BAB IV KONSEP DASAR PENELITIAN
|
|
|
- Utami Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV KONSEP DASAR PENELITIAN Adapun yang termasuk konsep dasar penelitian yaitu : Konsep, konstruk, variabel, hipotesis, dan pengukuran (Jalaluddin Rakhmat, 2002:11). I. Konsep Peneliti bekerja dari tahap konseptual ke tahap operasional. Doa menimbulkan kesejahteraan pada orang yang didoakannya. Ini adalah hipotesis yang terdiri dari dua konsep, doa dan kesejahteraan, disambungkan dengan kata yang menunjukkan hubungan di antara dua konsep itu, yakni menimbulkan Semua konsep itu bersifat abstrak. Kemudian, peneliti mengalihkan konsep abstrak itu menjadi variabel yang dapat diamati. Konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khususi (Karlinger, 1971:28). Misal; Merah, hijau, hitam, digeneralisasikan sebagai warna. Membaca buku, mendengarkan kuliah, mengerjakan pekerjaan rumah, disebut belajar. Warna dan belajar adalah konsep. Bila konsep ini secara sengaja dan secara sadar dibuat serta dipergunakan untuk tujuan ilmiah, ia disebut konstruk. Kecerdasan adalah konsep, tetapi setelah pengertiannya dibatasi secara khusus sehingga dapat diamati, ia berubah menjadi konstruk. I. Konstruk Konstruk adalah konsep yang dapat diamati dan di ukur. Kesejahteraan sebagai konstruk, menurut Galton, karena jumlah yang dapat di ukur disebut operasionalisasi. Kata kerjanya mengoperasionalisasikan. Popularitas dioperasionalisasikan sebagai jumlah pilihan sosiometris (teknik penelitian yang umumnyabertujuan untuk meneliti
2 hubungan sosial dan psikologis antara individu di dalam suatu kelompok) yang diterima seorang dari individu yang lain dari kelompoknya. Terpaan media (media exposure) dioperasionaliasikan sebagai frekuensi individu dalam menonton TV, film, membaca surat kabar atau majalah, dan mendengarkan radio. Lapar dioperasionalisasikan sebagai perasaan sakit setelah tidak makan selama 24 jam. Suatu konstruk mempunyai sifat yang berlainan. Ada dua sifat buat konstruk jenis kelamin; laki-laki dan perempuan. Lima sikap untuk sikap pada pemerintah; sangat suka, suka, tidak tahu, benci, sangat benci. Bila nilai-nilai tertentu kita berikan pada sifat-sifat suatu konstruk, konstruk itu sekarang menjadi variabel. I. Variabel Variabel adalah dapat berubah-ubah, berbeda-beda, bermacam-macam (tt mutu, harga, dsb); sesuatu yang dapat berubah; faktor atau unsur yang ikut menentukan perubahan; peubah di penelitian itu sebaliknya diperhatikan berbagai spr guru, usia, dan pendidikan (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:258). Pendeknya variabel adalah konstruk yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai dalam bentuk bilangan. Untuk mengukur variabel pemarah, kita dapat membuat skala dari 1 ke-5, di mana (1) sangat tidak pemarah dan (5) sangat pemarah. Berdasarkan banyaknya nilai, ada variabel dikotomi (dua nilai) atau politomi (banyak nilai). Dalam penelitian, variabel dibagi dalam tiga kategori : 1. Variabel bebas (independent variabel) dan variabel tak bebas/terikat (dependent variabel). Penelitian mencari sebab dan akibat dalam suatu gejala atau mencari hubungan di antara berbagai faktor. Variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu dari variabel yang lain disebut variabel bebas. Variabel yang diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya
3 disebut variabel tak bebas. Jika kita menyatakan, bila X, maka Y, X adalah variabel bebas dan Y variabel tak bebas (Karlinger, 1971:35). Dalam suatu penelitian diduga bahwa status sosial seseorang ada hubungannya dengan kecepatan orang itu menerima idea-idea baru. Dalam penelitian lain diduga bahwa situasi rumah menentukan prestasi anak di sekolah. Perasaan kesepian menyebabkan orang banyak menonton televisi. Status sosial, situasi rumah, dan perasaan kesepian dalam contoh di atas disebut variabel-variabel bebas, sedangkan kecepatan menerima idea baru, prestasi akademis, dan frekuensi menonton televisi adalah variabel-variabel tak bebas. Klasifikasi variabel dalam variabel bebas dan variabel tak bebas bergantung pada maksud penelitian. Pengertian lain tentang variabel ialah karakteristik (ciri) yang dimiliki satuan pengamatan keadaanya berbedabeda (berubah-ubah). Lebih tegas Harun Al-Rasyid menegaskan bahwa variabel adalah setiap karakteristik yang bisa diklasifikasikan sekurang-kurangnya dua klasifikasi yang berbeda atau bisa memberikan sekurang-kurangnya dua hasil pengukuran atau perhitungan yang berbeda. Contoh : 1. Jenis kelamin : dua klasifikasi; 2. Pekerjaan : lebih dari dua klasifikasi; 3. Nilai ujian : lebih dari dua klasifikasi. 2. Variabel aktif dan variabel atribut Dalam penelitian eksperimental, kita berhadapan dengan variabel yang dapat kita manipulasikan dan variabel yang sudah jadi dan tidak dapat kita kendalikan. Kita dapat mengendalikan temperatur ruangan, atau tingkat hukuman yang diberikan guru pada murid, atau jumlah frekuensi kekerasan dalam acara televisi, atau jumlah insentif dalam kompanye Keluarga Berencana. Tetapi kita tidak dapat mengendalikan umur, tingkat kecerdasan, status sosial, atau jenis kelamin. Variabel dalam kelompok contoh pertama disebut variabel aktif; dalam contoh kedua variabel atribut. Satu-satunya cara meneliti variabel atribut tertentu ialah mengelompokkan subjek
4 penelitian dalam kategori variabel atribut tertentu dan membandingkannya dengan subjek penelitian dalam kategori variabel atribut yang lain. 3. Variabel kontinyu dan variabel diskret Dalam statistik dibedakan pula antara variabel kontinyu dan variabel diskret. Variabel kontinyu adalah variabel yang secara teoretis dapat mempunyai nilai yang bergerak tak terbatas antara dua nilai. Tinggi orang boleh jadi 1,5 m, 1,53 m, 1,534 m, 1,5348 m, dan seterusnya, bergantung pada kecermatan pengukuran. Variabel diskrit hanya mempunyai satu nilai tertentu saja. Jumlah anak yang dimiliki adalah variabel diskrit yang mempunyai nilai 1, 2, 3, 4, dan seterusnya dan tidak mungkin 1,5, 1,37, atau 2,5. Dalam variabel diskret tidak ada nilai pecahan. I. Hipotesis Hipotesisis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dsb) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan; anggapan dasar (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:404). Teori supaya dapat diuji harus dirinci menjadi proposisi-proposisi. Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2001:899) bahwa proposisi adalah 1. rancangan usulan, 2. ling ungkapan yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Proposisi seperti ini disebut hipotesis. Hipotesis sering disebut statement of theory in testable form, atau tentative statements about reality (Champion, 1981:125). Dengan demikian, hipotesis menghubungkan teori dengan dunia empiris. Human relations yang efektif membantu keberhasilan hubungan masyarakat adalah teori. Dari teori ini dapat dijabarkan beberapa hipotesis. 1. Makin puas pegawai dengan perlakuan atasan terhadap dirinya, makin baik citra perusahaan dalam persepsinya; 2. Makin sering publik melakukan kontak dengan perusahaan, makin positif sikap
5 mereka terhadap perusahaan; 3. Terdapat perbedaan antara produktifitas pegawai yang dimotivasi dengan ancaman dan pegawai yang dimotivasi dengan insentif. Kegagalan merumuskan hipotesis akan mengaburkan hasil penelitian. Hipotesis yang abstrak bukan saja membingungkan prosedur penelitian, tetapi juga sukar diuji secara empiris. Hipotesis yang abstrak biasanya dibuktikan kebenarannya, bukan dengan data empiris, tetapi dengan interpretasi subjektif. Good (1952:67-73) menjelaskan ciri-ciri hipotesis yang baik sebagai berikut : 1. Hipotesis harus jelas secara konseptual, 2. Hipotesis harus mempunyai rujukan empiris, 3. Hipotesis harus bersifat spesifik, 4 Hipotesis harus dihubungkan dengan teknik penelitian yang ada, 5. Hipotesis harus berkaitan dengan suatu teori. I. Pengukuran 1. Tingkat Pengukuran (Scales of Measurement) Pengukuran adalah penggunaan aturan untuk menetapkan bilangan pada objek atau peristiwa. Dengan perkataan lain, pengukuran menandai nilai-nilai variabel dengan notasi bilangan. Notasi bilangan ini dilakukan secara sistematis dan taat asas. Peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran disebut skala atau tingkat pengukuran (levels of measurement). Misalnya dalam lomba lari, tiga petugas merekam pertandingan. Petugas pertama mencatat pelari berdasarkan nomor pada kausnya. Petugas kedua mencatat peserta berdasarkan urutan keberhasilannya mencapai garis finish. Petugas ketiga mencatat waktu yang dicapai setiap pelari. Ketiga pencatat itu menulis dalam bukunya sebagai berikut: Petugas 1 Petugas 2 Petugas : : :20
6 2. 4 5:42 Skala Nominal. Petugas kesatu menggunakan skala nominal. Bilangan 6, 8, 5, dan 2 tidak menunjukkan jumlah, tetapi hanyalah pengganti nama pelari saja. Pelari nomor 8 tidak memiliki berat badan 4 x lebih berat dari pelari nomor 2. Skala nominal hanya mengelompokkan peristiwa dalam kategori tertentu. Perbedaan bilangan itu hanyalah menunjukkan perbedaan kualitatif, dan bukan kuantitatif. Banyak variabel dalam penelitian sosial menggunakan skala nominal. Agama, jenis kelamin, tempat lahir, partai politik, jenis media yang dipergunakan, dikelompokkan berdasarkan skala nominal. Skala ini mempunyai dua ciri yaitu : 1. Kategori data bersifat mutually exclusive (satu objek masuk hanya pada satu kelompok saja); 2. Kategori data tidak disusun secara logis. Skala Ordinal. Petugas kedua dalam contoh di atas menggunakan skala ordinal, yakni bilangan yang menunjukkan tingkat. Nomor yang lebih kecil menunjukkan lebih dahulu sampai pada garis finish. Guru menggunakan skala ordinal ketika mengelompokkan murid dari nilai tertinggi sampai nilai terendah (ranking). Ketika kita mengurutkan jawaban atas pertanyaan: Berapa kali Saudara menonton televisi? Kita menggunakan skala ordinal bila jawabannya kita susun sebagai berikut : 1. Sering kali, 2. Agak sering, 3. Jarang atau kadang-kadang, 4. Jarang sekali, 5. Hampir tidak pernah. Bilangan 1, 2, 3, 4, 5 dalam jawaban itu tidak menunjukkan jarak yang sama. Dalam contoh di atas, jarak antara juara kesatu dengan kedua tidak sama dengan jarak antara juara kedua dengan ketiga. Pada dua ciri skala nominal, skala ordinal hanya menambahkan satu ciri: kategori data disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki. Skala Interval. Skala interval mempunyai satu ciri tambahan pada skala ordinal : urutan katagori data mempunyai jarak yang sama. Skala interval mempunyai ciri matematis
7 additivity, artinya kita dapat menambah atau mengurangi. Skala temperatur Fahrenheit mempunyai interval yang sama. Perbedaan di antara 80 0 F dan dan 1000 F sama dengan perbedaan di antara 400 F dan 600 F. Tetapi salah satu kelemahan Fahrenheit ialah tidak memiliki nilai nol mutlak. Nol mutlak menunjukan tidak adanya sifat-sifat yang diukur sama sekali. Dengan begitu, skala interval tidak memungkinkan kita melakukan proses pembagian atau perkalian. Untuk itu kita harus menggunakan skala rasio. Skala Rasio. Skala rasio menghimpun semua sifat skala interval ditambah adanya titik nol mutlak (fixed zero point). Berat, misalnya, mempunyai titik nol, yakni tidak memiliki berat sama sekali. Waktu jam, menit, detik yang digunakan oleh petugas ketiga mempunyai nilai nol sehingga petugas dapat menghitung berapa cepat pelari nomor 6 dibandingkan dengan pelari nomor 2. Dalam penelitian sosial sukar sekali kita mencapai skala rasio. Beberapa data seperti pendidikan, pendapatan, umur atau jumlah kesalahan yang dibuat seseorang dalam suatu tes dapat menggunakan skala rasio. Ada yang meragukan penggunaan skala rasio disini. Mereka menyatakan bahwa orang yang berpendapan Rp ,00 secara kuantitatif dua kali lebih banyak dari yang berpendapan Rp ,00 tetapi kualitatif tidak demikian. Kita tidak akan mengulas argumentasi ini. Cukuplah di sini dikatakan bahwa tiap skala tersebut menyebabkan penggunaan tes statistik yang berlainan. 2. Kecermatan Pengukuran Dalam penelitian ilmiah mempunyai dua syarat alat ukur yang sangat penting yaitu reliabilitas dan validitas. Reliabilitas. Reliabilitas artinya memiliki sifat dapat dipercaya. Suatu alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas apabila dipergunakan berkali-kali oleh peneliti yang sama atau oleh peneliti yang lain tetap memberikan hasil yang sama
8 (Forcese dan Richer, 1973:71). Meteran kain reliabel bila satu meter kain yang diukurnya selalu sama. Meteran dari logam lebih reliabel daripada meteren karet karena meteran karet mungkin terlalu fleksibel. Jadi, reliabilitas mengandung makna stabilitas (tidak berubahubah), konsistensi (ajeg), dan dependabilitas (dapat diandalkan). Ada tiga cara untuk menentukan reliab ilitas : antaruji, antarbutir, dan antarpenilai. Cara pertama untuk menguji relibilitas ialah membandingkan beberapa hasil pengukuran dari populasi yang sama pada waktu yang berbeda atau oleh peneliti yang berlainan. Perbandingan itu dihitung untuk mencari angka korelasinya. Bila perbedaan itu hanya secara kebetulan saja, pengukuran memiliki korelasi yang signifikan. Pada cara yang kedua, alat ukur yang terdiri dari sekian butir tes dibagi dua. Ini disebut metode belah dua (splithalf-procedure). Skor responden pada kelompok butir tes yang pertama dikorelasikan dengan kelompok butir tes yang kedua. Atau skor responden pada butir-butir tes bernomor ganjil dikorelasikan dengan kelompok butir tes bernomor genap. Pada cara yang ketiga, responden yang sama diukur, diuji, dan diamati oleh beberapa orang penguji. Skor yang diberikan oleh setiap penguji kemudian dikorelasikan. Reliabilitas antarpeneliti biasanya dinyatakan dengan angka kesepakatan di antara penilai. Validitas adalah sifat benar menurut bahan bukti yang ada, logika, berpikir, atau kekuatan hukum; sifat valid; kesahihan, (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:1258). Sebenarnya kita tidak pernah mengukur objek. Yang kita ukur adalah sifat-sifat objek. Dengan menggunakan alat ukur tertentu, betulkah kita mengukur sifat yang kita teliti atau mengukur sifat yang lain? Pertanyaan ini mempersoalkan validitas pengukuran. Dengan contoh skala pemarah di muka, kita dapat bertanya apakah skala itu mengukur tingkat kemarahan atau tingkat kekerasan. Kita tentu melihat hal-hal apa yang dapat kita kelompokkan sebagai indikator pemarah
9 dan hal-hal apa yang menunjukkan kekerasan. Atau hasil pengukuran itu kita bandingkan dengan pendapat anak tentang kemarahan ibu mereka (alat ukur yang lain). Bila ternyata hasilnya tidak berbeda, skala pemarah tersebut memiliki validitas. Usaha pertama meneliti validitas isi (content validity), yaitu menunjukkan bahwa pokok-pokok pada alat ukur mewakili sifat-sifat yang kita ukur. Soal tentamen yang hanya mancakup satu dari sepuluh pokok persoalan yang dibicarakan dalam satu semester jelas tidak memiliki validitas isi. Kedua validitas prediktif disebut juga validitas sehubungan-dengan-kriteria (criterion-related-validity) Bila nilai-nilai dalam buku rapor murid dibandingkan dengan nilai-nilai ujian menunjukkan kesamaan, kita dapat meramalkan hasil ujian dari nilai pada buku rapor. Di sini tes harian memiliki validitas prediktif. Ketiga validitas konstruk, menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur mengukur konstruk teoretis yang tertentu (yakni, suatu keadaan yang dihipotesiskan mempunyai hubungan sebab-akibat). Validitas konstruk biasanya diteliti bila penguji tidak memiliki ukuran kriteria yang pasti untuk nilai yang bersangkutan. Kecemasan, misalnya, adalah konstruk yang abstrak. Kecemasan dapat disebabkan oleh berbagai pengalaman seperti menghadapi ujian, menunggu kejutan listrik, atau bertengkar dengan teman. Kecemasan juga ditunjukkan dengan gejala-gejala seperti rasa resah, perubahan psikofisiologis, atau getaran tangan yang kelihatan. Untuk menentukan apakah konstruk kecemasan itu valid, dilakukan penelitian saling-kaitan (jaringan hubungan) di antara berbagai di atas. Jaringan hubungan ini disebut jaringan nomologis (nomological net). I. Teori Teori adalah pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi
10 (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:1177). Sedangkan menurut Kerlinger (1973:9) bahwa teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. Definisi Kerlinger di atas melukiskan ciri-ciri teori ilmiah yaitu : 1. Teori terdiri dari proposisi-proposisi. Proposisi adalah hubungan yang terbukti di antara berbagai variabel. Proposisi ini biasanya dinyatakan dalam bentuk jika, maka. Salah satu teori agresi (drive theory of aggression) menyatakan bahwa jika individu mengalami frustasi, ia akan melakukan tindakan yang menimbulkan gangguan pada benda atau orang lain. 2. Konsep-konsep dalam proposisi telah dibatasi pengertiannya secara jelas. Frustasi, misalnya, dibatasi sebagai hambatan terhadap tingkah laku untuk mencapai tujuan (goal oriented behavior). Pemb atasan konsep ini menghubungkan abstraksi dengan dunia empiris. 3. Teori harus mungkin diuji, diterima atau ditolak kebenarannya. Pembatasan pengertian konsep yang dipergunakan menyiratkan kemungkinan pengujian teori. Teori Newton tentang cahaya ditolak pada tahun 1850 setelah Faucault dapat mengukur kecepatan cahaya secara langsung. Bahwa cahaya terbukti berjalan lebih lambat pada medium yang padat, menolak teori Newton yang menyatakan sebaliknya. 4. Teori harus dapat melakukan prediksi. Teori agresi dapat meramalkan bahwa bila guru selalu menghambat tingkah laku anak, frekuensi agresi akan bertambah. Teori disonansi kognitif (festiger) dapat meramalkan bahwa dalam suasana disonansi, orang akan mencari pembenaran (justifikasi) terhada p tingkah lakunya.
11 5. Teori harus dapat melahirkan proposisi-proposisi tambahan yang semula tidak diduga. Adapun fungsi teori yaitu : 1. Teori merupakan alat untuk mencapai satuan pengetahuan yang sistematis; 2. Teori membimbing penelitian. I. Istilah Penelitian 1. Data ialah keterangan yang benar dan nyata; keterangan sebagai bahan yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan), (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:239). Terdiri dari dua macam data yaitu : I. Data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari rekaman, pengamatan, wawancara atau bahan tertulis dan tidak berbentuk angka-angka. II. Data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka-angka (numerik) yang diperoleh dari perhitungan data kualitatif atau pengukuran, seperti melalui penyebaran angket. Misalnya: Tentang nilai suatu mata kuliah, skor jawaban angket dan lainnya. 2. Fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:312). Contoh : Orang Indonesia rambutnya hitam-hitam Orang Barat badannya tinggi-tinggi 3. Postulat adalah asumsi yang menjadi pangkal dalil yang dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma, (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:890).
12 4. Aksioma adalah pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:22). 5. Dalil adalah keterangan yang dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran (terutama berdasarkan ayat al-quran); pendapat yang dikemukakan dan dipertahankan sebagai suatu kebenaran (Departemen Pendidikan Nasional, 2001:233). Latihan-latihan 1. Apakah yang dimaksud dengan konsep, konstruk, dan variabel, sehingga jelas dan berikan contohnya? 2. Apakah yang dimaksud dengan pengukuran dan sebutkan perbedaan istilah-istilah di bawah ini serta contohnya? - Skala nominal, ordinal, interval, rasio, reliabilitas, dan validitas. 3. Apakah yang dimaksud dengan hipotesis dan jelaskan ciri-cirinya? 4. Bagaimana Saudara memahami tentang teori dan sebutkan ciri-cirinya? 5. Jelaskan perbedaan data kualitatif dan data kuantitatif berikan contohnya masing-masing?
BAB VIII PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA
BAB VIII PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 8.1. Metode Pengumpulan Data Dalam suatu penelitian kadang-kadang tidak hanya menggunakan satu cara pengumpulan data. Misalnya di samping metode wawancara (interview),
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukan pencatatan
III. METODOLOGI PENELITIAN. Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Jalaludin
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Jalaludin Rahmat (000:4), Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk
1 R i m a R a c h m a w a t i
Instrumen penelitian diperlukan dalam penelitian kuantitatif untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Oleh karena itu jumlah instrument penelitian tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Jika
BAB III METODE PENELITIAN. mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa, serta menginterpretasikan data. Hal
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara atau langkah dalam mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa, serta menginterpretasikan data. Hal tersebut sejalan dengan
BAB III. Objek dan Metode Penelitian
46 BAB III Objek dan Metode Penelitian 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan proses yang mendasari pemilihan, pengolahan, dan penafsiran semua data dan keterangan yang berkaitan dengan apa yang
III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional.
29 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang digunakan Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Menurut Suharsimi Arikunto (2006:270). Metode korelasional
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,
Konsep-konsep Dasar Statistika
MODUL 1 Konsep-konsep Dasar Statistika KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian dan Pemanfaatan Statistika A. PENGERTIAN STATISTIKA Statistik adalah suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka. Misalnya
METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
32 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan dan menyimpulkan
III. METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif ini penulis ingin memaparkan data-data dan menganalisis data
44 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif
BAB III Metodologi Penelitian. Dalam penelitian diperlukan metode penelitian, tujuannya adalah agar
BAB III Metodologi Penelitian A. Metode Penelitian Suatu kegiatan penilitian diperlukan suatu metode penelitian agar dapat menemukan data yang valid dan faktual serta dalam usaha mengadakan analisa secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu suatu metode dalam
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan
30 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian pada dasarnya merupakan
VALIDITAS DAN RELIABILITAS
1 VALIDITAS DAN RELIABILITAS A. Pengertian Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas berasal dari kata validity yang berarti derajat ketepatan dan kecermatan suatu instrument penelitian sehingga
III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional. Menurut Arikunto (2010: 4) penelitian korelasi atau penelitian korelasional
Skala dan Alat Analisa Data
MODUL PERKULIAHAN Skala dan Alat Analisa Data Tingkatan data (nominal, ordinal, interval, rasio. Jenis-jenis skala dan jenis alat analisis data Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ilmu
III METODE PENELITIAN. Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri 3 Gedung Air kecamatan. Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung.
44 III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri 3 Gedung Air kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung.. Waktu Penelitian
Psikometri. Ragam Skala dalam Pengukuran Psikologi. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi
Modul ke: Psikometri Ragam Skala dalam Pengukuran Psikologi Fakultas PSIKOLOGI Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Ragam Skala dalam Pengukuran Psikologi Skala dalam
HIPOTESIS PENELITIAN. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH. Tujuan Pembelajaran
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH HIPOTESIS PENELITIAN Tujuan Pembelajaran Setelah mendapatkan materi ini, maka diharapkan agar para mahasiwa dapat memahami mengenai; a. Definisi hipotesis penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Yang Digunakan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Nasir (1999:64), menjelaskan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Kuantitatif Pendekatan merupakan salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu penelitian. Pendekatan yang digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengungkapkan tentang keputusan pembelian konsumen di
47 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mengungkapkan tentang keputusan pembelian konsumen di Citra Sari Family Restaurant. Objek penelitian yang menjadi variabel bebas (independent
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menjawab suatu permasalahan yang dihadapi dalam suatu penelitian agar tercapai suatu tujuan yang diinginkan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode berasal dari kata Yunani methodos yang merupakan sambungan kata depan meta (secara harfiah berarti menuju, melalui, mengikuti sesudah) dan kata benda
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan
BAB III METODE PEELITIA A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif memungkinkan
VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN
Pertemuan 7 VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Tujuan Setelah perkuliahan ini diharapkan dapat: Menjelaskan tentang pengertian validitas dan penerapannya dalam menguji instrument penelitian pendidikan.
BAB 3 METODE PENELITIAN. adalah permasalahan asosiatif, yaitu suatu pernyataan penelitian yang bersifat
65 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Mengacu pada referensi Sugiyono (2002 : 45), desain penelitian yang digunakan adalah permasalahan asosiatif, yaitu suatu pernyataan penelitian yang bersifat
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 2013). Oleh karena itu, peneliti telah menetapkan dua variabel dalam
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah pengelompokan yang logis dari dua atau lebih atribut (Machfoedz, 010). Variabel disebut juga sebagai objek penelitian,
METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan
35 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014: 2). Oleh karena itu
BAB III METODE PENELITIAN. (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Yang menjadi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini tergolong dalam dua variabel, yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Yang menjadi
METODE PENELITIAN. nikah, peneliti menggunakan tipe penelitian eksplanatori dengan metode
50 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Pada penelitian hubungan virginitas dengan intensitas melakukan seks pra nikah, peneliti menggunakan tipe penelitian eksplanatori dengan metode kuantitatif.
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pada metode penelitian penulis menggunakan penelitian kuantitatif, menurut Sugiono (2009:13) penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik korelasional, dikarenakan
STATISTIK PERTEMUAN I
STATISTIK PERTEMUAN I PERATURAN MATA KULIAH 1.Tidak Menggunakan Sandal 2.Tidak Menggunakan Kaos Oblong 3.Mengikuti Mata Kuliah ini minimal 80% kehadiran 4.Datang tepat waktu 5.Berlaku sopan PENILAIAN MATA
III. METODOLOGI PENELITIAN. perencanaan, prosedur hingga teknis pelaksanaan dilapangan. Hal ini
34 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Langkah-Langkah Penelitian Langkah-langkah penelitian merupakan suatu bentuk upaya persiapan sebelum melakukan penelitian yang sifatnya sistematis yang meliputi perencanaan,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode dapat dirumuskan suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin (ilmu) untuk mencapai
BAB III METODE PENELITIAN. secara objektif (Notoatmodjo, 2005). mahasiswa semester akhir Fakultas Psikologi dan Kesehatan.
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Sugiyono dalam buku metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D (2011, h. 6) metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan
METODE PENELITIAN. akibat. Menurut Sumadi Suryabrata, (2003:82). Tujuan penelitian korelasi adalah
25 III. METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasi. Menurut Iskandar (2008:63) penelitian korelasi yaitu penelitian hubungan sebab
BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang
BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang digunakan. Akan dipaparkan secara singkat variabel penelitian, definisi operasional dari variabel, karakterisitik
BAB IV KUALITAS INSTRUMEN PENGUKURUAN DALAM PEMBELAJARAN
BAB IV KUALITAS INSTRUMEN PENGUKURUAN DALAM PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Suatu alat ukur selayaknya memiliki ketepatan, keakuratan dan konsistensi sesuai dengan apa yang akan diukurnya. Tidak terkecuali
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2008 : 2), Metode Penelitian pada dasarnya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Menurut Sugiyono (008 : ), Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian
III. METODE PENELITIAN. yang ingin dicapai yaitu penelitian deskriptif asosiatif, dengan menggunakan
32 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu penelitian deskriptif asosiatif, dengan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di jalan Dr. Setiabudhi
METODE PENELITIAN Desain Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel
METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian didesain sebagai penelitian survei yang bersifat deskriptif korelasional. Menurut Singarimbun dan Effendi (2006) desain penelitian survei adalah penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.
Skala pengukuran merupakan aturan-aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variabel. Dalam statistik, data merupakan karakteristik, simbol atau angka dari sebuah variabel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang dipakai dalam sebuah penelitian, yakni suatu cara untuk mencapai tujuan penelitian (research). Hal ini sesuai dengan
III. METODOLOGI PENELITIAN. dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi data
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, penulis mempergunakan metode deskriptif. Metode deskriptif menurut Muhammad Ali (1985:120), adalah: Metode yang digunakan untuk memecahkan
VALIDITAS DAN RELIABILITAS SUATU INSTRUMEN PENELITIAN
VALIDITAS DAN RELIABILITAS SUATU INSTRUMEN PENELITIAN Zulkifli Matondang Abstrak Instrumen merupakan suatu alat yang dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu obyek ukur atau mengumpulkan data dari
Variabel Penelitian. Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika. Dosen Pengampu: Dr. Heri Retnowati, S.Pd., M.Pd.
Variabel Penelitian Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika Dosen Pengampu: Dr. Heri Retnowati, S.Pd., M.Pd. Oleh : Moh. Bayu Susilo 16709251012 S2/Pend. Matematika/A/2016 PROGRAM
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Kualitas Pelayanan Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
B A B VIII TEKNIK PENGUKURAN
B A B VIII TEKNIK PENGUKURAN Pada penelitian sosial ataupun pendidikan, proses pengukuran adalah rangkaian dari empat aktivitas, yakni 1) menentukan dimensi konsep penelitian. Konsep dan variabel penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat descriptive research. Descriptive Research bertujuan menguji hipotesis penelitian
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Mohamad Ali (1984:120) mengemukakan bahwa : "Metode penelitian deskriptif digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang akan menjadi tempat peneliti melakukan penelitian yaitu di SMK 45 (Jalan Barulaksana No 186 Jayagiri Kab. Bandung
PERANAN TEORI DALAM PENELITIAN
PERANAN TEORI DALAM PENELITIAN HASRAT INGIN TAHU: Mencari Kebenaran PENDEKATAN NON-ILMIAH: Common sense (akal sehat) Prasangka Pendekatan intuitif Kebetulan/Coba-coba Pendapat otoritas ilmiah PENDEKATAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan desain penelitian, lokasi dan subjek penelitian, instrumen penelitian, teknik analisis instrumen, teknik
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
37 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Sugiyono (2002, p11) jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif yang memiliki hubungan kausal, mendefinisikan penelitian asosiatif
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Ghony rancangan penelitian adalah strategi suatu penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Menurut Ghony rancangan penelitian adalah strategi suatu penelitian, yaitu merupakan upaya yang menggambarkan keseluruhan pemikiran atau program penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis, Sugiyono
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory reserch), yaitu
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Metode penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory reserch), yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel variabel melalui pengajuan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
32 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Sehubungan dengan masalah yang ingin penulis ungkapkan tentang Kualitas Interaksi Sosial Atlet Kata Karate Nomor Kata Beregu Kabupaten Cianjur, maka
BAB III METODE PENELITIAN. korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif korelasional
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat korelasional. Penelitian lapangan merupakan suatu penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Metode merupakan Suatu cara atau jalan pengaturan atau pemeriksaan
BAB III METODE PENELITIAN 3. Desain Penelitian Metode merupakan Suatu cara atau jalan pengaturan atau pemeriksaan sesuatu secara benar. Husein (998 : ). Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini diperlukan
III. METODE PENELITIAN. dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014:2). Lebih lanjut lagi Sukardi
22 III. METODE PENELITIAN 3.1.Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014:2). Lebih lanjut lagi Sukardi menjelaskan,
Bab III METODE. analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode
Bab III METODE A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif yaitu menekankan analisisnya pada data-data
METODE PENELITIAN. akhir Agustus 2013 di SMP Negeri 3 Tulang Bawang Tengah (TBT) Desa Mulya
39 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada akhir Agustus 2013 di SMP Negeri 3 Tulang Bawang Tengah (TBT) Desa
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan penelitian merupakan salah satu aspek penting dalam suatu
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian merupakan salah satu aspek penting dalam suatu kegiatan penelitian. Pendekatan yang digunakan
III. METODE PENELITIAN. diharapkan dapat tercapai. Sesuai dengan sasaran penelitian, maka penelitian
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memahami, mengerti, segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Arti Statistik Dan Pengumpulan Data
Arti Statistik Dan Pengumpulan Data Tujuan Belajar : Menjelaskan arti statistik Menjelaskan arti data, syarat-syarat data yang baik dan jenis- jenis data Menjelaskan proses dan metode yang digunakan dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas, sebagaimana diungkapkan oleh Trianto (2010 : 13), penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan fokus telaahan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Berdasarkan fokus telaahan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan mengenai hubungan antara sikap terhadap pembelajaran dengan pelaksanaannya pada widyaiswara
BAB III METODE PENELITIAN. apapun tetapi hanya mengungkapkan fakta-fakta yang ada di sekolah.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang makanan lauk pauk dan sayuran tradisional di SMA N 11 Yogyakarta, maka penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian true experimental design. Metode ini penelitian eksprimen
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sugiyono (008 : 3) mengemukakan secara umum penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka suatu penelitian memerlukan suatu metode penelitian. Menurut Sugiyono (2008:2) Metode penelitan pada dasarnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setiap kegiatan penelitian, dalam upaya untuk menemukan data yang valid, menguji suatu kebenaran ilmu pengetahuan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian, dalam upaya untuk menemukan data yang valid, dan merupakan usaha dalam mengadakan analisa secara logis rasional di perlukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Yang Digunakan Metodologi penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan dengan tujuan dan kegunaan tertentu, Sugiyono (2013:01).
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini, maka penjelasan dari masing-masing istilah
33 BAB III METODE PENELITIAN A. DEFINISI OPERASIONAL Untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam penafsiran istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka penjelasan dari masing-masing istilah tersebut
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gorontalo yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada dasarnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan data demi tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti yang bersangkutan. Oleh sebab itu untuk memperolehnya
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian ex post facto. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian ex post facto. Menurut Kerlinger dalam Emzir (2010: 119) penelitian ini disebut dengan penelitian ex post facto,
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif (komperatif). Desain
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif (komperatif). Desain komparasional menurut Arikunto (2010:310) menyebutkan bahwa penelitian membandingkan
