Quick Start. Smart Peripheral Controller STEPPER MOTOR
|
|
|
- Sri Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Smart Peripheral Controller STEPPER MOTOR Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp MS-DOS is a registered trademark of Microsoft Corporation Pentium is a registered trademark of Intel Corporation MetaLink ASM51 is copyright by MetaLink Corporation 1 PENDAHULUAN Smart Peripheral Controller / SPC STEPPER MOTOR merupakan pengontrol motor stepper yang menggunakan I 2 C-bus sebagai jalur pengiriman data sehingga dapat lebih menghemat dan mempermudah pengkabelan, selain itu SPC STEPPER MOTOR dapat digunakan secara paralel Contoh aplikasi dari SPC STEPPER MOTOR adalah untuk robot dan sumber gerak lainnya 2 SPESIFIKASI SPC STEPPER MOTOR Spesifikasi SPC STEPPER MOTOR sebagai berikut : Kompatibel penuh dengan DT-51 Minimum System Ver 30 Hanya perlu 2 jalur kabel untuk interface dengan mikroprosesor / mikrokontroler lain Dapat digunakan untuk unipolar atau bipolar stepper motor Dapat digunakan pada I 2 C-bus maupun paralel Semua pin pin paralel diakses dengan taraf logik TTL Dilengkapi dengan jumper untuk setting alamat, sehingga dapat di-ekspan sampai 8 board tanpa tambahan perangkat keras Tersedia prosedur siap pakai untuk aplikasi SPC STEPPER MOTOR 3 Pengalamatan Pengalamatan memanfaatkan register : AddressI2C dengan alamat memory 2Fh Semua penggunaan dari I 2 C-bus selalu diawali dengan pengalamatan Pada pengalamatan itu sendiri dibedakan menjadi tiga bagian : alamat tetap, alamat terprogram, dan Read/Write (R/W) SPC STEPPER MOTOR selalu menggunakan alamat tetap dengan nilai 1110, dan Read/Write selalu bernilai Write ( 0 ) sedangkan alamat terprogram digunakan untuk memberikan alamat terhadap modul sesuai dengan kehendak pemakai Alamat terprogram diatur dengan cara mengubah setting jumper (dapat dilihat pada bagian 62) sehingga pada jalur I 2 C yang sama dengan alamat tetap yang sama ( 1110 ) dapat digunakan 8 buah modul secara bersamaan dengan membedakan alamat terprogram 1
2 4 Command m3 m2 m1 M0 Mode Command Control Command Speed Command Step Tidak terpakai Tidak terpakai Command terdiri dari dua bagian utama yaitu Mode dan Flag Mode digunakan untuk memilih perintah selanjutnya yang akan diberikan pada device sesuai dengan pilihan mode yang diberikan Command memiliki 16 kemungkinan mode, namun pada SPC STEPPER MOTOR ini hanya digunakan 3 mode pertama saja Flag digunakan untuk mengatur aktivitas / kegiatan dari setiap mode yang diberikan, pada mode mode tertentu Flag tidak digunakan sehingga Flag dapat diisi sembarang (don t care / ' X ') Pada SPC STEPPER MOTOR ini Flag hanya dapat digunakan pada Command Control 41 Command Control Control Setting ( H/ L ) Fungsi Run Run / Stop Untuk menjalankan dan menghentikan motor stepper : Run beri logika 1 (high) Stop beri logika 0 (low) Sel Bi / Uni Untuk tipe motor stepper yang digunakan : Motor stepper Bipolar beri logika 1 (high) Motor stepper Unipolar beri logika 0 (low) Dir CW / CCW Untuk arah putaran motor stepper : CW (searah jarum jam) beri logika 1 (high) CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika 0 (low) Mod Full / Half Untuk mode putaran motor stepper : Full* (penuh) beri logika 1 (high) Half* (setengah) beri logika 0 (low) Command Control memanfaatkan register : StepControl Memanfaatkan alamat memory 38h atau dengan nama lain BufferOut0 Command control digunakan untuk mengatur semua kegiatan dari motor stepper * Yang dimaksud dengan Full adalah suatu mode motor stepper dimana per langkahnya merupakan pergeseran maksimum antara rotor terhadap stator sehingga mode Full merupakan mode tercepat untuk melakukan pergeseran/perputaran namun memiliki kekurangan dari segi torsi yang dihasilkan * Yang dimaksud dengan Half adalah setiap pergeseran perlangkah merupakan setengah dari pergeseran yang dihasilkan oleh mode Full, sehingga mode Half memiliki kecepatan yang lebih lambat dari mode Full namun memiliki torsi yang lebih kuat 2
3 Contoh: Bila ingin menjalankan motor stepper unipolar dengan arah searah jarum jam dan dengan mode half maka register StepControl harus di isi dengan b atau setara dengan 0Ah Bila ingin membuat berhenti maka control run harus dibuat low, yaitu: Command Speed Command Speed memanfaatkan register : StepSpeedH dan StepSpeedL Memanfaatkan alamat memory 39h atau dengan nama lain BufferOut1 untuk StepSpeedH Memanfaatkan alamat memory 3Ah atau dengan nama lain BufferOut2 untuk StepSpeedL Command Speed merupakan command kedua dan dalam penggunaannya harus dikirimkan Command Speed terlebih dahulu kemudian diikuti oleh StepSpeedH dan StepSpeedL Namun user hanya perlu mengisi StepSpeedH, StepSpeedL saja dan secara otomatis dalam pengiriman akan ditambahkan Command Speed StepSpeedH dan StepSpeedL digunakan untuk memberikan besaran kecepatan yang dikehendaki dengan mengirimkan 2 byte kode kecepatan Dari 0000h untuk paling lambat sampai FFFFh untuk yang tercepat Grafik di atas menggambarkan waktu yang dibutuhkan (dalam milidetik) untuk menempuh satu step / satu langkah terhadap isi dari register StepSpeedH dan StepSpeedL Berdasarkan grafik diatas maka didapatkan suatu rumus 3
4 Contoh aplikasi : Bila dikehendaki motor steper bergerak dengan waktu 10mS per step maka didapatkan : Code = -2048(10-325) = (dalam desimal) Code yang didapat adalah dalam desimal sehingga harus diubah ke bentuk hexa, dengan hasil B400 dalam hexa Maka register StepSpeedH berisi B4h dan register StepSpeedL berisi 00h perlu diperhatikan kemampuan kecepatan dari motor stepper yang akan digunakan untuk mendapatkan torsi yang maksimal dan agar tidak terjadi slip 43 Command Step Command Step memanfaatkan register : StepH dan StepL Memanfaatkan alamat memory 3Bh atau dengan nama lain BufferOut3 untuk StepH Memanfaatkan alamat memory 3Ch atau dengan nama lain BufferOut4 untuk StepL Command Step merupakan command ketiga dan dalam penggunaannya harus dikirimkan Command Step terlebih dahulu kemudian diikuti oleh StepH dan StepL Namun user hanya perlu mengisi StepH, StepL saja dan secara otomatis dalam pengiriman akan ditambahkan Command Speed Command step digunakan untuk memberikan besaran langkah yang harus ditempuh oleh motor stepper dengan mengirimkan 2 byte kode langkah Dari 0000h untuk berhenti (tidak ada langkah) sampai FFFEh untuk langkah terbanyak Contoh aplikasi : Bila dikehendaki berjalan 400 langkah maka (400d setara 0190h) register StepH berisi 01h dan register StepL berisi 90h Fungsi tambahan dari command step adalah dapat membuat motor stepper untuk terus berputar tanpa henti dengan cara mengirimkan FFFFh 5 TATA LETAK KOMPONEN SPC STEPPER MOTOR 4
5 6 SISTEM YANG DIANJURKAN Perangkat keras : PC XT / AT Pentium TM IBM Compatible dengan port serial (COM 1/ COM2) Board DT-51 Minimum System Floppy Disk 35, kapasitas 1,44Mbytes atau CD-ROM Drive Hard disk dengan kapasitas minimum 500Kbytes Perangkat lunak : Sistem operasi MS-DOS TM atau PC-DOS TM Assembler MetaLink ASM51 File-file yang ada pada pada disket/cd program 61 HUBUNGAN DT-51 MINIMUM SYSTEM DENGAN SPC STEPPER MOTOR SPC STEPPER MOTOR bila dihubungkan dengan DT-51 Minimum System akan menghasilkan suatu sistem yang 'Smart' Namun user tetap bisa menghubungkan SPC STEPPER MOTOR ini dengan sistem mikroprosesor / mikrokontroler yang lain atau difungsikan secara paralel (lihat bagian 64) Apabila Anda ingin menghubungkan SPC STEPPER MOTOR dengan sistem yang lain, kami sarankan untuk mempelajari skema SPC STEPPER MOTOR Untuk menghubungkan SPC STEPPER MOTOR dengan DT-51 Minimum System dianjurkan untuk menggunakan kabel pita (flat ribbon cable) Hubungannya ditunjukkan pada tabel berikut : I 2 C Bus DT-51 Minimum System PORT C & PORT 1 SPC STEPPER MOTOR J6 SCL Pin 15 (Port 16) Pin 15 (Port 33) SDA Pin 16 (Port 17) Pin 16 (Port 32) Catu daya 5V DC dihubungkan dengan konektor J5 (Power) Perhatikan polaritasnya jangan sampai terbalik, karena dapat mengakibatkan kerusakan Penting! Referensi ground (GND) antara modul SPC STEPPER MOTOR dengan DT-51 Minimum System harus sama 62 SETTING JUMPER Alamat terprogram setiap board SPC STEPPER MOTOR ditentukan oleh setting jumper J3 J3 (A2) J3 (A1) J3(A0) Alamat Terprogram (default) 111 Keterangan : : jumper tersambung (ON) Jumper J2 (SCL/SDA) digunakan untuk resistor pull up SDA (I 2 C bus data input / output) dan SCL (I 2 C bus clock input) Apabila lebih dari satu board SPC STEPPER MOTOR dihubungkan pada I 2 C bus maka jumper J2 (SCL/SDA) salah satu board saja yang perlu dipasang 63 EKSPANSI SPC STEPPER MOTOR SPC STEPPER MOTOR dapat di-ekspan sampai 8 board Beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila menggunakan lebih dari satu board SPC Stepper MOTOR : 5
6 Setiap board harus mempunyai alamat terprogram yang berbeda, ditentukan oleh jumper J3 (A0/A1/A2) Jumper J2 pada salah satu board saja yang dipasang 64 PENGGUNAAN SPC STEPPER MOTOR SECARA PARALEL SPC STEPPER MOTOR dapat digunakan secara paralel dengan cara mengatur pin pin S1, S2, S3, S4, RST yang ada pada board SPC STEPPER MOTOR Berikut adalah tabel kegunaan dari pin pin tersebut: Pin Name Setting Fungsi S1 Sel Bi / Uni S2 Dir CW / CCW S3 Mode Full / Half Untuk tipe motor stepper yang digunakan : Motor stepper Bipolar beri logika 1 (high) Motor stepper Unipolar beri logika 0 (low) Untuk arah putaran motor stepper : CW (searah jarum jam) beri logika 1 (high) CCW (berlawanan arah jarum jam) beri logika 0 (low) Untuk mode putaran motor stepper : Full* (penuh) beri logika 1 (high) Half* (setengah) beri logika 0 (low) S4 Step Clock Untuk menjalankan motor stepper sebanyak jumlah clock RST Reset RST Untuk melepaskan motor stepper dari keadaan "lock" Secara default jika pin pin S1, S2, S3, S4 tersebut tidak dihubungkan maka berlogika high kecuali Pin RST akan berlogika low Pin S4 (Clock) merupakan falling edge triggering ( transisi high ke low ) sehingga untuk menjalankan motor stepper beberapa langkah harus diberikan pulsa sebanyak jumlah langkah, bentuk pulsa yang dianjurkan adalah persegi dengan level TTL ( low =0V 08V dan High =25V 5V) Pin RST merupakan pin yang digunakan untuk melepaskan motor stepper dari kondisi mengunci, untuk melakukan reset dilakukan dengan memberikan pulsa high satu kali ( ) Reset juga dapat dilakukan dengan menekan tombol reset (SW RST) yang ada pada board Apabila pada saat yang bersamaan terjadi pengaturan secara I 2 C dan Paralel maka yang manjadi prioritas adalah I 2 C, setelah perintah I 2 C selesai dilaksanakan maka perintah paralel baru dapat dilaksanakan Setelah selesai memberikan pulsa secara paralel maka sebaiknya akhir dari pulsa adalah level high Penting! Dalam pengontrolan secara paralel setiap selesai memberikan pulsa maka motor stepper akan selalu pada kondisi mengunci (lock), kondisi mengunci pada waktu yang relatif lama dapat membuat motor stepper atau modul SPC STEPPER MOTOR terbakar Untuk itu setiap akhir dari pemberian pulsa maka harus diberikan pulsa reset atau menekan tombol Reset Kecuali pada kondisi khusus di mana memanfaatkan kondisi mengunci Contoh: Apabila menghendaki motor stepper bergerak dengan kecepatan 200 langkah per detik dan menghasilkan 800 langkah maka pulsa persegi yang diberikan adalah 200 Hz selama (800langkah / 200Hz) 4 detik kemudian diberikan pulsa reset 6
7 65 PENYAMBUNGAN SPC STEPPER MOTOR DENGAN MOTOR STEPPER Dalam penyambungan motor stepper dengan modul SPC STEPPER MOTOR perlu diperhatikan tipe dari motor stepper yang akan dipergunakan, Modul SPC STEPPER MOTOR dapat dipergunakan untuk dua macam tipe motor stepper : Unipolar dan Bipolar Berikut adalah cara pemasangan dari kedua tipe motor stepper tersebut Modul SPC STEPPER MOTOR dapat dipergunakan untuk motor stepper dengan tegangan kerja dari 6 Volt sampai dengan 36 Volt Arus RMS maksimum untuk modul SPC STEPPER MOTOR adalah 600 ma Arus impuls tak berulang maksimum untuk modul SPC STEPPER MOTOR adalah 12 A Sudah dilengkapi dioda clamp secara internal Hubungkan catu daya positif (+) untuk motor stepper pada VMotor dan negatif (-) pada GND Tegangannya harus sesuai dengan tegangan kerja motor Sambungkan semua kabel A, B, C, D pada Bipolar Stepper atau A, B, C, D, dan Common pada Unipolar Stepper secara benar (lihat gambar) 66 MENCOBA SPC STEPPER MOTOR DENGAN EXAMPLEHEX Hubungkan DT-51 Minimum System dengan SPC STEPPER MOTOR (lihat bagian 61) Hubungkan SPC STEPPER MOTOR dengan motor stepper Bipolar (lihat bagian 65) Setting alamat SPC Stepper Motor pada alamat terprogram 7 (default) Download EXAMPLEHEX yang terdapat pada disket/cd Motor Stepper akan bergerak dalam mode full, Clockwise (CW) 180 o, Counter Clockwise (CCW) 90 o, demikian seterusnya 7
8 7 PERANGKAT LUNAK SPC STEPPER MOTOR 71 DRIVER DAN RUTIN SPC STEPPER MOTOR dilengkapi dengan driver STEPPERINC yang akan mempermudah user dalam pemrograman STEPPERINC menggunakan resource dari mikrokontroler 89C51 sebagai berikut : Internal RAM alamat 21h bit 0 dan 1 Internal RAM dengan alamat 2Fh 3Fh P16 dan P17 Sehingga tidak boleh dipakai oleh user untuk keperluan lain, kecuali user mampu melakukan modifikasi pengaturan memori dengan benar Driver ini menggunakan 6 buah register yang terdiri dari: AddressI2C StepSpeedH StepH StepControl StepSpeedL StepL Kegunaan dari keenam register dapat dilihat pada bagian 4 Dari keenam register tersebut akan digunakan dalam tiga rutin penting berikut : StepInit Fungsi : Untuk mengirimkan data yang ada pada keenam register SPC STEPPER MOTOR melalui I 2 C-bus Input : AddressI2C, StepControl, StepSpeedH, StepSpeedL, StepH, StepL Output : Flag FAck Keterangan : Rutin ini dapat digunakan untuk memberikan nilai awal atau inisialisasi tanpa menjalankan motor stepper, yaitu dengan memberi logika low 0 pada setting Run dari StepControl Apabila dikehendaki saat memanggil rutin StepInit dapat langsung menjalankan motor stepper maka setting Run pada StepControl harus berlogika high 1 Rutin ini juga dapat digunakan untuk mengubah instruksi yang lama dengan yang instruksi baru walaupun instruksi yang lama belum selesai dieksekusi / atau sedang dalam proses eksekusi Proses ini dapat dilakukan dengan cara isi instruksi yang baru pada register kemudian panggil rutin StepInit, maka saat itu pula SPC STEPPER MOTOR akan melaksanakan instruksi yang baru Pada saat instruksi I 2 C sedang dieksekusi maka semua instruksi paralel tidak dapat dilaksanakan Setelah Rutin StepStop dipanggil atau instruksi I 2 C selesai dieksekusi maka perintah paralel baru dapat dilaksanakan Setelah instruksi I 2 C selesai dijalankan maka motor stepper tidak pada kondisi mengunci Metode : Berikan semua nilai - nilai untuk AddressI2C, StepControl, StepSpeedH, StepSpeedL, StepH, StepL sesuai dengan kebutuhan, kemudian panggil sub rutin StepInit untuk mengirimkan data secara I 2 C StepRun Fungsi : Untuk membuat motor stepper berputar secara terus menerus sampai instruksi I 2 C yang baru diberikan Input : AddressI2C Output : Flag FAck Keterangan : Rutin ini digunakan untuk membuat agar motor stepper berputar secara terus menerus Kecepatan, tipe, mode, arah dari motor stepper berdasarkan dari setting kontrol yang sudah ada sebelumnya Rutin ini secara langsung memberikan nilai FFh pada kedua register StepH dan StepL yang akan membuat motor selalu berputar secara terus menerus 8
9 Metode Pada saat rutin ini dipanggil maka semua instruksi paralel tidak dapat dilaksanakan : Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin StepRun StepStop Fungsi : Untuk membuat motor stepper berhenti Input : AddressI2C Output : Flag FAck Keterangan : Rutin ini digunakan untuk membuat agar motor stepper berhenti (stop) dan keluar dari instruksi I 2 C Rutin ini juga dapat digunakan untuk menghentikan rutin StepRun Setelah perintah ini atau instruksi I 2 C selesai dieksekusi maka perintah paralel baru dapat dilaksanakan Dengan memberikan nilai 00h pada register StepH, StepL akan membuat motor berhenti Rutin ini tidak dapat digunakan untuk menghentikan instruksi paralel Setelah instruksi I 2 C selesai dijalankan maka motor stepper tidak pada kondisi mengunci Metode : Isi register AddressI2C sesuai dengan alamat kemudian panggil rutin StepStop 72 CONTOH APLIKASI DAN PROGRAM Bila dikehendaki modul SPC STEPPER MOTOR dengan alamat terprogram ke-3 meggunakan motor stepper unipolar bergerak dalam mode half dengan arah berlawanan jarum jam (CCW) menempuh 5 putaran dalam waktu 4 detik maka register-register yang harus diisi adalah adalah: Pada umumnya motor stepper unipolar dengan mode full untuk menempuh satu putaran membutuhkan 200 step, sehingga untuk mode half dibutuhkan 400 step per satu putaran Sedangkan untuk menempuh 5 putaran maka dibutuhkan 2000 step (5 putaran X 400 step per putaran) dalam 4 detik 2000 (dalam desimal) step setara dengan 7D0 (dalam hexa) step Maka waktu yang dibutuhkan untuk per stepnya adalah 4 detik / 2000 = 0002 detik atau setara 2 milidetik (2mS) Sehingga code yang didapatkan adalah: Code = -2048(2-325) = (dalam desimal) Code yang didapat adalah dalam desimal sehingga harus diubah ke bentuk hexa, dengan hasil F400 dalam hexa Maka register register yang harus diisi adalah: AddressI2C = b = E0h StepControl = b = 08h StepSpeedH = F4h StepSpeedL = 00h StepH = 07h StepL = D0h Cuplikan Listing program untuk kasus diatas: MOV AddressI2C,# B ;memasukan nilai alamat MOV StepControl,# B ;memasukan nilai Control MOV StepSpeedH,#0F4H ;memasukan nilai Timer MOV StepSpeedL,#000H MOV StepH,#007H ;memasukan nilai langkah MOV StepL,#0D0H ACALL StepInit ;memanggil rutin StepInit Catatan : Bagi user yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai SPC STEPPER MOTOR dapat membaca MANUAL SPC STEPPER MOTORPDF serta contoh program EXAMPLEASM yang disertakan pada disket/cd Technical Support : support@innovativeelectronicscom 9
2. SPESIFIKASI EKSTERNAL SPC DC MOTOR
de K I T S Smart Peripheral Controller DC MOTOR Code : K6 Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp MS-DOS is a registered trademark
Smart Peripheral Controller ALPHANUMERIC DISPLAY
Smart Peripheral Controller ALPHANUMERIC DISPLAY Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp. MS-DOS is a registered trademark
ALPHANUMERIC DISPLAY
Smart Peripheral Controller ALPHANUMERIC DISPLAY Trademarks & Copyright AT is a trademark of International Business Machines Corp. IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines
2. SPESIFIKASI EKSTERNAL SPC KEYMATIC
Smart Peripheral Controller KEYMATIC Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, PS/2, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp. MS-DOS is a registered trademark of Microsoft
KEYMATIC. Smart Peripheral Controller
Smart Peripheral Controller KEYMATIC Trademarks & Copyright XT, AT dan PS/2 is a trademark of International Business Machines Corp. IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines
Neo Stepper Motor 1.2A
Smart Peripheral Controller Neo Stepper Motor 1.2A Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Pentium is a registered trademark of Intel Corporation.
DT-AVR Application Note
DT-AVR Application Note AN80 Sistem pengendali Bipolar Stepper Motor Oleh: Tim IE Stepper motor seringkali kita gunakan untuk aplikasi robotika, karena poros stepper motor dapat digerakkan dengan sudut
DT-SENSE. Flame Detector
DT-SENSE Flame Detector Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark
DT-SENSE Color Sensor Q uick S tart
DT-SENSE Color Sensor Q uick S tart Trademarks & Copyright TAOS is a trademark of Texas Advanced Optoelectronic Solutions Inc. AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows
DT-SENSE. IR Proximity Detector
DT-SENSE IR Proximity Detector Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark
DT-SENSE. Humidity Sensor
DT-SENSE Humidity Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark
DT-SENSE. Temperature & Humidity Sensor
DT-SENSE Temperature & Humidity Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium
DT-SENSE. Barometric Pressure & Temperature Sensor
DT-SENSE Barometric Pressure & Temperature Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation.
Trademarks & Copyright
I 2 C ADDA ver 2.0 Trademarks & Copyright DT-51 is a Trademark of Innovative Electronics. I 2 C is a Registered Trademark of Philips Semiconductors. XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are Trademarks of International
DT-SENSE. Temperature Sensor
DT-SENSE Temperature Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark
DT-SENSE. Photoreflector
DT-SENSE Photoreflector Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark
DT-SENSE. UltraSonic Ranger (USR)
DT-SENSE UltraSonic Ranger (USR) Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. MCS-51 is a registered
PC-Link Application Note
PC-Link Application Note AN147 Kontrol Motor DC Secara Serial Oleh: Tim IE Pada aplikasi kali akan menjelaskan bagaimana cara pengaturan gerak motor DC melalui PC dengan bantuan PC-Link Serial PPI dan
DT-SENSE. Color Sensor
DT-SENSE Color Sensor Trademarks & Copyright TAOS is a trademark of Texas Advanced Optoelectronic Solutions Inc. AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered
Quick Start. Smart Peripheral Controller SERIAL LCD
Smart Peripheral Controller SERIAL LCD Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp. MS-DOS is a registered trademark of Microsoft
Wireless Gamepad Interface
Smart Peripheral Controller Wireless Gamepad Interface Trademarks & Copyright PlayStation and DUALSHOCK are registered trademarks of Sony Computer Entertainment Inc. AT, IBM, and PC are trademarks of International
Smart Peripheral Controller Low Cost Serial LCD/OLED
Smart Peripheral Controller Low Cost Serial LCD/OLED Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Pentium is a registered trademark of Intel Corporation.
DT-SENSE. Photoreflector ver. 2.0
DT-SENSE Photoreflector ver. 2.0 Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a
Trademarks & Copyright
ProgPAL User Guide Trademarks & Copyright DT-51 is a trademark of Innovative Electronics. PC, AT, and IBM are trademarks of International Business Machines. Windows is registered trademark of Microsoft
DT-AVR Application Note
DT-AVR Application Note AN81 Sistem pengendali DC Motor Oleh: Tim IE Sebuah motor DC seringkali digunakan sebagai divais penggerak dalam aplikasi robotika karena harganya relatif murah, tetapi sayangnya
Perancangan Serial Stepper
Perancangan Serial Stepper ini : Blok diagram dari rangakaian yang dirancang tampak pada gambar dibawah Komputer Antar Muka Peralatan luar Komputer Komputer berfungsi untuk mengendalikan peralatan luar,
BAB III PERANCANGAN SISTEM PEMROGRAMAN DAN IMPLEMENTASI ROBOT KARTESIAN
21 BAB III PERANCANGAN SISTEM PEMROGRAMAN DAN IMPLEMENTASI ROBOT KARTESIAN Rancang bangun robot kontur kartesian ini melibatkan beberapa unsur sistem yang digabung menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Uraian Umum Dalam perancangan alat akses pintu keluar masuk menggunakan pin berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, penulis mempunyai pemikiran untuk membantu mengatasi
DT-51 Application Note
DT-51 Application Note AN116 DC Motor Speed Control using PID Oleh: Tim IE, Yosef S. Tobing, dan Welly Purnomo (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Sistem kontrol dengan metode PID (Proportional Integral
Analog Input Output DT-51 ADDA
inn ovative electroni c s Innovative Electronics Analog Input Output T- A USER S GUIE m a n u a l b o o k aftar Isi. Pendahuluan..... Spesifikasi T A...... Tata Letak T A...... Pemakaian T A..........
AT89 USB ISP Trademarks & Copyright
AT89 USB ISP Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. MCS-51 is a registered trademark of Intel
de KITS Application Note AN19 - How 2 Use de KITS SPC DC Motor with StarTech PPI Card
查询 A19 供应商 捷多邦, 专业 PCB 打样工厂,24 小时加急出货 de KITS Application ote A19 - How 2 Use de KITS SPC DC Motor with StarTech PPI Card oleh: Tim IE Melanjutkan A18 (How 2 Use de KITS SPC Stepper Motor with StarTech
AVR USB ISP Trademarks & Copyright
AVR USB ISP Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. AVR is registered trademark of Atmel Corporation.
MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51
MIKROKONTROLER Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Ringkasan Pendahuluan Mikrokontroler Mikrokontroler = µp + Memori (RAM & ROM) + I/O Port + Programmable IC Mikrokontroler digunakan sebagai komponen pengendali
Gamepad Interface. Smart Peripheral Controller
Smart Peripheral Controller Gamepad Interface Trademarks & Copyright PlayStation and DUALSHOCK are registered trademarks of Sony Computer Entertainment Inc. Daftar Isi 1 Pendahuluan... 3 1.1 Spesifikasi
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK 4.1 Pengukuran Alat Pengukuran dilakukan untuk melihat apakah rangkaian dalam sistem yang diukur sesuai dengan spesifikasi
de KITS Application Note AN44 - Morse Code Generator
de KITS Application ote A44 - Morse Code Generator Oleh: Tim IE Kode Morse merupakan serangkaian kode yang terdiri dari bunyi pendek (dit) dan bunyi panjang (dah). Kode ini hanya mencakup huruf, angka,
DT-AVR Application Note
DT-AVR Application Note AN79 Input Multi Tombol untuk AVR menggunakan Oleh: Tim IE dapat menerima input tombol baik dari keyboard PS/2 maupun keypad matrix berukuran 3x4 atau 4x4. Pada aplikasi kali ini
Programmer. Petunjuk Penggunaan
Programmer Petunjuk Penggunaan Trademarks & Copyright Windows and Windows NT are registered trademarks of Microsoft Corporation. MCS-51 and Pentium are registered trademarks of Intel Corporation. AVR is
de KITS Application Note AN30 Rotating Display with DT-51 MinSys & de KITS SPC DC Motor
de KITS Application Note AN30 Rotating Display with DT-51 MinSys & de KITS SPC DC Motor Oleh: Tim IE & Andy Kristian & Rudy Kurniawan (Sekolah Tinggi Teknik Surabaya) Rotating Display yang banyak digunakan
Trademarks & Copyright
Smart Peripheral Controller SERIAL LCD Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp. MS-DOS is a registered trademark of Microsoft Corporation.
1 Pendahuluan Spesifikasi Sistem yang Dianjurkan... 3
USB Smart I/O Trademarks & Copyright I 2 C is a Registered Trademark of Philips Semiconductors. AT, IBM, and are trademarks of International Business Machines Corporation. Pentium is a registered trademark
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS 3.1. Pendahuluan Perangkat pengolah sinyal yang dikembangkan pada tugas sarjana ini dirancang dengan tiga kanal masukan. Pada perangkat pengolah sinyal
Servo Motor Controller
Smart Peripheral Controller Servo Motor Controller Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Pentium is a registered trademark of Intel Corporation.
Code : K11. Untuk manual dan source-source yang lebih lengkap terdapat dalam disket/cd.
de K I T S Smart Peripheral Controller Seven Segment Code : K Quick Start Trademarks & Copyright XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp. MS-DOS is a registered
BAB III PERANCANGANALAT
BAB III PERANCANGANALAT 3.1. Tujuan Perancangan Berdasarkan kajian ladasan teori pada bab sebelumnya, maka pada bab ini akan dilakukan pembahasan berkenaan dengan perancangan alat, perancangan ini bertujuan
USER MANUAL PALANGAN KERETA API OTOMATIS MATA DIKLAT : SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIKA
USER MANUAL PALANGAN KERETA API OTOMATIS MATA DIKLAT : SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIKA SISWA KELAS XII TAHUNAJARAN 2010/2011 JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG CREW 2
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan
EMS. 2 A Dual H-Bridge
EMS 2 A Dual H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi... 5 5.1. Contoh Koneksi Untuk 2 Buah Motor 2 Arah...
de KITS Application Note AN17 - How 2 Use de KITS Relay Board with StarTech PPI Card
de KITS Application ote A17 - How 2 Use de KITS Relay Board with StarTech PPI Card oleh: Tim IE Beberapa pengguna mungkin lebih menyukai pemrograman high level language (Pascal, Delphi, dll) dengan bantuan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pergerakan meja kerja digerakan oleh sebuah motor sebagai penggerak dan poros
46 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penggerak Poros Ulir Pergerakan meja kerja digerakan oleh sebuah motor sebagai penggerak dan poros ulir sebagai pengubah gaya puntir motor menjadi gaya dorong pada meja kerja
PC-Link Application Note
PC-Link Application Note AN129 Menghubungkan Analog I/O ke Komputer Melalui Serial PPI Oleh: Tim IE Sebuah contoh lagi mengenai penggunaan modul PC-Link Serial PPI dengan menggunakan bahasa pemrograman
BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan
DT-SENSE THERMOPILE ARRAY SENSOR
DT-SENSE THERMOPILE ARRAY SENSOR Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a
DT-BASIC Application Note
DT-BASIC Application Note AN90 BASIC LCD Interface Oleh: Tim IE LCD saat ini merupakan kebutuhan pokok dalam berbagai macam aplikasi. Pada artikel kali ini akan diberi contoh penggunaan LCD karakter pada
DT-SENSE Gas Sensor Trademarks & Copyright
DT-SENSE Gas Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark of
DT-BASIC Application Note
DT-BASIC DT-BASIC Application Note AN124 BASIC Keymatic Oleh: Tim IE Artikel ini membahas penggunaan SPC Keymatic bersama dengan modul DT-BASIC Nano System. Di sini SPC Keymatic akan bekerja pada mode
8. Mengirimkan stop sequence
I 2 C Protokol I2C merupakan singkatan dari Inter-Integrated Circuit, yang disebut dengan I-squared-C atau I-two-C. I 2 C merupakan protokol yang digunakan pada multi-master serial computer bus yang diciptakan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras Perancangan perangkat keras pada sistem keamanan ini berupa perancangan modul RFID, modul LCD, modul motor. 3.1.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram
de KITS Application Note AN20 - How 2 Use de KITS SPC Alphanumeric Display with StarTech PPI Card
de KITS Application ote A20 - How 2 Use de KITS SPC Alphanumeric Display with StarTech PPI Card oleh: Tim IE Melanjutkan A19 (How 2 Use de KITS SPC DC Motor with StarTech PPI Card), Application ote (A)
EMS. 1 A Dual H-Bridge
EMS 1 A Dual H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi... 5 5.1. Contoh Koneksi Untuk 2 Buah Motor 2 Arah...
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Sistem yang dirancang adalah sistem yang berbasiskan mikrokontroller dengan menggunakan smart card yang diaplikasikan pada Stasiun Kereta Api sebagai tanda
BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN
BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN 3.1 Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram Pada rangkaian yang penulis buat berdasarkan cara kerja rangkaian secara keseluruhan penulis membagi rangkaian menjadi
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN 4.1 Hasil Pengujian Perangkat Keras Pengujian pada prototype elevator atau lift ini dilakukan melalui beberapa tahap pengujian, yaitu pengujian terhadap perangkat-perangkat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI PLC (Programable Logic Control) adalah kontroler yang dapat diprogram. PLC didesian sebagai alat kontrol dengan banyak jalur input dan output. Pengontrolan dengan menggunakan PLC
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Bab ini akan membahas mengenai pengujian dan analisis pada alat Pengendali Ketinggian Meja Otomatis Dengan Kontrol Smartphone Android Menggunakan Media Koneksi Bluetooth.
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Didalam merancang sistem yang akan dibuat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelumnya, pertama-tama mengetahui prinsip kerja secara umum dari sistem yang akan dibuat
DT-SENSE Application Note
DT-SENSE DT-SENSE Application Note AN140 - How 2 Use DT-SENSE USIRR with DT-AVR Low Cost Nano System Oleh: Tim IE Application note ini mengulas tentang cara penggunaan DT-SENSE UltraSonic and InfraRed
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik (hardware) dan pembuatan mekanik robot. Sedangkan untuk pembuatan perangkat
BAB III PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Pengantar Perancangan Sistem Pengendalian Lampu Pada Lapangan Bulu
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengantar Perancangan Sistem Pengendalian Lampu Pada Lapangan Bulu Tangkis Indoor Pada lapangan bulu tangkis, penyewa yang menggunakan lapangan harus mendatangi operator
de KITS Application Note AN29 Sistem Antrian dengan DT-51 MinSys & de KITS SPC Alphanumeric Display
de KITS Application ote A29 Sistem Antrian dengan DT-51 MinSys & de KITS SPC Alphanumeric Display Oleh: Tim IE & Donny Baskoro Hurip (U.K. Petra) Aplikasi ini berfungsi sebagai mesin antrian digital sederhana
AVR USB ISP mkii Trademarks & Copyright
AVR USB ISP mkii Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. AVR is registered trademark of Atmel
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PERANGKAT KERAS 2.1.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontoler dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (market
DT-COMBO AVR-51 STARTER KIT
DT-COMBO AVR-51 STARTER KIT Petunjuk Penggunaan Trademarks & Copyright MCS-51 is a registered trademarks of Intel Corporation. AVR is a registered trademark of Atmel Corporation. ASM51 is copyright by
Programmer. Petunjuk Penggunaan
Programmer Petunjuk Penggunaan Trademarks & Copyright Windows and Windows NT are registered trademarks of Microsoft Corporation. MCS-51 and Pentium are registered trademarks of Intel Corporation. AVR is
ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55
ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89C51/52/55 A. Pendahuluan Mikrokontroler merupakan lompatan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer. Mikrokontroler diciptakan tidak semata-mata hanya memenuhi kebutuhan
AVR USB ISP mkii ver 2
AVR USB ISP mkii ver 2 Trademarks & Copyright PC is a trademark of International Business Machines Corporation. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. AVR is registered trademark of
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram dari sistem AVR standalone programmer adalah sebagai berikut : Tombol Memori Eksternal Input I2C PC SPI AVR
Bab VI. Motor Stepper
Bab VI Motor Stepper 64 6.1. Pendahuluan Motor stepper adalah motor DC yang khusus berputar dalam suatu derajat yang tetap yang disebut step (langkah). Satu step antara 0,9 sampai 90. Motor stepper terdiri
Controller System. CodeVisionAVR Demo
Controller System DT-51 Minimum System v3.0 DT-51 PetraFuz DT-AVR Low Cost Micro System Kontroler AT89C51 AT89C51 AT89S51 AT89C2051 ATmega8535 AT90S2313 Arsitektur MCS-51 MCS-51 MCS-51 MCS-51 AVR AVR Frekuensi
EMS. Low Voltage Dual H-Bridge
EMS Low Voltage Dual H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi Untuk 2 Buah Motor 2 Arah... 5 6. Prosedur Testing...
Blok sistem mikrokontroler MCS-51 adalah sebagai berikut.
Arsitektur mikrokontroler MCS-51 diotaki oleh CPU 8 bit yang terhubung melalui satu jalur bus dengan memori penyimpanan berupa RAM dan ROM serta jalur I/O berupa port bit I/O dan port serial. Selain itu
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik (hardware) dan pembuatan mekanik robot. Sedangkan untuk pembuatan perangkat
TKC210 - Teknik Interface dan Peripheral. Eko Didik Widianto
TKC210 - Teknik Interface dan Peripheral Eko Didik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Review Kuliah Pembahasan tentang: Referensi: mikrokontroler (AT89S51) mikrokontroler (ATMega32A) Sumber daya
DQI-03 DELTA ADC. Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC. Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi
DQI-03 DELTA ADC Spesifikasi : Resolusi 10 bit 12 Ch ADC USB/RS232 Interface Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi Delta subsystem protokol
Daftar Isi. Lampiran Skema... 7
EMS 5 A H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi... 5 6. Tabel Kebenaran... 5 7. Prosedur Testing... 6 7.1.
