Kurikulum Program PPG Matematika
|
|
|
- Deddy Indradjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Published on Jurusan Pendidikan Matematika ( Home > Kurikulum Kurikulum Program PPG Matematika Submitted byhenrylutfi on Wed, :11 Struktur Kurikulum Program PPG Matematika Penyusunan struktur kurikulum Program PPG Matematika mengacu pada Pasal 9 Permendiknas No. 08 Tahun 2009 tentang Program PPG yang dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Struktur kurikulum program PPG berisi pendidikan bidang studi (subject specific pedagogy) dan Program Pengalaman (PPL) kependidikan, (2) Dalam hal peserta didik berasal dari S-1 Kependidikan yang mengintegrasikan PPL ke dalam kurikulumnya maka kurikulum program PPG berisi pemantapan bidang studi dan pendidikan bidang studi (subject enrichment and subject specific pedagogy) serta pemantapan PPL. Perumusan struktur kurikulum PPG Matematika dengan memperhatikan jenjang pendidikan peserta PPG (guru SMP/MTs atau guru SMA/MA/SMK) dan pola penyelenggaraan (pola blok atau pola non blok). Pemilihan pola penyelenggaraan PPG didasarkan pada kesepakatan LPTK dengan pihak sekolah mitra. Jika dikehendaki, LPTK dapat mengubah atau menyesuaikan muatan isi kegiatan workshop. Kurikulum Program PPG Matematika SMP/MTs Pola Blok Image not found Kurikulum SMP/MTs PPG Matematika Deskripsi Kegiatan Pendidikan Bidang Studi (Subject Specific Pedagogy/ SSP) 1. Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMP/MTs Kelas VII semester matematika lingkup SMP Kelas 1 semester 1 2. Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMP/MTs Kelas VII semester 2 Mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa bahan ajar, RPP, LKS, evaluasi dan media pembelajaran serta pemantapan penguasaan materi matematika lingkup SMP Kelas 1. semester 2 3. Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMP/MTs Kelas VIII semester 1. Mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa bahan ajar, RPP, matematika lingkup SMP Kelas 2 semester 1 4. Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMP/MTs Kelas VIII
2 semester 2. Mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa bahan ajar, RPP, matematika lingkup SMP Kelas 2 semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMP/MTs Kelas IX semester matematika lingkup SMP Kelas 2 semester 1 6. Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMP/MTs Kelas IX semester matematika lingkup SMP Kelas 2 semester 1 Pemantapan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan 1. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMP/MTs Kelas VIIMelaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMP 2. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMP/MTs Kelas VIII. Melaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMP Kelas VIII. 3. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMP/MTs Kelas IX. Melaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMP Kelas IX. 4. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah. Observasi pengelolaan sekolah terkait dengan kegiatan administrasi sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler serta keterlibatan peserta PPG dalam pengelolaan sekolah. Outputnya berupa laporan observasi. 5. Pemantapan Materi dan Pengembangan Penunjang Profesi Guru Matematika. Salah satu materi yang dikembangkan adalah melakukan penelitian dan mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan melalui kegiatan penelitian tindakan kelas yang outputnya berupa laporan PTK. Kurikulum Program PPG Matematika SMA/MA Pola Blok
3 Kurikulum SMA/MA PPG Matematika Image not found Deskripsi Kegiatan Pendidikan Bidang Studi (Subject Specific Pedagogy/ SSP) 1. Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMA/MA Kelas X semester matematika lingkup SMA Kelas X semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMA/MA Kelas X semester matematika lingkup SMA Kelas X semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMA/MA Kelas XI semester matematika lingkup SMA Kelas XI semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMA/MA Kelas XI semester matematika lingkup SMA Kelas XI semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMA/MA Kelas XII semester matematika lingkup SMA Kelas XII semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMA/MA Kelas XII semester
4 matematika lingkup SMA Kelas XII semester 1 Pemantapan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan 1. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMA/MA Kelas X. Melaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMA Kelas X. 2. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMA/MA Kelas XI. Melaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMA Kelas XI. 3. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMA/MA Kelas XII. Melaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMA Kelas XII. 4. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah.Observasi pengelolaan sekolah terkait dengan kegiatan administrasi sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler serta keterlibatan peserta PPG dalam pengelolaan sekolah. Outputnya berupa laporan observasi. 5. Pemantapan Materi dan Pengembangan Penunjang Profesi Guru Matematika. Salah satu materi yang dikembangkan adalah melakukan penelitian dan mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan melalui kegiatan penelitian tindakan kelas yang outputnya berupa laporan PTK. Kurikulum Program PPG Matematika SMK/MAK Pola Blok Kurikulum SMK/MAK PPG Matematika Image not found Deskripsi Kegiatan Pendidikan Bidang Studi (Subject Specific Pedagogy/ SSP)
5 1. Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMK/MAK Kelas X semester matematika lingkup SMK Kelas X semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMK/MAK Kelas X semester matematika lingkup SMK Kelas X semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMK/MAK Kelas XI semester matematika lingkup SMK Kelas XI semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMK/MAK Kelas XI semester matematika lingkup SMK Kelas XI semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMK/MAK Kelas XII semester 1. Mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa bahan ajar, RPP, matematika lingkup SMK Kelas XII semester Pemantapan Materi dan Pengembangan SSP Matematika SMA/MA Kelas XII semester matematika lingkup SMA Kelas XII semester 1. Pemantapan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan 1. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMK/MAK Kelas X.Melaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMK Kelas X. 2. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMK/MAK Kelas XI.Melaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMK Kelas XI. 3. Implementasi Pembelajaran PPL Matematika SMK/MAK Kelas XII. Melaksanakan, pembimbingan, dan pelatihan peserta didik pada tingkat satuan pendidikan SMK Kelas XII. 4. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah.Observasi pengelolaan sekolah terkait dengan kegiatan administrasi sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler serta keterlibatan peserta PPG dalam pengelolaan sekolah. Outputnya berupa laporan observasi. 5. Pemantapan Materi dan Pengembangan Penunjang Profesi Guru Matematika. Salah satu materi yang dikembangkan adalah melakukan penelitian dan mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan melalui kegiatan penelitian tindakan kelas yang outputnya berupa laporan PTK. Pola Pembelajaran dan Assesmen Program PPG Matematika Pola Pembelajaran PPG Matematika
6 Prinsip-prinsip pembelajaran yang perlu mendapat perhatian khusus dalam program pendidikan profesi guru (PPG) matematika, antara lain adalah: Keaktifan mahasiswa. Proses pembelajaran PPG matematika ini diarahkan pada upaya untuk mengaktifkan mahasiswa, bukan dalam arti fisik melainkan dalam keseluruhan perilaku belajar. Keaktifan ini dapat diwujudkan antara lain melalui pemberian kesempatan menyatakan gagasan matematika, mencari informasi dari berbagai sumber, dan melalui berbagai konteks, dan melaksanakan tugas-tugas yang merupakan aplikasi dari konsep-konsep yang telah dipelajari sebelumnya. High order thinking. Pengembangan sistim pembelajaran matematika berorientasi pada kemampuan berfikir tingkat tinggi (high order thinking), meliputi berpikir kritis, kreatif, logis, reflektif, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Dampak pengiring. Di samping diarahkan pada pencapaian dampak instruksional (instructional effects), proses pembelajaran PPG matematika diharapkan mengakomodasi upaya pencapaian dampak pengiring (nurturant effects), yang mendorong pengembangan kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian peserta PPG sebagai guru. Pemanfaatan teknologi informasi. Keterampilan memanfaatkan multi media dan teknologi informasi perlu dikembangkan dalam semua kegiatan workshop PPG, baik untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan maupun sebagai media pembelajaran matematika. Pembelajaran Kontekstual. Dalam melaksanakan pembelajaran PPG matematika, konsep-konsep diperoleh melalui pengalaman dan kenyataan yang ada di lingkungan sehari-hari. Pengenalan lapangan dalam bidang pembelajaran matematika dilakukan sejak awal, melalui kegiatan observasi kelas di sekolah, kemudian hasil observasi dianalisis dan diskusikan bersama dalam kegiatan workshop PPG matematika. Artinya kegiatan pengenalan lapangan tidak hanya dilakukan menjelang akhir program saja, melainkan dapat juga dilakukan kunjungan ke sekolah pada waktu-waktu tertentu sepanjang tahun. Model pembelajaran Matematika yang Inovatif. Penggunaan strategi dan model pembelajaran matematika inovatif dalam mengaktifkan peserta propram PPG diutamakan. Pembelajaran matematika berbasis inovatif adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan-pendekatan pembelajaran mutakhir matematika yang bercirikan konstruktivism hendaknya menjadi bagian utama dalam pembelajaran matematika, sehingga para siswa mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri dan peran guru dalam hal ini adalah sebagai fasilitator dian sebagai pembimbing. Belajar dengan berbuat. Prinsip learning by doing tidak hanya diperlukan dalam pembentukan keterampilan, melainkan juga pada pembentukan pengetahuan dan sikap. Dengan prinsip ini, pengetahuan dan sikap terbentuk melalui pengalaman dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang ditugaskan termasuk mengatasi masalahmasalah yang dihadapi di lapangan. Proses pembelajaran dalam Program PPG lebih menekankan kepada partisipasi aktif peserta PPG melalui model pembelajaran workshop atau lokakarya dengan bimbingan atau asuhan dosen dan guru pamong. Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas tidak dilakukan secara terpisah dari kegiatan workshop PPG. Dengan bantuan guru pamong dan pembimbing para peserta PPG mengindentifikasi permasalahan-permasalah dalam pembelajaran matematika di sekolah. Selanjutnya masing-masing peserta mencoba merumuskan permasalahan PTK untuk dilakukan selama kegiatan workshop dan PPL.
7 Source URL:
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PENDIDIKAN PROFESI GURU SM3T FKIP UNS TAHUN 2017 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN PROFESI GURU
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN PROFESI GURU Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 Program pendidikan profesi guru pra jabatan yang selanjutnya disebut program
KURIKULUM NASIONAL PPG SM3T 2014 DAN IMPLEMENTASINYA DI PROGRAM PPG SM-3T UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2014
KURIKULUM NASIONAL PPG SM3T 2014 DAN IMPLEMENTASINYA DI PROGRAM PPG SM-3T UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2014 SOSIALISASI KURIKULUM NASIONAL PPG SM3T 2014 DAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PROGRAM
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU PRA JABATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Menimbang
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2013 TENTANG PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2013 TENTANG PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BAB I PENDAHULUAN. Di era global ini, tantangan dunia pendidikan begitu besar, hal ini yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era global ini, tantangan dunia pendidikan begitu besar, hal ini yang mendorong para peserta didik untuk mendapatkan prestasi terbaik. Pendidikan di Indonesia
Totok Bintoro. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional
Totok Bintoro Tim Pengembang Program PPG Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional 1 Pada saat para guru dan akademisi di bidang pendidikan berkumpul, murid-murid bertanya:
PROGRAM PROFESI GURU BIOLOGI
PROGRAM PROFESI GURU BIOLOGI LEVEL 7 (Profesi) --- Perpres No. 8/2012 Mampu merencanakan dan mengelola sumberdaya di bawah tanggung jawabnya, dan mengevaluasi secara komprehensif kerjanya dengan memanfaatkan
PANDUAN PPG. Pendidikan Profesi Guru 2017
i PANDUAN PPG Pendidikan Profesi Guru 2017 DIREKTORAT PEMBELAJARAN Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi P uji syukur kami panjatkan ke
PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU
SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU
SATUAN ACARA PEKULIAHAN 6. : Pemantapan dan pengembangan kompetensi kependidikan Biologi
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) Kantor: Gedung H lt 4 Kampus, Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229 Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Katalog Universitas Terbuka
Katalog Universitas Terbuka 2010 187 3) Jurusan Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam a) Program Studi Pendidikan (S1) Para guru lulusan program S1 Pendidikan diharapkan dapat: (1) menguasai keilmuan matematika
Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Drs., M.Pd. - - FIP - UPI Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan No Drs., M.Pd. - - FIP - UPI Perkembangan Jumlah Guru Sumber: Balitbang 2004 Jenjang Pendidikan Tahun 2000/2001 2001/2002 2002/2003 1 TK 102,503
PANDUAN PPG Pendidikan Profesi Guru 2017
i PANDUAN PPG Pendidikan Profesi Guru 2017 DIREKTORAT PEMBELAJARAN Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi P uji syukur kami panjatkan ke
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X Semester II SMA Widya Wacana Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010) SKRIPSI
Panduan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PPGT UNESA TAHUN 2015
Panduan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PPGT UNESA TAHUN 2015 A. Rasional Masalah mendasar dunia pendidikan, terutama yang terkait dengan guru ialah: distribusi guru yang tidak merata, relevansi terhadap
BAB IV PELAKSANAAN PROFESIONALISASI GURU PAI MELALUI PENDIDIKAN PROFESI GURU. A. Lembaga Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru
BAB IV PELAKSANAAN PROFESIONALISASI GURU PAI MELALUI PENDIDIKAN PROFESI GURU A. Lembaga Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru 1. Kriteria Lembaga Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Lembaga penyelenggara
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMAHAMAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN HEURISTIK
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMAHAMAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN HEURISTIK (PTK Pada Siswa Kelas VII SMP N I Sidoharjo Wonogiri) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna
BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan disiplin ilmu yang diaplikasikan di berbagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan disiplin ilmu yang diaplikasikan di berbagai bidang ilmu dan teknologi. Daniel Muij dan David Reynolds (2008: 333) mengatakan bahwa matematika
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU BAGI GURU DALAM JABATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMK TEUKU UMAR SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMK TEUKU UMAR SEMARANG Disusun oleh : Nama : Mega Eriska R.P. NIM : 4101409069 Prodi : Pendidikan Matematika, S1 FAKULTAS MATEMTAIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
BAB I PENDAHULUAN. diharapkan mampu membentuk individu-individu yang berkompentensi. sesuai bidang keahlian yang dipilih atau yang dimilikinya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara umum pendidikan merupakan suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya. Pendidikan terdiri dari pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting. Karena pentingnya, matematika diajarkan mulai dari jenjang SD sampai dengan Perguruan Tinggi
MANFAAT HASIL PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SEBAGAI KESIAPAN GURU PRODUKTIF
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia, yakni masalah pendidikan, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003
Panduan PPL PPG SM-3T UNDIKSHA
BAB I PENDAHULUAN A. Rasional Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (3) yang telah diamandemen, dinyatakan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan
BAB I PENDAHULUAN. sehingga dapat menciptakan perubahan perilaku anak baik cara berfikir maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan dengan sengaja, teratur dan terencana untuk membina kepribadian dan mengembangkan kemampuan anak sehingga
MODEL PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI KOLABORASI SMK PRODUKTIF BERBASIS RESEARCH
MODEL PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI KOLABORASI SMK PRODUKTIF BERBASIS RESEARCH 1 Tati Abas, 1 Mally Maeliah, 1 Neni Rohaeni, 1 Yoyoh Jubaedah Email : [email protected] 1)Fakultas Teknologi dan
MODEL PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI KOLABORASI SMK PRODUKTIF BERBASIS RESEARCH
JKKP : Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan http://doi.org/10.21009/jkkp DOI: doi.org/10.21009/jkkp.041.02 E-ISSN : 2597-4521 MODEL PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI KOLABORASI SMK PRODUKTIF
INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA MAHASISWA PADA KEGIATAN WORKSHOP SSP DAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PROGRAM PPG SM3T
Pengantar INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA MAHASISWA PADA KEGIATAN WORKSHOP SSP DAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PROGRAM PPG SM3T A. Instrumen penilaian kinerja mahasiswa PPG SM3T pada kegiatan Praktik
Panduan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PPG-SM3T UNESA TAHUN 2015
Panduan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PPG-SM3T UNESA TAHUN 2015 A. Rasional Masalah mendasar dunia pendidikan, terutama yang terkait dengan guru ialah: distribusi guru yang tidak merata, relevansi
PENETAPAN KINERJA BUPATI TEMANGGUNG TAHUN ANGGARAN 2014 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET (Usia 0-6 Tahun)
URUSAN WAJIB: PENDIDIKAN PENETAPAN KINERJA BUPATI TEMANGGUNG TAHUN ANGGARAN 2014 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 1 Meningkatnya Budi Pekerti, 1 Persentase pendidik yang disiplin Tata Krama
BAB I PENDAHULUAN. tujuan pendidikan menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hayat, dari manusia dilahirkan hingga akhir kehidupannya. Melalui pendidikan,
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN 2014 TENTANG
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN 2014 TENTANG PERAN GURU TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ATAU KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI DALAM IMPLEMENTASI
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah tingkat tinggi. Menurut Widiharto (2004: 1) tujuan pembelajaran
TEKNIK PENGEMBANGAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI MATEMATIKA SMP/MTs
DIKLAT GURU PEMANDU/GURU INTI/PENGEMBANG MATEMATIKA SMP JENJANG DASAR TAHUN 2010 TEKNIK PENGEMBANGAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI MATEMATIKA SMP/MTs Disusun oleh: Sri Wardhani DEPARTEMEN PENDIDIKAN
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pembentukan manusia sempurna melalui pendidikan, di dalam pendidikan berlaku
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembentukan manusia sempurna melalui pendidikan, di dalam pendidikan berlaku undang-undang pada saat ini adalah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan adalah hal paling penting dalam kehidupan yang merupakan salah satu kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan, serta sikap dan perilaku positif
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bahasa Indonesia dipelajari untuk menjadikan peserta didik mampu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa Indonesia dipelajari untuk menjadikan peserta didik mampu berkomunikasi dengan baik dan benar. Pemerintah berharap menjadikan bahasa Indonesia sebagai wahana
PEDOMAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU SM-3T
Panduan PPL PPG SM-3T UNDIKSHA 2017 i PEDOMAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU SM-3T KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh peserta didik (in put), pendidik, sarana dan prasarana,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu sistem atau model pendidikan sangat dipengaruhi oleh komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yang antara lain dipengaruhi oleh peserta didik
PROFESIONALISME PEMBELAJARAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)
MAKALAH UTAMA PROFESIONALISME PEMBELAJARAN ISBN : 978-979-1533-85-0 PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU () Totok Bintoro Tim Pengembang Program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
BAB I PENDAHULUAN. logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Lebih
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah ilmu pengetahuan yang sangat penting. Bukan tanpa alasan matematika diberikan di semua jenjang pendidikan. Dalam standar isi untuk satuan pendidikan
PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS GURU TIK DAN KKPI
PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS GURU TIK DAN KKPI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014 KATA PENGANTAR Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi
Platform UPI dengan tugas utamanya di bidang disiplin ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan ilmu lainnya memiliki kepedulian tinggi terhadap
A. Latar Belakang SD bukan lagi jabatan serampangan yang bisa diganti kedudukannya oleh siapa saja. Jabatan guru SD merupakan jabatan keahlian atau jabatan profesional. Artinya perlu adan standarisasi
I. PENDAHULUAN. Salah satu media atau sumber belajar yang dapat dijadikan sebagai penunjang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu media atau sumber belajar yang dapat dijadikan sebagai penunjang dan dapat membantu guru maupun siswa dalam proses pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan
BAB I PENDAHULUAN. spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. yang telah maju. Pendidikan mepunyai peranan yang sangat penting dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana secara etis, sistematis, intensional dan kreatif dimana peserta didik mengembangkan potensi diri, kecerdasan, pengendalian
Efisien jika lingkungan dimana siswa dilatih merupakan replika lingkungan dimana nanti ia akan bekerja
1. Mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja 2. Didasarkan kebutuhan dunia kerja Demand-Driven 3. Penguasaan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja 4. Kesuksesan siswa pada Hands- On atau
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka dapat dirumuskan
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut: 1. Kondisi pembelajaran PAI saat ini Berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan
1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut,
LAPORAN MENGIKUTI PELATIHAN KURIKULUM 2013
LAPORAN MENGIKUTI PELATIHAN KURIKULUM 2013 A. PENDAHULUAN secara bertahap dan terbatas telah dilaksanakan pada tahun 2013 di 6.326 sekolah, mulai jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Pada Tahun 2014 Kementerian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya sehigga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Selain itu pembelajaran merupakan
EFEKTIFITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR MATEMATIS SISWA
EFEKTIFITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR MATEMATIS SISWA Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, UPY email: [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. bimbingan, pengajaran dan latihan bagi perannya dimasa mendatang. Pendidikan di Indonesia diselenggarakan guna memenuhi kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha untuk menyiapkan siswa melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi perannya dimasa mendatang. Pendidikan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat di era
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat di era globalisasi ini. Selain itu, dengan adanya pasar bebas AFTA dan AFLA serta APEC tentu saja telah
IMPLIKASI UU DAN PP THD PENGEMBANGAN KURIKULUM PUSAT KURIKULUM - BALITBANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Puskur Balitbang 1
IMPLIKASI UU DAN PP THD PENGEMBANGAN KURIKULUM PUSAT KURIKULUM - BALITBANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 1 PENGERTIAN KURIKULUM (Pasal 1 UU No. 0 Tahun 00) Seperangkat rencana & pengaturan SNP Tujuan
PANDUAN PPG. Pendidikan Profesi Guru 2016
PANDUAN PPG Pendidikan Profesi Guru 2016 DIREKTORAT PEMBELAJARAN Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi P asal 23 (ayat 1) Undang-undang
BAB I PENDAHULUAN. karakteristik yang dikehendaki dunia kerja (Career Center Maine Department
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemampuan berpikir kreatif merupakan suatu hal yang penting dalam masyarakat modern, karena dapat membuat manusia menjadi lebih fleksibel, terbuka, dan mudah
BAB I PENDAHULUAN. pendidikannya. Dengan kata lain, peran pendidikan sangat penting untuk. pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikannya. Dengan
BAB I PENDAHULUAN. manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Perkembangan sains dan teknologi dewasa ini menuntut sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah manusia yang
PANDUAN. PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN PASCA PROGRAM SM-3T (Edisi III)
PANDUAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN PASCA PROGRAM SM-3T (Edisi III) K E M E N T E R I A N R I S E T, T E K N O L O G I DAN P E N D I D I K A N T I N G G I 201 5 PANDUAN PROGRAM PENDIDIKAN
No pembelajaran; (iii) peningkatan manajemen Guru, pendidikan keguruan, dan reformasi Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK); (iv) peningka
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I No.6058 PENDIDIKAN. Guru. Perubahan. (Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 107) PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR
ANGKET UNTUK WAKIL KEPALA SEKOLAH KURIKULUM
ANGKET UNTUK WAKIL KEPALA SEKOLAH KURIKULUM Nama : NIP : Sekolah : Bagian A. Standar Isi Berilah tanda checklist ( ) pada pilihan yang sesuai bagi setiap pertanyaan berikut: 1. Pembelajaran didasarkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap manusia, pendidikan juga merupakan upaya manusia untuk memperluas pengetahuan dalam rangka membentuk
BAB I PENDAHULUAN. kepada semua jenjang pendidikan mulai tingkat SD, SMP, SMA/SMK, bahkan. menghadapi perkembangan jaman yang semakin maju.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu bidang studi yang memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan jumlah alokasi waktu jam pelajaran
PEDOMAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 105 TAHUN 2014 TENTANG PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH PEDOMAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Matematika adalah ratunya ilmu pengetahuan (Mathematics is the queen of the sciences), maksudnya ialah bahwa matematika itu tidak bergantung kepada bidang studi lain;...
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kelangsungan kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan negara, karena dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan negara, karena dengan pendidikan dapat meningkatkan
PEDOMAN RINTISAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI BERKEWENANGAN TAMBAHAN (PPGT)
PEDOMAN RINTISAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI BERKEWENANGAN TAMBAHAN (PPGT) PEDOMAN RINTISAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI BERKEWENANGAN TAMBAHAN (PPGT) DIREKTORAT PENDIDIK
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarakan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan : Hasil belajar siswa SMA Negeri 2 Serui Kabupaten Kepulauan Yapen,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarakan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan : Hasil belajar siswa SMA Negeri 2 Serui Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua dengan pembelajaran berbasis
Pardomuan N.J.M. Sinambela Afrodita Munthe. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Pembelajaran Matematika Realistik.
1 PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA MATERI SEGI EMPAT DI KELAS VII MTS AMDA PERCUT SEI TUAN T.A. 2014/2015 Pardomuan N.J.M.
Misi 4. Mewujudkan Peningkatan Pendidikan yang Berkualitas tanpa Meninggalkan Kearifan Lokal
Misi 4. Mewujud Peningkatan yang Berkualitas tanpa Meninggal Kearifan Lokal No PROGRAM SI AWAL PENG GUNG WAB 1 Program anak usia dini, Wajib belajar pendidi dasar, menengah, dan nonformal 2 Program pendidi
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF METODE LIGHTENING THE LEARNING CLIMATE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
1 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF METODE LIGHTENING THE LEARNING CLIMATE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (PTK di SMPN 4 Boyolali Kelas VIII Semester Genap Tahun
BAB V PENUTUP. Nomor 03 Tahun 2009 tentang Pendidikan Al-Qur an, yaitu: a. Dasar kurikulum Pendidikan Al-Qur an dari Peraturan Daerah
BAB V PENUTUP A. Simpulan 1. Gagasan kurikulum pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 03 Tahun 2009 tentang Pendidikan Al-Qur an, yaitu: a. Dasar kurikulum Pendidikan Al-Qur an dari Peraturan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Astrada, 2014 Studi pelaksanaan standar proses di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 terpadu Ngabang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Standar proses adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan. Standar proses bertujuan untuk
PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) 1
PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) 1 PANDUAN PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN PROGRAM SARJANA PENDIDIKAN DIREKTORAT PEMBELAJARAN DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN KEMENTERIAN
Standar kopetensi Pendidikan oleh Fauzan AlghiFari / / TP-B
Standar kopetensi Pendidikan oleh Fauzan AlghiFari / 15105241008 / TP-B http://fauzanfari.blogs.uny.ac.id Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan kriteria minimal tentang berbagai aspek yang relevan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan Badan Nasional Standar Pendidikan (BSNP) merumuskan 16
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Badan Nasional Standar Pendidikan (BSNP) merumuskan 16 prinsip pembelajaran yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan abad ke 21 yaitu (1) dari berpusat
Analisis Kebijakan Penyelenggaraan PPG SD/MI Pra Jabatan di Indonesia
Analisis Kebijakan Penyelenggaraan PPG SD/MI Pra Jabatan di Indonesia Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dosen Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya [email protected] Abstrak Guru sebagai tenaga profesional
Arnentis, Darmawati dan Idel Fitri Mulyani Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau, Pekanbaru 28293
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA MELALUI STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 1 KAMPAR KIRI TAHUN AJARAN 2009/2010 Arnentis, Darmawati dan Idel Fitri
~ 1 ~ PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2008 TENTANG GURU
~ 1 ~ PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR Draf 03 12 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2008 TENTANG GURU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN
I. PENDAHULUAN. erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, oleh karena itu pembelajaran harus
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fisika merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, oleh karena itu pembelajaran harus mengajarkan
BAB I PENDAHULUAN. saat ini, manusia lebih mudah menerima informasi yang melimpah, cepat, praktis
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini telah berkembang dengan cepat, dan canggih yang ditunjang oleh kemampuan pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan
EDISI : 2. PENGEMBANGAN RPP. Modul : Pengembangan RPP Soal-soal seputar RPP
EDISI : 2. PENGEMBANGAN RPP Modul : Pengembangan RPP Soal-soal seputar RPP Mekanisme Pengembangan RPP 1. Perencanaan Tahap pertama dalam pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan
