Rancangan Pelatihan Paralel Jaringan Saraf Deep Learning Berbasis Map-Reduce
|
|
|
- Teguh Tedjo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Rancangan Pelatihan Paralel Jaringan Saraf Deep Learning Berbasis Map-Reduce Moh Edi Wibowo Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA, Universitas Gadjah Mada FMIPA Sekip Utara, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, Abstrak Jaringan saraf deep learning telah menjadi model pembelajar dengan unjuk kerja yang tinggi pada beragam persoalan pengenalan pola. Meskipun demikian, pelatihan model ini seringkali terkendala oleh keterbatasan memori serta oleh kecepatan pengolahan yang rendah ketika data pelatihan yang digunakan berukuran besar. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, penelitian ini mengusulkan suatu rancangan pelatihan paralel jaringan saraf deep learning berdasarkan kerangka kerja map-reduce pada klaster komputer. Map-reduce diadopsi sebagai kerangka kerja pelatihan paralel karena memiliki dukungan implementasi yang kuat dan beragam. Kata kunci: jaringan saraf, deep learning, paralel, map-reduce 1. Pendahuluan Jaringan saraf deep learning telah dikenal sebagai model pembelajar dengan tingkat memorisasi dan tingkat generalisasi yang sangat baik. Model ini telah menjadi solusi terdepan pada beragam persoalan. Klasifikasi wajah, sebagai contoh, telah berhasil dilakukan secara akurat dengan menggunakan model tersebut pada suatu koleksi ribuan wajah yang dikumpulkan tanpa pengkondisian tertentu [1, 2]. Jaringan saraf deep learning juga telah berhasil melakukan pengenalan ucapan manusia (transkripsi) yang lebih baik dibanding modelmodel pembelajar yang telah lama mapan seperti model hidden Markov [3]. Jaringan saraf tersebut juga mulai mendapatkan perhatian yang besar di beragam bidang ilmu seperti interpretasi citra aerial [4], bioinformatika [5, 6], dan pengenalan pola secara umum. Dibanding jaringan saraf konvensional (multilayer perceptron), jaringan saraf deep learning memiliki arsitektur koneksi yang lebih sederhana (konvolusional), jumlah lapisan (kedalaman) yang jauh lebih banyak, serta karakteristik-karakteristik empirik yang lebih menarik. Arsitektur konvolusional telah menolong jaringan saraf deep learning menghindari jebakan local optima. Hal ini membantu proses pelatihan mendapatkan model yang generik dari data berukuran besar. Lapisan yang banyak memberikan kemampuan kepada model tersebut untuk menemukan secara otomatis ciri-ciri diskriminatif pada data yang seringkali lebih baik daripada ciri-ciri yang dikembangkan dengan teliti secara manual. Dalam prakteknya, hal-hal di muka, sayangnya, seringkali sulit dicapai karena keterbatasan sumber daya komputasi yang ada. Ukuran data pelatihan yang dapat mencapai puluhan bahkan ratusan gigabytes mengakibatkan adanya kebutuhan sumber daya yang tinggi serta menimbulkan sejumlah persoalan. Pertama, memori yang disediakan oleh sebuah komputer tidak lagi mampu menampung seluruh data pelatihan. Kedua, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu iterasi pelatihan seringkali menjadi sangat panjang karena item-item yang ada pada koleksi data berukuran besar tersebut pada umumnya dievaluasi secara sekuensial. Untuk menangani dua persoalan di muka, penelitian ini mengusulkan suatu rancangan untuk melakukan pelatihan jaringan saraf deep learning secara paralel. Pelatihan paralel ini dibuat untuk berjalan pada klaster komputer dengan mengadopsi kerangka kerja map-reduce. Map-reduce sendiri telah menjadi kerangka kerja yang banyak digunakan untuk mengolah koleksi data tak terstruktur di web, misalnya untuk membangun dan memperbaharui indeks pada mesin pencari. Kerangka kerja ini memiliki dukungan implementasi yang kuat dengan jenis yang beraneka ragam. Sementara map-reduce telah pula digunakan untuk mengolah data semi terstruktur, seperti untuk membuat rangkuman informasi dari data historis atau log transaksi, penggunaannya pada pembelajaran jaringan saraf berskala besar belum dieksplorasi secara luas. Rancangan komputasi yang diusulkan, dengan demikian, menjadi suatu upaya 8
2 untuk menemukan solusi yang lebih optimal bagi pelatihan jaringan saraf deep learning dengan nilai kebaruan yang strategis. 2. Tinjauan Pustaka Dengan masifnya data yang perlu ditangani pada pengenalan pola, pelatihan backpropagation dalam mode batch yang umum digunakan pada jaringan saraf tidak lagi dapat dieksekusi pada kebanyakan komputer dengan jangka waktu yang dapat diterima. Stochastic gradient descent [7, 8] merupakan suatu pendekatan klasik yang telah diusulkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Pendekatan ini tidak lagi meng-update jaringan saraf berdasarkan nilai-nilai gradien dari seluruh data, melainkan berdasarkan gradien dari sebagian kecil data yang disebut mini-batch. Mini-batch, dalam hal ini, diperoleh dari data pelatihan yang ada dengan mengaplikasikan random sampling. Meskipun stochastic gradient descent dapat menghasilkan model yang cukup baik, pendekatan ini diyakini tetap mengakibatkan penurunan unjuk kerja model, dengan kata lain, tidak memberikan hasil yang maksimal. High performance computing (HPC) telah menjadi solusi alternatif yang cukup efektif bagi pelatihan jaringan saraf deep learning [9]. Pendekatan ini dibangun dengan memanfaatkan model komputasi paralel message passing interface (MPI) yang didukung oleh kajian teoritis yang mendalam dan terstruktur. Sementara beragam komputasi saintifik intensif telah ditangani secara memuaskan menggunakan pendekatan ini, kebergantungan HPC pada ketersediaan memori primer masih menjadi sumber kerawanan. Terdapat kemungkinan yang cukup besar bahwa data yang masif tidak dapat ditampung seluruhnya pada memori tersebut. Persoalan serupa juga ditemui pada komputasi paralel berbasis pengolahan larik, yang umum dilakukan menggunakan Graphical Processing Unit (GPU) [10]. Pemanfaatan memori sekunder pada pengolahan data yang terdistribusi menjadi keunikan dan keuntungan dari komputasi paralel berbasis klaster komputer. Map-reduce telah menjadi kerangka kerja yang umum digunakan pada komputasi semacam ini. Lebih jauh lagi, map-reduce telah dimanfaatkan untuk mengeksekusi algoritma-algoritma pembelajaran mesin, antara lain k-means dan spectral clustering, klasifikasi naive Bayes, dan singular value decomposition, seperti pada Apache Mahout ( org). Pada penelitian ini, kerangka kerja tersebut digunakan untuk mengembangkan suatu pendekatan yang belum banyak dieksplorasi, yaitu komputasi paralel untuk pelatihan jaringan saraf deep learning. Pengembangan ini meliputi perancangan objek jaringan saraf, penentuan skema map-reduce, penentuan format data untuk pelatihan, serta penyusunan langkah-langkah pelatihan (epoch). Platform Hadoop ( apache.org) dipilih pada penelitian ini sebagai target dari deployment untuk rancangan yang dibuat. 3. Hasil dan Pembahasan Pada bagian ini, dijelaskan rancangan pelatihan paralel dari jaringan saraf deep learning yang diusulkan Komponen-Komponen Map-Reduce Terdapat 3 komponen utama yang terlibat pada komputasi paralel map-reduce seperti ditunjukkan oleh Gambar 1. Objek Driver merupakan koordinator dari keseluruhan komponen. Objek ini terletak pada node master dan bertugas mengendalikan rangkaian proses pelatihan. Objek ini memegang nilai-nilai parameter (bobot dan bias) dari jaringan saraf yang sedang dilatih, mengirimkan nilai-nilai tersebut ke Mapper, serta mengubah mereka dengan nilai-nilai (rerata) update yang diperoleh dari Reducer. Objek Mapper merupakan objek yang terduplikasi di seluruh node (slave) pada klaster. Kumpulan objek Mapper melakukan parsing data pelatihan secara paralel, mengolah item-item data yang diperolehnya melalui proses backpropagation, menghasilkan nilai-nilai update untuk seluruh parameter jaringan saraf, serta mengirimkan nilainilai tersebut Reducer-Reducer yang ada. Objek Reducer juga merupakan objek yang yang terduplikasi di seluruh node (slave) pada klaster. Objek-objek ini bertugas melakukan pooling serta menghitung rerata nilai-nilai update untuk setiap parameter jaringan saraf, dan mengurutkan nilai-nilai rerata tersebut untuk kemudian diberikan kepada Driver. 9
3 3.2. Objek Jaringan Saraf Jaringan saraf pada penelitian ini dirancang sebagai kelas (objek) dengan mengadopsi struktur yang dikembangkan pada convnet-min.js ( convnetjs/build/convnet-min.js). Beberapa antarmuka yang utama pada kelas ini antara lain [1] void Create(String specification): Untuk mengkonstruksi jaringan saraf berdasarkan spesifikasi yang diberikan; [2] Vol Forward(Vol input): Untuk mengeksekusi langkah forward pada suatu input dalam backpropagation sehingga menghasilkan output; [3] void Backward(Vol target): Untuk mengeksekusi langkah backward setelah forward selesai dilakukan untuk menghasilkan nilai-nilai update berdasarkan target; [4] List<double> getupdates(): Untuk mendapatkan nilai-nilai update yang dihasilkan backward; [5] List<double> getparams(): Untuk mendapatkan nilai-nilai parameter (bobot dan bias) yang sedang dimiliki jaringan saraf; [6] void setparams(list<double> params): Untuk menge-set nilai-nilai parameter (bobot dan bias) dari jaringan saraf. Antarmuka-antarmuka di atas berfungsi untuk menjembatani interaksi antara objek jaringan saraf dengan Driver, Mapper, dan Reducer. Objek Vol merupakan suatu struktur data penting berupa matriks 3 dimensi yang digunakan untuk merepresentasikan input, output, target, serta bagian-bagian tertentu dari jaringan saraf, seperti filter konvolusi. Adapun spesifikasi jaringan saraf dijabarkan dalam bentuk string dengan mengadopsi format JSON, sebagai contoh: [{type:'input', out_sx:1, out_sy:1, out_depth:2}, {type:'fc', num_neurons:20, activation:'relu'}, {type:'fc', num_neurons:20, activation:'relu'}]. Objek jaringan saraf perlu didistribusikan (disalin) ke seluruh node (slave) pada klaster untuk digunakan Mapper pada saat eksekusi map. Driver * Mapper * Reducer Gambar 1. Komponen-komponen map-reduce 3.3. Skema Map-Reduce Map-reduce pada rancangan yang diusulkan diwujudkan sebagai sebuah iterasi dari pelatihan jaringan saraf deep learning. Setiap iterasi melibatkan dua langkah pengolahan data: map dan reduce. Map merupakan langkah yang dijalankan oleh Mapper dan berfungsi untuk memecah data pelatihan menjadi partisi-partisi (splits) kecil, mengolah item-item pada partisi melalui backpropagation (forward dan backward), serta menghasilkan nilai-nilai update untuk dikirimkan ke Reducer. Data pelatihan, dalam hal ini, dibaca oleh Mapper kedalam bentuk <sample-id, (input, target)>. Untuk mengeksekusi map, setiap Mapper perlu menyimpan salinan objek jaringan saraf yang terkini. Driver, karenanya, perlu mendistribusikan spesifikasi jaringan saraf beserta nilai-nilai terkini dari parameternya dalam bentuk string ketika menginisiasi setiap 10
4 iterasi pelatihan (misalnya melalui objek konfigurasi job pada Hadoop). Hasil dari map adalah nilai-nilai update yang disimpan dalam bentuk <param-id, update-value>. Reduce merupakan langkah yang dieksekusi oleh Reducer dan berfungsi untuk mempool dan menghitung rerata update-value berdasarkan param-id yang dihasilkan oleh map serta mensortir hasilnya. Reducer, dalam hal ini, membaca input dalam bentuk <param-id, List(update-value)> dan menghasilkan output dalam bentuk <param-id, mean-ofupdate-value>. Output yang dihasilkan ini selanjutnya akan dibaca oleh Driver dan digunakan untuk meng-update nilai-nilai parameter jaringan saraf deep learning (gradient descent). Gambar 2 menyajikan ilustrasi dari skema map-reduce yang dirancang. Terlihat bahwa Reducer-Reducer yang ada melakukan reduce untuk kelompok-kelompok param-id yang berbeda (yaitu a-f, g-p, dan q-z). Gambar 2. Skema map-reduce 3.4. Format Data untuk Pelatihan Seperti disampaikan pada uraian di muka, Mapper membaca data dalam bentuk <sample-id, (input, target)> sedangkan Reducer menghasilkan ouput dalam bentuk <param-id, mean-of-update-value>. Contoh dari berkas data pelatihan adalah seperti berikut 0001: 4.0, 0.2, 0.1, 0.05, 8.2, 3.6: : 3.0, 0.3, 0.7, 0.01, 9.4, 4.6: : 2.3, 0.4, 0.5, 0.11, 6.6, 3.0: 1... dan contoh dari berkas output adalah seperti berikut: 001: : : Perlu diingat bahwa data pelatihan dan hasil map-reduce dapat didistribusikan atau dibaca sebagai berkas HDFS (Hadoop file system). Lebih jauh lagi, hasil akhir dari pelatihan jaringan saraf deep learning (spesifikasi, nilai-nilai bobot dan bias) dapat pula disimpan sebagai berkas HDFS. 11
5 3.5. Langkah-Langkah Pelatihan Pelatihan jaringan saraf deep learning merupakan proses iteratif yang dikendalikan oleh objek Driver dimana setiap iterasi melibatkan langkah-langkah map dan reduce. Dengan demikian pelatihan jaringan saraf deep learning lebih kompleks daripada pembentukan indeks untuk mesin pencari dimana map dan reduce hanya perlu dieksekusi dalam satu putaran. Rangkaian proses pelatihan ini dapat dirangkum dalam kode semu berikut: [1] Driver membaca spesifikasi jaringan saraf dan nama berkas data pelatihan; [2] Driver menginisiasi nilai-nilai parameter awal jaringan saraf dan menge-set konfigurasi job yang sesuai; [3] Selama iterasi maksimal belum tercapai: (a) Driver mendistribusikan nilai-nilai parameter jaringan saraf terkini, (b) Driver menjalankan map-reduce, (c) Driver mengaplikasikan nilai-nilai update yang dihasilkan untuk memperbaharui nilai-nilai parameter jaringan saraf. Perlu diperhatikan bahwa paralelisasi dilakukan pada evaluasi item-item data pelatihan di dalam iterasi-iterasi pelatihan (paralelisasi untuk loop level 2). Adapun proses update dari parameter jaringan saraf deep learning tetap dilakukan secara sekuensial. 4. Kesimpulan Pada penelitian ini, telah dirancang suatu pendekatan untuk melakukan pelatihan jaringan saraf deep learning secara paralel dengan menggunakan kerangka kerja map-reduce. Rancangan yang dibuat meliputi deskrisi komponen-komponen map-reduce, objek jaringan saraf, skema map-reduce, format data untuk pelatihan, serta langkah-langkah pelatihan jaringan saraf. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan mengimplementasikan rancangan yang telah dibuat menjadi suatu program yang dapat dieksekusi pada klaster komputer. Program ini selanjutnya dapat dibandingkan dengan program pelatihan jaringan saraf stochastic gradient descent untuk diamati perbedaan waktu eksekusinya serta perbedaan unjuk kerja dari modelmodel jaringan saraf yang dihasilkan. Daftar Pustaka [1] Sun, Y., Wang, X. & Tang, X., Deep learning face representation from predicting 10,000 classes. In: Proceedings of the IEEE computer society conference on computer vision and pattern recognition. pp [2] He, K. et al., Deep residual learning for image recognition. Arxiv.Org, 7, pp Available at: v1.pdf. [3] LeCun, Y., Bengio, Y. & Hinton, G., Deep learning. Nature, 521, pp [4] Mnih, V., Machine learning for aerial image labeling. Ph. D. Univeristy of Toronto. [5] Spencer, M., Eickholt, J. & Cheng, J., A deep learning network approach to ab initio protein secondary structure prediction. IEEE/ACM Transactions on Computational Biology and Bioinformatics, 12, pp [6] Zhang, S. et al., A deep learning framework for modeling structural features of RNAbinding protein targets. Nucleic acids research, 44, p.e32. [7] Bottou, L., Large-scale machine learning with stochastic gradient descent. In: Proceedings of COMPSTAT 2010, pp [8] Kingma, D. & Ba, J., Adam: A method for stochastic optimization. In: International conference on learning representations, pp [9] Coates, A. et al., Deep learning with COTS HPC systems. In: Proceedings of the 30th international conference on machine Learning, pp [10] Zhang, H. et al., Poseidon: A system architecture for efficient GPU-based deep learning on multiple machines. arxiv. Available at: 12
BAB II DASAR TEORI Jaringan Syaraf Tiruan. Universitas Sumatera Utara
BAB II DASAR TEORI Landasan teori adalah teori-teori yang relevan dan dapat digunakan untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian. Landasan teori ini juga berfungsi sebagai dasar untuk memberi jawaban
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Citra Digital Citra digital adalah suatu citra elektronik yang diambil dari dokumen, seperti foto, buku, maupun sebuah video. Proses perubahan citra analog menjadi citra digital
BAB I PENDAHULUAN. Merancang aplikasi Paralel Processing yang diimplementasikan dengan penggunaan Computer-Unified-Device-Architecture (CUDA).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Tujuan Merancang aplikasi Paralel Processing yang diimplementasikan dengan penggunaan Computer-Unified-Device-Architecture (CUDA). 1.2. Latar Belakang Banyak Central Processing Unit
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Prosesor : Intel Core i5-6198du (4 CPUs), ~2.
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Hardware a. Prosesor : Intel Core i5-6198du CPU @2.30GHz (4 CPUs), ~2.40GHz b.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. fold Cross Validation, metode Convolutional neural network dari deep learning
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Prinsip Kerja Program P rinsip kerja program yaitu dengan melakukan pra pengolahan citra terhadap foto fisik dari permukaan buah manggis agar ukuran seluruh data
SATIN Sains dan Teknologi Informasi
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi, Vol. 2, No. 1, Juni 2015 SATIN Sains dan Teknologi Informasi journal homepage : http://jurnal.stmik-amik-riau.ac.id Jaringan Syaraf Tiruan untuk Memprediksi Prestasi
BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem Pakar (Expert System), Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network), Visi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era yang semakin maju ini, teknologi telah memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, sehingga kemajuannya sangat dinantikan dan dinikmati para
BAB 2 LANDASAN TEORI. fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Neuro Fuzzy Neuro-fuzzy sebenarnya merupakan penggabungan dari dua studi utama yaitu fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era teknologi yang semakin maju ini, banyak komunitas seperti di bidang kedokteran, penelitian, bisnis maupun akademik yang membutuhkan komputasi yang cepat guna
Distributed Indexing dengan MapReduce. Arif N
Distributed Indexing dengan MapReduce Arif N Overview Motivation MapReduce Distributed indexing Inverted Index Motivation Seberapa besar sih data yang kita hasilkan? Big Data New York Stock Exchange :
Laporan Implementasi Naïve Bayes dan Feed Forward Neural Network untuk Klasifikasi
Laporan Implementasi Naïve Bayes dan Feed Forward Neural Network untuk Klasifikasi dibuat oleh 707 Berusaha Imba: 13514002 M. Diaztanto Haryaputra 13514023 Fanda Yuliana Putri 13514025 Ratnadira Widyasari
Neural Networks. Machine Learning
MMA10991 Topik Khusus - Machine Learning Dr. rer. nat. Hendri Murfi Intelligent Data Analysis (IDA) Group Departemen Matematika, Universitas Indonesia Depok 16424 Telp. +62-21-7862719/7863439, Fax. +62-21-7863439,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Bab ini berisi analisis pengembangan program aplikasi pengenalan karakter mandarin, meliputi analisis kebutuhan sistem, gambaran umum program aplikasi yang
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING BERBASIS TENSORFLOW UNTUK PENGENALAN SIDIK JARI
Royani Darma Nurfita, Gunawan Ariyanto, Implementasi Deep Learning Berbasis Tensorflow Untuk Pengenalan Sidik Jari IMPLEMENTASI DEEP LEARNING BERBASIS TENSORFLOW UNTUK PENGENALAN SIDIK JARI Royani Darma
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perangkat keras komputer berkembang dengan pesat setiap tahunnya selalu sudah ditemukan teknologi yang lebih baru. Meskipun demikian masih banyak hal yang belum dapat
Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah Karakter Braille Ke Bentuk Abjad
The 13 th Industrial Electronics Seminar 2011 (IES 2011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 26, 2011 Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah
ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION
ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION Eka Irawan1, M. Zarlis2, Erna Budhiarti Nababan3 Magister Teknik Informatika, Universitas Sumatera
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Artificial Neural Network Artificial neural network (ANN) / jaringan saraf tiruan adalah konsep yang merefleksikan cara kerja dari jaringan saraf biologi kedalam bentuk artificial
Architecture Net, Simple Neural Net
Architecture Net, Simple Neural Net 1 Materi 1. Model Neuron JST 2. Arsitektur JST 3. Jenis Arsitektur JST 4. MsCulloh Pitts 5. Jaringan Hebb 2 Model Neuron JST X1 W1 z n wi xi; i1 y H ( z) Y1 X2 Y2 W2
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Citra digital saat ini sudah menjadi kebutuhan banyak orang untuk berbagai macam keperluan. Hal ini dilihat dari betapa pentingnya peranan citra digital di berbagai
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian 1, Erlinda Ningsih 2 1 Dosen Teknik Informatika, STMIK Potensi Utama 2 Mahasiswa Sistem Informasi, STMIK
VOL. 01 NO. 02 [JURNAL ILMIAH BINARY] ISSN :
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH PRODUKSI AIR MINUM MENGGUNAKAN ALGORITMA BACKPROPAGATION (STUDI KASUS : PDAM TIRTA BUKIT SULAP KOTA LUBUKLINGGAU) Robi Yanto STMIK Bina Nusantara
PENGENALAN KARAKTER ALFANUMERIK MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGARATION
PENGENALAN KARAKTER ALFANUMERIK MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGARATION Amriana 1 Program Studi D1 Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNTAD ABSTRAK Jaringan saraf tiruan untuk aplikasi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi perangkat lunak dewasa ini tidak terlepas dari berkembangnya studi mengenai kecerdasan buatan. Ada dua hal yang termasuk dari kecerdasan buatan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bilangan prima merupakan suatu hal yang mendasar dan sangat penting dalam bidang matematika secara umum dan teori bilangan secara khusus (Agrawal et al, 2002). Sejak
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1 Permasalahan CBIR ( Content Based Image Retrieval) akhir-akhir ini merupakan salah satu bidang riset yang sedang berkembang pesat (Carneiro, 2005, p1). CBIR ini menawarkan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Data mining adalah proses mengeksplorasi dan menganalisis data dalam jumlah besar untuk menemukan pola dan rule yang berarti (Berry & Linoff, 2004). Klasifikasi adalah
SISTEM PENDETEKSI WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL
1 SISTEM PENDETEKSI WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL (Human Face Detection System on Digital Images) Setyo Nugroho 1, Agus Harjoko 2 Program Studi Ilmu Komputer Program Pascasarjana Universitas Gadjah
MILIK UKDW. Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa tahun belakangan ini, jaringan syaraf tiruan telah berkembang dengan pesat. Berbagai aplikasi telah memanfaatkan jaringan syaraf tiruan dalam penerapannya,
BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK
BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK 2.1 KONSEP DASAR Pada penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teori yang dijadikan acuan untuk menyelesaikan penelitian. Berikut ini teori yang akan digunakan penulis
BAB I PENDAHULUAN. satu bagian sistem biometrika adalah face recognition (pengenalan wajah). Sistem
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem biometrika merupakan teknologi pengenalan diri dengan menggunakan bagian tubuh atau perilaku manusia yang memiliki keunikan. Salah satu bagian sistem biometrika
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
32 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dibahas tentang analisis sistem melalui pendekatan secara terstruktur dan perancangan yang akan dibangun dengan tujuan menghasilkan model atau representasi
Artificial Neural Network Backpropagation Dengan Momentum Untuk Prediksi Surface Roughness Pada CNC Milling
Artificial Neural Network Dengan Momentum Untuk Prediksi Surface Roughness Pada CNC Milling Vivi Tri Widyaningrum Program Studi Mekatronika, Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Madura Bangkalan, Jawa
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Data Yang Digunakan Dalam melakukan penelitian ini, penulis membutuhkan data input dalam proses jaringan saraf tiruan backpropagation. Data tersebut akan digunakan sebagai
NEURAL NETWORK BAB II
BAB II II. Teori Dasar II.1 Konsep Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network) Secara biologis jaringan saraf terdiri dari neuron-neuron yang saling berhubungan. Neuron merupakan unit struktural
Big Data dengan Hadoop Oleh : Agus Priyanto, M.Kom
Big Data dengan Hadoop Oleh : Agus Priyanto, M.Kom SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM Smart, Trustworthy, And Teamwork Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa dapat memahami
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM Ayu Trimulya 1, Syaifurrahman 2, Fatma Agus Setyaningsih 3 1,3 Jurusan Sistem Komputer, Fakultas MIPA Universitas
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Citra Digital
BAB II DASAR TEORI 2.1 Citra Digital Citra digital didefinisikan sebagai fungsi f (x,y) dua dimensi,dimana x dan y adalah koordinat spasial dan f(x,y) adalah disebut dengan intensitas atau tingkat keabuan
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap tahun 2004/2005
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap tahun 2004/2005 PENGENALAN CITRA WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN TRANS FORMAS I WAVELET DIS KRIT D AN JARINGAN S ARAF
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Big data merupakan data yang tidak dapat diproses menggunakan alat pengolahan data tradisional karena berukuran sangat besar dan rumit [1]. Pada era digital ini, data
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Analisis Analisis adalah kemampuan pemecahan masalah subjek kedalam elemen-elemen konstituen, mencari hubungan-hubungan internal dan diantara elemen-elemen, serta mengatur
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.6. Jaringan Syaraf Tiruan Jaringan syaraf tiruan atau neural network merupakan suatu sistem informasi yang mempunyai cara kerja dan karakteristik menyerupai jaringan syaraf pada
Neural Network (NN) Keuntungan penggunaan Neural Network : , terdapat tiga jenis neural network Proses Pembelajaran pada Neural Network
Neural Network (NN) adalah suatu prosesor yang melakukan pendistribusian secara besar-besaran, yang memiliki kecenderungan alami untuk menyimpan suatu pengenalan yang pernah dialaminya, dengan kata lain
ek SIPIL MESIN ARSITEKTUR ELEKTRO
ek SIPIL MESIN ARSITEKTUR ELEKTRO PEMBUATAN APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN Amriana * Abstract Neural network can be conceived like brain of made in. Brain of made in this can think like human being, as
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Suara. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu speech recognition dan speaker recognition. Speech recognition adalah proses yang dilakukan
Algoritma MAC Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan
Algoritma MAC Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan Paramita 1) 1) Program Studi Teknik Informatika STEI ITB, Bandung, email: if14040@studentsifitbacid Abstract MAC adalah fungsi hash satu arah yang menggunakan
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan sistem aplikasi yang digunakan sebagai user interface untuk menangkap citra ikan, mengolahnya dan menampilkan
Penggunaan Deep Learning untuk Prediksi Churn pada Jaringan Telekomunikasi Mobile Fikrieabdillah
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol3, No2 Agustus 2016 Page 3882 Penggunaan Deep Learning untuk Prediksi Churn pada Jaringan Telekomunikasi Mobile Fikrieabdillah Ilmu Komputasi Universitas
PERBANDINGAN BEBERAPA MODEL UNTUK KINERJA ALGORITMA BACKPROPAGATION COMPARISON OF SOME MODEL FOR PEFORMANCE IMPROVEMENT IN BACKPROPAGATION ALGORITHM
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol.6 No. 2, Desember 217 : 8-91 PERBANDINGAN BEBERAPA MODEL UNTUK KINERJA ALGORITMA BACKPROPAGATION COMPARISON OF SOME MODEL FOR PEFORMANCE IMPROVEMENT IN BACKPROPAGATION
ESTIMASI BIAYA PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN IMPROVED BACKPROPAGATION
ESTIMASI BIAYA PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN IMPROVED BACKPROPAGATION Rocky Yefrenes Dillak Abstrak : Estimasi biaya perangkat lunak merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan perangkat lunak. Mengabaikan
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI VOLUME PEMAKAIAN AIR BERSIH DI KOTA PONTIANAK
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI VOLUME PEMAKAIAN AIR BERSIH DI KOTA PONTIANAK [1] Meishytah Eka Aprilianti, [2] Dedi Triyanto, [3] Ilhamsyah [1] [2] [3] Jurusan Sistem Komputer, Fakultas
ANALISIS ALGORITMA INISIALISASI NGUYEN-WIDROW PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
ANALISIS ALGORITMA INISIALISASI NGUYEN-WIDROW PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian 1, M. Rhifky Wayahdi 2 1 Dosen Teknik Informatika,
Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dan Steepest Descent untuk Prediksi Data Time Series
Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dan Steepest Descent untuk Prediksi Data Time Series Oleh: ABD. ROHIM (1206 100 058) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. M. Isa Irawan, MT Jurusan Matematika
TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA
Iwan Suhardi, Toleransi Jaringan Syaraf Tiruan TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA Iwan Suhardi Jurusan
Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6
Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6 Sari Indah Anatta Setiawan SofTech, Tangerang, Indonesia [email protected] Diterima 30 November 2011 Disetujui 14 Desember 2011
Prediksi Pergerakan Harga Harian Nilai Tukar Rupiah (IDR) Terhadap Dollar Amerika (USD) Menggunakan Metode Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation
1 Prediksi Pergerakan Harga Harian Nilai Tukar Rupiah (IDR) Terhadap Dollar Amerika (USD) Menggunakan Metode Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation Reza Subintara Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas
Astika Ayuningtyas Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta, Jl Janti Blok R Lanud Adisutipto, Yogyakarta
Seminar SENATIK Nasional Vol. II, 26 Teknologi November Informasi 2016, ISSN: dan 2528-1666 Kedirgantaraan (SENATIK) Vol. II, 26 November 2016, ISSN: 2528-1666 PeP- 115 Pemrosesan Paralel pada Menggunakan
APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK INVENTARISASI LUAS SUMBER DAYA ALAM STUDI KASUS PULAU PARI
APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK INVENTARISASI LUAS SUMBER DAYA ALAM STUDI KASUS PULAU PARI Putri Khatami Rizki 1), Muchlisin Arief 2), Priadhana Edi Kresnha 3) 1), 2), 3) Teknik Informatika Fakultas
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Pada bab ini dijelaskan mengenai prosedur yang berjalan dan yang diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER FEEDFORWARD DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI NILAI KURS JUAL SGD-IDR
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 205 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 205 IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER FEEDFORWARD DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI
BAB II NEURAL NETWORK (NN)
BAB II NEURAL NETWORK (NN) 2.1 Neural Network (NN) Secara umum Neural Network (NN) adalah jaringan dari sekelompok unit pemroses kecil yang dimodelkan berdasarkan jaringan syaraf manusia. NN ini merupakan
Penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Tujuan Utama Untuk meningkatkan performa komputasi.
PARALLEL PROCESSING Penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Tujuan Utama Untuk meningkatkan performa komputasi. Komputasi Parallel Salah satu teknik melakukan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Syaraf Biologi Jaringan Syaraf Tiruan merupakan suatu representasi buatan dari otak manusia yang dibuat agar dapat mensimulasikan apa yang dipejalari melalui proses pembelajaran
Kesehatan balita bisa diketahui salah satunya melalui penilaian status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah
16 khazanah informatika Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika 1* 1 1 Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta Surakarta *[email protected] Kesehatan balita bisa diketahui salah satunya
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Kerangka Pemikiran Perusahaan dalam era globalisasi pada saat ini, banyak tumbuh dan berkembang, baik dalam bidang perdagangan, jasa maupun industri manufaktur. Perusahaan
Paralelisasi Transformasi Fourier pada Arsitektur General Purpose Graphic Processing Unit Untuk Klasifikasi Alat Musik Dengan Instrumen Solo
Paralelisasi Transformasi Fourier pada Arsitektur General Purpose Graphic Processing Unit Untuk Klasifikasi Alat Musik Dengan Instrumen Solo Ridwan Rismanto 5109201049 DOSEN PEMBIMBING Dr. Nanik Suciati,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha. Gambar 1.1 : Ilustrasi jaringan syaraf manusia yang diadaptasi untuk ANN (Kriesel, 2011)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rentannya kesalahan yang dapat terjadi oleh pekerjaan yang dilakukan oleh manusia dalam menganalisa, atau ketika mencoba membangun relasi antar fitur yang berjumlah
EVALUASI PENGARUH FUNGSI AKTIFASI DAN PARAMETER KEMIRINGANNYA TERHADAP UNJUKKERJA PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN
EVALUASI PENGARUH FUNGSI AKTIFASI DAN PARAMETER KEMIRINGANNYA TERHADAP UNJUKKERJA PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN (Studi Kasus pada Pengenalan Karakter Angka Tulisan Tangan) Iwan Suhardi Jurusan Teknik
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation Anjar Wanto STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar Pematangsiantar, Indonesia [email protected]
Algoritma Restricted Boltzmann Machines (RBM) untuk Pengenalan Tulisan Tangan Angka
Algoritma Restricted Boltzmann Machines (RBM) untuk Pengenalan Tulisan Tangan Angka Susilawati Universitas Medan Area [email protected] Abstrak Pengenalan tulisan tangan angka telah dimanfaatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mata adalah indra terbaik yang dimiliki oleh manusia sehingga citra (gambar) memegang peranan penting dalam perspektif manuasia. Namun mata manusia memiliki keterbatasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era informasi, kebutuhan akan teknologi memberikan peranan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas manusia. Salah satu contohnya adalah pengembangan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat jumlah job yang diminta oleh worker node untuk diolah meningkat serta dataset yakni kumpulan data yang berisi atribut serta properti yang dikumpulkan pada suatu
BAB I PENDAHULUAN. seiring perkembangan teknologi mikroprosesor, proses komputasi kini dapat
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Proses komputasi yang dapat dilakukan oleh komputer telah berkembang dengan pesat. Pada awalnya proses komputasi hanya dapat dilakukan secara sekuensial saja. Sebuah
BAB 4 DISAIN MODEL. Pengguna. Citra. Ekstraksi Ciri x. Antar muka (Interface) Data Hasil Ekstraksi Ciri. Testing dan Identifikasi.
33 BAB 4 DISAIN MODEL Disain model sistem identifikasi citra karang dirancang sedemikian rupa dengan tuuan untuk memudahkan dalam pengolahan data dan pembuatan aplikasi serta memudahkan pengguna dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab Tinjauan Pustaka memuat uraian gambaran umum dan fungsi-fungsi pada perpustakaan, pengertian sistem informasi, dan kaitan antara perpustakaan dan sistem informasi. 2.1. Perpustakaan
10. PARALLEL PROCESSING
10. PARALLEL PROCESSING Parallel Processing Penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Tujuan Utama Untuk meningkatkan performa komputasi. Komputasi Parallel Salah
Mengenal Artificial Intelligence, Machine. Learning, Neural Network, dan Deep Learning
Mengenal Artificial Intelligence, Machine Learning, Neural Network, dan Deep Learning Abu Ahmad www.teknoindonesia.com E-mail: [email protected] Abstract Dengan semakin canggihnya teknologi dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengenalan ucapan (speech recognition) merupakan sistem yang dirancang untuk dapat mengenali sinyal suara, sehingga menghasilkan keluaran berupa tulisan. Input dari
DISTRIBUTED FILE SYSTEMS
DISTRIBUTED FILE SYSTEMS OVERVIEW Sistem berkas terdistribusi adalah sebuah sistem di mana banyak pengguna dapat berbagi berkas dan sumber daya penyimpanan. Client, server, dan media penyimpanan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan teknologi yang amat pesat, menuntut pula adanya otomatisasi dan efisiensi dalam memperoleh informasi. Hal ini didukung pula oleh perkembangan mobile
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Bab ini menguraikan analisa penelitian terhadap metode Backpropagation yang
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Bab ini menguraikan analisa penelitian terhadap metode Backpropagation yang diimplementasikan sebagai model estimasi harga saham. Analisis yang dilakukan adalah menguraikan penjelasan
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian untuk pengenalan nama objek dua dimensi pada citra
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian untuk pengenalan nama objek dua dimensi pada citra adalah sebagai berikut. Gambar 3.1 Desain Penelitian 34 35 Penjelasan dari skema gambar
PREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION
PREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Dewi Kusumawati 1), Wing Wahyu Winarno 2), M. Rudyanto Arief 3) 1), 2), 3) Magister Teknik Informatika STMIK
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation Anjar Wanto STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar Pematangsiantar, Indonesia [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2009, dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan,
TOPIK PENELITIAN MAHASISWA PRODI S-1 SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS U'BUDIYAH INDONESIA TAHUN AJARAN 2015/2016
TOPIK PENELITIAN MAHASISWA PRODI S-1 SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS U'BUDIYAH INDONESIA TAHUN AJARAN 2015/2016 Bidang Ilmu : Sistem Informasi NO TOPIK PENELITIAN SUB TOPIK Arsitektur, Dukungan layanan Algortitma
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dielaskan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan penelitian ini, sehingga dapat diadikan sebagai landasan berpikir dan akan mempermudah dalam hal pembahasan
PERANCANGAN KONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PRODUK BISKUIT MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus: PT. EP)
PERANCANGAN KONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PRODUK BISKUIT MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus: PT. EP) Rezki Susan Ardyati dan Dida D. Damayanti Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini dibahas teori yang digunakan sebagai landasan pengerjaan Support Vector Backpropagation. Pembahasan bertujuan untuk menguraikan teori dan algoritma yang digunakan dalam
Pendeteksian Kemacetan Lalu Lintas dengan Compute Unified Device Architecture (CUDA)
Pendeteksian Kemacetan Lalu Lintas dengan Compute Unified Device Architecture (CUDA) LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana oleh: Muhammad Ismail Faruqi / 13503045 PROGRAM
Manfaat Graf dalam Cloud Computing
Manfaat Graf dalam Cloud Computing Heri Fauzan - 13513028 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia 1 [email protected]
DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL INTISARI ABSTRACT
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN PRAKATA DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL INTISARI ABSTRACT i vi viii ix x BAB I. PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 3 1.3 Batasan
BACK PROPAGATION NETWORK (BPN)
BACK PROPAGATION NETWORK (BPN) Arsitektur Jaringan Salah satu metode pelatihan terawasi pada jaringan syaraf adalah metode Backpropagation, di mana ciri dari metode ini adalah meminimalkan error pada output
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini, informasi menjadi hal yang penting dan berharga bagi kehidupan manusia. Tak dapat dipungkiri, bahwa di jaman yang seperti ini, orang akan mempunyai
WAVELET -JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PREDIKSI DATA TIME SERIES
J. Math. and Its Appl. ISSN: 1829-605X Vol. 4, No. 2, November 2007, 53 64 WAVELET -JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PREDIKSI DATA TIME SERIES Daryono Budi Utomo Jurusan Matematika FMIPA Institut Teknologi
PERANCANGAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI KUNCI SIMETRI DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN
PERANCANGAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI KUNCI SIMETRI DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Ibrahim Arief NIM : 13503038 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung
