BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Handoko Oesman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan gedung gedung baru cenderung bertingkat, hal ini sebagai solusi semakin sempitnya lahan tanah yang ada. Namun disisi lain, dengan semakin banyak berdirinya bangunan bertingkat, beberapa permasalahan mengenai keamanan bangunan menjadi hal penting untuk diperhatikan, karena bangunan bertingkat lebih beresiko mengalami gangguan, baik gangguan secara mekanik maupun gangguan alam. Salah satu dari gangguan mekanik bisa dimungkinkan kerobohan gedung karena kurang kokohnya bangunan, sedangkan gangguan alam yang sering terjadi adalah terkenanya sambaran petir. Secara geografis letak Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia beriklim tropis, akibatnya Indonesia memiliki hari guruh rata-rata per tahun yang sangat tinggi. Dengan demikian bangunan bangunan di Indonesia memiliki resiko lebih besar mengalami kerusakan akibat terkena sambaran petir. Kerusakan yang ditimbulkan dapat membahayakan peralatan serta manusia yang berada di dalam gedung tersebut. Petir merusak struktur yang terbuat dari bahan, seperti batu, kayu, beton dan baja yang dapat mengalirkan arus listrik yang tinggi dari petir sehingga dapat memanaskan bahan dan akan menyebabkan potensi kebakaran atau kerusakan berbahaya lainnya. Untuk melindungi dan mengurangi dampak kerusakan dari sambaran petir maka perlu dipasang sistem pengaman pada gedung bertingkat. Sistem pengaman itu salah satunya berupa sistem penangkal petir beserta pentanahannya. Sambaran petir langsung dapat menyebabkan kerusakan bangunan, peralatan, kebakaran, bahkan korban jiwa. Hal ini menimbulkan kerugian besar sehingga dibutuhkan usaha untuk mengurangi resiko kerusakan akibat sambaran petir, yaitu 1
2 2 dengan sistem penangkal petir. Pada umumnya suatu bangunan yang tinggi selalu dilengkapi dengan sistem penangkal petir. Penangkal petir ditempatkan pada bagian atap bangunan, kemudian dihubungkan ke tanah melalui kawat pembumian penangkal petir yang dipasang pada bagian sisi bangunan. Di dalam bangunan tersebut terdapat instalasi listrik yang menyalurkan daya listrik untuk semua peralatan listrik yang dipergunakan dalam bangunan tersebut. Sistem penangkal petir pada bangunan meliputi sistem proteksi eksternal dan sistem proteksi internal. Sistem proteksi petir eksternal berfungsi untuk mengurangi resiko terhadap bahaya kerusakan akibat sambaran langsung pada bangunan yang dilindungi, sedangkan sistem proteksi petir internal bertujuan untuk melindungi instalasi peralatan di dalam bangunan terhadap tegangan lebih akibat sambaran petir. Perancangan sistem penangkal petir dipengaruhi oleh karakteristik bangunan yang diproteksi dan karakteristik tahanan tanah di daerah tersebut. Dengan banyaknya pembangunan gedung-gedung bertingkat di Indonesia saat ini, maka dibutuhkan sistem pengaman, salah satunya ialah sistem penangkal petir yang berguna untuk melindungi dan mengurangi dampak kerusakan bangunan-bangunan di Indonesia. Hal tersebut menjadi suatu potensi yang dimanfaatkan oleh para peminat bisnis di Indonesia yang bersaing ketat untuk mengembangkan sayapnya di bidang yang sama. Di dalam perusahaan yang bergerak di bidang penangkal petir, sumber daya manusia merupakan aset penting bagi perusahaan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dengan memberikan kualitas dan kuantitas produk yang baik untuk memberikan kepuasan bagi masyarakat dan melengkapi kebutuhan bisnis di Indonesia. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari sumber daya manusia ialah kinerja dan keterikatan yang dimiliki oleh tiap-tiap karyawan sebagai sikap antusias terhadap perusahaan dan berkelanjutan. Adanya kinerja yang baik dalam perusahaan menunjukkan bahwa karyawan memiliki kepuasan kerja serta komitmen kerja yang tinggi untuk meningkatkan kinerja di perusahaan dan mempengaruhi banyaknya kontribusi yang diberikan kepada perusahaan termasuk pelayanan yang berkualitas yang disajikan. Kinerja karyawan pada dasarnya ialah hasil kerja seorang karyawan selama periode tertentu yang merupakan faktor penentu keberhasilan perusahaan.
3 3 Di dalam kinerja perusahaan terdapat hal-hal yang membuat kinerja karyawan menjadi menurun, diantaranya adalah komitmen serta kepuasan kerja yang dimiliki oleh karyawan di perusahaan. Komitmen organisasi adalah tingkat sampai dimana karyawan yakin dan menerima tujuan organisasional, serta berkeinginan untuk tinggal bersama atau meninggalkan perusahaan pada akhirnya tercermin dalam ketidakhadiran dan angka perputaran karyawan (Mahis & Jackson, 2000: dalam Sopiah 2008). Menurut Upadhyay, Kumar Singh & Shilp singh (2010) menemukan bahwa dukungan organisasi dirasakan sebagai faktor mediasi antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Ia menemukan bahwa karyawan akan memiliki komitmen kerja yang tinggi, jika karyawan merasakan dukungan organisasi, yang akan membuat karyawan lebih berkomitmen dan merasa puas dengan organisasi. Keamanan kerja adalah faktor penting lain dari komitmen organisasi itu yang karyawan merasa bahwa pekerjaan mereka aman akibatnya karyawan lebih berkomitmen dengan organisasi. Kepuasan kerja adalah evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam bekerja (Veithzal Rivai dan Ella Jauvani Sagala 2009:856). (Robbins and Judge 2009) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai perasaan positif tentang pekerjaan sebagai hasil evaluasi karakter-karakter pekerjaan tersebut. Menurut (Rivai, 2009), mendefinisikan kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual. Semakin tinggi penilaian terhadap kegiatan yang dirasakan sesuai dengan keinginan individu, maka semakin tinggi pula kepuasannya terhadap kegiatan tersebut. PT. KURN INDONESIA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi alat penangkal Petir, dengan target pasar utama adalah objek-objek yang bukan hanya objek vital, seperti lapangan terbuka, gedung bertingkat, maupun rumah tinggal. Produksi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut adalah alat penangkal petir yang awalnya menggunakan prinsip kerja sistem konvensional telah berhasil menemukan metode baru pada sistem alat tersebut dengan menggunakan metode
4 4 sistem pengembangan ionisasi medan elektromagnetik dalam pengamanan sistem proteksi yang disebut dengan sistem elektrostatik. Bagi PT. KURN INDONESIA, karyawan merupakan aset yang harus dikelola dengan baik, sebab selain kontribusi yang diberikan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian yang akan dihasilkan oleh perusahaan, pengelolaan karyawan juga dapat memberikan keuntungan dan dapat meningkatkan citra baik perusahaan. Dengan jumlah karyawan yang cukup memadai saat ini, perusahaan selalu berusaha untuk mempertahankan komitmen dan tingkat kepuasan karyawan dalam bekerja. Hal ini disebutkan karena komitmen dan kepuasan kerja tiap-tiap karyawan yang berbeda-beda dapat menurunkan kinerja karyawan dalam suatu organisasi. Maka tidak dapat dipungkiri seringnya terjadi masalah disebabkan oleh pengaruh komitmen dan kepuasan karyawan terhadap kinerja mereka di tempat kerja. Komitmen dan kepuasan kerja karyawan di tempat kerja sangat berpengaruh penting terhadap kinerja karyawan, karena karyawan yang merasa puas dengan tugas dan lingkungannya akan memiliki komitmen kerja yang tinggi. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan. Namun pada kenyataannya tidak semua karyawan memiliki komitmen kerja yang tinggi, disebabkan oleh tidak puas nya mereka dalam bekerja. Ketidakpuasan karyawan dalam bekerja disebabkan oleh berbagai hal, seperti kurangnya kesempatan karyawan untuk berpendapat, mendapat teguran yang terlalu keras dari atasan, mendapat tugas tambahan dari atasan sehingga jam pulang karyawan menjadi tidak tepat waktu, dan sebagainya. Ketidakpuasan karyawan dalam bekerja tentunya akan merugikan pihak perusahaan, karena akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Dalam pelaksanaan proses produksi, PT. KURN INDONESIA telah menetapkan norma-norma perusahaan sesuai dengan kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang ditentukan sebelumnya. Namun belakangan ini terjadi hambatan yang membuat kinerja karyawan menurun, diantaranya masih banyak karyawan yang kurang memiliki komitmen dalam bekerja sehingga mereka berpikir untuk berpindah kerja, lalu banyaknya karyawan yang merasa kurang puas dalam bekerja sesuai dengan norma-norma atau aturan yang ditetapkan perusahaan.
5 5 Hal ini akan mengakibatkan penurunan produktivitas dan dapat mengancam kesejahteraan kinerja karyawan dalam kepuasan bekerja, sehingga pada akhirnya hal ini akan mempersulit perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah disusun yang nantinya menjadi dampak yang kurang baik bagi citra perusahaan di masa depan. Berikut ini adalah data kinerja karyawan yang diperoleh dari PT. KURN INDONESIA Gambar 1.1 Data Kinerja Karyawan PT. KURN INDONESIA Sumber: PT. KURN INDONESIA, 2014 Tabel 1. 1 Kinerja Karyawan Kinerja % baik 50% 60% 55% 65% 75% % buruk 50% 40% 45% 35% 25% Sumber: PT. KURN INDONESIA, 2014
6 6 Adapun hasil dari presentase di atas, sebesar 75% bagi perusahaan belum mencapai target yang diharapkan (target maksimal perusahaan terhadap kinerja karyawan adalah 95%), dikarenakan masih ada separuh karyawan yang kurang memiliki tanggung jawab dan keseriusan dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan bekerja keras di tahun ke depan untuk mencapai prestasi yang diharapkan dengan tetap mengkondisikan kinerja karyawan yang selama ini sudah berjalan dengan baik di dalam peningkatan volume kerja, serta dapat menciptakan hubungan kesejahteraan diantara perusahaan dengan karyawan begitupun sebaliknya. Sebagai penunjang presentase maksimal yang ditargetkan perusahaan diawal tahun 2014 ini perusahaan telah menyediakan sebagian peralatan kerja yang semulanya dengan sistem manual, telah diganti dengan sistem mesin otomatis (terkait di dalam produksi), yang mana bertujuan agar kinerja dan produktivitas karyawan akan lebih efisien di dalam hal penghematan tenaga dan waktu. Begitu pula terhadap hasil produksi yang telah dikerjakan, perusahaan akan menambah karyawan khususnya divisi marketing untuk lebih meningkatkan target penjualan agar dapat mencapai presentase maksimal perusahaan atas kinerja karyawan yang produktif. Adapun target perusahaan dalam mencapai presentase maksimal kinerja karyawan 95% tersebut, diupayakan dapat tercapai dalam kurun waktu satu tahun ke depan dengan meningkatkan program kerja, baik itu dari sisi produktivitas maupun kuantitasnya yang terkait di dalam kinerja karyawan. Tabel 1. 2 Kuisioner Kepuasan Kerja Apakah anda puas selama Ya Tidak bekerja disini? 58.3% 41.7% Sumber: PT. KURN INDONESIA, 2014 Dari data kuesioner kepuasaan kerja diatas diperoleh persentase data karyawan yang puas selama bekerja sebesar 58.3% atau jika dinomilkan menjadi 35 orang karyawan dari total keseluruhan 60 karyawan, sedangkan jumlah persentase karyawan yang merasa tidak puas selama bekerja yakni berjumlah 41.7% atau jika dinominalkan
7 7 menjadi 25 orang karyawan dari total keseluruhan 60 karyawan. Dapat dilihat bahwa jumlah persentase karyawan yang tidak puas mencapai 41.7% (25 orang). Tabel 1. 3 Kuisioner Komitmen Organisasi Apakah anda masih Ya Tidak ingin bertahan atau 63.3% 36.7% bekerja disini? Sumber: PT. KURN INDONESIA, 2014 Dari data kuesioner komitmen organisasi diatas diperoleh persentase data karyawan yang masih ingin bertahan sebesar 63.3% atau jika dinominalkan menjadi 38 orang karyawan dari total keseluruhan 60 karyawan, sedangkan jumlah persentase data karyawan yang sudah tidak ingin bertahan berjumlah 36.7%, atau jika dinominalkan menjadi 22 orang dari total 60 orang karyawan. Dapat dilihat bahwa jumlah karyawan yang tidak ingin bertahan cukup besar yakni berjumlah 36.7% (22 orang) dari total 60 karyawan. Dan dari hasil pengamatan yang dilakukan penulis di PT. KURN INDONESIA dalam melakukan wawancara secara acak pada sejumlah karyawan diperoleh bahwa rata-rata pekerja atau karyawan belum sepenuhnya melakukan Organizational Citizenship Behavior (OCB) atau yang dapat dikatakan sebagai perilaku atau tindakan yang berkontribusi positif terhadap efektivitas organisasi secara keseluruhan. Misalnya perilaku karyawan yang membantu pekerja lain walaupun itu diluar job description nya sendiri. Jika tingkat OCB pada suatu perusahaan atau organisasi rendah maka itu akan mempengaruhi tingkat produktifitas perusahaan itu sendiri yang secara tidak langsung akan menganggu stabilitas di dalam perusahaan. Dari latar belakang pemikiran di atas, maka penulis terdorong untuk melakukan penelitian pada PT. KURN INDONESIA dengan judul ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI DENGAN MEDIASI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KINERJA KARYAWAN PADA PT. KURN INDONESIA
8 8 1.2 Rumusan Masalah 1. Adakah pengaruh kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA? 2. Adakah pengaruh komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA? 3. Adakah pengaruh secara simultan kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA? 4. Adakah pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. KURN INDONESIA? 5. Adakah pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. KURN INDONESIA? 6. Adakah pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja karyawan pada PT. KURN INDONESIA? 7. Adakah pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA? 8. Adakah pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA? 9. Adakah pengaruh secara simultan kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja karyawan pada PT. KURN INDONESIA? 1.3 Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA. 2. Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA. 3. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA. 4. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. KURN INDONESIA.
9 9 5. Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. KURN INDONESIA. 6. Untuk mengetahui pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja karyawan pada PT. KURN INDONESIA. 7. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA. 8. Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada PT. KURN INDONESIA. 9. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja karyawan pada PT. KURN INDONESIA. 1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Dengan mengetahui adanya pengaruh antara kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB), maka PT. KURN INDONESIA dapat meningkatkan dan memperbaiki hubungan antara sikap kerja yang dimiliki karyawan dengan kinerja yang dihasilkan, sehingga membuat kinerja perusahaan meningkat dan lebih efektif. 2. Dengan mengetahui bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB), maka PT. KURN INDONESIA dapat memotivasi karyawan, sehingga memperoleh sikap kerja yang kuat dan meningkatkan komitmen karyawan dalam bekerja. 3. Dengan mengetahui bahwa kepuasan kerja dan komitmen organisasi memiliki pengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB), serta berdampak terhadap kinerja karyawan, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu PT. KURN INDONESIA dalam menilai kinerja karyawan, agar mempermudah perusahaan untuk mencapai kesejahteraan dan tujuan utama yang ingin dicapai, dengan meningkatkan dan memperbaiki kepuasan kerja karyawan, sehingga
10 10 karyawan memiliki komitmen kerja yang tinggi, dan memiliki kinerja yang lebih efektif di perusahaan, serta membantu perusahaan dalam mempertahankan hubungan antara karyawan dengan pihak perusahaan dan perusahaan dengan para pelanggan. 4. Dengan mengetahui bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, maka PT. KURN INDONESIA dapat meningkatkan dan memperbaiki proses kerja karyawan melalui kepuasan kerja mereka yang akan memberikan peningkatan kinerja dalam perusahaan. 5. Dengan mengetahui bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, maka PT. KURN INDONESIA dapat menunjang kesejahteraan kerja karyawan dan meningkatkan motivasi kerja mereka sehingga memiliki komitmen dalam bekerja, untuk menghasilkan kinerja yang baik dalam perusahaan. 6. Dengan mengetahui bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB) memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, maka PT. KURN INDONESIA dapat meningkatkan produktivitas kinerja di dalam perusahaan melalui sikapsikap para karyawan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya di dalam perusahaan. 7. Dengan mengetahui bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB), maka PT. KURN INDONESIA dapat meningkatkan dan memperbaiki kinerja yang berlangsung di dalam perusahaan, dengan cara meningkatkan kepuasan kerja yang dimiliki oleh seluruh karyawan melalui perilaku-perilaku ekstra yang diberikan oleh atasan kepada karyawan-karyawannya, dimana perilaku ekstra tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dari masing-masing karyawan, yang berkontribusi positif terhadap kinerja di perusahaan, sehingga mencapai apa yang diinginkan perusahaan. 8. Dengan mengetahui bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB), maka PT. KURN INDONESIA dapat memotivasi karyawan, sehingga memperoleh sikap kerja yang kuat dan meningkatkan kinerja karyawan dalam bekerja, melalui perilaku-perilaku yang diberikan oleh atasan kepada karyawannya, yang
11 11 merupakan suatu sikap untuk meningkatkan kemampuan dari masing-masing karyawan dalam perusahaan. 9. Dengan mengetahui bahwa secara simultan kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, maka PT. KURN INDONESIA dapat menjaga stabilitas kinerja yang dimiliki perusahaan dan dapat meningkatkan motivasi kerja dari para karyawan agar pekerjaan yang dilakukan lebih efektif, diiringi dengan sikap-sikap atau perilaku ekstra yang diberikan atasan kepada karyawan, sehingga meningkatkan kepuasan dan komitmen kerja dari masing-masing karyawannya yang berpengaruh penting terhadap pencapaian tujuan perusahaan. 10. Bagi pengembangan ilmu : Untuk menambah wawasan pengetahuan dan informasi serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan pertimbangan dalam melakukan penelitian selanjutnya mengenai pemahaman tentang kepuasan kerja, komitmen organisasi, kinerja karyawan, dan Perilaku Kewarganegaraan Organisasi atau Organizational Citizenship Behavior (OCB). 1.5 Ruang Lingkup Masalah Ruang lingkup penelitian ini akan berfokus pada bagaimana kinerja karyawan yang terjadi pada PT. KURN INDONESIA. Populasi dari penelitian ini yaitu dari karyawan yang bekerja pada bagian kantor PT. KURN INDONESIA saja, karena di PT. KURN INDONESIA terdapat dua jenis karyawan yang bekerja. Jenis karyawan yang ada di PT. KURN INDONESIA di antaranya ada yang bekerja di dalam kantor atau back office dan ada bagian yang bekerja di luar lapangan atau bagian kerja lapangan. Kemudian dari populasi tersebut akan dilakukan pengambilan data yang akan diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner yang akan dilakukan penulis kepada karyawan PT. KURN INDONESIA.
12 12
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan Industri Pulp dan Paper maupun Packaging di Indonesia semakin maju Industri pulp dan kertas Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang, Hal
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di dalam suatu perusahaan diperlukan sumber daya manusia yang handal, ahli, dan terampil untuk memajukan perusahaan itu sendiri. Sumber daya manusia (SDM)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber daya manusia merupakan salah satu aset yang penting dalam suatu organisasi, karena sumber daya manusia dapat dikelola agar dapat memberikan efek positif bagi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia usaha saat ini semakin bertambah pesat, sehingga perusahaan di dalam mengelola usaha diharapkan mampu menggunakan sumber daya manusia dengan baik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini perusahaan dituntut untuk memiliki kinerja yang baik untuk dapat bertahan hidup di tengah-tengah persaingan yang sangat ketat antar organisasi.
BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan persaingan yang ketat diantara perusahaan-perusahaan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi mempunyai dampak dalam dunia usaha. Globalisasi menimbulkan persaingan yang ketat diantara perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan pasar yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. peran karyawannya. Karyawan dalam suatu perusahaan bukan semata-mata obyek
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumber daya manusia merupakan aset paling penting dalam suatu organisasi karena merupakan sumber yang mengarahkan organisasi serta mempertahankan dan mengembangkan organisasi
BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia sangat berperan dalam usaha organisasi dalam mencapai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia masih menjadi sorotan bagi organisasi dalam usaha organisasi untuk bertahan dan dalam persaingan yang semakin kompetitif. Salah satu fokus
BAB I PENDAHULUAN. maupun keunggulan lebih dari para pesaing, sehingga perusahaan dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi mempunyai dampak dalam dunia usaha. Globalisasi menimbulkan persaingan yang ketat diantara perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan pangsa pasar yang
BAB I PENDAHULUAN. juga luar negeri. Selain persaingan antar perusahaan dalam meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Memasuki era globalisasi saat ini, kompetisi antar perusahaan semakin ketat, karena perusahaan tidak hanya dihadapkan pada persaingan dalam negeri, tetapi juga luar
BAB I PENDAHULUAN. tujuan. Aktivitas suatu perusahaan dalam pencapaian tujuan tersebut diperlukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mempunyai berbagai macam tujuan. Aktivitas suatu perusahaan dalam pencapaian tujuan tersebut diperlukan pengelolaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lingkungan organisasi yang semakin kompetitif menuntut setiap karyawan agar mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada serta perubahan yang cepat. Selain itu,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi saat ini, karyawan merupakan aset yang sangat penting bagi setiap perusahaan karena untuk kelangsungan kemajuan perusahaan, oleh karena
SISTEM PROTEKSI EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP SAMBARAN PETIR PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS
SISTEM PROTEKSI EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP SAMBARAN PETIR PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS (Studi Kasus Di Gedung Perpustakaan Universitas Andalas) TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin ketatnya persaingan di bidang industri menuntut perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin ketatnya persaingan di bidang industri menuntut perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam menghasilkan produk dengan kualitas
PENDAHULUAN. harafiah fasilitas kerja adalah segala sesuatu berupa sarana dan prasarana yang. dapat membantu memudahkan suatu kegiatan atau aktivitas
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fasilitas adalah sarana dan prasarana untuk melancarkan dan memberikan kemudahan suatu pekerjaan. Kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu. Jadi secara harafiah fasilitas
PENDAHULUAN Perumusan Masalah
PENDAHULUAN Perumusan Masalah Perusahaan PT Badak NGL merupakan anak perusahaan Pertamina yang bersifat non-profit. PT Badak NGL bertugas mengelola, mengoperasikan, dan memelihara kilang LNG dan LPG Bontang.
BAB I PENDAHULUAN. dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia adalah pemeran utama dalam setiap perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada aspek manusia. Aspek manusia menjadi pokok
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa sekarang ini tingkat persaingan bisnis semakin tinggi, terutama dalam memasuki era globalisasi. Pesaing yang muncul bukan hanya kalangan dalam negeri namun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap organisasi pasti menginginkan untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang baik untuk organisasinya tak terkecuali di Indonesia. Ironisnya, untuk mendapatkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan populasi di dunia yang sangat cepat, peluang bisnis yang terbuka juga semakin luas. Banyaknya bisnis-bisnis baru yang bermunculan memaksa perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang layanan posseperti pos & giro, bisnis komunikasi, bisnis
BAB I PENDAHULUAN. berusaha untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Suatu organisasi atau perusahaan, baik swasta nasional maupun swasta asing berusaha untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri sebelumnya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai pengaruh lingkungan seperti lingkungan psikologis, pengaruh sosial,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Iklim Organisasi 2.1.1. Definisi Iklim Organisasi Awalnya, iklim organisasi adalah istilah yang digunakan merujuk kepada berbagai pengaruh lingkungan seperti lingkungan psikologis,
a. Latar Belakang Era globalisasi yang selalu ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan pesat pada kondisi ekonomi secara keseluruhan, telah
a. Latar Belakang Era globalisasi yang selalu ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan pesat pada kondisi ekonomi secara keseluruhan, telah menyebabkan munculnya sejumlah tuntutan yang tidak bisa
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap organisasi beroperasi dengan mengkombinasikan sumber dayanya
14 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap organisasi beroperasi dengan mengkombinasikan sumber dayanya melalui cara yang dapat menghasilkan produk dan jasa yang dipasarkan. Siapa pun yang
BAB I PENDAHULUAN. ketat, karena perusahaan tidak hanya dihadapkan pada persaingan dalam negeri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki era globalisasi saat ini, kompetisi antar perusahaan semakin ketat, karena perusahaan tidak hanya dihadapkan pada persaingan dalam negeri tetapi juga luar
BAB I PENDAHULUAN. pelatihan dan pengembangan untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Era globalisasi ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan di segala kegiatan bisnis. Perubahan lingkungan sedemikian dinamis telah memaksa berbagai jenis
BAB I PENDAHULUAN. dipelihara dan dikembangkan.oleh karena itu karyawan harus mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sumber daya manusia merupakan peranan penting bagi keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan, karena manusia merupakan aset hidup yang perlu dipelihara
TINJAUAN PUSTAKA Organizational Citizenship Behavior
7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Organizational Citizenship Behavior 2.1.1 Pengertian Organizational Citizenship Behavior Kinerja karyawan biasanya dinilai berdasarkan pada job description yang telah dirancang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Suatu perusahaan memiliki tujuan untuk mencapai keunggulan, baik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan memiliki tujuan untuk mencapai keunggulan, baik keunggulan untuk bersaing dengan organisasi lain maupun untuk tetap dapat survive. Usaha untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Pada era globalisasi saat ini, perkembangan sangat pesat di segala
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini, perkembangan sangat pesat di segala bidang kegiatan bisnis. Globalisasi tersebut mencakup global competition, global business,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Organisasi yang berhasil mewujudkan perubahan memiliki ciri-ciri mampu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Organisasi yang berhasil mewujudkan perubahan memiliki ciri-ciri mampu bergerak lebih cepat, sadar tentang pentingnya komitmen pada peningkatan mutu produk,
BAB I PENDAHULUAN. mendorong munculnya organizational citizenship behavior yaitu perilaku yang
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan maupun organisasi karena keefektifan dan keberhasilan suatu organisasi maupun perusahaan
Judul : Pengaruh Keadilan Organisasional, Komitmen Organisasional, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior
Judul : Pengaruh Keadilan Organisasional, Komitmen Organisasional, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior Pada Suriwathi Beach Hotel Legian Kuta - Bali Nama : Ni Kadek Setya Prameswari
BAB I PENDAHULUAN. merupakan perusahaan asuransi jiwa yang pertama kali berdiri di Indonesia. PT
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) atau yang lebih dikenal dengan Jiwasraya merupakan perusahaan asuransi jiwa yang pertama kali berdiri di Indonesia. PT Asuransi
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia (SDM) yang potensial menjadi kebutuhan organisasi atau
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber Daya Manusia (SDM) yang potensial menjadi kebutuhan organisasi atau perusahaan. Setiap organisasi atau perusahaan cenderung berusaha menemukan dan memperoleh
BAB 1 PENDAHULUAN. Karyawan dalam suatu organisasi merupakan aset terpenting dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karyawan dalam suatu organisasi merupakan aset terpenting dalam pencapaian tujuan suatu organisasi, dimana karyawan mampu menghasilkan kinerja yang baik dapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era modern saat ini persaingan dalam dunia bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Persaingan tidak hanya dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di bidang barang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perilaku keanggotaan organisasi (Organizational Citizenship Behavior-OCB) telah menjadi topik yang mendapat banyak perhatian dari para akademisi maupun para
PENDAHULUAN. mampu untuk bekerja sama dan membantu rekan kerja serta melakukan. Orgnizational Citizenship Behavior (OCB) (Steve dan Thomas, 2014)
PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia dan pengelolaannya merupakan salah satu kunci penting yang dapat mempengaruhi kinerja dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi
BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia merupakan faktor penting utama dalam organisasi. Di era
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber daya manusia merupakan faktor penting utama dalam organisasi. Di era globalisasi sekarang ini, persaingan perusahaan semakin tinggi dan ketat apalagi Indonesia
SISTEM PROTEKSI PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG WIDYA PURAYA
Sistem Proteksi Penangkal Petir pada Gedung Widya Puraya SISTEM PROTEKSI PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG WIDYA PURAYA Abdul Syakur, Yuningtyastuti [email protected], [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. mereka yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan mulai dari tingkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber daya manusia dalam perusahaan memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting bagi tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya manusia dalam hal ini mencakup
BAB I PENDAHULUAN. Hubungan antara job..., Putriani Pradipta Utami Setiawan, FISIP Universitas UI, 2010 Indonesia
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Era globalisasi yang selalu ditandai dengan terjadinya perubahanperubahan pesat pada kondisi ekonomi secara keseluruhan, telah menyebabkan munculnya sejumlah tuntutan
BAB I PENDAHULUAN. manusianya. PT. Trisapta Eka Maju telah menetapkan sasarannya menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kunci sukses pertumbuhan setiap organisasi adalah kemampuannya dalam merekrut, mengembangkan dan mempertahankan talenta sumber daya manusianya. PT. Trisapta
BAB 1 PENDAHULUAN. dimiliki, dengan demikian karyawan menjadi aset penting bagi perusahaan. Rasa suka rela
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesuksesan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, dengan demikian karyawan menjadi aset penting bagi perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN. perlengkapan bangunan yang menggunakan energi listrik yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam sebuah gedung atau kantor terdapat berbagai macam peralatan dan perlengkapan bangunan yang menggunakan energi listrik yang memiliki spesifikasi teknis,
KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN PADA POLITEKNIK LP3I JAKRTA KAMPUS BEKASI
KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN PADA POLITEKNIK LP3I JAKRTA KAMPUS BEKASI Oleh : 1 Darmawan, 2 Rahmi Rosita Administrasi Bisnis, Politeknik LP3I Jakarta Gedung sentra
BAB I PENDAHULUAN. kerja yang aman dan nyaman serta karyawan yang sehat dapat mendorong
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya selalu menginginkan keberhasilan baik berupa hasil produksi maupun hasil layanannya. Untuk menunjang keberhasilan tersebut
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dari peran karyawannya. Karyawan dalam suatu perusahaan bukan semata-mata
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan tidak dapat dilepaskan dari peran karyawannya. Karyawan dalam suatu perusahaan bukan semata-mata obyek dalam
BAB I PENDAHULUAN. peralatan, standar profesi dan peningkatan manajemen rumah sakit. Manajemen sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional telah diarahkan untuk tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk
BAB I PENDAHULUAN. seseorang dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh tingkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan asset berharga yang perlu dipertahankan oleh perusahaan, karena sumber daya manusia menjadi penentu keefektifan suatu perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN. yang sangat penting. Menurut Mangkunegara (2005:67) mengatakan bahwa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bagi perusahaan, penilaian terhadap kinerja merupakan suatu kegiatan yang sangat penting. Menurut Mangkunegara (2005:67) mengatakan bahwa kinerja karyawan (prestasi
BAB I PENDAHULUAN. berjalansecara berkesinambungan, maka sangat dibutuhkan karyawan yang dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam berjalannya suatu perusahaan untuk mencapai visi, misi, strategi serta
BAB I PENDAHULUAN. Dalam sistem persaingan yang sangat ketat, perusahaan dituntut untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam sistem persaingan yang sangat ketat, perusahaan dituntut untuk menjadi unggul dalam hal produktivas dan keunggulan produk/jasa yang dihasilkan. Hal ini
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Teori pertukaran sosial menurut Staley dan Magner (2003) menyatakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep Teori pertukaran sosial menurut Staley dan Magner (2003) menyatakan bahwa dalam hubungan pertukaran sosial, sifat mendasar yang
BAB I PENDAHULUAN. Penelitian women-friendly HRM (Human Resource Management) dorongan organisasi, golongan kecil itu yang menguji bagaimana pekerja
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Penelitian women-friendly HRM (Human Resource Management) sering mengira wanita secara serba sama mereka ingin dan membutuhkan dorongan organisasi, golongan
BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan, tanpa aspek manusia sulit kiranya instansi untuk mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia merupakan sumber daya terpenting dalam suatu instansi pemerintahan, tanpa aspek manusia sulit kiranya instansi untuk mengembangkan misi dan tujuan
BAB I PENDAHULUAN. sangat menarik dalam literatur manajemen karena dapat mempengaruhi efektifitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Organizational citizenship behavior (OCB) saat ini menjadi subjek yang sangat menarik dalam literatur manajemen karena dapat mempengaruhi efektifitas dan kinerja
TRAINING NEED ANALYSIS
LATAR BELAKANG Ketika karyawan baru dipekerjakan, mereka tidak mungkin mampu beradaptasi dgn pekerjaan secara sempurna meskipun mereka lolos seleksi yang ketat Ketika pekerjaan/posisi baru diciptakan atau
BAB I PENDAHULUAN. ini, oleh karena itu perusahaan membutuhkan manusia-manusia yang berkualitas tinggi, memiliki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan penggerak roda organisasi dalam mencapai dan mewujudkan tujuan dan sasaran yang ditetapkan organisasi, dengan kata lain sumber
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan berbagai aspek kehidupan dan sektor ekonomi dalam era globalisasi saat ini berlangsung dengan pesat yang menuntut setiap perusahaan baik yang bergerak
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini berbagai sektor kehidupan telah mengalami perubahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini berbagai sektor kehidupan telah mengalami perubahan secara signifikan pada institusi ekonomi modern, hal ini nampak dari pola kehidupan masyarakat
Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Perusahaan adalah suatu organisasi dengan suatu tujuan dan misi, dimana setiap perusahaan memiliki tujuan atau visi dan misi yang berbeda. Pada suatu perusahaan terdapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha saat ini sangat pesat. Hal ini berimbas kepada persaingan pasar di Indonesia yang semakin ketat. Situasi ini ditandai dengan tajamnya
