A. Pentingnya Evaluasi Kurikulum
|
|
|
- Hendra Oesman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EVALUASI PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Pentingnya Evaluasi Kurikulum Evaluasi adalah langkah untuk menentukan keberhasilan suatu kurikulum. Sekaligus menemukan kelemahan yang ada pada proses tersebut untuk diperbaiki. Evaluasi kurikulum dilakukan pada semua komponen kurikulum, yaitu tujuan, materi, metode, dan evaluasi itu sendiri. Komponenkomponen ini mewarnai hasil evaluasi yang dilakukan, yaitu tentang validitas (kesahihan), reliabilitas (keterandalan), signifikansi (keterpercayaan), dan obyektifitas. Oleh karena itu evaluasi merupakan komponen yang sangat penting untuk menilai sejauhmana dan seberapa baik apa kurikulum dan proses pembelajaran berjalan secara optimal atau tidak. Dengan evaluasi, dapat diketahui apakah sasaran yang ingin dituju dapat tercapai atau tidak, sehingga akan diperoleh umpan balik tentang kurikulum atau pembelajaran. Berdasarkan umpan balik tersebut dilakukan perbaikan-perbaikan pada aspekaspek yang kurang tepat dan pengembangan pada aspek-aspek yang sudah baik. Evaluasi terhadap tujuan berkaitan dengan sasaran maupun arah yang akan dituju dan dicapai. Tujuan bersumber dari harapan masyarakat bukan hanya sebuah rancangan kurikulum saja. Dalam evaluasi itu perlu dipertimbangkan adanya hambatan yang akan muncul dalam upaya mencapai tujuan tersebut. Materi kurikulum perlu dievaluasi, yaitu berkaitan dengan relevansi materi pembelajaran dengan tujuan, sehingga dapat memberikan pengalaman belajar. Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui relevansi materi pembelajaran dengan perbedaan atau perkembangan individu secara psikologis, sehingga dapat terjadi perubahan perilaku yang optimal. Evaluasi dalam hal ini dilakukan dengan maksud mengetahui sampai sejauhmana proses dapat memberikan hasil berupa perubahan perilaku secara optimal. Evaluasi dilakukan pula terhadap metode dan strategi pembelajaran untuk mengetahui efektifitas penggunaan metode dan strategi pembelajaran serta upaya perbaikan peningkatan pada kekurangan-kekurangan yang muncul. Demikian pula terhadap komponen evaluasinya itu sendiri sehingga dapat diketahui apakah evaluasi yang dilakukan sudah tepat. 87
2 Untuk melihat efektivitas kurikulum mencapai hasil yang optimal diperlukan evaluasi secara terus menerus yang meliputi proses dan hasil kurikulum. Tujuan evaluasi proses adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kurikulum sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Sedangkan, evaluasi proses untuk mengtahui seberap baik proses itu berjalan secara optimal sehingga dapat mencapai tujuan. Evaluasi kurikulum sebagai suatu proses, dilakukan baik terhadap unsur tertentu maupun keseluruhan perangkat kurikulum dan dilakukan pula baik terhadap terhadap unsur tertentu maupun keseluruhan pelaksanaan kurikulum. Untuk melaksanakan evaluasi kurikulum, dapat digunakan pendekatan sebagaimana yang diungkapkan oleh Ralp. W. Tyler, yaitu meliputi: 1. Menentukan tujuan evaluasi. Tujuan ini harus menyatakan dengan jelas materi yang akan dinilai dalam kurikulum. 2. Memilih, mengubah, atau menyusun alat evaluasi dan menguji obyektivitas, realibilitas, dan validitas alat tersebut. 3. Menggunakan alat evaluasi untuk memperoleh data. 4. Membandingkan data yang diperoleh dengan hasil evaluasi sebelumnya yang memperoleh data. 5. Menganalisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari kurikulum dan jelaskan alasan dari kekuatan dan kelemahan tersebut. 6. Menggunakan data untuk membuat perubahan yang dianggap perlu dalam kurikulum. B. Model Evaluasi Kurikulum Terdapat beberapa model dalam melakukan evaluasi kurikulum, diantaranya: 1. Evaluasi Kurikulum Model CIPP (Content, Input, Process, dan Product) David Stufflebeam memperkenalkan model evaluasi kurikulum Content, Input, Process, dan Product (CIPP), seperti pada gambar berikut ini: Tabel 7.1 : Model Evaluasi Kurikulum CIPP dari Stufflebeam KONTEKS MASUKAN PROSES HASIL Tujuan Metode Hubungan dengan Pembuatan Keputusan 88
3 Menurut model ini, yang harus dievaluasi meliputi empat aspek, yaitu: 1. Evalusi terhadap konteks (Context), yaitu evaluasi terhadap keadaan yang melingkupi proses pembelajaran. Keadaan yang termasuk konteks adalah yang berasal dari lingkungan. 2. Evaluasi terhadap masukan (Input), yaitu proses pengenalan terhadap keadaan peserta sebelum proses dilakukan. Tanpa mengukur hal ini, tidak akan diketahui keberhasilan suatu proses. 3. Evaluasi terhadap proses (Process), yaitu evaluasi terhadap jalannya proses pembelajaran. 4. Evaluasi terhadap hasil (Product), yaitu evaluasi terhadap berhasil tidaknya peserta mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi pada aspek 1 dan 2 biasa dilakukan dengan melihat kepada formulir pendaftaran. Di sinilah letak pentingnya formulir itu. Dengan diketahui keadaan konteks dan masukan (input) awal pra proses. Sedangkan evaluasi proses dilakukan dengan mengobservasi proses sesuai kriteria-kriteria tertentu, termasuk di dalamnya evaluasi terhadap metode dan strategi pembelajaran. Misalnya perlu ditetapkan kriteria jalannya ceramah/pidato yang baik, berdasarkan banyaknya bicara, kualitas pembicaraan, dan sebagainya. Disini diperlukan format-format observasi untuk tiap jenis proses belajar. Adapun yang sering dilakukan dan paling penting adalah evaluasi terhadap hasil (product). Karena hasil belajar adalah tujuan yang telah ditetapkan, maka instrumennya juga ditetapkan berdasarkan domain yang menjadi tujuan proses tersebut. 2. Evaluasi Kurikulum Model Provus Model Provus merupakan discrepancy evaluation model, dengan langkahlangkah sebagai berikut: Tahap 1: Menentukan kriteria yang diinginkan. Penilai mengidentifikasi ketidaksesuaian antara kriteria dan perencanaan program kurikulum. Data dilaporkan kepada pembuat keputusan yang memutuskan apakah ketidaksesuaian dapat diabaikan atau perencanaan program harus dirubah. Tahap 2: Membandingkan antara kenyataan atau pelaksanaan program kurikulum dan kriteria. Tugas penilai adalah melaporkan ketidaksesuaian kedua hal tersebut. Perubahan pelaksanaan kurikulum pada tahap ini dimungkinkan sebelum evaluasi dilanjutkan. Perubahan harus melibatkan para ahli untuk membantu pengajar dalam mempelajari metode-metode pembelajaran dan strategi pengajaran baru. Tahap 3: Meneliti proses belajar mengajar dan hasilnya secara khusus digunakan untuk menentukan hubungan penyebab dan pengaruh. Provus menamakan tahap 3 ini sebagai microlevel evaluation. Jika ternyata proses belajar mengajar tidak 89
4 menghasilkan hasil belajar yang diinginkan, proses belajar mengajar hendaknya diperbaiki. Pada tahap ini, penilai juga diharapkan mendeteksi berbagai masalah yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Tahap 4: Meneliti pengaruh dari kurikulum secara keseluruhan dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku peserta didik. Provus menamakan tahap ini dengan macrolevel evaluation. Dalam tahap ini akan diketahui apakah pelaksanaan kurikulum telah mencapai tujuannya ataukah belum. Data yang diperoleh dari tahap 2 dan 3 akan sangat membantu dalam pelaksanaan evaluasi pada tahap ini. Tahap 5: Merencanakan kurikulum baru berdasarkan data dari pelaksanaan kurikulum yang telah dinilai. Evaluasi dilakukan selama (proses) dan setelah (hasil) peserta didik mengikuti pembelajaran. Hasil evaluasi pelaksanaan kurikulum kemudian digunakan sebagai umpan balik untuk merencanakan kurikulum baru. 3. Evaluasi Kurikulum Model Taksonomi Evaluasi kurikulum model taksonomi lebih ditujukan untuk mengevaluasi pembelajaran, meliputi: a. Evaluasi Domain Kognitif Evaluasi untuk domain kognitif ini dilakukan dengan mengukur tingkat kognisi/pengetahuan dari peserta didik setelah kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan: Teknik tes yang digunakan untuk mengevaluasi domain kognitif adalah dengan tes lisan dan tes tulisan. Tes lisan, yaitu tes secara verbal untuk menilai kemampuan menggunakan bahasa lisan untuk mempertanggungjawabkan pendapat atau jawaban yang diungkapkan, kemampuan berfikir melihat hubungan sebab akibat, kemampuan memecahkan masalah. Tes tulisan, yaitu tes secara tertulis yang meliputi pertanyaan (soal) ataupun jawaban. Bentuk instrumen tes ini dapat berupa jawaban singkat, menjodohkan, pilihan ganda, uraian obyekfif, atau uraian bebas. b. Evaluasi Domain Afektif. Untuk mengevaluasi domain afektif, termasuk di dalamnya aspek sikap dan minat terhadap mata pelajaran dan pembelajaran yang berlangsung, konsep diri dan nilai. Evaluasi dapat dilakukan dengan teknik bukan tes (nontes) dengan melakukan wawancara (interview), angket, pengamatan (observasi),. Wawancara adalah teknik dengan mengadakan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung. Angket adalah teknik yang dilakukan secara tertulis berupa isian/pilihan terhadap alternatif-alternatif sikap tertentu. Dengan kuesioner bisa diketahui tingkat apresiasi seseorang terhadap suatu nilai atau fenomena. 90
5 Observasi adalah teknik yang dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap obyek atau kegiatan baik langsung maupun tidak langsung. Instrumen yang digunakan dapat berupa skala sikap, skala evaluasi, atau inventori. Skala sikap berupa suatu skala untuk menilai sikap seseorang terhadap suatu nilai. Biasanya terdapat lima pilihan, yaitu setuju, sangat setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju, ragu-ragu. Instrumen skala evaluasi (rating scale) dapat juga digunakan. Instrumen ini mirip dengan skala sikap, hanya saja sikap ditunjukkan dengan satuan-satuan. Misalnya dengan memberikan angka 0-10 sebagai pertanda tingkat sikap, misalnya kesetujuan. Skala yang digunakan bisa juga bukan angka, melainkan lambang, atau simbol, atau kata. Misalnya fair, goor, poor, dan excellent, atau bentuk-bentuk lain. Penilaian konsep diri peserta didik dapat dilakukan melalui inventori dengan memilih ya/tidak pada setiap pertanyaan yang diberikan. Keduanya menggunakan daftar cek (check list). 3. Evaluasi Domain Psikomotor Untuk mengevaluasi domain psikomotor, dapat dilakukan dengan pengamatan/observasi atau dengan tes performans/perbuatan/unjuk kerja. Tes performans/perbuatan/unjuk kerja dapat digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam melakukan tugas tertentu, misalnya praktek di laboratorium IPA, praktek di laboratorium komputer, atau untuk mengukur kepandaian melempar lembing. Untuk mengevaluasi praktek tersebut dapat digunakan format daftar cek atau skala penilaian dengan indikator-indikator operasional yang berhubungan dengannya. Untuk keterampilan dan komunikasi verbal, bisa juga dilakukan dengan observasi. Peserta melakukan suatu tindakan, lalu pengajar mencatat dan memberikan nilai. Cara memberikan nilai bisa mengguakan skala evaluasi. C. Evaluasi Pembelajaran, termasuk di dalamnya pembelajaran berbasis TIK Evaluasi kurikulum dalam arti terbatas, yaitu evaluasi terhadap pembelajaran secara keseluruhan (termasuk di dalamnya pembelajaran berbasis TIK), yang meliputi evaluasi terhadap: 1. Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Beberapa indikator evaluasi terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran, diantaranya: a. Kejelasan indikator pembelajaran, yaitu tidak menimbulkan pengertian ganda, namun menunjukkan hasil belajar yang dapat diukur dan bukan proses belajar yang sulit diukur. b. Ruang lingkup indikator tujuan pembelajaran, yaitu mencakup aspek peserta didik, perilaku, keadaan atau tingkatan dari pencapaian indikator. c. Kejelasan tingkatan indikator, yaitu indikator dari kompetensi yang dasar ke kompetensi yang kompleks. d. Alokasi waktu yang diperlukan untuk tercapainya tujuan pembelajaran. 91
6 e. Kualifikasi pengajar. 2. Pemilihan Materi pembelajaran Beberapa indikator evaluasi materi pembelajaran, diantaranya: a. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang hendak dicapai. b. Kesesuaian materi pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. c. Kesesuaian penyampaian materi pembelajaran dengan karakteristik mata pelajaran, misalnya hierarki, posedural, atau spiral. d. Efisiensi penyampaian materi pembelajaran terkait waktu. e. Kualifikasi pengajar. 3. Penggunaan Metode Pembelajaran Beberapa indikator evaluasi metode pembelajaran, diantaranya: a. Kesesuaian metode pembelajaran yang digunakan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diinginkan. b. Kesesuaian metode pembelajaran yang digunakan dengan materi pembelajaran sehingga dapat membantu peserta didik memahami pelajaran. c. Kesesuaian metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. d. Efisiensi penggunaan metode pembelajaran dengan waktu yang tersedia. Setiap tahapan pembelajaran harus disajikan dengan proporsi alokasi waktu (kurang lebih 5-10% untuk pendahuluan, 70-80% untuk isi dan 10-15% untuk penutupan) e. Kualifikasi pengajar. 4. Penggunaan Sumber Belajar (termasuk media pembelajaran) Beberapa indikator evaluasi sumber belajar, diantaranya: a. Kesesuaian penggunaan sumber belajar dan media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. b. Kesesuaian penggunaan sumber belajar dan media pembelajaran dengan materi pembelajaran. Sumber belajar dan media pembelajaran dapat membantu peserta didik memahami dengan lebih baik materi pembelajaran yang diajarkan. c. Kesesuaian penggunaan sumber belajar dan media pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. d. Kelengkapan sumber belajar dan media pembelajaran yang digunakan. e. Efisiensi penggunaan sumber belajar dan media pembelajaran. f. Kualifikasi pengajar. 5. Pelaksanaan Evaluasi a. Kesesuaian penggunaan instrumen evaluasi dengan tujuan pembelajaran. b. Hal-hal yang berhubungan dengan kejelasan prosedur evaluasi baik prosedur evaluasi awal, evaluasi proses, dan maupun evaluasi akhir. c. Kesesuaian instrumen evaluasi dengan kebutuhkan, seperti lembar soal dan kunci jawaban, teknik evaluasi, dan sebagainya. 92
7 D. Evaluasi Penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pemanfaatan sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) masih belum optimal. Hal ini disebabkan karena muatan informasi, kemudahan akses, dan ketersediaan sistem yang seringkali belum sesuai dengan keinginan penggunanya. Di samping itu juga karena adanya berbagai kendala sebagaimana dijelaskan Effendi. Bob Soelaiman (2006) yang mencakup: Kendala geografis, waktu dan sosial ekonomis Indonesia o Negara kepulauan, daerah tropis dan pegunungan (problem infrastruktur) o Distribusi penduduk yang tidak merata, dengan tingkat pendidikan masyarakat yang mayoritas masih belum terpelajar (well-educated) Digital Divide (ketertinggalan perkembangan ICT dari dunia maju) o Perlunya penyebarluasan pemanfaatan ICT di kalangan masyarakat, khususnya dunia pendidikan o Perlunya peningkatan kualitas SDM bidang ICT Evaluasi terhadap penerapan sistem TIK, khususnya di bidang pendidikan menjadi penting, bila dikaitkan dengan segala usaha dan sumber daya yang sudah dikerahkan dalam membangun sistem tersebut. Evaluasi ini diperlukan untuk menentukan keberhasilan penerapan sistem TIK. Melalui evaluasi kita akan memperoleh informasi mengenai sejauh mana keberhasilan pencapaian tujuan sistem tersebut dan juga umpan balik untuk meningkatkan kualitas sistem di masa mendatang. Kendala terbesar dalam melakukan evaluasi adalah menentukan kriteria evaluasi, parameter evaluasi serta metode yang dipilih dalam membangun kerangka kerja evaluasi. Salah satu kerangka kerja yang pernah diajukan dengan mengambil kajian khusus pada sistem informasi akademik adalah kerangka kerja Bytheway & Whyte, dengan sudut pandang yang lebih menekankan pada penggunaan system dari sisi internal organisasi. Evaluasi sistem penerapan teknologi informasi dan komunikasi meliputi: 1. Evaluasi terhadap efisiensi sistem. Evaluasi efisiensi mengacu pada kinerja sistem secara teknis (misalnya, kecepatan akses data, waktu downtime, integritas data dan sejenis). 2. Evaluasi terhadap efektivitas sistem, yang mengukur sejauhmana sistem dapat memenuhi kebutuhan lembaga pendidikan. Tahap evaluasi terhadap efektivitas sistem (Aelani Khoirida, 2008:262), meliputi: a. Identify the objectives of the information system, yaitu identifikasi sasaran sistem informasi. b. Select the measures to be used, yaitu memilih pengukuran yang digunakan. 93
8 c. Identify data sources, yaitu identifikasi sumber data. Pemilihan data yang terbaik dari masing-masing bagian sebagai sumber evaluasi adalah sangat penting. d. Obtain ex ante value for measures, yaitu menghasilkan tempat nilai dari pengukuran. Ketika evaluasi telah menentukan pengukuran yang dipakai dan sumber data yang baik, masih diperlukan juga penetapan ukuran nilai sebelum sistem berjalan. e. Obtain ex post values for measures, yaitu menghasilkan akhir nilai dari pengukuran. f. Assess the system impact, yaitu menilai dampak dari sistem. Dari tahap evaluasi efektivitas sistem lalu dijelaskan tentang model sistem informatika. Karakteristik perangkat keras (HW) dan perangkat lunak (SW) suatu sistem informasi sangat berpotensi mempengaruhi anggapaan pengguna (user) terhadap manfaat dan kemudahan bagi sistem tersebut. Beberapa karakteristik yang dapat dijadikan acuan user dalam nilai sebuah sistem infomatika (SI) setelah menggunakannya dalam waktu singkat, diantaranya adalah response time (online system), turn around time (batch system), reliability (stability), ease of interaction, dan sebagainya.. Salah satu kerangka kerja evaluasi sistem informasi dari segi efektivitas adalah seperti yang pernah dilakukan oleh Bytheway&White (B&W). Kerangka ini melakukan analisis yang cukup terinci pada kebutuhna user yang didasari oleh atribut sistem yang paling mempengaruhi persepsi user terhadap efektivitas secara keseluruhan. Atribut tersebut dikelompokan menjadi tiga dimensi dasar untuk sistem yaitu produk, proses, dan service. Produk mengacu pada hardware, software, materi pelatihan yang diberikan kepada user. Service mengacu pada bagaimana organisasi yang menjalankan sistem tersebut dapat memberikan respons terhadap usernya. Sedangkan proses telah menekankan pada bagaimana organisasi dapat memenuhi kebutuhan konsumennya dan kebutuhan organisasi secara keseluruhan. 94
BEBERAPA MODEL EVALUASI PENDIDIKAN (Disarikan dari Seminar Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan) Oleh Sofyan Zaibaski
BEBERAPA MODEL EVALUASI PENDIDIKAN (Disarikan dari Seminar Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan) Oleh Sofyan Zaibaski Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan keberhasilan sebuah proses
Inisiasi II ASESMEN PEMBELJARAN SD
Inisiasi II ASESMEN PEMBELJARAN SD (Mengembangkan Tes sebagai Instrumen Asesmen) Selamat bertemu kembali dengan saya Yuni Pantiwati sebagai tutor dalam mata kuliah Asesmen Pembelajaran SD. Kali ini merupakan
BAB I PENDAHULUAN. yang telah ditetapkan, yaitu untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai suatu usaha sadar yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENINGKATAN MUTU PROSES DAN EVALUASI PEMBELAJARAN. ( As ari Djohar )
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENINGKATAN MUTU PROSES DAN EVALUASI PEMBELAJARAN ( As ari Djohar ) A. Asumsi Dasar 1. Peningkatan mutu pendidikan tinggi merupakan kebutuhan utama yang selalu harus
Dewi Gayatri, M.Kes.
Dewi Gayatri, M.Kes. Observasi Wawancara Angket Test Peneliti melakukan pengamatan langsung dengan cara tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara Bentuk Observasi non sistematis (tanpa instrumen) Observasi
BAB I PENDAHULUAN. tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses belajar yang dialami siswa
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Seluruh proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian menurut Arikunto (2010: 203) adalah suatu cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitiannya. Pemilihan metode ini didasarkan
BAB I PENDAHULUAN. seluruh civitas kampus tersebut. Website sendiri merupakan salah satu bentuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan teknologi informasi dan pemanfaatan internet sudah sangat luas dalam setiap aspek kehidupan manusia. Salah satunya penerapan teknologi pada institusi pendidikan.
EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN-M1. Oleh : yayan heryana
EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN-M1 Oleh : yayan heryana PENGERTIAN-1 Evaluasi menurut Stufflebeam dan Shinkfield (1985:159) merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijaikan sebagai pertimbangan
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif-dekriptif. Desain penelitian ini dipilih dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Evaluasi Penelitian ini menggunakan desain penelitian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif-dekriptif. Desain penelitian ini dipilih dengan pertimbangan untuk mengevaluasi
6. Di bawah ini merupakan beberapa kelebihan tes lisan, kecuali:
CONTOH SOAL UKG 1. Serangkaian kegiatan untuk menetapkan ukuran terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu dinamakan... A. pengukuran B. pensekoran C. penilaian D. pengujian E. evaluasi 2. Serangkaian
2015 KAJIAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VII KURIKULUM 2013 TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Upaya peningkatan mutu pendidikan memang akan selalu menjadi sorotan di dalam dunia pendidikan. Khususnya pada saat perubahan kurikulum dari kurikulum tingkat
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR Definisi 1. Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Evaluasi pembelajaran yang dilakukan selama ini kadang-kadang hanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Evaluasi pembelajaran yang dilakukan selama ini kadang-kadang hanya sampai pada domain kognitif saja, dan itupun lebih berorientasi pada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi, Populasi, Sampel, dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa Program Keahlian Kontrol Proses SMK Negeri 1 Kota Cimahi yang
7. Tes simulasi merupakan salah satu bentuk dari teknik penilaian: a. lisan b. praktik/kinerja c. penugasan d. portofolio e.
1. Serangkaian kegiatan untuk menetapkan ukuran terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu adalah: a. pengukuran b. pensekoran c. penilaian d. pengujian e. Evaluasi 2. Serangkaian kegiatan yang sistematik
TEST, PENGUKURAN, ASSESMEN, EVALUASI
TEST, PENGUKURAN, ASSESMEN, EVALUASI Sugiyatno, M.Pd [email protected] TEST Seperangkat pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait/sifat/atribut dimana tiap butir
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta Laboratorium Percontohan UPI Bandung tahun ajaran 2013/ 2014. Subjek yang
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh informasi tentang peningkatan kemampuan analisis siswa SMA setelah diterapkan
EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK ITS MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA WHYTE & BYTHEWAY DAN SERVQUAL
Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 2-4 Desember 2013 EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK ITS MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA WHYTE & BYTHEWAY DAN SERVQUAL Mudjahidin 1), Yogi Agra Wiryawan
TES & NON TES. Evaluasi. Tes. Pengukuran. Penilaian RETNO WAHYUNINGSIH
TES & NON TES RETNO WAHYUNINGSIH Tes Pengukuran Evaluasi Penilaian 1 Tes merupakan: 1. sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab 2. tugas yang harus dikerjakan 3. Suatu alat yang akan memberikan informasi
CONTOH SOAL PEDAGOGIK Proses Penilaian (Assesmen) Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar dari sejumlah pilihan jawaban yang tersedia..
CONTOH SOAL PEDAGOGIK Proses Penilaian (Assesmen) Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar dari sejumlah pilihan jawaban yang tersedia.. 1. Serangkaian kegiatan untuk menetapkan ukuran terhadap
PERKULIAHAN 3: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI
PERKULIAHAN 3: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI 1. Taksonomi Bloom Bloom dan kawan-kawan membagi tujuan pendidikan ke dalam tiga daerah (domain), yaitu daerah kognitif (cognitive domain),
ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN RANAH PSIKOMOTOR PADA MATERI TITRASI ASAM BASA KELAS XI-MIA SMAN 4 KOTA JAMBI
ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN RANAH PSIKOMOTOR PADA MATERI TITRASI ASAM BASA KELAS XI-MIA SMAN 4 KOTA JAMBI OLEH ALANISA LOLA PASARIBU NIM RSA1C112010 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
X. Pengembangan Instrumen Penilaian PBM A. Aspek yang DiPenilaian
Penilaian PBM Penilaian PBM X. Pengembangan Instrumen Penilaian PBM A. Aspek yang DiPenilaian No Komponen Aspek yang dinilai 1 Kompetensi/tujuan Abilitas yang terkandung didalamnya Rumusan kompetensi Tingkat
Pada akhirnya, lokasi ekonomi baru bukan di dalam teknologi, microchip, atau jaringan telekomunikasi global, tetapi di dalam pikiran manusia.
Pada akhirnya, lokasi ekonomi baru bukan di dalam teknologi, microchip, atau jaringan telekomunikasi global, tetapi di dalam pikiran manusia. (Alan Webber) Memeriksa hasil suatu program membantu dalam
BAB I PENDAHULUAN. seluruh sektor kehidupan serta gaya hidup manusia di seluruh dunia.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era digital yang sedang berlangsung saat ini telah merubah hampir seluruh sektor kehidupan serta gaya hidup manusia di seluruh dunia. Perkembangan era digital
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian merupakan kegiatan memecahkan masalah dan menemukan tafsiran (sebuah interpretasi) baru. Penelitian berperan dalam menguji teori-teori dalam bidang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang telah dirumuskan dalam
61 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang telah dirumuskan dalam bab 1, penelitian ini secara umum bertujuan mengembangkan software untuk tes kemampuan membaca pemahaman
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. dilakukan diantara karya-karya tersebut antara lain :
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A. Tinjauan Pustaka Sepanjang pengamatan, kajian yang mencoba meneliti evaluasi kurikulum TPA di TPA Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta belum ada.
EVALUASI menurut Suharsimi Arikunto menyebutkan bahwa: Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang
EVALUASI menurut Suharsimi Arikunto menyebutkan bahwa: Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan
TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA
TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA PENILAIAN PEMBELAJARAN Disusun Oleh: KELOMPOK 1 Riza Gustia (A1C109020) Janharlen P (A1C109044) Zunarta Yahya (A1C109027) Widi Purwa W (A1C109030) Dewi
Tenaga peneliti terlatih. Sampel dipilih yg representatif. Kontrol variabel secara ketat. Perlu pengujian validitas dan reliabilitas
PERBEDAAN EKSPERIMEN FORMAL ACTION RESEARCH peneliti Tenaga peneliti terlatih Dilakukan oleh guru sampel Desain Sampel dipilih yg representatif Kontrol variabel secara ketat Sudah ada kelas yg dibina Dapat
BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran untuk menambah wawasan di suatu bidang. Kompetensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mencakup kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap secara terpadu. Penilaian pada kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik.
BAB III METODE PENELITIAN. merumuskan masalah sampai dengan menarik kesimpulan (Purwanto,
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian merupakan keseluruhan cara atau kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian mulai dari merumuskan masalah
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam pengumpulan data, tentu saja harus sesuai dengan sifat,
48 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode merupakan cara yang digunakan atau ditempuh dalam suatu penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan penelitian merupakan hal yang sangat penting,
A. Pengertian Evaluasi Program
A. Pengertian Evaluasi Program Pemahaman mengenai pengertian evaluasi program dapat berbeda-beda sesuai dengan pengertian evaluasi yang bervariatif oleh para pakar evaluasi. Pengertian evaluasi menurut
BAB III METODE PENELITIAN. hendaknya metode penulisan dengan memperhatikan kesesuaian antara objek yang
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara atau prosedur untuk mengetahui dan mendapatkan data dengan tujuan tertentu yang menggunakan teori dan konsep yang bersifat empiris, rasional
BAB I PENDAHULUAN. penting dalam sistem pembelajaran. Ketiga dimensi tersebut saling berkaitan satu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum, proses pembelajaran, dan evaluasi merupakan tiga dimensi penting dalam sistem pembelajaran. Ketiga dimensi tersebut saling berkaitan satu sama lain.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Ujicoba Instrumen Uji coba instrumen dilaksanakan pada minggu ke-4 Juli 2015 sampai dengan minggu ke-1 Agustus 2015. Uji dilaksanakan di
BAB I PENDAHULUAN. penting yang memberikan kemungkinan hidup, perkembangan dan memperlancar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kedudukan informasi dalam suatu organisasi merupakan salah satu unsur penting yang memberikan kemungkinan hidup, perkembangan dan memperlancar kegiatan di dalamnya,
CIPP (Context, Input, Process, Product) Oleh : Hasim Asngari NIM :
CIPP (Context, Input, Process, Product) Oleh : Hasim Asngari NIM : 2015082087 The CIPP Evaluasi Model ini dikembangkan oleh Daniel L. Stufflebeam pada tahun 1966, dan selanjutnya diperbarui sepanjang tahun,
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR PPT 2.3 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN A.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SDN Candirejo 02 Tuntang yang terletak di Jl.Mertokusuma 32, Kelurahan Candirejo, Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN. yang akan digunakan sehingga akan mempermudah langkah-langkah penelitian.
39 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Didalam melakukan penelitian, seorang peneliti harus menentukan metode yang akan digunakan sehingga akan mempermudah langkah-langkah penelitian. Metode
ANALISIS DAMPAK AKREDITASI SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Kasus Di SD Negeri Donohudan 3 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali)
ANALISIS DAMPAK AKREDITASI SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Kasus Di SD Negeri Donohudan 3 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali) TESIS Diajukan Kepada Program Pasca Sarjana Universitas
BAB V PEMBAHASAN. A. Perencanaan Pembelajaran Langsung dalam menanamkan disiplin. santri di Pondok Pesantren Ma dinul ulum Campurdarat dan
124 BAB V PEMBAHASAN A. Perencanaan Pembelajaran Langsung dalam menanamkan disiplin santri di Pondok Pesantren Ma dinul ulum Campurdarat dan Madrasah Diniyah Tanwirul Qulub Pelem Campurdarat. 1. Berdasarkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam suatu penelitian meliputi pengumpulan, penyusunan dan
60 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang diambil dalam suatu penelitian meliputi pengumpulan, penyusunan dan
METODE PENELITIAN. data, uji persyaratan instrument, uji persyaratan analisis data, dan pengujian
III. METODE PENELITIAN Bagian ini akan membahas metode penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, definisi konseptual dan operasional, jenis dan teknik pengumpulan data, uji persyaratan instrument,
TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 1 Penegasan Istilah Istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan terutama untuk
III. METODOLOGI PENELITIAN. populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, dan variabel penelitian. Hal lain
III. METODOLOGI PENELITIAN Bagian ketiga ini akan membahas beberapa hal mengenai pendekatan penelitian, populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, dan variabel penelitian. Hal lain yang perlu juga dibahas
BAB III METODE PENELITIAN
47 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D). Menurut Sugiyono (2012)
kata kunci: hasil belajar, kemandirian belajar, sikap belajar.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN SIKAP BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU Novi Rokayah 1, Yon Rizal 2, dan Tedi Rusman 2 1 Mahasiswa Pendidikan Ekonomi PIPS FKIP, Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro
BAB III METODE PENELITIAN. Mengacu pada latar belakang penelitian dan rumusan masalah serta tujuan
BAB III METODE PENELITIAN 3. 1. Metode Penelitian Mengacu pada latar belakang penelitian dan rumusan masalah serta tujuan penelitian maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN OTENTIK TES TERTULIS PILIHAN JAMAK BERALASAN DENGAN SCIENTIFIC APPROACH
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN OTENTIK TES TERTULIS PILIHAN JAMAK BERALASAN DENGAN SCIENTIFIC APPROACH Andika Prasetya*, Undang Rosidin, Chandra Ertikanto Pendidikan Fisika FKIP Unila. Jl. Prof. Dr. Soemantri
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH. DAFTAR ISI.. vi DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR. A. Latar Belakang Masalah.
DAFTAR ISI PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK.... i KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH. ii iii DAFTAR ISI.. vi DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR. x xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. 1 B. Rumusan
2015 ANALISIS PROGRAM DIKLAT PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PERENCANAAN PARTISIPATIF) DI BALAI DIKLAT KEHUTANAN KADIPATEN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sangat erat kaitannya dalam kehidupan manusia. Peranan pendidikan dalam membentuk karakter pribadi seseorang menjadi peluang bagi individu untuk meningkatkan
BAB II KAJIAN TEORI. 2.1 Belajar dan Pembelajaran
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran merupakan salah satu kegiatan di dalam pendidikan. Kata dasar pembelajaran adalah belajar. Dalam kamus bahasa Inggris belajar adalah learn.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian evaluasi.
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian evaluasi. Menurut Arikunto (2010;36), penelitian evaluasi diterapkan pada objek-objek jika ingin mengungkapkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group design.
66 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group
III. METODE PENELITIAN. oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode dan jenis penelitian
III. METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Menurut Arikunto (013: 03) Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode dan jenis penelitian yang
BAB 3 Metodologi Penelitian
BAB 3 Metodologi Penelitian 3.1 Desain Penelitian Disain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kausal (causal study), yang merupakan penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu
BAB I PENDAHULUAN. Hakekat belajar IPA adalah sebagai produk dan sebagai proses, maka
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hakekat belajar IPA adalah sebagai produk dan sebagai proses, maka dalam penilaian belajar biologi pun terdapat penilaian produk atau hasil belajar dan proses belajar.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengembangakan sebuah media pembelajaran interaktif, maka metodologi
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitan Dikarenakan pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan sebuah media pembelajaran interaktif, maka metodologi penilitian yang digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. metode juga tergantung pada permasalahan yang akan dibahas, dengan kata lain
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 52 Penggunaan metode dalam pelaksanaan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperimen. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperimen. Menurut
BAB I PENDAHULUAN. setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda tergantung pada usia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Belajar merupakan suatu proses yang dilalui dan dilakukan oleh setiap manusia dalam rangka memahami sesuatu. Dalam belajar, setiap manusia akan melewati tahapan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
EVALUASI KURIKULUM. Drs. Rudi Susilana, M.Si Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan - FIP - UPI
EVALUASI KURIKULUM IDE HASIL PROGRAM PENGALAMAN SILABUS E V A L U A S I PERENCANAAN IMPLEMENTASI EVALUASI Definisi Evaluasi Kurikulum Daniel Stufflebeam (1971) Stake (1976) Evaluation is the process of
BAB III METODE PENELITIAN. empirik (ex- post facto) dengan pendekatan ex-post facto peneliti berhubungan
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Dilihat dari pendekatannya, penelitian ini menggunakan pendekatan empirik (ex- post facto) dengan pendekatan ex-post facto peneliti berhubungan dengan
Bandung, 23 Oktober 2009
Bandung, 23 Oktober 2009 PENILAIAN KELAS Konsep dasar Teknik Penilaian Konsep Dasar Penilaian Kelas Pengertian Penilaian Kelas Manfaat Penilaian Kelas Fungsi Penilaian Kelas Prinsip-prinsip Penilaian Kelas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar merupakan proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam bentuk perubahan tingkah laku dan kemampuan berkreasi yang relatif permanen atau menetap karena
SOAL UJIAN AKHIR EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI. a) Buatlah suatu norma hasil tes dengan lima kategori nilai (A,B,C,D, dan E).
SOAL UJIAN AKHIR EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI 1. Bila dari hasil penghitungan terhadap 100 orang siswa tentang tingkat kebugaran jasmaninya, diperoleh nilai rata-rata tes sebesar 60 dan simpangan bakunya
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif karena pendekatan ini digunakan untuk menjawab permasalahan yang
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
94 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Penelitian ini adalah penelitian evaluatif berdasarkan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian evaluatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dipaparkan mengenai model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan, prosedur dalam pengembangannya, subjek yang menjadi penelitian, teknik pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif yaitu metode Pre Experiment (Quasi Experiment). Penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. yang dibuat oleh peneliti untuk membantu mengumpulkan dan menganalisis
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik maka dibutuhkan suatu desain penelitian. Desain penelitian merupakan suatu rencana atau rancangan yang dibuat
MAKNA EVALUASI KURIKULUM
MAKNA EVALUASI KURIKULUM 1. Curriculum evaluation is the process used in judging the appropriateness of curriculum choice (Sayler, 1981: 316). 2. Evaluasi kurikulum adalah proses pembuatan pertimbangan
Evaluasi Program Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Evaluasi Program Pendidikan Jasmani dan Olahraga Evaluasi berasal dari kata evaluation, berdasarkan kamus Inggris Indonesia yang disusun oleh Echalos dan Shadily (1981), bahwa evaluation berarti evaluasi,
peningkatan SDM berkualitas menjadi sangat penting, Terutama dengan dua hal (teori dan praktek) harus berjalan seiring dan saling melengkapi.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi, menuntut kemampuan kompetitif dalam berbagai aspek, termasuk dalam Sumberdaya Manusia (SDM). Sehubungan dengan itu, upaya peningkatan kualitas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan desain pembelajaran yang dikembangkan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, lokasi yang menjadi tempat penelitian adalah Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal
ARTI PENILAIAN DAN BEBERAPA MASALAHNYA
ARTI PENILAIAN DAN BEBERAPA MASALAHNYA 1. Arti Penilaian Istilah penilaian sebagai terjemahan dari Evaluation jika dalam kepustakaan lain digunakan istilah assesmen, appraisal, sebagai panduan akan digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 tanggal 18 20
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 tanggal 18 20 Agustus 2016 di Jakarta, dengan lokasi kantor ABTI asosiasi
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Ghony rancangan penelitian adalah strategi suatu penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Menurut Ghony rancangan penelitian adalah strategi suatu penelitian, yaitu merupakan upaya yang menggambarkan keseluruhan pemikiran atau program penelitian
