BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
|
|
|
- Sudirman Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Loan (NPL), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas (dalam penelitian ini diukur dengan ROA/Return On Asset) Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Mega Syariah periode , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1 Perkembangan tingkat rasio CAR, FDR, NPL, BOPO, dan profitabilitas pada Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Mega Syariah periode Bank Syariah Mandiri Kinerja BSM cukup baik terlihat dari peningkatan nilai ROA dari tahun mengalami peningkatan tiap tahunnya dikarenakan hingga tahun 2010 market share dan DPK BSM yang mencapai 33,31% dan 38,14% dari seluruh Perbankan Syariah di Indonesia. Penurunan yang terjadi di tahun 2010 disebabkan oleh biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan usaha agar dapat bersaing dengan bank lainnya. Pembiayaan yang meningkat dari tahun menyebabkan menurunnya rasio kecukupan modal (CAR) BSM, terutama di tahun 2010 sebesar 10,60%. Ekspansi pembiayaan yang signifikan selama tahun 2010 mencapai Rp 7,91 triliun menjadi penyebab penurunan rasio CAR. Tahun , rasio FDR yang terus menurun menunjukan kinerja manajemen dalam mengelola likuiditasnya semakin membaik. Kondisi ini terjadi karena peningkatan dana dari pihak ketiga BSM melampaui pertumbuhan pembiayaan dalam bentuk kredit yaitu sebesar 49,95%.
2 Kualitas pembiayaan BSM terus menunjukan perbaikan. Rasio Pembiayaan Bermasalah (NPL) secara gross menurun signifikan dari tahun yaitu dari 6,94% di tahun 2006 mencapai 3,52% di tahun Hal ini dikarenakan BSM kini tidak hanya terfokus pada pembiayaan sektor korporasi yang lebih rentan pada kondisi makro, melainkan pada sektor usaha atau UKM yang marginnya cukup baik. Dari sisi efisiensi, nilai BOPO BSM cenderung menurun dari tahun 2006 hingga 2009 yang dikarenakan oleh keberhasilannya merealisasikan pertumbuhan aktiva produktif. Namun di tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 1,21% dari tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dikarenakan pembangunan infrastruktur bisnis dari segi penambahan outlet dan pengembangan karyawan di BSM. Bank Muamalat Indonesia Selama periode , rasio CAR Bank Muamalat diatas 8%, meskipun ditahun 2007 mengalami penurunan yang signifikan sebesar 3,80% dari tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pembiayaan yang tinggi, terutama pada sektor jasa sebesar 43,36%. Sedangkan peningkatan di tahun 2010 yaitu 13,26% dikarenakan Bank Muamalat melakukan Right Issue di tahun tersebut. Terlihat pada kondisi FDR meningkat dari tahun dan puncak tertinggi terjadi di tahun 2008 yaitu sebesar 104,41% karena pembiayaan yang cukup tinggi pada sektor UMKM. Melihat kondisi tersebut akhirnya Bank Muamalat menurunkan pembiayaan pada sektor UMKM untuk mengurangi risiko kredit dan mendominasi dana pihak ketiga dari deposito untuk menjaga likuiditas di tahun Kondisi pembiayaan yang tinggi di tahun 2008, menyebabkan peningkatan rasio NPL dari tahun yaitu dari 2,96% tahun 2007 menjadi 4,73% di tahun Hal ini dikarenakan terlalu banyaknya pembiayaan di tahun 2008 pada sektor UMKM tanpa memperhatikan risiko kreditnya. Penurunan yang terjadi di tahun 2008 yaitu 78,94% disebabkan oleh peningkatan pendapatan yang diperoleh dari jasa sebagai mudharib dan bagi hasil dari pembiayaan. Sedangkan peningkatan di tahun 2009 disebabkan oleh beban
3 usaha yang berasal dari biaya umum dan administrasi serta Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP). Peningkatan yang disebabkan rasio NPL dan BOPO ditahun menyebabkan terjadi penurunan ROA yang cukup signifikan dari tahun 2008 ke 2009 yaitu sebesar 2,60% menjadi 0,45%. Bank Mega Syariah Rasio CAR dari tahun berfluktuasi yang cenderung meningkat. Meskipun di tahun 2009 mengalami penurunan yang disebabkan oleh ekspansi dan pembiayaan yang tinggi di tengah meningkatnya BUS di Indonesia, nilai CAR Bank Mega Syariah masih diatas 8%. Bank Mega Syariah dapat dikatakan likuid, terlihat dari rasio FDR yang cenderung menurun hingga tahun Penurunan pembiayaan yang dilakukan oleh Bank Mega Syariah bertujuan untuk mengurangi risiko kredit Secara keseluruhan selama 5 tahun, kondisi kredit bermasalah Bank Mega Syariah masih dibawah standar kesehatan bank yaitu sebesar 5%. Hal tersebut terjadi karena sedikitnya pembiayaan yang diberikan sehingga risiko kredit bermasalah pada bank jauh lebih rendah dibandingkan BSM dan Bank Muamalat. Nilai rasio BOPO yang meningkat di tahun 2008 dan 2010 yaitu sebesar 89,03% dan 88,86% disebabkan oleh peningkatan beban operasional, perluasan produk, biaya pelatihan karyawan, dan penambahan kantor cabang sehingga menyebabkan menurunnya profitabilitas Bank Mega Syariah di tahun tersebut yaitu sebesar 0,98% dan 1,90%. Selain itu disebabkan karena menurunnya pembiayaan pada tahun tersebut sehingga mengurangi pendapatan operasional Bank Mega Syariah.
4 5.2 Pengaruh tingkat rasio CAR, FDR, NPL, dan BOPO terhadap profitabilitas pada Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Mega Syariah periode D. Uji Asumsi Klasik Setelah terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik, disimpulkan bahwa penelitian dinyatakan terbebas dari asumsi klasik. E. Secara Parsial Berdasarkan uji T yang telah dilakukan untuk menjelaskan variabel profitabilitas (ROA) dari variabel independen yaitu CAR, FDR, NPL, dan BOPO, hanya terdapat dua variabel yaitu NPL dan BOPO yang berpengaruh secara signifikan terhadap ROA. Penjelasan sebagai berikut: a. Hasil uji hipotesis Capital Adequacy Ratio (CAR) secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian nilai rasio CAR terhadap ROA, dimana probabilitas > 0,05 (0,317 > 0,05) atau t tabel t hitung t tabel yaitu -2,160 < -1,040 < 2,160 maka H 0 diterima dan Ha ditolak. Hasil dari koefisien determinasi, pengaruh CAR terhadap ROA hanya sebesar sebesar 0,077 atau 7,7% artinya hubungan CAR dengan ROA sebesar 7,7% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan risiko, tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat profitabilitas ketiga Bank Umum Syariah yang diteliti. b. Hasil uji hipotesis Financing to Deposit Ratio (FDR) secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian nilai rasio FDR terhadap ROA, dimana probabilitas > 0,05 (0,428 > 0,05) atau t tabel t hitung t tabel yaitu -2,160 < 0,818 < 2,160 maka H 0 diterima dan Ha ditolak. Hasil dari koefisien
5 determinasi, pengaruh FDR terhadap ROA hanya sebesar 0,049 atau 4,9% artinya hubungan FDR dengan ROA sebesar 4,9% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa likuidnya jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank, tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat profitabilitas ketiga Bank Umum Syariah yang diteliti. c. Hasil uji hipotesis Non Performing Loan (NPL) secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan dengan arah hubungan keduanya negatif. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian nilai rasio NPL terhadap ROA, dimana probabilitas < 0,05 atau (Probabilitas 0,024 < 0,05) atau t hitung < - t tabel, yaitu - 2,552 > maka H 0 ditolak dan Ha diterima. Hasil dari koefisien determinasi, pengaruh NPL terhadap ROA sebesar 0,334 atau 33,4% artinya hubungan NPL dengan ROA sebesar 33,4% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank, memiliki pengaruh terhadap tingkat profitabilitas ketiga Bank Umum Syariah yang diteliti. Semakin tinggi rasio ini maka semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar dan menurunkan tingkat profitabilitas bank. d. Hasil uji hipotesis Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan dengan arah hubungan keduanya negatif. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian nilai rasio BOPO terhadap ROA, dimana probabilitas < 0,05 (0,01< 0,05) atau t hitung < - t tabel, yaitu 4,353 < - 1,771 maka H 0 ditolak dan Ha diterima. Hasil dari koefisien determinasi, pengaruh BOPO terhadap ROA sebesar 0,593 atau 59,3% artinya hubungan BOPO dengan ROA sebesar 59,3% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan bank untuk mengukur
6 tingkat efesiensi dalam melakukan kegiatan operasinya, memiliki pengaruh terhadap tingkat profitabilitas ketiga Bank Umum Syariah yang diteliti. Semakin tinggi rasio ini maka semakin tidak efisien bank dalam mengelola biayanya sehingga mampu menurunkan tingkat profitabilitas bank tersebut. F. Secara Simultan Hasil uji hipotesis secara bersama-sama (simultan) Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Loan (NPL), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas (dalam penelitian ini diukur dengan ROA/Return On Asset) menunjukan H 0 ditolak. Hal ini dapat dilihat dari F hitung F tabel yaitu 10,856 > 3,478 atau nilai sig. kurang dari 0,05, yaitu 0,005 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Loan (NPL), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas sebesar 81,3%, sedangkan sisanya 18,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi permodalan, likuiditas, pengelolaa kredit dan biaya akan menentukan kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. 5.3 Saran Setelah mengamati dan menganalisa hasil penelitian, penulis melihat terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan masukan kepada pihak yang berkepentingan antara lain: 1. Pihak Perbankan a. Untuk meningkatkan dan menjaga profitabilitas di tahun mendatang, diharapkan ketiga Bank Umum Syariah tersebut mampu menjaga rasio CAR dengan standar baru yang ditetapkan Bank Indonesia di tahun 2012 yaitu sebesar 10%. Mengelola pembiayaan berupa kredit untuk
7 menjaga likuiditas sehingga Rasio Kredit Bermasalah (NPL) tidak melebihi 5% dan disisi lain mampu meningkatkan profitabilitas bank yang diperoleh dari pendapatan operasionalnya. b. Untuk mengefektifkan kegiatan pemasarannya karena dilihat dari biaya operasional yang telah dikeluarkan cukup besar sehingga diharapkan mampu meningkatkan market share pada masing-masing bank untuk menciptakan daya saing yang positif antar Bank Umum Syariah. c. Melakukan pelatihan dan pengembangan pada Sumber Daya Manusia agar mampu meningkatkan kinerja Bank Umum Syariah menjadi lebih optimal. d. Melakukan pendanaan dengan go public dan terdaftar di BEI namun tetap mengikuti syariat islam, dimana bertujuan untuk pengembangan dan ekspansi bank agar lebih mudah dikenal dan dijangkau masyarakat. 2. Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang akan meneliti lebih dalam mengenai perbankan syariah, penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut: a. Sebaiknya judul penelitian bisa lebih dikembangkan lagi, misalnya dengan menggunakan semua aspek dari CAMEL (Capital, Asset, Management, Earning, dan Liquidity), serta akan lebih baik lagi menggunakan peraturan Bank Indonesia yang baru yaitu dengan mempertimbangkan aspek Sensitivity to Market Risk. Dapat pula dengan menambahkan faktor ekonomi seperti inflasi dan nilai tukar dalam memprediksi Return On Asset bank tersebut. b. Jumlah bank yang dijadikan sampel penelitian dapat lebih banyak lagi, melihat dari jumlah Bank Umum Syariah di Indonesia yang meningkat dan kelengkapan data di tahun mendatang dapat terpenuhi. Karena semakin banyak variabel, data dan jangka waktu penelitian akan memberikan hasil penelitian yang lebih maksimal.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai analisis Kesehatan Bank terhadap Harga Saham pada Perbankan BUMN Go Public periode tahun 2007-2011,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Krisis moneter pada tahun 1998 yang terjadi di indonesia memberikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Krisis moneter pada tahun 1998 yang terjadi di indonesia memberikan dampak bagi perekonomian di indonesia terutama pada struktur perbankan. Hal ini menyebabkan krisis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bank sebagai lembaga keuangan adalah bagian dari faktor
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank sebagai lembaga keuangan adalah bagian dari faktor penggerak kegiatan perekonomian. Kegiatan kegiatan lembaga sebagai penyedia dan penyalur dana akan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan bank syariah di Indonesia menunjukan arah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan bank syariah di Indonesia menunjukan arah peningkatan, menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kini sudah ada 12 Bank Umum Syariah (BUS),
BAB I PENDAHULUAN. perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan sebuah lembaga intermediasi yang berfungsi sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak-pihak
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Mengacu pada latar belakang dan rumusan masalah yang telah dirumuskan pada bab satu juga berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab empat dan dengan
BAB I PENDAHULUAN. (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki dana (surplus unit)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki dana (surplus unit) dengan pihak-pihak
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak
BAB III METODE PENELITIAN. Sampel bank umum syariah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Sampel Penelitian Sampel bank umum syariah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan bank konvensional yang
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh capital adequacy ratio (CAR), bad debt ratio (BDR), return on assets (ROA),
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Keuangan Bank Syariah membutuhkan kajian teori sebagai berikut :
13 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori Penelitian tentang Pengaruh Rasio Kesehatan Bank Terhadap Kinerja Keuangan Bank Syariah membutuhkan kajian teori sebagai berikut : 2.1.1 Pengertian Perbankan
BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan
BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dlakukan mengenai Ukuran Perusahaan (Lnsize), Kecukupan modal (CAR), Kualitas Aktiva Produktif (PPPAP) dan Likuiditas (FDR)
BAB I PENDAHULUAN. intermediasi (financial intermediary) yaitu lembaga keuangan yang berfungsi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bank dalam menjalankan aktivitasnya berfungsi sebagai lembaga intermediasi (financial intermediary) yaitu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara
BAB I PENDAHULUAN. memiliki peranan penting. Menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri perbankan sangat penting peranannya dalam perekonomian suatu negara, tidak terkecuali di Indonesia. Dalam industri perbankan sendiri, bank memiliki peranan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR),
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Rasio permodalan diukur dengan membandingkan antara rasio Modal
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Capital (Modal) permodalan diukur dengan membandingkan antara rasio Modal terhadap Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR). Sehingga dengan rumus yang ada maka CAR (Capital
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. dengan menggunakan pendekatan CAMELS pada data penelitian yang digunakan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan analisis kinerja keuangan BPR Konvensional di Jawa dan Sumatera dengan menggunakan pendekatan CAMELS pada data penelitian yang digunakan antara tahun 2007
BAB I PENDAHULUAN. dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding (Kasmir, 2008:
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Aktivitas perbankan yang pertama
BAB 5 PENUTUP. normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas,
BAB 5 PENUTUP 5.1 Simpulan Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi
BAB IV ANALISIS DATA
BAB IV ANALISIS DATA A. Rasio CAMELS Pada Bank Syariah Mandiri 1. Capital Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, nilai rasio CAR (Capital Adequacy Rasio) Bank Syariah Mnadiri tahun 2011 sebesar 14,57%,
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat di ambil simpulan sebagai berikut: 1. Perkembangan Capital Adequacy
BAB I PENDAHULUAN. pengambilan keputusan. Laporan mengenai rugi laba suatu perusahaan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prinsip semua pelaku usaha adalah mencari laba yang maksimal atau berusaha untuk meningkatkan labanya. Hal ini menyebabkan laba menjadi salah satu ukuran kinerja perusahaan
BAB VI KESIMPULAN & SARAN
BAB VI KESIMPULAN & SARAN 6.1 Kesimpulan Penelitian ini meneliti, apakah Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO, Net Interest Margin (NIM) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) mampu mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk
BAB 1 PENDAHULUAN. bunga yang sangat tinggi. Hingga saat ini, sistem pengkreditan bank sudah merata
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak jaman penjajahan Belanda, sistem pengkreditan rakyat sudah diterapakan pada masa itu dengan mendirikan Bank Kredit Rakyat (BKR) yang membantu para petani, pegawai,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan perbankan adalah salah satu industri yang ikut berperan serta dalam pasar modal, disamping industri lainnya seperti industri manufaktur, pertanian, pertambangan,
BAB I PENDAHULUAN. keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki dana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki dana (surplus unit) dengan pihak-pihak
BAB I PENDAHULUAN. fungsinya sebagai lembaga intermediasi, penyelenggara transaksi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan memiliki peranan yang sangat strategis dalam menunjang berjalannya roda perekonomian dan pembangunan nasional mengingat fungsinya sebagai lembaga
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan dan telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing
BAB I PENDAHULUAN. pembengkakan nilai dan pembayaran hutang luar negeri, melonjaknya non performing
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, peranan perbankan sebagai fungsi intermediary yaitu menghimpun dan menyalurkan kembali dana dirasakan semakin
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencangkup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perbankan syariah merupakan institusi yang memberikan pelayanan jasa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan syariah merupakan institusi yang memberikan pelayanan jasa berdasarkan prinsip syariah yang sesuai dengan prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan
diteliti yaitu Bank BNI Syariah. Selanjutnya akan dibahas mengenai Sumber Data yaitu
BAB HI METODE PENELITIAN Pendahuluan Bab ini merupakan bab yang berisi mengenai Metode Penelitian yang digunakan untuk melakukan analisis di bab selanjutnya. Bab ini berisi tentang obyek yang akan diteliti
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dan Financing to Deposit Ratio terhadap Return On Assets pada Sektor Bank Umum
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dari penelitian pengaruh Non Performing Financing, Dana Pihak Ketiga, dan Financing to Deposit Ratio terhadap Return On Assets pada Sektor Bank Umum Syariah BUMN
BAB III METODE PENELITIAN. (2010:27) metode kuantitatif sesuai dengan namanya banyak dituntut
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Merujuk pada rumusan masalah, maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Menurut Arikunto
II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dan Peran Bank
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian dan Peran Bank Bank secara sederhana dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Perbankan Syariah Bank Umum Syariah adalah bank syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Menurut Undang-Undang No. 21 Tahun
AGUS MAULANA
ANALISIS PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR), DAN BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN PERIODE 2013 Oleh AGUS
BAB 1 PENDAHULUAN. nilai-nilai normatif dan rambu-rambu Ilahi (Antonio, 2001).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem ekonomi syariah atau biasa disebut dengan Ekonomi Islam, semakin popular bukan hanya di negara-negara Islam tapi bahkan juga di negaranegara barat. Banyak
BAB I PENDAHULUAN. keemasan yang puncaknya ditandai dengan keberhasilan beberapa bank besar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang menyebabkan merosotnya nilai rupiah hingga terjadinya krisis keuangan
BAB V PENUTUP. independen yang berupa Return On Asset (ROA), BOPO, Financing to Deposit Ratio
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan mengenai pengaruh variabel independen yang berupa Return On Asset (ROA), BOPO, Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing
BAB I PENDAHULUAN. besar atau paling tidak sama dengan return (imbalan) yang dikehendaki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal didefinisikan sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli berbagai instrumen atau sekuritas jangka panjang (Gunawan, 2012). Kehadiran pasar modal ini merupakan
BAB I PENDAHULUAN. ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentukbentuk lainnya
BAB I PENDAHULUAN. akuntansi. Pengukuran ini perlu diketahui pihak yang berkepentingan untuk
18 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Masalah nilai dan pengukuran sudah lama menjadi isu ekonomi khususnya akuntansi. Pengukuran ini perlu diketahui pihak yang berkepentingan untuk mengetahui
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan di dunia perbankan yang sangat pesat serta tingkat kompleksitas yang tinggi dapat berpengaruh terhadap performa suatu bank. Kompleksitas usaha perbankan
BAB I PENDAHULUAN. dengan perusahaan yang menjual produk yang berbentuk jasa. Perbankan. dana, disamping menyediakan jasa-jasa keuangan lainnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki karakteristik tersendiri dan dalam pengelolaannya disesuaikan dengan karakteristik tersebut. Salah satu karakteristik yang sangat
DAFTAR GRAFIK DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR ISI ABSTRAK...i ABSTRACT...ii KATA PENGANTAR...iii DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL...xi DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR GRAFIK... xiv DAFTAR LAMPIRAN...xv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian...
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penulisan skripsi ini penulis mengadakan penelitian dan pengambilan data dari laporan triwulan yang telah dipublikasikan Bank Umum
Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Pada PT. Bank Mandiri, Tbk Periode Disusun oleh : Nama : Las Rohana Jurusan : Akuntansi
Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Pada PT. Bank Mandiri, Tbk Periode 2009-2014 Disusun oleh : Nama : Las Rohana Jurusan : Akuntansi Pendahuluan Bank memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berpengaruh pada seluruh aspek di dalamnya. Dapat dikatakan bahwa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Bank Dalam suatu negara, peranan bank sangat mempengaruhi keadaan di dalam negara tersebut, khususnya dalam segi perekonomian yang dapat berpengaruh pada
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. pertama kali yang berdiri di Indonesia yaitu Bank Muamalat dapat membuktikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada tahun 1997, Indonesia mengalami krisis moneter yang mampu merubah perekonomian menjadi sangat terpuruk. Hal ini berakibat kepada perusahaanperusahaan yang ada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean, perbankan Indonesia harus memiliki daya saing yang komparatif dan tidak mudah ditiru oleh para kompetitor sehingga
BAB I PENDAHULUAN. dalam kegiatan ekonomi. Karena perbankan mempunyai fungsi utama sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perbankan merupakan salah satu sarana yang mempunyai peranan strategis dalam kegiatan ekonomi. Karena perbankan mempunyai fungsi utama sebagai lembaga perantara (financial
III. METODE PENELITIAN. Indonesia ada dua macam yaitu bank konvensional dan bank syariah.
31 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran, dan yang tidak kalah pentingnya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Analisis deskriptif penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran masingmasing
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Hasil Penelitian Deskriptif Analisis deskriptif penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran masingmasing variabel yang diteliti. Hal ini
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai financial intermediary atau lembaga perantara antara pihak yang kelebihan dana (surplus) dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sejak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang menyebabkan merosotnya nilai rupiah hingga terjadinya krisis keuangan
BAB I PENDAHULUAN. Krisis ekonomi tahun 1997 yang kemudian berkembang menjadi krisis multi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Krisis ekonomi tahun 1997 yang kemudian berkembang menjadi krisis multi dimensi membawa dampak kehancuran usaha perbankan di Indonesia. Hal ini meninggalkan kredit
BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan bank yang berupa penghimpunan dan penyaluran dana dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam perekonomian di Indonesia. Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun
BAB I PENDAHULUAN. Bisnis perbankan di Indonesia era tahun 60-an dan 70-an merupakan bisnis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bisnis perbankan di Indonesia era tahun 60-an dan 70-an merupakan bisnis yang belum begitu terkenal, di mana bank tidak perlu mencari nasabah tetapi sebaliknya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Yuliani, 2007) (Dendawijaya,2006:120).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perbankan mempunyai peranan penting dalam membangun sistem perekonomian Indonesia. Bank sebagai lembaga keuangan berfungsi sebagai intermediasi atau perantara
BAB 1 PENDAHULUAN. termasuk Indonesia. Sektor perbankan berfungsi sebagai perantara keuangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan dalam perekonomian suatu negara memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting. Perbankan merupakan salah satu sub sistem keuangan yang paling penting
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. periode tertentu. Namun bila hanya melihat laporan keuangan, belum bisa
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Rasio Keuangan Laporan keuangan merupakan cerminan dari kinerja perusahaan pada satu periode tertentu. Namun bila hanya melihat laporan keuangan, belum
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sektor perbankan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sektor perbankan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi dalam sebuah negara. Bank memegang peranan penting dalam menyeimbangkan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Taswan (2006:4), bank adalah lembaga keuangan atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Taswan (2006:4), bank adalah lembaga keuangan atau perusahaan yang aktivitasnya menghimpun dana berupa giro, deposito, tabungan dan simpanan lainnya dari pihak
ANALISIS KINERJA BANK SYARIAH DI INDONESIA (Studi Empiris Bank Umum Syariah)
ANALISIS KINERJA BANK SYARIAH DI INDONESIA (Studi Empiris Bank Umum Syariah) S K R I P S I Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen pada Fakultas
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian... 1 1.2 Identifikasi Masalah...
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Perkembangan Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Bank Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 pengertian
I. PENDAHULUAN. Bank merupakan lembaga keuangan terpenting dan sangat. bank bagi perkembangan dunia usaha juga dinilai cukup signifikan, dimana bank
I. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Bank merupakan lembaga keuangan terpenting dan sangat mempengaruhi perekonomian baik secara mikro maupun secara makro. Peran bank bagi perkembangan dunia usaha juga dinilai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saham merupakan sertifikat yang menunjukan bukti kepemilikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saham merupakan sertifikat yang menunjukan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan. Harga saham
Pengaruh Efisiensi Operasi, Kualitas Aktiva, Permodalan Dan Likuiditas Terhadap Profitabilitas Pada Bank Bumd Tahun
Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Thesis of Accounting http://repository.ekuitas.ac.id Banking Accounting 2015-12-10 Pengaruh Efisiensi Operasi, Kualitas Aktiva, Permodalan Dan Likuiditas
BAB I PENDAHULUAN. antara pihak-pihak yang memiliki dana dengan pihak-pihak yang memerlukan. manajemen bank perlu memperhatikan kinerja bank.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program pembangunan. Meningkatkan kualitas hidup antara
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di babbab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR),
