Low Cost Motor Controller

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Low Cost Motor Controller"

Transkripsi

1 Smart Peripheral Controller Low Cost Motor Controller Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Pentium is a registered trademark of Intel Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. CodeVisionAVR is copyright by Pavel Haiduc, HP InfoTech s.r.l.

2 Daftar Isi 1 Pendahuluan Spesifikasi SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER Sistem yang Dianjurkan Perangkat Keras SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER Tata Letak Komponen SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER Konektor dan Pengaturan Jumper Antarmuka SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER Antarmuka UART TTL Antarmuka I 2 C Set DC Forward DC Reverse DC Stop DC All Stop Stepper Continuous Run Stepper Pulse Count Run Stepper Brake Stepper Stop Set I 2 C Address Read I 2 C Address Prosedur Pengujian Contoh Aplikasi dan Program Lampiran A. Skematik SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER

3 1. PENDAHULUAN Smart Peripheral Controller / SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER merupakan sebuah modul pengendali motor DC dan motor stepper yang ringkas dan handal serta cocok untuk aplikasi robotik. Modul ini dapat digunakan untuk mengendalikan arah dan kecepatan putaran 4 buah motor DC menggunakan metode Pulse Width Modulation (PWM) atau 2 buah motor stepper menggunakan full-step maupun half-step. Modul ini sudah dilengkapi dengan quad full H-Bridge driver serta antarmuka UART level TTL dan I 2 C sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan sistem lain SPESIFIKASI SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER Spesifikasi SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER adalah sebagai berikut: Sumber catu daya modul menggunakan tegangan 4,8 5,4 Volt. Sumber catu daya motor menggunakan tegangan 8 36 Volt. Menggunakan IC motor driver A3988. Kemampuan Arus Kontinu tiap driver 1,2 A. Dapat digunakan untuk motor stepper unipolar atau bipolar. Pin Input/Output kompatibel dengan level tegangan TTL dan CMOS. Dilengkapi dengan antarmuka UART TTL dan I 2 C. Jika menggunakan I 2 C, SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER dapat dicascade hingga 8 modul SISTEM YANG DIANJURKAN Sistem yang dianjurkan untuk penggunaan SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER adalah: Perangkat keras: PC AT Pentium IBM Compatible dengan port USB. DT-AVR Low Cost Series. DVD-ROM Drive dan Hard disk. Perangkat lunak: Sistem operasi Windows XP. CodeVisionAVR. File/Folder yang ada pada CD/DVD program: Folder contoh_i2c, folder contoh_uart, A3988.pdf, dan Manual SPC Low Cost Motor Controller.pdf. 3

4 2. PERANGKAT KERAS SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER 2.1. TATA LETAK KOMPONEN SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER 2.2. KONEKTOR DAN PENGATURAN JUMPER Konektor INTERFACE PORT (J1) berfungsi sebagai konektor untuk catu daya modul, catu daya motor, antarmuka UART TTL, antarmuka I 2 C, dan koneksi ke motor. Pin Nama Fungsi 1 M11 Output ke-1 dari pasangan H-Bridge M1 2 M12 Output ke-2 dari pasangan H-Bridge M1 3 M21 Output ke-1 dari pasangan H-Bridge M2 4 M22 Output ke-2 dari pasangan H-Bridge M2 5 M31 Output ke-1 dari pasangan H-Bridge M3 6 M32 Output ke-2 dari pasangan H-Bridge M3 7 M41 Output ke-1 dari pasangan H-Bridge M4 8 M42 Output ke-2 dari pasangan H-Bridge M4 9 MGND Titik referensi untuk catu daya motor 10 VM Terhubung ke catu daya untuk motor (8 36 Volt) 11 SCL I 2 C-bus clock input 12 SDA I 2 C-bus data input / output 13 RXD Input serial level TTL ke modul SPC 14 TXD Output serial level TTL dari modul SPC 15 PGND Titik referensi untuk catu daya modul SPC 16 VIN Terhubung ke catu daya (4,8 5,4 Volt) 4

5 Jumper J3, J4, J6, dan J7 berfungsi untuk memilih mode operasi masing-masing H-Bridge pada modul SPC. Fungsi M1 & M2 Posisi J3 & J4 Fungsi M3 & M4 Posisi J6 & J7 Pengendali Motor DC Pengendali Motor DC J3 J4 J6 J7 Pengendali Motor Stepper Pengendali Motor Stepper J3 J4 J6 J7 Perhatikan tipe motor stepper yang akan dihubungkan ke SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER karena koneksinya berbeda-beda untuk masing-masing tipe. SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER dapat dipergunakan untuk 3 macam tipe motor stepper yaitu: Bipolar, Unipolar 5 kabel, dan Unipolar 6 kabel. Berikut adalah contoh koneksi untuk tiap tipe motor stepper: Bipolar Konektor J1 M A B C 8V-36V VM M11/M31 M12/M32 M21/M41 M22/M42 MGND Unipolar 5 kabel D Ground Catu Daya Motor M A B C D Konektor J1 8V-36V VM M11/M31 M12/M32 M21/M41 M22M42 MGND COMMON Ground Catu Daya Motor 5

6 Unipolar 6 kabel Konektor J1 M A B C D COMMON 1 8V-36V VM M11/M31 M12/M32 M21/M41 M22/M42 MGND Ground Catu Daya Motor COMMON 2 Jumper SCL-SDA (J5) berfungsi untuk mengaktifkan resistor pull-up untuk pin SDA dan SCL pada antarmuka I 2 C. Jumper SCL-SDA J5 Fungsi SCL SDA Pull-up tidak aktif (jumper terlepas) SCL SDA Pull-up aktif (jumper terpasang) Penting! Apabila lebih dari satu modul dihubungkan pada I 2 C-bus maka jumper SCL-SDA (J5) salah satu modul saja yang perlu dipasang. Pengaturan alamat I 2 C dapat dilakukan melalui antarmuka UART TTL. LED M1 IND (D3), M2 IND (D4), M3 IND (D5), dan M4 IND (D6) berfungsi sebagai indikator kondisi motor. 3. ANTARMUKA SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER memiliki antarmuka UART TTL dan I 2 C yang dapat digunakan untuk menerima perintah atau mengirim data ANTARMUKA UART TTL Parameter komunikasi UART TTL adalah sebagai berikut: bps 8 data bit 1 stop bit tanpa parity bit 6

7 tanpa flow control Semua perintah yang dikirim melalui antarmuka UART TTL dimulai dengan mengirim 1 byte data yang berisi <nomor perintah> dan (jika diperlukan) n- byte data parameter perintah. Jika transmisi perintah berserta parameternya berhasil, maka SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER akan mengirimkan 0x06 (Acknowledged/ACK). Jika perintah tidak dikenal, maka SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER akan mengirimkan 0x15 (Not Acknowledged/NCK). Sedangkan jika perintah dikenal tetapi parameter perintah salah, maka SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER tidak akan mengirimkan balasan. Jika perintah yang telah dikirimkan merupakan perintah yang meminta data dari modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER, maka SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER akan mengirimkan data melalui jalur TX TTL. Sebuah data parameter yang memiliki range lebih besar dari 255 desimal (lebih besar dari 1 byte) dikirim secara dua tahap. Satu byte data MSB dikirim lebih dahulu kemudian diikuti dengan data LSB. Misalnya parameter <pulse delay> yang memiliki range Jika <pulse delay> bernilai 1500 maka byte MSB yang dikirim/diterima adalah 5 dan byte LSB yang dikirim/diterima adalah 220 ((5x256)+220=1500). Perintah dan parameter yang bisa digunakan dapat dilihat pada bagian ANTARMUKA I 2 C Modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER memiliki antarmuka I 2 C. Pada antarmuka I 2 C ini, modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER bertindak sebagai slave dengan alamat sesuai dengan telah ditentukan sebelumnya melalui perintah UART (lihat bagian 3.3.9). Antarmuka I 2 C pada modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER mendukung bit rate sampai dengan maksimum 50 khz. Semua perintah yang dikirim melalui antarmuka I 2 C diawali dengan start condition dan kemudian diikuti dengan pengiriman 1 byte alamat modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER. Setelah pengiriman alamat, selanjutnya master harus mengirim 1 byte data yang berisi <nomor perintah> dan (jika diperlukan) n-byte data parameter perintah. Selanjutnya, setelah seluruh parameter perintah telah dikirim, urutan perintah diakhiri dengan stop condition. Berikut urutan yang harus dilakukan untuk mengirimkan perintah melalui antar muka I 2 C. Start X X X 0 + Alamat Tulis X X X X X X X X + X X X X X X X X + Parameter (jika ada) Stop 7

8 Jika transmisi perintah berserta parameternya berhasil, maka SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER akan menulis respon heksadesimal 0x06 (Acknowledged/ACK) pada buffer I 2 C-nya. Sebaliknya jika perintah tidak dikenal atau parameter perintah salah, maka SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER akan menulis respon heksadesimal 0x15 (Not Acknowledged/NCK) pada buffer I 2 C-nya. Master dapat mengirimkan perintah baca untuk membaca respon <ACK/NCK> tersebut. Jika perintah yang telah dikirimkan merupakan perintah yang meminta data dari modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER, maka data-data tersebut dapat dibaca, setelah membaca respon, dengan menggunakan urutan perintah baca. Berikut urutan yang harus dilakukan untuk membaca respon dan/atau data dari SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER. Start X X X 1 + Alamat Baca X 0 1 X X + X X X X X X X X + ACK / NCK Data 1 (jika ada)... + X X X X X X X X Data n (jika ada) Sebuah data parameter yang memiliki range lebih besar dari 255 desimal (lebih besar dari 1 byte) dikirim secara dua tahap. Satu byte data MSB dikirim lebih dahulu kemudian diikuti dengan data LSB. Misalnya parameter <pulse delay> yang memiliki range Jika <pulse delay> bernilai 1500 maka byte MSB yang dikirim/diterima adalah 5 dan byte LSB yang dikirim/diterima adalah 220 ((5x256)+220=1500) COMMAND SET Berikut ini daftar lengkap perintah-perintah dalam antarmuka UART dan I 2 C: + Stop DC FORWARD Fungsi Perintah Parameter Respon Delay antara Mengendalikan putaran maju motor DC 0x30 <Motor number> 1 motor DC yang terhubung pada M1 2 motor DC yang terhubung pada M2 3 motor DC yang terhubung pada M3 4 motor DC yang terhubung pada M4 <pwm level> persentase duty cycle yang diberikan (0 = 0% ; 255 = 100%) 0x06 jika perintah dikenali 10 µs 8

9 Keterangan Intensitas cahaya LED indikator masing2 H-Bridge (M1, M2, M3, dan M4) akan sebanding dengan nilai PWM yang diberikan. Jika nilai PWM adalah 0 maka LED indikator akan padam. Sedangkan jika nilai PWM adalah 255 maka LED indikator akan menyala dengan intensitas yang paling tinggi. Pada kondisi forward, LED indikator juga akan akan berkedip. Pada kondisi forward, Mn1 (n merupakan nomor H- Bridge) akan mengeluarkan tegangan sebanding dengan nilai PWM sedangkan Mn2 akan terhubung dengan MGND. Arah motor dan nilai PWM tidak akan disimpan di EEPROM. Saat modul SPC baru power on, nilai PWM setiap H-bridge adalah 0 (nol) dan motor pada kondisi stop (ke-4 LED indikator akan berkedip redup tiap kurang lebih 2 detik). Contoh dengan antarmuka UART untuk mengendalikan kecepatan putaran maju motor DC yang terhubung ke M1. Misalkan duty cycle yang diinginkan 50% (0,5 * 255 = 128) atau setara dengan bilangan desimal 128 dan bilangan heksadesimal 0x80: User : 0x30 0x01 0x80 SPC : 0x06 Berikut ini contoh pseudo code untuk menggunakan perintah ini dengan antarmuka I 2 C (misalkan alamat I 2 C = 0xE0): i2c_write(0xe0); i2c_write(0x30); i2c_write(0x01); i2c_write(0x80); delay_us(10); i2c_write(0xe1); temp = i2c_read(0); // Tulis ke modul SPC Low Cost Motor // Perintah DC Forward // nomor motor // nilai PWM // delay 10 us // Baca ke modul SPC Low Cost Motor // Data Acknowledgement DC REVERSE Fungsi Perintah Parameter Mengendalikan putaran mundur motor DC 0x31 <Motor number> 1 motor DC yang terhubung pada M1 2 motor DC yang terhubung pada M2 3 motor DC yang terhubung pada M3 4 motor DC yang terhubung pada M4 <pwm level> persentase duty cycle yang diberikan (0 = 0% ; 255 = 100%) 9

10 Respon Delay antara 0x06 jika perintah dikenali 10 µs Keterangan Intensitas cahaya LED indikator masing2 H-Bridge (M1, M2, M3, dan M4) akan sebanding dengan nilai PWM yang diberikan. Jika nilai PWM adalah 0 maka LED indikator akan padam. Sedangkan jika nilai PWM adalah 255 maka LED indikator akan menyala dengan intensitas yang paling tinggi. Pada kondisi reverse, Mn2 (n merupakan nomor H- Bridge) akan mengeluarkan tegangan sebanding dengan nilai PWM sedangkan Mn1 akan terhubung dengan MGND. Arah motor dan nilai PWM tidak akan disimpan di EEPROM. Saat modul SPC baru power on, nilai PWM setiap H-bridge adalah 0 (nol) dan motor pada kondisi stop (ke-4 LED indikator akan berkedip redup tiap kurang lebih 2 detik). Contoh dengan antarmuka UART untuk mengendalikan kecepatan putaran mundur motor DC yang terhubung ke M1. Misalkan duty cycle yang diinginkan 20% (0,25 * 255 = 64) atau setara dengan bilangan desimal 64 dan bilangan heksadesimal 0x40: User : 0x31 0x01 0x40 SPC : 0x06 Berikut ini contoh pseudo code untuk menggunakan perintah ini dengan antarmuka I 2 C (misalkan alamat I 2 C = 0xE0): i2c_write(0xe0); i2c_write(0x31); i2c_write(0x01); i2c_write(0x40); delay_us(10); i2c_write(0xe1); temp = i2c_read(0); // Tulis ke modul SPC Low Cost Motor // Perintah DC Reverse // nomor motor // nilai PWM // delay 10 us // Baca ke modul SPC Low Cost Motor // Data Acknowledgement DC STOP Fungsi Perintah Parameter Respon Menghentikan putaran motor DC 0x32 <Motor number> 1 motor DC yang terhubung pada M1 2 motor DC yang terhubung pada M2 3 motor DC yang terhubung pada M3 4 motor DC yang terhubung pada M4 0x06 jika perintah dikenali 10

11 Delay antara 10 µs Keterangan Pada kondisi stop, Mn1 dan Mn2 akan berada pada kondisi tri state / high impedance. Contoh dengan antarmuka UART untuk menghentikan putaran motor DC yang terhubung ke M1: User : 0x32 0x01 SPC : 0x06 Berikut ini contoh pseudo code untuk menggunakan perintah ini dengan antarmuka I 2 C (misalkan alamat I 2 C = 0xE0): i2c_write(0xe0); i2c_write(0x32); i2c_write(0x01); delay_us(10); i2c_write(0xe1); temp = i2c_read(0); // Tulis ke modul SPC Low Cost Motor // Perintah DC Stop // nomor motor // delay 10 us // Baca ke modul SPC Low Cost Motor // Data Acknowledgement DC ALL STOP Fungsi Menghentikan putaran semua motor DC atau stepper secara bersamaan Perintah 0x33 Parameter - Respon 0x06 jika perintah dikenali Delay antara 10 µs Keterangan Perintah ini akan membuat seluruh H-Bridge berada pada kondisi stop. Jika seluruh H-Bridge berada pada kondisi stop, maka LED indikator tiap H-Bridge akan berkedip redup setiap kurang lebih 2 detik sekali. Contoh dengan antarmuka UART untuk menghentikan putaran motor DC atau stepper yang terhubung ke M1, M2, M3, dan M4 secara bersamaan: User : 0x33 SPC : 0x06 Berikut ini contoh pseudo code untuk menggunakan perintah ini dengan antarmuka I 2 C (misalkan alamat I 2 C = 0xE0): i2c_write(0xe0); i2c_write(0x33); // Tulis ke modul SPC Low Cost Motor // Perintah All Stop 11

12 delay_us(10); i2c_write(0xe1); temp = i2c_read(0); // delay 10 us // Baca ke modul SPC Low Cost Motor // Data Acknowledgement STEPPER CONTINUOUS RUN Fungsi Perintah Parameter Respon Delay antara Mengendalikan motor stepper agar berputar secara kontinu 0x34 <Motor number> 1 motor stepper yang terhubung pada M1 dan M2 2 motor stepper yang terhubung pada M3 dan M4 <tipe step> 1 Full-Step: motor akan berputar 1 step tiap 1 pulsa 2 Half-Step: motor akan berputar 1/2 step tiap 1 pulsa <direction> 0 motor berputar searah jarum jam 1 motor berputar berlawanan arah jarum jam <pulse delay> waktu tunda antar pulsa ke motor stepper. Semakin kecil nilai pulse delay, maka semakin cepat putaran motor stepper 0x06 jika perintah dikenali 10 µs Keterangan Jika arah putaran motor stepper berlawanan dengan perintah yang diberikan berarti pemasangan koneksi dari motor stepper terbalik. Untuk memperbaikinya, ubah urutan pemasangan koneksi. Tiap 1 nilai pulse delay mewakili waktu tunda antar pulsa sebesar kurang lebih 1 ms. Contoh dengan antarmuka UART untuk menggerakkan motor stepper yang terhubung ke M1 dan M2 agar berputar searah jarum jam secara kontinu dengan tipe step adalah full-step, serta delay antar pulsa sebesar kurang lebih 100 ms (bilangan heksadesimal 0x0064): User : 0x34 0x01 0x01 0x00 0x00 0x64 SPC : 0x06 Berikut ini contoh pseudo code untuk menggunakan perintah ini dengan antarmuka I 2 C (misalkan alamat I 2 C = 0xE0): i2c_write(0xe0); i2c_write(0x34); i2c_write(0x01); i2c_write(0x01); // Tulis ke modul SPC Low Cost Motor // Perintah Stepper Continuous Run // nomor motor // tipe step 12

13 i2c_write(0x00); i2c_write(0x00); i2c_write(0x64); delay_us(10); i2c_write(0xe1); temp = i2c_read(0); // derection // pulse delay MSB // pulse delay LSB // delay 10 us // Baca ke modul SPC Low Cost Motor // Data Acknowledgement STEPPER PULSE COUNT RUN Fungsi Perintah Parameter Respon Delay antara Mengendalikan motor stepper agar berputar sejumlah step yang diberikan 0x35 <Motor number> 1 motor stepper yang terhubung pada M1 dan M2 2 motor stepper yang terhubung pada M3 dan M4 <tipe step> 1 Full-Step: motor akan berputar 1 step tiap 1 pulsa 2 Half-Step: motor akan berputar 1/2 step tiap 1 pulsa <direction> 0 motor berputar searah jarum jam 1 motor berputar berlawanan arah jarum jam <pulse delay> waktu tunda antar pulsa ke motor stepper. Semakin kecil nilai pulse delay, maka semakin cepat putaran motor stepper <pulse count> jumlah pulsa yang dikirimkan ke motor stepper 0x06 jika perintah dikenali 10 µs Keterangan Jika arah putaran motor stepper berlawanan dengan perintah yang diberikan berarti pemasangan koneksi dari motor stepper terbalik. Untuk memperbaikinya, ubah urutan pemasangan koneksi. Tiap 1 nilai pulse delay mewakili waktu tunda antar pulsa sebesar kurang lebih 1 ms. Setelah jumlah pulsa yang telah dikeluarkan sama dengan pulse count, maka motor stepper secara otomatis berhenti (pada kondisi brake) dengan tetap mempertahankan torsi motor (lilitan motor stepper tetap dialiri arus). 13

14 Contoh dengan antarmuka UART untuk menggerakkan motor stepper yang terhubung ke M1 dan M2 agar berputar searah jarum jam sebanyak 20 (bilangan heksadesimal 0x0014) pulsa dengan tipe step adalah full-step, serta delay antar pulsa sebesar kurang lebih 1000 ms (bilangan heksadesimal 0x03E8): User : 0x35 0x01 0x01 0x00 0x03 0xE8 0x00 0x14 SPC : 0x06 Berikut ini contoh pseudo code untuk menggunakan perintah ini dengan antarmuka I 2 C (misalkan alamat I 2 C = 0xE0): i2c_write(0xe0); i2c_write(0x35); i2c_write(0x01); i2c_write(0x01); i2c_write(0x00); i2c_write(0x03); i2c_write(0xe8); i2c_write(0x00); i2c_write(0x14); delay_us(10); // Tulis ke modul SPC Low Cost Motor // Perintah Stepper Pulse Count Run // nomor motor // tipe step // derection // pulse delay MSB // pulse delay LSB // pulse count MSB // pulse count LSB // delay 10 us i2c_write(0xe1); // Baca ke modul SPC Low Cost Motor temp = i2c_read(0); // Data Acknowledgement STEPPER BRAKE Fungsi Menghentikan motor stepper dengan tetap mempertahankan torsi motor (lilitan motor tetap dialiri arus) Perintah 0x36 Parameter <Motor number> 1 motor stepper yang terhubung pada M1 dan M2 2 motor stepper yang terhubung pada M3 dan M4 Respon 0x06 jika perintah dikenali Delay antara 10 µs Keterangan Perintah Brake ini boleh diberikan setelah perintah Continuous Run. Pada kondisi brake, motor stepper berhenti dengan tetap mempertahankan torsi motor (lilitan motor stepper tetap dialiri arus). Pada kondisi brake, LED indikator akan menyala sesuai dengan perintah Run terakhir. Contoh dengan antarmuka UART untuk menghentikan motor stepper yang terhubung ke M1 dan M2: User : 0x36 0x01 SPC : 0x06 14

15 Berikut ini contoh pseudo code untuk menggunakan perintah ini dengan antarmuka I 2 C (misalkan alamat I 2 C = 0xE0): i2c_write(0xe0); i2c_write(0x36); i2c_write(0x01); delay_us(10); i2c_write(0xe1); temp = i2c_read(0); // Tulis ke modul SPC Low Cost Motor // Perintah Stepper Brake // nomor motor // delay 10 us // Baca ke modul SPC Low Cost Motor // Data Acknowledgement STEPPER STOP Fungsi Perintah Parameter Respon Delay antara Menghentikan motor stepper (lilitan motor tidak dialiri arus) 0x37 <Motor number> 1 motor stepper yang terhubung pada M1 dan M2 2 motor stepper yang terhubung pada M3 dan M4 0x06 jika perintah dikenali 10 µs Keterangan Perintah Stop ini boleh diberikan setelah perintah Continuous Run, Pulse Count Run, atau Brake. Pada kondisi stop, motor stepper akan berhenti dan tidak ada arus yang mengalir pada seluruh lilitan motor. Kondisi stop merupakan kondisi default saat modul SPC baru saja dinyalakan. Contoh dengan antarmuka UART: User : 0x37 0x01 SPC : 0x06 Berikut ini contoh pseudo code untuk menggunakan perintah ini dengan antarmuka I 2 C (misalkan alamat I 2 C = 0xE0): i2c_write(0xe0); i2c_write(0x37); i2c_write(0x01); delay_us(10); i2c_write(0xe1); temp = i2c_read(0); // Tulis ke modul SPC Low Cost Motor // Perintah Stepper Stop // nomor motor // delay 10 us // Baca ke modul SPC Low Cost Motor // Data Acknowledgement 15

16 SET I 2 C ADDRESS Fungsi Perintah Parameter Respon Delay antara Mengubah alamat I 2 C 0x41 <0xAA> <0x55> <newaddress> 0x06 jika perintah dikenali 10 µs Keterangan Perintah ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan jalur komunikasi UART. Modul SPC akan menggunakan alamat I 2 C yang baru setelah melalui siklus power off. Alamat I 2 C <newaddress> yang diperbolehkan dapat dilihat pada tabel berikutnya. Jika alamat baru yang diberikan tidak sesuai, maka alamat I 2 C tidak akan diubah (tetap alamat sebelumnya). Alamat I 2 C default adalah 0xE0. Data alamat I 2 C disimpan di EEPROM sehingga tidak akan hilang saat power off. Alamat I 2 C Alamat Tulis I 2 C Alamat Baca I 2 C 0xE0 0xE1 0xE2 0xE3 0xE4 0xE5 0xE6 0xE7 0xE8 0xE9 0xEA 0xEB 0xEC 0xED 0xEE 0xEF Contoh dengan antarmuka UART untuk mengganti alamat I 2 C dari 0xE0 menjadi 0xE2: User : 0x41 0xAA 0x55 0xE2 SPC : 0x READ I 2 C ADDRESS Fungsi Membaca alamat I 2 C sekarang Perintah 0x42 Parameter - Respon <I 2 CAddress> jika perintah dikenali Delay antara 10 µs Keterangan Perintah ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan jalur komunikasi UART. Alamat I 2 C modul SPC juga dapat diketahui melalui jumlah kedip LED indikator saat modul SPC baru power on. Jika alamat I 2 C adalah 0xE0 maka LED indikator akan 16

17 Contoh dengan antarmuka UART: User : 0x42 Modul SPC : <I2CAddress> berkedip 1 kali. Jika alamat I 2 C adalah 0xE2 maka LED indikator akan berkedip 2 kali. Jika alamat I 2 C adalah 0xE4 maka LED indikator akan berkedip 3 kali dan demikian seterusnya sampai alamat I 2 C 0xEE maka LED indikator akan berkedip 8 kali. 4. PROSEDUR PENGUJIAN 1. Hubungkan sumber catu daya 5 Volt ke VIN dan 9-12 Volt ke VM modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER. 2. LED indikator akan berkedip yang menandakan alamat I 2 C. 3. Kirimkan perintah DC Forward ke motor 1 (M1) dengan nilai PWM 255 melalui antarmuka UART TTL. 4. LED indikator M1 akan berkedip dan jika diukur tegangan antara pin M11 dan M12, maka hasil akan mendekati nilai tegangan catu daya motor yang diberikan pada pin VM. 5. Ulangi langkah 3 dan 4 untuk motor 2 (M2), motor 3 (M3), dan motor 4 (M4). 5. CONTOH APLIKASI DAN PROGRAM Sebagai contoh aplikasi, dimisalkan modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER digunakan untuk menggerakkan 4 buah motor DC dengan antarmuka I 2 C atau antarmuka UART. Modul DT-AVR Low Cost Micro System (LCMS) dengan mikrokontroler ATmega8535 digunakan sebagai master yang akan mengirimkan perintah. Berikut koneksi antara modul-modul yang digunakan: M1 M2 M3 M4 M11 M12 M21 M22 M31 M32 M41 M42 VM (8V 36V ) VIN (+5 V ) SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER (alamat 0xE0) MGND (Ground Catu Daya Motor) SDA SDA (PORTD.2) SCL SCL (PORTD.3) PGND (Ground Catu Daya Digital) DT-AVR LCMS 17

18 M1 M2 M3 M4 M11 M12 M21 M22 M31 M32 M41 M42 VM (8V 36V ) VIN (+5 V ) SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER (alamat 0xE0) MGND (Ground Catu Daya Motor) TXD RXD RX (PORTD.0) TX (PORTD.1) PGND (Ground Catu Daya Digital) DT-AVR LCMS Sebagai contoh program untuk aplikasi di atas, pada DVD yang disertakan pada saat pembelian modul SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER disertakan program contoh_i2c.c dan contoh_uart.c yang ditulis dengan menggunakan CodeVisionAVR versi evaluasi. Pada program tersebut, DT-AVR LCMS akan mengirimkan perintah "DC Forward" untuk masing-masing motor dengan nilai PWM 255 ke modul SPC (untuk contoh I 2 C menggunakan alamat modul SPC 0xE0) dengan jeda tiap perintah sekitar 1000 ms. Setelah seluruh perintah dikirim, DT-AVR LCMS akan menunggu selama 3000 ms. Kemudian perintah "DC All Stop" akan dikirimkan ke SPC dilanjutkan dengan jeda selama 3000 ms. Selanjutnya DT-AVR LCMS akan mengirimkan perintah "DC Reverse" untuk masing-masing motor dengan nilai PWM 128 ke modul SPC dengan jeda tiap perintah sekitar 1000 ms. Setelah semua perintah "DC Reverse" terkirim, DT-AVR LCMS akan kembali menunggu selama 3000 ms. Program diakhiri dengan DT-AVR LCMS mengirimkan perintah "DC Stop" untuk masing-masing motor ke modul SPC. Terima Kasih atas kepercayaan Anda menggunakan produk kami, bila ada kesulitan, pertanyaan atau saran mengenai produk ini silahkan menghubungi technical support kami : support@innovativeelectronics.com 18

19 LAMPIRAN A. Skematik SPC LOW COST MOTOR CONTROLLER 19

Trademarks & Copyright

Trademarks & Copyright Smart Peripheral Controller Neo DC Motor 2.4A Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Pentium is a registered trademark of Intel Corporation. Windows

Lebih terperinci

Neo Stepper Motor 1.2A

Neo Stepper Motor 1.2A Smart Peripheral Controller Neo Stepper Motor 1.2A Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Pentium is a registered trademark of Intel Corporation.

Lebih terperinci

DT-SENSE. IR Proximity Detector

DT-SENSE. IR Proximity Detector DT-SENSE IR Proximity Detector Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark

Lebih terperinci

DT-SENSE. Barometric Pressure & Temperature Sensor

DT-SENSE. Barometric Pressure & Temperature Sensor DT-SENSE Barometric Pressure & Temperature Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation.

Lebih terperinci

DT-SENSE Gas Sensor Trademarks & Copyright

DT-SENSE Gas Sensor Trademarks & Copyright DT-SENSE Gas Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark of

Lebih terperinci

DT-SENSE. Temperature & Humidity Sensor

DT-SENSE. Temperature & Humidity Sensor DT-SENSE Temperature & Humidity Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium

Lebih terperinci

DT-SENSE. Humidity Sensor

DT-SENSE. Humidity Sensor DT-SENSE Humidity Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark

Lebih terperinci

DT-SENSE Color Sensor Q uick S tart

DT-SENSE Color Sensor Q uick S tart DT-SENSE Color Sensor Q uick S tart Trademarks & Copyright TAOS is a trademark of Texas Advanced Optoelectronic Solutions Inc. AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows

Lebih terperinci

DT-SENSE. Flame Detector

DT-SENSE. Flame Detector DT-SENSE Flame Detector Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark

Lebih terperinci

DT-SENSE. Photoreflector

DT-SENSE. Photoreflector DT-SENSE Photoreflector Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark

Lebih terperinci

DT-SENSE. Temperature Sensor

DT-SENSE. Temperature Sensor DT-SENSE Temperature Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark

Lebih terperinci

Servo Motor Controller

Servo Motor Controller Smart Peripheral Controller Servo Motor Controller Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Pentium is a registered trademark of Intel Corporation.

Lebih terperinci

DT-SENSE. Color Sensor

DT-SENSE. Color Sensor DT-SENSE Color Sensor Trademarks & Copyright TAOS is a trademark of Texas Advanced Optoelectronic Solutions Inc. AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered

Lebih terperinci

DT-SENSE. Photoreflector ver. 2.0

DT-SENSE. Photoreflector ver. 2.0 DT-SENSE Photoreflector ver. 2.0 Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a

Lebih terperinci

DT-SENSE. UltraSonic Ranger (USR)

DT-SENSE. UltraSonic Ranger (USR) DT-SENSE UltraSonic Ranger (USR) Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. MCS-51 is a registered

Lebih terperinci

Smart Peripheral Controller Low Cost Serial LCD/OLED

Smart Peripheral Controller Low Cost Serial LCD/OLED Smart Peripheral Controller Low Cost Serial LCD/OLED Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Pentium is a registered trademark of Intel Corporation.

Lebih terperinci

Wireless Gamepad Interface

Wireless Gamepad Interface Smart Peripheral Controller Wireless Gamepad Interface Trademarks & Copyright PlayStation and DUALSHOCK are registered trademarks of Sony Computer Entertainment Inc. AT, IBM, and PC are trademarks of International

Lebih terperinci

DT-SENSE THERMOPILE ARRAY SENSOR

DT-SENSE THERMOPILE ARRAY SENSOR DT-SENSE THERMOPILE ARRAY SENSOR Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a

Lebih terperinci

EMS. 1 A Dual H-Bridge

EMS. 1 A Dual H-Bridge EMS 1 A Dual H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi... 5 5.1. Contoh Koneksi Untuk 2 Buah Motor 2 Arah...

Lebih terperinci

EMS. Low Voltage Dual H-Bridge

EMS. Low Voltage Dual H-Bridge EMS Low Voltage Dual H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi Untuk 2 Buah Motor 2 Arah... 5 6. Prosedur Testing...

Lebih terperinci

EMS. 2 A Dual H-Bridge

EMS. 2 A Dual H-Bridge EMS 2 A Dual H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi... 5 5.1. Contoh Koneksi Untuk 2 Buah Motor 2 Arah...

Lebih terperinci

1 Pendahuluan Spesifikasi Sistem yang Dianjurkan... 3

1 Pendahuluan Spesifikasi Sistem yang Dianjurkan... 3 USB Smart I/O Trademarks & Copyright I 2 C is a Registered Trademark of Philips Semiconductors. AT, IBM, and are trademarks of International Business Machines Corporation. Pentium is a registered trademark

Lebih terperinci

DT-SENSE. UltraSonic and InfraRed Ranger (USIRR)

DT-SENSE. UltraSonic and InfraRed Ranger (USIRR) DT-SENSE UltraSonic and InfraRed Ranger (USIRR) Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation.

Lebih terperinci

2. SPESIFIKASI EKSTERNAL SPC DC MOTOR

2. SPESIFIKASI EKSTERNAL SPC DC MOTOR de K I T S Smart Peripheral Controller DC MOTOR Code : K6 Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp MS-DOS is a registered trademark

Lebih terperinci

Smart Peripheral Controller ALPHANUMERIC DISPLAY

Smart Peripheral Controller ALPHANUMERIC DISPLAY Smart Peripheral Controller ALPHANUMERIC DISPLAY Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp. MS-DOS is a registered trademark

Lebih terperinci

Gamepad Interface. Smart Peripheral Controller

Gamepad Interface. Smart Peripheral Controller Smart Peripheral Controller Gamepad Interface Trademarks & Copyright PlayStation and DUALSHOCK are registered trademarks of Sony Computer Entertainment Inc. Daftar Isi 1 Pendahuluan... 3 1.1 Spesifikasi

Lebih terperinci

DT-SENSE Application Note

DT-SENSE Application Note DT-SENSE DT-SENSE Application Note AN140 - How 2 Use DT-SENSE USIRR with DT-AVR Low Cost Nano System Oleh: Tim IE Application note ini mengulas tentang cara penggunaan DT-SENSE UltraSonic and InfraRed

Lebih terperinci

Daftar Isi. Lampiran Skema... 7

Daftar Isi. Lampiran Skema... 7 EMS 5 A H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi... 5 6. Tabel Kebenaran... 5 7. Prosedur Testing... 6 7.1.

Lebih terperinci

AVR USB ISP Trademarks & Copyright

AVR USB ISP Trademarks & Copyright AVR USB ISP Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. AVR is registered trademark of Atmel Corporation.

Lebih terperinci

Quick Start. Smart Peripheral Controller STEPPER MOTOR

Quick Start. Smart Peripheral Controller STEPPER MOTOR Smart Peripheral Controller STEPPER MOTOR Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp MS-DOS is a registered trademark of Microsoft

Lebih terperinci

ALPHANUMERIC DISPLAY

ALPHANUMERIC DISPLAY Smart Peripheral Controller ALPHANUMERIC DISPLAY Trademarks & Copyright AT is a trademark of International Business Machines Corp. IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines

Lebih terperinci

DT-AVR Application Note

DT-AVR Application Note DT-AVR Application Note AN80 Sistem pengendali Bipolar Stepper Motor Oleh: Tim IE Stepper motor seringkali kita gunakan untuk aplikasi robotika, karena poros stepper motor dapat digerakkan dengan sudut

Lebih terperinci

DC MOTOR. Smart Peripheral Controller

DC MOTOR. Smart Peripheral Controller Smart Peripheral Controller DC MOTOR Trademarks & Copyright AT is a trademark of International Business Machines Corp IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp MS-DOS is

Lebih terperinci

DT-BASIC Application Note

DT-BASIC Application Note DT-BASIC DT-BASIC Application Note AN137 Kontrol Motor dengan DT-BASIC Oleh: Tim IE Aplikasi ini menjelaskan penggunaan modul DT-BASIC series yang menggunakan bahasa pemrograman PBASIC untuk mengendalikan

Lebih terperinci

SPC SPC. SPC Application Note AN175 Bluetooth Mobile Robot. Application Note AN175

SPC SPC. SPC Application Note AN175 Bluetooth Mobile Robot. Application Note AN175 SPC SPC SPC Application Note AN175 Bluetooth Oleh: im IE eknologi bluetooth saat ini sudah banyak diaplikasikan dalam berbagai device. Salah satu contohnya pada handphone yang biasa digunakan untuk proses

Lebih terperinci

Daftar Isi. Lampiran Skema... 7

Daftar Isi. Lampiran Skema... 7 EMS 30 A H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi... 5 6. Tabel Kebenaran... 5 7. Prosedur Testing... 6 7.1.

Lebih terperinci

PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200

PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200 PC-Link PC-Link Application Note AN200 GUI Digital Input dan Output Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk mengatur Digital Input dan Output pada.

Lebih terperinci

DT-AVR Application Note

DT-AVR Application Note DT-AVR Application Note AN81 Sistem Pengendali Motor DC Oleh: Tim IE Sebuah motor DC seringkali digunakan sebagai divais penggerak dalam aplikasi robotika karena harganya relatif murah, tetapi sayangnya

Lebih terperinci

AVR USB ISP mkii Trademarks & Copyright

AVR USB ISP mkii Trademarks & Copyright AVR USB ISP mkii Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. AVR is registered trademark of Atmel

Lebih terperinci

DT-AVR Application Note

DT-AVR Application Note DT-AVR Application Note AN81 Sistem pengendali DC Motor Oleh: Tim IE Sebuah motor DC seringkali digunakan sebagai divais penggerak dalam aplikasi robotika karena harganya relatif murah, tetapi sayangnya

Lebih terperinci

DT-51 Application Note

DT-51 Application Note DT-51 Application Note AN107 Aplikasi dengan Bahasa C MCS-51 Oleh: Tim IE Sudah banyak AN yang membahas aplikasi menggunakan, mengapa perlu satu lagi? Sebab AN yang satu ini berbeda, yaitu menggunakan

Lebih terperinci

8. Mengirimkan stop sequence

8. Mengirimkan stop sequence I 2 C Protokol I2C merupakan singkatan dari Inter-Integrated Circuit, yang disebut dengan I-squared-C atau I-two-C. I 2 C merupakan protokol yang digunakan pada multi-master serial computer bus yang diciptakan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Computer. Parallel Port ICSP. Microcontroller. Motor Driver Encoder. DC Motor. Gambar 3.1: Blok Diagram Perangkat Keras

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Computer. Parallel Port ICSP. Microcontroller. Motor Driver Encoder. DC Motor. Gambar 3.1: Blok Diagram Perangkat Keras BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Perangkat Keras Sistem perangkat keras yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan oleh blok diagram berikut: Computer Parallel Port Serial Port ICSP Level

Lebih terperinci

2. SPESIFIKASI EKSTERNAL SPC KEYMATIC

2. SPESIFIKASI EKSTERNAL SPC KEYMATIC Smart Peripheral Controller KEYMATIC Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, PS/2, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp. MS-DOS is a registered trademark of Microsoft

Lebih terperinci

AVR USB ISP mkii ver 2

AVR USB ISP mkii ver 2 AVR USB ISP mkii ver 2 Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. AVR is registered trademark of

Lebih terperinci

Trademarks & Copyright

Trademarks & Copyright Smart Peripheral Controller STEPPER MOTOR Trademarks & Copyright AT is a trademark of International Business Machines Corp IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp MS-DOS

Lebih terperinci

Starter Kit GSM Trademarks & Copyright

Starter Kit GSM Trademarks & Copyright Starter Kit GSM Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark of Intel

Lebih terperinci

DT-I/O DT-I/O. Application Note AN171

DT-I/O DT-I/O. Application Note AN171 DT-I/O DT-I/O Application Note AN171 Smart Monitoring and Control System dengan menggunakan jalur komunikasi RS-485 Oleh: Tim IE Komunikasi RS-485 saat ini cukup banyak diaplikasikan dalam dunia industri

Lebih terperinci

PC-Link Application Note

PC-Link Application Note PC-Link Application Note AN147 Kontrol Motor DC Secara Serial Oleh: Tim IE Pada aplikasi kali akan menjelaskan bagaimana cara pengaturan gerak motor DC melalui PC dengan bantuan PC-Link Serial PPI dan

Lebih terperinci

Controller System. CodeVisionAVR Demo

Controller System. CodeVisionAVR Demo Controller System DT-51 Minimum System v3.0 DT-51 PetraFuz DT-AVR Low Cost Micro System Kontroler AT89C51 AT89C51 AT89S51 AT89C2051 ATmega8535 AT90S2313 Arsitektur MCS-51 MCS-51 MCS-51 MCS-51 AVR AVR Frekuensi

Lebih terperinci

SPC SPC. SPC Application Note AN181 - SPC for Hexapod Robot

SPC SPC. SPC Application Note AN181 - SPC for Hexapod Robot SPC SPC SPC Application Note - SPC for Hexapod Robot Oleh: Tim IE Hexapod robot merupakan mobile robot berkaki yang memiliki 6 buah kaki dengan 3 DOF pada setiap kakinya dan digerakan dengan bantuan motor

Lebih terperinci

Menggunakan ADC 16-bit DST-R8C

Menggunakan ADC 16-bit DST-R8C Menggunakan ADC 16-bit DST-R8C Di dalam modul DST-R8C versi 3.0 sudah dilengkapi dengan 16 bit adc ( optinal ) yang dapat di gunakan untuk volmeter digital dengan dengan skala mikro volt ( uv ). Adc yang

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras Perancangan perangkat keras pada sistem keamanan ini berupa perancangan modul RFID, modul LCD, modul motor. 3.1.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Didalam merancang sistem yang akan dibuat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelumnya, pertama-tama mengetahui prinsip kerja secara umum dari sistem yang akan dibuat

Lebih terperinci

Programmer. Petunjuk Penggunaan

Programmer. Petunjuk Penggunaan Programmer Petunjuk Penggunaan Trademarks & Copyright Windows and Windows NT are registered trademarks of Microsoft Corporation. MCS-51 and Pentium are registered trademarks of Intel Corporation. AVR is

Lebih terperinci

AT89 USB ISP Trademarks & Copyright

AT89 USB ISP Trademarks & Copyright AT89 USB ISP Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. MCS-51 is a registered trademark of Intel

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGANALAT

BAB III PERANCANGANALAT BAB III PERANCANGANALAT 3.1. Tujuan Perancangan Berdasarkan kajian ladasan teori pada bab sebelumnya, maka pada bab ini akan dilakukan pembahasan berkenaan dengan perancangan alat, perancangan ini bertujuan

Lebih terperinci

DT-BASIC Application Note

DT-BASIC Application Note DT-BASIC Application Note AN90 BASIC LCD Interface Oleh: Tim IE LCD saat ini merupakan kebutuhan pokok dalam berbagai macam aplikasi. Pada artikel kali ini akan diberi contoh penggunaan LCD karakter pada

Lebih terperinci

DT-AVR Application Note. Gambar 1 Blok Diagram AN133

DT-AVR Application Note. Gambar 1 Blok Diagram AN133 DT-AVR DT-AVR Application Note AN133 Media Tampilan 7 Segment Untuk Mikrokontroler AVR Oleh: Tim IE Aplikasi ini memberikan contoh penambahan media tampilan seven segment pada modul DT-AVR Low Cost Series

Lebih terperinci

Smart Peripheral Controller INFRARED TRANSCEIVER

Smart Peripheral Controller INFRARED TRANSCEIVER Smart Peripheral Controller INFRARED TRANSCEIVER Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp. MS-DOS is a registered trademark

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas dasar teori yang berhubungan dengan perancangan skripsi antara lain pengertian parkir, Piloted parking System, modul bluetooth, mikrokontroler arduino Mega

Lebih terperinci

DT-AVR Application Note

DT-AVR Application Note DT-AVR Application Note AN79 Input Multi Tombol untuk AVR menggunakan Oleh: Tim IE dapat menerima input tombol baik dari keyboard PS/2 maupun keypad matrix berukuran 3x4 atau 4x4. Pada aplikasi kali ini

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560 BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan teori-teori penunjang yang diperlukan dalam merancang dan merealisasikan skripsi ini. Bab ini dimulai dari pengenalan singkat dari komponen elektronik utama

Lebih terperinci

SPC Application Note

SPC Application Note SPC Application Note AN152 GUI Oleh: Tim IE Artikel berikut ini membahas aplikasi Graphical User Interface (GUI) untuk dengan menggunakan bantuan program Visual Basic 6.0, serta tambahan komponen MSCOMM

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT 1.1 Skema Alat Pengukur Laju Kendaraan Sumber Tegangan Power Supply Arduino ATMega8 Proses Modul Bluetooth Output Bluetooth S1 S2 Komputer Lampu Indikator Input 2

Lebih terperinci

Akses SD Card & FRAM Menggunakan AVR. Oleh: Tim IE

Akses SD Card & FRAM Menggunakan AVR. Oleh: Tim IE EMS SD/MMC/FRAM Application te Akses SD Card & FRAM Menggunakan AVR Oleh: Tim IE Secure Digital (SD) atau MultiMedia Card (MMC) seringkali digunakan sebagai sarana penyimpan data pada Personal Digital

Lebih terperinci

DQI-03 DELTA ADC. Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC. Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi

DQI-03 DELTA ADC. Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC. Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi DQI-03 DELTA ADC Spesifikasi : Resolusi 10 bit 12 Ch ADC USB/RS232 Interface Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi Delta subsystem protokol

Lebih terperinci

Sistem Tertanam. Pengantar Atmega328 dan Arduino Uno. Dennis Christie - Universitas Gunadarma

Sistem Tertanam. Pengantar Atmega328 dan Arduino Uno. Dennis Christie - Universitas Gunadarma Sistem Tertanam Pengantar Atmega328 dan Arduino Uno 1 Arsitektur Atmega328 Prosesor atau mikroprosesor adalah suatu perangkat digital berupa Chip atau IC (Integrated Circuit) yang digunakan untuk memproses

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1.Analisa Masalah Dalam perancangan dan implementasi robot keseimbangan dengan menggunakan metode PID, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Konsep dasar mengendalikan lampu dan komponen komponen yang digunakan pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem

Lebih terperinci

Programmer. Petunjuk Penggunaan

Programmer. Petunjuk Penggunaan Programmer Petunjuk Penggunaan Trademarks & Copyright Windows and Windows NT are registered trademarks of Microsoft Corporation. MCS-51 and Pentium are registered trademarks of Intel Corporation. AVR is

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN 4.1. Pengujian Alat Sebelum menjalankan atau melakukan pengoprasian robot yang telah dibuat, maka penulis akan melakukan pengujian pada robot yang telah dibuat untuk mengetahui

Lebih terperinci

MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51

MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Ringkasan Pendahuluan Mikrokontroler Mikrokontroler = µp + Memori (RAM & ROM) + I/O Port + Programmable IC Mikrokontroler digunakan sebagai komponen pengendali

Lebih terperinci

DT-51 Application Note

DT-51 Application Note DT-51 DT-51 Application Note AN136 Type With SPC Keymatic Oleh: Tim IE Aplikasi berikut memberikan contoh sederhana mengenai penggunaan modul DT-51 dengan bahasa pemrograman C (µc/51, Wickenhäeuser). DT-51

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 1.1 Blok Diagram Sensor Kunci kontak Transmiter GSM Modem Recivier Handphone Switch Aktif Sistem pengamanan Mikrokontroler Relay Pemutus CDI LED indikator aktif Alarm Buzzer Gambar

Lebih terperinci

SST-21 MOVING SIGN CONTROLLER SYSTEM

SST-21 MOVING SIGN CONTROLLER SYSTEM SST-21 MOVING SIGN CONTROLLER SYSTEM Deskripsi SST-21 adalah merupakan modul sistem kontrol moving sign atau matrix LED di mana proses pengaturan scanning LED dan animasi dilakukan oleh modul ini. Pengguna

Lebih terperinci

PC-Link. Gambar 1 Blok Diagram AN201. AGND (J3 pin 1) Pin 1 VCC (J3 pin 2) Pin 3 Dapat dipilih salah satu dari A0 s.d. A7 (J3 pin 3 s.d.

PC-Link. Gambar 1 Blok Diagram AN201. AGND (J3 pin 1) Pin 1 VCC (J3 pin 2) Pin 3 Dapat dipilih salah satu dari A0 s.d. A7 (J3 pin 3 s.d. PC-Link PC-Link Application Note AN201 GUI Analog Input PC-Link USB Smart I/O Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk membaca Input Analog pada

Lebih terperinci

DHT11 Temperature and Humidity Sensor Board Gambar 1 Blok Diagram AN196. 5V (Power) GND (Power)

DHT11 Temperature and Humidity Sensor Board Gambar 1 Blok Diagram AN196. 5V (Power) GND (Power) DT-AVR DT-AVR Application Note AN196 Pemantuan Suhu dan Kelembaban Relatif Berbasis DT-AVR Inoduino dan Modul Sensor DHT11 Oleh : Tim IE Terdapat berbagai macam pilihan jenis sensor suhu, dari berbagai

Lebih terperinci

BAB III PENGENDALIAN GERAK MEJA KERJA MESIN FRAIS EMCO F3 DALAM ARAH SUMBU X

BAB III PENGENDALIAN GERAK MEJA KERJA MESIN FRAIS EMCO F3 DALAM ARAH SUMBU X BAB III PENGENDALIAN GERAK MEJA KERJA MESIN FRAIS EMCO F3 DALAM ARAH SUMBU X Pada bab ini akan dibahas mengenai diagram alir pembuatan sistem kendali meja kerja mesin frais dalam arah sumbu-x, rangkaian

Lebih terperinci

Konsep dan Cara Kerja Port I/O

Konsep dan Cara Kerja Port I/O Konsep dan Cara Kerja Port I/O Pertemuan 3 Algoritma dan Pemrograman 2A Jurusan Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma 2015 Parallel Port Programming Port

Lebih terperinci

BAB III RANGKAIAN PENGENDALI DAN PROGRAM PENGENDALI SIMULATOR MESIN PEMBEGKOK

BAB III RANGKAIAN PENGENDALI DAN PROGRAM PENGENDALI SIMULATOR MESIN PEMBEGKOK BAB III RANGKAIAN PENGENDALI DAN PROGRAM PENGENDALI SIMULATOR MESIN PEMBEGKOK Pada bab ini dibahas tentang perangkat mekanik simulator mesin pembengkok, konstruksi motor DC servo, konstruksi motor stepper,

Lebih terperinci

DT-AVR Application Note

DT-AVR Application Note DT-AVR Application ote A88 C routine 4 Serial RTC & EEPROM Oleh: Tim IE Aplikasi kali ini akan memberikan contoh rutin-rutin untuk DT-I/O Serial RTC & EEPROM dalam bahasa pemrograman C dengan menggunakan

Lebih terperinci

PENGONTROL ROBOT. Dosen : Dwisnanto Putro, S.T, M.Eng. Published By Stefanikha69

PENGONTROL ROBOT. Dosen : Dwisnanto Putro, S.T, M.Eng. Published By Stefanikha69 PENGONTROL ROBOT Dosen : Dwisnanto Putro, S.T, M.Eng Pengontrol Pengendali atau Pengontrol merupakan suatu instrument atau alat yang berfungsi untuk mengendalikan sesuatu yang akan dikendalikan. Pengendali

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS 3.1. Spesifikasi Perancangan Perangkat Keras Secara sederhana, perangkat keras pada tugas akhir ini berhubungan dengan rancang bangun robot tangan. Sumbu

Lebih terperinci

AVR-51 USB ISP Trademarks & Copyright

AVR-51 USB ISP Trademarks & Copyright AVR-51 USB ISP Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. AVR is registered trademark of Atmel

Lebih terperinci

DT-COMBO AVR-51 STARTER KIT

DT-COMBO AVR-51 STARTER KIT DT-COMBO AVR-51 STARTER KIT Petunjuk Penggunaan Trademarks & Copyright MCS-51 is a registered trademarks of Intel Corporation. AVR is a registered trademark of Atmel Corporation. ASM51 is copyright by

Lebih terperinci

PC-Link. PC-Link. Application Note AN202

PC-Link. PC-Link. Application Note AN202 PC-Link PC-Link Application Note AN202 GUI Analog Output (DAC) Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk mengatur Analog Output DAC (Digital to Analog

Lebih terperinci

BAB III SISTEM PENGUKURAN ARUS & TEGANGAN AC PADA WATTMETER DIGITAL

BAB III SISTEM PENGUKURAN ARUS & TEGANGAN AC PADA WATTMETER DIGITAL 34 BAB III SISTEM PENGUKURAN ARUS & TEGANGAN AC PADA WATTMETER DIGITAL Pada bab ini akan dijelaskan mengenai rancangan desain dan cara-cara kerja dari perangkat keras atau dalam hal ini adalah wattmeter

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Identifikasi Kebutuhan Proses pembuatan alat penghitung benih ikan ini diperlukan identifikasi kebutuhan terhadap sistem yang akan dibuat, diantaranya: 1. Perlunya rangkaian

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Masalah Dalam perancangan skateboard elektrik, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan tersebut antara lain : 1. Tahapan perancangan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari modifikasi kelistrikan pada kendaraan bermotor, perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Konverter elektronika daya merupakan suatu alat yang mengkonversikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Konverter elektronika daya merupakan suatu alat yang mengkonversikan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konverter Elektronika Daya Konverter elektronika daya merupakan suatu alat yang mengkonversikan daya elektrik dari satu bentuk ke bentuk daya elektrik lainnya di bidang elektronika

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram dari sistem AVR standalone programmer adalah sebagai berikut : Tombol Memori Eksternal Input I2C PC SPI AVR

Lebih terperinci

Trademarks & Copyright

Trademarks & Copyright ProgPAL User Guide Trademarks & Copyright DT-51 is a trademark of Innovative Electronics. PC, AT, and IBM are trademarks of International Business Machines. Windows is registered trademark of Microsoft

Lebih terperinci

DT-SENSE Application Note AN168 Color Game. Gambar 1 Blok Diagram AN168

DT-SENSE Application Note AN168 Color Game. Gambar 1 Blok Diagram AN168 DT-SESE DT-SESE Application te A168 Color Game Oleh : Tim IE Color Game merupakan sebuah permainan kecerdasan bagi anak-anak yang bermanfaat dalam pembelajaran untuk membedakan warna merah, hijau, biru,

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Blok Diagram Port Serial RXD (P3.0) D SHIFT REGISTER. Clk. SBUF Receive Buffer Register (read only)

Gambar 3.1 Blok Diagram Port Serial RXD (P3.0) D SHIFT REGISTER. Clk. SBUF Receive Buffer Register (read only) 1. Operasi Serial Port mempunyai On Chip Serial Port yang dapat digunakan untuk komunikasi data serial secara Full Duplex sehingga Port Serial ini masih dapat menerima data pada saat proses pengiriman

Lebih terperinci

DT-SENSE Application Note

DT-SENSE Application Note DT-SENSE DT-SENSE Application Note AN224 Antarmuka DT-Sense Gas Sensor menggunakan Arduino TM UNO Oleh: Tim IE Pengukuran kualitas udara dan kadar gas tertentu pada suatu area atau ruangan sekarang bisa

Lebih terperinci

de KITS Application Note AN18 - How 2 Use de KITS SPC Stepper Motor with StarTech PPI Card

de KITS Application Note AN18 - How 2 Use de KITS SPC Stepper Motor with StarTech PPI Card de KITS Application ote A18 - How 2 Use de KITS SPC Stepper Motor with StarTech PPI Card oleh: Tim IE Mengikuti A17 (How 2 Use de KITS Relay Board with StarTech PPI Card), Application ote (A) ini disusun

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran

Lebih terperinci