Yuni Rahmawati, Angga Nur Rahmat
|
|
|
- Yandi Kurniawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Rahmawati, Nur Rahmat; Perancangan Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Untuk Mata Kuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang PERANCANGAN TRAINER SISTEM RECLOSER BERBASIS SMART RELAY UNTUK MATA KULIAH SISTEM DISTRIBUSI DAN TRANSMISI DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG Yuni Rahmawati, Angga Nur Rahmat Abstrak: Pada penelitian ini, sistem smart relay dirancang sebagai trainer pengendali sistem recloser untuk mendukung perkuliahan Sistem Distribusi dan Transmisi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Trainer didesain sebagai miniatur sistem recloser layaknya di lapangan, yaitu dapat membuka ketika terjadi gangguan arus lebih dan menutup kembali ketika gangguan tersebut dihilangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan media pembelajaran sistem recloser berbasis smart relay dan menguji kelayakan media tersebut. Selain produk yang dihasilkan adalah trainer juga dilengkapi dengan media pendukung yaitu handout dan jobsheet. Metode yang dikembangkan pada penelitian ini adalah kombinasi antara metode pengembangan Sugiyono dan Borg & Gall. Berdasarkan hasil uji coba produk didapatkan persentase validitas ahli media sebesar 95%, validitas uji coba kelompok kecil kepada mahasiswa sebesar 92%, dan validitas uji coba kelompok besar kepada mahasiswa sebesar 88% dengan persentase rata-rata uji coba adalah 91%. Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar trainer sistem recloser berbasis smart relay untuk mendukung perkuliahan Sistem Distribusi dan transmisi di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar. Kata-kata Kunci: trainer, recloser, smart relay Recloser atau Penutup Balik Otomatis merupakan salah satu peralatan proteksi pada jaringan distribusi tenaga listrik. Recloser peralatan yang berfungsi membuka jaringan ketika terjadi hubung singkat atau arus lebih kemudian menutup balik secara otomatis ketika gangguan tersebut hilang dengan sendirinya. selain itu sebagai pengaman seksi sehingga dapat melokalisir/membatasi daerah yang terganggu. Mata kuliah Sistem Distribusi dan Transmisi Jurusan Teknik Universitas Negeri Malang merupakan mata kuliah yang disajikan untuk program keahlian Elektro (Arus Kuat). Berdasarkan observasi dan wawancara kepada dosen pengampu matakuliah tersebut, maka diperlukan media pembelajaran yang hampir menyerupai peralatan distribusi tenaga listrik tersebut. Di Jurusan Teknik Elektro terdapat Trainer sistem recloser berbasis PLC, namun kondisi trainer tersebut sedang rusak, selain itu pengawatan trainer masih rumit dan pengontrolannya terbatas, sehingga mahasiswa kesulitan dalam memahami prinsip kerja recloser. Penggunaan media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar dapat dikatagorikan menjadi 4 tahapan[7]. yaitu: tahap berbuat, terlihat, visual, dan verbal. Diungkapkan juga oleh Gagne[5] bahwa ketrampilan kerja hanya dapat diajarkan dengan baik apabila mereka dilatih secara langsung dengan peralatan yang menyerupai pada industri. Trainer sistem recloser berbasis smart relay digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang mampu mengatasi kekurangan dari media pembelajaran sebelumnya. Smart relay merupakan sebuah peralatan elektronik yang mampu menggantikan fungsi relay konvensional dan bisa diberikan instruksi atau program. Yuni Rahmawati adalah Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Angga Nur Rahmat adalah Alumni Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang 27
2 28 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : Trainer sistem recloser berbasis smart relay ini, memiliki kelebihan, antara lain: pengawatan mudah dan pengontrolan lebih banyak. Trainer Menurut Hasan, Trainer merupakan suatu set peralatan laboraturium yang digunakan sebagai media pendidikan yang merupakan gabungan antara model kerja dan mock-up. Tampilan dari media trainer akan memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa kelebihan media trainer sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut: (1) simulasi merupakan alternatif yang media tepat; (2) dapat bereksperimen tanpa adanya resiko; (3) simulasi dapat mengestimasi kinerja pada suatu kondisi tertentu; (4) simulasi ini memungkinkan untuk melakukan studi jangka panjang dalam waktu yang relatif singkat; dan (5) dapat menggunakan input data bervariasi, sifatnya kongkrit, dan realistis.[suryani, 2006] Recloser Recloser atau yang dikenal adalah Penutup Balik Otomatis (PBO) merupakan sebuah alat berwadah sendiri, berisi sarana yang diperlukan mengindera arus lebih, mengatur waktu, dan memutusnya arus lebih serta untuk menutup-balik otomatis dan memberikan tegangan kembali pada salurannya[s-pln,1983]. Penempat-an antar recloser biasanya kurang lebih 13 km. penempatan recloser pada umumnya berdekatan dengan sectionalizer. Berdasarkan fasanya recloser dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: recloser satu fasa, recloser tiga fasa, dan recloser satu fasa dan tiga fendalinya dibedakan menasa. Recloser memiliki macam tipe dengan karakteristik yang berbeda, sedangkan menurut pengendalinya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: recloser hidrolik dan recloser elektrik. Recloser biasanya dipasang pada jaringan tegangan menengah 20 kv, hal ini dikarenakan Saluran Udara Tegangan Mengengah ( SUTM) sering mengalami gangguan hubung singkat yang bersifat temporer. Alat ini berfungsi menutup kembali SUTM atau memperkecil pemadaman tetap oleh gangguan temporer, selain itu sebagai pengaman seksi dalam SUTM, sehingga dapat membatasi serta melokalisir daerah yang terganggu. Prinsip kerja recloser[suhadi dkk, 2011], adalah: (a) pada saat terjadi gangguan, arus yang mengalir melalui recloser sangat besar sehingga menyebabkan kontak re-closer terbuka dalam operasi yang cepat; (b) kontak recloser akan menutup kembali setelah melewati waktu reclose sesuai setting; (c) jika gangguan bersifat permanen, recloser akan membuka dan menutup balik sesuai dengan setting dan akan lock-out (terkunci); (d) seelah gangguan dihilangkan oleh petugas, baru recloser dapat dimasukkan ke sistem. Smart Relay Smart relay adalah sebuah relay virtual yang didesain dari mikrokontroler untuk menggantikan rele konvensional pada proses sekuensial [Aripriharta,2014]. Adapun kelebihan menggunakan smart relay sebagai pengendali secara otomatis, antara lain: (a) instalasi yang mudah; (b) harga lebih murah; (c) memiliki spesifikasi yang bervariasi dan pemograman yang todak membutuhkan waktu yang lama; (d) pemrograman dapat menggunakan dua metode, yaitu Function Blok Diagram (FBD) atau Contact Languange (Ladder); (e) terdapat fitur monitoring; dan (f) Open Connectivity (dapat ditambahkan ekstensi) METODE Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Sugiyono, yang dikom-
3 Rahmawati, Nur Rahmat; Perancangan Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Untuk 29 Mata Kuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang binasikan dengan metode pengembangan Borg & Gall. Pemilihan metode tersebut dikarenakan keruntututan dan kejelasan dalam proses pengembangan sangatlah diperlukan demi tercapainya suatu media yang bisa dinyatakan valid dan layak sebagai media pembelajaran, adapun langkah-langkah metode pengembangan ini adalah (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) produksi; (7) ujicoba perseorangan; (8) revisi; (9) uji coba kelompok kecil; (10) revisi; (11) uji coba kelompok besar; (12) revisi; (13) laporan; (14) produksi masal. Untuk lebih jelas langkah-langkah dalam penelitian dan pengembangan bahan ajar (trainer) ini ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Langkah-Langkah Pengembangan Potensi & masalah yang melatarbelakangi produk yang akan dikembangkan adalah keterbatasan media pembelajaran pada matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi, sehingga timbul suatu potensi untuk memberikan media pembelajaran alternative untuk mempermudah pemahaman mahasiswa dalam mempelajari matakuliah tersebut. Dari langkah pertama dapat diperoleh data berupa kualitatif dan kuantitatif, data kuantitatif diperoleh dari observasi ketersediaan media pembelajaran, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan dosen pengampu matakuliah tersebut. Desain produk yang dimaksud adalah rencana dari media yang akan diproduksi. Validasi desain disini dilakukan oleh validator dari dosen Elektro yang paham mengenai media pembelajaran yang valid dan layak. Kriteria penilaian pada validasi desain, antara lain: kemenarikan, keamanan, kesesuaian, dan kemudahan. Setelah dinyatakan valid dan layak oleh validator, langkah selanjutnya adalah produksi. Uji Coba perseorangan yang dimaksud adalah uji coba kepada ahli media dan ahli materi, validator ahli media yaitu dosen Elektro yang paham mengenai media pembelajaran, sedangkan ahli materi yaitu dosen pengampu matakuliah tersebut. Kriteria penilaian validator perseorangan, subjek uji coba kelompok kecil, dan kelompok besar, antara lain: (1) kemudahan (mudah dirangkai, dioperasikan, dirawat, dan mempermudah pemahaman); (2) efektifitas (Ketepatan pemilihan komponen dan kepekaan alat); (3) tampilan (kerapian pengemasan media, kejelasan huruf dan gambar, serta menarik perhatian mahasiswa); (4) Kesesuaian (Sesuai dengan SK/KD); (5) Kelengkapan (handout dan jobsheet); (6) Komunikatif (m udah dimengerti). Kriteria pemilihan subjek uji coba kelompok kecil adalah mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi sebanyak 10 mahasiswa, sedangkan subjek kelompok besar adalah mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi sebanyak 26 mahasiswa. Jenis data yang diperoleh dari pengujian media berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh menggunakan instrument berupa angket [Arikunto,2009] yang berisi daftar cocok (check list), daftar cocok tersebut menggunakan angka menurut Likert dengan lima alternatif pilihan jawaban. Data kualitatif berupa tanggapan, saran, dan kesimpulan yang diberikan oleh validator dan subjek ujicoba tentang produk yang dihasilkan. Teknik analisis data untuk menilai kelayakan suatu media mengadopsi kriteria keefektifan[akbar,2013] yang dijelaskan pada Rumus 1.
4 30 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : Validitas = TSe/TSh x 100%...( 1 ) Sedangkan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk merevisi media dijelaskan pada Tabel 1. Tabel 1 Kriteria Validitas Analisis Persentase No Tingkatan Tingkat Validitas 1. 81%-100% Sangat valid, efektif, tanpa perbaikan 2. 61%-80% Cukup valid, efektif, perlu berbaikan kecil 3. 41%-60% Kurang valid, efektif, perlu perbaikan yang besar, di- sarankantidak diperguna- kan 4. 21%-40% Tidak valid, tidak efektif, tidak dapat digunakan %-20% Sangat tidak valid dan tidak bisa digunakan (a) (b) Media yang dihasilkan bisa dikatakan valid dan layak apabila mencapai skor nilai minimal 81%. HASIL Perancangan Perancangan trainer sistem recloser berbasis smart relay terdiri dari desain trainer, desain sistem, perangkat keras, serta alur kerja ( flowchart) recloser berbasis smart relay. 1. Desain Trainer Desain trainer merupakan tampilan secara nyata dan jelas mengenai produk yang akan dihasilkan. Pada Gambar 2 ditunjukkan desain trainer sistem recloser berbasis smart relay. (c) Gambar 2 (a) MDR-2; (b) MDR-3; (c) MDR-1 Desain trainer terdiri dari MDR-1 (Sistem Recloser), MDR-2 (Power Supply 3 Fasa), dan MDR-3 (Beban Resistif). 2. Desain Sistem Desain sistem yang dijelaskan pada bagian ini antara lain blok diagram dan desain rangkaian pengawatan sistem recloser berbasis smart relay. a. Blok Diagram Gambar 3. Blok Diagram Trainer Sistem Recloser Maksud dari blok diagram yang ditunjukkan pada Gambar 3 adalah tegangan input masuk kemudian melewati sen-
5 Rahmawati, Nur Rahmat; Perancangan Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Untuk 31 Mata Kuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang sor arus yang telah di-setting menggunakan sensor arus, apabila batasan sensor arus lebih kecil daripada arus masukkan lebih besar maka smart relay memberikan perintah untuk membuka beberapa detik kemudian menutup kembali. b. Desain Rangkaian Sistem Recloser adalah PMT, komponen yang diasumsikan PMT pada trainer ini adalah kontaktor. Nomor 2 adalah sensor arus, komponen yang diasumsikan sebagai CT pada trainer ini adalah sensor arus menggunakan trafo daya dengan menggunakan teori perbandingan tegangan pada kawat dengan deameter 0,9 cm dan lilitan sejumlah 50 lilitan. Nomor 3 adalah sistem recloser yang dikendalikan dengan smart relay SR2B121JD dengan spesifikasi me-miliki 8 input (4 analog) dan 4 output (kontak NO) dengan tegangan supply sebesar 12 V. 4. Alur Kerja Alur kerja (flowchart) program pada sistem recloser berbasis smart relay ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 4. Desain Rangkaian Trainer Sistem Recloser Penjelasan dari rangkaian pada Gambar 4 adalah tegangan 3 fasa yang masuk melewati PMT dan sensor arus. Penentuan batasan arus yang melewati PMT dikendalikan menggunakan smart relay. Input analog diperoleh dari sensor arus, sedangkan input digital diperoleh dari push button untuk menetukan besar arus yang bisa melewati jaringan tersebut. Fungsi relay DC adalah sebagai proteksi tegangan antara smart relay dengan kontaktor. 3. Perangkat Keras Pada Gambar 4 terdapat identitas penjelasan yang diwakili oleh nomor. Nomor Gambar 5 Flowchart Sistem Recloser Pembuatan Setelah tahap perancangan/desain telah disetujui oleh validator, maka tahap selanjutnya adalah pembuatan/produksi dari media yang akan dikembangkan. Pada tahap ini ditampilkan produksi akhir dari suatu media pembelajaran ( trainer).
6 32 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : Hasil dari tahap pembuatan ini ditunjukkan pada Gambar 6. Gambar 6. Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Pengujian Setelah melaksanakan tahap produksi dan telah menghasilkan suatu media pembelajaran ( trainer), maka tahap selanjutnya adalah pengujian pemakaian. Pengujian yang dilaksanakan ada tiga tahap, yaitu pengujian oleh ahli media, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Aspek yang yang dinilai pada pengujian ini, antara lain: : (1) kemudahan (mudah dirangkai, dioperasikan, dirawat, dan mempermudah pemahaman);(2) efektifitas (Ketepatan pemilihan komponen dan kepekaan alat); (3) tampilan (kerapian pengemasan media, kejelasan huruf dan gambar, serta menarik perhatian mahasiswa); (4) Kesesuaian (Sesuai dengan SK/KD); (5) Kelengkapan (handout dan jobsheet); (6) Komunikatif (mudah dimengerti). Selain menilai kelayakan sebagai media pembelajaran untuk menunjang matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi juga diperlukan menilai performance media terhadap peralatan recloser yang sesungguhnya. Pengujian performance media yang dihasilkan sebagai berikut: a. Gangguan Sementara Ketika diberikan gangguan sementara maka recloser akan memerintahkan PMT untuk membuka selama beberapa detik kemudian menutup lagi, apabila masih terdapat gangguan maka PMT membuka lagi. Proses membuka dan menutup ini dilakukan sebanyak 3 kali. Ketika pada gangguan kedua dihilangkan maka trainer sistem recloser akan mereset secara otomatis. b. Gangguan Permanen Ketika diberikan jenis gangguan permanen, maka recloser akan memerintahkan PMT untuk membuka dan menutup sebanyak 3x kemudian lock-out. Untuk menormalkan jaringan tersebut dapat dilakukan dengan mengurangi beban dan mereset dengan cara menekan tombol reset yang tertera pada trainer tersebut. PEMBAHASAN Ahli Media Hasil uji coba kepada Ahli Media pada tanggal 16 April 2014 menyatakan bahwa trainer yang dibuat sudah valid dan siap untuk di uji coba pemakaian secara lebih luas. Dari hasil validasi kepada Ahli Media, didapatkan skor sebesar 95. Jumlah item pada angket validasi ahli media sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan nilai ideal untuk setiap item adalah 5. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan validitas skor ahli media 95%, dengan tanggapan berupa saran, yaitu: (1) kabel jamper disesuaikan dengan warna jaringan; dan (2) trainer diusahakan mampu diberikan jenis gangguan hubung singkat. Meskipun media telah dinyatakan valid namun pada salah satu indikator dari 20 pernyataan yang diajukan mendapatkan nilai paling rendah, indikator tersebut menyatakan tentang kemudahan perawatan trainer. Setelah peneliti analisis hal ini dikarenakan bagian belakang pada trainer masih terbuka, sehingga untuk membersihkan bagian tersebut perlu pemikiran apabila terkena sentuhan dari peralatan kebersihan bisa mengakibatkan kerusakan. Uji Coba Kelompok Kecil Hasil uji coba kepada kelompok kecil, yaitu mahasiswa yang telah menempuh
7 Rahmawati, Nur Rahmat; Perancangan Trainer Sistem Recloser Berbasis Smart Relay Untuk 33 Mata Kuliah Sistem Distribusi Dan Transmisi Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi pada tanggal 16 April 2014 menyatakan bahwa trainer yang dibuat sudah valid dan siap untuk di uji coba pemakaian secara lebih luas. Uji coba ini dilaksanakan oleh 10 mahasiswa. Dari hasil uji coba kepada kelompok kecil, didapatkan skor sebesar 138. Jumlah item pada angket validasi ahli media sebanyak 30 butir pernyataan, sedangkan nilai ideal untuk setiap item adalah 5. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan skor ujicoba kelompok kecil sebesar 92%, dengan tanggapan berupa saran, yaitu: 1) alatnya sudah bagus, lanjutkan untuk menunjang pembelajaran; dan 2) trainer sudah bagus dan mudah dioperasikan. Meskipun media telah dinyatakan valid namun pada salah satu indikator dari 30 pernyataan yang diajukan mendapatkan nilai paling rendah, indikator tersebut menyatakan tentang kemudahan pemahaman mahasiswa terhadap media yang dihasilkan. Setelah peneliti analisis hal ini dikarenakan tingkat pemahaman setiap mahasiwa berbeda, jadi belum tentu semua mahasiswa dapat mempermudah pemahaman mereka. Uji Coba Kelompok Besar Hasil uji coba kepada kelompok besar, yaitu mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah Sistem Distribusi dan Transmisi pada tanggal 16 April 2014 menyatakan bahwa trainer yang dibuat sudah valid dan siap untuk di uji coba pemakaian secara lebih luas. Uji coba ini dilaksanakan oleh 26 mahasiswa. Dari hasil uji coba kepada kelompok kecil, didapatkan skor sebesar 132. Jumlah item pada angket validasi ahli media sebanyak 30 butir pernyataan, sedangkan nilai ideal untuk setiap item adalah 5. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan skor ujicoba kelompok kecil sebesar 88%. Meskipun media telah dinyatakan valid namun terdapat indikator dari 30 pernyataan yang diajukan 100% 95% 90% 85% 80% Grafik Hasil Validasi dan Uji Coba Ahli Media Kelompok Kecil mendapat-kan nilai paling rendah, indikator tersebut menyatakan tentang kemudahan perakitan dan kemudahan perawatan, Setelah peneliti analisis hal ini dikarenakan pada saat demontrasi media trainer sistem recloser berbasis smart relay tidak diawali dengan perakitan, namun ditunjukkan prinsip kerja dari sistem recloser. Sedangkan pada indikator kemudahan perawatan media yang dihasilkan, hal ini dikarenakan bagian belakang pada trainer masih terbuka, sehingga untuk membersihkan bagian tersebut perlu pemikiran apabila terkena sentuhan dari peralatan kebersihan bisa mengakibatkan kerusakan. Kedua indikator tersebut menjelaskan keraguan pada beberapa mahasiswa untuk memberikan nilai sangat setuju pada kedua pernyataan yang diajukan. Berdasarkan hasil validasi dari ahli media, uji coba kelompok kecil, dan ujicoba kelompok besar yang dapat ditampilkan pada Gambar 7. Kelompok Besar Gambar 7 Grafik Hasil Validasi dan Uji Coba Dari grafik pada Gambar 7 menjelaskan presentase hasi dari validasi ahli media sebesar 95%, uji coba kelompok kecil sebesar 92%, dan uji coba kelompok besar 88%. Maka bahan ajar (trainer) ini secara keseluruhan dapat dinyatakan valid, serta layak dan tidak perlu direvisi dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 91,5%
8 34 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian pengembangan media pembelajaran ini adalah: Bahan ajar yang dihasilkan dalam pengembangan ini berupa trainer sistem recloser berbasis smart relay. De-ngan hasil perolehan skor data validasi terhadap ahli media sebesar memperoleh nilai rata-rata 91.5% yang menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dibuat sudah layak digunakan sebagai bahan ajar. DAFTAR RUJUKAN Akbar, S Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Aripriharta Smart Relay dan Aplikasinya. Yogyakarta: Graha Ilmu. Borg, W.R & Gall, M.D Educational Research an Introduction. New York: Longman Gagne, R.M Principle of Instructional Design. Newyork: Holt, Rinehart and Winston, inc. Hasan, S Analisis Perakitan Trainer Unit Berdasarkan Aplikasi Konsep Refrigerasi pada Mata Kuliah Sistem Kuliah. Bandung: UPI Karli, Hilda Model-Model Pembelajaran, Bandung : Bina Media Informasi. S-PLN Pola Pengamanan Sistem. Jakarta: Perusahaan Umum Listrik Negara Suhadi, dkk Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid I. Bandung: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Sugiyono Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatifdan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta Suryani. E Pedoman dan Simulasi Media Pembelajaran. Yogyakarta: Alfabeta
PENGEMBANGAN TRAINER INTEGRASI PEMBANGKIT LISTRIK SKALA PIKO. M. Rodhi Faiz, Dedi Tri Laksono
68 TEKNO, Vol : 21 Maret 2014, ISSN : 1693-8739 PENGEMBANGAN TRAINER INTEGRASI PEMBANGKIT LISTRIK SKALA PIKO M. Rodhi Faiz, Dedi Tri Laksono Abstrak: Praktikum pembangkit tenaga listrik adalah salah satu
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Programmable Logic Controller Proses di berbagai bidang industri manufaktur biasanya sangat kompleks dan melingkupi banyak subproses. Setiap subproses perlu dikontrol secara seksama
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PERAWATAN PC. Vivin Ayu Lestari, Suwasono
Ayu Lestari, Suwasono, Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Multimedia Interaktif PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PERAWATAN PC Vivin
BAB III METODE PENELITIAN. Model pengembangan modul pada mata pelajaran Bimbingan Konseling ini
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian Pengembangan Model pengembangan modul pada mata pelajaran Bimbingan Konseling ini mengadopsi dari model pengembang merujuk pada langkah-langkah yang digambarkan
PENGEMBANGAN TRAINER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SISTEM ON GRID DENGAN PLN UNTUK MENUNJANG MATAKULIAH PRAKTIKUM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
64 TEKNO, Vol : 22 September 2014, ISSN : 1693-8739 PENGEMBANGAN TRAINER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SISTEM ON GRID DENGAN PLN UNTUK MENUNJANG MATAKULIAH PRAKTIKUM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK Moh. Rodhi
PENGEMBANGAN MEDIA AJAR LINE FOLLOWER ANALOG PADA MATA PELAJARAN PEREKAYASAAN SISTEM ROBOTIK KELAS XII TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI
Tersedia secara online EISSN: 2502-471X Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 2 Nomor: 1 Bulan Januari Tahun 2017 Halaman: 58 64 PENGEMBANGAN MEDIA AJAR LINE FOLLOWER ANALOG PADA
BAHAN AJAR BERBASIS WEBSITE MATA KULIAH WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG.
TEKNO, Vol 26 September 2016, ISSN : 1693-8739 BAHAN AJAR BERBASIS WEBSITE MATA KULIAH WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG Hari Putranto Abstrak: Mata
RELE 220 V AC SEBAGAI OTOMATISASI CATU TEGANGAN PADA PEMUTUS BALIK ( RECLOCER) UNTUK KEANDALAN SISTEM PENYALURAN ENERGI LISTRIK
Rele 220 V AC sebagai Otomatisasi Catu Tegangan pada Pemutus (Setiono dan Priarta) RELE 220 V AC SEBAGAI OTOMATISASI CATU TEGANGAN PADA PEMUTUS BALIK ( RECLOCER) UNTUK KEANDALAN SISTEM PENYALURAN ENERGI
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB PADA MATAKULIAH PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Heru Wahyu Herwanto, Ruth Ema Febrita
Wahyu Herwanto, Ema Febrita; Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Pada Matakuliah Pemrograman Berorientasi Objek PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB PADA MATAKULIAH PEMROGRAMAN BERORIENTASI
Suwasono Pendidikan Teknik Elektro-Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang.
Tersedia secara online EISSN: 2502-471X Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 2 Nomor: 2 Bulan Februari Tahun 2017 Halaman: 199 205 PENGEMBANGAN MEDIA AJAR PERAWATAN DAN PERBAIKAN
PENGEMBANGAN E-MODUL ONLINE ELEKTRONIKA ANALOG PADA PENDIDIKAN JARAK JAUH. Suwasono
TEKNOLOGI DAN KEJURUAN, VOL. 36, NO. 1, PEBRUARI 2013:51 62 PENGEMBANGAN E-MODUL ONLINE ELEKTRONIKA ANALOG PADA PENDIDIKAN JARAK JAUH Suwasono Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul online
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Model pengembangan media pembelajaran modul virtual yang digunakan diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang secara skematik tahapan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Proses Penyaluran Tenaga Listrik Ke Konsumen Didalam dunia kelistrikan sering timbul persoalan teknis, dimana tenaga listrik dibangkitkan pada tempat-tempat tertentu, sedangkan
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1. Spesifikasi Sistem Sebelum merancang blok diagram dan rangkaian terlebih dahulu membuat spesifikasi awal rangkaian untuk mempermudah proses pembacaan, spesifikasi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUALISASI LOGIKA PEMROGRAMAN GRAPH BERBASIS WEBSITE PADA MATA KULIAH ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA
Sakti G.I., Fitria Dahlina; Pengembangan Media Pembelajaran Visualisasi Logika Pemrograman Graph Berbasis Website Pada Mata Kuliah Algoritma dan Struktur Data PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUALISASI
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT POKOK BAHASAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK UNTUK KELAS X SMAN 10 MALANG
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT POKOK BAHASAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK UNTUK KELAS X SMAN 10 MALANG Ratri Agustina, Kadim Masjkur, dan Subani Universitas Negeri Malang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY PADA POKOK BAHASAN SEL
Sahertian, Muladi; Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Augmented Reality Pada Pokok Bahasan Sel PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY PADA POKOK BAHASAN SEL
Perancangan Trainner Board Mikrokontroler Arduino Design Trainer Board of Arduino Microcontroller
Perancangan Trainner Board Mikrokontroler Arduino Design Trainer Board of Arduino Microcontroller Sutono Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur No. 112-114, Bandung, 40132 Telp: (022) 2504119, Fax:
Makalah Seminar Tugas Akhir. Judul
1 Judul ANALISA PENGGUNAAN ECLOSE 3 PHASA 20 KV UNTUK PENGAMAN AUS LEBIH PADA SUTM 20 KV SISTEM 3 PHASA 4 KAWAT DI PT. PLN (PESEO) APJ SEMAANG Disusun oleh : Kunto Herwin Bono NIM : L2F 303513 Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. menyalurkan energi listrik dengan gangguan pemadaman yang minimal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kebutuhan energi listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini tentu saja menuntut PLN guna meningkatkan pasokan tenaga listrik. Di dalam penyaluran energi listrik,
Analisa Koordinasi Relay Proteksi Dengan Recloser Pada Penyulang Purbalingga 05 Di PT. PLN (Persero) Rayon Purbalingga
Analisa Koordinasi Relay Proteksi Dengan Recloser Pada Penyulang Purbalingga 05 Di PT. PLN (Persero) Rayon Purbalingga Fitrizawati 2, Siswanto Nurhadiyono 3 Muhammad Imron 1 1,2,3 Program Studi Teknik
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Pendahuluan Dalam suatu perancangan sistem, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan prinsip kerja dari suatu sistem yang akan dibuat. Untuk itu perlu disusun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem proteksi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan TMP (Tingkat Mutu Pelayanan) sehingga dapat mencegah/membatasi kerusakan peralatan akibat gangguan, dan
BAB III RANCANG BANGUN
26 BAB III RANCANG BANGUN 3.1. Tujuan Perancangan. Dalam pembuatan suatu alat, perancangan merupakan tahapan yang sangat penting dilakukan. Tahapan perancangan merupakan suatu tahapan mulai dari pengamatan,
MAKALAH. TIMER / TDR (Time Delay Relay)
MAKALAH TIMER / TDR (Time Delay Relay) DISUSUN OLEH : MUH. HAEKAL SETO NUGROHO 5115116360 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2014 Latar Belakang Dalam dunia
Pengembangan Modul Elektronik Berbasis 3D Pageflip Professional
Pengembangan Modul Elektronik Berbasis 3D Pageflip Professional pada Materi Konsep Dasar Fisika Inti dan Struktur Inti Mata Kuliah Fisika Atom dan Inti Wulan Sari 1), Jufrida ), dan Haerul Pathoni 3) 1)
Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta
Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta - Circuit Breaker (CB) 1. MCB (Miniatur Circuit Breaker) 2. MCCB (Mold Case Circuit Breaker) 3. NFB (No Fuse Circuit Breaker) 4. ACB (Air Circuit Breaker) 5. OCB (Oil
BAB III PERANCANGAN DAN APLIKASI KONTROL MESIN PEMISAH BARANG
24 BAB III PERANCANGAN DAN APLIKASI KONTROL MESIN PEMISAH BARANG Bab ini membahas mengenai perancangan trainer yang berupa input dan output device PLC OMRON CP1L, rangkaian sensor optocoupler, Instalasi
(ATS) DAN LAPORAN. Oleh NIM: NIM:
RANCANG BANGUNN SISTEM AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) DAN AUTOMATIC MAIN FAILURE(AMF) PLN-GENSET BERBASIS PLC DILENGKAPI DENGANN MONITORING LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk
BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. model pengembangan yang disampaikan oleh Borg and Gall dalam (Setyosari,
BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 3.1 Model Penelitian dan Pengembangan Model yang dikembangkan pada penelitian ini adalah menggunakan model pengembangan yang disampaikan oleh Borg and Gall dalam
BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK. Gambar 2.1 Gardu Induk
BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK Gardu Induk merupakan suatu instalasi listrik yang terdiri atas beberapa perlengkapan dan peralatan listrik dan menjadi penghubung listrik
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA FISIKA MATERI GERAK MELINGKAR UNTUK SMA
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA FISIKA MATERI GERAK MELINGKAR UNTUK SMA Desy, Desnita, Raihanati Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No.10 Rawamangun, Jakarta Timur 13220 [email protected],
RANCANG BANGUN RAUTAN PENSIL PINTAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535
Ali Firdaus, Rancang Bangun Rautan Pensil Pintar 31 RANCANG BANGUN RAUTAN PENSIL PINTAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Ali Firdaus *1, Rahmatika Inayah *2 1 Jurusan Teknik Komputer Politeknik; Negeri
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE NUMERIK BERBASIS PEMECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS
Pedagogy Volume 2 Nomor 1 ISSN 2502-3802 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE NUMERIK BERBASIS PEMECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Ahmad Fadillah 1 Program Studi Pendidikan Matematika
BAB III METODE PENELITIAN & PENGEMBANGAN. sertateknik analisis. Prosedur penelitian terdiri pengumpulan data, perencanaan
BAB III METODE PENELITIAN & PENGEMBANGAN Pada bab III ini dibahas model, prosedur, tempat & waktu, intrumen penelitian, sertateknik analisis. Prosedur penelitian terdiri pengumpulan data, perencanaan produk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini, akan dipaparkan beberapa subjudul yang meliputi jenis dan model penelitian, prosedur pengembangan, prosedur uji coba produk, dan jadwal penelitian. Sesuai dengan
TRAINER VOLTMETER DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TEKNIK DIGITAL SEKUENSIAL PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMK N 2 YOGYAKARTA
TRAINER VOLTMETER DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TEKNIK DIGITAL SEKUENSIAL PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMK N 2 YOGYAKARTA DIGITAL VOLTMETER TRAINER AS A LEARNING MEDIA OF DIGITAL
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem proteksi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan TMP (Tingkat Mutu Pelayanan) sehingga dapat mencegah atau membatasi kerusakan peralatan akibat gangguan, dan kelangsungan
Seminar Nasional Hasil Penelitian Universitas Kanjuruhan Malang 2017
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS KONFLIK KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS MAHASISWA DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SD Linda Rachmawati, Bagus Amirul Mukmin Universitas Nusantara PGRI Kediri
BAB III METODE PENELITIAN. berupa penelitian pengembangan Research and Development (R&D) yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian dan Pengembangan Penelitian ini mengembangkan buku ajar pendamping pada tema 5 (pahlawanku) kelas 4 sekolah dasar dengan menggunakan model penelitian berupa
Desain Dan Analisis Sistem Kontrol Beban Lebih Pada Listrik Rumah Tinggal Dengan Multi Grup
43 Desain Dan Analisis Sistem Kontrol Beban Lebih Pada Listrik Rumah Tinggal Dengan Multi Grup Denny R. Pattiapon Abstrak Pembagian grup pada instalasi listrik rumah tinggal bertujuan untuk memperkecil
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Saluran Transmisi Sistem transmisi adalah suatu sistem penyaluran energi listrik dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari stasiun pembangkit ke substation ( gardu
Abstrak. Susdarminasari Taini-L2F Halaman 1
Makalah Seminar Kerja Praktek PERANCANGAN APLIKASI PLC OMRON SYSMAC CPM1A PADA TRAFFIC LIGHT DI LABORATORIUM TEKNIK KONTROL OTOMATIK TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO Susdarminasari Taini (L2F009034)
BAB III METODE DAN PERANCANGAN
BAB III METODE DAN PERANCANGAN 1.1 Metode Metode yang digunakan dalam pembuatan modul ini adalah modifikasi rancang bangun yang dilakukan dengan eksperimen. Hasil dari penyusunan tugas akhir ini berupa
BAB IV SISTEM PROTEKSI GENERATOR DENGAN RELAY ARUS LEBIH (OCR)
27 BAB IV SISTEM PROTEKSI GENERATOR DENGAN RELAY ARUS LEBIH (OCR) 4.1 Umum Sistem proteksi merupakan salah satu komponen penting dalam system tenaga listrik secara keseluruhan yang tujuannya untuk menjaga
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KONVERTER BOOST (Studi Kasus pada Mata Kuliah Praktikum Elektronika Daya)
125, Inovtek, Volume 4, Nomor 2, Oktober 2014, hlm. 125-130 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KONVERTER BOOST (Studi Kasus pada Mata Kuliah Praktikum Elektronika Daya) Arga Tri Agung Hermawan, Aripriharta, Puger
PERANCANGAN ALAT PENGONTROL BEBAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SMS
PERANCANGAN ALAT PENGONTROL BEBAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SMS TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan guna mencapai gelar Sarjana S-1 Teknik
APLIKASI RECLOSER SATU FASA BERBASIS ARDUINO UNO DALAM MENCEGAH PEMUTUSAN ALIRAN LISTRIK DALAM INDUSTRI RUMAH TANGGA
APLIKASI RECLOSER SATU FASA BERBASIS ARDUINO UNO DALAM MENCEGAH PEMUTUSAN ALIRAN LISTRIK DALAM INDUSTRI RUMAH TANGGA Wiwik Handajadi Jurusan Teknik Elektro, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
PERANCANGAN RELE ARUS LEBIH DENGAN KARAKTERISTIK INVERS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535
No Vol: September 0 ISSN : 0-99 PERANCANGAN RELE ARUS LEBIH DENGAN KARAKTERISTIK INVERS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 855 Cahayahati, Mirza Zoni Program Studi Teknik Elektro, Universitas Bung Hatta Program
BAB III SISTEM PROTEKSI JARINGAN DISTRIBUSI
BAB III SISTEM PROTEKSI JARINGAN DISTRIBUSI 3.1 Umum Sebaik apapun suatu sistem tenaga dirancang, gangguan pasti akan terjadi pada sistem tenaga tersebut. Gangguan ini dapat merusak peralatan sistem tenaga
APLIKASI PLC SCHNEIDER PADA MESIN PENGEPAKAN TELUR
APLIKASI PLC SCHNEIDER PADA MESIN PENGEPAKAN TELUR Budiyanto Darmadi 1), Agung Prayitno 2) Jurusan Teknik Elektro / Fakultas Teknik 1,2) [email protected] 1) [email protected] 2) Abstrak
BAB I PENDAHULUAN. suatu sistem. Jika sistem proteksi tersebut bagus, maka akan terciptanya keadaan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proteksi arus lebih sangat dibutuhkan dalam hal untuk menjaga keamanan dari suatu sistem. Jika sistem proteksi tersebut bagus, maka akan terciptanya keadaan yang
BAB III PERANCANGAN SISTEM
41 BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tujuan Perancangan Dalam pembuatan suatu sistem kontrol atau kendali, perancangan merupakan tahapan yang sangat penting untuk dilalui atau dilakukan. Perancangan adalah
Kata kunci: media pembelajaran interaktif, swish max-4, gerak melingkar beraturan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN SWISHMAX-4 PADA MATERI GERAK MELINGKAR BERATURAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA KELAS X Bery Fredy Universitas Negeri Malang Email:[email protected]
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Jalan MT Haryono 167 Telp& Fax. 0341 554166 Malang 65145 KODE PJ-01 PENGESAHAN PUBLIKASI HASIL PENELITIAN
Gambar 3.1 Tahapan Perancangan Miniatur Lift
BAB III CARA PEMBUATAN ALAT Miniatur lift yang akan dibuat adalah lift pada gedung tiga lantai. Miniatur lift adalah lift yang tanpa pintu (pintu manual). Setiap lantai memiliki tiga tombol yaitu dua tombol
OTOMASI ALAT PEMBUAT BRIKET ARANG MENGGUNAKAN PLC
OTOMASI ALAT PEMBUAT BRIKET ARANG MENGGUNAKAN PLC Nama Mahasiswa : Alifa Rachma Husaeni 2208 039 006 Alvian 220803033 Nama Pembimbing : Suwito, ST, MT. Program Studi D3 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro
BAB IV ANALISA PERHITUNGAN SETTING RELAI JARAK SUTET 500. kv KRIAN - GRESIK
BAB IV ANALISA PERHITUNGAN SETTING RELAI JARAK SUTET 500 kv KRIAN - GRESIK 4.1 Umum Relai jarak pada umumnya dipakai untuk proteksi saluran transmisi. Relai jarak mempunyai zona zona proteksi yang disetel
MATERI SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
MATERI I SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK I.4. I.4.3. PROTEKSI SISTEM DISTRIBUSI RECLOSER DAN SECTIONALIZER Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 1 I.4.3. RECLOSER ( PBO)
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Penelitian Pada perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBANTUAN WEB PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMK
Tersedia secara online EISSN: 252-471X Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 2 Nomor: 1 Bulan Januari Tahun 217 Halaman: 147 151 PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBANTUAN WEB
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
10 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini sangat pesat, terutama di bidang teknologi elektronika mengakibatkan beberapa efek yang mempengaruhi
METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari 2013 sampai dengan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM Pada bab ini akan di jelaskan tentang tujuan pengujian alat, metode dan hasil pengujian. Selain itu akan dijelaskan juga jenis-jenis komponen elektrik yang terhubung
BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas pembuatan dan perancangan seluruh sistem perangkat dari Sistem Miniatur Palang Pintu Otomatis Kerata Api Dengan Identifikasi RFID.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.
47 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Dalam Bab ini berisi tentang bagaimana alat ini dapat bekerja sesuai dengan rancang bangun serta simulasi yang di targetkan. Dimana sistem mekanikal, elektrikal dapat dikontrol
BAB III METODE PENELITIAN. and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2011: 297) Research and
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2011: 297) Research and Development (R&D) adalah
BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. juga menggunakan metode Research and Development yaitu metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Model Penelitian dan Pengembangan Model pengembangan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah model prosedural. Model prosedural adalah model yang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF MATA PELAJARAN KKPI MATERI MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH ANGKA KELAS XI
Wirawan, Yussi Puspitasati; Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Mata Pelajaran KKPI Materi Menggunakan Perangkat Lunak Pengolah Angka Kelas XI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
SIMULASI PENGENDALIAN MULTIPROSES INDUSTRI DENGAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER SEBAGAI SARANA DAN BAHAN AJAR PRAKTIK INSTALASI LISTRIK
SIMULASI PENGENDALIAN MULTIPROSES INDUSTRI DENGAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER SEBAGAI SARANA DAN BAHAN AJAR PRAKTIK INSTALASI LISTRIK Sukir (Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY) ABSTRAK Penelitian
BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram
BAB III PERENCANAAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan lebih rinci mengenai perencanaan dalam pembuatan alat. Penulis membuat rancangan secara blok diagram sebagai pembahasan awal. 3.1 Perencanaan Secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu sistem tenaga listrik merupakan sistem sarana penyaluran tenaga listrik dari suatu titik sumber ke titik pusat beban yang terdiri atas pembangkitan, saluran
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT Setelah proses perancangan selesai, maka dalam bab ini akan diungkapkan dan diuraikan mengenai persiapan komponen, peralatan yang dipergunakan, serta langkah-langkah praktek.
II. TINJAUAN PUSTAKA. PLC adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Programmable Logic Controller (PLC) PLC adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan rele yang dijumpai pada sistem kendali proses konvensional [1].
SISTEM PENGATURAN MOTOR DC UNTUK STARTING DAN BREAKING PADA PINTU GESER MENGGUNAKAN PID
SISTEM PENGATURAN MOTOR DC UNTUK STARTING DAN BREAKING PADA PINTU GESER MENGGUNAKAN PID Disusun oleh : Rachmat Yustiawan Hadi 2209030002 Lucky Setiawan 2209030031 Dosen pembimbing 1 Ir. Rusdhianto Effendi
Muhammad Amil Busthon Universitas Negeri Malang Kata kunci: simulasi, sketchup, fisika zat padat, model tiga dimensi
PENGEMBANGAN SIMULASI MODEL TIGA DIMENSI STRUKTUR KRISTAL DAN SIMETRI KRISTAL BERBASIS SKETCHUP UNTUK MENUNJANG PERKULIAHAN FISIKA ZAT PADAT DI JURUSAN FISIKA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Muhammad Amil Busthon
Kata kunci : Media pembelajaran water level control untuk perekayasaan sistem kontrol
Media Pembelajaran WLC (Joko Sulistyo) 1 Media Pembelajaran Water Level Control (WLC) untuk Mata Pelajaran Perekayasaan Sistem Kontrol pada Program Keahlian Elektronika Industri SMKN 2 Pengasih Joko Sulistyo,
RANCANG BANGUN KONTROL PERALATAN LISTRIK OTOMATIS BERBASIS AT89S51
RANCANG BANGUN KONTROL PERALATAN LISTRIK OTOMATIS BERBASIS AT89S51 Isa Hamdan 1), Slamet Winardi 2) 1) Teknik Elektro, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 2) Sistem Komputer, Universitas Narotama Surabaya
BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi otomasi gedung perkantoran pada saat ini sudah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan teknologi otomasi gedung perkantoran pada saat ini sudah semakin pesat dan luas hal ini didorong oleh kebutuhan perkantoran yang semakin berkembang dan bervariasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan IPTEK pada saat ini memberikan pengaruh besar dan mengakibatkan timbulnya banyak persaingan dan tantangan yang mengharuskan kita untuk dapat membuka
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE PADA MATA PELAJARAN BASIS DATA UNTUK SMK
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE PADA MATA PELAJARAN BASIS DATA UNTUK SMK Anjar Dwi Rahmawati 1, Didik Dwi Prasetya 2, Muhammad Jauharul Fuady 3 Teknik Elektro, Teknik, Universitas Negeri
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil utama dari penelitian dan pengembangan ini adalah modul berbantuan
37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil utama dari penelitian dan pengembangan ini adalah modul berbantuan Al-Qur an materi himpunan. Penelitian dan pengembangan
III. METODOLOGI PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Teknik Elektro Jurusan. Teknik Elektro Universitas Lampung
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu : November 2011 Maret 2013 Tempat : Laboratorium Teknik Kendali Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung B. Alat dan Bahan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Proses alur penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa tahap atau langkah-langkah yang peneliti lakukan mulai dari proses perancangan model hingga hasil akhir dalam
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2014 sampai dengan Desember 2014.
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2014 sampai dengan Desember 2014. Perancangan dan pembuatan dilaksanakan di Laboratorium Teknik Kendali
BAB III METODE PENELITIAN. untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Deskripsi Penelitian Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan,
ROBOT OMNI DIRECTIONAL STEERING BERBASIS MIKROKONTROLER. Muchamad Nur Hudi. Dyah Lestari
Nur Hudi, Lestari; Robot Omni Directional Steering Berbasis Mikrokontroler ROBOT OMNI DIRECTIONAL STEERING BERBASIS MIKROKONTROLER Muchamad Nur Hudi. Dyah Lestari Abstrak: Robot Omni merupakan seperangkat
BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN
13 BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Perancangan Sistem Aplikasi ini membahas tentang penggunaan IC AT89S51 untuk kontrol suhu pada peralatan bantal terapi listrik. Untuk mendeteksi suhu bantal terapi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Ada beberapa hal yang dibahas dalam metode penelitian, diantaranya adalah lokasi dan subyek penelitian, metode penelitian, diagram alir penelitian, instrumen penelitian, teknik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dan pengembangan (Research & Development). Menurut Gall, dkk.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research & Development). Menurut Gall, dkk. dalam Setyosari
BAB III METODE PERANCANGAN
33 BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran ini merupakan tahap-tahap yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian. Adapun garis besar dari metodologi penelitian ini akan
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA Berbasis Multiple Intelligences Pada Materi Suhu dan Perubahannya di Kelas VII
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA Berbasis Multiple Intelligences Pada Materi Suhu dan Perubahannya di Kelas VII Maria Silalahi 1), Hidayat ), Wawan Kurniawan 3) 1 Mahasiswa S1 Pendidikan Fisika
III. METODE PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro. Universitas Lampung
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu : Juli 2010 November 2010 Tempat : Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung B. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR MATAKULIAH SISTEM CERDAS KOMPETENSI JARINGAN SYARAF TIRUAN
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR MATAKULIAH SISTEM CERDAS KOMPETENSI JARINGAN SYARAF TIRUAN Slamet Wahyudi 1, Anik Nur Handayani 2, Heru Wahyu Herwanto 3 1.2.3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas
III. METODELOGI PENELITIAN. Tempat dan waktu penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ini adalah
III. METODELOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat dan waktu penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 3.1.1 Tempat penelitian Penelitian dan pengambilan
DAFTAR ISI. A BSTRAK... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... ix. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR LAMPIRAN... xi
DAFTAR ISI A BSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 2 1.3 Tujuan Penulisan...
BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. Perancangan tersebut mulai dari: blok diagram sampai dengan perancangan rangkaian elektronik, sebagai penunjang
