BAB III METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Teguh Atmadja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Ressearch) model Hopkins (1993). Metode ini dipilih atas pertimbangan bahwa: (1) kapasitas peneliti sebagai calon guru sehingga dapat menjadi pengalaman untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas setelah lulus, (2) analisis masalah dan tujuan penelitian yang menuntut sejumlah informasi dan tindak lanjut berdasarkan prinsip siklus, dan (3) menuntut kajian dan tindakan secara reflektif, kolaboratif dan partisipatif berdasarkan situasi alamiah yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran. Tujuan dari penelitian tindakan kelas yaitu untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas tersebut sehingga adanya peningkatan hasil belajar dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Untuk mewujudkan peningkatan hasil belajar tersebut, penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui proses berdaur, yaitu empat tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Perencanaan Pelaksanaan Tindakan Observasi Refleksi Gambar 3.1. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas 25
2 Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. B. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Cilaku Cianjur dan subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas 1 TGB 1 yang mengikuti mata pelajaran menggambar konstruksi langit-langit Tahun Ajaran 2012/2013 yaitu berjumlah 39 siswa yang terdiri dari 36 orang laki-laki dan 3 siswa perempuan. C. Prosedur Penelitian Prosedur yang ditempuh oleh peneliti dalam melakukan penelitian tindakan kelas ini yaitu terdiri dari pendahuluan (penelitian awal), siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga. Secara garis besar dapat digambarkan pada skema di bawah ini. Pendahuluan (Penelitian Awal) Perencanaan Siklus 1 Refleksi Tindakan/ Observasi Perbaikan Rencana Siklus 2 Refleksi Tindakan/ Observasi Perbaikan Rencana Penerapan Model Contextual Teaching Refleksi And Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Hasil Siklus 3 : Penelitian Tindakan Kelas di SMK Tindakan/ Negeri 1 Cilaku Kelas 1 TGB 1 Tahun Ajaran 2011/2012 Dan seterusnya Observasi Gambar 3.2 Skema penelitian tindakan kelas 26
3 1. Pendahuluan (Penelitian awal) Pada tahap ini dilakukan wawancara dengan guru menggambar konstruksi langit-langit untuk memperoleh informasi tentang kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menggambar konstruksi langit-langit dan untuk memperoleh gambaran pembelajaran menggambar konstruksi langit-langit yang selama ini dilaksanakan oleh guru. Serta observasi evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran menggambar konstruksi langit-langit. 2. Siklus pertama a. Perencanaan (Planning) Tahap perencanaan siklus pertama ini merupakan langkah persiapan yang dilakukan secara kolaboratif bersama guru dalam: 1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran menggambar konstruksi langitlangit berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang berorientasi pada model CTL. 2) Merencanakan dan menyusun tindakan yang akan dilakukan. 3) Mempersiapkan lembar observasi siswa untuk melihat 27
4 proses belajar siswa. 4) Mempersiapkan lembar observasi aktivitas guru dalam pembelajaran di kelas. 5) Mempersiapkan alat evaluasi yang akan digunakan tiap siklusnya dan menetapkan kriteria keberhasilan KKM sebesar 71. b. Pelaksanaan (Acting) Pelaksanaan siklus pertama merupakan realisasi dari rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat dan disepakati oleh peneliti dan guru. Pelaksanaan siklus pertama ini terdiri dari dua kegiatan yaitu: 1) kegiatan di luar kelas dan 2) kegiatan di kelas. Kegiatan di luar kelas bertujuan agar setiap kelompok mencari dan menemukan materi pembelajaran yang berhubungan dengan material dan model konstruksi langit-langit. Kegiatan di kelas merupakan kegiatan diskusi, presentasi, evaluasi dan refleksi. Tahap ini guru bertindak sebagai fasilitator, evaluator dan membantu siswa merefleksikan aktivitas pembelajaran yang sudah berlangsung. Tugas peneliti yaitu mengamati aktivitas guru dan siswa serta mengisi lembar observasi yang telah disediakan. c. Observasi Melakukan kegiatan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, pengaruh tindakan, kendala tindakan, serta permasalahan yang timbul selama 28
5 penerapan model CTL. Hasil pengamatan ini dapat dijadikan acuan apakah ada hal-hal yang harus segera diperbaiki agar tujuan tindakan tercapai. d. Refleksi Refleksi merupakan kegiatan melihat atau merenungkan kembali terhadap apa yang telah dilakukan dan apa pengaruhnya bagi proses belajar siswa. Mengkaji hasil observasi dengan analisis kualitatif. Kegiatan refleksi ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti, guru dan siswa. e. Perbaikan rencana Perbaikan rencana merupakan tahap konsultasi antara peneliti dengan guru mata pelajaran langit-langit. Tahap ini bertujuan untuk mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran pada siklus pertama, menemukan solusi penyelesaian terhadap kendala yang ditemukan supaya bisa dilakukan perbaikan pada siklus kedua. 3. Siklus Kedua Perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi dan evaluasi siklus kedua merupakan hasil perbaikan dari siklus pertama, namun perbedaannya pada kompetensi dasar yang ingin dicapai. Kompetensi dasar pada siklus kedua ini 29
6 adalah menggambar pola konstruksi langit-langit, jadi kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas. 4. Siklus Ketiga Pelaksanaan siklus ketiga merupakan hasil perbaikan dari siklus kedua dan merupakan kegiatan akhir penelitian tindakan kelas ini. D. Instrument Penelitian Instrument yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (2) tes dan (3) lembar observasi. 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dibuat per siklus yang memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pokok, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber dan alat peraga, serta evaluasi. 2. Tes Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes evaluasi. Tes evaluasi dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Tes evaluasi berupa tes menggambar dan mendeskripsikan bagian-bagian konstruksi langit-langit. Tes evaluasi 30
7 bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dan sebagai bahan refleksi pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus selanjutnya. 3. Lembar Observasi Lembar observasi yaitu berupa daftar isian yang diisi oleh observer selama proses pembelajaran menggambar konstruksi langit-langit dengan metode CTL yang berlangsung di kelas. Lembar observasi ini terdiri dari dua bagian, yaitu: (1) lembar observasi kegiatan guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan (2) lembar observasi aktivitas siswa. Lembar observasi kegiatan guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar digunakan untuk mengamati kesesuaian terhadap rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru terhadap pelaksanaannya. Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama proses belajar mengajar. E. Data dan Teknik Pengumpulan Data 1. Data Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan siswa yang mengikuti mata pelajaran menggambar konstruksi langit-langitdi kelas 1 TGB 1. Jenis 31
8 data yang akan diperoleh dari penelitian ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif, terdiri dari: a) Pemahaman belajar. b) Rencana pembelajaran. c) Data hasil observasi terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. d) Dokumentasi 2. Cara pengambilan data a) Data hasil belajar diambil dengan memberikan tes evaluasi dan penggumpulan tugas gambar. b) Data tentang situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakan tindakan diambil dengan menggunakan lembar observasi. c) Data tentang keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan diperoleh dari rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar observasi. F. Analisis Data 32
9 Analisis data yang digunakan untuk mengolah data dalam penelitian ini antara lain adalah kuantitatif dan kualitatif. Data-data yang diperoleh melalui kegiatan observasi aktivitas peserta didik dan guru, serta pengumpulan dan penyusunan hasil tes peserta didik dalam kegiatan pembelajaran menggambar konstruksi langit-langit yang menuntut peningkatan hasil belajar. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik presentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam pembelajaran. Data yang diperoleh melalui instrument yang telah dikumpulkan sebelumnya diolah menjadi dua jenis yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. 1. Kuantitatif Data kuantitatif berasal dari tes formatif yang dilakukan pada akhir siklus (post tes). Hal ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan dan hasil belajar dalam pembelajaran. Setelah data kuantitatif diperoleh, selanjutnya dilakukan analisis sebagai berikut: a. Perhitungan nilai rata-rata kelas diperoleh dengan rumus: X= N n N = total nilai yang diperoleh peserta didik n = jumlah peserta didik 33
10 X = nilai rata-rata kelas b. Penentuan persentase tingkat keberhasilan belajar peserta didik berdasarkan nilai yang diperoleh dicari dengan menggunakan rumus: Peserta didik tuntas (memenuhi KKM) x 100% Presentase Data hasil tes hasil menggambar belajar = konstruksi langit-langit peserta didik selanjutnya dianalisis apakah mengalami peningkatan dari seluruh setiap peserta siklus. Selain didik itu, dari data dapat dianalisis ketuntasan belajar peserta didik dari siklus awal ke siklus berikutnya. Apabila telah memenuhi KKM sebesar 75 maka pembelajaran bisa dikatakan berhasil. 2. Kualitatif Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang menunjukkan proses interaksi yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh melalui lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi kegiatan guru untuk mengetahui proses pembelajaran menggambar konstruksi langit-langit menggunakan metode CTL. Pada lembar observasi siswa dan guru, dibuat tingkat penilaian dengan skala satu sampai lima, dimana setiap skala yang diperoleh kemudian dikali dengan 20 sehingga jumlah nilai yang diperoleh dari setiap aspek yaitu 100. Tingkat skala dan interval yang digunakan peneliti, seperti yang dijelaskan pada tabel di bawah ini. 34
11 Rating scale Interval Keterangan (x 20) 5 85 Sangat Baik (A) Baik (B) Cukup (C) Kurang (D) 1 69 Sangat Kurang (E) Tabel 3.1. Tingkat skala lembar observasi siswa dan guru Persentase rata-rata kegiatan guru dan aktivitas siswa terhadap kegiatan belajar mengajar akan dihitung dengan menggunakan rumus: N X= x 100% A Keterangan: X = Persentase kegiatan guru/siswa yang dilakukan (%) N = Jumlah nilai rating yang diperoleh A = Jumlah aspek yang diamati 35
BAB III METODE PENELITIAN. Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan
22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 3 Panjang Utara Bandar Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan September
BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Sukoyoso
16 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat dan Waktu Tempat penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Sukoyoso Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Waktu penelitian dilaksanakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 9 Metro Barat. Penelitian dilaksanakan di kelas IVA semester ganjil Tahun. pelaksanaan sampai dengan tahap penyimpulan.
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan peneliti secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SDN 9
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas 5 SDN Karanggondang 01, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang pada semester 2 Tahun Pelajaran
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Rejondani Prambanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) penelitian tindakan kelas ini bertujuan
B. Disain Penelitian Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Taggart (dalam Wiriaatmadja: 2008)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan oleh peneliti secara
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian terdiri atas lebih dari satu siklus, tergantung
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri secara kolaboratif dan
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 1. Tempat Penelitian A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Tindakan Kelas ini telah dilaksanakan di SD Negeri 1 Kebonrejo, Desa Kebonrejo, Kecamatan. Banjarejo Kabupaten.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Ngurensiti 02 Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati pada semester I Tahun 2011/2012. Subyek
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini, hal ini berdasarkan pada latar belakang masalah dan rumusan masalah yang
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Situraja yang terletak di Jalan. Kaum No. 14 Situraja Kabupaten Sumedang. Sekolah ini memiliki 27 ruangan kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas IV. Adapun metode penelitian yang digunakan
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan bentuk pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran problem
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpukan data-data dan dianalisis untuk menyelesaikan suatu masalah. (Kunandar,
21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Bodgan dan Taylor metodologi adalah proses, prinsif dan prosedur yang kita gunakan untuk mendekati problem dan mencari jawaban sedangkan Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang difokuskan pada situasi kelas. Metode ini dipilih berdasarkan atas pertimbangan bahwa (1)
BAB III METODE PENELITIAN. kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN
22 BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yang dilakukan dalam upaya memperbaiki pembelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian tentang penerapan metode eksperimen menggunakan metode penelitian tindakan. Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif
BAB I PENDAHULUAN. Menengah Kejuruan (SMK). Posisi SMK menurut UU Sistem Pendidikan. SMK yang berkarakter, terampil, dan cerdas.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di Indonesia dapat ditempuh melalui tiga jalur, yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal. Salah satu satuan pendidikan
BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian tindakan kelas
BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Menurut Suyanto (1997) penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah guru dan murid kelas V SDN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah guru dan murid kelas V SDN 134 Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru tahun ajaran 2012-2013 dengan jumlah
BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. yang dalam istilah Bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR),
BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam istilah Bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR),
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Classroom Action Research atau yang
37 III. METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan Classroom Action Research atau yang lebih familiar disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Agung (2012: 63) menyatakan bahwa
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe snowball throwing merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang difokuskan pada
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode dan rancangan penelitian tindakan yang
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode dan rancangan penelitian tindakan yang difokuskan pada situasi kelas, atau lazimnya dikenal dengan classroom
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58)
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58) mengemukakan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. kelas atau yang lazim dikenal dengan classroom action research. Wardani (2007: 1.4)
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang difokuskan pada situasi kelas atau yang lazim dikenal dengan classroom action research. Wardani
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dimaksudkan sebagai kajian, refleksi diri, dan tindakan terhadap proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognisi siswa kelas III
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Kunandar (2010 : 45) PTK dapat didefinisikan sebagai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan dikonversi ke dalam data kualitatif. Hal ini ditujukan untuk mendeskripsikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tindakan kelas ini dibagi menjadi 2 siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 4 komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dalam
BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV tahun pelajaran
BAB III METODE PEELITIA A. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV tahun pelajaran 2013-2014 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang, terdiri dari 12 orang
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya
31 BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan penulis adalah berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Proses PTK merupakan proses siklus yang dimulai dari menyusun
24 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan PTK. Penelitian ini bersifat kualitatif karena berupaya menghasilkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metoda Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Menurut Hopkins (Komalasari, 2010: 270) penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. kata-kata atau pernyataan-pernyataan (yang diperoleh melalui wawancara,
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu kualitatif deskriptif. Akbar (2009:13)
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dimaksudkan sebagai suatu kajian, refleksi diri, serta tindakan terhadap proses pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa
Kemmis & Mc. Taggart (Basrowi, 2008: 26) memandang PTK sebagai
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian ini dapat
BAB III METODE PENELITIAN. memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga aktifitas dan hasil belajar
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya
III. METODE PENELITIAN. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI IPA1 SMA PGRI 1
19 III. METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI IPA1 SMA PGRI 1 Tumijajar semester ganjil pada pokok bahasan Impuls dan Momentum tahun pelajaran
Firman P., I Made Tangkas, dan Ratman. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako
Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Pengelompokan Makhluk Hidup Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas III SDN 2 Salakan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dengan menggunakan teknik dan alat tertentu. Metode penelitian adalah suatu cara untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus dan masing-masing
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu tahap perencanaan (planning), tahap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan di SD Negeri Kumesu 01 Reban Batang Semester II tahun pelajaran
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas atau
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Hopkins dalam Kunandar (2010: 46), menyebutkan bahwa PTK adalah sebuah bentuk kegiatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas tentang metode penelitian, pendekatan penelitian, desain penelitian, lokasi penelitian, waktu penelitian, subjek penelitian, prosedur penelitian, analisis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah PTK kolaborasi.yaitu penerapan penelitian tindakan di dalam dunia pendidikan yang dilakukan oleh seorang peneliti
BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian tindakan ( classroom action research) yang bersifat
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan ( action research) merupakan penelitian pada upaya pemecahan masalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pembelajaran yang dilakukan dikelas. PTK berfokus pada kelas atau pada. Sesuai dengan metode penelitian tindakan kelas,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu penelitian tindakan (Action Research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Tindakan Kelas Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bersifat reflektif dan kolaboratif. Prosedur
III. METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 RSBI SMPN 1 Bandar
28 III. METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 RSBI SMPN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011. Jumlah siswa adalah 24 siswa yang terdiri dari 9 siswa
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Menurut Kasbolah (1998) Penelitian tindakan (action research) merupakan
BAB III METODELOGI PENELITIAN Menurut Kasbolah (1998) Penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya pemecahan masalah atau perbaikan yang dirancang menggunakan metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang memiliki peranan yang sangat penting
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Subjek Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Salatiga 03. Alamat Jalan Margosari No. 03 salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga,
BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V Sekolah
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 009 Simpang Kubu tahun pelajaran 2015-2016 dengan jumlah
BAB III METODE PENELITIAN. (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan model Penelitian Tindakan Kelas,
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengadakan persiapan penelitian sebagai berikut: 1. Melakukan observasi awal untuk mengidentifikasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian Metode adalah cara yang teratur dan terorganisir dengan baik yang hendak ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Metode penelitian merupakan cara yang ditempuh
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan
22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas. Dalam penelitian ini penelitian difokuskan pada situasi kelas, di
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini penelitian difokuskan pada situasi kelas,
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya pemecahan masalah atau perbaikan yang dirancang menggunakan metode penelitian tindakan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. kelas (PTK) sebenarnya diawali dari istilah action research atau penelitian
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Jenis Penelitian Munculnya istilah classroom action research atau penelitian tindakan kelas (PTK) sebenarnya diawali dari istilah action research atau penelitian tindakan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Subjek Penelitian. 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian dilakukan di SD Negeri 1 Terkesi Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan tepatnya di ruang kelas I. Alasannya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penilitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) Suharsimi Arikunto (2012: 3) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom Action
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian 1. Subyek Penelitian Subyek yang akan diteliti pada penelitian ini adalah siswa Kelas IV semester Genap MI Baiturrahim Kecamatan Tembalang Kota Semarang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian diantaranya model Kemmis dan Mc. Taggart, model Kurt Lewin, model Ebbut, model Elliot, dan model Hopkins. Penelitian ini dimaksudkan sebagai kajian dan tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode Penelitian Penggunaan metode penelitian ini termasuk kedalam kelompok Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan gabungan antara data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini digunakan metode penelitian tindakan kelas ( Classroom
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penelitian ini digunakan metode penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Research ) dengan penekanan terhadap proses pembelajaran Matematika di
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini telah dilaksanakan di SD Negeri Soropadan No. 108, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. 2. Waktu
