SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)"

Transkripsi

1 MAKALAH DATA MINING SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Di Susun Oleh : Nama : RA. Toyyibatul Faihah NRP : JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO

2 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Support Vector Machine (SVM) adalah salah satu metode PR yang akhirakhir ini banyak mendapat perhatian. Support Vector Machine (SVM) dikembangkan oleh Boser, Guyon, Vapnik, dan pertama kali dipresentasikan pada tahun 1992 di Annual Workshop on Computational Learning Theory. Konsep dasar SVM sebenarnya merupakan kombinasi harmonis dari teoriteori komputasi yang telah ada puluhan tahun sebelumnya, seperti margin hyperplane (Duda & Hart tahun 1973, Cover tahun 1965, Vapnik 1964, dsb.), kernel diperkenalkan oleh Aronszajn tahun 1950, dan demikian juga dengan konsepkonsep pendukung yang lain. Akan tetapi hingga tahun 1992, belum pernah ada upaya merangkaikan komponen komponen tersebut. Prinsip dasar SVM adalah linear classifier, dan selanjutnya dikembangkan agar dapat bekerja pada problem non-linear. dengan memasukkan konsep kernel trick pada ruang kerja berdimensi tinggi. Support Vector Machine (SVM) juga dikenal sebagai teknik pembelajaran mesin (machine learning) paling mutakhir setelah pembelajaran mesin sebelumnya yang dikenal sebagai Neural Network (NN). Baik SVM maupun NN tersebut telah berhasil digunakan dalam pengenalan pola. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan pasangan data input dan data output berupa sasaran yang diinginkan. Pembelajaran dengan cara ini disebut dengan pembelajaran terarah (supervised learning). Dengan pembelajaran terarah ini akan diperoleh fungsi yang menggambarkan bentuk ketergantungan input dan outputnya. Selanjutnya, diharapkan fungsi yang diperoleh mempunyai kemampuan generalisasi yang baik, dalam arti bahwa fungsi tersebut dapat digunakan untuk data input di luar data pembelajaran. 1.2 Rumusan Masalah Pada makalah ini akan dibahas sebagai berikut : I. Support Vector Machine (umum) II. Support Vector Machine Classification III. IV. Support Vector Machine Regression Aplikasi SVM dalam a. Pengolahan Citra b. Pengolahan Audio c. Data Mining d. Klasifikasi Dokumen Web e. Peramalan (Forecasting) 1.3 Tujuan 1. Agar pembaca bisa mengerti pengertian tentang Support Vector Machine secara umum 2. Pembaca mengerti tentang Support Vector Classification 3. Pembaca mengerti tentang Support Vector Regression 4. Pembaca dapat mengetahui contoh Aplikasi menggunakan Support Vector Machine 2

3 I. SUPPORT VECTOR MACHINE (UMUM) Konsep SVM dapat dijelaskan secara sederhana sebagai usaha mencari hyperplane terbaik yang berfungsi sebagai pemisah dua buah class pada input space. Gambar 1a memperlihatkan beberapa pattern yang merupakan anggota dari dua buah class : positif (dinotasikan dengan +1) dan negatif (dinotasikan dengan 1). Pattern yang tergabung pada class negatif disimbolkan dengan kotak, sedangkan pattern pada class positif, disimbolkan dengan lingkaran. Proses pembelajaran dalam problem klasifikasi diterjemahkan sebagai upaya menemukan garis (hyperplane) yang memisahkan antara kedua kelompok tersebut. Berbagai alternatif garis pemisah (discrimination boundaries) ditunjukkan pada Gambar 1a. (5) Hyperplane pemisah terbaik antara kedua class dapat ditemukan dengan mengukur margin hyperplane tsb. dan mencari titik maksimalnya. Margin adalah jarak antara hyperplane tersebut dengan data terdekat dari masing-masing class. Subset data training set yang paling dekat ini disebut sebagai support vector. Garis solid pada Gambar 1b menunjukkan hyperplane yang terbaik, yaitu yang terletak tepat pada tengah-tengah kedua class, sedangkan titik kotak dan lingkaran yang berada dalam lingkaran hitam adalah support vector. Upaya mencari lokasi hyperplane optimal ini merupakan inti dari proses pembelajaran pada SVM Data yang tersedia dinotasikan sebagai sedangkan label masing-masing dinotasikan untuk i = 1,2,,l, yang mana l adalah banyaknya data. Diasumsikan kedua class 1 dan +1 dapat terpisah secara sempurna oleh hyperplane berdimensi d, yang didefinisikan: Sebuah pattern yang termasuk class 1 (sampel negatif) dapat dirumuskan sebagai pattern yang memenuhi pertidaksamaan: sedangkan pattern yang termasuk class +1 (sampel positif): 3

4 Margin terbesar dapat ditemukan dengan memaksimalkan nilai jarak antara hyperplane dan titik terdekatnya, yaitu. Hal ini dapat dirumuskan sebagai Quadratic Programming (QP) problem, yaitu mencari titik minimal persamaan (4), dengan memperhatikan constraint persamaan (5). Problem ini dapat dipecahkan dengan berbagai teknik komputasi, di antaranya Lagrange Multiplier sebagaimana ditunjukkan pada persamaan (6). adalah Lagrange multipliers, yang bernilai nol atau positif. Nilai optimal dari persamaan (6) dapat dihitung dengan meminimalkan L terhadap w dan b, dan memaksimalkan L terhadap. Dengan memperhatikan sifat bahwa pada titik optimal gradient L =0, persamaan (6) dapat dimodifikasi sebagai maksimalisasi problem yang hanya mengandung saja, sebagaimana persamaan (7). Maximize: Subject to: Dari hasil dari perhitungan ini diperoleh yang kebanyakan bernilai positif. Data yang berkorelasi dengan yang positif inilah yang disebut sebagai support vector. Karakteristik SVM 1. Secara prinsip SVM adalah linear classifier 2. Pattern recognition dilakukan dengan mentransformasikan data pada input space ke ruang yang berdimensi lebih tinggi, dan optimisasi dilakukan pada ruang vector yang baru tersebut. Hal ini membedakan SVM dari solusi pattern recognition pada umumnya, yang melakukan optimisasi parameter pada ruang hasil transformasi yang berdimensi lebih rendah daripada dimensi input space. 3. Menerapkan strategi Structural Risk Minimization (SRM) 4. Prinsip kerja SVM pada dasarnya hanya mampu menangani klasifikasi dua class. (5) Kelebihan Dan Kekurangan SVM Dalam memilih solusi untuk menyelesaikan suatu masalah, kelebihan dan kelemahan masing-masing metode harus diperhatikan. Selanjutnya metode yang tepat dipilih dengan memperhatikan karakteristik data yang diolah. Dalam hal SVM, walaupun berbagai studi telah menunjukkan kelebihan metode SVM dibandingkan metode konvensional lain, SVM juga memiliki berbagai kelemahan. 4

5 Kelebihan SVM antara lain sebagai berikut : 1. Generalisasi Generalisasi didefinisikan sebagai kemampuan suatu metode (SVM, neural network, dsb.) untuk mengklasifikasikan suatu pattern, yang tidak termasuk data yang dipakai dalam fase pembelajaran metode itu. Vapnik menjelaskan bahwa generalization error dipengaruhi oleh dua faktor: error terhadap training set, dan satu faktor lagi yang dipengaruhi oleh dimensi VC (Vapnik-Chervokinensis). Strategi pembelajaran pada neural network dan umumnya metode learning machine difokuskan pada usaha untuk meminimimalkan error pada training-set. Strategi ini disebut Empirical Risk Minimization (ERM). Adapun SVM selain meminimalkan error pada training-set, juga meminimalkan faktor kedua. Strategi ini disebut Structural Risk Minimization (SRM), dan dalam SVM diwujudkan dengan memilih hyperplane dengan margin terbesar. Berbagai studi empiris menunjukkan bahwa pendekatan SRM pada SVM memberikan error generalisasi yang lebih kecil daripada yang diperoleh dari strategi ERM pada neural network maupun metode yang lain. 2. Curse of dimensionality Curse of dimensionality didefinisikan sebagai masalah yang dihadapi suatu metode pattern recognition dalam mengestimasikan parameter (misalnya jumlah hidden neuron pada neural network, stopping criteria dalam proses pembelajaran dsb.) dikarenakan jumlah sampel data yang relatif sedikit dibandingkan dimensional ruang vektor data tersebut. Semakin tinggi dimensi dari ruang vektor informasi yang diolah, membawa konsekuensi dibutuhkannya jumlah data dalam proses pembelajaran. Pada kenyataannya seringkali terjadi, data yang diolah berjumlah terbatas, dan untuk mengumpulkan data yang lebih banyak tidak mungkin dilakukan karena kendala biaya dan kesulitan teknis. Dalam kondisi tersebut, jika metode itu terpaksa harus bekerja pada data yang berjumlah relatif sedikit dibandingkan dimensinya, akan membuat proses estimasi parameter metode menjadi sangat sulit. Curse of dimensionality sering dialami dalam aplikasi di bidang biomedical engineering, karena biasanya data biologi yang tersedia sangat terbatas, dan penyediaannya memerlukan biaya tinggi. Vapnik membuktikan bahwa tingkat generalisasi yang diperoleh oleh SVM tidak dipengaruhi oleh dimensi dari input vector. Hal ini merupakan alasan mengapa SVM merupakan salah satu metode yang tepat dipakai untuk memecahkan masalah berdimensi tinggi, dalam keterbatasan sampel data yang ada. 3. Landasan teori Sebagai metode yang berbasis statistik, SVM memiliki landasan teori yang dapat dianalisa dengan jelas, dan tidak bersifat Kuliah Umum IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com black box. 5

6 4. Feasibility SVM dapat diimplementasikan relative mudah, karena proses penentuan support vector dapat dirumuskan dalam QP problem. Dengan demikian jika kita memiliki library untuk menyelesaikan QP problem, dengan sendirinya SVM dapat diimplementasikan dengan mudah. Selain itu dapat diselesaikan dengan metode sekuensial sebagaimana penjelasan sebelumnya. SVM memiliki kelemahan atau keterbatasan, antara lain: 1. Sulit dipakai dalam problem berskala besar. Skala besar dalam hal ini dimaksudkan dengan jumlah sample yang diolah. 2. SVM secara teoritik dikembangkan untuk problem klasifikasi dengan dua class. Dewasa ini SVM telah dimodifikasi agar dapat menyelesaikan masalah dengan class lebih dari dua, antara lain strategi One versus rest dan strategi Tree Structure. Namun demikian, masing-masing strategi ini memiliki kelemahan, sehingga dapat dikatakan penelitian dan pengembangan SVM pada multiclass-problem masih merupakan tema penelitian yang masih terbuka. (5) 6

7 II. SUPPORT VECTOR CLASSIFICATION Masalah klasifikasi dapat dibatasi untuk pertimbangan masalah kelas dua tanpa kehilangan umum. Dalam masalah ini tujuannya adalah untuk memisahkan dua kelas dengan fungsi yang diinduksi dari contoh-contoh yang tersedia. Tujuannya adalah untuk menghasilkan suatu classifier yang akan bekerja dengan baik pada contoh yang tak terlihat, yakni generalises baik. Pertimbangkan contoh pada Gambar 2.1. Di sini ada banyak pengklasifikasi linear mungkin yang dapat memisahkan data, tapi hanya ada satu yang dapat memaksimalkan margin (memaksimalkan jarak antara itu dan titik data terdekat dari masing-masing kelas). Linear classifier ini disebut sebagai optimal memisahkan hyperplane. Secara intuitif, kita berharap batas ini untuk menggeneralisasi serta bertentangan dengan batas-batas lainnya. (1) 2.1 Memisahkan hyperplane Optimal Pertimbangkan masalah memisahkan set vektor pelatihan milik dua terpisah kelas, Dengan hyperlane Himpunan vektor dikatakan optimal dipisahkan oleh hyperplane jika dipisahkan tanpa kesalahan dan jarak antara vektor terdekat dengan hyperplane adalah maksimal. Ada beberapa redundansi dalam Persamaan 2.2, dan tanpa kehilangan umum sudah sesuai untuk mempertimbangkan hyperplane kanonik (Vapnik, 1995), dimana parameter w, b adalah dibatasi oleh, Kendala ini tajam pada parameterisation adalah lebih baik daripada alternatif dalam menyederhanakan perumusan masalah. Dalam kata-kata itu menyatakan bahwa: norma beratvektor harus sama dengan kebalikan dari kejauhan, dari titik terdekat dalam kumpulan data untuk hyperplane tersebut. Idenya adalah diilustrasikan pada Gambar 2.2, di mana jarak dari titik terdekat untuk setiap hyperplane ditampilkan. 7

8 Sebuah hyperplane memisahkan dalam bentuk kanonik harus memenuhi kendala berikut, Jarak d (w, b, x) titik x dari hyperplane (w, b), Hyperplane optimal diberikan dengan memaksimalkan margin, tunduk pada batasan Persamaan 2.4. Margin yang diberikan oleh, Oleh karena itu hyperplane yang optimal memisahkan data tersebut merupakan salah satu yang meminimalkan Bersifat independen dari b karena disediakan Persamaan 2,4 puas (yakni adalah memisahkan hyperplane) mengubah b akan bergerak dalam arah normal terhadap dirinya sendiri. Sesuai dengan margin tetap tidak berubah tetapi hyperplane tidak lagi optimal yang akan lebih dekat ke salah satu kelas dari yang lain. Untuk mempertimbangkan bagaimana meminimalkan Persamaan setara 2,7 untuk menerapkan prinsip SRM, anggaplah bahwa terikat berikut memegang, Kemudian dari Persamaan 2.4 dan 2.5, Sesuai dengan hyperplanes tidak dapat lebih dekat dari 1/A ke salah satu poin data 8

9 dan intuitif ini dapat dilihat pada Gambar 2.3 bagaimana hal ini mengurangi hyperplanes mungkin, dan maka kapasitas. Dimensi VC, h, dari himpunan n hyperplanes kanonik di ruang dimensi dibatasi oleh, di mana R adalah jari-jari dari hypersphere melampirkan semua titik data. Oleh karena itu meminimalkan Persamaan 2,7 setara dengan meminimalkan suatu atas terikat pada dimensi VC. Itu solusi untuk masalah optimasi Persamaan 2,7 bawah kendala Persamaan 2,4 diberikan oleh titik pelana dari fungsional Lagrange (Lagrangian) (Minoux, 1986), dimana pengali Lagrange. The Lagrangian harus diminimalkan dengan hormat untuk w, b dan maksimal sehubungan dengan 0. Dualitas Lagrangian Klasik memungkinkan masalah primal, Persamaan 2,11, untuk diubah ke masalah dual, yang lebih mudah untuk menyelesaikan. Masalah dual diberikan oleh, Minimum sehubungan dengan w dan b dari Lagrangian, diberikan oleh, Maka dari Persamaan 2.11, 2.12, dan 2.13 masalah ganda, dan karena itu solusi untuk masalah ini adalah diberikan oleh, 9

10 dengan kendala, Menyelesaikan Persamaan dengan kendala Persamaan menentukan pengali Lagrange, dan memisahkan hyperplane optimal diberikan oleh, dimana xr dan xs adalah setiap vektor dukungan dari setiap kelas memuaskan, The hard classifier is then, Atau, sebuah classifier lunak yang dapat digunakan linear interpolates pinggiran, Ini mungkin lebih tepat daripada classifier keras Persamaan 2,19, karena menghasilkan output bernilai nyata antara -1 dan 1 saat classifier yang dipertanyakan dalam margin, di mana tidak ada data pelatihan tinggal. Dari kondisi Kuhn-Tucker, dan karenanya hanya x i titik yang memuaskan, akan memiliki bukan nol pengali Lagrange. Titik-titik ini disebut Vektor Dukungan (SV). Jika data linier terpisah semua SV akan terletak di marjin dan maka jumlah SV bisa sangat kecil. Akibatnya hyperplane ditentukan oleh subset kecil set pelatihan; titik lain bisa disingkirkan dari rangkaian pelatihan dan menghitung ulang hyperplane akan menghasilkan jawaban yang sama. Oleh karena SVM dapat digunakan untuk meringkas informasi yang terkandung dalam data yang ditetapkan oleh SV diproduksi. Jika data linier terpisah persamaan berikut akan terus, Maka dari 2,10 Persamaan dimensi VC dari classifier ini dibatasi oleh, 10

11 dan jika data pelatihan, x, menjadi normal terletak dalam hypersphere unit, Linearly Separable Example III. Untuk mengilustrasikan metode mempertimbangkan pelatihan ditetapkan dalam Tabel 2.1. Solusi SVC ditunjukkan pada Gambar 2.4, di mana garis putusputus menggambarkan lokus margin dan data mengelilingi poin mewakili SV, yang semuanya terletak pada margin. (1) 2.2 The Generalised Optimal Separating Hyperplane Sejauh ini diskusi telah dibatasi untuk kasus di mana data pelatihan linear dipisahkan. Namun, secara umum hal ini tidak akan menjadi kasus, Gambar 2.5. Ada dua pendekatan untuk generalising masalah, yang tergantung pada pengetahuan sebelumnya masalah dan perkiraan dari kebisingan pada data. Dalam kasus di mana diharapkan (Atau bahkan mungkin tidak diketahui) bahwa hyperplane dengan benar dapat memisahkan data, metode memperkenalkan fungsi biaya tambahan terkait dengan kesalahan klasifikasi yang tepat. (1) 11

12 Atau fungsi yang lebih kompleks dapat digunakan untuk menggambarkan batas, seperti dijelaskan dalam Bab 2.1. Untuk mengaktifkan metode hyperplane optimal untuk memisahkan secara umum, Cortes dan Vapnik (1995) memperkenalkan variabel non-negatif,, dan penalty fungsi, di mana adalah ukuran dari kesalahan kesalahan klasifikasi. Masalah optimisasi sekarang berpose sehingga mengurangi kesalahan klasifikasi serta meminimalkan terikat pada VC pemilah dimensi. Keterbatasan Persamaan 2,4 dimodifikasi untuk non-terpisah kasus untuk, dimana Yang optimal memisahkan hyperplane umum ditentukan oleh vektor w, yang meminimalkan fungsional, (Di mana C adalah nilai yang diberikan) pada batasan-batasan Persamaan Solusinya untuk masalah optimasi Persamaan 2,28 di bawah 2,27 Persamaan kendala adalah ditentukan oleh titik pelana dari Lagrangian (Minoux, 1986), Linearly Non-Separable Example Dua poin tambahan data ditambahkan ke data dipisahkan dari Tabel 2.1 untuk menghasilkan data non-linear set terpisah, Tabel 2.2. SVC yang dihasilkan ditunjukkan pada Gambar 2.6, untuk C = 1. The SV tidak lagi diperlukan untuk berbaring di pinggiran, seperti dalam Gambar 2.4, dan orientasi hyperplane dan lebar margin yang berbeda. (1) 12

13 III. SUPPORT VECTOR REGRESSION SVMs juga dapat diterapkan untuk masalah regresi dengan pengenalan alternative kehilangan fungsi, (Smøla, 1996). Fungsi kerugian harus dimodifikasi untuk menyertakan jarak mengukur. Gambar 5.1 menggambarkan empat fungsi kemungkinan kerugian. Fungsi kerugian pada Gambar 5.1 (a) sesuai dengan kuadrat terkecil konvensional kesalahan kriteria. Fungsi kerugian pada Gambar 5.1 (b) adalah fungsi kerugian Laplacian yang kurang sensitif terhadap pencilan dibandingkan dengan fungsi kerugian kuadratik. Huber mengusulkan fungsi kerugian pada Gambar 5.1 (c) sebagai fungsi kerugian kuat yang memiliki sifat yang optimal ketika distribusi yang mendasari data tidak diketahui. Ketiga fungsi kerugian akan menghasilkan tidak kekurangan dalam vektor dukungan. Untuk mengatasi masalah ini diusulkan Vapnik fungsi kerugian pada Gambar 5.1 (d) sebagai pendekatan untuk fungsi kerugian Huber yang memungkinkan jarang set vektor dukungan akan diperoleh. (1) 3.1 Linear Regression Pertimbangkan masalah yang kurang lebih set data, dengan fungsi linear, fungsi regresi optimal diberikan oleh minimum fungsional, 13

14 di mana C adalah nilai pra-ditentukan, dan adalah variabel slack mewakili atas dan kendala yang lebih rendah pada output dari sistem. (1) insensitive Loss Function Menggunakan fungsi kerugian yang-tidak sensitif, Gambar 5.1 (d), solusinya adalah diberikan oleh, atau dengan alternatif, dengan kendala, Menyelesaikan Persamaan dengan kendala Persamaan 5.5, 5.7 menentukan pengali Lagrange, Dan fungsi regresi diberikan oleh Persamaan 5.2, di mana Karush-Kuhn-Tucker (KKT) kondisi yang dipenuhi dengan larutan ini adalah, Oleh karena itu vektor dukungan adalah titik di mana tepat salah satu pengali Lagrange lebih besar dari nol. Ketika = 0, kita mendapatkan fungsi kerugian L1 dan optimasi masalah ini disederhanakan, Dengan kendala, Dan fungsi regresi diberikan oleh persamaan 5.2, dimana 14

15 3.1.2 Quadratic Loss Function Menggunakan fungsi kerugian kuadrat, Gambar 5.1 (a), solusinya adalah, Optimasi terkait dapat disederhanakan dengan memanfaatkan kondisi KKT, Persamaan 5.9 dan mencatat bahwa ini menyiratkan i = i. Masalah optimasi yang dihasilkan adalah, dengan kendala, dan fungsi regresi diberikan oleh Persamaan 5.2 dan (1) Huber Loss Function Menggunakan fungsi Huber kerugian, Gambar 5.1 (c), Solusinya diberikan oleh, Masalah optimasi resultan adalah, dengan kendala, dan fungsi regresi diberikan oleh Persamaan (56) dan (66). (1) 15

16 IV. APLIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE 4.1 Pengolahan Citra Klasifikasi Citra Dengan Support Vector Machine Support Vector Machine (SVM) adalah salah satu teknik klasifikasi data dengan proses pelatihan supervised learning). Salah satu ciri dari metode klasifikasi SVM adalah menemukan hyperplane terbaik sehingga diperoleh ukuran margin yang maksimal. Margin adalah jarak antara hyperplane tersebut dengan titik terdekat dari masing-masing kelas. Titik yang paling dekat ini disebut dengan support vector. Klasifikasi citra dengan menggunakan SVM mencapai akurasi sebesar 86.67%. Hasil klasifikasi tersebut selanjutnya digunakan untuk penemuan kembali citra (image retrieval). Pada penelitian ini, temu kembali citra diujicobakan kedua metode yang berbeda untuk melihat perbedaan tingkat keefektifan hasil temu kembali citra. Dua metode ini adalah temu kembali citra tanpa menggunakan SVM dan temu kembali citra menggunakan SVM. Hasil temu kembali citra tanpa menggunakan SVM hanya didasarkan pada kemiripan ciri warna menggunakan perhitungan jarak Euclidean. Contoh hasil temu kembali tanpa menggunakan SVM dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3 memperlihatkaan bahwa citra hasil temu kembali tidak sepenuhnya berasal dari jenis citra yang sama dengan citra kueri. Citra-citra tersebut cenderung berwarna biru, berbeda sekali dengan warna citra kueri yang cenderung berwarna hijau kekuningan. Hal ini dikarenakan sistem hanya menemukembalikan citra di dalam basis data yang mempunyai tingkat kemiripan yang tinggi dengan citra kueri. Kekurangan sistem ini diperbaiki oleh temu kembali citra menggunakan SVM yang dapat dilihat pada Gambar 4. Berdasarkan Gambar 4, dapat dilihat bahwa citra hasil temu kembali dengan menggunakan SVM lebih baik Hal ini dikarenakan sistem mempunyai model klasifikasi untuk memprediksi baik citra kueri maupun seluruh citra di dalam basis data sehingga diperoleh kelas yang baru untuk setiap citra. Citra yang ditemukembalikan adalah citra hasil klasifikasi di dalam basis data yang terdapat dalam kelas citra yang sama dengan citra kueri dan citra dari kelas lain yang memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dengan citra kueri. Dari hasil diatas dapatdisimpulkan bahwa rataan precision hasil temu kembali citra menggunakan SVM cenderung lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan 16

17 SVM untuk setiap nilai recall. Klasifikasi dengan SVM menghasilkan average precision sebesar 76,76% sedangkan tanpa menggunakan SVM mencapai 50,91%. Dengan demikian metode klasifikasi SVM dapat digunakan untuk sistem temu kembali citra. (3) 4.2 Pengolahan Audio Konten Berbasis Audio Klasifikasi dan pembukaan Menggunakan SVM Belajar Metode SVM digunakan untuk konten berbasis audio klasifikasi dan pengambilan. Seperti NFL, SVM yang memiliki kinerja yang baik dalam klasifikasi audio dan pengambilan, lebih baik daripada saat ini dicapai oleh sistem MuscleFish. SVM Ketika diuji menggunakan pelatihan terpisah dan set test, lebih menguntungkan dibandingkan NFL dalam hal pengambilan efisiensimenunjukkan perusahaan kata generalisasi kemampuan untuk diklasifikasikan. Sify pola tak terlihat pada training set. Namun, SVM membutuhkan waktu lama untuk melatih, dan saat ini, dan kebutuhan untuk memilih kernel fungsi dan parameter di dalamnya yang saat ini dipraktekkan oleh trial and error. (7) 4.3 Data Mining Aplikasi Data Mining Untuk Memprediksi Kelas Resiko Pemberian Kredit Menggunakan Support Vector Machine (Svm) Didalam kegiatan perkreditan sering terjadi masalah kredit macet atau kredit bermasalah yang disebabkan oleh gagalnya pengembalian sebagian pinjaman yang diberikan kepada para peminjam. Masalah ini sebenarnya dapat diatasi, salah satunya dengan mengidentifikasi dan memprediksi nasabah dengan baik sebelum memberikan pinjaman dengan cara memperhatikan data historis pinjaman. SVM adalah suatu teknik dalam Data Mining yang dapat dipakai untuk melakukan klasifikasi. Dalam teknik SVM untuk masalah klasifikasi k- kelas, kita menemukan k fungsi pemisah. Kemudian kelas dari suatu data atau obyek baru kkbzwbzwbzw+++.,..., 1. 1, 2. 2 Z ditentukan berdasarkan nilai terbesar dari fungsi pemisah: =jclass of Z=. mmkmb+ w Z = argmax. 1,2,..., Hasil yang diperoleh dari Tugas Akhir ini adalah metode SVM dapat digunakan untuk memprediksi calon nasabah baru dengan melakukan pengenalan pola data historis. 4.4 Klasifikasi Dokumen Web Penerapan Support Vector Machine untuk Ekstraksi Informasi dari Dokumen Teks Proses ekstraksi informasi (Information Extraction atau IE) adalah proses pengubahan dokumen teks tidak terstruktur dengan domain tertentu ke dalam sebuah struktur informasi yang relevan. Di dalam tugas akhir ini domain yang digunakan adalah lowongan pekerjaan. Kebanyakan iklan lowongan pekerjaan yang terdapat di berbagai website perusahaan maupun website khusus lowongan 17

18 pekerjaan di Indonesia merupakan dokumen teks berbahasa campuran, Indonesia dan Inggris. Pada proses ekstraksi informasi pada dataset berbahasa campuran, dengan menerapkan teknik pembelajaran mesin. Pendekatan pembelajaran mesin yang digunakan adalah pendekatan statistik, dengan metode klasifikasi token. Algoritma klasifikasi yang digunakan adalah Support Vector Machine (SVM) dengan uneven margin, yang didesain khusus untuk imbalanced dataset. Sedangkan strategi tagging yang digunakan adalah strategi Begin/End (BE) tagging. Adapun eksperimen yang dilakukan mencakup analisis performansi SVM dengan uneven margin untuk ekstraksi informasi pada dataset berbahasa campuran, pengujian parameter pembelajaran terbaik, dan perbandingan dengan algoritma klasifikasi lain, yaitu Naïve Bayes dan KNN. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa performansi SVM dengan uneven margin untuk ekstraksi informasi pada dataset lowongan pekerjaan berbahasa campuran sangat baik, dengan akurasi mencapai ±85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem ekstraksi informasi yang diimplementasikan dapat diterapkan pada lingkungan bursa kerja di Indonesia. Selain itu, algoritma SVM dengan uneven margin juga memiliki performansi yang lebih unggul dibandingkan dengan kedua algoritma lainnya. (4) 4.5 Peramalan (Forecasting) Implementasi Kernel Wavelet Dan Support Vector Machine Untuk Prediksi Volatilitas Salah satu permasalahan dalam hal prediksi kondisi volatilitas Dari pasar modal adalah dalam fungsi-fungsi kernel yang ada dalam metode Support Vector Machine (SVM) tidak bisa menangkap fiturfitur dari pengelompokan volatilitas secara akurat. Dan sementara itu, dalam fungsi wavelet terdapat fitur yang mendeskripsikan time series dari volatilitas. 18

19 Metode Support Vector Regression (SVR) yang hampir sama dengan SVM digunakan untuk memprediksi volalitas. Perbedaanya adalah SVM biasanya digunakan untuk masalah klasifikasi dan pada SVR digunakan untuk masalah regresi dan kernel yang digunakan adalah kernel wavelet. Pada pengimplementasian prediksi volatilitas dengan menggunakan SVR kernel wavelet, akan digunakan juga kernel lain sebagai pembanding yaitu kernel gaussian. Pengaplikasian untuk masalah prediksi volatilitas dilakukan melalui simulasi komputer dan percobaan dalam data di dunia nyata (data time series). (6) 19

20 PENUTUP Kesimpulan Makalah ini memperkenalkan teori dasar Support Vector Machine (SVM), sebagai salah satu topik yang dewasa ini banyak mendapat perhatian sebagai state of the art dalam bidang pattern recognition. Kelebihan SVM dibandingkan metode yang lain terletak pada kemampuannya untuk menemukan hyperplane terbaik yang memisahkan dua buah class pada feature space yang ditunjang oleh strategi Structural Risk Minimization (SRM). Support Vector Machine bisa diterapkan dalam berbagai aplikasi seperti pengolahan citra, pengolahan audio, data mining, klasifikasi dokumen web, peramalan (forecasting), dan sebagainya. Support vector machine memiliki kelebihan diantaranya: 1. Generalisasi Generalisasi didefinisikan sebagai kemampuan suatu metode (SVM, neural network, dsb.) untuk mengklasifikasikan suatu pattern, yang tidak termasuk data yang dipakai dalam fase pembelajaran metode itu. 2. Curse of dimensionality Curse of dimensionality didefinisikan sebagai masalah yang dihadapi suatu metode pattern recognition dalam mengestimasikan parameter (misalnya jumlah hidden neuron pada neural network, stopping criteria dalam proses pembelajaran dsb.) dikarenakan jumlah sampel data yang relatif sedikit dibandingkan dimensional ruang vektor data tersebut 3. Landasan teori Sebagai metode yang berbasis statistik, SVM memiliki landasan teori yang dapat dianalisa dengan jelas, dan tidak bersifat Kuliah Umum IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com black box. 4. Feasibility SVM dapat diimplementasikan relative mudah, karena proses penentuan support vector dapat dirumuskan dalam QP problem. Support Vector Machine juga memiliki kelemahan atau keterbatasan, 1. Sulit dipakai dalam problem berskala besar. Skala besar dalam hal ini dimaksudkan dengan jumlah sample yang diolah. 2. SVM secara teoritik dikembangkan untuk problem klasifikasi dengan dua class. Dewasa ini SVM telah dimodifikasi agar dapat menyelesaikan masalah dengan class lebih dari dua, antara lain strategi One versus rest dan strategi Tree Structure. Namun demikian, masing-masing strategi ini memiliki kelemahan, sehingga dapat dikatakan penelitian dan pengembangan SVM pada multiclass-problem masih merupakan tema penelitian yang masih terbuka. 20

21 DAFTAR PUSTAKA 1. S. R Gun. Support Vector Machines For Classification And Regression, C. Cortes and V. Vapnik. Support vector networks. Machine Learning, 20: , Seminar Nasional Sistem dan Informatika 2007; Bali, 16 November

Pengantar Support Vector Machine

Pengantar Support Vector Machine Pengantar Support Vector Machine Anto Satriyo Nugroho February 8, 2007 1 Pengantar Pattern Recognition (PR) didefinisikan sebagai proses pemetaan suatu data ke dalam konsep tertentu yang telah didefinisikan

Lebih terperinci

SVM untuk Regresi Ordinal

SVM untuk Regresi Ordinal MMA10991 Topik Khusus - Machine Learning Dr. rer. nat. Hendri Murfi Intelligent Data Analysis (IDA) Group Departemen Matematika, Universitas Indonesia Depok 16424 Telp. +62-21-7862719/7863439, Fax. +62-21-7863439,

Lebih terperinci

SVM untuk Regresi. Machine Learning

SVM untuk Regresi. Machine Learning MMA10991 Topik Khusus - Machine Learning Dr. rer. nat. Hendri Murfi Intelligent Data Analysis (IDA) Group Departemen Matematika, Universitas Indonesia Depok 16424 Telp. +62-21-7862719/7863439, Fax. +62-21-7863439,

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Pada bab ini akan dibahas teori-teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merancang algoritma.

BAB II DASAR TEORI. Pada bab ini akan dibahas teori-teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merancang algoritma. BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dibahas teori-teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merancang algoritma. 2.1. Microsoft Visual Studio Microsoft Visual Studio adalah sebuah software yang

Lebih terperinci

Support Vector Machine

Support Vector Machine MMA10991 Topik Khusus Machine Learning Dr. rer. nat. Hendri Murfi Intelligent Data Analysis (IDA) Group Departemen Matematika, Universitas Indonesia Depok 16424 Telp. +62-21-7862719/7863439, Fax. +62-21-7863439,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini dibahas teori yang digunakan sebagai landasan pengerjaan Support Vector Backpropagation. Pembahasan bertujuan untuk menguraikan teori dan algoritma yang digunakan dalam

Lebih terperinci

Analisis Akurasi Support Vector Machine...

Analisis Akurasi Support Vector Machine... ANALISIS AKURASI SUPPORT VECTOR MACHINE DENGAN FUNGSI KERNEL GAUSSIAN RBF UNTUK PRAKIRAAN BEBAN LISTRIK HARIAN SEKTOR INDUSTRI Luqman Assaffat 1 * 1 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

Deteksi Mobil Menggunakan Histogram of Oriented Gradient

Deteksi Mobil Menggunakan Histogram of Oriented Gradient 1 Deteksi Mobil Menggunakan Histogram of Oriented Gradient Cahyo Permata,I Ketut Eddy Purnama dan Muhtadin Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE KLASIFIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA DATA AKREDITASI SEKOLAH DASAR (SD) DI KABUPATEN MAGELANG

PENERAPAN METODE KLASIFIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA DATA AKREDITASI SEKOLAH DASAR (SD) DI KABUPATEN MAGELANG ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 811-820 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PENERAPAN METODE KLASIFIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA

Lebih terperinci

1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam dunia bisnis, terlebih lagi bagi perusahaan besar, tidak lepas dari adanya proses jual beli saham. Saham secara umum merupakan surat berharga yang dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi diperlukan peran serta lembaga keuangan untuk membiayai pembangunan tersebut. Lembaga keuangan memegang peranan penting dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat mempermudah akses terhadap informasi tekstual yang sangat besar jumlahnya, baik yang terdapat pada Internet maupun pada koleksi dokumen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sistem penglihatan manusia memiliki akurasi yang besar dalam mengenali

BAB I PENDAHULUAN. Sistem penglihatan manusia memiliki akurasi yang besar dalam mengenali BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem penglihatan manusia memiliki akurasi yang besar dalam mengenali objek 3 dimensi. Sistem penglihatan manusia dapat membedakan berbagai macam objek 3 dimensi

Lebih terperinci

PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) DENGAN ALGORITMA GRID SEARCH

PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) DENGAN ALGORITMA GRID SEARCH ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 315-321 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI METODE KLASIFIKASI DUA KELAS

STUDI KOMPARASI METODE KLASIFIKASI DUA KELAS Program Studi MMT-ITS, Surabaya Pebruari 007 STUDI KOMPARASI METODE KLASIFIKASI DUA KELAS Budi Santosa dan Devi Rosita Hanum Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email: [email protected],

Lebih terperinci

BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat

BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1 Permasalahan CBIR ( Content Based Image Retrieval) akhir-akhir ini merupakan salah satu bidang riset yang sedang berkembang pesat (Carneiro, 2005, p1). CBIR ini menawarkan

Lebih terperinci

KAJIAN KEMAMPUAN GENERALISASI SUPPORT VECTOR MACHINE DALAM PENGENALAN JENIS SPLICE SITES PADA BARISAN DNA

KAJIAN KEMAMPUAN GENERALISASI SUPPORT VECTOR MACHINE DALAM PENGENALAN JENIS SPLICE SITES PADA BARISAN DNA KAJIAN KEMAMPUAN GENERALISASI SUPPORT VECTOR MACHINE DALAM PENGENALAN JENIS SPLICE SITES PADA BARISAN DNA Djati Kerami dan Hendri Murfi Departemen Matematika, FMIPA, Universitas Indonesia, Depok 16424,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penentuan dosen pembimbing tugas akhir masih dilakukan secara manual di Jurusan Teknik Informatika UMM yang hanya mengandalkan pengetahuan personal tentang spesialisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musim hujan merupakan musim yang mutlak ada di sebagian belahan benua dunia. Dan curah hujan pasti memiliki

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musim hujan merupakan musim yang mutlak ada di sebagian belahan benua dunia. Dan curah hujan pasti memiliki BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musim hujan merupakan musim yang mutlak ada di sebagian belahan benua dunia. Dan curah hujan pasti memiliki intensitas yang berbeda. Faktor penyebabnya dapat terjadi

Lebih terperinci

KLASIFIKASI WILAYAH DESA-PERDESAAN DAN DESA-PERKOTAAN WILAYAH KABUPATEN SEMARANG DENGAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

KLASIFIKASI WILAYAH DESA-PERDESAAN DAN DESA-PERKOTAAN WILAYAH KABUPATEN SEMARANG DENGAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) KLASIFIKASI WILAYAH DESA-PERDESAAN DAN DESA-PERKOTAAN WILAYAH KABUPATEN SEMARANG DENGAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) SKRIPSI Disusun Oleh : MEKAR SEKAR SARI NIM. 24010210120008 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data Mining Data Mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge)

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI METODE SUPPORT VECTOR MACHINE DALAM KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK FURNITURE PADA PT. HERDEX SEJAHTERA

IMPLEMENTASI METODE SUPPORT VECTOR MACHINE DALAM KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK FURNITURE PADA PT. HERDEX SEJAHTERA IMPLEMENTASI METODE SUPPORT VECTOR MACHINE DALAM KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK FURNITURE PADA PT. HERDEX SEJAHTERA Hendra Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Indonesia [email protected]

Lebih terperinci

Metode Klasifikasi (SVM Light dan K-NNK. NN) Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech. Jurusan Informatika FMIPA Universitas Syiah Kuala

Metode Klasifikasi (SVM Light dan K-NNK. NN) Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech. Jurusan Informatika FMIPA Universitas Syiah Kuala Metode Klasifikasi (SVM Light dan K-NNK NN) Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech Jurusan Informatika FMIPA Universitas Syiah Kuala www.informatika.unsyiah.ac.id/tfa Alur dan Proses Cleaning Process Dokumen

Lebih terperinci

PREDIKSI THD TEGANGAN SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE DENGAN FUNGSI KERNEL GAUSSIAN RBF

PREDIKSI THD TEGANGAN SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE DENGAN FUNGSI KERNEL GAUSSIAN RBF PREDIKSI THD TEGANGAN SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE DENGAN FUNGSI KERNEL GAUSSIAN RBF Luqman Assaffat Universitas Muhammadiyah Semarang [email protected] ABSTRACT The voltage

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Support Vector Machines (SVM) merupakan salah satu metode machine

BAB III METODOLOGI. Support Vector Machines (SVM) merupakan salah satu metode machine BAB III METODOLOGI 3.1 Hipotesis Support Vector Machines (SVM) merupakan salah satu metode machine learning yang dapat melakukan klasifikasi data dengan sangat baik. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan

Lebih terperinci

SVM untuk Ranking. Model Linear

SVM untuk Ranking. Model Linear MMA10991 Topik Khusus - Machine Learning Dr. rer. nat. Hendri Murfi Intelligent Data Analysis (IDA) Group Departemen Matematika, Universitas Indonesia Depok 16424 Telp. +62-21-7862719/7863439, Fax. +62-21-7863439,

Lebih terperinci

KLASIFIKASI LAMA STUDI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK BINER DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

KLASIFIKASI LAMA STUDI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK BINER DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, Halaman 123-132 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian KLASIFIKASI LAMA STUDI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. B fch a. d b

HASIL DAN PEMBAHASAN. B fch a. d b 7 dengan nilai σ yang digunakan pada tahap pelatihan sebelumnya. Selanjutnya dilakukan perhitungan tingkat akurasi SVM terhadap citra yang telah diprediksi secara benar dan tidak benar oleh model klasifikasi.

Lebih terperinci

ANALISIS SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) DALAM MEMPREDIKSI KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA SERIKAT

ANALISIS SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) DALAM MEMPREDIKSI KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA SERIKAT ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 849-857 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian ANALISIS SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) DALAM MEMPREDIKSI KURS

Lebih terperinci

ANALISIS PEN PRESSURE TULISAN TANGAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEPRIBADIAN SESEORANG MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Abstrak.

ANALISIS PEN PRESSURE TULISAN TANGAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEPRIBADIAN SESEORANG MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Abstrak. Journal of Informatics and Technology, Vol 2, No 3, Tahun 2013, p 66-76 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/joint ANALISIS PEN PRESSURE TULISAN TANGAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEPRIBADIAN SESEORANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah spam di dunia semakin meningkat secara eksponensial.

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah  spam di dunia semakin meningkat secara eksponensial. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jumlah email spam di dunia semakin meningkat secara eksponensial. Dilaporkan bahwa pada tahun 1978 sebuah email spam dikirimkan ke 600 alamat email. Sedangkan pada

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Definisi Peramalan adalah memperkiraan atau memproyeksikan sesuatu

BAB III LANDASAN TEORI. Definisi Peramalan adalah memperkiraan atau memproyeksikan sesuatu BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi Peramalan Definisi Peramalan adalah memperkiraan atau memproyeksikan sesuatu yang akan terjadi dimasa sekarang maupun yang akan datang. dikarena masa yang akan datang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Text Mining Text mining, pada proses mengambil informasi dari teks. Informasi biasanya diperoleh melalui peramalan pola dan kecenderungan pembelajaran pola statistik. Text mining

Lebih terperinci

PENDETEKSIAN JENIS DAN KELAS AROMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ONE-VS-ONE DAN METODE ONE-VS-REST

PENDETEKSIAN JENIS DAN KELAS AROMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ONE-VS-ONE DAN METODE ONE-VS-REST MAKARA, SAINS, VOL. 7, NO.3, DESEMBER 2003 PENDETEKSIAN JENIS DAN KELAS AROMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ONE-VS-ONE DAN METODE ONE-VS-REST Zuherman Rustam 1,3, Benyamin Kusumoputro 2,3 dan Belawati Widjaja

Lebih terperinci

Metode Kernel. Machine Learning

Metode Kernel. Machine Learning MMA10991 Topik Khusus Machine Learning Metode Kernel Dr. rer. nat. Hendri Murfi Intelligent Data Analysis (IDA) Group Departemen Matematika, Universitas Indonesia Depok 16424 Telp. +62-21-7862719/7863439,

Lebih terperinci

Deteksi Kemiripan Citra Tanaman Anggrek Menggunakan Metode Support Vector Machine (SVM) Kernel Linear

Deteksi Kemiripan Citra Tanaman Anggrek Menggunakan Metode Support Vector Machine (SVM) Kernel Linear Jurnal Ilmiah ESAI Volume 8, No.3, Juli 214 ISSN No. 1978-634 Detecting Resemblance Of Orchid Plant Image Through Support Vector Machine (SVM) Of Kernel Linear Method Deteksi Kemiripan Citra Tanaman Anggrek

Lebih terperinci

PEMILIHAN FITUR OPTIMAL UNTUK TUGAS AKHIR MAHASISWA DENGAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE

PEMILIHAN FITUR OPTIMAL UNTUK TUGAS AKHIR MAHASISWA DENGAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE Vol 2, No 3 Juni 2012 ISSN 2088-2130 PEMILIHAN FITUR OPTIMAL UNTUK TUGAS AKHIR MAHASISWA DENGAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE Devie Rosa Anamisa 1), Eka Mala Sari Rochman 2) 1,2 Teknik Informatika, Fakultas

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 7 BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori pendukung dan penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan metode ekstraksi fitur, serta metode klasifikasi Support Vector Machine dalam

Lebih terperinci

ANALISIS PERFORMANSI PERUSAHAAN SYARIAH DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) MENGGUNAKAN METODE DISCRIMINANT ANALYSIS DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

ANALISIS PERFORMANSI PERUSAHAAN SYARIAH DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) MENGGUNAKAN METODE DISCRIMINANT ANALYSIS DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) ANALISIS PERFORMANSI PERUSAHAAN SYARIAH DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) MENGGUNAKAN METODE DISCRIMINANT ANALYSIS DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) NUR SYAFRIDA - 1308 100 065 Pembimbing : Muhammad Mashuri,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data Mining Data mining mengacu pada proses ekstraksi atau menggali pengetahuan dari sekumpulan data yang besar. Data mining mempunyai nama lain yang dikenal secara popular dengan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengolahan Citra Digital [3] Citra atau gambar didefinisikan sebagai sebuah fungsi dua dimensi, f(x,y), di mana x dan y adalah koordinat bidang datar, dan harga fungsi f di setiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sering terdapat tenggang waktu (time lag) antara kesadaran akan peristiwa atau kebutuhan mendatang dengan peristiwa itu sendiri. Adanya waktu tenggang ini merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring berkembangnya teknologi informasi, kebutuhan akan informasi yang digunakan untuk mendukung business intelligent suatu perusahaan juga meningkat. Informasi penting

Lebih terperinci

2. Adanya resiko pemumpukan barang pada gudang.

2. Adanya resiko pemumpukan barang pada gudang. BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1. Analisis Masalah 3.1.1. Deskripsi Masalah Pemenuhan keinginan atau permintaan pasar merupakan hal yang krusial bagi setiap perusahaan. Perusahaan yang siap berkompetisi

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Perkembangan multimedia saat ini sangat cepat. Dengan multimedia, pengguna dapat menyerap informasi dengan lebih mudah, sehingga pemilihan informasi yang tepat menjadi penting. Pemilihan informasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Email Electronic mail (email) merupakan sebuah metode untuk mengirimkan pesan dalam bentuk digital. Pesan ini biasanya dikirimkan melalui medium internet. Sebuah pesan elektronis

Lebih terperinci

APLIKASI SUPPORT VEKTOR MACHINE (SVM) UNTUK PROSES ESTIMASI SUDUT DATANG SINYAL

APLIKASI SUPPORT VEKTOR MACHINE (SVM) UNTUK PROSES ESTIMASI SUDUT DATANG SINYAL APLIKASI SUPPORT VEKTOR MACHINE (SVM) UNTUK PROSES ESTIMASI SUDUT DATANG SINYAL Hosken Ginting / 0322173 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung 40164, Indonesia

Lebih terperinci

PERAMALAN DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN SUPPORT VECTOR REGRESSION

PERAMALAN DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN SUPPORT VECTOR REGRESSION PERAMALAN DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN SUPPORT VECTOR REGRESSION Budi Santosa, Riza Nugraha Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Kampus ITS Sukolilo

Lebih terperinci

Linear Discrimant Model

Linear Discrimant Model (update 1 Februari 01) Lecture 3 Linear Discrimant Model Learning a Class from Examples (Alpaydin 009) Class C of a family car Prediction: Is car x a family car? Knowledge extraction: What do people expect

Lebih terperinci

PRESENTASI TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI PENGGABUNGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE DAN SIMULATED ANNEALING PADA PERMASALAHAN KLASIFIKASI POLA

PRESENTASI TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI PENGGABUNGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE DAN SIMULATED ANNEALING PADA PERMASALAHAN KLASIFIKASI POLA PRESENTASI TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI PENGGABUNGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE DAN SIMULATED ANNEALING PADA PERMASALAHAN KLASIFIKASI POLA Penyusun Tugas Akhir : Astris Dyah Perwita (NRP : 5110.100.178)

Lebih terperinci

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Teknologi semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Disadari atau tidak, sebagian besar kehidupan ini dibantu oleh teknologi dan banyak sekali manfaat yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Citra Digital Citra adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Dalam tinjauan matematis, citra merupakan fungsi continue dari intensitas cahaya pada bidang dua dimensi.

Lebih terperinci

ANALISIS KLASIFIKASI SENTIMEN LEVEL ASPEK MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SUPERVISED

ANALISIS KLASIFIKASI SENTIMEN LEVEL ASPEK MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SUPERVISED ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 Page 3654 ANALISIS KLASIFIKASI SENTIMEN LEVEL ASPEK MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SUPERVISED ASPECT LEVEL SENTIMENT CLASSIFICATION

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : PUSPHITA ANNA OCTAVIANI NIM PENERAPAN METODE KLASIFIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

SKRIPSI. Oleh : PUSPHITA ANNA OCTAVIANI NIM PENERAPAN METODE KLASIFIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PENERAPAN METODE KLASIFIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA DATA AKREDITASI SEKOLAH DASAR (SD) DI KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI Oleh : PUSPHITA ANNA OCTAVIANI NIM. 24010210120043 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Support Vector Machines (SVM) Setelah melalui proses training dan testing dengan metode Support Vector Machines (SVM), diperoleh hasil yang tertera

Lebih terperinci

Neural Networks. Machine Learning

Neural Networks. Machine Learning MMA10991 Topik Khusus - Machine Learning Dr. rer. nat. Hendri Murfi Intelligent Data Analysis (IDA) Group Departemen Matematika, Universitas Indonesia Depok 16424 Telp. +62-21-7862719/7863439, Fax. +62-21-7863439,

Lebih terperinci

Prediksi Pergerakan Indeks Harga Saham Menggunakan Artificial Neural Network dan Support Vector Machine

Prediksi Pergerakan Indeks Harga Saham Menggunakan Artificial Neural Network dan Support Vector Machine Prediksi Pergerakan Indeks Harga Saham Menggunakan Artificial Neural Network dan Support Vector Machine Prediction of Stock Price Index Movement Using Artificial Neural Network and Support Vector Machine

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH TAMU HOTEL DI KABUPATEN DEMAK MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR REGRESSION

PERAMALAN JUMLAH TAMU HOTEL DI KABUPATEN DEMAK MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR REGRESSION ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015, Halaman 785-794 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PERAMALAN JUMLAH TAMU HOTEL DI KABUPATEN DEMAK MENGGUNAKAN METODE

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Citra Digital Citra digital adalah suatu citra elektronik yang diambil dari dokumen, seperti foto, buku, maupun sebuah video. Proses perubahan citra analog menjadi citra digital

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI METODE MULTIPLE KERNEL SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK SELEKSI FITUR DARI DATA EKSPRESI GEN DENGAN STUDI KASUS LEUKIMIA DAN TUMOR USUS BESAR

IMPLEMENTASI METODE MULTIPLE KERNEL SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK SELEKSI FITUR DARI DATA EKSPRESI GEN DENGAN STUDI KASUS LEUKIMIA DAN TUMOR USUS BESAR IMPLEMENTASI METODE MULTIPLE KERNEL SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK SELEKSI FITUR DARI DATA EKSPRESI GEN DENGAN STUDI KASUS LEUKIMIA DAN TUMOR USUS BESAR Ariana Yunita 1 Chastine Fatichah 2 Umi Laily Yuhana

Lebih terperinci

PENGARUH JUMLAH DATA LATIH SVM PADA PERAMALAN BEBAN LISTRIK BULANAN DI SEKTOR INDUSTRI

PENGARUH JUMLAH DATA LATIH SVM PADA PERAMALAN BEBAN LISTRIK BULANAN DI SEKTOR INDUSTRI Techno, ISSN 1410-8607 Volume 17 No. 2, Oktober 2016 Hal. 088 093 PENGARUH JUMLAH DATA LATIH SVM PADA PERAMALAN BEBAN LISTRIK BULANAN DI SEKTOR INDUSTRI The Total of SVM Train Data Effect OnMonthly Electric

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Computer Vision Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana computer dapat mengenali obyek yang diamati. Computer Vision

Lebih terperinci

PREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

PREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) 1 Lestari Handayani, 2 Fitriandini Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya perkembangan teknologi juga diikuti dengan berkembangnya penggunaan berbagai situs jejaring sosial. Salah satu jejaring sosial yang sangat marak digunakan

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS AKHIR. Disusun oleh: Franky

LAPORAN TUGAS AKHIR. Disusun oleh: Franky LAPORAN TUGAS AKHIR Analisis Sentimen Menggunakan Metode Naive Bayes, Maximum Entropy, dan Support Vector Machine pada Dokumen Berbahasa Inggris dan Dokumen Berbahasa Indonesia Hasil Penerjemahan Otomatis

Lebih terperinci

BAB 2 KAJIAN PUS TAKA

BAB 2 KAJIAN PUS TAKA BAB 2 KAJIAN PUS TAKA 2.1. Data Mining Dalam membuat sebuah keputusan bisnis, dibutuhkan sejumlah pengetahuan mengenai kondisi pasar sehingga keputusan bisnis tersebut dapat menghasilkan perkembangan yang

Lebih terperinci

Penerapan Teknik Support Vector Machine untuk Pendeteksian Intrusi pada Jaringan

Penerapan Teknik Support Vector Machine untuk Pendeteksian Intrusi pada Jaringan Penerapan Teknik Support Vector Machine untuk Pendeteksian Intrusi pada Jaringan LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana oleh : Krisantus Sembiring / 13503121 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

ANALISIS KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ICA DAN SVM

ANALISIS KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ICA DAN SVM ANALISIS KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ICA DAN SVM Ardan Wicaksono¹, Heroe Wijanto², Gelar Budiman³ ¹Teknik Telekomunikasi,, Universitas Telkom Abstrak Kata Kunci : Abstract At this time

Lebih terperinci

PENGGOLONGAN UANG KULIAH TUNGGAL MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE

PENGGOLONGAN UANG KULIAH TUNGGAL MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE E-Jurnal Matematika Vol. 6 (4), November 2017, pp. 220-225 ISSN: 2303-1751 DOI: https://doi.org/10.24843/mtk.2017.v06.i04.p169 PENGGOLONGAN UANG KULIAH TUNGGAL MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE I Gede

Lebih terperinci

Penerapan Support Vector Machine untuk Ekstraksi Informasi dari Dokumen Teks

Penerapan Support Vector Machine untuk Ekstraksi Informasi dari Dokumen Teks Penerapan Support Vector Machine untuk Ekstraksi Informasi dari Dokumen Teks LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana oleh : Paramita / 13504040 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI TWITTER SENTIMENT ANALYSIS UNTUK REVIEW FILM MENGGUNAKAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE

IMPLEMENTASI TWITTER SENTIMENT ANALYSIS UNTUK REVIEW FILM MENGGUNAKAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE Jurnal Informatika Polinema ISSN: 2407-070X IMPLEMENTASI TWITTER SENTIMENT ANALYSIS UNTUK REVIEW FILM MENGGUNAKAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE Faisal Rahutomo 1, Pramana Yoga Saputra 2, Miftahul Agtamas

Lebih terperinci

KLASIFIKASI WILAYAH DESA-PERDESAAN DAN DESA-PERKOTAAN WILAYAH KABUPATEN SEMARANG DENGAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) ABSTRACT

KLASIFIKASI WILAYAH DESA-PERDESAAN DAN DESA-PERKOTAAN WILAYAH KABUPATEN SEMARANG DENGAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) ABSTRACT ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 751-760 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian KLASIFIKASI WILAYAH DESA-PERDESAAN DAN DESA-PERKOTAAN WILAYAH

Lebih terperinci

ANALISIS SUPPORT VECTOR REGRESSION

ANALISIS SUPPORT VECTOR REGRESSION ANALISIS SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) DALAM MEMPREDIKSI KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA SERIKAT SKRIPSI Oleh : RISKY AMANDA NIM. 24010210141027 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENERAPAN DATA MINING UNTUK EVALUASI KINERJA AKADEMIK MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÏVE BAYES CLASSIFIER

PENERAPAN DATA MINING UNTUK EVALUASI KINERJA AKADEMIK MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÏVE BAYES CLASSIFIER PENERAPAN DATA MINING UNTUK EVALUASI KINERJA AKADEMIK MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÏVE BAYES CLASSIFIER I. PENDAHULUAN Mahasiswa merupakan salah satu aspek penting dalam evaluasi keberhasilan penyelenggaraan

Lebih terperinci

Terkait dengan klasifikasi trafik jaringan komputer, beberapa penelitian telah dilakukan dengan fokus pada penerapan data mining. Penelitian tentang

Terkait dengan klasifikasi trafik jaringan komputer, beberapa penelitian telah dilakukan dengan fokus pada penerapan data mining. Penelitian tentang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini komunikasi data pada jaringan internet telah mencapai kemajuan yang sangat pesat, ditandai oleh pemakaiannya yang lebih beragam dan teknologi yang digunakan

Lebih terperinci

KLASIFIKASI CITRA FORMULIR MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA PROSES DIGITALISASI FORMULIR

KLASIFIKASI CITRA FORMULIR MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA PROSES DIGITALISASI FORMULIR KLASIFIKASI CITRA FORMULIR MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA PROSES DIGITALISASI FORMULIR Dewi Pramudi Ismi 1), Ardiansyah 2) 1 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri,

Lebih terperinci

Pengaruh Preprocessing Data pada Metode SVR dalam Memprediksi Permintaan Obat

Pengaruh Preprocessing Data pada Metode SVR dalam Memprediksi Permintaan Obat Pengaruh Preprocessing Data pada Metode SVR dalam Memprediksi Permintaan Obat Bakhtiyar Hadi Prakoso 1) 1) Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jember Jl. Karimata No.

Lebih terperinci

Prediksi Financial Time Series Menggunakan Independent Component Analysis dan Support Vector Regression Studi Kasus : IHSG dan JII

Prediksi Financial Time Series Menggunakan Independent Component Analysis dan Support Vector Regression Studi Kasus : IHSG dan JII ISSN : 355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol., No. Agustus 015 Page 3608 Prediksi Financial Time Series Menggunakan Independent Component Analysis dan Support Vector Regression Studi Kasus : IHSG

Lebih terperinci

TRANSFORMASI MODEL WARNA YUV DAN FUZZY SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK KLASIFIKASI CITRA SATELIT

TRANSFORMASI MODEL WARNA YUV DAN FUZZY SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK KLASIFIKASI CITRA SATELIT TRANSFORMASI MODEL WARNA YUV DAN FUZZY SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK KLASIFIKASI CITRA SATELIT Ahmad Afif Supianto 1, Sutrisno 2 Informatika/Ilmu Komputer, Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer,

Lebih terperinci

PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION DENGAN ALGORITMA GRID SEARCH

PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION DENGAN ALGORITMA GRID SEARCH PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION DENGAN ALGORITMA GRID SEARCH SKRIPSI Disusun Oleh : LUTFIA SEPTININGRUM 240 102 111 400 73 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN

Lebih terperinci

PERBANDINGAN ANALISIS KLASIFIKASI ANTARA DECISION TREE DAN SUPPORT VECTOR MACHINE MULTICLASS UNTUK PENENTUAN JURUSAN PADA SISWA SMA

PERBANDINGAN ANALISIS KLASIFIKASI ANTARA DECISION TREE DAN SUPPORT VECTOR MACHINE MULTICLASS UNTUK PENENTUAN JURUSAN PADA SISWA SMA ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015, Halaman 1007-1016 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PERBANDINGAN ANALISIS KLASIFIKASI ANTARA DECISION TREE DAN

Lebih terperinci

. BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Pengenalan Jenis Kendaraan Menggunakan Statistical Algorithm dan Support Vector Machine [11]

. BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Pengenalan Jenis Kendaraan Menggunakan Statistical Algorithm dan Support Vector Machine [11] . BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Jenis Kendaraan Menggunakan Statistical Algorithm dan Support Vector Machine [11] Dalam penelitian tersebut dibangun sistem pengenalan jenis kendaraan otomatis. Jenis

Lebih terperinci

Analisis Perbandingan Sistem Pengenalan Rambu-Rambu Lalu Lintas Menggunakan Metode Generative Learning dan Support Vector Machine

Analisis Perbandingan Sistem Pengenalan Rambu-Rambu Lalu Lintas Menggunakan Metode Generative Learning dan Support Vector Machine Analisis Perbandingan Sistem Pengenalan Rambu-Rambu Lalu Lintas Menggunakan Metode Generative Learning dan Support Vector Machine Moses Jefferson Irawan, Dodi Sudiana Teknik Komputer, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Diagnosis kanker dapat dilakukan berdasarkan struktur morfologisnya, namun hal tersebut mengalami kesulitan karena perbedaan struktur morfologis yang sangat tipis

Lebih terperinci

3. Masalah Penelitian

3. Masalah Penelitian Course Outline 1. Pengantar Penelitian 2. Tahapan Penelitian 3. Masalah Penelitian 4. Literature Review 5. Struktur Penulisan Tesis 6. Kesalahan Penulisan Tesis 7. Metode Eksperimen 8. Pengujian Tesis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan beberapa karya yang mempermudah urusan manusia. Dan salah

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan beberapa karya yang mempermudah urusan manusia. Dan salah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan dengan banyaknya temuan-temuan terbaru hasil penelitian dari para pakar teknologi, menghasilkan beberapa karya

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pemrograman Non Linier Pemrograman Non linier merupakan pemrograman dengan fungsi tujuannya saja atau bersama dengan fungsi kendala berbentuk non linier yaitu pangkat dari variabelnya

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM METODOLOGI DATA MINING

BAB IV GAMBARAN UMUM METODOLOGI DATA MINING BAB IV GAMBARAN UMUM METODOLOGI DATA MINING A. Metodologi Data Mining Metodologi Data Mining Komponen data mining pada proses KDD seringkali merupakan aplikasi iteratif yang berulang dari metodologi data

Lebih terperinci

BAB IV EKSPERIMEN. 4.1 Tujuan

BAB IV EKSPERIMEN. 4.1 Tujuan BAB IV EKSPERIMEN Pada bab ini dibahas mengenai eksperimen penggunaan SVM dalam pendeteksian intrusi pada jaringan. Pembahasan ini meliputi tujuan yang ingin dicapai melalui eksperimen ini, parameter evaluasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu pelayanan dalam dunia perbankan adalah pemberian pinjaman kredit kepada nasabah yang memenuhi syarat perbankan. kredit merupakan sumber utama penghasilan

Lebih terperinci

MODUL 12 Model Prediktif

MODUL 12 Model Prediktif MODUL 12 Model Prediktif Prediktif Analytics adalah teknologi yang menangkap proses data mining dalam rutinitas sederhana. Kadang-kadang disebut "one-click data mining," Model ini menyederhanakan dan mengotomatisasi

Lebih terperinci