bekerja Melanjutkan studi Lain-lain. PNS Pegawai/staf perusahaan(bumn, swasta) Wirausaha Lain-lain

Saifoe El Unas. Bekerja Melanjutkan studi Lain-lain. PNS Pegawai/staf perusahaan(bumn, swasta) Wirausaha Lain-lain Saifoe El Unas Bekerja Melanjutkan studi Lain-lain PNS Pegawai/staf perusahaan(bumn, swasta) Wirausaha Lain-lain 1 1. Pekerjaan apa yang anda inginkan setelah selesai studi? 2. Jelaskan mengapa anda berminat

Lebih terperinci

by: AGB Inovasi dalam Technopreneurship

by: AGB Inovasi dalam Technopreneurship by: AGB Inovasi dalam Technopreneurship Menurut Poppy King, wirausaha muda dari Australia yang terjun ke bisnis sejak berusia 18 tahun, ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang wirausaha di bidang apapun,

Lebih terperinci

Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis Karakteristik : Wirausaha vs Kewirausahaan, Sikap Dasar Wirausaha,Kemampuan Dasar : Evaluasi peluang networking, skill

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Organisasi bisnis saat ini telah mendapat tantangan besar dari persainganusaha

BAB I PENDAHULUAN. Organisasi bisnis saat ini telah mendapat tantangan besar dari persainganusaha BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Organisasi bisnis saat ini telah mendapat tantangan besar dari persainganusaha yang semakin ketat. Para pelaku usaha dituntut untuk dapat menjalankan usaha

Lebih terperinci

Berpikir Kreatif Cara Entrepreneur

Berpikir Kreatif Cara Entrepreneur Berpikir Kreatif Cara Entrepreneur Program Pengembangan Entrepreneurship Komunitas (PPEK) DAMANDIRI-Young Entrepreneurship Education 2009 APAKAH ANDA KREATIF?? Apakah kreativitas itu? (Kamus Webster) Kreativitas

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN-I PERSIAPAN PRIBADI PENGUSAHA MUDA. Oloan Situmorang, ST, MM. Modul ke: Fakultas Ilmu Komputer. Program Studi Informatika

KEWIRAUSAHAAN-I PERSIAPAN PRIBADI PENGUSAHA MUDA. Oloan Situmorang, ST, MM. Modul ke: Fakultas Ilmu Komputer. Program Studi Informatika KEWIRAUSAHAAN-I Modul ke: 03 Fakultas Ilmu Komputer PERSIAPAN PRIBADI PENGUSAHA MUDA Oloan Situmorang, ST, MM Program Studi Informatika http://mercubuana.ac.id Pokok Bahasan 1. Profil pembuka (Mark Elliot

Lebih terperinci

Berorientasi pada tindakan

Berorientasi pada tindakan Berorientasi pada tindakan Character Ethic (Prinsip-prinsip dasar) Adanya prinsip-prinsip dasar yang positif dan orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan yang abadi bila mereka

Lebih terperinci

WIRAUSAHA DI BIDANG KECANTIKAN. Disusun oleh: Yuswati FT UNY

WIRAUSAHA DI BIDANG KECANTIKAN. Disusun oleh: Yuswati FT UNY WIRAUSAHA DI BIDANG KECANTIKAN Disusun oleh: Yuswati FT UNY [email protected] entrepreneur Seorang wirausaha atau entrepreneur menurut Schumpeter (Winardi, 2005: 22-26) adalah seseorang yang selalu berupaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan produk baru memiliki peran yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Dalam menghadapi teknologi yang semakin maju, peningkatan kompetisi global, dan

Lebih terperinci

Ciri dan Karakter Technopreneur. by: AGB

Ciri dan Karakter Technopreneur. by: AGB Ciri dan Karakter Technopreneur by: AGB CIRI UMUM MIMPI KETEGASAN PEKERJA KERAS KETETAPAN HATI DEDIKASI KESETIAAN TERPERINCI NASIB UANG SOSIAL WATAK UMUM Percaya Diri Berorientaskan Tugas dan Hasil Kepemimpinan

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN I. Pengertian Kewirausahawan. M. Rizal Situru, S.H.,M.B.L. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi Manajemen

KEWIRAUSAHAAN I. Pengertian Kewirausahawan. M. Rizal Situru, S.H.,M.B.L. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi Manajemen Modul ke: KEWIRAUSAHAAN I Pengertian Kewirausahawan Fakultas EKONOMI DAN BISNIS M. Rizal Situru, S.H.,M.B.L. Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Kuliah minggu pertama A. Kompetensi Pemahaman Materi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Analisis Porter Strategi kompetitif merupakan suatu framework yang dapat membantu perusahaan untuk menganalisa industrinya secara keseluruhan, serta menganalisa kompetitor dan

Lebih terperinci

: Mizha zhulqurnain NIM : Jurusan : S1.SI.M

: Mizha zhulqurnain NIM : Jurusan : S1.SI.M Nama : Mizha zhulqurnain NIM : 10.12.5327 Jurusan : S1.SI.M 1.Pendahuluan Harapan untuk diterima di dunia kerja tentunya tidaklah keliru, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kesempatan kerja pun sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bentuk kebutuhan sandang. Kehidupan sehari hari manusia tidaklah pernah terlepas

BAB I PENDAHULUAN. bentuk kebutuhan sandang. Kehidupan sehari hari manusia tidaklah pernah terlepas BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Alas kaki adalah kebutuhan primer dalam kehidupan manusia. Dari tiga kategori kebutuhan primer, sandang, pangan, papan. Alas kaki termasuk salah satu bentuk kebutuhan

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: 10 Entrepreneurship and Inovation Management Berisi : SEGMENTATION TARGETING - POSITIONING Fakultas Ekonomi Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM Program Studi Pasca Sarjana www.mercubuana.ac.id Pengertian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik

BAB 1 PENDAHULUAN. seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengangguran di Indonesia semakin hari semakin meningkat jumlahnya seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada

Lebih terperinci

Appendix 1. Interview Guidelines Research Questions Theory Interview Questions

Appendix 1. Interview Guidelines Research Questions Theory Interview Questions Appendix 1. Interview Guidelines Research Questions Theory Interview Questions - It is used to recheck the students that they have done the series of presentation. 1. Sudah berapa kali Anda melakukan presentasi

Lebih terperinci

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) UNIVERSITAS DIPONEGOROO

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) UNIVERSITAS DIPONEGOROO GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) UNIVERSITAS DIPONEGOROO SPMI-UNDIP GBPP 10.05.03 042 Revisi Ke Tanggal Dikaji Ulang Oleh Dikendalikan Oleh Disetujui Oleh 2 1 September 2014 Ketua Program Studi

Lebih terperinci

MENUMBUHKAN JIWA DAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN

MENUMBUHKAN JIWA DAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN MENUMBUHKAN JIWA DAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN MAKALAH Oleh Herwan Abdul Muhyi NIP. 132310585 JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NIAGA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2007 1.

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN MELALUI INTEGRASI E-COMMERCE DAN MEDIA SOSIAL

KEWIRAUSAHAAN MELALUI INTEGRASI E-COMMERCE DAN MEDIA SOSIAL Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Workshop KEWIRAUSAHAAN MELALUI INTEGRASI E-COMMERCE DAN MEDIA SOSIAL Malang, 28 April 2017 OUTLINE 1 2 3 PROFIL KEWIRAUSAHAAN DI INDONESIA

Lebih terperinci

MENGENAL BUSSINESS MODEL CANVAS (BMC) DALAM DUNIA START UP

MENGENAL BUSSINESS MODEL CANVAS (BMC) DALAM DUNIA START UP MENGENAL BUSSINESS MODEL CANVAS (BMC) DALAM DUNIA START UP PEPEN AANDRIAN SYAH [email protected] Abstrak Business Model Canvas atau yang biasa disingkat dengan BMC mulai mendapatkan ketenaran di Indonesia.

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA BUSINESS MODEL. business model canvas untuk melihat kondisi instansi saat ini :

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA BUSINESS MODEL. business model canvas untuk melihat kondisi instansi saat ini : LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA BUSINESS MODEL Berikut adalah pertanyaan yang diajukan penulis dalam melengkapi business model canvas untuk melihat kondisi instansi saat ini : 1. Siapa saja yang

Lebih terperinci

KONERMAG COACHING SYSTEM ENTREPRENEURSHIP BUILDING KONSULTAN SINERGI MANAJEMEN INDONESIA KONERMAG. Dewo P Rahardjo

KONERMAG COACHING SYSTEM ENTREPRENEURSHIP BUILDING KONSULTAN SINERGI MANAJEMEN INDONESIA KONERMAG. Dewo P Rahardjo KONERMAG COACHING SYSTEM ENTREPRENEURSHIP BUILDING KONSULTAN KONERMAG Dewo P Rahardjo 10 Entrepreneurship Building 1 Entrepreneurship Character Building Questionaire 1 Pertanyataann dibawah ini harus dijawab

Lebih terperinci

FA F KUL A T KUL A T S SASTRA U A A S SASTRA U D A ENTREPRENEURSHIP Oleh TA T HUN AKADEMIK 2010/ /201

FA F KUL A T KUL A T S SASTRA U A A S SASTRA U D A ENTREPRENEURSHIP Oleh TA T HUN AKADEMIK 2010/ /201 FAKULTAS SASTRA UAD Oleh ENTREPRENEURSHIP TAHUN AKADEMIK 2010/2011 Succes is My Right (Sukses adalah Hak Saya) --Andre Wongso Motivator t #1Indonesia 2 NAMA NO MHS : : SAYA HIDUP DIKATAKAN SUKSES APABILA

Lebih terperinci

BAB III DESAIN AKHIR

BAB III DESAIN AKHIR 62 BAB III DESAIN AKHIR 3.1. Kanvas Model Bisnis Gambar 3.1.1 Business Model Clip On 62 63 3.2. Nine Building Blocks 3.2.1. Customer Segments Sumber: McKinsey Consumer and Shopper Insights Indonesia Study,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Business Model Menurut Alan Afuah business model adalah kumpulan aktivitas yang telah dilakukan sebuah perusahaan, bagaimana hal tersebut dilakukan, dan

Lebih terperinci

KONERMAG COACHING SYSTEM ENTREPRENEURSHIP BUILDING KONSULTAN SINERGI MANAJEMEN INDONESIA KONERMAG. Dewo P Rahardjo

KONERMAG COACHING SYSTEM ENTREPRENEURSHIP BUILDING KONSULTAN SINERGI MANAJEMEN INDONESIA KONERMAG. Dewo P Rahardjo KONERMAG COACHING SYSTEM ENTREPRENEURSHIP BUILDING KONSULTAN KONERMAG Dewo P Rahardjo 10 Entrepreneurship Building 2 Entrepreneurship Business Building Membangun bisnis kewirausahaan diperlukan strategi

Lebih terperinci

Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta

Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta Sumber : Kementerian Pendidikan Nasional/Dirjen Dikti/Direktorat Kelembagaan 15 November 2008 Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta LATAR BELAKANG Hasil Survei Sosial Ekonomi

Lebih terperinci

MARKETING MANAGEMENT 12 th edition. Pertemuan 5 Menciptakan Customer Value, Satisfaction, and Loyalty

MARKETING MANAGEMENT 12 th edition. Pertemuan 5 Menciptakan Customer Value, Satisfaction, and Loyalty MARKETING MANAGEMENT 12 th edition Pertemuan 5 Menciptakan Customer Value, Satisfaction, and Loyalty Kotler Keller Figure 5.1 Organizational Charts 5-2 Penentu Customer Value Customerdelivered value Total

Lebih terperinci

QUANTUM LEADER. AAR_tea : Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi (MPD 106) 1

QUANTUM LEADER. AAR_tea : Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi (MPD 106) 1 QUANTUM LEADER A. PENDAHULUAN Pemimpin, bukan anak buah. Dialah yang bertanggung jawab. Dalam situasi yang sulit ia bukan sekedar pemangku jabatan, melainkan seseorang yang menimbulkan gerakan dengan kekuatan

Lebih terperinci

Modul ke: KEWIRAUSAHAAN PENDAHULUAN DAN GAMBARAN UMUM. 01Fakultas FASILKOM. Matsani, S.E, M.M. Program Studi SISTEM INFORMASI

Modul ke: KEWIRAUSAHAAN PENDAHULUAN DAN GAMBARAN UMUM. 01Fakultas FASILKOM. Matsani, S.E, M.M. Program Studi SISTEM INFORMASI Modul ke: 01Fakultas FASILKOM KEWIRAUSAHAAN PENDAHULUAN DAN GAMBARAN UMUM Matsani, S.E, M.M Program Studi SISTEM INFORMASI DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN Menurut Thomas W. Zimmerer, Kewirausahaan adalah hasil

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) FR-JUR-01A-16 STIA MANDALA INDONESIA JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA PROGRAM SARJANA SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : STIAMI PERSONALITY DEVELOPMENT Deskripsi Singkat : Mata kuliah ini membahas

Lebih terperinci

BUSINESS TECHNOLOGY INCUBATION CENTER

BUSINESS TECHNOLOGY INCUBATION CENTER Strategi Memulai Bisnis MEMBANGUN KONSEP BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KANVAS Oleh : Intan N. Sutarto Manajer Operasional BTIC MITI MASYARAKAT ILMUWAN DAN TEKNOLOG INDONESIA BUSINESS TECHNOLOGY

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Enterpreneurship atau Kewirausahaan. nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (startup phase) atau

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Enterpreneurship atau Kewirausahaan. nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (startup phase) atau 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Enterpreneurship atau Kewirausahaan Suryana (2003) menyatakan bahwa istilah kewirausahaan dari terjemahan entrepreneurship, yang dapat diartikan sebagai the backbone

Lebih terperinci

BAB IV REKOMENDASI DAN RENCANA IMPLEMENTASI

BAB IV REKOMENDASI DAN RENCANA IMPLEMENTASI BAB IV REKOMENDASI DAN RENCANA IMPLEMENTASI 4.1 Kesimpulan Hasil Survei EOS menunjukkan bahwa secara umum penilaian terhadap orientasi entrepreneurial di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung ternyata tidak

Lebih terperinci

KONTRAK BELAJAR 14 KALI PERTEMUAN PENILAIAN : KEHADIRAN 10% UTS 30% TUGAS/DISKUSI 20% UAS 40%

KONTRAK BELAJAR 14 KALI PERTEMUAN PENILAIAN : KEHADIRAN 10% UTS 30% TUGAS/DISKUSI 20% UAS 40% MANAJEMEN PEMASARAN KONTRAK BELAJAR 14 KALI PERTEMUAN PENILAIAN : KEHADIRAN 10% UTS 30% TUGAS/DISKUSI 20% UAS 40% Materi Perkuliahan (1) BAGIAN 1 : MEMAHAMI MANAJEMEN PEMASARAN - Mendefinisikan Pemasaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengidentifikasi, mengembangkan, membawa visi kedalam kehidupan. Visi ini

BAB I PENDAHULUAN. mengidentifikasi, mengembangkan, membawa visi kedalam kehidupan. Visi ini BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Kewirausahaan merupakan kekuatan atau kemampuan seseorang untuk mendirikan, mengelola, mengembangkan usaha dan melembagakan perusahannya sendiri. Selain itu kewirausahaan

Lebih terperinci

Refining Key Resources and Partnerships week 12 (11 Mei 2016):

Refining Key Resources and Partnerships week 12 (11 Mei 2016): Refining Key Resources and Partnerships week 12 (11 Mei 2016): Learning Outcomes week 12 dan 12a Team mampu mengembangkan desain blok key partnership dan key resources BMC dengan menggunakan feedback and

Lebih terperinci

Marketing Strategy. Untuk siapa Anda bekerja?? Untuk COSTOMER Loyality Custommer

Marketing Strategy. Untuk siapa Anda bekerja?? Untuk COSTOMER Loyality Custommer Marketing Strategy Untuk siapa Anda bekerja?? Untuk COSTOMER Loyality Custommer Marketing Strategy Basic Questions Apa sebenarnya yang ingin dibeli customer?? MANFAAT dari sebuah Product atau Jasa, BUKAN

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN EFEKTIF. Riza Aryanto [email protected] [email protected] @riza_ary. PPM School of Management

KEPEMIMPINAN EFEKTIF. Riza Aryanto riza2201@yahoo.com riza.ary@gmail.com @riza_ary. PPM School of Management KEPEMIMPINAN EFEKTIF Riza Aryanto [email protected] [email protected] @riza_ary PPM School of Management Tantangan di Organisasi Mengelola keragaman anggota organisasi Meningkatkan kualitas dan produktivitas

Lebih terperinci

Belum SUKSES 24 JAM 24 JAM SUKSES

Belum SUKSES 24 JAM 24 JAM SUKSES 22 Mei 2015 Belum SUKSES 24 JAM 24 JAM SUKSES HWY??? TIDAK MAMPU TIDAK MAU MAMPU TIDAK MAU TIDAK MAMPU MAU MAMPU MAU WHAT MUST I DO.? PERSONAL BRAND (PB) Dipahami sebagai suatu pencitraan terhadap publik,

Lebih terperinci

Mempersiapkan Diri untuk Menjadi Pengusaha Muda Modul ke:

Mempersiapkan Diri untuk Menjadi Pengusaha Muda Modul ke: Mempersiapkan Diri untuk Menjadi Pengusaha Muda Modul ke: 02 Widi Wahyudi,S.Kom, SE, MM. Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Tujuan Pembelajaran : Setelah mempelajari

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAA

KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAA Modul ke: Fakultas TEKNIK Nanang Ruhyat KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAA Program Studi Teknik Mesin www.mercubuana.ac.id KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAA Kepemimpinan (KULIAH II) Tujuan Pembelajaran Menjelaskan

Lebih terperinci

Prof. Dr. H.MASYKURI BAKRI, M.Si REKTOR UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Prof. Dr. H.MASYKURI BAKRI, M.Si REKTOR UNIVERSITAS ISLAM MALANG PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN INBIS SEBAGAI UPAYA UNISMA MENUJU ENTERPRENEUR UNIVERSITY OLEH : Prof. Dr. H.MASYKURI BAKRI, M.Si REKTOR UNIVERSITAS ISLAM MALANG PENTINGNYA PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DLM PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

Paradigma umum adalah paradigma yang dimiliki oleh seorang pegawai atau pekerja. Bekerja Penghasilan Rencana Masa Depan

Paradigma umum adalah paradigma yang dimiliki oleh seorang pegawai atau pekerja. Bekerja Penghasilan Rencana Masa Depan BAB II PARADIGMA WIRAUSAHA PELAJAR SMK Pengetahuan tentang wirausaha di kalangan pelajar SMK saat ini sangat minim, hal ini disebabkan karena SMK dibuat untuk mencetak lulusan-lulusan yang siap bekerja.

Lebih terperinci

PENGANTAR BISINIS INFORMATIKA. Komang Anom Budi Utama, SKom

PENGANTAR BISINIS INFORMATIKA. Komang Anom Budi Utama, SKom PENGANTAR BISINIS INFORMATIKA Komang Anom Budi Utama, SKom [email protected] Business Model Canvas Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework

Lebih terperinci

MANAJEMEN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD

MANAJEMEN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD MANAJEMEN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD KINERJA Kinerja adalah hasil kerja yang secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. atau perusahaan dapat melakukan berbagai kegiatan bisnis, operasi fungsi-fungsi

BAB I PENDAHULUAN. atau perusahaan dapat melakukan berbagai kegiatan bisnis, operasi fungsi-fungsi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Teknologi internet semakin banyak dimanfaatkan oleh berbagai organisasi terutama organisasi bisnis, kegiatan dunia usaha yang menggunakan teknologi internet

Lebih terperinci

Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning MODUL PERKULIAHAN Enterprise Resource Planning Supply Chain Management and Customer Relationship Management Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Sistem Informasi Sistem Informasi 04 MK18046

Lebih terperinci

Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy

Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy Perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing diharuskan mampu dalam memahami perubahan struktur pasar dan

Lebih terperinci

SCHEDULE OF INSAN PERFORMA PUBLIC TRAINING Insan Performa. Business Driven People Management Consultants

SCHEDULE OF INSAN PERFORMA PUBLIC TRAINING Insan Performa. Business Driven People Management Consultants SCHEDULE OF INSAN PERFORMA PUBLIC TRAINING 0 Insan Performa Business Driven People Management Consultants Profesionnal Management Skill (Functional Management) duration jan feb mar apr mei jul venue A.

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI Mata Kuliah : Konsep E-Business Kode Mata Kuliah/SKS : 410103100 / 3 SKS Mata Kuliah Prasyarat : - Diskripsi Mata Kuliah

Lebih terperinci