BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan digolongkan ke dalam jenis penelitian kausal, yang fokus penelitiannya bertujuan untuk menguji hipotesis tentang pengaruh satu atau beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Selanjutnya, dalam penelitian ini dilakukan pendekatan analisis kuantitatif yang terdiri atas perumusan masalah, menyusun model, proses mendapatkan data, mencari solusi, menganalisis hasil dan mengimplementasikan hasil. B. Definisi dan Operasionalisasi Variabel Variabel dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Variabel total penerimaan Variabel ini didefinisikan sebagai total pendapatan operasional perbankan terhadap total asset. Pendapatan operasional sendiri terdiri dari dua jenis yaitu pendapatan bunga/operasional dan pendapatan operasional lainnya. Variabel ini digunakan sebagai variabel dependen yang merupakan proksi dari output bank. 2. Variabel Return on Asset Variabel ini merupakan rasio laba bersih terhadap total asset. Variabel ini digunakan sebagai variabel dependen menggantikan variabel total penerimaan ketika akan digunakan untuk menguji keseimbangan model (salah satu asumsi P-R Model). 56

2 57 3. Beban Tenaga Kerja Variabel ini didefinisikan sebagai total beban gaji dan tunjangan terhadap total asset. Variabel ini digunakan sebagai variabel independen yang merupakan proksi dari input bank yaitu tenaga kerja. 4. Beban Bunga Variabel ini didefinisikan sebagai beban bunga terhadap deposito dan kewajiban lainnya. Variabel ini digunakan sebagai variabel independen yang merupakan proksi dari input bank yaitu deposito/modal finansial. 5. Beban non bunga Variabel ini didefinisikan sebagai beban operasional lain dikurangi beban gaji dan tunjangan terhadap total asset. Variabel ini digunakan sebagai variabel independen yang merupakan proksi dari input bank yaitu modal fisik. 6. Struktur Modal Variabel ini adalah rasio total hutang terhadap total asset. Variabel ini digunakan sebagai variabel independen dan digunakan untuk melihat dampak penggunaan hutang terhadap pendapatan. 7. Penyaluran kredit Variabel ini adalah rasio penyaluran kredit terhadap total asset. Variabel ini digunakan sebagai variabel independen dan sebagai proksi dari tingkat intermediasi perbankan.

3 58 C. Pengukuran Variabel 1. Variabel Total Penerimaan (Trev) Total Penerimaan (Trev) = 2. Return on Asset (ROA) Return on Asset (ROA) = 3. Beban Tenaga Kerja Beban tenaga kerja (PL) = 4. Beban Bunga Pendapatan oprs + pendapatan oprs lain Total Asset Laba Bersih Total asset Total beban gaji dan tunjangan Total Asset Beban Bunga (PF) = Beban Bunga Deposito dan kewajiban lainnya 5. Beban Non Bunga (PK) Beban Non Bunga (PK) = Beban oprs lain- (beban gaji dan tunjangan) Total Asset 6. Struktur Modal (DA) Struktur Modal (DA) = Total kewajiban (hutang) Total Asset 7. Penyaluran Kredit (LO) Penyaluran Kredit (LO) = Total Kredit Yang disalurkan Total Asset D. Populasi dan Sampel Penelitian

4 59 Populasi dalam penelitian ini adalah semua bank yang beroperasi di Indonesia. Namun karena keterbatasan peneliti, maka yang diteliti hanya sampel. Adapun pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling metode judgment, dengan kriteria: 1) Bank pemerintah dan bank swasta nasional devisa tahun 2003 sampai dengan tahun ) Bank yang dipilih menyediakan laporan keuangan pada periode observasi. Adapun data akan dianalisis dalam bentuk tahunan. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data menggunakan data arsip berupa data sekunder. Data sekunder merupakan data yang sudah disediakan oleh organisasi (unit bisnis) sehingga peneliti tinggal menggunakan (Herliansyah, 2013). Pengumpulan data dilakukan dengan melihat dan melakukan pencatatan data terhadap data pada statistik perbankan, laporan moneter Bank Indonesia yang dirilis setiap tahunnya serta menggunakan studi kepustakaan, yaitu literatur dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan masalahan penelitian. F. Metode Analisis Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian hipotesis berdasarkan data yang telah tersedia dengan pemodelan data panel. Data panel merupakan gabungan dari data cross section dan time series, (Nachrowi, 2006). Model data panel dapat dituliskan menjadi sebagai berikut: Yit = α + β Xit + eit ; i = 1,2,...,N; t= 1,2,...,t Dimana:

5 60 N t N x t = banyaknya observasi = banyaknya waktu = banyaknya data panel Untuk menjawab tujuan penelitian, dilakukan regresi dengan pemodelan data panel berdasarkan bentuk persamaan pendapatan yang telah dimodifikasi (reduced form revenue equation) atas model Panzar dan Rosse sebagai berikut. LnTRev it = α 0 + α 1 LnPL it + α 2 LnPF it + α 3 LnPK it + α 4 LnTA it + α5lndait + e it (1) dimana, subskrip i menyatakan bank i, dan t menyatakan tahun dan Ln merupakan log natural. TRev it = rasio pendapatan bunga + pendapatan operasional lainnya terhadap total asset (sebagai proksi output bank) PL it = rasio beban gaji + tunjangan terhadap total asset (sebagai proksi input tenaga kerja) PF it = rasio beban bunga terhadap deposito dan kewajiban lainnya (sebagai proksi input deposito/modal finansial) PK it = rasio beban operasional lain - (beban gaji + tunjangan) terhadap total asset (sebagai proksi dari input modal fisik) LA it DA it = rasio total kredit terhadap total asset = rasio total kewajiban terhadap total asset Persamaan regresi (1) di atas akan diestimasi dalam beberapa periode, yaitu periode total observasi ( ), periode sebelum krisis ( ), periode krisis ( ) dan periode setelah krisis ( ). Untuk

6 61 menjawab hipotesa pertama akan dilakukan uji beda dengan menggunakan uji Chow Test pada periode observasi, sebelum dan setelah krisis. Berdasarkan persamaan di atas, maka desain penelitian dapat digambarkan seperti pada gambar 4.1.

7 62 Gambar 4.1. Desain Penelitian (Beban gaji + Tunjangan)/total asset Beban bunga/ (deposito + kewajiban lainnya) H2 (beban operasional lainnya- ((beban gaji + tunjangan))/total asset Total kewajiban/total asset H3 (Pendapatan operasional +pendapatan operasional lainnya)/total asset H4 Total kredit/total asset H1 Periode sebelum krisis (tahun ) Periode setelah krisis (tahun ) Sumber: penggambaran peneliti berdasarkan hipotesis dan persamaan regresi.

8 63 1. Alat Analisis 1.1. Uji pilihan model panel terbaik (pooled least squared, fixed effect atau random effect) Model Pooled Least Squared Untuk penelitian ini, dilakukan pengolahan data dengan menggunakan metode panel. Selain harus memenuhi asumsi klasik seperti non-autokorelasi, homoscedasticity dan non-multicolinearity terdapat beberapa asumsi tambahan untuk model regresi data panel, asumsi tersebut: Tidak adanya hubungan antar individu i α i dan e it bersifat independen Jika asumsi tersebut dipenuhi maka dihasilkan persamaan OLS yang bisa diestimasi dengan metode pooled estimation. Namun hal tersebut mengandung kesukaran. Beberapa kelemahannya: Asumsi sulit dipenuhi Asumsi yang sangat sempit tentang asumsi klasik (homoscedastiity dan otokorelasi) Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ada dua buah teknik yang biasanya digunakan untuk membuat model dari data panel, yaitu Metode Efek Tetap (The Fixed Effect) dan Metode Efek Random (The Random Effect) Metode Efek Tetap Untuk mengestimasi pooling data dengan menggunakan model ini, diperlukan variabel boneka (dummy variable) untuk menghitung pengaruh dari variabel-variabel yang dihilangkan yang spesifik terhadap unit-unit individu tetapi

9 64 tetap konstan antar waktu. Penggunaan model ini menangkap perbedaan antar unit individu sedangkan perubahan antar waktu dianggap konstan. Dengan kata lain, yang dianalisis adalah perbedaan antar unit individu/cross section yang dicerminkan dalam variabel boneka dan tidak ada efek yang ditimbulkan dalam variabel antar waktu. Bila asumsi seluruh gangguan tidak dapat dinyatakan mengikuti semua asumsi random noise seperti dalam persamaan regresi linear klasik, maka menggunakan OLS dan GLS tidak akan menghasilkan sifat yang BLUE. Gangguan dalam model akan menjadi satu dengan konstanta intercept. Gangguan diasumsikan memiliki pengaruh yng tetap oleh karenanya dianggap sebagai bagian dari konstanta intersept model persamaan Model Efek Random Berbeda dengan fixed effect, model efek random dapat melihat terjadinya perbedaan nilai parameter-parameter antar individu maupun antar waktu dimasukkan ke dalam error. Sehingga kita dapat menghemat pemakaian derajat kebebasan dan tidak mengurangi jumlahnya seperti yang dilakukan pada metode efek tetap. Hal ini berimplikasi parameter yang merupakan hasil estimasi akan menjadi semakin efisien. Bentuk efek random dapat dijelaskan pada persamaan berikut: Y it = α + βx it + ε it E it = u i + v t +W it Dimana : u i vt N (0, δ u 2 ) = komponen cross section error N (0, δ v 2 ) = komponen time series error

10 65 wit N (0, δ w 2 ) = komponen error kombinasi Untuk pemilihan model panel data yang paling tepat, maka perlu dilakukan serangkaian pengujian secara ekonometrika. Secara umum urutan dari pengujian tersebut adalah melakukan pengujian Chow, kemudian melakukan uji Hausman. 1) Chow Test Chow test merupakan uji untuk memilih apakah model yang digunakan pooled least square atau model efek tetap. Pengujian ini disebut Chow Test karena kemiripannya dengan Chow Test yang digunakan untuk menguji stabilitas dari parameter (stability test). Dalam pengujian ini dilakukan hipotesa sebagai berikut: H0 = model pooled least square (restricted) H1 = model tetap (unrestricted) Chow test menggunakan distribusi F dengan rumus sebagai berikut: F N-1,NT-N-K = (RRSS URSS) (N-1) URSS / (NT-N-K) Dimana: RSSS = Restricted Residual Sum Square URSS = Unrestricted Residual Sum Square N = Jumlah data cross section T = jumlah data time series K = jumlah variabel penjelas

11 66 Statistik F menggunakan distribusi F dengan N-1 dan N-K derajat kebebasan. Jika F hitung lebih besar dari F tabel atau F signifikan maka pendekatan yang dipakai adalah unrestricted atau pendekatan model efek tetap atau LSDV. 2) Hausman Test Dalam memilih pendekatan mana yang sesuai dengan model persamaan dan data antara fixed effect dan random effect dapat digunakan dengan menggunakan spesifikasi yang dikembangkan oleh Hausman. Hausman Test ini menggunakan nilai Chi Square sehingga keputusan pemilihan metode data panel ini dapat ditentukan secara statistik. Dengan asumsi bahwa error secara individual tidak saling berkorelasi begitu juga error kombinasinya, rumus uji hausman adalah: H = (β RE β FE ) 1 (ƩFE ƩRE) -1 (β RE β FE ) Dimana: β RE = random effect estimator β FE = fixed effect estimator ƩFE = matriks kovarians fixed effect ƩRE = matriks kovarian random effect Selain itu, uji Hausman ini dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut: Ho = Model efek random H1 = Model efek tetap Statistik Hausman menggunakan nilai Chi Square Statistics. Jika hasil uji Huasman test signifikan maka metode yang digunakan dalam pengolahan data panel adalah model efek tetap.

12 Uji Keseimbangan P-R Model Uji ini dilakukan dengan mengganti variabel dependen total pendapatan terhadap total asset pada persamaan (1) di atas dengan variabel return on asset (ROA). Model dikatakan seimbang jika estimasi yang dilakukan menghasilkan nilai probabilitas F-statistik kurang dari 0, Uji Perbedaan kinerja perbankan di Indonesia pada periode sebelum dan setelah krisis (uji Chow Test) Uji ini digunakan untuk melihat apakah ada perbedaan kinerja perbankan di Indonesia pada periode sebelum dan setelah krisis dengan menggunakan uji Chow Test. Adapun langkah-langkah melakukan uji Chow test adalah: (Ghozali, 2011: ). 1) Lakukan regresi dengan observasi total (periode ) dan dapatkan nilai restricted residual sum of squares atau RSS r dengan df = (n1 + n2 k) dimana k adalah jumlah parameter yang diestimasi dalam penelitian ini sebanyak 6; 2) Lakukan regresi dengan observasi periode sebelum krisis ( ) dan dapatkan nilai RSS1 dengan df = (n1 - k); 3) Lakukan regresi dengan observasi periode sesudah krisis ( ) dan dapatkan nilai RSS2 dengan df = (n2 k); 4) Jumlahkan nilai RSS1 dan RSS2 untuk mendapatkan unrestricted residual sum of squares (RSS ur ) dengan df = (n1 + n2-2k); 5) Hitung nilai F test dengan rumus: F = (RSS r RSS ur )/k (RSS ur )/ (n1 + n2 2k)

13 68 6) Nilai rasio F mengikuti distribusi F dengan k dan (n1 +n2 2k) sebagai df untuk penyebut maupun pembilang; 7) Jika nilai F hitung > F tabel, maka model regresi sebelum krisis dan model regresi setelah krisis memang berbeda Uji Statistik Setelah ditetapkan pendekatan apa dalam data panel yang akan digunakan, maka langkah berikutnya adalah melakukan pengujian secara statistik. Ketepatan fungsi regresi dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari goodeness of fit-nya. Nilai goodeness of fit ini dapat diukur dari nilai statistiknya t,f dan koefisien determinasinya Uji statistik t (uji signifikansi parsial) Uji t-test ini ingin melihat secara individual apakah suatu variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen atau tidak. Pengambilan keputusan hipotesis juga dapat dilihat dengan melihat probabilitasnya (p-value). Jika nilai p-value lebih kecil dari nilai alpha (α) maka kita dapat menolak hipotesa Ho, dengan tingkat keyakinan 1 alpha (α) Uji statistik F (uji goodness of fit model) Berbeda dengan t-test yang melihat secara individual, uji F-test ini digunakan untuk melihat secara bersama-sama pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, apakah variabel independen dalam suatu model persamaan bersama-sama mempengarui variabel dependen. Pengambilan kesimpulan hipotesis apakah Ho ditolak atau tidak ditolak dengan membandingkan nilai F-statistik dengan nilai kritisnya. Jika F statistik lebih besar

14 69 dari nilai kritis maka Ho ditolak yang artinya variabel independen dalam model persamaan tersebut bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya. Perhitungan F-statistik adalah: F = R 2 /(k-1) (1-R 2 )/ (n-k) Dimana: K = jumlah variabel independen dan dependen n = Jumlah observasi Koefisien Determinasi (R 2 ) Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa besar variasi dari variabel dependennya dapat dijelaskan oleh variasi nilai dari variabelvariabel bebasnya. Dengan kata lain Nilai R 2 statistik mengukur tingkat keberhasilan model regresi yang kita gunakan dalam memprediksi nilai variabel dependen atau mengetahui kecocokan (goodness of fit) dari model regresi. Nilai R 2 ini terletak antara nol sampai satu. Semakin dekat satu maka model dapat kita katakan semakin baik. Akan tetapi, dalam pengolahan data panel model yang terbaik tidak selalu memperhatikan nilai R 2. Kelemahan dari pengukuran R 2 adalah nilainya akan meningkat jika ditambah variabel bebasnya. Oleh karena itu, diperlukan adjusted R 2 yang akan memberikan penalti terhadap penambahan variabel bebas yang tidak mampu menambah daya prediksi suatu model. Sehingga adjusted R 2 merupakan R 2 yang telah dikoreksi dengan varians error. Nilai adjusted R 2 tidak akan pernah melebihi nilai R 2 dan dapat turun jika menambahkan variabel bebas yang tidak

15 70 perlu. Bahkan untuk model yang memiliki kecocokan (goodness of fit) yang rendah, adjusted R 2 dapat memiliki nilai yang negatif Uji Asumsi klasik Selain melakukan uji statistik di atas, pada saat analisis regresi sering muncul beberapa masalah yang termasuk dalam pengujian asumsi klasik, yaitu ada tidaknya masalah autokorelasi, heteroskedastisitas dan multikolinearitas Autokorelasi Autokorelasi merupakan terdapatnya hubungan antar error terms. Adanya autokorelasi ini menyebabkan parameter yang akan diestimasi menjadi tidak efisien. Salah satu uji formal yang paling populer untuk mendeteksi adanya autokorelasi adalah Durbin Watson (D-W statistic) Durbin Watson (D-W statistic) terletak pada interval 4. Jika nilai D-W statistics semakin mendekati nilai 2 maka model tersebut tidak memiliki masalah autocorrelation. Sebaliknya jika DW menjauhi 2 mengindikasikan adanya autokorelasi positif atau autokorelasi negatif. Walaupun demikian, uji D-W statistik seringkali menimbulkan ambiguitas atau keragu-raguan karena terdapat daerah yang tidak dapat diputuskan apakah niali tersebut termasuk autokorelasi positif dan negatif atau tidak. Untuk lebih jelasnya pengambilan keputusan adanya autokorelasi atau tidak, dapat menggunakan tabel DW yang terdiri atas dua nilai yaitu batas bawah (dl) dan batas atas (du). Nilai-nilai ini dapat digunakan sebagai pembanding uji DW, dengan aturan sebgai berikut: 0<D-W<dL dl<d-w<du = autokorelasi positif = tidak ada kesimpulan

16 71 du<d-w<4-du 4-dU<D-W<4-dL 4-dL<D-W<4 = tidak ada autokorelasi = tidak ada kesimpulan = autokorelasi negatif Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas merupakan variasi dari error term tidak konstan atau E (ui 2 ) = δ 2 i. Hal tersebut mengakibatkan parameter yang kita duga menjadi tidak efisien akibat besaran varians selalu berubah-ubah. Untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas dapat dilihat dengan cara membandingkan sum of squared residual weighted (SSRW) dan sum of squared residual unweighted (SSRUW). Jika SSRW < SSRW maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas. Selain itu, adanya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji White Heteroscedasticity Test. Uji White Heteroscedasticity Test yang mengikuti distribusi χ 2 ini memiliki 2 pilihan antara lain: 1) No cross term = apabila 5 X jumlah variabel bebas > jumlah observasi 2) Cross term = apabila 5 X jumlah variabel bebas < jumlah observasi Pengujian hipotesis White Heterocedasticity Test adalah Ho = Homocedasticity H1 = Heterocedasticity Jika nilai Obs * R-squared > nilai kritis maka Ho ditolak yang berarti terdapat heterocedasticity atau P-value < α maka Ho ditolak yang berarti terdapat hererocedasticity. Untuk mengatasi adanya masalah heterocedasticity ini ada 2 cara yaitu:

17 72 1) Menggunakan Weighted Least Squared atau Generalized Least Squared (GLS) yakni regresi yang menggunakan pembobotan pada variabel yang signifikan dan membobot observasi secara terbalik dengan varians-nya. Biasanya 2 penggunaan metode ini ketika δ i diketahui. 2) Menggunakan white is heterocedasticity consistent variance and standard error atau robust standar error. Penggunaan metode ini ketika δ i 2 tidak diketahui Multikolinearitas Multikolinearitas merupakan pelanggaran asumsi dasar berupa terdapatnya hubungan antara variabel bebas sehingga nilai parameter yang BLUE tidak dapat terpenuhi. Adanya multikolinearitas dapat dideteksi dengan: Nilai R-squared (R 2 ) tinggi dan nilai F-stat yang signifikan, namun sebagian besar nilai dari t-stat tidak signifikan. Tingkat korelasi yang cukup tinggi antar 2 variabel bebas yakni r > 0,8. Jika hal tersebut terpenuhi maka diindikasikan terjadi masalah multikolinearitas dalam persamaan tersebut. multikolinearitas ini terbagi menjadi 2 yakni multikolinearitas sempurna apabila r =1 dan multikolinearitas tidak sempurna apabila r <1. Besarnya condition number yang berkaitan dengan variabel bebas bernilai lebih dari 20 atau 30. Nilai condition number dapat diperoleh dengan prosedur pemisahan matriks variabel-variabel bebas. Beberapa cara untuk mengatasi masalah multikolinearity, antara lain:

18 73 Menggunakan data panel (jika model yang digunakan adalah model time series) Menghilangkan variabel bebas yang tidak signifikan atau memiliki korelasi tinggi Mentransformasi variabel, misalnya merubah menjadi bentuk first defference Menambah data atau memilih sampel baru Tidak melakukan apa-apa Namun demikian, dalam data panel, masalah multikolinearity biasanya tidak terlalu menggangu efisiensi sebuah model. Menurut Gujarati (2003), Walaupun terdapat multikolinearitas, estimator dari OLS tetap tidak bias. Namun properti tersebut terdapat dalam multisample atau repeated sampling. Adanya multikolinearitas tidak merusak properti minimum variance. Implikasinya estimator dari OLS akan tetap efisien. Multikolinearitas merupakan fenomena yang terjadi dalam sampel. Walaupun secara teori tidak berhubungan dengan populasi, namun bisa saja dalam sampel variabel yang didapatkan mengandung multikolinearitas.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif merupakan cara untuk menggambarkan dan menyajikan informasi dari sejumlah besar data (Herliansyah, 2013). Data yang digunakan dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementrian terkait. Data yang

BAB III METODOLOGI. berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementrian terkait. Data yang BAB III METODOLOGI 3.1. Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementrian terkait. Data yang bersumber dari BPS adalah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan 49 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi dan kualitas sumber daya manusia terhadap tingkat pengangguran

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. series dan (2) cross section. Data time series yang digunakan adalah data tahunan

III. METODE PENELITIAN. series dan (2) cross section. Data time series yang digunakan adalah data tahunan 29 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder berupa data panel, yaitu data yang terdiri dari dua bagian : (1)

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Metode Pengumpulan Data 4.1.1. Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data sekunder, yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan pertambangan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah 63 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Belanja Barang dan Jasa (BBJ) terhadap pembangunan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010. Data tersebut didapat dari beberapa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi/Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. Pemilihan Provinsi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi/Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. Pemilihan Provinsi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi/Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. Pemilihan Provinsi Jawa Timur ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. berupa data panel terdiri dari dua bagian yaitu : (1) time series dan (2) cross

III. METODE PENELITIAN. berupa data panel terdiri dari dua bagian yaitu : (1) time series dan (2) cross 36 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data panel terdiri dari dua bagian yaitu : (1) time series dan (2) cross

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri atas Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sektor perekonomian yang

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. mengetahui hubungan antara variabel bebas net profit margin, return on asset,

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. mengetahui hubungan antara variabel bebas net profit margin, return on asset, BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, berdasarkan permasalahan yang diteliti, penelitian ini digolongkan kepada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat. Pemilihan Provinsi Jawa

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat. Pemilihan Provinsi Jawa BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat. Pemilihan Provinsi Jawa Barat ini didasarkan pada data realisai anggaran menunjukkan bahwa Anggaran Pendapatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Variabel penelitian merupakan atribut atau perlengkapan yang digunakan untuk mempermudah suatu penelitian dan sebagai sara untuk pengukuran serta memberikan

Lebih terperinci

1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga.

1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga. LAMPIRAN Lampiran 1. Evaluasi Model Evaluasi Model Keterangan 1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga. 2)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Daerah) di seluruh wilayah Kabupaten/Kota Eks-Karesidenan Pekalongan

BAB III METODE PENELITIAN. Daerah) di seluruh wilayah Kabupaten/Kota Eks-Karesidenan Pekalongan BAB III METODE PENELITIAN A. Obejek Penelitian Obyek kajian pada penelitian ini adalah realisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) di seluruh wilayah Kabupaten/Kota Eks-Karesidenan Pekalongan yang terdiri dari

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data panel, yaitu model data yang menggabungkan data time series dengan crosssection.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data panel, yaitu model data yang menggabungkan data time series dengan crosssection. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan model data panel, yaitu model data yang menggabungkan data time series dengan crosssection.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data panel (pooled data) yang merupakan gabungan data silang (cross section)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dalam penelitian ini adalah Kontribusi Usaha Kecil Menengah (UKM)

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dalam penelitian ini adalah Kontribusi Usaha Kecil Menengah (UKM) 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Obyek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah Kontribusi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data. merupakan data sekunder yang bersumber dari data yang dipublikasi oleh

BAB III METODE PENELITIAN Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data. merupakan data sekunder yang bersumber dari data yang dipublikasi oleh BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data panel dan merupakan data sekunder yang bersumber dari data yang dipublikasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Utara. Series data yang digunakan dari tahun

BAB III METODE PENELITIAN. Utara. Series data yang digunakan dari tahun BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia dan BPS Provinsi Maluku Utara.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis akan melaksanakan langkah-langkah sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis akan melaksanakan langkah-langkah sebagai BAB III METODE PENELITIAN A. Langkah Penelitian Dalam penelitian ini, penulis akan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Merumuskan spesifikasi model Langkah ini meliputi: a. Penentuan variabel,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. data sudah dikompilasi ke dalam bentuk digital file, publikasi, buku, laporan dan

III. METODE PENELITIAN. data sudah dikompilasi ke dalam bentuk digital file, publikasi, buku, laporan dan III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder, dimana data sudah dikompilasi ke dalam bentuk digital file, publikasi, buku, laporan dan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. syarat kriteria BLUE (Best Unbiased Estimato). model regresi yang digunakan terdapat multikolinearitas.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. syarat kriteria BLUE (Best Unbiased Estimato). model regresi yang digunakan terdapat multikolinearitas. 81 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Uji Kausalitas Penelitian ini menggunakan analisis model GLS (General Least Square). Metode GLS sudah memperhitungkan heteroskedastisitas pada variabel independen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data panel (pooled data) yang merupakan gabungan data silang (cross section)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Apakah investasi mempengaruhi kesempatan kerja pada sektor Industri alat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Apakah investasi mempengaruhi kesempatan kerja pada sektor Industri alat 43 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah-masalah yang telah peneliti rumuskan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Apakah investasi mempengaruhi kesempatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Objek Penelitian Daerah penelitian yang digunakan adalah seluruh kabupaten dan kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdiri dari 1 Kota

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Variabelnya dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif.

BAB III METODE PENELITIAN. Variabelnya dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Variabelnya dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif. Data penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. OBJEK PENELITIAN Objek penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian dan Subyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah tentang hubungan atau pengaruh variabel pilihan terhadap tingkat kemiskinan dengan daerah penelitian

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yaitu infrastruktur listrik, infrastruktur jalan, infrastruktur air, dan tenaga kerja.

III. METODE PENELITIAN. yaitu infrastruktur listrik, infrastruktur jalan, infrastruktur air, dan tenaga kerja. III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan variabel terikat yaitu PDRB, dan variabel bebas yaitu infrastruktur listrik, infrastruktur jalan, infrastruktur air,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengambil objek di seluruh provinsi di Indonesia, yang berjumlah 33 provinsi

BAB III METODE PENELITIAN. mengambil objek di seluruh provinsi di Indonesia, yang berjumlah 33 provinsi BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis mengambil objek di seluruh provinsi di Indonesia, yang berjumlah 33 provinsi di 5 pulau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Keuangan. Data

BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Keuangan. Data BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari publikasi resmi pemerintah. Data yang digunakan adalah data panel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2012: 13), penelitian deskriptif

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan/Desain Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel yang akan diukur serta mengetahui sejauh mana variasi-variasi pada suatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari BPS dengan

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari BPS dengan BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1.Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah Kemiskinan sebagai variabel dependen, sedangkan untuk variabel

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data 40 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data time series tahunan 2002-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung. Adapun data

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Metode penelitian bisnis merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang sahih dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui pengaruh belanja daerah, tenaga kerja, dan indeks pembangunan

BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui pengaruh belanja daerah, tenaga kerja, dan indeks pembangunan BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh belanja daerah, tenaga kerja, dan indeks pembangunan manusia terhadap

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berkaitan dengan data yang waktu dikumpulkannya bukan (tidak harus) untuk memenuhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek/Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kota/kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. B. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam

Lebih terperinci

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Dengan pengertian obyek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010:38)

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Dengan pengertian obyek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010:38) BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN 3.1. Obyek Penelitian Obyek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Dengan pengertian obyek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010:38) bahwa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder, yaitu berkaitan dengan data yang waktu dikumpulkannya bukan (tidak harus) untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan-perusahaan lembaga pembiayaan yang terdaftar

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder berupa data

III. METODOLOGI PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder berupa data III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder berupa data tahunan dari periode 2003 2012 yang diperoleh dari publikasi data dari Biro

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis dan Sumber Data. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data

METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis dan Sumber Data. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data 37 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan secara tidak langsung oleh peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian dan Subjek Penelitian 1. Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki 29 kabupaten dan 6 kota. Dan dalam penelitian ini,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan data panel sebagai acuan sumber data yang digunakan. Dimana penelitian ini berfokus pada bagaimana peforma perusahaan ritel di

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. masalah yang di bentuk berdasarkan teori. dalam penelitian ini menggunakan data runtut waktu (time series) dan

BAB III METODE PENELITIAN. masalah yang di bentuk berdasarkan teori. dalam penelitian ini menggunakan data runtut waktu (time series) dan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dimana dalam penelitian ini ditujukan untuk mencari pengaruh keterkaitan antara variabel independen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. PAD dari masing-masing kabupaten/kota di D.I Yogyakarta tahun

BAB III METODE PENELITIAN. PAD dari masing-masing kabupaten/kota di D.I Yogyakarta tahun BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah data PDRB, jumlah penduduk dan PAD dari masing-masing kabupaten/kota di D.I Yogyakarta tahun 2000-2014 yang meliputi kabupaten

Lebih terperinci

3. METODE. Kerangka Pemikiran

3. METODE. Kerangka Pemikiran 25 3. METODE 3.1. Kerangka Pemikiran Berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu serta mengacu kepada latar belakang penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian maka dapat dibuat suatu bentuk kerangka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pendekatan Pendekatan yang dilakukan dalam penilitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. 2. Variable Penelitian a. Variabel X (variabel Independent/bebas)

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN

BAB III. METODE PENELITIAN BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data merupakan variabel yang diukur dan diperoleh dengan mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel atau populasi. Data menurut

Lebih terperinci

PEMODELAN REGRESI PANEL TERHADAP BELANJA DAERAH DI KABUPATEN/KOTA JAWA BARAT

PEMODELAN REGRESI PANEL TERHADAP BELANJA DAERAH DI KABUPATEN/KOTA JAWA BARAT Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (SESIOMADIKA) 2017 ISBN: 978-602-60550-1-9 Statistika, hal. 60-68 PEMODELAN REGRESI PANEL TERHADAP BELANJA DAERAH DI KABUPATEN/KOTA JAWA

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder 47 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan 2003-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Dalam Angka, Badan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi

METODE PENELITIAN. deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi III. METODE PENELITIAN Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi pada bank umum di Indonesia.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya yield to maturity (YTM) dari obligasi negara seri fixed rate tenor 10 tahun

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. dilakukan secara sengaja (purposive) melihat bahwa propinsi Jawa Barat

BAB IV METODE PENELITIAN. dilakukan secara sengaja (purposive) melihat bahwa propinsi Jawa Barat 4.1. Waktu dan Tempat Penelitian BAB IV METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dalam lingkup wilayah Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) melihat bahwa propinsi Jawa Barat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. ASEAN. Pengambilan data penelitian ini dilakukan di 7 (tujuh) Negara ASEAN yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. ASEAN. Pengambilan data penelitian ini dilakukan di 7 (tujuh) Negara ASEAN yaitu BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/Subjek Penelitian Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian yang dilakukan di Negara ASEAN. Pengambilan data penelitian ini dilakukan di 7 (tujuh) Negara ASEAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Spesifikasi Model Kajian dalam tesis ini akan menggunakan model hasil penelitian Lutfi (2007) mengenai pengaruh faktor-faktor institusional dan infrastruktur terhadap Pertumbuhan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/Subyek Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia yaitu provinsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek penelitian Penelitian yang digunakan ini mengunakan obyek penelitian dari seluruh kabupaten dan kota yang berada di Provinsi Jawa Timur yang totalnya ada 38 Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian 1. Objek Penelitian Dalam penelitian ini daerah yang digunakan adalah Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang terdiri : a. Jawa Barat b. Jawa Tengah

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian uji hipotesis yang bertujuan untuk menguji hipotesis-hipotesis yang ada. Termasuk dalam kategori causal study,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang terdiri dari data time series tahunan selama periode tahun 2003-2010 dan

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELTIAN. Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur,

BAB III METODELOGI PENELTIAN. Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, BAB III METODELOGI PENELTIAN A. Obyek/Subyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini meliputi seluruh wilayah atau 33 provinsi yang ada di Indonesia, meliputi : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelian BAB III METODE PENELITIAN Objek penelian yang digunakan pada penelian ini adalah seluruh kabupaten dan kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdiri dari 4 kabupaten dan 1

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tahun mencakup wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur.

BAB III METODE PENELITIAN. tahun mencakup wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder periode tahun 2001-2010 mencakup wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN Jenis dan Sumber Data

IV METODE PENELITIAN Jenis dan Sumber Data IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan berupa data sekunder baik bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Data sekunder kuantitatif terdiri dari data time series dan cross section

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. tahunan dalam runtun waktu (time series) dari periode 2005: :12 yang

METODE PENELITIAN. tahunan dalam runtun waktu (time series) dari periode 2005: :12 yang III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data tahunan dalam runtun waktu (time series) dari periode 2005:01 2012:12 yang diperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Data yang diperlukan dalam penulisan Skripsi yang berjudul Analisis

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Data yang diperlukan dalam penulisan Skripsi yang berjudul Analisis BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Data yang diperlukan dalam penulisan Skripsi yang berjudul Analisis Pengaruh Return On Investment (ROI) Dan Economic Value

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Bandung. Periode penelitian dipilih dari tahun 2011 sampai 2015 dan meliputi 5

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Bandung. Periode penelitian dipilih dari tahun 2011 sampai 2015 dan meliputi 5 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah di Kota Bandung. Periode penelitian dipilih dari tahun 2011 sampai 2015 dan meliputi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada masalah-masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan dari penelitian ini antara lain untuk: 1. Mengetahui besarnya pengaruh tenaga kerja

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Penelitian ini dilakukan berdasarkan data series bulan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS), diantaranya adalah

Lebih terperinci

BAB III METODI PENELITIAN. kabupaten/kota di provinsi Bali pada tahun

BAB III METODI PENELITIAN. kabupaten/kota di provinsi Bali pada tahun BAB III METODI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di provinsi Bali yang merupakan salah satu provinsi yang berada di Indonesia dengan maksud, memberikan kejelasan tentang keterkaitan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sekunder yang merupakan data deret waktu mulai dari tahun

BAB III METODE PENELITIAN. sekunder yang merupakan data deret waktu mulai dari tahun 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data deret waktu mulai dari tahun 2001-2010. Penelitian dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Jenis data dalam penelitian ini adalah data Sekunder untuk semua variabel yaitu Return on Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Earning per Share (EPS),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009

BAB III METODE PENELITIAN. di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009 17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. per fungsi terhadap pertumbuhan ekonomi 22 kabupaten tertinggal dengan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. per fungsi terhadap pertumbuhan ekonomi 22 kabupaten tertinggal dengan BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Tahap Evaluasi Model 5.1.1. Tahap Evaluasi Pemilihan Model Estimasi model, untuk mengetahui pengaruh belanja pemerintah daerah per fungsi terhadap pertumbuhan ekonomi 22

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penulisan skripsi ini penulis mengadakan penelitian dan pengambilan data dari laporan triwulan yang telah dipublikasikan Bank Umum

Lebih terperinci

BAB III MODEL REGRESI DATA PANEL. Pada bab ini akan dikemukakan dua pendekatan dari model regresi data

BAB III MODEL REGRESI DATA PANEL. Pada bab ini akan dikemukakan dua pendekatan dari model regresi data BAB III MODEL REGRESI DATA PANEL Pada bab ini akan dikemukakan dua pendekatan dari model regresi data panel, yaitu pendekatan fixed effect dan pendekatan random effect yang merupakan ide pokok dari tugas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, Indonesia dijadikan sebagai objek penelitian untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah, ekspor dan jumlah penduduk terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data Tingkat Pengangguran Terbuka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum dan Jumlah Penduduk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. minimum sebagai variabel independen (X), dan indeks pembangunan manusia

BAB III METODE PENELITIAN. minimum sebagai variabel independen (X), dan indeks pembangunan manusia BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah kemiskinan, rasio gini dan upah minimum sebagai variabel independen (X), dan indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai variabel

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Regional Bruto tiap provinsi dan dari segi demografi adalah jumlah penduduk dari

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Regional Bruto tiap provinsi dan dari segi demografi adalah jumlah penduduk dari 54 V. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas hasil dari estimasi faktor-faktor yang memengaruhi migrasi ke Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Adapun variabel

Lebih terperinci