BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Hartanti Pranoto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi. Uji asumsi ini terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Uji asumsi dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran item normal atau tidak, linear atau tidak hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantungnya. a. Uji Normalitas 1. Organizational Citizenship Behavior (OCB) Uji normalitas OCB menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan hasil K-S Z = 1,259 dengan p sebesar 0,084 (p > 0,05) yang berarti bahwa distribusi penyebaran normal. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D Iklim Organisasi Uji normalitas iklim organisasi menggunakan Kolmogorov- Smirnov menunjukkan hasil K-S Z = 1,240 dengan p sebesar 0,092 (p > 0,05) yang berarti bahwa distribusi penyebaran normal. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D-1. b. Uji Linearitas Hasil uji linearitas menunjukkan korelasi yang linear antara variabel iklim organisasi dengan OCB. Hal ini ditunjukkan 45
2 46 perolehan nilai F linier = 16,545 dengan p sebesar 0,000 (p < 0,01) yang berarti terdapat hubungan antara iklim organisasi dengan OCB. Hasil uji linearitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D Uji Hipotesis Setelah melakukan uji asumsi, maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan program komputer. Adapun teknik yang digunakan adalah teknik korelasi Product Moment Karl Pearson. Adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Hasil analisa data yang diperoleh menyatakan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara iklim organisasi dengan OCB. Hal ini ditunjukkan dari perolehan nilai r xy = 0,448 dengan p sebesar 0,000 (p < 0,01). Hasil uji hipotesis selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D-3. B. Pembahasan Berdasarkan uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Product Moment Karl Pearson diperoleh r xy = 0,448 dengan p sebesar 0,000 (p < 0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara iklim organisasi dengan OCB. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi skor iklim organisasi yang dirasakan oleh karyawan, maka semakin tinggi pula skor OCB seorang karyawan, begitu pula sebaliknya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Diterimanya hipotesis ini menimbulkan pemikiran sebagai berikut, apabila karyawan merasa iklim organisasi pada suatu perusahaan
3 47 itu positif, maka karyawan tersebut akan berkontribusi lebih dari apa yang ditentukan oleh perusahaan secara sukarela atau memiliki OCB yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi OCB. Diterimanya hipotesis pada penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Martha (2014) menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara iklim organisasi dengan OCB, diketahui nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,508 dan p = 0,000 (p < 0,01). Organisasi sudah seharusnya memerhatikan aspek iklim organisasi dalam menambah tingkat OCB para karyawan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Suifan (2016) menunjukkan bahwa perilaku extra role pada karyawan berhubungan dengan iklim organisasi. Bagi organisasi yang ingin memertahankan OCB, maka harus memerhatikan aspek iklim organisasi (dalam Suifan, 2016, h. 228). Oleh sebab itu, iklim organisasi mencerminkan apa yang dirasakan dan dipersepsikan oleh masing-masing karyawan. Jika dalam suatu perusahaan iklim organisasinya rendah, hal ini berarti karyawan merasakan bahwa perusahaan atau antar karyawan kurang memberikan dukungan yang positif terhadap pekerjaannya, tidak adanya penghargaan atau reward yang didapat atas hasil kinerja yang baik atau memuaskan, perusahaan terlalu menekan karyawan dengan peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan, serta suasana kerja yang tidak nyaman. Jika karyawan merasakan iklim organisasi yang seperti itu, maka karyawan
4 48 akan cenderung malas dan tidak mau berkontribusi lebih untuk perusahaan, atau dengan kata lain, OCB-nya rendah. Sumbangan efektif iklim organisasi sebesar 20,1%. Hal ini berarti iklim organisasi pada suatu perusahaan berpengaruh terhadap OCB karyawan, sisanya sebesar 79,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil perhitungan secara manual, diketahui bahwa variabel OCB menunjukkan hasil Mean Empirik (Me) sebesar 61,96 dan Mean Hipotetik (Mh) sebesar 67,5 dan Standard Deviasi Hipotetik (SDh) 13,5, maka dapat dilihat bahwa pada saat penelitian subjek memiliki tingkat OCB yang tergolong sedang. Hal ini berbeda dengan hasil wawancara kepala HRD PT. Panji Graha yang menyatakan bahwa beberapa karyawan bagian produksi memang sudah menunjukkan tingginya OCB, namun masih banyak karyawan bagian produksi yang OCB-nya rendah. Perbedaan ini dapat terjadi kemungkinan karena jarak waktu wawancara dan pengambilan data penelitian terlalu lama, sehingga dapat membuat perilaku karyawan berubah ke arah yang lebih baik. Berdasarkan hasil perhitungan secara manual, diketahui bahwa variabel iklim organisasi menunjukkan hasil Mean Empirik (Me) sebesar 39,16 dan Mean Hipotetik (Mh) sebesar 50 dan Standard Deviasi Hipotetik (SDh) 10, maka dapat dilihat bahwa pada saat penelitian subjek memiliki tingkat iklim organisasi yang tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara kepala HRD dan salah satu karyawan bagian produksi PT. Panji Graha yang menyatakan bahwa
5 49 kurangnya keakraban dan kepedulian antar karyawan bagian produksi, serta merasakan banyaknya peraturan dan prosedur yang harus dipatuhi. Pada skala iklim organisasi terdapat banyak item yang gugur, hal tersebut dapat terjadi dikarenakan subjek dihadapkan pada jumlah pernyataan atau item-item yang terlalu banyak, sehingga kemungkinan dapat membuat subjek merasa bosan dan mengisi asal-asalan. Peneliti mengelompokkan OCB dan iklim organisasi ke dalam tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi berdasarkan penghitungan yang dilakukan secara manual, dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7 Gambaran Subjek Variabel OCB dan Iklim Organisasi Kategori OCB Iklim Organisasi Rendah 5 9 Sedang Tinggi Jumlah Dilihat dari tabel di atas, subjek yang berada pada kategori OCB rendah ada lima karyawan, kategori OCB sedang ada 43 karyawan, dan kategori OCB tinggi ada 20 karyawan, sedangkan subjek yang merasa iklim organisasi rendah ada sembilan karyawan, sedang ada 43 karyawan, dan tinggi ada 16 karyawan. Selain itu, peneliti juga menghitung skor rerata per aspek variabel OCB dan iklim organisasi yang dapat dilihat pada tabel 8.
6 50 Tabel 8 Skor Rerata Per Aspek OCB dan Iklim Organisasi Aspek OCB Skor Rerata Per Aspek Aspek Iklim Organisasi Skor Rerata Per Aspek Perilaku membantu 2.25 Struktur 1.65 Sportivitas 2.1 Tanggung jawab 2.13 Loyalitas terhadap organisasi Kepatuhan terhadap organisasi 2.18 Penghargaan Risiko 2.17 Inisiatif individu 2.17 Kehangatan 1.74 Civic virtue 2.35 Dukungan 1.7 Pengembangan diri 2.46 Standar 1.91 Konflik 2.01 Identitas 1.76 Dilihat dari tabel di atas, diperoleh skor rerata tiap-tiap aspek OCB dan iklim organisasi, sehingga dapat diketahui bahwa tiga aspek OCB terendah adalah sportivitas, inisiatif individu, dan loyalitas terhadap organisasi, sedangkan aspek yang tertinggi adalah pengembangan diri. Pada aspek iklim organisasi, skor rerata per aspek yang mendapatkan nilai rendah (di bawah dua) adalah struktur, penghargaan, kehangatan, dukungan, standar, dan identitas. Pada aspek struktur diperoleh nilai 1.65, hal tersebut sesuai dengan pendapat salah satu karyawan bagian produksi yang mengatakan bahwa banyaknya peraturan di perusahaan yang harus ditaati, sehingga karyawan akan banyak protes dan mengeluh, namun perlu ditelaah kembali bahwa dengan adanya banyak peraturan, prosedur, dan kebijakan itu demi meningkatkan kelayakan perusahaan, sekaligus meningkatkan kualitas
7 51 SDM-nya. Hal tersebut juga tergantung pada pemikiran masing-masing karyawan, karena tiap karyawan merasakan hal yang berbeda. Pada aspek penghargaan diperoleh nilai 1.94, kemungkinan karyawan bagian produksi merasa bahwa tidak ada atau kurangnya reward yang diberikan perusahaan untuk kinerja karyawan yang baik. Karyawan akan lebih senang dan termotivasi apabila hasil pekerjaan mereka diakui oleh perusahaan, contohnya dengan memberikan pujian, voucher makan atau voucher perjalanan ke luar kota, bahkan piagam penghargaan. Jika hal itu dilakukan, maka dapat meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan, inisiatif karyawan, dan karyawan akan mengembangkan diri mereka menjadi lebih baik. Pada aspek kehangatan diperoleh nilai 1.74, kemungkinan dikarenakan relasi yang terjalin antar karyawan. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara kepala HRD dan salah satu karyawan bagian produksi. Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas relasi antar karyawan dengan cara mengadakan acara-acara informal yang melibatkan seluruh karyawan, baik itu atasan maupun bawahan. Dengan begitu, akan meningkatkan perilaku membantu, civic virtue, dan loyalitas pada perusahaan. Pada aspek dukungan diperoleh nilai 1.7, bisa saja terjadi dikarenakan kurangnya dukungan yang diperoleh dari atasan maupun rekan kerjanya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara, atasan memberikan perhatian personal kepada seluruh karyawan secara adil, serta karyawan membantu menyelesaikan permasalahan terkait pekerjaan yang dialami
8 52 karyawan lain, sehingga mereka akan bekerja sama demi meningkatkan produktivitas atasan maupun rekan kerja. Pada aspek standar diperoleh nilai 1.91, kemungkinan terjadi karena kurang mengertinya karyawan mengenai apa yang perusahaan inginkan atas pekerjaan mereka. Sudah seharusnya perusahaan menerapkan standar kerja yang tinggi, sehingga mutu hasil produksi dapat maksimal dan terjamin, namun standar tersebut juga harus setara dengan kemampuan para karyawan. Oleh karena itu, perlu disosialisasikan kepada seluruh karyawan mengenai standar yang diinginkan perusahaan atas pekerjaan mereka. Pada aspek identitas diperoleh nilai 1.76, hal ini dapat terjadi dikarenakan kurang adanya rasa memiliki pada diri karyawan terhadap perusahaan. Setiap karyawan memiliki pandangannya masing-masing mengenai perasaan bangga berada dalam perusahaan tersebut. Jika ia merasa bangga, maka karyawan tersebut akan bersedia melakukan pekerjaan ekstra secara sukarela. C. Kelemahan Penelitian Penelitian ini tidak terlepas dari beberapa kelemahan. Walaupun hipotesis dalam penelitian ini terbukti diterima, namun penelitian masih memerlukan banyak perbaikan. Adapun kelemahan-kelemahan dalam penelitian ini, sebagai berikut: 1. Jarak waktu pada saat wawancara dan observasi dengan pengambilan data penelitian terlalu lama, yakni wawancara dan observasi dilakukan di bulan Desember 2015 dan pengambilan data penelitian dilakukan di bulan Mei 2016, sehingga dalam jarak waktu tersebut, perilaku karyawan kemungkinan dapat berubah.
9 53 2. Saat pengambilan data, peneliti tidak dapat mengamati secara langsung karena skala ditinggal dan baru diambil sesuai kesepakatan. Kondisi ini memungkinkan terjadi bias dalam pengambilan data penelitian, sehingga tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya. 3. Kemungkinan kurang terbukanya subjek dalam menjawab pernyataan, sehingga jawaban yang diberikan kurang sesuai dengan keadaan dirinya dan cenderung ingin dianggap ideal sesuai dengan anggapan umum (social desirability), sehingga adanya kemungkinan jawaban tidak jujur. 4. Tidak mengendalikan variabel masa kerja dan jenis kelamin, dikarenakan berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa jika karyawan telah lama bekerja, maka akan memiliki keterdekatan dan keterikatan terhadap organisasi. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lovell dkk. menemukan adanya perbedaan tingkat OCB antara pria dan wanita.
BAB I PENDAHULUAN. banyak hal, selain kualitas SDM, sistem dalam organisasi, prosedur
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, kemajuan di bidang industri semakin berkembang. Oleh karena itu, maka semakin banyak pula persaingan yang ditandai dengan kompetisi yang semakin
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dan diolah terlebih dahulu dengan menggunakan uji asumsi, yaitu uji normalitas dan uji linearitas.
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji Asumsi Sebelum dilakukan uji hipotesis, dilakukan uji asumsi data hasil penelitian tersebut. Setelah dilakukan uji asumsi berupa uji normalitas dan linieritas selanjutnya
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. analisis statistik dengan menggunakan product moment dari Pearson.
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Uji asumsi normalitas dan linearitas akan dilakukan sebelum analisis statistik dengan menggunakan product moment dari Pearson. 1. Uji Asumsi Dalam uji asumsi
BAB V PEMBAHASAN. 1) Prokrastinasi Akademik. Kolmogorov Smirnov Z dengan bantuan Statistcal. Packages for Social Sciences (SPSS) Release 16.0.
36 BAB V PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian untuk mengetahui prokrastinasi akademik pada pelajar SMP ditinjau dari konformitas teman sebaya adalah sebagai berikut: 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Uji asumsi harus terlebih dahulu dilakukan sebelum melakukan uji hipotesis. Uji asumsi ini terdiri dari uji normalitas, uji linieritas, dan
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Peneliti menggunakan tryout dengan alasan bahwa dengan menggunakan tryout diharapkan item pada skala ini lebih valid dan reliable untuk mengukur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kondisi responden perlu diperhatikan sebagai informasi tambahan untuk
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Responden 4.1.1 Deskripsi Umum Responden Pada bagian ini dijelaskan mengenai data-data deskriptif yang diperoleh dari responden. Data deskriptif
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Uji asumsi dilakukan sebelum uji hipotesis dan sebagai syarat agar dpat melakukan teknik korelasi Product Moment. Uji asumsi dapat dilakukan
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT. SANDANG PANGAN SUKSES MAKMUR NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT. SANDANG PANGAN SUKSES MAKMUR NASKAH PUBLIKASI Disusun Guna Memenuhi Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi Diajukan
HUBUNGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN KEBAHAGIAAN PADA WANITA KARIR YANG BELUM MENIKAH
HUBUNGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN KEBAHAGIAAN PADA WANITA KARIR YANG BELUM MENIKAH Nama : Dea Alliqa Fitri NPM : 11511768 Jurusan : Psikologi Pembimbing : Ursa Majorsy, SPsi, MSi. Quroyzhin Kartika
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Mitra Balindo mendapatkan SIPPTKI dengan nomor KEP 302/MEN/VIII/2007. Pada
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Gambaran Umum Perusahaan PT Graha Mitra Balindo merupakan perusahaan jasa tenaga kerja indonesia yand berdiri pada tahun 7 di kota Semarang. Pada 9 September 7, PT Graha
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang saling bekerja sama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sebagai suatu organisasi kampus yang bergerak dalam
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT. X. Disusun Oleh. : Dyah Anggraini NPM :
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT. X Nama Disusun Oleh : Dyah Anggraini NPM : 10507067 Jurusan : Psikologi Dosen Pembimbing : Intaglia Harsanti, S.Psi., M.Si Diajukan
Hubungan Kesepian Dengan Keterbukaan Diri Pengguna Online Dating Pada Dewasa Awal yang Mencari Pasangan
Hubungan Kesepian Dengan Keterbukaan Diri Pengguna Online Dating Pada Dewasa Awal yang Mencari Pasangan Oleh : Nurliah Dosen Pembimbing : Dr. Mahargyantari Purwani Dewi, M.Si BAB 1 Tugas perkembangan:
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, peneliti akan membahas mengenai laporan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari gambaran umum subjek, hasil uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Uji Asumsi Sebelum melakukan uji hipotesis dilakukan uji asumsi terlebih dahulu yang merupakan syaratnya. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan korelasi
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Variabel Tergantung : Organizational Citizenship Behavior. B. Definisi Operasional
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Variabel Bebas : Komitmen Organisasi Variabel Tergantung : Organizational Citizenship Behavior B. Definisi Operasional 1. Organizational Citizenship Behavior
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Orientasi Kancah Penelitian SMU N 1 Getasan adalah salah satu sekolah yang ada di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan yang beralamat di Jl. Raya Kopeng KM. 08 Getasan.
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. fenomena atau gejala utama dan pada beberapa fenomena lain yang relevan.
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Setiap kegiatan penelitian tentu memusatkan perhatiannya pada beberapa fenomena atau gejala utama dan pada beberapa fenomena lain yang relevan. Dalam
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. data normal atau tidak. Alat yang digunakan adalah One Sample. Uji normalitas pada skala subjective well-being
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Sebelum melakukan uji hipotesis, peneliti terlebih dahulu melakukan uji asumsi, yang terdiri dari uji normalitas dan uji linieritas. a. Uji
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik suatu simpulan mengenai OCB perawat pelaksana ruang rawat inap Rumah Sakit X di Lampung
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN ALTRUISME PADA PENDONOR DARAH (PMI) : Siti Sara NPM : : Dr. Mahargyantari Purwani Dewi, M.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN ALTRUISME PADA PENDONOR DARAH (PMI) NAMA : Siti Sara NPM : 16510617 DOSEN : Dr. Mahargyantari Purwani Dewi, M.Si BAB I PENDAHULUAN Makhluk sosial Altruisme Tolong Menolong
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) PADA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KOTA CILEGON
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) PADA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KOTA CILEGON NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. apabila P > 0,05 dan diperoleh hasil sebagai berikut:
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Uji Asumsi 1. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan Kolmogorov
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS INTERAKSI ATASAN-BAWAHAN DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB)
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS INTERAKSI ATASAN-BAWAHAN DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) Naskah Publikasi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana S-1 Disusun Oleh:
BAB I PENDAHULUAN. dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia adalah pemeran utama dalam setiap perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada aspek manusia. Aspek manusia menjadi pokok
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. linieritas. Tahap berikutnya setelah melakukan uji asumsi yaitu uji
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Setelah mengetahui validitas dan reliabilitas skala yang digunakan, tahap selanjutnya yang dilakukan adalah uji asumsi yang terdiri dari uji linieritas. Tahap
BAB IV HASIL PENELITIAN. hasil perhitungan distribusi frekuensi yang telah dilakukan. Tabel 4.1 Demografi Responden. Demografi Jumlah %
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Partisipan Penelitian dilakukan kepada 70 karyawan PT. YMMI. Gambaran umum partisipan penelitian merupakan gambaran demografis penyebaran partisipan dilihat berdasarkan
BAB V HASIL PENELITIAN. A. Uji Asumsi Data yang diperoleh dari penelitian selanjutnya dilakukan uji
BAB V HASIL PENELITIAN A. Uji Asumsi Data yang diperoleh dari penelitian selanjutnya dilakukan uji asumsi dengan menggunakan uji normalitas dan uji linieritas. Uji normalitas berfungsi untuk mengetahui
BAB IV PEMBAHASAN. subyek dengan rentang usia dari 15 tahun sampai 60 tahun dan
BAB IV PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Sampel dalam penelitian ini adalah 75 anggota aktif. Selanjutnya akan dijelaskan mengenai gambaran sampel berdasarkan usia dan Masa bekerja. Selanjutnya akan dijelaskan
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Tahap selanjutnya yang perlu dilakukan setelah memperoleh data adalah menganalisis data penelitian. Tahap pertama yang dilakukan yaitu uji asumsi
BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Profil Responden Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji coba terpakai, yaitu pengambilan data dilakukan satu kali yang digunakan untuk uji alat
BAB II URAIAN TEORITIS. Pembahasan mengenai Organizational Citizenship Behavior (OCB)
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Pembahasan mengenai Organizational Citizenship Behavior (OCB) pernah dilakukan Marfirani (2008) dengan judul penelitian Hubungan Kepuasan Kerja dengan Organizational
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) 1. Definisi Organizational Citizenship Behavior (OCB) Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan perilaku yang ada didalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional, yaitu penelitian yang digunakan untuk melihat hubungan antara variabel yang diprediksi memiliki hubungan. A. IDENTIFIKASI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Organizational Citizenship Behavior. Menurut Organ, Podsakoff, & MacKinzie (2006), organizational
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Organizational Citizenship Behavior 2.1.1. Pengertian Organizational Citizenship Behavior Menurut Organ, Podsakoff, & MacKinzie (2006), organizational citizenship behavior
BAB III METODE PENELITIAN
5535 BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menggambarkan lapangan atau obyek penelitian dan teknik analisa yang digunakan untuk menganalisa suatu model mengenai pengaruh Person-Organization Fit(P-O fit) dan
BAB I PENDAHULUAN. itu sendiri, Sebagaimana diketahui sebuah organisasi atau perusahaan,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada berbagai bidang khususnya kehidupan berorganisasi, faktor manusia merupakan masalah utama disetiap kegiatan yang ada didalamnya. Hal ini dikarenakan adanya garis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Organizational Citizenship Behavior (OCB) 1. Definisi Organizational Citizenship Behavior
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Organizational Citizenship Behavior (OCB) 1. Definisi Organizational Citizenship Behavior Definisi OCB telah banyak diungkapkan oleh beberapa ahli, Menurut Organ (1988) OCB didefinisikan
BAB III METODE PENELITIAN. menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Di bagian lain Kerlinger menyatakan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini akan menjelaskan hasil pengolahan data dan analisis data yang
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menjelaskan hasil pengolahan data dan analisis data yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama berisi hasil pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian. 4.1
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan uji statistik dengan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan uji statistik dengan menggunakan analisis korelasi untuk melihat apakah ada hubungan antara
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
37 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Uji Asumsi dilakukan sebelum melakukan uji hipotesis, uji asumsi ini terdiri dari uji normalitas dan uji linieritas. Tujuan dari uji asumsi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dinamika kerja di lingkungan industri dan organisasi akhir-akhir ini selalu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dinamika kerja di lingkungan industri dan organisasi akhir-akhir ini selalu ditanamkan suatu sikap dimana individu harus mampu bekerja secara tim, bukan bekerja secara
BAB V HASIL PENELITIAN. uji linieritas hubungan variabel bebas dan tergantung. diuji normalitasnya dengan menggunakan program Statistical
BAB V HASIL PENELITIAN A. Uji Asumsi Setelah semua data penelitian diperoleh, maka dilakukan uji asumsi sebagai syarat untuk melakukan analisis data. Uji asumsi yang dilakukan adalah uji normalitas sebaran
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan suatu desain penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan suatu desain penelitian yang memiliki kejelasan
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai Gelar sarjana
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kominfo Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Nopember
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Subyek Subyek dalam penelitian ini sebesar 76 subyek yakni pegawai Kominfo Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Nopember
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. tidaknya sebaran skor variable serta linier atau tidaknya hubungan. antara variabel bebas dengan variabel tergantungnya.
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Uji asumsi dilaksanakan terlebih dahulu sebelum melakukan uji hipotesis. Uji asumsi ini menyangkut normalitas dan linieritas yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif korelasional.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian dan Metodologi Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif korelasional. Menurut Nazir (2003:54) metode deskriptif yaitu suatu
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kepimpinan. Peneliti mendeskripsikan skor kepemimpinan dan kinerja
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas hasil penelitian baik secara deskriptif maupun uji hipotesis serta Pembahasan. A. Analisis Deskripsi Subjek Pada bagian ini, peneliti akan
BAB IV PEMBAHASAN. penelitian. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun
BAB IV PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian ini adalah penelitian populasi, sehingga tidak digunakan sampel untuk mengambil data penelitian. Semua populasi dijadikan subyek penelitian. Subyek dalam
PERBEDAAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT AWAL DAN TINGKAT AKHIR FARHAND DIANSYAH FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 2012
PERBEDAAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT AWAL DAN TINGKAT AKHIR FARHAND DIANSYAH 10508075 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 2012 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Mahasiswa Tingkat
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Sebelum menggunakan teknik analisis korelasi product moment untuk uji hipotesis, maka terlebih dahulu dilakukan uji asumsi. Uji asumsi terdiri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Organizational Citizenship Behavior (OCB) Organizational Citizenship Behavior (OCB) pertama kali dipopulerkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Organizational Citizenship Behavior (OCB) 1. Definisi Organizational Citizenship Behavior (OCB) Organizational Citizenship Behavior (OCB) pertama kali dipopulerkan oleh Organ
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai gambaran umum subjek, hasil
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai gambaran umum subjek, hasil pengolahan data, dan pembahasan hasil penelitian. 4.1 Gambaran Umum Subjek Pengambilan data lapangan berlangsung
BAB I PENDAHULUAN. berjalan dengan sangat efektif dan efisien. Efektifitas dan efisiensi proses kerja
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kehidupan organisasi saat ini sangat dipengaruhi oleh berbagai tantangan dan peluang yang hadir setiap saat, yang mendorong setiap organisasi untuk berjalan dengan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Asumsi Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi terhadap data penelitian. Uji asumsi yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. Setiap organisasi memiliki berbagai tujuan. Untuk mencapai tujuannya,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap organisasi memiliki berbagai tujuan. Untuk mencapai tujuannya, organisasi biasanya berusaha meningkatkan produktifitas, kemampuan berinovasi, dan kemampuan
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Dalam penelitian ini variabel-variabel yang diteliti yaitu daya tarik interpersonal dan kohesivitas kelompok. Untuk kepentingan penelitian ini, maka pelaksanaannya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kendari. Penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November. mengetahui pengaruh antar variabel yang ada.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
73 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian yang telah dilakukan meliputi deskripsi data, hasil analisis data penelitian, pengujian hipotesis, dan pembahasan
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian OCB dan DOCB
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian OCB dan DOCB Organizational Citizenship Behavior merupakan kontribusi individu yang dalam melebihi tuntutan peran di tempat kerja dan di-reward oleh perolehan kinerja tugas.
