PERANAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER PERANCANGAN STRUKTUR
|
|
|
- Handoko Halim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERANAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER PERANCANGAN STRUKTUR FA. Luky Primantari Abstraks Pengambilalihan sebagian besar fungsi manusia kedalam teknologi saat ini sudah menjadi trend yang semakin meningkat.lebih-lebih ketika hadirnya komputer yang semakin mudah untuk dioperasikan oleh pemula (user friendly). Tak luput juga dengan dunia perancangan konstruksi yang membutuhkan keakuratan dan presisi yang tinggi serta membutuhkan waktu yang cukup lama dan berulang-ulang jika diolah secara manual menggunakan alat hitung biasa (sebut calculator). Masalah metode komputasi perancangan struktur saat ini, maka tidak lepas kita bicarakan pula kemungkinan, peranan komputer di masa yang akan datang, tetapi juga tidak lepas pula dari peranan para penggunanya (brainware). Secara terperinci bahan yang diinput merupakan bahan dasar yang didapat dari lapangan, keakurasian data yang diambil akan berkorelasi terhadap hasil yang akan diperoleh. Penyimpangan yang terjadi sedikit, secara simultan dan biaksial akan berdampak pada struktur, lebih-lebih jika diberlakukan pada strukltur berskala luas dan tinggi belum lagi ditambah dengan perhitungan faktor yang lain, misalnya gempa, elastisitas, momen dan lain sebagainya. Penggunaan komputer sebagai alat yang diandalkan, menimpa pada dampak penggunaan di masa yang akan datang terhadap perhitungan analisi yang rumit tetapi cepat untuk didapat outputnya, sehingga secara simultan pula keputusan dapat diambil dengan segara. Kata kunci : teknologi komputer, perancangan struktur,akurat. A. PENDAHULUAN Kemajuan dibidang teknologi telah memungkinkan pemakaian komputer untuk peningkatan produksi di segala bidang, perkembangan disektor perangkat lunak telah meningkatkan pula pemakaian komputer pribadi untuk keperluan penelitian dan perancangan di bidang teknik sipil. Bahasa mesin yang tadinya cukup rumit dan membosankan kini telah dikembangkan, dengan melibatkan berbagai aspek, kantak antara manusia dan mesin menjadi semakin manusiawi. Tuntutan bekal ilmu bagi pemakai jasa komputer semakin sederhana, sekalipun hasil yang diperoleh semakin meningkat, baik dari segi kualitas, kuantitas maupun kecepatan produksi. Pada era sekarang ini, perkembangan industri telah memungkinkan produksi komputer pribadi secara massal, sehingga daya beli cukup terjangkau. Perkembangan disektor perangkat lunak telah memungkinkan pemakaian komputer pribadi untuk keperluan perancangan dan penelitian di bidang teknik sipil. Dengan semakin banyak tersedianya paket program yang banyak digunakan 1
2 dalam perancangan struktur bertingkat banyak, yang tadinya dengan analisis secara bidang sudah dirasa cukup rumit, sehingga perancang enggan untuk meninjau kemungkinan pembebanan secara papan catur, namun kini bahkan dapat dilakukan secara ruang dengan mudah. Kemudian prosedur perancangan serta waktu proses yang cukup singkat mengakibatkan perancang tidak cepat jemu dalam mencoba berbagai kemungkinan pembebanan serta berbagai ukuran struktur, sehingga dapat diperoleh struktur yang optimal. B. PEMBAHASAN Struktur merupakan bagian yang homogen didalam setiap wujud bangunan hal ini sesuai dengan funsi serta peranan struktur dari bangunan itu sendiri. Struktur bukan saja sekedar sebagai pengaku atau sebagai penyaluran beban saja melainkan juga merupakan suatu karya. Struktur mempunyai berbagai aspek yang sangat penting didalam peranannya sebagai pengaku dan penopang gaya/muatan terhadap bangunan. Analisa struktur merupakan tahapantahapan perancangan struktur yang dilakukan pada tahap awal. Pada saat ini cara hitungan dengan aljabar matrik berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan alat hitung di masyarakat. Dalam hal ini peranan setiap sistem struktur dari setiap bentuk tidaklah menyimpang dari fungsi serta kwalitas struktur itu sendiri. Dengan diketahuinya pengaruh keberadaan komputer dan peranannya pada perkembangan cara hitungan analisis struktur dalam perencanaan struktur, diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dalam perancangan struktur analisis perhitungannya sekaligus memacu para kontraktor, konsultan di bidang struktur dan mahasiswa teknik sipil untuk meninggalkan cara-cara klasik yang sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan jaman dan menggantikannya dengan cara yang lebih tepat. Untuk mempelajari kekakukan kerangka struktur akibat berbagai macam beban maupun terhadap gangguan lainnya diperlukan data tentang sifat-sifat bahan struktur tersebut. Sifat bahan yang paling penting adalah kurva tegangan regangan yang didapatkan dari hasil percobaan di laboratorium, misalnya hasil percobaan tarik terhadap batang baja atau hasil percobaan tekan pada silinder beton. Kurva tegangan regangan dari baja untuk semua maksud praktis adalah linier dalam suatu daerah yang cukup besar, sedangkan kurva tegangan regangan dari beton berbentuk kurva dari awal sampai akhir. Perbedaan pokok antara struktur statis tertentu dengan statis tak tetentu ialah gaya pada struktur statis tak tertentu tidak dapat dicari hanya dengan persamaan keseimbangan statis pengetahuan mengenai beberapa keadaan geometris akibat pembebanan juga diperlukan. Analisa struktur statis tak tentu umumnuya membutuhkan penyelasaian persamaan secara simultan, yang jumlahnya tergantung pada cara analisa. Untuk mengurangi jumlah perhitungan beberapa metode menghindari persamaan simultan dengan menggunakan teknik iterasi atau koreksi secara berurutan. Metode seperti ini cocok untuk perhitungan yang dilakukan dengan tangan atau kalkulator sederhana. Untuk struktur yang besar dan rumit perhitungan dengan 2
3 tangan biasanya tidak praktis, sehingga penggunaan komputer tidak dapat dihindari lagi. Kemajuan dengan komputerisasi telah mengubah penekanan soal dari penyelesaian yang mudah menjadi perumusan yang efisien dengan menggunakan matriks dan aljabar matriks, sehingga keterangan dalam jumlah yang besar dapat ditata dalam bentuk terpadu. 1. Hubungan Analisa Struktur Dan Penggunaan Komputer Mengungkapkan hubungan setiap sistem struktur bangunan dengan selalu memperhatikan fungsi, keamanan dan keindahan struktur. Sehingga struktur berfungsi dengan maksimal dimana struktur sebagai penahan beban dan pengaku bagi setiap bangunan, serta dimungkinkan bangunan tetap berdiri. Dengan semakin populernya pemakaian komputer, diharapkan juga akan memacu para kontraktor, konsultan dibidang struktur dan mahasiswa teknik sipil untuk mengembangkan pengetahuan analisis struktur denagn aljabar matrik. Menemukan besarnya pengaruh keberadaan komputer terhadap perkembangan cara hitungan analisis struktur dalam perancangan struktur serta mengetahui tingkat / peranan dari setiap sistem struktur sekaligus mencari jawab, sejauh mana peranan komputer dalam perkembangan cara hitungan analisis struktur dalam perancangan struktur. Benarkah cara hitungan dengan komputer, yaitu cara aljabar matrik, mempunyai kelebihan-kelebihan daripada cara klasik, yaitu lebih cepat dan lebih teliti. Penggunaan aljabar matriks dalam analisa struktur dikarenakan matrik bisa menyatakan suatu himpunan besaran aljabar atau numerik dengan simbol tunggal, yang kedua, besaran yang dibutuhkan dalam analisa bisa disusun secara sistematis, sehingga penyelesaiannya bisa dengan himpunan operasi matriks. Program komputer untuk operasi matriks dapat dibuat dengan mudah. Dengan mempelajari lebih lanjut mengenai aljabar matriks maka akan lebih memudahkan dalam pengerjaan analisa struktur dengan menggunakan program komputer. 2. Metode Komputasi Metode komputasi untuk analisa struktur dengan metode kekakuan sangat menguntungkan karena dengan menggunakan metode ini, struktur yang besar bisa dikomputasikan secara otomatis. Untuk itu kita memerlukan teknik perakitan matriks kekauan batang dan penerapan kondisi perpindahan tanpa mengubah tata letak matriks serta pemanfaatan sifat simetris dan keterpaduan jalur matriks. Secara umum berbagai persoalan dalam bidang Wengineering dapat diekspresikan secara matematik dalam bentuk persamaan aljabar, differensial, maupun integral. Solusi eksak dari persamaan tersebut dengan berbagai macam kondisi batas tidak selalu bisa diperoleh kecuali pada persoalanpersoalan yang sederhana. Untuk mengatasi hal tersebut, metode numerik adalah satu-satunya pilihan untuk memperoleh aproximate solution bila solusi eksaknya tidak bisa diperoleh. Tentu saja metode numerik ini tidak akan berkembang pesat dan populer seperti sekarang ini, bila tidak tersedia alat bantu komputer yang memadai. 3
4 Secara umum, yang dimaksud dengan analisis struktur adalah menghitung deformasi gaya-gaya dalam yang timbul pada elemen struktur sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya luar struktur tersebut. Pelaksanaan konstruksi dalam praktek tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu kolom beton tidak ada yang memperoleh beban secara sentris. Penyimpangan lain mengakibatkan kolom tidak lurus. Hal ini juga menambah gaya terhadap kolom. Mengingat eksentritas selalu terjadi gaya terhadap sumbu x dan sumbu y maka gaya pada kolom selalu megakibatkan momen biaksial. Berkat jasa komputer, analisis kolom beton secara biaksial dapat dilakukan. Sebelum analisis struktur dihitung perancang struktur dihadapkan pada masalah data struktur, antara lain : besar beban yang bekerja, modulus elastis bahan struktur yang akan dipakai, jenis hubungan antara masing-masing elemen struktur (sendi atau jepit, jenis perletakan (sendi, rol, jepit, terletak bebas, terletak jepit dan sebagainya). Data tersebut biasanya tidak dapat diperoleh secara pasti dengan tepat karena memang amat sulit ditetapkan. Sebagai contoh kesulitan mendapatkan data yang tepat ini antara lain sebagai berikut : 2.1 Beban yang bekerja. Penetapan beban besar hidup, beban mati, maupun beban-beban lain walaupun sudah ditetapkan dalam peraturan pembebanan, akan tetapi keadaan yang sesungguhnya terjadi tidaklah tepat sekali, oleh karena itu dalam perhitungan perencanaan struktur besar, beban yang diambil dari peraturan itu perlu dikalikan angka keamanan. Angka keamanan beban ini dipakai untuk mengatasi adanya variasi besar beban maupun adanya ketidak telitian cara hitungan mekanikanya. 2.2 Modulus Elastisitas bahan struktur. Biasanya besar modulus elastisitas baja struktur tidak besar bedanya antara baja satu terhadap yang lain. Akan tetapi apabila dipakai struktur beton bertulang akan timbul beberapa kesulitan, antara lain : a. Besar modulus elastisitas beton yang tergantung mutu beton dan kecepatan pembebanan makin tinggi mutu beton makin tinggi pula nilai modulus elastisitasnya. Demikian pula makin cepat pembebanannya makin tinggi modulus elastisitasnya. Pada hal dalam perancangan struktur beton bertulang, mutu beton yang ditetapkan adalah nilai karakteristiknya, bukan kuat tekan rata-ratanya. Dengan demikian sebenarnya mutu beton dalam struktur nilai modulus elastisitasnya tidak rata, karena mutu beton pada setiap adukan dapat sangat berbeda, apabila jika cara pelaksanaannya sangat kurang baik. b. Pengaruh adanya tulangan yang presentase luasnya terhadap luas beton tidak sama. 2.3 Momen inertia balok/kolom Pada struktur portal beton bertulang menentukan besar nilai momen inertia batang balok atau kolom sebenarnya sulit dihitung dengan tepat karena adanya tulangan dan retak-retak. 2.4 Panjang balok Panjang balok beton bertulang biasanya dihitung sebesar jarak antara sumbu-sumbu 4
5 kolom di kedua ujungnya, padahal sebenarnya panjang balok adalah sedikit lebih panjang daripada jarak antara kedua permukaan kolom dikedua ujung balok tersebut. 3. Penyelesaian Persamaan Simultan Dari berbagai metode penyelesaian persamaan dengan matriks barjalur, salah satu yang sederhana dan mampu menyelesaikan sistem yang besar adalah metode tradisionalisasi. Dalam metode ini matriks disekat sedemikian rupa hingga jumlah sub matrik bukan nol sepanjang suatu kolom atau baris pada sub matriks terkait tidak melebihi tiga. Teknik-teknik yang dibahas dimuka dapat dipakai untuk menyelesaikan struktur yang cukup besar tanpa kesukaran. Teknik yang lebih lanjut rumit serta program komputernya telah dikembangkan untuk menyelesaikan kapasitas komputer bisa digunakan semaksimal mungkin. C. Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan Dari pembahasan dimuka dapat disimpulkan sebagai berikut : Cara hitungan analisis struktur selalu berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan tersebut mengarah kepada mempermudah cara hitungan, mempercepat proses hitungan, dan menambah proses ketelitian serta pada akhirnya disesuaikan pula dengan alat hitung yang tersedia. Cara hitungan dengan komputer, yaitu dengan cara aljabar matrik, mempunyai kelebihan-kelebihan daripada cara klasik, yaitu lebih cepat, lebih teliti dan sekaligus juga diperoleh besar lendutan struktur akibat beban gempa perlu dihitung untuk menentukan besar beban gempa yang lebih cepat. 2. Saran Cara hitungan dengan aljabar matrik sangta tepat untuk dikembangkan di Indonesia saat ini mengingat akhir-akhir ini sudah bukan merupakan hal yang sulit untuk memperoleh komputer angkawi sebagai alat hitungnya. Analisis struktur perlu dipikirkan lebih lanjut untuk menambah tingkat ketelitian hasil hitungan matematikanya. DAFTAR PUSTAKA Bambang Suhendro, Aplikasi komputer dajam analisis Struktur dengan finite element methode. Badan Pembina Penelitian Teknik Gempa, 1983, Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia Untuk Gedung,Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. Charles G Solmon, 1988, Struktur Baja Desian dan Perilaku, Erlangga Jakarta. Chu Kia Wang, 1992, Pengantar Analisis Struktur Dengan Cara Metriks, Erlangga Jakarta. Desai Cs, 1992, Dasar-dasar Metode Element Hingga, Erlangga Jakarta. Laursen Hi, 1988, Structural Analisys, Mac Graw Hill, Kogakusha. Heinz Frick, 1987, Konstruksi Bangunan Gedung 1 dan 2, Yayasan Kanisius, Yogyakarta. Struktur Konstruksi dan Pokok-Pokok Penyusunan Program Komputer. Sutrisno, 1944, Arsitektur Modern Bentuk Struktur Bangunan, Gramedia Jakarta. Willems, and Lucas, WM Jr, 1989, Structural Analysis for Engineers, Mc Graw Hill Kogakusha. Curiculum Vitae 5
6 FA Luky Primantari, Lektor pada Jurusan Teknik Sipil FT UTP, Pembantu Dekan I FT UTP, 1999 sampai sekarang sebagai Dekan FT UTP. 6
7 7
8 8
BAB I PENDAHULUAN. fisik menuntut perkembangan model struktur yang variatif, ekonomis, dan aman. Hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum Ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dan pembangunan sarana prasarana fisik menuntut perkembangan model struktur yang variatif, ekonomis, dan aman. Hal tersebut menjadi mungkin
BAB I PENDAHULUAN. dengan ilmu rekayasa struktur dalam bidang teknik sipil. Perkembangan ini
BAB I PENDAHULUAN I. Umum Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan sudah sangat pesat, begitu juga dengan ilmu rekayasa struktur dalam bidang teknik sipil. Perkembangan ini didukung oleh kemajuan teknologi
Jurnal MITSU Media Informasi Teknik Sipil UNIJA Volume 3, No. 1, April ISSN :
PERBANDINGAN GAYA DALAM METODE MANUAL DAN PROGRAM Dwi Deshariyanto 1), 1 Teknik, Universitas Wiraraja email : [email protected] ABSTRAK Perkembangan teknologi dalam bidang teknik sipil sudah semakin
GETARAN BEBAS PADA BALOK KANTILEVER. Kusdiman Joko Priyanto. Abstrak. Kata kunci : derajad kebebasan, matrik massa, waktu getar alamai
GTARAN BBAS PADA BAOK KANTIVR Kusdiman Joko Priyanto Abstrak Pada dasarnya sistem pegas massa dengan satu derajat kebebasan (single degree of freedom) merupakan sebuah konsep dasar yang diperlukan dalam
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Langkah Kerja Dalam tugas akhir tentang perencanaan gedung beton bertulang berlantai banyak dengan menngunakan sistem perkakuan menggunakan shearwall silinder berongga
BAB I PENDAHULUAN. konstruksi untuk atap, jembatan, menara atau bangunan tinggi lainnya. Bentuk
BAB I PENDAHULUAN I.1 Umum Pada saat ini rangka batang sangat penting untuk pembangunan, seperti konstruksi untuk atap, jembatan, menara atau bangunan tinggi lainnya. Bentuk struktur rangka dipilih karena
BAB I PENDAHULUAN. pesat yaitu selain awet dan kuat, berat yang lebih ringan Specific Strength yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Konstruksi Baja merupakan suatu alternatif yang menguntungkan dalam pembangunan gedung dan struktur yang lainnya baik dalam skala kecil maupun besar. Hal ini
PRINSIP DASAR MEKANIKA STRUKTUR
PRINSIP DASAR MEKANIKA STRUKTUR Oleh : Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D. Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2013 Hak Cipta 2013 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak
ANALISA P Collapse PADA GABLE FRAME DENGAN INERSIA YANG BERBEDA MENGGUNAKAN PLASTISITAS PENGEMBANGAN DARI FINITE ELEMENT METHOD
ANALISA P Collapse PADA GABLE FRAME DENGAN INERSIA YANG BERBEDA MENGGUNAKAN PLASTISITAS PENGEMBANGAN DARI FINITE ELEMENT METHOD Tugas Akhir Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi Syarat untuk
ANALISIS LINIER STRUKTUR CANGKANG PADA SILO SEMEN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISIS LINIER STRUKTUR CANGKANG PADA SILO SEMEN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Andina Prima Putri Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 [email protected] Cantya
BAB I PENDAHULUAN. yang paling utama mendukung beban luar serta berat sendirinya oleh momen dan gaya
BAB I PENDAHUUAN I.1. ATAR BEAKANG Dua hal utama yang dialami oleh suatu balok adalah kondisi tekan dan tarik yang antara lain karena adanya pengaruh lentur ataupun gaya lateral.balok adalah anggota struktur
BAB I PENDAHULUAN. adalah struktur portal beton bertulang dengan dinding bata. Pada umumnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Salah satu sistem struktur yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah struktur portal beton bertulang dengan dinding bata. Pada umumnya dinding bata hanya difungsikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Berfikir Sengkang merupakan elemen penting pada kolom untuk menahan beban gempa. Selain menahan gaya geser, sengkang juga berguna untuk menahan tulangan utama dan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beton tidak dapat menahan gaya tarik melebihi nilai tertentu tanpa mengalami retak-retak. Untuk itu, agar beton dapat bekerja dengan baik dalam suatu sistem struktur,
Struktur Beton. Ir. H. Armeyn, MT. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil dan Geodesi Institut Teknologi Padang
Penerbit Universiras SematangISBN. 979. 9156-22-X Judul Struktur Beton Struktur Beton Ir. H. Armeyn, MT Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil dan Geodesi Institut Teknologi Padang
BAB IV EVALUASI KINERJA DINDING GESER
BAB I EALUASI KINERJA DINDING GESER 4.1 Analisis Elemen Dinding Geser Berdasarkan konsep gaya dalam yang dianut dalam SNI Beton 2847-2002, elemen struktur dinding geser tidak dicek terhadap kegagalan gesernya.
BAB I PENDAHULUAN Umum. Pada dasarnya dalam suatu struktur, batang akan mengalami gaya lateral
1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Umum Pada dasarnya dalam suatu struktur, batang akan mengalami gaya lateral dan aksial. Suatu batang yang menerima gaya aksial desak dan lateral secara bersamaan disebut balok
BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan jaman, kemajuan disegala bidang dapat terlihat dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan jaman, kemajuan disegala bidang dapat terlihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kemajuan teknologi industri, transportasi,
PERENCANAAN GEDUNG PERPUSTAKAAN 5 ( LIMA ) LANTAI DENGAN PRINSIP DAKTILITAS TINGKAT DUA
PERENCANAAN GEDUNG PERPUSTAKAAN 5 ( LIMA ) LANTAI DENGAN PRINSIP DAKTILITAS TINGKAT DUA Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Teknik Sipil diajukan oleh S U Y O N
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembebanan Dalam perencanaan suatu struktur bangunan harus memenuhi peraturanperaturan yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan yang aman secara konstruksi berdasarkan
STUDI PERBANDINGAN DISTRIBUSI GAYA GESER PADA STRUKTUR DINDING GESER AKIBAT GAYA GEMPA DENGAN BERBAGAI METODE ANALISIS ABSTRAK
STUDI PERBANDINGAN DISTRIBUSI GAYA GESER PADA STRUKTUR DINDING GESER AKIBAT GAYA GEMPA DENGAN BERBAGAI METODE ANALISIS Franklin Kesatria Zai NIM: 15007133 (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Program
Modul Pendahuluan. Ir.Yoke Lestyowati, MT
Modul Pendahuluan Ir.Yoke Lestyowati, MT Konten E-Learning IDB 7in1 Terintegrasi PDITT 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Deskripsi Bangunan (gedung, jembatan, jalan, bangunan air, bangunan tanah) terbentuk dari
BAB I PENDAHULUAN. analisa elastis dan plastis. Pada analisa elastis, diasumsikan bahwa ketika struktur
BAB I PENDAHUUAN 1.1. atar Belakang Masalah Dalam perencanaan struktur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu analisa elastis dan plastis. Pada analisa elastis, diasumsikan bahwa ketika struktur dibebani
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Analisis Struktur Dengan Matriks Kode Mata Kuliah : MKK 1303 SKS : 3(3-0) Waktu Pertemuan : 150 Menit A. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan pembelajaran umum mata
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Prosedur Penelitian Untuk mengetahui penelitian mengenai pengaruh pengekangan untuk menambah kekuatan dan kekakuan dari sebuah kolom. Perubahan yang akan di lakukan dari
Pedoman Pengerjaan PERANCANGAN STRUKTUR BETON
Pedoman Pengerjaan PERANCANGAN STRUKTUR BETON I. Kriteria & Jadwal Pedoman ini disusun dengan tujuan untuk: Memberi gambaran tahapan dalam mengerjakan tugas Perancangan Struktur Beton agar prosedur desain
I.1 Latar Belakang I-1
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Berbagai jenis struktur, seperti terowongan, struktur atap stadion, struktur lepas pantai, maupun jembatan banyak dibentuk dengan menggunakan struktur shell silindris.
V. UJI TARIK BAJA TULANGAN
V. UJI TARIK BAJA TULANGAN 1. Pendahuluan. Semua bahan yang padat akan berubah bentuk apabila diberi beban. Perubahan bentuk itu tergantung pada besar beban, unsur kimia maupun kondisi bahan, bentuk benda
PENGGUNAAN BRACED FRAMES ELEMENT SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA PORTAL BERTINGKAT BANYAK. Reky Stenly Windah ABSTRAK
PENGGUNAAN BRACED FRAMES ELEMENT SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA PORTAL BERTINGKAT BANYAK Reky Stenly Windah ABSTRAK Salah satu cara yang telah banyak digunakan untuk meningkatkan kekakuan lateral adalah
BAB I PENDAHULUAN. apartemen, perkantoran, sekolahan dan rumah sakit, ataupun untuk penggunaan ganda
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rancangan sebuah bangunan tinggi untuk penggunaan tunggal seperti apartemen, perkantoran, sekolahan dan rumah sakit, ataupun untuk penggunaan ganda berskala lebih
SKRIPSI. Disusun untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret
STUDI PERILAKU PELAT BETON DI ATAS TANAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA (SAP 2000 v.11.0.0) DITINJAU PADA VARIASI MODULUS REAKSI SUBGRADE (k v ) DAN MUTU PELAT BETON Study of Concrete Slab Behaviour on Soil
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 tegangan bidang pada (a) pelat dengan lubang (b) pelat dengan irisan (Daryl L. Logan : 2007) Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum Balok tinggi adalah elemen struktur yang dibebani sama seperti balok biasa dimana besarnya beban yang signifikan dipikul pada sebuah tumpuan dengan gaya tekan yang menggabungkan
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi,
BAB I PENDAHULUAN I. Umum Dewasa ini seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pembangunan konstruksi sipil juga semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya pembangunan
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam sebuah struktur gedung bertingkat maupun rumah tinggal terdapat sebuah struktur yang berfungsi menghubungkan antar kolom dan menahan beban struktur lantai yang
BAB II DASAR-DASAR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT
BAB II DASAR-DASAR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT 2.1 KONSEP PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RAWAN GEMPA Pada umumnya struktur gedung berlantai banyak harus kuat dan stabil terhadap berbagai macam
BAB III LANDASAN TEORI. beban hidup dan beban mati pada lantai yang selanjutnya akan disalurkan ke
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pelat Pelat beton (concrete slabs) merupakan elemen struktural yang menerima beban hidup dan beban mati pada lantai yang selanjutnya akan disalurkan ke balok dan kolom sampai
BAB III ANALISA PERENCANAAN STRUKTUR
BAB III ANALISA PERENCANAAN STRUKTUR 3.1. ANALISA PERENCANAAN STRUKTUR PELAT Struktur bangunan gedung pada umumnya tersusun atas komponen pelat lantai, balok anak, balok induk, dan kolom yang merupakan
DAFTAR ISI. LEMBAR JUDUL... i KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... iii. DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... ABSTRAK...
DAFTAR ISI HALAMAN LEMBAR JUDUL... i KATA PENGANTAR...... ii UCAPAN TERIMA KASIH......... iii DAFTAR ISI...... iv DAFTAR TABEL...... v DAFTAR GAMBAR...... vi ABSTRAK...... vii BAB 1PENDAHULUAN... 9 1.1.Umum...
KAJIAN KEKUATAN PADA STRUKTUR BALOK GRID PERSEGI. Kusdiman Joko Priyanto. Abstrak
KAJIAN KEKUATAN PADA STRUKTUR BALOK GRID PERSEGI Kusdiman Joko Priyanto Abstrak Sistem struktur direncanakan sedemikian rupa agar struktur tersebut aman dan kuat saat menerima beban-beban yang bekerja
BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Tipikal struktur mekanika (a) struktur batang (b) struktur bertingkat [2]
BAB II TEORI DASAR 2.1. Metode Elemen Hingga Analisa kekuatan sebuah struktur telah menjadi bagian penting dalam alur kerja pengembangan desain dan produk. Pada awalnya analisa kekuatan dilakukan dengan
PENGARUH VARIASI MODEL TERHADAP RESPONS BEBAN DAN LENDUTAN PADA RANGKA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT TULANGAN BAMBU
PENGARUH VARIASI MODEL TERHADAP RESPONS BEBAN DAN LENDUTAN PADA RANGKA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT TULANGAN BAMBU Ristinah S., Retno Anggraini, Wawan Satryawan Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Analisis Lentur Balok Mac. Gregor (1997) mengatakan tegangan lentur pada balok diakibatkan oleh regangan yang timbul karena adanya beban luar. Apabila beban bertambah maka pada
METODE PENELITIAN. Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh
III. METODE PENELITIAN Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh rumah tangga yaitu tabung gas 3 kg, dengan data: Tabung 3 kg 1. Temperature -40 sd 60 o C 2. Volume 7.3
BAB I PENDAHULUAN Konsep Perencanaan Struktur Beton Suatu struktur atau elemen struktur harus memenuhi dua kriteria yaitu : Kuat ( Strength )
BAB I PENDAHULUAN 1. Data Teknis Bangunan Data teknis dari bangunan yang akan direncanakan adalah sebagai berikut: a. Bangunan gedung lantai tiga berbentuk T b. Tinggi bangunan 12 m c. Panjang bangunan
BAB I PENDAHULUAN. yang demikian kompleks, metode eksak akan sulit digunakan. Kompleksitas
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Pada saat ini, pesatnya perkembangan teknologi telah memunculkan berbagai jenis struktur pelat yang cukup rumit misalnya pada struktur jembatan, pesawat terbang, bangunan,
MODUL 3 : METODA PERSAMAAN TIGA MOMEN Judul :METODA PERSAMAAN TIGA MOMEN UNTUK MENYELESAIKAN STRUKTUR STATIS TIDAK TERTENTU
MOU 3 1 MOU 3 : METO PERSMN TIG MOMEN 3.1. Judul :METO PERSMN TIG MOMEN UNTUK MENYEESIKN STRUKTUR STTIS TIK TERTENTU Tujuan Pembelajaran Umum Setelah membaca bagian ini mahasiswa akan memahami bagaimanakah
PENGARUH VARIASI LUAS PIPA PADA ELEMEN BALOK BETON BERTULANG TERHADAP KUAT LENTUR
PENGARUH VARIASI LUAS PIPA PADA ELEMEN BALOK BETON BERTULANG TERHADAP KUAT LENTUR Million Tandiono H. Manalip, Steenie E. Wallah Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi Email : [email protected]
MODUL KULIAH. Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan MEKANIKA TEKNIK III. Slamet Widodo, S.T., M.T.
MODUL KULIAH Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan MEKANIKA TEKNIK III Slamet Widodo, S.T., M.T. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS TEKNIK 2006 Pengantar Modul
BAB 1 PENDAHULUAN...1
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...ii HALAMAN PERNYATAAN...iii KATA PENGANTAR...iv DAFTAR ISI...v DAFTAR TABEL...ix DAFTAR GAMBAR...xi DAFTAR PERSAMAAN...xiv INTISARI...xv ABSTRACT...xvi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Gempa merupakan fenomena alam yang harus diterima sebagai fact of life.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gempa merupakan fenomena alam yang harus diterima sebagai fact of life. Karena itu gempa bumi tidak mungkin untuk dicegah ataupun diprediksi dengan tepat kapan akan
VARIASI BENTUK PENGAKU DIAGONAL GANDA TIPE KNEE PADA PORTAL BAJA BIDANG BERTINGKAT
VARIASI BENTUK PENGAKU DIAGONAL GANDA TIPE KNEE PADA PORTAL BAJA BIDANG BERTINGKAT Hendro Suseno Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang Jl. MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
PERHITUNGAN BEBAN DAN TEGANGAN KRITIS PADA KOLOM KOMPOSIT BAJA - BETON
PERHITUNGAN BEBAN DAN TEGANGAN KRITIS PADA KOLOM KOMPOSIT BAJA - BETON (Studi Literature) TUGAS AKHIR DIAJUKAN UNTUK MELENGKAPI TUGAS TUGAS DAN MEMENUHI SYARAT UNTUK MENEMPUH UJIAN SARJANA TEKNIK SIPIL
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Isi Laporan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan semakin pesatnya perkembangan dunia teknik sipil di Indonesia saat ini menuntut terciptanya sumber daya manusia yang dapat mendukung dalam bidang tersebut.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik ( portland cement), agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambah (admixture
STATIKA I. Reaksi Perletakan Struktur Statis Tertentu : Balok Sederhana dan Balok Majemuk/Gerbe ACEP HIDAYAT,ST,MT. Modul ke: Fakultas FTPD
Modul ke: 02 Fakultas FTPD Program Studi Teknik Sipil STATIKA I Reaksi Perletakan Struktur Statis Tertentu : Balok Sederhana dan Balok Majemuk/Gerbe ACEP HIDAYAT,ST,MT Reaksi Perletakan Struktur Statis
sejauh mungkin dari sumbu netral. Ini berarti bahwa momen inersianya
BABH TINJAUAN PUSTAKA Pada balok ternyata hanya serat tepi atas dan bawah saja yang mengalami atau dibebani tegangan-tegangan yang besar, sedangkan serat di bagian dalam tegangannya semakin kecil. Agarmenjadi
sipil. Kekuatan kayu sebagai bahan untuk struktur dipengaruhi oleh beberapa Kayu dapat menahan gaya tekan yang berbeda-beda sesuai dengan kelas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kayu merupakan salah satu bahan untuk struktur dalam bangunan teknik sipil. Kekuatan kayu sebagai bahan untuk struktur dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain
DETEKSI DINI POLA KERUNTUHAN STRUKTUR PORTAL GEDUNG H UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA AKIBAT GEMPA. Tugas Akhir
DETEKSI DINI POLA KERUNTUHAN STRUKTUR PORTAL GEDUNG H UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA AKIBAT GEMPA Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik S-1 Teknik Sipil disusun
BAB I PENDAHULUAN. beton bertulang dituntut tidak hanya mampu memikul gaya tekan dan tarik saja, namun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini perencanaan beton bertulang dituntut tidak hanya mampu memikul gaya tekan dan tarik saja, namun juga
ANALISIS MOMEN-KURVATUR PENAMPANG PERSEGI BETON BERTULANG MUTU NORMAL. Fajri
1 ANALISIS MOMEN-KURVATUR PENAMPANG PERSEGI BETON BERTULANG MUTU NORMAL Fajri Staf Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Lhokseumawe Email: [email protected] Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Beton berlulang merupakan bahan konstruksi yang paling penting dan merupakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Umum Beton berlulang merupakan bahan konstruksi yang paling penting dan merupakan suatu kombinasi antara beton dan baja tulangan. Beton bertulang merupakan material yang kuat
Metode Kekakuan Langsung (Direct Stiffness Method)
Metode Kekakuan angsung (Direct Stiffness Method) matriks kekakuan U, P U, P { P } = [ K ] { U } U, P U 4, P 4 gaya perpindahan P K K K K 4 U P K K K K 4 U P = K K K K 4 U P 4 K 4 K 4 K 4 K 44 U 4 P =
KAJIAN PEMBATASAN WAKTU GETAR ALAMI FUNDAMENTAL TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT.
KAJIAN PEMBATASAN WAKTU GETAR ALAMI FUNDAMENTAL TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT. Sri Haryono 1) ABSTRAKSI Semakin tinggi tingkat sebuah struktur bangunan akan menyebabkan adanya pengaruh P-Delta
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. gedung dalam menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Dalam. harus diperhitungkan adalah sebagai berikut :
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Pembebanan Struktur Perencanaan struktur bangunan gedung harus didasarkan pada kemampuan gedung dalam menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Dalam Peraturan
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kebutuhan lahan tanah yang semakin meningkat pula untuk permukiman penduduk
GARIS GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN ( GBPP )
GARIS GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN ( GBPP ) MATA KULIAH : MEKANIKA REKAYASA V KODE MATA KULIAH : TSI 452 BEBAN STUDI : 2 SKS SEMESTER : V (LIMA ) DESKRIPSI MATA KULIAH : Mata kuliah ini disampaikan
PENGGUNAAN METHODA PENDEKATAN BEDA HINGGA PADA ANALISIS PLAT ORTHOTROPIK. Sri Haryono. Abstrak
PENGGUNAAN METHODA PENDEKATAN BEDA HINGGA PADA ANALISIS PLAT ORTHOTROPIK Sri Haryono Abstrak Didalam beberapa hal solusi analitik (metoda keseimbangan dan energy) tidak selamanya dapat diterapkan dalam
ANALISIS DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG
ANALISIS DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG Bobly Sadrach NRP : 9621081 NIRM : 41077011960360 Pembimbing : Daud Rahmat Wiyono, Ir., M.Sc FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang aman. Pengertian beban di sini adalah beban-beban baik secara langsung
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembebanan Struktur Dalam perencanaan struktur bangunan harus mengikuti peraturanperaturan pembebanan yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan yang aman. Pengertian
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Setelah melakukan analisis dan perancangan pada struktur gedung Rusunawa Tegal Panggung Yogyakarta yang disesuaikan dengan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembebanan yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Pembebanan Struktur Dalam perencanaan struktur bangunan harus mengikuti peraturanperaturan pembebanan yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan yang aman. Pengertian
BAB I PENDAHULUAN. balok, dan batang yang mengalami gabungan lenturan dan beban aksial; (b) struktur
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Struktur baja dapat dibagi atas tiga kategori umum: (a) struktur rangka (framed structure), yang elemennya bisa terdiri dari batang tarik dan tekan, kolom,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembebanan Struktur Dalam perencanaan suatu struktur bangunan gedung bertingkat tinggi sebaiknya mengikuti peraturan-peraturan pembebanan yang berlaku untuk mendapatkan suatu
BAB II METODE KEKAKUAN
BAB II METODE KEKAKUAN.. Pendahuluan Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari pengertian metode kekakuan, rumus umum dan derajat ketidak tentuan kinematis atau Degree Of Freedom (DOF). Dengan mengetahui
BAB 1 PENDAHULUAN. Pada tahap awal perencanaan suatu struktur biasanya dimulai dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Pada tahap awal perencanaan suatu struktur biasanya dimulai dengan perhitungan analisis struktur kemudian akan dihasilkan gaya-gaya dalam dari 1 2 struktur
5ton 5ton 5ton 4m 4m 4m. Contoh Detail Sambungan Batang Pelat Buhul
Sistem Struktur 2ton y Sambungan batang 5ton 5ton 5ton x Contoh Detail Sambungan Batang Pelat Buhul a Baut Penyambung Profil L.70.70.7 a Potongan a-a DESAIN BATANG TARIK Dari hasil analisis struktur, elemen-elemen
TINJAUAN KEKUATAN DAN ANALISIS TEORITIS MODEL SAMBUNGAN UNTUK MOMEN DAN GESER PADA BALOK BETON BERTULANG TESIS
TINJAUAN KEKUATAN DAN ANALISIS TEORITIS MODEL SAMBUNGAN UNTUK MOMEN DAN GESER PADA BALOK BETON BERTULANG TESIS Diajukan Kepada Program Magister Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi
BAB II STUDI PUSTAKA
BAB II STUDI PUSTAKA II.1 Umum dan Latar Belakang Kolom merupakan batang tekan tegak yang bekerja untuk menahan balok-balok loteng, rangka atap, lintasan crane dalam bangunan pabrik dan sebagainya yang
Gambar 2.1 Rangka dengan Dinding Pengisi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Dinding Pengisi 2.1.1 Definisi Dinding pengisi yang umumnya difungsikan sebagai penyekat, dinding eksterior, dan dinding yang terdapat pada sekeliling tangga dan elevator secara
BAB I PENDAHULUAN. pesat, terutama terjadi di daerah perkotaan. Seiring dengan hal tersebut,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia usaha sekarang mengalami kemajuan perkembangan yang begitu pesat, terutama terjadi di daerah perkotaan. Seiring dengan hal tersebut, pembangunan infra struktur
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN MORTAR TERHADAP KUAT TEKAN DINDING PASANGAN BATA MERAH DENGAN PLESTERAN. Akhmad Barron, S.T.
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN MORTAR TERHADAP KUAT TEKAN DINDING PASANGAN BATA MERAH DENGAN PLESTERAN Akhmad Barron, S.T. ABSTRAK Pengetahuan mengenai analisis kuat tekan dinding pasangan bata merah sangatlah
3- Deformasi Struktur
3- Deformasi Struktur Deformasi adalah salah satu kontrol kestabilan suatu elemen balok terhadap kekuatannya. iasanya deformasi dinyatakan sebagai perubahan bentuk elemen struktur dalam bentuk lengkungan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Desain struktur merupakan faktor yang sangat menentukan untuk menjamin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desain struktur merupakan faktor yang sangat menentukan untuk menjamin kekuatan dan keamanan suatu bangunan, karena inti dari suatu bangunan terletak pada kekuatan bangunan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keruntuhan akibat gaya geser pada suatu elemen struktur beton bertulang bersifat getas (brittle), tidak daktil, dan keruntuhannya terjadi secara tiba-tiba tanpa ada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. geser membentuk struktur kerangka yang disebut juga sistem struktur portal.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Struktur Bangunan Suatu sistem struktur kerangka terdiri dari rakitan elemen struktur. Dalam sistem struktur konstruksi beton bertulang, elemen balok, kolom, atau dinding
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di dalam perencanaan desain struktur konstruksi bangunan, ditemukan dua
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam perencanaan desain struktur konstruksi bangunan, ditemukan dua bagian utama dari bangunan, yaitu bagian struktur dan nonstruktur. Bagian struktur ialah bagian
STUDI PENGARUH GEMPA TERHADAP VARIASI PANJANG TULANGAN PENYALURAN PADA SAMBUNGAN BALOK DAN KOLOM TEPI ABSTRAK
VOLUME 5 NO. 1, FEBRUARI 29 STUDI PENGARUH GEMPA TERHADAP VARIASI PANJANG TULANGAN PENYALURAN PADA SAMBUNGAN BALOK DAN KOLOM TEPI Febrin Anas Ismail 1 ABSTRAK Pada struktur bangunan yang dimiliki masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. Dinding ( wall ) adalah suatu struktur padat yang membatasi dan melindungi
BAB I PENDAHULUAN I.1 Umum Dinding ( wall ) adalah suatu struktur padat yang membatasi dan melindungi suatu area pada konstruksi seperti rumah, gedung bertingkat, dan jenis konstruksi lainnya. Umumnya,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Perkembangan teknologi komputer yang sangat pesat dalam beberapa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan teknologi komputer yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, sangat mempengaruhi kecepatan dalam proses pengolahan data, dan meningkatkan ketelitian
III. METODE KEKAKUAN
III. METODE KEKAKUAN 3.1. Introduksi Metode kekakuan ialah suatu cara untuk analisa struktur, dimana dalam proses perumusan dari analisa nya, diambil lendutan diambil lendutan dititik-titik diskrit sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi umum Desain struktur merupakan salah satu bagian dari keseluruhan proses perencanaan bangunan. Proses desain merupakan gabungan antara unsur seni dan sains yang membutuhkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembebanan Komponen Struktur Pada perencanaan bangunan bertingkat tinggi, komponen struktur direncanakan cukup kuat untuk memikul semua beban kerjanya. Pengertian beban itu
BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan Pada Pelat Lantai
8 BAB III LANDASAN TEORI A. Pembebanan Pada Pelat Lantai Dalam penelitian ini pelat lantai merupakan pelat persegi yang diberi pembebanan secara merata pada seluruh bagian permukaannya. Material yang digunakan
BAB I PENDAHULUAN. Pada konstruksi baja permasalahan stabilitas merupakan hal yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada konstruksi baja permasalahan stabilitas merupakan hal yang sangat penting, dikarenakan komponen struktur baja rentan terhadap tekuk akibat pembebanan yang melebihi
BAB I PENDAHULUAN. pozolanik) sebetulnya telah dimulai sejak zaman Yunani, Romawi dan mungkin juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penggunaan beton dan bahan-bahan vulkanik sebagai pembentuknya (seperti abu pozolanik) sebetulnya telah dimulai sejak zaman Yunani, Romawi dan mungkin juga sebelum
STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN BALOK ANAK KONSTRUKSI PROPPED PADA BANGUNAN TINGKAT DUA DENGAN VARIASI JARAK BALOK DAN PORTAL DARI SEGI TEKNIK DAN BIAYA
Perbandingan Balok Anak Konstruksi Propped pada Gedung (Julistyana T) 61 STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN BALOK ANAK KONSTRUKSI PROPPED PADA BANGUNAN TINGKAT DUA DENGAN VARIASI JARAK BALOK DAN PORTAL DARI
EVALUASI KINERJA INELASTIK STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG TERHADAP GEMPA DUA ARAH TUGAS AKHIR PESSY JUWITA
EVALUASI KINERJA INELASTIK STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG TERHADAP GEMPA DUA ARAH TUGAS AKHIR PESSY JUWITA 050404004 BIDANG STUDI STRUKTUR DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA
PENGARUH PENEMPATAN DAN POSISI DINDING GESER TERHADAP SIMPANGAN BANGUNAN BETON BERTULANG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT BEBAN GEMPA
PENGARUH PENEMPATAN DAN POSISI DINDING GESER TERHADAP SIMPANGAN BANGUNAN BETON BERTULANG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT BEBAN GEMPA Lilik Fauziah M. D. J. Sumajouw, S. O. Dapas, R. S. Windah Fakultas Teknik
