BAB V SIMPULAN DAN SARAN
|
|
|
- Benny Suryadi Darmali
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Kondisi Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Return on Equity (ROE) pada Sektor Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode a. Perkembangan Capital Adequacy Ratio (CAR) pada sektor perbankan periode tahun telah memenuhi kriteria kecukupan modal minimum yang telah ditetapkan Bank Indonesia. Hal ini dapat dilihat bahwa pada tahun 2007 nilai CAR tertinggi diperoleh oleh Bank Danamon. Bank Central Asia memperoleh nilai CAR tertinggi pada tahun 2008, pada tahun 2009 Bank Danamon kembali memperoleh nilai CAR tertinggi. Tetapi pada tahun 2010 nilai CAR tertinggi diperoleh oleh Bank Pundi. Pada tahun 2011 nilai CAR tertinggi diperoleh oleh Bank Negara Indonesia. Sementara itu, untuk nilai CAR terendah diperoleh oleh Bank Pundi pada tahun 2007, 2008 dan Pada tahun 2010 nilai CAR terendah diperoleh oleh Bank Central Asia dan Bank Pundi kembali memperoleh nilai CAR terendah pada tahun Maka dapat disimpulkan, sektor perbankan dapat memenuhi kriteria rasio kecukupan minimum modal yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia sebesar 8% yang terlihat bahwa sektor perbankan pada periode diatas 8%. b. Perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) sektor perbankan pada periode tahun membuktikan bahwa bank mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2007 jumlah DPK tertinggi dimiliki oleh Bank Central Asia dan jumlah DPK terendah dimiliki oleh Bank Pundi. Pada tahun 2008 jumlah DPK tertinggi kembali dimiliki oleh Bank Central Asia dan jumlah DPK terendah dimiliki 116
2 kembali oleh Bank Pundi. Pada tahun 2009 jumlah DPK dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia dan jumlah DPK terendah dimiliki oleh Bank Pundi. Pada tahun 2010 jumlah DPK tertinggi dimiliki kembali oleh Bank Rakyat Indonesia dan jumlah DPK terendah kembali dimiliki oleh Bank Pundi. Pada tahun 2011 jumlah DPK tertinggi masih dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia dan jumlah DPK terendah masih juga dimiliki oleh Bank Pundi. Maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa bank mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di bank. Terbukti dengan jumlah Dana Pihak Ketiga yang terus mengalami peningkatan tiap tahunnya pada sektor perbankan periode tahun c. Pertumbuhan Loan to Deposit Ratio (LDR) sektor perbankan periode cukup stabil. Tetapi masih terdapat sebagian besar sektor perbankan yang masih belum memiliki tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sudah mendekati sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu sebesar 85%-110%. Dimana dapat terlihat bahwa pada tahun 2007 tingkat LDR tertinggi dimiliki oleh Bank Danamon dan LDR terendah dimiliki oleh Bank BCA. Pada tahun 2008 tingkat LDR tertinggi dimiliki kembali oleh Bank Danamon dan tingkat LDR terendah dimiliki oleh Bank BCA. Pada tahun 2009 Bank Danamon kembali memiliki tingkat LDR tertinggi dan Bank BCA kembali mengalami tingkat LDR terendah. Pada tahun 2010 tingkat LDR tertinggi dimiliki kembali oleh Bank Danamon dan tingkat LDR terendah dimiliki oleh Bank Pundi. Pada tahun 2011 tingkat LDR tertinggi masih dimiliki oleh Bank Danamon dan tingkat LDR terendah masih dimiliki oleh Bank BCA. Maka dapat disimpulkan, bahwa sektor perbankan masih belum mampu membayar kembali dana yang ditarik masyarakat melalui kredit. Hal ini dikarenakan masih banyak sektor perbankan yang memiliki tingkat LDR dibawah 85% yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. d. Rata-rata jumlah tingkat Return On Equity sektor perbankan pada periode tahun cenderung stabil. ROE tertinggi pada tahun 2007 dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia dan ROE terendah dimiliki oleh Bank Pundi. 117
3 Tahun 2008 ROE tertinggi kembali dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia dan ROE terendah kembali dimiliki oleh Bank Pundi. Pada tahun 2009 ROE tertinggi masih dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia dan ROE terendah masih dimiliki oleh Bank Pundi. Tahun 2010 Bank Rakyat Indonesia masih memegang jumlah ROE tertinggi dan Bank Pundi masih memegang jumlah ROE terendah. Dan pada tahun 2011 ROE tertinggi masih tetap dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia dan ROE terendah masih dimiliki oleh Bank Pundi. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa, sebagian besar sektor perbankan pada tahun telah mampu mengelola sumber dana yang efektif sehingga dapat menghasilkan dan meningkatkan laba bersih. Atas perolehan laba bersihnya, maka kinerja sektor perbankan akan meningkat. 2. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return on Equity (ROE) pada Sektor Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode secara Simultan Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap pengaruh secara simultan menunjukkan bahwa nilai Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return on Equity (ROE) menunjukkan bahwa nilai Capital Adequcy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) memiliki hubungan yang positif dengan Return on Equity (ROE) dan memiliki keeratan hubungan yang cukup. Dan dari hasil pengujian hipotesis (Uji F) diperoleh H o ditolak, dan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa Capital Adequcy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh secara signifikan terhadap Return on Equity (ROE). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity (ROE). 118
4 3. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return on Equity (ROE) pada Sektor Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode secara Parsial a. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap pengaruh secara parsial menunjukkan bahwa nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki hubungan yang positif dan memiliki keeratan hubungan lemah. Dari hasil pengujian hipotesis (Uji-t) diperoleh H 0 diterima, dari hasil analisis statistik bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE). Dan dapat ditarik simpulan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) secara Parsial. b. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap pengaruh secara parsial menunjukkan bahwa nilai Dana Pihak Ketiga (DPK) memiliki hubungan yang positif dan memiliki keeratan hubungan cukup. Dari hasil pengujian hipotesis (Uji-t) diperoleh H 0 ditolak, dari hasil analisis statistik bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE). Dan dapat ditarik simpulan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) secara Parsial. c. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap pengaruh secara parsial menunjukkan bahwa nilai Loan to Deposit Ratio (LDR) memiliki hubungan yang positif dan memiliki keeratan hubungan lemah. Dari hasil pengujian hipotesis (Uji-t) diperoleh H 0 diterima, dari hasil analisis statistik bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE). Dan dapat ditarik simpulan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) secara Parsial. 119
5 5.2 Saran Berdasarkan simpulan di atas, penulis menyarankan: 1. Bagi bank agar profitabilitas menjadi lebih baik, maka sebaiknya bank lebih aktif lagi dalam memasarkan produknya. Dalam hal ini, produk tabungan, giro, dan deposito karena secara empiris hanya DPK lah yang memiliki kontribusi paling besar dalam meningkatkan profitabilitas bank. Tetapi faktor CAR dan LDR harus tetap menjadi perhatian karena faktorfaktor tersebut masih terkait dengan tingkat kesehatan bank dan pada akhirnya tingkat kesehatan bank akan menjadi penilaian masyarakat sebelum memutuskan untuk menyimpan dananya di bank. sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat yang berimbas positif terhadap perkembangan profitabilitas perbankan tersebut. 2. Bagi investor, Jika ingin berinvestasi diperbankan terutama untuk ke-5 bank yang diteliti, maka sebaiknya investor lebih berfokus pada tingkat DPK dari masing-masing bank tersebut. Karena dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya tingkat DPKlah yang berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Dari hasil analisis deskriptif yang telah diungkapkan pada bab sebelumnya, dapat disarankan pada investor untuk berinvestasi di bank BCA dan Bank BRI, karena DPK dan ROE bank tersebut jauh lebih baik daripada ketiga bank lainnya. 3. Bagi peneliti lain yang tertarik dengan topik yang sama, Sebaiknya menambah jumlah bank yang menjadi unit analisis, karena semakin banyak bank yang diteliti maka hasil penelitiannya nanti akan lebih dapat digeneralisir pada industri perbankan di indonesia. Selain itu diharapkan dapat melakukan analisis laporan keuangan yang lebih mendalam, menambahkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai profitabilitas perbankan. 120
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
123 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Perkembangan Capital Adequacy
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan dan telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai analisis Kesehatan Bank terhadap Harga Saham pada Perbankan BUMN Go Public periode tahun 2007-2011,
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat di ambil simpulan sebagai berikut: 1. Perkembangan Capital Adequacy
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR),
BAB IV GAMBARAN UMUM. profitabilitas (ROA), ukuran perusahaan (SIZE), capital adequacy ratio
51 BAB IV GAMBARAN UMUM A. Data Variabel Penelitian Dari data BEI dapat ditelusuri tentang bagaimana kondisi profitabilitas (ROA), ukuran perusahaan (SIZE), capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Dalam hal ini penulis akan melakukan analisa kinerja keuangan bank yang
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam hal ini penulis akan melakukan analisa kinerja keuangan bank yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu: PT Bank Mandiri dan PT Bank Rakyat Indonesia. Analisis
BAB I PENDAHULUAN. perekonomian sebagai wujud peningkatan kualitas hidup. Peningkatan kualitas hidup
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perbankan merupakan lembaga yang ikut andil maupun berperan penting dalam laporan keuangan suatu perusahaan, terutama untuk mengembangkan dan mengatur perekonomian
BAB VI KESIMPULAN & SARAN
BAB VI KESIMPULAN & SARAN 6.1 Kesimpulan Penelitian ini meneliti, apakah Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) mampu mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sektor perbankan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sektor perbankan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi dalam sebuah negara. Bank memegang peranan penting dalam menyeimbangkan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dan Financing to Deposit Ratio terhadap Return On Assets pada Sektor Bank Umum
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dari penelitian pengaruh Non Performing Financing, Dana Pihak Ketiga, dan Financing to Deposit Ratio terhadap Return On Assets pada Sektor Bank Umum Syariah BUMN
BAB 1 PENDAHULUAN. bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi. Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah
1 A. Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN Di negara seperti Indonesia, bank memegang peranan penting dalam pembangunan karena bukan hanya sebagai sumber pembiayaan untuk kredit investasi kecil,
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA BANK PEMERINTAH DAN BANK SWASTA DI INDONESIA BERDASARKAN METODE RGEC PERIODE TAHUN
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA BANK PEMERINTAH DAN BANK SWASTA DI INDONESIA BERDASARKAN METODE RGEC PERIODE TAHUN 2013-2015 Nama : Nur Azmi Lubis NPM : 25212450 Jurusan Pembimbing :
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan masyarakat Indonesia akan keberadaan bank sudah sangat dirasakan saat ini, bagaimana tidak karena bank dijadikan sebagai tempat untuk melakukan transaksi
AGUS MAULANA
ANALISIS PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR), DAN BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN PERIODE 2013 Oleh AGUS
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Menurunnya kapasitas permintaan dan produksi di sektor riil berpotensi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menurunnya kapasitas permintaan dan produksi di sektor riil berpotensi kuat terhadap kualitas aktiva perbankan, sehingga perbankan harus lebih berhati hati
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Taswan (2006:4), bank adalah lembaga keuangan atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Taswan (2006:4), bank adalah lembaga keuangan atau perusahaan yang aktivitasnya menghimpun dana berupa giro, deposito, tabungan dan simpanan lainnya dari pihak
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian... 1 1.2 Identifikasi Masalah...
BAB I PENDAHULUAN. perekonomian suatu Negara. Aspek Rentabilitas turut andil didalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lembaga perbankan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian suatu Negara. Aspek Rentabilitas turut andil didalam memberikan penilaian terhadap kesehatan
PENGUKURAN TINGKAT KESEHATAN BANK COMMONWEALTH TBK DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS PERIODE
PENGUKURAN TINGKAT KESEHATAN BANK COMMONWEALTH TBK DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS PERIODE 2008-2011 NAMA : ANISIA ASTUTI KELAS : 3EB15 NPM : 20210881 FAKULTAS
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di babbab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR),
BAB I PENDAHULUAN. memiliki banyak kebutuhan, terutama yang berkaitan dengan dana. Dana
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menjalankan suatu bisnis setiap perusahaan perbankan memiliki banyak kebutuhan, terutama yang berkaitan dengan dana. Dana merupakan elemen utama yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Berdasarkan Undang Undang Nomor 10 Tahun 1998 pasal 1 ayat 2, bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis yang berkembang dengan pesat sehingga sangat diperlukan sumber-sumber
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin majunya perkembangan perekonomian saat ini semakin banyak pula bisnis yang berkembang dengan pesat sehingga sangat diperlukan sumber-sumber dana yang
DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Manfaat Penulisan Kerangka Penulisan...
DAFTAR ISI HALAMAN PERSETUJUAN... ii PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x DAFTAR ISTILAH... xi INTISARI...
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan analisis laporan keuangan Bank BUMN selama periode 2010 sampai tahun 2014 maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. periode tertentu. Namun bila hanya melihat laporan keuangan, belum bisa
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Rasio Keuangan Laporan keuangan merupakan cerminan dari kinerja perusahaan pada satu periode tertentu. Namun bila hanya melihat laporan keuangan, belum
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Perkembangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang giat -giatnya melaksanakan pembangunan segala bidang kehidupan, salah satunya adalah di bidang perekonomian.
BAB I PENDAHULUAN. akuntansi. Pengukuran ini perlu diketahui pihak yang berkepentingan untuk
18 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Masalah nilai dan pengukuran sudah lama menjadi isu ekonomi khususnya akuntansi. Pengukuran ini perlu diketahui pihak yang berkepentingan untuk mengetahui
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perbankan memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan stabilitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perbankan memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan stabilitas ekonomi suatu negara. Sebab sektor perbankan mempunyai tugas utama sebagai lembaga penghimpun
BAB 5 PENUTUP. dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Dalam penilaian permodalan yaitu dengan Capital Adequacy Ratio
BAB 5 PENUTUP 5.1 Simpulan Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Dalam penilaian permodalan yaitu dengan Capital
BAB I PENDAHULUAN. ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentukbentuk lainnya
BAB I PENDAHULUAN. hubungan dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri. Profitabilitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri. Profitabilitas suatu faktor yang seharusnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (Merkusiwati,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perekonomian di Indonesia pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perekonomian di Indonesia pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari dunia perbankan. Bank sebagai lembaga keuangan yang berfungsi sebagai intermediasi untuk menghimpun
BAB I PENDAHULUAN. kembali dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk kredit.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia telah mengalami perkembangan ekonomi yang sangat cepat. Perkembangan tersebut tidak lepas dari peran bank sebagai lembaga keuangan yang mengatur,
BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya pertumbuhan ekonomi suatu negara (Dietrich dkk, 2014). Dimana Bank
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank komersial memainkan peranan penting dalam perkembangan ekonomi suatu negara, tidak terkecuali di Indonesia. Kondisi keuangan bank merupakan indikator sedang berkembangnya
BAB I PENDAHULUAN. fungsinya sebagai lembaga intermediasi, penyelenggara transaksi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan memiliki peranan yang sangat strategis dalam menunjang berjalannya roda perekonomian dan pembangunan nasional mengingat fungsinya sebagai lembaga
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kegiatan perekonomian suatu negara tidak lepas dari transaksi keuangan.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan perekonomian suatu negara tidak lepas dari transaksi keuangan. Bank adalah salah satu lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menghimpun dana dari masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean, perbankan Indonesia harus memiliki daya saing yang komparatif dan tidak mudah ditiru oleh para kompetitor sehingga
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Penawaran Uang Bank mempunyai fungsi sebagai lembaga perantara antara pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Bank dalam
BAB I PENDAHULUAN. antara pihak-pihak yang memiliki dana dengan pihak-pihak yang memerlukan. manajemen bank perlu memperhatikan kinerja bank.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program pembangunan. Meningkatkan kualitas hidup antara
BAB I PENDAHULUAN. pengambilan keputusan. Laporan mengenai rugi laba suatu perusahaan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prinsip semua pelaku usaha adalah mencari laba yang maksimal atau berusaha untuk meningkatkan labanya. Hal ini menyebabkan laba menjadi salah satu ukuran kinerja perusahaan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh capital adequacy ratio (CAR), bad debt ratio (BDR), return on assets (ROA),
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia modern sekarang ini, pertumbuhan dan perkembangan perekonomian suatu negara tergantung pada lembaga keuangannya. Lembaga keuangan terutama perbankan berperan
BAB I BAB I PENDAHULUAN. Dalam era modernisasi saat ini, semua perusahaan yang ingin berhasil tentunya harus
BAB I PENDAHULUAN BAB I 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era modernisasi saat ini, semua perusahaan yang ingin berhasil tentunya harus bersaing ketat dengan perusahaan lain. Dalam persaingan yang ketat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Yuliani, 2007) (Dendawijaya,2006:120).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perbankan mempunyai peranan penting dalam membangun sistem perekonomian Indonesia. Bank sebagai lembaga keuangan berfungsi sebagai intermediasi atau perantara
BAB I PENDAHULUAN. lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam suatu perekonomian. Kestabilan ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri perbankan di Indonesia telah mengalami pasang dan surut. Kestabilan lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam suatu perekonomian. Kestabilan ini tidak hanya
BAB I PENDAHULUAN. memberikan jasa bank lainnya (Martono, 2010 : 37). Tujuan fundamental bisnis
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kegiatan usaha bank sebagai lembaga intermediasi keuangan atau lembaga perantara keuangan dengan kegiatan utama adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan
PENGARUH CAR, DPK, NPL, DAN ROA TERHADAP LDR. (Studi Kasus Pada Bank LQ 45 Periode Tahun )
PENGARUH CAR, DPK, NPL, DAN ROA TERHADAP LDR. (Studi Kasus Pada Bank LQ 45 Periode Tahun 2008-2012) Nama : Sakinah Febrianty NPM : 26210334 Kelas : 3EB12 Latar Belakang Berdasarkan Laporan Perkembangan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Loan (NPL),
BAB I PENDAHULUAN. simpanan, menyalurkan dana kepada berupa pinjaman kredit, serta memberikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Peranan perbankan memiliki hubungan yang sangat erat khususnya yang berkaitan dengan masalah ekonomi financial. Sesuai dengan UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit kepada masyarakat, yang membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan sebuah lembaga intermediasi yang berfungsi sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak-pihak
BAB 1 PENDAHULUAN. Perbankan merupakan salah satu penopang yang memperkuat sistem
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan salah satu penopang yang memperkuat sistem perekonomian suatu negara, karena bank berfungsi sebagai Intermediary Institution. Intermediary
BAB I PENDAHULUAN. dalam sektor perbankan. Hal ini antara lain dipicu pengalaman negara-negara di
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Krisis yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 telah berakibat sangat berat bagi perekonomian nasional. Krisis keuangan global yang terjadi pada tahun
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Perkembangan Kesehatan Bank terhadap Return Saham pada Industri Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2011. 4.1.1. Kondisi Risk/Non Performing
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK DENGAN PT.BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. Nama : Sarah Natya
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK DENGAN PT.BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK Nama : Sarah Natya Dosen Pembimbing: Erny Pratiwi, SE, MMSI Latar Belakang Masalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Bank Semua sektor usaha baik sektor industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, jasa, perumahan, dan lainnya sangat membutuhkan bank sebagai mitra dalam mengembangkan
ABSTRAK. Henry Ocky Parsaoran,Diena Noviarini Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA), (STUDI PADA BANK UMUM GO PUBLIC YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2008-2011) Henry
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini dilakukan pada semua bank syariah dan bank konvensional yang berada di Bursa Efek Indonesia. Adapun ruang lingkup penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN. kualitas aset memburuk, tidak mampu menciptakan earning dan akhirnya modal
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan jantung perekonomian suatu negara dan saat ini menjadi salah satu lembaga keuangan yang memiliki peran penting dalam sektor perekonomian.
Analisis Kinerja PT. Bank Tabungan Negara (PERSERO), Tbk Dengan Menggunakan Metode CAMEL dan Metode RGEC
Analisis Kinerja PT. Bank Tabungan Negara (PERSERO), Tbk Dengan Menggunakan Metode CAMEL dan Metode RGEC Disusun Oleh: Nama: Rahmi Aprisa Putri NPM: 18212459 Jurusan: Manajemen Pembimbingan: Endang Setyaningsih,
BAB I PENDAHULUAN. negara. Bank sebagai salah satu lembaga keuangan adalah sebuah perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga Keuangan cukup berperan besar bagi perekonomian suatu negara. Bank sebagai salah satu lembaga keuangan adalah sebuah perusahaan dengan aktivitas yang berhubungan
BAB I PENDAHULUAN. menjadi acuan dalam perekonomian suatu negara. Menurut UU No 10 Tahun
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kondisi dunia perbankan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Bank yang pada awal kemunculannya di Indonesia sejak penjajahan Belanda
BAB I PENDAHULUAN. keemasan yang puncaknya ditandai dengan keberhasilan beberapa bank besar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang menyebabkan merosotnya nilai rupiah hingga terjadinya krisis keuangan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dengan bertambahnya jumlah bank yang berada di Indonesia, persaingan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dengan bertambahnya jumlah bank yang berada di Indonesia, persaingan untuk menarik dana dan menghimpun dana dari masyarakat juga semakin meningkat. Dana yang
