Intervensi Psikososial
|
|
|
- Shinta Kusuma
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PSIKOSOSIAL SEBAGAI ISU POKOK LAYANAN Intervensi Psikososial Agus Suriadi
2 Materi Pokok Kuliah...! Pengertian intervensi psikososial Permasalahan-permasalahan psikososial Tujuan dari intervensi psikososial Prinsip-prinsip dalam psikososial 1. Prevensi: tersier, skunder, primer beserta contohnya.
3 Apa itu Psikososial Psikososial: hubungan dinamis antara dimensi psikologis/kejiwaan dengan dimensi sosial (termasuk ekonomi, politik, budaya dll) Sosial: keluarga, lingkungan sekitar, identitas kelompok (mayoritas/minoritas), situasi rentan (kriminalitas, bencana, konflik), dll Masalah psikososial: adalah masalah psikologis dan kemasyarakatan yang mempunyai pengaruh timbal balik, sebagai akibat terjadinya perubahan sosial dan atau gejolak sosial dalam masyarakat yang dapat menimbulkan permasalahan kondisi psikologis
4 Intervensi... Intervening dalam bahasa latin artinya coming between yang datang diantaranya Usaha untuk mengubah kehidupan yang sedang berjalan dengan cara tertentu.
5 Intervensi Psikososial Integrasi pendekatan psikologis dan sosial untuk mencegah dan mengatasi masalah psikososial Intervensi sosial adalah upaya perubahan terencana terhadap individu, kelompok, maupun komunitas Intervensi sosial dapat pula diartikan sebagai suatu upaya untuk memperbaiki keberfungsian sosial dari kelompok sasaran perubahan, dalam hal ini, individu, keluarga, dan kelompok.
6 INTERVENSI PSIKOSOSIAL, SUATU PENDEKATAN YANG MENGUTAMAKAN PADA MASALAH PSIKOLOGIS DAN SOSIAL YANG DISANDANG OLEH PASIEN DENGAN TUJUAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASIEN MENGHADAPI SETIAP MASALAH (COPING MECHANISM)
7 Tiga wilayah studi psikologi sosial 1. Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individual, misalnya: a. Prestasi belajar menurun b. Motivasi belajar menurun c. Krisis kepercayaan diri
8 Next: 2. Studi tentang proses-proses individu. misalnya 1. Pergaulan bebas 2. Sex bebas 3. Tawuran remaja
9 Next: 3. Studi tentang interaksi kelompok, misalnya: 1. Kelompok anak jalanan 2. Kelompok anak punk 3. Kelompok gelandangan 4. Kelompok lansia
10 Tujuan Intervensi Psikososial Tujuan utama dari intervensi sosial adalah memperbaiki fungsi sosial kelompok sasaran perubahan. Ketika fungsi sosial seseorang berfungsi dengan baik, diasumsikan bahwa kondisi sejahtera akan semakin mudah dicapai. Kondisi sejahtera dapat terwujud manakala jarak antara harapan dan kenyataan tidak terlalu lebar. Meningkatkan resiliensi (ketangguhan) individu, kelompok, dan komunitas dengan memperkuat faktor pelindung dan menurunkan faktor penekan
11 Prinsip-prinsip dalam psikososial Prevensi (Pencegahan) Dari bahasa latin praevenire, yang artinya datang sebelum atau antisipasi atau mempersiapkan diri sebelum terjadi sesuatu. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan.
12 1. Prevensi primer Usaha yang lebih progresif dalam usaha pencegahan kesehatan mental masyarakat dengan mencegah terjadinya suatu gangguan yang ada di masyarakat.
13 SASARAN PREVENSI PRIMER Populasi yang berada dalam risiko; penduduk yang dalam kondisi terpapar, atau dalam kondisi yang memungkinkan munculnya gangguan
14 PRINSIP PREVENSI PRIMER Harus lebih berorientasi pada kelompok masyarakat daripada secara individual meskipun untuk beberapa aktivitas dapat merupakan kontak individual Ditargetkan pada kelompok yang belum mengalami gangguan Harus disengaja, didasarkan pada pengetahuan yang mendalam yang termanifestasi dalam program-program untuk meningkatkan kesehatan psikologisnya atau mencegah perilaku maladaptif
15 CARA MELAKUKAN PREVENSI PRIMER Memodifikasi lingkungan (merubah, memperbaiki, menghilangkan) fisik maupun psikososial Memperkuat kapasitas individu/masyarakat (konseling keluarga, pendidikan kesehatan mental, peningkatan kondisi dan kesehatan selama kehamilan, mengurangi stress dalam dunia kerja)
16 CONTOH PREVENSI PRIMER Pemberian gizi balita Konseling pra nikah Penyuluhan perilaku sehat Pelatihan menejemen stress Pelatihan asertif untuk mencegah kenakalan remaja
17 2. PREVENSI SEKUNDER Upaya pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi durasi kasus gangguan mental Usaha diagnosis dini atas suatu keadaan dan bertujuan agar dapat dilakukan terapi atau treatmen pada tahap dini atau tahap awal gangguan Dapat mengurangi prevalensi gangguan namun tidak dapat mengurangi angka insidensi gangguan
18 SASARAN PREVENSI SEKUNDER Penduduk atau sekelompok populasi yang sudah menderita gangguan/masalah
19 AKTIVITAS POKOK DALAM PREVENSI SEKUNDER Diagnosis awal Faktor penyebab Kemungkinan cara penanganan Penanganan secepatnya Lebih diutamakan tanpa hospitalisasi Bentuk: intervensi krisis, psikoterapi dsb
20 CONTOH PREVENSI SEKUNDER Bimbingan belajar bagi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar Terapi untuk anak-anak korban perceraian Konseling krisis bagi wanita korban KDRT Pendampingan bagi anak-anak jalanan korban pelecehan
21 3.PREVENSI TERSIER Upaya yang dilakukan kepada orang yang sakit dan terjadi penurunan kemampuan atau fungsi sosial dan personalnya Upaya rehabilitasi terhadap orangorang yang memerlukan penyesuaian kembali karena penyakit atau trauma yang pernah dialaminya
22 SASARAN PREVENSI TERSIER Kelompok masyarakat yang mengalami gangguan yang bersifat jangka panjang atau orang yang telah mengalami gangguan akut dan berakibat penurunan kapasitasnya dalam kaitannya dengan kerja, hubungan sosial maupun personalnya
23 PRINSIP PREVENSI TERSIER Non hospitalisasi Masyarakat belajar meninggalkan peran sakitnya Masyarakat belajar menjalankan tugas dan kewajibannya sebagaimana orang sehat Rehabilitasi
24 CONTOH PREVENSI TERSIER Meningkatkan resiliensi bagi penderita HIV Latihan ketrampilan sosial bagi mantan penderita Schizofrenia Pemulihan harga diri bagi mantan pecandu narkoba Pemulihan kepercayaan diri pada penderita stroke
25 BEBERAPA MACAM INTERVENSI PSIKOSOSIAL 1. BRIEF INTERVENTION (BI) 2. KONSELING DASAR 3. WAWANCARA MOTIVASIONAL (MI) 4. COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) 5. PENCEGAHAN KEKAMBUHAN 6. PROGRAM 12 LANGKAH 7. LAYANAN PENUNJANG
26 BRIEF INTERVENTION Brief Intervention dipertimbangkan untuk berbagai kondisi yang melibatkan waktu tenaga profesional yang TERBATAS untuk mencoba merubah. Berbagai intervensi membutuhkan waktu antara 5 menit sampai 2 jam. Intervensi direkomendasikan untuk beberapa kondisi : Penggunaan alkohol yang membahayakan tetapi belum ketergantungan Ketergantungan alkohol ringan sampai sedang Ketergantungan nikotin/perokok Ketergantungan kanabis ringan sampai sedang
27 BRIEF INTERVENTION Bl tidak direkomendasikan untuk kondisi dibawah ini ; Pasien yang kompleks dengan isu-isu masalah psikologis/psikiatrik Pasien dengan ketergantungan berat Pasien dengan kemampuan membaca yang rendah Pasien dengan kesulitan terkait dengan gangguan fungsi kognitif
28 KONSELING DASAR Konseling adalah suatu proses pertolongan dimana seseorang, dengan tulus dan tujuan jelas, memberikan waktu, perhatian dan keahliannya membantu pasien untuk mempelajari situasi mereka, mengenali dan melakukan pemecahan masalah terhadap keterbatasan yang diberikan lingkungan mereka. Tujuannya adalah: Membantu pasien untuk mempelajari dan memperoleh solusi jangka panjang yang memuaskan bagi masalahmasalah yang dialaminya.
29 KONSELING DASAR Dalam proses konseling agar terbangun suatu hubungan terapeutik seorang konselor harus mampu : Melakukan percakapan yang efektif: Mendengarkan dengan aktif Mencoba mengerti perasaan pasien Menanyakan pertanyaan yang baik Menghargai pasien maupun perasaan pasien, dan tidak memaksanya berubah Tidak menyalahkan atau menghakimi Mehyediakan informasi yang tepat Menyatakan bahwa pasien tidak sendiri menghadapi masalah untuk mencegah pasien merasa gagal atau ditolak Memahami prinsip-prinsip umum dalam konseling
30 WAWANCARA MOTIVASIONAL (MI) Motivasi adalah suatu keadaan kesiapan atau keinginan untuk berubah, selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu atau dari situasi ke situasi lain. Wawancara motivasional adalah sebuah wawancara yang interaksinya berpusat pada pasien dan bertujuan untuk membantu seseorang menggali dan mengatasi ambivalensi tentang penggunaan NAPZA melalui tahap perubahan
31 WAWANCARA MOTIVASIONAL (MI) Prinsip wawancara motivasional : Mengekpresikan Empati Empati yang dilakukan oleh tenaga kesehatan merupakan faktor penting untuk mengetahui bagaimana respon pasien terhadap intervensi yang diberikan Ketidakcocokan (perbedaan). Wawancara motivasional bertujuan untuk menciptakan dan menjelaskan perbedaan antara perilaku saat ini dan tujuan yang lebih basar dan menilai cara pandang pasien terhadap hal tersebut.
32 WAWANCARA MOTIVASIONAL (MI) Menghindari argumentasi Prinsip utama dari wawancara motivasional adalah dapat menerima bahwa adanya ambivalensi dan resistensi untuk berubah adalah suatu hal yang normal dan untuk mengajak pasien mempertimbangkan antara informasi yang didapat dan pandangan terhadap penggunaan NAPZA mereka. Pada saat pasien memperlihatkan resistensinya, tenaga kesehatan harus dapat menggambarkan kembali atau merefleksikannya. Dukungan keyakinan diri (kepercayaan) Kepercayaan terapis pada kemampuan pasien untuk mengubah perilaku mereka juga penting dan dapat menjadi sugesti diri sendiri.
33 WAWANCARA MOTIVASIONAL (MI) Keterampilan-keterampilan khusus Empat keterampilan pertama tersebut sering dikenal dengan singkatan OARS: Open ended questions (Pertanyaan terbuka), Affirmation (Penegasan), Reflective listening (mendengarkan dengan cara merefleksikan), Summarising(menyimpulkan). Keterampilan kelima adalah "berbicara mengenai perubahan" OARS dapat membantu pasien menyampaikan argumentasi untuk mengubah perilaku mereka.
34 COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) Cognitive Behavioral Therapy atau yang lebih dikenal dengan CBT adalah sebuah psikoterapi yang mulai banyak digunakan oleh para profesional dan terapis dalam menghadapi berbagai persoalan-persoalan psikologis individual, bahkan sampai kepada penggunaan dalam manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan produktifitas yang sustainable dan resilience.
35 PENCEGAHAN KEKAMBUHAN Strategi yang digunakan dalam pencegahan kekambuhan adalah: Tingkatkan komitmen untuk berubah (misal menggunakan wawancara memotivasi) Identifikasi situasi resiko tinggi yang menimbulkan kekambuhan (Kapan, dimana, dengan siapa dan bagaimana penggunaan Napza bisa terjadi) Mengajarkan kemampuan msnghadapi masalah (coping skill), misalnya ; ketrampilan sosial, ketrampilan manajemen diri, monitoring diri dari berbagai masalah
36 Mengembangkan strategi untuk menghadapi situasi yang dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan : apa yang harus dilakukan pasien dalam suatu kejadian yang dapat menimbulkan kambuh? dimana pasien mendapatkan dukungan? apa peran yang dapat diberikan dari teman atau keluarga? seberapa cepat pasien harus membuat perjanjian untuk kembali ke tempat praktek?
37 KETRAMPILAN PENANGANAN PSIKOSOSIAL 1. Ketrampilan identifikasi masalah/assessment 2. Ketrampilan komunikasi/percakapan pemberian bantuan 3. Ketrampilan manajemen kasus
38 SIKAP DAN KETRAMPILAN DALAM PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL
39 Teknik Asesmen Psikososial Membangun rasa aman & percaya (rapport) Mendengar Aktif (verbal & non verbal) Menjadi teknik utama dalam dasar2 konseling Parafrase/refleksi (isi & Perasaan) Respon minimal Gunakan alat bantu, jika dibutuhkan Gunakan Panduan (Form Standar LK3) Melibatkan orang terdekat jika dibutuhkan
40 PENDENGAR AKTIF Tidak Menggurui Tidak memberikan penilaian (non judgemental) Bersikap Menerima Memahami atau berusaha memahami Mendorong untuk berkomunikasi lebih lanjut
41 Memperhatikan Klien & Menggunakan Respon Minimal Respon Minimal adalah: - Biarkan klien tahu kita memperhatikan - Membantu menciptakan kondisi yg empatis - Memberi respon-respon singkat verbal (ya, hm,...
42 Memperhatikan Klien & Menggunakan Respon Minimal Keterlibatan dgn klien dapat ditingkatkan dengan: Menyelaraskan nada dan kecepatan berbicara Menyelaraskan tingkah laku non verbal seperti posisi duduk Melakukan kontak mata yang tepat
43 Memperhatikan Klien & Menggunakan Respon Minimal Gerakan yang cepat dapat mengganggu klien Situasi diam dapat memberi kesempatan bagi klien untuk berpikir dan memproses apa yang telah dibahas Mata Klien akan berbicara (apakah ia sudah berhenti berpikir, dll)
44 PARAFRASE/REFLEKSI Parafrase/Refleksi Isi : mengatakan pada klien dengan singkat dan jelas, dengan katakata konselor sendiri, apa yang telah diutarakan klien
45 PARAFRASE/REFLEKSI Parafrase/refleksi perasaan: mengatakan pada klien mengenai perasaan yang dialaminya Perhatikan: - Dilakukan pada saat yang tepat - Perlu didasari empati - Ada kemungkinan klien menyangkal
46 LATIHAN (Manajemen Kasus) Memang saya mungkin ditakdirkan mengalami nasib seperti ini. Dari kecil tidak ada orang yang mencintai saya. Ayah saya pergi sebelum saya lahir, dan Ibu saya membenci saya katanya garagara saya, ayah saya pergi. Setelah kawin, suami saya jadi menurun bisnisnya. Saya membawa sial. Makanya saya terima saja dia terus menyakiti saya.
47 Tuhan itu ga ada mbak, kalaupun ada dia tidur! Saya sudah capek berdoa...bosen. selalu dia yang diuntungkan. Sudah tidak pernah menafkahi, selingkuh, harta kami diambil alih, sekarang saya dilaporkan ke polisi. Padahal saya yang selama ini tersiksa mbak...saya sudah tidak percaya lagi sama Tuhan. Kalau dia benar ada, dia tidak membiarkan saya mengalami ini semua.
48 TIPS MENGHADAPI KLIEN YANG SULIT Jika klien adalah seorang perempuan yang hidupnya hancur karena kekerasan mungkin sulit didekati oleh peksos laki-laki (masih mengalami hipersensitivitas) maka peksos perempuan akan lebih efektif. Jika klien masih terus menangis dan marah-marah, jangan dipaksa dengan pertanyaan apapun. Beri waktu dia untuk menguasai kembali dirinya. Tunda 1-2 hari dan minta bantuan orang terdekat.
49 TIPS MENGHADAPI KLIEN YANG SULIT Jika klien berkali-kali mengungkapkan atau mencoba bunuh diri, segera minta pertolongan psikiater untuk memperoleh obat-obatan yang diperlukan. Jika kasusnya mempunyai implikasi hukum yang serius, beri kesempatan kepada petugas hukum untuk menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu.
50 AGUS SURIADI HP : / [email protected] TERIMA KASIH
TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS
TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS TUJUAN Memahami pengertian bencana dan krisis Memahami penyebab terjadinya bencana Mengidentifikasi proses terjadinya bencana Mengidentifikasi respons individu terhadap
Intervensi Kelompok (pengantar II) Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi
Intervensi Kelompok (pengantar II) Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi Konseling Kelompok Salah satu bentuk konseling dengan memanfaatkan kelompok untuk membantu, memberi umpan balik dan pengalaman belajar
17. Keputusan Menteri...
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Undang-Undang Nomor 35 Tahun
Pedologi. Penganiayaan Anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Yenny, M.Psi. Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi
Modul ke: Pedologi Penganiayaan Anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga Fakultas Psikologi Yenny, M.Psi. Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Tipe-tipe Penganiayaan terhadap Anak Penganiayaan
: Evi Karota Bukit, SKp, MNS NIP : : Kep. Jiwa & Kep. Komunitas. : Asuhan Keperawatan Jiwa - Komunitas
Nama : Evi Karota Bukit, SKp, MNS NIP : 19671215 200003 1 002 Departemen Mata Kuliah Topik : Kep. Jiwa & Kep. Komunitas : Keperawatan Komunitas : Asuhan Keperawatan Jiwa - Komunitas LAPORAN WHO (2002)
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk
BAB I PENDAHULUAN. mengalami gangguan fungsi mental berupa frustasi, defisit perawatan diri, menarik diri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) merupakan salah satu permasalahan yang menjadi ancaman serius bagi Bangsa Indonesia. Penyalahgunaan NAPZA
2017, No d. bahwa untuk belum adanya keseragaman terhadap penyelenggaraan rehabilitasi, maka perlu adanya pengaturan tentang standar pelayanan
No.1942, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNN. Standar Pelayanan Rehabilitasi. PERATURAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PELAYANAN REHABILTASI BAGI
Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga
Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga Suami Rosa biasa memukulinya. Ia memiliki dua anak dan mereka tidak berani berdiri di hadapan ayahnya karena mereka takut akan
Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan
Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan Wahyu Cahyono [email protected] / 0813 140 23 148 Tim Pengembang Dukungan Psikologis Awal Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Outline
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Sementara rekomendasi hasil penelitian difokuskan pada upaya sosialisasi hasil
244 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab ini dipaparkan kesimpulan dan rekomendasi penelitian. Kesimpulan merupakan inferensi dari temuan empiris dan kajian pustaka. Sementara rekomendasi hasil penelitian
INTERVENSI DALAM PSIKOLOGI KLINIS. DITA RACHMAYANI, S.Psi., M.A dita.lecture.ub.ac.id
INTERVENSI DALAM PSIKOLOGI KLINIS DITA RACHMAYANI, S.Psi., M.A dita.lecture.ub.ac.id [email protected] INTERVENSI? Penggunaan prinsip-prinsip psikologi untuk menolong orang mengalami masalah-masalah
KETERAMPILAN KONSELING BAGI GURU. 6/14/2010 Anne Hafina PPB UPI Bandung
KETERAMPILAN KONSELING BAGI GURU Konseling sekolah merupakan kekuatan baru dalam pendidikan, sumber kontroversi, sumber inspirasi, sumber pemahaman teoritis, dan sumber keterampilan praktis. Komponen Keterampilan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Khulaimata Zalfa, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Masa remaja dikatakan sebagai masa transisi, yakni peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Menurut Santrock (2003:24) transisi pada remaja terlihat
KONSELING REMAJA Putri Marlenny P, S.Psi, M.Psi, Psikolog Rumah Duta Revolusi Mental HP/WA :
KONSELING REMAJA Putri Marlenny P, S.Psi, M.Psi, Psikolog Rumah Duta Revolusi Mental HP/WA : 081-5687-1604 NB : Materi ini telah TIM RDRM persentasikan di Dinas Kesehatan Kota Semarang 2017 About Me Nama
NO. Hal yang diungkap Daftar Pertanyaan
179 LAMPIRAN 180 181 A. Pedoman Wawancara NO. Hal yang diungkap Daftar Pertanyaan 1. Perkenalan dan Rapport 2. Riwayat Penyakit 3. Dampak penyakit terhadap kehidupan secara keseluruhan 4. Aspek Tujuan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN 1. Dampak skizofrenia bagi keluarga sangatlah besar, ini menyebabkan seluruh keluarga ikut merasakan penderitaan tersebut. Jika keluarga tidak siap dengan hal ini,
BAB I PENDAHULUAN. Menikah dan kuliah sama pentingnya, secara sederhana bisa digambarkan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Menikah dan kuliah sama pentingnya, secara sederhana bisa digambarkan, menikah jelas kaitannya dengan rumah tangga. Adapun kuliah hubungannya dengan ilmu pengetahuan
BAB III PENYAJIAN DATA. lokasi penelitian, yaitu di YOGA ATMA CONSULTING PEKANBARU. Counsulting Pekanbaru, penulis mendapatkan informasi bahwasanya :
BAB III PENYAJIAN DATA Dalam bab ini penulis akan memaparkan data yang penulis peroleh dari lokasi penelitian, yaitu di YOGA ATMA CONSULTING PEKANBARU. Adapun data yang penulis paparkan adalah data yang
BAB I PENDAHULUAN. memperoleh penyelesaian yang lebih baik. Walaupun demikian, masih banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fenomena kekerasan semakin marak dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagian individu dapat mengatasi pengalaman akan kekerasannya, namun sebagian besar mencari solusi kepada
FILOSOFI, KONSEP HOLISTIK & PROSES KEPERAWATAN KEGAWATAN & KEKRITISAN Oleh: Sri Setiyarini, SKp.
FILOSOFI, KONSEP HOLISTIK & PROSES KEPERAWATAN KEGAWATAN & KEKRITISAN Oleh: Sri Setiyarini, SKp. Definisi Keperawatan Dawat Darurat: Pelayanan profesional yg didasarkan pada ilmu kqperawatan gawat darurat
Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan
Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan Yogyakarta, 11 Februari 2017 Wahyu Cahyono [email protected] Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI Diskusi Jika kita mengalami situasi sulit
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan
INTERVENSI KRISIS DI SEKOLAH. Farida Harahap Tim: Nanang EG, M.Ed
INTERVENSI KRISIS DI SEKOLAH Farida Harahap Tim: Nanang EG, M.Ed [email protected] Pendekatan dalam menangani siswa bermasalah di sekolah (Sudrajat, 2008) Sofyan S. Willis (2004) mengemukakan tingkatan
Edukasi Kesehatan Mental Intensif 15. Lampiran A. Informed consent (Persetujuan dalam keadaan sadar) yang digunakan dalam studi ini
Edukasi Kesehatan Mental Intensif 15 Lampiran A. Informed consent (Persetujuan dalam keadaan sadar) yang digunakan dalam studi ini PERSETUJUAN DALAM KEADAAN SADAR UNTUK BERPARTISIPASI SEBAGAI SUBJEK RISET
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Krisis multi dimensi yang melanda masyarakat saat. ini telah mengakibatkan tekanan yang berat pada sebagian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Krisis multi dimensi yang melanda masyarakat saat ini telah mengakibatkan tekanan yang berat pada sebagian besar masyarakat dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.
COPING REMAJA AKHIR TERHADAP PERILAKU SELINGKUH AYAH
COPING REMAJA AKHIR TERHADAP PERILAKU SELINGKUH AYAH SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana S 1 Psikologi Diajukan oleh : Alfan Nahareko F 100 030 255 FAKULTAS PSIKOLOGI
Dicky Pelupessy Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI. Sesi Pembelajaran Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) 29 November 2011
Dicky Pelupessy Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI Sesi Pembelajaran Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) 29 November 2011 Intervensi Psikososial Intervensi yang menekankan hubungan yang dinamis antara
1. Bab II Landasan Teori
1. Bab II Landasan Teori 1.1. Teori Terkait 1.1.1. Definisi kecemasan Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik.
2011, No sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.825, 2011 KEMENTERIAN KESEHATAN. Rehabilitasi Medis. Penyalahgunaan Narkotika. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2415/MENKES/PER/XII/2011 TENTANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id Menimbang : bahwa
PENGANTAR PSIKOLOGI KLINIS DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A
PENGANTAR PSIKOLOGI KLINIS DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A Demonologi Trephination Cairan Tubuh Tritmen Exorcism Ilmu Sihir Munculnya RSJ Sebelum Abad 17 Abad 17-awal 18 Lighter Witmer, lulus Doktoral Abnormalitas
SELF-HELP GROUP BAB I PENDAHULUAN
SELF-HELP GROUP BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan akan bimbingan dan konseling sangat diperlukan individu, karena individu merupakan pribadi yang unik yang sedang berkembang kearah kematangan.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menimbulkan konflik, frustasi dan tekanan-tekanan, sehingga kemungkinan besar
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Remaja merupakan kelompok yang sangat berpotensi untuk bertindak agresif. Remaja yang sedang berada dalam masa transisi yang banyak menimbulkan konflik, frustasi
BAB I PENDAHULUAN. Gangguan perkembangan seseorang bisa dilihat sejak usia dini, khususnya pada usia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dipandang sebagai proses yang dinamis yang dipengaruhi oleh sifat bakat seseorang dan pengaruh lingkungan dalam menentukan tingkah laku apa yang
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA PARIPURNA
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA PARIPURNA Dr. Suryo Dharmono SpKJ Divisi Psikiatri Komunitas Departemen Psikiatri FKUI/RSCM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI INDONESIA Dikenal
Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog. Fakultas Psikologi UMBY 2015
Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog Fakultas Psikologi UMBY 2015 Faktor Penghambat Lingkungan Lingkungan yang buruk dapat menghambat atau mengganggu tumbuh kembang anak. Biasanya lingkungan yang buruk
KUESIONER KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PONDOK PESANTREN GEDONGAN KABUPATEN CIREBON
KUESIONER KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PONDOK PESANTREN GEDONGAN KABUPATEN CIREBON Disusun oleh: Nama : NIP : LATAR BELAKANG Masa remaja merupakan satu periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia
BAB 1 PENDAHULUAN. Tindak kekerasan merupakan pelanggaran hak azasi manusia dan kejahatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tindak kekerasan merupakan pelanggaran hak azasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta merupakan bentuk diskriminasi. Tindak kekerasan (violence)
BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya.
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. A.1. Perkawinan Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan, maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan
BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut Chaplin,gangguan jiwa adalah ketidakmampuan menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data
ASUHAN KEPERAWATAN KEHILANGAN DAN BERDUKA
ASUHAN KEPERAWATAN KEHILANGAN DAN BERDUKA Sepanjang daur kehidupan tidak terlepas dari situasi yang dapat mempengaruhi respon emosi individu. Salah satu situasi yang mempengaruhi emosi individu adalah
BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah. Setiap anak pada umumnya senang bergaul dan bermain bersama dengan teman
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Setiap anak pada umumnya senang bergaul dan bermain bersama dengan teman sebayanya. Saat bersama dengan teman, seorang anak biasanya selalu penuh dengan
BAB II KAJIAN MENGENAI INFORMASI PUSAT REHABILITASI
BAB II KAJIAN MENGENAI INFORMASI PUSAT REHABILITASI 2.1. Informasi Menurut John Burch dan Gary Grunitski informasi adalah data yang telah diletakan dalam konteks lebih berarti yang dikomunikasikan kepada
HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK
HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK Label: Perkuliahan Bentuk hambatan komunikasi Terapeutik Ada 5 jenis: a. Resistens b. Transferens c. Kontertransferens d. Pelanggaran batas e. Pemberian hadiah 1. Resistens
BAB I PENDAHULUAN. dan merupakan salah satu tempat pembentukan kepribadian seseorang. Dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang dikenal oleh manusia dan merupakan salah satu tempat pembentukan kepribadian seseorang. Dalam keluarga, manusia belajar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Respon Penerimaan Anak 1. Pengertian Respon atau umpan balik adalah reaksi komunikan sebagai dampak atau pengaruh dari pesan yang disampaikan, baik secara langsung maupun tidak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Departemen Kesehatan (1988, dalam Effendy 1998)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dukungan Keluarga 1. Pengertian Keluarga Menurut Departemen Kesehatan (1988, dalam Effendy 1998) Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala
Disusun oleh Ari Pratiwi, M.Psi., Psikolog & Unita Werdi Rahajeng, M.Psi., Psikolog
PELATIHAN PSIKOLOGI DAN KONSELING BAGI DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Disusun oleh Ari Pratiwi, M.Psi., Psikolog & Unita Werdi Rahajeng, M.Psi., Psikolog MAHASISWA Remaja Akhir 11 20 tahun,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan adalah serangkaian proses progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman (Hurlock, 1980: 2). Manusia selalu dinamis
REHABILITASI PADA LAYANAN PRIMER
REHABILITASI PADA LAYANAN PRIMER REHABILITASI PADA LAYANAN PRIMER Tujuan Terapi Ketergantungan Narkotika Abstinensia: Tujuan terapi ini tergolong sangat ideal. Sebagian besar pasien ketergantungan narkotika
BAB V HASIL PENELITIAN
BAB V HASIL PENELITIAN A. Rangkuman Hasil Penelitian Ketiga subjek merupakan pasangan yang menikah remaja. Subjek 1 menikah pada usia 19 tahun dan 18 tahun. Subjek 2 dan 3 menikah di usia 21 tahun dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Eem Munawaroh, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Remaja memiliki dua cara yang berbeda dalam melalui periode remaja. Pertama remaja yang berhasil menjalani periode perkembangan ini tanpa melalui masalah
PENTINGNYA PERAN ORANGTUA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA
PENTINGNYA PERAN ORANGTUA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA Oleh : Wahyu Beny Mukti Setiyawan, S.H., M.H. Fakultas Hukum Universitas Surakarta Hp : 0857-2546-0090, e-mail : [email protected]
Postraumatik stress bisa timbul akibat luka berat atau pengalaman yang menyebabkan organisme menderita kerusakan fisik maupun psikologis
Traumatik event adalah pengalaman dengan tiba-tiba mengejutkan yang meninggalkan kesan yang mendalam pada jiwa seseorang sehingga dapat merusak fisik maupun psikologis Postraumatik stress bisa timbul akibat
BAB I PENDAHULUAN. (NAPZA) atau yang lebih sering dikenal masyarakat dengan NARKOBA
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) atau yang lebih sering dikenal masyarakat dengan NARKOBA (Narkotika dan bahan/obat berbahaya)
BAB V PENUTUP. 1. Proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan cognitive
121 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka di sini peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan cognitive
OLEH : Letkol Laut ( K/W) Drg. R Bonasari L Tobing, M.Si INTERVENSI PSIKOSOSIAL PADA BENCANA
OLEH : Letkol Laut ( K/W) Drg. R Bonasari L Tobing, M.Si INTERVENSI PSIKOSOSIAL PADA BENCANA Letkol Laut (K/W) drg. R. Bonasari L.T, M.Si Dikum Terakhir : Magister Sains Psikologi UI Jakarta Dikmil Terakhir
REHABILITASI PADA LAYANAN PRIMER
REHABILITASI PADA LAYANAN PRIMER Tujuan Terapi Ketergantungan Narkotika Abstinensia: Tujuan terapi ini tergolong sangat ideal. Sebagian besar pasien ketergantungan narkotika tidak mampu atau kurang termotivasi
BAB I PENDAHULUAN. Keluarga yang bahagia dan harmonis merupakan dambaan dari setiap
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keluarga yang bahagia dan harmonis merupakan dambaan dari setiap pasangan. Saling setia dan tidak terpisahkan merupakan salah satu syarat agar tercipta keluarga
Suryo Dharmono Bag. Psikiatri FKUI/RSCM
Suryo Dharmono Bag. Psikiatri FKUI/RSCM Istilah kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) dalam tulisan ini merujuk pada segala bentuk kekerasan berbasis gender yang terjadi dalam konteks kehidupan berkeluarga.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dibandingkan pertengahan masa kanak-kanak bagi remaja itu sendiri maupun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja sejak dahulu dianggap sebagai masa pertumbuhan yang sulit, dibandingkan pertengahan masa kanak-kanak bagi remaja itu sendiri maupun orang tua. Masa
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkawinan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia.
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkawinan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Setiap individu memiliki harapan untuk bahagia dalam kehidupan perkawinannya. Karena tujuan perkawinan
BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Kondisi Trauma klien sebelum dilakukannya Pemulihan Psikososial di
63 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Kondisi Trauma klien sebelum dilakukannya Pemulihan Psikososial di Lembaga Rumah Perlindungan dan Trauma Center Sriwijaya Palembang Untuk mengetahui kondisi kejiwaan klien
PRODI DIII KEBIDANAN STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA
Epidemiologi Dasar RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT ANDREAS W. SUKUR PRODI DIII KEBIDANAN STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA Website: https://andreaswoitilasukur.wordpress.com/ Email : [email protected] Riwayat
BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM TERHADAP PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI PPT SERUNI KOTA SEMARANG
BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM TERHADAP PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI PPT SERUNI KOTA SEMARANG A. Analisis Pelaksanaan Penanganan anak Korban kekerasan seksual di PPT SERUNI
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERCERAIAN ORANG TUA DENGAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN. Skripsi
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERCERAIAN ORANG TUA DENGAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Psikologi
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2011 TENTANG PEMBINAAN, PENDAMPINGAN, DAN PEMULIHAN TERHADAP ANAK YANG MENJADI KORBAN ATAU PELAKU PORNOGRAFI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN
MENGAPA PERLU MENANGANI REMAJA
MENGAPA PERLU MENANGANI REMAJA LATAR BELAKANG Siapa Remaja? Remaja : Anak yang berusia antara 10-19 tahun. UU No 23/2002, sejak dalam kandungan hingga belum berusia 18 tahun, termasuk di dalamnya adalah
ABSTRAK. Kata Kunci: Manajemen halusinasi, kemampuan mengontrol halusinasi, puskesmas gangguan jiwa
ABSTRAK Halusinasi adalah gangguan jiwa pada individu yang dapat ditandai dengan perubahan persepsi sensori, dengan merasakan sensasi yang tidak nyata berupa suara, penglihatan, perabaan, pengecapan dan
BAB V PENUTUP. kepada pihak-pihak terkait dengan penemuan makna hidup pasien gagal ginjal
BAB V PENUTUP Setelah deskripsi dan analisa data pada Bab III dan IV dengan menggunakan pisau logoterapi Frankl maka di akhir tulisan ini penulis akan menutup tulisan ini dengan memberikan kesimpulan berdasarkan
Teori dan Teknik Konseling. Nanang Erma Gunawan
Teori dan Teknik Konseling Nanang Erma Gunawan [email protected] Konselor memiliki daya terapeutik Diri konselor adalah sebagai instrumen Memiliki pengetahuan mengenai: - teori kepribadian dan psikoterapi
SEX EDUCATION. Editor : Nurul Misbah, SKM
SEX EDUCATION Editor : Nurul Misbah, SKM ISU-ISU SEKSUALITAS : Pembicaraan mengenai seksualitas seringkali dianggap sebagai hal yang tabu tidak pantas dibicarakan dalam komunitas umum bersifat pribadi
PENGANTAR PSIKOLOGI KLINIS
PENGANTAR PSIKOLOGI KLINIS Psikologi Abnormal Psikologi Kepribadian PSIKOLOGI KLINIS Psikologi Perkembangan Asesmen dan Intervensi Psikopatologi Pengertian Metode yg digunakan untuk mengubah dan mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Strauss et al (2006) skizofrenia merupakan gangguan mental yang berat, gangguan ini ditandai dengan gejala gejala positif seperti pembicaraan yang kacau, delusi,
THE COUNSELING INTERVIEW
THE COUNSELING INTERVIEW Setiap orang yang biasa dipanggil sebagai konselor, bertugas untuk membantu subjek memperoleh insight dan kemampuan untuk mengatasi masalah fisik, emosi, finansial, akademis ataupun
SOLUTION FOCUSED BRIEF GROUP THERAPY (SFBGT)
43 MODUL SOLUTION FOCUSED BRIEF GROUP THERAPY (SFBGT) Untuk Perilaku Agresif Remaja Oleh : Danang Setyo Budi Baskoro 44 Solution Focused Brief Group Therapy Untuk Perilaku Agresif Remaja Pengertian Solution
DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KELUARGA DALAM PENYEMBUHAN PASIEN NAPZA DI RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA
DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KELUARGA DALAM PENYEMBUHAN PASIEN NAPZA DI RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA Elisa Putri D. Siahaan*, Wardiyah Daulay** *Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU **Dosen
BAB I PENDAHULUAN. mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Siswa Sekolah Menengah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada siswa Sekolah Menengah Pertama berusia 12 tahun sampai 15 tahun, mereka membutuhkan bimbingan dan arahan dari pihak keluarga dan sekolah agar mereka dapat
56 PERKEMBANGAN PERILAKU KEPRIBADIAN REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG KEDUA ORANG TUA BERCERAI
56 PERKEMBANGAN PERILAKU KEPRIBADIAN REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG KEDUA ORANG TUA BERCERAI Oleh: Aziza Trizilvania Amadea, Santoso Tri Raharjo, & Budi M. Taftazani Email: [email protected]; [email protected];
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA SEJARAH KEPERAWATAN JIWA DILUAR NEGERI Sblm th 1860 perawatan klien jiwa dgn costudial care (tertutup & isolatif) Th 1873 Linda Richards mengembangkan
Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog. Fakultas Psikologi UMBY 2013
Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog Fakultas Psikologi UMBY 2013 Faktor Penghambat Lingkungan Lingkungan yang buruk dapat menghambat atau mengganggu tumbuh kembang anak. Biasanya lingkungan yang buruk
Konseling Kelompok. Pertemuan ke-13
Konseling Kelompok Pertemuan ke-13 Pengantar Konseling kelompok memungkinkan konselor menghadapi bbrp konseli - dg keuntungan biaya yg lebih murah dmn proses kelompok jg memiliki keuntungan dg tjdnya keunikan
2015 PENGARUH PROGRAM BIMBINGAN INDIVIDUA TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kasus kekerasan di dalam rumah tangga merupakan hal yang bersifat pribadi dan cenderung dirahasiakan dari dunia luar. Kasus ini dapat merugikan sebagian orang dan
BAB I PENDAHULUAN. menjadi lebih mudah dengan berbagai macam kepentingan. Kecepatan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu, sehingga segala aspek kehidupan manusia tidak memiliki batas.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan yang lainnya pasti membutuhkan kerjasama. Ketergantungan manusia satu dengan yang lain merupakan
PENGANTAR. kebiasaan, visi hidup, maupun strata pendidikan. Perbedaan dan keunikan masingmasing
PENGANTAR Konflik dalam Pernikahan Pernikahan melibatkan dua individu yang berbeda dan unik, baik dari kebiasaan, visi hidup, maupun strata pendidikan. Perbedaan dan keunikan masingmasing pasangan menuntut
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN TENTANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2011 2011 TENTANG PEMBINAAN, PENDAMPINGAN, DAN PEMULIHAN TERHADAP ANAK YANG MENJADI KORBAN ATAU PELAKU PORNOGRAFI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BAB 1 PENDAHULUAN. Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang menghadapi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang menghadapi perubahan pertumbuhan dan perkembangan. Masa remaja mengalami perubahan meliputi perubahan
KEBERFUNGSIAN SOSIAL (INDIVIDU-KELOMPOK- KOMUNITAS) NELSON ARITONANG STKS BANDUNG
KEBERFUNGSIAN SOSIAL (INDIVIDU-KELOMPOK- KOMUNITAS) NELSON ARITONANG STKS BANDUNG PEKERJAAN SOSIAL (IFSW& IASSW 2014). PEKERJAAN SOSIAL MERUPAKAN SUATU PROFESI DIDASARKAN PRAKTIK DAN DISIPLIN ILMU DALAM
RELEVANSI ILMU PSIKOLOGI DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM HR. Riza Sarasvita, PhD Kemenkes RI
RELEVANSI ILMU PSIKOLOGI DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM HR Riza Sarasvita, PhD Kemenkes RI Pendekatan Holistik Biologis Sosial Psikologi Fakta Angka kekambuhan > 80% setelah program perawatan (Fisher & Harrison,
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 11 TAHUN : 2016 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PENCEGAHAN PERKAWINAN PADA USIA ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KULON PROGO,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sintia Dewi,2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Alberty (Syamsudin, 2004:130) mengemukakan masa remaja merupakan suatu periode dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan obat berbahaya. Adapun istilah lainnya yaitu Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif
