BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
|
|
|
- Dewi Kurniawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Profil Perusahaan PT. Asuransi Parolamas merupakan salah satu perusahaan asuransi nasional yang bergerak khususnya dalam asuransi kerugian (general insurance). PT. Asuransi Parolamas didirikan pada tanggal 23 Maret 1964 di Jakarta berdasarkan akta Notaris Julian Nimrod Siregar No. 66. Akta pendirian perusahaan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. JA 5/99/17 tanggal 8 September 1964 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 12 Pebruari 1965 Tambahan No. 48. Anggaran Dasar Perusahaan telah disusun kembali secara keseluruhan berdasarkan Akte notaris Paul Tamara No. 1 tanggal 1 Desember 1975 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman No. YA 5/133/3 tanggal 29 Maret Anggaran Dasar ini Dimuat dalam Berita Negara No. 59 tanggal 26 Juli 1977 Tambahan No Anggaran Dasar selanjutnya telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain: Akte Notaris Ny Toety Juniarto, SH No. 3 tanggal 2 Desember 1999 mengenai perubahan Modal Dasar dari Rp ,- menjadi Rp ,- Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C HT Th 2000 dan diumumkan dalam Berita Negara No tgl 29 Agustus 2000 Tambahan No. 69. Pada tanggal 18 Desember 2000 dengan Akte Notaris Ny Toety Yuniarto, SH No 40 telah terjadi perubahan mengenai Modal Dasar dari Rp ,-- menjadi Rp ,- dan Modal Disetor dari Rp ,-- menjadi Rp Terakhir dengan rapat umum pemegang saham luar biasa tgl 25 Mei 2007 dimuat dalam Akte Notaris Ny. Erdi Santi, SH. Tanggal 25 Mei 2007 tentang perubahan Modal dasar menjadi Rp dan Modal Disetor menjadi Rp ,- Sesuai dengan pasal 2 Anggaran Dasar Perusahaan dan Ijin Usaha dari Menteri Keuangan yang telah beberapa kali diperpanjang, terakhir dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Moneter Dalam Negeri No. Kep /MD/1986 PT. Asuransi Parolamas berusaha dalam bidang Asuransi Kerugian. 25
2 26 PT. Asuransi Parolamas memiliki Visi Menjadi perusahaan yang terpercaya, terkemuka, berdaya tahan terhadap berbagai kesulitan sehingga mampu melayani masyarakat luas dibidang asuransi, dan ikut serta memajukan perekonomian bangsa dan negara sedangkan misi PT. Asuransi Parolamas adalah: - Melayani kepentingan masyarakat secara maksimal sehingga memenuhi harapan pengguna jasa asuransi; - Bekerja secara professional dan efisien sehingga bisa memberikan laba yang maksimal yang dapat dinikmati oleh seluruh stakeholder; - Berusaha membuat jalinan pelayanan yang luas diseluruh Indonesia sehingga selalu berada dekat dengan tertanggung; - Melaksanakan hak dan kewajiban dengan mitra kerja sehingga mampu menjaga hubungan jangka panjang; - Berusaha melaksanakan tata kelola yang sesuai dengan prinsip good corporate governance. PT Asuransi Parolamas telah menunjukkan kinerjanya terhadap pesaingpesaing baik asuransi lokal maupun asuransi multinasional. Hal ini dibuktikan dengan menyandang predikat sangat baik selama 5 tahun berturut turut pada tahun 2007dan predit bagus pada tahun 2008 di Info Bank. 1 Penurunan tersebut diakibatkan karena penurunan yang signifikan pada perubahan premi bruto. Sedangkan menurut Media Asuransi PT Asuransi Parolamas pada tahun 2008 mendapat peringkat ke 5 (lima) dalam kategori asuransi yang bermodal Rp. 50 miliar Rp. 100 miliar. 2 PT Asuransi Parolamas telah mendapat kepercayaan dari berbagai unit perusahaan baik perusahaan nasional maupun multinasional dan telah berusaha melayani kepentingan masyarakat dibidang General Insurance maupun bisnis Surety Bond dengan sebaik baiknya di seluruh propinsi yang ada di Indonesia dimana pada saat ini PT Asuransi Parolamas telah mempunyai 31 (tiga puluh satu) Cabang dan perwakilan di kabupaten seluruh propinsi Indonesia. 1 Majalah Info Bank No. 352.Juli Vol. XXX Analisis Strategi Perbankan & Keuangan 2 Majalah Media Asuransi Edisi 209. juni 2008 Peringkat 106 Perusahaan Asuransi 2008
3 27 Walaupun Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun , PT Asuransi Parolamas merupakan salah satu perusahaan asuransi yang tetap bertahan menghadapi krisis tersebut dan tetap eksis sampai sekarang. 3.2 Bidang Usaha dan Kegiatan Perusahaan Dalam rangka melakukan usaha perasuransian PT Asuransi Parolamas memberikan perlindungan kepada konsumen dengan menawarkan jenis produk asuransi maupun non asuransi. a. Asuransi harta benda (property insurance) adalah asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian pada harta benda akibat kebakaran, bencana alam, kerusuhan, atau kerusakan lainnya yang timbul dari suatu kejadian yang tibatiba. Selain itu, disediakan juga jaminan atas kerugian sebagai akibat terganggunya usaha (business interruption) yang disebabkan kebakaran. Jenis-jenis asuransi harta benda: Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSKI) Harta benda yang umumnya diasuransikan dengan jaminan PSKI adalah rumah tinggal, kantor, ruko, dll. Ganti rugi diberikan kepada tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda yang dipertanggungkan yang disebabkan oleh kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, serta asap yang berasal dari kebakaran harta yang dipertanggungkan. Harta benda yang umumnya diasuransikan dalam polis PSKI adalah rumah tinggal, kantor, ruko, dll. Industrial All Risks (IAR) atau Property All Risks (PAR) Jaminan dalam polis ini lebih luas dari pada jaminan di PSKI. Polis asuransi ini memberikan ganti rugi atas kerusakan atau kerugian harta benda yang dipertanggungkan yang disebabkan oleh peristiwa yang tibatiba dan tidak terduga kecuali oleh hal-hal yang dikecualikan di dalam pengecualian (Exclusion) di dalam polis. Jaminan yang diberikan oleh polis ini antara lain kerugian akibat bencana alam seperti banjir, tanah longsor, maupun badai. b. Asuransi Kendaraan Bermotor (motor vehicle insurance) adalah asuransi yang menjamin kerugian kendaraan bermotor yang diakibatkan kecelakaan
4 28 atau pencurian, dan tanggung jawab hukum pihak ketiga. Jenis penutupan dalam Asuransi Kendaraan Bermotor: Gabungan. Menjamin atas setiap kerugian yang terjadi pada rangka kendaraan, tanggung jawab hukum atas tuntutan pihak ketiga. Kerugian Total. Ganti rugi diberikan jika nilai kerugian atau kerusakan mencapai 75 % atau lebih dari nilai pasar kendaraan, hilang karena pencurian. Tanggung Jawab hukum terhadap pihak ketiga. Memberikan jaminan terhadap tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang disebabkan oleh kendaraan bermotor tertanggung. c. Asuransi rekayasa (Engineering insurance) adalah asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian akibat kerusakan material dan tanggung jawab terhadap pihak ketiga selama masa pembangunan (construction) atau pada saat pemasangan (erection), serta kerusakan atau kerugian pada peralatan mesin atau elektronik. Secara umum, jenis-jenis asuransi rekayasa (Engineering Insurance) dibagi menjadi 2 (dua) kelompok besar yaitu asuransi engineering proyek dan asuransi engineering non proyek: Ada dua macam pertanggungan (polis) untuk engineering proyek, yaitu: o Asuransi konstruksi (Contractor All Risks / CAR) merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian objek yang dipertanggungkan pada saat pelaksanaan pembangunan konstruksi dan selama masa pemeliharaan. Selain itu, jaminan juga diberikan atas tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga selama aktifitas pembangunan konstruksi tersebut o Asuransi pemasangan (Erection All Risks Insurance / EAR) merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian objek yang dipertanggungkan pada saat pemasangan konstruksi dan selama masa pemeliharaan. Selain itu, jaminan juga diberikan atas tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga selama aktifitas pemasangan konstruksi tersebut.
5 29 Sedangkan jenis pertanggungan untuk engineering non proyek, yaitu: Asuransi peralatan elektronik (Electronic Equipment Insurance / E.E.I) merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian atas peralatan elektronik akibat bahaya yang datangnya dari luar. Asuransi kerusakan mesin (Machinery Breakdown Insurance / M.B) merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian atas mesin-mesin yang rusak atau berhenti beroperasi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin itu sendiri dan bukan berasal dari bahaya yang datangnya dari luar. Loss of Profit following Machinery Breakdown (M.L.O.P) Insurance adalah asuransi yang memberikan jaminan atas kehilangan keuntungan kotor (Gross Profit) yang timbul dari rusaknya mesin-mesin, refrigerator dan mesin-mesin lain yang dijamin dibawah polis asuransi Machinery Breakdown. Boiler & Pressure Vessel Insurance, asuransi ini menjamin kerugian akibat meledaknya boiler (ketel uap) atau pressure vessel (bejana tekan). Jaminan yang diberikan antara lain kerusakan pada objek yang dipertanggungkan, kerusakan pada harta benda milik Tertanggung, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga baik berupa cidera badan atau kerusakan property. Deterioration of Stock (D.O.S) Insurance merupakan asuransi yang memberikan jaminan kerugian atas pembusukan barang-barang di dalam ruangan pendingin akibat kerusakan mesin pendingin. Untuk bisa mendapatkan jaminan klaim asuransi ini, maka mesin pendingin tersebut harus diasuransikan di bawah polis Machinery Breakdown. Civil Engineering Completed Risk (C.E.C.R) Insurance, asuransi ini memberikan jaminan untuk pekerjaan sipil yang selesai dibangun seperti jembatan, bendungan, pelabuhan, dan bangunan sipil lainnya. Asuransi peralatan berat (Contractor's Plant and Machinery / CPM), asuransi ini memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian pada alatalat berat yang digunakan yang disebabkan oleh bahaya tabrakan, terguling, pencurian, dan bencana alam.
6 30 d. Asuransi pengangkutan (marine cargo insurance) merupakan asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian barang yang diangkut dari satu tempat ke tempat lain baik dengan alat angkut darat (truck, kereta, trailer), laut (kapal) atau udara (pesawat). Jaminan yang disediakan antara lain kondisi all risks yakni menjamin semua risiko yang mengakibatkan kerugian atau kondisi terbatas yakni kerugian akibat risiko-risiko yang disebutkan di dalam polis seperti kebakaran, kecelakaan alat angkut (terdampar, kandas, tenggelam, terbalik, tabrakan), bongkar muat di pelabuhan darurat, gempa bumi, letusan gunung berapi, pembuangan barang ke laut (jettison), kontribusi kerugian umum (general average) dan penyebab lainnya. e. Asuransi rangka kapal (marine hull insurance) adalah asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian pada kapal akibat bahaya-bahaya di laut (perils of the seas) seperti cuaca buruk, tabrakan, kandas, terdampar, tenggelam, tabrakan, serta menjamin risiko kebakaran, ledakan, pembajakan (piracy), pembuangan barang ke laut (jettison), tabrakan, termasuk kelalaian nahkoda/crew. Selain itu juga menjamin tanggung jawab kepada pihak ketiga akibat tabrakan kapal (collision liability) dan menjamin juga kontribusi kerugian umum (general average). Jaminan polis yang tersedia antara lain jaminan/kondisi penuh (full terms) dan jaminan total loss. Kondisi penuh menjamin untuk kerugian sebagian (partial loss) dan kerugian seluruhnya (total loss). Sedangkan kondisi total loss hanya menjamin kerugian - kerugian seluruhnya (total loss). Selain itu, juga tersedia asuransi pembangunan kapal (builders' risks insurance) yang memberikan jaminan atas risiko-risiko yang terjadi selama pembangunan kapal di galangan kapal hingga penyerahan kapal kepada pemiliknya termasuk jaminan atas tanggung jawab pihak galangan kapal pada saat memperbaiki/mereparasi kapal (ship repairers' liability insurance). f. Asuransi kecelakaan diri (personal accident insurance) adalah asuransi yang menjamin kerugian akibat kecelakaan diri tertanggung atau orang yang dipertanggungkan yaitu orang lain yang mempunyai hubungan dengan tertanggung, seperti karyawan tertanggung maupun anggota keluarga tertanggung. Cover yang diberikan adalah jaminan atas kecelakaan yang
7 31 mengakibatkan meninggal dunia, catat tetap (baik sebagian atau seluruhnya), cacat sementara (baik sebagian atau seluruhnya) dan biaya pengobatan. g. Surety Bond adalah suatu bentuk penjaminan dimana Surety (perusahaan asuransi) menjamin Principal (kontraktor/vendor/supplier) akan melaksanakan kewajiban atas suatu prestasi/kepentingan kepada Obligee (Bowheer/Beneficiary) sesuai kontrak/perjanjian antara Principal dan Obligee. Surety Bond merupakan perjanjian tambahan terhadap perjanjian pokok (kontrak/perjanjian) antar Principal dan Obligee, yang menyebutkan apabila Principal tidak dapat memenuhi kewajibannya terhadap Obligee maka Surety akan membayar kepada Obligee kerugian yang diderita dengan maksimal sebesar nilai Surety Bond. Perikatan dalam Surety Bond adalah tanggung renteng atau tanggung menanggung dimana pihak penjamin (Surety) akan membayar kerugian dengan uang tunai apabila telah jelas adanya kerugian dan untuk itu telah ada tuntutan klaim. Disisi lain Principal dengan adanya Persetujuan Ganti Rugi kepada Surety (Indemnity Agreement) akan membayar kembali kepada Surety yaitu jumlah kerugian yang telah dibayarkan oleh Surety kepada Obligee. Jenis surety bond yang ditawarkan oleh PT Asuransi Parolamas termasuk jaminan penawaran (bid bond), jaminan pelaksanaan (performance bond), jaminan uang muka (advance payment bond), dan jaminan pemeliharaan (maintenance bond). 3.3 Struktur Organisasi Perusahaan Dalam pemilihan struktur organisasi di PT Asuransi Parolamas adalah mendesain struktur yang menciptakan kesesuaian pada tingkat kontrol, koordinasi, dan ekspansi perusahaan. Dalam mengimplementasikan strategi organisasi, seorang manajer harus menetapkan tanggungjawab, pendelegasian otoritas, dan jalur komunikasi yang jelas. Struktur organisasi merupakan pola formal interaksi yang merupakan mata rantai dari tugas, teknologi, dan orang orang yang berada dalam perusahaan atau organisasi dimana struktur organisasi tersebut dibentuk untuk memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
8 32 Struktur organisasi PT Asuransi Parolamas dapat dilihat pada lampiran 1 yang mana struktur organsasi tersebut berbentuk line organization yaitu terdiri dari dewan komisaris dan dewan direksi yang bertanggungjawab terhadap kelancaran operasional perusahaan. Dewan komisaris terdiri dari tiga orang yang dibantu oleh satu orang komisaris independent sedangkan dewan direksi terdiri dari seorang direktur utama dan dibantu oleh empat orang direktur yaitu direktur marketing, corporate, tehnik, dan keuangan. Masing masing direktur mempunyai beberapa manajer di Kantor Pusat sedangkan manajer cabang bertanggungjawab langsung terhadap direktur utama dimana manajer cabang dalam melakukan tugasnya dibantu oleh office manajer yang ditunjuk sebagai wakil dari manajer cabang. 3.4 Pasar Industri Asuransi Umum Saat Ini Kondisi yang dialami industri asuransi umum jauh berbeda dengan industri asuransi jiwa. Berdasarkan data dari Biro Riset InfoBank, tahun 2006 premi asuransi jiwa secara nasional Rp 27,44 triliun, tumbuh 23,15 persen dibandingkan tahun Sementara dalam periode yang sama, premi asuransi umum sebesar Rp 15,5 triliun, hanya bertumbuh 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan premi asuransi umum tahun 2006 jauh lebih lambat dibandingkan tahun 2005 yang sebesar 10,8 persen. Lambannya pertumbuhan premi berdampak pada perolehan laba. Total laba 92 asuransi umum di Indonesia sekitar Rp 1,8 triliun, hanya bertumbuh 0,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, total laba 42 asuransi jiwa tumbuh 89 persen mencapai Rp 2,4 triliun. Faktor yang menghambat pertumbuhan asuransi umum antara lain kondisi perekonomian yang belum memadai, bencana alam, dan kebijakan yang kurang kondusif serta bencana banjir yang melanda Jakarta pada awal 2007 membuat klaim yang harus dibayar asuransi melonjak tajam. Harga premi yang ditawarkan perusahaan pun sudah tidak rasional. Dengan premi yang sedemikian rendahnya, perusahaan asuransi bersangkutan dipastikan tidak bisa membayar saat terjadi klaim. Risiko bencana alam dan kesalahan manusia (human error) tampaknya akan menjadi fokus penting industri asuransi umum selama tahun Industri telah mendapat banyak pelajaran dari peristiwa
9 33 bencana selama setahun terakhir. Tahun 2008 juga akan diwarnai pengetatan syarat kondisi treaty asuransi dengan reasuransi asing atau terjadi event limit. Artinya, reasuransi asing tidak bersedia lagi menanggung seluruh klaim, namun maksimal hanya sampai 10 kejadian. Oleh karena itu, AAUI meminta agar asuransi umum membatasi eksposur, meningkatkan kualitas portofolio dengan pembatasan akseptasi dan penyesuaian deductible. Jika asuransi disiplin dalam mengimplementasikan peraturan yang ada, pertumbuhan 20% untuk asuransi umum pada 2008 bukan hal mustahil. Dengan asumsi, pertumbuhan ekonomi 2008 sekitar 6,8%. Sedangkan dari segi pertumbuhan, memperkirakan asuransi umum bakal tumbuh tidak setinggi asuransi jiwa yang bisa mencapai sekitar 30-35%. Pada 2008, outlook industri asuransi umum masih terlihat tersendat, paling tidak sekitar 10-15%. Sedangkan asuransi jiwa sekitar 30-35%. Ini karena asuransi umum masih fokus di sektor korporasi yang belum tumbuh pesat. Terkait banjir, asuransi umum mungkin harus meningkatkan modalnya menjadi Rp 200 miliar agar mampu menahan risiko. Asuransi umum dapat mendongkrak pertumbuhan terutama pada lini asuransi kendaraan serta perlunya ada asuransi wajib untuk kendaraan bermotor dengan metode third party liability (TPL). 3 Optimisme pelaku asuransi umum bukan karena sudah bisa mengatasi problem utama yaitu perang tarif premi atau banting harga. Tetapi semata-mata tertolong oleh pemerintah pasca keluarnya Peraturan Menteri Keuangan nomor 74/PMK.010/2007 tentang penyelenggaraan pertanggungan asuransi pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor. PMK 74/2007 ini berisi referensi tarif yang harus dipatuhi oleh perusahaan asuransi umum yang tidak punya data profil risiko dan kerugian selama lima tahun dimana tarif ini lebih besar dari tarif yang beredar di pasar. Jika industri asuransi umum mampu bertahan pada ketentuan PMK, maka perbaikan tarif bisa merembet ke lini asuransi lain. Saat ini, perang tarif juga terjadi hampir di semua lini bisnis asuransi seperti asuransi kebakaran, asuransi rekayasa, asuransi pengangkutan barang, atau asuransi kapal. Eksposur risiko asuransi umum dan asuransi jiwa juga tambah besar sebagai dampak pemanasan global seperti makin parahnya banjir, badai, kekeringan, 3 Rabu 16 Januari 2008
10 34 timbulnya wabah penyakit, dan lain sebagainya. Artinya, potensi klaim asuransi makin naik untuk tahun-tahun ke depan. Optimisme yang realistis di atas dapat tercapai tentunya bukan semata-mata faktor dukungan pemerintah melalui regulasi. Tetapi juga ditopang dengan upaya keras pelaku industri asuransi untuk terus berkembang. Ada beberapa faktor internal yang berpengaruh pada pencapaian tersebut. Pertama, prakondisi perbaikan tarif premi di asuransi umum. Hal yang paling mungkin dilakukan dalam fase prakondisi ini adalah dengan tidak menurunkan tarif saat perpanjangan asuransi tahunan. Kedua, industri asuransi umum harus lulus dalam ujian mematuhi PMK 74/2007. Kesepakatan bersama antar perusahaan asuransi umum mengenai pematuhan terhadap PMK ini yang ditandatangani direksi asuransi umum pada tanggal 11 September 2007 harus benar-benar diimplementasikan. Ketundukan pada PMK ini akan memberikan dua dampak besar yakni terdongkraknya premi asuransi kendaraan dan akan menjadi langkah awal perjalanan perbaikan tarif menuju tarif yang wajar. Ketiga, mengoptimalkan saluran distribusi. Agen dan broker asuransi telah teruji menjadi penyumbang utama industri asuransi. Namun peran bancassurance (menjual asuransi melalui bank), belum tergarap optimal. Asuransi jiwa adalah yang paling mampu memanfaatkan saluran distribusi ini. Peluang untuk menggelembungkan premi dari bancassurance di Indonesia sangat besar. Ada tida faktor akseleratif yakni beberapa perusahaan yang memiliki bank dan asuransi dalam satu grup, bancassurance yang merupakan simbiosis mutualisme, dan kecenderungan masyarakat kita yang makin pragmatis untuk mendapat pelayanan menyeluruh dalam bentuk one stop shopping. Keempat, pelaku asuransi harus secara terusmenerus berinovasi untuk masuk ke ceruk pasar asuransi baru. Ini bisa dilakukan baik dari sisi variasi fitur produk atau masuk ke pangsa yang belum tergarap. Namun diperlukan inovasi produk asuransi baru untuk menjawab risiko yang makin kompleks yang dihadapi manusia. Satu hal sangat penting meskipun bukan hal yang baru adalah fenomena menggeliatnya kembali hasrat mengembangkan asuransi mikro (microinsurance). Di tahun-tahun mendatang dukungan terhadap asuransi mikro harus digalakkan. Asuransi untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini memang tidak terlalu
11 35 menjanjikan premi yang signifikan tetapi ada efek besar jangka panjang yakni tumbuhnya kesadaran berasuransi di tingkat masyarakat. 3.5 Strategi Perusahaan Dalam rangka menghadapi ketatnya persaingan antar pemain dan untuk memperbesar pangsa pasar, maka perusahaan telah dan akan melakukan beberapa hal sebagai berikut: 1. Meningkatkan modal sendiri dimana manajemen dan pemegang saham telah sepakat untuk tidak membagikan dividen sebelum target modal sendiri mencapai Rp. 100 miliar; 2. Meningkatkan jaringan distribusi dengan terus menambah kantor kantor perwakilan di berbagai Kabupaten (daerah) karena untuk meningkatkan pendapatan premi dengan prinsip keagenan sering terjadi penipuan; 3. Memaksimalkan bisnis dengan bank bank daerah seperti back to back guarantee dimana strategi ini pada saat ini sangat signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan premi; 4. Melakukan persiapan untuk masuk kedalam bisnis ritel karena diharapkan pada saat kondisi ekonomi telah stabil, bisnis ritel akan mampu menyerap pasar; 5. Memaksimalkan bisnis asuransi dibidang oil & gas dari hulu sampai ke hilir; 6. Melakukan kerjasama dengan asuransi jiwa yaitu untuk bisnis personal accident dan bisnis lain yang tidak bisa dijamin dengan asuransi jiwa tetapi bisa dijamin dengan asuransi umum.
12 Gambaran Posisi Keuangan PT Asuransi Parolamas Berdasarkan pada data selama 5 (lima) tahun PT Asuransi Parolamas terdapat ringkasan dalam laporan keuangan perusahaan sebagai berikut: Tabel 3.1 Gambaran Posisi Keuangan PT Asuransi Parolamas Tahun RUGI LABA Premi Bruto Premi Neto Beban Klaim Surplus Underwriting Laba Sebelum Pajak Laba Setelah Pajak dalam jutaan rupiah , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , NERACA Investasi 23, , , , , Bukan Investasi 27, , , , , Total Asset 50, , , , , Utang 6, , , , , Cadangan Teknis 20, , , , , Jumlah Kewajiban 27, , , , , Modal Sendiri 22, , , , , Sumber: Laporan keuangan Tahunan Grafik 3.1 Gambaran Posisi Keuangan PT Asuransi Parolamas Surplus Underwriting dalam jutaan rupiah Premi Bruto Premi Neto Beban KLaim Surplus Underwriting
13 37 Profit and Loss dalam jutaan rupiah Laba Sebelum Pajak Laba Setelah Pajak Berdasarkan pada tabel 3.1 dan grafik 3.1 dapat dilihat bahwa kinerja keuangan PT Asuransi Parolamas menunjukkan perkembangan yang cukup baik dari peningkatan aset maupun peningkatan laba bersih. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya premi bruto yang rata rata dari tahun 2000 hingga tahun 2007 sebesar 9,98% meskipun pada tahun 2007 perusahaan mengalami penurunan tetapi jika dilihat pada premi langsung perusahaan masih tumbuh kurang lebih 1,5% di tahun Meningkatnya pertumbuhan premi bruto tidak terlepas dari banyaknya kantor cabang maupun kantor pemasaran yang dimiliki oleh perusahaan di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan penurunan premi bruto lebih diakibatkan adanya penurunan rate dan diskon atau komisi yang semakin besar baik untuk broker, agen, maupun tenaga penjual. Meningkatnya hasil surplus underwriting tahun 2007 merupakan kinerja yang cukup baik, meskipun dengan premi bruto yang turun tetapi perusahaan mampu menahan premi sendiri (menahan risiko sendiri) yang lebih besar sehingga tidak banyak premi yang dibayarkan kepada perusahaan reasuradur. Dengan hasil surplus underwriting yang besar pada tahun 2007, maka perusahaan mampu meningkatkan laba bersihnya menjadi Rp. 10,5 miliar sehingga modal sendiri perusahaan menjadi besar dan didukung tidak adanya pembagian dividen kepada pemegang saham.
14 38 Tabel 3.2 Komposisi portofolio PT Asuransi Parolamas tahun (dalam jutaan rupiah) No. Jenis Asuransi Jumlah % Jumlah % Jumlah % Premi Bruto 1 Property 40, % 36, % 37, % 2 Motor 8, % 8, % 9, % 3 Marine Cargo 12, % 11, % 13, % 4 Aviation 16, % 10, % 5, % 5 Engineering 3, % 3, % 3, % 6 General Accident 8, % 25, % 20, % 7 Surety Bond 10, % 19, % 24, % Total 100, % 116, % 116, % Premi Neto 1 Property 9, % 11, % 19,171 34% 2 Motor 8, % 7, % 8,542 15% 3 Marine Cargo 2, % 3, % 4,356 8% 4 Aviation % 1, % 963 2% 5 Engineering 2, % 1, % 1,906 3% 6 General Accident 7, % 15, % 10,455 19% 7 Surety Bond 4, % 7, % 10,749 19% Total 36, % 48, % 56, % Klaim Neto 1 Property 6, % 5, % 13, % 2 Motor 5, % 5, % 4, % 3 Marine Cargo % 1, % 1, % 4 Aviation (216) -1.47% % % 5 Engineering 1, % % 1, % 6 General Accident % 5, % % 7 Surety Bond % % % Total 14, % 19, % 21, % Sumber: Laporan keuangan Diolah Grafik 3.2 Distribusi dan Struktur Portofolio PT Asuransi Parolamas Distribusi dan Struktur Portofolio Tahun 2005 dalam jutaan rupiah Property Motor Vehicle Marine Cargo Marine Hull Engineering General Accident Surety Bond Premi Bruto Premi Neto Klaim Neto
15 39 Distribusi dan Struktur Portofolio Tahun 2006 dalam jutaan rupiah Property Motor Vehicle Marine Cargo Marine Hull Engineering General Accident Surety Bond Premi Bruto Premi Neto Klaim Neto Distribusi dan Struktur Portofolio Tahun 2007 dalam jutaan rupiah Property Motor Vehicle Marine Cargo Marine Hull Engineering General Accident Surety Bond Premi Bruto Premi Neto Klaim Neto Berdasarkan pada tabel 3.2 diatas dan grafik 3.2 bahwa lini bisnis asuransi harta benda (property) merupakan lini bisnis yang mempunyai kontribusi yang paling besar dan mempunyai pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan lini bisnis yang lain. Namun demikian asuransi harta benda juga mempunyai tingkat klaim yang paling tinggi disusul dengan klaim kendaraan bermotor. Tabel 3.3 Komposisi tingkat risiko PT Asuransi Parolamas tahun No. Jenis Asuransi Rata - Rata Rasio Klaim* 1 Property 34.18% 56.29% 75.17% 47.08% 68.08% 56.16% 2 Motor 55.15% 47.40% 63.00% 68.92% 50.82% 57.06% 3 Marine Cargo 34.95% 94.03% 8.72% 44.86% 39.10% 44.33% 4 Aviation % 45.83% % 94.00% 30.84% 52.85% 5 Engineering 47.30% 5.18% 56.49% 49.50% 84.05% 48.51% 6 General Accident 7.53% 7.86% 7.40% 33.46% 0.45% 11.34% 7 Surety Bond 49.34% 0.00% 10.42% 5.25% 2.27% 13.45% * Rasio klaim = klaim neto / premi neto Sumber: Laporan keuangan Diolah
16 40 Dari data profil risiko pada tabel 3.3 kendaraan bermotor merupakan lini bisnis yang mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi yaitu rata rata dalam 5 (lima) tahun sebesar 57,06% sedangkan risiko yang paling rendah terjadi pada lini bisnis general accident yaitu dengan rata rata 11,34%. Selain itu lini bisnis surety bond merupakan lini bisnis yang menjadi primadona perusahaan meskipun pada tahun 2003 tingkat risikonya cukup signifikan 49,34% yaitu adanya klaim dari PT Elnusa sebagai Obligee dan PT Mecona Perkasa sebagai Principal, surety bond menjadi lini bisnis yang diunggulkan karena dalam 4 (tahun) terakhir lini bisnis tersebut mempunyai tingkat risiko yang semakin rendah dengan rata rata yaitu 4,5%. Dari segi pertumbuhan premi bruto dari masing masing lini bisnis, general accident merupakan lini bisnis yang mempunyai pertumbuhan yang paling tinggi selama 5 (lima) yaitu rata rata 98,16% dan kemudian lini bisnis surety bond dengan pertumbuhan rata rata 37,03%. Pertumbuhan yang cukup signifikan pada lini bisnis genaral accident karena adanya bisnis baru dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atas tenaga kerja indonesia yang berada di luar negeri sedangkan lini bisnis surety bond didukung oleh banyaknya kantor kantor perwakilan yang berada di beberapa Kabupaten di Indonesia. Rekayasa (engineering) merupakan lini bisnis yang kurang menguntungkan selain rata rata pertumbuhannya yang negatif yaitu -9,77%, lini bisnis tersebut juga mempunyai tingkat risiko yang cukup signifikan yaitu 48, 51%. Tabel 3.4 Surplus Underwriting Lini Bisnis PT Asuransi Parolamas (dalam jutaan rupiah) No. Jenis Asuransi 2005 % 2007 % 30 Juni Property 5, % 2, % Motor 2, % 3, % Marine Cargo 1, % 2, % 3, Aviation % % Engineering 1, % % 3, General Accident 6, % 9, % 2, Surety Bond 7, % 12, % 8, , % 31, % 18, Sumber: Laporan keuangan Diolah
17 41 Dari ketiga tabel diatas yaitu tabel 3.2, 3.3, dan 3.4 dapat disimpulkan bahwa lini bisnis surety bond merupakan bisnis yang mempunyai surplus underwriting paling besar dibandingkan dengan bisnis lain sejak tahun 2006 sampai dengan 30 juni Dengan adanya modal yang masih relatif kecil, maka bisnis aviation banyak yang direasuransikan sehingga retensi sendiri dan surplus underwriting-nya semakin kecil. Pada tahun 2008 bisnis property terlihat belum maksimal karena banyaknya klaim yang terjadi di akhir tahun 2007 dan baru selesai pada tahun Kinerja bisnis surety bond merupakan produk unggulan PT Asuransi Parolamas dimana pada saat ini bisnis tersebut relatif kecil terjadinya klaim sehingga perusahaan terus gencar untuk membuat jaringan distribusi diberbagai kabupaten yang ada di Indonesia.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum 1. Riwayat Singkat Perusahaan PT Asuransi Umum Bumiputera 1967, didirikan atas ide pengurus AJB Bumiputeramuda 1912 sebagai induk perusahaan yang diwakili
BAB II PROFIL PERUSAHAAN. didirikan pada tanggal 6 Agustus 1956 dengan Akta Notaris Raden Meester
4 BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Ringkas PT. Asuransi Ramayana PT. Asuransi Ramayana Tbk. adalah perusahaan asuransi kerugian yang memiliki cabang asuransi dengan prinsip syariah, PT. Asuransi Ramayana
PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A13911 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN PT ASURANSI DHARMA BANGSA OLEH AXA S.A.
PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A13911 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN PT ASURANSI DHARMA BANGSA OLEH AXA S.A. LATAR BELAKANG 1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun
III. METODELOGI PENULISAN. Objek penulisan Laporan Akhir ini melakukan PKL atau magang di PT. Asuransi
III. METODELOGI PENULISAN 3.I Objek Objek penulisan Laporan Akhir ini melakukan PKL atau magang di PT. Asuransi Parolamas Lampung yang terletak di jalan W.R. Monginsidi No 122 Bandar Lampung. Penulis melakukan
DASAR-DASAR ASURANSI. Inhouse Training Jakarta, 10 November 2015
DASAR-DASAR ASURANSI Inhouse Training Jakarta, 10 November 2015 RESIKO & PERIL Resiko adalah : Sesuatu yang datangnya tidak terduga dan berdampak pada timbulnya suatu kerugian. Peril adalah : Penyebab
BAB I PENDAHULUAN. mekanisme asuransi atau pertanggungan. Undang-Undang Republik Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Asuransi atau pertanggungan timbul karena kebutuhan manusia. Manusia selalu dihadapkan dengan berbagai risiko dalam kehidupan sehari-hari, seperti risiko
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI. kita dengan perusahaan asuransi yang bersangkutan.
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI A. Sejarah Singkat Perusahaan Berbicara tentang dunia asuransi, secara garis besar akan terfikir oleh kita tentang sebuah jaminan dari beberapa
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Asuransi Kerugian Dalam perkembangan dunia usaha tidak seorang pun yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang secara tepat, setiap ramalan
PENDAHULUAN. Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung kerugian yang diderita nasabahnya ketika terjadi suatu musibah baik itu kecelakan, kebakaran, dan juga segala
2 P a g e ( )
Pendahuluan Pesatnya perekonomian Indonesia saat ini mendukung ekspansi bisnis. Sebagai pimpinan perusahaan, mempekerjakan dan mempertahankan orang-orang terbaik merupakan tugas yang penting. Karyawan
SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2016 TENTANG
Yth. 1. Direksi Perusahaan Asuransi Umum; dan 2. Direksi Perusahan Asuransi Umum Syariah, di tempat. SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2016 TENTANG PENETAPAN TARIF PREMI ATAU KONTRIBUSI
PENETAPAN TARIF PREMI PADA RISIKO KHUSUS BANJIR UNTUK LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014
PENETAPAN TARIF PREMI PADA RISIKO KHUSUS BANJIR UNTUK LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014 I. KETENTUAN UMUM 1. Otoritas Jasa Keuangan yang selanjutnya disingkat OJK
2009 Catatan Piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa d,2g,
Neraca Konsolidasi 30 Juni 2009 dan 2008 ASET 2009 Catatan 2008 Investasi 2f,3 Deposito berjangka 147.379.881.024 2c,31 111.631.639.513 Obligasi dimiliki hingga jatuh tempo 4.000.000.000 1.000.000.000
SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 21/SEOJK.05/2015 TENTANG
Yth. 1. Direksi Perusahaan Asuransi Umum; dan 2. Direksi Perusahan Asuransi Umum Syariah, di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 21/SEOJK.05/2015 TENTANG PENETAPAN TARIF PREMI ATAU
I. PENDAHULUAN. dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan,baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan
1 PENDAHULUAN. Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Sebagai suatunegara kepulauan, sektor maritim merupakan sektor yang signifikan bagi Indonesia, oleh sebab itu transportasi laut merupakan satu hal yang penting. Untuk mengantisipasi
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 422/KMK.06/2003 TAHUN 2003 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
ASURANSI UMUM & REASURANSI
Market Update ASURANSI UMUM & REASURANSI Triwulan 3 (Jan-Sep) tahun 2017 Bidang Statistik, Riset, Analisa, TI dan Aktuaria Jakarta, November 2017 Pengantar Analisa operasional asuransi umum Triwulan 3
2009 Catatan Kas dan bank 11,667,651,139 2c,4,31 11,381,632,142
PT ASURANSI RAMAYANA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Neraca Konsolidasi 31 Maret 2009 dan 2008 AKTIVA 2009 Catatan 2008 Investasi 2f,3 Deposito berjangka 142,761,984,435 2c,31 99,347,639,439 Obligasi dimiliki
BAB IX ASURANSI ANEKA
BAB IX ASURANSI ANEKA Jika di depan telah dipaparkan tentang asuransi jiwa dan asuransi kerugian secara panjang lebar, berikut ini akan dipaparkan asuransi aneka. Uraian-uraian berikut ini mencakup macam-macam
I. PENDAHULUAN. dari penjualan polis atau penerimaan premi dapat ditanamkan sebagai investasi yang
I. PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Asuransi sebagai lembaga Keuangan non bank mempunyai peranan penting dalam ikut membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia. Lembaga asuransi sebagai salah satu penghimpun
RISIKO KERUSAKAN PROPERTY & KEWAJIBAN (LIABILITY)
RISIKO KERUSAKAN PROPERTY & KEWAJIBAN (LIABILITY) Mata Kuliah : Manajemen Risiko Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Unikom Tahun Akademik 2009-2010 Ilustrasi : Pada hari minggu 26 Desember 2004 jam
BAB I PENDAHULUAN. Risiko ini dapat timbul dalam berbagai bentuk, seperti kerusakan alat-alat,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat dan diikuti oleh majunya pemikiran masyarakat dalam usaha perniagaan membuat maraknya usaha asuransi akhir-akhir
RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR... TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR... TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang : a.
RINGKASAN INFORMASI PRODUK
RINGKASAN INFORMASI PRODUK a Nama dan Jenis Produk Asuransi b Nama Penerbit (Perusahaan Asuransi) c Data Ringkas : Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia : PT. KSK Insurance Indonesia : PT. KSK Insurance
SURAT PERMOHONAN PENUTUPAN ASURANSI (SPPA)
SURAT PERMOHONAN PENUTUPAN ASURANSI (SPPA Sesuai peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. PER-01/BL/2011 INFORMASI UMUM Untuk Nasabah Perorangan 1 Nama : 2 NPWP : 3 Alamat (sesuai
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa industri perasuransian yang sehat, dapat diandalkan,
Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga 107 Multinasional
Halaman 1 LAPORAN POSISI KEUANGAN Bukan Konsolidasi Per. dan Per. Uraian Rinci an Triwulan Tahun Triwulan Tahun Saldo SAK Saldo SAP Saldo SAK Saldo SAP (1) (2) (3) (4) (5) (6) ASET Investasi Deposito Berjangka
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti atau substitusi kerugian-kerugian besar yang
eran Asuransi Erection All isk (EAR) sebagai Salah atu Jaminan dalam Proyek sa Konstruksi Natasha Anagi
eran Asuransi Erection All isk (EAR) sebagai Salah atu Jaminan dalam Proyek sa Konstruksi Natasha Anagi - 1206241640 BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Jaminan dalam suatu proyek konstruksi merupakan suatu
PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 14 /POJK.05/2015 TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI
PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 14 /POJK.05/2015 TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI I. UMUM Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan
LAMPIRAN VI SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI
LAMPIRAN VI SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI -1- DESKRIPSI PRODUK ASURANSI 1/12 -2- A. ASURANSI UMUM Bagian A.I No
BAB I PENDAHULUAN. tertanggung terhadap risiko yang dihadapi perusahaan. pertanggungan atas resiko atau kerugian yang dialami oleh tertanggung.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asuransi merupakan sarana keuangan dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi risiko atas harta benda yang dimiliki. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT ASURANSI WAHANA TATA (Aswata) adalah perusahaan asuransi umum yang telah hadir melayani nasabah sejak 1964. Kini, Aswata adalah salah satu perusahaan
properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadiankejadian
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti,
MOTOR VEHICLE INSURANCE No. Pencatatan Produk OJK : S-932/NB.11/2013
MOTOR VEHICLE INSURANCE No. Pencatatan Produk OJK : S-932/NB.11/2013 I. Nama Produk : Motor Vehicle Insurance II. Jenis Produk : Asuransi Kendaraan Bermotor III. Nama Penerbit : IV. Data Ringkas Asuransi
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.337, 2014 EKONOMI. Asuransi. Penyelenggaraan. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5618). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Perusahaan Asuransi Rama satria Wibawa ulang tahun yang ke 33 pada tanggal 31 Agustus 2011 dan peristiwa ini menandai perkembangan perusahaan dari sebuah
BAB III JENIS ASURANSI
BAB III JENIS ASURANSI A. Objek dan Jenis Asuransi Objek Asuransi: Benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, serta semua kepentingan yang dapat hilang, rusak, rugi dan atau
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2015 TENTANG
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2015 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN ASURANSI, PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH, PERUSAHAAN REASURANSI,
III.GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
15 III.GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1.1.Sejarah PT Asuransi Parolamas PT.Asuransi Parolamas adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa asuransi umum yang bergerak dibidang jasa asuransi umum yang memberikan
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut data Biro Pusat Statistik, laju pertumbuhan PDB pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 6,5% dari tahun 2010, laju pertumbuhan PDB pada sektor jasa mengalami
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa industri perasuransian yang sehat, dapat diandalkan,
BAB I PENDAHULUAN. baik perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa maupun produksi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya teknologi yang semakin modern, persaingan usaha menjadi semakin bebas dan ketat. Persaingan yang terjadi tidak hanya melibatkan pelaku bisnis dalam negeri,
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian 3.1.1. Sejarah Perusahaan PT. Magnus Mitra Sejahtera (Insurance Broker & Consultant) adalah perusahaan yang bergerak di bidang broker asuransi. Pemegang
BAB I PENDAHULUAN. risiko yang ditanggung oleh pelaku ekspor-impor. Pelaku perdagangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pelaksanaan perdagangan internasonal tidak lepas dari ancaman risiko yang ditanggung oleh pelaku ekspor-impor. Pelaku perdagangan internasional harus memikirkan tentang
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74 /PMK.010/2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PERTANGGUNGAN ASURANSI PADA LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74 /PMK.010/2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PERTANGGUNGAN ASURANSI PADA LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR Peraturan ini telah diketik ulang, bila ada keraguan mengenai
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2015 TENTANG
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2015 TENTANG PEMELIHARAAN DAN PELAPORAN DATA RISIKO ASURANSI SERTA PENERAPAN TARIF PREMI DAN KONTRIBUSI
LAMPIRAN V SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI
LAMPIRAN V SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI -1- FORMULIR PELAPORAN PERSETUJUAN PRODUK ASURANSI KREDIT DAN/ATAU SURETYSHIP
PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23/POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI
PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23/POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI I. UMUM Perkembangan industri perasuransian saat ini cukup pesat sehingga mendorong
PENYELESAIAN KEGAGALAN KONTRAKTOR DALAM MELAKSANAKAN KONTRAK DI BIDANG KONSTRUKSI
Konferensi Nasional Teknik Sipil 4 (KoNTekS 4) Sanur-Bali, 2-3 Juni 2010 PENYELESAIAN KEGAGALAN KONTRAKTOR DALAM MELAKSANAKAN KONTRAK DI BIDANG KONSTRUKSI Bertinus Simanihuruk 1 dan Hikma Dewita 2 1 Program
BNI LIFE INSURANCE didirikan pada tahun 1996 yang memiliki lini bisnis
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perkembangan Perusahaan BNI LIFE INSURANCE didirikan pada tahun 1996 yang memiliki lini bisnis meliputi asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan
BAB X ASURANSI A. DEFINISI ASURANSI
BAB X ASURANSI Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada saat ini sangat memberikan manfaat dan kemudahan bagi kehidupan manusia, dampak positif yang ada sangat mendukung manusia modern
http://www.hadiborneo.wordpress.com/ Secara bahasa Berasal dari kata assurantie dari bahasa Belanda yang berakar dari bahasa latin yaitu assecurare yang berarti meyakinkan orang. Menurut UU No. 2 Tahun
SOSIALISASI. Jakarta, 7 Desember 2015 Otoritas Jasa Keuangan Direktorat Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan IKNB
SOSIALISASI PERATURAN OJK NOMOR 14/POJK.05/2015 TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI DAN SURAT EDARAN OJK NOMOR 31/SEOJK.05/2015 TENTANG BATAS RETENSI SENDIRI, BESAR DUKUNGAN REASURANSI,
Table of Contents. o About Us ( Company Profile ) 1. o Vision & Mission 2. o Engineering Insurance 4. o Liability Insurance 6. o Property Insurance 8
Table of Contents o About Us ( Company Profile ) 1 o Vision & Mission 2 o Engineering Insurance 4 o Liability Insurance 6 o Property Insurance 8 o Motor Vechile Insurance o Marine Insurance o Miscellaneous
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. LIG Insurance Indonesia merupakan perusahaan asuransi yang berbasis di Korea yang bergerak khusus di bidang asuransi non-jiwa. Berawal pada tahun
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan Usaha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan Usaha 1.1.1 Bentuk Usaha PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) didirikan sebelumnya dengan nama PT. Asuransi Bina Dhama Arta, sebagaimana dinyatakan
LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 1 /SEOJK.05/2018 TENTANG BENTUK DAN SUSUNAN LAPORAN BERKALA PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN
LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 1 /SEOJK.05/2018 TENTANG BENTUK DAN SUSUNAN LAPORAN BERKALA PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI FORMAT I A 1 BENTUK DAN SUSUNAN LAPORAN BULANAN
ASURANSI INTER ISLAND - MARINE CARGO No. Pencatatan Produk OJK : S-2319/NB.11/2013. I. Nama Produk : Asuransi Inter Island - Marine Cargo
ASURANSI INTER ISLAND - MARINE CARGO No. Pencatatan Produk OJK : S-2319/NB.11/2013 I. Nama Produk : Asuransi Inter Island - Marine Cargo II. Jenis Produk : Asuransi Marine Cargo III. Nama Penerbit : IV.
BAB I PENDAHULUAN. Pemasaran adalah suatu perpaduan dari akivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pemasaran adalah suatu perpaduan dari akivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen serta mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dari hasil penelitian yang dilakukan di perusahaan PT. Jasaraharja Putra kota gorontalo
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 3.1 Deskripsi Hasil Penelitian Dari hasil penelitian yang dilakukan di perusahaan PT. Jasaraharja Putra kota gorontalo maka data dan informasi yang diperoleh sebagai
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 124 /PMK.010/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN LINI USAHA ASURANSI KREDIT DAN SURETYSHIP
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 124 /PMK.010/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN LINI USAHA ASURANSI KREDIT DAN SURETYSHIP Naskah Peraturan ini telah diketik ulang, bila ada keraguan mengenai isinya harap merujuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menjadi informasi keuangan. Proses akuntansi meliputi kegiatan mengidentifikasi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Samryn (2014 : 3) berpendapat bahwa secara umum akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang digunakan untuk mengubah data dari transaksi menjadi informasi
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar mengenai orang sakit
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar mengenai orang sakit atau terluka atau bahkan meninggal dunia karena suatu kecelakaan. Bangunan atau pabrik yang
GENERAL INSURANCE OUTLOOK 2016
GENERAL INSURANCE OUTLOOK 2016 Provided by : The General Insurance Association of Indonesia Insurance Outlook 2016 Seminar Tuesday, 24th of November 2015 1 MARKET STRUCTURE Description 2013 2014 Sep.2015
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11/PMK.010/2011 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11/PMK.010/2011 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB I PENDAHULUAN. kerusakan, kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resiko di masa datang dapat terjadi terhadap kehidupan seseorang misalnya kematian, sakit, atau resiko dipecat dari pekerjaannya. Dalam dunia bisnis, resiko
BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO
BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Bank Index adalah Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) didirikan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 1992, dan mulai resmi beroperasi dalam
BAB II LANDASAN TEORI
25 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Proses Bisnis Menurut (Aguilar Shaven dan Olhger, 2002) proses bisnis adalah elemen kunci saat terintigrasi dengan sebuah perusahaan. Kemudian menekankan proses
RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI
RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa semakin beragam dan kompleksnya Produk Asuransi dan
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 424/KMK.06/2003 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 424/KMK.06/2003 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI Keputusan ini telah diketik ulang, bila ada keraguan mengenai
I. PENDAHULUAN. akan bangkit kembali setelah tahun 2006 yang penuh kesulitan akibat berbagai
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tahun 2007 bisa dikatakan sebagai tahun harapan bahwa bisnis asuransi akan bangkit kembali setelah tahun 2006 yang penuh kesulitan akibat berbagai fenomena alam yang
Asuransi Jiwa
Bab 1: Pengantar Asuransi Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia Asuransi Jiwa Asuransi Jiwa Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang berupa perjanjian antara nasabah asuransi
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11/PMK.010/2011 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 11/PMK.010/2011 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 73 TAHUN 1992 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN PERATURAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR : PER-09/BL/2011 TENTANG PEDOMAN PERHITUNGAN
RANCANGAN POJK TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH
RANCANGAN POJK TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR XX/POJK.03/2018 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PEMBIAYAAN
Naskah Peraturan ini telah diketik ulang, bila ada keraguan mengenai isinya harap merujuk kepada teks aslinya.
PERATURAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: PER-02/BL/2008 TENTANG PEDOMAN PERHITUNGAN BATAS TINGKAT SOLVABILITAS MINIMUM BAGI PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI Naskah
PT. GIA MEDAN Risk Management & Insurance Consultant
2012 PT. GIA MEDAN Risk Management & Insurance Consultant PT GIA Medan Company Profile 1/1/2012 Company Profile ABOUT US GIA Medan adalah perusahaan agency asuransi kerugian, seperti asuransi kendaraan,
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 67 /POJK.05/2016 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN ASURANSI, PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH, PERUSAHAAN
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dengan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di Indonesia maka itu pembangunan disegala sektor baik di pusat maupun didaerah tentunya mengalami pertumbuhan yang
LAMPIRAN III SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI
LAMPIRAN III SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI -1- FORMULIR PELAPORAN PERSETUJUAN PAYDI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI I.
-0- LAMPIRAN IV SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI 0/19
-0- LAMPIRAN IV SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI 0/19 -1- FORMULIR PELAPORAN PERSETUJUAN PRODUK ASURANSI BERSAMA BAGI
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) didirikan sebagai realisasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 1.1 Gambaran Umum Perusahaan PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) didirikan sebagai realisasi komitmen Pemerintah untuk mengembangkan ekspor non migas nasional.
RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2
Lampiran 7 Surat Edaran OJK Nomor.. Tanggal RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2 PT. XYZ (alamat perusahaan) ¹ Tulis salah satu sesuai
