BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. V.1. Kesimpulan
|
|
|
- Doddy Pranata
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan V.1.1. Mahasiswa PSIK FK UGM yang telah terpapar dengan kurikulum PBL selama fase pendidikan praklinik dan sedang mengikuti pendidikan klinik dalam penelitian ini memiliki kemampuan SDL yang tinggi dengan ratarata skor 154. V.1.2. Ada hubungan positif antara kemampuan SDL dan pencapaian hasil belajar mahasiswa di klinik. Koefisien korelasi yang diperoleh (r = 0,373). Hipotesis dalam penelitian ini tidak didukung karena menggunakan nilai koefisien korelasi r 0,60. V.1.3. Ada hubungan positif antara kemampuan SDL dan pencapaian hasil belajar di klinik yang dimoderasi oleh pengalaman belajar mandiri dan aktif di SMA dan pencapaian hasil belajar praklinik (IPK) dengan masing-masing nilai koefisien regresi yaitu, B = 0,387, B = 0,329, B = 0,170. Nilai koefisien determinasi R Square = 0,250. V.1.4. Mahasiswa yang memiliki skor SDL tinggi dalam penelitian ini mampu melakukan semua proses SDL sesuai dengan gambaran proses SDL yang dikemukakan oleh Knowles (1975), yaitu mampu menetapkan kebutuhan dan tujuan belajar secara mandiri, mengidentifikasi sumber belajar secara mandiri, memilih strategi belajar yang tepat dan mengevaluasi hasil belajar secara mandiri. Mahsiswa sudah menginternalisai nilai-nilai SDL. Mahasiswa memiliki manajemen diri yang baik dalam belajar, memiliki 104
2 105 keinginan yang kuat untuk belajar, memiliki kontrol diri yang baik dalam belajar dan memiliki motivasi internal yang dominan dalam belajar. V.1.5. Mahasiswa yang memiliki skor SDL rendah hanya mampu melakukan sebagian proses SDL yang digambarkan Knowles (1975), yaitu mengidentifikasi sumber belajar secara mandiri dan memilih strategi belajar yang tepat secara mandiri. Mahasiswa belum menginternalisasi nilai-nilai SDL. Mahasiswa tidak memiliki kemampuan manajemen diri yang baik dalam belajar dan tidak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar. Mahasiswa memiliki motivasi eksternal yang lebih dominan dalam belajar. V.2. Saran V.2.1. Kemampuan SDL adalah potensi yang dimiliki pembelajar dewasa yang cukup sesuai dengan semua situasi pembelajaran, sehingga kemampuan SDL perlu ditingkatkan melalui penerapan kurikulum pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kemampuan SDL tersebut, misalnya kurikulum PBL. V.2.2. Salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa keperawatan adalah mampu bertanggung jawab untuk belajar seumur hidup, pengembangan profesional dan mempertahankan kompetensi yang dimilikinya. Untuk mencapai kompetensi ini salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa adalah SDL, oleh karena itu para pengajar bertanggungjawab untuk mensosialisasikan dan mengajarkan SDL kepada mahasiswa.
3 106 V.2.3. Meningkatkan kemampuan SDL mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkan otonomi mahasiswa, salah satu model pembelajaran yang dapat menjadi pilihan pengajar untuk meningkatkan otonomi mahasiswa adalah Grow s model, yaitu Grow s stages in learning autonomy. Selain itu langkah-langkah untuk menerapkan SDL yang dikemukakan oleh Knowles (1975) perlu dipahami dan dilaksanakan baik oleh pengajar maupun mahasiswa, yaitu mendiagnosis kebutuhan belajar, menetapkan tujuan belajar, mengidentifikasi sumber belajar, memilih dan menerapkan strategi belajar yang sesuai dan mengevaluasi hasil belajar. V.2.4. Penelitian selanjutnya yang perlu dilakukan, yaitu mengamati dan mengukur kemampuan SDL mahasiswa pada dua institusi pendidikan yang menerapakan kurikulum berbeda serta melihat hubunganya dengan pencapaian hasil belajar mahasiswa dengan sampel yang lebih besar dan rancangan penelitian yang lebih kuat. V.2.5. Mengeksplorasi sifat atau karakter mahasiswa keperawatan dengan latar belakang budaya dan status ekonomi berbeda secara kualitatif yang menggambarkan kemampuan SDL mahasiswa keperawatan di Indonesia. V.3. Ringkasan Penelitian Institusi pendidikan keperawatan saat ini semakin menekankan pada penerapan konsep pendidikan orang dewasa termasuk konsep SDL dalam kurikulum keperawatan. Hal ini sangat bermanfaat dalam memberikan dan
4 107 meningkatkan kemampuan mahasiswa tentang keterampilan untuk mencari, menganalisis dan memanfaatkan informasi secara efektif, tentunya para pendidik memiliki peran utama untuk membantu mahasiswa keperawatan memperoleh keterampilan tersebut (Lunyk - Child et al., 2001). Calon perawat yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan keperawatan akan bekerja pada situasi lingkungan yang kompleks yang terus terjadi perubahanperubahan sosial di masyarakat. Pada saat yang sama, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan terus berkembang dengan pesat, begitu pun juga tuntutan masyarakat terhadap lulusan keperawatan yang profesional dan akuntabel terus meningkat. Kondisi ini akan menjadi tantangan tersendiri dalam dunia kerja mereka yang akan datang dan pendidikan keperawatan memiliki peran penting untuk memastikan bahwa mereka dapat beradaptasi dan menghadapi tantangan tersebut (Williams, 2001; O Shea, 2003). Seorang profesional menganggap belajar sebagai kebutuhan ataupun keinginan, hal ini tentu akan memberikan keleluasaan untuk menentukan materi yang harus dipelajari dan cara terbaik untuk mempelajarinya. Hal ini berarti dibutuhkan suatu kemandirian dalam proses belajar tersebut (Williams, 2001; Jarvis, 2005). Menurut Knowles (1975 ), self directed learning (SDL) adalah proses individu dalam mengambil inisiatif dengan atau tanpa bantuan orang lain dalam mendiagnosis kebutuhan belajar, merumuskan tujuan belajar, mengidentifikasi sumber belajar, memilih dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang sesuai serta mengevaluasi hasil pembelajaran. SDL yang menjadi dasar dalam konsep model pembelajaran andragogy mengasumsikan
5 108 bahwa dalam pembelajaran andragogi pembelajar adalah self directing, berpengalaman dan memiliki motivasi internal (Merriam, 2001). Brockett dan Hiemstra lebih lanjut menjelaskan bahwa SDL merupakan suatu proses untuk mengambil tanggung jawab dan peran utama dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses belajar dan pembelajar memiliki keinginan yang kuat untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya (disitasi dari Merriam & Brockett, 2007). Hasil penelitian yang dilakukan Lunyk Child et al. (2001) menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki kemampuan SDL dapat mengembangkan keterampilan untuk belajar seumur hidup, meningkatkan kepercayaan diri dan otonomi. Terdapat banyak penelitian yang dilakukan untuk mengamati efektivitas SDL, baik SDL diposisikan sebagai karakter pembelajar dewasa maupun SDL sebagai metode dan tujuan dalam proses pembelajaran terhadap pencapaian kompetensi dan prestasi akademik mahasiswa. Para peneliti sebelumnya menemukan bahwa pendekatan belajar yang menggunakan SDL berdampak positif terhadap pencapaian hasil belajar mahasiswa, mereka menyarankan SDL sebagai salah satu metode alternatif dalam proses pembelajaran (Bhat et al., 2007; Carvalho et al., 1977; Cyril, 2014; Graham et al. 1999; Liao & Campbell, 2002; Manisha & Sudha, 2009; Mahmoud et al., 2006; Owen et al., 2008; Schneeweiss & Ratnapalan, 2007; Vidal et al., 2001). Beberapa peneliti yang lain menemukan bahwa mahasiswa kedokteran dan keperawatan yang telah terlibat dalam kurikulum terintegrasi dengan pendekatan PBL memiliki kemampuan SDL yang tinggi dibandingkan dengan kemampuan
6 109 SDL mahasiswa umum yang dikemukakan oleh Guglielmino (1978) dan memiliki korelasi positif dengan pencapaian hasil belajar mahasiswa (Shokar et al., 2002; Lorenzo & Abbot, 2004; Findley & Bulik, 2011; Avdal, 2013). Berdasarkan beberapa hasil penelitian di atas, tampak jelas dinyatakan bahwa SDL merupakan salah satu kemampuan dan karakter pembelajar dewasa juga sebagai metode pembelajaran yang memberikan dampak positif terhadap pencapaian hasil belajar dan performa mahasiswa. Mahasiswa keperawatan yang akan memberikan pelayanan keperawatan profesional seharusnya memiliki kemampuan SDL, karena dengan kemampauan ini mahasiswa keperawatan akan mampu beradaptasi dengan perkembangan IPTEK, lingkungan pelayanan kesehatan yang kompleks dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan profesional (Williams, 2001). Mahasiswa yang memiliki kemampuan SDL akan selalu aktif dan memiliki inisiatif untuk terus belajar sepanjang hayat serta akan selalu berusaha untuk mengambil tanggung jawab penuh terhadap proses belajarnya sendiri, sehingga kompetensi-kompetensi lanjutan akan dikuasai dengan baik. Beberapa tahun terakhir banyak pendidikan keperawatan di Indonesia telah melakukan upaya pengembangan kurikulum dan inovasi proses pembelajaran. Tentu hal ini dilakukan dengan harapan tercipta lingkungan pembelajaran yang kreatif, humanis dan menyediakan akases yang seluas-luasnya terhadap sumber belajar agar mahasiswa lebih termotivasi, aktif, mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Kemampuan SDL akan membuat mahasiswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, sehingga mampu beradaptasi dengan
7 110 perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan yang berkembang begitu pesat. Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan SDL diharapkan dapat mendorong pencapaian standar komptensi perawat terutama standar 3 pengembangan profesional yaitu bertanggung jawab untuk belajar seumur hidup, pengembangan profesional dan mempertahankan kompetensi yang dimilikinya. Namun, sampai saat ini belum ada yang mengamati kemampuan SDL mahasiswa keperawatan di pendidikan klinik dan melihat hubungan antara kemampuan SDL dan pencapaian hasil belajar pada program pendidikan klinik. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan penelitian untuk mengamati hubungan antara kedua variabel tersebut pada mahasiswa keperawatan yang sedang mengikuti pendidikan klinik di PSIK FK UGM. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah Apakah ada hubungan antara kemampuan SDL dan pencapaian hasil belajar mahasiswa pada saat mengikuti praktik klinik keperawatan yang ditunjukkan dengan nilai ujian akhir stase?. Tujuan penelitian ini yaitu; (1) Mengetahui kemampuan SDL mahasiswa pada saat mengikuti pendidikan klinik setelah terlibat dalam kurikulum PBL, (2) Mengetahui hubungan antara kemampuan SDL dan pencapaian hasil belajar mahasiswa pada saat mengikuti praktik klinik keperawatan yang ditunjukkan dengan nilai ujian akhir stase, (3) Menganalisis hubungan antara kemampuan SDL dan pencapaian hasil belajar mahasiswa yang dimoderasi oleh pengalaman belajar mandiri dan aktif pada saat di SMA dan pencapaian hasil belajar praklinik (IPK) pada saat
8 111 mengikuti praktik klinik keperawatan, (4) Menjelaskan lebih lanjut gambaran SDL dalam proses belajar mahasiswa keperawatan PSIK FK UGM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengamati hubungan antara variabel kemampuan SDL dengan variabel hasil belajar yang dimoderasi oleh pengalaman belajar mandiri dan aktif, dan pencapaian hasil belajar praklinik (IPK) serta mengeksplorasi lebih lanjut proses SDL pada mahasiswa keperawatan. Pada penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian dengan pendekatan cross sectional (potong lintang) dan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenografi yang bertujuan untuk memperoleh pandangan partisipan mengenai proses SDL dan memahami esensi pengalaman mereka terkait dengan isu SDL tersebut sesuai dengan pandangan dan keyakinan yang dialami oleh partisipan. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner kuesioner SDLRS dari Fisher et al. (2001). Data yang terkumpul dalam penelitian ini berasal dari 60 mahasiswa keperawatan PSIK FK UGM yang sedang mengikuti pendidikan klinik pada bulan September Februari Kuesioner yang terkumpul dan dianalisis berjumlah 60 kuesioner. Pengumpulan data kualitatif menggunakan indepth interview, yaitu wawancara mendalam terhadap beberapa partisipan yang dipilih berdasarkan hasil interpretasi data kuantitatif dan mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Proses wawancara mendalam diikuti oleh 8 orang mahasiswa dengan 3 kriteria berbeda, yaitu mahasiswa yang memiliki skor SDL tinggi dan nilai ujian akhir stase tinggi, mahasiswa yang memiliki skor SDL tinggi
9 112 nilai ujian akhir stase sedang dan mahasiswa yang memiliki skor SDL rendah dan nilai ujian akhir stase tinggi. Analisis hubungan antara variabel dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson dan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini memiliki kemampuan SDL yang tinggi. Hasil uji korelasi variabel independen dan variabel dependen menunjukkan bahwa kemampuan SDL mahasiswa memiliki hubungan yang positif dengan pencapaian hasil belajar mahasiswa di klinik, hal ini dapat dimaknai bahwa setiap kenaikan skor SDL akan diikuti pula kenaikan skor pencapaian hasil belajar mahasiswa di klinik. kekuatan hubungan kedua variabel tersebut lemah dengan koefisien korelasi r = 0,373. Sejalan dengan hasil uji korelasi antara variabel prediktor dan variabel kriterion diatas, analisis bersama antara variabel independen, variabel moderator dan variabel dependen dalam uji regresi linier menujukkan hubungan yang posistif antara kemampuan SDL dan pencapaian hasil belajar di klinik yang dimoderasi pengalaman belajar mandiri dan aktif di SMA dan pencapaian hasil belajar praklinik (IPK). Dari analisis regresi tersebut diperoleh koefisien determinsi R Square = 0,250, hal ini dapat dimaknai bahwa 25 % pencapaian hasil belajar di klinik dapat dijelaskan oleh peran variabel-variabel dalam penelitian ini. Selain itu, hasil analisis regresi juga menunjukkan bahawa variabel pengalaman belajar mandiri dan aktif di SMA dan pencapaian hasil belajar praklinik (IPK) dapat memoderasi hubungan SDL dan pencapaian hasil belajar di klinik.
10 113 Mahasiswa yang memiliki skor SDL tinggi mampu melakukan semua proses SDL yang digambarkan oleh Knowles (1975), yaitu mampu menetapkan kebutuhan dan tujuan belajar secara mandiri, mampu mengidentifikasi sumber belajar secara mandiri, mampu memilih dan menerapkan strategi belajar yang sesuai secara mandiri dan mampu mengevaluasi hasil belajar secara mandiri. Mahasiswa sudah menginternalisasi nilai-nilai SDL. Mahasiswa memiliki manajemen diri yang baik dalam belajar, memiliki keinginan yang kuat untuk belajar, memiliki kontrol diri yang baik dalam belajar dan didorong oleh motivasi internal yang dominan dalam belajar. Mahasiswa yang memiliki skor SDL rendah hanya mampu melakukan sebagian proses yang dikemukakan oleh Knowles (1975), yaitu mahasiswa mampu mengidentifikasi sumber belajar secara mandiri dan mampu memilih dan menerapkan strategi belajar yang tepat secara mandiri. Mahasiswa belum menginternalisasi nilai-nilai SDL. Mahasiswa kurang memiliki keinginan yang kuat untuk belajar, orientasi belajar mahasiswa fokus untuk lulus pada tahap ujian dan didorong oleh motivasi eksternal.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemampuan Self-Directed Learning (SDL) merupakan salah satu karakteristik yang ada pada pembelajar orang dewasa. SDL digambarkan oleh Knowles (1975, disitasi
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kurikulum dan ilmu pendidikan (Anonim, 2014).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dokter merupakan pendidikan akademik profesional yang diselenggarakan di tingkat universitas. Pendidikan ini berbeda dengan pendidikan tinggi lainnya karena
BAB II LANDASAN TEORI
digilib.uns.ac.id BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Motivasi Akademik a. Definisi Motivasi berasal dari kata Latin movere diartikan sebagai dorongan atau menggerakkan (Hasibuan, 2006). Sedangkan
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Pergeseran paradigma pendidikan kedokteran di Indonesia dari pembelajaran berpusat pada pendidik (teacher centered learning/tcl) kearah pembelajaran berpusat pada
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan kedokteran diharapkan dapat berperan serta dalam Sistem
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan globalisasi, lulusan pendidikan kedokteran diharapkan dapat berperan serta dalam Sistem Kesehatan Nasional dan mengikuti
I. PENDAHULUAN. kedokteran dasar di Indonesia. Dari sistem konvensional berupa teacher
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan paradigma pendidikan kedokteran, menyebabkan perlu diadakan perubahan pada kurikulum pendidikan dokter khususnya kedokteran dasar di Indonesia. Dari sistem konvensional
BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan penilaian pada aspek pengetahuan (Khalidatunnur dkk, 2008).
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Multiple Choice Question (MCQ) merupakan bentuk ujian pada mahasiswa kedokteran untuk menilai hasil belajar yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jadi, yang tinggal dipindahkan ke orang lain dengan istilah transfer of knowledge.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pergeseran pembelajaran adalah pergeseran paradigma, yaitu paradigma dalam cara kita memandang pengetahuan, paradigma belajar dan pembelajaran itu sendiri. Paradigma
BAB V PEMBAHASAN. jenis kelamin sama, yaitu jumlah responden mahasiswa perempuan lebih
digilib.uns.ac.id BAB V PEMBAHASAN A. Analisis Hasil Penelitian Pada tabel 4.1 terlihat bahwa karakteristik dari setiap angkatan menurut jenis kelamin sama, yaitu jumlah responden mahasiswa perempuan lebih
TINJAUAN PUSTAKA. mahasiswa dapat berbagi ide dengan kelompoknya, mengidentifikasi isuisu
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Problem Based Learning (PBL) Problem based learning (PBL) adalah cara belajar dengan kelompok kecil yang distimulasi oleh skenario atau masalah. Dari masalah tersebut mahasiswa
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Self Directed Learning Self-directed learning didefinisikan oleh Hiemstra (1994) sebagai kemampuan mengubah pembelajaran yang merupakan pengetahuan dan ilmu belajar dari satu
BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang. Pada beberapa tahun terakhir ini terjadi inovasi. di dalam sistem pendidikan kedokteran di Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Pada beberapa tahun terakhir ini terjadi inovasi di dalam sistem pendidikan kedokteran di Indonesia, yang sebelumnya pembelajaran berbasis pengajar (teacher-centered
BAB 1 PENDAHULUAN. Problem based learning (PBL) adalah metode belajar mengajar aktif yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Problem based learning (PBL) adalah metode belajar mengajar aktif yang telah digunakan oleh pendidik selama lebih dari 50 tahun. Pembelajaran berbasis masalah ini
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS, 2013) melaporkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS, 2013) melaporkan bahwa terdapat negara dengan beban Human Immunodeficiency Virus (HIV) tertinggi dan kasus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lia Liana Iskandar, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha sadar, terencana untuk mewujudkan proses belajar dan hasil belajar yang optimal sesuai dengan karekteristik peserta didik. Dalam proses pendidikan,
BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Karakteristik Responden
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian Kuantitatif 1. Karakteristik Responden Pengumpulan data kuantitatif pada penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner SRSSDL menggunakan kuesioner
HUBUNGAN PRIOR KNOWLEDGE TERHADAP KEEFEKTIFAN KELOMPOK PADA METODE BELAJAR PROBLEM BASED LEARNING DI PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN STIK IMMANUEL
HUBUNGAN PRIOR KNOWLEDGE TERHADAP KEEFEKTIFAN KELOMPOK PADA METODE BELAJAR PROBLEM BASED LEARNING DI PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN STIK IMMANUEL Imelda Martina GS STIK Immanuel Abstrak Keefektifan kelompok
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan yang telah diuraikan pada Bab IV, maka pada bab V ini dapat penulis kemukakan beberapa kesimpulan dari penelitian
PENGARUH MINAT PROFESI GURU TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN ANGKATAN 2010
PENGARUH MINAT PROFESI GURU TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN ANGKATAN 2010 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pembelajaran IPE berbasis komunitas memberikan dampak positif dengan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.I Kesimpulan 1. Pembelajaran IPE berbasis komunitas memberikan dampak positif dengan adanya peningkatan kemampuan kolaboratif (komunikasi, kolaborasi, peran dan tanggung jawab,
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 83 yaitu mahasiswa
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Sampel Penelitian Pada penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 83 yaitu mahasiswa Psikologi Bina Nusantara angkatan 2015. Setelah peneliti melakukan penyebaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya pembangunan nasional dalam tujuan mencapai kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap warga
BAB I PENDAHULUAN. tinggi diharapkan proses pemahaman akan menjadi lebih berkembang dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tuntutan era globalisasi membuat setiap orang harus mampu untuk bersaing sesuai kompetensi yang dimiliki. Upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) tertuju pada
BAB I PENDAHULUAN. manajemen waktu dapat dilakukan dengan metode Problem Based. pendekatan SCL adalah metode pembelajaran dengan Problem Based
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Student center learning (SCL) atau pembelajaran yang berfokus pada peserta didik merupakan model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses
HUBUNGAN KUALITAS MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING
HUBUNGAN KUALITAS MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING DENGAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN II MAHASISWA DIV BIDAN PENDIDIK REGULER SEMESTER III DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif non-eksperimental
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif non-eksperimental yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional dengan cara pendekatan,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Situasi pembelajaran merupakan pertimbangan utama sekolah kedokteran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Situasi pembelajaran merupakan pertimbangan utama sekolah kedokteran untuk melakukan pembaharuan dan memajukan kualitas sebagai institusi pendidikan dengan memberikan
DAFTAR ISI. Halaman DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... I. PENDAHULUAN... 1 II. TINJAUAN PUSTAKA... 10
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... x xi I. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 8 1.3. Tujuan Penelitian... 8 1.4. Kegunaan Penelitian...
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukan bahwa faktor-faktor kinerja
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukan bahwa faktor-faktor kinerja pengawas sekolah, kinerja kepemimpinan kepala sekolah, kinerja professional
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keperawatan sebagai profesi dikembangkan sesuai dengan kemajuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keperawatan sebagai profesi dikembangkan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan memperhatikan tuntutan kebutuhan masyarakat akan pelayanan
BAB IV METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data
25 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Cara memperoleh data primer dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan
P e n g a n t a r SELF-DIRECTED LEARNING. Self-directed learning: batasan. Self-directed learning (1)
P e n g a n t a r SELF-DIRECTED LEARNING Harsono Bagian Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Belajar: Melibatkan ketrampilan dan perilaku Bukan sekedar menerima informasi dari
HUBUNGAN ANTARA MINAT DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PRAKTIK DILABORATORIUM KETERAMPILAN KEPERAWATAN
HUBUNGAN ANTARA MINAT DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PRAKTIK DILABORATORIUM KETERAMPILAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Metode pendidikan di perguruan tinggi mulai mengalami pergeseran dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Metode pendidikan di perguruan tinggi mulai mengalami pergeseran dari TCL (Teacher Centered Learning) ke SCL (Student Centered Learning) dikarenakan a) persaingan yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Subyek dalam penelitian ada 347 orang siswa kelas XI yang terdiri dari
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Subyek Penelitian SMA N 3 Salatiga terletak di jalan di Jl. Kartini No 34 kecamatan Sidorejo Salatiga 50711 Jawa tengah. SMA N 3 Salatiga didirikan
Pengaruh Kreativitas dan Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Jawa Pada Siswa Kelas VII di MTs Roudlotush Sholihin Jemur Kebumen Tahun 2015/2016
Pengaruh Kreativitas dan Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Jawa Pada Siswa Kelas VII di MTs Roudlotush Sholihin Jemur Kebumen Tahun 2015/2016 Oleh: Ahmar Rahardani Program Studi Pendidikan Bahasa
Oleh: RAYMOND BERNARDUS
Persepsi Mahasiswa FK USU terhadap Kesiapan Menghadapi Self Directed Learning dengan Menggunakan Guglielmino s SDLR Scale dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya Oleh: RAYMOND BERNARDUS 100100090 FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Belajar didefinisikan sebagai proses perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalaman, dan belajar juga didefinisikan sebagai perubahan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. A. Kesimpulan. 1. Nilai mahasiswa yang mengikuti PAL lebih tinggi dari yang tidak mengikuti
70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Nilai mahasiswa yang mengikuti PAL lebih tinggi dari yang tidak mengikuti PAL. 2. Mahasiswa yang mengikuti PAL mempunyai persepsi yang baik tentang PAL. 3.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Keseluruhan dari paparan penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara media luar ruang D&I skin centre terhadap Brand Awareness, diantaranya dapat dijelaskan
HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN UMS SKRIPSI
HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN UMS SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana
AJENG FIKA FATMA CANDRA WATI K
JURNAL SKRIPSI HUBUNGAN PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Oleh:
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai gambaran umum subjek, hasil
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai gambaran umum subjek, hasil pengolahan data, dan pembahasan hasil penelitian. 4.1 Gambaran Umum Subjek Pengambilan data lapangan berlangsung
HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
HUBUNGAN LINGKUNGAN DENGAN PRESTASI MAHASISWA Menik Sri Daryanti Universitas Aisyiyah Yogyakarta E-mail:[email protected] Abstract: This study aimed to analyze the relationship between the learning
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif Karakteristik Responden Pada bab ini akan membahas semua data yang dikumpulkan dari responden dalam penelitian, sehingga dapat diketahui bagaimana
BAB I PENDAHULUAN. Di Era moderen ini perkembangan profesi keperawatan di Indonesia menuju
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Era moderen ini perkembangan profesi keperawatan di Indonesia menuju keperawatan profesional telah terjadi restrukturisasi yang mendasar tentang keyakinan dan pandangan
BAB I PENDAHULUAN. melalui pendidikan kejuruan. Menurut undang-undang No. 20 Tahun 2003
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil dalam menghadapi era globalisasi secara total pada tahun 2020 menjadi suatu tantangan sekaligus peluang bagi tenaga
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
40 JURNAL KEPERAWATAN NOTOKUSUMO VOL. IV, NO. 1, AGUSTUS 2016 HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN Fika Nur
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Pendidikan keperawatan merupakan suatu proses pembentukan tenaga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pendidikan keperawatan merupakan suatu proses pembentukan tenaga kesehatan yang ahli dalam bidang keperawatan dalam menciptakan tenaga kesehatan yang professional
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF PADA MAHASISWA DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK SEMESTER V DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF PADA MAHASISWA DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK SEMESTER V DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh: Ummy Safinah M 201410104019 PROGRAM
BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan manusia tidak terlepas dari stres, masalahnya adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia pada umumnya pernah mengalami stres. Stres merupakan bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Meskipun demikian stres bukan sesuatu hal yang buruk dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Self Directed Learning. Menurut Gibbons (2002; ) self-directed learning adalah usaha yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Self Directed Learning 1. Pengertian Self Directed Learning Menurut Gibbons (2002;134-138) self-directed learning adalah usaha yang dilakukan seorang siswa untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran sekolah lebih
BAB III METODE PENELITIAN. yang mempengaruhi dan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi. Variabel
69 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan prosedur penelitian deskriptif inferensial dengan membedakan variabel ke dalam variabel bebas yaitu variabel
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Akuntansi merupakan salah satu jurusan di fakultas ekonomi yang banyak diminati oleh mahasiswa saat ini. Pendidikan akuntansi harus menghasilkan akuntan yang profesional sejalan dengan perkembangan
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... ix x xi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar
BAB III METODE PENELITIAN. kausal. Sugiyono (2010, hal.13) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis, Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini dapat digolongkan penelitian kuantitatif asosiatif kausal. Sugiyono (2010, hal.13) mengatakan
BAB 1 PENDAHULUAN. keperawatan. Perubahan ini tidak serta-merta diterima oleh masyarakat.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Profesi keperawatan di Indonesia mengalami perkembangan yang demikian pesat. Perkembangan ini memberi dampak berupa perubahan sifat pelayanan keperawatan dari
I. PENDAHULUAN. adaptasi yang juga berbeda pada setiap individu baik secara biologis, psikologis dan sosial (Ntoumanis, Edmunds & Duda, 2009).
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Stres disebabkan oleh transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan respon yang berbeda terhadap stres sehingga menghasilkan adaptasi yang juga berbeda
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 07 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 07 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berbahaya, salah satunya medical error atau kesalahnan medis. Di satu sisi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini yang paling dibutuhkan dalam dunia kesehatan adalah kerja sama tim antar sesama profesi kesehatan. Keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan bergantung
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Arti penting manajemen pengetahuan telah disadari oleh organisasi sebagai sumber daya utama dalam bersaing. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pergeseran orientasi
BAB I PENDAHULUAN. didik. Belajar tidak hanya menerima informasi dari orang lain. Belajar yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar melibatkan keterampilan dan perilaku baru bagi peserta didik. Belajar tidak hanya menerima informasi dari orang lain. Belajar yang sesungguhnya
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran yang efektif harus didasarkan pada pemahaman tentang bagaimana mahasiswa belajar. Perkembangan teori belajar dari perspektif konstruktivisme menyebutkan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
79 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan V.1.1. Terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) antara penilaian performa komunikasi mahasiswa dan pembimbing klinik. V.1.2. Hal-hal yang mempengaruhi perbedaan
PENGARUH TINGKAT PENDIDKAN ORANG TUA DAN GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP N 3 WADASLINTANG WONOSOBO
PENGARUH TINGKAT PENDIDKAN ORANG TUA DAN GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP N 3 WADASLINTANG WONOSOBO Yuliana Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo [email protected]
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
131 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Keterampilan sosial dalam pembelajaran IPS aspek perilaku yang berhubungan
PENGARUH IKLAN TELEVISI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK MEREK WARDAH (Studi Kasus Pada Mahasiswi Universitas Gunadarma Kalimalang).
Nama PENGARUH IKLAN TELEVISI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK MEREK WARDAH (Studi Kasus Pada Mahasiswi Universitas Gunadarma Kalimalang). : Dwi Kartika Sari NPM : 18211665 Dosen Pembimbing : Dr. Izzati
IBI-AIPKIND Jogyakarta, 25 Juli 2010
IBI-AIPKIND Jogyakarta, 25 Juli 2010 BAB I PENDAHULUAN BAB II PENYELENGGARAAN PENDD.KEB. BAB III JALUR DAN JENJANG PENDIDIKAN BAB IV SNPK BAB V KETENTUAN PERALIHAN BAB VI PENUTUP Salah satu kunci utama
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Akademi Keperawatan Karangnyar 17
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Akademi Keperawatan Karangnyar 17 Karanganyar pada bulan Juni - Agustus 2015. B. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. representasi mental atau hubungan sebagai hasil dari pengalaman. Belajar dibagi
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Belajar merupakan sebuah perubahan jangka panjang dalam representasi mental atau hubungan sebagai hasil dari pengalaman. Belajar dibagi menjadi 3 domain, yaitu: kognitif,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit merupakan kinerja tim multidisiplin
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit merupakan kinerja tim multidisiplin termasuk di dalamnya ialah tim keperawatan. Keperawatan merupakan ujung tombak pelayanan
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi
107 BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1 Kesimpulan. Berdasarkan kajian dan hasil analisa data pada penelitian yang berjudul Pengaruh Motivasi Berprestasi Dan Prestasi Belajar Terhadap Kesiapan Berwirausaha
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap critical thinking mahasiswa prodi Farmasi FKIK UMY. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2016.
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional atau potong lintang. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Komunikasi merupakan hal yang mendasar dalam keperawatan, bahkan efektivitas pelayanan pasien dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi yang dibangun perawat selama
JURNAL TUGAS AKHIR SKRIPSI
JURNAL TUGAS AKHIR SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR PEMASANGAN DASAR INSTALASI LISTRIK SISWA KELAS X TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK SMK NEGERI 1 SEDAYU Diajukan kepada Fakultas
GAMBARAN KESIAPAN SELF DIRECTED LEARNING PADA MAHASISWA TAHAP PENDIDIKAN KLINIK UIN SYARIF HIDAYATULLAH DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
GAMBARAN KESIAPAN SELF DIRECTED LEARNING PADA MAHASISWA TAHAP PENDIDIKAN KLINIK UIN SYARIF HIDAYATULLAH DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN Laporan Penelitian ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk
