USULAN ARCHITECTURE BARU DAN EA MANAGEMENT PLAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "USULAN ARCHITECTURE BARU DAN EA MANAGEMENT PLAN"

Transkripsi

1 BAB 4 USULAN ARCHITECTURE BARU DAN EA MANAGEMENT PLAN 4.1 Future Architecture Berikut ini adalah usulan arsitektur baru berdasarkan kesimpulan kesimpulan yang didapatkan pada dokumentasi current architecture Strategic Goals and Initiatives Pada komponen EA ini akan dijelaskan pengembangan dari strategi sebelumnya untuk mencapai tujuan strategis AstraWorld. Strategic Plan (S-1) Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan, strategi perusahaan yang ada saat ini masih cukup baik dalam mendukung visi dan misi dari perusahaan di masa 3 tahun mendatang sehingga masih belum membutuhkan perubahan strategi yang saat ini digunakan oleh perusahaan. SWOT Analysis (S-2) Analisis SWOT dilakukan dengan membandingkan faktor internal berupa kekuatan maupun kelemahan perusahaan serta faktor external berupa ancaman dan peluang yang dimiliki oleh perusahaan. Berikut ini merupakan analisis SWOT dari AstraWorld. Faktor Internal Tabel 4.1 Analisis SWOT Pada AstraWorld Faktor Eksternal Kekuatan (Strength) Peluang (Oppurtinity) 97

2 98 Jumlah Pelanggan, Proses Bisnis yang sudah ada, Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang baik, Layanan 24 Jam, Kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia, Kelemahan (weakness) Jumlah Personil, Prosedure pengolahan data yang tidak efektif. Kapasitas access PABX yang terbatas. Sulitnya pencarian informasi produk dengan sistem yang adaoleh callcenter. Tidak adanya departemen IT Pemanfaatan teknologi baru, Kerjasama dengan Affco dari Astra, Dukungan Infrastruktur dan sistem dari Astra, Pembiayaan dari Astra. Ancaman (Threat) Kebocoran data, Pengaduan pelanggan ke pihak lain, Kerusakan Sistem dan Infrastruktur Pelanggan sulit mengangkat telepon dari nomor asing Faktor Eksternal Peluang Tabel 4.2 Perhitungan EFAS Pada AstraWorld Bobot Rating Bobot x Rating Pemanfaatan teknologi baru, Kerjasama dengan Affco dari Astra, Dukungan Infrastruktur dan sistem dari Astra,

3 99 Pembiayaan dari Astra Total Peluang Ancaman Kebocoran data ke pihak luar Pengaduan pelanggan ke pihak lain, Kerusakan Sistem dan Infrastruktur Pelanggan tidak mau mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal Total Ancaman Total EFAS Perhitungan EFAS : Peluang : 2.03 Ancaman : 0.67 Titik x (Internal) = Peluang Ancaman Titik X = Titik X= 1.36 Faktor Internal Kekuatan Tabel 4.3 Perhitungan IFAS Pada AstraWorld Bobot Rating Bobot x Rating

4 100 Banyaknya Jumlah Pelanggan Proses Bisnis yang sudah ada, Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang baik, Layanan 24 Jam, Kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia, Total Kekuatan Kelemahan Jumlah Personil call center Prosedur pengolahan data yang tidak efektif Kapasitas access PABX yang terbatas Sulitnya pencarian informasi Produk dengan sistem yang ada oleh call center Tidak adanya departemen IT Total Kelemahan Total IFAS Perhitungan IFAS : Kekuatan : 2.25 Kelemahan : 0.93 Titik x (Internal) = Kekuatan Kelemahan

5 101 Titik X = Titik X = 2.27 Peluang (2.27,136) Kelemahan Kekuatan Ancaman External\Internal S1. Jumlah Pelanggan, S2. Proses Bisnis yang sudah ada, S3. Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang baik, W1. Jumlah Personil, W2. Prosedure pengolahan data yang tidak efektif. W3. Kapasitas access PABX yang terbatas. W4. Sulitnya pencarian informasi produk dengan

6 102 S4. Layanan 24 Jam, S5. Kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia, sistem yang ada oleh call center. W5. Tidak adanya departemen IT O1. Pemanfaatan teknologi baru, O2. Kerjasama dengan Affco dari Astra, O3. Dukungan Infrastruktur dan sistem dari Astra, O4. Pembiayaan dari Astra. T1. Kebocoran data, T2. Pengaduan pelanggan ke pihak lain, T3. Kerusakan Sistem dan Infrastruktur T4. Pelanggan sulit mengangkat telepon dari nomor asing S1/O3 Penambahan Server dan Bandwidth S2/O1 Otomatisasi proses bisnis S5/O3 Sentralisasi Call center S5/O4 pembukaan cabang baru S5/T2 Laporan keluhan pelanggan satu pintu S3/T3 Peremajaan Sistem dan Infrastruktur. S3/T4 Menerapkan Caller ID pada sistem telekomunikasi W1/O3 Pengembangan Infrasturktur terpusat W1/O4 Penerimaan personil baru W2/O1 Pengembangan infrastruktur yang memiliki kemampuan monitoring sebagai pendukung standar prosedur operasional W5/O1 Integrasi sistem aplikasi yang digunakan operasional W5/T1 Penerapan Firewall dan Sistem Token, saat transaksi request data

7 103 AstraWorld. Berikut adalah penjelasan strategi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan Strategi SO: S1/O3 Penambahan server dan Bandwidth, hal ini untuk mendukung kegiatan operasional call center. Karena dengan banyaknya inbound dan outbound tiap harinya, AstraWorld memerlukan bandwidt yang besar agar aplikasi yang dijalankan oleh agen tidak tersendat. Hal ini terkait kepuasan pelanggan dengan atribut Access pada komponen-komponen kepuasan pelanggan AstraWorld. S2/O1 Optimasi Proses Bisnis, dengan memanfaatkan teknologi. Pada saat ini, untuk menghasilkan report untuk management membutuhkan waktu yang lama karena harus dilakukan di Excel dulu. Dengan strategi ini, agan dibuat dashboard yang informasinya akan bergerak secara real time. S5/O3 Sentralisasi Call center, hal ini diperlukan karena keadaan saat ini call center berada di banyak kota dengan nomer telepon berbeda beda sesuai dengan kode wilayah masing masing. Dengan call center yang terpusat akan mewujudkan pelayanan pelanggan satu pintu yang memudahkan pelanggan menghubungi AstraWorld.

8 104 S5/O4 Pembukaan cabang baru, cabang baru ini merupakan yang akan menjadi pusat call center AstraWorld. Strategi WO W1/O3 Pengembangan Infrastruktur terpusat, dengan infrastruktur yang terpusat seperti server pusat memungkinkan keamaanan informasi jadi meningkat. Dengan itu kebocoran data dapat diminimalisir karena hanya mempunyai satu pintu untuk mendapat informasi. W1/O4 Penambahan Personil diperlukan untuk menangani perkembangan bisnis AstraWorld yang menambah kapasitas layanannya agar mampu melayani lebih banyak pelanggan dengan lebih cepat. W2/O1 Pengembangan infrastruktur yang memiliki kemampuan monitoring sebagai pendukung standar prosedur operasional, terkait dengan penurunan penilaian kepuasan pelanggan. W4/O1 Integrasi sistem aplikasi yang digunakan operasional. melakukan pengembangan sistem aplikasi yang terintegrasi antara sistem aplikasi SAP dan WSS ( Windows Sharepoint System) agar seluruh aktifitas operasional dapat berjalan lebih efektif.

9 105 W4/O1 Optimalisasi fungsi pencarian pada halaman WSS sebagai portal informasi produk Astra yang digunakan Call center untuk memberikan informasi pada pelanggan. Strategi ST S5/T2 Laporan keluhan pelanggan satu pintu memudahkan pelanggan menghubungi AstraWorld di seluruh Indonesia S3/T3 Peremajaan Sistem dan Infrastruktur. Untuk mengurangi resiko kerusakan hardware dan menjaga kualitas data yang dihasilkan sitem. S3/T4 Menerapkan Caller ID pada sistem telekomunikasi, untuk meningkatkan contacted pada Pelanggan yang dihubungi karena dapat mengetahui identitas penelepon secara langsung. Strategi WT W5/T1 Penerapan Farewell dan Sistem Token, saat transaksi request data. Sehingga dapat melakukan pencarian data dan menimalkannya terjadinya kebocoran data. Concept of Operation Scenario (S-3)

10 106 Gambar 4.1Usulan Concept of Operation Diagram Dari beberapa masalah yang dihadapi oleh perusahaan, maka diusulkan beberapa asumsi perencanaan yang diharapkan akan manyelesaikan masalah yang ada pada perusahaan yaitu : - Dilatar belakangi oleh beberapa pertimbangan diatas maka diusulkan agar ke depannya aktifitas dan operasional call center yang saat ini berjalan di 9 kota besar: Jakarta untuk site baru AstraWorld, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, Balikpapan, Makassar dan Denpasar dapat diintegrasikan dalam satu platform sistem yang sama. Dimana sistem yang dipergunakan adalah sistem PABX yang sudah berbasis IP dan berlokasi di Jakarta sebagai Kantor Head Office. dapat disimpulkan bahwa aktifitas operasional agent tetap berjalan sesuai

11 107 dengan kondisi sebelumnya. Dimana agent tetap berlokasi di masing-masing kota. Akan tetapi, perbedaan terletak pada perangkat sistem yang dipergunakan oleh agent berlokasi di Jakarta yang dihubungkan dengan koneksi Jaringan berbasis IP. Dengan menggunakan konfigurasi ini maka diharapkan operasional dapat berjalan lebih baik dan lebih cepat mulai dari aktifitas call yang sudah berbasis Auto Dialer/Preview Dialer sampai proses monitoring secara real time ataupun historikal. Seluruh bagian Team Leader/Supervisot/Manager hingga level Management bisa langsung mengetahui performance disaat itu. Asalkan diberikan otorisasi untuk bisa akses ke sistem PABX. - Perusahaan sebaiknya tetap menggunakan teknologi Aplikasi yang digunakan oleh AstraWorld dan SO dengan aplikasi SAP karena teknologi ini telah mendukung kegiatan operasional perusahaan dengan baik. Akan tetapi, disarankan untuk dilakukan development system agar dapat menjembatani antara system SAP dengan Agent. Hal ini dapat mempersingkat kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh bagian DQM dan ECM seperti melakukan kegiatan download dan upload data dari SAP ke WSS untuk digunakan oleh Call center agent untuk melakukan panggilan, yang kemudian data hasil panggilan ini harus didownload lagi dari WSS untuk dimasukan ke SAP. Dengan CTI system tidak perlu lagi hal seperti itu dilakukan. - Kegiatan pencarian informasi yang ditanyakan oleh pelanggan pada saat Inbound Call atau Outbound Call dilakukan secara manual dengan membuka halaman Knowlegde Management di WSS dan memilih menu sesuai dengan merk yang ditanyakan kemudia memilih informasi yang ditanyakan. Dan diusulkan untuk melakukan pengembangan pada fungsi site crawler pada content management

12 108 system DotNetNuke untuk melakukan pencarian baik konten pada halaman web maupun dokumen-dokumen pada server Knowladge Management WSS. Dengan begitu, untuk menjawab segala permintaan informasi kepada pelanggan agent hanya perlu memasukan beberapa kata kunci yang relevan sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh pelanggan. Concept of Operation Diagram (S-4) Berdasarkan metode analisa dengan menggunakan Enterprise Architecture,pada concept of operation diagram yang digambarkan pada bab 3, proses bisnis serta fungsi bisnis yang terjadi pada perusahaan sudah dijelaskan secara mendetail dan telah memperhatikan setiap proses maupun fungsi bisnis yang terjadi sesuai dengan langkahlangkah dalam pengimplementasian pengembangan suatu system dmulai dari pengidentifikasian system yang ingin dibangun ataupun dikembangkan hingga system tersebut dianalisa terlebih dahulu sebelum sistem didesain sesuai dengan kebutuhan yang akan dikembangkan dan bagaimana cara pengimplementasian system yang dikembangkan tersebut Business Product and Service (B) Pada bagian ini akan menjelaskan perkemabngan komponen EA ini pada current architecture sehingga dapat memperbaiki masalah yang sedang terjadi berdasarkan strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan startegis AstraWorld. Business Plan (B-1)

13 109 Strategi yang ditetapkan oleh AstraWorld sudah cukup baik bila digunakan untuk 3 tahun di masa yang akan datang karena strategi dari AstraWorld lebih ke arah CRM. Yang memiliki tiga fondasi CRM yang diantaranya: 1. Customer Insight: kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisa kebutuhan & keinginan pelanggan 2. Customer Experience: kemampuan untuk mengembangkan program yang menciptakan pengalaman terhadap merek Astra yang menyenangkan pelanggan 3. Channel Integration: kemampuan untuk memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten melalui berbagai kanal interaksi (Cabang, Call center, SMS, website) Dengan strategi tersebut tentunya perusahaan mempunyai tujuan yaitu memberikan pengalaman pelanggan yang selalu menenangkan. Sehingga yang kedepannya perusahaan dapat memiliki pelanggan yang loyal akan memiliki keuntungan yang besar seperti pembelian kembali produk oleh pelanggan, kerelaan pelanggan untuk membayar lebih besar, rekomendasi yang positif, dan kecenderungan customer switching yang rendah. Selain itu untuk menunjang customer loyalty tersebut, perusahaan menetapkan strategi untuk mengoptimalkan kegiatan operasionalnya sehingga seluruh aktifitas dapat terus berjalan dan sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Activity Diagram (B-3) Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, activity diagram yang tergambarkan pada bab 3 telah menjelaskan setiap aktifitas dari stakeholder yang ada pada divisi DQM dan ECM yang di mulai dari proses pengolahan

14 110 data pelanggan menjadi data supply, serta pencarian data pelanggan yang tidak terotomatis dan download data hasil call yang telah dilakukan agent di AstraWorld. Terlalu banyak kegiatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga seringkali menyebabkan pelanggan yang seharusnya dilayani dengan telepon informasi dari Call center AstraWorld menjadi tidak dilakukan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan utnuk dapat dilakukan pengembangan system yang dapat menangani pengintegrasian system dengan bagian yang dapat dilakukan perubahan dan pengembangan system,yaitu dengan adanya system CTI ( Computer Telephony Integration) hanya saja untuk pengembangan system tersebut perlu adanya sistem analis yang menangani analisa dari system yang akan dikembangkan dan terdapat juga vendor untuk programmer \ yang mampu melakukan pengembangan dan merealisasikan sistem aplikasi yang dapat terintegrasi dengan system telephony dan terdapat bagian yang mengecek kelayakan dari system yang telah dibuat ataupun dibangun serta adanya security database yang mengatur pengaksesan database perusahaan sehingga keamanan data pada perusahaan menjadi aman. Selain itu setiap aktifitas dari para stakeholders dilakukan untuk mengurangi resiko yang akan terjadi bila pengembangan sistem tersebut dilakukan karena telah melalui beberapa proses hingga sistem aplikasi yang dikembangkan ataupun dibuat dapat digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. berikut ini activity diagram yang akan datang yang dapat menggambarkan aktifitas yang dilakukan pada setiap bagian yang ada pada AstraWorld, untuk detailnya pada lampiran C.

15 111 Gambar 4.2 Future Activity Diagram pada AstraWorld Use Case Diagram & Narative (B-6) Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 telah tergambarkan use case diagram dimana setiap bagian yang ada pada perusahaan telah menjalankan proses bisnis yang ada sesuai dengan proses fungsi bisnis masing-masing dalam pengembangan sistem yang terjadi pada perusahaan, akan tetapi terjadi perubahan aktifitas pada beberapa bagian yang ada pada perusahaan yang nantinya akan dikembangkan CTI, berikut ini use case yang akan datang yang dapat menggambarkan apa saja yang dilakukan pada setiap bagian yang ada pada AstraWorld :

16 112 Gambar 4.3 Use Case Future pada AstraWorld Deskripsi Use Case Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Input Data Pelanggan Input Data Pelanggan Baru Aktor menerima data SPK dari Sales Operation DA

17 113 Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions Post Conditions Sales Operation: untuk memberikan data pelanggan dari SPK DA sudah menerima dokumen SPK Data Pelanggan atau anggota tersimpan Flow of Event Actor System 1. menerima data SPK dari Sales Operation 2. Mengisi nama, alamat, nomor telepon, HP dan telepon kantor tanggal lahir serta data terkait kendaraan yang dibeli berdasarkan SPK seperti nomor rangka, nomor mesin. 3. memeriksa kelengkapan. 4. data pelanggan baru tersimpan Exception Condition Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Update Data Pelanggan Mengubah Data Pelanggan Jika terjadi perubahan data Pelanggan DA Related Use Case - Stakeholders

18 114 Pre Conditions Edit data Pelanggan, dilakukan ketika Pelanggan melakukan perubahan data yang dilandasi bukti Post Conditions Flow of Event Actor System 1. DA melakukan pengecekan data Pelanggan kembali 2. DA melakukan perubahan data Pelanggan sesuai dengan bukti perubahan 3. Memeriksa kelengkapan data 4.Data disimpan Exception Condition Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Upload Data Pelanggan Upload Data Pelanggan ke SAP Semua data Pelanggan sudah terkumpul dan valid DA Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions DQM Data Pelanggan sudah valid Post Conditions Flow of Event Actor System 1. DA melakukan pengecekan kembali

19 115 terhadap data Pelanggan baru 2. sudah dipastikan data tersebut benar 3. melakukan upload data 4.Data tersimpan di SAP Exception Condition Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Download Data Pelanggan Melakukan download data seluruh pelanggan dari SAP Setelah melakukan upload data Pelanggan oleh team DA DQM Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions Post Conditions DA Data pelanggan yang valid sudah di upload di SAP Data berupa dokumen excel Flow of Event Actor System 1. Memilih menu download data 2. mengambil data 3. Dokumen Excel berisi data pelanggan terdownload Exception Condition Use Case Name Sortir Data

20 116 Scenario Trigger Event Actors Sortir Data Pelanggan Setelah melakukan download data Pelanggan DQM Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions Data pelanggan sudah di download Data pelanggan sudah dipilih sesuai program Post Conditions Flow of Event Actor System 1. setelah melakukan download data Pelanggan baru 2. melakukan pemilihan data Pelanggan sesuai dengan request 3 melakukan filterisasi dan pengelompokan data Pelanggan Exception Condition Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Membuat Laporan Data Supply Membuat Laporan Supply Setelah memberikan data supply ke team ECM DQM Related Use Case - Stakeholders ECM

21 117 Pre Conditions Post Conditions Data supply sudah tersedia Dibandingkan dengan data hasil call Flow of Event Actor System 1. membuat laporan atau report dari data supply 2. Menampilkan laporan Exception Condition Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Download Data Hasil call Download Data Hasil call dari CTI Membuat laporan hasil call ECM Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions Post Conditions Call center agent Data hasil call sudah tersedia di CTI Digunakan untuk membuat laporan hasil call Flow of Event Actor System 1. data sudah dipastikan telah di call oleh agent 2. menampilkan seluruh data pelanggan yg sudah di call 3. download data pelanggan yang telah dihubungi oleh agent call center di aplikasi

22 118 CTI dalam bentuk Excell Exception Condition Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Membuat Laporan Hasil Call ECM Membuat Laporan Hasil Call yang telah dilakukan agent Seluruh panggilan terkait dengan program yang telah berjalan sudah dilakukan. ECM Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions DQM, Manajemen Data hasil call sudah ada, Post Conditions Flow of Event Actor System 1. membuat laporan dari hasil panggilan 2. Menampilkan laporan Exception Condition Use Case Name Scenario View Data Supply Melihat Data Supply dari WSS yang harus di call

23 119 Trigger Event Actors Upload data supply WSS Call center agent Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions Post Conditions Data supply sudah ada di WSS Data supply ter update. Flow of Event Actor System 1. memilih menu sesuai dengan project. 2. klik View Agent untuk dapat melihat seluruh data Pelanggan yang sudah diupload oleh ECM 3. Menampilkan data supply baru yang harus di lakukan panggilan. Exception Condition Use Case Name Scenario Update Data Supply Saat dilakukan panggilan kepada pelanggan dan ada perubahan pada data pelanggan,maka agent melakukan update data Trigger Event

24 120 Actors Call center agent Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions Post Conditions ECM Data supply sudah di update sesuai panggilan yg dilakukan. Data hasil update akan di download oleh ECM Flow of Event Actor System 1. agent menghubungi Pelanggan 2. memberikan informasi tujuan menghubungi 3. melakukan update data yang sesuai dengan hasil percakapan 4. save update data Pelanggan Exception Condition Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Input panggilan keluar Update Data Supply ke WSS Panggilan Call center agent Related Use Case - Stakeholders

25 121 Pre Conditions Post Conditions Data supply Data supply terupdate Flow of Event Actor System 1. agent menghubungi Pelanggan 2. memberikan informasi atau menanyakan survey dll 3. melakukan update data yang sesuai dengan hasil percakapan via telephone 4. save update data Pelanggan Exception Condition Use Case Name Scenario Trigger Event Actors Input Panggilan Masuk Agent melakukan create data hasil call dari panggilan masuk pelanggan Menerima panggilan dari pelanggan Agent Call center Related Use Case - Stakeholders Pre Conditions Post Conditions Data produk, price list, cabang. Data hasil panggilan Flow of Event Actor System

26 Menerima panggilan masuk dari pelanggan 2. Membuat catatan hasil call Exception Condition 3. Save data hasil panggilan masuk Use Case Name Scenario View Laporan Panggilan Dapat melihat seluruh report aktifitas agent saat menghubungi customer Trigger Event Actors ECM, DQM, dan Management Related Use Case - Stakeholders Report hasil call agent Pre Conditions Post Conditions Flow of Event Actor System 1. user dapat melihat seluruh report hasil call yang telah dilakukan call center agent kepada pelanggan 2. Menampilkan laporan Exception

27 123 Condition Data and Information Pada bagian ini tidak berubah secara signifikan karena perubahan pada bagian ini sifatnya hanya efek dari perubahan pada komponen sebelumnya. Object State-Transition Diagram (D-3) Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 telah tergambarkan state diagram dimana setiap objek objek pada sistem sudah tepat digunakan untuk tujuannya masing masing sesuai dengan proses bisnis perusahan. Pada pengembangan sistem yang terjadi di perusahaan, mengalami perubahan aktifitas pada beberapa objek yang ada pada perusahaan karena akan dikembangkan CTI, yang diantaranya tidak ada lagi objek download data pelanggan yang dilakukan team DQM dan melakukan upload data supply oleh bagian ECM. Sehingga dapat mengoptimalkan seluruh objek yang ada. Object Event Sequence Diagram (D-4) Pada bab 3 telah tergambarkan sequence diagram dimana interaksi antara aktor dengan data dapat dipersingkat, karena kegiatan yang diulang ulang akan memakan waktu yang lebih banyak. Penggunaan dua system, SAP dan WSS membuat kegiatan penarikan dan memasukkan data menjadi berulang ulang. Pada pengembangan sistem yang terjadi di perusahaan, mengalami perubahan aktifitas pada perusahaan karena akan dikembangkan CTI, yang diantaranya tidak ada lagi aktor yang melakukan download data pelanggan yang dilakukan team DQM dan melakukan upload data supply oleh

28 124 bagian ECM. Sehingga dapat mengoptimalkan kinerja dari masing-masing aktor dan tidak perlu lagi waktu yang cukup tersita dikarenakan melakukan proses download dan upload anggota. Activity/Entity (CRUD) Matrix (D-7) Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 dan adanya perkembangan pada sistem di perusahaan tentunya akan terjadi perubahan pada activity dari masing-masing. Untuk detail perubahan CRUD Matrix jika dilakukannya pengembangan CTI untuk solusi meingkatkan pelayanan pelanggan AstraWorld pada lampiran E System and Application (SA) Pada bagian ini dijelaskan perubahan yang terjadi pada system yang digunakan pada proses bisnis AstraWorld dimasa mendatang. System Communication Description (SA-2) Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 dan adanya perkembangan yang diusulkan pada sistem di perusahaan yang diantaranya untuk mengintegrasikan sistem WSS dan SAP diusulkan untuk melakukan development CTI agar seluruh data dapat terintegrasi di dalam satu platform. Berikut ini adalah system communication diagram dengan pembangan CTI untuk solusi meingkatkan pelayanan pelanggan pada AstraWorld.

29 125 Gambar 4.4 Future System CommunicationDescription Untuk pertukaran data dilakukan melalui jaringan yang terenkripsi antara AstraWorld dengan SO memanfaatkan jaringan dari CIST (Corporate Information System and Technology PT Astra International, Tbk) menggunakan webservice. Pada customer database nantinya akan mengirimkan data profil pelanggan melalui web service dengan melakukan request token terlebih dahulu. Hal ini merupakan aturan baru yang telah ditetapkan oleh bagian CIST, lalu web service AstraWorld memberikan otorisasi kepada CRM program owners untuk mengirimkan data customer yang akan diterima oleh database CTI AstraWorld. Jika telah terjadi update data customer dan terjadi transaksi oleh agent maka agent pun melakukan create data transaction history yg akan dikirimkan secara realtime melalu web service ke IR database ( Interaction database) selanjutnya akan dilakukan update kedatalam customer database.

30 Network and Infrastructure (NI) Pada bagian ini dijelaskan perubahan yang terjadi pada infrastruktur yang digunakan pada proses bisnis AstraWorld dimasa mendatang. Network Connectivity Diagram (NI-1) Gambar 4.5 Future Network Connectivity Diagram Pada gambar diatas merupakan usulan atas masalah berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan metode Enterprise Architecture, pada bab 3 yang dijelaskan bahwa kurangnya kapasitas jumlah personil untuk melayani pelanggan dan kapasitas access PABX yang terbatas. Sehigga perlu adanya perluasan site dijuanda dikarenakan kapasitas office di sunter pun sudah tidak memadai lagi, dengan design sertalisasi PABX. Sehingga baik seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh agent baik di sunter, juanda ataupun di beberapa cabang lainnya akan tersentralisasi di sunter dan seluruh

31 127 aktifitas akan terrekam di AstraWorld HO. Pada gambar diatas digambarkan pada AstraWorld juanda di sediakan PABX dengan tipe S 8300 LSP (Local Survivable Processor) yang gunanya jika sewaktu-waktu PABX AstraWorld HO mengalami problem atau kerusakan maka PABX AstraWorld Juanda akan secara otomatis akan bekerja menjadikan backup plan jika mengalami masalah, sehingga AstraWolrd akan tetap melayani kebutuhan pelanggan apapun kondisinya Security (SP) Berikut adalah dokumentasi penggunaan teknologi dan system informasi dari sisi keamaan yang akan digunakan di AstraWorld Security and Privacy Plan (SP-1) Untuk security yang digunakan perusahaan ini sudah cukup bagus dalam mengamankan data baik secara fisik maupun dalam pengaksesan data. sehingga meminimalkan terjadinya pencurian data. Adapun perusahaan memiliki standarisasi mengenai prosedural bisnis yang dilakukan serta standar dari sistem yang bisa di operasionalkan. Sehingga dengan standar tersebut, kegiatan operasional yang digunakan oleh perusahaan tidak akan terganggu ataupun adanya data yang rusak dan hilang Standards (ST) AstraWorld. Pada bagian ini dijelaskan standar teknologi yang akan digunakan oleh Technology Forecast Teknologi yang digunakan oleh perusahaan masih dapat digunakan karena teknologi yang digunakan masih cukup baik. Selain itu aplikasi-aplikasi yang dimiliki

32 128 perusahaan memiliki lisesnsi. Microsoft Office yang digunakan oleh perusahaan saat ini ada yang sudah menggunakan Microsoft office Workforce (W) Pada bagian ini dijelaskan sumber daya yang dibutuhkan oleh AstraWorld dimasa mendatang. Organization Chart (W-2) Struktur organisasi perusahaan saat ini telah terbagi sesuai dengan bagiannya masing- masing dan dari masing masing bagian, perusahaan telah menetapkan Chief Executive yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan membuat strategi untuk bagian tersebut sehingga dapat mencapai visi dan misi dari perusahaan. Setiap bagian juga bertanggungjawab untuk memberikan laporan secara langsung mengenai kegiatan operasional yuang terjadi diperusahaan kepada Chief Executive perusahaan. Dari struktur organisasi tersebut, tidak diperlukan adannya perubahan struktur organisasi. Untuk setiap bagian yang ada perusahaan sendiri telah di bagi menjadi beberapa bagian yang dijelaskan secara spesifik dalam struktur organisasi yang ada dan memudahkan perusahaan untuk memberika tugas serta wewenang dari setiap bagian berdasaerkan struktur organisasi perusahaan. 4.2 Enterprise Architecture Management Plan Manajemen perencanaan EA digunakan sebagai jembatan antara current architecture dan future architecture. Bagian ini berisi projek projek yang akan dijalankan bertujuan untuk mencapai tujuan strategis berdasarkan kesimpulan dan langkah strategis yang telah ditentukan.

33 EA Program Management Bagian ini merupakan bagian pertama dari EA Management Plan yang menjelaskan mengenai masalah yang terjadi pada arsitektur yang sedang berjalan, mengusulkan penyelesaian masalah tersebut, menjelaskan mengenai keuntungan jika masalah tersebut teratasi dan sebagainya. Governance and Principle Berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi oleh AstraWorld dalam mencapai target pelayanan pelanggan dengan arsitektur yang sedang berjalan, yaitu proses pengolahan data supply yang harus melakukan upload dan download dari SAP dan WSS, call center agent yang melakukan pencarian secara manual dengan memilih menu pada knowledge management system sehingga mengharuskan pelanggan menunggu, banyaknya telepon informasi dari AstraWorld yang tidak diangkat oleh pelanggan karena nomornya tidak diketahui pelanggan, call center agent di cabang tidak melakukan follow up ke kantor pusat terhadap masalah yang dilaporkan oleh pelanggan karena tidak tersambung pada server PABX pusat, keterbatasan kapasitas PABX, kurangnya jumlah personil. Untuk mengatasi masalah masalah tersebut, akan dilakukan implementasi sistem CTI yang mampu mengintegrasikan SAP dan WSS, kemudian akan memanfaatkan site crawler dari content management system DotNetNuke untuk mengoptimalkan pencarian pada knowledge management system yang digunakan call center agent. Penambahan server PABX serta menambah jumlah personil dan sentralisasi sehingga seluruh call center agent tersambung ke PABX pusat. Dan penerapan Caller ID.

34 130 Support for Strategy and Business Dengan solusi-solusi tersebut akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melayani pelanggan. Penerapan sistem CTI mampu menjembatani informasi dari departemen ECM dan CCM, sehingga proses upload download bisa dihilangkan. Pemanfaatan site crawler membantu mempersingkat waktu tunggu pelanggan saat call center mencarikan informasi. Dengan penambahan PABX, call center di daerah akan terhubung ke server tidak melalui direct call lagi, selain itu akan meningkatkan kapasitas agent dalam melakukan panggilan. Sentralisasi memberikan keuntungan dalam monitoring, sehingga tidak perlu melakukan follow up terhadap masalah yang dilaporkan di cabang. Dan penerapan caller ID meningkatkan kemungkinan panggilan ke pelanggan diangkat karena pelanggan mengetahui siapa yang meneleponnya. EA Roles and Responsibilities Sebuah tim EA memiliki perannya masing masing dalam pelaksanaan program EA. Hal ini diperlukan agar pada pelaksanaannya sesuai dengan bagiannya masing masing. Sebagai Sponsor pada program EA di AstraWorld adalah CEO dari AstraWorld yang akan memberikan sumberdaya sehingga program EA dapat berjalan dengan baik. Tabel 4.4 EA Roles and Responsibilities Matrix Posisi team EA Peran team EA Tanggung jawab EA Sponsor Pimpinan Eksekutif Penyedia sumberdaya. Mendukung penyelesaian masalah di high-level. Chief Information Officer Pimpinan eksekutif dan Memfasilitasi pembentukan pengambilan keputusan proses dan proses yang sedang berlangsung pada

35 131 program EA. Mengarahkan keputusan terkait masalah high-level EA. Integrasi EA dan bagian lainnya. Chief Architect Program Management Mengelola program EA dan proses dokumentasi. Memilih dan menerapkan EA framework dan metode implementasi. Identifikasi standar EA dan mengatur konfigurasi pada tiap proses. Line Of Business Managers Identifikasi kebutuhan Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dalam EA Program. Memberikan masukan pada identifikasi kebutuhan IT dan solusi EA untuk setiap line of business. Solution Architect Penyelesaian masalah Identifikasi solusi untuk masalah yang terkait dengan IT pada line of business secara kolaboratif. Mendukung dokumentasi EA. System & Data Architect Analisis dan desain sistem Menyediakan analisis teknis dan membantu mendesign yang terkait system & data untuk pemilihan komponen komponen.memastikan sistem IT memenuhi kebutuhan untuk integrasi dan

36 132 EA Tool Expert Pendukung aplikasi dan basis data interoperability. Mendukung dokumentasi EA. Melakukan pemeliharaan terhadap software aplikasi EA. Memelihara EA repository dan informasi. Perwakilan end user Identifikasi kebutuhan / QA Identifikasi kebutuhan user untuk komponen EA. Memberikan feedback terhadap keefektifan dari solusi.. EA Program Budget Ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan program EA tersebut. Biaya-biaya itu antara lain biaya perekrutan personil dan pelatihan, pembelian hardware, software dan license. EA Program Performance Measures Untuk mengukur tingkat efektifitas EA program yang akan dilakukan terhadap masalah yang dialami AstraWorld, dapat dilihat berdasarkan beberapa hal berikut ini. 1. Mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan AstraWorld. 2. Mengukur performa Access dari call center AstraWorld serta pengaruhnya terhadap kepuasan.

37 Mengukur performa System & Procedure dari call center AstraWorld serta pengaruhnya terhadap kepuasan. 4. Mengukur strengths dan weakness dari layanan call center AstraWorld untuk dilakukan perbaikan di masa maendatang. Dengan dilakukannya Quantitative survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur (Structured Questionnaire) yang ditanyakan melalui Telesurvey kepada pelanggan yang telah melakukan kontak ke call center AstraWorld pada periode tersebut. Sehingga setelah dilakukan pengukuran tersebut tentunya sanggat diharapkan dapat meningkatnya nilai kepuasan pelayanan pelanggan hingga mencapai 2% EA Current Architecture Summary Bagian ini menyimpulkan arsitektur AstraWorld yang sedang berjalan. Strategic Goals and Initiatives AstraWorld didirikan pada 2 Februari 2002 sebagai inisiatif strategis untuk mempertahankan & mengembangkan bisnis inti Astra (otomotif) melalui CRM (Customer Relationship Management). AstraWorld adalah unit bisnis PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk yang hadir untuk memberikan dukungan dan memperkaya nilai tambah bagi pemilik mobil Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW dan Peugeot. Setiap yang dibeli di cabang-cabang PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk, otomatis menjadi anggota AstraWorld. AstraWorld memiliki visi dan misi sebagai berikut: Visi

38 134 Misi 1. Menjadi mitra berkendara terbaik bagi para pelanggan, sekaligus mitra program CRM terbaik bagi perusahaan Astra. 1. Memberikan layanan yang inovatif dan personal guna menciptakan nilai bagi semua stakeholders 2. Mengembangkan karyawan untuk mencapai potensi terbaiknya 3. Mengintegrasikan prinsip LK3 dalam setiap aktifitas perusahaan Masalah yang ada pada AstraWorld adalah kemudahan menghubungi CCA AstraWorld menurun jika dibandingkan periode sebelumnya menjadi 74%. Penurunan paling besar terjadi pada channel ERAM (73,8). Di area Jabar, terjadi peningkatan penilaian untuk atribut kemudahan menghubungi CCA AstraWorld sebesar 4,9% pada bulan April Sedangkan pada area jabodetabek terjadi penurunan penilaian atribut kemudahan menghubungi CCA Astraworld yang cukup signifikan (11,2%) pada periode April 2012 hingga mencapai 70,9%. Menurut area pelanggan, kemudahan menghubungi call center AstraWorld untuk Area Jabodetabek menurun cukup besar, menjadi 70,9% pada periode April Penilaian terhadap atribut Tidak menunggu lama untuk dapat berbicara dengan CCA AstraWorld hanya mencapai 69,9%, menurun sebesar 1% dari peiode Desember Terdapat penurunan pada Channel ERAM menurun menjadi sebesar 68,3% pada periode April 2012.

39 135 Adapun proses bisnis yang sedang berjalan AstraWorld seperti gambar berikut ini : Gambar 4.6 Concept of operations diagram di AstraWorld Adapun analisis lingkungan internal yang berupa hasil analisis SWOT yaitu : Kekuatan (Strength) Jumlah Pelanggan, Proses Bisnis yang sudah ada, Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang baik, Layanan 24 Jam, Kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia. Kelemahan (weakness)

40 136 Jumlah Personil, Prosedure pengolahan data yang tidak efektif. Kapasitas access PABX yang terbatas. Sulitnya pencarian informasi produk dengan sistem yang ada Adapun analisis lingkungan external yaitu: Peluang (Oppurtinity) Pemanfaatan teknologi baru, Kerjasama dengan Affco dari Astra, Dukungan Infrastruktur dan sistem dari Astra, Pembiayaan dari Astra. Ancaman (Threat) Kebocoran data, Pengaduan pelanggan ke pihak lain, Kerusakan Sistem dan Infrastruktur Pelanggan sulit mengangkat telepon dari nomor asing Business Services and Information Flows Berdasarkan analisa pada bab 3 proses bisnis AstraWorld tersebut dapat di identifikasi actor yang berperan pada proses bisnis, kegiatan yang dilakukannya serta kegiatan awal sebelum suatu pekerjaan terjadi sampai hasil yang dikeluarkan oleh sebuah proses yang dilakukan oleh aktor. Adapun information flows yang menggunakan activity diagram pada AstraWorld tersedia pada lampiran A.

41 137 Berdasarkan proses bisnis dapat ditarik kesimpulan perlu adanya pengukuran waktu pengerjaan kegiatan operasional di masing masing bagian AstraWorld untuk meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan ke pelanggan. Banyak kegiatan upload unduh data sebelum dan sesudah pemprosesan data menggunakan Excel. Hal ini memakan waktu lama dalam proses pengolahan data, jadi sebaiknya terdapat dashboard yang datanya realtime dan dilakukannya integrasi antara SAP dan WSS agar procedure pengolahan data dapat berjalan efektif serta waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama Systems and Applications Gambar 4.7 current view dari system dan aplikasi AstraWorld Dari gambar diatas terlihat bahwa untuk menggunakan data pelanggan CCA melihat data dari WSS yang sebelumnya datanya harus di upload dari SAP. Karena data

42 138 dari SAP merupakan data yang paling terakhir atau paling update, penggunaan data pelanggan dari WSS perlu dikembangkan kembali. Technology Infrastructure Menjelaskan tentang bagaimana perusahaan mengkoneksikan data perusahaan di dalam perusahaan. Gambar 4.8 Current Network Design Diagram dari proses bisnis AstraWorld IT Security Tujuan dari pengamanan informasi adalah menjamin adanya ketersediaan data bila diperlukan. Kemudian menjaga keakuratan dan kualitas informasi, seperti kemudahan dalam pengaksesan data dan aman pada saat di akses, data tersebut relevan serta akurat, data terorganisir dengan baik dan teruji sesuai dengan kebutuhan. Menjaga

43 139 keamanan data-data penting yang ada di perusahaan sehingga tidak hilang ataupun rusak. Technical Security Unsur-unsur perlindungan teknikal yang digunakan oleh AstraWorld adalah menggunakan Antivirus Symantec Instrusion Detection System Unsur-unsur perlindungan terhadap gangguan seperti penyusup atau duplikasi data yang digunakan oleh AstraWorld menggunakan firewall untuk membatasi pengaksesan jaringan internet dan menggunakan enkrispi data saat pengiriman data dan infromasi melalui internet. EA Standards Jenis Spesifikasi Jumlah Hardware Notebook Lenovo L inchdisplay with LED backlighting Windows 7 Professional 64-bit Intel Celeron Intel HM65 chipset Integrated Intel HD graphics 4GB DDR RAM 320GB 7200RPM Seagate hard drive (ST AS) Intel Centrino Advanced-N 6205 wireless network

44 140 adapter 6-cell li-ion battery (10.8V, 5.2Ah, 57Wh) Dimensions: x 9.17 x 1.26~1.42 inches PC Desktop 250 Intel Pentium Dual-Core G645T GHz (3MB Cache, Intel H61 Express Chipset) 2GB DDR3, 500GB SATA HDD DVDRW SuperMulti, Gigabit LAN, Card Reader VGA Intel HD Graphics Onboard, Sound Card Internal No OS, Keyboard + Mouse, LED Monitor 15.6" Widescreen Server 9 Processor : Intel Xeon Quad-Core E5620 Memory : 8GB (2 x 4GB) PC R-9 (RDIMM), LAN : HP NC362i Dual Port Gigabit, Raid Controller : HP Smart Array P410/256MB BBWC Power Supply : 460W common slot, high efficiency power supply, UPS Server 3 Network Printer 5 Switch 8 Router 12 Software Microsoft Windows 7 Microsoft Office 2007

45 141 Antivirus Symantec SQL Server 2008 Aplikasi Avaya site administration Billing Invision SAP WSS ( Windows Sharedpoint System) Workforce Requirements Gambar 4.9 Organization Chart pada AstraWorld Chief Executive Direktur yang bertanggung jawab atas keseluruhan proses kerja di dalam perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting yang menyangkut operasional.

46 142 Customer Relationship Management Organizatio Support o Finance Finance, Administration & Budget adalah bagian dari organisasi Astraworld yang berkontribusi dalam hal pelayanan keuangan dan perencanaan aliran kas perusahaan. o Human Resource & General Affairs (HR & GA) Merupakan supporting team yang mendukung kelancaran jalannya operasional AstraWorld, terutama dalam kaitannya dengan kekaryawanan, pengadaan & pemeliharaan infrastuktur. Customer Intelligence o Data Quality Management (DQM) dan Data Acquistion (DA) Data Quality Management (DQM) sebagai salah satu bagian dari divisi Customer Insight Management, merupakan salah satu bagian penting yang perlu tersedia di dalam suatu unit bisnis atau perusahaan. Dimana fungsi DQM adalah sebagai bagian yang bertugas untuk menangani, mengawasi dan memberikan informasi yang berasal dari hasil pengolahan

47 143 database. Informasi yang diberikan ini merupakan suatu bagian penting dari pengambilan keputusan dalam lingkup perusahaan tersebut. o Data Mining DMA (Data Mining & Analysis) adalah salah satu bagian dari AstraWorld yang fokus pada tujuan untuk mengolah data (data processing), menyajikan informasi (information), menambah pengetahuan (knowledge), dan memberikan rekomendasi berdasarkan temuan hasil analisa (wisdom). Proses analisa data dapat berupa analisa data mining (database exploration) maupun analisa data survey (market research : quantitative maupun qualitative). Output dari hasil analisa data DMA adalah berupa Pelanggan insight report atau predictive model seperti: 1. Pelanggan profiles (demographic, psychographic, motives, attitude, preferrence, dll) 2. Vehicle profiles (brand, model, purchase year, type of purchase, dll) 3. Transaction profiles : 1. Unit transaction (repurchase dan loyalty rate, zip code analysis, dll) 2. Service transaction (churn rate, service behaviour, dll) 5. Predictive Model (new dan repeat purchase model, reminder service model, loyalty model dan Pelanggan lifetime value model)

48 144 o Account Management (AM) Program Management adalah salah satu bagian dalam AstraWorld yang berperan dalam mengembangkan, menjalankan, serta memonitor program-program bagi para member AstraWorld yang bertujuan memberikan kesenangan (delight) dan menghasilkan transaksi (secure future transaction: repurchase & referral). Output dari program yang dikembangkan antara lain berupa : Pelanggan strategy New or improved programs & processes : Retention, Repurchase: same product, cross & up-selling, Referral Customer Channels Management E-Channel Management o Call center Salah satu channel layanan Astra yang berfungsi sebagai media interaksi Pelanggang dengan Astra terkait dengan informasi otomotif. o SMS Salah satu channel layanan Astra yang berfungsi sebagai media interaksi pelanggang dengan menggunakan SMS kepada Astra terkait dengan informasi otomotif. Marketing dan Communications

49 145 o Mengupdate secara berkala isi informasi di portal o Mengirimkan blast yang berisi informasi baik berupa program campaign, reminder, greeting, berita otomotif, info tips, info mobil bekas dll sesuai dengan jadwal dan kebutuhan program o Mengorganisir permintaan dari Pelanggan yang disampaikan lewat website atau baik itu berupa konsultasi seputar otomotif, info request, Pelanggan request, booking service, complaint dll untuk dapat dipenuhi permintaan Pelanggan tsb oleh pihak-pihak yang berkepentingan o Mengembangkan fitur-fitur di portal yang sesuai dengan kebutuhan Pelanggan dan perkembangan dunia otomotif pada umumnya o Membuat laporan secara berkala terkait dengan jumlah trafik dan aktivitas operasional portal Regional Office Management ERAM ( ERA Management ) suatu unit baru yang dibentuk tahun 2006 dalam Section ROM ( Regional Office Management ) yang bertugas sebagai development ERA secara nasional yang meliputi business process, infrastruktur (unit, man power, assist point),tehnical dan training serta reporting dan analisanya RO (Regional Office) Kantor perwakilan (Regional Office) AstraWorld yang berada di sejumlah area di Indonesia yang berfungsi untuk melayani member AstraWorld dan mendukung

50 146 operasional cabang-cabang Astra - Sales Operation dalam melayani member AstraWorld EA Future Architecture Summary Bagian ini menyimpulkan arsitektur AstraWorld yang diusulkan. Future Operating Scenarios Arsitektur EA yang digunakan oleh perusahaan saat ini sudah cukup baik dan lengkap sehingga tidak ada perubahan yang terjadi pada visi dan misi serta strategi dari perusahaan. Untuk aktifitas bisnis yang terjadi saat ini telah digambarkan secara lengkap pada EA arsitektur saat ini. Perusahaan hanya perlu melakukan pengembangan dari aplikasi dan pemanfaatan infrastruktur yang digunakan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan untuk 3 tahun mendatang. Pengembangan aplikasi ini karena aplikasi yang digunakan adalah SAP dan WSS yang dimana aplikasi WSS ini merupakan call interface yang digunakan oleh agent tersebut belum terintegrasi sehingga dibutuhkan pengembangan untuk menghubungkan dua aplikasi tersebut dan dilakukan perbaikan pada aplikasi KM pada fungsi search informasi karena ketiga aplikasi ini digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. Untuk menghubungkan Aplikasi SAP dengan WSS ini, maka AstraWorld diharapkan dapat melakukan proses pengembangan aplikasi CTI ( Computer Telephony Integration) sehingga proses pengolahan data dan pendistribusian data tersebut menjadi

51 147 lebih efektif dan tidak pelu membutuhkan waktu terlalu lama. Dan perlu adanya perbaikan pada search engine pada aplikasi KM dengan menggunakan aplikasi DotNetNuke. Untuk pemanfaatan infrastruktur AstraWorld dapat melakukan sentralisasi Pabx merupakan sebuah teknologi jaringan komunikasi yang berfungsi sebagai sentral telepon dalam lokasi tertentu. Dan yang akan diterapkan adalah IP PABX, hubungan jaringan komunikasi dengan layanan IP (Internet Protokol). Serta menggunakan aplikasi CTI (Computer Telephony Integration) yang memiliki konsep memusatkan jaringan data dan voice melalu sebuah link. Sehingga call center agent dapat berinteraksi dengan pelanggan secara langsung. Planning Assumptions Implementasi pengembangan, dan perbaikan system dari system yang ada saat ini hingga menjadi system yang akan digunakan dimasa yang akan datang sebaiknyamenggunakan phasing strategi yaitu pengimplementasi perbaikan dari system yang dilakukan secara bertahap. Perbaikan secara bertahap sangan baik digunkan oleh perusahaan karena dengan perbaikan system secara bertahap tidak menganggu kegiatan operasionalnya dan sistem yang lama tetap dapat berjalan seperti biasa. Selain itu dalam perbaikan system yang lama menjadi system yang baru, system yang baru tersebut tetap di monitoring dan kita dapat mengetahui system mana saja yang mengalami masalah karena system baru tersebut juga telah digunakan kegiatan operasional dan dapat diperbandingkan dengan system yang lama.

52 148 Lama pengerjaan untuk perubahan implementasi perbaikan system ini yaitu tiga tahun dimana pada 3 tahun yang akan datang, system yang ada yaitu SAP dan WSS user interface Agent dapat saling terintegrasi dengan baik dan siap digunakan oleh AstraWorld untuk kegiatan operasionalnya. Pada tahap pertama dilakukan optimalisasi search engin pada Knowledge management system dengan menggunakan DotNetNuke (DNN), pada tahap ke dua dilakukan pengembangan CTI dan penambahan PABX dan sentralisasi, pada tahap ke tiga akan dilakukan integrasi antara CTI dan Content Management System, dan pada tahap keempat seluruh proses sentralisasi dan penambahan server PABX diharapkan selesai. Updating Current & Future Views Untuk mewujudkan transisi dari arsitektur yang sedang berjalan menjadi arsitektur yang diusulkan, diperlukan sebuah perencanaan implementasi yang tepat agar program EA yang dilakukan dapat berhasil. Maka dari ini diperluakn sebuah sequencing plan. Sequencing Plan EA Program akan dibagi menjadi 4 tahap, tahap pertama akan melaksanakan optimalisasi search engine pada Knowledge management system yang digunakan Call center agent dengan memanfaatkan site crawler dari Content Management System DotnetNuke. Proyek ini diharapkan akan selesai pada quarter pertama. Setelah itu, pengembangan CTI dan penambahan PABX dan sentralisasi. Pengembangan CTI diharapkan akan selesai pada akhir quarter kedua dan dilanjutkan untuk integrasi antara CTI dan Content Management System pada akhir quarter ketiga. Penambahan PABX

53 149 serta sentralisasi yang di mulai pada quarter pertama diharapkan akan selesai pada quarter ke empat. Gambar 4.10 Sequencing Plan Configuration Management Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai EA Configuration Management. EA Configuration management bertujuan untuk membantu mengatur perubahan pada proses yang terkait dengan EA. Perubahan tersebut termasuk penambahan, pembaruan dan pemberhentian penggunaan dari artifak maupun komponen dari EA.

54 150 Pengajuan EA Change Request Mulai Stakeholder Approval Disetujui Tidak ditolak Selesai Analisis & Desain Implementasi Development tidak Testing Layak? Ya Update Dokumentasi EA Gambar 4.11 Configuration Management EA Glossary and References Enterprise Suatu area tempat segala aktivitas dan tujuan-tujuannya dalam suatu organisasi atau antara beberapa organisasi dimana informasi dan sumber daya lainnya saling bertukar data dan berinteraksi. Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture.

55 151 Enterprise Architecture Suatu profesi dan praktek manajemen yang didedikasikan untuk meningkatkan kinerja suatu Enterprise dengan cara membuat perusahaan tersebut secara keseluruhan mengintergrasikan strategi, praktek-praktek bisnis alur-alur informasinya dan sumber daya teknologinya. Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture. Current View Sebuah EA artefak yang mewakili komponen EA atau proses yang saat ini ada dalam perusahaan. Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture. Future View Sebuah EA artefak yang mewakili komponen EA atau proses yang belum ada dalam perusahaan untuk masa mendatang. Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture. Sistem Sekelompok elemen-elemen yang terorganisir dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture. Sistem Informasi

56 152 Kombinasi yang terorganisasi dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber-sumber data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Sumber : An Introduction to Enterprise Architecture. Informasi Teknologi Perangkat keras, perangkat lunak, perangkat telekomunikasi manajemen database, dan teknologi pengolahan informasi lainnya yang digunakan dalam sebuah sistem informasi berbasis komputer. Sumber : Introduction To Information System. Referensi buku yang digunakan antara lain : Bernard, S. A. (2005). An Introduction to Enterprise Architecture (2nd Edition ed.). Blooming, IN: Author House Enterprise Architecture Repository EA Repository dibuat untuk mengumpulkan data-data artifact pada tiap komponen EA yang ditujukan sebagai acuan referensi AstraWorld. Selain itu EA repository juga bertujuan untuk membantu pihak internal perusahaan untuk dapat melihat kembali program EA yang telah dirancang sebagai evaluasi terhadap yang telah dilakukan pada 1 hingga 3 tahun kedepan. Adapun skema rancangan EA Repository sebagai berikut :

57 153 Tabel 4.5 Enterprise Architecture Repository Keterangan : 1. Kolom Current EA Views mengklasifikasikan level-level internal yang ada pada perusahaan. Masing-masing level memiliki hak akses (authorization) yang berbeda-beda terhadap masing-masing artifact yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Kolom Current EA Views dapat berubah ketika user mengakses Future EA Views. 2. Kolom Goals & Initiatives terdiri dari : a. Strategic Plan hanya dapat diakses oleh high level views. Artifact yang terdapat dalam Strategic Plan : - Gambaran Umum Perusahaan - Visi dan Misi Perusahaan b. Goals & Initiatives dapat diakses oleh high level maupun middle level views. Artifact yang terdapat dalam Goals & Initiatives : - Strategi Perusahaan - Analisis SWOT

58 154 - Concept of Operation Scenario (CONOPS) - Concept of Operation Diagram (CONOD) 3. Kolom Products & Services terdiri dari : a. Business Plan dapat diakses oleh high level dan middle level views. Artifact yang terdapat dalam Business Plan : - Business Plan b. Business Process dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam Business process : - Activity Diagram - Usecase Diagram - Usecase Narrative c. Investment Portfolio dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam Investment Portfolio : - Business Process/Product Matrix 4. Kolom Data & Information terdiri dari : a. Information Flows dapat diakses oleh high level dan middle level views. Artifact yang terdapat dalam Information Flows : - Object State Transition Diagram - Logical Data Model b. Data Dictionary dapat diakses oleh high level dan middle level views. - Entity-Activity (CRUD) Matrix 5. Kolom Systems and Applications terdiri dari : a. Business Systems dapat diakses oleh high level dan middle level views. Artifact yang terdapat dalam Business Systems :

59 155 - System Data Flow Diagram b. Support Systems dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam Support Systems : - System Communication Description 6. Kolom Networks & Infrastructure terdiri dari : a. Wide Area Network dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam Wide Area Network : - Network Connectivity Diagram b. Local Area Network 7. Kolom Security Solutions terdiri dari : a. Security Program dapat diakses oleh high level dan middle level views. Artifact yang terdapat dalam Security Program : - Security and Privacy Plan b. System Certifications dapat diakses oleh ketiga level views. Artifact yang terdapat dalam System Certifications : - Technology Forecast - Organization Chart 8. Cell EA Management Plan dapat diakses oleh high level dan middle level views. Ketika user mengakses EA Management Plan, maka user diberikan akses terhadap isi dari management plan mulai dari part 1 part Cell Future Architecture diberikan batasan hak akses terhadap masing-masing level yang disesuaikan dengan current architecture. User dapat mengakses future architecture dengan memilih cell future architecture.

60 EA Standards dapat diakses oleh high level dan middle level views. EA Standards merupakan salah satu subbab yang terdapat pada EA Management Plan part EA Program dapat diakses oleh high level dan middle level views. Isi daripada EA program memperlihatkan part 1 EA Management Plan beserta programprogram yang terbagi menjadi 5 subbab. 12. EA Tutorial dapat diakses oleh ketiga level views karena EA tutorial memberikan informasi yang isinya bertujuan untuk melatih seluruh stakeholder EA dalam penerapan EA. Adapun isi yang dapat diakses melalui EA Tutorial sebagai berikut : - EA Roles and Responsibilities - EA Program Performance Measures - IT Security - EA Standards - Workforce Requirements - Future Operating Scenarios - Planning Assumptions - Updating Current & Future Views 13. EA Site Map dapat diakses oleh ketiga level views. EA Site Map bertujuan untuk memetakan kepada user mengenai isi dari masing-masing kolom dan

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dengan metode Enterprise Architecture sebagai management program dan metode dokumentasi di AstraWorld, memberikan gambaran terkoordinasi dari tujuan strategis,

Lebih terperinci

STRATEGI PENINGKATKAN PELAYANAN PELANGGAN PADA PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk ASTRAWORLD DENGAN MENGGUNAKAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE

STRATEGI PENINGKATKAN PELAYANAN PELANGGAN PADA PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk ASTRAWORLD DENGAN MENGGUNAKAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE STRATEGI PENINGKATKAN PELAYANAN PELANGGAN PADA PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk ASTRAWORLD DENGAN MENGGUNAKAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE Agung Dwi Riansah Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI, BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT.GETRACO UTAMA

PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI, BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT.GETRACO UTAMA PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI, BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT.GETRACO UTAMA LAPORAN TUGAS AKHIR Oleh : Dimas Soeratno 1100024185 Fuad Perdana Putra 1100027943 Muhammad

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. piranti lunak (software), kebutuhan perangkat keras (hardware) dan kebutuhan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. piranti lunak (software), kebutuhan perangkat keras (hardware) dan kebutuhan BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Pengembangan Sistem Pada tahap implementasi sistem, hal-hal yang dibutuhkan dalam implementasi sistem aplikasi Call Center berbasis web terdiri atas kebutuhan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia bisnis dewasa ini mengalami tekanan-tekanan yang sangat berat. Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat perusahaan bisnis meningkatkan atau bahkan mengubah

Lebih terperinci

Meningkatkan Kualitas Strategi, Proses Bisnis, dan Teknologi. Informasi Pada PT.Trinaga Cemerlang Dengan Metode Enterprise. Architecture SKRIPSI

Meningkatkan Kualitas Strategi, Proses Bisnis, dan Teknologi. Informasi Pada PT.Trinaga Cemerlang Dengan Metode Enterprise. Architecture SKRIPSI Meningkatkan Kualitas Strategi, Proses Bisnis, dan Teknologi Informasi Pada PT.Trinaga Cemerlang Dengan Metode Enterprise Architecture SKRIPSI Oleh : Yongko (1000871063) Ria Selvani (1100027716) 08 PAM

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PADA PT GUNANUSA ERAMANDIRI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PADA PT GUNANUSA ERAMANDIRI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PADA PT GUNANUSA ERAMANDIRI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE Roy Kurniawan Information Systems Department, School of Information Systems, BINUS University

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG DAN WESEL PADA PT.POS INDONESIA DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG DAN WESEL PADA PT.POS INDONESIA DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG DAN WESEL PADA PT.POS INDONESIA DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR Oleh Adeline 1301036780 Erwin Rianto 1301036811 Dennis

Lebih terperinci

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat. BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Pengembangan sistem yang diusulkan Dengan memperkirakan terhadap trend bisnis di masa yang akan datang untuk bisnis dibidang pendistribusian

Lebih terperinci

Developing an Enterprise Architecture Management Plan

Developing an Enterprise Architecture Management Plan Developing an Enterprise Architecture Management Plan Learning Objectives LOGO Memahami tujuan dari rencana pengelolaan EA Melihat format contoh untuk rencana pengelolaan EA Memahami jenis konten yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini telekomunikasi sangatlah penting untuk medukung kehidupan sehari hari. Industri yang maju tidak luput oleh adanya teknologi telekomunikasi yang baik, dengan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Hotel Menurut Sulastiyono (2011:5), hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman, dan fasilitas

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. lunak dan personil yang dibutuhkan serta jadwal implementasi sistem tersebut.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. lunak dan personil yang dibutuhkan serta jadwal implementasi sistem tersebut. BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Rencana Implementasi Untuk dapat mengimplementasikan sistem yang telah kami buat ini dengan baik, maka berikut ini adalah penjabaran prosedur yang diusulkan, perangkat

Lebih terperinci

Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning MODUL PERKULIAHAN Enterprise Resource Planning Supply Chain Management and Customer Relationship Management Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Sistem Informasi Sistem Informasi 04 MK18046

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER (F-GL) PT. FTF GLOBALINDO IT SOLUTION PROVIDER

SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER (F-GL) PT. FTF GLOBALINDO IT SOLUTION PROVIDER PRODUK PROFILE SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER (F-GL) PT. FTF GLOBALINDO IT SOLUTION PROVIDER I. SEKILAS TENTANG APLIKASI Sistem Informasi General Ledger (GL) adalah aplikasi komputer yang dikembangkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini, kebutuhan rumah tangga semakin meningkat, disertai dengan gaya hidup masyarakat yang semakin konsumtif, menyebabkan pengeluaran menjadi semakin

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA ( FPOS SPBU) PT. FTF Globalindo

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA ( FPOS SPBU) PT. FTF Globalindo PRODUK PROFILE SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA ( FPOS SPBU) PT. FTF Globalindo I. SEKILAS TENTANG APLIKASI Sistem Informasi Management SPBU Pertamina adalah aplikasi komputer yang dikembangkan

Lebih terperinci

BAB 4 REKOMENDASI PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI

BAB 4 REKOMENDASI PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 87 BAB 4 REKOMENDASI PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Penyelarasan Strategi Bisnis dengan Strategi SI/TI Tabel 4.1 Penyelarasan Strategi Bisnis dengan Strategi SI/TI Strategi Bisnis

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan Pada sub bab ini dijelaskan mengenai latar belakang divisi SEMM Danamon, Struktur organisasi divisi SEMM, tugas, wewenang, dan tanggung jawab,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. fisik dan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Aktivitas fisik dan olahraga

BAB I PENDAHULUAN. fisik dan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Aktivitas fisik dan olahraga 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Upaya kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan aktivitas fisik dan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Aktivitas fisik dan olahraga

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Umum 2.1.1 Pengertian Perencanaan Perencanaan merupakan sebuah analisis yang menyeluruh dan sistematis dalam mengembangkan sebuah rencana kegiatan (Ward & Peppard,

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI HELPDESK

SISTEM INFORMASI HELPDESK SISTEM INFORMASI HELPDESK Rikip Ginanjar 1, M. Kahfi Kresnotutuko 2, R.B. Wahyu 3, Eko Syamsuddin Hasrito 4, Yuyu Wahyu 5, Budi Sulityo 6 (1) President University, (Contact :[email protected])

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimasukkan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran (Marketing

BAB I PENDAHULUAN. dimasukkan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran (Marketing BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kehadiran media komunikasi tidak saja memunculkan peluang yang semakin besar dalam memasarkan sebuah produk, akan tetapi juga mengharuskan setiap perusahaan

Lebih terperinci

PRODUK PROFILE HOTEL BILLING SYSTEM (F-HOTEL)

PRODUK PROFILE HOTEL BILLING SYSTEM (F-HOTEL) PRODUK PROFILE HOTEL BILLING SYSTEM (F-HOTEL) PT FTF GLOBALINDO IT SOLUTION PROVIDER I. SEKILAS TENTANG APLIKASI Hotel Billing System adalah aplikasi komputer yang dikembangkan khusus untuk bidang Hotel,

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. SINARBUDI INTRACO DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR.

PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. SINARBUDI INTRACO DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR. PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. SINARBUDI INTRACO DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR Oleh : Antony Juwono 1301034926 Kelas/Kelompok : 08PCM/Kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. (Software Development Life Cycle). System Development Life Cycle (SDLC) adalah

BAB III METODE PENELITIAN. (Software Development Life Cycle). System Development Life Cycle (SDLC) adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1 METODE PENGEMBANGAN SISTEM Untuk pengembangan sistem penelitian ini menggunakan model SDLC (Software Development Life Cycle). System Development Life Cycle (SDLC) adalah proses

Lebih terperinci

Bab III Analisis Dan Perancangan Basis Data Clustering

Bab III Analisis Dan Perancangan Basis Data Clustering Bab III Analisis Dan Perancangan Basis Data Clustering Pada bab Analisis Dan Perancangan Basis Data Clustering, akan dijelaskan mengenai input/ouput, infrastruktur, sistem/aplikasi yang digunakan, SWOT

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat penting dalam perkembangan suatu perusahaan. Dengan bantuan

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat penting dalam perkembangan suatu perusahaan. Dengan bantuan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Di era yang dewasa ini, teknologi dan informasi menjadi hal yang sangat penting dalam perkembangan suatu perusahaan. Dengan bantuan teknologi, semua pekerjaan menjadi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. terpadu atau dengan microprosesor dan memori. Smartcard mempunyai. beberapa jenis sesuai dengan bidang kebutuhannya.

BAB 1 PENDAHULUAN. terpadu atau dengan microprosesor dan memori. Smartcard mempunyai. beberapa jenis sesuai dengan bidang kebutuhannya. 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era informasi seperti saat ini, teknologi dituntut untuk mempermudah tugas keseharian manusia. Kepentingan manusia yang sangat beragam membuat banyak celah dalam

Lebih terperinci

BAB 3 DESKRIPSI DAN PENGENDALIAN SISTEM YANG BERJALAN PADA PT CATRA NUSANTARA BERSAMA

BAB 3 DESKRIPSI DAN PENGENDALIAN SISTEM YANG BERJALAN PADA PT CATRA NUSANTARA BERSAMA BAB 3 DESKRIPSI DAN PENGENDALIAN SISTEM YANG BERJALAN PADA PT CATRA NUSANTARA BERSAMA 3.1 Latar Belakang Perusahaan PT Catra Nusantara Bersama adalah perusahaan yang bergerak di bidang chemical, didirikan

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Jadwal Implementasi Penerapan aplikasi ini terdiri dari beberapa tahapan berkelanjutan, dengan penjadwalan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Lebih terperinci

BAB 4 RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN. perusahaan saat ini, maka diusulkan adanya sistem yang baru. Sistem yang diusulkan

BAB 4 RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN. perusahaan saat ini, maka diusulkan adanya sistem yang baru. Sistem yang diusulkan 57 BAB 4 RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN 4.1 Usulan Prosedur Yang Baru Setelah menganalisis permasalahan-permasalahan yang dialami oleh perusahaan saat ini, maka diusulkan adanya sistem yang baru. Sistem

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini industri peralatan laboratorium di Indonesia sedang berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya permintaan alat-alat laboratorium di Indonesia.

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK Di bawah ini akan dijelaskan tujuan pengembangan software, ruang lingkup dan penjelasan produk yang dibangun secara umum atau general dengan menggunakan sedikit bahasa teknis dan

Lebih terperinci

BAB 4 RANCANGAN YANG DIUSULKAN. Berikut ini merupakan class diagram di mana menggambarkan hubungan antara

BAB 4 RANCANGAN YANG DIUSULKAN. Berikut ini merupakan class diagram di mana menggambarkan hubungan antara BAB 4 RANCANGAN YANG DIUSULKAN 4.1 Rancangan Yang Dibangun 4.1.1 Class Diagram Berikut ini merupakan class diagram di mana menggambarkan hubungan antara objek dalam aplikasi KM yang akan dibangun: 4.1.1.1

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA BAGIAN PENJUALAN DAN DIVISI DISTRIBUSI PADA PT. ARMADA AUTO TARA

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA BAGIAN PENJUALAN DAN DIVISI DISTRIBUSI PADA PT. ARMADA AUTO TARA PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA BAGIAN PENJUALAN DAN DIVISI DISTRIBUSI PADA PT. ARMADA AUTO TARA Edward Gunadi 1301014905 Sandra Saputra 1301015901 Lanny Wijaya Trisnadi 1301018986

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI SALON & SPA (F-POS SALON)

SISTEM INFORMASI SALON & SPA (F-POS SALON) PRODUK PROFILE SISTEM INFORMASI SALON & SPA (F-POS SALON) I. SEKILAS TENTANG APLIKASI Sistem Informasi Salon atasu Software Salon adalah aplikasi komputer yang dikembangkan khusus untuk bidang usaha salon

Lebih terperinci

Klik Master Cek Data Pelanggan ( addnew )

Klik Master Cek Data Pelanggan ( addnew ) 267 Klik Master Pada Menu Utama-cek transaksi pemesanan Gambar 4.147 Rancangan Layar Form Master (cek Transaksi Pemesanan) Klik Master Cek Data Pelanggan ( addnew ) Gambar 4.148 Rancangan Layar Form Master

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 63 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN Yang menjadi objek dalam penulisan skripsi ini adalah PT. Solusi Corporindo Teknologi, PT. Solusi Corporindo Teknologi adalah perusahaan yang bergerak di bidang

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA. PT. FTF Globalindo

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA. PT. FTF Globalindo PRODUK PROFILE SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA PT. FTF Globalindo I. SEKILAS TENTANG APLIKASI Sistem Informasi Management SPBU Pertamina adalah aplikasi komputer yang dikembangkan khusus untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Dokumentasi Pengembangan Sistem Prototype 4.1.1 Siklus Prototype Pertama Tabel 4. 1 Hasil Pengembangan Prototype v01 Waktu Tahap Proses 5Maret20 Communication Muncul ide

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Pada sub bab ini, penulis akan membahas tentang teori-teori dasar yang berkaitan dengan topik tugas akhir, seperti teori mengenai perencanaan strategi sistem informasi

Lebih terperinci

BAB IV REKOMENDASI PERENCANAAN STRATEGI SISTEM INFORMASI. Salah satu bentuk hasil dari proses perencanaan

BAB IV REKOMENDASI PERENCANAAN STRATEGI SISTEM INFORMASI. Salah satu bentuk hasil dari proses perencanaan 42 BAB IV REKOMENDASI PERENCANAAN STRATEGI SISTEM INFORMASI 4.1 Strategi Bisnis Perusahaan Salah satu bentuk hasil dari proses perencanaan SI/TI, strategi ini akan menjelaskan bagaimana sistem & strategi

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Sistem yang dirancang bertujuan untuk mendukung persediaan bahan yang

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Sistem yang dirancang bertujuan untuk mendukung persediaan bahan yang 127 BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI 4.1 The Task 4.1.1 Purpose Sistem yang dirancang bertujuan untuk mendukung persediaan bahan yang dimulai dari pendataan bahan yang baru, bahan masuk yang dimulai

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Kebutuhan Sumber Daya Sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem inventaris perangkat keras di PT. Kartika Buana Ayu (pihak pengelola gedung

Lebih terperinci

Lampiran 1. Kuesioner SWOT

Lampiran 1. Kuesioner SWOT Lampiran 1 Kuesioner SWOT Kuisioner diperlukan agar mendapatkan Faktor Strategi Eksternal dan Faktor Strategi Internal sehingga didapatkan strategi yang tepat untuk digunakan oleh perusahaan. Cara pengisian:

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PENGEMBANGAN SISTEM PERIJINAN DAN SISTEM DATABASE IMPOR

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PENGEMBANGAN SISTEM PERIJINAN DAN SISTEM DATABASE IMPOR RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PENGEMBANGAN SISTEM PERIJINAN DAN SISTEM DATABASE IMPOR A. Latar Belakang Sistem pendukung pengambilan keputusan atau Decision Support System (DSS) adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan membahas tentang semua aktifitas pengerjaan tugas akhir ini dalam melakukan analisis perencanaan strategis sistem informasi kami menggunakan metode Ward

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan Pada era Informasi saat ini, penggunaan komputer sebagai alat penunjang pekerjaan sangat banyak kita jumpai. Tingginya tingkat kebutuhan, membuat perkembangan teknologi

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. perangkat lunak ini dibagi menjadi dua, yakni kebutuhan hardware dan kebutuhan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. perangkat lunak ini dibagi menjadi dua, yakni kebutuhan hardware dan kebutuhan 74 BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Kebutuhan Sistem Fase implementasi sistem merupakan fase untuk mengeksekusi perangkat lunak yang telah dirancang pada bab sebelumnya. Kebutuhan sistem ini

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari perancangan sistem informasi service car pada Toyota Auto 2000 Medan Berbasis Client Server yang dibangun.

Lebih terperinci

COMPANY PROFILE : MENJADI SALAH SATU PERUSAHAAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI TERBAIK

COMPANY PROFILE : MENJADI SALAH SATU PERUSAHAAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI TERBAIK COMPANY PROFILE SEJARAH SINGKAT PT. DEKA PERKASA adalah sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang information technology, dengan fokus dalam bidang Sistem Informasi manajemen baik perangkat

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. utuh ke dalam bagian - bagian komponennya dengan maksud untuk

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. utuh ke dalam bagian - bagian komponennya dengan maksud untuk BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Analisis Sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian - bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada PT. Chevron Pasific Indonesia (PT. CPI) wilayah Riau dengan 4 distrik daerah pengelolaan layanan telepon dan internet yaitu

Lebih terperinci

Bab IV. Perancangan Model CRM

Bab IV. Perancangan Model CRM Bab IV Perancangan Model CRM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan model CRM sesuai dengan analisis terhadap lingkungan di XL. Perancangan model CRM yang akan dibahas mengenai perancangan model

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN P.D. SINAR MULIA. Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan P.D. Sinar Mulia mendukung

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN P.D. SINAR MULIA. Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan P.D. Sinar Mulia mendukung BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN P.D. SINAR MULIA 4.1. The Task 4.1.1. Purpose Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan P.D. Sinar Mulia mendukung kegiatan dari setiap pengguna

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. Sebagaimana individu, perusahaan, dan ekonomi semakin bergantung pada sistem

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. Sebagaimana individu, perusahaan, dan ekonomi semakin bergantung pada sistem BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI 4.1 Latar Belakang Pembahasan Sebagaimana individu, perusahaan, dan ekonomi semakin bergantung pada sistem IT dan internet, maka risiko dalam sistem-sistem

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelayanan perbaikan dibagi menjadi 4 kategori yaitu :

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelayanan perbaikan dibagi menjadi 4 kategori yaitu : BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Sitcomindo adalah perusahaan penyediaan layanan servis yang tersebar di Indonesia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, dan Kamboja. PT Sitcomindo berpengalaman dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat membuat manusia seakanakan tidak lagi dipisahkan oleh ruang dan waktu. Untuk menunjang kinerja suatu perusahaan banyak

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan Pengantar

Bab 1. Pendahuluan Pengantar Bab 1 Pendahuluan 1.1. Pengantar Teknologi informasi saat ini berkembang dengan sangat cepat. Hal ini terlihat dengan adanya penggunaan komputer dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam bidang bisnis.

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Kebutuhan Sumber Daya Sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem pemesanan, pengiriman, dan penjualan pada PT. Istana Argo Kencana terdiri

Lebih terperinci

ABSTRAK. ii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. ii Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT. Cisangkan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi genteng dan paving blok yang berada di Bandung dan menggunakan sistem informasi dalam pengolahan dan pengintegrasian data data

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut adalah tampilan hasil dan pembahasan dari rancangan sistem informasi biaya operasional berbasis akuntansi pada Kantor Pajak Pratama Medan Barat yang

Lebih terperinci

Tampilan Form Update Evaluasi Sarana InHouse

Tampilan Form Update Evaluasi Sarana InHouse 289 29. Bagian training dapat memasukkan kembali perubahan terhadap penilaian training untuk selanjutnya data-data perubahan akan dimasukkan ke dalam basis data. Tampilan Form Update Evaluasi Sarana InHouse

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. perancangan aplikasi penjualan dan pengiriman spare part komputer pada Bismar

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. perancangan aplikasi penjualan dan pengiriman spare part komputer pada Bismar BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bab empat ini akan dibahas mengenai hasil analisis dan perancangan aplikasi penjualan dan pengiriman spare part komputer pada Bismar Komputer Surabaya Jawa Timur meliputi

Lebih terperinci

Bab 3. Metode Dan Perancangan Sistem

Bab 3. Metode Dan Perancangan Sistem Bab 3 Metode Dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Perancangan Sistem Pada bagian ini menjelaskan tentang bagaimana metode penelitian dalam perancangan sistem. Metode yang dipakai adalah metode PPDIOO. PPDIOO

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Implementasi sistem adalah tahap tahap penerapan dari analisis dan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Implementasi sistem adalah tahap tahap penerapan dari analisis dan BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Implementasi sistem adalah tahap tahap penerapan dari analisis dan desain sistem yang telah dibuat sebelumnya agar siap untuk dioperasikan. Diharapkan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Pada bagian ini membahas tentang teori - teori yang digunakan sebagai landasan pada penelitian ini. 3.1 Sistem Informasi Data merupakan bahan baku yang akan di proses untuk menghasilkan

Lebih terperinci

BAB 4 PERENCANAAN INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI. menghubungkan strategi dan perencanaan TI dengan bisnis strategic intention. Konteks strategi bisnis

BAB 4 PERENCANAAN INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI. menghubungkan strategi dan perencanaan TI dengan bisnis strategic intention. Konteks strategi bisnis BAB 4 PERENCANAAN INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Demand/ Supply Planning Demand/ Supply Planning merupakan kebutuhan strategi TI sebagai demand dan perencanaan strategi TI sebagai solusi kebutuhan TI

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI Perencanaan Strategi Sistem Informasi

BAB 2 LANDASAN TEORI Perencanaan Strategi Sistem Informasi BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum 2.1.1. Perencanaan Strategi Sistem Informasi 2.1.1.1. Pengertian Perencanaan Menurut Ward dan Peppard (2002, p69), perencanaan merupakan sebuah analisis yang menyeluruh

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perancangan File Server Menggunakan Cloud Perancangan layanan file server menggunakan cloud pada PT Mugi Cipta Perkasa dilakukan dengan menggunakan sebuah server yang akan

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA PT. MANUNGGAL JAYA MAKMUR

PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA PT. MANUNGGAL JAYA MAKMUR PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA PT. MANUNGGAL JAYA MAKMUR Faldhi Firdhaus, Chairul Anwar, Anugrah Ramadhany, Universitas Bina Nusantara, Jl.

Lebih terperinci

BAB 4 USULAN ARCHITECTURE BARU DAN TRANSISI

BAB 4 USULAN ARCHITECTURE BARU DAN TRANSISI BAB 4 USULAN ARCHITECTURE BARU DAN TRANSISI 4.1 Future Architecture Berisi tentang komponen enterprise architecture yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mendukung strategi inisiatif baru, kebutuhan operasional

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi System Setelah melalui tahap analisis dan perancangan, selanjutnya aplikasi yang dibuat diharapkan dapat menjadi solusi dalam proses pelacakan pengiriman

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pendapat untuk mencapai tujuan bersama. 2. Membagi tanggung jawab bersama sama untuk mencapai tujuan.

BAB II LANDASAN TEORI. pendapat untuk mencapai tujuan bersama. 2. Membagi tanggung jawab bersama sama untuk mencapai tujuan. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Kolaborasi Kolaborasi bisa didefinisikan sebagai sebuah proses mencapai sebuah tujuan yang tidak akan mungkin bisa dilakukan secara individual. Termasuk didalamnya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN PT. AERO SYSTEMS INDONESIA

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN PT. AERO SYSTEMS INDONESIA BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN PT. AERO SYSTEMS INDONESIA 2.1 Data Perusahaan 2.1.1. Identitas Perusahaan Gambar 2.1 Logo Perusahaan Perusahaan PT. Aero Systems Indonesia atau yang lebih dikenal dengan

Lebih terperinci

Oleh: Prima Kristalina Mike Yuliana. Call Centre

Oleh: Prima Kristalina Mike Yuliana. Call Centre Oleh: Prima Kristalina Mike Yuliana Call Centre Topik Definisi dan Arsitektur Call Center Komponen dan jenis Call Center Automatic Call Distribution Cara Menyediakan Call Center Performansi Call Center

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pesatnya perkembangan teknologi saat ini tentunya mampu memberikan dampak positif bagi perusahaan seperti mudahnya mendapatkan informasi sehingga, memudahkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Universitas merupakan intuisi akademis yang memiliki karakteristik yang sama dengan organisasi pembelajaran. Dimana dalam organisasi ini banyak subsub kegiatan yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN RANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN RANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN RANCANGAN SISTEM 3.1 Kajian Organisasi Dalam sub bab ini akan dijelaskan menengenai profil perusahaan dimana penulis melakukan analisa dan perancangan sistem untuk Tugas Akhir ini.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1 Tampilan Program Adapun hasil dan pembahasan sistem akuntanasi piutang pada PT. Pertamina UPMS 1 Medan adalah seperti berikut : IV.1.1 Tampilan Input 1. Login Adapun hasil

Lebih terperinci

BAB 4 RANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM. knowledge goals dan knowledge identification. Dari hasil pemetaan akan

BAB 4 RANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM. knowledge goals dan knowledge identification. Dari hasil pemetaan akan BAB 4 RANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM 4.1 Pemetaan Fitur Perancangan aplikasi knowledge management didasarkan pada pemetaan knowledge goals dan knowledge identification. Dari hasil pemetaan akan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. penyelesaian produksi dengan menggunakan metode Earliest Due Date (EDD) ini

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. penyelesaian produksi dengan menggunakan metode Earliest Due Date (EDD) ini BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Kebutuhan Sistem Dalam merancang dan membangun pembuatan aplikasi perhitungan penyelesaian produksi dengan menggunakan metode Earliest Due Date (EDD) ini ada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di masa sekarang ini teknologi informasi sudah begitu berkembang pesat, dan akan semakin jauh meninggalkan kita bila kita tidak berusaha mengikuti dan memanfaatkan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISA SISTEM

BAB 3 ANALISA SISTEM BAB 3 ANALISA SISTEM Proses menganalisa sistem merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam membangun sebuah system. Analisa system adalah proses menguraikan beberapa informasi yang sedang berjalan

Lebih terperinci

c. Rancangan Menu News

c. Rancangan Menu News 199 c. Rancangan Menu News Gambar 4.79 Rancangan UI Halaman Create News Halaman Create News adalah halaman yang dirancang agar Admin dengan mudah dapat memasukkan News baru yang belum terdapat di dalam

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Januari tahun 2000 dengan berizin badan usaha PT Millenium Globalindo Holiday

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Januari tahun 2000 dengan berizin badan usaha PT Millenium Globalindo Holiday BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan PT Millenium Globalindo Holiday didirikan oleh Bapak Raymond pada tanggal 3 Januari tahun 2000 dengan berizin badan usaha PT Millenium Globalindo

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan,

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan, BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penulis melakukan objek penelitian pada Qwords.com perusahaan penyedia jasa layanan Web Hosting (Web Hosting Provider) yang melayani registrasi

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Latar Belakang Ketergantungan perusahaan-perusahaan modern terhadap kekuatan informasi, kini, semakin terasa. Namun, selama ada data, kesalahan pun ada. Di masa lalu, pengelolaan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT. PAKARTI GRAHA SENTOSA

PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT. PAKARTI GRAHA SENTOSA 1 PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT. PAKARTI GRAHA SENTOSA Galih Permadi Putra Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia dan Derly

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Pada bab ini menjelaskan mengenai teori-teori yang digunakan dalam menunjang isi dari penelitian dalam bab 3 maupun bab 4. 2.1.1 Data Data adalah faktah mentah yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJICOBA

BAB IV HASIL DAN UJICOBA BAB IV HASIL DAN UJICOBA IV.1. Tampilan Hasil tampilan program aplikasi sistem informasi akuntansi retur penjualan pada UD Anugerah Lestari yang dirancang penulis dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Lebih terperinci