PT BANK BUKOPIN Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
|
|
|
- Yandi Sasmita
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Laporan Keuangan Konsolidasi Beserta Laporan Auditor Independen 31 Desember 2006 PT BANK BUKOPIN Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
2 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2006 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2005 Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Neraca Konsolidasi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi... 8 Laporan Arus Kas Konsolidasi Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi ***************************
3 Laporan Auditor Independen Laporan No. RPC-6814 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Bukopin Tbk Kami telah mengaudit neraca konsolidasi PT Bank Bukopin Tbk ( Bank ) dan Anak Perusahaan tanggal 31 Desember 2006, serta laporan laba rugi konsolidasi, laporan perubahan ekuitas konsolidasi dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasi tersebut adalah tanggung jawab manajemen Bank. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan konsolidasi berdasarkan audit kami. Kami tidak mengaudit laporan keuangan PT Indo Trans Buana Multi Finance pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, anak perusahaan yang dimiliki Bank yang laporan keuangannya menyajikan jumlah aktiva sebesar 0,08% dari aktiva konsolidasi dan jumlah pendapatan operasional sebesar 0,03% dari pendapatan operasional konsolidasi. Laporan Keuangan anak perusahaan tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, yang laporannya per tanggal 23 Februari 2007 telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan PT Indo Trans Buana Multi Finance, semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Laporan keuangan Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 diaudit oleh Prasetio, Sarwoko & Sandjaja yang laporannya per tanggal 24 Maret 2006 menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan konsolidasi bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasi. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas, laporan keuangan konsolidasi tahun 2006 tersebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasi Bank dan Anak Perusahaan tanggal 31 Desember 2006, hasil usaha, serta arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Purwantono, Sarwoko & Sandjaja Drs. Hari Purwantono Izin Akuntan Publik No Maret 2007
4 NERACA KONSOLIDASI 31 Desember 2006 Catatan 2006* ) 2005 AKTIVA KAS 2a, GIRO PADA BANK INDONESIA 2a, GIRO PADA BANK LAIN 2a,2c,2d, 2e,5,38 Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penyisihan penghapusan ( ) ( ) PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN Pihak ketiga - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan c,2d,2f, 6, Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penyisihan penghapusan ( ) ( ) EFEK-EFEK Dimiliki hingga jatuh tempo - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp dan ditambah premi yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan d,2g,7, Diperdagangkan Penyisihan penghapusan ( ) ( ) EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI - setelah dikurangi bunga yang belum direalisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan d,2h, *) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 1
5 NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 31 Desember 2006 Catatan 2006* ) 2005 TAGIHAN DERIVATIF 2d,2i, Penyisihan penghapusan (19.440) (6.200) KREDIT YANG DIBERIKAN DAN 2c,2d,2j,2k,10, PEMBIAYAAN/PIUTANG SYARIAH 16,17,18,19, Kredit yang diberikan Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penyisihan penghapusan ( ) ( ) Pembiayaan/piutang syariah Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penyisihan penghapusan ( ) ( ) TAGIHAN AKSEPTASI 2d,2l, Penyisihan penghapusan ( ) ( ) PENYERTAAN 2d,2m, Penyisihan penghapusan ( ) ( ) AKTIVA TETAP 2n,13,33 Biaya perolehan Akumulasi penyusutan ( ) ( ) Nilai buku AKTIVA PAJAK TANGGUHAN - bersih 2ac, AKTIVA LAIN-LAIN - bersih 2o,2p, JUMLAH AKTIVA *) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 2
6 NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 31 Desember 2006 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Catatan 2006* ) 2005 KEWAJIBAN SEGERA 2q,2ag, SIMPANAN NASABAH 2c,2r,2s Giro 16,38,46 Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Giro Wadiah 16,38,46 Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Tabungan 17,38,46 Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Tabungan Wadiah 17,38,46 Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Deposito Berjangka 18,38,46 Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Deposito Berjangka Mudharabah 18,38,46 Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Jumlah Simpanan Nasabah *) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 3
7 NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 31 Desember 2006 Catatan 2006* ) 2005 SIMPANAN DARI BANK LAIN 2c,2t,19,38 Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa HUTANG PAJAK 2ac, EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI - setelah dikurangi bunga dibayar dimuka sebesar Rp pada tanggal 31 Desember u, KEWAJIBAN DERIVATIF 2i, KEWAJIBAN AKSEPTASI 2l, SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN - setelah dikurangi obligasi Seri A Bank Bukopin II Tahun 2003 dalam perbendaharaan sebesar Rp pada tanggal 31 Desember 2006 dan d,2v,7, PINJAMAN YANG DITERIMA ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI 2d, KEWAJIBAN PAJAK TANGGUHAN - bersih 2ac, KEWAJIBAN LAIN-LAIN 2aa,2ag,25, JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 2b *) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 4
8 NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 31 Desember 2006 Catatan 2006* ) 2005 EKUITAS Modal saham: Saham biasa kelas A - nilai nominal Rp (Rupiah penuh) pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 Saham biasa kelas B - nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 Modal dasar: Saham biasa kelas A saham pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 Saham biasa kelas B saham pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 Modal ditempatkan dan disetor penuh: Saham biasa kelas A saham pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 Saham biasa kelas B saham pada tanggal 31 Desember 2006 dan saham pada tanggal 31 Desember a Tambahan modal disetor - agio saham - bersih 26b Opsi Saham 2ab,26a, Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya 26c Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Saldo Laba JUMLAH EKUITAS JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS *) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 5
9 LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali laba bersih per saham dasar) Catatan 2006* ) 2005 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Pendapatan Bunga dan Syariah Bunga 2c,2w,28, Provisi dan komisi 2y, Pendapatan syariah 2x,2ad, Jumlah Pendapatan Bunga dan Syariah Beban Bunga, Syariah dan Pembiayaan Lainnya Beban bunga dan pembiayaan lainnya 2c,2w,30 ( ) ( ) Beban syariah 2x ( ) ( ) Jumlah Beban Bunga, Syariah dan Pembiayaan Lainnya ( ) ( ) Pendapatan Bunga dan Syariah - Bersih Pendapatan Operasional Lainnya Provisi dan komisi lainnya 2y Laba selisih kurs - bersih 2z Lain-lain Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya Beban Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif - Bersih 2d,32 ( ) ( ) Beban Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi - Bersih 2d,24 ( ) ( ) Keuntungan (Kerugian) dari Kenaikan (Penurunan) Nilai Efek-efek yang Diperdagangkan - Bersih 2g ( ) Beban Operasional Lainnya Umum dan administrasi 2ag,33 ( ) ( ) Gaji dan tunjangan karyawan 2aa,34,37 ( ) ( ) Premi program penjaminan Pemerintah 46 ( ) ( ) Jumlah Beban Operasional Lainnya ( ) ( ) *) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 6
10 LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (lanjutan) (Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali laba bersih per saham dasar) Catatan 2006* ) 2005 LABA OPERASIONAL PENDAPATAN BUKAN OPERASIONAL - BERSIH 2ag, LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN BADAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN BADAN 2ac,20 Kini ( ) ( ) Tangguhan ( ) Beban Pajak Penghasilan Badan - Bersih ( ) ( ) HAK MINORITAS 2b ( ) - LABA ANAK PERUSAHAAN SEBELUM AKUISISI 2b ( ) - LABA BERSIH LABA BERSIH PER SAHAM 2ae,48 Dasar (dalam Rupiah penuh) 60,81 53,68 Dilusian (dalam Rupiah penuh) 60,45 53,34 *) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 7
11 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Saldo Laba Modal Tambahan Ditempatkan Modal Disetor- Telah Ditentukan Belum Ditentukan Catatan dan Disetor Penuh Agio Saham Opsi Saham Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas Saldo pada tanggal 31 Desember Dividen kas 26c ( ) ( ) Pembentukan cadangan umum 26c ( ) - Laba bersih tahun Saldo pada tanggal 31 Desember Dividen kas 26c ( ) ( ) Pembentukan cadangan umum 26c ( ) - Peningkatan modal disetor dan agio saham melalui penawaran umum saham perdana kepada publik 1e,26a,26b Opsi saham 2ab, Laba bersih tahun Saldo pada tanggal 31 Desember Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 8
12 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI 2006* ) 2005 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan bunga, provisi dan komisi dan pendapatan syariah Pembayaran bunga, beban syariah dan pembiayaan lainnya ( ) ( ) Pendapatan operasional lainnya Penerimaan kembali kredit yang telah dihapusbukukan Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan ( ) ( ) Beban operasional lainnya ( ) ( ) Pendapatan bukan operasional Beban bukan operasional ( ) ( ) Pembayaran pajak penghasilan ( ) ( ) Laba sebelum perubahan dalam aktiva dan kewajiban operasi Perubahan dalam aktiva dan kewajiban operasi: Penurunan (kenaikan) aktiva operasi: Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain ( ) Efek-efek yang diperdagangkan Tagihan akseptasi ( ) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali ( ) Kredit yang diberikan dan pembiayaan/ piutang syariah ( ) ( ) Aktiva lain-lain ( ) Kenaikan (penurunan) kewajiban operasi: Kewajiban segera Simpanan nasabah: Giro Tabungan ( ) Deposito berjangka Simpanan dari bank lain Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Kewajiban akseptasi ( ) Hutang pajak ( ) Kewajiban lain-lain ( ) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi * ) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 9
13 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (lanjutan) 2006* ) 2005 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pembelian efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo ( ) ( ) Pembelian aktiva tetap ( ) ( ) Kenaikan penyertaan saham ( ) - Kas bersih diperoleh melalui akuisisi anak perusahaan Hasil penjualan aktiva tetap Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari pinjaman yang diterima Pembelian kembali surat berharga yang diterbitkan - ( ) Pembagian dividen kas ( ) ( ) Pembayaran pinjaman yang diterima ( ) - Kenaikan modal disetor dari penawaran umum saham Kenaikan agio saham dari penawaran umum saham Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan ( ) (PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS ( ) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN Kas dan setara kas terdiri dari: Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Jumlah * ) Termasuk akun-akun anak perusahaan yang dikonsolidasi (Catatan 2b) Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 10
14 1. UMUM a. Pendirian PT Bank Bukopin Tbk ( Bank ) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia (disingkat Bukopin) yang disahkan sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Koperasi No. 13/Dirjen/Kop/70 dan didaftar dalam Daftar Umum Direktorat Jenderal Koperasi dengan No pada tanggal yang sama. Bank mulai melakukan usaha sebagai Bank Umum Koperasi di Indonesia sejak tanggal 16 Maret 1971 dengan izin Menteri Keuangan dalam Surat Keputusan No. Kep-078/DDK/II/3/1971 tanggal 16 Maret Menurut anggaran dasarnya, usaha Bank mencakup segala kegiatan bank umum sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Perbankan dengan tujuan utama memperhatikan dan melayani kepentingan gerakan koperasi di Indonesia sesuai dengan Undang-undang Perkoperasian yang berlaku. Dalam perkembangannya, Bank telah melakukan peleburan usaha dengan beberapa bank umum koperasi. Perubahan nama Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) menjadi Bank Bukopin disahkan dalam Rapat Anggota Bank Umum Koperasi Indonesia yang dituangkan dalam surat No. 03/RA/XII/89 tanggal 2 Januari Dalam Rapat Khusus Anggota Bank, yang dinyatakan dengan akta No. 4 Notaris Muhani Salim, S.H., tanggal 2 Desember 1992, para anggota menyetujui untuk mengubah status badan hukum Bank dari koperasi menjadi perseroan terbatas. Akta pendirian yang berkaitan dengan perubahan status badan hukum Bank dinyatakan dengan akta No. 126 Notaris Muhani Salim, S.H., tanggal 25 Februari 1993 beserta pembetulannya, dengan akta No. 118 tanggal 28 Mei 1993 dari notaris yang sama dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C HT TH.93 tanggal 29 Juni 1993 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 3633, Tambahan No. 64 tanggal 10 Agustus Perubahan ini juga telah disetujui oleh Menteri Keuangan dalam Surat Keputusan No. S-1382/MK.17/1993 tanggal 28 Agustus Sesuai dengan perubahan akta pendirian tersebut, pendirian Bank dalam bentuk perseroan terbatas terjadi dengan memasukkan seluruh aktiva dan kewajiban dari Bank. Bank memutuskan untuk memulai kegiatan usaha dalam bentuk perseroan terbatas pada tanggal 1 Juli Anggaran dasar Bank telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu, perubahan terakhir dinyatakan dengan akta No. 18 Notaris Lindasari Bachroem, S.H., tanggal 20 Juli 2006 tentang perubahan modal ditempatkan dan disetor penuh yang terdiri dari saham kelas A dengan nilai nominal sebesar Rp (Rupiah penuh) dan saham kelas B dengan nilai nominal Rp (Rupiah penuh) serta telah diterima oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. C HT TH.2006 tanggal 4 Agustus b. Struktur dan Manajemen Kantor pusat Bank berlokasi di Jalan M.T. Haryono Kav , Jakarta. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, Bank memiliki kantor cabang, kantor cabang syariah, kantor cabang pembantu, kantor cabang pembantu syariah, kantor kas dan kantor payment center sebagai berikut (tidak diaudit): 11 Kantor cabang Kantor cabang syariah 5 4 Kantor cabang pembantu Kantor cabang pembantu syariah 2 2 Kantor kas Kantor payment center 39 36
15 1. UMUM (lanjutan) b. Struktur dan Manajemen (lanjutan) Jumlah karyawan Bank adalah dan orang masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 (tidak diaudit). Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 31 Desember 2006 telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 9 Mei 2006 dan 28 Juni 2006 yang masing-masing dinyatakan dengan Akta Keputusan Rapat No. 9 tanggal 9 Mei 2006 dan Akta Keputusan Rapat No. 86 tanggal 28 Juni 2006 oleh Notaris Lindasari Bachroem, S.H., adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris 2006 Direksi Komisaris Utama : Saean Achmady Direktur Utama : Glen Glenardi Komisaris : Andi Chaerudin Mohamad Direktur Keuangan dan Perencanaan : Tri Joko Prihanto Komisaris : Johnny Wahab Direktur Pelayanan dan Distribusi : Agus Hernawan Komisaris : Boediarso Teguh Widodo Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Komisaris Independen : Syamsul Effendi Pengembangan Sumber Daya Manusia : Sunaryono Komisaris Independen : Yoyok Sunaryo*) Direktur Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Komisaris Independen : Sutrisno Iwantono Koperasi : Sulistyohadi DS Direktur Komersial Direktur Konsumer *) Pengangkatan akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan Bank Indonesia : Mikrowa Kirana : Lamira Septini Parwedi Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 31 Desember 2005 telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 10 Juni 2005 yang dinyatakan dengan Akta Keputusan Rapat No. 35 tanggal 27 Juni 2005 oleh Notaris Lindasari Bachroem, S.H., adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris 2005 Direksi Komisaris Utama : Saean Achmady Direktur Utama : Glen Glenardi Komisaris : Andi Chaerudin Mohamad Direktur Operasi : Tri Joko Prihanto Komisaris : Johnny Wahab Direktur Komersial : Agus Toni Soetirto Komisaris : Boediarso Teguh Widodo Direktur Usaha Koperasi, Kecil dan Mikro : Sulistyohadi DS Komisaris Independen : Syamsul Effendi Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan : Sunaryono Komisaris Independen : Raden Soekiswo Direktur Consumer Banking : Agus Hernawan Komisaris Independen : Sutrisno Iwantono Susunan Dewan Pengawas Syariah pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Bank No. SKEP/005/D.KOM/VI/2000 tanggal 7 Juni 2000 dan No. SKEP/008/D.KOM/XI/2000 tanggal 15 November 2000 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota : Didin Hafidhuddin : Ali Mustafa Ya kub : Ichwan Abidin Susunan Komite Audit Bank pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Bank No. SKEP/004/D.KOM/XII/2004 tanggal 22 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota : Syamsul Effendi : Suratto Siswodihardjo : Soegijanto 12
16 1. UMUM (lanjutan) c. Program Rekapitalisasi Bank ikut serta dalam program rekapitalisasi Pemerintah sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No. 53/KMK.017/1999 dan No. 31/12/KEP/GBI tanggal 8 Februari 1999 tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi Bank Umum dan mendapat persetujuan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham yang dinyatakan dengan akta No. 64 dari Notaris Lindasari Bachroem, S.H., tanggal 30 Juni Pada tahun 2001, Bank telah menyelesaikan program rekapitalisasi tersebut dengan melakukan hal-hal berikut: - Pembelian kembali kredit non-performing yang sebelumnya telah diserahkan kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). - Divestasi saham milik Negara Republik Indonesia (saham biasa kelas C) di Bank pada tanggal 21 Desember 2001 yang lebih dini daripada tanggal jatuh temponya, yaitu tanggal 28 Mei 2002 yang dikonversikan ke saham biasa kelas B. Ketentuan dan persetujuan yang mendasari penyelesaian program rekapitalisasi tersebut adalah sebagai berikut: - Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No. 53/KMK.017/1999 dan No. 31/12/KEP/GBI tanggal 8 Februari Ketentuan Pokok Sertifikat Bukti Hak yang merupakan lampiran perjanjian Investasi, Manajemen dan Kinerja Usaha (IMKU). - Keputusan Rapat Umum Pemegang Sertifikat Bukti Hak tanggal 13 Desember Surat Keputusan Komite Kebijakan Sektor Keuangan No. Kep.03/K.KKSK/11/2001 tanggal 29 November d. Penawaran Umum Obligasi Pada tanggal 30 Juni 2003, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dengan suratnya No. S-1564/PM/2003 untuk melakukan penawaran umum obligasi sebesar Rp yang terdiri dari Obligasi Seri A Bank Bukopin II Tahun 2003 sebesar Rp , Obligasi Subordinasi Seri B Bank Bukopin Tahun 2003 sebesar Rp , dan Obligasi Syariah Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 sebesar Rp Obligasi Seri A Bank Bukopin II Tahun 2003 dan Obligasi Subordinasi Seri B Bank Bukopin Tahun 2003 ditawarkan sebesar nilai nominal, sedangkan Obligasi Syariah Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Obligasi Syariah. Sehubungan dengan penawaran tersebut, Obligasi Seri A Bank Bukopin II Tahun 2003 dan Obligasi Syariah Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 memperoleh hasil pemeringkatan idbbb+, sedangkan Obligasi Subordinasi Seri B Bank Bukopin Tahun 2003 memperoleh hasil pemeringkatan idbbb dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Sejak tanggal 15 Juli 2003 seluruh obligasi Bank yang beredar telah dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (Catatan 22). e. Penawaran Umum Saham Perdana Pada bulan Juni 2006, Bank melakukan Penawaran Umum Saham Perdana sejumlah lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per saham dengan harga jual Rp350 (nilai penuh) per saham kepada masyarakat melalui Pasar Modal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penawaran Umum Saham Perdana saham seri B kepada masyarakat ini telah memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal ( BAPEPAM) melalui suratnya No.S-825/BL/2006 tanggal 30 Juni 2006 (Catatan 26a). Saham yang ditawarkan tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tanggal 10 Juli 2006, dan pada saat yang bersamaan seluruh saham Bank juga dicatatkan. 13
17 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi Bank disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) No. 31 (Revisi 2000) tentang Akuntansi Perbankan dan standar akuntansi lainnya yang terkait, yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan IAI, praktek-praktek industri perbankan dan pelaporan yang ditetapkan otoritas perbankan di Indonesia serta peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Untuk cabang Bank yang beroperasi dalam bidang perbankan dengan prinsip syariah menyajikan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi syariah yang dinyatakan dalam PSAK No. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan IAI. Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali efek-efek untuk diperdagangkan, efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali dan transaksi derivatif yang dinyatakan berdasarkan nilai wajar dan agunan yang diambil alih yang dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi dan penyertaan saham tertentu yang dicatat dengan metode akuntansi ekuitas, serta berdasarkan basis akrual, kecuali tagihan bunga atas aktiva produktif yang digolongkan sebagai non-performing yang dicatat dengan dasar kas. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung yang menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk penyajian laporan arus kas konsolidasi, kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain yang tidak dijadikan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya. b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Bank dan Anak Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki atau dikendalikan oleh Bank. Dalam hal pengendalian terhadap Anak Perusahaan dimulai dalam suatu tahun berjalan, maka hasil usaha Anak Perusahaan yang diperhitungkan ke dalam laporan keuangan konsolidasi hanya sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh. Suatu pengendalian atas perusahaan lain dianggap ada bilamana Bank menguasai lebih dari lima puluh persen (50%) hak suara pada perusahaan tersebut, atau apabila Bank hanya menguasai dua puluh persen (20%) sampai dengan lima puluh persen (50%) hak suara pada suatu perusahaan tetapi Bank dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari perusahaan tersebut, atau Bank mempunyai kemampuan untuk memberhentikan atau menunjuk mayoritas anggota direksi di perusahaan tersebut. Dalam laporan keuangan konsolidasi, semua saldo dan transaksi yang signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi. Hak minoritas atas laba bersih dan ekuitas Anak Perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba bersih dan ekuitas Anak Perusahaan tersebut sesuai dengan presentase kepemilikan pemegang saham minoritas pada Anak Perusahaan tersebut. Anak Perusahaan yang tercakup dalam laporan keuangan konsolidasi per tanggal 31 Desember 2006 adalah PT Indo Trans Buana Multi Finance (ITBMF) yang didirikan pada tanggal 11 Maret 1983 berdasarkan akta notaris No. 5 dari Tan A Sioe, S.H., yang bergerak dalam bidang leasing (perusahaan pembiayaan). Dalam laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2005, ITBMF tidak dikonsolidasi karena investasi pada perusahaan tersebut baru dilakukan pada tanggal 10 Maret Kepemilikan Bank pada tanggal 10 Maret 2006 adalah sebesar 50%, selanjutnya pada tanggal 20 Desember 2006 meningkat menjadi 80%. Laba bersih ITBMF sejak awal tahun hingga diperolehnya kendali (tanggal akuisisi) sebesar Rp disajikan sebagai laba Anak Perusahaan sebelum akuisisi dan merupakan pengurang dari laba bersih konsolidasi. 14
18 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sesuai dengan PSAK No. 7 tentang Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa, yang dimaksud dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 1) perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); 2) perusahaan asosiasi (associated companies); 3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor); 4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orangorang tersebut; dan 5) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam 3) atau 4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Semua transaksi yang jumlahnya signifikan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik yang dilakukan dengan syarat normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, maupun tidak, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi. Transaksi Bank dengan Badan Usaha Milik Negara/Daerah tidak diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. d. Penyisihan penghapusan aktiva produktif, aktiva non-produktif dan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Aktiva produktif terdiri atas giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan derivatif, kredit yang diberikan, piutang dan pembiayaan syariah, tagihan akseptasi dan penyertaan saham serta komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif. Komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif antara lain terdiri dari penerbitan jaminan, letter of credit, standby letter of credit dan fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan. Aktiva non-produktif adalah aset bank yang memiliki potensi kerugian, antara lain dalam bentuk agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan suspense account. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia, aktiva produktif diklasifikasikan ke dalam aktiva tidak bermasalah (performing) sebagai Lancar atau Dalam Perhatian Khusus dan aktiva bermasalah (non-performing) sebagai Kurang Lancar, Diragukan atau Macet. 15
19 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) d. Penyisihan penghapusan aktiva produktif, aktiva non-produktif dan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi (lanjutan) Pengklasifikasian aktiva sebagai lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan atau macet dilakukan berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum yang telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dengan mempertimbangkan evaluasi manajemen atas prospek usaha setiap debitur, kinerja (performance) dan kemampuan membayar setiap debitur, juga mempertimbangkan hal-hal lain seperti klasifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan Bank Indonesia, klasifikasi yang ditetapkan oleh bank umum lainnya atas aktiva produktif yang diberikan oleh lebih dari satu bank dan ketersediaan laporan keuangan debitur yang telah diaudit. Jumlah minimum penyisihan penghapusan aktiva produktif, aktiva non-produktif dan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi dihitung dengan memperhatikan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum yang telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari Pembentukan penyisihan minimum sesuai dengan peraturan Bank Indonesia tersebut adalah sebagai berikut: 1) Penyisihan umum, sekurang-kurangnya sebesar 1% dari aktiva produktif yang digolongkan Lancar, dikecualikan untuk aktiva produktif yang dijamin dengan agunan tunai berupa giro, deposito, tabungan, setoran jaminan, emas, Sertifikat Bank Indonesia atau Surat Hutang Negara (Obligasi Pemerintah dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah), jaminan Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, standby letter of credit dari prime bank, yang diterbitkan sesuai dengan Uniform Customs and Practice for Documentary Credit (UCP) atau International Standard Practices (ISP) yang berlaku. 2) Penyisihan khusus, sekurang-kurangnya sebesar: a) 5% dari aktiva yang digolongkan Dalam Perhatian Khusus setelah dikurangi agunan; dan b) 15% dari aktiva yang digolongkan Kurang Lancar setelah dikurangi agunan; dan c) 50% dari aktiva yang digolongkan Diragukan setelah dikurangi agunan; dan d) 100% dari aktiva yang digolongkan Macet setelah dikurangi agunan. Penggunaan nilai agunan sebagai faktor pengurang dalam perhitungan penyisihan penghapusan aktiva hanya dilakukan untuk aktiva produktif saja. Nilai agunan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang dalam pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif dan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi terdiri atas surat berharga dan saham yang aktif diperdagangkan di bursa efek di Indonesia atau memiliki peringkat investasi paling tinggi, sebesar 50% dari nilai yang tercatat di bursa efek pada akhir bulan, persentase tertentu dari tanah, gedung, rumah tinggal, pesawat udara, kapal laut, kendaraan bermotor dan persediaan yang tidak melampaui jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dan untuk penilaian plafond kredit di atas Rp5 miliar dilakukan oleh penilai independen. Penyisihan penghapusan aktiva untuk komitmen dan kontinjensi yang dibentuk disajikan sebagai kewajiban pada neraca dalam akun Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi. Saldo aktiva produktif dihapuskan dari masing-masing cadangan penyisihan penghapusan pada saat manajemen berpendapat bahwa aktiva produktif tersebut sudah tidak dapat tertagih lagi. Penerimaan kembali aktiva produktif yang telah dihapusbukukan dicatat sebagai penambahan penyisihan/estimasi kerugian selama tahun berjalan. Jika terdapat kelebihan dari penerimaan pokok kredit, kelebihan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. 16
20 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) d. Penyisihan penghapusan aktiva produktif, aktiva non-produktif dan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi (lanjutan) Pedoman pembentukan penyisihan aktiva produktif cabang syariah mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 5/7/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif bagi Bank Syariah. Khusus untuk pembiayaan, kualitasnya ditetapkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu lancar, kurang lancar, diragukan dan macet. e. Giro pada Bank Lain Giro pada bank lain dinyatakan sebesar saldo giro dikurangi dengan penyisihan penghapusan. f. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia disajikan sebesar saldo penempatan setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi. Penempatan pada bank lain dinyatakan sebesar saldonya dikurangi dengan penyisihan penghapusan. g. Efek-Efek Efek-efek dinilai sesuai dengan klasifikasi efek yang bersangkutan yang didasarkan pada tujuan manajemen pada saat pembelian efek-efek tersebut yaitu sebagai berikut: 1) Efek-efek untuk diperdagangkan dinyatakan berdasarkan nilai wajar. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar dilaporkan dalam laba rugi tahun berjalan. Perbedaan antara nilai jual dan nilai wajar tercatat pada saat efek-efek dan obligasi tersebut dijual, dibukukan sebagai keuntungan atau kerugian penjualan. 2) Efek-efek untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan berdasarkan biaya perolehan yang disesuaikan dengan amortisasi premi atau diskonto, jika ada. Penurunan permanen nilai surat-surat berharga dilaporkan dalam laba rugi tahun berjalan. Penyisihan penghapusan disajikan sebagai pengurang terhadap akun efek-efek. Untuk efek-efek yang diperdagangkan di pasar keuangan yang terorganisasi, nilai wajar tersebut umumnya ditentukan dengan mengacu pada harga penawaran pasar yang terjadi di bursa efek pada tanggal yang terdekat dengan tanggal neraca, kemudian disesuaikan dengan biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tersebut. Untuk efek-efek yang tidak mempunyai harga penawaran pasar, estimasi atas nilai wajar efek-efek ditetapkan dengan mengacu kepada nilai wajar instrumen lain yang substansinya adalah sama atau dihitung berdasarkan arus kas yang diharapkan terdapat aktiva bersih surat berharga tersebut atau menggunakan pendekatan expected market yield. Penurunan nilai wajar permanen atas efek-efek untuk dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual dibebankan pada laba rugi tahun berjalan. Sertifikat Bank Indonesia, wesel ekspor dan wesel SKBDN disajikan sebesar nilai nominal setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi. Bank menggunakan metode identifikasi khusus sebagai dasar untuk menentukan biaya perolehan dalam menghitung laba atau rugi yang direalisasi. h. Efek-Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali disajikan sebesar harga jual kembali efek yang bersangkutan, dikurangi pendapatan bunga yang belum direalisasikan. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali efek diakui sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan. Pendapatan bunga yang ditangguhkan diamortisasi selama jangka waktu sejak efek dibeli hingga dijual kembali. 17
21 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) i. Instrumen Derivatif Instrumen derivatif diakui menurut nilai wajar pada tanggal neraca. Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai pasar atau kurs spot Reuters pada tanggal neraca atau model penilaian, atau nilai instrumen yang memiliki karakteristik sejenis. Pengakuan derivatif sebagai aktiva atau kewajiban berdasarkan selisih antara nilai kontrak dengan nilai wajar instrumen derivatif. Selisih tersebut merupakan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai atau tidak memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai instrumen lindung nilai, diakui atau dibebankan sebagai laba rugi tahun berjalan. Untuk tujuan akuntansi, transaksi derivatif Bank bukan merupakan instrumen lindung nilai yang efektif. j. Kredit yang Diberikan Kredit yang diberikan dinyatakan sebesar saldo kredit dikurangi dengan penyisihan penghapusan yang dibentuk. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dan kredit program pemerintah (kredit kelolaan) diakui sebesar porsi kredit yang risikonya ditanggung oleh Bank. Untuk kredit yang direstrukturisasi, Bank mencatat dampak restrukturisasi kredit (yang tidak mengakibatkan penerimaan saham atau aset) secara prospektif dan tidak mengubah nilai tercatat piutang pada tanggal restrukturisasi, kecuali jika jumlahnya melebihi nilai penerimaan kas masa depan yang ditentukan dalam persyaratan pinjaman. Jika jumlah nilai penerimaan kas masa depan lebih rendah dari pada saldo piutang sebelum restrukturisasi dalam persyaratan pinjaman yang baru, Bank mengurangi saldo piutang ke suatu jumlah yang sama dengan jumlah nilai tunai penerimaan kas masa depan. Jumlah pengurangan tersebut dicatat sebagai kerugian yang dibebankan pada operasi tahun berjalan. k. Pembiayaan/Piutang Syariah Pembiayaan mudharabah merupakan pembiayaan kerjasama antara Bank sebagai pemilik dana dengan nasabah sebagai pelaksana usaha. Pembagian hasil keuntungan dari proyek atau usaha tersebut dilakukan sesuai dengan nisbah (pre-determined ratio) yang telah disepakati bersama. Pembiayaan mudharabah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan dikurangi dengan saldo penyisihan penghapusan. Piutang murabahah merupakan akad jual beli antara nasabah dan Bank. Bank membiayai kebutuhan investasi nasabah yang dinilai dengan harga pokok ditambah dengan keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama. Pembayaran atas piutang ini dilakukan dengan cara mengangsur dalam jangka waktu yang ditentukan. Piutang murabahah dinyatakan sebesar saldo piutang dikurangi dengan pendapatan marjin yang ditangguhkan dan saldo penyisihan penghapusan. Pembiayaan musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadi diantara para pemilik modal (mitra musyarakah) untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan, dengan nisbah pembagian hasil atau kerugian sesuai dengan kesepakatan atau secara proporsional sesuai kontribusi modal. l. Tagihan dan Kewajiban Akseptasi Tagihan dan kewajiban akseptasi dinyatakan sebesar nilai nominal letters of credit (L/C) atau nilai realisasi L/C yang di aksep oleh bank pengaksep (accepting bank). Penyisihan penghapusan disajikan sebagai pengurang dari akun tagihan akseptasi. 18
22 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Penyertaan Penyertaan yang dimiliki terdiri dari simpanan pada koperasi dan penyertaan saham pada perusahaan yang bergerak dibidang jasa keuangan dan jasa lainnya yang tidak melalui pasar modal untuk tujuan investasi jangka panjang. Penyertaan saham dengan persentase kepemilikan 20% sampai dengan 50% dicatat dengan metode ekuitas. Dengan metode ini, penyertaan dicatat sebesar biaya perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sesuai dengan jumlah persentase kepemilikan dan dikurangi dengan penerimaan dividen, sejak tanggal perolehan. Penyertaan saham dengan persentase kepemilikan kurang dari 20% dicatat dengan metode biaya (cost method) dikurangi dengan penyisihan penghapusan. n. Aktiva Tetap Aktiva tetap, kecuali tanah yang tidak disusutkan, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut: 19 Tahun Bangunan 20 Perabot dan peralatan kantor 4 Kendaraan bermotor 4-8 Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak kepemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang umur hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih dahulu. Bank melakukan penelaahan pada akhir tahun untuk menentukan adanya indikasi terjadinya penurunan nilai aktiva. Bank menghitung taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali atas nilai semua aktiva yang dimiliki apabila terdapat situasi atau keadaan yang memberikan indikasi terjadinya penurunan nilai aktiva dan mengakuinya sebagai rugi dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. o. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka (disajikan sebagai bagian dari Aktiva Lain-lain ) diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). p. Agunan yang Diambil Alih Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit (disajikan sebagai bagian dari Aktiva Lain-lain ) diakui sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Nilai bersih yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan. Selisih lebih antara saldo kredit yang tidak dapat ditagih dengan nilai agunan yang diambil alih tersebut dibebankan pada penyisihan penghapusan kredit yang diberikan. Biaya-biaya sehubungan dengan pemeliharaan dan perolehan aktiva tersebut dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Selisih antara nilai bersih diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan aktiva.
23 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) q. Kewajiban Segera Kewajiban segera merupakan kewajiban Bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Kewajiban segera dinyatakan sebesar nilai kewajiban Bank kepada pemberi amanat. r. Simpanan Giro dinyatakan sebesar titipan pemegang giro di Bank. Tabungan dinyatakan sebesar nilai investasi pemegang tabungan di Bank. Deposito dinyatakan sebesar nilai nominal seperti yang tercantum dalam sertifikat yang diterbitkan dengan Bank. s. Simpanan Syariah Simpanan syariah terdiri dari giro wadiah, tabungan wadiah dan deposito berjangka mudharabah. Giro wadiah merupakan titipan dana pihak ketiga yang mendapatkan bonus berdasarkan kebijaksanaan Bank. Giro wadiah dinyatakan sebesar titipan pemegang giro di Bank. Tabungan wadiah merupakan simpanan pihak lain yang mendapatkan bonus berdasarkan kebijaksanaan Bank. Tabungan wadiah dinyatakan sebesar nilai investasi pemegang tabungan di Bank. Deposito berjangka mudharabah merupakan simpanan pihak lain yang hanya bisa ditarik pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara pemegang deposito dengan Bank. Deposito berjangka mudharabah dinyatakan sebesar nilai nominal. t. Simpanan dari Bank lain Simpanan dari bank lain dinyatakan sebesar nilai kewajiban Bank kepada bank lain. Didalam simpanan dari bank lain terdapat giro dari bank lain yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah. u. Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali disajikan sebagai kewajiban sebesar harga pembelian kembali yang disepakati dikurangi bunga dibayar dimuka yang belum direalisasi. Bunga dibayar dimuka merupakan selisih antara harga jual dan harga beli kembali efek, diperlakukan sebagai bunga dibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jangka waktu sejak efek tersebut dijual hingga dibeli kembali. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai aktiva dalam neraca karena secara substansi kepemilikan efek tetap berada pada pihak Bank sebagai penjual. v. Surat Berharga yang Diterbitkan Surat berharga yang diterbitkan merupakan kewajiban Bank dalam bentuk obligasi yang diperdagangkan di pasar modal. Obligasi dinyatakan sebesar nilai nominal. Beban emisi obligasi dibebankan seluruhnya dalam laba rugi tahun berjalan. Obligasi sendiri yang dibeli disajikan sebagai pengurang surat berharga yang diterbitkan. Perolehan kembali obligasi yang tidak dimaksudkan sebagai pelunasan, diperlakukan seolah-olah telah terjadi pelunasan dalam laporan keuangan konsolidasi. Selisih antara nilai nominal obligasi dengan nilai wajar pada tanggal pembelian kembali dibebankan pada laba rugi konsolidasi tahun berjalan. 20
24 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) w. Pendapatan dan Beban Bunga Pendapatan dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode akrual. Bank mengakui pendapatan bunga atas aktiva produktif yang diklasifikasikan sebagai non-performing (kurang lancar, diragukan dan macet) berdasarkan penerimaan atas dasar kas. Piutang bunga dari kredit yang diklasifikasikan non-performing dibatalkan dan dibebankan pada tahun berjalan serta baru diakui sebagai pendapatan pada saat diterima secara tunai. Pendapatan bunga atas aktiva nonperforming yang belum diterima dicatat dalam tagihan kontinjensi. Penerimaan tunai atas kredit yang diberikan yang diklasifikasikan sebagai diragukan atau macet dipergunakan terlebih dahulu untuk mengurangi pokok kredit. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit baru diakui sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasi. x. Pendapatan dan Beban Syariah Pendapatan syariah merupakan pendapatan marjin dari keuntungan piutang murabahah dan bagi hasil atas pembiayaan mudharabah. Penerimaan bagi hasil dari pembiayaan mudharabah diakui pada saat kas diterima dari pembayaran angsuran dari debitur sedangkan pendapatan dari piutang murabahah diakui dengan menggunakan metode akrual. Beban syariah merupakan distribusi bonus dan bagi hasil yang diakui berdasarkan metode akrual. Jumlah pendapatan marjin dan bagi hasil atas pembiayaan yang diberikan/piutang dan dari aktiva produktif lainnya yang akan dibagikan kepada nasabah penyimpan dana dan Bank, dihitung secara proporsional sesuai dengan alokasi dana nasabah dan Bank yang dipakai dalam pembiayaan yang diberikan dan aktiva produktif lainnya yang disalurkan. Dari jumlah pendapatan marjin dan bagi hasil yang tersedia untuk nasabah tersebut kemudian dibagihasilkan ke nasabah sebagai shahibul maal dan Bank sebagai mudharib sesuai dengan porsi nisbah bagi hasil yang telah disepakati bersama sebelumnya. Pendapatan marjin dan bagi hasil atas pembiayaan yang diberikan dan aktiva produktif lainnya yang memakai dana Bank, seluruhnya menjadi milik Bank. y. Pendapatan Provisi dan Komisi Pendapatan provisi dan komisi yang melebihi jumlah tertentu dan berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan serta berjangka waktu, ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) sesuai batas jangka waktu kreditnya. Pendapatan provisi dan komisi lainnya diakui pada waktu transaksi dilakukan. z. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Bank dan Anak Perusahaan menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam Rupiah. Transaksi yang melibatkan mata uang asing dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, semua aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul WIB masing-masing pada tanggal 29 Desember 2006 dan 30 Desember Keuntungan atau kerugian yang timbul akan dibebankan pada laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Nilai tukar yang digunakan untuk menjabarkan mata uang asing ke dalam Rupiah adalah sebagai berikut (Rupiah penuh): 1 Dolar Amerika Serikat 9.003, ,00 1 Dolar Australia 7.117, ,72 1 Dolar Hong Kong 1.157, ,83 1 Euro Eropa , ,15 1 Dolar Singapura 5.867, , Yen Jepang 7.563, ,42 1 Ringgit Malaysia 2.550, ,54 1 Poundsterling Inggris , ,10 21
25 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) aa. Program Dana Pensiun dan Kesejahteraan Karyawan Bank menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk seluruh karyawan yang memenuhi syarat dan kewajiban kesejahteraan karyawan berdasarkan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 (UU No. 13/2003) tanggal 25 Maret Penyisihan sehubungan dengan UU No. 13/2003 tersebut dihitung dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan dari Program Pensiun pada usia pensiun normal dengan manfaat yang akan diterima berdasarkan UU No. 13/2003 setelah dikurangi dengan akumulasi kontribusi karyawan dan hasil investasinya. Apabila manfaat pensiun lebih kecil dari pada manfaat menurut UU No. 13/2003, maka Bank harus membayar kekurangan tersebut. Penyisihan yang telah dibentuk berdasarkan hasil penilaian dari aktuaris sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004) Imbalan Kerja. Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), beban imbalan kerja yang harus disediakan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuaris berdasarkan metode projected unit credit. Keuntungan dan kerugian koreksi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban ketika akumulasi keuntungan atau kerugian koreksi aktuarial yang belum diakui untuk masing-masing program pada akhir tahun sebelumnya, mana yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti (sebelum dikurangi aktiva program) dan 10% dari nilai wajar aktiva program pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian ini diakui menggunakan metode garis lurus (straight-line method) atas rata-rata sisa masa kerja karyawan. Selanjutnya, beban jasa lalu (past service costs) atas kewajiban manfaat pasti atau perubahan dari kewajiban imbalan dari program yang telah ada harus diamortisasi berdasarkan sisa periode sampai imbalan tersebut menjadi hak. ab. Opsi Saham Bank memberikan opsi saham kepada direksi dan pekerja pada posisi dan jabatan tertentu berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan. Biaya kompensasi saham pada tanggal penerbitan dihitung berdasarkan nilai wajar dari opsi saham tersebut dan diakui dalam akun Beban Tenaga Kerja dan Tunjangan berdasarkan program hak yang diakui pada tahun berjalan (cliff-vesting scheme) dengan metode garis lurus selama masa tunggu (vesting period). Akumulasi dari biaya kompensasi saham diakui sebagai Opsi Saham dalam bagian ekuitas. Nilai wajar dari opsi saham tersebut dinilai dengan menggunakan model penentuan harga opsi Black-Scholes. ac. Pajak Penghasilan Bank dan Anak Perusahaan menghitung pajak penghasilan tahun berjalan berdasarkan perkiraan penghasilan kena pajak untuk tahun tersebut. Aktiva dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara basis pencatatan akuntansi menurut pajak dan komersial untuk nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat di neraca konsolidasi pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak dari rugi operasi tahun-tahun sebelumnya yang belum digunakan, apabila ada, diakui apabila besar kemungkinan bahwa manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan diterapkan pada periode aktiva atau kewajiban tersebut direalisasi atau diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan-peraturan pajak) yang berlaku atau secara substansi telah berlaku pada tanggal neraca konsolidasi. 22
26 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) ac. Pajak Penghasilan (lanjutan) Taksiran pajak penghasilan Bank dan Anak Perusahaan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai badan hukum terpisah. Aktiva pajak kini (current tax assets) dan kewajiban pajak kini (current tax liabilities) untuk badan hukum yang berbeda tidak disalinghapuskan dalam laporan keuangan konsolidasi. Aktiva pajak tangguhan disajikan bersih setelah dikurangi dengan kewajiban pajak tangguhan dalam neraca konsolidasi. Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila Bank dan Anak Perusahan mengajukan keberatan dan atau banding, maka koreksi diakui pada saat keputusan atas keberatan dan atau banding tersebut diterima. ad. Informasi Segmen Usaha Bank telah mengidentifikasi dan mengungkapkan informasi keuangan berdasarkan segmen usaha (segmen utama) dan segmen geografis (segmen sekunder) Bank. ae. Laba per Saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun berjalan. Laba per saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dengan asumsi bahwa semua opsi saham dilaksanakan pada saat penerbitan (Catatan 26, 27 dan 48). af. Penggunaan Estimasi Dalam penyajian laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, manajemen telah menggunakan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi. Adanya unsur ketidakpastian yang melekat dalam melakukan estimasi dapat menyebabkan jumlah sebenarnya yang dilaporkan pada tahun yang akan datang berbeda dengan jumlah yang telah diestimasikan. ag. Reklasifikasi Akun Beberapa akun pada laporan keuangan konsolidasi tanggal 31 Desember 2005 telah direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan pengungkapan akun pada laporan keuangan konsolidasi tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut: Dilaporkan Dilaporkan Deskripsi Akun Sebelumnya Reklasifikasi Sekarang Kewajiban segera ( ) Kewajiban lain-lain Beban umum dan administrasi ( ) ( ) ( ) Pendapatan bukan operasional - bersih
27 3. KAS Rupiah Mata uang asing Dolar Amerika Serikat Dolar Australia Dolar Singapura Lainnya GIRO PADA BANK INDONESIA Rupiah Dolar Amerika Serikat Di dalam giro pada Bank Indonesia terdapat giro yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM) dari Bank Indonesia. Rasio GWM Bank (tidak diaudit) pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: Konvensional Rupiah 10,50% 17,55% Dolar Amerika Serikat 3,02 3,11 Syariah Rupiah 5,26 5,14 Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, perhitungan rasio GWM didasarkan pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/49/PBI/2005 tentang Perubahan Kedua Atas PBI No. 6/15/PBI/2004 tanggal 29 November 2005 tentang GWM Bank Umum Pada Bank Indonesia Dalam Rupiah dan Valuta Asing. Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, perhitungan rasio GWM berdasarkan prinsip perbankan syariah didasarkan pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 6/21/PBI/2004 tanggal 3 Agustus 2004 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah sebagaimana telah dirubah dengan PBI No. 8/23 tanggal 5 Oktober Bank telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang giro wajib minimum. 24
28 5. GIRO PADA BANK LAIN a. Berdasarkan Mata Uang: Pihak ketiga Rupiah Mata uang asing Dolar Amerika Serikat Euro Eropa Dolar Australia Lain-lain Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan ( ) ( ) Di dalam giro pada bank lain terdapat giro yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan b. Berdasarkan Bank: Pihak ketiga Rupiah PT Bank Lippo Tbk Standard Chartered Bank, Jakarta PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Nagari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Lain-lain Mata uang asing Wachovia Bank N.A., New York Standard Chartered Bank, New York Citibank N.A., Jakarta Dresdner Bank AG, Frankfurt Citibank N.A., New York United Overseas Bank Ltd., Singapura American Express Bank, New York American Express Bank, Tokyo, Jepang PT Bank Central Asia Tbk, Jakarta National Australia Bank, Melbourne, Australia Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Tokyo, Jepang
29 5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Mata uang asing (lanjutan) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (dahulu Marine Midland Bank), New York Lain-lain Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah PT Bank Persyarikatan Indonesia Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan ( ) ( ) c. Berdasarkan Kolektibilitas: Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, semua giro pada bank lain diklasifikasikan lancar. d. Perubahan penyisihan penghapusan giro pada bank lain: Rupiah Saldo awal Pembentukan penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) Mata uang asing Saldo awal Pembentukan penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) Selisih kurs (41.958) Jumlah minimum penyisihan penghapusan giro pada bank lain yang wajib dibentuk sesuai ketentuan Bank Indonesia adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya giro pada bank lain. 26
30 6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN a. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Bank: Pihak ketiga Rupiah Fasilitas simpanan Bank Indonesia - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Inter-bank call money PT Pan Indonesia Bank Tbk PT Bank Permata Tbk JP Morgan Chase Bank PT Bank Niaga Tbk ABN-AMRO Bank N.V., Jakarta PT Bank Persyarikatan Indonesia Deutsche Bank AG, Jakarta PT ANZ Panin Bank Dolar Amerika Serikat Inter-bank call money Sumitomo Mitsui, Singapura Nordea Bank Finland PLC, Singapura Bank of Nova Scotia, Hongkong PT Bank Artha Graha International Tbk Indosische Overzeese Bank N.V., Jakarta Deposito berjangka Deutsche Bank AG, Singapura Abu Dhabi Commercial Bank, Abu Dhabi Sertifikat Deposito Indover Bank, Netherlands setelah dikurangi bunga diterima dimuka sebesar Rp pada tahun
31 6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN (lanjutan) a. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Bank (lanjutan): Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah Inter-bank call money PT Bank Persyarikatan Indonesia Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan ( ) ( ) b. Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo: Pihak ketiga Rupiah 1 bulan Dolar Amerika Serikat 1 bulan > 1 bulan - 3 bulan > 3 bulan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah 1 bulan Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan ( ) ( ) c. Berdasarkan Kolektibilitas: Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, semua penempatan pada bank lain diklasifikasikan lancar. d. Suku Bunga Rata-rata per Tahun: Rupiah Fasilitas simpanan Bank Indonesia 5,29% 5,22 % Inter-bank call money 10,55 12,46 Dolar Amerika Serikat Inter-bank call money 4,90 3,37 Deposito berjangka 4,76 3,18 28
32 6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN (lanjutan) e. Perubahan penyisihan penghapusan penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain: Rupiah Saldo awal Pembentukan (pembalikan) penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) ( ) Dolar Amerika Serikat Saldo awal Pembentukan penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) Selisih kurs ( ) Jumlah minimum penyisihan penghapusan untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain sesuai ketentuan Bank Indonesia adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain. 7. EFEK-EFEK a. Berdasarkan Tujuan, Jenis dan Mata Uang: Pihak ketiga Rupiah Dimiliki hingga jatuh tempo (nilai perolehan): Sertifikat Bank Indonesia - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Obligasi
33 7. EFEK-EFEK (lanjutan) a. Berdasarkan Tujuan, Jenis dan Mata Uang (lanjutan): Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah (lanjutan) Dimiliki hingga jatuh tempo (nilai perolehan) (lanjutan): Obligasi Negara Republik Indonesia termasuk premi yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Seri FR Seri FR Seri FR Seri FR Seri FR Seri FR Sertifikat Wadiah Bank Indonesia Obligasi syariah Wesel SKBDN - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Medium Term Notes Diperdagangkan (nilai wajar): Obligasi Retail Indonesia Obligasi Dolar Amerika Serikat Dimiliki hingga jatuh tempo (nilai perolehan): Obligasi - termasuk premi yang belum diamortisasi sebesar Rp pada tanggal 31 Desember Wesel ekspor
34 7. EFEK-EFEK (lanjutan) a. Berdasarkan Tujuan, Jenis dan Mata Uang (lanjutan): Pihak ketiga (lanjutan) Dolar Amerika Serikat (lanjutan) Diperdagangkan (nilai wajar): Obligasi Obligasi Negara Republik Indonesia - Seri RI Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan ( ) ( ) b. Berdasarkan Golongan Penerbit: Pihak ketiga Rupiah Dimiliki hingga jatuh tempo (nilai perolehan): Bank Indonesia - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Negara Republik Indonesia - termasuk premi yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Seri FR Seri FR Seri FR Seri FR Seri FR Seri FR PT Bank Permata Tbk PT Jasa Marga (Persero) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk PT Bank Syariah Mandiri
35 7. EFEK-EFEK (lanjutan) b. Berdasarkan Golongan Penerbit (lanjutan): Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah (lanjutan) Dimiliki hingga jatuh tempo (nilai perolehan) (lanjutan): PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) PT Federal International Finance PT Bosowa Trading Internasional - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan PT Bank Jatim PT Aplikanusa Lintasarta PT Bhakti Investama Tbk Diperdagangkan (nilai wajar): Obligasi Negara Republik Indonesia Obligasi Retail Indonesia PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) PT Jasa Marga (Persero) Dimiliki hingga jatuh tempo (nilai perolehan): Dolar Amerika Serikat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Mitindo Paper Plastic Industry PT Sri Rejeki Tekstil CV Cipta Nuansa Nusantara
36 7. EFEK-EFEK (lanjutan) b. Berdasarkan Golongan Penerbit (lanjutan): Pihak ketiga (lanjutan) Dolar Amerika Serikat (lanjutan) Diperdagangkan (nilai wajar): PGN Euro Finance 2003 Limited PT Bank Niaga Tbk Negara Republik Indonesia - Seri RI PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Indofood International Finance Limited Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan ( ) ( ) Pada tanggal 25 Juli 2006, Bank menukarkan obligasi FR0005 yang sudah mendekati jatuh tempo dengan obligasi FR0034 dengan nilai nominal sebesar Rp pada saat pemerintah melakukan lelang atas pembelian kembali obligasi FR0005 dengan cara penukaran (Debt switch) dengan obligasi FR0034. Harga pasar obligasi FR0005 pada saat penukaran tersebut sudah mendekati nilai nominal. Dalam sertifikat Bank Indonesia, termasuk efek yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp (Catatan 21). Bank menggunakan obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia, PT Adira Multi Finance, PT Federal International Finance, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, PT Jasa Marga (Persero) dan PT Bank Permata Tbk dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp , Rp , Rp , Rp , Rp dan Rp pada tanggal 31 Desember 2006 dan Negara Republik Indonesia dan Medium Term Notes (MTN) dari PT Bhakti Investama Tbk dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp dan Rp pada tanggal 31 Desember 2005 sebagai dana cadangan pelunasan obligasi yang telah diterbitkan oleh Bank (Catatan 22). c. Berdasarkan Peringkat: Rupiah PT Jasa Marga (Persero) A+ A+ PT Federal International Finance A+ - PT Bank Tabungan Negara (Persero) A A- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk A - PT Bank Jatim A- - PT Bank Permata Tbk A- - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk A- - PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) A- BBB+ PT Bank Syariah Mandiri BBB+ BBB+ 33
37 7. EFEK-EFEK (lanjutan) c. Berdasarkan Peringkat (lanjutan): Dolar Amerika Serikat PT Bank Niaga Tbk Ba3 B2 PGN Euro Finance 2003 Limited Ba3 B PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ba3 B3 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Ba3 B3 Indofood International Finance Limited - B2 Peringkat untuk obligasi yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya berdasarkan peringkat yang dilaporkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), sedangkan peringkat untuk obligasi lain yang tidak terdaftar di Bursa Efek Surabaya berdasarkan peringkat obligasi yang dilaporkan oleh Moody s. d. Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo: Pihak ketiga Rupiah 1 bulan > 1 bulan - 3 bulan > 3 bulan - 1 tahun > 1 tahun - 5 tahun > 5 tahun Dolar Amerika Serikat 1 bulan > 1 bulan - 3 bulan > 5 tahun Jumlah Premium yang belum diamortisasi Bunga yang belum diamortisasi ( ) ( ) Penyisihan penghapusan ( ) ( ) e. Berdasarkan Kolektibilitas: Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 seluruh efek-efek diklasifikasikan lancar, kecuali tagihan wesel ekspor PT Mitindo Paper Plastic Industry sebesar Rp yang diklasifikasikan macet untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
38 7. EFEK-EFEK (lanjutan) f. Suku Bunga Rata-rata per Tahun: Rupiah Wesel SKBDN 13,20% 16,50% Obligasi 13,29 13,33 Obligasi Negara Republik Indonesia - suku bunga tetap 13,38 12,86 Sertifikat Bank Indonesia 11,72 9,04 Dolar Amerika Serikat Obligasi 8,10 9,03 Obligasi Negara Republik Indonesia - suku bunga tetap 5,19 6,75 Wesel ekspor - 7,00 g. Perubahan penyisihan penghapusan efek-efek adalah sebagai berikut: Rupiah Saldo awal Pembentukan (pembalikan) penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) ( ) Dolar Amerika Serikat Saldo awal Pembentukan penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) Selisih kurs ( ) Jumlah minimum penyisihan penghapusan untuk efek-efek yang wajib dibentuk sesuai ketentuan Bank Indonesia adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya efek-efek. 35
39 8. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2006 terdiri dari: Bunga yang Jangka Tanggal Harga Jual Belum Nilai Waktu Jatuh Tempo Kembali Direalisasi Bersih Rupiah PT Mandiri Sekuritas Obligasi Negara Republik Indonesia - Seri FR hari 5 Januari Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2005 terdiri dari: Bunga yang Jangka Tanggal Harga Jual Belum Nilai Waktu Jatuh Tempo Kembali Direalisasi Bersih Rupiah PT Mandiri Sekuritas Obligasi Negara Republik Indonesia - Seri FR hari 20 Januari Seri FR hari 20 Januari TAGIHAN/KEWAJIBAN DERIVATIF Rincian transaksi derivatif atas swap mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: Nilai Nilai Tagihan Kewajiban Counterparties Kontrak Wajar Derivatif Derivatif Dolar Amerika Serikat Deutsche Bank AG Jakarta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Standard Chartered Bank, Jakarta PT Bank DBS Indonesia PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Yen Jepang PT Bank Sumitomo Mitsui Corporation, Singapura Jumlah Penyisihan penghapusan (19.440) Kontrak-kontrak tersebut di atas jatuh tempo pada berbagai tanggal, dan terakhir pada tanggal 4 Januari
40 9. TAGIHAN/KEWAJIBAN DERIVATIF (lanjutan) Rincian transaksi derivatif atas swap mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2005 adalah sebagai berikut: Nilai Nilai Tagihan Counterparties Kontrak Wajar Derivatif Dolar Amerika Serikat Citibank N.A., Jakarta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Niaga Tbk Standard Chartered Bank, Jakarta Jumlah Penyisihan penghapusan (6.200) Kontrak-kontrak tersebut di atas jatuh tempo pada berbagai tanggal, dan terakhir pada tanggal 5 Januari Seluruh tagihan derivatif diklasifikasikan lancar pada tanggal 31 Desember 2006 dan Perubahan penyisihan penghapusan tagihan derivatif adalah sebagai berikut: Rupiah Saldo awal Pembentukan penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) Jumlah minimum penyisihan penghapusan untuk tagihan derivatif yang harus dibentuk sesuai ketentuan BI adalah sebesar Rp dan Rp4.554 pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya tagihan derivatif. 37
41 10. KREDIT YANG DIBERIKAN a. Rincian kredit yang diberikan oleh Bank, termasuk pembiayaan/piutang syariah, adalah sebagai berikut: 1) Berdasarkan Mata Uang, Jenis dan Kolektibilitas: Rupiah 2006 Dalam Perhatian Kurang Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah Modal kerja Investasi Konsumsi Sindikasi Program Pemerintah Karyawan dan direksi Bank lain Subordinasi Jumlah Rupiah Penyisihan penghapusan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Mata Uang Asing Modal kerja Investasi Sindikasi Konsumsi Jumlah Dolar AS Penyisihan penghapusan ( ) ( ) Jumlah Kredit Penyisihan penghapusan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
42 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) a. Rincian kredit yang diberikan oleh Bank, termasuk pembiayaan/piutang syariah, adalah sebagai berikut (lanjutan): 1) Berdasarkan Mata Uang, Jenis dan Kolektibilitas (lanjutan): Rupiah 2005 Dalam Perhatian Kurang Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah Modal kerja Investasi Konsumsi Sindikasi Program Pemerintah Karyawan dan direksi Bank lain Subordinasi Jumlah Rupiah Penyisihan penghapusan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Mata Uang Asing Investasi Modal kerja Konsumsi Jumlah Dolar AS Penyisihan penghapusan ( ) (7.894) - ( ) - ( ) Jumlah Kredit Penyisihan penghapusan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
43 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) a. Rincian kredit yang diberikan oleh Bank, termasuk pembiayaan/piutang syariah, adalah sebagai berikut (lanjutan): 2) Berdasarkan Sektor Ekonomi: Rupiah 2006 Dalam Perhatian Kurang Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah Perdagangan Jasa Konstruksi Pertanian Manufaktur Transportasi Tenaga listrik Pertambangan Lain-lain Jumlah Rupiah Penyisihan penghapusan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Mata Uang Asing Pertambangan Perdagangan Manufaktur Konstruksi Jasa Transportasi Tenaga Listrik Lain-lain Jumlah Dolar AS Penyisihan penghapusan ( ) ( ) Jumlah Kredit Penyisihan penghapusan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
44 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) a. Rincian kredit yang diberikan oleh Bank, termasuk pembiayaan/piutang syariah, adalah sebagai berikut (lanjutan): 2) Berdasarkan Sektor Ekonomi (lanjutan): Rupiah 2005 Dalam Perhatian Kurang Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah Perdagangan Jasa Konstruksi Pertanian Manufaktur Transportasi Tenaga listrik Pertambangan Lain-lain Jumlah Rupiah Penyisihan penghapusan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Mata Uang Asing Pertambangan Jasa Manufaktur Perdagangan Transportasi Konstruksi Lain-lain Jumlah Dolar AS Penyisihan penghapusan ( ) (7.894) - ( ) - ( ) Jumah Kredit Penyisihan penghapusan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ) Berdasarkan Jangka Waktu: Rupiah 1 tahun > 1 tahun - 2 tahun > 2 tahun - 5 tahun > 5 tahun
45 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) a. Rincian kredit yang diberikan oleh Bank, termasuk pembiayaan/piutang syariah, adalah sebagai berikut (lanjutan): 3) Berdasarkan Jangka Waktu (lanjutan): Mata Uang Asing 1 tahun > 1 tahun - 2 tahun > 2 tahun - 5 tahun > 5 tahun Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan ( ) ( ) ) Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo: Rupiah 1 tahun > 1 tahun - 2 tahun > 2 tahun - 5 tahun > 5 tahun Mata Uang Asing 1 tahun > 1 tahun - 2 tahun > 2 tahun - 5 tahun > 5 tahun Jumlah Dikurangi penyisihan penghapusan ( ) ( )
46 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) b. Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit dan pembiayaan/piutang syariah yang diberikan: 1) Di dalam kredit yang diberikan terdapat pembiayaan/piutang syariah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Rincian pembiayaan/piutang syariah pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: Piutang Murabahah Pembiayaan Mudharabah Piutang Musyarakah Piutang Qardh ) Suku bunga rata-rata per tahun untuk kredit yang diberikan dalam Rupiah adalah 17,99% dan 18,02% masing-masing pada tahun 2006 dan Untuk kredit yang diberikan dalam dolar Amerika Serikat, suku bunga rata-rata per tahun adalah 7,33% dan 6,45% masing-masing pada tahun 2006 dan ) Kredit yang diberikan dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak tanggungan atau surat kuasa membebankan hak tanggungan atau surat kuasa untuk menjual, atau jaminan lain yang umumnya diterima oleh Bank. Jumlah giro, tabungan, deposito berjangka dan giro dari bank lain yang dijadikan sebagai jaminan kredit disajikan masing-masing pada Catatan 16, 17, 18 dan 19 atas laporan keuangan konsolidasi. 4) Kredit modal kerja merupakan kredit rekening koran, cerukan dan kredit reguler. 5) Kredit konsumsi terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit pemilikan mobil dan kredit perorangan termasuk cash collateral loan. 6) Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah di bawah perjanjian pembiayaan bersama dengan bank-bank lain. Keikutsertaan Bank sebagai anggota sindikasi dengan persentase penyertaan berkisar antara 16% sampai dengan 85% dan 24,42% sampai dengan 85% dari jumlah kredit sindikasi masing-masing pada tahun 2006 dan Risiko atas kredit sindikasi ditanggung secara proporsional oleh bank-bank peserta. 7) Kredit Program Pemerintah terdiri dari Kredit Usaha Tani, Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, Kredit Program kepada Sektor Koperasi dan Kredit Pemilikan Rumah. 8) Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 (Catatan 38). Rincian kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa berdasarkan jenis adalah sebagai berikut: 43
47 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) b. Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit dan pembiayaan/piutang syariah yang diberikan (lanjutan): 8) Rincian kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa berdasarkan jenis adalah sebagai berikut (lanjutan): Modal kerja Investasi Bank lain Subordinasi Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah, Pejabat Eksekutif Jumlah Penyisihan penghapusan ( ) ( ) Tingkat suku bunga kredit kepada pihak yang mempunyai istimewa adalah berkisar antara 4% sampai dengan 23% dan 3% sampai dengan 23% masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan ) Dalam jumlah kredit modal kerja terdapat pembiayaan pengelolaan komoditi Pemerintah yang ditugaskan kepada Badan Urusan Logistik (BULOG) sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 8 tahun 1990, kredit tersebut dijamin oleh Menteri Keuangan dan dikecualikan dalam perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) sesuai ketentuan Bank Indonesia. Pinjaman komoditi adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan ) Kredit yang diberikan kepada Direksi, Komisaris dan karyawan Bank adalah sebesar Rp dan Rp dan pembiayaan/piutang syariah kepada Dewan Pengawas Syariah sebesar Rp tanggal 31 Desember 2006 dan Kredit yang diberikan dan piutang/pembiayaan syariah digunakan untuk membeli rumah, kendaraan dan keperluan lainnya dengan jangka waktu 2 (dua) sampai dengan 15 (lima belas) tahun dan dibayar kembali melalui pemotongan gaji setiap bulan. Suku bunga per tahun berkisar antara 3% sampai dengan 14% pada tahun 2006 dan ) Dalam laporan BMPK pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 kepada Bank Indonesia tidak terdapat debitur yang melanggar ketentuan BMPK. 44
48 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) b. Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit dan pembiayaan/piutang syariah yang diberikan (lanjutan): 12) Perubahan penyisihan penghapusan kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah adalah sebagai berikut: Rupiah Saldo awal Penerimaan kembali kredit yang telah dihapusbukukan Pembentukan penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) Penghapusbukuan ( ) ( ) Dolar Amerika Serikat Saldo awal Penerimaan kembali kredit yang telah Dihapusbukukan Pembentukan penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) Penghapusbukuan ( ) - Selisih kurs ( ) Di dalam saldo penyisihan penghapusan termasuk penyisihan penghapusan pembiayaan/piutang syariah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Jumlah minimum penyisihan penghapusan untuk kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah yang wajib dibentuk sesuai ketentuan Bank Indonesia adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah. 13) Kredit yang telah direstrukturisasi adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tahun 2006 dan Restrukturisasi tersebut dilakukan dengan cara perpanjangan masa pelunasan kredit dan atau perubahan persentase tingkat bunga. Penyisihan penghapusan untuk kredit dalam proses restrukturisasi adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan ) Jumlah kredit non-performing yang sudah dihentikan pembebanan bunganya adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan
49 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) b. Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit dan pembiayaan/piutang syariah yang diberikan (lanjutan): 15) Fungsi pengendalian kredit Bank selalu didasarkan atas prinsip kehati-hatian dengan semangat untuk menghindari diri dari pemberian kredit yang spekulatif dan berisiko tinggi dan berfokus pada penghindaran pemburukan portofolio kredit Bank. Pengelolaan risiko kredit dilakukan dengan membuat limit kredit dan menerapkan kebijakan pemberian kredit yang seragam, pengawasan secara periodik atas masing-masing portofolio dan pengukuran tingkat kolektibilitas dari portofolio kredit. 16) Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 2/11/PBI/2000 tanggal 31 Maret 2000, rasio Non-Performing Loan (NPL) adalah setinggi-tingginya 5% dari jumlah kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah oleh Bank. Rasio kredit dan pembiayaan/piutang syariah bermasalah sebelum dikurangi penyisihan penghapusan (gross) ditentukan dengan mempertimbangkan prospek bisnis, kondisi keuangan, dan kemampuan membayar debitur yang bersangkutan sesuai dengan pedoman dari Bank Indonesia tentang penggolongan kualitas aktiva produktif (Catatan 2d) adalah seperti yang terlihat dalam tabel berikut ini: Kolektibilitas Kurang lancar Diragukan Macet Jumlah kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah % non-performing kredit yang diberikan dan pembiayaan/ piutang syariah (Gross NPL) 3,71% 3,37% 17) Ikhtisar kredit yang dihapus buku pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: Saldo awal Penghapusbukuan Penerimaan kembali kredit yang telah dihapusbukukan ( ) ( ) Potongan pelunasan kredit hapus buku ( ) - Selisih kurs ( )
50 11. TAGIHAN/KEWAJIBAN AKSEPTASI Pihak ketiga Rupiah Mata Uang Asing Dolar Amerika Serikat Euro Eropa Jumlah Penyisihan penghapusan ( ) ( ) Jumlah seluruh saldo kewajiban akseptasi adalah sama seperti yang tercatat dalam saldo akun tagihan akseptasi kepada pelanggan sebelum dikurangi penyisihan penghapusan dan pembayaran dari PT Menjangan Sakti sebesar Rp , sebelum jatuh temponya pada tanggal 2 Januari 2006 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Kolektibilitas atas tagihan akseptasi berdasarkan kualitasnya adalah lancar dan mempunyai sisa umur sampai dengan saat jatuh temponya adalah kurang dari satu tahun masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Perubahan penyisihan penghapusan tagihan akseptasi adalah sebagai berikut: Saldo awal Pembentukan (pembalikan) penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) ( ) Selisih kurs (30.660) Jumlah penyisihan penghapusan tagihan akseptasi yang wajib dibentuk berdasarkan peraturan dari Bank Indonesia adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya tagihan akseptasi. 47
51 12. PENYERTAAN Rincian penyertaan pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: Akumulasi Ekuitas Nama Jenis Persentase Biaya atas Bagian Laba Nilai Perusahaan Usaha Kepemilikan Perolehan (Rugi) Tercatat Metode Ekuitas: PT Bank Persyarikatan Indonesia Bank 24,73% ( ) Metode Biaya Simpanan di koperasi: Koperasi Asuransi Indonesia Koperasi Koperasi Jasa Audit Nasional Koperasi Kepemilikan saham: PT Bank Madya Dhaha Ekonomi - Kediri (BPR) Bank 16,02% PT Aplikanusa Lintasarta Jasa 0,02% Jumlah Penyisihan penghapusan ( ) Rincian penyertaan pada tanggal 31 Desember 2005 adalah sebagai berikut: Nama Jenis Persentase Biaya Akumulasi Ekuitas Nilai Perusahaan Usaha Kepemilikan Perolehan atas Bagian Laba Tercatat Metode biaya Simpanan di koperasi: Koperasi Asuransi Indonesia Koperasi Koperasi Jasa Audit Nasional Koperasi Kepemilikan saham: PT Bank Madya Dhaha Ekonomi - Kediri (BPR) Bank 16,02% PT Aplikanusa Lintasarta Jasa 0,02% Jumlah Penyisihan penghapusan ( )
52 12. PENYERTAAN (lanjutan) Berdasarkan hasil evaluasi dan penelaahan manajemen Bank, klasifikasi penyertaan berdasarkan kualitasnya pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: Lancar Diragukan Macet Jumlah Penyisihan penghapusan ( ) ( ) Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, penyertaan dengan kolektibilitas macet adalah penyertaan simpanan pada Koperasi Asuransi Indonesia. Simpanan pada koperasi terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan wajib khusus dan simpanan sukarela. Perubahan penyisihan penghapusan penyertaan adalah sebagai berikut: Saldo awal Pembentukan penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 32) Saldo penyisihan penghapusan penyertaan yang wajib dibentuk berdasarkan peraturan dari Bank Indonesia adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas penyertaan. 49
53 13. AKTIVA TETAP 2006 Akuisisi Anak Saldo Awal Perusahaan Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Perabot dan Peralatan Kantor Kendaraan Bermotor Jumlah Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan Perabot dan Peralatan Kantor Kendaraan Bermotor Jumlah Biaya Perolehan Nilai Buku Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Perabot dan peralatan kantor Kendaraan bermotor Jumlah Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan Perabot dan peralatan kantor Kendaraan bermotor Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Jumlah penyusutan aktiva tetap yang dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing untuk tahun 2006 dan 2005 (Catatan 33). Keuntungan atau kerugian-bersih dari penjualan aktiva tetap adalah sebesar Rp dan Rp , masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 (Catatan 35). Aktiva tetap kecuali tanah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu kepada lebih dari 15 (lima belas) perusahaan asuransi. Nilai pertanggungan seluruhnya adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva tetap yang dipertanggungkan. Berdasarkan penelaahan manajemen Bank, tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aktiva yang dimiliki oleh Bank. 50
54 14. AKTIVA LAIN-LAIN - BERSIH Rupiah Uang muka biaya Biaya dibayar di muka Agunan yang diambil alih Bunga masih akan diterima Properti terbengkalai Lain-lain - bersih Dolar Amerika Serikat Bunga masih akan diterima Uang muka biaya terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pembukaan cabangcabang baru, relokasi cabang, pembelian aktiva tetap, renovasi gedung kantor dan uang muka biaya lainnya. Biaya dibayar di muka sebagian besar terdiri atas biaya-biaya sewa gedung dan rumah, iklan dan promosi, dan asuransi. Agunan yang diambil alih merupakan aktiva jaminan yang diambil alih oleh Bank sehubungan dengan penyelesaian kredit yang terdiri atas tanah, bangunan dan kendaraan. Pada tanggal 20 Januari 2007 beberapa agunan yang diambil alih dengan jumlah nilai sebesar Rp telah diklasifikasikan sebagai golongan kurang lancar dengan penyisihan penghapusan yang harus dibentuk sebesar Rp Properti terbengkalai merupakan aktiva tetap dalam bentuk properti yang dimiliki oleh Bank yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan usaha Bank secara lazim. Lain-lain meliputi, antara lain tagihan sehubungan dengan kerjasama pemakaian ATM bersama, jaminan pemakaian ATM BCA, setoran jaminan atas gedung kantor yang disewa, goodwill dan lainnya. 15. KEWAJIBAN SEGERA Rupiah Kiriman uang yang belum diselesaikan Lain-lain Dolar Amerika Serikat Kiriman uang yang belum diselesaikan Lain-lain Lain-lain sebagian besar terdiri dari kewajiban yang timbul atas transaksi LC Bulog yang sudah jatuh tempo, setoran pajak pihak ketiga yang akan dibayarkan, pembukaan rekening atas nasabah baru, deposito berjangka yang telah jatuh tempo, kewajiban penebusan komoditi dari rekanan BULOG dan pelayanan nasabah. 51
55 16. GIRO Pihak ketiga Rupiah Dolar Amerika Serikat Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah Dolar Amerika Serikat Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 giro yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah adalah masing-masing sebesar Rp dan Rp Giro yang dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank kepada beberapa nasabah pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar Rp dan Rp Giro yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah yang dijadikan sebagai jaminan atas pembiayaan/piutang syariah oleh Bank kepada beberapa nasabah pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar Rp dan Rp Suku bunga rata-rata per tahun untuk giro dalam Rupiah adalah sebesar 2,5% pada tahun 2006 dan 2005, sedangkan untuk giro dalam Dolar Amerika Serikat adalah masing-masing sebesar 1,5% dan 1,22% pada tahun 2006 dan TABUNGAN Pihak ketiga SiAga Sikosi SiAga Wadiah Tabungan Haji Tabungan Haji Wadiah Pihak yang mempunyai hubungan istimewa SiAga SiAga Wadiah
56 17. TABUNGAN (lanjutan) Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 tabungan yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah adalah masing-masing sebesar Rp dan Rp Tabungan yang dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank kepada beberapa nasabah pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar Rp dan RpNihil. Tabungan yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah yang dijadikan sebagai jaminan atas pembiayaan/piutang syariah oleh Bank kepada beberapa nasabah pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar RpNihil. Suku bunga rata-rata per tahun untuk tabungan adalah masing-masing 2,84% dan 2,87% pada tahun 2006 dan DEPOSITO BERJANGKA Pihak ketiga Rupiah Dolar Amerika Serikat Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah Dolar Amerika Serikat Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, deposito berjangka yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah adalah masing-masing sebesar Rp dan Rp Rincian deposito berjangka berdasarkan tanggal penempatan sampai dengan saat jatuh tempo adalah sebagai berikut: Suku Bunga Rata-rata Per Tahun (%) Rupiah 1 bulan 10,35 7, bulan 10,87 7, bulan 10,96 7, bulan 10,50 7, Dolar Amerika Serikat 1 bulan 3,52 2, bulan 3,69 1, bulan 3,76 1, bulan 2,97 0,
57 18. DEPOSITO BERJANGKA (lanjutan) Rincian deposito berjangka berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah sebagai berikut: Rupiah 1 bulan > 1 bulan - 3 bulan > 3 bulan - 12 bulan Dolar Amerika Serikat 1 bulan > 1 bulan - 3 bulan > 3 bulan - 12 bulan Deposito berjangka yang dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank kepada beberapa nasabah pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar Rp dan Rp Deposito berjangka yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah yang dijadikan sebagai jaminan atas pembiayaan/piutang syariah yang diberikan oleh Bank kepada beberapa nasabah pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar Rp dan Rp SIMPANAN DARI BANK LAIN a. Berdasarkan Mata Uang dan Jenis: Pihak ketiga Rupiah Inter-bank call money Giro Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah Giro
58 19. SIMPANAN DARI BANK LAIN (lanjutan) b. Tingkat Suku Bunga Rata-rata per Tahun: Rupiah Inter-bank call money 9,12% 7,77 % Giro 3,33 3,33 Deposito berjangka 11,05 7,72 Simpanan dari bank lain yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar Rp dan Rp Pada tanggal 31 Desember 2006 simpanan dari bank lain sebesar Rp dijadikan jaminan atas pembelian kredit dari PT Bank Persyarikatan Indonesia. c. Rincian simpanan dari bank lain berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah sebagai berikut: Rupiah 1 bulan > 1 bulan - 3 bulan > 3 bulan - 12 bulan HUTANG PAJAK Hutang pajak penghasilan - Pasal Hutang pajak penghasilan lainnya Pajak penghasilan karyawan - Pasal Pasal 4(2) Pasal 25 - Desember 2006 dan Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi, dengan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: Laba sebelum beban pajak sesuai dengan laporan laba rugi konsolidasi Bagian laba bersih anak perusahaan ( ) - Laba sebelum pajak penghasilan - Bank
59 20. HUTANG PAJAK (lanjutan) Beda permanen: Sumbangan dan hadiah Representasi Aktivitas karyawan Bagian rugi perusahaan asosiasi Pendapatan yang dikenakan pajak final ( ) - Lain-lain Beda temporer: Pembentukan (pembalikan) penyisihan kerugian atas: Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain ( ) Efek-efek ( ) Tagihan derivatif Tagihan akseptasi ( ) Penyertaan Beban (pembalikan) estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi ( ) Penyusutan aktiva tetap ( ) Beban untuk kesejahteraan karyawan Selisih kurs penyisihan penghapusan aktiva produktif ( ) Lain-lain Penghasilan kena pajak Perhitungan beban pajak penghasilan dan hutang pajak penghasilan adalah sebagai berikut: Penghasilan kena pajak Beban pajak penghasilan 10% x Rp % x Rp % x Rp (2006) % x Rp (2005) Pajak penghasilan Pasal 25 ( ) ( ) Hutang pajak penghasilan - Pasal
60 20. HUTANG PAJAK (lanjutan) Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan (pengaruh beda waktu pada tarif pajak maksimum 30%) adalah sebagai berikut: Beban (pembalikan) penyisihan penyisihan kerugian atas: Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain ( ) Efek-efek ( ) Tagihan derivatif Tagihan akseptasi ( ) Penyertaan Beban (pembalikan) estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi (83.058) Penyusutan aktiva tetap ( ) Kewajiban estimasi untuk kesejahteraan karyawan Selisih kurs atas penyisihan penghapusan aktiva ( ) Lain-lain Jumlah Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan - bersih ( ) Pengaruh pajak tangguhan atas beda waktu yang signifikan antara pelaporan komersial dan perpajakan adalah sebagai berikut (Catatan 2ac): Aktiva Pajak Tangguhan Penyisihan penghapusan: Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Tagihan derivatif Tagihan akseptasi Penyertaan Kewajiban estimasi untuk kesejahteraan karyawan Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Lain-lain Aktiva pajak tangguhan - Bank Aktiva pajak tangguhan - Anak Perusahaan Jumlah aktiva pajak tangguhan konsolidasi Kewajiban Pajak Tangguhan Aktiva tetap ( ) ( ) Jumlah kewajiban pajak tangguhan - Bank ( ) ( ) Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih ( ) 57
61 20. HUTANG PAJAK (lanjutan) Rekonsiliasi antara beban pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum beban pajak dan beban pajak bersih seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: Beban pajak sesuai tarif pajak yang berlaku Biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan Beban Pajak Penghasilan EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI Efek yang djual dengan janji dibeli kembali pada tanggal 31 Desember 2006 terdiri dari: Bunga Dibayar Dimuka yang Jangka Tanggal Harga Beli Belum Nilai Waktu Jatuh Tempo Kembali Diamortisasi Bersih Rupiah Sertifikat Bank Indonesia 4 hari 2 Januari SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN Obligasi Seri A Bank Bukopin II Tahun Obligasi Subordinasi Seri B Bank Bukopin Tahun Obligasi Syariah Mudharabah Bank Bukopin Tahun Obligasi Seri A Bank Bukopin II Tahun 2003 dalam perbendaharaan ( ) ( ) Seluruh obligasi tersebut diterbitkan pada tanggal 10 Juli a. Obligasi Seri A Bank Bukopin II Tahun 2003 Obligasi ini berjangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo serta dilunasi pada tanggal 10 Juli 2008 dengan bunga tetap sebesar 13,375% per tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) terhitung sejak tanggal 10 Oktober 2003 dan terakhir pada tanggal 10 Juli Pada tahun 2005, Bank melakukan pembelian kembali obligasi ini sebesar Rp dalam 3 tahap pada harga sebesar 83%, 86% dan 88,05%. 58
62 22. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) b. Obligasi Subordinasi Seri B Bank Bukopin Tahun 2003 Obligasi ini merupakan obligasi subordinasi berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal emisi dengan opsi beli (pelunasan awal) pada tahun ke 5 (lima) sejak tanggal emisi dengan bunga tetap sebesar 14% per tahun untuk tahun ke 1 (satu) hingga tahun ke 5 (lima) dan selanjutnya sebesar 24% per tahun untuk tahun ke 6 (enam) hingga tahun ke 10 (sepuluh). Pada tahun ke 5 (lima) sejak tanggal emisi, Bank dapat melunasi seluruh obligasi subordinasi dengan harga 100% (seratus persen). Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) terhitung sejak tanggal emisi dimana bunga pertama kali dibayarkan pada tanggal 10 Oktober 2003 dan terakhir pada tanggal 10 Juli 2013 atau 2008 tergantung apakah Bank akan menggunakan opsi beli. c. Obligasi Syariah Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 Obligasi ini merupakan obligasi syariah mudharabah berjangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo serta dilunasi pada tanggal 10 Juli Bagi hasil dibayar setiap triwulan mulai 10 Oktober 2003 sampai 10 Juli Besarnya persentase nisbah bagi hasil untuk pemegang obligasi syariah terhadap pendapatan yang dibagihasilkan adalah sebagai berikut: Tahun ke 1: sebesar 38,58% dari pendapatan marjin unit usaha syariah dengan portofolio pembiayaan Murabahah sebesar Rp50 miliar (Rupiah penuh) dan 52,88% dari imbalan kegiatan payment point. Tahun ke 2: sebesar 52,50% dari pendapatan marjin unit usaha syariah dengan portofolio pembiayaan Murabahah sebesar Rp75 miliar (Rupiah penuh). Tahun ke 3: sebesar 39,38% dari pendapatan marjin unit usaha syariah dengan portofolio pembiayaan Murabahah sebesar Rp100 miliar (Rupiah penuh). Tahun ke 4: sebesar 31,50% dari pendapatan marjin unit usaha syariah dengan portofolio pembiayaan Murabahah sebesar Rp125 miliar (Rupiah penuh). Tahun ke 5: sebesar 26,25% dari pendapatan marjin unit usaha syariah dengan portofolio pembiayaan Murabahah sebesar Rp150 miliar (Rupiah penuh). Obligasi-obligasi tersebut di atas tidak dijamin dengan agunan khusus, dan tidak dijamin oleh pihak lainnya tetapi dijamin secara keseluruhan oleh aktiva Bank. Obligasi ini tidak termasuk dalam Program Jaminan Pemerintah Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum (Catatan 46). Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2005, 2004 dan 2003, obligasi seri A Bank Bukopin II tahun 2003 dan obligasi syariah Mudharabah Bank Bukopin tahun 2003 memperoleh peringkat idbbb+ sedangkan obligasi subordinasi seri B Bank Bukopin tahun 2003 memperoleh peringkat idbbb dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, harga pasar rata-rata tertimbang untuk obligasi seri A Bank Bukopin II Tahun 2003 masing-masing adalah 100,07%,100,07% dan 100,55%, obligasi subordinasi seri B Bank Bukopin Tahun 2003 masing-masing adalah 100,12%, 100,12% dan 100% dan obligasi syariah Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 masing-masing adalah 101%, 101% dan 100%. Wali amanat dari obligasi-obligasi tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Berdasarkan surat Bank Indonesia No. 5/40/DPwB1/PwB16/Rahasia tanggal 27 Juni 2003, Bank diwajibkan untuk membentuk dana cadangan pelunasan obligasi sejak tahun pertama penerbitan. Bank membentuk dana cadangan pelunasan obligasi masing-masing sebesar Rp , Rp , Rp , Rp , Rp dan Rp pada tanggal 31 Desember 2006 dari obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia, PT Adira Multi Finance, PT Federal International Finance, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, PT Jasa Marga (Persero) dan PT Bank Permata Tbk serta Rp dan Rp pada tanggal 31 Desember 2005 dari obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia dan Medium Term Notes (MTN) yang diterbitkan oleh PT Bhakti Investama Tbk (Catatan 7). 59
63 23. PINJAMAN YANG DITERIMA Bank Indonesia Pemerintah Republik Indonesia PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Standard Chartered Bank, Singapura International Economic Corporation Development Fund PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) Standard Chartered Bank, Jakarta a. Bank Indonesia (BI) Fasilitas pinjaman eks Kredit Likuiditas BI untuk program Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggota Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi Kawasan Timur Indonesia (KKPA PIR Trans KTI), Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggota Umum (KKPA Umum) yang pengelolaannya telah dialihkan dari BI kepada PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Jangka waktu fasilitas ini berkisar antara 2 (dua) tahun sampai dengan 13 (tiga belas) tahun dan jatuh tempo terakhir pada tahun Suku bunga pinjaman tersebut berkisar antara 3% sampai dengan 9% per tahun. Jumlah saldo pinjaman ini adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Fasilitas pinjaman eks Kredit Likuiditas BI untuk program Kredit Pemilikan Rumah Sederhana dan Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana yang pengelolaannya telah dialihkan dari BI kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero). Jangka waktu fasilitas ini sesuai dengan kredit kepada nasabah maksimum selama 21 (dua puluh satu) tahun, jatuh tempo terakhir pada tahun Suku bunga berkisar antara 3% sampai dengan 9% per tahun. Jumlah saldo pinjaman ini adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan b. Pemerintah Republik Indonesia Fasilitas pinjaman sesuai dengan Perjanjian Pinjaman No. KP-020/DP3/2004 tanggal 14 Mei 2004 yang diperbaharui kembali dengan Perjanjian Pinjaman No. AMA-5/KP-020/DP3/2004 tanggal 15 Desember 2004 sebesar Rp dan diperbaharui lagi terakhir dengan Perjanjian Pinjaman No. AMA-20/KP-020/DP3/2005 tanggal 5 Desember 2005 tentang peningkatan jumlah pinjaman menjadi Rp Fasilitas pinjaman ini diberikan dalam rangka untuk menyalurkan dan mendistribusikan kembali penyediaan kredit mikro dan usaha kecil. Jangka waktu pinjaman untuk fasilitas ini adalah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan dengan pembayaran angsuran dilakukan 5 (lima) kali angsuran setiap 6 (enam) bulanan dengan angsuran pertama dimulai pada tanggal 10 Desember 2007 sampai dengan 10 Desember Fasilitas pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar suku bunga rata-rata Sertifikat Bank Indonesia 3 (tiga) bulanan. 60
64 23. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) b. Pemerintah Republik Indonesia (lanjutan) Fasilitas pinjaman yang pengelolaannya dilaksanakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) sesuai dengan Perjanjian Penerusan Pinjaman dalam rangka pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Sederhana dan Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana No. AMA-12/05/PKS/DIR/1999 dan No. AMA-13/06/PKS/DIR/1999 tanggal 24 November 1999 yang dananya berasal dari Rekening Dana Investasi sebesar Rp serta Perjanjian Penerusan Pinjaman No. 03/PKS/DIR/2000 tanggal 8 Februari 2000 diperbaharui dengan Perjanjian Penerusan Pinjaman No. 16/ADD/PKS/DIR/2001 tanggal 13 Juni 2001 yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp Jangka waktu pinjaman selama 15 (lima belas) tahun termasuk masa tenggang selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian. Atas pinjaman ini dikenakan biaya administrasi sebesar 2% per tahun untuk Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana, 2,5% per tahun untuk Kredit Rumah Sederhana sampai dengan Tipe 21 dan sebesar 3% per tahun untuk Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Tipe 27 dan Tipe 36. Fasilitas ini jatuh tempo terakhir pada tahun Jumlah saldo pinjaman ini adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan c. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) Terdiri dari 2 fasilitas yakni: (i) Fasilitas pinjaman untuk kemudian disalurkan kepada nasabah dengan pola kredit kepada anggota koperasi primer dalam bentuk kredit investasi, kredit modal kerja untuk koperasi serba usaha, kredit modal kerja budi daya tanaman jeruk dan stroberi, kredit investasi pembangunan kebun plasma kelapa sawit dan kredit modal kerja pembiayaan tenaga kerja Indonesia. Jangka waktu fasilitas ini berkisar antara 1 (satu) tahun sampai 7 (tujuh) tahun dengan jatuh tempo terakhir pada tanggal 31 Desember Suku bunga pinjaman adalah antara 7% sampai dengan 9% per tahun. Jumlah saldo pinjaman ini adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan (ii) Fasilitas pinjaman untuk kemudian disalurkan kepada anggota koperasi dengan skim Pembiayaan Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) dengan pola bagi hasil untuk pembiayaan investasi pembelian kendaraan angkutan dan modal kerja pembelian mete gelondong. Jangka waktu fasilitas antara 1 (satu) tahun sampai 4 (empat) tahun dengan jatuh tempo terakhir pada tanggal 30 September Nisbah bagi hasil PNM 50%, Bank Pelaksana 35,7% dan Koperasi 14,3% dimana Bank Bukopin berfungsi sebagai agen pelaksana (executing agent). Jumlah saldo pinjaman ini adalah sebesar Rp pada tanggal 31 Desember d. Standard Chartered Bank, Singapura (Stanchard) Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Stanchard merupakan fasilitas pembiayaan dalam mata uang Dolar Singapura dengan jangka waktu 181 hari sejak tanggal 5 Juli 2006 sampai dengan 2 Januari Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar SIBOR+0,85%. e. International Economic Corporation Development Fund (IECDF) Fasilitas kredit dalam Rupiah yang diperoleh sebesar ekuivalen ASD dari Bank Ekspor Impor Republik Rakyat Cina melalui Bank Indonesia pada tanggal 27 Oktober 1995 yang akan disalurkan kepada Koperasi Primer/Koperasi Unit Desa untuk diteruskan kepada anggotanya untuk pembiayaan yang bersifat produktif. Jangka waktu fasilitas ini adalah 25 (dua puluh lima) tahun yaitu sampai dengan tahun 2020 termasuk masa tenggang 7 (tujuh) tahun dan suku bunga kredit berdasarkan suku bunga rata-rata Sertifikat Bank Indonesia 3 (tiga) bulanan, yaitu berkisar antara 9,5% sampai dengan 12,92% di tahun 2006 dan 7,3% sampai dengan 12,83% di tahun
65 23. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) f. PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (BEI) Fasilitas pinjaman yang diterima dari BEI merupakan fasilitas pembiayaan dan penjaminan, serta usaha-usaha lain yang menunjang kegiatan ekspor dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal 1 September 2000 dan dapat diperpanjang setiap tahunnya. Fasilitas pinjaman tersebut telah diperpanjang selama 1 (satu) tahun sampai dengan tanggal 15 Desember 2007 berdasarkan perjanjian pemberian fasilitas No. 001/PPF/01/2007 dan No. PKS.009/DIR/DPIN/I/2007 tanggal 8 Januari Suku bunga pinjaman adalah sebesar tingkat bunga penempatan BEI yang ditetapkan pada setiap notifikasi persetujuan penggunaan fasilitas. g. Standard Chartered Bank, Jakarta (Stanchard) Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Stanchard merupakan fasilitas pembiayaan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dengan jangka waktu 180 hari sejak tanggal 8 Juli 2005 sampai dengan 3 Januari Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar SIBOR+0,7%. Jumlah saldo pinjaman ini adalah sebesar Rp pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah dilunasi oleh Bank pada tanggal jatuh tempo. 24. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI a. Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi yang dibentuk Bank adalah sebagai berikut: Rupiah Fasilitas pinjaman yang belum digunakan Endorsemen surat berharga Bank garansi Dolar Amerika Serikat L/C dan SKBDN yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan Bank garansi Fasilitas pinjaman yang belum digunakan b. Kolektibilitas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit adalah sebagai berikut: Rupiah Lancar Macet Dolar Amerika Serikat Lancar
66 24. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) c. Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi adalah sebagai berikut: Rupiah Saldo awal Pembentukan (pembalikan) penyisihan selama tahun berjalan ( ) Penyelesaian masalah klaim bank garansi ( ) ( ) Dolar Amerika Serikat Saldo awal Pembentukan (pembalikan) penyisihan selama tahun berjalan ( ) Selisih kurs ( ) (28.808) Jumlah estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi yang wajib dibentuk berdasarkan ketentuan Bank Indonesia adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Manajemen berpendapat bahwa estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian kewajiban komitmen dan kontinjensi. 25. KEWAJIBAN LAIN-LAIN Rupiah Pendapatan diterima di muka Bunga masih harus dibayar Hutang kesejahteraan pegawai Dana titipan nasabah Setoran jaminan Kewajiban estimasi untuk kesejahteraan karyawan (Catatan 37) Lain-lain Dolar Amerika Serikat Pendapatan diterima di muka Bunga yang masih harus dibayar Setoran jaminan Lain-lain
67 25. KEWAJIBAN LAIN-LAIN (lanjutan) Lain-lain meliputi, antara lain cadangan kewajiban litigasi, estimasi kewajiban untuk pengakuan beban pelatihan dan titipan debitur atas fasilitas yang diterima dari Bank dan lainnya. Biaya masih harus dibayar merupakan beban bunga simpanan yang masih harus dibayar, kewajiban yang timbul sehubungan dengan jasa-jasa yang diberikan oleh pihak ketiga kepada Bank antara lain biaya jasa konsultan profesional, jasa pelayanan lainnya dan promosi. 26. EKUITAS a. Modal Saham Susunan pemegang saham Bank masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: 2006 Persentase Jumlah Modal Pemilikan Ditempatkan dan Jumlah Saham (%) Disetor Penuh I. SAHAM BIASA KELAS A (Rp (Rupiah penuh) per lembar saham) Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog , Negara Republik Indonesia , Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) , Koperasi Perkayuan Apkindo - MPI (Kopkapindo) , Koperasi Pegawai Bulog (Kopel-Bulog) , Koperasi Pegawai Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil (KPDK) , Koperasi Karyawan Bank Bukopin Jakarta (KKBJ) , Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) , Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Inkopad) , Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Inkoppol) , Induk Koperasi Veteran Republik Indonesia (Inkoveri) , Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Inkopal) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Inkopau) , Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) , Induk Koperasi Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Inkoppabri) , Induk Koperasi Wredatama (Inkoptama) , Pusat Koperasi Pelayaran Rakyat (Puskopelra) , Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) , Jumlah Saham Biasa Kelas A ,
68 26. EKUITAS (lanjutan) a. Modal Saham (lanjutan) 2006 Persentase Jumlah Modal Pemilikan Ditempatkan dan Jumlah Saham (%) Disetor Penuh II. SAHAM BIASA KELAS B (Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham) Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) , Negara Republik Indonesia , Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog , Koperasi Perkayuan Apkindo - MPI (Kopkapindo) , Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) , Koperasi Karyawan Bank Bukopin Jakarta (KKBJ) , Koperasi Pegawai Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil (KPDK) , Koperasi Pegawai Badan Urusan Logistik (Kopel) , Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) , Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Inkopad) , Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Inkoppol) , Induk Koperasi Veteran Republik Indonesia (Inkoveri) , Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Inkopal) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Inkopau) , Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) , Induk Koperasi Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Inkoppabri) , Induk Koperasi Wredatama (Inkoptama) , Pusat Koperasi Pelayaran Rakyat (Puskopelra) , Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) , Masyarakat (masing-masing kepemilikan dibawah 5%) , Jumlah Saham Biasa Kelas B , Jumlah Saham Biasa
69 26. EKUITAS (lanjutan) a. Modal Saham (lanjutan) 2005 Persentase Jumlah Modal Pemilikan Ditempatkan dan Jumlah Saham (%) Disetor Penuh I. SAHAM BIASA KELAS A (Rp (Rupiah penuh) per lembar saham) Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog , Negara Republik Indonesia , Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) , Koperasi Perkayuan Apkindo - MPI (Kopkapindo) , Koperasi Pegawai Bulog (Kopel-Bulog) , Koperasi Pegawai Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil (KPDK) , Koperasi Karyawan Bank Bukopin Jakarta (KKBJ) , Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) , Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Inkopad) , Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Inkoppol) , Induk Koperasi Veteran Republik Indonesia (Inkoveri) , Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Inkopal) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Inkopau) , Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) , Induk Koperasi Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Inkoppabri) , Induk Koperasi Wredatama (Inkoptama) , Pusat Koperasi Pelayaran Rakyat (Puskopelra) , Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) , Jumlah Saham Biasa Kelas A , II. SAHAM BIASA KELAS B (Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham) Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) , Negara Republik Indonesia , Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog , Koperasi Perkayuan Apkindo - MPI (Kopkapindo) , Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) , Koperasi Karyawan Bank Bukopin Jakarta (KKBJ) , Koperasi Pegawai Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil (KPDK) , Koperasi Pegawai Badan Urusan Logistik (Kopel) , Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) , Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Inkopad) ,
70 26. EKUITAS (lanjutan) a. Modal Saham (lanjutan) 2005 Persentase Jumlah Modal Pemilikan Ditempatkan dan Jumlah Saham (%) Disetor Penuh II. SAHAM BIASA KELAS B (Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham) (lanjutan) Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Inkoppol) , Induk Koperasi Veteran Republik Indonesia (Inkoveri) , Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Inkopal) , Induk Koperasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Inkopau) , Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) , Induk Koperasi Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Inkoppabri) , Induk Koperasi Wredatama (Inkoptama) , Pusat Koperasi Pelayaran Rakyat (Puskopelra) , Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) , Jumlah Saham Biasa Kelas B , Jumlah Saham Biasa , Semua saham yang dikeluarkan oleh Bank adalah saham atas nama dan setiap saham mempunyai 1 (satu) hak suara. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 20 April 2005, yang dituangkan dalam akta No. 26 oleh Notaris Lindasari Bachroem, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp (Rupiah penuh) menjadi Rp (Rupiah penuh), melakukan penggabungan saham (reverse stock) atas nilai nominal modal ditempatkan dan disetor penuh untuk saham biasa kelas A dari Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham menjadi Rp (Rupiah penuh) per saham dan saham biasa kelas B dari Rp10 (Rupiah penuh) per saham menjadi Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2004, yang dituangkan dalam akta No. 4 oleh Notaris Lindasari Bachroem, S.H., para pemegang saham menyetujui konversi atas tambahan modal disetor menjadi modal saham disetor penuh. Selanjutnya seluruh pemegang saham, kecuali Negara Republik Indonesia menyetujui untuk mengalihkan sebesar 5% dari hasil konversi tersebut kepada satu atau lebih koperasi karyawan di dalam Bank. Pada tanggal 3 Februari 2005, koperasi karyawan menerima sejumlah saham biasa kelas B atau sebesar Rp Pengalihan tersebut telah dilegalisasi melalui akta No. 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19 dan 20 oleh Notaris Lindasari Bachroem, S.H., tanggal 3 Februari 2005 dan dilaporkan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 67
71 26. EKUITAS (lanjutan) a. Modal Saham (lanjutan) Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) Bukopin Pada bulan Juni 2006 Bank melaksanakan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) sejumlah Saham Atas Nama Kelas B dengan nilai nominal sebesar Seratus Rupiah (Rp100) (Rupiah penuh) setiap saham yang menghasilkan penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp b. Tambahan Modal Disetor - Agio Saham - Bersih Tambahan modal disetor berupa agio saham berasal dari hasil penjualan lembar saham atas nama kelas B baru pada saat IPO dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham yang dijual dengan harga penawaran Rp350 (Rupiah penuh) per saham sehingga menghasilkan agio saham sebagai berikut: 2006 Agio saham dari IPO Dikurangi: Biaya emisi ( ) Agio Saham - bersih c. Pembagian Laba Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 9 Mei 2006, yang dinyatakan dengan Akta No. 7 Notaris Lindasari Bachroem, S.H., pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp atau 45% dari yang dapat dibagikan dari laba tahun Sisa dari laba tahun 2005 sebesar Rp digunakan sebagai dana cadangan umum. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 20 April 2005, yang dinyatakan dengan akta No. 25 Notaris Lindasari Bachroem, S.H., pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp atau 50% dari yang dapat dibagikan dari laba tahun Sisa dari laba tahun 2004 sebesar Rp digunakan sebagai dana cadangan umum. Pembagian dividen ini telah mendapat persetujuan dari Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3) melalui surat No. S-312/UP3/04/2005 tertanggal 2 Mei PROGRAM KOMPENSASI MANAJEMEN BERBASIS SAHAM (MSOP) Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 20 April 2005 seperti yang telah diungkapkan dalam akta No. 26 Notaris Lindasari Bachroem, S.H., pemegang saham menyetujui penerbitan saham opsi yang akan dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap. Opsi saham diberikan kepada Direksi dan pekerja pada jabatan tertentu yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Jumlah saham yang akan diterbitkan pada opsi saham tahap pertama hingga tahap ketiga adalah maksimum 5% (lima persen) dari modal disetor Bukopin dalam periode 3 (tiga) tahun tanpa memberikan hak terlebih dahulu kepada pemegang saham lama (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Opsi saham tahap pertama telah diberikan pada saat IPO. 68
72 27. PROGRAM KOMPENSASI MANAJEMEN BERBASIS SAHAM (MSOP) (lanjutan) Pada opsi saham tahap pertama, harga eksekusi adalah minimum 90% dari harga rata-rata penutupan perdagangan saham Bukopin di BEJ pada penutupan perdagangan tanggal 20 Juli 2006 sampai dengan 29 Agustus 2006 yaitu sebesar Rp370 per saham dengan masa berlaku opsi selama 5 (lima) tahun dihitung dari tanggal setelah masa tunggu (vesting period). Opsi saham mempunyai masa tunggu (vesting period) selama 1 (satu) tahun. Pada tanggal 10 Juli 2006, tanggal pada saat Bank mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, Bank memutuskan untuk menerbitkan sebanyak opsi saham dengan harga eksekusi Rp370 (Rupiah penuh) per saham. Ikhtisar dari program dan mutasinya sepanjang tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: 2006 Jumlah Opsi Opsi pada awal tahun - Opsi yang diberikan sepanjang tahun Opsi yang dieksekusi sepanjang tahun - Opsi yang gugur atau berakhir dengan sendirinya (forfeited) - Opsi yang habis masa berlakunya sepanjang tahun - Opsi yang dapat dieksekusi pada akhir tahun Nilai wajar dari opsi saham tahap pertama yang dikeluarkan pada tanggal 10 Juli 2006 adalah sebesar Rp114 (Rupiah penuh), sesuai dengan analisa dari manajemen Bank dengan menggunakan model penentuan harga opsi Black Scholes (Black Scholes option pricing model). Nilai wajar dari opsi yang diberikan merupakan nilai estimasi dengan asumsi sebagai berikut: Suku bunga bebas risiko (risk free) : 11,42% Ekspektasi periode opsi : 5 tahun Ekspektasi faktor ketidakstabilan harga saham : 37,82% Ekspektasi dividen yang dihasilkan : 6,17% Tingkat opsi yang gagal diperoleh (forfeitures) : 3,62% Jumlah biaya opsi saham yang tercatat pada akun Beban Gaji dan Tunjangan Karyawan - Tunjangan Karyawan (Catatan 34) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp
73 28. PENDAPATAN BUNGA Pendapatan bunga diperoleh dari: Rupiah Kredit yang diberikan Efek-efek Penempatan pada pasar uang Giro pada Bank Indonesia Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Giro pada bank lain Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat Kredit yang diberikan Penempatan pada pasar uang Efek-efek Deposito berjangka Giro pada bank lain Jumlah pendapatan bunga dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tahun 2006 dan PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI Rupiah Dolar Amerika Serikat
74 30. BEBAN BUNGA DAN PEMBIAYAAN LAINNYA Akun ini merupakan beban bunga dan pembiayaan lainnya atas: Rupiah Deposito berjangka Giro Pinjaman yang diterima Simpanan dari bank lain Surat berharga yang diterbitkan Tabungan Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Dolar Amerika Serikat Deposito berjangka Giro Pinjaman yang diterima Simpanan dari bank lain Jumlah beban bunga dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tahun 2006 dan PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA - LAIN-LAIN Jasa administrasi Imbalan Denda keterlambatan pembayaran Lain-lain Imbalan merupakan pendapatan yang berasal dari penerimaan imbalan atas pembayaran listrik, air dan telepon melalui Bank dan pendapatan imbalan ATM bersama. Lain-lain merupakan pendapatan yang berasal dari keuntungan penjualan SBI, jasa-jasa yang diberikan oleh Bank antara lain meliputi penyaluran subsidi bahan bakar minyak, jasa penerusan kredit dan imbalan administrasi lainnya. 71
75 32. BEBAN PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF - BERSIH Akun ini merupakan (beban) pembalikan penyisihan penghapusan aktiva produktif sebagai berikut: Giro pada bank lain (Catatan 5d) ( ) ( ) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain (Catatan 6e) ( ) Efek-efek (Catatan 7g) ( ) Tagihan derivatif (Catatan 9) (13.240) (6.200) Kredit yang diberikan dan pembiayaan/ piutang syariah (Catatan 10b.12) ( ) ( ) Tagihan akseptasi (Catatan 11) ( ) Penyertaan (Catatan 12) ( ) - ( ) ( ) 33. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Sewa Penyusutan aktiva tetap (Catatan 13) Iklan dan promosi Perbaikan dan pemeliharaan Komunikasi Outsourcing untuk pemasaran dana pihak ketiga Transportasi Pendidikan dan pelatihan Honorarium tenaga ahli Perlengkapan kantor Hukum Listrik dan air Sumbangan dan hadiah Representasi Asuransi Makan minum Visa Elektron Pajak dan izin Perpustakaan, majalah dan koran Rekrutmen karyawan Keanggotaan Lain-lain Lain-lain meliputi antara lain biaya penggunaan ATM bersama, biaya pakaian seragam, kerugian penyertaan saham, biaya proses warkat kliring, biaya jasa kerjasama kartu kredit, operasional kendaraan kantor dan biaya jasa pengambilan dan pengantaran uang. 72
76 34. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN KARYAWAN Gaji, insentif dan lembur Tunjangan karyawan Asuransi karyawan Dana pensiun (Catatan 37) Beban untuk kesejahteraan karyawan (Catatan 37) Beban gaji dan tunjangan karyawan termasuk untuk dewan komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah adalah sebesar Rp dan Rp masing-masing untuk tahun 2006 dan PENDAPATAN BUKAN OPERASIONAL - BERSIH Keuntungan dari penjualan agunan yang diambil alih Keuntungan dari penjualan aktiva tetap (Catatan 13) Kerugian penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih ( ) ( ) Lain-lain - bersih Lain-lain termasuk pembalikan cadangan kerugian atas kasus hukum dengan PT Bank Pinaesaan karena kasus ini telah dimenangkan oleh Bank Bukopin sesuai dengan Keputusan Mahkamah Agung No. Register 309-PK/PDT/2003 tanggal 27 April INFORMASI SEGMEN USAHA Segmen Primer Berikut ini adalah informasi Segmen Perusahaan dan Anak Perusahaan berdasarkan kegiatan usaha yang terdiri dari kelompok perbankan, pembiayaan dan syariah: (i) Pendapatan Bunga Konsolidasi % Rupiah % Rupiah Perbankan 98, , Pembiayaan 0, Syariah 1, , Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) - Pendapatan Bunga Konsolidasi
77 36. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) Segmen Primer (lanjutan) (ii) Laba Operasional Konsolidasi - Bersih % Rupiah % Rupiah Perbankan 98, , Pembiayaan 0, Syariah 1, , Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) - Pendapatan Operasional Konsolidasi - Bersih (iii) Laba Bersih Konsolidasi % Rupiah % Rupiah Perbankan 100, , Pembiayaan 0, Syariah (0,70) ( ) 0, Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) - Laba Bersih Konsolidasi (iv) Jumlah Aktiva Konsolidasi % Rupiah % Rupiah Perbankan 98, , Pembiayaan 0, Syariah 1, , Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) ( ) Jumlah Aktiva Konsolidasi (v) Jumlah Kewajiban Konsolidasi % Rupiah % Rupiah Perbankan 98, , Pembiayaan 0, Syariah 1, , Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) ( ) Jumlah Kewajiban Konsolidasi
78 36. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) Segmen Sekunder Berikut ini adalah informasi Segmen Perusahaan dan Anak Perusahaan berdasarkan daerah geografis: (i) Pendapatan Bunga Konsolidasi % Rupiah % Rupiah Jabotabek 76, , Jawa selain Jabotabek 10, , Sumatera 6, , Kalimantan 2, , Lain-lain 3, , Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) - Pendapatan Bunga Konsolidasi (ii) Laba Operasional Konsolidasi - Bersih % Rupiah % Rupiah Jabotabek 116, , Jawa selain Jabotabek (10,27) ( ) 7, Sumatera (8,33) ( ) (1,07) ( ) Kalimantan 2, , Lain-lain (0,87) ( ) 4, Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) - Pendapatan Operasional Konsolidasi - Bersih (iii) Laba Bersih Konsolidasi % Rupiah % Rupiah Jabotabek 59, , Jawa selain Jabotabek 13, , Sumatera 15, (12,01) ( ) Kalimantan 7, , Lain-lain 3, , Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) - Laba Bersih Konsolidasi
79 36. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) Segmen Sekunder (lanjutan) (iv) Jumlah Aktiva Konsolidasi % Rupiah % Rupiah Jabotabek 74, , Jawa selain Jabotabek 10, , Sumatera 9, , Kalimantan 2, , Lain-lain 2, , Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) ( ) Jumlah Aktiva Konsolidasi (v) Jumlah Kewajiban Konsolidasi % Rupiah % Rupiah Jabotabek 73, , Jawa selain Jabotabek 11, , Sumatera 9, , Kalimantan 2, , Lain-lain 2, , Jumlah sebelum eliminasi 100, , Eliminasi ( ) ( ) Jumlah Kewajiban Konsolidasi PROGRAM DANA PENSIUN DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN Bank menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk seluruh karyawan tetap yang didanai melalui iuran bulanan ke dana pensiun yang terpisah. Manfaat dari program pensiun ini adalah untuk menutup kewajiban tunjangan masa kerja pegawai sehubungan dengan penetapan Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan tanggal 25 Maret Tambahan kesejahteraan karyawan berdasarkan Undang-undang ini adalah tidak didanai. Usia pensiun normal yang digunakan adalah 55 tahun. Dalam program ini, manfaat pensiun dibayarkan berdasarkan penghasilan dasar pensiun tertinggi dan masa kerja karyawan. Program Dana Pensiun Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Bank Bukopin (DPBB) yang memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan untuk mengganti statusnya dari Yayasan menjadi Dana Pensiun pada tanggal 4 Juli Iuran peserta adalah sebesar 2,5% dari penghasilan dasar pensiun karyawan dan sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Bank. Perhitungan aktuaria atas biaya manfaat pensiun masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 telah didasarkan atas laporan dari PT Sentra Jasa Aktuaria dan PT Sienco Aktuarindo Utama, Aktuaris Independen, tanggal 16 Maret 2007 dan 21 Februari 2006 dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. 76
80 37. PROGRAM DANA PENSIUN DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN (lanjutan) Program Dana Pensiun (lanjutan) Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan aktuaria untuk tahun 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto : 10% per tahun 10% per tahun Tingkat pengembalian aktiva : 8% per tahun 7% per tahun Tingkat rata-rata kenaikan penghasilan pensiun : 8% per tahun 8% per tahun Usia pensiun : 55 tahun 55 tahun Tingkat pengunduran diri : 1% pada usia 30 tahun yang 1% pada usia 20 tahun yang menurun secara linear sampai menurun secara linear sampai pada usia 52 tahun pada usia 54 tahun Tingkat mortalitas : Tabel Mortalita Indonesia The 1949 Annuity Mortality 1999 (TMI 99) Table untuk peserta baru dan the 1958 Commissioners Standard Ordinary Mortality Table untuk peserta lama (sebelum 20 April 1992) Tingkat kecacatan : 10% dari tingkat mortalitas 1% dari tingkat mortalitas Perhitungan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut: Biaya jasa kini Bunga atas biaya manfaat pensiun saat ini Kerugian (keuntungan) aktuaria yang diakui ( ) Hasil yang diharapkan atas aktiva program ( ) ( ) Biaya manfaat pensiun - bersih Biaya manfaat pensiun dibayar di muka awal tahun Biaya manfaat pensiun tahun berjalan ( ) ( ) Iuran pemberi kerja tahun berjalan (Catatan 34) Biaya manfaat pensiun dibayar di muka akhir tahun Status pendanaan program pensiun adalah sebagai berikut: Kewajiban aktuaria Nilai wajar kekayaan dana pensiun ( ) ( ) Status pendanaan program pensiun ( ) ( ) Aktiva dana pensiun terutama terdiri dari kas, deposito berjangka dan efek-efek. 77
81 37. PROGRAM DANA PENSIUN DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN (lanjutan) Kesejahteraan Karyawan Pada tanggal 25 Maret 2003, Undang-undang No. 13 tahun 2003 (UU No. 13/2003) tentang Ketenagakerjaan telah disahkan. Bank mencatat estimasi akrual atas kewajiban untuk membayar beban kesejahteraan karyawan sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 yang merupakan selisih antara UU No. 13/2003 dengan program dana pensiun yang diselenggarakan oleh Bank (Catatan 25). Bank melakukan pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar Rp dan Rp masingmasing pada tahun 2006 dan Biaya yang terkait dengan kesejahteraan karyawan tersebut dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasi sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 dan disajikan sebagai bagian dari akun gaji dan tunjangan karyawan (Catatan 34). Perhitungan aktuaria pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 masing-masing berdasarkan pada penilaian aktuaria yang dilakukan oleh PT Sentra Jasa Aktuaria dan PT Sienco Aktuarindo Utama, Aktuaris Independen, berdasarkan laporannya tertanggal 16 Maret 2007 dan 21 Februari 2006 dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dan mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut: Tingkat diskonto : 10% per tahun 10% per tahun Tingkat mortalitas : Tabel Mortalita Indonesia Modification table 1999 (TMI 99) CSO-1958 Tingkat kenaikan gaji rata-rata : 8% per tahun 8% per tahun Usia pensiun : 55 tahun 55 tahun Tingkat pengunduran diri : 1% pada usia 30 tahun 1% pada usia 20 yang menurun secara tahun dan menurun linear sampai pada usia secara garis lurus 52 tahun sampai dengan usia 54 tahun Beban yang diakui pada laporan laba rugi konsolidasi adalah sebagai berikut: Biaya jasa kini Biaya bunga Kerugian aktuaria yang diakui Amortisasi biaya jasa lalu - non vested Beban yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi Kewajiban estimasi untuk kesejahteraan karyawan: Nilai kini kewajiban Kerugian aktuaria yang belum diakui ( ) ( ) Biaya jasa lalu yang belum diakui - non vested ( ) ( ) Kewajiban yang diakui pada neraca konsolidasi
82 37. PROGRAM DANA PENSIUN DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN (lanjutan) Kesejahteraan Karyawan (lanjutan) Perubahan kewajiban estimasi untuk kesejahteraan karyawan adalah sebagai berikut: Saldo awal tahun Beban tahun berjalan Pembayaran manfaat tahun berjalan (30.515) ( ) Saldo akhir tahun TRANSAKSI PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan bisnis normalnya, Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: Aktiva Giro pada bank lain PT Bank Persyarikatan Indonesia Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain PT Bank Persyarikatan Indonesia Kredit yang diberikan dan pembiayaan/ piutang syariah Bulog PT Mitra Usaha Sarana Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Pejabat Eksekutif PT Bank Madya Dhaha Ekonomi PT Kelola Jasa Artha Bina Dana Sejahtera Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog Jumlah aktiva untuk pihak yang mempunyai hubungan istimewa Persentase terhadap jumlah aktiva 15,32% 17,78% Kewajiban Giro Tabungan Deposito berjangka Simpanan dari bank lain PT Bank Persyarikatan Indonesia Jumlah kewajiban untuk pihak yang mempunyai hubungan istimewa Persentase terhadap jumlah kewajiban 18,04% 25,08% 79
83 38. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Pendapatan bunga dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Persentase terhadap pendapatan bunga 21,99% 37,03% Beban bunga dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Persentase terhadap beban bunga dan pembiayaan lainnya 11,60% 9,70% Hubungan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Bulog PT Mitra Usaha Sarana PT Bank Madya Dhaha Ekonomi Bina Dana Sejahtera Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog PT Bank Persyarikatan Indonesia Sifat dari hubungan istimewa Kepengurusan manajemen yang sama Kepengurusan manajemen yang sama Kepengurusan manajemen yang sama Kepengurusan manajemen yang sama Sebagai pemegang saham Bank Hubungan kepemilikan Bulog memperoleh fasilitas L/C dan SKBDN yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2006 dan Kolektibilitas atas pinjaman kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah lancar masingmasing pada tanggal 31 Desember 2006 dan KOMITMEN DAN KONTINJENSI Bank memiliki komitmen dan kontinjensi sebagai berikut: Komitmen Tagihan Komitmen Fasilitas pinjaman yang diterima yang belum digunakan Kewajiban Komitmen Fasilitas kredit dan pembiayaan/piutang syariah kepada nasabah yang belum digunakan ( ) ( ) L/C dan SKBDN yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan ( ) ( ) Jumlah Kewajiban Komitmen ( ) ( ) Komitmen - Bersih ( ) ( ) 80
84 39. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) Bank memiliki komitmen dan kontinjensi sebagai berikut (lanjutan): Kontinjensi Tagihan Kontinjensi Pendapatan bunga dalam penyelesaian (Catatan 2w) Kewajiban Kontinjensi Bank garansi ( ) ( ) Endorsemen surat berharga ( ) ( ) Jumlah Kewajiban Kontinjensi ( ) ( ) Kontinjensi - Bersih ( ) ( ) Kewajiban Komitmen dan Kontinjensi - Bersih ( ) ( ) 40. MANAJEMEN RISIKO Transaksi Bank termasuk kredit yang diberikan, efek-efek dan transaksi instrumen pasar lainnya, mengandung risiko-risiko tertentu. Risiko-risiko tersebut secara periodik dianalisa dan dimonitor oleh komite kerja yang berbeda-beda. Bank mengintegrasikan praktik manajamen risikonya. Penetapan kebijakan dan pedoman manajemen risiko atas perkreditan yang sudah dilaksanakan meliputi: (i) Pengembangan modul internal untuk perhitungan risiko dalam pemberian fasilitas kredit, yakni modul Internal Credit Risk Rating (ICRR) yang digunakan untuk Kredit Usaha Kecil dan Koperasi dan Kredit Komersial. Tujuan dari penggunaan modul tersebut adalah untuk perhitungan kecukupan modal atas setiap pemberian kredit dan penetapan pricing yang sesuai dengan kualitas dan kinerja setiap debitur. Dalam modul Internal Credit Risk Rating (ICRR), penilaian mengacu pada aspek kuantitatif maupun kualitatif setiap debitur. Untuk aspek kuantitatif, penilaian dilakukan dengan memperhatikan internal financial benchmark sesuai dengan sektor industri yang akan dibiayai. Dan untuk external benchmark, baik finansial maupun industri, telah dilakukan kerjasama riset dengan perusahaan konsultan. (ii) Pengembangan modul Credit Scoring untuk kredit konsumsi. Penilaian pada modul ini mengacu pada kualitas masing-masing debitur sesuai dengan jenis produk. (iii) Pengembangan modul dilakukan secara on-line system, dengan tujuan kemudahan dan kecepatan akses pengguna di seluruh kantor Bank serta pembentukan database kredit yang terintegrasi. (iv) Pengembangan sistem informasi manajemen, terutama yang berkaitan dengan pengendalian risiko yang terangkum dalam modul Assets & Liabilities Risk Management Model (ALARMM). (v) Pengembangan model manajemen risiko operasional terutama yang berkaitan dengan kelompok lini bisnis dan unit pemasaran, dimaksudkan untuk meminimalisir risiko yang berkaitan dengan strategi, proses internal, administrasi, sistem informasi, serta sumber daya yang terkait dengan proses perkreditan. (vi) Penyempurnaan kebijakan komite kredit meliputi review limit individual anggota komite kredit secara berkala. 81
85 41. ANALISIS JATUH TEMPO AKTIVA DAN KEWAJIBAN BERDASARKAN PERIODE YANG TERSISA 2006 > 1 bulan - > 3 bulan - > 1 tahun - Tidak memiliki Jumlah 1 bulan 3 bulan 1 tahun 5 tahun > 5 tahun jatuh tempo Aktiva Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan derivatif Kredit yang diberikan dan pembiayaan/ piutang syariah Tagihan akseptasi Penyertaan Aktiva tetap Aktiva Pajak tangguhan Aktiva lain-lain Jumlah Aktiva Kewajiban Kewajiban segera Giro Giro wadiah Tabungan Tabungan wadiah Deposito berjangka Deposito berjangka mudharabah Simpanan dari bank lain Hutang pajak Efek-efek yang dijual dengan janji beli kembali Kewajiban derivatif Kewajiban akseptasi Surat berharga yang diterbitkan Pinjaman yang diterima Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Kewajiban lain-lain Jumlah Kewajiban Perbedaan Jatuh Tempo ( ) ( )
86 41. ANALISIS JATUH TEMPO AKTIVA DAN KEWAJIBAN BERDASARKAN PERIODE YANG TERSISA (lanjutan) 2005 > 1 bulan - > 3 bulan - > 1 tahun - Tidak memiliki Jumlah 1 bulan 3 bulan 1 tahun 5 tahun > 5 tahun jatuh tempo Aktiva Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan derivatif Kredit yang diberikan dan pembiayaan/ piutang syariah Tagihan akseptasi Penyertaan Aktiva tetap Aktiva lain-lain Jumlah Aktiva Kewajiban Kewajiban segera Giro Giro wadiah Tabungan Tabungan wadiah Deposito berjangka Deposito berjangka mudharabah Simpanan dari bank lain Hutang pajak Kewajiban akseptasi Surat berharga yang diterbitkan Pinjaman yang diterima Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Kewajiban pajak tangguhan Kewajiban lain-lain Jumlah Kewajiban Perbedaan Jatuh Tempo ( ) ( ) Bank telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perbedaan jatuh tempo (gap) antara lain, dengan cara menggeser simpanan jangka pendek menjadi simpanan jangka panjang dengan membuat yield curve positif terhadap pricing deposito dan disamping itu melakukan cara persuasif kepada funding officer di jajaran operasional yang dimiliki sampai batas optimal (diperpendek/diperpanjang). 42. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM Rasio kewajiban penyediaan modal minimum atau capital adequacy ratio (CAR) adalah rasio modal terhadap aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 3/21/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001 jumlah modal untuk risiko kredit terdiri dari modal inti dan modal pelengkap dikurangi penyertaan saham. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 5/12/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003, bank dengan kriteria tertentu harus memasukkan risiko pasar dalam perhitungan CAR dengan memasukkan komponen modal pelengkap tambahan. 83
87 42. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM (lanjutan) CAR Bank pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar 15,93% dan 13,27% untuk CAR risiko kredit serta 15,79% dan 13,08% untuk CAR risiko kredit dan pasar dan dihitung sebagai berikut: Modal Inti Modal disetor Cadangan tambahan modal Cadangan umum dan tujuan Opsi saham Laba tahun lalu *) ( ) Laba tahun berjalan setelah diperhitungkan pajak (50%) *) Tambahan modal disetor - agio saham Jumlah Modal Inti (a) Modal Pelengkap (maksimum 100% dari Modal Inti) Cadangan umum penyisihan penghapusan aktiva produktif (maksimum 1,25% dari ATMR) Obligasi subordinasi (maksimum 50% dari Modal Inti) ** ) Jumlah Modal Pelengkap (b) Dikurangi: Penyertaan (c) ( ) ( ) Jumlah Modal untuk Risiko Kredit (d)=(a)+(b)+(c) Modal Pelengkap Tambahan (e) - - Jumlah Modal untuk Risiko Kredit dan Risiko Pasar (f)=(d)+(e) ATMR untuk Risiko Kredit setelah memperhitungkan risiko spesifik (g) ATMR untuk Risiko Pasar (h) Jumlah ATMR untuk Risiko Kredit dan Pasar (i)=(g)+(h) CAR untuk Risiko Kredit (d)/(g) 15,93% 13,27% CAR untuk Risiko Kredit dan Pasar (f)/(i) 15,79% 13,08% CAR Minimum 8,00% 8,00% *) Disajikan dengan tidak memperhitungkan dampak aktiva pajak tangguhan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 3/21/PBI/2001 tanggal 13 Desember **) Disajikan setelah dikurangi amortisasi atas Obligasi Subordinasi Seri B Bank Bukopin Tahun 2003 yang dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu obligasi subordinasi tersebut. 84
88 43. POSISI DEVISA NETO Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku, Posisi Devisa Neto (PDN) merupakan penjumlahan nilai absolut atas selisih bersih aktiva dan kewajiban dan selisih bersih atas tagihan dan kewajiban rekening administratif dari masing-masing mata uang asing yang dinyatakan dalam rupiah. Perhitungan PDN pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 didasarkan pada Peraturan Bank Indonesia No. 7/37/PBI/2005 tanggal 30 September 2005 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia No. 5/13/PBI/2003 tentang PDN Bank Umum. Berdasarkan peraturan tersebut, Bank wajib memelihara rasio PDN secara keseluruhan setinggi-tingginya 20% dari modal. PDN, Bank adalah sebagai berikut: 2006 Aktiva Kewajiban PDN Mata Uang Mata Uang Mata Uang Asing Asing Asing (Nilai Penuh) Rupiah (Nilai Penuh) Rupiah (Nilai Penuh) Rupiah Neraca Dolar Amerika Serikat Yen Jepang Dolar Singapura ( ) ( ) Lain-lain Rekening Administratif Dolar Amerika Serikat ( ) Yen Jepang ( ) ( ) Jumlah PDN (Absolut) Modal (tidak diaudit) Rasio PDN (Neraca) 16,77% Rasio PDN (Keseluruhan) 0,62% 2005 Aktiva Kewajiban PDN Mata Uang Mata Uang Mata Uang Asing Asing Asing ` (Nilai Penuh) Rupiah (Nilai Penuh) Rupiah (Nilai Penuh) Rupiah Neraca Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Yen Jepang Lain-lain Rekening Administratif Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Jumlah PDN (Absolut) Modal (tidak diaudit) Rasio PDN (Neraca) 18,85% Rasio PDN (Keseluruhan) 0,72% 85
89 44. PERJANJIAN PENTING Bank menandatangani beberapa Perjanjian penting seperti yang tersebut dibawah ini: a. Perjanjian Kerjasama dalam rangka Pendanaan Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) dengan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 20 Desember Melalui perjanjian ini, Bank ditunjuk sebagai bank pelaksana penyaluran kredit KPEN-RP kepada petani peserta dan atau kepada petani peserta melalui mitra usaha. Dana yang disediakan Pemerintah Republik Indonesia adalah minimum sebesar Rp Perjanjian tersebut akan berakhir pada tahun b. Perjanjian Pelaksanaan Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP-3) untuk Kredit Usaha Mikro dan Kecil di Sektor Pertanian dengan Departemen Pertanian Republik Indonesia pada tanggal 23 Agustus Perjanjian ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi petani atau kelompok tani serta gabungan kelompok tani yang berusaha dibidang pertanian dan membutuhkan Kredit Skim SP-3. Penempatan dana SP-3 di Bank berasal dari APBN Departemen Pertanian sebesar Rp Perjanjian tersebut akan berakhir pada tanggal 31 Desember c. Perjanjian Pemanfaatan dan Pemberian Jasa Perbankan pada tanggal 31 Mei 2006 dengan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) (Jamsostek). Dalam Perjanjian ini Bank melaksanakan penerimaan iuran, penerimaan lain-lain dan pembayaran jaminan peserta Program Jamsostek serta pembayaran biaya usaha dan belanja modal Jamsostek di seluruh kantor cabang dan kantor wilayah Jamsostek. Perjanjian tersebut akan berakhir pada tanggal 30 April d. Perjanjian jasa konsultasi pengembangan sistem informasi manajemen pada tanggal 15 Juni 2005 dan diperbaharui pada tanggal 26 Desember 2005 dengan PT Consulting Services Indonesia. Dalam perjanjian ini PT Consulting Services Indonesia bertindak sebagai konsultan penyedia jasa untuk melakukan pekerjaan pengembangan sistem informasi manajemen dalam rangka mengintegrasikan sistem manajemen risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional baik database maupun aplikasi yang disertai dengan analisa gap untuk menghasilkan laporan profil risiko yang komprehensif. Perjanjian tersebut jatuh tempo pada tanggal 5 Mei KONDISI EKONOMI Kondisi ekonomi di Indonesia telah mempengaruhi operasi Bank dan diperkirakan masih akan mempengaruhi operasi Bank di masa mendatang. Meskipun terdapat peningkatan pada indikator ekonomi tertentu namun perbankan Indonesia masih berada pada aktivitas pemberian kredit yang terbatas. Apabila kondisi ekonomi memburuk, dalam hal depresiasi Rupiah atau peningkatan suku bunga yang signifikan dapat berakibat buruk terhadap kemampuan nasabah Bank (peminjam dan pihak-pihak yang mengadakan kontrak dengan Bank) untuk memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo yang akan mempunyai konsekuensi negatif terhadap profitabilitas dan kecukupan modal Bank. Perbaikan ekonomi dan pemulihan ekonomi tergantung pada beberapa faktor seperti tindakan moneter dan fiskal yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan pihak lainnya serta tindakantindakan lain di luar pengendalian dari Bank. Oleh karena itu tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan pendapatan Bank dan realisasi dari aktiva, termasuk pengaruh dari nasabah dan pemegang saham. 86
90 46. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM Berdasarkan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1998 yang dilaksanakan melalui Keputusan Menteri Keuangan tanggal 28 Januari 1998 dan Surat Keputusan Bersama Direksi Bank Indonesia dan Ketua BPPN (SKB BI dan BPPN) No. 30/270/KEP/DIR dan No. 1/BPPN/1998 tanggal 6 Maret 1998, Pemerintah telah menjamin kewajiban tertentu dari seluruh bank umum yang berbadan hukum Indonesia. Berdasarkan perubahan terakhir yang terdapat pada Keputusan Menteri Keuangan No. 179/KMK.017/2000 tanggal 26 Mei 2000, jaminan tersebut berlaku sejak tanggal 26 Januari 1998 sampai dengan 31 Januari 2001 dan dapat diperpanjang dengan sendirinya setiap 6 (enam) bulan berikutnya secara terus-menerus, kecuali apabila dalam waktu 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Program Penjaminan atau jangka waktu perpanjangannya, Menteri Keuangan mengumumkan pengakhiran dan atau perubahan Program Penjaminan tersebut untuk diketahui oleh umum. Atas penjaminan ini Pemerintah membebankan premi yang dihitung berdasarkan persentase tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 179/KMK.017/2000 tanggal 26 Mei 2000 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Jaminan Pemerintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum, telah diperbaharui dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/KMK.06/2004 tanggal 27 Februari 2004 tentang Syarat, Tata Cara dan Ketentuan Pelaksanaan Jaminan Pemerintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum. Perubahan tersebut antara lain mengenai pembayaran premi penjaminan yang sebelumnya dibayarkan melalui BPPN, diubah menjadi dibayarkan melalui Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3). Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.05/2005 tanggal 3 Maret 2005, terhitung sejak tanggal 18 April 2005 jenis kewajiban bank umum yang dijamin berdasarkan program penjaminan Pemerintah meliputi giro, tabungan, deposito berjangka dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam bentuk transaksi pasar uang antar bank. Program penjaminan Pemerintah melalui UP3 telah berakhir pada tanggal 22 September 2005, sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 68/PMK.05/2005 tanggal 10 Agustus 2005 tentang Perhitungan dan Pembayaran Premi Program Penjaminan Pemerintah Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum untuk Periode 1 Juli sampai dengan 21 September Sebagai pengganti UP3, Pemerintah telah membentuk lembaga independen yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan Undang-undang No. 24 Tahun 2004 tanggal 22 September 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, dimana LPS menjamin dana masyarakat termasuk dana dari bank lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. 47. INFORMASI TAMBAHAN Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, informasi tambahan Bank adalah sebagai berikut: Rasio aktiva produktif bermasalah terhadap jumlah aktiva produktif 1,65% 2,13 % Rasio kredit terhadap simpanan 58,86 68,39 Rasio jumlah beban operasional terhadap jumlah pendapatan operasional 87,17 83,26 Rasio aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap jumlah aktiva produktif 2,02 2,24 87
91 48. LABA PER SAHAM Berikut adalah perhitungan laba bersih per saham dasar dan dilusian: Rata-rata Laba Bersih Tertimbang saham per saham Laba Bersih yang beredar (Rupiah Penuh) 31 Desember 2006 Laba per saham dasar ,81 Ditambah: Asumsi penerbitan saham dari Program Opsi Kepemilikan saham MSOP I Laba per saham dilusian ,45 31 Desember 2005 Laba bersih per saham dasar ,68 Ditambah: Asumsi penerbitan saham dari Program Opsi Kepemilikan saham MSOP I Laba per saham dilusian , PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN Manajemen Bank bertanggung jawab terhadap penyajian laporan keuangan konsolidasi yang diselesaikan pada tanggal 28 Maret
Laporan Keuangan Dengan Laporan Auditor Independen 31 Desember 2002 Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2001 (Mata Uang Indonesia) PT BANK BUKOPIN
Laporan Keuangan Dengan Laporan Auditor Independen Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2001 (Mata Uang Indonesia) PT BANK BUKOPIN LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2002 DENGAN
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ANAK - ANAK PERUSAHAAN. Jakarta, 30 April 2009 PT Bank Bukopin Tbk. Direksi,
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ANAK - ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2009 DAN 2008 Jakarta, 30 April 2009 PT Bank Bukopin Tbk. Direksi,
PT Bank Bukopin Tbk. dan anak perusahaan
PT Bank Bukopin Tbk. dan anak perusahaan Laporan keuangan konsolidasian beserta laporan auditor independen tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal dengan angka perbandingan untuk 2007 LAPORAN KEUANGAN
Laporan Auditor Independen. Laporan No S. Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Bukopin
PT Bank Bukopin Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) Laporan Auditor Independen Laporan No. 37156S Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Bukopin Kami telah
PT BANK BUKOPIN Tbk DAN ANAK - ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 31 MARET 2010 DAN 2009 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
NERACA KONSOLIDASIAN 31 MARET 2010 DAN 2009 Catatan AKTIVA Kas 2d,3 663.967 557.787 Giro pada Bank Indonesia 2e,4 1.495.555 1.407.450 Giro pada bank lain 2a,5,2e,2n 149.621 123.772 Penyisihan penghapusan
NERACA KONSOLIDASIAN
NERACA KONSOLIDASIAN KONSOLIDASIAN No. POS-POS 31-Des-2009 31-Des-2008 31-Des-2009 31-Des-2008 AKTIVA 1. Kas 747.870 681.321 767.238 683.155 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro pada Bank Indonesia
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2010 DAN 2009 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ANAK - ANAK PERUSAHAAN
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ANAK - ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN 2010 Jakarta, 22 Juli 2011 PT Bank Bukopin Tbk. Direksi, LAPORAN POSISI
Jakarta, 29 April 2013 PT Bank Bukopin Tbk. Direksi, PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 Jakarta, 29 April 2013 PT Bank Bukopin Tbk. Direksi, LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
NERACA PER 31 MARET 2005 & 2004 (Dalam Jutaan Rupiah) NO POS - POS
NERACA PER 31 MARET 2005 & 2004 NO POS - POS AKTIVA 1 Kas 68.597 55.437 2 Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 1.410.533 982.799 b. Sertifikat Bank Indonesia 743.202 800.000 c. Lainnya
Kas 2a, 2b, 2f Giro pada Bank Indonesia 2b, 2f, 2g,
ASET Kas 2a, 2b, 2f 8.698.261 9.392.615 Giro pada Bank Indonesia 2b, 2f, 2g, 4 15.045.245 13.421.573 Giro pada Bank Lain - setelah dikurangi cadangan sebesar Rp12.387 dan Rp71.111 pada tanggal 30 September
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ANAK - ANAK PERUSAHAAN. Jakarta, 28 April 2011 PT Bank Bukopin Tbk. Direksi,
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ANAK - ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2011 DAN 2010 Jakarta, 28 April 2011 PT Bank Bukopin Tbk. Direksi,
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009 DAN
NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 (Dalam Jutaan Rupiah)
NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 KONSOLIDASI NO. POS-POS 31 Mar. 2007 31 Mar. 2006 31 Mar. 2007 31 Mar. 2006 (Tidak Diaudit) (Tidak Audit) (Tidak Diaudit)
Laporan Keuangan. Financial Report. PT Bank DKI Laporan Tahunan 2007 Annual Report 153
Laporan Keuangan Financial Report PT Bank DKI Laporan Tahunan 2007 Annual Report 153 154 PT Bank DKI Laporan Tahunan 2007 Annual Report Halaman ini sengaja dikosongkan This page is intentionally left blank
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN. Jakarta, 29 Juli 2010 PT Bank Bukopin Tbk.
PT BANK BUKOPIN Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL Jakarta, 29 Juli 2010 PT Bank Bukopin Tbk. Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan
PT Bank Central Asia Tbk dan Anak Perusahaan
PT Bank Central Asia Tbk dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen Dua Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000 Dan (Mata Uang Indonesia) Laporan Auditor
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002 NO POS - POS AKTIVA 1 Kas 78.536 88.602 2 3 4 5 6 7 Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 1.145.346 1.029.529 b. Sertifikat
NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Jutaan Rupiah)
NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN KONSOLIDASI NO. POSPOS Per 30 Sept 2007 Per 30 Sept 2006 Per 30 Sept 2007 Per 30 Sept 2006 (Tidak Diaudit) (Tidak Audit) (Tidak Diaudit)
PT BANK DIPO INTERNASIONAL NERACA 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
NERACA Catatan A K T I V A Kas 5.067.631.050 5.736.355.575 Giro pada Bank Indonesia 3 26.664.885.011 33.025.383.536 Giro pada bank lain 2c, g, 4 168.227.362 488.064.716 Penyisihan penghapusan (1.683.500)
30 September 31 Desember 30 September 2009 Catatan 2010 (Tidak Diaudit) Kas 2a,2c,
NERACA KONSOLIDASIAN serta (Tidak Diaudit) ASET Kas 2a,2c,3 5.325.305 4.962.340 4.903.316 4.428.192 3.259.229 2a,2c, Giro pada Bank Indonesia 2e,4 8.551.458 7.498.689 8.531.044 9.350.792 17.573.082 Giro
PT Bank Eksekutif Internasional Tbk. Laporan Keuangan dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2004 dan 2003-0 - No. 026/AK-LAP/0305 Laporan Auditor Independen
PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED)
PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED) 0 PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED) Daftar
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2011 DAN 2010 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2010 DAN 2009
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR DAFTAR ISI NERACA ---------------------------------------------------------------------- 1-3 LAPORAN LABA RUGI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR -------------------
LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN III. PT BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL, Tbk. Per 30 September 2009 dan
PT BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL, Tbk LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN III Per 30 September 2009 dan 2008 Halaman Daftar Isi. 1 Neraca Per 30 September 2009 dan 2008 2-3 Laporan Laba Rugi Per 30 September 2009
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
P.T. BANK NISP Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
P.T. BANK NISP Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2002 DAN 2001 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Laporan Keuangan (Tidak Diaudit) Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2004 dan 2003
Laporan Keuangan (Tidak Diaudit) Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Laporan Keuangan (Tidak Diaudit) Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal PT BANK TABUNGAN
Kas 2c, 2g Giro pada Bank Indonesia 2c, 2g, 2h,
ASET Kas 2c, 2g 15.286.190 11.357.523 9.521.713 Giro pada Bank Indonesia 2c, 2g, 2h, 4 38.272.155 36.152.674 24.856.699 Giro pada Bank Lain 2c, 2f, 2g, 2h, 5 Pihak berelasi 54 16.079 44.516 14.386 Pihak
PT BANK MUTIARA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 A S E T Catatan 31 Maret 2012 31 Desember 2011 Kas 3.c, 3.e, 3.f, 4, 44 198,875 140,997 Giro pada Bank Indonesia 3.c, 3.e, 3.g,5, 44 949,568
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar
PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI (Dalam Jutaan, Kecuali Data Saham)
- 1 - NERACA KONSOLIDASI (Dalam Jutaan, Kecuali Data Saham) 30 Juni AKTIVA KAS (Catatan 2a dan 3) Rp 529.744 Rp 527.052 GIRO PADA BANK INDONESIA (Catatan 2a dan 4) 1.857.751 1.956.117 GIRO PADA BANK LAIN
PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011
PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011 PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 MARET 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 A S E T Aset Lancar Catatan 31-Mar-12 31-Dec-11
Catatan 31 Maret Maret 2010
NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang
NERACA. Per 31 Desember 2006 dan 2005 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK
NERACA NO. POS - POS KONSOLIDASI 31 Desember 2006 31 Desember 2005 31 Desember 2006 31 Desember 2005 (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) AKTIVA 1. K a s 3.828.154 2.428.499 3.965.717 2.522.764 2. Penempatan
PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM. PT BANK BALI Tbk ( Induk Perusahaan ) Per 31 Maret 2002 dan 2001.
A. MODAL INTI PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM I. KOMPONEN MODAL 1. Modal Disetor 2. Cadangan Tambahan Modal ( Disclosed Reserves ) a. Agio Saham b. Disagio ( -/- ) c. Modal Sumbangan d.
Lampiran 8 Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001
Lampiran 8 Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 PEDOMAN PENYUSUNAN NERACA Lampiran 8 No. AKTIVA 1 Kas Kas 100 2 Penempatan pada Bank Indonesia Penempatan pada Bank Indonesia
Dewan Komisaris - Presiden Komisaris : Humayunbosha - Komisaris : Fergus John Murphy - Komisaris : Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto
PT Bank Rabobank International Indonesia PENGURUS BANK Dewan Komisaris - Presiden Komisaris : Humayunbosha - Komisaris : Fergus John Murphy - Komisaris : Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto Dewan Direksi
PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
L A P O R A N K E U A N G A N D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN L A P O R A N K E U A N G A N D A F T A R I S I Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen N e r a c a Laporan Laba Rugi Laporan
PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)
PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) 1 PT SIANTAR TOP Tbk NERACA PER TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) Catatan
PT Bank Rabobank International Indonesia PENGURUS BANK
PT Bank Rabobank International Indonesia PENGURUS BANK DEWAN KOMISARIS - Presiden Komisaris : Humayunbosha - Komisaris : Robert Jan Van Zadelhoff - Komisaris : Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto Dewan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan anak perusahaan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan anak perusahaan Laporan keuangan konsolidasi beserta laporan auditor independen Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 LAPORAN KEUANGAN
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Akbar Indo Makmur Stimec Tbk ( Perusahaan ) didirikan pada tanggal
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN. 30 September 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (tidak diaudit)
LAPORAN KEUANGAN 30 September 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (tidak diaudit) PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk NERACA 30 SEPTEMBER 2009 dan 2008 ASET 30 September 30 September Catatan 2009 2008 '000 '000
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 Daftar Isi Halaman Laporan
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen i Neraca 1 Laporan Laba Rugi 2 Laporan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT Bank Central Asia Tbk dan Anak Perusahaan
PT Bank Central Asia Tbk dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) Laporan Auditor Independen Laporan No. 35496S Pemegang Saham, Dewan Komisaris
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-06/PM/2000 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR VIII.G.7 TENTANG PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-06/PM/2000 Peraturan Nomor VIII.G.7 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR VIII.G.7 TENTANG PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR
BUKU IV AKUNTANSI SYARI AH BAB I CAKUPAN AKUNTANSI SYARI AH. Pasal 735
205 BUKU IV AKUNTANSI SYARI AH BAB I CAKUPAN AKUNTANSI SYARI AH Pasal 735 (1) Akuntansi syari ah harus dilakukan dengan mencatat, mengelompokkan, dan menyimpulkan transaksi-transaksi atau kejadian-kejadian
Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
Kamus Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris
Kas 2a,2c Giro Pada Bank Indonesia 2a,2c,2g,
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN ASET Kas 2a,2c 13.895.464 10.525.973 9.975.712 Giro Pada Bank Indonesia 2a,2c,2g,4 42.524.126 33.040.418 19.989.683 Giro Pada Bank Lain 2a,2c,2e,2f, 2g,5,43 4.842.146
Akuntansi Modal Bank K E L O M P O K 4 : H A F I L I A P O N G G O H O N G S U S A N T I A S S A S A R W I N D A S A R I R I K I K U M A U N A N G
Akuntansi Modal Bank K E L O M P O K 4 : H A F I L I A P O N G G O H O N G S U S A N T I A S S A S A R W I N D A S A R I R I K I K U M A U N A N G Materi: 2 1 2 3 Klasifikasi Modal Bank Rasio Kecukupan
Laporan Keuangan Konsolidasi Tiga Bulan yang berakhir pada 31 Maret 2010 dan PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Laporan Keuangan Konsolidasi Tiga Bulan yang berakhir pada 31 Maret 2010 dan 2009 PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Daftar Isi Halaman Neraca... 1-4 Laporan Laba Rugi.. 5-5 Laporan
Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia
Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal A Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA NO POS - POS AKTIVA 1 Kas 62.396 50.624 2 3 4 5 6 7 Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 999.551 989.589 b. Sertifikat Bank Indonesia - 354.232
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 30 September 2007 (TIDAK DIAUDIT) dan 30 September 2006 (TIDAK DIAUDIT) Global Reports LLC
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 3 September 27 (TIDAK DIAUDIT) dan 3 September 26 (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keuangan
PT. BANK SULUT. Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 (Dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir
NERACA POS - POS NO. AKTIVA
NO. POS - POS NERACA KONSOLIDASI 31 Desember 2005 31 Desember 2004 31 Desember 2005 31 Desember 2004 ( Diaudit) ( Diaudit) ( Diaudit) ( Diaudit) AKTIVA 1. K a s 2.428.499 2.369.196 2.522.764 2.439.465
Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen 1 Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) Laporan Aset dan Kewajiban Laporan Operasi Laporan
PT BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL Tbk
LAPORAN KEUANGAN DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2008) (MATA UANG RUPIAH) LAPORAN KEUANGAN DAN LAPORAN AUDITOR
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER dan DAFTAR ISI Halaman LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Laporan Posisi Keuangan... 1. Laporan Laba Rugi Komprehensif...
PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN BULANAN LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA
PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN BULANAN LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA -- I. TUJUAN PELAPORAN Laporan Keuangan Bulanan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang disusun menurut sistematika yang ditetapkan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
99 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan 1. Setelah dicabutnya PSAK No. 31 tentang Akuntansi Perbankan, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) mulai tanggal 1 Januari 2012 dalam menyajikan aset keuangan dan
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/ 9 /PBI/2003 TENTANG PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF BAGI BANK SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/ 9 /PBI/2003 TENTANG PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF BAGI BANK SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kelangsungan usaha bank yang melakukan kegiatan
NERACA. Per 31 Desember 2009 dan 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK
NERACA 1.571.448,00 345.000,00 1.916.448,00 NO. POS - POS KONSOLIDASI 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2009 31 Desember 2008 (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) AKTIVA 8.250.923 0 1. K
DRS. J. TANZIL & REKAN REGISTERED PUBLIC ACCOUNTANTS MANAGEMENT CONSULTANTS
DRS. J. TANZIL & REKAN REGISTERED PUBLIC ACCOUNTANTS MANAGEMENT CONSULTANTS SURABAYA Nomor Izin Usaha KAP : KEP-608/KM.17/1998 Jl. Mayjend. Sungkono, Darmo Park II Blok III / 19 20, Surabaya 60225 Indonesia
Laporan Keuangan. Bahasa Indonesia
Laporan Keuangan Bahasa Indonesia Isi PT ANZ PANIN BANK LAPORAN KEUANGAN TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2008 DAN 2007 Halaman LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 83 NERACA 84-85 31 DESEMBER 2008 DAN 2007 LAPORAN LABA
Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk.
Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan 2004 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk. LAPORAN KEUANGAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2005 DAN
PT BANK WINDU KENTJANA INTERNATIONAL,Tbk SEPTEMBER 2011 DAN 2010
PT BANK WINDU KENTJANA INTERNATIONAL,Tbk SEPTEMBER 2011 DAN 2010 EQUITY TOWER LT.9 JL. JEND. SUDIRMAN KAV 52 53 TLP (021 ) 51401707, FAX (021) 51401708/09 JAKARTA -12910 Email : [email protected] http//:www.bankwindu.com
NERACA POS - POS. Per 30 Juni 2007 dan 2006 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK KONSOLIDASI NO. 30 Juni Juni Juni Juni 2006 AKTIVA
NERACA NO. POS - POS KONSOLIDASI 30 Juni 2007 30 Juni 2006 30 Juni 2007 30 Juni 2006 AKTIVA 1. K a s 3.977.652 2.932.671 4.116.812 3.031.655 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 20.097.909
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/13 /PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/13 /PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a.
DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL TAHUN PAJAK 2 0 NPWP : NAMA WAJIB PAJAK : BULAN / TAHUN PEROLEHAN HARGA PEROLEHAN (US$)
2 0 DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL 1B KELOMPOK / JENIS HARTA BULAN / TAHUN PEROLEHAN HARGA PEROLEHAN (US$) NILAI SISA BUKU FISKAL AWAL TAHUN PENYUSUTAN / AMORTISASI KOMERSIAL METODE HARTA BERWUJUD
KONSOLIDASI POS-POS. Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 AKTIVA 41,215 28,657
NERACA POS-POS KONSOLIDASI Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 1. AKTIVA Kas 41,215 28,657 2. Penempatan pada Bank Indonesia 850,832 615,818 a. Giro Bank Indonesia 732,894 554,179 b. Sertifikat Bank Indonesia
PENGURUS BANK PEMILIK BANK
PT Bank Rabobank International Indonesia PENGURUS BANK Dewan Komisaris - Presiden Komisaris : Humayunbosha - Komisaris : Wouter Jacob Kolff - Komisaris : Fergus John Murphy - Komisaris : Shanti Lasminingsih
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS III.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan PT MMS didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No.14 tanggal 4 Oktober 1989 dari Notaris Winnie Hadiprojo, SH., notaris
