MENGINSTAL DAN MENGKONFIGURASI STATIC ROUTING PADA ROUTER TIK.JK
|
|
|
- Leony Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MENGINSTAL DAN MENGKONFIGURASI STATIC ROUTING PADA ROUTER BUKU INFORMASI DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan
2 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 BAB I... 4 PENGANTAR Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi Penjelasan Modul Desain Modul Isi Modul Pelaksanaan Modul Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) Pengertian-pengertian Istilah... 6 BAB II... 8 STANDAR KOMPETENSI Peta Paket Pelatihan Pengertian Unit Standar Kompetensi Unit Kompetensi yang Dipelajari Judul Unit Kode Unit Kompetensi Deskripsi Unit Elemen Kompetensi Batasan Variabel Panduan Penilaian Kompetensi Kunci BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN Strategi Pelatihan Metode Pelatihan BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI MENGINSTAL DAN MENGKONFIGURASI STATIC ROUTING PADA ROUTER.. 14 Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 2 dari 43
3 4.1 Tujuan Instruksional Umum Tujuan Instruksional Khusus Uraian Singkat Tentang Menginstal dan Mengkonfigurasi Static Routing pada Router Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi Menyiapkan Router Mengkonfigurasi Router Menguji Router BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI Sumber Daya Manusia Literatur Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan DAFTAR PUSTAKA Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 3 dari 43
4 BAB I PENGANTAR 1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi? Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja. Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja? Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui. 1.2 Penjelasan Modul Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan. Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih Desain Modul Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri : Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 4 dari 43
5 Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumbersumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih Isi Modul Buku Informasi Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan. Buku Kerja Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri. Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi : Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi. Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan. Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja. Buku Penilaian Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi : Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan. Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan. Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan. Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja. Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik. Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan Pelaksanaan Modul Pada pelatihan klasikal, pelatih akan : Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan. Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 5 dari 43
6 Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan. Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja. Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan : Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan. Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja. Memberikan jawaban pada Buku Kerja. Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja. Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih. 1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)? Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali. Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah : a. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau b. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau c. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama 1.4 Pengertian-pengertian Istilah Profesi Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan. Standardisasi Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 6 dari 43
7 Penilaian / Uji Kompetensi Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan. Pelatihan Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari. Kompetensi Kerja Kompetensi Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja. Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sertifikasi Kompetensi Kerja Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus. Sertifikat Kompetensi Kerja Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 7 dari 43
8 BAB II STANDAR KOMPETENSI 2.1 Peta Paket Pelatihan Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan : a. Menginstal Dan Mengkonfigurasi Static Routing Pada Router. Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut. 2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan : a. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi. b. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi. c. Kondisi dimana kompetensi dicapai. Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini? Unit ini memberikan informasi yang diperlukan untuk Menginstal Dan Mengkonfigurasi Static Routing Pada Router. Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan? Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tiga sampai tujuh hari. Pelatihan ini dijutukan bagi semua user terutama yang tugasnya berkaitan dengan programming, seperti operator, programmer, staff support, dan staff admin. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 8 dari 43
9 Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi? Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali. 2.3 Unit Kompetensi yang Dipelajari Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat : mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan. memeriksa kemajuan peserta pelatihan. menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian Judul Unit Judul Unit : Menginstal Dan Mengkonfigurasi Static Routing Pada Router Kode Unit Kompetensi Kode Unit : Deskripsi Unit Unit kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan untuk memasang dan mengkonfigurasi routing secara statik pada suatu router. Routing statik adalah proses mendefinisikan jalur secara tetap yang harus dilalui oleh suatu paket informasi yang melewati suatu router Elemen Kompetensi ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 01 Menyiapkan Router 1.1 Konfigurasi router diidenfitikasi dan disiapkan. 1.2 Antarmuka dari router dikonfigurasi. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 9 dari 43
10 ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1.3 Konfigurasi administrasi ditetapkan. 02 Mengkonfigurasi Router 2.1 Hubungan antar router diidentifikasi dan dikonfigurasi. 2.2 Perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router dijalankan di setiap router. 2.3 Default routing untuk router ditetapkan. 03 Menguji Router 3.1 Koneksi pada router diuji melalui terminal yang terhubung pada jaringan. 3.2 Verifikasi router dilakukan. 3.3 Hasil pengujian dilaporkan Batasan Variabel 1. Unit ini berlaku untuk sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. 2. Unit ini terbatas pada : 2.1 Sistem router, dan peralatan pendukung yang dibutuhkan. 2.2 Sistem jaringan komputer. 2.3 Buku Manual atau petunjuk pengoperasian router Panduan Penilaian 1. Pengetahuan dan Ketrampilan Penunjang Untuk mendemonstrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini : 1.1 Pengetahuan Dasar Sistem Jaringan Komputer Sistem Operasi Jaringan Arsitektur Jaringan dan Protokol Jeringan 1.2 Keterampilan Dasar Tidak ada. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 10 dari 43
11 2. Konteks Penilaian Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 3. Aspek Penting Penilaian 3.1 Kemampuan untuk menyiapkan router dan peralatan pemasangan. 3.2 Kemampuan untuk mengkonfigurasi router. 3.3 Kemampuan untuk menguji router terpasang. 4. Kaitan Dengan Unit-Unit Lain 4.1 Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan: Mengoperasikan sistem komputer jaringan Mengoperasikan komponen berbagi pakai (share). 4.2 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan prakejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut Kompetensi Kunci NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2 2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 1 3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1 6 Memecahkan masalah 2 7 Menggunakan teknologi 2 Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 11 dari 43
12 BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN 3.1 Strategi Pelatihan Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang diajarkan di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Persiapan/perencanaan a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda. b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca. c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda. Permulaan dari proses pembelajaran a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar. b. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda. Pengamatan terhadap tugas praktik a. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya. b. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan. Implementasi a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman. b. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik. c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh. Penilaian Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 12 dari 43
13 3.2 Metode Pelatihan Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan. Belajar secara mandiri Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar. Belajar Berkelompok Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja. Belajar terstruktur Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topic tertentu. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 13 dari 43
14 BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI MENGINSTAL DAN MENGKONFIGURASI STATIC ROUTING PADA ROUTER 4.1 Tujuan Instruksional Umum Siswa mampu melakukan instalasi router secara hardware. Siswa mampu melakukan pengecekan terhadap hardware apakah telah berjalan dengan baik dan normal. Siswa dapat mengetahui komponen-komponen yang diperlukan untuk mengkonfigurasi static routing. 4.2 Tujuan Instruksional Khusus Siswa dapat mengerti apa itu router. Siswa dapat mengerti apa itu static routing dan kegunaannya. Siswa dapat mengerti komponen-komponen komputer dan hardware yang akan digunakan selama konfigurasi berlangsung. Siswa dapat memahami perintah-perintah konfigurasi yang dijalankan pada awal instalasi dan konfigurasi awal pada hardware router. Siswa mampu menjalankan router dengan baik dan normal. Siswa mampu mengganti bagian administrasi, username dan password. Siswa mampu melakukan konfigurasi antar network dengan menggunakan static routing dan dapat berjalan dengan baik dan benar. Siswa mampu melakukan instalasi ulang dan konfigurasi ulang apabila terjadi masalah dan troubleshooting. Siswa mampu melakukan pengujian hasil instalasi dan konfigurasi pada network dengan cara ping kepada pc/komputer yang akan dituju dengan benar. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 14 dari 43
15 4.3 Uraian Singkat Tentang Menginstal dan Mengkonfigurasi Static Routing pada Router Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paketpaket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Router menghubungkan network-network tersebut pada network layer dari model OSI, sehingga secara teknis Router adalah Layer 3 Gateway. 1 Router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router), atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router. 4.4 Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu : 1. Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paketpaket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. 2. Network Interface adalah sebuah Interface yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah host ke network. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 15 dari 43
16 4.5 Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi Menyiapkan Router 1) Pengetahuan Kerja Gambar 1 Ilustrasi Jaringan Internet yang terdiri kumpulan router yang saling terhubung (Elemen Kompetensi 1) Untuk melewatkan paket atau me-routing-kan paket sebuah router harus mengetahui : 1. Alamat hos tujuan paket 2. Informasi topologi jaringan dari router lainnya 3. Jalur yang mungkin dilalui oleh paket 4. Jalur terbaik untuk menuju ke alamat tujuan 5. Memelihara dan melakukan pengecekan terhadap informasi routing Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paketpaket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Router menghubungkan network-network tersebut pada network layer dari model OSI, sehingga secara teknis Router adalah Layer 3 Gateway. 1 Router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router), atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router. Dalam tulisan ini, akan dibahas dengan menggunakan Cisco Router, yaitu sebuah dedicated router yang dibuat oleh Vendor bernama Cisco ( Oleh karena itu, setiap kata Router dalam tulisan Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 16 dari 43
17 berikutnya akan diartikan sebagai Cisco Router dan akan dilakukan pembahasan sesuai dengan router yang telah disebutkan. Network Interface Network Interface adalah sebuah Interface yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah host ke network. Network Interface adalah perangkat keras yang bekerja pada layer 1 dari Model OSI. Network Interface dibutuhkan oleh Router untuk menghubungkan Router dengan sebuah LAN atau WAN. Karena Router bertugas menyambungkan network-network, sebuah router harus mempunyai minimal 2 network interface. Dengan konfigurasi minimal ini, router tersebut bisa menghubungkan 2 network, karena masing-masing network membutuhkan satu network interface yang terhubung ke Router. 2) Ketrampilan Kerja Konfigurasi router diidentifikasi dan disiapkan Router tidak mempunyai layar monitor untuk berinteraksi dengan network administrator, oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah PC untuk men-setup sebuah router. PC tersebut harus disambungkan ke router tersebut dengan salah satu dari cara berikut: melalui console port melalui Network Men-konfigurasi Router melalui Port Console Console port adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router tersebut pada dunia luar. Sebuah kabel Roll Over dibutuhkan untuk menghubungkan serial interface pada PC dan Console port pada router tersebut. Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC. 2 Men-konfigurasi Router melalui Network Dengan cara ini, Router dapat dikonfigurasi dengan PC yang terhubung dengan Router melalui network. Cara ini hanya bisa digunakan untuk melihat konfigurasi dan memodifikasi konfigurasi pada router. Mengapa? Karena sebuah router hanya akan terhubung ke network jika Network Interface-nya sudah terkonfigurasi dengan benar. Di sisi lain, cara ini juga mempunyai kelebihan. Dengan cara ini, network administrator lebih leluasa menempatkan Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 17 dari 43
18 PC-nya untuk memodifikasi konfigurasi router. Network administrator bisa menempatkan PC-nya di mana saja, asalkan PC tersebut bisa terhubung ke Router melalui jaringan. Dengan cara ini, Network administrator membutuhkan applikasi telnet untuk mengkonfigurasi Router tersebut. Berikut adalah langkah-langkah menggunakan telnet pada PC dengan Sistem Operasi Windows: Jalankan command prompt (atau MS DOS prompt pada Windows 9x) Ketik perintah berikut pada command prompt: C:\> telnet IP-address-Router Contoh: C:\> telnet Antarmuka dari router dikonfigurasi Konfigurasi Router disimpan pada sebuah memory spesial pada router yang disebut nonvolatile random-access memory (NVRAM). Jika tidak ada konfigurasi yang tersimpan pada NVRAM, maka system operasi pada Router akan menjalankan sebuah routine yang akan memberikan pertanyaanpertanyaan yang jawabannya akan digunakan untuk mengkonfigurasi router tersebut. Routine ini dalam kosakata Windows dikenal dengan nama Wizard. Namun pada Router Cisco, routine ini disebut dengan nama system configuration dialog atau setup dialog. Setup Dialog ini hanya dirancang untuk membuat konfigurasi minimal, karena tujuan utama dari mode setup ini hanyalah untuk membuat konfigurasi secara cepat dan mudah. Untuk konfigurasi yang kompleks, network administrator harus melakukannya secara manual. Setup Dialog bisa juga dipanggil walaupun NVRAM sudah berisi konfigurasi. Konfigurasi administrasi ditetapkan Administrator cukup mengetik command setup pada CLI (Command Line Interface) dan Setup Dialog akan dieksekusi.berikut adalah contoh pemanggilan Setup Dialog dari CLI. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 18 dari 43
19 Tingkat akses perintah Untuk tujuan keamaan, perintah-perintah yang bisa dijalankan dari CLI dibagi menjadi 2 tingkat akses, yaitu: User Mode Privileged Mode User Mode ditujukan untuk melihat status router. Perintah-perintah yang diizinkan pada mode ini tidak bisa mengubah konfigurasi router, sehingga mode ini lebih aman ketika seorang network administrator hanya ingin melihat status router dan tidak ingin mengubah konfigurasi. Privileged Mode mempunyai tingkat akses yang lebih tinggi. Dengan mode ini, network administrator bisa mengubah konfigurasi router. Oleh karena itu, mode ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati sekali untuk menghindari perubahan yang tidak diinginkan pada router tersebut. Saat log on ke router pertama kali, anda akan masuk pada user mode, dengan prompt berupa tanda (>). Untuk berpindah dari user mode ke privileged mode, anda harus mengeksekusi perintah enable pada prompt. Prompt akan berubah menjadi tanda (#) ketika anda berada pada Privileged mode. Untuk kembali ke user mode dari privileged mode, anda harus mengeksekusi perintah disable pada command prompt. Contoh : router con0 is now available Press RETURN to get started router > router > enable router # disable router > router > logout Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 19 dari 43
20 Mengamankan Router dengan Password Untuk menyulitkan orang yang tidak berhak mengubah dan mengacau konfigurasi router, maka router tersebut perlu dilindungi dengan kata sandi (password). Password untuk console Jika password diaktifkan pada console, maka user tidak bisa begitu saja mendapatkan akses ke router melalui console tanpa menuliskan password console terlebih dahulu. Untuk melakukan hal ini, diperlukan perintah line console 0 diikuti dengan perintah login dan password dalam konfigurasi router. Contoh : membuat password untuk console Router(config) # line console 0 Router(config-line) # login Router(config-line) # password coba Router(config-line) # exit Router(config) # exit Router(config) # Router yang dikonfigurasi seperti contoh akan meminta password ketika user mencoba mendapatkan akses melalui console. Dan passwordnya adalah coba. Password untuk Virtual Terminal Virtual Terminal ini akan digunakan ketika user ingin mendapatkan akses melalui jaringan dengan applikasi telnet. Password Virtual Terminal ini harus dikonfigurasi sebelum user bisa mendapatkan akses melalui jaringan. Tanpa password, koneksi melalui jaringan akan ditolak oleh router dan router akan memberikan pesan berikut: Password required, but none set Contoh : memperlihatkan bagaimana caranya mengkonfigurasi password pada Virtual Terminal. Router(config) # line vty 0 4 Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 20 dari 43
21 Router(config-line) # password cobain Router(config-line) # exit Router(config) # exit Router(config) # Pada contoh, router akan meminta password ketika diakses lewat jaringan. Dan password untuk virtual terminal tersebut adalah cobain. Angka 0 pada baris line vty 0 4 menunjukkan nomor awal virtual terminal, dan angka 4 menunjukkan nomor terakhir dari virtual terminal. Oleh karena itu, perintah tersebut memperlihatkan bahwa router tersebut mengizinkan 5 koneksi melalui virtual terminal pada waktu yang bersamaan. Password untuk mode priviledge Setelah user menuliskan password dengan benar untuk mendapatkan akses ke router baik melalui jaringan ataupun console, maka user akan memasuki user mode. Jika password untuk mode priviledge dikonfigurasi, maka user juga harus menuliskan password lagi untuk masuk ke mode itu. Perintah yang digunakan untuk memberi password pada mode ini adalah enable password, atau enable secret. Perbedaan antara kedua perintah tersebut adalah bahwa perintah enable secret membuat password-nya terenkrip sedangkan enable password tidak. Kedua perintah tersebut juga bisa dituliskan kedua-duanya dalam mode konfigurasi global, dan keduanya juga bisa mempunyai password yang berbeda. Namun jika keduanya diletakkan pada konfigurasi, maka password pada enable secret yang akan digunakan untuk memasuki privileged mode. Contoh : mengkonfigurasi enable password Router(config) # enable password rahasia Contoh : mengkonfigurasi enable secret Router(config) # enable secret rahasiabanget Dalam konfigurasi router, sebuah perintah bisa dihapus dengan menambahkan perintah no pada mode konfigurasi. Dengan demikian, untuk menghapus password pada contoh dapat dilakukan dengan perintah seperti yang tampak pada contoh berikut Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 21 dari 43
22 Contoh : menghapus password enable secret Router(config) # no enable secret rahasiabanget 3) Sikap Kerja 1. Mengidentifikasi dan menyiapkan konfigurasi router. 2. Mengkonfigurasi antarmuka dari router. 3. Menetapkan konfigurasi administrasi Mengkonfigurasi Router 1) Pengetahuan Kerja Apa itu router? Router adalah salah satu alat atau hardware yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan ke jaringan lainnya (baik LAN dengan LAN maupun LAN dengan WAN) yang tujuannya agar host pada jaringan yang satu bisa berkomunikasi dengan host pada jaringan yang lain.router bekerja dengan cara menggunakan routing table yang disimpan dalam memory-nya untuk membuat keputusan tentang kemana dan bagaimana paket dikirimkan.sedangkan routing table berisi entri dengan IP address interface router dari network yang lain. Mengkonfigurasi Interface Seperti telah dipaparkan pada sebelumnya, tugas router adalah meneruskan paketpaket dari sebuah network ke network yang lainnya. Sebuhungan dengan tugas tersebut, network interface harus dikonfigurasi sesuai dengan karakteristik-nya. Perintah interface pada mode konfigurasi global disediakan untuk mengkonfigurasi interface-interface pada router. Ada berbagai tipe interface yang dikonfigurasi dengan perintah ini antara lain: Ethernet, Token Ring, FDDI, serial, HSSI, loopback, dialer, null, anync, ATM, BRI, dan tunnel. Dalam tulisan ini, hanya Ethernet dan Serial saja yang akan dibahas lebih lanjut. Mengkonfigurasi Ethernet Interface Seperti telah dijelaskan di atas, perintah interface harus dijalankan pada mode konfigurasi global. Untuk memasuki mode konfigurasi global, gunakan perintah configure terminal, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 22 dari 43
23 Format perintah interface untuk memasuki mode konfigurasi interface untuk Ethernet pada router yang hanya mempunyai satu slot adalah: interface ethernet nomer-port Beberapa jenis router memiliki banyak slot, seperti misalnya Cisco 2600,3600 dan Untuk router-router dengan banyak slot, format perintahnya adalah: interface ethernet nomer-slot/nomer-port Setelah memasuki mode konfigurasi interface dengan perintah di atas, barulah Ethernet tersebut dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan. Konfigurasi paling dasar yang dibutuhkan agar Ethernet dapat meneruskan paket-paket adalah IP address dan subnet mask. 3 Format konfigurasinya adalah: ip address IP-address subnet-mask Contoh : konfigurasi interface Ethernet Router# configure terminal Router(config)# interface ethernet 1/0 Router(config-if)# description LAN pada Department IT Router(config-if)# ip address Router(config-if)# exit Router(config)# exit Router# Mengkonfigurasi Serial Interface Serial interface adalah interface yang seringkali digunakan untuk koneksi ke WAN (Wide Area Network). Koneksi serial membutuhkan clocking untuk sinkronisasi. Dan oleh karena itu, hubungan serial ini harus mempunyai 2 sisi, yaitu DCE (data circuitterminating equipment_ dan DTE (data terminal equipment). DCE menyediakan clocking dan DTE akan mengikuti clock yang Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 23 dari 43
24 diberikan oleh DCE. Kabel DCE mempunyai koneksi female (perempuan), sedangkan kabel DTE mempunyai koneksi male (jantan). Pada prakteknya, DCE biasanya disediakan oleh service provider yang biasanya adalah merupakan koneksi ke CSU/DSU. Router sendiri biasanya hanyalah berperan sebagai DTE sehingga router tersebut tidak perlu menyediakan clocking. Walaupun demikian, cisco router juga bisa berperan sebagai DCE yang menyediakan clocking. Fungsi ini biasanya dipakai untuk uji coba router dimana kita bisa menghubungkan 2 buah router back to back sehingga salah satu router harus berfungsi sebagai DCE agar koneksi bisa terjadi. Contoh: contoh konfigurasi interface serial sebagai DTE Router # configure terminal Router(config)# interface serial 0 Router(config-if)# description WAN ke Natuna Router(config-if)# ip address Router(config-if)# bandwith 64 Router(config-if)# exit Router(config)# exit Router# Contoh : konfigurasi interface serial sebagai DCE Router # configure terminal Router(config)# interface serial 0 Router(config-if)# description Lab Cisco sebagai DCE Router(config-if)# ip address Router(config-if)# bandwith 64 Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 24 dari 43
25 Router(config-if)# clock rate Router(config-if)# exit Router(config)# exit Router# Men-disable sebuah interface Kadangkala kita perlu mematikan/mendisable sebuah interface untuk keperluan troubleshooting ataupun administratif. Untuk keperluan tersebut, dapat digunakan perintah shutdown pada interface yang bersangkutan. Dan untuk menghidupkannya kembali, dapat digunakan perintah noshutdown. Contoh : mematikan interface Router(config)# interface serial 0 Router(config-if)# shutdown Router(config-if)# exit Router(config)# Contoh 6.3-2: menghidupkan interface Router(config)# interface serial 0 Router(config-if)# no shutdown Router(config-if)# exit Router(config)# Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 25 dari 43
26 2) Ketrampilan Kerja Hubungan antar router diidentifikasi dan dikonfigurasi Bagaimana meng-konfigurasi Router Cisco? Cara meng-konfigurasinya bisa melalui port console atau bisa juga melalui network. 1. Melalui port console Console port adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router tersebut pada dunia luar. Sebuah kabel Roll Over dibutuhkan untuk menghubungkan serial interface pada PC dan Console port pada router tersebut. Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC. 2. Melalui Network Cara ini bisa dikatakan lebih menguntungkan bagi para Network Administrator jaringan,karena router bisa di remote dari luar asalkan network interface routernya sudah diset untuk keperluan telnet. Tingkat akses perintah pada router : 1. User mode,biasanya ditandai dengan tanda >. pada tingkatan ini user hanya bisa melihat status/konfigurasinya saja tanpa ada hak akses untuk merubah konfigurasi didalamnya. 2. Privileged mode,user akan masuk ke tingkat akses ini setelah mengetikkan ena di tingkat user mode. biasanya ditandai dengan #. jika pada interface ini sudah diberi password maka user harus meng-inputkan password agar bisa masuk dan merubah konfigurasi router. namun untuk memulai konfigurasi baru setelah masuk pada privileged mode ketikkan conf-t. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 26 dari 43
27 Gambar 2 Ilustrasi Routing Router (Elemen Kompetensi 2) Cara me-routing router ada beberapa cara,ada dengan cara static dan ada juga dinamic dan disini akan dibahas hanya dengan menggunakan static routing saja. Static routing dikonfigurasi secara manual. Routing tabelnya diset manual dan disimpan dalam router. Tidak ada informasi sharing diantara sesama router. Hal ini mengakibatkan keterbatasan yang jelas karena ia tidak dapat secara otomatis menentukan route terbaik; ia selalu menggunakan rute yang sama yang kemungkinan bukan rute terbaik. Jika route berubah, static router harus di update secara manual. Karena static router menyediakan control penuh pada routing tabelnya, ia lebih aman dibanding dynamic router. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 27 dari 43
28 Perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router dijalankan di setiap router Secara ilustrasi dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 3 Ilustrasi Static Routing (Elemen Kompetensi 2) Dari gambar diatas menerapkan static routing, dimana jaringan dibawah router A apabila ingin menuju ke jaringan harus melalui router B. Disini router B berfungsi sebagai gateway. Untuk memudahkan administrator yang menangani jaringan yang membutuhkan koneksi ke internet (sedangkan internet sendiri terdiri dari beratus-ratus nomor jaringan) maka biasanya digunakan default gateway. Gambar 4 Ilustrasi Default Gateway (Elemen Kompetensi 2) Dengan mengunakan default gateway maka setiap paket yang mempunyai tujuan ke jaringan akan melalui router B sebagi default gatewaynya. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 28 dari 43
29 Pada kesempatan ini kita coba untuk yang static routing.berikut cara men-setting router seperti gambar di atas: Router1 : Press Enter to Start Router> Router>ena Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname Router1 Router1(config)#int s0 Router1(config-if)#ip addr Router1(config-if)#clock rate 9600 Router(config-if)#no shut %LINK-3-UPDOWN: Interface Serial0, changed state to up Router1(config-if)#ex %LINK-3-UPDOWN: Interface Serial0, changed state to down %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0, changed state to down Router1(config)#int e0 Router1(config-if)#ip addr Router1(config-if)#no shut %LINK-3-UPDOWN: Interface Ethernet0, changed state to up %LINK-3-UPDOWN: Interface Serial0, changed state to up %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0, changed state to up Router1(config-if)#ip route Router1(config)#end Route1r#wr mem Building configuration [OK] Router2: Press Enter to Start Router>ena Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname Router2 Router2(config)#int s0 Router2(config-if)#ip addr Router2(config-if)#no shut Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 29 dari 43
30 %LINK-3-UPDOWN: Interface Serial0, changed state to up Router2(config-if)#ex Router2(config)#int e0 Router2(config-if)#ip addr Router2(config-if)#no shut %LINK-3-UPDOWN: Interface Ethernet0, changed state to up Router2(config-if)#ip route Router2(config)#end Router2#wr mem Building configuration [OK] PC Client01 : ip addr netmask gateway PC Client02 : ip addr netmask gateway Default routing untuk router ditetapkan Default route adalah tipe rute statik khusus. Sebuah default route adalah rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 30 dari 43
31 Default Route Forwarding Gambar 5 Ilustrasi Default Route Forwarding (Elemen Kompetensi 2) Pada gambar di atas, Router B dikonfigurasi untuk meneruskan/forward semua frame ke network tujuan yang tidak terdaftar secara eksplisit dalam routing tabel Router A. Contoh Default Route Router(config)#ip route ip route : Menyatakan rute statik : Rute ke nonexistent subnet (mencakup semua IP) : Special mask mengindikasikan default route : Alamat IP Router A. Membangun Routing Table Static Routing Table Menggunakan perintah : route Berdasarkan konfigurasi network Jika hanya ada satu gateway, dapat memakai default route Static Routing $ netstat -nr $ netstat -nr Routing tables Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 31 dari 43
32 Destination Gateway Flags Interface UH lo U ed0 # route add default add net default: gateway # route add default add net default: gateway $ netstat -nr # route add default add net default: gateway $ netstat -nr Routing tables Destination Gateway Flags Interface UH lo U ed0 Default U ed1 $ netstat -nr $ netstat -nr Routing tables Destination Gateway Flags Interface UH lo U ed0 # route add -net add net : gateway # route add -net add net : gateway # route add -net add net : gateway # route add -net add net : gateway # route add -net add net : gateway # route add default Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 32 dari 43
33 add net default: gateway $ netstat -nr $ netstat -nr Routing tables Destination Gateway Flags Interface UH lo U ed UG ed UG ed0 Default UG ed0 3) Sikap Kerja 1. Mengidentifikasi dan mengkonfigurasi hubungan antar router. 2. Menjalankan perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router di setiap router. 3. Menetapkan default routing untuk router Menguji Router 1) Pengetahuan Kerja Pengujian router akan dilakukan secara teknis dalam hardware dan secara sistematis, setelah tahap konfigurasi berjalan dengan baik dan benar dan dipastikan tahapan connecting hardware telah dijalankan dengan benar. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 33 dari 43
34 2) Ketrampilan Kerja Koneksi pada router diuji melalui terminal yang terhubung pada jaringan Gambar 6 Menghubungkan kabel ke ethernet (Elemen Kompetensi 3) Pada gambar diatas menunjukkan bahwa kabel dari router dihubungkan dengan Ethernet hub dan kemudian apabila benar maka lampu berwarna hijau akan menyala pada router dan Ethernet hub, ini dicek secara hardware dan untuk memastikan pengecekan benar setelah dilakukan konfigurasi pada router seperti perintah diatas maka akan dapat dilakukan ping kepada ip yang telah dikonfigurasi dan apabila berjalan dengan benar maka ip tersebut akan merespon dengan memberikan reply dengan brp bytes yang diterima. Static Routing dapat dilakukan dengan memasukkan baris ip route pada mode konfigurasi global. Adapun format penulisan baris tersebut adalah: ip route network [mask] {alamat interface } dimana: network adalah network tujuan mask adalah subnet mask Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 34 dari 43
35 alamat adalah IP address ke mana network akan dilewatkan interface adalah nama interface yang digunakan untuk melewatkan paket yang ditujukan Gambar 7 Ilustrasi Routing (Elemen Kompetensi 3) Gambar di atas memperlihatkan sebuah LAN yang terhubung ke WAN melalui 2 buah router, yaitu router A dan router B. Agar LAN tersebut bisa dihubungi dari WAN, maka router A perlu diberikan static routing dengan baris perintah seperti berikut: RouterA(config)# ip route Dan agar router B bisa meneruskan paket-paket yang ditujukan ke WAN, maka router B perlu dikonfigurasi dengan static routing berikut: RouterB(config)# ip route Contoh: melihat running-config Router# show running-config Building configuration Current configuration : 4479 bytes!! Last configuration change at 12:23:26 UTC Fri Oct ! version 12.2 Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 35 dari 43
36 service timestamps debug datetime msec localtime show- timezone service timestamps log datetime msec localtime show- timezone service password-encryption! hostname jakarta-lina!. Dan selanjutnya.. Verifikasi router dilakukan 1. Set ip address masing- masing router dengan ip addres eth0 = X/24 dan eth1 10.X.1.1/16. X diisi menurut kelompok anda 2. Set ip address dari PC Workstation dengan nomor ip 10.X.1.2/16. X diisi menurut kelompok anda. 3. Cek routing tabel anda dengan perintah: #route n. Amati dan tulis routing tabel tersebut. 4. Set gateway dari PC Workstation dengan ip addres sesuai dengan ip eth1 dari router anda. 5. Lakukan ping ke eth1 router anda. Pastikan koneksi berhasil. Apabila tidak cek kembali kabel, konfigurasi NIC baik di workstation atau eth1 di router, apabila masih tidak berhasil tanyakan pada instruktur. 6. Apabila berhasil amati dan tulislah pesan icmp yang muncul. 7. Lakukan ping ke eth0 router anda. Pastikan koneksi berhasil. Apabila tidak cek kembali kabel, konfigurasi NIC baik di workstation atau eth1 di router, apabila masih tidak berhasil tanyakan pada instruktur. 8. Apabila berhasil amati dan tulislah pesan icmp yang muncul. 9. Lakukan ping ke server dengan alamat Amati dan tulislah pesan icmp yang muncul. 11. Konfigurasi router anda dengan menjalankan perintah route. Catat cara penggunaannya. 12. Konfigurasi untuk meroutingkan jaringan 10.x.0.0 ke jaringan : # route add net netmask gw 10.X.1.1 metric Edit file /proc/sys/net/ipv4/ipforwad. Pastikan isinya adalah 1. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 36 dari 43
37 14. Pastikan routing tersebut sudah masuk ke dalam routing tabel router. Cek dengan perintah: #route n. Amati dan catat routing tabel yang baru. 15. Lakukan ping ke server dengan alamat Pastikan kali ini berhasil. Bila belum berhasil cek kembali konfigurasi routing pada router. 16. Amati dan tulislah pesan icmp yang muncul. 17. Jalankan perintah : #route flush 18. Amati dan catat routing tabel. 19. Konfigurasi kembali untuk meroutingkan jaringan 10.x.0.0 ke jaringan : # route add default gw 10.X.1.1 metric Amati dan catat routing tabel. Apakah ada perbedaan dengan routing table pada langkah ke 12. Hasil pengujian dilaporkan Sebagai contoh implentasi peralatan pengontrol pada tiga segmen jaringan dengan alamat ip sebagai berikut : Segmen A : /24 Segmen B : /24 Segmen C : /24 Di misalkan dalam masing-masing segmen terdapat server-server, yang mana host yang dapat dijangkau untuk masing masing server berada pada segmen lain. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 37 dari 43
38 Gambar 8 Konfigurasi fisik implementasi pc kontrol (Elemen Kompetensi 3) Untuk mengijinkan host dengan alamat dari segmen A menuju server 1 pada segmen B yang memiliki alamat dan semua alamat pada segmen C yang memiliki alamat jaringan Dengan mengunakan perintah ping dapat diketahui apakah alamat dimasing-masing segmen yang sudah ditentukan bisa dituju atau tidak. Hasil proses pengujian dapat diketahui informasi perintah ping. Contoh : C:\>ping Pinging with 32 bytes of data: Reply from : bytes=32 time=10ms TTL=255 Reply from : bytes=32 time<10ms TTL=255 Reply from : bytes=32 time<10ms TTL=255 Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 38 dari 43
39 Reply from : bytes=32 time<10ms TTL=255 Ping statistics for : Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss), Approximate round trip times in milli-seconds: Minimum = 0ms, Maximum = 10ms, Average = 2ms C:\>ping Pinging with 32 bytes of data: Request timed out. Request timed out. Request timed out. Request timed out. Ping statistics for : Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss), Approximate round trip times in milli-seconds: Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms Dari uji coba yang dilakukan dapat dilihat bahwa statemen-statemen yang sudah ditentukan dengan menambahkan jalur data pada statemenstatemen tertentu dapat digunakan untuk mengatur lalulintas data antar segmen jaringan lokal dengan menggunakan teknologi Ethernet. Semakin spesifik dan tepat dalam menentukan statemen pengaturan akan lebih mengefektifkan jalur lalulintas komunikasi data. PC yang dipergunakan sebagai pusat kendali lalulintas jaringan tidak perlu menggunakan spesifikasi yang mutakhir, namun speed dari kartu jaringan dan kemampuan matherbord Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 39 dari 43
40 menjadi penentu. Teknologi prosesor dan jumlah memori, hanya digunakan sebagai tolak ukur sistem operasi agar berjalan dengan baik, karena pengaturan lalulintas data dalam jaringan hanya sedikit membutuhkan jumlah memori dan tidak akan membebani prosesor secara penuh. 3) Sikap Kerja 1. Menguji koneksi pada router melalui terminal yang terhubung pada jaringan. 2. Melakukan verifikasi router. 3. Melaporkan hasil pengujian. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 40 dari 43
41 BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 5.1 Sumber Daya Manusia Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain: o Pembimbing Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk: a. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar. b. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. c. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda. d. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda. e. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. f. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan. o Penilai Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan: a. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda. b. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda. c. Mencatat pencapaian / perolehan Anda. o Teman kerja/sesama peserta pelatihan Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 41 dari 43
42 5.2 Literatur Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya. Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, videp, dan sebagainya. Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada. Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini 5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan 1. Judul/Nama Pelatihan : Menginstal dan Mengkonfigurasi Static Routing pada Router 2. Kode Program Pelatihan : N O UNIT KOMPETENSI KODE UNIT DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN KETERANGAN 1. Menginstal dan mengkonfigura si static routing pada router TIK.JK Seperangkat komputer. - Router cisco - LAN/network cable - PC dengan sistem operasi Windows Xp Pro/Home/2000/S erver. - Referensi Daftar Pustaka - Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 42 dari 43
43 DAFTAR PUSTAKA Website mydeden.kom.htm mudji.net Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Informasi Versi: Halaman: 43 dari 43
44 MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MENGINSTAL DAN MENGKONFIGURASI STATIC ROUTING PADA ROUTER BUKU KERJA DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan
45 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 BAB I... 3 STANDAR KOMPETENSI Unit Kompetensi Yang Dipelajari Kode dan Judul Unit Deskripsi Unit Elemen Kompetensi Batasan Variabel Panduan Penilaian Kompetensi Kunci... 5 BAB II... 6 TAHAPAN BELAJAR Langkah-langkah / Tahapan Belajar Indikator Kerja... 6 BAB III TUGAS TEORI, UNJUK KERJA DAN SIKAP KERJA Tugas Tertulis Tugas Unjuk Kerja Tugas Sikap Kerja ( Seri A ) Daftar Cek Unjuk Kerja Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 2 dari 27
46 BAB I STANDAR KOMPETENSI 1.1 Unit Kompetensi Yang Dipelajari Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat : a. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan. b. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan. c. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian Kode dan Judul Unit Kode Unit : Judul Unit : Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Deskripsi Unit Unit kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan untuk memasang dan mengkonfigurasi routing secara statik pada suatu router. Routing statik adalah proses mendefinisikan jalur secara tetap yang harus dilalui oleh suatu paket informasi yang melewati suatu router Elemen Kompetensi ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 01 Menyiapkan Router 1.1 Konfigurasi router diidenfitikasi dan disiapkan. 1.2 Antarmuka dari router dikonfigurasi. 1.3 Konfigurasi administrasi ditetapkan. 02 Mengkonfigurasi Router 2.1 Hubungan antar router diidentifikasi dan dikonfigurasi. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 3 dari 27
47 ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 2.2 Perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router dijalankan di setiap router. 2.3 Default routing untuk router ditetapkan. 03 Menguji Router 3.1 Koneksi pada router diuji melalui terminal yang terhubung pada jaringan. 3.2 Verifikasi router dilakukan. 3.3 Hasil pengujian dilaporkan Batasan Variabel 1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi. 2. Unit ini terbatas pada : 2.1 Sistem router, dan peralatan pendukung yang dibutuhkan. 2.2 Sistem jaringan komputer. 2.3 Buku Manual atau petunjuk pengoperasian router Panduan Penilaian 1. Pengetahuan dan Ketrampilan Penunjang Untuk mendemonstrasikan kompetensi, diperlukan keterampilan dan pengetahuan di bidang: 1.1 Pengetahuan Dasar Sistem Jaringan Komputer Sistem Operasi Jaringan Arsitektur Jaringan dan Protokol Jaringan bukti 1.2 Keterampilan Dasar Tidak Ada Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 4 dari 27
48 2. Konteks Penilaian Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 3. Aspek Penting Penilaian Aspek yang harus diperhatikan : 3.1 Kemampuan untuk menyiapkan router dan peralatan pemasangan. 3.2 Kemampuan untuk mengkonfigurasi router. 3.3 Kemampuan untuk menguji router terpasang. 4. Kaitan Dengan Unit-Unit Lain 4.1 Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan: Mengoperasikan sistem komputer jaringan Mengoperasikan komponen berbagi pakai (share). 4.2 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan prakejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut Kompetensi Kunci NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2 2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 1 3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2 5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1 6 Memecahkan masalah 2 7 Menggunakan teknologi 2 Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 5 dari 27
49 BAB II TAHAPAN BELAJAR 2.1 Langkah-langkah / Tahapan Belajar Penyajian materi, pengajaran / pelatihan kerja, peserta pelatihan dan penilai / asesor harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam unit komoetensi dari standar kompetensi kerja nasional Indonesia. Isi perencanaan dari buku kerja ini merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja 2.2 Indikator Kerja Merupakan pernyataan persyaratan tingkat standar kriteria kinerja pelaksanaan tugas pekerjaan ( task ) / unit kompetensi untuk mencapai mencapai kompetensi dari setiap kegiatan atau langkah kerja ( aktivitas ) / elemen kompetensi yang terukur pada masing-masing kriteria unjuk kerja dengan persyaratan yang dibutuhkan ( domain K, S, A ) pada kategori jenis perilaku dan kemampuan internal setiap individu peserta pelatihan kerja, yaitu : a. Pengetahuan / Knowledge ( Kognitif ). 1. Pada umumnya digunakan kata : Dapat. 2. Jenis kategori perilaku : 2.1. Pengetahuan, Pemahaman. - Kemampuan internal : Dapat mengetahui, memahami,...dll. - Tahapan Belajar : Pengetahuan, Pemahaman,...dst Penerapan, Analisa, dst.. b. Keterampilan / Skill ( Psikomotorik ). 1. Pada umumnya digunakan kata : Mampu. 2. Jenis kategori perilaku : Persepsi, Kesiapan, Gerakan terbimbing, Gerakan Biasa, - Kemampuan internal : Mampu menyiapkan, melakukan,... dll. - Tahapan Berlatih : Kesiapan, Gerakan biasa,...dst. - Gerakan Komplek, Penyesuaian Pola Gerakan, dst.. c. Sikap Kerja / Attitude ( Affektif ). 1. Pada umumnya digunakan kata : Harus. 2. Jenis kategori perilaku : Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 6 dari 27
50 2.1. Penerimaan, Partisipasi, Tanggung Jawab, Ketelitian, Kecermatan, dst. - Kemampuan internal : Harus menunjukkan, bertanggung jawab, - Kemampuan safety : Harus Teliti, Cermat, Ramah, Sabar...dll. - Tahapan Berlatih : Sikap, 2.2. Penentuan sikap / Penilaian, dst.. Tabel Indikator Kerja : Tabel indikator kerja, terdiri atas Nomor, KUK, indikator, tahapan belajar dan sumber belajar. Pada Unit Kompetensi, meliputi 3 (tiga) elemen kompetensi dan 9 (sembilan) Kriteria Unjuk Kerja, dapat dilihat pada tabel dibawah ini. N o K U K Indikator Kerja Tahapan Belajar Sumber 01 Menyiapkan Router 1 Konfigurasi router diidenfitikasi dan disiapkan. 1.1 Dapat menginstal piranti lunak aplikasi router. 1.2 Mampu mengidentifikasi konfigurasi router. Tahapan belajar : pemaha man Tahapan berlatih : persepsi Internet Referen si dari daftar pustaka 2 Antarmuka dari router dikonfigurasi. 1.3 Harus bisa menyiapkan konfigurasi router. 2.1 Dapat mengidentifikasi antarmuka dari router. 2.2 Mampu mengkonfigurasi Tahapan sikap : Partisipa si Tahapan belajar : pemaha man Tahapan berlatih SOP (Standar Operasio nal Prosedur) Internet Referen si dari daftar pustaka Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 7 dari 27
51 N o K U K Indikator Kerja Tahapan Belajar Sumber antar muka dari router. : persepsi 2.3 Harus memastikan konfigurasi antarmuka router telah dilakukan dengan baik dan benar. Tahapan sikap : Partisip asi SOP/SP M 3 Konfigurasi administrasi ditetapkan. 3.1 Dapat mengetahui halhal yang harus ditetapkan dalam konfigurasi administrasi. 3.2 Mampu menetapkan konfigurasi administrasi. 3.3 Harus bisa memastikan konfigurasi administrasi telah ditetapkan dengan baik dan benar. Tahapan belajar : pemaha man Tahapan berlatih : persepsi Tahapan sikap : Partisipas i Internet Referen si dari daftar pustaka SOP/SP M 02 Mengkonfigurasi Router 1 Hubungan antar router diidentifikasi dan dikonfigurasi. 1.1Dapat mengidentifikasi hubungan router dengan jaringan. Tahapan belajar : pemaha man Internet 1.2Mampu mengkonfigurasi hubungan antar router. Tahapan berlatih : persepsi Referen si dari daftar pustaka Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 8 dari 27
52 N o K U K Indikator Kerja Tahapan Belajar Sumber 1.3 Harus bisa memastikan konfigurasi hubungan antar router telah dilakukan dengan baik dan benar. Tahapan sikap : Partisipa si SOP (Standar Operasio nal Prosedur) 2 Perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router dijalankan di setiap router. 2.1 Dapat mengetahui perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router. 2.2 Mampu menjalankan perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router di setiap router. 2.3 Harus bisa memastikan perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router di setiap router telah dijalankan dengan baik dan benar. Tahapan belajar : pemaha man Tahapan berlatih : persepsi Tahapa n sikap : Partisipa si Internet Referen si dari daftar pustaka SOP (Standar Operasio nal Prosedur ) 3 Default routing untuk router ditetapkan. 3.1 Dapat mengetahui default routing untuk router. Tahapan belajar : pemaha man Internet 3.2 Mampu menetapkan default routing untuk router. Tahapan berlatih : persepsi Referen si dari daftar pustaka 3.3 Harus bisa Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 9 dari 27
53 N o K U K Indikator Kerja Tahapan Belajar Sumber memastikan default routing untuk router telah ditetapkan dengan baik dan benar. Tahapan sikap : Partisip asi SOP (Standa r Operasi onal Prosedu r) 03 Menguji Router 1 Koneksi pada router diuji melalui terminal yang terhubung pada jaringan. 1.1 Dapat mengidentifikasi terminal yang terhubung pada jaringan. 1.2 Mampu menguji koneksi pada router melalui terminal yang terhubung pada jaringan. 1.3 Harus bisa memastikan proses uji koneksi pada router telah dilakukan dengan baik dan benar sehingga diperoleh hasil yang diharapkan. Tahapan belajar : pemaha man Tahapan berlatih : persepsi Tahapan sikap : Partisip asi Internet Referen si dari daftar pustaka SOP (Standar Operasio nal Prosedur) 2 Verifikasi Router Dilakukan. 2.1 Dapat mengetahui halhal yang biasa di verifikasi pada router. 2.2 Mampu melakukan verifikasi pada router. Tahapan belajar : pemaha man Tahapan berlatih : persepsi Internet Referen si dari daftar pustaka Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 10 dari 27
54 N o K U K Indikator Kerja Tahapan Belajar Sumber 2.3 Harus bisa memastikan verifikasi router telah dilakukan dengan baik dan benar. Tahapa n sikap : Partisipa si SOP (Standar Operasio nal Prosedur) 3 Hasil Pengujian Dilaporkan. 3.1 Dapat mengetahui hasil pengujian. 3.2 Mampu melaporkan hasil pengujian. 3.3 Harus bisa memberikan hasil dalam laporan pengujian Tahapan belajar : pemaha man Tahapan berlatih : persepsi Tahapa n sikap : Partisipa si Internet Referen si dari daftar pustaka SOP (Standar Operasio nal Prosedur) Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 11 dari 27
55 BAB III TUGAS TEORI, UNJUK KERJA DAN SIKAP KERJA TUGAS TEORI, UNJUK KERJA DAN SIKAP KERJA : Berlaku untuk setiap elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja dalam level Unit Kompetensi, Menginstal Dan Mengkonfigurasi Statis Routing Pada Router dan jumlah nilai tingkat gradasi kompetensi kunci yang terindikasi pada 3 (tiga) kompetensi kunci. Tugas teori dan tugas unjuk kerja dalam Bab III pada Buku Kerja ini, meliputi : 3.1 Tugas Tertulis : Tugas tertulis untuk menilai pengetahuan ( Knowledge ) seseorang dalam menampilkan elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja. Dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi penilaian unjuk kerja dan unjuk sikap kerja. Didukung aspek pengetahuan yang dibutuhkan dalam panduan penilaian yang terindikasi pada kiteria unjuk kerja dan kompetensi kunci. Dapat dimasukkan penilaian pengetahuan sikap kerja. 3.2 Tugas Unjuk Kerja : Tugas unjuk kerja untuk menilai keterampilan ( Skill ) seseorang dalam menampilkan elemen komptensi dan kriteria unjuk kerja. Didukung aspek keterampilan yang dibutuhkan dalam panduan penilaian yang terindikasi pada kriteria unjuk kerja dan kompetensi kunci. 3.3 Tugas Sikap Kerja : Tugas unjuk sikap kerja untuk menilai sikap ( Attitude ) seseorang dalam menampilkan elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja. Didukung aspek kritis atau penyikapan kerja dalam panduan penilaian yang terindikasi pada kriteria unjuk kerja dan kompetensi kunci. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 12 dari 27
56 3.1 Tugas Tertulis Memiliki tingkatan kesulitan : a. Soal mudah. b. Soal sedang. c. Soal sulit. Kisi-kisi soal dan jumlah soal dibedakan pada setiap level unit kompetensi Bentuk tugas tertulis adalah Obyektive Test., terdiri atas : a. Pilihan Ganda (Multiple Choice). b. Menjodohkan (Matching). c. Jawaban Singkat (Short Answer) Penilaian dengan menggunakan satu atau lebih dari satu pertanyaan untuk setiap elemen kompetensi, jika penilai kurang puas dengan kesiapan anda dalam melakukan penilaian unjuk kerja dan sikap kerja anda, maka rencana pelatihan unjuk kerja dan sikap kerja ulang / remidial akan dibicarakan antara anda dengan penilai. PILIHAN GANDA : ( Seri A ). a. Selesaikan semua tugas tertulis sesuai pertanyaan masing-masing dengan mengacu pada bentuk soal pilihan ganda (Muliple Choise), seri A. b. Waktu tersedia 25 menit, jumlah soal 25 pertanyaan. Tugas : Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda X pada huruf a, b, c dan d yang anda pilih. 1. Sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya adalah : (KUK 1.1) a. Router b. TCP/IP c. A dan b benar d. Semua salah 2. Sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router tersebut pada dunia luar disebut sebagai : (KUK 1.1) a. Network interface b. Console port c. Network port d. Semua benar 3. Pada umumnya konfigurasi router disimpan pada sebuah memory spesial pada router yang disebut dengan istilah NVRAM, apa arti singkatan itu : (KUK 1.2) a. Nonviolent random-access memory Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 13 dari 27
57 b. Nonvalid random-access memory c. Nonvolatile random-access memory d. Semua salah 4. Pada router, User Mode ditujukan untuk melihat : (KUK 1.3) a. Status router b. Konfigurasi router c. Koneksi router d. Semua benar 5. Ada berbagai tipe interface yang dikonfigurasi dengan perintah ini antara ialah: (KUK 2.1) a. Ethernet b. Token Ring c. FDDI d. Semua benar 6. Bagaimana meng-konfigurasi Router Cisco? Cara meng-konfigurasinya bisa melalui dua cara yaitu pilihlah yang salah : (KUK 2.1) a. Melalui port console b. Melalui static ip c. Melalui network d. A dan c benar 7. Tipe rute statik khusus yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan disebut sebagai (KUK 2.3) a. Default route b. Automatic route c. Normal route d. Semua salah 8. Pada hardware router setelah instalasi dan pemasangan apabila indikator network berjalan dengan benar maka warna indikator pada hardware router yang tampil berwarna : (KUK 3.1) a. Hijau b. Biru c. Merah d. Oranye 9. Static Routing dapat dilakukan dengan memasukkan baris ip route pada mode konfigurasi global. Adapun format penulisan baris tersebut adalah: pilihlah yang benar format berikut (KUK 3.2) a. ip route network [mask] {alamat interface } b. ip route network [ip] {alamat interface } c. ip route network [submask] {alamat interface } d. Semua salah Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 14 dari 27
58 10. Dengan mengunakan perintah apa yang dapat diketahui apakah alamat dimasing-masing segmen yang sudah ditentukan bisa dituju atau tidak (KUK 3.3) a. Ping b. Set_ip c. Ping_ip d. Semua benar 11. Software instalsi pada hardware router biasanya tersedia dalam bentuk : (KUK 1.1) a. CD b. HARDDISK c. USB d. Semua benar 12. Sebuah Interface yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah host ke network : (KUK 1.1) a. Network interface b. Network console c. Network port d. Semua salah 13. Berikut adalah langkah-langkah menggunakan telnet pada PC dengan Sistem Operasi Windows: (KUK 1.1) a. Perintah berikut : Jalankan command prompt (atau MS DOS prompt pada Windows 9x) Ketik perintah berikut pada command prompt: C:\> telnet IP-address-Router b. Perintah berikut : Jalankan command prompt (atau MS DOS prompt pada Windows 9x) Ketik perintah berikut pada command prompt: C:\> telnet IP_config c. Perintah berikut : Jalankan command prompt (atau MS DOS prompt pada Windows 9x) Ketik perintah berikut pada command prompt: Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 15 dari 27
59 C:\> telnet ping_ip d. Semua salah 14. System operasi pada Router akan menjalankan sebuah routine yang akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan digunakan untuk mengkonfigurasi router tersebut. Routine ini dalam kosakata Windows dikenal dengan nama : (KUK 1.2) a. Configuration b. System configuration c. Wizard d. Semua benar 15. System operasi pada Router akan menjalankan sebuah routine yang akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan digunakan untuk mengkonfigurasi router tersebut. pada Router Cisco, routine ini disebut dengan nama : (KUK 1.1) a. System configuration dialog b. Setup dialog c. A dan B salah d. A dan B benar 16. Berikut adalah contoh : membuat password untuk console : (KUK 1.3) a. Router(config) # line console 0 Router(config-line) # login Router(config-line) # password coba Router(config-line) # exit Router(config) # exit Router(config) # b. Router(config-line) # login Router(config-line) # password coba Router(config) # exit Router(config) # c. Router(config) # line console 0 Router(config-line) # login Router(config-line) # password coba Router(config) # exit d. Semua salah 17. Berikut adalah contoh : mengkonfigurasi enable password : (KUK 1.3) a. Router(config) # enable password rahasia b. Router(config-line) # enable login_password c. Router(config) # enable Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 16 dari 27
60 d. Semua benar 18. Berikut adalah contoh : mengkonfigurasi enable secret : (KUK 1.3) a. Router(config) # enable secret rahasiabanget b. Router(configpassword) # enable secret rahasiabanget c. Router(configline) # enable secret rahasiabanget d. Semua benar 19. Konfigurasi paling dasar yang dibutuhkan agar Ethernet dapat meneruskan paket-paket adalah IP address dan subnet mask. 3 Format konfigurasinya adalah: (KUK 2.1) a. ip address IP-address subnet-mask b. ip address IP-address subnetip-mask c. A dan b benar d. A dan b salah 20. Tingkat akses perintah pada router biasanya ditandai dengan tanda >. pada tingkatan ini user hanya bisa melihat status/konfigurasinya saja tanpa ada hak akses untuk merubah konfigurasi didalamnya adalah (KUK 2.1) a. User mode b. Privileged mode c. A dan b salah d. A dan b benar 21. Cek routing tabel anda dengan perintah : (KUK 3.2) a. #route n b. #route p c. #route f d. Semua salah 22. Berikut adalah contoh ping ipconfig: C:\>ping Pinging with 32 bytes of data: Request timed out. Request timed out. Request timed out. Request timed out. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 17 dari 27
61 Koneksi berikut menunjukkan koneksi berjalan kah? (KUK 3.3) a. Berjalan dengan normal b. Berjalan tetapi ping tidak ada koneksi c. Tidak berjalan dan tidak ada koneksi d. Semua salah 23. LAN adalah singkatan dari (KUK 1.1) a. Local Area Network b. Lonely Area Netconfig c. Low Area net d. Semua benar 24. WAN adalah singkatan dari (KUK 2.1) a. Wide Area Network b. Wireless And Network c. A dan b salah d. A dan b benar 25. Router sebagai hardware dapat berupa : (KUK 1.1) a. PC b. Router modem c. A dan b salah d. A dan b benar Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 18 dari 27
62 Lembar Pemeriksaan Peserta untuk Tugas Tertulis : ( Seri A ) Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum ditandatangani. No Uraian Pertanyaan Tugas Tertulis Seri A. Benar Salah Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 19 dari 27
63 Apakah pertanyaan No.1 sampai No.25 Seri A, telah di jawab dengan benar? Keterangan Total waktu 25 menit. 1. Nama Peserta pelatihan : Tanda tangan Peserta : 2. Nama Penilai : Tanda tangan Penilai : Catatan Penilai : Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 20 dari 27
64 3.2 Tugas Unjuk Kerja ( Seri A ). a. Selesaikan semua tugas unjuk kerja sesuai instruksi unjuk kerja masingmasing sesuai instruksi kerja dengan batasan pada indikator kerja dan mengacu pada standar kriteria masing-masing, seri A. b. Waktu tersedia 25 menit, jumlah soal 2 Instruksi Kerja. Tugas 1 : Menyebutkan hal-hal yang harus diketahui untuk melewatkan paket atau me-routing-kan paket sebuah router a. Waktu : 10 menit. b. Alat : Alat Tulis. c. Bahan : Buku catatan. d. Indikator Kerja : Mampu menyebutkan hal-hal yang harus diketahui untuk melewatkan paket atau me-routing-kan paket sebuah router e. Standar Kriteria : Terjawab dengan benar. f. Instruksi Kerja : Sebutkan hal-hal yang harus diketahui untuk melewatkan paket atau me-routing-kan paket sebuah router! (KUK 1.1) Tugas 2 : Menjelaskan bagaimana cara untuk mengkonfigurasi router a. Waktu : 15 menit. b. Alat : Alat tulis. c. Bahan : Buku catatan. d. Indikator Kerja : Mampu menjelaskan bagaimana cara untuk mengkonfigurasi router. e. Standar Kriteria : Terjawab dengan benar. f. Instruksi Kerja : Jelaskan bagaimana cara untuk mengkonfigurasi router! (KUK 2.1) Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 21 dari 27
65 Lembar Pemeriksaan Peserta untuk Tugas Unjuk Kerja : ( Seri A ) Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum ditandatangani. No Uraian Pertanyaan Tugas Unjuk Kerja, seri A Benar Salah Apakah pertanyaan No.1 sampai No.2, Seri A telah di jawab dengan benar? Keterangan Total waktu 25 menit. 1. Nama Peserta pelatihan : Tanda tangan Peserta : 2. Nama Penilai : Tanda tangan Penilai : Catatan Penilai : Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 22 dari 27
66 3.3 Tugas Sikap Kerja ( Seri A ) a. Selesaikan semua tugas sikap kerja sesuai instruksi sikap kerja masingmasing sesuai instruksi kerja dengan batasan pada indikator kerja dan mengacu pada standar kriteria masing-masing, seri A. b. Waktu tersedia 30 menit, jumlah soal 2 Instruksi Sikap Kerja. Tugas 1 : Membuat password untuk console a. Waktu : 15 menit. b. Alat : 1 Set Komputer. c. Bahan : Jaringan dan Software Jaringan yang sudah terinstal. d. Indikator Kerja : Mampu membuat password untuk console e. Standar Kriteria : Password console telah berhasil dibuat. f. Instruksi Sikap : Buatlah password untuk console!(kuk 1.3) Tugas 2 : Melakukan konfigurasi interface ethernet a. Waktu : 15 menit. b. Alat : 1 Set Komputer. c. Bahan : Jaringan dan Software Jaringan yang sudah terinstal. d. Indikator Kerja : Mampu melakukan konfigurasi interface ethernet. e. Standar Kriteria : Konfigurasi interface ethernet telah dilakukan dengan benar. f. Instruksi Sikap : Lakukan konfigurasi interface ethernet! (KUK 2.1 ) Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 23 dari 27
67 Lembar Pemeriksaan Peserta untuk Tugas Sikap Kerja : ( Seri A ) Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum ditandatangani. No Uraian Pertanyaan Tugas Sikap Kerja, Seri A. Benar Salah Apakah pertanyaan No.1 sampai No.2, Seri A telah di jawab dengan benar? Keterangan Total waktu 30 menit. 1. Nama Peserta pelatihan : Tanda tangan Peserta : 2. Nama Penilai : Tanda tangan Penilai : Catatan Penilai : Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 24 dari 27
68 Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan : A. Data Buku Manual Judul Pengarang Penerbit TCP/IP Konsep, Desain, dan Implementasi Fahmi, Ismail Elexmedia Komputindo B. Data Buku Pendukung Teori - Lihat pada Modul Buku Informasi menginstalasi dan mengkonfigurasi static routing pada router. C. Website Yang Dapat Dikunjungi ftp://kmrg.lib.itb.ac.id/incoming/idkf/ Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 25 dari 27
69 3.4 Daftar Cek Unjuk Kerja Demonstrasikan validitas perencanaan berkaitan komponen standar kompetensi Kode unit Judul Unit : : Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Nomor Elemen Ya Tidak KUK Ya Tidak 1.1 Konfigurasi router diidenfitikasi dan disiapkan. 1.Menyiapkan router 1.2 Antarmuka dari router dikonfigurasi. 1.3 Konfigurasi administrasi ditetapkan. 2.1 Hubungan antar router diidentifikasi dan dikonfigurasi. 2.Mengkonfigur asi router 2.2 Perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router dijalankan di setiap router. 2.3 Default routing untuk router ditetapkan. 3.Menguji router 3.1 Koneksi pada router diuji melalui terminal yang terhubung pada jaringan. 3.2 Verifikasi router dilakukan. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 26 dari 27
70 Kode unit Judul Unit : : Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Nomor Elemen Ya Tidak KUK Ya Tidak Kondisi Unjuk Kerja Penunjang Ketrampilan dan Pengetahuan Aspek aspek penting dalam Pengujian 3.3 Hasil pengujian dilaporkan Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi static routing pada router Buku Kerja Versi: Halaman: 27 dari 27
71 MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MENGINSTAL DAN MENGKONFIGURASI STATIC ROUTING PADA ROUTER BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan
72 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 BAB I... 3 KONSEP PENILAIAN Bagaimana Pelatih Menilai Tipe Penilaian Tes Tertulis ( Knowledge ) Tes Unjuk Kerja (praktek keterampilan / keahlian) Tes Sikap Kerja ( Attitude )... 5 BAB II... 8 PELAKSANAAN PENILAIAN Kunci Jawaban Tugas Tertulis ( Seri. A ) Kunci Jawaban Tugas Unjuk Kerja ( Seri. A ) Kunci Jawaban Tugas Sikap Kerja ( Seri. A ) Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik) Check List Pengetahuan, Keterampilan Dan Sikap Kerja Lembar Hasil Penilaian LEMBAR PENILAIAN Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 2 dari 16
73 BAB I KONSEP PENILAIAN 1.1 Bagaimana Pelatih Menilai Dalam sistem pelatihan berbasis kompetensi kerja, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan anda, unjuk kerja aktivitas tugas-tugas / keterampilan anda dan sikap kerja anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan, apakah anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja. Pada pelatihan berbasiskan kompetensi kerja, pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah Penilaian berdasarkan kriteria / Criterion Referenced Asessment. Pendekatan ini mengukur unjuk kerja anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja. Penilaian formatif : Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar / berlatih anda. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan. Penilaian Sumatif. Penilaian juga dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah anda telah mencapai hasil dari program belajar dan berlatih ( contohnya pencapaian kompetensi dalam unit komptensi ). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir. 1.2 Tipe Penilaian Tes Tertulis ( Knowledge ) Dalam tes tertulis, akan menilai pengetahuan anda dan pemahaman konsep serta prinsip yang merupakan dasar unjuk kerja dalam melakukan tugas pekerjaan anda yang dijelaskan dalam pengetahuan (knowledge) pada kriteria unjuk kerja. Tes tertulis biasanya berupa seri-seri pertanyaan pilihan ganda dan/ atau beberapa bentuk tes obyektif lainnya, yaitu dimana setiap pertanyaan tertulis memiliki satu jawaban yang benar. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 3 dari 16
74 Penilaian tes obyektif tertulis pada umumnya mempunyai kisi-kisi dengan 3 (tiga) tingkatan kesulitan, yaitu : 1). Soal Mudah. Adalah menghafal tanpa mengerti apa maksudnya, menyebutkan bagian-bagian suatu alat, benda, nama mesin, memberi nama, memberi nomor, menjodohkan informasi faktual dengan kejadian. 2). Soal Sedang Adalah mampu mengenal dan mengerti fungsi sesuatu / poses sesuatu, membandingkan, memberikan, membedakan, menemukan keuntungan dan kerugian serta memberi fisualisasi fungsi / proses. 3). Soal Sulit : Adalah merupakan problem solving, menganalisis kesalahan dan kerusakan, mencari pemecahan, meramalkan kondisi yang tidak menguntungkan, mencari penyebab, menggunakan pertimbangan dan mengevaluasi. Rentangan nilai tes tertulis, yaitu 0-1, artinya nilai setiap soal tertulis yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol) Tes Unjuk Kerja (praktek keterampilan / keahlian) Dalam tes unjuk kerja, akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan tugas pekerjaan dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam keterampilan (skill) pada kriteria unjuk kerja. Oleh sebab itu, anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap unjuk kerja anda. Penilaian biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen kompetensi sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi anda, dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika anda dinyatak kompeten, dan merencanakan pelatihan ulang jika anda belum dinyatakan kompeten pada kesempatan pertama ini. Daftar Cek Unjuk Kerja, berisi : 1). Masing-masing elemen kompetensi dengan sebaran kriteria unjuk kerja harus kompeten. 2). Setiap tugas yang sedang dilaksanakan, penilai akan mengisi daftar cek analisis elemen kompetensi yang telah disiapkan untuk menentukan kompetensi kerja anda dan umpan balik unjuk kerja anda. untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja dinyatakan benar mempunyai Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 4 dari 16
75 3). Untuk memberi cacatan bagi diri anda dan penilai anda. 4). Ketika tugas dari setiap indikator kerja tidak dilaksanakan sesuai standar kriteria keterampilan / kehlian secara benar, maka rencana pelatihan kerja ulang akan dibicarakan antara anda dengan penilai. Untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja mempunyai rentang nilai 0 (nol) - 1 (satu). Bila anda melaukan untuk kerja dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan bila dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol) Tes Sikap Kerja ( Attitude ) Dalam tes sikap kerja, akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan sikap kerja dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam sikap (attitude) pada kriteria unjuk kerja. Penilaian sikap kerja dapat dlakukan dalam waktu relatif pendek (efektif) berdasarkan atas instruksi sikap kerja yang harus anda lakukan dalam waktu yang telah ditentukan. Sikap kerja merupakan unsur kompetensi kerja yang agak sulit menilainya, namun demikian perlu dimulai dari sekarang, karena kita harus mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang telah ditetapkan, yaitu kemampuan seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian dan sikap kerja sesuai pelaksanaan tugas dan syarat jabatan. Penilaian sikap kerja, dilakukan selain melalui pemahaman sikap kerja secara tertulis, kemampuan aspek sikap ditujukan untuk meningkatkan kinerja seseorang (anda) dimasa mendatang dalam arti yang sebenarnya, dan tidak dianggap lagi sudah menyatu dengan keterampilan / keahlian. Anda terampil atau memiliki keahlian yang bagus, tetapi sikap kerja anda tidak kompeten, ini ada sesuatu yang salah pada diri anda, termasuk penilai anda juga punya andil atas kesalahan penilaian kompetensi terhadap diri anda. Penilaian sikap kerja. Dilakukan untuk kurun waktu yang tidak terlalu panjang terhadap kriteria attitude / sikap perilaku yang mudah diamati seperti pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas atau perintah sikap dari kriteria unjuk kerja pada elemen kompetensi, adalah sebagai berikut : 1). Pengamatan sikap kerja. Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 5 dari 16
76 a. Untuk Jaminan Keselamatan ( Saffety Insurance ). No. Sikap untuk Jaminan Keselamatan. 1. Penggunaan pakaian kerja. 2. Kerapihan dan kebersihan tempat kerja 3. Penataan alat-alat kerja. 4. Penataan bahan-bahan kerja. 5. Tertib sesuai aturan / prosedur/ standar. 6. Ketepatan waktu kerja. 7. Sopan, ramah, lembut dan saabar. 8. Teliti, cermat, hati-hati. 9. Obyektif, akurat. 10. Bakat, minat dan temperamen kerka. Benar Salah Keterangan b. Untuk Jaminan Kualitas. ( Quality Insurance ). No. Sikap untuk Jaminan Kualitas. 1. Penerimaan / kesadaran/ kemauan.. 2. Partisipasi/ kepatuhan, ikut secara aktif. 3. Penilaian / penentuan sikap. 4. Organisasi / bertanggung jawab. 5. Pembentukan pola /disiplin pribadi. Benar Salah Keterangan Rentang nilai sikap dengan pengamatan langsung untuk memenuhi jaminan keamanan ( saffety insurance ) dan jaminan kualitas ( quality insurance ), yaitu : 0 (nol) 1 (satu). Pada setiap soal sikap kerja yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol). 2). Wawancara dan /atau Tes Tertulis Sikap Kerja. Wawancara dan / atau Tes tertulis tentang pemahaman atau pengetahuan materi sikap kerja untuk jaminan keselamatan dan jaminan kualitas (Saffety and Quality Insurance) dalam aktivitas tugas pekerjaan / perintah elemen kompetensi sesuai kriteria unjuk kerja setiap unit kompetensi, agar kinerja seseorang (anda) meningkat lebih baik lagi. Wawancara atau tes tertulis dapat dalam satu atau beberapa bentuk tes obyektif materi sikap kerja, mempunyai rentang nilai 0 (nol) 1 (satu). Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 6 dari 16
77 Setiap soal pertanyaan yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu) dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol). Hasil nilai sikap kerja dapat diperoleh dengan kombinasi pengamatan sikap kerja berdasarkan atas instruksi sikap kerja dengan tes tertulis, yaitu : Nilai akhir sikap kerja = Nilai pengamatan benar + Nilai tertulis benar = = 1 (satu) / atau kompeten. 2. Atau nilai akhir sikap kerja tertulis benar = 1 (satu) / atau kompeten Atau nilai akhir hasil pengamatan sikap kerja benar = 1 (satu) / atau kompeten Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 7 dari 16
78 BAB II PELAKSANAAN PENILAIAN 2.1 Kunci Jawaban Tugas Tertulis ( Seri. A ) Soal Kunci Jawaban Tugas tertulis. Keterangan Nilai Nomor a b c d Benar Salah 1. X 2. X 3. X 4. X 5. X 6. X 7. X 8. X 9. X 10. X 11. X 12. X 13. X 14. X 15. X 16. X 17. X 18. X 19. X 20. X 21 X 22 X 23 X 24 X 25 X Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 8 dari 16
79 2.2 Kunci Jawaban Tugas Unjuk Kerja ( Seri. A ) TUGAS 1 : Menyebutkan hal-hal yang harus diketahui untuk melewatkan paket atau me-routing-kan paket sebuah router Waktu : 10 menit. Standar Kriteria : Terjawab dengan benar. Instruksi Kerja : Sebutkan hal-hal yang harus diketahui untuk melewatkan paket atau merouting-kan paket sebuah router! (KUK 1.1) Jawaban Tugas 1 : Untuk melewatkan paket atau me-routing-kan paket sebuah router harus mengetahui : 1. Alamat hos tujuan paket 2. Informasi topologi jaringan dari router lainnya 3. Jalur yang mungkin dilalui oleh paket 4. Jalur terbaik untuk menuju ke alamat tujuan 5. Memelihara dan melakukan pengecekan terhadap informasi routing TUGAS 2 : router Menjelaskan bagaimana cara untuk mengkonfigurasi Waktu : 15 menit. Standar Kriteria : Terjawab dengan benar. Instruksi Kerja : Jelaskan bagaimana cara untuk mengkonfigurasi router! (KUK 2.1) Jawaban Tugas 2 : Cara meng-konfigurasinya bisa melalui port console atau bisa juga melalui network. 1. Melalui port console Console port adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 9 dari 16
80 menghubungkan router tersebut pada dunia luar. Sebuah kabel Roll Over dibutuhkan untuk menghubungkan serial interface pada PC dan Console port pada router tersebut. Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC. 2. Melalui Network Cara ini bisa dikatakan lebih menguntungkan bagi para Network Administrator jaringan,karena router bisa di remote dari luar asalkan network interface routernya sudah diset untuk keperluan telnet. 2.3 Kunci Jawaban Tugas Sikap Kerja ( Seri. A ) TUGAS 1 : Membuat password untuk console Waktu : 15 menit. Standar Kriteria : Password console telah berhasil dibuat. Instruksi Sikap Kerja : Buatlah password untuk console!(kuk 1.3) Jawaban Tugas 1 : Password untuk console Jika password diaktifkan pada console, maka user tidak bisa begitu saja mendapatkan akses ke router melalui console tanpa menuliskan password console terlebih dahulu. Untuk melakukan hal ini, diperlukan perintah line console 0 diikuti dengan perintah login dan password dalam konfigurasi router. Contoh : membuat password untuk console Router(config) # line console 0 Router(config-line) # login Router(config-line) # password coba Router(config-line) # exit Router(config) # exit Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 10 dari 16
81 Router(config) # Router yang dikonfigurasi seperti contoh akan meminta password ketika user mencoba mendapatkan akses melalui console. Dan passwordnya adalah coba. Tugas 2 : Melakukan konfigurasi interface ethernet Waktu : 15 menit. Standar Kriteria : Konfigurasi interface ethernet telah dilakukan dengan benar. Instruksi Sikap Kerja : Lakukan konfigurasi interface ethernet! (KUK 2.1 ) Jawaban Tugas 2 : Konfigurasi paling dasar yang dibutuhkan agar Ethernet dapat meneruskan paket-paket adalah IP address dan subnet mask. 3 Format konfigurasinya adalah: ip address IP-address subnet-mask Contoh : konfigurasi interface Ethernet Router# configure terminal Router(config)# interface ethernet 1/0 Router(config-if)# description LAN pada Department IT Router(config-if)# ip address Router(config-if)# exit Router(config)# exit Router# Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 11 dari 16
82 2.4 Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik) TUGAS TUGAS YANG DITAMPILKAN Menyebutkan hal-hal yang harus diketahui untuk melewatkan paket atau merouting-kan paket sebuah router Menjelaskan bagaimana cara untuk mengkonfigurasi router Membuat password untuk console Melakukan konfigurasi interface ethernet KOMPETEN BELUM KOMPETEN TANGGAL 2.5. Check List Pengetahuan, Keterampilan Dan Sikap Kerja Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani No. Uraian Materi Check List. Penge - tahua n Ya./ Ketera mpilan Sikap Kerja. Ya./ Tidak Tidak Menyiapkan Router 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti? 2. Apakah peserta pelatihan dapat mengidentifikasi konfigurasi router? 3. Apakah peserta pelatihan mampu mengkonfigurasi antarmuka dari router? 4. Apakah peserta pelatihan dapat menetapkan konfigurasi administrasi? 2. Mengkonfigurasi Router 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti? 2. Apakah peserta pelatihan dapat mengidentifikasi hubungan antar router? 3. Apakah peserta pelatihan mampu menjalankan perintah untuk mengaktifkan routing statik dari router di setiap router? Ya./ Tidak Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 12 dari 16
83 No. Uraian Materi Check List. Penge - tahua n Ya./ Ketera mpilan Sikap Kerja. Ya./ Tidak Tidak Apakah peserta pelatihan dapat menetapkan default routing untuk router? 3. Menguji Router 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti? 2. Apakah peserta pelatihan mampu menguji koneksi pada router melalui terminal yang terhubung pada jaringan? 3. Apakah peserta pelatihan mampu melakukan verifikasi router? 4. Apakah peserta pelatihan dapat melaporkan hasil pengujian? Ya./ Tidak Jakarta, Peserta pelatihan, Penilai, ( ) (..) Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 13 dari 16
84 2.6 Lembar Hasil Penilaian - Unit Kompetensi : Menginstal Dan Mengkonfigurasi Static Routing Pada Router - Kode Unit Kompetensi : - Nama Peserta Pelatihan : - Nama Pelatih :. - Kompetensi yang dicapai : Kompeten : / Belum Kompeten : - Umpan Balik Untuk Peserta Pelatihan : Tanda tangan peserta : Peserta sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan-alasan pengambilan keputusan dari penilai. Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan pengambilan keputusan tersebut. Tanda tangan Penilai : Tanggal : Tanda tangan Peserta Pelatihan : Tanggal : Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 14 dari 16
85 Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan : A. Data Buku Manual Judul Pengarang Penerbit TCP/IP Konsep, Desain, dan Implementasi Fahmi, Ismail Elexmedia Komputindo B. Data Buku Pendukung Teori - Lihat pada Modul Buku Informasi menginstalasi dan mengkonfigurasi static routing pada router. C. Website Yang Dapat Dikunjungi ftp://kmrg.lib.itb.ac.id/incoming/idkf/ Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 15 dari 16
86 Tanggal :... LEMBAR PENILAIAN Peserta pelatihan telah dinilai KOMPETEN BELUM KOMPETEN Nama Peserta Pelatihan Nama Penilai Tanda Tangan Tanda Tangan Komentar / Saran Judul Modul: Menginstal dan mengkonfigurasi Static Routing pada Router Buku Penilaian Versi: Halaman: 16 dari 16
IP Subnetting dan Routing (1)
IP Subnetting dan Routing (1) 1. Tujuan - Memahami prinsip subnetting - Memahami prinsip routing statis 2. Alat Percobaan PC Router dengan 2 NIC 6 unit PC Workstation 6 unit PC Server 1 unit Hub / Switch
Modul Jaringan Komputer 2, Andrew Fiade, June 2006
Praktikum Basic Konfigurasi Router CISCO Definisi Router Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke
MENGATUR PERANGKAT MENGGUNAKAN SOFTWARE
MENGATUR PERANGKAT MENGGUNAKAN SOFTWARE Tujuan Pemelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu menjelaskan perangkat menggunakan software. pengaturan Uraian materi 1. CLI Command
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi Sistem Setelah melakukan perancangan topologi dan perangkat sistem yang akan digunakan pada bab sebelumnya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan implementasi
TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL)
TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL) SEMESTER GENAP 2011/2012 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Modul 8 Cisco Router RIP
Modul 8 Cisco Router RIP I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep routing RIP dengan perangkat Cisco. 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi dengan menggunakan Cisco Router dengan protokol routing RIP.
KONFIGURASI ROUTER. CLI (Command Line)
KONFIGURASI ROUTER Langkah inisialisasi yang digunakan untuk mengkonfigurasi router tidaklah terlalu sulit. Cisco IOS menyediakan banyak tool yang dapat digunakan untuk ditambahkan dalam file konfigurasi.
Konfigurasi Router. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya
Konfigurasi Router Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya 1 Topologi Jaringan Tanpa Konfigurasi Tabel Routing Gambar 1 Gambar-Gambar berikut ini contoh topologi
Modul 5 Cisco Router
Modul 5 Cisco Router I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep routing dengan perangkat Cisco. 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi dengan menggunakan Cisco Router. II. Peralatan Yang Dibutuhkan 1. Satu
Modul 8 Cisco Router (Dynamic Routing)
Modul 8 Cisco Router (Dynamic Routing) I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep routing RIP dengan perangkat Cisco. 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi dengan menggunakan Cisco Router dengan protokol
JARINGAN KOMPUTER MODUL 9
LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER MODUL 9 Disusun Oleh : Nama Kelas : Imam Gojali : TI B Nim : 2011081063 LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KUNINGAN 2013 MODUL 9 ROUTING 2 ( Cisco
Modul 5 Cisco Router
Modul 5 Cisco Router I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep routing dengan perangkat Cisco. 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi dengan menggunakan Cisco Router. II. Peralatan Yang Dibutuhkan 1. Satu
Modul 3 Konfigurasi Router
Modul 3 Konfigurasi Router Pendahuluan Langkah inisialisasi yang digunakan untuk mengkonfigurasi router tidaklah terlalu sulit. Cisco IOS menyediakan banyak tool yang dapat digunakan untuk ditambahkan
General Network Troubleshooting
General Network Troubleshooting Identifikasi sumber masalah pada jaringan komputer. Pengkabelan Hampir 85% kegagalan yang terjadi pada jaringan komputer disebabkan karena adanya kesalahan pada media transmisi
2 ) menggunakan simulator untuk mensimulasikan Routing & konfigurasi sebenarnya. 4 ) Mampu mengkonfigurasi Routing Dynamic RIP,EIGRP, OSPF
Modul 4 Praktikkum Routing Tujuan Praktikkum : 1 ) Memahami konsep Routing dan Router 2 ) menggunakan simulator untuk mensimulasikan Routing & konfigurasi sebenarnya 3 ) Mampu mengkonfigurasi Routing Statis
LAMPIRAN. Gambar 4.3 Rancangan Frame-Relay
LAMPIRAN LAMPIRAN Konfigurasi X.25 dan Frame-Relay Gambar 4.3 Rancangan Frame-Relay Rancangan sederhana Frame-Relay ini menggunakan aplikasi Packet Tracer v5.2, yang mana aplikasi ini sangat membantu.
BAB III TUGAS PENDAHULUAN
NAMA : M. ANANG SETIAWAN NRP : 11041110060 TUGAS PENDAHULUAN PRAK. JARKOM BAB III TUGAS PENDAHULUAN 1. Jelaskan bagaimana cara mensetting Startup Config pada Intermediate device! 2. Apakah perbedaan memory
RIP dan Static Routing
MODUL PRAKTIKUM RIP dan Static Routing A. Uraian Materi A.1 Komponen-komponen dari Router 1. CPU (Central Processing Unit) Berfungsi untuk mengeksekusi instruksi pada Operating System. Fungsi yang lain
MENGINSTAL DAN MENGKONFIGURASI DYNAMIC ROUTING PADA ROUTER TIK.JK
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MENGINSTAL DAN MENGKONFIGURASI DYNAMIC ROUTING PADA ROUTER BUKU INFORMASI DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT
Sejarah cisco router. adiatma. Abstrak. Kata Kunci:sejarah,cisco router,jarkom
Sejarah cisco router adiatma [email protected] Abstrak Jaringan komputer merupakan salah satu cara dari penerapan teknologi informasi. Karena pentingnya jaringan komputer, ini hampir seluruh perusahaan
Router Devices & Configuration
Modul 18: Overview Router pada dasarnya sama halnya dengan PC. Komponen-komponen internal router hampir sama dengan PC dan router juga membutuhkan operating system untuk menjalankan aplikasinya, tetapi
Alfred Alinazar 1. Pengantar. 2. Definisi Router
Pengantar Cisco Router Alfred Alinazar [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
ROUTING STATIS DAN DINAMIS
5 ROUTING STATIS DAN DINAMIS A. TUJUAN 1. Mahasiswa memahami konsep routing. 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi static routing. 3. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja routing statis B. Peralatan
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL V PENYETINGAN 2 ROUTER DENGAN ROUTING PROTOCOL LINK STATE MENGGUNAKAN PACKET TRACER
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL V PENYETINGAN 2 ROUTER DENGAN ROUTING PROTOCOL LINK STATE MENGGUNAKAN PACKET TRACER A. TUJUAN PRAK TIKUM Memahami jenis Routing Protocol Memahami cara mengkonfigurasi
IOS ROUTER. Budhi Irawan, S.Si, M.T
IOS ROUTER Budhi Irawan, S.Si, M.T PENDAHULUAN Software IOS adalah Perangkat Lunak yang mengatur fungsi Routing dan Switching pada peralatan dan perangkat jaringan. Sama dengan PC, Router atau Switch tidak
MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan
MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan PERSIAPAN Persiapan simulasi server HTTP dalam contoh ini adalah dengan menggunakan 1 buah workstation dan 1 server yang terhubung langsung dengan kabel --tipe
MODUL CISCO STATIC ROUTING
MODUL CISCO STATIC ROUTING I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep subnetting. 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi static routing. 3. Mahasiswa memahami penggunaan perintah di Cisco. II. Peralatan
AKHMAD FAJRI YUDIHARTO( ) Tugas 3. Vlan Menggunakan 2 Switch
Tugas 3 Vlan Menggunakan 2 Switch Pada topologi di atas menggunakan 2 vlan, dimana vlan 10 pada jaringan 192.168.10.0/24 dan vlan 90 pada jaringan 192.168.90.0/24. Konfigurasi pada switch0 Switch>enable
MODUL PRAKTIKUM 08 DYNAMIC ROUTING CISCO, WINDOWS
MODUL PRAKTIKUM 08 DYNAMIC ROUTING CISCO, WINDOWS TUJUAN Setelah praktikum dilaksanakan, peserta praktikum diharapkan memiliki kemampuan 1. Melakukan konfigurasi RIP pada Cisco Router 2. Melakukan konfigurasi
JARINGAN KOMPUTER MODUL 8
LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER MODUL 8 Disusun Oleh : Nama Kelas : Imam Gojali : TI B Nim : 2011081063 LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KUNINGAN 2013 MODUL 8 ROUTING 1 ( Cisco
KONFIGURASI CISCO ROUTER
KONFIGURASI CISCO ROUTER Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, jaringan pengirim hanya tahu bahwa tujuan jauh dari router. Dan routerlah yang mengatur mekanisme
METODE PENELITIAN. B. Pengenalan Cisco Router
PENDAHULUAN Di suatu instansi atau perusahaan pastinya banyak sekelompok orang yang menghendaki pengambilan data secara illegal ataupun perusakan jaringan pada perusahaan tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan
Network Tech Support Switch Devices
Modul 25: Overview Switch merupakan alat jaringan yang ada pada Lapisan 2 yang menjadi pusat koneksi seperti workstation, sever, router dan yang lainnya. Seperti halnya router, switch pun dapat dikonfigurasi
MODUL 6 TUNNELING IPv6 OVER IPv4
PRAKTIKUM NEXT GENERATION NETWORK POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA MODUL 6 TUNNELING IPv6 OVER IPv4 TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang dual stack 2. Mengenalkan pada mahasiswa
MODUL 9 MPLS (MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING)
PRAKTIKUM NEXT GENERATION NETWORK POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA MODUL 9 MPLS (MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING) TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang MPLS 2. Mengenalkan pada
Modul 9 Dasar Troubleshooting Router
Modul 9 Dasar Troubleshooting Router Pendahuluan Testing jaringan dan troubleshooting adalah pekerjaan admin jaringan yang paling banyak memakan waktu. Karena itu harus dilakukan secara efisien, misalnya
Modul 4 Routing RIP (Routing Information Protocol)
Modul 4 Routing RIP (Routing Information Protocol) 1. Tujuan - Praktikan dapat memahami konsep routing RIP. - Praktikan mampu membuat konfigurasi dengan menggunakan Packet Tracer dengan protokol routing
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Routing Static
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Routing Static Nama : Ria Permata Sari NIM : 1107020 Prodi : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang 2013 A. TUJUAN
MODUL V. Praktikkum Frame Relay. Tujuan. 1. Mengetahui bagaimana cara mengkonfigurasi Frame relay. 2. Mengetahui cara kerja Frame relay
MODUL V Praktikkum Frame Relay Tujuan 1. Mengetahui bagaimana cara mengkonfigurasi Frame relay 2. Mengetahui cara kerja Frame relay 3. implementasi pada topologi Real Pendahuluan Frame relay merupakan
Cisco Packet Tracer : Konfigurasi Router Menggunakan CLI
Cisco Packet Tracer : Konfigurasi Router Menggunakan CLI fm_iqbal [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas
MODUL PRAKTIKUM. (Mengkonfigurasi Router dengan Metode Static Routing) Disusun Oleh : Yudi Firman Santosa, ST. Static Routing
MODUL PRAKTIKUM (Mengkonfigurasi Router dengan Metode Static Routing) Disusun Oleh : Yudi Firman Santosa, ST Singkawang, Pebruari 2014 0 P a g e A. Peralatan yang digunakan : 1. 1 Unit PC/Laptop dan system
BAB IV PEMBAHASAN. Company co. Sursoft Indonesia Development Center adalah lembaga
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Masalah Company co. Sursoft Indonesia Development Center adalah lembaga Pendidikan Profesi, pelatihan (Kursus Singkat) dan Sertifikasi, yang telah berijin dari Dinas
a. Local Area Network (LAN)
Konfigurasi VLAN Untuk Instansi Pendidikan Perguruan Tinggi Ardhiyan Akhsa (15111113) Saat ini penggunaan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data semakin meningkat. Seiring dengan semakin
Tugas Utama Router Koneksi dari sebuah Router pada WAN. Tugas Utama Router Fungsi sebuah Router. Interface Mengkonfigurasi interface dari Ethernet
Tujuan Menentukan tugas utama dari sebuah router di dalam sebuah jaringan. Menjelaskan jaringan yang terkoneksi secara langsung, dengan interface router yang berbeda. Static Routing Meneliti secara jaringan
MODUL 7 ANALISA QoS pada MPLS
PRAKTIKUM NEXT GENERATION NETWORK POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA MODUL 7 ANALISA QoS pada MPLS TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang MPLS 2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER NETWORKING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL IV PENYETINGAN 2 ROUTER DENGAN ROUTING PROTOCOL DISTANCE VEKTOR MENGGUNAKAN PACKET TRACER
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL IV PENYETINGAN 2 ROUTER DENGAN ROUTING PROTOCOL DISTANCE VEKTOR MENGGUNAKAN PACKET TRACER A. TUJUAN PRAK TIKUM Memahami jenis Routing Protocol Memahami
FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI Universitas Mercu Buana Yogyakarta Program Studi : 1. Teknik Informatika
FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI Universitas Mercu Buana Yogyakarta Program Studi : 1. Teknik Informatika Alamat: Kampus I, Jl. Wates. Km. 10 Yogyakarta. 55753. Telp.(0274) 649212,649211,Fax.(0274)-649213.
DASAR-DASAR ROUTER CISCO
DASAR-DASAR ROUTER CISCO By Gerald Efamuttam Komponen Dasar Router Cisco Sebelum kita mulai melakukan setup konfigurasi router Cisco, langkah awal yang perlu kita ketahui adalah mengenal komponen dasar
INSTALASI DAN KONFIGURASI DASAR PC-ROUTER DENGAN LINUX REDHAT 9.0
MODUL PRAKTIKUM INSTALASI DAN KONFIGURASI DASAR PC-ROUTER DENGAN LINUX REDHAT 9.0 Pendahuluan Routing adalah cara bagaimana suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan
Dynamic Routing (RIP) menggunakan Cisco Packet Tracer
Dynamic Routing (RIP) menggunakan Cisco Packet Tracer Ferry Ardian [email protected] http://ardian19ferry.wordpress.com Dasar Teori. Routing merupakan suatu metode penjaluran suatu data, jalur mana saja
TK 2134 PROTOKOL ROUTING
TK 2134 PROTOKOL ROUTING Materi Minggu ke-3 & 4: Konsep Routing Devie Ryana Suchendra M.T. Teknik Komputer Fakultas Ilmu Terapan Semester Genap 2015-2016 Konsep Routing Topik yang akan dibahas pada pertemuan
TIPE TIPE VLAN Keanggotaan dalam suatu VLAN dapat di klasifikasikan berdasarkan port yang di gunakan, MAC address, tipe protokol.
Nama : Meggy Mahares Sukran NIM : 15111110 Prodi : Teknik Informatika CARA KERJA VIRTUAL LAN VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan
MENGIMPLEMENTASIKAN KOMPONEN- KOMPONEN SISTEM TIK.JK
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MENGIMPLEMENTASIKAN KOMPONEN- KOMPONEN SISTEM BUKU INFORMASI DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. jaringan baru yang dapat mendukung infrastruktur yang ada. Pengamatan yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1 Analisis Jaringan Komputer Analisis ini dilakukan untuk menjawab perlu tidaknya perancangan jaringan baru yang dapat mendukung infrastruktur yang ada. Pengamatan yang
Modul 8 TCP/IP Suite Error dan Control Messages
Modul 8 TCP/IP Suite Error dan Control Messages Pendahuluan Tidak ada mekanisme untuk menjamin bahwa data yang dikirim melalui jaringan berhasil. Data mungkin gagal mencapai tujuan dengan berbagai macam
MODUL 1 VIRTUAL LAN (VLAN)
MODUL 1 VIRTUAL LAN (VLAN) TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa mampu memahami aplikasi VLAN. 2. Mahasiswa mampu mengkonfigurasi VLAN dengan switch CISCO 3. Mahasiswa mampu mengkonfigurasi inter-vlan dengan
SMK MUHAMMADIYAH 5 BABAT Jl. Rumah Sakit No Telp (0322) web-site:http://www.smkmuh5babat.co.
MODUL MENGINSTALASI SUMBER DAYA BERBAGI PAKAI PADA JARINGAN KOMPUTER Disusun Oleh: ABDUL ROHMAN SMK MUHAMMADIYAH 5 BABAT Jl. Rumah Sakit No. 15-17 Telp (0322) 451313 e-mail:[email protected] web-site:http://www.smkmuh5babat.co.cc
Translator. Politeknik Elektronik Negeri Surabaya ITS - Surabaya
Network Address Translator Politeknik Elektronik Negeri Surabaya ITS - Surabaya 1 Private Network Private IP network adalah IP jaringan yang tidak terkoneksi secara langsung ke internet IP addresses Private
Packet Tracer. Cara menjalankan Packet Tracer : 1. Install Source Program 2. Klik Menu Packet Tracer. Packet. Simulasi
Packet Tracer Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware) terlebih dahulu dilakukan
TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5
TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5 I. Pengantar Cisco Packet Tracer merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Cisco Company, bertujuan untuk melakukan simulasi jaringan komputer dan untuk melakukan monitoring
MODUL SISTEM JARINGAN KOMPUTER MODUL 5 STATIC ROUTING
MODUL SISTEM JARINGAN KOMPUTER MODUL 5 STATIC ROUTING YAYASAN SANDHYKARA PUTRA TELKOM SMK TELKOM SANDHY PUTRA MALANG 2007 MODUL 5 STATIC ROUTING Mata Pelajaran Kelas Semester Alokasi Waktu : Sistem Jaringan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Spesifikasi Sistem Berikut adalah spesifikasi perangkat keras yang akan digunakan dalam rancangan jaringan sesuai acuan topologi external network perusahaan.
Didha Dewannanta
Konfigurasi Dasar Router dan Switch Cisco Didha Dewannanta [email protected] http://jarkomindonesia.tk Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan
PERANCANGAN ROUTING PADA BOSON NETWORK DESIGNER PART 2
Muhamad Husni Lafif [email protected] http://royalclaas.blogspot.com PERANCANGAN ROUTING PADA BOSON NETWORK DESIGNER PART 2 Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2007 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen
Sip, sekarang coba designkan saya sebuah jaringan Komputer seperti dibawah ini. Gambar 1 : Jaringan Komputer Lab A
Jaringan Router Wah guys, ini ne yang sedikit sulit tapi asyik sekarang kita akan mencoba menghubungkan sebuah jaringan computer dengan subnet / gang yang berbeda dan studi kasusnya akan kita coba untuk
Private IP network adalah IP jaringan yang tidak terkoneksi secara langsung ke internet IP addresses Private dapat dirubah sesuai kebutuhan.
Badiyanto, S.Kom., M.Kom Private Network Private IP network adalah IP jaringan yang tidak terkoneksi secara langsung ke internet IP addresses Private dapat dirubah sesuai kebutuhan. Tidak teregister menjadi
TUGAS RESUME PAPER KEAMANAN KOMPUTER IDENTITAS PAPER ANALISIS PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI FIREWALL DAN TRAFFIC FILTERING MENGGUNAKAN CISCO ROUTER
TUGAS RESUME PAPER KEAMANAN KOMPUTER IDENTITAS PAPER ANALISIS PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI FIREWALL DAN TRAFFIC FILTERING MENGGUNAKAN CISCO ROUTER Penulis: Alfin Hikmaturokhman1,2), Adnan Purwanto 2),
I. TUJUAN II. PENDAHULUAN
No exp : 1 Nama: Fitria Afriana Pratiwi TKJ Kelas : 3 TKJ B Dedicated Router Diagnosa WAN Inst : Pa Rudi SMKN 1 CIMAHI Bu Neti I. TUJUAN a. Siswa dapat mengenal dedicated router b. Siswa dapat mengkonfigurasi
Konfigurasi Dan Instalasi Jaringan( TCP/IP ) Di Windows Server 2003
Konfigurasi Dan Instalasi Jaringan( TCP/IP ) Di Windows Server 2003 Di sini saya akan mendeskripsikan prosedur untuk menginstal dan mengkonfigurasi TCP/IP Microsoft Windows Server 2003. Ikuti prosedur
RESPONSI AKHIR SEMESTER KERJA LAB JARINGAN KOMPUTER KELAS B
RESPONSI AKHIR SEMESTER KERJA LAB JARINGAN KOMPUTER KELAS B Bismillah. Ketentuan Pengerjaan Ujian: Hari, Tanggal : Selasa, 14 Desember 2010 Waktu : 19.00 sampai 21.59 Tuliskan jawabannya saja dan disimpan
RESPONSI AKHIR SEMESTER KERJA LAB JARINGAN KOMPUTER KELAS B
RESPONSI AKHIR SEMESTER KERJA LAB JARINGAN KOMPUTER KELAS B Bismillah. Ketentuan Pengerjaan Ujian: Hari, Tanggal : Selasa, 14 Desember 2010 Waktu : 19.00 sampai 21.59 Tuliskan jawabannya saja dan disimpan
Praktek Mikrotik (Routing & Access Point)
Praktek Mikrotik (Routing & Access Point) husni Jumat, 19 Desember 2014 Scenario 1: Dasar Routing Konfigurasi IP di PC 01 Berikan IP Address sesuai gambar Ethernet (LAN) Card untuk PC Router 1: IP Address
KONFIGURASI ROUTING OSPF PADA ROUTER CISCO Kamaldila Puja Yusnika
KONFIGURASI ROUTING OSPF PADA ROUTER CISCO Kamaldila Puja Yusnika OSPF (Open Shortest Path First) OSPF adalah routing protocol jenis link state yang dengan cepat mendeteksi perubahan dan mejadikan routing
TUTORIAL SETTING MIKROTIK UNTUK SETTING IP, DHCP, GATEWAY, DNS.
TUTORIAL SETTING MIKROTIK UNTUK SETTING IP, DHCP, GATEWAY, DNS. Pertama-tama kita cek hardware dulu. Disini kita akan memberi PC Mikrotik dengan 2 network adapter. Network Adapter I sebagai NAT untuk ke
Sabtu, 29 Januari 2011 FreeBSD 2 TKJ-A Pak Rudi. 2. Tujuan Agar siswa mampu membangun PC router dengan menggunakan OS FreeBSD.
Ajie Kurnia Sidik Fajar Rohmawan Inge Yulensa Putri Konigurasi PC Router dengan OS Sabtu, 29 Januari 2011 Supriyanto FreeBSD 2 TKJ-A Pak Rudi Diagnosa LAN Pak Antoni 1. Pendahuluan PC Router adalah sebuah
Lab 1. VLAN (virtual LAN)
Lab 1. VLAN (virtual LAN) Digunakan untuk membuat segmentasi network Vlan 1 merupakan vlan default Masing-masing vlan memiliki alamat network sendiri-sendiri 1a. Network Topologi VLAN 10 VLAN 20 A C B
Dynamic Routing (OSPF) menggunakan Cisco Packet Tracer
Dynamic Routing (OSPF) menggunakan Cisco Packet Tracer Ferry Ardian [email protected] http://a Dasar Teori. Routing merupakan suatu metode penjaluran suatu data, jalur mana saja yang akan dilewati oleh
BAB IV ANALISA DAN IMPLEMENTASI RADIO ETHERNET IP BASE (INTERNET PROTOKOL BASE) GALERI PT. INDOSAT
41 BAB IV ANALISA DAN IMPLEMENTASI RADIO ETHERNET IP BASE (INTERNET PROTOKOL BASE) GALERI PT. INDOSAT 4.1. Konfigurasi Umum Galeri PT. Indosat Gambar 4.1. Konfigurasi umum galeri PT. Indosat Secara umum
PENGANTAR LAN (LOCAL AREA NETWORK)
6 PENGANTAR LAN (LOCAL AREA NETWORK) LABORATORIUM LANJUT SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS GUNADARMA PERTEMUAN VI PENGANTAR LAN (LOCAL AREA NETWORK) I. Tujuan Praktikum : Memahami dasar
RESPONSI AKHIR SEMESTER PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER KELAS C
RESPONSI AKHIR SEMESTER PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER KELAS C Bismillah. Ketentuan Pengerjaan Ujian: Hari, Tanggal : Ahad, 12 Desember 2010 Waktu : 15.00 sampai 17.59 Tuliskan jawabannya saja dan disimpan
RESPONSI AKHIR SEMESTER PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER KELAS C
RESPONSI AKHIR SEMESTER PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER KELAS C Bismillah. Ketentuan Pengerjaan Ujian: Hari, Tanggal : Ahad, 12 Desember 2010 Waktu : 15.00 sampai 17.59 Tuliskan jawabannya saja dan disimpan
BAB III METODE PENELITIAN. Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah
34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Pengumpulan data a. Studi Pustaka Mencari dan mengumpulkan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN SISTEM. Implementasi Jaringan Menggunakan Protokol IPIP Tunnel. dengan Topologi Mesh di ISP Cobralink dibuat dengan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN SISTEM 4.1 Implementasi Sistem Implementasi Jaringan Menggunakan Protokol IPIP Tunnel dengan Topologi Mesh di ISP Cobralink dibuat dengan menggunakan tool Oracle Virtual
JARINGAN DENGAN WINDOWS 98
JARINGAN DENGAN WINDOWS 98 INSTALASI DRIVER LAN CARD (ETHERNET ADAPTER) - Diasumsikan bahwa LAN Card telah dipasang, kemudian nyalakan komputer. Karena ada hardware baru, maka windows akan meminta driver
Modul 2 Pengenalan router
Modul 2 Pengenalan router Pendahuluan Teknologi cisco berdasarkan software Cisco IOS yang mengatur fungsi routing dan switching pada peralatan jaringan. Diharapkan Anda setelah mengikuti modul ini akan
Troubleshooting Router
Modul 22: Overview Troubleshooting digunakan untuk memeriksa atau menguji konfigurasi router yang telah dimasukkan apakah benar atau tidak. Ada berbagai troubleshooting pada router ini. 2 Perintah show
INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO
INTERNETWORKING Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO PURWOKERTO Review 1. Memori 2. Tabel routing 3. running
VIRTUAL LAN (VLAN) Irfan Akbar, site :
VIRTUAL LAN (VLAN) Irfan Akbar, site : http://laluirfan.web.ugm.ac.id PENDAHULUAN Rancangan network pada masa kini sangat berbeda jauh dengan rancangan network dimasa lalu, rancangan network di masa lalu
MODUL 5 ACCESS CONTROL LIST
MODUL 5 ACCESS CONTROL LIST TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa mampu memahami aplikasi access-list. 2. Mahasiswa mampu mengkonfigurasi access-list dengan Cisco Router 3. Mahasiswa mampu menerapkan access-list
Bab 2 Mengkonfigurasi Sistem Operasi Jaringan
Bab 2 Mengkonfigurasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan Komputer Heribertus Yulianton 2013 Cisco and/or its affiliates. All rights reserved. Cisco Public 1 Kerangka Bab 1. IOS Bootcamp 2. Konfigurasi Dasar
PRAKTIKUM ROUTING STATIK
PRAKTIKUM ROUTING STATIK A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa memahami konsep gateway 2. Siswa memahami skema routing 3. Siswa memahami cara kerja router 4. Siswa mampu melakukan konfigurasi static routing
KONFIGURASI STANDARD RUTER CISCO
1 KONFIGURASI STANDARD RUTER CISCO Pada saat melakukan konfigurasi ruter setidaknya ada 6 tugas yang harus di perhatikan yaitu 1. nama ruter 2. Setting password 3. Mengkonfigurasi interface ( IP, description,
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER LABORATORIUM TELEMATIKA PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI
MODUL 4 PC ROUTER. Gambar 1 Komunikasi dua komputer
MODUL 4 PC ROUTER I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep subnetting. 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi static routing. 3. Mahasiswa memahami penggunaan perintah route. II. Peralatan Yang Dibutuhkan
Modul Pelatihan Routing dengan Cisco NCC Teknik Informatika ITS
Modul Pelatihan Routing dengan Cisco Router @Laboratorium NCC Teknik Informatika ITS Oleh: Baskoro Adi Pratomo 5109201005 Hudan Studiawan 5109201038 Dosen: Prof. Ir. Supeno Djanali, M.Sc, Ph.D Ir. Muchammad
BAB IV PEMBAHASAN Teknik Pengkabelan Twisted Pair
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Teknik Pengkabelan Twisted Pair Pengkabelan Twisted Pair menggunakan sebuah konektor Registered Jack (RJ). Adapun konektor RJ untuk kabel UTP CAT5/5 enchanced adalah RJ-45. Hal-hal
MODUL TATAP MUKA PRAKTEK JARINGAN KOMPUTER MODUL 02
MODUL TATAP MUKA PRAKTEK JARINGAN KOMPUTER MODUL 02 SEMESTER AWAL 2013/2014 STATIC ROUTING WINDOWS TUJUAN Setelah praktek dilaksanakan, peserta praktek diharapkan memiliki kemampuan 1. Melakukan konfigurasi
Pada saat ini, teknologi informasi adalah teknologi yang sangat penting untuk. dikuasai. Teknologi Informasi yang dimaksud tidak lain adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini, teknologi informasi adalah teknologi yang sangat penting untuk dikuasai. Teknologi Informasi yang dimaksud tidak lain adalah telekomunikasi data.
XI. R O U T I N G. Rancangan konfigurasi/topologi jaringan sangat membantu dalam melakukan routing setup.
XI. R O U T I N G Router berfungsi sebagai pemandu lintasan transmisi data dari Transmitter ke Receiver, bisa berbentuk PC yang dilengkapi dengan software Winroute/ Wingate dan bisa pula berbentuk perangkat
