8 April 2015 Teori Bahasa dan Otomata
|
|
|
- Lanny Hadiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EKSPRESI REGULAR MATERI MINGGU KE-4
2 EKSPRESI REGULAR Bahasa disebut reguler jika terdapat FSA yang dapat menerimanya. Bahasa reguler dinyatakan secara sederhana dengan ekspresi reguler/regular expression (RE). Contoh penerapan : searching string pada file RE -> NFA dengan e Move -> DFA Definisi ekspresi reguler 1. Ø = {} = (himpunan kosong) adalah sebuah ekspresi regular 2. { ɛ } =string kosong adalah ekspresi regular 3. Untuk setiap a ϵ, maka a adalah ekspresi regular 4. Jika a dan b adalah ekspresi regular maka a b, ab dan a* adalah ekspresi regular. Ø yang melambangkan himpunan kosong, atau tidak punya anggota, sedangkan { ɛ } adalah himpunan yang memiliki satu anggota, yaitu string kosong. 2
3 Notasi a b, ab dan a* adalah penyederhanaan notasi yang diperoleh dari notasi asli sebagai berikut : Jika dimiliki himpunan A,B sebagai himpunan berikut : Ekspresi a b maksudnya : A={a} dan B={b} A B = gabungan/union antara himpunan A dengan himpunan B = {a,b} Dinotasikan secara singkat sebagai : a b Ekspresi ab maksudnya : A={a} dan B={b} AB = CONCATENATION antara himpunan A dengan himpunan B = {ab} Dinotasikan secara singkat sebagai : ab Ekspresi a* maksudnya : A={a} A* = CLEENE closure dari himpunan A, didefinisikan : A 0 A 1 A 2... A, yang menghasilkan suatu himpunan : { ɛ, a, aa, aaa, aaaa,.}, dinotasikan sebagai a* 3
4 Akibat Logis Ekspresi Reguler, berdasarkan Aturan-Aturan dalam Teori Himpunan, 1. a b = b a 2. a Ø = Ø a 3. a a = a 4. (a b) c = a (b c) 5. aɛ = ɛa = a 6. aø = Øa = Ø 7. (ab)c=a(bc) 8. a(b c)=ab ac = dan (a b)c = ac bc 9. a* = a** = a*a* = (ɛ a)*=a*(a ɛ) = (a ɛ)a* = ɛ aa* 10. aa*= a*a 4
5 CONTOH Ekspresikan dalam bentuk ekspresi reguler kalimat-kalimat berikut : Sederatan NOL minimal nol buah Ekspresinya : 0* Sederatan NOL minimal satu buah Ekspresinya : 00* Sederetan NOL minimal satu buah diikuti sederetan SATU sebanyak satu buah atau lebih Ekspresinya : 00*11* Sederetan bit NOL dan SATU sembarang yang diawali dengan NOL dan diakhiri dengan SATU Ekspresinya : 0(0,1)*1 atau ditulis : 0(0 1)*1 Sederetan SATU dengan jumlah GENAP Ekspresinya : 11(11)* Sederetan NOL dengan jumlah GENAP diikuti sederetan SATU dengan jumlah GANJIL Ekspresinya : 00(00)*1(11)* 5
6 CONTOH String apakah ekspresi-ekspresi regular berikut : a. Ekspresi : (1,0)* Sederetan bit NOL dan SATU dengan jumlah sembarang dan susunan sembarang. b. Ekspresi : (0,1)*1* Sederetan bit NOL dan SATU dengan jumlah sembarang urutan sembarang diikuti dengan deretan bit SATU dengan jumlah nol atau lebih. c. Ekspresi : (00)*(11)* Deretan NOL kosong atau Genap diikuti deretan SATU kosong atau genap. a. Ekspresi : (11)* (00)* String kosong atau berisi bit NOL genap atau bit SATU genap dengan posisi sembarang 6
7 Bahasa Reguler Apabila r adalah RE, maka L(r) adalah bahasa reguler yang dibentuk menggunakan ekspressi reguler r. Contoh : Tentukan bahasa reguler yang dibentuk oleh r=(aa)* Jawab L(r) = L( (aa)* ) = { λ, aa, aaaa, aaaaaa,... } = {a 2 n n 0 } menyatakan himpunan string a dengan jumlah genap 7
8 CONTOH Tentukan bahasa reguler yang dibentuk oleh r =(aa*)(bb)*b Jawab : L ( r ) = L((aa)*(bb)*b) = { a n b 2m+1 n, m 0} Tentukan ekspresi reguler pembentuk bahasa pada S = {0,1}, yaitu L(r) = { w ϵ * w memiliki substring 00 } Jawab : r = (0+1)*00(0+1)* Tentukan ekspresi reguler pembentuk bahasa pada = {a,b}, yaitu L(r) = { ab n w n 3, w ϵ {a, b} + } Jawab : r = abbb(a+b)(a+b)* 8
9 Sifat Bahasa Reguler Tertutup terhadap operasi himpunan sederhana Jika L 1 dan L2 adalah bahasa reguler, maka L 1 U L 2 L1 L2, L1L2, ~ (L1) dan L1* adalah bahasa reguler juga Tertutup terhadap homomorphic image Jika L 1 adalah bahasa reguler, maka homomorphic image h(l 1 ) adalah bahasa reguler juga. Dimisalkan dan ᴦ adalah alfabet, maka fungsi homomorphic dinyatakan denganh : ᴦ jika w = a1 a2... an maka h(w) = h(a1) h(a2 )... h(an) Jika L adalah bahasa pada maka homomorphic image bahasa L adalah h(l)= { h(w) w ϵ L} 9
10 CONTOH Dimisalkan = {a,b} dan ᴦ = {a,b,c} dan didefinisikan h(a) = ab dan h(b) =bbc homomorphic image bahasa L = {aa,aba } adalah h(l)= { abab, abbbcab} Dimisalkan = {a,b} dan ᴦ = {b,c,d} dan didefinisikan h(a) = dbcc dan h(b) =bdc homomorphic image bahasa L(r) yang dibentuk dari ekspresi reguler r = (a+b*)(aa)* adalah h(l(r)) yang dibentuk dengan ekspresi reguler r = (dbcc + (bdc)*) (dbccdbcc)* 10
11 Hubungan RE dan NFA 11
12 Hubungan RE dan NFA 12
13 Ekuivalensi NFA, DFA, dan RG DFA bisa dibentuk dari NFA. RG bisa dibentuk dari DFA. NFA bisa dibentuk dari RG NFA DFA RG 13
14 Pembentukan DFA dari NFA 1. Diberikan sebuah NFA F = (K, V T, M, S, Z). Akan dibentuk sebuah DFA F = (K, V, M, S, Z ) dari NFA F tersebut. Algoritma pembentukannya adalah sbb. : 2. Tetapkan : S = S dan V T = V T 3. Copykan tabel NFA F sebagai tabel DFA F. Mula-mula K = K dan M = M 4. Setiap stata q yang merupakan nilai (atau peta) dari fungsi M dan q K, ditetapkan sebagai elemen baru dari K. Tempatkan q tersebut pada kolom Stata M, lakukan pemetaan berdasarkan fungsi M. 5. Ulangi langkah (3) sampai tidak diperoleh stata baru. 6. Elemen Z adalah semua stata yang mengandung stata elemen Z. 14
15 CONTOH Berikut ini diberikan sebuah NFA F = (K, V, M, S, Z) dengan : K = {A, B, C}, V T = {a, b}, S = A, Z = {C}, dan M didefinisikan sebagai berikut : STATA K NFA F Input a b A [A,B] C B A B C B [A,B] Tentukan DFA hasil transformasinya! 15
16 Jawab: Berdasarkan algoritma di atas, maka : 1. S = S = A, V T = V T = {a, b}. 2. Hasil copy tabel NFA F menghasilkan tabel DFA F berikut : STATA K NFA F Input a b A [A,B] C B A B C B [A,B] 3. Pada tabel DFA F di atas terdapat stata baru yaitu [A,B]. Pemetaan [A,B] adalah : M([A,B],a) = M(A,a) M(B,a) = [A,B] A = [A,B], dan M([A,B],b) = M(A,b) M(B,b) = C B = [B,C], sehingga diperoleh tabel berikut : STATA K NFA F Input a b A [A,B] C B A B C B [A,B] [A,B] [A,B] [B,C] 16
17 4. Langkah (3) di atas menghasilkan stata baru yaitu [B,C]. Setelah pemetaan terhadap [B,C] diperoleh tabel berikut : STATA K NFA F Input a b A [A,B] C B A B C B [A,B] [A,B] [A,B] [B,C] [B,C] [A,B] [A,B] 5. Setelah langkah (4) di atas tidak terdapat lagi stata baru. Dengan demikian DFA F yang dihasilkan adalah : DFA F = (K, V T, M, S, Z ), dimana : K = {A, B, C, [A,B], [B,C]}, V T = {a, b}, S = A, Z = {C, [B,C]}. Fungsi transisi M serta Graf dari DFA F adalah sebagai berikut : 17
18 Pembentukan RG dari DFA Diketahui sebuah DFA F = (K, V T, M, S, Z). Akan dibentuk RG G = (V T,V N, S, Q). Algoritma pembentukan RG dari DFA adalah sebagai berikut : Tetapkan V T = V T, S = S, V N = S Jika A p, A q ϵ K dan a ϵ V T, maka : M(A p, a) = A ekuivalen dengan produksi Ap aa Ap a, q,jika jika A A q q Z Z 18
19 CONTOH Diketahui sebuah DFA F dengan Z = {S} dan fungsi transisi M sebagai berikut : Dengan algoritma di atas maka diperoleh Q(RG)sbb. : M(S,0) = B S 0B M(S,1) = A S 1A M(A,0) = C A 0C M(A,1) = S A 1 M(B,0) = S B 0 M(B,1) = C B 1C M(C,0) = A C 0A M(C,1) = B C 1B STATA K DFA F INPUT 0 1 S B A A C S B S C C A B RG yang dihasilkan adalah G(V T, V N, S, Q), dengan V T = {0,1}, V N = {S, A, B, C}, S = S, dan Q = {S 0B, S 1A, A 0C, B 1C, C 0A, C 1B, A 1, B 0} 19
20 Pembentukan NFA dari RG Diketahui RG G = (V T, V N, S, Q). Akan dibentuk NFA F = (K, V T, M, S, Z). Algoritma pembentukan NFA dari RG : 1. Tetapkan V T = V T, S = S, K = V N 2. Produksi A p a A q ekuivalen dengan M(A p, a) = A q Produksi A p a ekuivalen dengan M(A p, a) = X, dimana X V 3. K = K {X} 4. Z = {X} 20
21 CONTOH Diketahui RG G = (V T, V N, S, Q) dengan : V T = {a, b}, V N = {S, A, B}, S = S, dan Q = {S as, S ba, A aa, A ab, B b} Tabel M : STATA K NFA F Terapkan algoritma di atas untuk memperoleh NFA F sebagai berikut : 1. V T = V T = {a, b}, S = S, K = V N = {S, A, B} 2. S as M(S,a) = S, S ba M(S,b) = A, A aa M(A,a) = A, A ab M(A,a) = B, B b M(B,b) = X INPUT NFA yang diperoleh : F(K, V T, M, S, Z), dengan K = {S, A, B, X}, V T = {a, b}, S = S, Z = {X}, 21 a b S S A A [A,B] B X X
22 Ekuivalensi NFA- Dengan ER (Ekspresi Regular) 22
23 CONTOH Tentukan NFA untuk ekspresi regular r = 0(1 23)* Jawab : r 1 = 0 r 2 = 1 r 3 = 23 r 4 = r 2 r 3 =
24 CONTOH r 5 = r 4 * = (1 23)* r = r 5 = 0(1 23)* 24
25 TERIMAKASIH Lilis Setyowati 25
TUGAS MAKALAH TEORI BAHASA & AUTOMATA
TUGAS MAKALAH TEORI BAHASA & AUTOMATA Anggota Kelompok : 1. Aedy Suciawan (50407040) 2. Afrista Reolny W (50407042) 3. Arnoldus Billy Jansen (50407161) 4. Endah Nurhayati (50407318) 5. Danang Panji P (50407227)
BAB III AUTOMATA HINGGA NON-DETERMINISTIK DAN EKUIVALENSI AHN AHD - GR
Bab III Automata Hingga Non-Deterministik 15 BAB III AUTOMATA HINGGA NON-DETERMINISTIK DAN EKUIVALENSI AHN AHD - GR TUJUAN PRAKTIKUM 1) Mengetahui apa yang dimaksud dengan Automata Hingga Non-deterministik
BAHASA REGULER 1. Ekspresi Regular
BAHASA REGULER 1. Ekspresi Regular Bahasa regular adalah penyusun ekspresi regular (ER) Ekspresi regular terdiri dari kombinasi simbol-simbol atomik menggunakan 3 operator : concate, alternate, dan closure/repetisi.
Teori Komputasi 11/2/2016. Bab 5: Otomata (Automata) Hingga. Otomata (Automata) Hingga. Otomata (Automata) Hingga
Teori Komputasi Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik 1-1 Informatika Bab 5: Agenda. Deterministic Finite Automata DFA (Otomata Hingga Deterministik) Equivalen 2 DFA Finite State Machine FSA
Finite State Machine dapat berupa suatu mesin yang tidak memiliki output. Finite State Machine yang tidak mengeluarkan output ini dikenal
FINITE STATE AUTOMATA (FSA) DAN FINITE STATE MACHINE (FSM) MATERI MINGGU KE-3 Finite State Automata (FSA) Finite State Machine dapat berupa suatu mesin yang tidak memiliki output. Finite State Machine
TEORI BAHASA DAN OTOMATA [TBO]
TEORI BAHASA DAN OTOMATA [TBO] Ekspresi Regular (1) Sebuah bahasa dinyatakan regular jika terdapat finite state automata yang dapat menerimanya. Bahasa-bahasa yang diterima oleh suatu finite state automata
Teori Bahasa dan Otomata 1
Teori Bahasa dan Otomata 1 KATA PENGANTAR Teori Bahasa dam Otomata merupakan matakuliah wajib yang harus diambil oleh seluruh mahasiswa jurusan Teknik Indonesia di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia.
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
MODUL VIII TEORI BAHASA DAN AUTOMATA Tujuan : Mahasiswa memahami ekspresi reguler dan dapat menerapkannya dalam berbagai penyelesaian persoalan. Materi : Hubungan antara DFA, NFA, dan ekspresi regular
Sebuah bahasa dinyatakan regular jika terdapat finite state automata yang dapat menerimanya. Bahasa-bahasa yang diterima oleh suatu finite state
EKSPRESI REGULAR Sebuah bahasa dinyatakan regular jika terdapat finite state automata yang dapat menerimanya. Bahasa-bahasa yang diterima oleh suatu finite state automata bisa dinyatakan secara sederhana
Teori Bahasa Formal dan Automata
Teori Bahasa Formal dan Automata Pertemuan 5 Semester Genap T.A. 2017/2018 Rahman Indra Kesuma, S.Kom., M.Cs. T. Informatika - ITERA REVIEW Apa perbedaan antara NFA dan ϵ-nfa? Apa yang dimaksud dengan
Amir Hamzah AKPRIND PRESS 2009
1 TEORI BAHASA DAN OTOMATA Amir Hamzah AKPRIND PRESS 2009 1 TEORI BAHASA DAN OTOMATA Amir Hamzah JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA AKPRIND
anggota alfabet dinamakan simbol terminal atau token.
GRAMMAR DAN BAHASA MATERI MINGGU KE-2 TATA BAHASA Dalam pembicaraan tata bahasa, anggota alfabet dinamakan simbol terminal atau token. Kalimat adalah deretan hingga simbo-lsimbol terminal. Bahasa adalah
Teori Himpunan. Matematika Dasar untuk Teori Bahasa Otomata. Operasi pada Himpunan. Himpunan Tanpa Elemen. Notasi. Powerset & Cartesian Product
Teori Himpunan Matematika Dasar untuk Teori Bahasa Otomata Teori Bahasa & Otomata Semester Ganjil 2009/2010 Himpunan adalah sekumpulan entitas tidak memiliki struktur sifatnya hanya keanggotaan Notasi
TEORI BAHASA DAN OTOMATA
TEORI BAHASA DAN OTOMATA MATERI KULIAH : Topik Substansi 1 Kontrakpembelajaran, Pendahuluan a. Ketentuan dalam Kuliah b. Pengertian Bahasa c. Pengertian Otomata 2 Pengertian Dasar dan Operasi pada string
GRAMMAR AND LANGUAGE
GRAMMAR AND LANGUAGE Konsep Dasar Anggota alfabet dinamakan simbol terminal. Kalimat adalah deretan hingga simbol-simbol terminal. Bahasa adalah himpunan kalimat-kalimat. Anggota bahasa bisa tak hingga
Teori Bahasa dan Operasi Matematis.
Teori Bahasa dan Operasi Matematis http://www.brigidaarie.com Terminologi Bahasa Manfaat bahasa adalah sebagai media komunikasi yang menggunakan sekumpulan simbol dan dikombinasikan menurut aturan sintaksis
EKSPRESI REGULAR PADA SUATU DETERMINISTIC FINITE STATE AUTOMATA
Jurnal Matematika Vol.6 No., November 26 [ 63-7 ] EKSPRESI REGULAR PADA SUATU DETERMINISTIC FINITE STATE AUTOMATA Jurusan Matematika, UNISBA, Jalan Tamansari No, Bandung,46, Indonesia [email protected]
FINITE STATE MACHINE / AUTOMATA
FINITE STATE MACHINE / AUTOMATA BAHASA FORMAL Dapat dipandang sebagai entitas abstrak, yaitu sekumpulan string yang berisi simbol-simbol alphabet Dapat juga dipandang sebagai entitasentitas abstrak yang
MODUL 4: Nondeterministic Finite Automata
MODUL 4: Nondeterministic Finite Automata Slide dari 2 FA DENGAN NONDETERMINISME Disamping ini merupakan FA dari suatu bahasa regular dalam {,} * dengan ekspresi regular (+) *. p, q s, u r t Slide 2 dari
Mahasiswa memahami bahasa sebagai himpunan dan operasi 2 -nya, cara mendefinisikan bahasa, serta cara mengenali anggota 2 bahasa
Mahasiswa memahami bahasa sebagai himpunan dan operasi 2 -nya, cara mendefinisikan bahasa, serta cara mengenali anggota 2 bahasa JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM
Ekspresi Reguler. Pertemuan Ke-8. Sri Handayaningsih, S.T., M.T. Teknik Informatika
Ekspresi Reguler Pertemuan Ke-8 Sri Handayaningsih, S.T., M.T. Email : [email protected] Teknik Informatika TIU dan TIK 1. memahami konsep ekspresi reguler dan ekivalensinya dengan bahasa reguler. 2.
Ekspresi Reguler Definisi. Notasi Ekspresi Regular. Contoh Ekspresi Reguler [2]
Ekspresi Reguler Definisi Pertemuan : 3 Dosen Pembina : Danang Junaedi IF-UTAMA 1 Suatu cara untuk merepresentasikan bahasa regular [4] Pola (pattern) atau template untuk string dari suatu bahasa [3] Cara
Dasar Teori Bahasa & Grammar
Dasar Teori Bahasa & Grammar Dasar Teori Bahasa Grammar & Bahasa Klasifikasi Noam Chomsky Teori Bahasa Teori bahasa membicarakan bahasa formal (formal language), terutama untuk kepentingan perancangan
BAB I TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
Bab 1 Teori Bahasa dan Automata 1 BAB I TEORI BAHASA DAN AUTOMATA TUJUAN PRAKTIKUM 1. Memahami Tentang Teori Bahasa 2. Memahami Automata dan Istilah Istilah yang terdapat dalam Automata 3. Mengerti Tentang
KONSEP GRAMMAR DAN BAHASA
KONSEP GRAMMAR DAN BAHASA Konsep Dasar 1. Dalam pembicaraan grammar, anggota alfabet dinamakan simbol terminal atau token. 2. Kalimat adalah deretan hingga simbol-simbol terminal. 3. Bahasa adalah himpunan
Pendahuluan [6] FINITE STATE AUTOMATA. Hubungan RE & FSA [5] Finite State Diagram [6] 4/27/2011 IF-UTAMA 1
FINITE STATE AUTOMATA Pertemuan 9 & 10 Dosen Pembina : Danang Junaedi 1 Pendahuluan [6] Bahasa formal dapat dipandang sebagai entitas abstrak, yaitu sekumpulan string yang berisi simbol-simbol alphabet
TEORI BAHASA DAN OTOMATA
MATERI KULIAH TEORI BAHASA DAN OTOMATA Oleh : Heru Cahya Rustamaji, S.Si, M.T JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA 2004 1 PERTEMUAN
MODUL 1: PENGANTAR TEORI BAHASA
MODUL 1: PENGANTAR TEORI BAHASA Pengantar Automata dan Bahasa Teori Pendukung Konsep Bahasa Slide 1 dari 38 PENGANTAR AUTOMATA DAN BAHASA Obyektif membahas model-model komputasi sebagai mesin abstraks
Operasi FA dan Regular Expression
CSG3D3 Teori Komputasi Operasi FA dan Regular Expression Agung Toto Wibowo Ahmad Suryan Yanti Rusmawati Mahmud Dwi Sulistiyo Kurniawan Nur Ramadhani Said Al Faraby Dede Rohidin KK Intelligence, Computing,
Ekspresi Regular. Teori Bahasa dan Automata. Viska Mutiawani - Informatika FMIPA Unsyiah
Ekspesi Regula Teoi Bahasa dan Automata Ekspesi Regula Ekspesi Regula (Regula expessions) mendeskipsikan bahasa egula Contoh: ( a b c)* mendeskipsikan bahasa a, bc*, a, bc, aa, abc, bca,... 2 Recusive
Teori Bahasa dan Otomata
Teori Bahasa dan Otomata Disajikan oleh: Bernardus Budi Hartono Web : http://pakhartono.wordpress.com/ E-mail : pakhartono at gmail dot com budihartono at acm dot org Teknik Informatika [Gasal 2009 2010]
MATERI PERTEMUAN KE-1
TEORI BAHASA DAN OTOMATA MATERI PERTEMUAN KE-1 TEORI BAHASA Teori bahasa membicarakan bahasa formal (formal language), terutama untuk kepentingan perancangan kompilator (compiler) dan pemroses naskah (text
DIKTAT TEORI BAHASA DAN OTOMATA
DIKTAT TEORI BAHASA DAN OTOMATA DISUSUN OLEH Ir. Sudiadi, M.M.A.E. Ir. Rizani Teguh, M.T. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika MDP 207 Hal KATA PENGANTAR Pertama-tama kami
metodenumerikblog.wordpress.com Retno Tri Vulandari, S.Si, M.Sc
Retno Tri Vulandari, S.Si, M.Sc String Simbol KALIMAT Bahasa TEORI BAHASA Bahasa Formal Adalah suatu sistem yang terdiri atas sejumlah berhingga state yang menerima input dan mengeluarkan output dalam
MODUL 2: Bahasa Regular dan Ekspresi Regular
MODUL 2: Bahasa Regular dan Ekspresi Regular Slide 1 dari 21 DEFINISI BAHASA REGULAR Bahasa Regular L dari alfabet Σ adalah bahasa yang dapat dihasilkan dari bahasa-bahasa paling sederhana dari Σ dengan
MODUL 6: TEOREMA KLEENE
MODUL 6: TEOREMA KLEENE Dari pembahasan sebelumnya NFA- yang dapat mengenali suatu bahasa regular dapat dengan lebih langsung diperoleh karena adanya transisi-. Setelah NFA- yang dapat mengenali bahasa
TEKNIK KOMPILASI Bahasa Regular
TEKNIK KOMPILASI Bahasa Regular Sekolah Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Palangkaraya 2012 Tata bahasa reguler Sebuah bahasa dinyatakan regular jika terdapat Finite State Automata (FSA) yang
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : TEORI BAHASA DAN AUTOMATA (TBA) KODE / SKS : KK / 3 SKS
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : TEORI BAHASA DAN AUTOMATA (TBA) KODE / SKS : KK-045325 / 3 SKS Mingu Pokok Bahasan 1. 1. Pendahuluan menjelaskan konsep dasar bahasa dan teori tentang string 1.1.
Disusun oleh: Rina Dewi Indah Sari, S.Kom
Disusun oleh: Rina Dewi Indah Sari, S.Kom Kata Pengantar Teori bahasa dan automata merupakan salah satu mata kuliah yang wajib di jurusan-jurusan informatika maupun ilmu komputer. Salah satunya pada STMIK
PERTEMUAN II. Finite State Automata (FSA) Deterministic Finite Automata (DFA) Non Deterministic Finite Automata (NFA)
PERTEMUAN II Finite State Automata (FSA) Deterministic Finite Automata (DFA) Non Deterministic Finite Automata (NFA) dadang mulyana 1 INGA.INGAT MULAI MINGGU DEPAN KULIAH TBO DIMULAI JAM 13.00 MAAF UNTUK
Modul 03 HIMPUNAN. Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang keanggotaannya didefinisikan dengan jelas.
Modul 03 HIMPUNAN I. Cara Menyatakan Himpunan PENGERTIAN Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang keanggotaannya didefinisikan dengan jelas. Contoh: Himpunan siswi kelas III SMU 6 tahun 1999-2000 yang
MODUL 3: Finite Automata
MODUL 3: Finite Automata Slide dari 38 DEFINISI FA mesin yang dapat mengenai bahasa regular tanpa menggunakan storage/memory. Sejumlah status dapat didefinisikan pada mesin untuk mengingat beberapa hal
Teknik Kompiler 5. oleh: antonius rachmat c, s.kom, m.cs
Teknik Kompiler 5 oleh: antonius rachmat c, s.kom, m.cs TATA BAHASA Tata bahasa / Grammar dalam OTOMATA adalah kumpulan dari himpunan variabel (non-terminal), simbol-simbol awal dan terminal yang dibatasi
Definisi Aljabar Boolean
Aljabar Boolean 1 Definisi Aljabar Boolean Aljabar boolean merupakan aljabar yang berhubungan dengan variabel-variabel biner dan operasi-operasi logik. Variabel-variabel diperlihatkan dengan huruf-huruf
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : A11. 54401/ Teori dan Bahasa Otomata Revisi 2 Satuan Kredit Semester : 3 SKS Tgl revisi : Februari 2014 Jml Jam kuliah dalam
Tata Bahasa Kelas Tata Bahasa. Konsep Bahasa (1)
Tata Bahasa Kelas Tata Bahasa Risnawaty 2350376 Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Page 1 Konsep Bahasa (1) String(kata) adalah suatu deretan berhingga dari simbol-simbol. Panjang string
MODUL 11: PUSHDOWN AUTOMATON
MODUL 11: PUSHDOWN AUTOMATON Pengantar Pushdown Automaton Dalam pembahasan bahasa regular telah diperkenalkan pula suatu mesin dengan jumlah status yang terbatas atau dikenal dengan nama mesin FA. Karena
TEORI BAHASA & AUTOMATA
TEORI BAHASA & AUTOMATA Dosen: Dadang mulyana Alamat email untuk tugas: [email protected] 1 Cara pengiriman tugas: Dalam subjek email tuliskan: Instansi_kelas_nama_matakuliah_jenistugas Contoh: Ahmad
TEORI BAHASA DAN OTOMATA [TBO]
TEORI BAHASA DAN OTOMATA [TBO] Otomata (Automata) Otomata adalah mesin abstrak yang dapat mengenali (recognize), menerima (accept), atau membangkitkan (generate) sebuah kalimat dalam bahasa tertentu. Beberapa
2. MATRIKS. 1. Pengertian Matriks. 2. Operasi-operasi pada Matriks
2. MATRIKS 1. Pengertian Matriks Matriks adalah himpunan skalar yang disusun secara empat persegi panjang menurut baris dan kolom. Matriks diberi nama huruf besar, sedangkan elemen-elemennya dengan huruf
SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktifitas Pembelajaran
SILABUS MATAKULIAH Revisi : 2 Tanggal Berlaku : Maret 2014 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A11. 54401/ Teori dan Bahasa Otomata 2. Program Studi : Teknik Informatika-S1 3. Fakultas : Ilmu Komputer 4.
Penerapan Graf Transisi dalam Mendefinisikan Bahasa Formal
Penerapan Graf Transisi dalam Mendefinisikan Bahasa Formal Abdurrahman Dihya R./13509060 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
PENDEKATAN TEORI AUTOMATA UNTUK MENYELESAIKAN APLIKASI-APLIKASI DI BIDANG ILMU KECERDASAN BUATAN
PENDEKATAN TEORI AUTOMATA UNTUK MENYELESAIKAN APLIKASI-APLIKASI DI BIDANG ILMU KECERDASAN BUATAN Febri Nova Lenti STMIK AKAKOM Yogyakarta Jl. Raya Janti 143 Yogyakarta 55198 [email protected] ABSTRAK
TEKNIK KOMPILASI Konsep & Notasi Bahasa
TEKNIK KOMPILASI Konsep & Notasi Bahasa Sekolah Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Palangkaraya 2012 Konsep dan Notasi bahasa Teknik Kompilasi merupakan kelanjutan dari konsepkonsep yang telah
2.4 Relasi dan Fungsi
2.4 Relasi dan Fungsi Relasi dan fungsi adalah pokok dari matematika. Relasi menggambarkan hubungan sederhana antara dua himpunan. Sedangkan fungsi akan diterangkan pada bahasan berikutnya, sebagai suatu
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM. dirancang dan selanjutnya dapat diketahui gambaran dan kemampuan sistem secara
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Analisis kebutuhan sistem merepresentasikan daftar kebutuhan sistem yang akan dirancang dan selanjutnya dapat diketahui gambaran dan
PENDAHULUAN Teori Bahasa
PERTEMUAN I PENDAHULUAN Teori Bahasa Teori bahasa membicarakan bahasa formal (formal language), terutama untuk kepentingan perancangan kompilator (compiler) dan pemroses naskah (text processor). Bahasa
Teori Bahasa & Otomata
Teori Bahasa & Otomata Pendilkom/Ilkom Universitas Pendidikan Indonesia 1 Daftar Isi Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Matematika Dasar Bab 3 Dasar-Dasar Teori Bahasa Bab 4 Representasi Bahasa Bab 5 Klasifikasi
Type Data terdiri dari : - Data Tunggal : Integer, Real, Boolean dan Karakter. - Data Majemuk : String
Struktur dapat diartikan sebagai suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan. Data dapat diartikan sebagai suatu fakta, segala sesuatu yang dapat dikodekan atau disimbolkan dengan kode-kode atau lambang-lambang
Teori Bahasa dan Automata. Finite State Automata & Non Finite State Automata
Teori Bahasa dan Automata Finite State Automata & Non Finite State Automata Finite State Automata Model matematika suatu sistem yang menerima input dan output diskrit Mesin automata dari bahasa Regular
BAB 1 PENDAHULUAN. sederhana adalah kelas bahasa reguler (regular languages). Bahasa reguler dapat dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam hierarki kelas-kelas bahasa menurut Chomsky, kelas bahasa yang paling sederhana adalah kelas bahasa reguler (regular languages). Bahasa reguler dapat dengan tepat
Teknik Informatika PERTEMUAN 2. TEORI BAHASA & OTOMATA Imam Riadi, M.Kom Shofwatul Uyun, M.Kom. Teknik Informatika
TEORI BAHASA FST UIN SUKA TEORI BAHASA (PENDAHULUAN) PERTEMUAN 2 Teori bahasa membicarakan bahasa formal (formal language), terutama untuk kepentingan perancangan kompilator (compiler) dan pemroses naskah
Teori Himpunan. Author-IKN. MUG2B3/ Logika Matematika 9/8/15
Teori Himpunan Author-IKN 1 Materi Jenis Himpunan Relasi Himpunan Operasi Himpunan Hukum-Hukum Operasi Himpunan Representasi Komputer untuk Himpunan 2 Teori Himpunan Himpunan Sekumpulan elemen unik, terpisah,
Teori Komputasi 10/15/2015. Bab 3: Konsep Bahasa dan Otomata. Teori Bahasa. Teori Bahasa. Agenda. Teori Bahasa Otomata Operasi Dasar String
Teori Komputasi Agenda. Teori Bahasa Bab 3: Konsep Bahasa dan Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik 1-1 Informatika Konsep Bahasa dan 2 Teori Bahasa Teori bahasa membicarakan bahasa formal
Non-deterministic Finite Automata Dengan -Move
Non-deterministic Finite Automata Dengan -Move Terdapat jenis otomata baru yang disebut NFA dengan -move ( disini bisa dianggap sebagai empty). Pada NFA dengan -move (transisi ), diperbolehkan merubah
Kombinatorial. Matematika Diskrit Pertemuan ke - 4
Kombinatorial Matematika Diskrit Pertemuan ke - 4 Pengertian Cabang matematika yang mempelajari pengaturan objek-objek Solusi yang diperoleh : jumlah cara pengaturan objek-objek tertentu dalam himpunan
NonDeterministic Finite Automata. B.Very Christioko, S.Kom
NonDeterministic Finite Automata Perbedaan DFA dan NFA DFA (Deterministic Finite Automata) FA di dalam menerima input mempunyai tepat satu busur keluar. NFA (Non Deterministic Finite Automata) FA di dalam
MODUL 17. BAHASA-BAHASA REKURSIF DAN RECURSIVELY ENUMERABLE
MODUL 17. BAHASA-BAHASA REKURSIF DAN RECURSIVELY ENUMERABLE TM T r untuk suatu bahasa rekursif akan menjawab (recognize) atau setelah memproses string masukan. T r Dalam pembahasan sebelumnya kita mendapatkan
BAB I MATRIKS DEFINISI : NOTASI MATRIKS :
BAB I MATRIKS DEFINISI : Matriks adalah himpunan skalar (bilangan riil atau kompleks) yang disusun/dijajarkan berbentuk persegi panjang (menurut baris dan kolom). Skalar-skalar itu disebut elemen matriks.
MODUL 5: Nondeterministic Finite Automata dengan
MODUL 5: Nondeterministic Finite Automata dengan Transisi-L (NFA-L) Slide dari 4 Dengan konsep nondeterministisme dari suatu ekspresi regular suatu NFA yang dapat menerima bahasa ybs dapat langsung dilakukan.
TEORI BAHASA DAN OTOMATA
TEORI BAHASA DAN OTOMATA Disusun Oleh : Hartono BAB I PENDAHULUAN Teori Bahasa Teori bahasa membicarakan bahasa formal (formal language), terutama untuk kepentingan perancangan kompilator (compiler) dan
Deterministic Finite Automata
CSG3D3 Teori Komputasi Deterministic Finite Automata Agung Toto Wibowo Ahmad Suryan Yanti Rusmawati Mahmud Dwi Sulistiyo Kurniawan Nur Ramadhani Said Al Faraby Dede Rohidin KK Intelligence, Computing,
Sumarni Adi TEKNIK INFORMATIKA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2013
Sumarni Adi TEKNIK INFORMATIKA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2013 KONTRAK KULIAH 1. Presensi 15 menit diawal perkuliahan dan dilakukan sendiri (tidak Boleh Titip Presensi), setelahnya sistem akan ditutup 2.
Lecture Notes Teori Bahasa dan Automata
Pumping Lemma RL (edisi 2) 1/5 Lecture Notes Teori Bahasa dan Automata Pumping Lemma Untuk Regular Language Thompson Susabda Ngoen Revisi 1 Hopcroft mengatakan regular language dapat dideskripsikan dengan
TEORI BAHASA DAN OTOMATA [TBO]
TEORI BAHASA DAN OTOMATA [TBO] PENGGABUNGAN 2 FSA Pada 2 mesin FSA dapat dilakukan penggabungan, disebut union serta konkatenasi. Misalkan terdapat dua mesin NFA, M1 dan M2 Gambar 5: M1 Gambar 6: M2 OPERASI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bahasa menurut kamus Websters adalah the body of words and methods of
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bahasa Alami dan Bahasa Formal Bahasa menurut kamus Websters adalah the body of words and methods of combining words used and understood by a considerable community, sedangkan
MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )
MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segi empat dari suatu unsur-unsur pada beberapa sistem aljabar. Unsur-unsur tersebut bisa berupa bilangan dan juga suatu peubah.
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
MODUL II TEORI BAHASA DAN AUTOMATA Tujuan : Mahasiswa memahami Finite State Automata (FSA) dan dapat mengeksekusi suatu mesin otomata Materi : FSA dan Implemetasi FSA Deterministic Finite Automata (DFA)
STATEMENT INPUT ALGORITMA & PEMROGRAMAN 1B
STATEMENT INPUT ALGORITMA & PEMROGRAMAN 1B MENGGUNAKAN KOUNTER Kounter adalah suatu variabel pencacah yang digunakan untuk menghitung berapa kali proses telah berulang. Variabel kounter biasa digunakan
Pengolahan Dasar Matriks Bagus Sartono
Pengolahan Dasar Matriks Bagus Sartono [email protected] Departemen Statistika FMIPA IPB Notasi Dasar Matriks A mxn, m A n, [a ij ] mxn : matriks berukuran m x n (m baris, n kolom) a ij adalah elemen matriks
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-3 (Tipe Data dan Nama) 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Tipe Dasar Tipe Bentukan Nama 2 Pendahuluan Tipe adalah pola representasi data dalam komputer Tipe data dapat dikelompokkan
TEKNIK MEMBILANG. b T U V W
TEKNIK MEMBILANG Berikut ini teknik-teknik (cara-cara) membilang atau menghitung banyaknya anggota ruang sampel dari suatu eksperimen tanpa harus mendaftar seluruh anggota ruang sampel tersebut. A. Prinsip
BAHAN KULIAH LOGIKA MATEMATIKA
BAHAN KULIAH LOGIKA MATEMATIKA O L E H A. Rahman H., S.Si, MT & Muhammad Khaidir STTIKOM Insan unggul Jl. S.A. tirtayasa no. 146 Komp. Istana Cilegon blok B 25-28 Cilegon Banten 42414 http://didir.co.cc
TEORI BAHASA DAN OTOMATA [TBO]
TEORI BAHASA DAN OTOMATA [TBO] NFA DENGAN -MOVE Terdapat jenis otomata baru yang disebut NFA dengan -move ( disini bisa dianggap sebagai empty). Pada NFA dengan -move (transisi ), diperbolehkan merubah
TEORI BAHASA & OPERASI MATEMATIS (2)
PERTEMUAN III TEORI BAHASA & OPERASI MATEMATIS (2) Mahasiswa memahami bahasa sebagai himpunan dan operasi 2 -nya, cara mendefinisikan bahasa, serta cara mengenali anggota 2 bahasa JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
STMIK Banjarbaru EKUIVALENSI LOGIKA. 10/15/2012 H. Fitriyadi & F. Soesianto
1 EKUIVALENSI LOGIKA 2 Pada tautologi dan kontradiksi, dapat dipastikan bahwa jika dua buah ekspresi logika adalah tautologi, maka kedua buah ekspresi logika tersebut ekuivalen secara logis, demikian pula
RELASI. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI
RELASI 1. Pasangan Berurutan 2. Fungsi Proposisi dan Kalimat Terbuka 3. Himpunan Jawaban dan Grafik Relasi 4. Jenis-jenis Relasi 5. Domain dan Range suatu Relasi Pasangan Berurutan (cartesian Product)
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-3 (Tipe Data dan Nama) Noor Ifada [email protected] S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Tipe Dasar Tipe Bentukan Nama S1 Teknik
LOGIKA MATEMATIKA. Dosen: Drs. Sumardi Hs., M.Sc. Modul ke: 01Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika
Modul ke: 01Fakultas FASILKOM LOGIKA MATEMATIKA Dosen: Program Studi Teknik Informatika Drs. Sumardi Hs., M.Sc. Template Modul Himpunan 1 Tentang Abstrak Modul ini membahas pengertian himpunan, notasi-notasi,
2. Gambarkan gerbang logika yang dinyatakan dengan ekspresi Boole di bawah, kemudian sederhanakan dan gambarkan bentuk sederhananya.
Tugas! (Materi Aljabar Boolean). Gambarkan jaringan switching yang dinyatakan dengan polinominal Boole di bawah, kemudian sederhanakan dan gambarkan bentuk sederhananya, kapan jaringan tsb on atau off.
PROSEDUR. Jadi, setiap prosedur harus : - Didefinisikan (dibuat spesifikasinya) dan dituliskan kode programnya - Dipanggil, pada saat eksekusi
PROSEDUR Definisi : Prosedur adalah sederetan instruksi algoritmik yang diberi nama, dan akan menghasilkan efek neto yang terdefinisi. Prosedur menyatakan suatu aksi dalam konsep algoritma yang dibicarakan
PERSAMAAN KUADRAT. Persamaan. Sistem Persamaan Linear
Persamaan Sistem Persamaan Linear PENGERTIAN Definisi Persamaan kuadrat adalah kalimat matematika terbuka yang memuat hubungan sama dengan yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah 2. Bentuk umum
MA3231. Pengantar Analisis Real. Hendra Gunawan, Ph.D. Semester II, Tahun
MA3231 Pengantar Analisis Real Semester II, Tahun 2016-2017 Hendra Gunawan, Ph.D. Tentang Mata Kuliah MA3231 Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi S1 Matematika, dengan
SOAL DAN PENYELESAIAN RING
SOAL DAN PENYELESAIAN RING 1. Misalkan P himpunan bilangan bulat kelipatan 3. Tunjukan bahwa dengan operasi penjumlahan dan perkalian pada himpunan bilangan bulat, P membentuk ring komutatif. Jawaban:
Diktat Kuliah. Oleh:
Diktat Kuliah TEORI GRUP Oleh: Dr. Adi Setiawan UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2015 Kata Pengantar Aljabar abstrak atau struktur aljabar merupakan suatu mata kuliah yang menjadi kurikulum nasional
DFA. Teori Bahasa dan Automata. Viska Mutiawani - Informatika FMIPA Unsyiah
DFA Teori Bahasa dan Automata 1 DFA DFA: Deterministic Finite Automata Atau Automata Hingga Deterministik (AHD) Merupakan salah satu entuk dari Finite Automata Finite Automata merupakan salah satu dari
SISTEM BILANGAN REAL
DAFTAR ISI 1 SISTEM BILANGAN REAL 1 1.1 Sifat Aljabar Bilangan Real..................... 1 1.2 Sifat Urutan Bilangan Real..................... 6 1.3 Nilai Mutlak dan Jarak Pada Bilangan Real............
Setelah mengikuti materi Bab ini mahasiswa diharapkan mampu: 2. Mendefinisikan factor persekutuan, kelipatan persekutuan, FPB, dan KPK.
BAB II KETERBAGIAN PENDAHULUAN A. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memberikan kemampuan pada mahasiswa untuk belajar bukti matematika. Materi dalam mata kuliah ini sangat
Pertemuan ke-4 ALJABAR BOOLEAN I
Pertemuan ke-4 ALJABAR BOOLEAN I Materi Perkuliahan a. Pengertian Aljabar Boolean b. Ekspresi Boolean c Prinsip Dualitas Kompetensi Umum Setelah mengikuti perkuliah ini, diharapkan Anda dapat memahami
2.3 Algoritma Tidak Berhubungan dengan Bahasa Pemrograman Tertentu
DAFTAR ISI BAB 1 Pengantar Sistem Komputer Dan Pemrograman 1.1 Sistem Komputer 1.2 Program, Aplikasi, Pemrogram, dan Pemrograman 1.3 Kompiler dan Interpreter 1.4 Kesalahan Program BAB 2 Pengantar Algoritma
