BAB 4 PENGUJIAN DAN ANALISA
|
|
|
- Suparman Santoso
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 57 BAB 4 PENGUJIAN DAN ANALISA Pengujian dan analisa pada Bab 4 ini pada intinya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu sistem dengan metode yang sudah ditentukan. Masing masing metode mempunyai kelemahan dan kelebihan sendirisendiri. Sistem identifikasi wajah ini terdiri dari 2 sistem yakni sistem pendeteksi wajah dan sistem pengenalan wajah. Masing-masing sistem diuji dengan cara yang berbeda karena menggunakan metode yang berbeda pula Pendeteksi wajah Pada awal sistem sbelum pre-processing pada sistem pengenalan wajah ada sebuah sistem lain yakni sistem pendeteksi wajah dengan metode pattern matching atau pencocokan pola. Pendeteksi wajah ini yang membedakan bagian wajah dan bagian bukan wajah pada citra digital sehingga mempercepat proses pengenalan wajah nantinya, karena tidak perlu memperhitungkan komponen citra digital yang bukan wajah. Dengan demikian sistem pengenalan wajah diharapkan dapat melaukan proses lebih cepat dan akurat karena sistem pendeteksi wajah ini akan secara otomatis membuang bagian bukan wajah Penentuan Pola pada Sistem Pendeteksi Wajah Input dari sistem pendeteksi wajah ini adalah berupa Video input yang telah di set frame rate nya sebesar 15 fps (frame per second), untuk membuktikan bahwa dengan kamera digital sederhana sekalipun sistem ini dapat berjalan. Setelah mendapatkan parameter yang tepat dan juga susunan diagram blok set yg tepat pada program, sistem pendeteksi wajah dapat dikatakan berhasil. keberhasilannya adalah 85.1%. Adapun komponen yang paling menentukan dalam sistem pendeteksi wajah menggunakan metode pattern matching atau yang disebut pencocokan pola disini adalah pola wajah yang digunakan. Berikut ini adalah uji coba yang dilakukan untuk memperoleh parameter ukuran pola dan template wajah.
2 58 Perbedaan antara pola wajah dan template wajah adalah dimana pola wajah merupakan citra wajah digital hasil cropping manual dari pengambilan gambar dengan webcam, seperti yang ditunjukan pada Gambar 4.1 Gambar 4.1 Citra Pola Wajah Sementara itu template wajah adalah citra template yang dibuat manual seperti yang ditunjukan Gambar 4.2 Gambar 4.2 Citra Template Wajah Percobaan dilakukan dengan membuat variasi ukuran pola wajah dan template wajah. Hasil percobaan untuk mendapatkan pola yang cocok dan sesuai dengan input video yang digunakan sistem deteksi wajah, sehingga diharapkan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Pendeteksi wajah ini dirancang untuk dapat diintegrasi pada sistem pengenalan wajah. Pendeteksi wajah itu sediri merupakan sebuah sistem yang mempunyai input-prgres-output. Input sistem berupa Gambar video yang langsung di ambil dari webcam atau realtime. Progresnya adalah berupa korelasi antara dua buah citra yang sesuai, yang ditonjolkan nilai maksimumnya, dan diklasifikasikan menjadi dua bagian, yakni wajah dan non wajah dengan membuar kotak pembatas yang mengarah kepada objek wajah. Hasil atau output-nya adalah sebagai berikut pada Gambar 4.3
3 59 Gambar 4.3. Beberapa sample frame video input 160 x 120 hasil deteksi wajah. Untuk mendapatkan korelasi yang sesuai antara input yang akan di deteksi wajah berupa video dengan pola wajah, maka dilakukan ujicoba dengan memasukan pola wajah yagn berbeda ukuran. Berikut hasil ujicoba pada Tabel 4.1 dan 4.2. Tabel 4.1 Hasil Percobaan Deteksi Wajah dengan Menentukan Ukuran Pola Wajah Ukuran Pola Wajah Input Terdeteksi Video Sempurna 20 x x 120 0% 30 x x 120 0% 40 x x 120 0% 50 x x % 60 x x % 70 x x % 80 x x % 90 x x % 100 x x % 110 x x 120 0% 120 x x % 20 x x 144 0% 30 x x 144 0% 40 x x 144 0% 50 x x % 60 x x % 70 x x % 80 x x % 90 x x % 100 x x % 110 x x 144 0% 120 x x 144 0% Berdasarkan pada percobaan pertama dengan memvariasikan ukuran pola wajah sebagai data citra yang akan dikorelasikan dengan input video dari webcam secara real time, pada ukuran citra input video dengan ukuran frame yang lebih besar hasilnya tidak lebih baik dari pada citra input video dengan ukuran frame
4 60 yang lebih kecil dan frame yang lebih besar juga memakan waktu yang lebih lama.. Hal ini kemungkinan dikarenakan oleh bertambahnya perhitungan Maka pada percobaan dengan template selanjutnya hanya di lalukan pada ukuran frame 160 x 120 saja untuk dapat menetukan ukuran dari pola wajah yang akan dikorelasikan dengan input video. Tabel 4.2 Hasil Percobaan Deteksi Wajah dengan Menentukan Ukuran Template Wajah Ukuran Template Wajah Input Video Terdeteksi Sempurna 38 x x 120 0% 40 x x 120 0% 58 x x % 67 x x % 76 x x % 86 x x % Dari percobaan diata, pola wajah yang paling sesuai dengan input video 160 x 120 adalah berkisar antara 70 x 63 pada penggunaan pola wajah, dan 67 x 70 pada penggunaan template wajah. Hasil uji coba menunjukan pada range nilai frame seperti itulah yang paling sesuai untuk melakukan korelasi dengan input video 160 x 120, sementara dengan ukuran pola yang lebih besar lagi akan membuat gambar menjadi terkesan patah-patah Pendeteksi Wajah pada Posisi Wajah yang Berbeda-beda Percobaan selanjutnya adalah uji coba keberhasilan deteksi wajah secara real time pada object bergerak yang langsung diambil dari webcam, dengan berbagai pergerakan atau perubahan posisi. Pada saat pengujian jarak antara lensa webcam dengan objek wajah adalah 44 cm. Hasil uji coba sistem pendeteksi wajah ini ditunjukan pada Tabel 4.3. Percobaan inidilakukan dengan cara menggerakan objek ke segala arah untuk memastikan wajah yang bergerak dapat berhasil terdeteksi. Hasil menunjukan selama wajah lengkap berada dalam jangkauan kamera, maka 100% dapat terdeteksi, hanya saja gerakan di sebelah
5 61 kiri gambar dapat lebih cepat terdeteksi, hal ini dikarenakan jarak koordinat yang lebih dekat ke pusat. Tabel 4.3 Ujicoba Deteksi wajah pada Posisi Kordinat (x,y) yang berbeda. Posisi Wajah Wajah Terdeteksi Bergerak ke kiri Ya 100% Bergerak ke kanan Ya 100% Bergerak ke atas Ya 100% Bergerak ke bawah Ya 100% Bergerak ke depan Ya 100% Bergerak ke belakang Ya 100% Sementara itu proses pengambilan wajah dengan menggunakan metode pattern matching ini mempunyai beberapa kelemahan terutama jika objek wajah miring, tidak sampai 45 derajat kemiringan wajah, sistem sudah tidak mamu lagi mendeteksi wajah. Sementara pada kondisi wajah menoleh, sistem masih mampu mendeteksi sampai dengan sudut 90 derajak kekiri dan ke kanan. Hal ini dirangkum pada tabel 4.4 berikut. Tabel 4.4. Hasil Uji Coba Deteksi Wajah pada Posisi Wajah yang Berbeda-beda Kemiringan Tabel Wajah Wajah Terdeteksi 45 derajat menoleh ke kiri Ya 100% 90 derajat menoleh ke kiri Ya 50% 45 derajat menoleh ke kanan Ya 100% 90 derajat menoleh ke kanan Ya 50% 15 derajat miring kiri Ya 100% 30 derajat miring kiri Ya 100% 45 derajat miring kanan Tidak 0% 15 derajat miring kanan Ya 100% 30 derajat ke arah kanan Ya 100% 45 derajat ke arah kanan Tidak 0% keberhasilan percobaa pertama saat sistem mendeteksi wajah secara posisi berdasarkan koordinat adalah 100% selama wajah yang utuh masih berada di dalam jangkauan kamera. Pada percobaan kedua, pendeteksian wajah pada tingkat derajat kemiringan yang berbeda-beda tingkat keberhasilannya adalah 70%. Penggabungan nilai rata-rata kedua ujicoba tersebut adalah tingkat keberhasilan sistem pendeteksi wajah yakni 85%.
6 Pengenalan wajah Masuk ke sistem pengenalan wajah, metode yang digunakan adalah metode jaringan saraf tiruan atau neural network. Karena perbedaan metode ini maka uji coba yang dilakukan juga berbeda-beda. Pada proses pengujian sistem ini akan diuji sejauh mana kehandalan proses pengenalan wajah menggunakan neural network yang parameternya telah diujicoba, terlebih dahulu Pengujian Parameter Sistem Pengenalan Wajah Hidden layer yang digunakan pada sistem pengenalan wajah ini adalah 100 layer, hal ini berdasarkan pengujian saat mengggunakan jumlah hidden layer yang berbeda, terjadi penurunan tingkat keberhasilan saat melakukan ujicoba pengenalan wajah. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di Tabel 4.5, Tabel 4.6, dan Tabel 4.7 sebgai berikut. Tabel 4.5 Uji Hidden Layer 10 Neural Network pada pengenalan Wajah Data Latih sebagai DataMasukan Data Latih yang Hidden Layer liza.jpg liza.jpg % uji.jpg edit.jpg 10 0% iramaya.jpg iramaya.jpg % uli.jpg uli.jpg % irma.jpg irma.jpg % nurina.jpg Nurina.jpg % edit.jpg Nurina.jpg 10 0% nia.jpg Nurina.jpg 10 0% citra.jpg citra.jpg % ira.jpg ira.jpg % astri.jpg astri.jpg % ami.jpg ami.jpg % * kegagalan = 3/12 * 100 = 25% Adjustment atau penyetingan dilakukan pada hidden layer 40 dan 100 setelah menggunakan hidden layer 10 tingkat keberhasilannya masih kecil. Tabel 4.6 menunjukan pengujian pengenalan data latih pada hidden layer 40 sementara Tabel 4.7 menunjukan pengujian pengenalan data latih pada hidden layer 100.
7 63 Tabel 4.6 Uji Hidden Layer 40 Neural Network pada pengenalan Wajah Data Latih sebagai DataMasukan Data Latih yang Hidden Layer liza.jpg liza.jpg % uji.jpg uji.jpg % iramaya.jpg iramaya.jpg % uli.jpg uli.jpg % irma.jpg irma.jpg % nurina.jpg nurina.jpg % edit.jpg edit.jpg % nia.jpg nia.jpg % citra.jpg citra.jpg % ira.jpg ira.jpg % astri.jpg astri.jpg % ami.jpg ami.jpg % * kegagalan = 0% Hasil uji coba yang diltunjukan pada Tabel 4.5, Tabel 4.6 maupun Tabel 4.7 merupakan pengujian terhadap data latih hingga keberhasilannya mencapai 100%. Tabel 4.7 Uji Hidden Layer 100 Neural Network pada pengenalan Wajah Data Latih sebagai DataMasukan Data Latih yang Hidden Layer liza.jpg liza.jpg % uji.jpg uji.jpg % iramaya.jpg iramaya.jpg % uli.jpg uli.jpg % irma.jpg irma.jpg % nurina.jpg nurina.jpg % edit.jpg edit.jpg % nia.jpg nia.jpg % citra.jpg citra.jpg % ira.jpg ira.jpg % astri.jpg astri.jpg % ami.jpg ami.jpg % * kegagalan = 0%
8 Pengujian keberhasilan Sistem Pengenalan Wajah Pengujian sistem pengenalan wajah dilakukan dengan mengidentifikasi nama dari data wajah yang sudah di training dan tingkat kegagalan paling rendah adalah di hidden layer 100, karena dari percobaan dengan menggunakan hidden layer yang lainnya tingkat keberhasilannya lebih rendah dari 76%. Percobaan dilakukan sebanyak 696 kali pada hidden layer yang berbeda-beda. Tabel 4.8. Hasil identifikasi 12 data training, Data Latih sebagai DataMasukan Data Latih yang liza.jpg liza.jpg 100% uji.jpg uji.jpg 100% iramaya.jpg iramaya.jpg 100% uli.jpg uli.jpg 100% irma.jpg irma.jpg 100% nurina.jpg nurina.jpg 100% edit.jpg edit.jpg 100% nia.jpg nia.jpg 100% citra.jpg citra.jpg 100% Ira.jpg ira.jpg 100% astri.jpg astri.jpg 100% ami.jpg ami.jpg 100% * kegagalan = 0% Percobaan pengenalan dibagi menjadi 2 yakni percobaan pengenalan yang dilakukan pada ke-duabelas data latih dan percobaan pengenalan pada data gambar selain data latih. Masih sama seperti percobaan sebelumnya, tingkat keberhasilan adalah 100% setelah dua kali diuji dan di training ulang pada data yang sama dan hidden layer yang sama yakni 100. Namun pada hidden layer 10 tingkat keberhasilannya hanya 75% Pada hidden layer 10 dengan data training masih hanya berjumlah 6 data, keberhasilan yang dicapai juga mencapai 100% saat mencoba mengenali data-data yang sudah pernah di-training, seperti Tabel 4.9 berikut.
9 65 Tabel 4.9. Hasil identifikasi 6 data training Data Masukan Data Latih yang Nurina.jpg Nurina.jpg 100% Irma.jpg Irma.jpg 100% Uli.jpg Uli.jpg 100% Ira.jpg Ira.jpg 100% Edit.jpg Edit.jpg 100% Liza.jpg Liza.jpg 100% * kegagalan = 0% Hal ini diperkirakan terjadi karena dengan bertambahnya data latih pada metode jaringan saraf tiruan maka bertambah pula komplesitas perhitungan data, sehingga dengan bertambahnnya kompleksitas, peluang terjadinya kesalahan menjadi lebih besar. Pada percobaan identifikasi data wajah yang bukan data training menggunakan hidden layer 100, dari total kedua dua puluh tujuh, tingkat keberhasilannya 79% yang dapat dikenali sebagai wajah dengan pemetaan nama yang benar. Hal ini dikarenakan mimik wajah dan pencahayaan yang hampir masih belum sempurna dikenali oleh sistem. Salah satu contoh kesalahan karena mimik wajah tersenyum adalah seperti yang ditunjukan pada Gambar 4.4. Sementara contoh pengenalan yang benar ditunjukan pada Gambar 4.5 Untuk lebih detailnya data uji dapat dilihat pada Tabel 4.10 pada halaman berikutnya. Gambar 4.4. Kesalahan pada proses pengenalan karena mimik wajah.
10 66 Gambar 4.5. Contoh pengenalan wajah yang berhasil. Tabel 4.10 Hasil identifikasi 12 data training pada data wajah selain data training Data Masukan (non data latih) Data Latih yang ami2.jpg liza.jpg 0% astri2.jpg astri.jpg 100% citra2.jpg citra.jpg 100% edit2.jpg edit.jpg 100% ira2.jpg ira.jpg 100% iramaya2.jpg iramaya.jpg 100% irma2.jpg irma.jpg 100% liza2.jpg liza.jpg 100% nia2.jpg citra.jpg 0% nurina2.jpg nurina.jpg 100% uji2.jpg uji.jpg 100% uli2.jpg uli.jpg 100% ami3.jpg ami.jpg 100% astri3.jpg astri.jpg 100% citra3.jpg nia.jpg 0% edit3.jpg edit.jpg 100% ira3.jpg ira.jpg 100% iramaya3.jpg iramaya.jpg 100% irma3.jpg citra.jpg 0% liza3.jpg liza.jpg 100% nia3.jpg citra.jpg 0% nurina3.jpg nurina.jpg 100% uji3.jpg uji.jpg 100% uli3.jpg uli.jpg 100% * kegagalan = 5/27 * 100 = 21% Dengan demikian dapat diambil rata tingkat adalah 79% pada data non latih. Hal ini merupakan peningkatan dibandingkan dengan uji coba
11 67 sebelumnya ke sepuluh data selain data training, dengan 6 data training pada Tabel 4.9. Kesepuluh data non-training tersebut dengan tingkat keberhasilannya yang hanya 60 % ditunjukan di Tabel 4.11 berikut. Tabel 4.11Hasil identifikasi 6 data training pada data wajah selain data training Data Masukan Data Latih yang Nurina2.jpg Nurina.jpg 100% Irma2.jpg Irma.jpg 100% Uli2.jpg Irma.jpg 0% Ira2.jpg Ira.jpg 100% Edit2.jpg Edit.jpg 100% Liza1.jpg Uli.jpg 0% Liza2.jpg Liza.jpg 100% Citra.jpg Irma.jpg 0% Nia.jpg Irma.jpg 0% Irma1.jpg Irma.jpg 100% * kegagalan = 4/10 * 100 = 40% Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menambahkan data training, maka peluang untuk mengenali wajah wajah yang belum non training menjadi lebih besar. Sementara itu jika keseluruhan data wajah digabungkan diuji dan dihitung persentase keberhasilannya mencapai 86% dengan hidden layer 100. Hal ini ditunjukan pada Tabel 4.12 berikut. Tabel 4.12 Hasil identifikasi seluruh data wajah Input Data Data Latih yang Hidden Layer ami.jpg ami.jpg % astri.jpg astri.jpg % citra.jpg uji.jpg % edit.jpg edit.jpg % ira.jpg liza.jpg % iramaya.jpg irma.jpg % irma.jpg irma.jpg % liza.jpg liza.jpg % nia.jpg nia.jpg %
12 68 Tabel 4.12 Hasil identifikasi seluruh data wajah (lanjutan) Input Data Data Latih yang Hidden Layer Nurina.jpg uji.jpg % uji.jpg nia.jpg % uli.jpg uli.jpg % ami2.jpg liza.jpg 100 0% astri2.jpg astri.jpg % citra2.jpg citra.jpg % edit2.jpg edit.jpg % ira2.jpg ira.jpg % iramaya2.jpg iramaya.jpg % irma2.jpg irma.jpg % liza2.jpg liza.jpg % nia2.jpg citra.jpg 100 0% Nurina2.jpg nurina.jpg % uji2.jpg uji.jpg % uli2.jpg uli.jpg % ami3.jpg ami.jpg % astri3.jpg astri.jpg % citra3.jpg nia.jpg 100 0% edit3.jpg edit.jpg % ira3.jpg ira.jpg % iramaya3.jpg iramaya.jpg % irma3.jpg citra.jpg 100 0% liza3.jpg liza.jpg % nia3.jpg citra.jpg 100 0% Nurina3.jpg nurina.jpg % uji3.jpg uji.jpg % uli3.jpg uli.jpg % Rata-rata 86% * kegagalan = 5/36 * 100 = 14%
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Biometrik adalah salah satu teknologi cangih yang banyak dipakai untuk menjadi bagian dari system keamanan di berbagai bidang. Biometrik ini bahkan sudah digunakan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
39 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Sistem pengenalan wajah ini di desain untuk identifikasi wajah untuk sistem autentikasi yang dibuat berdasarkan penggabungan dua metode yakni metode jaringan saraf tiruan (JST)
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Implementasi dan Evaluasi yang dilakukan penulis merupakan implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak dari sistem secara keseluruhan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. fold Cross Validation, metode Convolutional neural network dari deep learning
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Prinsip Kerja Program P rinsip kerja program yaitu dengan melakukan pra pengolahan citra terhadap foto fisik dari permukaan buah manggis agar ukuran seluruh data
PENGAMAN RUMAH DENGAN SISTEM FACE RECOGNITION SECARA REAL TIME MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS
PENGAMAN RUMAH DENGAN SISTEM FACE RECOGNITION SECARA REAL TIME MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS Sinar Monika 1, Abdul Rakhman 1, Lindawati 1 1 Program Studi Teknik Telekomunikasi, Jurusan
IDENTIFIKASI DAN TRACKING OBJEK BERBASIS IMAGE PROCESSING SECARA REAL TIME
IDENTIFIKASI DAN TRACKING OBJEK BERBASIS IMAGE PROCESSING SECARA REAL TIME Hendy Mulyawan, M Zen Hadi Samsono, Setiawardhana Jurusan Telekomunkasi - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi
Calculati Alfi Jannati Mujiono Pembimbing : Dr. Singgih Jatmiko, SSi., MSc
ANALISIS PERBANDINGAN METODE EIGENFACE DENGAN FISHERFACE PADA PROSES PENGENALAN WAJAH Calculati Alfi Jannati Mujiono 51410506 Pembimbing : Dr. Singgih Jatmiko, SSi., MSc Latar Belakang Perkembangan Teknologi
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN WEBCAM UNTUK ABSENSI DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN WEBCAM UNTUK ABSENSI DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING Mohamad Aditya Rahman, Ir. Sigit Wasista, M.Kom Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
68 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Algoritma Pengujian dilakukan untuk mendapatkan algoritma yang paling optimal dari segi kecepatan dan tingkat akurasi yang dapat berjalan secara real time pada smartphone
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan Computer Vision terutama dalam bidang pengenalan wajah berkembang pesat, hal ini tidak terlepas dari pesatnya
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Sistem Neural Network di Matlab Gambar 3.1 Blok Diagram Perancangan Sistem Neural network 3.1.1 Training Neural Network Untuk pelatihan neural network penulis lebih
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Pengerjaan tugas akhir ini ditunjukkan dalam bentuk blok diagram pada gambar 3.1. Blok diagram ini menggambarkan proses dari sampel citra hingga output
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Sistem Piranti yang digunakan untuk pelatihan maupun pengujian sistem terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. 4.1.1 Perangkat Keras Perangkat keras
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari
48 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari 2012. Pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di Laboratorium
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih locker
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Pada perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih
Pengendalian Posisi Mobile Robot Menggunakan Metode Neural Network Dengan Umpan Balik Kamera Pemosisian Global
The 13 th Industrial Electronics Seminar 2011 (IES 2011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 26, 2011 Pengendalian Posisi Mobile Robot Menggunakan Metode
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu cara yang umum untuk melakukan interaksi dengan komputer adalah melalui penggunaan keyboard dan mouse. Namun, interaksi tersebut tidak dapat dilakukan oleh
Rancang Bangun Sistem Pelacakan Obyek Menggunakan CCTV dan Webcam. Kampus ITS, Surabaya
Rancang Bangun Sistem Pelacakan Obyek Menggunakan CCTV dan Webcam Choirul Umul Islami 1, Mike Yuliana 2, Akuwan Shaleh 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi
TRACKING OBJECT MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING BERBASIS STEREO VISION
TRACKING OBJECT MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING BERBASIS STEREO VISION Indra Pramana, M Zen Hadi Samsono, Setiawardhana Jurusan Telekomunkasi - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi
SISTEM KAMERA DENGAN PAN-TILT TRIPOD OTOMATIS UNTUK APLIKASI FOTOGRAFI
SISTEM KAMERA DENGAN PAN-TILT TRIPOD OTOMATIS UNTUK APLIKASI FOTOGRAFI Jourdan Septiansyah Efflan NRP. 2209100084 Dosen Pembimbing Ronny Mardiyanto, ST.,MT.,Ph.D. Ir. Djoko Purwanto,M.Eng.,Ph.D. JURUSAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari- hari seringkali ditemukan uang palsu pada berbagai transaksi ekonomi. Tingginya tingkat uang kertas palsu yang beredar di kalangan masyarakat
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER Dalam analisis dan perancangan sistem program aplikasi ini, disajikan mengenai analisis kebutuhan sistem yang digunakan, diagram
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Kerangka Pikir Pengenalan wajah merupakan suatu teknologi dalam dunia kecerdasan buatan agar komputer dapat meniru kemampuan otak manusia dalam mendeteksi dan mengenali
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu bentuk dari digitalisasi yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi 3D Scanning yang merupakan proses pemindaian objek nyata ke dalam bentuk digital.
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Sistem Adapun spesifikasi komputer yang digunakan penulis dalam melakukan simulasi pada aplikasi penelitian pengenalan citra wajah dengan variasi
BAB III METODE PENELITIAN. dan bahan, agar mendapatkan hasil yang baik dan terstruktur. Processor Intel Core i3-350m.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Untuk menunjang penelitian yang akan dilakukan, maka diperlukan alat dan bahan, agar mendapatkan hasil yang baik dan terstruktur. 3.1.1 Alat Penelitian Adapun
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Program Aplikasi Dalam proses identifikasi karakter pada plat nomor dan tipe kendaraan banyak menemui kendala. Masalah-masalah yang ditemui adalah proses
BAB IV ANALISA KUALITAS VIDEO VIRTUAL STUDIO. Video virtual studio merupakan perpaduan antara video dan graphis,
BAB IV ANALISA KUALITAS VIDEO VIRTUAL STUDIO Video virtual studio merupakan perpaduan antara video dan graphis, dimana background dengan warna biru di studio diganti dengan gambar dari komputer graphis,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Pengembangan Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi fitur yang terdapat pada karakter citra digital menggunakan metode diagonal
ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dalam kurung waktu setahun.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Intrumentasi Medis Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Lokasi pengambilan
PENGENDALIAN POSISI MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DENGAN UMPAN BALIK KAMERA PEMOSISIAN GLOBAL
PENGENDALIAN POSISI MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DENGAN UMPAN BALIK KAMERA PEMOSISIAN GLOBAL Randy Reza Kautsar (1), Bima Sena Bayu D S.ST M.T (2), A.R. Anom Besari. S.ST, M.T (2) (1)
BAB I PENDAHULUAN. tujuan, ruang lingkup, dan sistematika penulisan laporan dari Tugas Akhir ini.
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang, permasalahan, tujuan, ruang lingkup, dan sistematika penulisan laporan dari Tugas Akhir ini. 1.1 LATAR BELAKANG Bagi para pengusaha
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Sistem Adapun spesifikasi komputer yang digunakan pada aplikasi penelitian pengenalan ekspresi wajah ini seperti pada tabel Tabel 4.1 Spesifikasi
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian untuk pengenalan nama objek dua dimensi pada citra
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian untuk pengenalan nama objek dua dimensi pada citra adalah sebagai berikut. Gambar 3.1 Desain Penelitian 34 35 Penjelasan dari skema gambar
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Penentuan Masalah Penelitian Masalah masalah yang dihadapi oleh penggunaan identifikasi sidik jari berbasis komputer, yaitu sebagai berikut : 1. Salah satu masalah dalam
Verifikasi Citra Wajah Menggunakan Metode Discrete Cosine Transform Untuk Aplikasi Login
The 13 th Industrial Electronics Seminar 011 (IES 011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 6, 011 Verifikasi Citra Wajah Menggunakan Metode Discrete Cosine
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan deteksi penyakit pada daun rose dengan menggunakan metode ANN.
Laporan Akhir Projek PPCD Deteksi Penyakit Daun Menggunakan Artificial Neural Network (ANN) TRI SONY(G64130020), GISHELLA ERDYANING (G64130040), AMALIYA SUKMA RAGIL PRISTIYANTO (G64130044), MUHAMMAD RIZQI
Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini
Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini Wawan Kurniawan Jurusan PMIPA, FKIP Universitas Jambi [email protected] Abstrak
BAB IV PENGUJIAN SISTEM. koordinat pada tiap-tiap area, akses pixel, contrast streching, histogram. yang
BAB IV PENGUJIAN SISTEM Sistem yang di ujicoba merupakan dari hasil program yang telah selesai dibuat. Dimulai dari pengambilan citra dari WebCam, pengolahan citra yang dimulai dengan update citra kondisi
Sistem Deteksi Wajah Pada Sistem Pengaman Lingkungan Berdasarkan Deteksi Obyek Bergerak Menggunakan Kamera
Sistem Deteksi Wajah Pada Sistem Pengaman Lingkungan Berdasarkan Deteksi Obyek Bergerak Menggunakan Kamera Sandy Prayogi, Eru Puspi,ST, M.Kom, Ronny Susetyoko S.Si, M.Si # Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Citra Digital Citra digital adalah citra yang bersifat diskrit yang dapat diolah oleh computer. Citra ini dapat dihasilkan melalui kamera digital dan scanner ataupun citra yang
TRACKING ARAH GERAKAN TELUNJUK JARI BERBASIS WEBCAM MENGGUNAKAN METODE OPTICAL FLOW
TRACKING ARAH GERAKAN TELUNJUK JARI BERBASIS WEBCAM MENGGUNAKAN METODE OPTICAL FLOW Ubaidillah Umar, Reni Soelistijorini, B. Eng, MT, Haryadi Amran Darwito, S.ST Jurusan Teknik Telekomunkasi - Politeknik
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Sistem Spesifikasi komputer yang digunakan dalam melakukan simulasi pada aplikasi perancangan pencarian daftar hitam dengan deteksi wajah berdasarkan
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan sistem aplikasi yang digunakan sebagai user interface untuk menangkap citra ikan, mengolahnya dan menampilkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem pengenalan wajah adalah aplikasi dari pengolahan citra yang dapat mengidentifikasi seseorang melalui citra digital atau frame video. Sistem pengenalan wajah
III. METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai analisis pola interferensi pada interferometer Michelson
22 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian mengenai analisis pola interferensi pada interferometer Michelson akibat perbedaan ketebalan benda transparan dengan metode image processing
PERANCANGAN VIDEO SPEKTROSKOPI-NEURAL NETWORK UNTUK IDENTIFIKASI JENIS CAIRAN SYAIFUDIN DOSEN PEMBIMBING DR. MOCHAMMAD RIVAI,ST.
PERANCANGAN VIDEO SPEKTROSKOPI-NEURAL NETWORK UNTUK IDENTIFIKASI JENIS CAIRAN SYAIFUDIN 2205204001 DOSEN PEMBIMBING DR. MOCHAMMAD RIVAI,ST.MT Pendahuluan 1. Spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari materi
Sistem Pengenal Wajah Manusia untuk Personalisasi Perintah pada Robot
Sistem Pengenal Wajah Manusia untuk Personalisasi Perintah pada Robot Mara Nugraha Teknik Informatika Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya 100, Depok [email protected] Abstrak Pengenalan
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENDETEKSIAN OBJEK MENGGUNAKAN METODE YCBCR PADA ROBOWAITER DRU99RWE4-V13
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENDETEKSIAN OBJEK MENGGUNAKAN METODE YCBCR PADA ROBOWAITER DRU99RWE4-V13 Ferry Ebitnaser 1, Taufiq Nuzwir Nizar 2, John Adler 3 1,2,3 Jurusan Teknik Komputer Unikom,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam suatu proses pembelajaran, evaluasi menjadi salah satu komponen yang memegang peranan penting sebagai ukuran bagaimana suatu proses pembelajaran telah diserap
IMPLEMENTASI METODE FUZZY UNTUK KLASIFIKASI USIA JERUK NIPIS
IMPLEMENTASI METODE FUZZY UNTUK KLASIFIKASI USIA JERUK NIPIS Hendry Setio Prakoso 1, Dr.Eng. Rosa Andrie.,ST.,MT 2, Dr.Eng. Cahya Rahmad.,ST.,M.Kom 3 1,2 Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Politeknik
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D
30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D Penelitian ini mengembangkan model sistem pengenalan wajah dua dimensi pada citra wajah yang telah disiapkan dalam
PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN MODEL PROPAGASI BALIK
ABSTRAK PENGENALAN SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN Dosen Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem pengenalan suara manusia dengan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
68 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini membahas tentang program yang telah dianalisis dan dirancang atau realisasi program yang telah dibuat. Pada bab ini juga akan dilakukan pengujian program. 4.1
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permainan catur cina, yang dikenal sebagai xiang qi dalam bahasa mandarin, merupakan sebuah permainan catur traditional yang memiliki jumlah 32 biji catur. Setiap
BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem penghitungan pengunjung..., Ikhsan Putra Kurniawan, FASILKOM Universitas UI, 2008 Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, permasalahan, tujuan, ruang lingkup dan sistematika penulisan laporan dari Tugas Akhir ini. 1.1 LATAR BELAKANG Penghitungan jumlah pengunjung
BAB I PENDAHULUAN. identitas individu baik secara fisiologis, sehingga dapat dijadikan alat atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi biometrik merupakan teknologi yang memanfaatkan identitas individu baik secara fisiologis, sehingga dapat dijadikan alat atau kunci dalam kontrol akses ke
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 31 Pendahuluan Algoritma Resilient Backpropagation (RPROP) dibagi menjadi dua bagian proses yaitu forward pass dan backward pass Forward pass berfungsi untuk mendapatkan nilai
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN
Jurnal Teknik Informatika Vol. 1 September 2012 1 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN Wahyu Saputra Wibawa 1, Juni Nurma Sari 2, Ananda 3 Program Studi
SISTEM KONTROL GERAK SEDERHANA PADA ROBOT PENGHINDAR HALANGAN BERBASIS KAMERA DAN PENGOLAHAN CITRA
SISTEM KONTROL GERAK SEDERHANA PADA ROBOT PENGHINDAR HALANGAN BERBASIS KAMERA DAN PENGOLAHAN CITRA Dirvi Eko Juliando Sudirman 1) 1) Teknik Komputer Kontrol Politeknik Negeri Madiun Jl Serayu No. 84, Madiun,
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN DAN PENYORTIRAN KARTU POS BERDASARKAN KODE POS DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN DAN PENYORTIRAN KARTU POS BERDASARKAN KODE POS DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK OLEH ARIF MIFTAHU5R ROHMAN (2200 100 032) Pembimbing: Dr. Ir Djoko Purwanto, M.Eng,
Bab ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, metodologi, dan sistematika pembahasan dari tugas akhir ini.
BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, metodologi, dan sistematika pembahasan dari tugas akhir ini. I.1 Latar Belakang Perkembangan interaksi
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN OBJEK VISUAL UNTUK PENGAMANAN DAN PEMANTAUAN FASILITAS PLTA
PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN OBJEK VISUAL UNTUK PENGAMANAN DAN PEMANTAUAN FASILITAS PLTA Oleh : Abdillah Triningtyas 2209106060 Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA Dr. Ir. Wirawan, DEA LATAR
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang, permasalahan, tujuan dan ruang lingkup, dan sistematika penulisan laporan dari tesis ini. 1.1 Latar Belakang Di tempat umum seperti
Pendeteksian Arah Jalan pada Gps Googlemaps sebagai Navigasi Mobil Tanpa Pengemudi
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F 201 Pendeteksian Arah Jalan pada Gps Googlemaps sebagai Navigasi Mobil Tanpa Pengemudi Hendijanto Dian Pradikta dan Arif Wahyudi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Menurut Silva, dkk(2003) ketika mendesain sebuah sistem AR, ada tiga aspek yang harus ada, yaitu kombinasi dari dunia nyata dan dunia virtual, interaksi secara real-time, dan registrasi
BAB IV IMPLEMENTASI & EVALUASI
BAB IV IMPLEMENTASI & EVALUASI Pada bab ini akan dibahas cara implementasi sistem absensi otomatis yang telah kami buat, cara implementasi sistem ini dengan melakukan simulasi absensi yang dilakukan di
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Prosesor : Intel Core i5-6198du (4 CPUs), ~2.
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Hardware a. Prosesor : Intel Core i5-6198du CPU @2.30GHz (4 CPUs), ~2.40GHz b.
BAB IV IMPLEMENTASI & EVALUASI
BAB IV IMPLEMENTASI & EVALUASI Pada bab ini membahas tentang bagaimana cara mengimplementasikan dan pengambilan data serta melakukan evaluasi terhadap data-data yang sudah didapatkan. Pertama disini digunakan
Rancang Bangun Sistem Penghitung Laju dan Klasifikasi Kendaraan Berbasis Pengolahan Citra
Rancang Bangun Sistem Penghitung Laju dan Klasifikasi Kendaraan Berbasis Pengolahan Citra M Agus Taksiono, Dr. Ronny Mardiyanto, ST., MT.dan Ir. Joko Purwanto M.Eng, Ph.d Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tanaman yang tumbuh di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis dan berasal dari Indonesia yang menjadi komoditas utama perdagangan nasional serta mempunyai
BAB 4 ANALISA DAN BAHASAN
BAB 4 ANALISA DAN BAHASAN 4.1 Spesifikasi Sistem Sistem pengenalan objek 3 dimensi terbagi atas perangkat keras dan perangkat lunak. Spesifikasi sistem baik perangkat keras maupun lunak pada proses perancangan
SISTEM PENDETEKSI WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL (PROPOSAL SKRIPSI) diajukan oleh. NamaMhs NIM: XX.YY.ZZZ. Kepada
SISTEM PENDETEKSI WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL (PROPOSAL SKRIPSI) diajukan oleh NamaMhs NIM: XX.YY.ZZZ Kepada JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA STMIK STIKOM BALIKPAPAN LEMBAR PERSETUJUAN Proposal Skripsi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa sekarang ini komputer memiliki peran yang cukup besar dalam membantu menyelesaikan pekerjaan manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan
Sistem Moving Detection dan Image Stabilizer pada Sistem Pengaman Lingkungan Menggunakan Kamera
Sistem Moving Detection dan Image Stabilizer pada Sistem Pengaman Lingkungan Menggunakan Kamera Zahir arsya #1, Eru Puspita #2, Ronny Susetyoko #3 # Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri
UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Topik yang sering mendapat perhatian khusus dalam bidang Digital Image Processing adalah mengenai pengenalan pola (pattern recognition). Sistem pengenalan pola tidak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil tempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Lingkar Selatan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa
BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini, lahan parkir menjadi kebutuhan utama pengguna kendaraan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, lahan parkir menjadi kebutuhan utama pengguna kendaraan, terutama di kota-kota besar. Pada tempat-tempat yang ramai dikunjungi, untuk memudahkan dokumentasi
IDENTIFIKASI RAMBU-RAMBU LALU LINTAS MENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION
IDENTIFIKASI RAMBU-RAMBU LALU LINTAS MENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION RULIAH Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Banjarbaru Jl. A. Yani Km. 33,3 Loktabat
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan dan algoritma yang akan digunakan pada sistem pengenalan wajah. Bagian yang menjadi titik berat dari tugas akhir
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini membahas tentang implementasi dan pengujian dari sistem yang dikembangkan berdasarkan hasil perancangan yang didapat pada BAB IV. V.1 Implementasi V.1.1 Spesifikasi
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN. Percobaan dilakukan dengan menggunakan dua buah objek berbeda, seperti
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN 4.1 Kerangka Percobaan Percobaan dilakukan dengan menggunakan dua buah objek berbeda, seperti yang telah dijelaskan pada bab 3. Berikut ini adalah kerangka dari percobaan yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang sangat populer saat ini. Dengan ilmu pengetahuan ini, teknologi di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang sangat populer saat ini. Dengan ilmu pengetahuan ini, teknologi di dunia
BAB II LANDASAN TEORI. Pengolahan Citra adalah pemrosesan citra, khususnya dengan menggunakan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Citra Citra adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Ditinjau dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi menerus dan intensitas cahaya pada bidang dwimatra
SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WATERSHED DAN LOWPASS FILTER SEBAGAI PROSES AWAL ( November, 2013 )
SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WATERSHED DAN LOWPASS FILTER SEBAGAI PROSES AWAL ( November, 2013 ) Pramuda Akariusta Cahyan, Muhammad Aswin, Ir., MT., Ali Mustofa, ST., MT. Jurusan
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA Syahrul 1, Andi Kurniawan 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.116,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: PC dengan spesifikasi: a. Sistem Operasi : Microsoft Windows 10 Enterprise 64-bit
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel pengujian menggunakan sebanyak 1 buah sampel beras A, 7 buah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data Sampel Sampel pengujian menggunakan sebanyak 1 buah sampel beras A, 7 buah sampel beras B, 1 buah sampel beras C, dan 2 buah sampel beras D. 1. Data Pengujian Mutu Beras
BAB I PENDAHULUAN. mengenali dan membedakan ciri khas yang dimiliki suatu objek (Hidayatno,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Saat ini pemanfaatan teknologi pengolaan citra untuk mempermudah manusia dalam menyelesaikan masalah-masalah tertentu sudah banyak diterapkan, khususnya dibidang Identifikasi.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi, khususnya Ilmu Komputer telah menghasilkan berbagai kemudahan yang tentunya semakin mempermudah manusia di dalam menangani tugas tugas / permasalahan
METODOLOGI PENELITIAN
18 METODOLOGI PENELITIAN Kerangka Penelitian Sistem pengenalan roda kendaraan pada penelitian ini tampak pada Gambar 10, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tahapan utama yaitu, tahapan pelatihan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengenalan kata dalam dunia teknologi informasi merupakan suatu permasalahan yang tidak asing dalam bidang kecerdasan buatan. Pengenalan kata dalam bidang kecerdasan
