BAB 3 METODE PENELITIAN
|
|
|
- Hartanti Irawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 37 BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai pendekatan penelitian, jenis/tipe penelitian, teknik pengumpulan data, serta narasumber/informan. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan tiap bagiannya sebagai berikut : 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Hal ini dikarenakan penelitian ini mengacu pada gejalagejala yang nyata pada alam. Sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh pemikiran positivist yaitu Comte, Durkheim dan Mill yang dikutip oleh Silalahi dalam buku metode penelitian sosial ( ) menyatakan bahwa paradigma positivisme dinyatakan sebagai paradigma tradisional, eksperimental, atau paradigma empiristis. Bungin ( ) menyatakan bahwa positivisme memiliki pengaruh yang amat kuat terhadap berbagai disiplin ilmu bahkan sampai dewasa ini. Pengaruh tersebut dikarenakan klaim-klaim yang dikenakan oleh positivisme terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu : Klaim kesatuan ilmu. Tradisi positivisme ini kemudian melahirkan pendekatan-pendekatan paradigma kuantitatif dalam penelitian sosial dimana objek penelitian dilihat memiliki keberaturan yang naturalistik, empiris dan behavioristik, dimana semua objek penelitian harus dapat direduksi menjadi fakta yang dapat diamati, tidak terlalu mementingkan fakta sebagai makna namun mementingkan fenomena yang tampak, serta serba bebas nilai atau objektif dengan menentang habis-habisan sikap-sikap subjektif. Sementara itu, Neuman (2006. p.82) dalam bukunya Social Research Methods : Qualitative and Quantitative Approaches mengemukakan bahwa positivist dikatakan sebagai : an organized method for combining deductive logic with precise empirical observations of individual behaviour in order to discover and confirm a set of probabilistic causal laws that can be used to predict general patterns of human activity. 37
2 38 Adapun pengertian penelitian kuantitatif menurut Umar (2005. h.95) yaitu penelitian lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penaksiran kuantitatif yang kokoh. Akan tetapi, penelitian yang peneliti lakukan belum dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh sebab itu, peneliti berusaha menggalinya fakta tersebut melalui petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya. Disamping itu, peneliti akan mencari teori yang berhubungan dengan fenomena yang ada serta berorientasi pada analisis kinerja petugas administrasi pada Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun Dan, mengetahui kendala apa yang dihadapi dalam peningkatan kinerja petugas administrasi puskesmas Sukmajaya. Dalam hal ini, peneliti akan mengkajinya dengan menggunakan teori kinerja. 3.2 Jenis/Tipe penelitian Berdasarkan jenis/tipe penelitiannya, peneliti mengambil jenis penelitian deskriptif. Hal ini mengacu pada objek penelitian yang menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di lapangan. Menurut Prasetyo dan Jannah (2006. h.42) penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Hasil akhir dari penelitian ini biasanya berupa tipologi atau pola-pola mengenai fenomena yang sedang dibahas. Berdasarkan dimensi waktunya, penelitian ini mengambil jenis penelitian cross sectional yaitu penelitian yang dilakukan dalam satu waktu. Menurut Prasetyo dan Jannah (2006. h.45) bahwa penelitian cross sectional hanya digunakan dalam waktu tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain diwaktu yang berbeda untuk diperbandingkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam kepada responden. Hasil wawancara mendalam yang telah dilakukan dengan responden, selanjutnya dikumpulkan untuk dijadikan sebuah data penelitian. Berdasarkan manfaat penelitiannya, penelitian ini bersifat penelitian murni dan terapan. Dikatakan sebagai penelitian murni dikarenakan penelitian tersebut bersifat kebutuhan akademis seorang peneliti sehingga dapat membentuk teori baru. Adapun Penelitian murni yaitu suatu penelitian yang dilakukan karena
3 39 kebutuhan peneliti, sehingga hasil dari penelitiannya diharapkan menjadi sebuah teori baru. Pernyataan ini senada dengan pendapatnya Umar (2005. h.80) Penelitian murni adalah penelitian ini diharapkan untuk membentuk teori baru dan bukan untuk menerapkan hasil temuannya, dan lebih kepada pencarian pengetahuan demi kepentingan pengetahuan itu sendiri. Sedangkan, dikatakan sebagai penelitian terapan dikarenakan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang relevan pada lokasi yang diteliti. Hal ini mengacu pada pernyataan Bungin (2008. h.48) Penelitian terapan adalah penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengaplikasikan teori di masyarakat. Dapat dikatakan bahwa penelitian ini lebih bersifat memberikan penggambaran dan penjelasan melalui ungkapan atau temuan yang ada di lapangan mengenai bagaimana kinerja petugas administrasi pada Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun Dan, mengetahui juga kendala apa yang dihadapi dalam peningkatan kinerja petugas administrasi puskesmas Sukmajaya. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan datanya lebih mengacu pada data kualitatif, dimana data yang didapatkan berasal dari hasil studi kepustakaan dan pengambilan data di lapangan. Selain itu, datanya berasal dari hasil wawancara, catatan lapangan, rekaman data penelitian, catatan-catatan dan dokumen lainnya. Untuk selengkapnya dapat dijelaskan tiap bagiannya sebagai berikut : a) Studi Kepustakaan Berdasarkan studi kepustakaan, peneliti mencoba mempelajari dan menelaah jenis-jenis literatur yang ada hubungannya dengan perumusan masalah yang sedang diteliti oleh peneliti. Adapun jenis literatur yang dijadikan sebagai bahan referensi yaitu buku-buku teori, artikel, dan lain sebagainya. Sehingga akan diperoleh data sekunder yang ada hubungannya dengan lokasi penelitian berupa profil puskesmas, data kunjungan pasien dan lain sebagainya. Menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2007. h.20) data sekunder adalah data yang diperoleh melalui penelitian terdahulu yang dilakukan oleh pihak lain.
4 40 b) Pengumpulan data di lapangan Berdasarkan pengumpulan data di lapangan, peneliti akan melakukan wawancara terstruktur dan observasi. Wawancara terstruktur dilakukan dengan kepala puskesmas, petugas administrasi, rekan kerja petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya dan masyarakat kelurahan Mekarjaya dan kelurahan Tirtajaya yang melakukan pengobatan ke Puskesmas Sukmajaya. Disamping itu, jenis wawancara yang dilakukan oleh peneliti bersifat wawancara terbuka, dimana peneliti memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawabannya. Dengan demikian akan dihasilkan suatu jawaban yang valid. Untuk metode observasi, peneliti akan melakukan pengamatan di lapangan selama penelitian berlangsung. Peneliti akan melakukan proses pengamatannya dimulai dari petugas loket administrasi pendaftaran hingga petugas administrasi secara keseluruhan. Dalam penelitiannya akan menitikberatkan pada kinerja petugas administrasinya. Dengan demikian, akan dihasilkan sebuah data penelitian yang valid. 3.4 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, h.90). Sedangkan sampel menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2007. h.37) merupakan bagian dari populasi yang dipilih mengikuti prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Populasi yang dipilih oleh peneliti yaitu petugas Puskesmas Sukmajaya dan masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas Sukmajaya. Penelitian ini hanya membatasi pada petugas administrasi puskesmas Sukmajaya. Alasan yang mendasari peneliti melakukan pemilihan responden dikarenakan dalam melakukan penilaian kinerja petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya lebih mengacu pada persepsi petugas Puskesmas dan Masyarakat, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam peningkatan kinerja petugas administrasi yang berdasarkan persepsi petugas puskesmas dan masyarakat pada
5 41 Puskesmas Sukmajaya. Selain itu, untuk mengetahui seberapa besar peran serta masyarakat dalam memanfaatkan pengobatan di Puskesmas. Dalam penelitian ini, sampel petugas administrasi puskesmas tidak dilakukan penarikan sampel. Akan tetapi, semua sampel petugas administrasi puskesmas dijadikan subjek penelitian, sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti terhadap petugas puskesmas menggunakan total sampling. Alasan sampel yang mendasari tidak dilakukan penarikan sampel dikarenakan jumlah responden yang diteliti tidak terlalu banyak dan hanya berjumlah 4 orang. Hal ini sejalan dengan pendapatnya Prasetyo dan Jannah (2006. h.122) Total sampling juga digunakan jika jumlah populasi dari suatu penelitian tidak terlalu banyak. Akan tetapi, untuk melengkapi data-data yang sudah ada. Peneliti juga mengambil responden lain untuk dijadikan sumber informasi, seperti dari Kepala Puskesmas berjumlah 1 orang, Rekan kerja petugas administrasi berjumlah 3 orang dan masyarakat yang melakukan pengobatan ke Puskesmas Sukmajaya berjumlah 7 orang. Hal ini dilakukan karena peneliti lebih menitikberatkan pada dua pandangan penilaian mengenai kinerja petugas administrasi berdasarkan persepsi Petugas Administrasi dan Masyarakat pada Puskesmas Sukmajaya. Baik itu dilihat dari lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Dengan demikian, akan dihasilkan data yang valid mengenai kinerja petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya. 3.5 Teknik Analisis Data Adapun teknik analisis data Menurut Silalahi ( ). Hal inilah yang akan digunakan oleh peneliti, yaitu : Reduksi data Pada tahap ini dilakukan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Dalam hal ini dilakukan penggolongan data, membuang data yang tidak perlu dan mengorganisir data sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan finalnya dan diverifikasi.
6 42 Penyajian data Pada tahap ini dilakukan proses penyederhanaan informasi yang kompleks ke dalam kesatuan bentuk yang disederhanakan dan seleksi atau konfigurasi yang mudah dipahami. Menarik Kesimpulan Pada tahap ini dilakukan proses pembuatan pencatatan keteraturan, penyusunan pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat, dan proposisi. Disamping itu, pada tahap ini dilakukan pembuatan kesimpulan yang belum jelas yang selanjutnya mengarah ke kesimpulan yang lebih terperinci. 3.6 Batasan Penelitian Penelitian dilaksanakan selama lebih dari 3 bulan, yaitu mulai bulan Maret-Awal Juni Sedangkan, pengumpulan data dilakukan dengan turun ke lapangan secara langsung selama periode bulan 22 April Juni Lokasi penelitian berada di lingkungan Puskesmas Sukmajaya Kota Depok. Kinerja kesehatan pada puskesmas banyak jenisnya, namun dalam penelitian ini peneliti lebih memfokuskan pada analisis kinerja petugas administrasi pada puskesmas Sukmajaya tahun Keterbatasan Penelitian Adapun berbagai macam kendala yang dihadapi oleh peneliti selama kegiatan penelitian berlangsung, yaitu : - Informasi yang didapat dari responden terkesan sederhana dan apa adanya, sehingga peneliti harus menggali lebih mendalam untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat. - Kadang-kadang responden menolak untuk dilakukan proses wawancara tambahan. Sehingga, menyulitkan peneliti untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di lokasi penelitian. - Peneliti kesulitan dalam menyamakan waktu wawancara dengan responden. Dengan demikian, peneliti harus menunggu waktu lain yang belum tentu kejelasan waktunya.
7 43 - Peneliti tidak dapat menyajikan data kinerja berdasarkan angka-angka. Akan tetapi, datanya lebih didasarkan pada persepsi Petugas Puskesmas dan Masyarakat dalam menilai kinerja petugas administrasi Puskesmas Sukmajaya. 3.8 Gambaran Umum Puskesmas Sukmajaya Sejarah Singkat Puskesmas Sukmajaya Puskesmas Sukmajaya berdiri pada tahun 1981, lokasinya berada di lingkungan Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya, tepatnya di Jl. Arjuna Raya No. 1 Depok II Tengah Kota Depok. Puskemas tersebut berdiri diatas sebidang tanah seluas m 2, dengan luas bangunannya sekitar 216 m 2 dimana status tanahnya masih hak guna pakai. Puskesmas Sukmajaya memiliki cakupan wilayah kerja seluas km 2 atau % dari luas kota Depok. Adapun wilayah kerja Puskesmas Sukmajaya yang meliputi dua kelurahan yaitu kelurahan Mekarjaya dan kelurahan Tirtajaya, dimana kelurahan terdekat berjarak 1 kilometer dan jarak terjauh 5 kilometer. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.1 Tabel 3.1Wilayah Kerja Puskesmas Sukmajaya No. Kelurahan Luas Wilayah (km 2 ) Jumlah RW Jumlah Posyandu 1. Mekarjaya 26, Tirtajaya 28, Jumlah 55, Sumber. Profil Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun Apabila dilihat dari letak wilayah kerjanya, puskesmas Sukmajaya berbatasan dengan : Sebelah Utara : Kelurahan Pondok Cina Sebelah Selatan : Kelurahan Kalimulya dan Cilodong serta Sukmajaya Sebelah Barat : Kelurahan Kemiri Muka dan Depok Sebelah Timur : Kelurahan Abadijaya dan Bhaktijaya Visi dan Misi Puskesmas Sukmajaya Untuk menciptakan puskesmas yang baik dan berkualitas, dan menjadikan tempat berobat murah bagi masyarakat, khususnya masyarakat kelurahan
8 44 Mekarjaya dan Tirtajaya. Maka peran puskesmas Sukmajaya sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar memiliki visi dan dan misi sebagai berikut : Visi : Puskesmas Terbaik di Jawa Barat Misi : - Menggerakan pembangunan yang berwawasan kesehatan - Memberdayakan semua potensi yang ada - Memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas - Menciptakan puskesmas idaman (Indah, Aman dan Nyaman) - Mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi Struktur Organisasi Puskesmas Sukmajaya Puskesmas Sukmajaya dipimpin oleh seorang kepala puskesmas yang membawahi kepala tata usaha dan unit-unit yang ada pada puskesmas ini. Struktur organisasi Puskesmas Sukmajaya selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Sumber Daya Manusia Puskesmas Sukmajaya Jumlah keseluruhan tenaga kerja yang dimiliki oleh Puskesmas Sukmajaya adalah 25 orang. 19 orang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), sedangkan 6 orang sebagai pegawai sukwan, yang didalamnya termasuk sopir siaga 24 jam. Untuk selengkapnya terdapat pada Tabel 3.2 Tabel 3.2 Data Kepegawaian Puskesmas Sukmajaya No Nama NIP Gol Jabatan 1. Dr. Linda Patricia, MM IVa Kepala Puskesmas 2. Hj. Umi Sulamdari, Am. Keb IIId Pelaksana Bidan 3. Hj. Titik Sunarti IIId Pelaksana Bidan 4. Hj. Marsiah IIIc Jurim (Juru Imunisasi) 5. Irma Maryati, Am. K IIIc Pelaksana Perawat 6. Drg. Emmanuella G.U IIIc Jurim (Juru Imunisasi) 7. Suyudi IIIb Staf TU/Staf Pengendali Dokumen 8. Sunarti IIIb Pelaksana Perawat 9. Dr. Yuniarsih Handayani IIIb Pelaksana Dokter Umum 10. Dr. Toni Hermawan IIIb Pelaksana Dokter Umum 11. Drg. Silvia IIIb Pelaksana Dokter Gigi 12. Sudarmono, SE IIIb Staf TU/Bendahara Retribusi 13. Dahlia Gultom IIIa Pelaksana Perawat 14. Neneng Sumiati, SKM IIIa Sanitarian/Bendahara Jamkesmas 15. A. Bari W. Wintoro, SKM IId Pelaksana Gizi 16. Hernita IIc Pelaksana Perawat Gigi 17. Liah Darmilah IIc Pelaksana Bidan 18. Hidayati IIb Pelaksana Perawat/Koordinator SP3
9 Toni Irawan IIa Pelaksana Farmasi 20. Henny Dwi Y. Sukwan - Pelaksana Perawat 21. Matroji Sukwan - Sopir 22. Nur Komariah Sukwan - Staf TU (Tata Usaha) 23. Suparno Sukwan - Staf Kebersihan 24. Anneke R Sukwan - Staf TU (Tata Usaha) 25. Miyanto Sukwan - Staf TU (Tata Usaha) Sumber. Data Kepegawaian Puskesmas Sukmajaya April Sarana Kesehatan dan Prasarana Penunjang Puskesmas Sukamajaya Untuk menjamin kelancaran dalam melakukan kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas kepada masyarakat kelurahan Mekarjaya dan kelurahan Tirtajaya. Maka puskesmas Sukmajaya memiliki sarana kesehatan dan prasarana penunjang sebagai penunjang kelancarannya. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.3 Tabel 3.3 Sarana Kesehatan dan Prasarana Penunjang No Jenis Sarana Kelurahan Total Mekarjaya Tirtajaya 1. Praktek Perorangan - Dokter Spesialis - Dokter Umum - Dokter Gigi - Bidan Ruang Bersalin Laboratorium Optik Apotek Pengobatan Tradisional Sumber : Profil Puskesmas Sukmajaya Kota Depok Tahun Tugas Pokok dan Fungsi Petugas Administrasi Puskesmas Sukmajaya UNIT KERJA : LOKET PENDAFTARAN 1. TUGAS POKOK : - Bendahara Operasional - Koordinator dan Pelaksana Kegiatan Loket Pendaftaran dan kasir 2. TUGAS TAMBAHAN : - Penanggung Jawab dan pelaksana Loket Pendaftaran - Pelayanan Administrasi Rujukan ASKES dan UMUM - Melaksanakan tugas sebagai bendahara Tim Manajemen Mutu (ISO) Puskesmas - Menyetor Retribusi ke Dinas Kesehatan - Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan pimpinan
10 46 3. TANGGUNG JAWAB - Memantau pelaksanaan pelayanan di loket pendaftaran dan kasir - Membuat pertanggung jawaban kegiatan opersional Puskesmas dan kegiatan ISO - Mengambil dan menyusun kembali status pasien 4. WEWENANG Mengatur kegiatan pelaksanaan pelayanan di loket pendaftaran dan kasir. UNIT KERJA : TATA USAHA 1. TUGAS POKOK : - Bendahara Retribusi - Pelaksanan Tata Usaha 2. TUGAS TAMBAHAN : - Ketua tim Penyusunan Profil Puskesmas - Koordinator Kalibrasi Alat Ukur Puskesmas Sukmajaya - Melaksanakan tugas sebagai Sekretaris Tim Manajemen Mutu (ISO) Puskesmas - Membantu pelayanan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) - Pelaksanan Laboratorium - Membantu kegiatan unit lain - Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan pimpinan 3. TANGGUNG JAWAB - Memantau pelaksanaan kegiatan ketatausahaan - Membuat tersusunnya dokumen Sistem Manajemen Mutu di Puskesmas 4. WEWENANG Mengatur kegiatan pelaksanaan ketatausahaan di Puskesmas UNIT KERJA : BALAI PENGOBATAN (BP) BALITA 1. TUGAS POKOK : - Koordinator Sistem Pencatatan Pelaporan Puskesmas (SP3) - Membantu pelayanan kesehatan BP. Balita - Pencatatan dan pelaporan kegiatan BP. Balita 2. TUGAS TAMBAHAN : - Penanggung Jawab Ruangan BP. Balita - Tim Profil dan Perencanaan Puskesmas - Pelaksanan perawat TFC - Pelaksana Program Harm Reduction - Pelaksanan Program Filariasis - Tim P3K Puskesmas Sukmajaya - Menerima pelimpahan wewenang tugas dokter, jika dokter berhalangan hadir
11 47 3. TANGGUNG JAWAB - Mengkoordinasikan kegiatan pencatatan dan pelaporan di Puskesmas - Menjaga dan merawat alat kesehatan di BP. Balita 4. WEWENANG Mengatur alur kegiatan pelaksanaan pelayanan BP. Balita UNIT KERJA : KLINIK SANITASI 1. TUGAS POKOK : - Koordinator dan pelaksana klinik sanitasi - Bendahara Jamkesmas - Pencatatan dan pelaporan kegiatan klinik sanitasi 2. TUGAS TAMBAHAN : - Melakukan Konseling Sanitasi - Membina Sarana Kesehatan Swasta dan BATTRA - Pelaksana kegiatan Jamkesmas - Tim Siaga Puskesmas - Melaksanakan K3 di Puskesmas - Membantu program Promkes - Membantu Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (Penyakit Berbasis Lingkungan) - Membantu kegiatan di unit lain - Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan pimpinan 3. TANGGUNG JAWAB - Terlaksananya pelayanan konseling di klinik sanitasi - Membuat laporan kegiatan Jamkesmas - Melakukan pembinaan sarana kesehatan swasta dan BATTRA 4. WEWENANG Mengatur kegiatan K3 di lingkungan Puskesmas
STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS SUKMAJAYA KOTA DEPOK
STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS SUKMAJAYA KOTA DEPOK KEPALA PUSKESMAS Dr. Linda Patricia, MM. TATA USAHA Sudarmono, SE. ADMINISTRASI/ LOKET PENDAFTARAN DAN KASIR Suyudi BENDAHARA Suyudi Sudarmono, SE. UNIT
BAB 3 METODE PENELITIAN
31 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian 3.1.1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan positivistik. Menurut Neuman (2003: 71) dalan Nurbaiti (2007:29),
PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS SELOMERTO 1 Jalan Banyumas Km. 7 Telp. (0286) SELOMERTO WONOSOBO 56361
BP UMUM N O JABATAN STANDAR KOMPETENSI 1 Dokter Umum 1 S1 Kedokteran Umum 3 Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan umum 2 Perawat 1 DIII Perawat/SPK 3 Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan umum 4 Sudah
BAB 3 ANALISIS BASIS DATA YANG SEDANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS BASIS DATA YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Puskesmas 3.1.1 Sejarah Puskesmas Puskesmas Kecamatan Penjaringan berdiri tahun 1992 yang terletak di Jalan Raya Teluk Gong No. 2, Jakarta
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan ini dilalui oleh Jalan Raya Lampung-Bakauheni yang merupakan
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Profil Puskesmas Rawat Inap Panjang Panjang adalah sebuah kecamatan di Kota Bandar Lampung, Lampung, Indonesia. Kecamatan ini dilalui oleh Jalan Raya Lampung-Bakauheni
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Rancangan Peneltitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan proses pelatihan Tatalaksana Gizi Buruk
WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 114 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 114 TAHUN 2016 TENTANG UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KECAMATAN PADA DINAS KESEHATAN Menimbang Mengingat
Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 54 TAHUN 2016 Menimbang TENTANG TUGAS POKOK DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS KESEHATAN KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB III METODE PENELITIAN. sehingga memudahkan penulis untuk mendapatkan data yang objektif dalam
BAB III METODE PENELITIAN III.1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat Deskriptif yaitu untuk mengetahui atau
BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan. L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sejalan dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung sebagai Lembaga Teknis Daerah berbentuk
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUMBAWA BUPATI SUMBAWA
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUMBAWA BUPATI SUMBAWA Menimbang : Mengingat : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BESUKI TIPE D KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO,
STRUKTUR JABATAN BAGIAN ADMINISTRASI SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIREBON
STRUKTUR JABATAN BAGIAN ADMINISTRASI SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIREBON KEPALA BAGIAN ADMINISTRASI SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIREBON IV/a S1 KASUBAG PERTANIAN, PERIKANAN DAN
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 26 NOMOR 26 TAHUN 2008
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 26 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alenia 4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. lebih mendalam tentang manajemen penyimpanan obat.
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh informasi yang lebih
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT
PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS NGADI Jalan Raya Ngadi No 88 Telp. (0355) MOJO - KEDIRI 64162
PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI POLA KETENAGAAN, PEMETAAN KOMPETENSI DAN RENCANA PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEPALA PUSKESMAS, PENANGGUNG JAWAB PROGRAM DAN PELAKSANA KEGIATAN No 1. 1 2. 2 Nama dr. Yaya Mulyana
2.1.2 URAIAN TUGAS BERDASARKAN JABATAN
2.1.2 URAIAN TUGAS BERDASARKAN JABATAN KEPALA PUSKESMAS I.Tugas Pokok Mengusahakan agar fungsi puskesmas dapat diselenggarakan dengan baik. 1. Sebagai seorang Dokter 2. Sebagai Manajer III. Kegiatan pokok
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 26 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JAYAPURA, Menimbang : a. bahwa
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1. Riwayat Puskesmas 3.1.1. Sejarah Puskesmas Puskesmas Kecamatan Jagakarsa berdiri pada tahun 1986 yang beralamat di Jalan Moh Kahfi I No. 27A, sebelum berdiri sendiri
UPTD PUSKESMAS MANUKAN KULON Jl. Manukan Dalam 18A Surabaya ( ) TELP ( 031 )
PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS MANUKAN KULON Jl. Manukan Dalam 18A Surabaya ( 60185 ) TELP ( 031 ) 7405982 PENETAPAN KEPALA UPTD PUSKESMAS MANUKAN KULON NOMOR 440 / A.II.SP.015.11
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan,
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1. Deskripsi Singkat Instansi Biro Umum Sekretariat Daerah (SETDA) Provinsi Jawa Timur terdiri dari beberapa biro, salah satunya adalah biro umum. Kantor SETDA ini terletak
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A.. 1. Pengertian adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat. Disamping bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 21 SERI E PERATURAN BUPATI KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 473 TAHUN 2010
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN NOMOR SERI E PERATURAN BUPATI KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR TAHUN T E N T A N G PERUMUSAN BEBAN KERJA APARATUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS AN PEDOMAN PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS PINKER
PENINGKAT MUTU PUSKESMAS PENINGKAT MUTU PUSKESMAS PINKER PENINGKAT MUTU PUSKESMAS BAB I PENDAHULU A. Latar Belakang Puskesmas merupakan pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan peradaban kehidupan manusia hingga saat ini, komputer menjadi perangkat yang sangat penting dalam suatu instansi atau perusahaan
BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru
BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru telah berdiri pada tahun 1980 dan beroperasi pada tanggal 5 Juli 1984 melalui
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOM0R : 13 TAHUN : 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAWI KELAS B DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
4 GAMBARAN UMUM DINAS KESEHATAN KOTA BOGOR
4 GAMBARAN UMUM DINAS KESEHATAN KOTA BOGOR 4.1. Sejarah Singkat Dinas Kesehatan Kota merupakan unsur perangkat daerah yang memiliki peranan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dibidang pelayanan kesehatan
PEDOMAN ORGANISASI UNIT REKAM MEDIS DISUSUN OLEH : UNIT REKAM MEDIS RSUD KOTA DEPOK
PEDOMAN ORGANISASI UNIT REKAM MEDIS DISUSUN OLEH : UNIT REKAM MEDIS RSUD KOTA DEPOK RSUD KOTA DEPOK 1 BAB I PENDAHULUAN Meningkatkan derajat kesehatan bagi semua lapisan masyarakat Kota Depok melalui pelayanan
Seluruh isi dalam buku ini dapat dikutip tanpa izin, dengan menyebut sumber.
Pelindung/ Penasehat : Dr. dr. H. Rachmat Latief, SpPD., M.Kes., FINASIM drg.hj. Susilih Ekowati, M.Si Pengarah : Hj. Asmah, SKM., M.Kes Penyusun : Mohamad Nur, SKM Syahrir, S.Kom Agusyanti, SKM Nurmiyati
BAB 3 METODE PENELITIAN
39 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan positivist. Pendekatan positivist menurut Neuman (2003: 541) adalah An approach to
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pusat Kesehatan Masyarakat berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2015 merupakan salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki
BAB III METODE PENELITIAN. baik. Begitu pula dengan penelitian ini, sehingga tujuan dari penelitian ini
0 BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia diperlukan suatu metode tertentu dalam agar tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik. Begitu pula
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 15 Tahun : 2010 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
BAB I PENDAHULUAN. beragam macamnya, salah satunya ialah puskesmas. Puskesmas adalah unit
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fasilitas pelayanan kesehatan yang berkembang di Indonesia sangat beragam macamnya, salah satunya ialah puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Rumah Sakit Bina Kasih Rumah Sakit Bina Kasih diresmikan pada tanggal 17 September 2005, yang sudah 8 tahun berdiri dan diresmikan oleh Dr. Hj. Linda Wardani.
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pelayanan publik di Indonesia masih sangat rendah. Demikian salah satu kesimpulan Bank Dunia yang dilaporkan dalam World Development Report 2004 dan hasil
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan dalam pembangunan kesehatan dalam kemandirian daerah adalah dengan mengembangkan layanan kesehatan dasar dengan optimal.
BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG
BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU DENGAN
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 128/Menkes/Sk/II/2004 tentang. Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat Menteri Kesehatan RI,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 128/Menkes/Sk/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat Menteri Kesehatan RI, Puskesmas adalah unit pelaksana teknis
BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja Dinas Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Program dan kegiatan pembangunan pada dasarnya disusun untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat sebesarbesarnya yang diukur berdasarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. asuransi sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu kebijakan pemerintah bidang kesehatan yang terintegrasi dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1. Analisa Organisasi 3.1.1. Puskesmas Kabupaten Maros Kabupaten Maros merupakan salah satu Kabupaten yang secara astronomi terletak dibagian Barat Sulawesi
PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA
PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA 1. SEJARAH RSUD TARAKAN JAKARTA Pada mulanya tahun 1953, rsud tarakan hanya berbentuk balai pengobatan. Kemudian pada tahun 1956, beralih menjadi puskesmas
BAB IV HASIL PENELITIAN. 01 kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarag Utara Kota Semarang. Puskesmas memiliki luas tanah 567 dan luas bangunan 346
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Puskesmas Puskesmas Bulu Lor terletak di jalan Banowati Selatan II RT 14 / RW 01 kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarag Utara Kota Semarang. Puskesmas memiliki luas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Puskesmas Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan
D. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Petugas P2 Diare (Program Pemberantasan Diare) Puskesmas Payolansek
URAIAN TUGAS PENANGGUNG JAWAB PROGRAM A. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Petugas Penyuluhan Puskesmas Payolansek a. Sebagai coordinator kegiatan promosi kesehatan, penyukuhan kesehatan (PKM) dan peningkatan
PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL DI DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TIMUR SKRIPSI
PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL DI DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TIMUR SKRIPSI Disusun Oleh : YULI TRI RETNANINGTYAS NPM. 0641010053 YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN
I. PENDAHULAN. Puskesmas merupakan suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang
1 I. PENDAHULAN 1.1 Latar Belakang Puskesmas merupakan suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang memiliki misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan
PROFIL PUSKESMAS KARANGASEM I TAHUN 2012
PROFIL PUSKESMAS KARANGASEM I TAHUN PUSKESMAS KARANGASEM I TAHUN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman tingkat persaingan di bidang kesehatan semakin meningkat demikian
Pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif,
39 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, karena ditinjau dari sudut cara dan taraf pembahasan masalahnya, serta hasil
BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG
BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, Menimbang : bahwa
Target Tahun. Kondisi Awal Kondisi Awal. 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 Program pengadaan, peningkatan dan penduduk (tiap 1000 penduduk
PEMERINTAH KOTA MALANG MATRIK RENCANA STRATEGIS DINAS KESEHATAN KOTA MALANG (PENYEMPURNAAN) TAHUN 2013-2018 Lampiran : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA M Nomor : 188.47/ 92 / 35.73.306/ 2015 Tanggal
WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOM0R : 2 TAHUN : 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEUWILIANG KELAS C DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas (quality improvement) pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan mutlak diperlukan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas (quality improvement) pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan mutlak diperlukan untuk menjamin keselamatan pasien (patient safety) dan meningkatkan
WALIKOTA PROBOLINGGO
WALIKOTA PROBOLINGGO SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. MOHAMAD SALEH KOTA PROBOLINGGO WALIKOTA PROBOLINGGO, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat
LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG
1- LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG Nomor 12 Tahun 2012 PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TANGERANG DENGAN RAHMAT
BAB I PENDAHULUAN. sarana pelayanan kefarmasian oleh apoteker (Menkes, RI., 2014). tenaga teknis kefarmasian (Presiden, RI., 2009).
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 35 tahun 2014 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek, yang dimaksud dengan apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
1 SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA KALAWA ATEI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Menurut Nazir (2008: 63) yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah suatu
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SITUBONDO
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG
1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN
PERAN DAN DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
PERAN DAN DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Oleh : Dr. Hj. Rosnini Savitri, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Pendahuluan Luas wilayah 42.297,30
PROFILE KECAMATAN BATUJAYA
PROFILE KECAMATAN BATUJAYA GAMBARAN UMUM Kecamatan Batujaya merupakan salah satu Kecamatan dari 30 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Karawang dan merupakan salah satu zona pantai yang berbatasan
PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS AN PEDOMAN PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS SEMATANG BORANG
PENINGKAT MUTU PUSKESMAS PENINGKAT MUTU PUSKESMAS SEMATG BORG PENINGKAT MUTU PUSKESMAS BAB I PENDAHULU A. Latar Belakang Puskesmas merupakan pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
III. METODE PENELITIAN. ini bermaksud untuk menggambarkan dan menganalisis secara mendalam atas
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Merupakan jenis penelitian deskriptif, karena penelitian
BAB I PENDAHULUAN. 1. Struktur Organisasi
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Instansi pemerintah merupakan penyelenggara pemerintahan dan pelaksana pembangunan yang bertujuan menciptakan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur secara merata
PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT KERJA PUSKESMAS TAMAMAUNG TAHUN 2014
PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT KERJA PUSKESMAS TAMAMAUNG TAHUN 2014 PEMERINTAH KOTA MAKASSAR DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS TAMAMAUNG DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN...... 2 BAB II GAMBARAN UMUM PUSKESMAS...
PERATURAN BUPATI BERAU
-1 - SALINAN SALINAN PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG JASA PELAYANAN KESEHATAN DI UPTD DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BERAU, Menimbang : a. bahwa pada UPTD Dinas
KATA SAMBUTAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3
DAFTAR ISI hal. KATA SAMBUTAN DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN i ii iv v x BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3 A. KEADAAN PENDUDUK 3 B. KEADAAN EKONOMI 8 C. INDEKS PEMBANGUNAN
FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN TINGKAT UNIT OEGANISASI ESELON I KL DAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAAH (SKPD)
FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN TINGKAT UNIT OEGANISASI ESELON I KL DAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAAH (SKPD) Lampiran III Unit Eselon I Kementrian/Lembaga/SKPD : Dinas Kesehatan Tahun : 2016 SASARAN
LAMPIRAN Laporan Kunjungan ke Puskesemas Puter
43 LAMPIRAN Laporan Kunjungan ke Puskesemas Puter Telemedicine telah dikembangkan di beberapa Puskesmas di kota Bandung, dengan pusatnya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Puskesmas yang sudah menggunakan
BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI SUMBAWA BARAT NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
================================================================ PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 40 TAHUN
================================================================ PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PEJABAT FUNGSIONAL BERDASARKAN
BERITA DAERAH KOTA CILEGON
BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 29 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMUNGUTAN RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR
p BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI GRESIK NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN GRESIK DENGAN RAHMAT TUHAN
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBAGIAN PENERIMAAN JASA PELAYANAN JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT DAN JAMINAN PERSALINAN DI PUSAT KESEHATAN
BAB V GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
BAB V GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN.1. Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Jagakarsa.1.1. Keadaan Geografis Kecamatan Jagakarsa terletak di bagian ujung Selatan Propinsi DKI Jakarta dengan luas wilayah
PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA
1 PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA PERATURAN DAERAH KABUPATEN LINGGA NOMOR 06 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN LINGGA NOMOR 05 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR
KONDISI GEOGRAFIS 26% 69% Terdiri dari : - 11 Kecamatan - 9 Kelurahan Desa LUAS WILAYAH : ,96 KM2 JUMLAH PENDUDUK : 497.
KONDISI GEOGRAFIS LUAS WILAYAH : 14.265,96 KM2 JUMLAH PENDUDUK : 497.864 JIWA Terdiri dari : - 11 Kecamatan - 9 Kelurahan - 218 Desa BATAS DAERAH : Utara : Provinsi Jambi Selatan : Kabupaten Muara Enim
B A B P E N D A H U L U A N
B A B I P E N D A H U L U A N 1.1. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi 1.1.1. Kedudukan Gedung Puskesmas Kecamatan Tebet dibangun pada tahun 1971 dengan spesifikasi, sebagai berikut : Luas tanah
III. METODE PENELITIAN. sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Menurut Sugiono (2008) yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai faktorfaktor
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai faktorfaktor penyebab tidak tercapainya target penerimaan retribusi parkir di Kota Bandar Lampung,
RENCANA STRATEGIS CARA MENCAPAI TUJUAN/SASARAN URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM KETERANGAN. 1 Pelayanan Kesehatan 1.
VISI : Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bogor yang mandiri untuk hidup sehat MISI I : Meningkatkan Kemandirian dalam Jaminan Kesehatan Nasional Pelayanan Kesehatan. Meningkatkan Masyarakat Miskin Cakupan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kredensialing dan Rekredensialing Ada beberapa definisi mengenai kredensialing dan rekredensialing yang dikemukakan oleh para ahli. Menurut Payne (1999) mendefinisikan kredensialing
