BAB 3 LANDASAN TEORI
|
|
|
- Handoko Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Definisi dan Jenis Exchange Traded Fund (ETF) Beberapa definisi Exchange Traded Funds (ETF) yang diambil dari berbagai sumber adalah sebagai berikut : 1. Securities Exchange Commission (SEC) dalam situsnya ( mendefinisikan Exchange Traded Funds (ETFs) sebagai berikut : An Exchange Traded Funds, or ETFs is a type of investment company whose investment objective is to achieve the same return as particular market index. 2. Suruhanjaya Sekuriti (Malaysian Securities Commission) dalam pedoman mengenai ETFs (Guidelines on Exchange Traded Funds) yang diterbitkan pada tanggal 21 Juni 2005 mendefinisikan ETFs sebagai berikut : ETFs means exchange-traded fund, which is a listed index-tracking fund structured as a unit trust scheme whose primary objective is to achieve the same whose investment objective is to achieve the same return as particular market index by investing all (full replication) or substantially all (strategic sampling) of its assets in the constituent securities of the index. 33
2 34 3. Bursa Efek HongKong (HongKong Exchanges and Clearing Ltd.) dalam situsnya ( mendefinisikan ETFs sebagai berikut : Exchange Traded Funds (ETFs) are investment product that represent a portfolio of securities desigened to track the performance of an index, offering investor an innovative way to get cost-effective exposure to specific markets or sectors. 4. Dalam materi presentasi yang disampaikan oleh Mr. Kee Shee Wong (AmInvestment Group, Malaysia) ETFs didefinisikan sebagai berikut : ETFs are essentially unit trust funds which are listed on an exchange, openended with the unique In-Kind Creation/Redemption mechanism maintained by a system of Participating Dealers and Market Makers. 5. Menurut Manurung (2007, p. 25) ETF adalah sebuah produk investasi yaitu reksa dana yang diperdagangkan di bursa. 6. Sedangkan Richards (2007, p.v) menyatakan bahwa: Exchange Traded Funds (ETFs) are extraordinary new investments, each one a cross between a mutual fund and a stock. They function like mutual funds but trade like stocks. Berdasarkan beberapa definisi yang diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa Exchange Trade Funds (ETFs) adalah reksa dana yang unit penyertaan/sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek yang tujuan utama investasinya (investment objective) adalah untuk memperoleh tingkat pendapatan yang sama dengan indeks yang ditargetkan atau indeks yang menjadi acuan.
3 35 Sesuai penjelasan dalam website BEI, secara sederhana penjelasan ETF adalah reksadana yang diperdagangkan melalui bursa efek. Sama seperti reksadana lainnya, ETF tetap berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang dikelola oleh Manajer Investasi dan menggunakan jasa Bank Kustodian, namun setiap unitnya dicatatkan dan diperdagangkan di bursa. Secara garis besar Exchange Trade Funds dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu ETF Indeks (Index ETFs) dan Closed-end ETFs. ETF Indeks adalah ETF yang menginvestasikan dana kelolaanya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada suatu indeks tertentu dengan proporsi yang sama dengan bobot dalam indeks yang ditargetkan dengan tujuan untuk mencerminkan gambaran kinerja indeks di bursa atau dengan kata lain untuk menciptakan tingkat pendapatan (level of returns) yang sama dengan indeks acuan. Sedangkan Closed-end ETFs (CEF) atau dibeberapa negara disebut dengan Actively Managed ETFs adalah fund yang diperdagangkan di bursa efek berbentuk perusahaan investasi (investment company), bersifat tertutup dan dikelola secara aktif oleh manajer investasi. Close-end ETFs menawarkan sahamnya kepada publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO), kemudian dana yang terkumpul akan diinvestasikan dalam berbagai jenis efek sesuai dengan kebijakan investasi. Closed-end ETFs memiliki dewan direksi yang dipilih oleh pemegang saham, dewan direksi kemudian menunjuk komite investasi dan manajer portofolio yang bertugas
4 36 melakukan pengelolaan reksa dana secara aktif. Close-end ETF tercatat di Bursa Efek, sehingga sahamnya diperjualbelikan antar investor di Bursa Efek dan tidak melalui Reksa Dana itu sendiri. Dari dua jenis ETF ini yang akan dibahas dalam selanjutnya adalah ETF dari jenis ETF Indeks (Index ETFs) mengingat jenis ETF inilah yang paling banyak tercatat dan diperdagangkan di berbagai bursa efek dunia dan paling diminati oleh investor karena sifat dan karakteristiknya yang unik dan menarik. Disamping itu produk ETF yang akan dikembangkan di pasar modal Indonesia adalah ETF yang berbasis indeks Keuntungan dan Kerugian ETF dibandingkan dengan Reksa Dana Menurut Bodie, Kane, Marcus (2008, p.110), ETF menawarkan beberapa keuntungan dari reksa dana konvensional. Pertama, NAV reksa dana disebutkan dan investor hanya dapat membeli atau menjual kepemilikannya hanya satu kali sehari. Sebaliknya, ETF diperdagangkan terus menerus. Lebih dari itu, seperti saham, tapi tidak seperti reksa dana, ETF dapat dijual short atau dibeli on margin. ETF juga menawarkan keuntungan potensial pajak daripada reksa dana. Ketika sejumlah besar investor reksa dana mencairkan kepemilikannya, maka harus menjual sekuritas untuk mencapai redemption. Ini dapat memicu pajak capital gain,
5 37 yang akan dibebankan dan harus dibayar oleh shareholders sisanya. Sebaliknya, ketika sejumlah kecil investor ingin mencairkan ETF-nya, mereka hanya cukup menjual kepemilikannya ke trader lainnya, dengan tidak perlu menjual underlying portfolio-nya. Sejumlah besar investor dapat menukar kepemilikan ETF mereka dengan saham dalam underlying portfolio; bentuk pencairan ini juga menghindari sebuah tax event. Kemampuan sejumlah besar investor untuk mencairkan ETF dari portfolio saham dari index, atau menukarkan portfolio saham untuk kepemilikan dalam korespondensinya dengan ETF, memastikan bahwa harga ETF tidak dapat mencapai secara signifikan dari nilai aktiva bersih dari portfolio itu. Ketidaksesuaian yang berarti akan menimbulkan kesempatan perdagangan arbitrase untuk trader besar ini, yang akan secepatnya menghilangkan disparity. ETF juga lebih murah daripada reksa dana. Investor yang membeli ETF akan melalui brokers daripada membeli langsung dari perusahaan fund. Terlebih, perusahaan fund menghemat biaya pemasaran langsung ke investor kecil. Pengurangan biaya menjadikan biaya manajemen yang kecil. Ada pula kerugian dari ETF. Karena mereka diperdagangkan sebagai sekuritas, ada kemungkinan harganya bisa menurun dari nilai aktiva bersihnya. Dapat dicatat, ketidaksesuaian ini akan tidak besar tanpa memberikan kesempatan arbitrase untuk trader besar, namun ketidaksesuaian kecil dapat dengan mudah menenggelamkan biaya keuntungan ETF terhadap reksa dana. Kedua, sewaktu reksa
6 38 dana dapat dibeli tanpa biaya dari no-load funds, ETF harus dibeli dari broker dengan biaya (fee) Perbandingan ETF dengan Reksa Dana Open-Ended. Terdapat beberapa karakteristik yang membedakan ETF dengan reksa dana open-ended antara lain sebagai berikut: 1. Unit penyertaan/saham ETF diterbitkan melalui proses yang disebut Creation Unit. Proses tersebut dilakukan apabila terdapat suatu investor kelembagaan (institutional investor) dalam hal ini bertindak sebagai sponsor, mendepositkan sekumpulan efek (basket of securities) kedalam fund dan sebagai gantinya investor tersebut akan menerima unit penyertaan/saham ETF dalam satuan jumlah yang besar (blocks). Sebagian atau seluruh unit penyertaan/saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek untuk diperdagangkan antar investor retail. 2. Harga unit penyertaan/saham ETF di Bursa akan mengalami pergerakan secara terus menerus sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran (demand and supply), dan dapat ditransaksikan setiap saat sepanjang jam perdagangan bursa. 3. Investor retail yang ingin melakukan pembelian atau penjualan kembali unit penyertaan/saham ETF tidak dapat melakukan pembelian dan penjualan kembali saham ETF secara langsung melalui Manajer Investasi, namun melalui mekanisme selayaknya perdagangan saham di Bursa Efek yaitu dengan membuka rekening efek di perusahaan pialang saham (Perantara Pedagang Efek) dan kemudian melakukan transaksi pembelian atau penjualan melalui perusahaan pialang tersebut. Sama halnya ketika investor melakukan transaksi
7 39 saham, transaksi pembelian atau penjualan unit penyertaan/saham penyertaan ETF ini akan dikenakan biaya komisi oleh perusahaan pialang tersebut. 4. Khusus bagi investor institusi yang memiliki unit penyertaan/saham ETF dalam jumlah besar (blocks) dapat melakukan pelunasan (redemption) secara langsung dari reksa dana dalam jumlah yang telah ditentukan sebelumnya secara in-kind, yaitu dengan menerima efek yang mendasarinya (underlying) sebagai hasil pelunasan dan bukan menerima uang tunai. 5. Ketika melakukan pembelian unit penyertaan/saham ETF di pasar sekunder (bursa), tidak terdapat batasan minimum pembelian. Hal ini berbeda apabila investor ingin membeli unit penyertaan reksa dana biasa dimana biasanya terdapat batasan minimum pembelian. 6. Karena ETF tercatat dan diperdagangkan di bursa efek, maka investor dapat melakukan variasi transaksi terhadap saham ETF sama halnya dengan transaksi saham biasa (misalnya short sale, margin trading) dan bahkan di beberapa bursa efek di luar negeri terdapat efek derivatif (option, futures) dari saham ETF ini. Secara ringkas, perbedaan antara ETF dengan reksa dana open-end biasa dapat dilihat dalam uraian tabel berikut : Fitur ETF Reksa Dana Open-End Perdagangan Diperdagangkan di bursa sepanjang jam operasi perdagangan bursa. Diperdagangkan melalui Manajer Investasi dan Agen Distribusi (Bank).
8 40 Investasi Minimum Harga Tidak ada Harga ETF indeks obligasi mengikuti trend indeks obligasi Bervariasi (tergantung KIK reksadana). Harga reksadana ditentukan melalui NAB (Nilai Aset Bersih) di mana premium / discount dari dari reksadana tersebut yang bid / offer ETF tersebut dihitung oleh Bank Kustodian. Pengumuman Harga disesuaikan dengan pesanan pasar selama jam operasi bursa. Secara real time diumumkan di bursa terus-menerus sepanjang jam operasi perdagangan bursa. Diumumkan satu kali setiap hari, pada akhir hari, oleh Bank Kustodian. Market Making Pada umumnya ETF memiliki Tidak ada market maker (Liquidity Provider) Efek Derivatif ETF dimungkinkan untuk Tidak ada memiliki derivatif berupa opsi atau futures atas underlying index atau ETF tersebut.
9 Mekanisme Penerbitan dan Perdagangan ETF di Bursa Efek dan Pihak-pihak yang Terlibat Adapun mekanisme penerbitan dan perdagangan ETF di Bursa Efek sebagai berikut: 1. Penerbitan unit penyertaan/saham ETF (Creation Units). Unit penyertaan/saham ETF diterbitkan melalui proses yang disebut Creation Unit. Proses tersebut dilakukan pada saat investor kelembagaan (institutional investor) dalam hal ini bertindak sebagai sponsor, mendeposit sekumpulan efek (basket of securities) kedalam reksa dana dan sebagai gantinya investor tersebut akan menerima unit penyertaan/saham ETF dalam satuan jumlah yang ditentukan. 2. Pencatatan dan perdagangan saham ETF di Bursa. Sebagian atau seluruh unit penyertaan/saham dari hasil proses kreasi tersebut kemudian dicatatkan di Bursa Efek untuk diperdagangkan antar investor retail. Dalam proses perdagangannya di bursa, terdapat mekanisme market making yang dilakukan oleh investor institusi (sponsor) yang memiliki unit penyertaan/saham ETF dalam jumlah besar yang bertindak sebagai market maker. Hal ini bertujuan untuk menjaga tingkat likuiditas perdagangan ETF di bursa. Market maker memiliki tugas untuk memasukkan kuotasi beli dan jual setiap hari, sehingga apabila terdapat kelebihan permintaan beli atau jual atas saham ETF, maka market maker akan menyerap permintaan tersebut. Dengan adanya mekanisme market maker ini, maka pergerakan harga unit
10 42 penyertaan/saham ETF di bursa tidak bergerak terlalu jauh dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana. Disamping itu dengan adanya mekanisme redemption secara in-kind oleh investor institusi, maka perbedaan kinerja antara indeks acuan dengan harga unit penyertaan/saham ETF atau yang disebut tracking error akan menjadi lebih kecil. Untuk lebih jelas mekanisme penerbitan dan perdagangan ETF di bursa dapat digambarkan dalam gambar berikut. Gambar 3.1. Mekanisme Penerbitan dan Perdagangan ETF Sumber: Mark Chamberlain, Jay Jordan; Strategists, Barclays Global Investors Services: Introduction to Exchange-Traded Funds 3. Metode Pencerminan Indeks (mirroring index) ETF dikelola secara pasif dengan tujuan untuk mencerminkan gambaran kinerja indeks (tracking index) di bursa atau dengan kata lain untuk menciptakan tingkat pendapatan (level of returns) yang sama dengan indeks acuan. Terdapat dua
11 43 metode yang digunakan untuk menyamai (mendekati) kinerja dari ETF dengan indeks acuannya dengan yaitu : a. Metode replikasi penuh (full replication) Apabila metode yang digunakan adalah metode replikasi penuh, maka ETF tersebut akan menginvestasikan dana kelolaannya dalam saham konstituen dengan bobot yang sama dengan bobot saham tersebut dalam indeks acuan, sehingga kinerja reksa dana tersebut akan sama dengan kinerja indeks acuan. b. Metode sampel perwakilan (representative sampling). Jika metode yang digunakanan adalah metode sampel perwakilan, maka ETF tersebut akan menginvestasikan dana kelolaannya dalam beberapa sampel saham yang memiliki fitur yang sama yang dianggap mewakili indeks acuan misalnya dalam hal kapitalisasi pasar, bobot dalam industri serta likuiditas. ETF yang menggunakan metode sampel perwakilan cenderung memiliki tingkat kesalahan (tracking error) yang lebih besar dibandingkan dengan yang menggunakan metode replikasi penuh. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam proses penerbitan dan perdagangan ETF di Bursa Efek adalah sebagai berikut : c. Sponsor Pihak sponsor berperan dalam memprakarsai rencana penerbitan dan perdagangan ETF dan mendukung kerja sama di tingkat manajerial dari berbagai pihak. Sponsor dapat berasal dari Bursa Efek, Manajer Investasi,
12 44 Bank Investasi dan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pengembangan pasar modal d. Penasihat (advisor) Penasihat berperan dalam memberikan arahan-arahan yang bersifat teknis dan operasional dalam proses penerbitan ETF. Pihak yang menjadi Advisor hendaknya berasal dari sebuah institusi keuangan yang bergerak dalam bidang bank investasi yang terintegrasi (integrated investment bank) yang memiliki keahlian teknis yang menyeluruh dari berbagai area yang berbeda termasuk jasa penasihat perbankan (bank advisory), pengelolaan dana (fund management), perdagangan/market maker saham (trading/market making) serta operasional/penyelesaian (operations/settlements). Disamping itu pihak penasihat harus memiliki pengalaman yang aktual dalam penerapan ETF dari negara-negara lain yang sudah menerapkan ETF. e. Regulator Regulator berperan dalam penyusunan peraturan yang berkenaan dengan pedoman penerbitan ETF (Guidelines on ETF) f. Bursa Efek (Stock Exchange) Bursa Efek berperan dalam menyiapkan infrastruktur bagi proses pencatatan, perdagangan ETF, dan memfasilitasi proses penerbitan (creation) dan pelunasan (redemption) secara in-kind. g. Manajer Investasi (Fund Manager)
13 45 Manajer Investasi berperan dalam pengelolaan dana yang terhimpun dari penerbitan ETF (manage the fund) dan memfasilitasi proses penerbitan (creation) dan pelunasan (redemption) secara in-kind. h. Bank Kustodian (Trustee) Bank Kustodian mempunyai tugas untuk melindungi kepentingan pemegang unit penyertaan ETF, mengatur proses penerbitan (creation) dan pelunasan (redemption) secara in-kind serta memiliki kewajiban pelaporan ETF. i. Market Maker Market Maker berperan dalam menyediakan likuiditas perdagangan ETF di Bursa ETF dengan menyerap apabila terdapat permintaan dan penawaran atas saham ETF di Bursa Efek serta membantu menjaga keseimbangan antara harga ETF dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB). j. Seeding Party Seeding party berperan menyediakan modal awal atau portofolio efek awal untuk membentuk ETF. k. Pihak Lain Pihak lain yang dimaksud adalah Konsultan Hukum yang bertugas menyusun draft dokumen hukum (legal draft documents), Akuntan yang ditunjuk sebagai Auditor ETF, Konsultan Pajak yang bertugas memberikan jasa konsultasi di bidang perpajakan bagi ETF.
14 Capital Asset Pricing Model (CAPM) Menurut wikipedia.com, Capital Asset Pricing Model (CAPM): is used in finance to determine a theoretically appropriate required rate of return of an asset, if that asset is to be added to an already well-diversified portfolio, given that asset's non-diversifiable risk. The model takes into account the asset's sensitivity to non-diversifiable risk (also known as systemic risk or market risk), often represented by the quantity beta (β) in the financial industry, as well as the expected return of the market and the expected return of a theoretical risk-free asset. Menurut Bodie, Kane, Marcus (2008, p. 293), CAPM: is a set of predictions concerning equilibrium expected returns on risky assets. Berk, DeMarzo (2007, p. 312) mengungkapkan bahwa CAPM: an equilibrium model of the relationship between risk and return that characterizes a security s expected return based on its beta with the market portfolio. Untuk perspektif sekuritas individual, kita menggunakan Security Market Line (SML) dan hubungannya dengan expected return dan systematic risk (beta) untuk menunjukkan bagaimana pasar harus memberi harga sekuritas individual dalam hubungannya dengan kelas resiko sekuritanya. SML memungkinkan kita menghitung reward-to-risk ratiountuk semua sekuritas dalam hubungannya dengan pasar keseluruhan. SML yang dapat dilihat pada Gambar 3.2. di bawah ini menjelaskan hubungan antara beta dan asset s expected rate of return.
15 47 Gambar 3.2. Security Market Line (SML) Sumber. Ketika expected rate of return dari sekuritas yang ada digambarkan dengan koefisien beta, reward-to-risk ratio untuk sekuritas individual di pasar sama dengan market reward-to-risk ratio, jadi: Individual security s / beta = Market s securities (portfolio) Reward-to-risk ratio Reward-to-risk ratio, Market reward-to-risk ratio adalah market risk premium dan dengan mengatur persamaan di atas dan memecahkan E(Ri), kita mendapatkan Capital Asset Pricing Model (CAPM).
16 48 Dimana: adalah expected return on the capital asset adalah risk-free rate of interest (beta coefficient) adalah sensitivitas dari asset returns to market returns, atau juga, adalah expected return of the market biasa diketahui sebagai market premium atau risk premium (perbedaan antara expected market rate of return dan risk-free rate of return). Catatan 1: expected market rate of return biasanya diukur dengan mencari ratarata aritmatika dari historical returns on a market portfolio (misalnya S&P 500). Catatan 2: risk free rate of return digunakan untuk menentukan risk premium biasanya berupa rata-rata aritmatika dari historical risk free rates of return dan bukan current risk free rate of return. Asumsi-asumsi dari CAPM bahwa semua investor: a. Bertujuan untuk memaksimalkan utilitas. b. Secara rasional risk-averse. c. Adalah price takers sehingga mereka tidak bisa mempengaruhi harga.
17 49 d. Dapat meminjam tidak terbatas pada risk free rate of interest. e. Sekuritas semuanya dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian kecil. f. Tidak ada transaksi atau biaya pajak yang diikutkan.
Chapter 3 INVESTING IN MUTUAL FUNDs and ETFs Oleh :
Chapter 3 INVESTING IN MUTUAL FUNDs and ETFs Oleh : Alyssa Noviera Dwi Bagus Kurniawan Elfira Mohamad Nurreza Rachman Investing indirectly Pricelia Puteri Ramadhani investasi langsung adalah alternatif
REKSADANA. Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pasar Modal dan Uang. Disusun Oleh:
REKSADANA Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pasar Modal dan Uang Disusun Oleh: Fitria Mayasari Evi Atikah Sari Arif Puji Utomo B.241.09.0051 B.241.10.0017 B.241.10.0047 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN
Aprisya Falahearlya. Pasar dan Lembaga Keuangan SUMMARY Reksadana (Mutual Fund) By : Aprisya Falahearlya
Pasar dan Lembaga Keuangan SUMMARY Reksadana (Mutual Fund) By : Aprisya Falahearlya Pengertian Reksa Dana Menurut UU No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan menggunakan tipe sampel yang berbasis pada kemungkinan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Reksa Dana 2.1.1 Pengertian Reksa Dana Berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat
ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO
ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO Pasar Modal di Indonesia Pasar modal Indonesia dibentuk untuk menghubungkan investor (pemodal) dengan perusahaan atau institusi pemerintah. Investor
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sejarah Bursa Efek Indonesia Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Undang-undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Pengertian Reksa Dana Menurut Undang-undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27). Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Undang-Undang Pasar Modal no.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27)
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Definisi Reksadana Menurut Undang-Undang Pasar Modal no.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) disebutkan bahwa Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat
[email protected] Konsumsi Kebutuhan Inflasi Apa sih alasan berinvestasi Peningkatan Nilai Kekayaan Keinginan Ketidakpastian masa depan Penanaman uang dengan harapan : 1. Mendapat hasil, dan 2.
BAB I PENDAHULUAN. bank. Suatu perusahaan dapat menerbitkan saham dan menjualnya di pasar. beban bunga tetap seperti jika meminjam ke bank.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi perhatian banyak pihak, khususnya masyarakat bisnis. Hal ini disebabkan oleh kegiatan pasar
REKSA DANA. Reksa : Jaga/pelihara Dana : Uang, Reksa Dana : Kumpulan Uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan.
Definisi: REKSA DANA Reksa : Jaga/pelihara Dana : Uang, Reksa Dana : Kumpulan Uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan. Menurut UU No 8 Tahun 1995 Suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun
Program Pelatihan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD)
Program Pelatihan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) Pengetahuan Dasar Mengenai Reksa Dana Oleh : Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, SS, SAP, SStat, MT, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP,, Aff.WM, BKP,
BAB 2 LANDASAN TEORI
9 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Lingkungan Investasi 2.1.1 Pengertian Investasi Lingkungan investasi meliputi berbagai jenis sekuritas atau efek yang ada, di mana dan bagaimana mereka diperjualbelikan. Proses
PENDAHULUAN. Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada. saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Namun dalam dunia yang sebenarnya
Security Market Line & Capital Asset Pricing Model
Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD Systematic Risk & Beta Security Market Line & Capital Asset Pricing Model Sebagaimana
TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27):
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Reksadana Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal
Pasar Modal EKO 3 A. PENDAHULUAN B. PRODUK PASAR MODAL PASAR MODAL. materi78.co.nr
Pasar Modal A. PENDAHULUAN Pasar modal (capital market) atau bursa efek adalah pasar tempat bertemunya permintaan dan penawaran dana-dana jangka panjang dalam bentuk jual-beli surat berharga. B. PRODUK
PASAR MODAL. Tujuan Pembelajaran. Perbedaan Pasar Modal dan Pasar Uang. Perihal Pasar Modal Pasar Uang Tingkat bunga Relatif rendah Relatif tinggi
KTSP & K-13 ekonomi K e l a s XI PASAR MODAL Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami karakteristik pasar modal. 2. Memahami
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Risiko Dan Tingkat Imbal Hasil (Return) Dalam melakukan segala hal, kita selalu dihadapkan pada risiko (risk). Objek penelitian tesis ini adalah NAB pada sebuah reksadana
RISK AND RETURN 1. RISK AND RETURN FUNDAMENTALS. Untuk memaksimumkan harga saham, financial manager harus menetapkan risk dan return.
RISK AND RETURN 1. RISK AND RETURN FUNDAMENTALS Untuk memaksimumkan harga saham, financial manager harus menetapkan risk dan return. Resiko (risk) Adalah suatu kesempatan terjadinya kerugian keuangan atau
BAB III KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
BAB III KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 3.1. Kajian Teori 3.1.1. Pengertian Investasi Investasi adalah penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau
PASAR MODAL DI INDONESIA
PASAR MODAL DI INDONESIA Pasar modal Indonesia dibentuk untuk menghubungkan investor (pemodal) dengan perusahaan atau institusi pemerintah. Investor merupakan pihak yang mempunyai kelebihan dana, sedangkan
Lembar Kerja Mahasiswa Tugas Kelas - TR Mt. Pasar Modal
Petunjuk: 1. Kerjakanlah di kelas secara berdiskusi sesama. 2. Gunakan Lembar Kerja ini sebagai lembar jawaban Anda. 3. Waktu pengerjaan tugas kelas paling lama 60 menit. 4. Setelah 60 menit, lembar kerja
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Reksadana Definisi Reksadana menurut UU Pasar Modal No.8/1995 adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan
BAB III EXCHANGE TRADED FUND
BAB III EXCHANGE TRADED FUND A. Sejarah dan Organisasi Bursa Efek Indonesia 1. Sejarah singkat PT. Bursa Efek Indonesia Pada 9 mei 2006 ketua BAPEPAM Fuad Rahmani menyampaikan pandanganya bahwa proses
PASAR MODAL DI INDONESIA
MATERI 3 PASAR MODAL DI INDONESIA DAN MEKANISME PERDAGANGAN Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. PASAR MODAL DI INDONESIA Pasar modal Indonesia dibentuk untuk menghubungkan investor (pemodal) dengan perusahaan
PENGGUNAAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENGUKURAN VALUE AT RISK
PENGGUNAAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENGUKURAN VALUE AT RISK ASET TUNGGAL DAN PORTOFOLIO DENGAN PENDEKATAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL SEBAGAI PENENTU PORTOFOLIO OPTIMAL (Studi Kasus: Index Saham Kelompok
BAB I PENDAHULUAN. Seorang investor individual ataupun investor institusi, manajer investasi (fund
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seorang investor individual ataupun investor institusi, manajer investasi (fund manager), memilih berbagai jenis investasi yang ada ke dalam portfolionya dengan
PASAR MODAL INDONESIA
PASAR MODAL INDONESIA Definisi Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, berinvestasi pada instrumen keuangan atau financial assets
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, berinvestasi pada instrumen keuangan atau financial assets menjadi sebuah cara yang banyak digemari oleh para pemilik modal untuk mengembangkan dana yang
PASAR MODAL INDONESIA. Edward Gagah Purwana Taunay ) Abstrak
PASAR MODAL INDONESIA Edward Gagah Purwana Taunay ) Abstrak Pasar modal merupakan salah satu alternatif bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Setiap investor membutuhkan informasi
Kosep Dasar: Saham Arum H. Primandari
Kosep Dasar: Saham Arum H. Primandari Investasi Investasi Investasi: pada hakikatnya merupakan kegiatan menempatkan sejumlah dana yang dimiliki saat ini dengan harapan akan memperoleh keuntungan di masa
Bagaimana Menjadi Investor Saham
Bagaimana Menjadi Investor Saham Saham Sebagai pilihan Investasi Saham merupakan salah satu surat berharga yang diperjualbelikan di pasar modal Saham merupakan bukti kepemilikan atau penyertaan modal dalam
Pertemuan ke-1 INVESTASI & PERANAN PASAR MODAL
Pertemuan ke-1 INVESTASI & PERANAN PASAR MODAL Kompetensi Dasar Mahasiswa dapat memahami konsep dasar investasi, lingkungan investasi, dan peranan pasar modal terhadap investor dan perusahaan yang saling
II. TINJAUAN PUSTAKA. Investasi adalah pengumpulan dana dalam mengantisipasi penerimaan yang
15 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Investasi Investasi adalah pengumpulan dana dalam mengantisipasi penerimaan yang lebih besar pada masa mendatang. Investasi merupakan penanaman dana yang bertujuan untuk mendapat
II. TINJAUAN PUSTAKA. Definisi reksa dana berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1995
18 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Reksa Dana Definisi reksa dana berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1995 pasal 1 ayat 27 adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat
2. Pasar Perdana. A. Proses Perdagangan pada Pasar Perdana
B. Pasar Sekunder adalah pasar di mana efek-efek yang telah dicatatkan di Bursa diperjual-belikan. Pasar Sekunder memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang tercatat
PT Phillip Sekuritas Indonesia
PT Phillip Sekuritas Indonesia PT Phillip Sekuritas Indonesia berdiri pada tahun 1989 dan merupakan sekuritas ritel asing tepercaya di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Phillip Sekuritas Indonesia merupakan
PENGENALAN & PERKEMBANGAN TERKINI INDUSTRI REKSA DANA
PENGENALAN & PERKEMBANGAN TERKINI INDUSTRI REKSA DANA Edukasi Wartawan Malang, 27 Januari 2015 AGENDA 1. Industri Reksa Dana 2. Data Industri Reksa Dana 3. Pengembangan Industri Reksa Dana MEKANISME KEGIATAN
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan ikut berperan serta membantu memutar kembali roda. perusahaan untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Krisis Asia yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 telah menyebabkan keterpurukan secara fundamental dibeberapa negara Asia termasuk Indonesia. Namun seiring
BAB 1 PENDAHULUAN. satunya adalah dengan berinvestasi. Investasi adalah penanaman modal untuk satu
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemakmuran, salah satunya adalah dengan berinvestasi. Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau
REKSA DANA. PT DANAREKSA INVESTMENT MANAGEMENT, August 2007
REKSA DANA PT DANAREKSA INVESTMENT MANAGEMENT, August 2007 Reksa Dana UNDANG-UNDANG PASAR MODAL No. 8 tahun1995, BAB I, Pasal 1 Ayat 27 : Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal
Kosep Dasar: Saham Aru A m ru H. H Prim Pri andar m i andar
Kosep Dasar: Saham Arum H. Primandari Investasi Investasi Investasi: pada hakikatnya merupakan kegiatan menempatkan sejumlah dana yang dimiliki saat ini dengan harapan akan memperoleh keuntungan di masa
P A S A R M O D A L (Capital Market)
P A S A R M O D A L (Capital Market) INVESTASI merupakan suatu bentuk penundaan konsumsi dari masa sekarang untuk masa yang akan datang, yang didalamnya terkandung resiko ketidak pastian, untuk itu dibutuhkan
PRODUK PASAR MODAL. 1. SAHAM Surat bukti pemilikan modal pada suatu perusahaan
PASAR MODAL PASAR MODAL Pasar Modal (Capital Market) adalah pasar yang mempertemukan penjual dana dan pembeli dana jangka panjang baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri PRODUK PASAR MODAL 1. SAHAM
MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH
MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH SESI 13: Reksadana Syariah Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA Definisi Inggris unit Trust unit (saham) kepercayaan Amerika mutual fund dana bersama Jepang investment fund pengelolaan
Oleh : Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC. Editor : Yosephine P. Tyas, S.Kom, MM, RFA
Oleh : Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC Editor : Yosephine P. Tyas, S.Kom, MM, RFA Daftar Isi Pengantar 3-4 Produk Bank 5 Mengapa kita perlu Berinvestasi? 6 Produk Investasi Pasar Modal - Saham 7 Produk Investasi
Cara mencatatkan perusahaan di BEI (go public)
Cara mencatatkan perusahaan di BEI (go public) Efek yang dapat dicatatkan di BEI (go public) dapat berupa: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Saham Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (Exchange Traded Fund/ETF)
BAB I PENDAHULUAN. Pengelolaan portfolio (portfolio management), dapat dibagi menjadi 2 cara,
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pengelolaan portfolio (portfolio management), dapat dibagi menjadi 2 cara, manajemen pasif (passive management) dan manajemen aktif (active management) (Elton dan
I. PENDAHULUAN. reksadana pertama oleh PT. BDNI Reksadana. Pengesahan Undang-Undang. sebagai salah satu instrument investasi di Indonesia.
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Reksadana di Indonesia mulai dikembangkan sejak tahun 1995, dengan penerbitan reksadana pertama oleh PT. BDNI Reksadana. Pengesahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun
PENGANTAR BISNIS CHAPTER 19 PASAR MODAL (SECURITIES MARKET)
PENGANTAR BISNIS CHAPTER 19 PASAR MODAL (SECURITIES MARKET) I. Fungsi Pasar Modal. Pasar Modal seperti Bursa Efek Indonesia merupakan tempat jual beli surat-surat berharga /efek yang meliputi saham & obligasi.
BAB 2 PROSES BISNIS PT DANAREKSA (PERSERO)
BAB 2 PROSES BISNIS PT DANAREKSA (PERSERO) 2.1. Proses Bisnis 2.1.1. Deskrisi Bisnis PT Danareksa (Persero) mempunyai dua deskripsi bisnis utama yang merupakan bisnis inti dari perusahaan. Yang pertama
BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM
BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM Saham Sebagai Pilihan Investasi Saham merupakan salah satu surat berharga yang diperjualbelikan di dalam pasar modal. Saham merupakan bukti kepemilikan atau penyertaan
BAB I PENDAHULUAN. lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap orang dihadapkan pada berbagai pilihan dalam menentukan proporsi dana atau sumber daya yang dimiliki untuk konsumsi saat ini dan di masa yang akan datang.
BAB 1 PENDAHULUAN. dapat dilakukan dalam bentuk investasi riil (real investment) dan dalam bentuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi di Indonesia merupakan salah satu cara yang banyak diminati masyarakat dalam memperoleh keuntungan dana guna memenuhi kebutuhan di masa yang akan
BAB I PENDAHULUAN. sumber pembiayaan bagi perusahaan dan alternatif investasi bagi para. (Pratomo dan Ubaidillah Nugraha, 2009).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu pilar ekonomi di Indonesia yang dapat menjadi penggerak perekonomian nasional melalui peranannya sebagai sumber pembiayaan bagi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas teori dasar portofolio dan teori kinerja portofolio. Secara spesifik teori kinerja portofolio ini akan digunakan pada bab bab selanjutnya untuk mengevaluasi kinerja
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi Gambaran Umum LQ Kriteria Pemilihan Saham LQ45
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi 1.1.1 Gambaran Umum LQ45 Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham dengan likuiditas (liquidity) tinggi yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan.
vii Tinjauan Mata Kuliah
vii M Tinjauan Mata Kuliah ata kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi membahas mengenai manajemen portofolio khususnya investasi dalam aktiva keuangan (financial assets), yang terdiri dari pengertian
BAB II LANDASAN TEORI
7 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan mengandung pengertian sebagai berikut: Manajamen keuangan berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai
RISIKO. Untuk menghitung risiko berdasarkan probabilitas, investor menggunakan standar deviasi dengan rumus sebagai berikut.
Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD RISIKO Perhitungan risiko digunakan untuk melengkapi perhitungan tingkat return
I. PENDAHULUAN. Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana tertentu yang ditanamkan pada periode waktu tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan pembayaran di kemudian
I. PENDAHULUAN. Reksa dana adalah wadah pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Reksa dana adalah wadah pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli
BAB 1 PENDAHULUAN. bertahan dari terpaan krisis tersebut. Tabel 1 di bawah ini menunjukkan. Tabel 1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Meskipun sejak tahun 2008 perekonomian dunia sedang mengalami perlambatan dikarenakan krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan
- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 21 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PORTOFOLIO EFEK UNTUK KEPENTINGAN NASABAH SECARA INDIVIDUAL DENGAN
ANALISIS KINERJA INVESTASI REKSADANA PADA PHILLIP SEKURITAS MANADO DENGAN MENGGUNAKAN METODE SHARPE, TREYNOR DAN JENSEN
ANALISIS KINERJA INVESTASI REKSADANA PADA PHILLIP SEKURITAS MANADO DENGAN MENGGUNAKAN METODE SHARPE, TREYNOR DAN JENSEN ANALYSIS OF MUTUAL FUND INVESTMENT PERFORMANCE AT PHILLIP SECURITY MANADO WITH SHARPE,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun. Bentuk instrumen di pasar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pasar Modal 2.1.1 Pengertian Pasar Modal Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 2.
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 2 PENGERTIAN PASAR MODAL Pasar modal mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana dengan yang membutuhkan dana. 2/52 Pasar modal memfasilitasi jualbeli sekuritas
BAB I PENDAHULUAN. Pada saat sekarang ini banyak orang tertarik untuk melakukan investasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat sekarang ini banyak orang tertarik untuk melakukan investasi. Mereka berharap dengan melakukan investasi dapat memperoleh keuntungan di waktu mendatang. Sesuai
Bab 2 SURAT BERHARGA DI PASAR MODAL
Bab 2 SURAT BERHARGA DI PASAR MODAL 2.1. Pengertian Surat Berharga Surat Berharga adalah istilah umum di dalam dunia keuangan yang menunjukkan bukti (dapat berupa selembar kertas) hak investor (yaitu pihak
BAB 1 PENDAHULUAN. memfasilitasi jual-beli sekuritas yang umumnya berumur lebih dari satu tahun,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ekonomi secara keseluruhan dapat dilihat dari perkembangan pasar modal dan industri sekuritas pada suatu negara. Pasar modal memiliki peranan penting
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian a. Makinta Growth Fund b. Panin Dana Maksima c. Trim Syariah Saham
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian a. Makinta Growth Fund Makinta Growth Fund merupakan reksa dana yang dikelola oleh Makinta Securities. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
BAB II. pengetahuan yang terbatas. Reksa dana mulai lahir di Indonesia pada tahun
15 BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka Unit trust, mutual fund atau investment fund adalah istilah-istilah yang memiliki pengertian sama dengan reksa dana. Reksa dana merupakan sarana untuk menghimpun
BAB I PENDAHULUAN. memperoleh rasa aman melalui tindakan berjaga-jaga dengan mencadangkan. yang mungkin akan timbul karena adanya ketidakpastian.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan investasi pada hakikatnya memiliki tujuan untuk memperoleh suatu keuntungan tertentu. Tujuan mencari keuntungan merupakan hal yang membedakan kegiatan
PENGGUNAAN PENDEKATAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL DAN METODE VARIANCE-COVARIANCE DALAM PROSES MANAJEMEN PORTOFOLIO SAHAM
PENGGUNAAN PENDEKATAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL DAN METODE VARIANCE-COVARIANCE DALAM PROSES MANAJEMEN PORTOFOLIO SAHAM (Studi Kasus: Saham-Saham Kelompok Jakarta Islamic Index) SKRIPSI Disusun Oleh :
EVALUASI KINERJA REKSA DANA PENDAPATAN TETAP BERDASARKAN METODE SHARPE, METODE TREYNOR DAN METODE JENSEN
EVALUASI KINERJA REKSA DANA PENDAPATAN TETAP BERDASARKAN METODE SHARPE, METODE TREYNOR DAN METODE JENSEN Fitaning Intan Pradani R. Rustam Hidayat Topowijono Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
II. TINJAUAN PUSTAKA. ketidakpastian sehingga dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut.
15 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Investasi 2.1.1 Pengertian Investasi Investasi adalah bentuk penundaan konsumsi masa sekarang untuk memperoleh konsumsi di masa yang akan datang, di mana di dalamnya terkandung
