2.1 Kondisi Administrasi Jabaran

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "2.1 Kondisi Administrasi Jabaran"

Transkripsi

1 BAB II GAMBARAN UMUM 2.1 Kondisi Administrasi Jabaran Sekarang ini secara administratif, Kabupaten Sijunjung mempunyai batasan wilayah sebelah Utara dengan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten 50 Kota, sebelah Selatan dengan Kabupaten Dharmasraya, sebelah Barat dengan Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kota Sawahlunto, serta sebelah Timur dengan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Hal ini menunjukkan bahwa letak daerah Kabupaten Sijunjung cukup strategis, apalagi daerah ini juga dilewati oleh jalan lintas tengah sumatera dan memilki akses menuju daerah Provinsi Riau yang cukup pesat perkembangannya saat ini. Posisi astronomis Kabupaten Sijunjung berada pada 0o Lintang Selatan (LS) sampai dengan 1o Lintang Selatan (LS) dan dari 100o Bujur Timur (BT) sampai dengan 101o Bujur Timur (BT). Daerah ini tidak memiliki laut dan garis pantai karena berada di punggung Bukit Barisan

2 2.1.2 Tabel Tabel 2.1 PEMBAGIAN KECAMATAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010 LUAS NO KECAMATAN WILAYAH PERSENTASE JUMLAH JUMLAH JUMLAH (Ha) THD LUAS KAB PENDUDUK NAGARI JORONG 1 KAMANG BARU 83, , TANJUNG 2 GADANG 45, , SIJUNJUNG 74, , LUBUK TAROK 18, , IV NAGARI 9, , KUPITAN 8, , KOTO VII 14, , SUMPUR KUDUS 57, , JUMLAH 313, , Sumber: Kabupaten Sijunjung Dalam Angka Tahun, 2010 dan Hasil Hitung Cepat Sensus Penduduk oleh BPS Ket: 3+1 adalah 3 nagari dan 1 desa Grafik 2.1 KAMANG BARU TANJUNG GADANG SIJUNJUNG LUBUK TAROK IV NAGARI KUPITAN KOTO VII SUMPUR KUDUS Luas Wilayah perkecamatan

3 2.1.3 Peta Gambar 2.1. Peta Administrasi Kabupaten Sijunjung Sumber RTRW Kab Sijunjung

4 2.2 Kondisi Demografis Jabaran Berdasarkan data penduduk hasil Sensus Penduduk 2010, selama sepuluh tahun terakhir terdapat kecenderungan peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Sijunjung, hal ini dapat dilihat selisih antara jumlah penduduk tahun 2010 dan 2011 sebanyak Jiwa atau mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 1,9%. Kecamatan yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup besar yaitu Kecamatan IV Nagari dan Kamang Baru dengan rata-rata pertumbuhan 2.99 dan 2,93.% dan terendah yaitu Kecamatan Lubuk Tarok yang mengalami pertumbuhan penduduk hanya 1,13%. Penyebaran penduduk di masing-masing kecamatan belum merata, jumlah penduduk tertinggi berada di Kecamatan Kamang Baru yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dengan jumlah jiwa sedangkan jumlah penduduk terkecil yaitu Kecamatan Kupitan dengan jumlah penduduk jiwa. Pola perkembangan pertumbuhan penduduk adalah linier, akan tetapi diperkirakan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan ekonomi secara regional (berkembangnya lapangan kerja baru) akan menimbulkan perkembangan penduduk yang relatif tinggi. Berdasarkan asumsi ini, maka proyeksi perkembangan penduduk di masa yang akan datang dihitung dengan metode bunga berganda. Namun demikian jumlah penduduk yang lebih proyeksi jumlah penduduk sebenarnya mendekati angka sebenarnya adalah rata-rata dari hasil perhitungan metoda linier (pesimistis) dan bunga berganda (optimistik). Berdasarkan data jumlah penduduk di Kabupaten Sijunjung, kepadatan penduduk bruto terbesar terdapat di Kecamatan Koto VII (228,29 Jiwa/Km 2 ) kemudian Kecamatan Kupitan yaitu 152,91 Jiwa/Km2. Sedangkan untuk kepadatan terendah terdapat di Kecamatan Sumpur Kudus yaitu 39,92 jiwa/km 2. Sedangkan kepadatan netto/kepadatan lingkungan pemukiman terbesar terdapat di Kecamatan Kamang Baru (118,046 jiwa/ha) dan terkecil terdapat di Kecamatan Sijunjung (27,75 jiwa/ha).

5 No Tabel KECAMATAN TABEL 2.3 KEPADATAN PENDUDUK KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010 Luas Wilayah (Ha) Luas Pemukiman (ha) Jumlah Penduduk Kepadatan Bruto (Jiwa/Ha) Kepadatan Netto (Jiwa/Ha) 1 Kamang Baru 83, , Tanjung Gadang 45, , Sijunjung 74,800 1, , Lubuk Tarok 18, , Kupitan 9, , IV Nagari 8, , Koto VII 14, , Sumpur Kudus 57, , Jumlah ,080 4, , Sumber: Hasil Analisis, Peta Gambar 2.2. Peta Administrasi Kabupaten Sijunjung

6 2.3 Kondisi Geografis Jabaran Wilayah daerah Kabupaten Sijunjung berada di punggung Bukit Barisan. Daerah ini memiliki ketinggian yang cukup bervariasi yakni mulai dari 118 meter hingga meter di atas permukaan laut (d.p.l.) dengan topografi berbukit dan bergelombang. Wilayah perbukitan lebih banyak di sebelah Utara dan dataran rendah lebih banyak terdapat di bagian Selatan. Daerah paling tinggi berada di Kecamatan Sumpur Kudus dengan ketinggian mulai dari 225 m hingga m di atas permukaan laut (d.p.l.) dan daerah paling rendah berada di Kecamatan Sijunjung dengan ketinggian mulai dari 118 m hingga 934 m di atas permukaan laut (d.p.l.). Lahan efektif yang memiliki kemiringan kurang dari 45 o digunakan untuk budi daya kurang dari 50 persen dan lebih banyak merupakan lahan-lahan marginal di sela-sela perbukitan dan tersebar dengan luasan yang terbatas Luas wilayah Kabupaten Sijunjung telah mengalami tiga kali perubahan sejak terbentuk pada tanggal 18 Februari 1949 melalui Surat Keputusan Gubernur Militer Sumatra Barat No.: SK/9/GN/IST dan diperkuat oleh UU No.12 Tahun Perubahan pertama terjadi ketika Kota Sawahlunto berubah status menjadi Daerah Tingkat II dengan sebutan Kotamadya Sawahlunto melalui UU No. 18 Tahun Perubahan kedua terjadi ketika adanya kesepakatan perluasan wilayah Kotamadya Sawahlunto pada tahun 1990 melalui Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1990 dimana seluruh wilayah Kecamatan Talawi yang pada awalnya termasuk wilayah Kabupaten Sijunjung, diserahkan dan dijadikan wilayah Kotamadya Sawahlunto. Perubahan terakhir terjadi ketika dilakukannya pembentukan Kabupaten Dharmasraya melalui UU No. 38 Tahun 2003 dimana wilayahnya merupakan 49 persen dari wilayah Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung sehingga luas wilayahnya sekarang

7 menjadi 3.130,80 Km2. Luas tersebut setara dengan 7,40% dari luas wilayah Provinsi Sumatera Barat dan merupakan kabupaten nomor dua terkecil di Provinsi Sumatra Barat Tabel Tabel 2.3 Kondisi Geografis Umum Kabupaten Sijunjung No Uraian Keterangan (1) (2) (3) 1. Letak Geografis 0 o 18' 43'' LS - 1 o 41' 46'' LS Geographical Location 101 o 30' 52'' BT o 37' 40'' BT 2. Batas-batas Daerah / Borders - Sebelah Utara / North Kabupaten Tanah Datar - Sebelah Selatan / South Kabupaten Dharmasraya - Sebelah Barat / West Kab. Solok dan Kota Sawahlunto - Sebelah Timur / East Kab. Kuantan Sengingi, Prop Riau 3. Ketinggian dari Permukaan Laut 118 m m Altitude 4. Luas Daerah / Area 3.130,80 Km 2 atau Ha 5. Rata-rata Hari Hujan / Rain Days Hari/bulan 6. Rata-Rata Curah Hujan mm/bulan Rain Falls Average 7. Suhu / Temperature C 9. Panjang Sungai 578 Km Rivers Length 10. Panjang Jalan Negara Km State Roads 11. Panjang Jalan Propinsi Km Province Roads 12. Panjang Jalan Kabupaten Km Regency Roads Sumber Source : BPS Kabupaten Sijunjung : BPS of Sijunjung

8 2.3.3 Peta Gambar 2.3. Peta Administrasi Kabupaten Sijunjung

9 2.4 Topografi Jabaran Topografi wilayah Kabupaten Sijunjung memiliki ciri yang berbukitbukit, terletak pada ketinggian antara 100 sampai m di atas permukaan laut. Secara umum, luasan terbesar Kabupaten Sijunjung berada pada: 1. ketinggian <100 mdpl hanya seluas Ha (0,85%) terdapat di Kecamatan Kamang Baru, IV Nagari, Koto VII, dan Sijunjung. 2. ketinggian meter dari permukaan laut dengan perkiraan Ha (25,31%) tersebar pada seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Kamang Baru dan yang terkecil berada di Kecamatan Tanjung Gadang. 3. ketinggian mdpl seluas Ha( 20,9%) tersebar pada seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Kamang Baru dan yang terkecil berada di Kecamatan Koto VII 4. ketinggian mdpl seluas (17,10%) tersebar pada seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Sumpur Kudus dan yang terkecil berada pada Kecamatan Koto VII 5. ketinggian mdpl seluas (13,91%) tersebar pada seluruh Kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Sumpur Kudus dan yang terkecil berada pada Kecamtan Koto VII 6. ketinggian mdpl seluas Ha (8,77%) tersebar pada seluruh Kecamatan dengan luasan terbesar berada pada Kecamatan Sumpur Kudus dan yang terkecil berada pada Kecamtan Koto VII 7. ketinggian mdpl seluas Ha (5,75 %) tersebar pada seluruh wilayah kecamatan kecuali di Kecamatan Kupitan 8. ketinggian mdpl seluas Ha (3,29%) hanya tersebar di Kecamatan Kamang Baru, Sumpur Kudus, Tanjung Gadang, Lubuk Tarok, dan Sijunjung

10 9. ketinggian >800 mdpl seluas Ha (4,12%) hanya tersebar di Kecamatan Kamang Baru, Sumpur Kudus, Tanjung Gadang, Lubuk Tarok, dan Sijunjung. Ketinggian mdpl hanya berada pada Kecamatan Sumpur Kudus Tabel Kecamatan/Sub District Tabel 2.4 Ketinggian Ibu Kota Kecamatan dari Permukaan Laut Terendah (Meter) Ketinggian/Altitude Tertinggi (Meter) (1) (2) (3) 1 Kamang Baru Tanjung Gadang Sijunjung Lubuk Tarok IV Nagari K u p i t a n Koto VII Sumpur Kudus 225 1,335 Sumber : Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sijunjung Source : National Land Agency Region Office of Sijunjung

11 2.4.3 Peta Gambar 2.4. Peta Topografi Kabupaten Sijunjung Sumber RTRW Kab Sijunjung

12 2.5 Kondisi Geohidrologi Jabaran Kondisi iklim Kabupaten Sijunjung termasuk pada daerah tropis dengan suhu rata-rata C dengan curah hujan rata-rata mm/tahun. Keadaan iklim ini menurut Oldeman (Climatology Map Of West Sumatera) adalah termasuk type B2, dengan bulan kering 3 4 bulan. Kondisi ini menyebabkan sulitnya masyarakat tani melakukan pertanaman padi sawah 2 kali setahun (IP 200%) pada lahan sawah tadah hujan. Sementara, kondisi hidrologi di Kabupaten Sijunjung sangat bervariasi antara satu tempat dengan tempat yang lain. Beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah perbedaan iklim, topografi dan struktur geologi. Keadaan hidrologi tersebut dapat dibedakan menjadi: 1. Air Permukaan a. Air yang mengalir, yaitu yang mengalir di Batang Ombilin, Batang Sukam, Batang Sumpur, Batang Kuantan, Batang Palangki, dan lainnya. b. Air yang menggenang di telaga/bendungan hampir terdapat di seluruh wilayah kecamatanan. 2. Air Tanah, yaitu jebakan air yang menurut letaknya dapat dibedakan menjadi: a. Confined Aquifer, merupakan air tanah tertekan yang berada di antara dua lapisan kedap air, pada umumnya merupakan air tanah dalam bersifat lebih stabil. b. Uncofined Aquifer, merupakan air tanah tidak tertekan yang berada pada zone jenuh air, merupakan air tanah dangkal dan sangat tergantung pada musim, sehingga air tanah jenis ini relatif stabil. Air tanah tersebut, apabila keluar akan membentuk mata air. Untuk Kabupaten Sijunjung terdapat beberapa mata air yang tersebar di setiap kecamatan. 11

13 Air Permukaan Air permukaan adalah air yang muncul atau mengalir di permukaan seperti mata air, danau, sungai dan rawa. Potensi air permukaan dipengaruhi oleh kondisi topografi, jenis batuan dan material penyusun tanah, penggunaan lahan, curah hujan dan aktifitas manusia. Potensi air permukaan sebagian besar berasal dari berbagai mata air yang banyak terdapat di kawasan ini mengalir malalui sungai-sungai kecil di sekitar perbukitan dengan pola aliran berbentuk radial serta berbentuk dendritik untuk cabang-cabang sungai besar. Curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun memungkinkan kondisi sungai untuk mengalir sepanjang tahun di Kabupaten Sijunjung, namun kondisi ini dapat berubah jika terjadi kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat aktivitas manusia seperti penebangan hutan. Ada beberapa manfaat keberadaan sungai yang secara langsung dapat digunakan oleh penduduk di Kabupaten Sijunjung yaitu selain untuk pertanian (pengairan) juga dimanfaatkan penduduk untuk kepentingan mandi, cuci kakus (MCK). Air Tanah Air tanah terdiri dari air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal adalah air tanah yang umumnya digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih berupa sumur-sumur gali. Potensi air tanah dapat diketahui dari kedalaman sumur gali masyarakat dan sifat fisik tanah/batuan dalam kaitannya sebagai pembawa air. Di Kabupaten Sijunjung sebagian kecil masyarakat masih menggunakan sumur gali sebagai cadangan persedian air bersih pada saat air PDAM mengalami gangguan. Kawasan masyarakat yang mengunakan sumur gali sebagai sumber air bersih tersebar di Kabupaten Sijunjung khususnya daerah perkotaan. Dari segi penggunaan lahan saat ini, secara umum penggunaan lahan di Kabupaten Sijunjung di dominasi oleh Lahan Pertanian dan perkebunan dengan luas kurang lebih 47% dari luas keseluruhan Kabupaten Sijunjung. 12

14 2.5.2 Tabel TABEL 2.5 LUAS PENGGUNAAN LAHAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010 GUNA LAHAN TOTAL Tanah Kebun Per. Tanah Kering KECAMATAN Hutan Campuran Perkebunan Pemukiman Industri sawah Semak Darat Tambang Terbuka Lainnya IV NAGARI 1.982, ,529 KAMANG BARU , ,593 KOTO VII , ,608 KUPITAN ,966 LUBUK TAROK ,233 SIJUNJUNG , , ,388 SUMPUR KUDUS , , ,112 TANJUNG GADANG , ,651 JUMLAH , , ,080 Sumber : BPS, Kabupaten Sijunjung Dalam Angka Peta Gambar 2.5. Peta Geohidrologi Kabupaten Sijunjung 2.2 Sosial Masyarakat 13

15 2.6 Kondisi Sosial Masyarakat Jabaran Pada tahun 2010 jumlah penduduk Sijunjung tercatat sebanyak jiwa dengan jumlah KK sebanyak KK. Rasio antara penduduk laki-laki dengan perempuan di Kabupaten Sijunjung adalah 0,99 berbanding 1, hal ini berarti bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Sebagian besar masyarakat Kabupaten Sijunjung berusaha pada lapangan usaha pertanian terutama tanaman pangan dan perkebunan, jasa-jasa, perdagangan, hotel dan restoran. Tahun 2010 penduduk yang berumur 15 tahun ke atas yang bekerja pada sektor lapangan usaha perkebunan berjumlah orang kemudian diikuti tanaman pangan sebanyak orang. Sedangkan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja pada sektor lapangan usaha jasa-jasa berjumlah orang dan yang bekerja pada sektor lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran berjumlah orang. Permasalahan lain yang muncul dalam masalah kependudukan adalah masalah pengangguran. Dari tahun terlihat bahwa terdapat kecenderungan yang meningkat pada penduduk yang tergolong angkatan kerja yang mencari pekerjaan, sedangkan jumlah penduduk yang bekerja cenderung turun dari tahun Pada periode yang sama justru terjadi kenaikan penduduk yang bukan angkatan kerja. Walaupun jumlah penduduk yang bersekolah terus meningkat, namun angka ini lebih di dominasi oleh penduduk yang memiliki kegiatan lainnya dibandingkan dengan penduduk yang bersekolah. Setiap tahun jumlah penduduk kabupaten Sijunjung selalu mengalami peningkatan. Pertumbuhan rata-rata penduduk Kabupaten Sijunjung tahun adalah 1,91% per tahun. Tingginya angka pertumbuhan penduduk ini tidak serta-merta diikuti oleh signifikannya kenaikan PDRB. Jumlah angkatan kerja dan bukan angkatan kerja Kabupaten Sijunjung Tahun , dapat dilihat dalam tabel berikut : 14

16 2.6.2 Tabel Tabel. 2.6 Jumlah Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Tahun (orang) Jenis A. Angkatan Kerja Bekerja Mencari Pekerjaan B. Bukan Angkatan Kerja Sekolah Lainnya Jumlah Sumber : BPS, Kabupaten Sijunjung Dalam Angka Kondisi Kesehatan Jabaran Perkembangan pembangunan bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mengurangi angka kematian bayi, dan ibu melahirkan, meningkatkan angka harapan hidup, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah kabupaten dijunjung telah melakukan berbagai macam program berupa : (1) Program nagari siaga (2) meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di Nagari (Poskesri); serta (3) meningkatkan SDM tenaga medis maupun non medis, namun demikian beberapa permasalahan ternyata belum dapat teratasi secara optimal hal ini terlihat dari cenderung meningkatnya angka kematian bayi, meningkatnya balita gizi buruk, serta meningkatnya jumlah kematian bayi. Di samping itu angka harapan hidup juga masih rendah dan berada di bawah daerah kabupaten lainnya di Sumatra Barat. Kondisi ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, masih kurangnya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, masih rendahnya perilaku bersih masyarakat, masih kurangnya mutu pelayanan, 15

17 masih terbatasnya sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta masih kurangnya jaminan pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dibutuhkan sarana dan prasarana pelayanan yang memadai sampai ke tingkat nagari. Dewasa ini jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Kab. Sijunjung masih relatif terbatas. Secara ideal untuk memberikan pelayanan prima di bidang kesehatan maka dibutuhkan setiap jorong memiliki poskesri, tetapi kondisi sekarang menunjukkan bahwa baru 79 jorong dari 257 jorong yang memiliki Poskesri (30%). Ketersediaan tenaga dokter baik dokter umum, dokter keluarga dan dokter spesialis saat ini dirasakan masih sangat kurang. Kondisi ini cukup memprihatinkan mengingat rasio ketersediaan dokter di Kabupaten Sijunjung masih jauh dari target Indonesia Sehat 2010 yang dicanangkan oleh Pemerintah. Gambar berikut ini memperlihatkan jumlah ketersediaan dokter di Kabupaten Sijunjung selama tahun 2005 sampai dengan tahun

18 2.7.2 Tabel Tabel 2.7 Banyaknya Tenaga Kesehatan di Kabupaten Sijunjung menurut Puskesmas Puskesmas Dokter Dokter Dokter Bidan Perawat Ahli Kes. Umum Gigi Spesialis Masy. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Sungai Langsek Kamang Air Amo Tanjung Gadang Sijunjung Gambok Lubuk Tarok Muaro Bodi Padang Sibusuk Tanjung Ampalu Kumanis Sumpur Kudus Jumlah/Total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung 2.8 Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Sijunjung Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sijunjung tahun mengacu kepada : 1. Visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kab. Sijunjung tahun (Perda no. 4 tahun 2009); 2. Visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode ; 3. Masukan dari stakeholders Kabupaten Sijunjung baik yang berada di daerah maupun di perantauan. 17

19 2.8.1 Visi Sesuai dengan kondisi riil dan objektif Kabupaten Sijunjung saat ini dan mempertimbangan acuan diatas, maka dirumuskan visi pembangunan Kabupaten Sijunjung tahun sebagai berikut : dengan penjelasan visi sebagai berikut : Nagari Madani : adalah suatu nagari yang masyarakanya memiliki peradaban sosial budaya yang tinggi, akhlak mulia, kreatif, memiliki semangat, jiwa kewirausahaan,keterampilan, berdisiplin dan bertanggung jawab serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan potensi nagari. Berkualitas : terwujudnya sumber daya manusia nagari yang berkualitas melalui program pendidikan yang berbasiskan agama, berakhlak mulia, jujur dan peduli sesama manusia serta memiliki jiwa kewirausahaan dan semangat partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan didukung oleh taraf kesehatan yang lebih baik. Sejahtera : terwujudnya peningkatan kesejahterahan masyarakat nagari melalui penguatan sistem ekonomi yang berbasiskan kepada ekonomi kerakyatan dan potensi ekonomi nagari serta didukung peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur dan prasarana dasar yang berwawasan lingkungan. 18

20 Merata : terwujudnya pemerataan pembangunan nagari dalam segala bidang, namun tetap mempertimbangkan azazazaz keadilan sesuai dengan kebutuhan daerah guna mengurangi disparitas antar nagari Misi Dalam mewujudkan visi pembangunan daerah ditempuh melalui 8 (delapan) misi pembangunan daerah sebagai berikut : 1. Mewujudkan penataan dan penguatan ekonomi masyarakat adalah tercapainya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut : a. Pengembangan produk unggulan. b. Penataan kepemilikan lahan. c. Peningkatan dan industrialisasi sektor pertanian. d. Pengembangan UKM dan sektor informal 2. Meningkatkan Kecerdasan, Keterampilan dan Kesehatan serta IMTAQ SDM Anak Nagari adalah tercapainya pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta semangat kewirausahaan, untuk mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas sehat, beriman, dan berkualitas tinggi sehingga tercapai masyarakat yang maju dan sejahtera. Peningkatan SDM yang berkualitas tersebut akan dapat diwujudkan melalui beberapa langkah sebagai berikut: a. Pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, kehidupan dan martabat manusia b. Peningkatan cakupan layanan kesehatan, sosial masyarakat c. Peningkatan keterampilan masyarakat d. Peningkatan keimanan dan ketakwaan 19

21 3. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur serta Prasarana Dasar Nagari adalah tercapainya pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: a. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana jalan dan jembatan b. Pengembangan dan peningkatan jalan lingkar nagari c. Peningkatan cakupan air bersih d. Peningkatan cakupan listrik pedesaan dan sarana komunikasi 4. Pemanfaatan SDA untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat Sijunjung adalah mengelola sumber daya pertambangan dengan tetap memperhatikan kelestarian dan ekosistim lingkungan, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut a. Penataan dan optimalisasi pertambangan. b. Pengelolaan lingkungan hidup. 5. Mengentaskan Kemiskinan dan Ketertinggalan adalah menjadi misi yang cukup penting dan mendasar karena masih relatif tingginya angka kemiskinan, disamping itu Kab. Sijunjung merupakan salah satu daerah kabupaten tertinggal di daerah Provinsi Sumatra Barat. Untuk mewujudkan misi tersebut beberapa strategi dan langkah yang dapat dilakukan adalah: a. Perluasan lapangan kerja. b. Peningkatan produktivitas masyarakat. c. Pembangunan perkebunan masyarakat. d. Peningkatan keterampilan masyarakat. 6. Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Adil, Peduli dan Berwibawa merupakan persyaratan yang tidak kalah pentingnya untuk dapat mendorong proses pembangunan daerah secara cepat, adil dan merata. Dengan demikian tata pemerintahan diharapkan terlaksana secara adil dan demokratis, taat hukum, tertib dan memiliki disiplin yang tinggi serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan 20

22 Nepotime (KKN). Karena itu diharapkan akan dapat diwujudkan pola pemerintahan daerah yang efektif, efisien, bersih dan berwibawa serta didukung oleh partisipasi aktif masyarakat secara keseluruhan. Untuk mewujudkan misi tersebut beberapa strategi dan langkah yang dapat dilakukan adalah: a. Penyelenggaraan sistem pemerintahan yang adil. b. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparatur. c. Pemberantasan korupsi. d. Peningkatan ketertiban dan kedisiplinan aparatur. 7. Mewujudkan Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan merupakan misi yang cukup strategis karena gerakan pembangunan di tingkat nagari selama ini sangat didukung oleh partisipasi masyarakat yang cukup tinggi. Untuk itu, lima tahun mendatang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat nagari makin dioptimalkan untuk menggerakkan roda pembangunan. Adapun langkah dan strategi yang dapat dilakukan adalah: a. Peningkatan program bantuan dana komitmen. b. Pelaksanaan program Block Grant. 8. Revitalisasi Adat dan Seni Budaya Anak Nagari adalah misi yang strategis karena adat dan seni budaya anak nagari merupakan potensi dan aset yang sangat berharga di dalam kemajuan pembangunan Kab. Sijunjung. Untuk itu, pada periode lima tahun mendatang revitalisasi adat dan seni budaya anak nagari perlu diperhatikan secara optimal, adapun langkah dan strategi yang dapat dilakukan adalah: a. Penguatan dan pelestarian nilai budaya masyarakat. b. Peningkatan kelembagaan adat dan seni budaya lokal. 21

23 2.9 Institusi dan Organisasi Pemda Jabaran Dalam menjalankan roda pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung dibantu oleh perangkat daerah, yang terdiri Sekretariat Daerah, Lembaga Teknis Daerah (Lemtekda) dan Kecamatan. Di samping itu, Bupati juga dibantu oleh 3 Staf Ahli yang membidangi SDM dan kemasyarakatan, Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Hukum Politik & Pemerintahan. Pada Sekretariat Daerah terdapat 3 asisten yang terdiri dari: Asisten I membidangi masalah pemerintahan, politik dan keamanan; Asisten II membidangi masalah ekonomi dan pembangunan; dan asisten III membidangi masalah administrasi dan kesejahteraan rakyat. Ketiga asisten tersebut akan mengkoordinasi 8 bagian yang ada di dalam kesekretariatannya. Urusan yang lebih teknis dilaksanakan oleh 13 dinas yaitu dari Dinas Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Pertanian Tanaman Pangan & Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kehutanan, Koperindag, Sosnakertrans, Pertamben, Parsenibudpora, Perhubungan dan Inforkom, Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Pengelolaan Keuangan Daerah. Selanjutnya ada lembaga teknis daerah seperti Bappeda, BKD, Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan & KP, BPMPN, Inspektorat Daerah, Kantor Kesbangpol dan Linmas, Satpol PP, LHPM & PT, Pemberdayaan Perempuan & KB, Perpustakaan, Arsip dan Dokumen dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sebagai perpanjangan tangan Bupati terdapat 8 kecamatan yang dipimpin oleh seorang camat, sehingga diharapkan dalam beberapa urusan yang telah diarahkan kewenangnya tidak harus langsung berurusan ke Kantor Bupati. Selanjutnya anggota dewan dalam mengurus 35 administrasi dan kelancaran tugas dibantu oleh sekretariat DPRD, yang dikepalai oleh Sekretaris Dewan. 22

24 SOTK yang baik harus didukung SDM yang berkualitas, sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan optimal. Pada bulan April 2010 terdapat PNS yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dilihat dari golongan, jumlah pegawai bergolongan III, lebih dominan, yaitu orang atau 51,44 persen sementara untuk golongan I hanya 113 orang saja. Dari segi pendidikan, pegawai menyebar pada hampir semua jenjang. Untuk tamatan SLTA sebanyak orang, untuk Diploma ada orang. Selanjutnya S1 sebanyak orang, S2 baru ada 84 orang. Dari SOTK di atas jabatan yang terisi adalah 23 pejabat eselon II, 123 Eselon III, 402 pejabat eselon IV dan 36 pejabat eselon V. Gerak langkah pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung didukung dan dipantau pelaksanaannya oleh anggota DPRD yang berjumlah 25 orang, laki-laki sebanyak 23 orang serta wanita sebanyak 2 orang. Mereka terbagi dalam 5 Fraksi dan 1 Pimpinan dewan yaitu Fraksi Bulan Bintang Amanat Reformasi, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Plus Pelopor, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi Keadilan Sejahtera, Pimpinan Dewan. Dengan dasar Keputusan Bupati Sijunjung Nomor /61/KPTS- BPT2008 Tanggal 22 Januari 2008 serta dengan beberapa aturan perubahan Perda No 1 dan 2 Tahun 2009 telah terbentuk dan ditetapkan 54 Nagari dengan satu Desanya yang tersebar di seluruh kecamatan. Disamping itu berdasarkan peraturan Bupati No Tahun 2010 pada tahun 2010 dilakukan pemekaran nagari sebanyak 6 nagari, yang pada saat ini masih berstatus Nagari persiapan. Mengingat masih besar dan luasnya Nagari, dan masalah yang semakin komplek, maka dihidupkan pemerintahan jorong, sampai tahun 2010 telah ditetapkan sebanyak 254 jorong + 1 Desa dan ditambah sebanyak 9 jorong seiring bertambahnya nagari pemekaran 23

25 2.9.2 Tabel Tabel 2.9 Struktur Organisasi Pemda Kabupaten Sijunjung No Unit Kerja SEKRETARIAT DAERAH 2 SEKRETARIAT DPRD 3 SEKRETARIAT KPU 4 DINAS PENDIDIKAN 5 DINAS KESEHATAN 6 DINAS PEKERJAAN UMUM 7 DINAS TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN 8 DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN 9 DINAS KEHUTANAN 10 DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 11 DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 12 DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI 13 DINAS PARSENIBUDPORA 14 DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN KOMUNIKASI 15 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL 16 DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 17 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 18 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH 19 INSPEKTORAT DAERAH 20 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN NAGARI 21 BADAN PELAKSANA PENYULUH PERTANIAN, PERIKANAN, KEHUTANAN DAN KETAHANAN PANGAN 22 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH 23 KANTOR KESBANG, LINMAS DAN POLITIK 24

26 24 KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA 25 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KB 26 KANTOR PERPUSTAKAAN, KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI 27 KANTOR LINGKUNGAN HIDUP, PENANAMAN MODAL DAN PT 28 KECAMATAN KUPITAN 29 KECAMATAN IV NAGARI 30 KECAMATAN SUMPUR KUDUS 31 KECAMATAN KOTO VII 32 KECAMATAN SIJUNJUNG 33 KECAMATAN LUBUK TAROK 34 KECAMATAN TANJUNG GADANG 35 KECAMATAN KAMANG BARU Jumlh /Total = 35 SKPD Sumber : BKD Kabupaten Sijunjung 2.10 Tinjauan Tata Ruang Kabupaten dan Kebijakan RTRW Jabaran Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arahan perwujudan ruang wilayah kabupaten yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten memiliki fungsi : - sebagai dasar untuk menformulasikan kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten; - memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTRW Kabupaten; - sebagai dasar dalam penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan berdasarkan : a. visi dan misi pembangunan wilayah kabupaten; b. karakteristik wilayah kabupaten; c. isu strategis; dan d. kondisi objektif yang diinginkan. 25

27 Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan dengan kriteria: - tidak bertentangan dengan tujuan penataan ruang wilayah provinsi dan nasional; - jelas dan dapat tercapai sesuai jangka waktu perencanaan; dan - tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Tujuan Umum Penataan Ruang; sesuai dengan amanah UU Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 tujuan penataan ruang adalah : - Aman; masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dari berbagai ancaman - Nyaman; memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk mengartikulasikan nilai-nilai sosial budaya dan fungsinya sebagai manusia dalam suasana yang tenang dan damai - Produktif; proses produksi dan distribusi berjalan secara efisien sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing. - Berkelanjutan; kualitas lingkungan fisik dapat dipertahankan bahkan dapat ditingkatkan, tidak hanya untuk kepentingan generasi saat ini, namun juga generasi yang akan datang. Visi dan Misi Pembangunan; Visi Kabupaten Sijunjung adalah Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Sijunjung yang Madani. Masyarakat madani diartikan sebagai masyarakat yang bertakwa, sejahtera, mandiri, cinta tanah air, menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak azasi manusia, sadar lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mewujudkan visi pembangunan daerah ditempuh melalui 8 (delapan) misi pembangunan daerah sebagai berikut: 1. Mewujudkan masyarakat Sijunjung yang sejahtera, berkualitas, berakhlak mulia dan religius adalah meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat; pemantapan kehidupan beragama untuk membentuk manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan 26

28 teknologi, memelihara kerukunan antar warga ditengah keberagaman (suku, budaya, maupun agama), serta tetap menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. 2. Mewujudkan masyarakat Sijunjung yang sehat, cerdas, kreatif, produktif dan inovatif adalah mengedepankan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan; penumbuhan dan pengembangan daya kreatif dan inovasi produktif yang berkelanjutan. 3. Mewujudkan perekonomian Sijunjung yang lebih tangguh, merata dan berkeadilan, stabil dan berkelanjutan berbasis agribisnis dan agroindustri adalah memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis keunggulan potensi riil daerah dengan membangun sektor pertanian dan industri pengolahan hasil pertanian yang tangguh berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi; mengedepankan penurunan kesenjangan ekonomi antarwilayah, antarsektor, antarpelaku, dan antargolongan pendapatan; memantapkan kelembagaan yang menjamin ketahanan, kemandirian dan keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah; dan membangun infrastruktur yang maju menjangkau setiap wilayah pembangunan ekonomi. 4. Mewujudkan pembangunan Sijunjung yang berwawasan lingkungan dan lestari adalah mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan tetap menjaga kelestarian fungsi dan keseimbangan ekosistem sesuai dengan daya dukung dan daya tampungnya bagi kenyamanan sistem kehidupan masa kini dan mendatang; memanfaatkan sumber daya alam secara berkesinambungan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang ramah lingkungan; meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk mendukung perbaikan kualitas dan keberlanjutan kehidupan. 27

29 5. Mewujudkan kehidupan masyarakat Sijunjung yang demokratis dan menjunjung tinggi hukum adalah memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan, memantapkan kehidupan demokrasi, menjamin kebebasan berpendapat dan mengkomunikasikan kepentingan masyarakat, meningkatkan budaya taat hukum, menegakkan hukum secara adil, konsekwen, dan tidak diskriminatif. 6. Mewujudkan sinergi harmonis dunia usaha, masyarakat dan pemerintah menuju Sijunjung yang madani adalah memantapkan kerjasama yang efektif dan saling mendukung antara dunia usaha, masyarakat dan pemerintah; mendorong keterlibatan aktif dunia usaha dan masyarakat dalam mencapai kemajuan dan kemandirian. 7. Mewujudkan pembangunan yang adil, merata dan antisipatif terhadap perkembangan perekonomian global adalah mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh melalui peningkatan pembangunan pada daerah tertinggal, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran, memberikan kemudahan kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan layanan publik, dan mengembangkan daerah perbatasan yang potensial. 8. Mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana yang memadai adalah menyelenggarakan perumahan yang sehat dan layak huni; meningkatkan ketersediaan sumber daya air bagi kebutuhan rumah tangga dan pertanian; membangun dan memperkuat jaringan sarana dan prasarana perhubungan yang andal dan terintegrasi satu sama lainnya terutama pada daerah terpencil dan terisolir; pemenuhan kebutuhan energi listrik bagi masyarakat secara efisien dan merata; memperluas jaringan informasi dan telekomunikasi. Misi pembangunan yang tertuang pada RPJPD Kabupaten Sijunjung yang dapat dijadikan dasar penataan ruang adalah : 1. Pengembangan ekonomi wilayah melalui; a. Pembangunan keunggulan perwilayahan komoditas pertanian, melalui pengembangan kawasan usaha agro terpadu 28

30 b. Revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan, serta program ketahanan pangan. c. Pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pengembangan karet, sawit, manggis dan kakao. d. Pengembangan potensi sumberdaya alam sebagai objek objek wisata dalam satu kesatuan sistem pengelolaan yang terpadu. e. Peningkatan pengelolaan dan pengembangan, serta pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan dan energi. f. Pengembangan energi panas bumi/matahari sebagai pembangkit listrik energi alternatif. g. Pengembangan industri kerajinan dan produk unggulan daerah, untuk membangun daya saing daerah melalui pendekatan kompetensi inti daerah. 2. Pengembangan sistem mitigasi bencana alam melalui : a. Peningkatan pengelolaan penanggulangan bencana alam. b. Pemetaan kawasan rawan bencana alam secara detil di seluruh wilayah Kabupaten Sijunjung. c. Penyusunan sistem penanganan bencana alam secara terpadu. d. Penambahan materi kurikulum sekolah mengenai pengenalan dan penanggulangan bencana alam, sebagai muatan lokal. e. Pemantapan satuan koordinasi pelaksana penanggulangan bencana alam. 3. Peningkatan kualitas penataan ruang & pembangunan infrastruktur wilayah melalui : a. Peningkatan kualitas dan kuantitas perencanaan bidang penataan ruang serta sistem pengendalian penataan ruang. b. Pembangunan dan peningkatan prasarana dan sarana pelayanan kesehatan dan pendidikan yang murah dan berkualitas c. Pengembangan kualitas dan kuantitas prasarana wilayah yang bidang bina marga, cipta karya dan pengairan 29

31 d. Perencanaan dan pengembangan ibukota kabupaten untuk menunjang peningkatan kenyamanan layanan kepada masyarakat. 4. Penggalangan kerjasama pembangunan melalui : a. Mewujudkan jalinan kemitraan pembangunan tripartid antar pemerintah akademisi pebisnis (akademisi businessman government / ABG) dalam rangka mengembangkan perekonomian dan pertumbuhan wilayah. b. Mengembangkan kerjasama (aliansi) dengan berbagai pihak, seperti lembaga keuangan, lembaga penelitian dan pengembangan, termasuk dengan pemerintah kabupaten perbatasan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Pusat. 5. Pemantapan profesionalisme aparatur pemerintah Kabupaten Sijunjung, pemantapan fungsi kelembagaan daerah, pemberdayaan lembaga adat, serta peningkatan keamanan, kedamaian, dan penegakan hukum. Kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arah tindakan yang harus ditetapkan untuk mencapai tujuan penataan ruang wilayah kabupaten. Kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten berfungsi sebagai: 1. sebagai dasar untuk memformulasikan strategi penataan ruang wilayah kabupaten; 2. sebagai dasar untuk merumuskan struktur dan pola ruang wilayah kabupaten; 3. memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTRW kabupaten; 4. sebagai dasar dalam penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Strategi penataan ruang wilayah kabupaten merupakan penjabaran kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten ke dalam langkah-langkah operasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi penataan ruang wilayah kabupaten berfungsi : 30

32 1. Sebagai dasar untuk penyusunan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan penetapan kawasan strategis kabupaten; 2. Memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTRW kabupaten; dan 3. Sebagai dasar dalam penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Strategi penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan berdasarkan : 1. Kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten; 2. Kapasitas sumber daya wilayah kabupaten dalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya; dan 3. Ketentuan peraturan perundang-undangan. Strategi penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan dengan kriteria: 1. Memiliki kaitan logis dengan kebijakan penataan ruang; 2. Tidak bertentangan dengan tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah nasional, dan provinsi; 3. Jelas, realistis, dan dapat diimplementasikan dalam jangka waktu perencanaan pada wilayah kabupaten bersangkutan secara efisien dan efektif; 4. Harus dapat dijabarkan secara spasial dalam rencana struktur dan rencana pola ruang wilayah kabupaten; dan 5. Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Secara garis besar rencana sistem perkotaan wilayah Kabupaten Sijunjung dirumuskan berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu: 1. Tujuan dasar penataan ruang adalah agar tercipta sistem ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Bila dijabarkan lebih lanjut pengertian produktif dan bekerlanjutan dalam konteks struktur ruang dimaknai sebagai suatu sistem dan hubungan fungsional antar pusat perkotaan yang efektif, efisien, mendorong peningkatan potensi masing-masing pusat (kawasan) secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan alam. 2. Kondisi objektif hirarki pusat-pusat permukiman eksisting Kabupaten Sijunjung tahun 2009, kebijakan penataan ruang nasional dan provinsi 31

33 yang menempatkan Kota Muaro Sijunjung sebagai PKL. Hirarki pusatpusat pertumbuhan saat ini adalah sebagai berikut : a. Tanjung Ampalu b. Kamang c. Sijunjung d. Lubuk Tarok e. Palangki f. Kumanis g. Padang Sibusuk h. Sumpur Kudus i. Tanjung Bonai Aur j. Aie Amo k. Sungai Lansek l. Sungai Tambang m. Muaro Bodi n. Koto Tanjung o. Koto Padang Laweh p. Pamuatan q. Pulasan r. Buluh Kasok 3. Salah satu peranan rencana penataan ruang adalah untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antar wilayah (kecamatan) dan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan pembangunan yang terkonsentrasi pada pusat kota (ibukota kabupaten) atau pada kawasan tertentu saja. Hal ini juga berkenaan dengan penciptaan sistem pusat-pusat kota yang berjenjang sehingga terbangun suatu system perkotaan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, terdapat pusat-pusat permukiman yang perlu didorong pertumbuhannya dan ada pula yang hanya cukup dikendalikan sesuai potensinya, bahkan mungkin dibatasi. Untuk sistem pusat perkotaan Kabupaten Sijunjung, pusat-pusat yang perlu didorong ataupun dikendalikan pertumbuhannya adalah : a. Tanah Badantuang; adalah daerah hinterland Kota Muaro Sijunjung yang berada pada pinggiran jalan Lintas Tengah Sumatera. 32

34 Dibangunnya sebuah RSUD Sijunjung pada saat ini diyakini akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat namun kawasan perkotaan wiliayah kecamatan ini adalah Sijunjung dan Muaro Sijunjung. Secara keruangan Tanah Badantuang sudah menjadi satu kesatuan kawasan perkotaan dengan Muaro Sijunjung, oleh karena itu dalam rencana pusat-pusat permukiman Tanah Badantuang tidak perlu dimunculkan sebagai pusat pelayanan tersendiri namun perkembangannya perlu didorong dan diarahkan dengan baik. b. Kandang Baru; dalam sistem pusat-pusat perkotaan eksisting wilayah ini berada pada hirarki yang rendah, namun mengingat letaknya yang sentris dan strategis, maka untuk menciptakan tingkat pelayanan yang optimal wilayah yang terletak antara Muaro ke Kandang Baru diarahkan sebagai kawasan perkantoran dan perumahan/pemukiman penduduk. c. Palangki dan Muaro Bodi: merupakan dua daerah pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Dua daerah ini merupakan hinterland Kota Muaro Sijunjung yang perlu ditata perkembangannya agar mampu menjadi pendukung bagi perkembangan Kota Muaro Sijunjung. Pada kedua wilayah ini dapat dikembangkan pusat-pusat perdagangan berupa pasar lokal/modern, rumah toko, dan lainnya. d. Sungai Tambang: daerah ini bukanlah merupakan ibukota kecamatan namun mengalami perkembangan dan pertumbuhan kota yang cepat. Letaknya yang strategis dan perkembangan ekonomi masyarakat yang cukup baik disekitarnya menyebabkan orang dari daerah lain mulai tertarik untuk datang berusaha dan menetap di daerah tersebut. Untuk itu diperlukan antisipasi dalam perencanaan penataan ruangnya secara lebih rinci/detil agar kota ini berkembang secara terarah dan teratur. 4. Untuk mendukung kebijakan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sijunjung sebagai kabupaten yang menghasilkan gas karbon, maka perkembangannnya dikendalikan sedemikian rupa sehingga mampu mendukung fungsi dan kelestarian hutan lindung dan suaka alam wisata. 33

35 5. Pembangunan jaringan jalan juga dibatasi sedemikian rupa tanpa mengurangi aksesibilitas antar pusat-pusat permukiman demi menjaga kualitas dan kelestarian hutan lindung dan hutan suaka alam wisata. 6. Untuk mendukung kegiatan pariwisata, mitigasi bencana, mobilisasi hasil produksi pertanian, perkebunan dan kehutanan serta komoditas unggulan lainnya perlu dilakukan percepatan pembangunan prasarana pasar agropolitan Tabel TABEL 2.10 KRITERIA FUNGSI KOTA KABUPATEN NO FUNGSI KOTA KRETERIA 1. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan;dan/atau Kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan Diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota 2. Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKLp) 3. Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) 4. Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) Kawasan perkotaan yang berpotensi sebagai simpul Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLpKawasan perkotaan yang sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala propinsi atau beberapa kabupaten/ kota Kawasan perkotaan yang berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala propinsi atau beberapa kabupaten/kota Dipromosikan oleh pemerintah propinsi Berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala kecamatan atau beberapa desa;dan/atau Kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kecamatan atau beberapa desa;dan/atau Diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota Berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala nagari atau untuk beberapa nagari ; dan/atau Diusulkan oleh pemerintah kecamatan Sumber : PP 26 Tahun 2008 dan Hasil Analisa Tahun

36 TABEL 2.11 RENCANA SISTEM PERKOTAAN TAHUN 2031 PKL PKLp PPK PPL Muaro Sijunjung Tanjung Ampalu Sijunjung Pematang Panjang Sungai Tambang Lubuk Tarok Aie Angek Tanjung Gadang Aie Amo Padang Sibusuk Sungai Lansek Kumanis Muaro Bodi Palangki Sumpur Kudus Kamang Tanjung Bonai Aur Koto Tanjung Koto Padang Laweh Buluh Kasok Pulasan Pamuatan Sumber : Hasil Analisa, Keterangan : PKL : Ditetapkan atas usulan sesuai potensi dan arah kebijakan Provinsi Sumatera Barat. PKLp, PPK dan PPL: Ditetapkan atas usulan sesuai potensi dan arah Kebijakan Kabupaten Sijunjung TABEL 2.12 RENCANA PENGEMBANGAN SISTIM TERMINAL NO TIPE LOKASI TERMINAL ARAHAN 1 A Kiliran Jao (Kamang Baru) Optimalisasi 2 B Tanah Badantuang /Muaro Sijunjung Pembangunan 3 C Tanjung Ampalu (Kec.Koto VII) Pembangunan Tanjung Gadang (Kec.Tanjung Gadang) Padang Sibusuk (Kec.Kupitan) Kumanis(Kec. Sumpur Kudus) Lubuk Tarok Pembangunan P embangunan Pembangunan Pembangunan Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Sijunjung, dan Hasil Rencana

37 Tabel 2.13 SUMBER AIR DAN DEBIT AIR DI KABUPATEN SIJUNJUNG SUMBER NO NAGARI JORONG DEBIT JENIS NAMA (1/DT) 1 Sungai Betung Koto S. Betung Air Permukaan Hulu Mudiak Batu 2 Pasar S.Betung Air Permukaan Tunggang 2 2 Kunpar Kunangan Air Permukaan Sungai Kalompaian 5 Lubuk Tarantang Air Permukaan Batang Sai 10 3 Sungai Lansek Dusun Tinggi II Air Permukaan Batang Sangsong 40 Talang/Sungai A Air Permukaan Mudiak Karangan 25 Maloro Air Permukaan Batang Sipisang 25 Banjar Tengah Air Permukaan Batang Tampuih 30 4 Aie Amo Lubuk Kapiek Air Permukaan Batang Takudo 10 Aie Amo I Air Permukaan Batang Pisang 2 Tanjung Kaliang Air Permukaan Mudiak Tumpang 40 Kiliran Jao Air Permukaan Batang pauh 3 5 Muaro Takung Koto Lamo Air Permukaan Bayan 20 Dusun Tinggi Air Permukaan Mundam 4 6 Lubuak Cupak Air Permukaan Sungai Dingin 5 Taratak baru Ranah Palam Air Permukaan Batang Malun 10 7 Langki Liambang Air Permukaan Sungai Sariak 4 8 Timbulun Koto Sinyamu Air Permukaan Batang Sureh Laweh 10 Tandikek Air Permukaan Batang Lurah Amparun 10 9 Tanjung Lolo Bukik Sabalah Air Permukaan Batang Lansek 3 Koto Tanjung Lolo Air Permukaan Mudiak Dareh 3 Ambacang Air Permukaan Sungai Kancai 3 Koto Pulasan Air Permukaan Sungai dingin 2 10 Pulasan Sungai Kandi Air Permukaan Sungai Kandi 3 Pasa Pulasan Air Permukaan Batang Kati 10 Padang Laweh Air Permukaan Batang Dikek 5 Bancah Air Permukaan Batang Talu 3 11 Sibakur Koto Sibakua Air Permukaan Sungai Durian 3 Lubuk Tolang Air Permukaan Mudiak Baliak 3 Kayu Gadih Air Permukaan Bukik Talang Andeh 3 12 Tanjung Gadang Pandam Air Permukaan Mudiak Cupak 3 Sungai Napa Air Permukaan Sungai Kalambai 10 Mudiak Malieh Air Permukaan Mudiak Nilam 3 Batang Lalan Air Permukaan Bukit Ambacang 2 13 Lalan Batu Ajuang Air Permukaan Pincuran Loso 2 Sikaladi Air Permukaan Karomie 5 Andopan Air Permukaan Tunggu Buto 3 14 Lubuk Tarok Latang Air Permukaan Sepundung 4 Tigo Korong Air Permukaan Batang Posan 2 Silalak Kulik Air Permukaan Batang Karimo 150 Koto Buluh Air Permukaan Kapau 4 15 Buluh Kasok Silongo Air Permukaan Mudiak Mulu 2 Taratak Air Permukaan Pinsuran dagang 5 Taratak Air Permukaan Sungai Nojo 2 36

38 16 Palangki Tanhung Udani Air Permukaan Batang Malutu 3 17 Koto Tuo Rantau Jambu Air Permukaan batang Palangki Koto Baru Simpang Ampek Air Permukaan Susuan 5 Pasar Koto Baru Air Permukaan Batang Suo 5 19 Mundam sakti Ranah Pasa Air Permukaan Sungai Joniah 5 Kampung Pinang Air Permukaan Batang Karomia Padang Sibusuk Kepalo Koto Air Permukaan Batang Lasi Kampung Baru Dusun Air Permukaan Singgolang 3 22 Batu Manjulur Barat Air Permukaan Batang Sitonam 10 Timur Air Permukaan Batang Sitonam Limo Koto Bukit Bual Air Permukaan Sungai Pandan 5 24 Guguk Buluh Rotan Air Permukaan Titian Tareh 3 taratak Aro Air Permukaan Bawah Bangau 5 25 Unggan Koto Unggan Air Permukaan Muaro Baling 5 Unggan Bukit Air Permukaan Sei Bungo 10 taratak Aro Air Permukaan Lurah Nan Panjang 5 Sepakat Air Permukaan Sei Kalumpang Silantai Ujuang Koto Air Permukaan Batang Kinkin 10 Koto ateh Air Permukaan Batang Saik 10 Air Permukaan Batang Suami 15 Pintu Rayo Mata Air Lurah Kapeh 5 Air Permukaan Batang Karongan 15 Taratak Ujung Luhak Air Permukaan Batang Suami Sumpur Kudus Taratak tangah Air Permukaan Mudiak Daliah 10 Taratak Calau Air Permukaan Mudiak Manaih 10 Taratak Uncang Labuah Air Permukaan Batang Baru 10 Kampung Baru Air Permukaan Sungai Tolang 5 Tombang Mata Air Bukik Kijang 10 Mata Air Simonduang Tanjung Bonai Aur 29 Kumanis 30 Manganti 31 Tamparungo 32 Sisawah 33 Durian Gadang Koto Tinggi Air Permukaan Batang Poliki 15 Benai Air Permukaan Batang Songki 10 Kumanis Mata Air Mudiak Parik 8 Tanjung Alam Mata Air Batang Kubang 10 Tanjung Raya Mata Air Bulakan 10 Tapi Balai Air Permukaan Batang Manganti 10 Balai Lamo Air Permukaan Sungai Piplu 10 Taruko Air Permukaan Batang Bateh 15 Sitongek Air Permukaan Mudiak Murai 5 Pangkahan Air Permukaan Batang Pangkahan 10 Simaru Air Permukaan Batu Peti 10 Simawik Air Permukaan Batang Pisang Kolek 10 Rumbai Air Permukaan Sungai Sikam 12 Koto Sisawah Air Permukaan Batang Mintato 10 Koto Baru Air Permukaan Sungai Silasi 10 Koto Mudiak Air Permukaan Batang Tango 2 Koto Ilie Air Permukaan Batang Tango 2 Pinang Air Permukaan Sungai Singgam 3 Tanggalo Air Permukaan Batang Duran 10 Air Permukaan Sungai Suyia 10 37

39 Silukah Air Permukaan Batang Luka 3 34 Silokek Sangkiamo Air Permukaan Sungai Sangkiamo 10 Tanjung Medan Air Permukaan Batang Taye 3 35 Muaro Subarang Sukam Air Permukaan pincuran Tujuah 3 36 Sijunjung Batang Ranah Air Permukaan Sungai Tolang 5 Pudak Air Permukaan Batang Langgo 3 37 Kandang Baru Sungai abu Air Permukaan Sungai Gunung Paru Paru Air Permukaan Batang Mangan 15 Bukik Buar Air Permukaan Sungai Bodi 8 Koto Ranah Air Permukaan Kariang-Kariang 5 39 Solok Ambah Koto Mudiak Air Permukaan Mudiak Pincuran 1.5 Bukik Tujuah Takuang Air Permukaan Lubuak Lundak Aie Angek Padang Doto Air Permukaan Sido Kociek 1.5 Aie Angek Air Permukaan Batang Ampak 20 Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabuapten Sijunjung 38

40 Gambar 2.6 Peta Rencana Sistem Perkotaan 39

41 Gambar 2.7 Peta Rencana Sistem Prasarana Lingkungan 40

42 Gambar 2.8 Peta Rencana Sistem Prasarana Lingkungan 41

2.1.1 Dasar Perumusan Tujuan Penataan Ruang Tujuan Umum Penataan Ruang; sesuai dengan amanah UU Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 tujuan penataan ruang

2.1.1 Dasar Perumusan Tujuan Penataan Ruang Tujuan Umum Penataan Ruang; sesuai dengan amanah UU Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 tujuan penataan ruang BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG KABUPATEN SIJUNJUNG 2.1 PERUMUSAN TUJUAN Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arahan perwujudan ruang wilayah kabupaten yang ingin dicapai

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2010-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIJUNJUNG, Menimbang

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. VISI Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Sawahlunto Tahun 2013-2018, adalah rencana pelaksanaan tahap ketiga (2013-2018) dari Rencana Pembangunan Jangka

Lebih terperinci

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Visi : Terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih menuju maju dan sejahtera Misi I : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI BAB II DESKRIPSI ORGANISASI 2.1. Sejarah Organisasi Kota Serang terbentuk dan menjadi salah satu Kota di Propinsi Banten berdasarkan Undang-undang Nomor 32 tahun 2007 yang diundangkan pada tanggal 10 bulan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2011 2031 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIJUNJUNG; Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS IIV.1 Permasalahan Pembangunan Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini dan permasalahan yang diperkirakan terjadi lima tahun ke depan perlu mendapat

Lebih terperinci

o. Koto Padang Laweh p. Pamuatan q. Pulasan r. Buluh Kasok 3. Salah satu peranan rencana penataan ruang adalah untuk menciptakan keseimbangan pembangu

o. Koto Padang Laweh p. Pamuatan q. Pulasan r. Buluh Kasok 3. Salah satu peranan rencana penataan ruang adalah untuk menciptakan keseimbangan pembangu BAB III STRUKTUR RUANG KABUPATEN SIJUNJUNG 3.1. RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN SIJUNJUNG 3.1.1 Rencana Sistem Perkotaan Secara garis besar rencana sistem perkotaan wilayah Kabupaten Sijunjung

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi Visi Kabupaten Sijunjung Tahun 2005-2025 merupakan landasan idiil-filosofis dan menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pemerintahan beserta seluruh rakyat Kabupaten

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013-

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013- BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi 2017 adalah : Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013- ACEH TAMIANG SEJAHTERA DAN MADANI MELALUI PENINGKATAN PRASARANA DAN SARANA

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA KAB. TOBA SAMOSIR BAB I PENDAHULUAN

LAPORAN KINERJA KAB. TOBA SAMOSIR BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Kabupaten Toba Samosir Kabupaten Toba Samosir dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Utara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA. Sejarah dan Profil Kabupaten Labuhan Batu Utara

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA. Sejarah dan Profil Kabupaten Labuhan Batu Utara BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA Sejarah dan Profil Kabupaten Labuhan Batu Utara Sejarah Singkat Sebutan Labuhanbatu bermula ketika pada tahun 1862 Angkatan Laut Belanda

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONDOWOSO YANG BERIMAN, BERDAYA, DAN BERMARTABAT SECARA BERKELANJUTAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONDOWOSO YANG BERIMAN, BERDAYA, DAN BERMARTABAT SECARA BERKELANJUTAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN 5.1 Visi 2014-2018 adalah : Visi pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2014-2018 TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONDOWOSO YANG BERIMAN, BERDAYA, DAN BERMARTABAT SECARA BERKELANJUTAN

Lebih terperinci

Kawasan strategis wilayah kabupaten ditetapkan berdasarkan: 1. Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten; 2. Nilai strategis dari aspek-

Kawasan strategis wilayah kabupaten ditetapkan berdasarkan: 1. Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten; 2. Nilai strategis dari aspek- BAB V KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN SIJUNJUNG 5.1. PROSES PENETAPAN KAWASAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN SIJUNJUNG 5.1.1 Fungsi, Dasar dan Kriteria Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Kawasan strategis

Lebih terperinci

Bab II. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 2.1 TUJUAN PENATAAN RUANG Tinjauan Penataan Ruang Nasional

Bab II. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 2.1 TUJUAN PENATAAN RUANG Tinjauan Penataan Ruang Nasional Bab II Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 2.1 TUJUAN PENATAAN RUANG 2.1.1 Tinjauan Penataan Ruang Nasional Tujuan Umum Penataan Ruang; sesuai dengan amanah UU Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 tujuan penataan

Lebih terperinci

5.3. VISI JANGKA MENENGAH KOTA PADANG

5.3. VISI JANGKA MENENGAH KOTA PADANG Misi untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, beriman dan berkualitas tinggi merupakan prasyarat mutlak untuk dapat mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Sumberdaya manusia yang

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, disebutkan bahwa setiap Provinsi, Kabupaten/Kota wajib menyusun RPJPD

Lebih terperinci

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan BAB - VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Strategi adalah langkah-langkah berisikan program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi, yang dirumuskan dengan kriterianya

Lebih terperinci

BAB V VISI DAN MISI RPJMD KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

BAB V VISI DAN MISI RPJMD KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN BAB V VISI DAN MISI Secara Nasional, isu strategis yang telah dirumuskan pada RPJM nasionaldalam sembilan agenda prioritas dan dikenal dengan Nawa Cita adalah sebagai berikut: 1. Menghadirkan kembali Negara

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN NAGARI BUKIT BUAL DI KECAMATAN KOTO VII DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN NAGARI BUKIT BUAL DI KECAMATAN KOTO VII DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN NAGARI BUKIT BUAL DI KECAMATAN KOTO VII DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIJUNJUNG, Menimbang Mengingat : : a. bahwa

Lebih terperinci

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar BAB II PROFIL WILAYAH KAJIAN Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah

Lebih terperinci

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam perumusan strategi didasarkan pada kriteria : 1. Strategi yang realistis untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan 2. Menganalisis dan mengevaluasi faktor faktor

Lebih terperinci

BUPATI SIJUNJUNG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

BUPATI SIJUNJUNG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH p BUPATI SIJUNJUNG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIJUNJUNG,

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN I. VISI Pembangunan di Kabupaten Flores Timur pada tahap kedua RPJPD atau RPJMD tahun 2005-2010 menuntut perhatian lebih, tidak hanya untuk menghadapi permasalahan

Lebih terperinci

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAPPEDA KAB. LAMONGAN BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 5.1 Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Untuk Masing masing Misi Arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Lamongan tahun

Lebih terperinci

IV. ANALISIS SITUASIONAL DAERAH PENELITIAN

IV. ANALISIS SITUASIONAL DAERAH PENELITIAN 92 IV. ANALISIS SITUASIONAL DAERAH PENELITIAN 4.1. Kota Bekasi dalam Kebijakan Tata Makro Analisis situasional daerah penelitian diperlukan untuk mengkaji perkembangan kebijakan tata ruang kota yang terjadi

Lebih terperinci

VISI TERWUJUDNYA KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG AMAN, DAMAI, MAJU DAN SEJAHTERA SERTA MAMPU BERDAYA SAING

VISI TERWUJUDNYA KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG AMAN, DAMAI, MAJU DAN SEJAHTERA SERTA MAMPU BERDAYA SAING VISI DAN MISI MARKUS WARAN, ST DAN WEMPI WELLY RENGKUNG, SE CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN PILKADA 2015 ------------------------------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN - 115 - BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Visi dan Misi, Tujuan dan Sasaran perlu dipertegas dengan upaya atau cara untuk mencapainya melalui strategi pembangunan daerah dan arah kebijakan yang diambil

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM. Kota Metro secara geoafis terletak pada 105, ,190 bujur timur dan 5,60-

BAB IV GAMBARAN UMUM. Kota Metro secara geoafis terletak pada 105, ,190 bujur timur dan 5,60- BAB IV GAMBARAN UMUM 4.1.Kota Metro Kota Metro secara geoafis terletak pada 105,170-105,190 bujur timur dan 5,60-5,80 lintang selatan, berjarak 45 km dari Kota Bandar Lampung (Ibukota Provinsi Lampung).Wilayah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1

BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1 BAB I PENDAHULUAN Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi dan tuntutan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara.

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN V.5.1 Visi Visi merupakan pandangan jauh ke depan, ke arah mana dan bagaimana Kabupaten Situbondo akan dibawa dan berkarya agar konsisten dan eksis, antisipatif, inovatif

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS 4.1 Permasalahan Pembangunan Capaian kinerja yang diperoleh, masih menyisakan permasalahan dan tantangan. Munculnya berbagai permasalahan daerah serta diikuti masih banyaknya

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang PENDAHULUAN Latar Belakang Otonomi daerah sudah dilaksanakan sejak tahun 2001. Keadaan ini telah memberi kesadaran baru bagi kalangan pemerintah maupun masyarakat, bahwa pelaksanaan otonomi tidak bisa

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Pemerintah Nomor 3 tahun 1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Pemerintah Nomor 3 tahun 1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Kota Bandar Lampung 1. Sejarah Kota Bandar Lampung Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota dari Provinsi Lampung. Provinsi Lampung pada awalnya merupakan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak

IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI 4.1 Keadaan Umum Provinsi Jambi secara resmi dibentuk pada tahun 1958 berdasarkan Undang-Undang No. 61 tahun 1958. Secara geografis Provinsi Jambi terletak antara 0º 45

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 VISI Dalam periode Tahun 2013-2018, Visi Pembangunan adalah Terwujudnya yang Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri, Berwawasan Lingkungan dan Berakhlak Mulia. Sehingga

Lebih terperinci

BAB III Visi dan Misi

BAB III Visi dan Misi BAB III Visi dan Misi 3.1 Visi Pembangunan daerah di Kabupaten Bandung Barat, pada tahap lima tahun ke II Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) atau dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Perumusan visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan menegaskan tentang kondisi Kota Palembang yang diinginkan dan akan dicapai dalam lima tahun mendatang (2013-2018).

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi, BAB VI. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien.

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. VISI PEMBANGUNAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 2008 tentang

Lebih terperinci

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN Visi dan misi merupakan gambaran apa yang ingin dicapai Kota Surabaya pada akhir periode kepemimpinan walikota dan wakil walikota terpilih, yaitu: V.1

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Pembangunan Daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Sesuai dengan amanat Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2009-2029, bahwa RPJMD

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan merupakan upaya pemerintah daerah secara keseluruhan mengenai cara untuk mencapai visi dan melaksanakan misi, melalui penetapan kebijakan dan program

Lebih terperinci

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 44 TAHUN 1990 (44/1990) Tanggal: 1 SEPTEMBER 1990 (JAKARTA) Kembali ke Daftar Isi

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 44 TAHUN 1990 (44/1990) Tanggal: 1 SEPTEMBER 1990 (JAKARTA) Kembali ke Daftar Isi PP 44/1990, PERUBAHAN BATAS WILAYAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SAWAHLUNTO, KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG DAN KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SOLOK Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor:

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Visi didefinisikan sebagai suatu kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dalam suatu periode perencanaan berdasarkan pada situasi dan kondisi saat ini.

Lebih terperinci

Disampaikan oleh: Kepala Bappeda provinsi Jambi. Jambi, 31 Mei 2016

Disampaikan oleh: Kepala Bappeda provinsi Jambi. Jambi, 31 Mei 2016 Disampaikan oleh: Kepala Bappeda provinsi Jambi Jambi, 31 Mei 2016 SUMBER PERTUMBUHAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA 1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jambi pada Februari 2015 sebesar 4,66

Lebih terperinci

Lubuklinggau, Mei 2011 BUPATI MUSI RAWAS RIDWAN MUKTI

Lubuklinggau, Mei 2011 BUPATI MUSI RAWAS RIDWAN MUKTI Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-nya kegiatan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2015 dapat diselesaikan

Lebih terperinci

IKHTISAR EKSEKUTIF. Hasil Rekapitulasi Pencapain kinerja sasaran pada Tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut :

IKHTISAR EKSEKUTIF. Hasil Rekapitulasi Pencapain kinerja sasaran pada Tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut : IKHTISAR EKSEKUTIF Sistem AKIP/LAKIP Kabupaten Sukabumi adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban yang baik, transparan

Lebih terperinci

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah 4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah Mencermati isu-isu strategis diatas maka strategi dan kebijakan pembangunan Tahun 2014 per masing-masing isu strategis adalah sebagaimana tersebut pada Tabel

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1990 TENTANG PERUBAHAN BATAS WILAYAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SAWAHLUNTO, KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG DAN KABUPATEN DAERAH

Lebih terperinci

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 VISI KABUPATEN BENGKULU TENGAH

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 VISI KABUPATEN BENGKULU TENGAH BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 VISI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Bengkulu Tengah yang Lebih Maju, Sejahtera, Demokratis, Berkeadilan, Damai dan Agamis 1. Maju, yang diukur dengan : (a) meningkatnya investasi;

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Lebih terperinci

DRAFT RANCANGAN AWAL RPJMD KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN Disampaikan pada Forum Konsultasi Publik Rabu, 6 April 2016

DRAFT RANCANGAN AWAL RPJMD KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN Disampaikan pada Forum Konsultasi Publik Rabu, 6 April 2016 DRAFT RANCANGAN AWAL RPJMD KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2016-2021 Disampaikan pada Forum Konsultasi Publik Rabu, 6 April 2016 DASAR PENYUSUNAN Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Kabupaten Kampar 4.1.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang Selatan, 100º 23' - 101º40' Bujur Timur.

Lebih terperinci

Biro Bina Sosial, Sekretariat Daerah Propinsi Sumatera Barat

Biro Bina Sosial, Sekretariat Daerah Propinsi Sumatera Barat BAB VI INDIKATOR KINERJA BIRO BINA SOSIAL YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD 6.1. TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Berdasarkan RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010 2015, telah ditetapkan Visi Pemerintah

Lebih terperinci

BAB III VISI, MISI, DAN ARAH PEMBANGUNAN DAERAH

BAB III VISI, MISI, DAN ARAH PEMBANGUNAN DAERAH BAB III VISI, MISI, DAN ARAH PEMBANGUNAN DAERAH 3.1. Visi Berdasarkan kondisi masyarakat dan modal dasar Kabupaten Solok saat ini, serta tantangan yang dihadapi dalam 20 (dua puluh) tahun mendatang, maka

Lebih terperinci

MEWUJUDKAN PENGEMBANGAN DESA YANG BERKELANJUTAN MELALAUI PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN PERDESAAN YANG BERKELANJUTAN (P2KPB)

MEWUJUDKAN PENGEMBANGAN DESA YANG BERKELANJUTAN MELALAUI PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN PERDESAAN YANG BERKELANJUTAN (P2KPB) MEWUJUDKAN PENGEMBANGAN DESA YANG BERKELANJUTAN MELALAUI PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN PERDESAAN YANG BERKELANJUTAN (P2KPB) Disampaikan Oleh: Bupati Agam Indra Catri Disampaikan pada acara Dialog Nasional

Lebih terperinci

Visi Mewujudkan Kabupaten Klaten yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing. Misi ke 1 :

Visi Mewujudkan Kabupaten Klaten yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing. Misi ke 1 : Tabel 6.1 Strategi, dan Arah Kebijakan Kabupaten Klaten Tahun 016-01 Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Cerdas, Sehat, dan Berbudaya 1 Mewujudkan pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi Terwujudnya pemenuhan.1

Lebih terperinci

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 26 Administrasi Kabupaten Sukabumi berada di wilayah Propinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak diantara 6 o 57`-7 o 25` Lintang Selatan dan 106 o 49` - 107 o 00` Bujur

Lebih terperinci

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM SWP DAS ARAU

GAMBARAN UMUM SWP DAS ARAU 75 GAMBARAN UMUM SWP DAS ARAU Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu propinsi yang masih memiliki tutupan hutan yang baik dan kaya akan sumberdaya air serta memiliki banyak sungai. Untuk kemudahan dalam

Lebih terperinci

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017 BAB V VISI, MISI, DAN V - 1 Revisi RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017 5.1. VISI Dalam rangka mewujudkan pembangunan jangka panjang sebagaimana tercantum di dalam

Lebih terperinci

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN Pada dasarnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2011-2016 diarahkan untuk menjadi

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Letak Geografis Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu dari delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara geografis terletak antara 116-117

Lebih terperinci

BAB IV VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN

BAB IV VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN BAB IV VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2005-2025 4.1 VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2005-2025 Mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional, Rencana

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG L PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG PERATURAN DAERAH KABUPATEN REJANG LEBONG NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN REJANG LEBONG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

VISI DAN MISI H. ARSYADJULIANDI RACHMAN H. SUYATNO

VISI DAN MISI H. ARSYADJULIANDI RACHMAN H. SUYATNO 1 VISI DAN MISI H. ARSYADJULIANDI RACHMAN H. SUYATNO V I S I Riau Yang Lebih Maju, Berdaya Saing, Berbudaya Melayu, Berintegritas dan Berwawasan Lingkungan Untuk Masyarakat yang Sejahtera serta Berkeadilan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi Terwujudnya Masyarakat Bengkulu Utara yang Mandiri, Maju, dan Bermartabat Visi pembangunan Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2011-2016 tersebut di atas sebagai

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Atas dukungan dari semua pihak, khususnya Bappeda Kabupaten Serdang Bedagai kami sampaikan terima kasih. Sei Rampah, Desember 2006

KATA PENGANTAR. Atas dukungan dari semua pihak, khususnya Bappeda Kabupaten Serdang Bedagai kami sampaikan terima kasih. Sei Rampah, Desember 2006 KATA PENGANTAR Untuk mencapai pembangunan yang lebih terarah dan terpadu guna meningkatkan pembangunan melalui pemanfaatan sumberdaya secara maksimal, efektif dan efisien perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB III Gambaran Umum BAPPEDA Kabupaten Sukabumi. derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70 derajat 25 Lintang

BAB III Gambaran Umum BAPPEDA Kabupaten Sukabumi. derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70 derajat 25 Lintang 33 BAB III OBYEK LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 3.1.1 Gambaran Umum BAPPEDA Kabupaten Sukabumi Kabupaten Sukabumi terletak antara 106 derajat 49 sampai 107 derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70

Lebih terperinci

5.1. VISI MEWUJUDKAN KARAKTERISTIK KABUPATEN ENDE DENGAN MEMBANGUN DARI DESA DAN KELURAHAN MENUJU MASYARAKAT YANG MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERKEADILAN

5.1. VISI MEWUJUDKAN KARAKTERISTIK KABUPATEN ENDE DENGAN MEMBANGUN DARI DESA DAN KELURAHAN MENUJU MASYARAKAT YANG MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERKEADILAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Mengacu kepada arah pembangunan jangka panjang daerah, serta memerhatikan kondisi riil, permasalahan, dan isu-isu strategis, dirumuskan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

Lebih terperinci

TERWUJUDNYAMASYARAKAT KABUPATEN PASAMAN YANGMAJU DAN BERKEADILAN

TERWUJUDNYAMASYARAKAT KABUPATEN PASAMAN YANGMAJU DAN BERKEADILAN TERWUJUDNYAMASYARAKAT KABUPATEN PASAMAN YANGMAJU DAN BERKEADILAN Untuk memberikan gambaran yang jelas pada visi tersebut, berikut ada 2 (dua) kalimat kunci yang perlu dijelaskan, sebagai berikut : Masyarakat

Lebih terperinci

BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN Menurut RPJPD Kabupaten Kampar 2005-2025, berlandaskan pelaksanaan, pencapaian, dan sebagai keberlanjutan RPJM ke-1, maka RPJM ke-2 (2011-2016) ditujukan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 VISI Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menjelaskan bahwa visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan

Lebih terperinci

BAB II KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. tantangan pembangunan kota yang harus diatasi. Perkembangan kondisi Kota

BAB II KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. tantangan pembangunan kota yang harus diatasi. Perkembangan kondisi Kota BAB II KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Pemerintah Kota Medan Gambaran umum kondisi kota Medan memuat perkembangan kondisi Kota Medan sampai saat ini, capaian hasil pembangunan kota sebelumnya

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota 66 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Kota Bandarlampung 1. Letak Geografis Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota Bandarlampung memiliki luas wilayah

Lebih terperinci

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH. 1. Menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan;

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH. 1. Menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan; BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH VII.1 Program Pembangunan Daerah Berdasarkan visi, misi serta tujuan yang telah ditetapkan, maka upaya pencapaiannya dijabarkan secara sistematik melalui

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN DAERAH

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN DAERAH BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN DAERAH 5.1 VISI DAN MISI KOTA CIMAHI. Sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,

Lebih terperinci

MATRIK TAHAPAN RPJP KABUPATEN SEMARANG TAHUN

MATRIK TAHAPAN RPJP KABUPATEN SEMARANG TAHUN MATRIK TAHAPAN RPJP KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2005-2025 TAHAPAN I (2005-2009) TAHAPAN I (2010-2014) TAHAPAN II (2015-2019) TAHAPAN IV (2020-2024) 1. Meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Kabupaten

Lebih terperinci

Tabel 6.1 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Ponorogo TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

Tabel 6.1 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Ponorogo TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN Tabel 6.1 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Ponorogo VISI : PONOROGO LEBIH MAJU, BERBUDAYA DAN RELIGIUS MISI I : Membentuk budaya keteladanan pemimpin yang efektif, guna mengembangkan manajemen pemerintahan

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BREBES NOMOR 102 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BREBES

PERATURAN BUPATI BREBES NOMOR 102 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BREBES PERATURAN BUPATI BREBES NOMOR 102 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BREBES DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BREBES, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2007-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM PROVINSI DKI JAKARTA Keadaan Geografis dan Kependudukan

GAMBARAN UMUM PROVINSI DKI JAKARTA Keadaan Geografis dan Kependudukan 41 IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI DKI JAKARTA 4.1. Keadaan Geografis dan Kependudukan Provinsi Jakarta adalah ibu kota Negara Indonesia dan merupakan salah satu Provinsi di Pulau Jawa. Secara geografis, Provinsi

Lebih terperinci

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 39 KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN Letak Geografis dan Administrasi Kabupaten Deli Serdang merupakan bagian dari wilayah Propinsi Sumatera Utara dan secara geografis Kabupaten ini terletak pada 2º 57-3º

Lebih terperinci

dan Program Strategis Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan

dan Program Strategis Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan 2015 Ringkasan dan Program Strategis Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan Calon Bupati dan Wakil Tahun 2016-2021 Visi-Misi Bupati Luwu Timur Periode IR. H. MUH. THORIG HUSLER IRWAN BACHRI SYAM,

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Visi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, khususnya dalam Pasal 1, angka 12 disebutkankan

Lebih terperinci

Terwujudnya Pemerintahan yang Baik dan Bersih Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera

Terwujudnya Pemerintahan yang Baik dan Bersih Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera BAB - V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Visi Misi Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan rangkaian kegiatan pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan,

Lebih terperinci

2.1. Peraturan Pemerintah Terkait Pengembangan Produk Unggulan

2.1. Peraturan Pemerintah Terkait Pengembangan Produk Unggulan 2.1. Peraturan Pemerintah Terkait Pengembangan Produk Unggulan 2.1.1 Permendagri No. 9 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Produk Unggulan Kegiatan pengembangan produk unggulan adalah upaya yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN Prioritas dan sasaran merupakan penetapan target atau hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan yang direncanakan, terintegrasi, dan konsisten terhadap pencapaian

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi 69 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak dan Luas Daerah Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi Lampung yang letak daerahnya hampir dekat dengan daerah sumatra selatan.

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman BAB I. PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I-3 1.3 Hubungan Antar Dokumen... I-4

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 5.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Seluma Kabupaten Seluma merupakan salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 53 IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Kondisi Geografis Selat Rupat merupakan salah satu selat kecil yang terdapat di Selat Malaka dan secara geografis terletak di antara pesisir Kota Dumai dengan

Lebih terperinci

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN BINTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BINTAN, Menimbang

Lebih terperinci