BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Hengki Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri manufaktur merupakan salah satu komponen penting untuk tata kehidupan karena dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Industri manufaktur sendiri yaitu sebuah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan seperti mesin 1. Dalam periode kinerja industri manufaktur Indonesia dapat dikategorikan sebagai salah satu pemenang utama bersama beberapa negara berkembang lain yang kebanyakan berasal dari kawasan Asia Timur. Peringkat kinerja industri manufaktur di Indonesia meningkat dari urutan ke-75 pada tahun 1980, menjadi urutan ke-54 pada tahun 1990 dan juga urutan ke-38 pada tahun Terdapat beberapa sektor usaha dalam industri manufaktur diantaranya adalah teknik kimia yaitu cat atau pelapis yang saat ini berkembang pesat. Banyak perusahaan cat berdiri di Indonesia dikarenakan pertumbuhan pembangunan yang pesat. Pembangunan mal, apartemen, perusahaan dan perumahan berjalan pesat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi. Indonesia memiliki tingkat laju urbanisasi yang tinggi dengan proporsi penduduk muda yang signifikan dan meningkatkan permintaan untuk pembangunan. Bank Dunia memperkirakan ada rumah tangga baru per tahun dan tingkat produksi rumah unit per tahun 3. Oleh sebab itu hal ini dijadikan peluang bisnis oleh para wiraswasta untuk mendirikan perusahaan cat atau produk lainnya yang berkaitan dengan pembangunan. Sehingga munculnya daya saing kuat antara perusahaan sejenis menjadikan konsumen menjadi lebih teliti dan berhati-hati dalam menentukan produk yang cocok. 1 Diunduh dari : pada tanggal 14 Februari 2016 pukul Diunduh dari : pada tanggal 14 Februari 2016 pukul Ibid.
2 PT. Gunung Sagara Buana (PT. GUSANA) adalah salah satu perusahaan industri manufaktur cat yang sudah berdiri sejak tahun 1985 di Bekasi. Bapak Cholil Hasan melihat ini sebagai peluang bisnis yang menguntungkan karena banyaknya permintaan dan kebutuhan terhadap produk yang akan terus meningkat. Dengan luas pabrik m² perusahaan ini mampu memproduksi beberapa produk diantaranya cat otomotif, cat dekoratif, cat protektif, floor coating, cat kayu, dll. Sertifikat standar internasional ISO 9001 didapatkan karena GUSANA berhasil menerapkan sistem manajemen mutu yang memenuhi dan menghasilkan produk. PT. GUSANA adalah salah satu perusahaan berpotensi yang ikut meramaikan dunia industri manufaktur. Dengan produk yang ramah lingkungan dan ditangani oleh para ahli, banyak pelanggan yang menaruh kepercayaan pada PT. GUSANA. Melihat unit usaha industri yang terus meningkat, perusahaan ini berkeinginan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam cakupan produksi cat. PT. GUSANA memproduksi ton pertahun dan dapat membuktikan peran signifikan berkontribusi dalam industri manufaktur di Indonesia. Saat ini distribusinya sudah mencakup seluruh Indonesia. Perusahaan yang berkantor di Jl.Gusana Jatisari Bekasi saat ini dipimpin oleh Bapak Genta Ginanjar selaku anak kandung dari Bapak Cholil yang saat ini sudah tutup usia. 4 Perusahaan ini dinilai berpotensi karena dapat memilih warna sendiri sesuai kebutuhan, memberi sample dan trial cat sebelum terjalin kerjasama, memberikan layanan purna beli setelah transaksi penjualan seperti garansi dan pemberian hadiah langsung, memberikan informasi yang lebih lengkap pada website dibanding perusahaan sejenis dan memiliki kualitas produk, pekerja dan manajemen perusahaan yang baik dibuktikan dengan sertifikat resmi. Namun setiap perusahaan tidak hanya memiliki sertifikat dan kekuatan produk, tetapi juga harus memiliki promosi yang kuat. Hal ini untuk menginformasikan kelebihan sebuah perusahaan dengan strategi khususnya pada media promosi. Diketahui beberapa perusahaan menjadikan desain sebuah media sebagai bahan pertimbangan. Media Promosi ini dimaksudkan untuk meyakinkan perusahaan yang menjadi target sasaran agar tertarik untuk 4 Diunduh dari : pada tanggal 14 Februari 2016 pukul 19.45
3 bekerjasama. Sebuah media promosi perusahaan juga menjadi salah satu wujud keseriusan perusahaan untuk memberikan pelayanan dan produk yang dibutuhkan juga berkualitas. Hal ini penting karena dapat memberikan tingkat kepercayaan lebih tinggi. (Simamora, 2001). Namun saat ini PT. GUSANA dinilai kurang memperhatikan hal tersebut. Hal ini dikemukan langsung oleh direktur perusahaan yang mengaku membutuhkan jasa desainer dalam mengembangkan media promosi untuk meningkatkan brand awareness terhadap perusahaan. Hal ini menjadi masalah penting karena PT. GUSANA tumbuh dengan para pesaing kuat dan dapat bersaing dengan banyak produk luar yang sudah masuk ke negara Indonesia. Untuk itu perlu adanya strategi dalam media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat secara efektif. Salah satunya dengan merancang beberapa media promosi yang sesuai dan tepat untuk mengenalkan produknya kepada target sasaran. Perlu adanya pengamatan dan penelitian agar media tersebut lebih efektif dalam proses promosi. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk mengalisis dalam sebuah perancangan berbasis ilmu Desain Komunikasi Visual. Tujuannya agar permasalahan promosi tersebut dalam terpecahkan dan memberi dampak yang baik untuk perusahaan. 1.2 Permasalahan Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat diidentifikasi masalahnya sebagai berikut: 1) Peningkatan kebutuhan industri manufaktur yang semakin tinggi khususnya cat. 2) Banyaknya perusahaan sejenis menjadikan daya saing dan promosi yang kuat agar bersaing dengan produk lokal dan luar. 3) PT. GUSANA belum memiliki media promosi yang kuat agar lebih dikenal oleh target sasaran.
4 1.2.2 Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan rumusan masalah untuk menghasilkan perancangan yang baik. Oleh karena itu penulis dapat menyimpulkan rumusan masalah yang diangkat adalah: Bagaimana merancang media promosi yang sesuai dan efektif agar dapat lebih dikenal oleh target sasaran? 1.3 Ruang Lingkup Dalam pengerjaan laporan tugas akhir ini, ruang lingkup dari penelitian dari penelitian dan perancangan media promosi ini, yaitu : 1) Apa Media promosi PT.Gunung Sagara Buana. 2) Bagian Mana Dibuatnya media promosi agar dikenal baik oleh target sasaran dengan media berbasis desain grafis. Perancangan ini ditujukan untuk target sasaran yaitu perusahaan yang membutuhkan cat. 3) Tempat Perancangan bertempat di kantor PT. GUSANA. Jl. Wibawa mukti II (Jl. GUSANA) RT/RW 04/05 Kel. Jatisari, Bekasi Jawa Barat. 4) Waktu Penelitian dan perancangan dilakukan mulai Bulan Januari 2016 hingga Juli Tujuan Perancangan Perancangan media promosi produk PT.GUSANA ini bertujuan untuk: Mengetahui dan merancang media promosi yang sesuai dan efektif sehingga target sasaran lebih mengenal PT. GUSANA
5 1.5 Cara Pengumpulan Data dan Analisis Data Cara Pengumpulan Data Untuk memecahkan masalah maka diperlukan data-data yang berkaitan dengan topik yang diambil. Cara pengumpulan data yang penulis digunakan adalah metode kualitatif. Lexy J. Moleong (2014:6) mengatakan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud agar memahami fenomena apa oleh subjek penelitian misalnya motivasi, persepsi, perilaku, tindakan dan lainnya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah : Data Primer 1) Wawancara Metode wawancara adalah proses pertemuan dua orang untuk bertukar ide dan informasi melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna tersebut dalam suatu topik pembicaraan tertentu (Sugiyono, 2014 : 231). Cara ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan mengenai perusahaan kepada pihak terkait yaitu direktur perusahaan yaitu Bapak Genta dan dan pelanggan perusahaan yang mewakili dari setiap bidang industri yaitu dekoratif, otomotif dan protektif. 2) Observasi Metode observasi adalah metode untuk mengamati seseorang, sesuatu, lingkungan, atau situasi secara tajam terperinci dan mencatat secara akurat dalam beberapa cara. (Rohidi, 2011 : 128). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi langsung ke kantor perusahaan dan mempelajari media visual yang ada. Jl. Wibawa mukti II (Jl. GUSANA) RT/RW 04/05 Kel. Jatisari, Bekasi Jawa Barat. 3) Dokumentasi Dokumentasi adalah catatan peristiwa berbentuk gambar atau karyakarya monumental dari seseorang. Teknik ini merupakan pelengkap dari metode wawancara dan observasi. (Sugiyono, 2014 : 240).
6 Penulis melakukan teknik ini dengan cara pengambilan gambar serta pengumpulan dokumen dari lokasi kantor. Data sekunder 4) Studi Kepustakaan Mempelajari data-data dari buku dan media cetak lain yang berkaitan langsung dengan topik untuk mendapatkan informasi mengenai pembahasan. Dalam penelitian ini, akan digunakan beberapa buku dan jurnal yang berkaitan dengan media, promosi, komunikasi, pemasaran dan desain Analisis Data Analisis data kualitatif adalah analisa berdasarkan data yang diperoleh, kemudian selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah hipotesis. Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan tersebut kemudian dicarikan data lagi secara berulang-ulang sehingga dapat disimpulkan. A. Analisis SWOT Merupakan metode analisis suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan untuk dasar untuk program kerja dan merancang strategi. (Rangkuti, 2015 : 18-19). Yang dijabarkan sebagai berikut: 1. S = Strength = Kekuatan Yaitu keunggulan sumber daya, keterampilan atau kemampuan yang dimiliki oleh kawasan, wilayah atau perusahaan. 2. W = Weakness = Kelemahan Yaitu keterbatasan dan kekurangan sumber daya, keterampilan atau kemampuan yang dimiliki oleh kawasan, wilayah atau perusahaan. 3. O = Opportunity = Peluang Yaitu keadaan yang menguntungkan dalam lingkungan kawasan, perusahaan atau wilayah
7 4. T = Threat = Ancaman Yaitu keadaan yang tidak menguntungkan dalam lingkungan wilayah, atau perusahaan. Setelah mengetahui faktor SWOT dari produk, perusahaan, proyek yang dibahas, merumuskan tujuan maka dapat dikembangkan menjadi strategi. Ada empat strategi yang didapatkan, diantaranya: a) Strategi S-O Strategi yang menggunakan kekuatan (Strength) untuk memanfaatkan peluang (Opportunities) yang ada. b) Strategi S-T Strategi yang menggunakan kekuatan (Strength) untuk mengatasi ancaman (Threats). c) Strategi W-O Strategi dengan meminimalkan kelemahan (Weakness) dengan peluang (Opportunities) yang ada. d) Strategi W-T Strategi dengan meminimalkan kelemahan (Weakness) untuk menghadapi ancaman (Threats) yang ada. Tujuan dari analisa SWOT adalah menghubungkan kekuatan perusahaan dan peluang yang ada pada suatu wilayah sekaligus menghilangkan dan mengatasi kelemahan perusahaan.
8 1.6 Kerangka Perancangan Bagan 1.1. Kerangka perancangan (Sumber: Dokumen Penulis. 2016) PT.GUSANA semakin membutuhkan usaha promosi yang kuat agar lebih dikenal oleh target sasaran PT.GUSANA yang belum memiliki media promosi yang kuat. Media promosi Ide Media promosi yang sesuai dan efektif Media promosi perusahaan Banyaknya perusahaan sejenis menjadikan daya saing yang kuat. Pesaing memiliki nama dan promosi yang kuat dikalangan masyarakat. Daya saing kuat menjadikan identitas menjadi sebuah ciri yang menonjol dari sebuah perusahaan. Media promosi menjadi salah satu identitas perusahaan (Christine S Cenedi dalam jurnal corporate identity, sejarah dan aplikasinya) Perusahaan PT. Gunung Sagara Buana Merancang media promosi yang sesuai dan efektif untuk PT. GUSANA dengan tujuan agar dikenal oleh target sasaran. 1.7 Pembabakan 1) BAB I Pendahuluan Pada bab satu menjelaskan latar belakang yaitu perkembangan industri manufaktur yang semakin ketat menyebabkan butuhnya sebuah media promosi yang kuat. Identifikasi masalah menjelaskan fenomena yang terjadi saat ini di dunia industri khususnya perusahaan. Rumusan masalah menjelaskan bagaimana menemukan media yang tepat untuk mengenalkan perusahaan. Ruang lingkup menjelaskan fokus masalah yang diambil berupa perancangan media promosi yang tepat untuk target pasar PT.GUSANA. Tujuan perancangannya agar mengetahui media yang tepat untuk mempromosikan PT.GUSANA. Cara pengumpulan data dan analisis menggunakan metode wawancara, studi pustaka, observasi dan dokumentasi sedangkan analisisnya menggunakan SWOT lalu kerangka dan pembabakan.
9 2) BAB II Dasar Pemikiran Bab dua berisi tentang dasar pemikiran dari teori-teori yang sesuai untuk digunakan sebagai acuan dalam merancang. Dalam hal ini saya menggunakan teori yang berkenaan dengan media, promosi, komunikasi, pemasaran dan desain. 3) BAB III Data dan Analisis Masalah Berisi kumpulan data yang berkaitan dengan perancangan desain. Yaitu data PT. GUSANA, data khalayak, data produk, data hasil observasi wawancara, dan data proyek sejenis. Selanjutnya terdapat analisis yang menggunakan analisis SWOT. 4) BAB IV Konsep dan Hasil Perancangan Dalam bab ini berisikan penjelasan mengenai konsep perancangan desain hingga hasil akhir perancangan. Terdapat beberapa konsep yang diterapkan yaitu konsep kreatif, konsep pesan, konsep visual dan konsep media. 5) BAB V Penutup Berisi hasil kesimpulan dan saran pada saat sidang.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hewan langka di Indonesia makin lama semakin bertambah, pertambahan jumlah hewan langka di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari faktor alam maupun
BAB I PENDAHULUAN I.1
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Bandung sebagai ibu kota provinsi Jawa Barat merupakan salah satu kota yang mempunyai peluang dan potensi besar untuk dikembangkan. Pengembangan potensi ini didasari
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Ende merupakan sebuah kabupaten yang tepat berada di tengah Pulau Flores yang dijuluki Kaum Portugis dengan sebutan Nusa Bunga, dan membelah pulau menjadi 2 bagian.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan pengaruh globalisasi, banyak nilai-nilai yang tidak sejalan dengan adat ketimuran masuk ke Indonesia. Nilai-nilai tersebut masuk ke Indonesia
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perancangan. perdagangan se-asia Tenggara, Monumen Nasional (MONAS), dan kota
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perancangan Hotel jati adalah nama yang di ambil dari sebuah nama jalan yaitu jalan jati baru yang ber alamat di Jalan. Jati Baru Raya No.13 Tanah Abang -
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah yang berada di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta juga merupakan daerah jalur perlintasan utama antara
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Untuk merancang corporate identity klien perusahaan FruityLOGIC Surabaya
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA 3.1 Metode Penelitian Untuk merancang corporate identity klien perusahaan FruityLOGIC Surabaya sesuai dengan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual, maka metode
BAB I PENDAHULUAN. lebih unggul akan mampu menarik perhatian para konsumen dan dapat bertahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan industri yang pesat memunculkan persaingan yang ketat di antara para pelaku usaha. Terlebih pada era globalisasi sekarang ini, sangat memungkinkan persaingan
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis menyimpulkan inti permasalahan yang dihadapi, sebagai berikut :.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fashion, sepintas adalah mengenai pakaian atau busana. Jika kita berbicara tentang pakaian, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat dekat dengan diri kita.
JUDUL PROPOSAL (MAKSIMAL 12 KATA)
JUDUL PROPOSAL (MAKSIMAL 12 KATA) Konsep Proposal Tugas Akhir diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mengikuti perkuliahan Tugas Akhir Program Studi Desain Komunikasi Visual Semester Ganjil 2014/2015
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Bandung merupakan salah satu kota yang banyak dikunjungi turis dari dalam maupun luar negeri. Banyak turis lokal dengan keluarga berlibur menikmati
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu kebutuhan primer manuasia adalah sandang, atau lebih dikenal secara umum dengan nama pakaian. Pada awalnya, pakaian hanya memiliki fungsi dasar sebagai penutup
BAB. III METODE PENELITIAN
BAB. III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Bersifat deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan atau menggambarkan atau melukiskan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini memiliki pengaruh besar dalam segala bidang, khususnya dalam bidang bisnis. Media internet merupakan salah satu teknologi
BAB III DATA PERANCANGAN Pengertian Desain Grafis & Multimedia.
BAB III DATA PERANCANGAN 3.1 Tinjauan Teoritis 3.1.1 Pengertian Desain Grafis & Multimedia. Desain adalah gagasan awal, rancangan, perencanaan, pola, susunan, rencana, membuat, mencipta, menyusun, dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori Suatu perusahaan yang bergerak dalam sebuah industri hampir tidak ada yang bisa terhindar dari persaingan. Setiap perusahaan harus memiliki suatu keunggulan kompetitif
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jakarta Utara merupakan salah satu wilayah bagian dari DKI Jakarta yang merupakan Ibukota Negara Indonesia. Sebagaimana diketahui, Jakarta Utara yang terletak
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA 3.1 Metode Penelitian Untuk merancang Logo dan katalog produk profile hotel budget Bangkalan sesuai dengan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual, maka metode
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang beragam. Hal ini didukung dengan letak geografisnya yang berdekatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang berkawasan tropis yang memiliki kekayaan dan keanekaragaman
BAB I PENDAHULUAN. pada industri jasa kesehatan. Kesehatan merupakan kebutuhan manusia yang. hubungan yang dinamis dengan sektor lainnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Persaingan di semua sektor dewasa ini semakin semarak demikian pula pada industri jasa kesehatan. Kesehatan merupakan kebutuhan manusia yang utama dan menjadi
BAB I PENDAHULUAN. Manusia tidak lepas dari komunikasi. Komunikasi dapat dipahami
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia tidak lepas dari komunikasi. Komunikasi dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan, ide, atau informasi kepada orang lain dengan menggunakan sarana tertentu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri kreatif merupakan salah satu pilar yang dapat membangun pertumbuhan ekonomi nasional karena kegiatan ini berfokus pada kreasi dan inovasi. Usaha ini
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi para pengambil keputusan dan kebijakan. dalam pengembangan industri dodol durian.
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi para pengambil keputusan dan kebijakan dalam pengembangan industri dodol durian. 3. Sebagai bahan referensi dan studi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. BAB II LANDASAN
JUDUL PROPOSAL (MAKSIMAL 12 KATA) Konsep Proposal Tugas Akhir diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mengikuti perkuliahan Tugas Akhir
JUDUL PROPOSAL (MAKSIMAL 12 KATA) Konsep Proposal Tugas Akhir diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mengikuti perkuliahan Tugas Akhir Program Studi Desain Komunikasi Visual Semester Ganjil 2011/2012
III. METODE PENELITIAN. sosial dan dinamis. Oleh karena itu, peneliti memilih menggunakan metode
III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Permasalahan yang akan dikaji oleh peneliti merupakan masalah yang bersifat sosial dan dinamis. Oleh karena itu, peneliti memilih menggunakan metode penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut E.H Carr, Sejarah adalah sebuah dialog yang tak pernah selesai antara masa lampau dan sekarang, Suatu proses interaksi yang berkesinambungan antara sejarahwan
BAB I PENDAHULUAN. mengalami pertumbuhan yang signifikan, sumber:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberadaan usaha ritel seperti swalayan atau minimarket saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan, sumber: www.ritelwaralaba.com. Hampir disetiap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bogor sebagai salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, memiliki luas wilayah 11.850 Ha dengan jumlah penduduk sebesar 820.707 jiwa, mengalami pertumbuhan penduduk
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bandung merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Selain terkenal sebagai kota kembang, Bandung juga dikenal sebagai kota kreatif.
BAB II KERANGKA TEORI. dunia bisnis. Tujaun tersebut hanya dapat dicapai memalui usaha mempertahankan dan
BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengertian Strategi Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap bertahan dan berkembang dalam dunia bisnis. Tujaun tersebut hanya dapat dicapai memalui usaha mempertahankan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah yang berada di provinsi Jawa Barat. Terkenal sebagai kawasan industri dengan berbagai pabrik besar dan kecil terdapat
BAB III METODE PENELITIAN. langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research) 1, yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan cara penulis langsung
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan informasi dan hiburan yang terlengkap, tercepat, dan terakurat. alternatif untuk mendapatkan hiburan dan informasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di masa sekarang ini, kebutuhan masyarakat akan informasi dan hiburan sudah menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, media
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Desain kemasan atau dapat disebut juga Packaging adalah salah satu dari sekian banyak hal yang harus menjadi pertimbangan strategis di ketiga elemen Positioning, Diferensisas,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Arsip (record) atau yang biasa disebut sebagai warkat, merupakan catatan tertulis baik dalam bentuk gambar maupun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai
BAB III METODE PENELITIAN. atau Sagela Pengucapaan yang sering di pakai masyarakat Gorontalo ini, terletak
16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Belakang Penelitian Kelompok Usaha Ikan Asap atau yang sering di kenal dengan ikan Roa atau Sagela Pengucapaan yang sering di pakai masyarakat Gorontalo ini, terletak
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sebagai makhluk sosial. tentu membutuhkan komunikasi untuk berinteraksi dengan manusia lain.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sebagai makhluk sosial tentu membutuhkan komunikasi untuk berinteraksi dengan manusia lain. Melalui komunikasi, manusia dapat memberi
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA UD. BONTOT JAYA FURNITURE, KLENDER, JAKARTA TIMUR NPM :
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA UD. BONTOT JAYA FURNITURE, KLENDER, JAKARTA TIMUR Nama : Novia Endah Lestari NPM : 15212396 Jurusan : Manajemen Dosen Pembimbing : Ir. Titiek i kirewati, MM ANALISIS STRATEGI
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan bisnis di Indonesia belakangan ini semakin lama semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan bisnis di Indonesia belakangan ini semakin lama semakin menonjol akan kompleks, perubahan, dan persaingan. Keadaan ini menimbulkan persaingan yang
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. ada dan mempelajari serta menganalisis permasalahan yang ada PT. Suara Mitra
38 BAB III METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Metode Penelitian Dalam kerja praktek ini, penulis berusaha menemukan permasalahan yang ada dan mempelajari serta menganalisis permasalahan yang ada PT. Suara Mitra
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berwisata ke berbagai destinasi wisata unggulan di dalam negeri semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia beberapa tahun terakhir. Menikmati pesona alam Indonesia
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Paradigma Dalam penelitian ini, penulis menggunakan paradigma penelitian konstruktivisme. Aliran konstruktivisme menyatakan bahwa realitas itu ada dalam beragam bentuk
3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Sifat Penelitian
47 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sifat Penelitian Dalam penulisan skripsi ini sifat penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan sifat penelitian Deskriptif. Peneliti menggunakan penjelasan
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA 3.1 Metode Penelitian Untuk merancang media promosi booklet LPTB Susan Budihardjo sesuai dengan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual, maka metode yang digunakan
BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan
BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Nawawi
Nama : DEWI SAWITRI NPM : Pembimbing : Juni Sasmiharti S.E., M.M
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK SCABIMITE DAN LAXADINE PADA PT. GALENIUM PHARMASIA LABORATORIES Nama : DEWI SAWITRI NPM : 12214888 Pembimbing : Juni Sasmiharti S.E., M.M LATAR BELAKANG MASALAH Strategi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pekalongan adalah salah satu kota yang terletak di pesisir utara Provinsi Jawa Tengah dan terdiri dari empat kecamatan, yakni: Pekalongan Utara, Pekalongan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan lingkungan dari lingkup lokal menjadi global menyebabkan terjadinya perubahan dihampir semua sektor kehidupan. Adanya keharusan untuk penyesuaian situasi
BAB II KERANGKA TEORI
BAB II KERANGKA TEORI Kerangka pemikiran teoritis memberikan beberapa teori untuk pemecahan masalah yang akan dilakukan. Oleh karena itu pada bagian dibawah ini akan dikemukakan teori teori yang menggambarkan
III. METODOLOGI PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian.
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA 3.1 Metode Penelitian Dalam menyusun dan membuat Media promosi PT Java Pratama Perkasa sesuai dengan bidang keilmuawan Desain Komunikasi Visual maka metode yang
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PT.GUNUNG SAGARA BUANA DI BEKASI PROMOTION MEDIA DESIGN OF PT. GUNUNG SAGARA BUANA IN BEKASI
ISSN : 2355-9349 e-proceeding of Art & Design : Vol.3, No.3 December 2016 Page 624 PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PT.GUNUNG SAGARA BUANA DI BEKASI PROMOTION MEDIA DESIGN OF PT. GUNUNG SAGARA BUANA IN BEKASI
BAB III METODE PENELITIAN. subjek penelitian dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa
47 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hal ini dikarenakan metodologi
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Majalah ialah bagian dari media dengan sifat terbit berkala yg isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca,
ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN EFEKTIFITAS STRATEGI PEMASARAN PADA PT. RUANG ASRI UNTUK MU (RAUM) Disusun Oleh:
ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN EFEKTIFITAS STRATEGI PEMASARAN PADA PT. RUANG ASRI UNTUK MU (RAUM) Disusun Oleh: Nama : DAKSINA SYALSA PERTIWI NPM : 11213979 Pembimbing : ENNY SUKOWATI, SE., MM BAB I LATAR
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dengan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di Indonesia maka itu pembangunan disegala sektor baik di pusat maupun didaerah tentunya mengalami pertumbuhan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis di era globalisasi yang semakin ketat, mendorong perusahaan untuk bisa memposisikan diri sebaik mungkin. Teknologi informasi yang
s i g n a g e (rambu-rambu); bisa diartikan sebagai salah satu jenis produk komunikasi visual yang berfungsi sebagai petunjuk arah, penunjuk tempat /
DKVudinus s i g n a g e (rambu-rambu); bisa diartikan sebagai salah satu jenis produk komunikasi visual yang berfungsi sebagai petunjuk arah, penunjuk tempat / lokasi, larangan larangan, dan aturan-aturan
BAB I. Pendahuluan. I. 1 Latar Belakang
BAB I Pendahuluan I. 1 Latar Belakang Pemberlakuan UU No 21 tahun 1999 dan telah direvisi dengan UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, dimana setiap daerah di Indonesia memiliki wewenang dalam
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan pernyataan Mari Elka Pengestu selaku Menteri Pariwisata Indonesia, selama beberapa tahun terakhir Indonesia mengalami peningkatan perekonomian dari sektor
BAB 1 PENDAHULUAN. tidak kalah dengan negara lain. Didukung oleh letak wilayah yang strategis,
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata merupakan aset sebuah negara yang tidak ada habisnya. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah dengan negara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia tanpa terkecuali sehingga peran makanan sangat besar bagi kehidupan manusia itu sendiri. Terdapat berbagai jenis
BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Untuk merancang company profile klien perusahaan Java Pratama Perkasa Surabaya
3.1 Metode Penelitian BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA Untuk merancang company profile klien perusahaan Java Pratama Perkasa Surabaya sesuai dengan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual, maka
BAB II ASPEK UMUM DAN ORGANISASI. : Rental Sewa Xiaomi Yi Kamera Malang
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Usaha sewa menyewa adalah salah satu jenis usaha yang peluangnya masih sangat menjanjikan apalagi untuk berbagai produk yang memiliki harga tinggi. Jenis usaha ini umumnya
BAB I PENDAHULUAN. mengharuskan sebuah bengkel untuk mampu mengatur strategi sehingga bengkel
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bisnis di Indonesia belakangan ini lama semakin berkembang, dengan kompleksitas, persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu perusahaan harus memperhatikan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang terletak di kawasan Ring of Fire, dimana banyak gunung berapi yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan beragamnya keadaan wilayah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Strategi Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya, konsep strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan konsep
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI MATADEWA CCTV UNTUK MENARIK KONSUMEN DI SEMARANG
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI MATADEWA CCTV UNTUK MENARIK KONSUMEN DI SEMARANG Thariq Hadafi Zakiri 1, Umi Rosyidah 2, Godham Eko Saputro 3 1,2,3 Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tasikmalaya merupakan salah satu kota industri kreatif di provinsi Jawa Barat. Berbagai produk kerajinan dihasilkan setiap harinya dalam volume yang sangat besar. Produk-produk
II METODOLOGI. Metode erat kaitanya dengan bagaimana seorang peneliti menerangkan cara
II METODOLOGI Metode erat kaitanya dengan bagaimana seorang peneliti menerangkan cara untuk melihat suatu masalah sesuai dengan cara untuk menuju hasil tertentu. Metode berkaitan dengan suatu cara kerja
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bisnis e-commerce adalah bisnis yang sangat berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini khususnya di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyak
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Dalam kegiatan rebranding Dhea Bordir, peneliti berusaha menganalisa dan menemukan informasi sebagai jalan keluar untuk permasalahan yang ada dengan pendekatan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin pesatnya perkembangan industri hiburan seperti film, games, acara tv swasta, hingga berbagai event dan teknologi di era globalisasi ini, membuat semakin mudahnya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sampah telah lama menjadi masalah besar diberbagai kota besar yang ada di Indonesia, meningkatnya jumlah penduduk berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dihasilkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Majalengka merupakan sebuah kabupaten disebelah timur Jawa Barat. Dengan memiliki luas 1204,24 Km 2, atau sekitar 2,71% dari luas Provinsi Jawa Barat, Kabupaten
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini, peranan desain grafis dalam bidang usaha sangat di butuhkan berdasarkan data dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi (Kemenparekaf) pada tahun 2013 tercatat
PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI
PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI A. Zainul Fanani LKMM Tingkat Menengah UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2013 1 PENGERTIAN KINERJA Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan / program
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, negara maritim sekaligus negara agraris dengan segala macam keanekaragaman di dalamnya. Mulai dari pulau-pulau
Pengambilan Keputusan dalam Menetapkan Strategi Persaingan Usaha Garmen di. Toko Fidanza ITC Mega Grosir Surabaya dengan Menggunakan Analisa SWOT
Pengambilan Keputusan dalam Menetapkan Strategi Persaingan Usaha Garmen di Toko Fidanza ITC Mega Grosir Surabaya dengan Menggunakan Analisa SWOT Prama Wildan Ardiansyah [email protected] Fakultas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. research) menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research) menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif.
IV. PEMBAHASAN. Perumnas adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk. perumahan yang layak bagi masyarakat menengah ke bawah.
27 IV. PEMBAHASAN 4.1 gambaran Umum perusahaan 4.1.1 Sejarah singkat Perusahaan Perumnas adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk Perusahaan Umum (Perum) dimana keseluruhan sahamnya dimiliki
BAB 1 PENDAHULUAN. semakin menonjol akan kompleksitas, persaingan, perubahan, dan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan bisnis di Indonesia belakangan ini semakin lama semakin menonjol akan kompleksitas, persaingan, perubahan, dan ketidakpastian. Keadaan ini menimbulkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di zaman ini perkembangan transportasi terus meningkat dan kebutuhan manusia akan transportasi pun terus meningkat. Hal ini membuat manusia itu sendiri terus
BAB I PENDAHULUAN. maupun jasa. Karena situasi yang berubah sangat cepat inilah suatu perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini, lingkungan bisnis berubah sangat cepat dalam bidang produk maupun jasa. Karena situasi yang berubah sangat cepat inilah suatu perusahaan harus dapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan teknologi di Indonesia, menjadi peluang bisnis tersendiri untuk pemasaran pembuatan mesin-mesin pabrik. Sejalan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konsumen dapat mengenal suatu produk atau jasa melalui merek. Melalui merek konsumen dapat membedakan antara produk dan jasa yang satu dengan yang lainnya.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Persaingan di dunia bisnis otomotif saat ini sangatlah ketat karena
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan di dunia bisnis otomotif saat ini sangatlah ketat karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. Keadaan demikian menuntut para pelaku bisnis untuk lebih
