DokumenKurikulum Program Studi : DOKTOR FARMASI
|
|
|
- Erlin Kusuma
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DokumenKurikulum Program Studi : DOKTOR FARMASI Fakultas : SEKOLAH FARMASI Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman Kur2013-S3 Farmasi 11 Versi Agustus 2013
2 KURIKULUM ITB PROGRAM DOKTOR Program Studi Doktor Farmasi Sekolah Farmasi 1 Deskripsi Umum 1.1 Body Of Knowledge Cakupan bidang keilmuan prodi Doktor Farmasi berkaitan erat dengan prodi sarjana Farmasi baik prodi sains dan teknologi farmasi maupun farmasi klinik dan komunitas serta program magisternya. Secara inline keilmuan pada program doktor merupakan pengembangan lebih jauh terhadap keilmuan yang diperoleh pada jenjang sarjana dan magister Farmasi. Body of knowledge program doktor farmasi adalah keilmuan multidisiplin dalam kaitannya dengan obat, kosmetika, produk suplemen kesehatan, alat kesehatan, dan sediaan farmasi lainnya, meliputi ilmu-ilmu terapan yang bersumber dari biologi (hayati/life sciences), kimia, fisika dan ilmu perilaku manusia. Keilmuan dalam bidang kimia obat mulai dari sintesis, analisis dan karakterisasi, penemuan dan pengembangan senyawa baru menjadi cakupan bidang kimia farmasi analisis, analisis & keamanan makanan, dan kimia medisinal. Keilmuan yang terkait dengan farmasetika mencakup teknologi farmasi, biofarmasi, farmakokinetik dan bioteknologi farmasi. Keilmuan yang terkait dengan obat yang berasal dari bahan alam diantaranya bidang fitokimia, standardisasi bahan alam, elusidasi strukstur senyawa bahan alam, dan bioteknologi tumbuhan obat. Keilmuan farmakologi-toksikologi mencakup pengetahuan bidang farmakologi, toksikologi, farmakoterapi, farmasi klinis dan interaksi obat 1.2 Tantangan yang Dihadapi Era globalisasi mempunyai dampak besar terhadap kehidupan masa depan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dampak tersebut dapat dirasakan dalam berbagai bidang. Perkembangan obat dan sediaan farmasi lainnya termasuk bidang sangat dipengaruhi oleh dubukanya kran perdagangan yang lebih luas. Kesiapan sumberdaya berkualitas tinggi dengan kompetensi paling atas menurut KKNI merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari, sehingga menjadi tantangan serius bagi program doktor farmasi dalam menyiapkan sumber daya tersebut sekaligus menghasilkan produk-produk riset yang dapat dimanfaatkan secara luas. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang farmasi serta produk-produk obat dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat di tingkat global berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut ditandai dengan bertambahnya variasi produk-produk dan pelayanan farmasi. Kecenderungan peningkatan riset dan pengembangan di Industri Farmasi di dunia dan beberapa industri farmasi di Indonesia akan berdampak pada segmen luas yang terkait manufaktur serta memberikan pesan jelas pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dan penelitian untuk secara serius meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian yang dapat menjawab berbagai permasaalahan yang ada di semua stakeholder terkait. Pengembangan obat yang sudah ada serta penemuan obat baru telah menunjukkan bahwa pengetahuan saintifik bernilai fundamental dalam pencapaian penemuan dan pengembangan obat tersebut. Sampai saat ini penelitian di Universitas sedikit sekali yang berkaitan dengan riset dan pengembangan di dunia industri. Fenomena ini akan menjadi tantangan bagi Sekolah Farmasi ITB untuk bersama-sama stakeholder berupaya untuk mengembangkan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan terkait obat dan kesehatan melalui kegiatan riset. Kebutuhan industri farmasi untuk sumberdaya manusia yang berkualitas meningkat tajam, terutama yang berkaitan dengan sains dan teknologi farmasi. Riset yang dilakukan pada program doktor farmasi yang sebagian besar masa studinya digunakan untuk riset, mempunyai peran besar dalam pengembangan berbagai aspek terkait dengan obat dan sediaan farmasi lainnya. Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 2 dari 11
3 1.3 Akreditasi atau Standar Kurikulum Acuan Akreditasi akan diajukan ke Badan Akreditasi Nasional (BAN) yang merupakan lembaga akreditasi nasional di Indonesia 1. Renstra Sekolah Farmasi ITB Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 3. Pedoman Penyusunan Kurikulum ITB Tahun Sekolah Farmasi ITB, Workshop Evaluasi Kurikulum 2012, Desember 2011, SF, Bandung 5. Sekolah Farmasi ITB, Workshop Penyusunan Kurikulum 2013, Desember 2012, SF, Bandung 6. Senat Akademik ITB, Keputusan Senat Akademik ITB Nomor : XX/SK/K01- SA/2012, tentang PEDOMAN KURIKULUM Accreditation Council for Pharmacy Education,2007, Accreditation Standards for Continuing Pharmacy Education, Accreditation Council for Pharmacy Education, Chicago, Illinois. 1.4 Referensi 1. Perpres no. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. 3. Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi 4. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 6. Renstra Sekolah Farmasi ITB Pedoman Penyusunan Kurikulum ITB Tahun Sekolah Farmasi ITB, Workshop Evaluasi Kurikulum 2012, Desember 2011, SF, Bandung 9. SekolahFarmasi ITB, Workshop PenyusunanKurikulum 2013, Desember 2012, SF, Bandung 10. Senat Akademik ITB, Keputusan Senat Akademik ITB Nomor : XX/SK/K01- SA/2012, tentang PEDOMAN KURIKULUM Accreditation Council for Pharmacy Education,2007, Accreditation Standards for Continuing Pharmacy Education, Accreditation Council for Pharmacy Education, Chicago, Illinois. 12. International Pharmaceutical Federation (FIP), 2010, Global Competency Framework Draft Version August th AASP Conference in Bandung, 2011, Indonesia. 14. Asia Pacific Pharmacy Education Workshop, Nopember, Directive 2005/36/ec of the European Parliament and of the Council of 7 September 2005 on the recognition of professional qualifications 2 Tujuan Pendidikan dan Capaian Lulusan 2.1 Tujuan Pendidikan Program doktor farmasi bertujuan menghasilkan lulusan (doktor farmasi) yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Memiliki kemampuan mandiri untuk menyusun agenda riset, melaksanakan riset dan mendiseminasikan produk riset baik pada skala nasional maupun internsional. 2. Memiliki kemampuan memimpin pelaksanaan riset baik secara akademik maupun teknis manajerial, mono/multi/inter disiplin di lingkungan perguruan tinggi, lembaga riset departemen dan non-departemen, industri ataupun swadaya masyarakat. 3. Mampu mensintesis pengetahuan (science) dan teknologi (technology) dalam konsteks problem solving dan problem preventing dalam bidang kefarmasian. Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 3 dari 11
4 2.2 Capaian (Outcome) Lulusan Aspek Kemampuan dalam bidang kerja LO-1. Mampu mengidientifikasi, menganalisis dan menemukan solusi dari permasalahan pengembangan obat dan sediaan farmasi lainya secara mandiri LO-2 Mampu mengembangkan pengetahuan dan teknologi baru di dalam bidang farmasi dan ilmu terkait LO-3 Mampu menghasilkan karya-karya inovatif dengan nilai kebaruan yang tinggi melalui riset yang berkualitas dan teruji dengan baik Aspek Pengetahuan yang dikuasai LO-4 Mampu mendapatkan solusi atas permasalahan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang farmasi melalui pendekatan inter, multi, dan transdisipliner, sehingga dapt meningkatkan kualitas produk farmasi secara berkesinambungan LO-5 Mampu beradaptasi dan menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang farmasi sehingga memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesehatan masyarakat LO-6 Mampu merumuskan teori dalam bidang farmasi serta ilmu-ilmu yang mendasarinya sehingga dapat memberikan andil besar dalam pengembanagan obat LO-7 Mampu mengembangkan dengan inovasi-inovasi baru untuk mendapatkan produkproduk farmasi yang lebih berkualitas LO-8 Mampu menganalisis, mengevaluasi dan merumuskan metodologi yang digunakan dalam pengembangan obat dan sediaan farmasi lainnya LO-9 Mampu mendesiminasikan hasil riset pada forum ilmiah dan jurnal-jurnal ilmiah; memimpin dan mengelola penelitian dan sumberdaya yang terkait Aspek kemampuan manajerial LO-10 Mampu merancang riset dan pengembangan dalam bidang farmasi serta ilmu terkait LO-11 Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dalam bidang farmasi sehingga dapat dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia LO-12 Mampu membangun jaringan dalam mengembangkan riset dalam bidang farmasi serta pemanfaatan hasil riset bagi pengembangan produk-produk farmasi sehingga mendapatkan pengakuan secara nasional maupun internasional Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 4 dari 11
5 Tabel kaitan capaian lulusan dengan tujuan program studi Capaian Lulusan Tujuan prodi 1 Tujuan prodi 2 Tujuan prodi 2 LO-1 T Y (tinggi) Y (Tinggi) LO-2 Y (sedang) Y(tinggi) Y (tinggi) LO-3 Y (sedang) Y(tinggi) Y (tinggi) LO-4 T Y (tinggi) Y (sedang) LO-5 T Y (tinggi) Y (sedang) LO-6 T Y(tinggi) Y (tinggi) LO-7 T Y(tinggi) Y(tinggi) LO-8 Y (tinggi) Y (tinggi) Y(tinggi) LO-9 Y (Tinggi) Y (tinggi) Y (tinggi) LO-10 Y (Tinggi) Y(tinggi) Y (sedang) LO-11 T Y(tinggi) Y (sedang) LO-12 Y (sedang) Y (tinggi) Y (sedang) Keterangan : Y (tinggi) : terkait sekali Y (sedang) : terkait tapi tidak terlalu T : Tidak terkait 3 Struktur Kurikulum 3.1 Program Doktor Program Doktor Untuk dapat mengikuti Program Studi Doktor Farmasi dengan baik, mahasiswa perlu memiliki latar belakang pendidikan setara magister dalam bidang-bidang Farmasi. Calon peserta dengan latar belakang magister seperti Kimia, Biologi, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Teknologi Pangan, Teknik Kimia, dan bidang lain yang relevan dapat diterima, asalkan lulus wawancara dan memenuhi persyaratan TPA dan Toefl. Namun demikian untuk calon mahasiswa dengan ijajah magister pada bidang lain yang relevan tersebut, harus mengambil matakuliah tambahan yang sesuai dengan opsinya dan matakuliah lainnya yang ditentukan oleh KPPS. Lulusan sarjana farmasi dengan prestasi akademik yang luar biasa (excellent) dimungkinkan untuk langsung mengikuti program S3 tanpa melewati program magister (program doktor unggulan). Peserta program doktor unggulan diseleksi sangat ketat yang memungkinkan mahasiswa program ini bisa menyelesaikan studi S3 dalam masa 3 tahun. Apabila pada tahap kualifikasi peserta dinilai tidak layak melanjutkan sampai program S 3 selesai, maka yang bersangkutan akan diterminasi sampai pada tahap magister. Program Studi Doktor Farmasi terbagi ke dalam 6 semester dengan total sks sebanyak 40, yang terdiri dari: Mata KuliahWajib ITB : 2 sks Mata Kuliah Wajib Fakultas : : 3 sks Ujian Kualifikasi : 3 sks Mata Kuliah Pilihan : 6 sks Penyusunan Proposal : 3 sks Seminar Kemajuan 1 : 5 sks Seminar Kemajuan 2 : 5 sks Seminar Kemajuan 3 : 5 sks Seminar Kemajuan 4 : 5 sks Ujian Disertasi : 3 sks Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 5 dari 11
6 Aturan kelulusan: Program sks Lulus IP Lama studi W P Total minimal maksimum Doktor tahun 1 Nilai minimal B. SKS 1 FA 7001 Falsafah Ilmu Pengetahuan 2 2 FA 5002 Metodologi penelitian 3 3 FA 7092 Ujian kualifikasi 2 4 FA XXXX Pilihan FA XXXX Piluhan FA XXXX Pilihan FA 7091 Penyusunan proposal 3 8 FA 8091 Penelitian & Seminar Kemajuan FA 8092 Penelitian & Seminar Kemajuan FA 9091 Penelitian & Seminar Kemajuan FA 9092 Penelitian & Seminar Kemajuan FA 9093 Ujian Disertasi 3 Tabel Mata KuliahWajib SEMESTER 1 SEMESTER 2 SKS SKS 1 FA7001 Falsafah Ilmu Pengetahuan 2 1 FA7092 Ujian Kualifikasi 3 2 FA6003 Metode Penelitian 3 2 FAXXXX Pilihan FA7091 Penyusunan Proposal 3 3 FAXXXX Pilihan 3 2 FAXXXX Pilihan Total SKS semester 1 10 Total SKS semester 2 7 SEMESTER 3 SEMESTER 4 SKS SKS 1 FA8091 Penelitian dan Seminar Penelitian dan Seminar 5 1 FA8092 Kemajuan 1 Kemajuan 2 5 Total SKS semester 3 5 Total SKS semester 4 5 SKS SKS 1 FA9091 Penelitian dan Seminar Penelitian dan Seminar 5 1 FA9092 Kemajuan 1 Kemajuan FA9093 Ujian Disertasi 3 Total SKS semester 5 5 Total SKS semester 6 8 Catatan: Mata Kuliah Pilihan diambil dari Mata Kuliah yang ada pada program Magister yang disesuaikan dengan topik riset peserta program S3 Ujian Disertasi terdiri dari Sidang tertutup dan terbuka (promosi) Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 6 dari 11
7 4 Roadmap Matakuliah dan Kaitan dengan Capaian Lulusan 4.1 Roadmap Matakuliah DOKTOR FARMASI Sidang Terbuka Sidang Tertutup Pre-requisite Riset & Seminar Kemajuan 4 Riset & Seminar Kemajuan 3 Riset & Seminar Kemajuan 2 Riset & Seminar Kemajuan 1 Pre-requisite Ujian Kualifikasi Penyusunan Proposal Wajib: Falsafah Ilmu Pengetahuan Metodologi Penelitian Pilihan: Pilihan 1 Pilihan 2 Pilihan 3 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 7 dari 11
8 Capaian 1 Capaian 2 Capaian 3 Capaian 4 Capaian 5 Capaian 6 Capaian 7 Capaian 8 Capaian 9 Capaian 10 Capaian 11 Capaian Peta Kaitan Matakuliah dengan Capaian Lulusan Kode dan nama matakuliah Falsafah Ilmi Pengetahuan V V V V V V V V V V V V Metodologi Penelitian V V V V V V V V V V V Pilihan 1 V V V V V V Pilihan 2 V V V V V V Pilihan 3 V V V V V V V V Penyusunan proposal V V V Ujian Kualifikasi V V V V V V V V V V V V Seminar kemajuan 1 V V V V V V V V V V V V Seminar kemajuan 2 V V V V V V V V V V V V Seminar kemajuan 3 V V V V V V V V V V V V Seminar kemajuan 4 V V V V V V V V V V V V Sidang Tertutup V V V V V V V V V V V V Sidang Terbuka V V V V V V V V V V V V 5 Atmosfer Akademik a. Metode pembelajaran dan penerapannya Ada dua metode utama pembelajaran yaitu perkuliahan dan penelitian. Dalam memberikan perkuliahan dan pembimbingan, dosen diberikan keleluasaan untuk memilihi metode pengajaran yang akan digunakan. Dosen telah dibekali cara-cara peningkatan proses belajarmengajar melalui lokakarya dan pembekalan pustaka. Karena kedalaman materi kuliah lebih diutamakan untuk matakuliah tingkat doktor, maka sistem pembelajarannya dilaksanakan sedemikian rupa misalnya dengan memberikan tugas mandiri, diskusi, presentasi tugas, kuis, penulisan makalah/paper, dll. yang menuntut mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan bekerja mandiri. Sedangkan untuk penelitian, dilakukan diskusi intensif tentang konsep, alur, dan hasil penelitian yang selanjutnya dilaporkan pada setiap Seminar Kemajuan di depan KPPS di setiap akhir semester; serta disajikan dalam berbagai forum ilmiah dan artikel yang dipublikasikan. Mahasiswa dituntut pula untuk mampu mengakses internet dan memanfaatkan perpustakaan atau berinteraksi dengan pihak terkait pembelajaran misalnya sesama mahasiswa doktor, dosen, pakar terkait dan nara sumber lainnya. Keterlibatan mahasiswa doktor dalam kegiatan ilmiah juga sangat didorong karena dengan demikian akan menambah wawasan dan memperluas jaringan kepakaran sesuai bidang yang ditekuni. Teknik penyampaian isi kuliah selain dengan cara konvensional yaitu menggunakan white board atau papan tulis (sudah sangat jarang dan digunakan sebagai pelengkap saja), sebagian besar dosen menggunakan OHP dan LCD proyektor. b. Perencanaan pembelajaran dan pelaksanaanya oleh dosen Diawali dengan penugasan perkuliahan oleh Pimpinan Program Studi melalui mekanisme seperti yang telah dibahas pada bagian Tata Pamong, dosen mempersiapkan materi kuliahnya jauh sebelum jadwal kuliah ditentukan. Pada saat kuliah dimulai terlebih dahulu dibuat kesepakatan antara dosen dan mahasiswa mengenai waktu kuliah, kemudian dijelaskan mengenai metode perkuliahan yang akan dilakoni, tujuan dan target kuliah, buku rujukan yang dipakai, penilaian dan bobot nilai misalnya ujian tulis, tugas, diskusi atau hasil presentasi. Lama kuliah disesuaikan dengan jadwal ITB dan materi kuliah sesuai dengan SAP. Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 8 dari 11
9 Untuk bimbingan penelitian dosen sudah menguasai latar belakang, materi, dan state of the art penelitian disertasi, dan terus meng-up date-nya dengan mengakses berbagai informasi yang diperoleh dari hasil-hasil penelitian terkait (yang dilaksanakan oleh mahasiswa strata di bawahnya atau mahasiswa S3 lain); seminar, membaca jurnal, dan mengumpulkan data dari kegiatan non-akademis, seperti konsultasi kasus di industri dan pemerintahan. c. Peluang mahasiswa untuk mengakses dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran Mahasiswa Program Doktor Farmasi ITB memiliki kesempatan yang sama dengan dosen dalam memafaatkan fasilitas pembelajaran dan bahkan tersedia ruang khusus komputer untuk mahasiswa untuk mengakses informasi. Demikian pula dengan peralatan yang dibutuhkan dalam rangka disertasi, mahasiswa dapat dengan mudah mengaksesnya setelah terlebih dahulu membuat surat permohonon kepada ketua KK di mana alat tersebut terdapat. Akses sarana penelitian di luar Sekolah Farmasi namun masih dalam lingkungan ITB juga dapat dengan mudah diperoleh dengan surat pengantar dari Sekolah. Demikian pula dengan akses keluar ITB juga dapat mudah diperoleh karena ITB memiliki jaringan pendidikan dan penelitian yang luas baik di dalam maupun di luar negeri. Kerjasama yang dituangkan dalam berbagai MOU memungkinkan kolaborasi penelitian tidak hanya pada aspek penggunaan instrumen namun juga diskusi dengan pakar-pakar dari dalam dan luar negeri. 6 Sumber daya manusia. Saat ini staf akademik Sekolah Farmasi ITB berjumlah 48 orang, melayani sekitar 1000 orang mahasiswa. Dengan demikian angka rasio dosen terhadap mahasiwa saat ini adalah sebesar 1:21, yang merupakan angka yang masih mendekati nilai baseline renstra Sekolah Farmasi (1:22). Pada tahun 2013 target rasio dosen-mahasiswa adalah sebesar 1:17, dan pada tahun 2015 sebesar 1:15, dengan demikian kondisi saat ini masih cukup jauh dari target. Walaupun demikian, rasio yang ada masih memenuhi angka standar secara nasinal yang ditetapkan oleh dikti yaitu 1:25 (Surat Edaran Dirjen Dikti Depdiknas No. 2930/DT/2007, tanggal 28 September 2007). Adapun faktor utama yang menyebabkan pencapaian target tidak seperti yang direncanakan adalah rekrutmen dosen yang terbatas, yang dirasa tidak seimbang dengan jumlah dosen yang memasuki masa purna bakti. Dengan melihat SKS real, saat ini rata-rata staf pengajar Sekolah Farmasi (termasuk dosen olahraga) memiliki beban 11 SKS. Namun demikian karena dosen olahraga hanya memberikan kuliah layanan di TPB, bila dihitung tanpa dosen olahraga beban rata-rata tersebut mencapai 13 SKS. Dengan demikian bila mengacu pada standar nasional (menurut Undang-undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen), beban dosen Sekolah Farmasi sudah berlebih. Selain itu, dalam 5 sampai 10 tahun ke depan diperkirakan ada 10 orang staf yang akan memasuki masa purnabakti sehingga rasio dosen terhadap mahasiswa maupun beban SKS rata-rata dosen masing-masing akan menjadi 1:26 dan 15. Untuk mempertahankan rasio dan beban yang seperti sekarang, maka dalam 10 tahun ke depan perlu direkrut paling tidak 10 orang staf. Sedangkan untuk mencapai angka target seperti pada renstra, sampai tahun 2015 perlu direkrut sebanyak 25 staf baru. Perhitungan beban di atas belum memperhitungkan penelitian mandiri dan pengabdian pada masyarakat serta tugas-tugas tambahan (jabatan struktural, kepanitiaan ad hoc, task force dan lain-lain). 7 Dukungan sarana dan prasarana. Dengan sarana dan prasarana yang ada sekarang, kegiatan akademik sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan terjadwal. Namun demikian, untuk mengantisipasi peningkatan jenis dan frekuensi berbagai kegiatan akademik perlu dilakukan upaya peningkatan prasarana tersebut. Gedung SF ITB memiliki luas total m 2. Jumlah total dosen, mahasiswa, dan tenaga akademik sebanyak orang, sehingga untuk setiap orang yang beraktivitas di gedung SF ITB tersedia lahan rata-rata 7,9 m 2. Kebutuhan ruang dosen semakin meningkat dan perlu ditata ulang. Sebagian ruang laboratorium sudah dikonversi menjadi ruang dosen, walaupun disainnya merupakan ruang Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 9 dari 11
10 laboratorium. Kebutuhan akan penambahan ruangan ini terasa semakin mendesak berkenaan dengan: 1. meningkatnya populasi mahasiswa pasca-sarjana yang semestinya dilengkapi dengan fasilitas meja tulis di laboratorium, 2. adanya dua program studi yang sudah beroperasi penuh dan rencana penambahan satu program studi sarjana, 3. adanya rencana pengembangan 3 program studi magister (terapan). Oleh karena ruang perkuliahan telah ditangani oleh ITB, peluang untuk mendapatkan penambahan ruang untuk kegiatan non kuliah perlu dikembangkan. Namun demikian, dengan dilaksanakan pelayanan perkuliahan sesuai dengan beban sks mahasiswa termasuk tutorial, kebutuhan akan tambahan ruang kuliah juga dirasa mendesak. Peluang yang dapat diberdayakan adalah: 1. Kemungkinan pindahnya SOSTEK bersamaan dengan pindahnya FSRD ke Gedung yang akan dibangun melalui dana JICA 2. Akuisi kampus UNWIM di Jatinangor 3. Kampus ITB Bekasi di Deltamas 4. Pengembangan kampus ITB di Walini Untuk program pendidikan yang sedang dijalankan, prasarana yang tersedia cukup memadai. Namun demikian pengembangan perlu dilakukan untuk mengakomodasi pengembangan PS Magister dan PS baru yang akan dibentuk. Kendala yang ada adalah terbatasnya lahan yang ada di Kampus Ganesa. Populasi mahasiswa sudah dua kali dibandingkan 20 tahun yang lalu, tetapi luas kampusnya tidak berubah. Beberapa peluang adalah akan dibangunnya gedung untuk Fakultas Seni Rupa dan Desain yang di dalamnya ada KK Sosial dan Teknologi yang saat ini menempati gedung yang sama dengan Sekolah Farmasi. Pindahnya KK tersebut diharapkan dapat memperluas ruang yang dapat diberdayakan oleh Sekolah Farmasi. 8 Asesmen Pembelajaran Sistem penilaian kemajuan belajar dan keberhasilan mahasiswa untuk perkuliahan dinilai dari kemampuan menyelesaikan tugas, diskusi, dan mengerjakan soal ujian. Sedangkan kemajuan penelitian, didasarkan pada kemampuan mahasiswa dalam menyusun rencana penelitian, pelaksanaan penelitian, pengembangan penelitian, penulisan artikel/makalah untuk publikasi, seminar pelaporan hasil penelitian. Seminar hasil penelitian secara intensif dilakukan sejak di tingkat KK, nasional, hingga internasional. Kemajuan penelitian dilaporkan dan didiskusikan di depan KPPS yang personilnya berasal dari berbagai KK, untuk dievaluasi dan dinilai kualitasnya pada setiap akhir semester. Bimbingan dan penilaian disertasi Mahasiswa yang melaksanakan penelitian dan penulisan disertasi dibimbing oleh paling sedikit 2 pembimbing yaitu pembimbing utama (Pembimbing utama) dan pembimbing serta (Pembimbing serta), Penentuan pembimbing utama dan bidang untuk setiap mahasiswa ditentukan oleh pilihan mahasiswa sendiri dan masukan dari dosen wali yang merangkap sebagai ketua KK berdasarkan prioritas minat mahasiswa dan tempat serta pembimbing yang tersedia di setiap KK. Setiap pembimbing berkewajiban melakukan pembimbingan yang meliputi : Mematangkan rencana penelitian yang diajukan oleh mahasiswa. Melakukan pembimbingan pada setiap tahap percobaan dan penyelesaian masalah dalam penelitian. Membantu mencari alternatif penyelesaian masalah yang timbul dalam pelaksanaan penelitian. Membantu penulisan hasil percobaan dan pembahasan masalah yang dituangkan dalam makalah untuk seminar, jurnal, dan disertasi. Proses usulan penelitian program doktor sudah dimulai secara informal ketika calon mahasiswa melakukan pertemuan dan berdiskusi dengan calon pembimbing utama. Usulan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 10 dari 11
11 penelitian tersebut dikritisi pada seleksi ujian masuk oleh anggota KPPS dan calon pembimbing utama dan selanjutnya disempurnakan, utamanya menyangkut aspek kebaruan dan orisinalitas pada semester I dan II, yang kemudian harus dipresentasikan dalam ujian kualifikasi. Ujian kualifikasi dilakukan setelah mahasiswa lulus semua matakuliah semester I (9SKS) dan mengambil mata kuliah penyusunan proposal (5 SKS) serta ujian kualifikasi (3SKS), dilaksanakan pada semester II. Jika telah lulus ujian kualifikasi (Tahap I) maka melanjutkan ke tahap berikutnya (Tahap II) yaitu pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian disusun ke dalam paper/makalah yang dipresentasikan dalam seminar ilmiah nasional/internasional dan/atau penulisan artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional/internasional. Setelah itu, pada Seminar Kemajuan IV mahasiswa dengan persetujuan tim pembimbing dan KPPS melakukan proses penulisan disertasi. Penulisan disertasi di bawah bimbingan yang intensif dari tim pembimbing. Selain telah menyelesaikan semua matakuliah yang dipersyaratkan dan penulisan disertasi, syarat kelulusan adalah berhasil menerbitkan minimal satu artikel hasil penelitian di jurnal nasional terakreditasi; sedangkan syarat lulus cumlaude adalah penerbitan artikel di jurnal internasional dengan scopus index tinggi. Sistem ini diharapkan dapat menjamin ketepatan waktu belajar dan kualitas penelitian disertasi. Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-S3 Farmasi Halaman 11 dari 11
DokumenKurikulum Program Studi : Magister Farmasi Industri
DokumenKurikulum 2013-2018 Program Studi : Magister Farmasi Fakultas : SEKOLAH FARMASI Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
DokumenKurikulum Program Studi : Magister Sains Keolahragaan
DokumenKurikulum 2013-2018 Program Studi : Magister Sains Fakultas : SEKOLAH FARMASI Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman Kur2013-S2
DokumenKurikulum Program Studi : MAGISTER SAINS FARMASI
DokumenKurikulum 2013-2018 Program Studi : MAGISTER SAINS FARMASI Fakultas : SEKOLAH FARMASI Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
Dokumen Kurikulum Program Studi : Ilmu dan Teknik Material
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Ilmu dan Teknik Material Fakultas : Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode
Dokumen Kurikulum Program Studi : Arsitektur
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Arsitektur Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung Total Bidang Halaman Kode Akademik Dokumen dan Kemahasiswaan
Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Teknik Fisika
Dokumen Kurikulum 203-208 Program Studi : Doktor Teknik Fisika Fakultas : Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
Dokumen Kurikulum Program Studi Doktor Teknik Geofisika
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi Doktor Teknik Geofisika Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode
Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Teknik Fisika
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Magister Teknik Fisika Fakultas : Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total
Dokumen Kurikulum Program Studi: Doktor Biologi
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi: Doktor Biologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
DokumenKurikulum Program Studi : Profesi Apoteker
DokumenKurikulum 2013-2018 Program Studi : Profesi Apoteker Fakultas : Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
Kode Dokumen. Versi. Kemahasiswaan. Institut Teknologi. 8 April
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi Doktor Teknik Sipil Fakultas: Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen
Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Kimia
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Doktor Kimia Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen
Dokumen Kurikulum Program Studi : Teknik Mesin
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total
Dokumen Kurikulum Program Studi : Teknik Lingkungan
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Teknik Lingkungan Fakultas : Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen
Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Rekayasa Pertambangan
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Doktor Rekayasa Pertambangan Fakultas : Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung
Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Farmasi. Lampiran II
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Magister Farmasi Lampiran II Fakultas : Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen
Dokumen Kurikulum Program Studi: Magister Biologi
Dokumen Kurikulum 013-018 Program Studi: Magister Biologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
Dokumen Kurikulum Program Studi : Sains dan Teknologi Farmasi Lampiran II
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Sains dan Teknologi Farmasi Lampiran II Fakultas : Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode
SELAMAT DATANG DI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA
SELAMAT DATANG DI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA Om Swastiastu LAPORAN HASIL LOKAKARYA PRODI PASCASARJANA TANGGAL 18 MARET 2015 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI dan IMPLEMENTASI PERMEN
Dokumen Kurikulum Program Studi : Farmasi Klinik dan Komunitas. Lampiran II
Dokumen Kurikulum 03-08 Program Studi : Farmasi Klinik dan Komunitas Lampiran II Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total
Program studi Teknologi Hasil Perairan (S3)
Tabel 6. Parameter Diskripsi Program studi Teknologi Hasil Perairan (S3) Unsur-Unsur Deskripsi Deskripsi Generik Learning Outcome Kemampuan di Bidang Kerja Mampu melakukan Kemampuan di bidang kerja terkait
::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor)::
Contributed by Administrator adalah program pendidikan strata 3 (S3) yang ditujukan untuk memperoleh gelar akademik doktor sebagai gelar akademik tertinggi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan
Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Matematika LAMPIRAN I. SILABUS MATAKULIAH dan SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Dokumen Kurikulum 20132018 Program Studi : Doktor Matematika LAMPIRAN I SILABUS MATAKULIAH dan SATUAN ACARA PERKULIAHAN Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung Bidang
Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Teknik Geofisika
Dokumen Kurikulum 013-018 Program Studi : Magister Teknik Geofisika Fakultas : Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung
Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Matematika
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Doktor Matematika Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode
Dokumen Kurikulum Program Studi : Aeronotika dan Astronotika
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Aeronotika dan Fakultas : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
Dokumen Kurikulum Program Studi : Farmasi Klinik dan Komunitas
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Farmasi Klinik dan Komunitas Sekolah : Farmasi Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
Perubahan Yang Dilakukan: Beban Belajar
Perubahan Yang Dilakukan: Beban Belajar Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 Pasal 18 (1) Beban belajar mahasiswa program diploma dua, program diploma tiga, program diploma
BAB 1 PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR
BAB 1 PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR Tujuan pendidikan Program Doktor menurut Peraturan Rektor UI No.2200 Tahun 2013 adalah untuk menghasilkan ilmuwan dan/atau filosof yang mandiri, beretika, berbudaya,
Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Teknik Elektro dan Informatika
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Doktor Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi
KOMPETENSI SARJANA BIOLOGI
KOMPETENSI SARJANA BIOLOGI Bambang Irawan Program Studi Biologi, FST, Universitas Airlangga, SURABAYA Disampaikan di Pertemuan KOBI di UIN ALAUDDIN, MAKASAR Tanggal 25 Agustus, 2016 PENGANTAR Kompetensi
Kebijakan kurikulum pendidikan S2-S3 Pokja IV-komisi pendidikan SAF
Kebijakan kurikulum pendidikan S2-S3 Azas Kurikulum harus mendorong pencapaian hasil pembelajaran yang diinginkan UI berupa pengetahuan dan pemahaman, keahlian kognitif, keahlian khusus (termasuk keahlian
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian
Program Riset Desentralisasi DIKTI
Panduan Pengajuan Proposal Program Riset Desentralisasi DIKTI 2012 Institut Teknologi Bandung September 2011 Daftar Isi Daftar Isi... 1 I. Latar Belakang... 2 II. Deskripsi Program Riset Desentralisasi
Doktor Ekonomi, Kekhususan Manajemen Bisnis Penyelenggara Fakultas Ekonomi
Doktor Ekonomi, Kekhususan Manajemen Bisnis Penyelenggara Fakultas Ekonomi Pengelola Program Ketua Program : Prof. Dr. Sucherly, SE., MS Sekretaris Bidang Akademik : Prof.Dr. Rina Indiastuti, MSIE Sekretaris
RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 2015-2019 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALU OLEO APRIL 2015 Rencana Strategis FMIPA-UHO, 2015-2019 1 KATA
Matriks Perubahan Pasal-Pasal dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
Lampiran Surat Nomor : 390 / B / HK / 2015 Tanggal : 07 September 2015 Matriks Perubahan Pasal-Pasal dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi No Permendikbud No.
Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Teknik Kimia
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Doktor Teknik Kimia Fakultas : Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi,
Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Instrumentasi dan Kontrol
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Magister Instrumentasi dan Kontrol Fakultas : Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode
D. Jumlah sks PS (minimum untuk kelulusan) : 146 sks yang tersusun sebagai berikut:
Kompetensi lulusan PROGRAM STUDI FARMASI A. Kompetensi utama lulusan Perumusan kompetensi lulusan Program Studi FARMASI diadakan pada saat workshop kurikulum pada tahun. Berdasar hal tersebut, berhasil
Pengembangan Sistem Pangkalan Data Program Studi (PDPS) Pascasarjana
2014 Pengembangan Sistem Pangkalan Data Program Studi (PDPS) Pascasarjana Lokakarya IPB International Convention Center (IICC) Selasa, 25Nopember 2014 Ballroom 1, Botani Square hsrkomote @hsrkom WhatsApp/Viber/Line:
Penyambutan Mahasiswa Baru SPs-IPB Semester Ganjil TA 2015/2016 Bogor, 31 Agustus 2015
Penyambutan Mahasiswa Baru SPs-IPB Semester Ganjil TA 2015/2016 Bogor, 31 Agustus 2015 1 1. Kurikulum September 2015 2. Penyelenggaraan Reguler (Kuliah Senin-Jumat) Paralel/Khusus (Kiliah Jumat-Sabtu)
KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN S2-S3 Pokja IV-komisi pendidikan SAF
KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN S2-S3 Pokja IV-komisi pendidikan SAF AZAS Kurikulum harus mendorong pencapaian hasil pembelajaran yang diinginkan UI berupa pengetahuan dan pemahaman, keahlian kognitif,
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263/SK/R/UI/2004. Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263/SK/R/UI/2004 Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Universitas Indonesia berdasarkan
Standar Kompetensi Lulusan Acuan Standar Lain
Standar Kompetensi Lulusan Acuan Standar Lain Pasal 5 ayat (2) Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 Standar kompetensi lulusan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan digunakan sebagai
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 Standar yang diatur di lingkup DIKTI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4.
Universitas Sumatera Utara Senat Akademik
Universitas Sumatera Utara Senat Akademik PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ORGAN USU Majelis Wali Amanat Senat Akademik Rektor DGB
LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (S3 DOKTOR)
LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (S3 DOKTOR) Tabel 1. Learning Outcome (PSL-S3) Pernyataan kompetensi : Setelah menyelesaikan program studi ini, lulusan mempunyai
DIREKTORAT KELEMBAGAAN DAN KERJA SAMA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014
DIREKTORAT KELEMBAGAAN DAN KERJA SAMA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014 FORMULIR 5 PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI DOKTOR DAN PROGRAM STUDI DOKTOR
Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar
ELMEN UTAMA PENGEMBANGAN KURIKULUM Nama :Feri dwi haryanto NIM :15105241029 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar Nasional Pendidikan, adalah kriteria minimal tentang pembelajaran pada jenjang pendidikan
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263 /SK/R/UI/2004 Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263 /SK/R/UI/2004 Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA Rektor Universitas Indonesia, Menimbang : a. bahwa Universitas Indonesia
Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 0
Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 0 TAHAPAN PROSES PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING, PEMBIMBINGAN, SEMINAR, DAN UJIAN TESIS Tahapan Pengajuan Calon Pembimbing Penetapan SK Pembimbing
Direktorat Jenderal Sumberdaya IPTEK dan Dikti Kementerian Ristek Dikti. Kiat Sukses Belajar Di Pascasarjana dan Aspek Kepegawaiannya
Direktorat Jenderal Sumberdaya IPTEK dan Dikti Kementerian Ristek Dikti Kiat Sukses Belajar Di Pascasarjana dan Aspek Kepegawaiannya Isi Kiat Sukses Belajar di Pascasarjana Mengapa Dosen harus studi lanjut?
Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Aktuaria
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Magister Aktuaria Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode
MANUAL PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR PROGAM PASCASARJANA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
MANUAL PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR PROGAM PASCASARJANA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 I. PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING A. Latar Belakang Mahasiswa Program Pascasarjana
PERAN FORUM DOKTOR (FDPKSI) DALAM MENDUKUNG TRI DHARMA PERGURUAN
PERAN FORUM DOKTOR (FDPKSI) DALAM MENDUKUNG TRI DHARMA PERGURUAN Di sampaikan dalam Pertemuan Konsultasi Nasional TINGGI Jakarta, 23 Maret 2017 DASAR PEMIKIRAN 1 2 3 Poltekkes Kemenkes aset bangsa Memiliki
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014-2018 Kata Pengantar RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
PEDOMAN PENYELENGGARAAN KARYA AKHIR PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PEDOMAN PENYELENGGARAAN KARYA AKHIR PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR I. PENDAHULUAN 1.1 Dasar Pemikiran Globalisasi di berbagai sektor ekonomi dan bisnis membawa konsekuensi
Lampiran SM UB. (1) Rumusan Capaian Pembelajaran minimal aspek keterampilan kerja
(1) Rumusan Capaian Pembelajaran minimal aspek keterampilan kerja umum untuk lulusan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi adalah sebagai berikut. Lulusan pendidikan akademik pada: a. Program Diploma
PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3) A. UJIAN KUALIFIKASI
PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3) A. UJIAN KUALIFIKASI 1. Ujian Kualifikasi a. Ujian kualifikasi terdiri atas ujian lisan dan tulis yang pelaksanaannya merupakan satu kesatuan. b.
Draft. Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat
Draft Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat Lokakarya Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor Bogor, IICC 28 November 2014
Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.
1. Visi, Misi, Strategi dan Tujuan Universitas Dhyana Pura Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan. Misi Bertolak dari visi tersebut, maka misi universitas adalah
KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA PRODI: PASCASARJANA BUDIDAYA PERAIRAN FPIK-UB
KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA PRODI: PASCASARJANA BUDIDAYA PERAIRAN FPIK-UB DESKRIPSI UMUM Sesuai dengan ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia, maka implementasi sistem pendidikan nasional
PENDAHULUAN Misi Fakultas Farmasi, MASTER PLAN Perumusan Visi dan Misi Visi Jangka Panjang Fakultas Farmasi
PENDAHULUAN Pendidikan kefarmasian UNMUL dimulai dari Program Konsentrasi Studi Sarjana Farmasi pada tahun 2006. Pembukaan Konsentrasi Studi bersifat sementara, suatu strategi percepatan penyelenggaraan
Dokumen Kurikulum Program Studi : Biomanajemen
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman
SOSIALISASI PENDIDIKAN JENJANG DOKTOR S-S3 BIOLOGI FMIPA Universitas Brawijaya
SOSIALISASI PENDIDIKAN JENJANG DOKTOR S-S3 BIOLOGI FMIPA Universitas Brawijaya Dr. Luchman Hakim Ketua PS-S3 BIOLOGI FMIPA Universitas Brawijaya 30 Januari 2013 Visi PS S3 Biologi Menjadi pusat pendidikan
Dokumen Kurikulum Program Studi : Farmasi Klinik dan Komunitas. Lampiran III
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Farmasi Klinik dan Komunitas Lampiran III Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen
STRATEGIS DAN SASARAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS USU
STRATEGIS DAN SASARAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS USU A. Program Kerja Strategis FEB USU Tahun 2015-2019 Menindak lanjuti program kerja USU melakukan Program Aksi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, terlebih
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 20/SK/K01-SA/2010 TENTANG FOKUS RISET INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 20/SK/K01-SA/2010 TENTANG FOKUS RISET INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Menimbang : Mengingat : (a) bahwa
FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM DOKTOR
FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM DOKTOR PRA DOKTOR 2017 18 April 2017 Visi Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan UGM merupakan program pendidikan strata 3 yang mampu menjadi Program Doktor berstandar
Panduan Pengajuan Proposal Program Riset SBM ITB 2015
Panduan Pengajuan Proposal Program Riset SBM ITB 2015 Institut Teknologi Bandung Desember 2014 0 Daftar Isi Daftar Isi... 1 I. Latar Belakang... 2 II. Tujuan... 2 III. Deskripsi Program Riset SBM-ITB...
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi
LAMPIRAN Tabel Data Pendukung
LAMPIRAN Tabel Data Pendukung STANDAR (Kemahasiswaan) Tabel.. Calon Mahasiswa yang Mendaftar, Daya Tampung, Mahasiswa yang Diterima dan Mahasiswa Baru (siapkan masing-masing untuk Program Sarjana, Program
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN BIDAN DI INDONESIA. Djoko Santoso Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN BIDAN DI INDONESIA Djoko Santoso Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Bandung, 1 Desember 2010 OUTLINE Pendidikan Bidan Saat ini Masalah yang Dihadapi
PERATURAN MENTERI RISTEK DAN DIKTI NO 44 TAHUN 2015
PERATURAN MENTERI RISTEK DAN DIKTI NO 44 TAHUN 2015 NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI BIRO HUKUM DAN ORGANISASI KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2016 12/8/2016 3:54 PM 1 SISTEMATIKA PERMENRISTEKDIKTI
KURIKULUM PROGRAM STUDI PSIKOLOGI PENDIDIKAN JENJANG MAGISTER (S2) SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KURIKULUM PROGRAM STUDI PSIKOLOGI PENDIDIKAN JENJANG MAGISTER (S2) SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA OLEH TIM PENYUSUN KURIKULUM PROGRAM STUDI PSIKOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK
Tradition of Excellence Pascasarjana Universitas Jember uka Memb Pendaftaran Mahasiswa Baru SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 018/019 pasca.unej.ac.id JADWAL KEGIATAN No Periode Kegiatan Waktu 1 Gel. I Pendaftaran
STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU KEDOKTERAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS UDAYANA 2015 Borang Akreditasi Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 34/SK/K01-SA/2004 TENTANG
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 34/SK/K01-SA/2004 TENTANG FUNGSI-FUNGSI JABATAN FUNGSIONAL AKADEMIK DOSEN DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG I. SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI
PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN
SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
LAPORAN TAHUNAN KEGIATAN DOSEN
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 029/SK/K01-SA/2002 TENTANG LAPORAN TAHUNAN KEGIATAN DOSEN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Menimbang : (a) bahwa berdasarkan Peraturan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI PENDIDIKAN 3/24/2015 9:53 AM PENELITIAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1 SISTEMATIKA PERMENDIKBUD NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI PERMENDIKBUD
Program Studi Teknologi Hasil Perairan (S2)
Tabel 4. Parameter Diskripsi Program Studi Teknologi Hasil Perairan (S2) Unsur-Unsur Deskripsi Deskripsi Generik Learning Outcome Kemampuan di Bidang Kerja Mampu melakukan Kemampuan di bidang kerja terkait
Learning Outcomes Program Master (S2) PS Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Faperta, IPB
Learning Outcomes Program Master (S2) PS Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Faperta, IPB Kompetensi PS Entomologi S2: Setelah menyelesaikan program studi Entomologi, lulusan mampu mengembangkan bidang
PANDUAN PENELITIAN PENINGKATAN KAPASITAS DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2017 (EDISI XI) DRPM Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan
PANDUAN PENELITIAN PENINGKATAN KAPASITAS DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2017 (EDISI XI) DRPM Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan 1 PENELITIAN PENINGKATAN KAPASITAS Penelitian Tim Pascasarjana (PTP) Penelitian
1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta pihak-pihak yang dilibatkan.
1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta pihak-pihak yang dilibatkan. Visi, misi, tujuan dan sasaran
1 DESEMBER Tim P
1 DESEMBER 2014 Tim P LS-2014 Dasar Hukum Undang - Undang Undang-Undang No 12 / 2012 tentangpendidikantinggi, Undang-Undang No. 20 / 2013 tentangpendidikankedokteran, Undang-Undang No. 29/ 2004 tentang
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 15/SK/K01-SA/2004 TENTANG KEBIJAKAN RISET INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 15/SK/K01-SA/2004 TENTANG KEBIJAKAN RISET INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Menimbang : (a) bahwa Peraturan
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Setiap orang, terutama warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang
Dokumen Kurikulum Program Studi : Sains dan Teknologi Farmasi
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Sains dan Fakultas : SEKOLAH FARMASI Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen Total Halaman Kur2013-S1-STF
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JEMBER FAKULTAS FARMASI Jl. Kalimantan 1/2 Kampus Tegal Boto, Telp / Fax (0331) 324736 Jember (68121) KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JEMBER
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) 2016-2020 RS PA 01 PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2016 KATA PENGANTAR Berkat rahmat Allah dan dengan kerja keras tim penyusun bersama
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014
NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 Doktor (S3) Doktor (S3) Terapan 9 Magister (S2) Magister (S2) Terapan 8 7 Sarjana (S1) Diploma 4 (D4) 6 Fokus
Program Riset Desentralisasi DIKTI
Panduan Pengajuan Proposal Program Riset Desentralisasi DIKTI 2013 Institut Teknologi Bandung Maret 2012 Daftar Isi Daftar Isi... 2 I. Latar Belakang... 3 II. Deskripsi Program Riset Desentralisasi DIKTI...
UNIVERSITAS AIRLANGGA SPESIFIKASI PROGRAM STUDI
UNIVERSITAS AIRLANGGA SPESIFIKASI PROGRAM STUDI 1. Nama Program Studi Program Studi Doktor Keperawatan 2. Status Akreditasi beserta Program Studi Doktor Keperawatan dalam poses mengajukan Badan Akreditasinya,
PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU
SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU
PEDOMAN AKADEMIK Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan
TAHAPAN PENYUSUNAN PEDOMAN AKADEMIK Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan Nemuel Daniel Pah [email protected] BUKU PEDOMAN AKADEMIK Buku yang memberikan informasi
Kode : 003/PSDIT/2016 Tanggal Dikeluarkan : 01 Maret 2016 Area : Program Studi Doktor Ilmu Teknik
1. Tujuan SOP ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai persyaratan yang diperlukan dalam penentuan Tim Pembimbing/Promotor bagi Pengelola Prodi, dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Teknik Program
