BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Sonny Darmadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Maksud Penelitian Penelitian yang dimaksud yaitu melakukan pengamatan, observasi dan pengambilan data dilokasi kerja dan melihat kondisi lapangan panel tegangan rendah PT. Trias Indra Saputra. Panel tegangan rendah di PT. Trias Indra Saputra terdiri beberapa tipe panel, observasi difokuskan pada pada Panel LVMDP Peralatan Penelitian Untuk membantu proses pengumpulan data maka penulis menggunakan peralatan-peralatan sebagai berikut : Tang Ampere Digital Tang Ampere digital merupakan alat ukur praktis yang bisa dipergunakan dengan mudah saat pengukuran kuat arus, tanpa harus memutus atau membuat kabel jumper guna mengetahui berapa besaran kuat arus yang mengalir pada beban rangkaian elektronik atau listrik. Berikut teknik pengukuran arus menggunakan Tang Ampere digital : 1. Menekan tombol hold (induksi). 2. Memutar swicth ke arah A (ampere). 3. Menekan tombol di sebelah kanan untuk membuka magnet yang berbentuk seperti tang. 50
2 51 4. Mengklemkan atau mengalungkan Tang Ampere pada kabel. 5. Membaca nilai arus yang tertera pada layar display Tang Ampere digital. Sedangkan untuk pengukuran tegangan menggunakan Tang Ampere digital sebagai berikut : 1. Menekan tombol hold (induksi). 2. Memutar swicth ke arah Vrms (volt). 3. Menekan tombol di sebelah kanan untuk membuka magnet yang berbentuk seperti tang. 4. Mengklemkan atau mengalungkan Tang Ampere ke kabel. 5. Membaca nilai tegangan yang tertera pada layar display Infrared Thermography Infrared Thermography adalah suatu sistem pemeriksaan NDT (Non Destructive Test) dengan menggunakan kamera inframerah untuk memeriksa peralatan listrik (Electrical), dan mekanik (Mechanical) pada pabrik-pabrik, industri pertambangan, gedung bertingkat, supermall, rumah sakit, bandara, pelabuhan dan fasilitas umum lainnya. Tujuan utama dari pemeriksaan infrared adalah mendeteksi secara dini adanya gejala kerusakan pada peralatan-peralatan M.E (Listrik & Mekanik) sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih parah atau fatal, baik pada peralatan tersebut atau pada rangkaian secara keseluruhan. Dengan memonitor suhu atau temperatur pada saat peralatan beroperasi kemudian dibandingkan dengan suhu operasi normalnya, maka
3 akan dapat dianalisa dan dideteksi ada tidaknya 52 penyimpangan (overheating) yang umumnya merupakan gejala awal suatu kerusakan peralatan. Pendeteksian lokasi dan jenis kerusakan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih parah seperti, terhentinya aliran listrik secara tiba-tiba, berhentinya operasi mesin atau fasilitas produksi atau timbulnya bahaya kebakaran pada titik-titik overheating kritis yg tidak terdeteksi. Berikut contoh gambar alat infrared thermography yang bisanya banyak digunakan di industri, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.1. Gambar 3.1. Infrared Thermography ( Pemeriksaan infrared thermography dilakukan pada saat mesin atau peralatan sedang beroperasi, sehingga tidak mengganggu kelancaran produksi atau operasi perusahaan. Frekuensi pemeriksaan dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk instalasi yang beban operasinya berubah-ubah secara
4 53 cukup drastis, atau minimal setiap tahun sekali untuk instalasi yang beban operasinya relatif stabil. Pemeriksaan infrared adalah aman dan dapat dilakukan pada lingkungan yang explosive ataupun hazardous karena tidak menyentuh atau menimbulkan dampak negatif pada peralatan yang diperiksa, aman terhadap kesehatan maupun lingkungan karena teknologi pemeriksaan ini tidak memancarkan sinar inframerah atau gelombang elektromagnetis lainnya, melainkan menyerap sinar inframerah yang membawa radiasi panas dari peralatan yang sedang beroperasi. Laporan hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk foto visual dan thermal yang disertai dengan grafik temperatur untuk setiap jenis peralatan yang diperiksa. Laporan juga mencantumkan analisa kondisi dari peralatan tersebut, serta faktor-faktor kemungkinan penyebab kerusakan dan rekomendasi perbaikannya. Laporan selain dicetak dengan printer berwarna juga diberikan dalam bentuk CD ROM untuk memudahkan dilihat melalui monitor komputer ataupun dicetak ulang. Pemberian CD ROM dimaksudkan untuk cadangan (back-up) jika laporan tertulis hilang atau rusak.
5 54 1. Bagian-bagian Infrared Thermography Infrared Thermography terdiri beberapa bagian yaitu sebagai berikut : a. Gambaran fisik dari Infrared Thermography Gambar 3.2. Bagian-bagian Infrared Thermography Keterangan : 1. Lensa kamera digital 2. Lensa Inframerah 3. Tuas untuk membuka dan menutupi penutup lensa 4. Tombol untuk menyimpan gambar 5. Baterai
6 55 b. Tombol Gambar 3.3. Tombol Keterangan : 1. Layar kamera 2. Tombol archive Fungsi : Tombol archive digunakan untuk membuka tempat penyimpanan gambar. 3. Tombol Navigasi Fungsi : Tombol navigasi atas, bawah, kanan dan kiri digunakan untuk memilih menu, submenu dan kotak dialog. Tombol tengah digunakan untuk memilih menu atau submenu yang dimaksud. 4. Tombol Cancel Fungsi : Tombol yang digunakan untuk membatalkan pilihan menu.
7 56 Tombol ini juga digunakan untuk kembali ke dalam sistem menu. 5. Tombol On/off Fungsi : Tekan tombol On untuk menghidupkan kamera. Tekan dan tahan selama kurang lebih 5 detik akan membuat kamera dalam kondisi standby. Kamera akan mati secara otomatis setelah 48 jam. c. Konektor Gambar 3.4. Konektor
8 57 Kegunaan dari konektor USB mini-b yaitu sebagai berikut : Digunakan pada saat pengisian baterai mengunakan power suplai FLIR. Pengisian baterai menggunakan kabel USB yang terhubung ke komputer. Memindahkan gambar dari kamera ke sebuah analisa lebinh lanjut di FLIR Tools. komputer untuk d. Elemen Layar Gambar 3.5. Layar Keterangan : 1. Menu utama toolbar 2. Submenu toolbar 3. Spotmeter 4. Tabel hasil 5. Ikon status 6. Skala suhu
9 58 2. Pengoperasian Pengoperasian Infrared Thermography ada beberapa hal yang harus di perhatikan yaitu sebagai berikut : a. Pengisian Baterai Pengisian baterai ada berbagai macam cara sebagai berikut : a. Pengisian baterai mengunakan power suplai FLIR dengan mengikuti prosedur sebagai berikut : 1. Menghubungkan power suplai ke stop kontak 2. Menyambungkan kabel power suplai ke konektor USB pada kamera. b. Mengisi daya baterai menggunakan FLIR yang berdirii sendiri dengan megikuti prosedur sebagai berikut : 1. Menghubungkan pengisi baterai yang berdiri sendiri ke stop kontak. 2. Melepaskan baterai dari kamera. Gambar 3.6. Proses Melepaskan Baterai
10 59 3. Memasukkan baterai ke pengisi daya baterai yang berdiri sendiri. Catatan : Waktu pengisian untuk baterai penuh membutuhkan waktu 2 jam. Baterai sedang diisi saat LED biru nyala berkedip. Baterai terisi penuh ketika LED biru nyala tidak berkedip. c. Mengisi baterai menggunakan kabel USB dengan mengikkuti prosedur sebagai berikut : 1. Menghubungkan kamera ke komputer menggunakan kabel USB. 2. Melepaskan kembali kabel USB jika baterai sudah penuh. Catatan : Untuk mengisi kamera, komputer harus dihidupkan. Pengisian kamera menggunakan kabel USB yang terhubung ke komputer memakan waktu jauh lebih lama dari menggunakan power supply FLIR atau FLIR berdiri sendiri pengisi daya baterai. b. Menghidupkan dan Mematikan Kamera Menghidupkan dan mematikan kamera ada prosedur yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut : 1. Menekan tombol On/Off untuk mengaktifkan kamera. 2. Menekan dan menahan tombol On/Off selama kurang lebih 5 detik akan membuat kamera dalam kondisi standby. Kamera akan mati secara otomatis setelah 48 jam.
11 60 3. Menekan dan menahan tombol On/Off selama lebih dari 5 detik untuk mematikan kamera. c. Menyimpan Gambar Gambar dapat disimpan pada memori internal dari Infrared Thermograpy,, sekitar 500 gambar yang dapat disimpan ke dalam memori internal. Penamaan konvensi untuk gambar adalah FLIRxxxx.jpg, di mana xxxx adalah dengan cara urutan nomor yang unik. Penyimpanan gambar dilakukan menekan tombol untuk memnyipan gambar atau dapat ilustrasikan seperti gambar dibawah ini. Gambar 3.7. Proses Penyimpanan Gambar
12 61 d. Menghapus Gambar Proses penghapusan gambar bisa dilakukan dengan menghapus satu atau beberapa gambar dari memori kamera internal dengan langkahlangkah sebagai berikut : 1. Menekan tombol archive. 2. Menekan tombol navigasi kiri / kanan atau atas / bawah untuk memilih gambar yang ingin dilihat. 3. Menekan tombol pusat navigasi untuk menampilkan gambar yang dipilih. 4. Menekan tombol pusat navigasi untuk menampilkan toolbar. 5. Pada toolbar, memilih pilih Hapus. e. Mengukur Suhu Pengukuran suhu bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut : a. Mengukur suhu menggunakan Spotmeter Pengukuran dengan cara ini suhu ditampilakan di posisi Spotmeter di layar. Pengukuran dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Menekan pusat tombol navigasi untuk menampilkan toolbar. 2. Pada toolbar, memilih pengukuran untuk menampilkan toolbar. 3. Pada toolbar, memilih tempat Center. Suhu diposisi Spotmeter sekarang akan ditampilkan di kiri atas sudut layar.
13 62 b. Mengukur suhu terpanas dalam suatu area Pengukuran jenis ini yaitu dapat mengukur suhu terpanas dalam suatu area secara otomatis. Ini menampilkan Spotmeter bergerak yang menunjukkan suhu terpanas. Pengukuran dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Menekan pusat tombol navigasi untuk menampilkan toolbar. 2. Pada toolbar, memilih pengukuran untuk menampilkan toolbar. 3. Pada toolbar, memilih auto hot spot. c. Mengukur suhu terdingin dalam suatu area Pengukuran jenis ini yaitu dapat mengukur suhu terdingin dalam suatu area secara otomatis. Ini menampilkan Spotmeter bergerak yang menunjukkan suhu terdingin. Pengukuran dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Menekan pusat tombol navigasi untuk menampilkan toolbar. 2. Pada toolbar, memilih pengukuran untuk menampilkan toolbar. 3. Pada toolbar, memilih auto cold spot. f. Mengubah Modus Foto Kamera dapat beroperasi dalam empat mode gambar yang berbeda yaitu sebagai berikut : 1. MSX (Multi Spectral Dynamic Imaging) yaitu Kamera menampilkan gambar inframerah mana tepi objek yang diperjelas seperti gambar dibawah ini.
14 63 Gambar 3.8. MSX 2. Thermal yaitu kamera menampilkan gambar penuh tampilan suhu seperti gambar dibawah ini. Gambar 3.9. Thermal
15 64 3. Picture-in-picture yaitu kamera menampilkan gambarar kamera digital dengan ditumpangi inframerah bingkai gambar, seperti gambar dibawah ini. Gambar Picture-in-picture 4. Kamera digital yaitu tampilan seperti hasil foto kamera digital pada umumnya seperti gambar dibawah ini. Gambar Kamera Digital
16 Klasifikasi Temuan Infrared Thermography Klasifikasi ini merupakan hasil temuan infrared thermography dengan kategori kurang atau melebihi suhu dalam gedung. Berikut klasifikasi temuan infrared thermography yang ditunjukkan pada Tabel 3.1. Tabel 3.1. Klasifikasi Temuan Infrared Thermography No. Peralatan Listrik Mayor Minor Observasi 1 Transformator > 80 C 75 C 80 C 70 C 75 C 2 Kabel NYY, NYM > 50 C 46 C 50 C 41 C 45 C 3 ACB > 70 C 61 C 70 C 50 C 61 C 4 MCCB > 70 C 61 C 70 C 50 C 61 C 5 MCB > 70 C 61 C 70 C 50 C 61 C 6 Coil Contactor, Relay & Lampu > 60 C 50 C 60 C 41 C 50 C 7 Terminal > 50 C 41 C 50 C 36 C 41 C 8 Busbar > 80 C 75 C 80 C 70 C 75 C 9 Fuse > 85 C 75 C 85 C 70 C 75 C 10 Kapasitor > 55 C 50 C 55 C 45 C 50 C Berikut kategori temuan infrared thermography seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.2 dibawah ini. Tabel 3.2. Kategori Temuan Infrared Thermography No. Kategori Prioritas Keterangan 1 Normal (A) None Kondisi dengan Standar PUIL dan HSE 2 Observasi (B) Low Temuan yang tidak mempengaruhi fungsi tetapi mengurangi kesempurnaan sistem 3 Minor (C) Medium 4 Mayor (D) High Temuan dalam jangka panjang akan mempengaruhi sistem dan merugikan Temuan yang berpotensi menggagalkan sistem dan membahayakan manusia dan gedung
BAB IV AUDIT THERMOGRAPHY PERMATA BANK. Tujuan dengan pendekatan HSE (Health Safety and Environment)
BAB IV AUDIT THERMOGRAPHY PERMATA BANK 4. Tujuan Audit Thermography Tujuan dengan pendekatan HSE (Health Safety and Environment) Tujuan dari audit ini adalah mengidentifikasi bahaya kelistrikan yang tidak
BAB IV AUDIT ELEKTRIKAL
BAB IV AUDIT ELEKTRIKAL Audit Elektrikal adalah pekerjaan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kelistrikan secara sistim, jaringan dan juga penggunaannya, sehingga didapat pengetahuan mengenai kualitas
Petunjuk Singkat Penggunaan Camera DSLR Canon 40D
Petunjuk Singkat Penggunaan Camera DSLR Canon 40D Seringkali pengguna Kamera Digital (terutama pemula) kebingungan cara menggunakan fitur yang begitu banyak di kameranya digitalnya. Maka bersama ini saya
Percobaan 6 Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR)
Percobaan 6 Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mahasiswa mampu memasang dan menganalisis 2. Mahasiswa mampu membuat rangkaian
SDC 40C Kamera Digital 4 Mega Pixel
Petunjuk Singkat User s Manual SDC 40C Kamera Digital 4 Mega Pixel I. GAMBAR UTAMA & KELENGKAPAN SDC 40C 1. GAMBAR UTAMA 1. Tombol SNAP 8. Digital Zoom 15. Speaker 2. Tombol Power 9. Tombol Navigasi 16.
Percobaan 8 Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR)
Percobaan 8 Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mahasiswa mampu memasang dan menganalisis 2. Mahasiswa mampu membuat rangkaian
Petunjuk Singkat Pemakaian Kamera Canon Powershot A 570
Petunjuk Singkat Pemakaian Kamera Canon Powershot A 570 1. Mempersiapkan kamera A. Memasang Baterai Geser penutup baterai (1) dan buka penutup tersebut (2), Kemudian masukkan 2x baterai alkaline sesuai
PEMANTAUAN THERMOGRAPHY INFRAMERAH DALAM PEMELIHARAAN INSTALASI LISTRIK FASILITAS SARANA DUKUNG IEBE
ISSN 1979-2409 Pemanfaatan Thermografi Inframerah Dalam Pemeliharaan Instalsi Listrik Fasilitas Sarana Dukung IEBE (Ahmad Paid, Kusyanto, Eko Yuli Rustanto, Suhatno) PEMANTAUAN THERMOGRAPHY INFRAMERAH
Percobaan 5 Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan
Percobaan 5 Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan I. TUJUAN PRAKTIKUM Mahasiswa mampu memasang dan menganalisis Mahasiswa mampu membuat rangkaian kendali untuk 3 motor induksi 3 fasa II. DASAR
Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel
Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel A. Tujuan Mahasiswa mampu dan terampil melakukan pemasangan instalasi listrik secara seri, paralel, seri-paralel, star, dan delta. Mahasiswa mampu menganalisis rangkaian
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Diagram Blok Keseluruhan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 : Berikut ini adalah diagram blok keseluruhan yang ditunjukan pada gambar Start Studi Literatur Perancangan Alat Simulasi Alat T Jalan? Tidak
BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. Perancangan tersebut mulai dari: blok diagram sampai dengan perancangan rangkaian elektronik, sebagai penunjang
BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN
BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN 6.1. Pendahuluan Listrik mengalir dalam suatu rangkaian dengan besar arus tertentu sesuai dengan besarnya tahanan pada rangkaian tersebut. Penghantar atau kabel
UNIVERSAL DOK UNTUK IPOD PETUNJUK PENGGUNAAN. Model No. : ID30
UNIVERSAL DOK UNTUK IPOD PETUNJUK PENGGUNAAN Model No. : ID30 PETUNJUK KEAMANAN 1. Air dan Lembab Jangan gunakan unit dekat dengan air seperti dekat dengan kamar mandi, dapur, meja makan, mesin cuci, kolam
Peringatan Sebelum Melakukan Instalasi
Peringatan Sebelum Melakukan Instalasi Segera matikan Kamera Jaringan bila terdeteksi adanya asap dan bau yang tidak biasa. Jauhkan Kamera Jaringan dari air. Jika Kamera Jaringan basah, segera matikan.
DX1220 LITEPUTER DIMMER PACK 12CH DMX512. Disusun oleh: Iwan B Pratama Blastica Sound
LITEPUTER DIMMER PACK 12CH DMX512 Disusun oleh: Iwan B Pratama Blastica Sound Panel Depan DX1220 terdiri dari 12 modul P-30 (1 ch modul) dan 1 buah DP-5 (DMX interface). Modul P-30 TRIG : menandakan jika
MAKALAH LISTRIK CLAMPMETER OLEH : MARIANI DWI ARTHA N. D3 ELEKTRO INDUSTRI
MAKALAH LISTRIK CLAMPMETER OLEH : MARIANI DWI ARTHA N. 2214 039 034 D3 ELEKTRO INDUSTRI PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS TENAGA KERJA TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS PELATIHAN KERJA
Kamera Digital. Petunjuk Singkat PETUNJUK SINGKAT. Kamera Digital 5.5 Mega pixels I. GAMBAR UTAMA & KELENGKAPAN 1. GAMBAR UTAMA
PETUNJUK SINGKAT I. GAMBAR UTAMA & KELENGKAPAN Kamera Digital Petunjuk Singkat 1. GAMBAR UTAMA Tombol Power Tombol SNAP Lampu kilat Lensa Saklar Fokus Mikropon Ruang bidik LED otomatis Terminal USB Terminal
BAB III LANDASAN TEORI
3.1 Sistem Kerja Panel Kontrol Lift BAB III LANDASAN TEORI Gambar 3.1 Lift Barang Pada lift terdapat 2 panel dimana satu panel adalah main panel yang berisi kontrol main supaly dan control untuk pergerakan
Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik
Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik 1. Saklar Elektro Mekanik (KONTAKTOR MAGNET) Motor-motor listrik yang mempunyai daya besar harus dapat dioperasikan dengan momen kontak yang cepat agar tidak menimbulkan
BAB 13 SISTEM KELISTRIKAN TAMBAHAN (ASESORIS)
BAB 13 SISTEM KELISTRIKAN TAMBAHAN (ASESORIS) 13.1. Pendahuluan Sistem kelistrikan tambahan merupakan sistem di luar sistem utama namun memiliki fungsi yang tidak kalah penting. Faktor keamanan dan kenyamanan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 BLOK DIAGRAM Pada perancangan tugas akhir ini saya merancang sistem dengan blok diagram yang dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1. Blok Diagram Dari blok diagram pusat
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1. Spesifikasi Sistem 4.1.1. Spesifikasi Baterai Berikut ini merupakan spesifikasi dari baterai yang digunakan: Merk: MF Jenis Konstruksi: Valve Regulated Lead Acid (VRLA)
Gambar Lampu kepala
BAB 10 SISTEM PENERANGAN (LIGHTING SYSTEM) 10.1. Pendahuluan Penerangan yang digunakan di kendaraan diklasifikasikan berdasarkan tujuannya: untuk penerangan, untuk tanda atau informasi. Contoh, lampu depan
Manual Induktor Capasitor Frequency Power Xtal Meter IW2014
Induktor Capasitor Frequency Power Xtal Meter tanpa kabel & antena Induktor Capasitor Frequency Power Xtal Meter IW2014 Circuit Input L/C meter : Circuit Display LCF / Xtal meter : Circuit MCU 16F876A
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA Pada bab ini, akan dibahas pengujian alat mulai dari pengujian alat permodul sampai pengujian alat secara keseluruhan. Pengujian tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan
1. PENJELASAN SINGKAT
1. PENJELASAN SINGKAT 1. Penjelasan Gambar Gambar-1 Pegangan tali Tombol bidik Terminal USB Keluaran Audio Layar LCD Indikator Power Tombol Fungsi Indikator Flash Penutup Baterai Mic Lensa Flash Pembidik
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari modifikasi kelistrikan pada kendaraan bermotor, perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang
Panduan penggunamu. NOKIA SU-27W
Anda dapat membaca rekomendasi di buku petunjuk, panduan teknis atau panduan instalasi untuk. Anda akan menemukan jawaban atas semua pertanyaan Anda pada di manual user (informasi, spesifikasi, keselamatan
SWITCHER (ROUTER) VIDEO/ AUDIO 4x2
SWITCHER (ROUTER) VIDEO/ AUDIO 4x2 Dalam sistem pemancar televisi, khususnya yang bersifat relay transmisi, sinyal informasi yang diterima dari sumber akan dikuatkan dan kemudian diteruskan ke tujuan selanjutnya.
PENYELESAIAN MASALAH LED TELEVISI AQT AQT TROUBLE SHOOTING LED TELEVISION
PENYELESAIAN MASALAH LED TELEVISI AQT-48000 AQT-36500 Trouble shooting Page LED televisi tidak menyala/mati total Apakah ada aliran listrik pada stop kontak? Periksa aliran listrik di rumah anda atau ganti
NASKAH PUBLIKASI SISTEM PENGAMAN MOTOR TERHADAP SUHU TINGGI MENGGUNAKAN SISTEM BERBASIS PLC
NASKAH PUBLIKASI SISTEM PENGAMAN MOTOR TERHADAP SUHU TINGGI MENGGUNAKAN SISTEM BERBASIS PLC Disusun Oleh: DONY SETIYAWAN D 400 100 009 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Menekan tombol Switch ON, maka LCD akan menyala dengan kalimat. 5 menit, 10 menit, dan 15 menit.
37 BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Prosedur Pemakaian 1. Menekan tombol Switch ON, maka LCD akan menyala dengan kalimat pembuka setting timer. 2. Melakukan setting timer yang terdiri dari 3 pemilihan
TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK
TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK Oleh: FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG Oktober 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring jaman
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Instalasi Listrik Instalasi listrik adalah saluran listrik beserta gawai maupun peralatan yang terpasang baik di dalam maupun diluar bangunan untuk menyalurkan arus
KONTROL MANUAL DAN OTOMATIS PADA GENERATOR SET DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER MELALUI SMARTPHONE ANDROID
EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 13 No. 2 Mei 2017; 44-49 KONTROL MANUAL DAN OTOMATIS PADA GENERATOR SET DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER MELALUI SMARTPHONE ANDROID Margana, F.Gatot Sumarno Jurusan Teknik
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN Pada bab ini dilakukan proses akhir dari pembuatan alat Tugas Akhir, yaitu pengujian alat yang telah selesai dirancang. Tujuan dari proses ini yaitu agar
BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA
BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA 4.1 Penerapan Sistem Penerapan sistem membahas hasil dari penerapan teori yang telah berhasil penulis kembangkan sehingga menjadi sistem, yang dapat berjalan sesuai dengan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi FSM based PLC Spesifikasi dari FSM based PLC adalah sebagai berikut : 1. memiliki 7 buah masukan. 2. memiliki 8 buah keluaran. 3. menggunakan catu daya 5
dalam Merakit Komputer
2. Kegiatan Belajar 2: Perakitan PC dan Keselamatan Kerja dalam Merakit Komputer a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 1) Peserta diklat mampu menginstalasi komponen PC dengan baik dan aman. 2) Peserta diklat
MEMASANG INSTALASI PENERANGAN SATU PASA
KEGIATAN BELAJAR 1 MEMASANG INSTALASI PENERANGAN SATU PASA Lembar Informasi Menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik nomor 023/PRT/1978, pasal 1 butir 5 tentang instalasi listrik, menyatakan
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT 4.1 Hasil Penelitian Setelah perancangan alat dilakukan, analisa dan pengujian alat pun dilakukan guna meneliti apakah alat bekerja dengan baik sesuai dengan rancangan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 UPS dan Fungsinya Terputusnya sumber daya listrik yang tiba-tiba dapat mengganggu operasi sebuah unit bisnis. Pada beberapa contoh kasus bisa berakibat pada berhenti beroperasinya
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
BAB IV HASIL, PENGUJIAN DAN ANALISIS. Pengujian diperlukan untuk melihat dan menilai kualitas dari sistem. Hal ini
BAB IV HASIL, PENGUJIAN DAN ANALISIS Tindak lanjut dari perancangan pada bab sebelumnya adalah pengujian sistem. Pengujian diperlukan untuk melihat dan menilai kualitas dari sistem. Hal ini diperlukan
BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN
BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN 12.1. Pendahuluan Bab ini berisi sistem kelistrikan bodi yang berhubungan dengan suatu pengukur bagi pengemudi yang sebagian atau keseluruhannya berada pada panel
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. monitoring daya listrik terlihat pada Gambar 4.1 di bawah ini : Gambar 4.1 Rangkaian Iot Untuk Monitoring Daya Listrik
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4.1. Hasil Pengujian Penerapan sistem membahas hasil dari penerapan teori yang telah berhasil penulis kembangkan sehingga menjadi sistem tersebut dapat berjalan sesuai dengan
MANUAL BOOK BUKU PETUNJUK PEMAKAIAN
MANUAL BOOK BUKU PETUNJUK PEMAKAIAN Edisi 2011 Kata Pengantar Terima kasih telah menggunakan produk kami, demi kenyamanan anda dalam mengoperasikan silahkan membaca buku panduan sebelum menggunakan mesin
Buku Petunjuk Nokia Digital Pen (SU-27W)
Buku Petunjuk Nokia Digital Pen (SU-27W) Edisi 1 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk SU-27W ini telah memenuhi persyaratan utama dan ketentuan terkait lainnya sesuai
PASCAL. Home U P S (UNINTERRUPTIBLE POWER SYSTEM) INSTRUCTION MANUAL (Petunjuk Pemakaian) PASCAL: UPS & STABILIZER Since 1984
PASCAL Home U P S (UNINTERRUPTIBLE POWER SYSTEM) Model : Home UPS 1200 / 2400 / 3600 / 5000 / 6000 / 8000 / 11000 INSTRUCTION MANUAL (Petunjuk Pemakaian) PASCAL: UPS & STABILIZER Since 1984 POWER FAMILY
BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan
III-1 BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Perancangan Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan menghasilkan suatu sistem yang dapat mengontrol cahaya pada lampu pijar untuk pencahayaanya
Instalasi Hardware dan Network Ocha
Instalasi Hardware dan Network Ocha Daftar Isi Daftar Isi 1 Skema Printer dan Cash Drawer: 2 Printer Bluetooth 2 Printer LAN 2 Pengaturan Printer 3 Menghubungkan Printer Bluetooth 3 Menghubungkan Printer
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah research and development, dimana metode tersebut biasa dipakai untuk menghasilkan sebuah produk inovasi yang belum
NO NAMA BARANG SPESIFIKASI JUMLAH
BAB III PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN 3.1 Perencanaan dan Perhitungan Bahan Dalam pengoperasian motor induksi tiga fasa direncanakan menggunakan PLC ZEN, sebagai alat control utamanya. Selain PLC ZEN juga
MENGOPERASIKAN SISTEM OPERASI
MENGOPERASIKAN SISTEM OPERASI software system operasi generasi terakhir yang dikeluarkan Microsoft adalah Windows 95 Windows 98 Windows XP dan Vista Windows 7 Windows Me Sofware yang dirancangan khusus
FIRE ALARM SYSTEM GEDUNG TERMINAL BANDARA. Elektronika Bandara Kualanamu International Airport
FIRE ALARM SYSTEM GEDUNG TERMINAL BANDARA Elektronika Bandara Kualanamu International Airport Definisi Fire Alarm System Fire alarm system adalah suatu system terintegrasi yang didesain dan dibangun untuk
UNIT IV MENJALANKAN DAN MEMBALIK PUTARAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR DALAM HUBUNGAN-BINTANG
UNIT IV MENJALANKAN DAN MEMBALIK PUTARAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR DALAM HUBUNGAN-BINTANG I. TUJUAN 1. Praktikan dapat melakukan pengasutan serta membalik putaran motor tiga fase
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Aspek Perancangan Dalam Modifikasi Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan perencanaan, pemasangan dan pengujian. Dalam hal tersebut timbul
Designjet T7200 Printer Produksi 42-in. Informasi Pendahuluan
Designjet T7200 Printer Produksi 42-in Jenis printer Printer ini adalah printer inkjet warna yang dirancang untuk pencetakan cepat berkualitas tinggi dengan resolusi hingga 2400 1200 dpi Printer ini adalah
OLEH : NAMA : SITI MALAHAYATI SARI KELAS : EL-3E NIM :
OLEH : NAMA : SITI MALAHAYATI SARI KELAS : EL-3E NIM : 1105032111 PROGRAM STUDY TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2012 1 BAB I Rangkaian Operasi Terbuka dan Tertutup 1. Rangkaian
LEMBAR KERJA SISWA. 1. Sebutkan dan jelaskan fungsi peralatan yang digunakan untuk perawatan PC Jawaban :
LEMBAR KERJA SISWA Petunjuk : 1. Bacalah Petunjuk dengan teliti dan baik 2. Carilah Informasi tentang materi Langkah-langkah perawatan PC 3. Jawablah Pertanyaan Berkut dengan benar Soal : 1. Sebutkan dan
Perawatan Kodak Scanner seri i2000
Perawatan Kodak Scanner seri i2000 Persyaratan Sistem: Berikut ini adalah konfigurasi sistem minimum yang disarankan untuk menjalankan Kodak scanner i2400/i2600/i2800. prosesor dan memori yang direkomendasikan:
SP-1101W Panduan Instalasi Cepat
SP-1101W Panduan Instalasi Cepat 06-2014 / v1.2 1 I. Informasi Produk... 3 I-1. Isi Paket... 3 I-2. Panel Depan... 3 I-3. Status LED... 4 I-4. Saklar Tombol Status... 4 I-5. Label Produk... 5 I-6. Reset...
INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN AUTOCLAVE HIRAYAMA HVE 50 LABORATORIUM TEKNIK BIOPROSES PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA
INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN AUTOCLAVE HIRAYAMA HVE 50 LABORATORIUM TEKNIK BIOPROSES PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA KodeDokumen : Revisi : Tanggal : Diajukanoleh : Kepala Laboratorium Dikendalikanoleh
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam tugas akhir ini ada beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Dalam tugas akhir ini ada beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam merancang bangun, yaitu : 3.1.1 Alat Alat-alat yang digunakan dalam perancangan Variable
RM-LVR1. Live-View Jarak Jauh
Live-View Jarak Jauh RM-LVR1 Buku pegangan ini merupakan pelengkap untuk Petunjuk Pengoperasian unit ini. Buku ini memperkenalkan tambahan atau perubahan fungsi serta menjelaskan pengoperasiannya. Buku
UTILITAS BANGUNAN. Tjahyani Busono
UTILITAS BANGUNAN Tjahyani Busono UTILITAS BANGUNAN INSTALASI KELISTRIKAN DI BANDUNG TV STASIUN TELEVISI BANDUNG TV JL. SUMATERA NO. 19 BANDUNG SISTEM INSTALASI LISTRIK Sistim kekuatan / daya listrik Sistim
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian 3.1.1. Metode Observasi Metode observasi dimasudkan untuk mengadakan pengamatan terhadap subyek yang akan diteliti, yaitu tentang perencanaan sistem
ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM
ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM User Manual Edisi September 2006 ELKAHFI Design & Embedded System Solution Daftar Isi Pengenalan Elkahfi Telemetry System Pendahuluan 1 Kelengkapan Telemetry System 2 Spesifikasi
HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK
HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK OLEH: DRS. SUKIR, M.T JURUSAN PT ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA A. Dasar Sistem Pengendali Elektromagnetik. Materi dasar sistem pengendali elektromagnetik
Mulai Dari Sini. Melepas semua pita perekat dan membuka layar. Mengenali komponen-komponennya
HP Photosmart 2600/2700 series all-in-one User Guide Mulai Dari Sini 1 Pengguna kabel USB: Jangan pasang kabel USB sampai panduan ini memerintahkannya atau perangkat lunak tidak akan terinstal dengan benar.
BAB IV PEMILIHAN KOMPONEN DAN PENGUJIAN ALAT
BAB IV PEMILIHAN KOMPONEN DAN PENGUJIAN ALAT Pada bab sebelumnya telah diuraikan konsep rancangan dan beberapa teori yang berhubungan dengan rancangan ACOS (Automatic Change Over Switch) pada AC (Air Conditioning)
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Elektrikal Listrik sangat membahayakan dan dapat membuat kebakaran serta membahayakan jiwa orang apabila jaringan listrik tersebut tidak baik. Sekitar 60% kasus kebakaran gedung
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA
BAB V PERHTUNGAN DAN ANALSA 4.1 Sistem nstalasi Listrik Sistem instalasi listrik di gedung perkantoran Dinas Teknis Kuningan menggunakan sistem radial. Sumber utama untuk suplai listrik berasal dari PLN.
SCOPE METER 700S PENGENALAN TOMBOL
SCOPE METER 700S 700s adalah sebuah alat ukur yang boleh dikatakan sangat lengkap. Mengapa? Karena 700s selain memilki fungsi standar sebagai alat ukur / multimeter, juga dilengkapi dengan berbagai macam
Kegiatan Belajar 2 : Memahami cara mengoperasikan peralatan pengendali daya tengangan rendah
Kegiatan Belajar 2 : Memahami cara mengoperasikan peralatan pengendali daya tengangan rendah I. Capaian Pembelajaran *Peserta mampu memahami cara mengoperasikan peralatan pengendali daya tegangan rendah
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan diuraikan tentang proses pengujian sistem yang meliputi pengukuran terhadap parameter-parameter dari setiap komponen per blok maupun secara keseluruhan, dan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler arduino menggunakan software
1. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari komponen. a. b. c. d. e.
TUGAS MANDIRI KELAS XI SCI Jum at 2 September 2016 1. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari komponen. 2. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari
Pengenalan Simbol-sismbol Komponen Rangkaian Kendali
7a 1. 8 Tambahan (Suplemen) Pengenalan Simbol-sismbol Komponen Rangkaian Kendali Pada industri modern saat ini control atau pengendali suatu system sangatlah diperlukan untuk lancarnya proses produksi
KODE KESALAHAN & ALARM
KODE KESALAHAN & ALARM Alarm IKON ALARM ARTINYA PENGOPERASIAN Alarm Suhu Freezer Untuk menonaktifkan alarm selama 50 menit, tekan tombol mana pun. Alarm akan berbunyi, ikon suhu akan berkedip. Untuk menonaktifkan
Petunjuk Singkat User s Manual SDC 51 CO.
Petunjuk Singkat User s Manual SDC 51 CO PETUNJUK SINGKAT SDC 51 CO I. 1. Gambar Utama & Kelengkapan 2. Kelengkapan Kamera Earphone Kantong Kamera Kabel TV/USB Strip Baterai Buku Manual Petunjuk Singkat
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini penulis akan menjelaskan mengenai perancangan sistem pemanasan air menggunakan SCADA software dengan Wonderware InTouch yang terdiri dari perangkat keras (hardware)
Memasukkan kartu SIM dan baterai
Panduan Ringkas Nomor model: Nokia E90-1 Selanjutnya disebut Nokia E90 Communicator. Memasukkan kartu SIM dan baterai Selalu nonaktifkan perangkat, dan lepaskan pengisi daya sebelum mengeluarkan baterai.
PERCOBAAN I PENGAMATAN GENERATOR
PERCOBAAN I PENGAMATAN GENERATOR I. Tujuan : 1. Mengenal generator 2. Memahami cara kerja generator dan pengaturannya II. Peralatan yang Dibutuhkan : Peralatan keselamatan Modul percobaan Kebel jumper
BAB IV ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL
BAB IV ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL Untuk menjalankan proses produksi, program PLC, SCADA panel kontrol PLC dan MCC harus dalam kondisi ON atau hidup. Saat tombol atau intruksi pada SCADA dijalankan,
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN 4.1 Uji Coba Alat Dalam bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat yang telah dibuat. Dimulai dengan pengujian setiap bagian-bagian dari hardware dan software yang
4.3 Sistem Pengendalian Motor
4.3 Sistem Pengendalian Motor Tahapan mengoperasikan motor pada dasarnya dibagi menjadi 3 tahap, yaitu : - Mulai Jalan (starting) Untuk motor yang dayanya kurang dari 4 KW, pengoperasian motor dapat disambung
POWER SUPPLY. Leo kumoro sakti. Abstrak. Pendahuluan
POWER SUPPLY Leo kumoro sakti Abstrak Komponen yang sangat menentukan dalam kelangsungan kerja PC, karena jelas, tanpa adanya power supply yang bekerja dengan baik akan mempengaruhi kinerja hardware komputer
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan
Selamat Datang di Pengujian Berbasis Komputer (CBT) Ujian Tutorial: Bahasa Indonesia
Pengujian Berbasis Komputer (CBT) Ujian : Bahasa Indonesia Scroll ini ditujukan bagi kandidat yang akan mengambil salah satu dari ujian pengujian berbasis komputer (CBT) di sebuah pusat pengujian Pearson
Printer Produksi Designjet Z6600 Printer Produksi Foto Designjet Z6800. Informasi Pendahuluan
Printer Produksi Designjet Z6600 Printer Produksi Foto Designjet Z6800 Jenis printer Printer ini adalah printer inkjet warna yang dirancang untuk pencetakan cepat berkualitas tinggi dengan resolusi hingga
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Prancangan Alat 3.1.1 Blok Diagram Sollar Cell Regulator DC Aki Lampu LED Rangkaian LDR Switch ON/OFF Lampu Inverter Gambar 3.1 Blok Diagram 37 38 3.1.2 Rangkaian
Semua hak cipta. Hak cipta yang lainnya tetap menjadi milik masing-masing.
Copyright 2014 by ZTE Mobile Telecom Company. Pernyataan Hak Cipta Hak cipta buku manual ini milik SHENZHEN ZTE Mobile Telecom Co., LTD. Tanpa ijin tertulis dari pemilik hak cipta, tidak ada bagian dari
BAB IV PEMBAHASAN Peralatan Pastikan sebelum bekerja kita lengkapi peralatan yang akan dibutuhkan selama peroses installasi.
30 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perangkat Rectifier Outdoor (ODR) dan Cabinet Site Star harus diinstal dengan baik dan benar agar perangkat tersebut dapat digunakan dengan baik. Pemasangan ODR dan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4.1. Model Kontrol Pompa Pemadam Kebakaran Berbasis Arduino Simulasi ini dibuat menyesuaikan cara kerja dari sistem kontrol pompa pemadam kebakaran berbasis Arduino, perlu
BAB III CAPACITOR BANK. Daya Semu (S, VA, Volt Ampere) Daya Aktif (P, W, Watt) Daya Reaktif (Q, VAR, Volt Ampere Reactive)
15 BAB III CAPACITOR BANK 3.1 Panel Capacitor Bank Dalam sistem listrik arus AC/Arus Bolak Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, khususnya untuk beban yang memiliki impedansi (Z), yaitu: Daya Semu (S,
Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian
BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK
BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK 3.1 Tahapan Perencanaan Instalasi Sistem Tenaga Listrik Tahapan dalam perencanaan instalasi sistem tenaga listrik pada sebuah bangunan kantor dibagi
BAB III ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS (APP)
BAB III ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS (APP) 3.1 Alat Ukur Listrik Besaran listrik seperti arus, tegangan, daya dan lain sebagainya tidak dapat secara langsung kita tanggapi dengan panca indra kita. Untuk
