SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI DAN PERTUKARAN DATA SECARA ELEKTRONIK
|
|
|
- Yuliani Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2008) SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI DAN PERTUKARAN DATA SECARA ELEKTRONIK Djajasukma Tjahjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung [email protected] Abstrak Dengan semakin banyaknya volume transaksi yang dikelola, misalnya di dunia perbankan, maka penerapan sistem informasi terdistribusi (distributed information system) dan pertukaran data secara elektronik (electronic data interchange/edi) memainkan peranan penting. Tulisan ini mengulas konsep dasar sistem informasi terdistribusi, dan arsitektur yang mendukung penerapannya. Pada bagian kedua dijelaskan pula konsep dasar EDI, proses yang dilakukan oleh EDI, standar EDI, dan pemindahan dana secara electronic (electronic fund transfer) sebagai penerapan EDI yang paling banyak dilakukan oleh dunia perbankan. Kata-kata kunci: distributed information system, EDI, EFT 1. PENDAHULUAN Sistem komputer terdistribusi adalah sebuah jaringan komputer yang diatur sedemikian rupa, sehingga si pemakai tidak menyadari bahwa file yang ia pakai tidak berada di komputernya. Dengan adanya sistem terdistribusi maka seorang user dapat menggunakan program database dari suatu komputer dan mengambil data yang komputer lainnya. Komunikasi data pada sistem terdistribusi dimungkinkan dengan adanya server. 2. DISTRIBUTED INFORMATION SYSTEMS Arsitektur Sistem Jaringan untuk Mendistribusikan Data Ada tiga bentuk dasar sistem jaringan terdistribusi, yaitu: Centralized, non-distributed architecture. Client-Server distributed architecture. Peer-to-peer distributed architecture. 51
2 Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2008) 52 Faktor yang mempengaruhi pemilihan arsitektur jaringan antara lain: 1. Struktur organisasi. 2. Penyebaran secara geografis 3. Kebutuhan akan informasi. Mendistribusikan sistem komputer suatu perusahaan berakibat akan terdesentralisasinya fungsi-fungsi manajemen. Tiap perusahaan mempunyai derajat desentralisasi atau sentralisasi yang berbeda dalam menjalankan operasinya. 2.1 CENTRALIZED, NON-DISTRIBUTED PROCESSING Ada sistem terpusat, komunikasi antar komputer masih tetap ada. Tetapi untuk memperoleh data dari komputer lain, seorang user harus mengetahui "address" dari komputer lain tersebut CLIENT-SERVER PROCESSING Pada sistem ini, berbagai program aplikasi yang terdapat pada sistem jaringan menjalankan salah satu dari 2 peranan yaitu sebagai server atau client. Ada tiga jenis server: file server, DBMS server, dan repository server. Istilah-istilah: user task = seperangkat instruksi yang mengendalikan cara DBMS untuk melakukan pemrosesan. Misalnya pada saat user meminta informasi atau melakukan updating. Database policies = batasan-batasan mengenai database. Ada 4 jenis database policies, yaitu: security policies, membatasi akses sehingga hanya user yang berhak untuk melakukan suatu hal yang sudah disahkan. integrity policies, melindungi data dari corruption, dengan cara memberikan batasan sehingga update hanya dilakukan jika datanya telah dianggap sah. trigger policies, memulai pemrosesan jika nilai dari suatu data berada pada suatu range yang telah ditetapkan. derivation policies, menggambarkan bagaimana suatu data akan otomatis dihitung dari data lainnya.
3 53 Djajasukma Tjahjadi / Sistem Informasi Terdistribusi dan Pertukaran Data Secara Elektronik File Server Pada lingkungan file server, DBMS, user task, database policies dan seluruh kemampuan pemrosesan tersimpan pada komputer client. Server hanya menyimpan databasenya. Kelemahanya: Setiap workstation harus memiliki copy dari program DBMSnya. File server harus mengirimkan data ke client lebih banyak dari yang dibutuhkan. Ini disebabkan karena file server tidak mempunyai kemampuan pemrosesan. Dan karena tidak mempunyai kemampuan pemrosesan, maka fasilitas keamanan dan integritas juga sangat minimal. Teknologi File server umumnya digunakan pada sistem jaringan sederhana, misalnya pada LAN. File server hanya menyediakan fasilitas pembagian file/ data bukan sebagai alat untuk mengolah data. DBMS Server Pada kondisi ini, user task dan database policies tetap berada pada client. Sedangkan DBMS dan database-nya berada pada server. Karena DBMS-nya ada pada server, berarti server sekarang mempunyai kemampuan untuk memroses/ mengolah data. Sehingga jika suatu client memerlukan sebagian data, tidak harus seluruh data diambil dari server. Jadi waktu "down-load"nya lebih singkat. Bandingkan dengan kelemahan pada file server. Tetapi karena database policies masih disimpan pada client, maka fasilitas keamanan dan integritas yang disediakan DBMS server kurang maksimal. Akan terjadi masalah yang sama seperti pada file server. Repository Server Pada sistem repository, server memiliki DBMS, database policies, dan database. Pada komputer client hanya ada program aplikasi. Jenis server ini memberikan fasilitas keamanan data dan integritas yang paling baik. Kelemahan yang terjadi pada DBMS server maupun file server dapat diatasi dengan mengembangkan sistem ini. Program aplikasi client dapat meminta data, mengolah data sejauh batasan yang diberikan pada komputer pusat (repository server). Adakalanya client memiliki copy dari database policies. Copy dari policies ini disebut shadow policies. Dengan shadow policies, client dapat memeriksa terlebih dahulu apakah permintaannya menyalahi policies atau tidak, baru kemudian dikirim ke server.
4 Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2008) PEER-TO-PEER PROCESSING Pada pemrosesan peer-to-peer, database dan policies berada pada server. Server juga dapat memiliki shadow policies. Peer-to-peer akan berguna jika sering dibutuhkan pemrosesan secara local (pada workstation) maupun secara remote (pada server). Salah satu bentuk peer-to-peer adalah "synchronized policy processing". Pada bentuk ini server mengirimkan policies melalui pesan kepada client, sehingga menimbulkan sinkronisasi policies antara server dan client. 3. ELECTRONIC DATA INTERCHANGE Electronic Data Interchange (EDI) adalah hubungan langsung antar komputer dalam proses pertukaran informasi ekonomi, misalnya mengirimkan purchase order, sales order, dll. Ada 4 manfaat utama yang diperoleh dengan mengembangkan EDI, yaitu: 1. Penghematan biaya, karena berkurangnya pekerjaan tulis-menulis. 2. Tingkat kesalahan dapat dikurangi, dengan semakin sedikitnya dapat yang harus dimasukkan secara manual. 3. Memungkinkan suatu perusahaan untuk melengkapi/ menyelesaikan suatu transaksi dengan lebih cepat. 4. Memungkinkan perusahaan untuk secara cepat memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Cara Kerja Sistem EDI Sebelum 2 perusahaan dapat saling mengirimkan informasi, perusahaan tersebut harus menandatangani perjanjian kerjasama EDI. Di dalam perjanjian ini perlu dicantumkan media yang digunakan untuk mentransmisikan data, format data dan dokumen, alat-alat atau cara-cara pengamanan, dan juga error handling procedure. Kemudian, perusahaan dapat mengirimkan dan menerima dokumen EDI dengan berbagai cara, antara lain: 1. Melalui sistem komunikasi langsung antar perusahaan. 2. Menyewa jaringan sistem komunikasi yang sudah ada.
5 55 Djajasukma Tjahjadi / Sistem Informasi Terdistribusi dan Pertukaran Data Secara Elektronik Cara kerja sistem EDI dapat digambarkan sebagai berikut: Trading Partner's Computer Communication Server Transactions Server Application Servers Accounting Application Gambar 1 Cara Kerja sistem EDI Misalkan suatu program akuntansi menerima permintaan dari inventory server untuk memesan barang. Application server akan secara otomatis membuat purchase order dan mengirimkannya ke translation server, untuk memilih vendor dan menentukan format EDI yang sesuai. Kemudian translation server akan mengubah purchase order ke dalam format EDI dan mengirimkannya ke communication server. Communication server akan mentransmisikan data EDI ke server vendor. Kemudian, jika konfirmasi dari komputer vendor diterima, communication server akan mengirimkan pesan tersebut ke accounting server, untuk dicatat pada database pembelian. Seluruh proses ini memakan waktu 5-10 menit, atau kurang. Standar-Standar EDI Untuk memberikan pengkodean yang sama beberapa organisasi telah mengembangkan suatu sistem pengkodean EDI. Yang paling umum digunakan adalah American National Standards Institute (ANSI) Standard X.12. Pada sistem ANSI, pesan EDI dipecah menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan yang paling global disebut transaction sets. Pada sistem manual transaction set sama dengan suatu dokumen. Tiap transaction set terdiri dari beberapa segmen. Segmen merupakan sekumpulan data (misalnya mengenai nama, tanggal, account no, dll). Beberapa transaction set umumnya dikirimkan dalam suatu "amplop" yang disebut interchange-level envelope. Electronic Funds Transfer Electronic Funds Transfer (EFT) mencerminkan sejumlah cara secara elektonis untuk mengubah data keuangan. EFT merupakan penerapan dari EDI yang paling banyak digunakan, terutama oleh dunia perbankan.
6 Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2008) 56 Jenis-Jenis EFT dapat digambarkan sebagai berikut: SUPPLIER'S BANK Wholesale EFT Systems FedWire CHIPS CHAPS RETAILER'S BANK Retail EFT Sytems telephone wire transfer telephone payment systems preauthorized payment system point-of-sale (POS) system automated teller machine (ATM) Gambar 2 EFT Systems Wholesale EFT Systems Ditujukan untuk memindahkan dana dari satu bank ke bank lainnya. Hal ini dimungkinkan jika suatu bank sudah terdaftar pada bank pusat. Bank pusat ini dinamakan Automated Clearing Houses (ACH). Beberapa perusahaan yang mengelola bank pusat di antaranya Federal Reserve System (FredWire), Clearing House Interbank Payment Systems (CHIPS), dan Clearing House Automated Payment System (CHAPS). Retail EFT Systems Ditujukan bagi sebuah perusahaan untuk melakukan pembayaran ke suatu bank. Ada beberapa cara yang dapat digunakan, yaitu: Telephone wire transfer. Dengan cara ini sebuah perusahaan menelepon ke bank-nya untuk melakukan pembayaran. Pihak bank kemudian melakukan pembayaran ke rekening yang dituju. Perintah pembayaran dilakukan secara lisan.
7 57 Djajasukma Tjahjadi / Sistem Informasi Terdistribusi dan Pertukaran Data Secara Elektronik Telephone payment systems. Perintah pembayaran dalam cara ini dapat dilakukan secara lisan maupun melalui komputer. Preauthorized payment. Seorang nasabah bank memberikan pengesahan kepada bank untuk melakukan pembayaran secara otomatis tiap waktu tertentu (rutin). POS systems. Digunakan untuk mencatat transaksi pembayaran dengan credit card atau debit card. ATM system, mirip dengan POS, tetapi dapat digunakan untuk menyetor, menarik uang, menanyakan saldo, dan mentransfer dana. 4. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Arsitektur sistem terdistribusi terdiri dari centralized, dan desentralized yang dapat berupa client server distributed system maupun peer-to-peer distributed system. 2. Penerapan Electronic Data Interchange memerlukan sikronisasi platform maupun sistem antar perusahaan 3. Konsep EFT telah banyak diterapkan di dunia perbankan dan komersil untuk memudahkan pemrosesan transaksi. Penerapannya misalnya dapat bentuk sistem pembayaran tagihan listrik, telepon, kartu kredit, dsb. 5. DAFTAR PUSTAKA 1. Beddie, L. and Raeburn, S., An Introduction to Computer Integrated Business, Prentice-Hall, Inc., Bodnar, George H. and Hoopwood, William S., Accounting Information Systems, 4 th ed., Allyn and Bacon, Clifton, H.D., Business Data Systems, 4 th ed., Prentice-Hall, Inc., Cushing, Barry E. and Romney, Marshall B., Accounting Information Systems, 5 th ed., Addison-Wesley Publishing Company Inc., Page, J. and Hooper, P., Accounting and Information Systems, Prentice-Hall, Inc., 1987
PENGENDALIAN ATAS DATA MASUKAN GUNA MENINGKATKAN KEAKURATAN INFORMASI
Media Informatika Vol. 8 No.1 (2009) PENGENDALIAN ATAS DATA MASUKAN GUNA MENINGKATKAN KEAKURATAN INFORMASI Djajasukma Tjahjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda
SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI DAN PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK
SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI DAN PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI Pengertian Sistem Informasi Terdistribusi (distributed information system) adalah sistem komputasi terdistribusi
BAB XI TEKNOLOGI PERBANKAN
BAB XI TEKNOLOGI PERBANKAN A. Indikator Teknologi Sistem Informasi Perbankan Indikator teknologi sistem informasi perbankan yaitu: 1. Platform perangkat computer (main frame, minicomputer, PC LAN) 2. Media
BAB 11 E-BUSINESS DAN E-COMMERCE
BAB 11 E-BUSINESS DAN E-COMMERCE E-BUSINESS vs E-COMMERCE E-BUSINESS adalah proses bisnis yang dilaksanakan dengan memanfaatkan TI, terutama teknologi jaringan dan komunikasi, baik untuk proses internal
PRODUK-PRODUK BANK. Disusun Oleh : Tyas Krisnawati Anita Satriana Dewi Dina Martiningsih
PRODUK-PRODUK BANK Disusun Oleh : Tyas Krisnawati 05412144020 Anita Satriana Dewi 05412144021 Dina Martiningsih 05412144022 Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat
SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PRODUKSI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
Media Informatika Vol 6. No. 3 (2007) SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PRODUKSI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Djajasukma Tjahjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda
BAB 1 PENDAHULUAN. Kecenderungan nasabah untuk melihat sebuah bank sebagai financial supermarket
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan inovasi produk dan jasa perbankan dalam satu dekade terakhir ini memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat. Produk dan jasa yang ditawarkan oleh
PENGANTAR E-BUSINESS
PENGANTAR E-BUSINESS Pengantar E-Business 1/total Outline MODEL-MODEL E-BUSINESS PENGARUH-PENGARUH E-BUSINESS ATAS PROSES BISNIS FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN E- BUSINESS INFRASTRUKTUR UNTUK E- BUSINESS 2/total
Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS
Basis Data 2 Database Client / Server Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Tujuan Memahami bentuk-bentuk arsitektur aplikasi dalam database. Memahami konsep arsitektur: Single-Tier Two-Tier:
Bab 6. Basis Data Client / Server POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 6.1 PENDAHULUAN
Bab 6 Basis Data Client / Server POKOK BAHASAN: Pendahuluan Arsitektur Client-Server Pengaksesan Query pada Basis Data Client-Server TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa
TEKNOLOGI PERBANKAN. Hartika Yusman. Abstrak. Pendahuluan. Pembahasan.
TEKNOLOGI PERBANKAN Hartika Yusman [email protected] Abstrak Semakin berkembangnya teknologi di dunia, transaksi perbankan pun mulai menggunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi
E-COMMERCE. Karya Ilmiah
E-COMMERCE Karya Ilmiah Disusun Oleh : Nama : Agus Suryanto NIM : 09.12.4035 Kelas : S1-SI-4G PENGENALAN E-COMMERCE PENDAHULUAN Walaupun istilah Electronic Commerce baru beberapa tahun terakhir mendapat
E-PAYMENT. Sistem pembayaran (E-Paymen System) memerlukan suatu persyaratan yang mencakup :
E-PAYMENT Pembahasan 1. Pengertian E-Payment 2. Model E-Payment 3. Sistem Pembayaran 4. Keamanan Untuk E-Payment Pengertian E-Payment E-Payment suatu sistem menyediakan alat-alat untuk pembayaran jasa
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PADA PETERNAKAN AYAM PETELUR X
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PADA PETERNAKAN AYAM PETELUR X Silvia Rostianingsih, Leo Willyanto Santoso, Andrew Alfonso Setiawan Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
MODEL ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI
MODEL ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI Model Arsitektur SI Terdistribusi Suatu rancangan untuk penyusunan dan operasi komponen-komponen suatu sistem, dimana rancangan tsb mengidentifikasi komponen
Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang
Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan pesatnya perkembangan perusahaan pada zaman ini maka setiap perusahaan harus memiliki sistem-sistem yang dapat di gunakan untuk merencanakan, menyusun,
PENGAMANAN SISTEM INFORMASI
Media Informatika Vol. 5 No. 1 (2006) PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Djajasukma Tjahjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132 Abstract Sistem informasi
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha saat ini sering membutuhkan informasi yang cepat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha saat ini sering membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. Informasi sebagai salah satu komponen penting dalam perusahaan akan berperan
E-Business Dan Pendukungnya
E-Business Dan Pendukungnya Pengertian E-business E-business merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi nama pada kegiatan bisnis yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet. Pendukung
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Suatu sistem informasi akuntansi sering disebut juga sebagai sistem informasi adalah suatu kombinasi dari personalia, catatan-catatan, dan prosedur yang
PENGENALAN E-COMMERCE
PENGENALAN E-COMMERCE 1.1 PENDAHULUAN Walaupun istilah Electronic Commerce baru beberapa tahun terakhir mendapat perhatian, sebenarnya Electronic Commerce telah ada dalam berbagai bentuk selama lebih dari
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI E-COMMERCE
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI E-COMMERCE Reza Kurniawan [email protected] Abstrak Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar dalam dunia bisnis. Dengan adanya internet bisnis dapat di
Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer.
Uraian dan Sasaran Uraian : Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer. Sasaran : Mahasiswa bisa mendesign dan membangun jaringan komputer
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.14 No.4 Tahun 2014
DATA FLOW DIAGRAM (DFD) PADA APOTEK CANDRA KOTA JAMBI Yunan Surono 1 Abstract Apotek Candra is a trading business engaged in the sale of drugs, which in the process of doing business is still using manual
UJIAN TENGAH TRIWULAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Dosen : Dr. Ir Arif Imam Suroso, MSc (CS) Oleh. Dhany Surya Ratana P
UJIAN TENGAH TRIWULAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Dosen : Dr. Ir Arif Imam Suroso, MSc (CS) Oleh Dhany Surya Ratana P056101091.45 SEKOLAH PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya, tujuan pelayanan perbankan salah satunya mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi. Pihak bank berusaha meningkatkan jasa pelayanan guna mempertahankan
BAB III TAGIHAN YANG SEBENARNYA. Electronic Bill Presentment And Payment adalah salah satu sarana yang
BAB III TAGIHAN ELECTRONIC BILL PRESENTMENT AND PAYMENT MELALUI INTERNET BANKING YANG TIDAK SESUAI DENGAN TAGIHAN YANG SEBENARNYA A. Pihak-Pihak Yang Terkait Dalam Electronic Bill Presentment And Payment
SISTEM LAYANAN PERBANKAN LEWAT TELEPON DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSEDUR AUDIT PADA BANK X
JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 4 No. 1, April 2004 : 49 56 SISTEM LAYANAN PERBANKAN LEWAT TELEPON DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSEDUR AUDIT PADA BANK X Oleh Fery Feriyanto Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
No. 2/ 24 /DASP Jakarta, 17 November 2000 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK DI INDONESIA. Perihal : Bank Indonesia Real Time Gross Settlement
No. 2/ 24 /DASP Jakarta, 17 November 2000 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK DI INDONESIA Perihal : Bank Indonesia Real Time Gross Settlement Sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bank Indonesia
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Sistem Informasi Akuntansi Sistem merupakan kumpulan dari sub sistem atau komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Sistem Informasi Manajemen berkepentingan dalam menyediakan sistem informasi yang menyeluruh dan terintegrasi untuk mengambil keputusan berbagai tingkatan
TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Siswa memahami tentang konsep Jaringan 2. Siswa memahami kegunaan jaringan 3. Siswa mampu menggunakan contoh layanan jaringan
PENGENALAN LAYANAN JARINGAN TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Siswa memahami tentang konsep Jaringan 2. Siswa memahami kegunaan jaringan 3. Siswa mampu menggunakan contoh layanan jaringan DASAR TEORI Jaringan komputer
ekonomi Kelas X SISTEM PEMBAYARAN DAN ALAT PEMBAYARAN K-13 A. Pengertian Sistem Pembayaran Tujuan Pembelajaran
K-13 Kelas X ekonomi SISTEM PEMBAYARAN DAN ALAT PEMBAYARAN Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Mendeskripsikan sistem pembayaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Diana & Setiawati (2011:3) sistem adalah serangkaian bagian yang paling tergantung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu
Internet, Intranet, Ekstranet
Internet, Intranet, Ekstranet Definisi Internet Internet yang berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang
NAMA : FERRY ANGGRIAWAN KUSUMA ( ) SHELLI RIPATI ( ) STMIK INDONESIA
NAMA : FERRY ANGGRIAWAN KUSUMA (30812271) SHELLI RIPATI (30812331) KELAS : 5.3FS STMIK INDONESIA 2014 Pengertian Distribusi Distribusi artinya proses yang menunjukkan penyaluran barang dari produsen sampai
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnar dan Hopwood (2005 : 1) Sistem merupakan kumpulan sumber daya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan utama perusahaan
cek, wesel (kiriman uang atau money orders), dan uang yang tersimpan di bank yang penarikannya tidak dibatasi (Warren et al. 2006).
2. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Kas Kas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang diterima bank untuk disetorkan ke rekening bank perusahaan. Kas meliputi uang koin, uang kertas, cek, wesel (kiriman uang
PRINSIP KEHATI-HATIAN BAGI BANK UMUM YANG MELAKUKAN PENYERAHAN SEBAGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPADA PIHAK LAIN
LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11 /SEOJK.03/2017 TENTANG PRINSIP KEHATI-HATIAN BAGI BANK UMUM YANG MELAKUKAN PENYERAHAN SEBAGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPADA PIHAK LAIN - 1 - A. CONTOH
Bab 5. Pengelolaan Uang Tunai
Bab 5 Pengelolaan Uang Tunai Tujuan Pembelajaran 1. Memahami alat pengelolaan uang tunai dan penyedia layanan keuangan 2. Memahami aspek penting dari electronic banking 3. Menjelaskan berbagai bentuk layanan
SISTEM TERDISTRIBUSI
SISTEM TERDISTRIBUSI Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia MATA KULIAH SISTEM TERDISTRIBUSI SILABUS MATERI Silabus & Pengantar Sistem Terdistribusi Komunikasi Antar Proses Sistem Operasi Terdistribusi
Pertemuan XII Distributed Database Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.
Pertemuan XII Distributed Database Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Pengantar File processing/pemrosesan file
Dwi Hartanto, S,.Kom 10/06/2012. E Commerce Pertemuan 10 1
E Payment suatu sistem menyediakan alat alat untuk pembayaran jasa atau barang barang yang dilakukan di Internet. Didalam membandingkan dengan sistem pembayaran konvensional, pelanggan mengirimkan semua
Dasar Jaringan Komputer
Pertemuan 1 Dasar Jaringan Komputer A. Sistem Komunikasi Sistem komunikasi membutuhkan medium sebagai pembawa sinyal (carrier). Sistem transmisi sinyal bisa berupa kabel, gelombang elektromagnetik (RF)
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Dalam mencapai tujuan perusahaan, sistem informasi akuntansi berperan penting dalam membantu menyediakan informasi yang berguna untuk berbagai tingkatan,
SISTEM TERDISTRIBUSI. Agenda : - Pengantar Sistem Terdistribusi - Karakteristik Sistem Terdistribusi - Model Sistem Terdistribusi. Yuli Purwati, M.
SISTEM TERDISTRIBUSI Agenda : - Pengantar Sistem Terdistribusi - Karakteristik Sistem Terdistribusi - Model Sistem Terdistribusi Sistem Terdistribusi adalah Sekumpulan komputer otonom yang terhubung ke
1. Pendahuluan 2. Tinjauan Pustaka
1. Pendahuluan Di Indonesia, tempat yang paling populer untuk mengakses internet adalah warung internet (warnet). Untuk dapat mengakses internet di warnet, pengguna (user) harus membayar biaya sewa. Maka
KARYA ILMIAH E-COMMERCE PEDOMAN dalam E-COMMERCE
KARYA ILMIAH E-COMMERCE PEDOMAN dalam E-COMMERCE Nurrachman 10.12.4349 ECOMMERCE-03 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2012 KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur Alhamdulillah karya syarat untuk menjadi ecommerce
BAB II BAHAN RUJUKAN. Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan
- 6 - BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan prosedur prosedur yang erat hubunganya satu sama lain yang dikembangkan menjadi
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI AKUNTANSI KOMPUTER DIII BISNIS & KEWIRAUSAHAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI AKUNTANSI KOMPUTER DIII BISNIS & KEWIRAUSAHAAN UNIVERSITAS GUNADARMA Tanggal Penyusunan 15/08/2016 Tanggal revisi 25/02/2017 Fakultas Program D3 Bisnis dan Kewirausahaan
BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas Sebagai perusahaan distributor umum yang sedang berkembang, PT Altama Surya Arsa melakukan upaya untuk peningkatan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem informasi Akuntansi 2.1.1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Sebelum mengulas SIA (Sistem Informasi Akuntasi) kita harus mengtahui apa itu sistem. Sistem informasi
SYARAT DAN KETENTUAN PERMATATEL Panduan Penggunaan Layanan PermataTel Bagi Nasabah Perbankan
SYARAT DAN KETENTUAN PERMATATEL Panduan Penggunaan Layanan PermataTel Bagi Nasabah Perbankan 1. Definisi Untuk menyederhanakan panduan ini, pengertian berikut ini akan digunakan: 1.1. PermataBank adalah
BAB 1 PENDAHULUAN. jurang kesenjangan digital (digital divide), yaitu keterisolasian dari perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda bagi setiap orang. Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung
BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Tinjauan Umum Atas Sistem Informasi Akuntansi. Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan
8 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Tinjauan Umum Atas Sistem Informasi Akuntansi Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan prosedur prosedur yang erat hubunganya satu sama lain yang dikembangkan
Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.
Sistem Manajemen aje e Basis s Data Sistem Basis Data Terdistribusi Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] 2 Pengantar File processing/pemrosesan
Sistem Informasi. (Sistem Informasi Manajemen Bag 1) Asep Wahyudin, M.T. Ilmu Komputer FPMIFA - Universitas Pendidikan Indonesia
Sistem Informasi (Sistem Informasi Manajemen Bag 1) Asep Wahyudin, M.T. Ilmu Komputer FPMIFA - Universitas Pendidikan Indonesia Materi Kuliah : Sistem Informasi Manajemen Mengenal Konsep Sistem Informasi
SISTEM INFORMASI PENJUALAN TUNAI DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. JATI BERKAH
SISTEM INFORMASI PENJUALAN TUNAI DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. JATI BERKAH R. Adisetiawan Yunan Surono Fakultas Ekonomi Universitas Batanghari [email protected] Abstract The purpose of scientific
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PROSES BISNIS DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Kasus : Perusahaan Benang Polyester X )
Media Informatika Vol.13 No.2 (2014) PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PROSES BISNIS DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Kasus : Perusahaan Benang Polyester X ) Hartanto Sekolah Tinggi
Sistem terdistribusi. Albertus dwi yoga widiantoro, M.Kom
Sistem terdistribusi Albertus dwi yoga widiantoro, M.Kom 1. Apa sistem terdistrbusi itu? 2. Mengapa menggunakan itu? 3. Contoh Distributed Systems 4. Karakteristik Umum Apa yang di distribusikan Data Jika
akan muncul pesan seperti contoh berikut. diterima Berikut adalah tampilan awal dari form Retur Pembelian:
L61 apakah penerimaan barang untuk kode order pembelian yang baru saja diterima barangnya sudah lengkap diterima atau belum, apabila sudah lengkap, maka status order pembelian di dalam basis data akan
Arsitektur Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom
Arsitektur Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom Arsitektur Sistem Basis Data Sistem Tunggal (stand-alone system) Sistem terpusat (centralized system) Sistem client server (client-server
1. Komunikasi, E-Commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan,atau sarana elektronik lainnya.
Sejarah E-Commerce Penerapan Electronic Commerce bermula diawal tahun 1970-an, dengan adanya Electronic Found Transfer(EFT). Saat itu, tingkat aplikasinya masih terbatas pada perusahaan besar, lembaga
E-BUSINESS. Materi E-Business untuk ST INTEN
E-BUSINESS Materi E-Business untuk ST INTEN Definisi E-Business E-Business adalah kegiatan transaksi, jual beli, bisnis yang dilakukan secara otomatis melalui kegiatan elektronik/internet, dan juga perusahaan
PETUNJUK PEMESANAN TIKET KERETA API DENGAN LAYANAN CALL CENTER DAN PERBANKAN
PETUNJUK PEMESANAN TIKET KERETA API DENGAN LAYANAN CALL CENTER DAN PERBANKAN PT. KERETA API (PERSERO) Untuk melayani kebutuhan pelanggan akan kemudahan membeli tiket kereta api, PT. Kereta Api Indonesia
Pengenalan Basis Data (lanjutan)
Pengenalan Basis Data (lanjutan) Tipe File : 1. File Induk (Master File) - File induk acuan (reference master file) : file induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalnya file daftar
BAB II KAJIAN PUSTAKA. untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Menurut Mulyadi (2001 : 5), Prosedur adalah suatu urutan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Prosedur Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Prosedur adalah suatu tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Menurut Mulyadi
PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN KOMPUTER
PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN KOMPUTER 1/total Outline PENGENDALIAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN BEBERAPA PRINSIP KEANDALAN KETERSEDIAAN PENGAMANAN KETERPELIHARAAN INTEGRITAS PENGENDALIAN KEANDALAN
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Sistem Informasi Akuntansi Suatu perusahaan agar dapat berjalan baik, membutuhkan sistem informasi akuntansi yang memadai, sehingga dapat meminimalisir permasalahan yang ada dalam
II. LANDASAN TEORI 2.1 Definis E-Commerce 2.1.1 Teori Umum E commerce adalah dimana dalam satu website menyediakan atau dapat melakukan transaksi secara online atau juga bisa merupakan suatu cara berbelanja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Sistem dan Definisi Sistem
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Akuntansi 2.1.1 Pengertian Sistem dan Definisi Sistem Menurut Yogianto (1995:1) yang mengutip dari Jerry Fritz Gerald dan Warren D. Stalling, pendekatan sistem yang lebih
DAFTAR ISTILAH SISTEM APLIKASI PERBANKAN
HOME DAFTAR ISI DAFTAR ISTILAH SISTEM APLIKASI PERBANKAN Accuracy Audibilitas (audibility) Authorisation Availability Back Up data Check digit verification Completeness Control environment Control procedures
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Informasi Akuntansi a. Pengertian Sistem dan Prosedur 1. Menurut Mulyadi (2008:5) Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan
KONSEP DASAR DATABASE
Informasi Sebagai Aset PERTEMUAN 1 KONSEP DASAR DATABASE Siapa yang mempunyai informasi akan menjadi pemenang Informasi menjadi aset dalam perusahaan (4M dan 1I) Mesin Material Manusia Modal Informasi
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA UD. ERFIN JAYA
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA UD. ERFIN JAYA Eric Jonathan Riyanto 1, Alexander Setiawan 2, Silvia Rostianingsih 3 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM TRANSFER STOK PULSA OTOMATIS BERBASIS GSM
Seminar Nasional Teknologi Informasi 2009 1 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM TRANSFER STOK PULSA OTOMATIS BERBASIS GSM Maman Abdurohman 1), Adiwijaya 2), Suwastika Eka 3) 1,2,3 IT Telkom, Jln. Telekomunikasi
Syarat dan Ketentuan Mega Syariah Mobile
Syarat dan Ketentuan Mega Syariah Mobile I. Istilah 1. Mega Syariah Mobile adalah layanan e-banking untuk melakukan transaksi finansial dan non-finansial yang dapat diakses melalui handphone dengan berbasis
PERTEMUAN 11 : SIKLUS TRANSAKSI BISNIS : SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN
PERTEMUAN 11 : SIKLUS TRANSAKSI BISNIS : SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai Pengembangan sistem informasi akuntansi. Anda harus mampu:
BAB II LANDASAN TEORI. mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam menyusun laporan skripsi, yaitu
BAB II LANDASAN TEORI Penyusunan laporan skripsi ini dilandasi dengan beberapa teori yang berkaitan dengan sistem komputerisasi penjualan. Tahap ini akan dibahas mengenai istilah-istilah yang digunakan
e-banking STUDI TENTANG e-banking PADA BANK BNI
e-banking STUDI TENTANG e-banking PADA BANK BNI Universitas Pendidikan Indonesia Definisi Electronic Banking, atau e-banking bisa diartikan sebagai aktifitas perbankan di internet. e-banking atau electronic
Pengenalan Jaringan Komputer
Handout: Pengenalan Jaringan Komputer Setelah kuliah ini, anda akan dapat : Mengetahui jaringan komputer dan sejarah perkembangannya. Mengetahui cara kerja jaringan komputer termasuk protokol yang umum
BAB II LANDASAN TEORI. mencapai tujuan tertentu (Wing Wahyu Winarno; 1994: 8).
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Sistem dan Prosedur Sistem adalah kumpulan elemen yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu (Wing Wahyu Winarno; 1994: 8). Sistem dapat didefinisikan
SYARAT DAN KETENTUAN LAYANAN MEGA INTERNET
SYARAT DAN KETENTUAN LAYANAN MEGA INTERNET A. Definisi 1. Bank adalah PT Bank Mega, Tbk yang meliputi Kantor Pusat, Kantor Regional, Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu serta kantor lainnya yang merupakan
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) DISTRIBUTED NETWORK PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER (FILKOM)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) DISTRIBUTED NETWORK PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER (FILKOM) UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA YPTK PADANG LEMBAR PENGESAHAN Rencana Pembelajaran
Chapter 4 Siklus Pendapatan. By Muhammad Luthfi, S.E.M.Si.
Chapter 4 Siklus Pendapatan By Muhammad Luthfi, S.E.M.Si. Bahan yang akan dipelajari. Tinjauan Umum Kegiatan Arus Pendapatan Prosedur Manual Rangkaian Akitivitas Retur Penjualan Sistem Penerimaan Tunai/Kas
MARKETING INFORMATION SYSTEM & SALES ORDER PROCESS
MARKETING INFORMATION SYSTEM & SALES ORDER PROCESS Materi #4 Pertanyaan Strategi Marketing 2 Produk apa yang harus dibuat? Berapa banyak yang harus dibuat dibuat untuk setiap produk? Bagaimana cara terbaik
ICT dan Ekonomi Syariah Perbankan Syariah
ICT dan Ekonomi Syariah Perbankan Syariah Wiku Suryomurti, ST., MSi http:// http://www.ilmuekonomisyariah.com http://www.prides-indonesia.com [email protected] 021-93695209 0818-06550839 Tujuan Perkuliahan
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Sistem Dari beberapa jenis sistem, cukup sulit untuk memberikan definisi yang pas. Namun menurut West Churchman dalam buku Krismiaji (2002;1) sebagai berikut: Sistem
KUESIONER SURVEY ANALISIS FAKTOR KEAMANAN BERTRANSAKSI DAN KUALITAS PELAYANAN SISTEM INFORMASI PERBANKAN TERHADAP PENINGKATAN KEPUASAN NASABAH:
LAMPIRAN A NO : KUESIONER SURVEY ANALISIS FAKTOR KEAMANAN BERTRANSAKSI DAN KUALITAS PELAYANAN SISTEM INFORMASI PERBANKAN TERHADAP PENINGKATAN KEPUASAN NASABAH: STUDI KASUS DI BANK CENTRAL ASIA Yang terhormat
Sistem Terdistribusi 2. Model arsitektur Terdistribusi
Sistem Terdistribusi 2 Model arsitektur Terdistribusi Masalah Membangun SisTer Dimana kita meletakkan bagian hardware? Dimana kita meletakkan bagian software? Bagaimana antara hardware & software berkomunikasi?
e-commerce e-payment Wisnu Hera
e-commerce e-payment Wisnu Hera Pembayaran Elektronis Memfokuskan diri dimana pengembangan toko online selanjutnya diarahkan kepada upaya untuk mewujudkan dimungkinkannya pembayaran secara elektronik untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tersebut. Oleh karena itu, setiap perusahaan baik itu swasta maupun pemerintah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Prosedur 2.1.1 Pengertian Prosedur Dalam melakukan suatu kegiatan, organisasi memerlukan suatu acuan untuk mengatur dan mengontrol semua aktivitas yang terjadi pada perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. pelanggan. Teknologi informasi (TI) merupakan teknologi yang digunakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan jaman telah menjadikan kebutuhan semakin kompleks. Kebutuhan akan kemudahan dalam mengakses teknologi mengharuskan suatu perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya
Penggunaan Teknologi Komputer di Bidang Perbankan. Disusun Oleh : : M. Agus Munandar : P
Penggunaan Teknologi Komputer di Bidang Perbankan Disusun Oleh : Nama NPM : M. Agus Munandar : 2015110042P ATM (Automatic Teller Machine) ATM (Anjungan Tunai Mandiri / Automatic Teller Machine) merupakan
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Menurut Krismiadji (2002;4) suatu sistem informasi akuntansi sering disebut juga sebagai sistem informasi adalah suatu kombinasi dari personalia, catatan-catatan,
SISTEM INFORMASI. Apakah Sistem Informasi Itu?
SISTEM INFORMASI N. Tri Suswanto Saptadi Informatics Engineering Faculty of Information Technology Apakah Sistem Informasi Itu? (1 dari 4) Sistem Informasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu: sistem
