BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAN RISET DAERAH PROVINSI GORONTALO
|
|
|
- Sudirman Halim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAN RISET DAERAH PROVINSI GORONTALO TAHUN ANGGARAN 2015 GORONTALO APRIL 2014
2 LAPORAN RENCANA KERJA BLHRD PROVINSI GORONTALO TAHUN 2015 Diterbitkan oleh: Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo JL. Jamaluddin Malik No. 41 Kota Gorontalo Telp/Fax: Website: Panggungjawab: Ir. Nontje Lakadjo Kepala BLHRD Provinsi Gorontalo Pengarah/Ketua Pelaksana: Aswan Paramani, S.Pd Sekretaris BLHRD Provinsi Gorontalo Tim Penyusun: Ir. Rugaya Biki, M.Si Hj. Meidy N. Silangen, S.Pi, M.Si Nasruddin, SKM, M.Si Ivonela Reane Larekeng, S.Hut, M.Kes Fiskawaty Sidiki, SE Sekretariat: Riska, Yuwan, Nurain Renja BLHRD Provinsi Gorontalo 2014 i
3 KATA PENGANTAR Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas izin dan perkenan-nya Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo dapat menyelesaikan dan menyajikan Dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun 2015 Tujuan penyusunan Renja ini adalah Sinkronisasi Tujuan, Sasaran, program dan kegiatan BLHRD dengan Rencana Strategis, RKPD dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Provinsi Gorontalo, meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi BLHRD beserta seluruh unit kerjanya dalam pengkajian dan penataan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah dengan menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, menyediakan suatu dokumen yang strategik dan komprehensif yang menjamin adanya konsistensi perumusan kondisi atau masalah daerah, perencanaan arah kebijaksanaan, pembuatan strategi hingga pemilihan program strategis yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Dokumen Renja ini bersifat jangka pendek (tahunan) namun tetap diletakkan pada jangkauan jangka panjang, dan mengacu kepada RKPD Provinsi Gorontalo Tahun 2015, Visi misi Gubernur Gorontalo sehingga rumusan visi, misi dan arah kebijakan pembangunan bidang pengkajian dan penataan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah Provinsi Gorontalo untuk lima tahun mendatang dapat bersinergi dengan arah pembangunan Gubernur sebagai Kepala Daerah terpilih untuk periode dan bersesuaian dengan RKPD tahun Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi pemikiran dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahun 2015 ini diucapkan terima kasih. Gorontalo, 11 April 2014 Kepala Badan, Ir. Nontje Lakadjo NIP Renja BLHRD Provinsi Gorontalo 2014 ii
4 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI i ii BAB I PENDAHULUAN 1.1..Latar Belakang Penyusunan Renja OPD Landasan Hukum Maksud dan Tujuan Sistematika Penulisan 7 BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun lalu dan 9 Capaian Renstra OPD 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan OPD Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD Review terhadap RKPD Telaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat 53 BAB III TUJUAN, SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional Tujuan dan Sasaran Renja OPD Program dan Kegiatan 57 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Tindak Lanjut 68 Renja BLHRD Provinsi Gorontalo 2014 iii
5 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan Renja OPD Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENJA-OPD) Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Tahun 2015 merupakan pedoman pelaksanaan kegiatan pembangunan secara rinci dibidang pengkajian dan penaatan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah agar terarah, efektif, efisien, terpadu dan terukur dalam rangka mewujudkan visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan pembangunan yang telah ditetapkan serta tuntutan masyarakat. Penyusunan Rencana Kerja tersebut mengacu kepada Rencana Strategis Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo tahun dengan mengakomodasi aspirasi yang berkembang di masyarakat, serta disinergikan dengan program Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Gorontalo Tahun , Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
6 2014 dan usulan program dan kegiatan Kabupaten/Kota pada saat Musrenbangda. Rencana Kerja Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2015 ini selaras dengan 10 (sepuluh) arah Pembangunan Provinsi Gorontalo khususnya dalam mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dimasingmasing wilayah, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, peningkatan integrasi manajemen pengelolaan lingkungan, khususnya tata kelola potensi sumber daya Kelautan, Hutan, Tanah, Air, dan Danau Limboto secara lebih baik dan peningkatan kualitas manajemen tata pemerintahan yang baik terhadap kualitas pelayanan publik Selanjutnya Rencana Kerja Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo tahun 2015 ini dijadikan acuan dalam membuat Rencana Kerja Anggaran tahun 2015 untuk bahan penyusunan APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2015 dan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi yang penting agar pembangunan dapat berjalan secara lebih sistematis, komprehensif dan tetap fokus pada pemecahan masalah-masalah mendasar yang dihadapi Provinsi Gorontalo khususnya di bidang pengkajian dan penaatan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah serta sebagai pedoman dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). 1.2 Landasan Hukum 1. Undang - Undang No.38 tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Gorontalo (Lembaran Negara RI Tahun 2000 No.258, Tambahan Lembaran Negara RI No.4060); 2. Undang - Undang No.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara RI tahun 2003 No.47, tambahan lembaran Negara RI No.4287); Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
7 3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4421); 4. Undang - Undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI tahun 2004 No.125, tambahan lembaran Negara RI No.4437) sebagaimana diubah dengan UU No.8 tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.5 tahun 2005 tentang Perubahan atas UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi UU No.8 tahun 2005 (Lembaran Negara RI tahun Undang - Undang No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara RI tahun 2007 No. 68, Tambahan Lembaran Negara RI No.4725); 5. Undang - Undang No.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI tahun 2004 No.126, Tambahan Lembaran Negara RI No.4438); 6. Undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara RI Tahun 2008 No. 61, Tambahan Lemabaran Negara RI No.4868), 7. Undang-Undang No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara RI tahun 2009 No.140, Tambahan Lembaran Negara RI No. 5059); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara RI tahun 2004 No. 34 Tambahan Lembaran Negara RI No. 3729); 9. Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara RI tahun 2007 No.82, Tambahan Lembaran Negara RI No.4737); Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
8 10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 12. Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Tata Kerja Lembaga-Lembaga Teknis Daerah Provinsi Gorontalo (Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah); 13. Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Provinsi Gorontalo; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebgaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 15. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2008 tentang Standart Pelayanan Minimal Bidang Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Gorontalo dan Daerah Kabupaten/Kota ; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, tatat Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 17. Keputusan Gubernur Gorontalo Tanggal 16 Agustus 2012 Nomor:352/18/VIII/2012 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo Tahun ; Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
9 18. Surat Edaran Mendagri Nomor:050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005, tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah. 1.3 Maksud dan Tujuan A. Maksud Penyusunan dan Penerapan Rencana Kerja (RENJA) Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo tahun 2015 dimaksudkan untuk: 1. Sebagai acuan dalam merencanakan dan merumuskan rencana program dan kegiatan pembangunan di bidang pengkajian dan penaatan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah 2. Program dan kegiatan tahun 2015 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo tahun , Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Gorontalo tahun 2014 dan Rencana Strategik BLHRD Provinsi Gorontalo Tahun Mendorong tercapainya sasaran pembangunan yang ditetapkan dalam 1 (satu) tahun kedepan 4. Sebagai penjabaran atau implementasi dari pernyataan Misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. 5. Mengetahui apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, potensi yang ada dan harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi Visi dan Misinya untuk kurun waktu satu tahun kedepan B. Tujuan Rencana Kerja (RENJA) Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo tahun 2015 disusun untuk menentukan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
10 arah dan tujuan dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki, dan untuk tujuan strategisnya, sehingga setiap tujuan strategis yang ditetapkan akan memiliki indikator kinerja (performance indicator) yang terukur. Rumusan tujuan tersebut dapat diuraikan Sebagai berikut: 1. Sinkronisasi Tujuan, Sasaran, program dan kegiatan BLHRD dengan Rencana Strategis, RKPD dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Provinsi Gorontalo 2. Meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi BLHRD beserta seluruh unit kerjanya dalam pengkajian dan penataan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah dengan menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi. 3. Tersedianya suatu dokumen yang strategik dan komprehensif yang menjamin adanya konsistensi perumusan kondisi atau masalah daerah, perencanaan arah kebijaksanaan, pembuatan strategi hingga pemilihan program strategis yang sesuai dengan kebutuhan daerah dibidang pengkajian dan penataan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah tahun Mewujudkan efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan alokasi sumber daya serta produktifitas dalam rangka peningkatan kinerja pengkajian dan penataan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
11 1.4 Sistematika Penulisan Rencana Kerja (RENJA) Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo tahun 2015 disusun dengan sistematika sebagai berikut: Bab I Pendahuluan Pada Bab ini diuraikan latar belakang penyusunan renja Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo tahun 2015, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan dan sistematika penulisan Bab II Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Pada Bab II diuraikan tentang Evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu dan capaian renstra OPD, Analisis Kinerja Pelayanan OPD, Isu-isu penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD, Review terhadap RKPD, dan Telaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat. Bab III Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan Pada Bab ini diuraikan tentang Telaahan terhadap Kebijakan Nasional, Tujuan dan Sasaran Renja OPD dan Usulan Program dan Kegiatan BLHRD Tahun 2015 Bab VII Penutup Pada Bab Penutup diuraikan Catatan penting yang mendapatkan perhatian, baik dalam rangka pelaksanaan maupun rencana tindak lanjutnya. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
12 BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi (Balihristi) Provinsi Gorontalo telah dilakukan perubahan nama organisasi menjadi Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo yang disingkat BLHRD sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 13 tahun 2013 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Provinsi Gorontalo. Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah (BLHRD) Provinsi Gorontalo adalah salah satu OPD yang membantu tugas Gubernur dalam bidang pengkajian dan penaatan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah. Dalam rangka mewujudkan visi misi yang diembannya, telah banyak program dan kegiatan dibidang pengkajian dan penaatan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, perlindungan dan konservasi SDA dan pengembangan riset daerah yang telah dilaksanakan, namun diakui hasilnya belum optimal, hal ini terjadi sebagai akibat dari kondisi Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
13 BLHRD Provinsi Gorontalo dewasa ini, yang secara umum dapat dikemukakan dalam uraian beberapa point sebagai berikut: 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun lalu dan Capaian Renstra OPD Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, setiap dokumen perencanaan harus dievaluasi dalam pelaksanaannya, maka Rencana Kerja Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2015 harus dilakukan evaluasi. Evaluasi terhadap Renja tersebut meliputi 3 (tiga) hal, yaitu kebijakan perencanaan program dan kegiatan, pelaksanaan rencana program dan kegiatan serta hasil rencana program dan kegiatan. Dalam penyusunan Rencana Kerja Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2015 harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Masalah yang dihadapi dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya 2. Tujuan yang dikehendaki 3. Sasaran sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya 4. Kebijakan kebijakan dalam pelaksanaannya Evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi Provinsi Gorontalo yang telah mengalami perubahan menjadi Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah tahun 2013 sebagaimana tercantum dalam Tabel 2.1. Rekapitulasi evaluasi hasil pelaksanaan renja OPD dan pencapaian renstra OPD sampai dengan Tahun 2013 sebagai berikut: Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
14 Tabel Rekapitulasi evaluasi hasil pelaksanaan renja OPD dan pencapaian renstra OPD sampai dengan Tahun 2013 Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
15 Lanjutan Tabel Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
16 Lanjutan Tabel Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
17 Lanjutan Tabel Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
18 Dari tabel 2.1 tersebut, terlihat bahwa beberapa sasaran program kegiatan yang ditargetkan oleh Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo belum dapat tercapai seutuhnya. Sasaran tersebut merupakan sasaran untuk mengukur peningkatan program instansi pemerintah, baik di Provinsi Kabupaten dan Kota yang menerapkan kegiatan dengan baik. Sasaran tersebut di atas menjadi salah satu prioritas yang ditetapkan dalam Rencana Strategis dan Rencana Kinerja Tahunan Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo. Realisasi fisik pelaksanaan kegiatan sudah mencapai 100% dan realisasi keuangan sudah mencapai 97,31%, namun demikian pencapaian program sebagai bentuk realisasi outcome belum tercapai 100% yang pencapaiannya akan diprogramkan pada tahun-tahun berikutnya. Analisis capaian kinerja yang telah dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi yang mengalami perubahan organisasi menjadi Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah pada tahun 2013, adalah sebagai berikut: Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 1. Pemantauan Kualitas Lingkungan Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan database dan trend data kualitas air sungai dan udara ambient di Provinsi Gorontalo. Hasil yang telah dicapai adalah tersedianya Laporan Status Lingkungan Hidup Gorontalo (SLHD) tahun 2013, Laporan Environment Quality Index (EQI) dan tersusunnya laporan SPM bidang LH tahun 2013, kondisi kualitas udara ambiet di Kab/Kota masih baik, gambaran Status Mutu air Sungai yaitu Sungai Bone: Cemar Ringan sedang, sungai, Biyonga: cemar ringan-sedang, sungai Paguyaman: cemar ringan-sedang, sungai Buladu: cemar sedang-berat, sungai Taluduyunu: cemar ringan-sedang, sungai Andagile Atinggola: cemar ringan-sedang, sungai Randangan pohuwato: cemar ringan-sedang. Dana yang dialokasikan untuk Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
19 kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100 % sedangkan realisasi keuangan sebesar 97,09%. Permasalahan: - Keterlambatan penyampaian SLHD dan SPM dari Kab/Kota - Peralatan untuk sampling kualitas air sungai masih terbatas - Bahan untuk pengawetan sample pada saat sampling kualitas air - BLH Kab/Kota belum mengalokasikan anggaran untuk pemantauan sungai dan udara. Solusi - SLHD disusun dengan melakukan pendataan langsung kabupaten/ kota tanpa menunggu laporan dari Kab/Kota - Menganggarkan Belanja modal peralatan untuk sampling - Melakukan pemantauan bersama dengan Kab/ Kota 2. Peningkatan Kinerja Kab/Kota dan masyarakat dalam Pengelolaan SDA dan LH Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas Lingkungan dan mendorong keterlibatan semua pihak (Pemerintah, legislatif, masyarakat, dunia usaha, Media massa dan LSM) dalam pelestarian lingkungan hidup di Provinsi Gorontalo. Hasil yang telah dicapai adalah terwujudnya kota Adipura yaitu Kota Limboto, Kota Suwawa dan Kota Marisa dan terlaksananya kegiatan pemantauan tahap I dan ekspose untuk penilaian Adipura tahun Dana yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100 % sedangkan realisasi keuangan sebesar 93,50%. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
20 Permasalahan: Dalam pelaksanan kegiatan dilapangan diperhadapkan beberapa permasalahan, seperti beberapa Kabupaten sudah mentargetkan untuk memperoleh ADIPURA tetapi belum didukung ketersediaan sarana dan prasarana pendukung seperti sarana pengolahan sampah, penambahan ruang terbuka hijau dan fasilitas lainnya. Solusi Penguatan kelembagaan LH dan instansi terkait di Kabupaten dan Kota dan penyediaan sarana dan prasarana lingkungan. 2. Program Peningkatan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha atau Kegiatan 2.1. Pengawasan Kegiatan/usaha yang berdampak terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan komitmen para Pemrakarsa kegiatan atau stakeholders dalam upaya pengelolaan lingkungan (AMDAL dan UKL/UPL). Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya komitmen para Pemrakarsa atau stakeholders dalam upaya pengelolaan lingkungan (AMDAL dan UKL/UPL, tersedianya data dan informasi kualitas limbah yang dihasilkan usaha atau kegiatan 5 Rumah Sakit daerah Se Provinsi Gorontalo (RSUD Aloe saboe, RSUD Tani nelayan, RSUD Pohuwato, RSUD Dunda, Rumah Sakit Totok ) dan terlaksananya sosialisasi hasil pengawasan. Dana yang dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan ini sebesar Rp ,- Realisasi fisik kegiatan sebesar 100 % sedangkan realisasi keuangan sebesar 97,87% Permasalahan: Belum semua parameter untuk penilaian kualitas limbah dapat dipantau Semua Lokasi pemantauan belum taat dalam pengelolaan limbah medis Solusi Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
21 Pemrakarsa dimintakan untuk melakukan pengelolaan limbah medis sesuai dengan peraturan perundangan. 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya aparatur dalam pengelolaan lingkungan hidup 3.1. Pemberdayaan masyarakat diwilayah pesisir Danau Limboto Tujuan kegiatan ini adalah untuk Peningkatan ketrampilan masyarakat dipesisir danau dan aparat BLH Kab Gorontalo dan Kota Gorontalo dalam membuat sedimen danau limboto menjadi batu bata. Hasil yang telah dicapai adalah Meningkatnya ketrampilan masyarakat pada pesisir danau limboto sebanyak 100 orang peserta dalam pemanfaatan sedimen danau limboto menjadi batu bata Dana yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100 % sedangkan realisasi keuangan sebesar 98,00%. Permasalahan: Belum tersedianya alokasi anggaran untuk modal usaha dan peralatan untuk pembuatan batu bata Solusi: Direkomendasikan kepada Pemda Kabupaten/ Kota dan dinas terkait provinsi dalam pengembangan usaha dan ketrampilan masyarakat 3.2. Pembinaan Model Sekolah Adiwiyata Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya Linkungan Hidup di Provinsi Gorontalo. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah Meningkatnya jumlah sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi menjadi 21 dan sekolah Adiwiyata tingkat Nasional menjadi 6 sekolah (SDN 7 Tabongo, SMP 1 Telaga, SDN 2 Botubilotahu Pohuwato, SMP 1 Pohuwato, SDN 7 Kabila Bone, SDN Kabila) Dana yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100 % sedangkan realisasi keuangan sebesar 97,92%. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
22 Permasalahan - Belum optimalnya pelaksanaan Adiwiyata di BLH/KLH dan Diknas Kabupaten/ Kota - Belum tersediannya anggaran yang memadai untuk peningkatan fisik dan data non fisik Sekolah Adiwiyata. Solusi Koordinasi dengan BLH/KLH dan Diknas serta peningkatan alokasi anggaran tahun Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 4.1. Pengembangan Desa dan Sekolah Mandiri Energi Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan kebutuhan energi listrik dan bahan bakar untuk pihak sekolah di lokasi sasaran, membuat rumusan kesiapan pembangunan laboratorium dan SME (Sekolah Mandiri Energi) energi utamanya yang berbasis limbah bio, dengan juga memperhatikan kemungkinan pengembangan pemanfaatan energi matahari dan air dan merumuskan kesiapan jejaring pendukung SME. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya data potensi jejaring pendukung untuk lokasi sekolah Mandiri Energi, tersusunnya strategi pengembangan jejaring pendukung SME, tersedianya 1 model biogas Digester di Sekolah SMA Wira Bakti Kabupaten Bone Bolango. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,35% Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
23 5. Program Pengembangan Kerjasama Penelitian 5.1. Pengembangan Kreativitas Ilmiah dan Kerjasama Penelitian Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kerjasama penelitian antara lembaga peneliti dengan lembaga penelitian lainnya. Hasilnya adalah Terwujudnya Pengembangan IPTEK dan Penguatan Kerjasama Penelitian dengan lembaga terkait baik kabupaten/kota maupun Pusat dan Daerah dan tersosialisasinya hasil penelitian melalui media Jurnal Inovasi gorontalo yang terbitnya 3 (tiga) kali dalam setahun serta terselenggarannya Seminar Proposal Penelitian. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,000,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,74% Rakor Forum Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Daerah Regional Timur Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi Untuk membangun jejaring penelitian dengan lembaga penelitian (Kementerian Perguruan Tinggi, Lembaga Non Departemen serta BPP se Indonesia). Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terbangunnya jejaring Penelitian dengan lembaga penelitian yang meliputi Kementerian, Lembaga Non Departemen Badan penelitian dan Pengembangan Daerah se-wilayah Timur Indonesia, Perguruan Tinggi, Dewan Riset Daerah (DRD), serta stacholder lainnya yang berkepentingan Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
24 Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,95% Workshop Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah, daya saing daerah dan pelaksanaan masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi indonesia secara terarah dan berkesinambungan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini Meningkatnya kapasitas Pemerintah Daerah, daya saing daerah dan pelaksanaan MP3EI secara terarah dan berkesinambungan. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,90% Kajian percepatan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Provinsi Gorontalo Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan dan strategi kepada pemerintah daerah dalam percepatan pelaksanaan SPM di Provinsi Gorontalo. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah: Sebagian besar SKPD yang menjadi objek kajian ini belum melakukan penyusunan rencana pencapaian SPM dan target tahunan pencapaian SPM Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
25 Masih perlunya langkah-langkah untuk meningkatkan pemahaman secara mendalam tentang SPM. Realitas menunjukkan sebagian besar para staf masih mengalami kendala dalam melakukan penjabaran pada indikator kinerja sebagaimana yang dipersyaratkan dalam peraturan Menteri terkait. Dengan keterbatasan ini pula menyebabkan laporan rencana dan target tahunan pencapaian SPM pada sebagian besar SKPD yang menjadi objek kajian ini belum disusun dengan baik. Perlu menambah atau memaksimalkan peran konsultan pendamping, terutama dalam melakukan pendampingan pada penyusunan laporan rencana dan target tahunan pencapaian SPM dan sedapat mungkin agar setiap SKPD didampingi oleh satu tenaga konsultan, karena yang terjadi selama ini satu tenaga konsultan menangani beberapa SKPD, sehingga perannya dinilai belum optimal. Perlu dilakukan bimbingan teknis (Bimtek) yang lebih teknis dan berbasis SKPD. Hal ini dipandang perlu, karena sebagian staf SKPD menganggap standar teknis yang ditetapkan dalam peraturan Kementerian/Lembaga teknis sangat tinggi, sehingga umumnya mereka mengalami kesulitan dalam mensinkronisasaikan dengan kondisi riil di instansi masingmasing. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 98,55%. 6. Program Pengembangan SDM dalam melakukan Penelitian Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
26 6.1. Studi persepsi masyarakat tentang kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi masyarakat tentang kinerja pemerintah Provinsi Gorontalo. Hasil kegiatan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi, yaitu : Instansi pemerintah yang paling sering dikunjungi warga dalam setahun terakhir yaitu Kantor Kecamatan, Puskesmas, Kantor Desa/Kelurahan, Rumah Sakit Umum dan Sekolah Negeri. Sangat mendasar, oleh karena jika layanan yang diharapkan semakin kompleks maka kemungkinan munculnya ketidakpuasan dikalangan warga akan semakin besar. Secara umum hasil kerja pemerintah Provinsi Gorontalo hingga saat ini belum dinilai baik, gap antara rata-rata indeks kinerja dengan rata-rata indeks harapan negatif. Artinya secara umum kinerja pemerintah melalui 15 bidang kerja yang diukur secara rata-rata belum memenuhi harapan warga. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,99%. 6.2 Model rehabilitasi lahan dalam rangka manajemen lahan pertanian Kegiatan ini bertujuan untuk membangun suatu model rehabilitasi lahan dalam rangka manejemen lahan pertanian untuk menunjang pemanfaatan lahan pada pembangunan pertanian secara berkelanjutan di DAS Bone. Hasilnya penelitian tersebut menunjukkan bahwa: Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
27 Klasifikasi kemampuan lahan di DAS Bone diperoleh dari hasil analisa perangkat software LCLP (Land Cladification and Land Use Planning) diperoleh kemampuan lahan kelas II-VIII. Faktor kendala penggunaan lahan meliputi bentuk lahan dominan perbukitan dan pegunungan, lereng dominan >30%, penggunaan lahan dominan kawasan hutan lindung. Faktor penyebab lahan kritis meliputi factor fisik lahan (bentuk lahan, topografi dan penggunaan lahan). Faktor social ekonomi dan budaya menjadi factor terjadinya lahan kritis, ditemukan luas kepemilikan lahan rata-rata 0,73 ha dengan beban keluarga 4-8 orang/rt, tingkat pendidikan rata-rata rendah serta kebiasaan dalam pengelolaan lahan belum menerapkan teknis konservasi tanah, sehingga tekanan penduduk terhadap lahan cukup tinggi dan daya dukung lahan pertanian rata-rata rendah. Zonasi lahan kritis tersebar di kawasan lindung di dalam kawasan hutan, kawasan lindung luar kawasan hutan dan kawasan budidaya. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,44%. 7. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa 7.1. Peningkatan Infrastruktur Jaringan E-Government Kegiatan ini bertujuan untuk memfungsikan jaringan sistem informasi dan komunikasi yang terpusat di Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo secara online dengan belanja Koneksi Internet dan kemudian disalurkan ke SKPD-SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah Penambahan bandwith sebesar 40 mbps, terintegrasinya jaringan antar SKPD di lingkungan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
28 Pemerintah Provinsi Gorontalo, terlayaninya akses internet 34 SKPD ke Jaringan internet global. Manfaat pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya sarana informasi terpadu dan terintegrasi dalam penyebarluasan kegiatan maupun kebijakan inovatif Pemerintah Provinsi Gorontalo. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,33% Peningkatan layanan media informasi publik di Provinsi Gorontalo Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kegiatan pembangunan di Provinsi Gorontalo ke publik. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terpublikasinya beberapa kegiatan pembangunan di provinsi gorontalo pada publik. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,11%. Permasalahan: Updating data Portal Provinsi Gorontalo belum optimal karena kurangnya operator yang handal Solusi: Meningkatkan kapasitas aparatur yang bertugas untuk updating data dan lebih proaktif, dan merekrut tenaga operator dari kalangan profesional Pengembangan Aplikasi dan Website seluruh SKPD Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam kegiatan pembangunan melalui pengembangan website pemda dan aplikasi e-gov lainnya. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya pengembangan portal yang dapat dimanfaatkan oleh Pemprov dan Pemkab/Kota dan terintegrasinya seluruh website pemda ke portal pemprov dan serta terlaksannya mobile school di kalangan pelajar didaerah terpencil di Provinsi Gorontalo. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,98%. 8. Program Peningkatan Kapasitas SDM dalam Pengembangan Teknologi Informasi Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
29 8.1. Peningkatan Kapasitas Tenaga Sandi Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM dibidang Sandi dan Telekomunikasi, mengamankan infrastruktur Komunikasi dan telekomunikasi berupa jaringan internet, intranet dan telekomunikasi mobile. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan kualitas SDM Sandi sebanyak 5 orang dan Bantuan Peralatan Sandi berupa Kryptofax dan Kryptophone dari Lembaga Sandi Negara untuk Seluruh Daerah di Provinsi Gorontalo. Manfaat pelaksanaan kegiatan ini adalah amannya informasi strategi pemerintah. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 94,84%. Permasalahan Kurangnya SDM Sandi baik di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota Solusi Mengikut sertakan PNS pada Diklat yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara 9. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 9.1. Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Adminstrasi Perkantoran di Balihristi Provinsi Gorontalo. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran dengan baik dalam mendukung seluruh pelaksanaan program dan kegiatan di Balihristi Provinsi Gorontalo pada tahun Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 97,05%. 10. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 10.1.Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Perkantoran di Balihristi Provinsi Gorontalo. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya pelayanan perkantoran dengan baik dalam mendukung seluruh pelaksanaan program dan kegiatan di Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
30 Balihristi Provinsi Gorontalo pada tahun Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,50%. 11. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 11.1.Penyusunan Anggaran dan laporan Keuangan SKPD Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Pelayanan keuangan di Balihristi Provinsi Gorontalo. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya pelayanan keuangan dengan baik dalam mendukung seluruh pelaksanaan program dan kegiatan di Balihristi Provinsi Gorontalo pada tahun Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 99,09%. 12. Program Peningkatan perencanaan, monitoring dan evaluasi 12.1.Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Pelayanan keuangan di Balihristi Provinsi Gorontalo. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sinkronisasi program dan kegiatan antara provinsi dan Kabupaten/Kota serta terlaksananya kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp ,-. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100% dan realisasi keuangan sebesar 96,29%. Dan pada tahun 2012 dengan dana Rp ,- realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan 98,36% Walaupun capaian pelaksanaan kegiatan secara fisik pada tahun 2013 sudah mencapai 100%, namun demikian masih ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian target outcome, yaitu sebagai berikut: Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
31 1. Aspek Perencanaan Belum lengkapnya data base yang dapat menangani seluruh kegiatan perencanaan dalam pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi 2. Aspek Pengorganisasian Terbatasnya personil yang telah mengikuti kursus menguasai proses pengadaan barang/jasa, terutama yang bersertifikat. Di BLHRD baru tersedia 1 (satu) orang yang sudah bersertifikat untuk pengadaan barang dan jasa. Terbatasnya SDM baik dari aspek kuantitas maupun dari segi kualitas. Hal ini akan mempengaruhi kinerja secara keseluruhan BLHRD Provinsi Gorontalo khususnya dalam melakukan pembinaan dan pengawasan lapangan Tenaga PPLHD dan PPNS Lingkungan masih kurang. Hal ini akan mempengaruhi tupoksi bidang lingkungan hidup dalam melakukan pengawasan tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan dalam pelaksanaan RKL dan RPL. Jumlah PPLHD yang ada sebanyak 7 (tujuh) orang sedangkan PPNS belum tersedia. Belum tersedianya tenaga fungsional peneliti yang bekerja di BLHRD Provinsi Gorontalo sehingga kajian atau penelitian semuanya masih dikerjasamakan dengan pihak perguruan tinggi. 3. Aspek Pelaksanaan Sarana dan parasarana penelitian serta tenaga laboratorium belum tersedia dalam melakukan analisis kualitas udara, air dan tanah. Hal ini sangat mempengaruhi kinerja BLHRD provinsi Gorontalo dalam melakukan pengawasan kegiatan dilapangan khususnya apabila terjadi permasalahan yang terkait dengan kualitas air, kualitas udara maupun pengembangan teknologi tepat guna yang memerlukan beberapa kegiatan eksperimen. Hal Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
32 ini juga akan mempengaruhi efesiensi penggunaan anggaran yang apabila laboratirum tersebut tersedia maka dapat melakukan penghematan anggaran untuk kegiatan pemantauan dan pengawasan sebesar 50%. Dalam pelaksanan kegiatan dilapangan diperhadapkan beberapa permasalahan, seperti beberapa Kabupaten sudah mentargetkan untuk memperoleh ADIPURA tetapi belum didukung ketersediaan sarana dan prasarana pendukung seperti TPA, fasilitas lainnya. Lemahnya budaya IPTEK Masih lemahnya sosialisasi regulasi yang telah ada Belum tersedianya peneliti dibidang riset Lemahnya sinergitas kebijakan IPTEK Lemahnya koordinasi dan sinergi diantara pemangku kepentingan pembangunan IPTEK Tata hubungan koordinasi dengan Instansi terkait belum optimal. 4. Aspek Monev Masih kurang tertib dalam penyelesaian laporan kegiatan Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dilapangan belum optimal Sehubungan dengan hal diatas, maka dilakukan upaya-upaya untuk mengantisipasi beberapa permasalahan yang akan diterjemahkan dalam bentuk program dan kegiatan pada tahun 2015, seperti peningkatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pelaksanaan penelitian, melakukan kerjasama dengan pihak laboratorium yaitu sebagai berikut: 1. Aspek Perencanaan Kelengkapan data telah diupayakan untuk lebih baik, antara lain dengan penyusunan data base melalui SLHD pada Tahun Anggaran 2013 dan akan ditindaklanjuti pada tahun 2015 yang dapat bermanfaat sebagai salah satu bahan dalam penyusunan rencana Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
33 pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan, membangun koordinasi perencanaan kelitbangan antara OPD, forum komunikasi penelitian dan pengembangan daerah wilayah timur serta litbang kementerian dalam menyediakan solusi-solusi bidang riset dan teknologi. 2. Aspek Pengorganisasian Mengikutsertakan SDM dalam Diklat Pengadaan Barang Jasa Mengikutsertakan SDM dalam kursus PPLHD dan PPNS Lingkungan Melalui media peningkatan kegiatan Pengembangan Kapasitas SDM, personil sharing informasi, baik teknis maupun non teknis, sehingga diharapkan semua personil memperoleh masukan yang sama terkait perkembangan tugas-tugas Institusi. Akan mengikutsertakan personil dalam mengikuti kursus jabatan fungsional Optimalisasi sarana dan prasarana penelitian, mempercepat kemampuan SDM melalui Diklat Peneliti untuk mengisi formasi peneliti di Provinsi Gorontalo 3. Aspek Pelaksanaan Melakukan kerjasama melalui MOU dengan Laboratorium lingkungan di Manado dan Makassar, perguruan tinggi antar Gorontalo daerah, badan litbang maupun kementerian terkait Melakukan pembinaan bagi sekolah-sekolah yang belum memahami arti pentingnya program Adiwiyata Melakukan sosialisasi secara kontinyu agar pemerintah Kabupaten/Kota melakukan penyediaan sarana dan prasarana dalam mendukung ADIPURA seperti TPA Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
34 Melakukan sosialisasi hasil-hasil penelitian kepada instansi terkait dan masyarakat melalui media massa maupun melalui Jurnal Inovasi Gorontalo Melalui kegiatan perjalanan dinas koordinasi ke wilayah kerja, diharapkan tata hubungan koordinasi dengan Instansi terkait akan menjadi optimal. Mempertahankan hubungan kerjasama dan silatuhrahmi antara semua bidang dan pegawai di BLHRD Provinsi Gorontalo 4. Aspek Monev Menyusun mekanisme penyelesaian/penyusunan laporan kegiatan dan laporan indeks kepuasan masyarakat yang diharapkan dengan mekanisme tersebut, penyelesaian laporan kegiatan menjadi lebih tertib. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dilapangan dilakukan setiap triwulan Pelibatan tim peneliti dalam melakukan monev agar dapat mengevaluasi manfaat dari penelitian yang dilaksanakan 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan OPD Indikator yang digunakan untuk menganalisis kinerja pelayanan OPD adalah Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), Indikator Kinerja Kunci (IKK) dan Indikator lainnya berdasarkan kebutuhan. Analisis kinerja pelayanan BLHRD Provinsi Gorontalo berdasarkan Tabel 2.2 tentang Pencapaian Kinerja Pelayanan OPD BLHRD Provinsi Gorontalo sebagai berikut: Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
35 Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan OPD BLHRD Provinsi Gorontalo Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
36 Berdasarkan tabel 2.2 tersebut diatas, beberapa indikator Kinerja Utama yang akan digunakan untuk meningkatkan tingkat kinerja pelayanan Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo yang nantinya akan menjadi bahan atau acuan untuk penyusunan program dan kegiatan tahun 2015, yaitu sebagai berikut: 1) Peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) merupakan alat untuk mengukur kinerja setiap daerah dalam melakukan pengelolaan lingkungan. Kriteria penilaian didasarkan pada 3 (tiga) bagian yaitu pemantauan kualitas air, udara, dan tutupan lahan. Perhitungan indeks untuk indikator kualitas air sungai dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Pengukuran dilakukan dengan mengambil sampel air sungai pada masing-masing provinsi. Penghitungan indeks untuk kualitas udara dihitung berdasarkan Keputusan Kepala Bapedal No. 107 Tahun 1997 tentang Pedoman Perhitungan dan Pelaporan serta Informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pengukuran dilakukan di ibukota masing-masing provinsi dengan memperhitungkan tingkat sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2) di udara. Pengukuran dilakukan setiap tahun dengan mengambil sampel pada 3 lokasi yang mewakili lokasi padat transportasi, wilayah pemukiman, dan wilayah industri. Indeks tutupan hutan (lahan) dihitung berdasarkan jumlah hutan primer dan sekunder dibagi luas kawasan hutan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan di provinsi tersebut. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Provinsi Gorontalo sampai tahun 2011 sebesar 76 dan target capaian sampai tahun 2017 sebesar 90. Target capaian tersebut akan terus ditingkatkan dengan tingkat capaian sampai akhir renstra OPD (2017) sebesar 90. Hal ini dapat tercapai dengan meningkatkan tingkat kinerja BLHRD dan koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota. Beberapa kendala yang dihadapi Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
37 dalam peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup tersebut adalah ketersediaan sumberdaya manusia baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sarana dan prasarana pendukung seperti laboratirum lingkungan yang belum tersedia serta anggaran yang sifatnya masih terbatas. 2) Persentase Tingkat Ketaatan Pemrakarsa terhadap Pelaksanaan Dokumen Lingkungan Tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan data lingkungan masih rendah. Berdasarkan hasil pemantauan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan lingkungan baru mencapai 35%. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan kualitas lingkungan seperti perubahan kualitas air permukaan, perubahan kualitas udara, dan pencemaran tanah. Peningkatan tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan lingkungan akan terus ditingkatkan melalui sosialisasi, pelatihan maupun kegiatan monitoring dan evaluasi. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan terhadap dokumen lingkungan antara lain, sebagai berikut: Kurangnya tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan/usaha baik di sektor swasta maupun pemerintah untuk menyusun dokumen AMDAL dan UKL-UPL. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pelaksanaan AMDAL dan UKL-UPL Belum terbentuknya Komisi AMDAL yang berlisensi di kabupaten/kota dan Provinsi Gorontalo. Rendahnya kuantitas dan kompetensi Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/Kota dalam melakukan penilaian dokumen AMDAL yang menjadi kewenangannya. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
38 Rendahnya kuantitas dan kompetensi kelembagaan yang mempunyai kewenangan menangani AMDAL di Kabupaten/Kota dan Provinsi. Berdasarkan tersebut, maka akan dilakukan beberapa upaya dan akan direkomendasikan sampai ditingkat pemerintahan yang ada di Kabupaten/Kota, yaitu sebagai berikut: Dalam pemberian izin kegiatan dan/usaha, Gubernur dan Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya wajib memasukkan persyaratan izin lingkungan hidup. Pemberian izin lingkungan diterbitkan berdasarkan keputusan kelayakan lingkungan hidup dan rekomendasi UKL-UPL. Bagi kegiatan dan/atau usaha yang sudah lebih dulu dilaksanakan tanpa dilengkapi dokumen lingkungan, maka terhadap kegiatan tersebut akan dikenakan Audit Lingkungan. Pelaksanaan pembangunan di daerah wajib dilengkapi dengan kajian kelayakan lingkungan sebagai bentuk kriteria pemerintahan yang baik dan berwawasan lingkungan (Good Environmental Governance). 3) Kebijakan Pemerintah daerah berbasis Penelitian Dalam rangka mendukung program unggulan di Provinsi Gorontalo maka beberapa point penting untuk difokuskan dalam penelitian adalah sebagai berikut : Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan litbang dan lembaga pendukung (Dewan Riset Daerah, Perguruan Tinggi) untuk mendukung proses transfer dari ide menjadi prototip industri daerah untuk penguatan system inovasi daerah Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya penelitian untuk menghasilkan produktivitas litbang yang berdaya guna serta meningkatkan budaya riset dalam setiap kebijakan pemerintah daerah Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
39 Mengembangkan dan memperkuat jejaring kelembagaan baik peneliti dilingkup daerah, nasional maupun internasional untuk mendukung peningkatan produktivitas litbang Meningkatkan kreativitas dan produktivitas litbang untuk ketersediaan teknologi maupun kebijakan program unggulan daerah dibidang : - Bidang penelitian dan pengembangan ekonomi, social, budaya dan kesehatan - Bidang penelitian pengembangan infrastruktur dan tata ruang dan sumberdaya alam - Bidang penelitian pemerintahan dan sumberdaya manusia - Bidang penelitian pertanian, perkebunan, perikanan kelautan dan kehutanan 2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD A. Tingkat kinerja pelayanan OPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan OPD Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Negara Lingkungan Hidup seiring dengan dengan tujuan yang dicapai Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo yaitu fokus pada upaya pengendalian pencemaran lingkungan, pengendalian kerusakan lingkungan dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Dan juga penyusunan renja tersebut telah mengakomodir usulan program dan kegiatan yang tidak terakomodir dalam renja Kabupaten/Kota berdasarkan kewenangan. Beberapa permasalahan yang akan dihadapi dalam menunjang pencapaian Indikator Kinerja Utama Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Kementerian Riset dan Teknologi dan kabupaten/kota adalah: Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
40 Masih kurangnya tenaga PPNS dan PPLHD sebagai instrumen pengawasan terhadap pelaku pencemaran. Belum tersedianya laboratorium lingkungan sebagai alat pemantauan kualitas lingkungan. Belum tersedianya tenaga fungsional dalam mendukung kegiatan penelitian Belum tersedianya sarana dan prasarana penelitian Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BLHRD Masih kurang memadai untuk menunjang pelaksanaan tugas; Manajemen anggaran yang tidak tepat guna dalam rangka peningkatan SDM; Beberapa Pendorong yang akan akan menunjang pencapaian Indikator Kinerja Utama Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kabupaten/Kota adalah: Visi dan Misi serta Sturuktur Organisasi yang jelas Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo akan mendapatkan anggaran yang semakin meningkat melalui pendanaan Dana dekonsentrasi, Tugas pembantuan dan Dana Alokasi Khusus dari kementerian Lingkungan Hidup Adanya peraturan perundangan dibidang lingkungan hidup baik ditingkat Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten Kota Dukungan kebijakan dan regulasi dibidang Lingkungan Hidup, penelitian baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Adanya motivasi, keyakinan dan komitmen yang terus tumbuh berkembang dari aparatur pengelola lingkungan hidup untuk meningkatkan kinerjanya dalam mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang lebih mengedepankan aspek dan penyelamatan fungsi lingkungan hidup Adanya sektor perbankan yang dapat mendukung program pengendalian pencemaran lingkungan seperti adanya bunga Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
41 lunak dan pembebasan biaya bea cukai untuk import peralatan pengendalian pencemaran serta pengendalian pengeluaran kredit terhadap industri yang tidak ramah lingkungan Tersedianya akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang dapat memberikan solusi ilmiah untuk mengatasi pencemaran lingkungan Adanya tuntutan global terhadap pelaku usaha untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan Adanya Dewan Riset Daerah (DRD) yang akan memberikan pertimbangan kegiatan penelitian di Provinsi Gorontalo Adanya dukungan dari pemerintah pusat khususnya dari Kementerian Riset dan Teknologi dalam pengembangan penelitian di Provinsi Gorontalo Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian kinerja utama penelitian adalah: Belum optimalnya pelaksanaan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Belum optimalnya pelaksanaan peraturan bersama Menristek RI dan Mendagri RI Nomor 03 dan Nomor 36 Tahun 2012 tentang Sistem Penguatan Inovasi Daerah Belum optimalnya sinergitas program kelitbangan antara pusat dan daerah termasuk sinergitas peningkatan kapasitas pemerintah daerah, daya saing daerah dalam pelaksanaan MP3Ei pada pilar SDM dan IPTEK Belum terlaksananya keputusan Undang-Undang yang dibuat Mendagri dan Otonomi Daerah Nomor 40 Tahun 2000 yang menyatakan alokasi anggaran lembaga litbang didaerah minimal 1% dari APBD Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
42 B. Permasalahan dan Hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi OPD Beberapa permasalahan dan hambatan yang terkait dengan tugas dan fungsi Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo adalah, sebagai berikut: 1. Belum optimalnya pelaksanaan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten/Kota dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dan pelaksanaan penelitian 2. Pelaksanaan pengawasan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan belum maksimal karena masih kurangnya tenaga PPNS, Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) dan belum laboratorium lingkungan 3. Sumber daya manusia dalam penanganan masalah lingkungan dan pengembangan penelitian masih sangat kurang 4. Belum optimalnya penyelenggaraan Sistem Informasi Lingkungan (SIL), pengelolaan dan analisis data informasi lingkungan; 5. Belum optimalnya diseminasi hasil-hasil penelitian di Provinsi Gorontalo 6. Belum optimalnya pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur, dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup dan pelaksanaan penelitian 7. Belum tersedianya sumberdaya kelitbangan di Pemerintahan Daerah seperti peneliti, perekayasa dan tenaga lainnya. 8. Belum terbentuknya Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah setara Eselon II (sesuai Permendagri Nomor 20 Tahun 2011 Pasal 60) menyebabkan koordinasi penelitian tidak optimal karena itu sebaiknya dapat dibentuk Badan Penelitian Pengembangan Daerah (BPP) atau Penelitian dapat dilekatkan di Bappeda untuk mempermudah koordinasi lintas OPD. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
43 9. Belum optimal kemampuan SDM Litbang sebagai pedia solusi riset di daerah. 10. Belum terciptanya budaya riset dalam pengambilan keputusan kebijakan di daerah. C. Isu-isu Strategis untuk ditindaklanjuti dalam Perumusan Program dan Kegiatan A. Lingkungan Hidup 1. Kerusakan Danau Limboto Masalah utama yang dihadapi adalah penyusutan luas dan pendangkalan danau. Pada tahun 1932, rata-rata kedalaman Danau Limboto 30 meter dengan luas areal Ha, pada tahun 1961 rata-rata kedalaman Danau Limboto berkurang menjadi 10 meter dan luas areal menjadi Ha. Pada tahun kedalaman Danau Limboto tinggal rata-rata 2 meter dan luasnya sisa 2.537,5 Ha. Diproyeksikan bahwa Danau Limboto 5 tahun kedepan tingkat kedalamannya tinggal 1 meter dan luasnya sisa Ha. 2. Penurunan Kualitas Air Danau Limboto Berbagai aktivitas masyarakat di sekitar dan di dalam kawasan danau juga mengancam dan memperburuk kelestarian fungsi danau. Saat ini kualitas air Danau Limboto mengalami penurunan akibat limbah domestik, aktivitas budidaya yang dilakukan di dalam danau, dan sedimentasi danau akibat erosi di daerah hulu sungai. Monitoring kualitas air danau menunjukkan beban pencemaran organik yang tinggi dari sumber aliran yang melalui kawasan perkotaan tersebut, seperti terlihat pada kandungan oksigen terlarut Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
44 di Sungai Alo 0,77 mg/l, Sungai Biyonga 0,94 mg/l, dan kandungan total nitrogennya adalah 2,69 mg/l, sementara total fosfornya 1,44 mg/l. Akibat eutrofikasi berbagai tanaman pengganggu tumbuh subur yang banyak menyerap air dan dapat mempercepat pendangkalan danau. Eceng gondok di Danau Limboto tumbuh meluas. Luas sebaran eceng gondok mencapai sekitar 30 % dari luasan danau. 3. Pencemaran Air Sungai Kualitas air di beberapa sungai di Provinsi Gorontalo cemar ringan sampai dengan cemar sedang. Hasil pemantauan kualitas air sungai yang dilakukan oleh BLHRD bekerjasama dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup serta Balai Teknologi Kesehatan Lingkungan (BTKL) Manado pada tahun 2011 menunjukkan beberapa parameter sudah melebih nilai ambang batas yang dipersyaratkan, seperti: Sungai Andagile secara umum tergolong BURUK atau CEMAR BERAT (Kelas D) dengan uraian bahwa di bagian hulu kisaran nilai skor 29 (CEMAR SEDANG), bagian tengah kisaran nilai skor 55 (CEMAR BERAT) dan di bagian hilir kisaran nilai skor 71 (CEMAR BERAT). Di bagian hulu terdapat tiga parameter yang menjadi polutan atau melebihi baku mutu, yaitu BOD, Coliform dan E.Coli, di bagian tengah terdapat tiga parameter yang menjadi polutan atau melebihi baku mutu yaitu BOD, Nitrit, dan Coliform, sedangkan di bagian hilir terdapat empat parameter yang menjadi polutan atau melebihi baku mutu, yaitu BOD, Nitrit, Coliform dan E.Coli. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
45 Sungai Paguyaman cemar RINGAN sampai cemar SEDANG, Sungai Bone masih tergolong cemar RINGAN, Sungai Taluduyunu cemar SEDANG, Sungai Buladu cemar RINGAN sampai cemar SEDANG, dan Sungai Bionga masih tergolong cemar RINGAN Diproyeksikan untuk 5 tahun ke depan jumlah sungai yang akan menurun kualitasnya akan meningkat 75%. 4. Penurunan Kualitas Udara Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara di Provinsi Gorontalo pada tahun menunjukkan bahwa kualitas udara di Provinsi Gorontalo pada umumnya masih dalam kategori baik, namun mengalami penurunan kualitas dari tahun ketahun, kecuali beberapa lokasi yang sudah melebihi baku mutu seperti di depan hasrat Kota Gorontalo dan hasrat di Kabupaten Pohuwato. Hal tersebut disebabkan karena laju pertumbuhan kendaraan beroda empat maupun beroda dua dan pertumbuhan industri sangat cepat. Apabila hal tersebut tidak diantisipasi maka 5 (lima) tahun kedepan kualitas udara ambient akan mengalami penurunan sampai dibawah baku mutu yang dipersyaratkan. Dalam mencapai kualitas udara yang diinginkan, maka perlu dilakukan upaya-upaya pengendalian pencemaran udara. Salah satu kegiatan pengendalian pencemaran udara adalah pengukuran dan pemantauan terhadap kualitas udara tersebut. 5. Kerusakan Mangrove dan Terumbu Karang Salah satu potensi pesisir di Provinsi Gorontalo adalah terumbu karang dan hutan mangrove. Sumberdaya pesisir ini diperkirakan telah berada dalam ambang kerusakan. Tingkat kerusakan diperkirakan rata-rata mencapai 40-65%. Apabila tidak dilakukan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
46 tindakan konservasi secepatnya, maka 5 (lima) tahun ke depan kerusakan akan semakin meluas hingga mencapai %. 6. Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) Kegiatan pertambangan sangat potensial menimbulkan degradasi lingkungan hidup jika tidak dilakukan secara hati-hati. Kegiatan pertambangan emas di Provinsi Gorontalo tersebar di beberapa wilayah yaitu Wilayah Marisa Kabupaten Pohuwato, wilayah Pasolo Desa Buladu, Kecamatan Sumalata dan wilayah tambang Mopuya Desa Kaidundu, Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango, wilayah Suwawa Kabupaten Bone Bolango, dan wilayah Boliohuto Kabupaten Boalemo. Permasalahan yang terjadi akibat kegiatan pertambangan emas adalah pencemaran logam berat Hg pada badan air sungai. Kandungan merkuri pada air sungai tersebut kemudiaan akan mengalir menuju ke muara dan akhirnya akan masuk ke perairan laut. Hasil Pemantauan Kualitas Lingkungan BLHRD tahun 2010 menunjukkan bahwa penambangan emas di Desa Buladu dan Desa Kaidundu telah menyebabkan kandungan logam berat Hg (merkuri) pada badan air sungai Dubalango dan Sungai Mopuya telah melewati ambang batas baku mutu (0,001 mg/l). Kadar Hg pada badan air dan sedimen sungai dubalango (sungai sekitar penambangan pasolo) adalah masing-masing berkisar antara 0,0002 0, mg/l dan 104, ,2519 mg/l, sedang konsentrasi Hg pada badan air dan sedimen Sungai Mopuya (sungai sekitar penambangan Mopuya) adalah masing-masing berkisar antara 0,0002-0,2457 mg/l dan 22, ,1579 mg/l. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
47 7. Tingkat Ketaatan Pemrakarsa Kegiatan dalam Pengelolaan Lingkungan Tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan data lingkungan masih rendah. Berdasarkan hasil pemantauan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan lingkungan baru mencapai 35%. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan kualitas lingkungan seperti perubahan kualitas air permukaan, perubahan kualitas udara, dan pencemaran tanah. Kebersihan dan Kehijauan Kota (Clean and Green City) Perkembangan penduduk yang pesat terutama karena urbanisasi telah menimbulkan masalah meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan dan menyempitnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) akibat pesatnya pembangunan perumahan dan sarana umum lainnya. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang pesat, meningkatkan resiko polusi udara. Pemerintah Pusat melaksanakan Program Adipura dalam upaya peningkatan kebersihan dan kehijauan kota. Masalah-masalah yang dihadapi dalam mewujudkan Clean and Green City adalah: Kesenjangan antara jumlah sampah yang dihasilkan dan yang terangkut. Di Kota Gorontalo jumlah sampah sebanyak 683 m 3 /hari, sedangkan yang terangkut hanya sebanyak 383 m 3 /hari atau 56 %. Hal ini disebabkan kurangnya prasarana dan sarana pengangkut. Selain itu, Tempat Pembuangan Akhir Sampah yang tersedia belum representatif. Kurangnya komitmen pemerintah kabupaten dalam pengelolaan lingkungan umumnya dan dalam mewujudkan kebersihan dan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
48 kehijauan kota yang tercermin dari kesiapan institusi lingkungan hidup dan dana yang dialokasikan untuk pengelolaan lingkungan hidup. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. 8. Kurangnya Pemahaman dan Aksesibiltas masyarakat terhadap Informasi Lingkungan Hasil penelitian terdapat partisipasi masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup menunjukkan hal-hal sebagai berikut: Pemahaman dan wawasan masyarakat pedesaan, pesisir laut, dan perkotaan terhadap pengelolaan lingkungan perumahan dan sekitarnya cukup baik. Namun demikian, penggunaan zat sintetis yang berpotensi untuk pencemaran lingkungan sebagian besar masyarakat beranggapan tidak berbahaya. Sekitar 39% masyarakat menggunakan sungai sebagai tempat buang air besar, 31% masyarakat pesisir buang air besar di pantai dan 19 % masyarakat pesisir buang air di sungai. Hampir 40% laki-laki dan 48% perempuan di pedesaan menyadari akan bahaya penggunaan pestisida terhadap lingkungan. Sebagian besar masyarakat pedesaan (40%) belum menyadari bahaya erosi dan banjir jika berkebun di lahan miring tanpa teras. Lebih dari 25% responden menyatakan setuju untuk membuka lahan baru bagi usaha pertanian. Sekitar 30% masyarakat laki-laki dan perempuan menyatakan setuju pemanfaatan kayu hutan untuk pembangunan rumah dan diperdagangkan. Sebagian besar responden laki-laki (57.4%) dan perempuan (78.1%) menyatakan setuju memanfaatkan kayu mangrove untuk kepentingan ekonomi (tambak dan kayu bakar). Keterlibatan masyarakat pesisir laut dalam memanfaatkan terumbu karang untuk hiasan, pondasi rumah dan kepentingan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
49 lainnya cukup tinggi. Sebanyak 78.6% laki-laki dan 53.3% perempuan terlibat dalam pengambilan terumbu karang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup baru berkisar 25-30%, dan apabila tidak dilakukan upaya peningkatan partisipasi masyarakat maka diproyeksikan untuk 5 tahun ke depan partisipasi masyarakat tidak akan meningkat secara signifikan. 9. Nilai tambah produk Perikanan Potensi perikanan di Provinsi Gorontalo relatif besar yaitu potensi perikanan darat, payau dan perikanan laut. Potensi perikanan Gorontalo berada di Perairan Teluk Tomini dan Laut Sulawesi. Potensi perikanan di Teluk Tomini sebesar ton dan yang dimanfaatkan 33.2 %, sedangkan di Laut Sulawesi sebesar ton tetapi yang dimanfaatkan sebesar 37.6 %. B. Penelitian Isu strategis dalam pengembangan penelitian di Provinsi Gorontalo adalah bagaimana mewujudkan kebijakan Kelitbangan dilingkungan Pemerintah Daerah diarahkan untuk : 1. Mewujudkan visi dan misi Pemerintah Daerah maupun Kepala Daerah. 2. Memberikan penguatan kebijakan penelitian dalam penyelenggaraan pemerintah 3. Memberikan penguatan kelembagaan, ketatalaksanaan, pembiayaan, sarana dan prasarana dan SDM Kelitbangan 4. Memberikan penguatan Sistem Inovasi Daerah Dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintahan Daerah isu-isu strategis kelitbangan terkait dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan prioritas daerah adalah diarahkan pada 4 (empat) program strategis yaitu : - Pendidikan Gratis Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
50 - Kesehatan Gratis - Pembangunan Infrastruktur serta - Ekonomi Kerakyatan Peran Litbang sangat strategis dalam merumuskan agenda kebijakan daerah bersama dengan OPD lainnya dalam menganalisa regulasi dan atau kebijakan serta mengevaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah untuk pengambilan keputusan pimpinan Melalui Litbang perlu dilakukan kegiatan untuk 4 (empat) program strategis tersebut diatas untuk policy paper bersamaopd lainnya berdasarkan hasil kelitbangan dan dilaporkan kepada Kepala Daerah. Untuk mengoptimalkan hasil-hasil penelitan tersebut perlu dilakukan diseminasi melalui kegiatan/diskusi/seminar dan hasil-hasil kelitbangan. Isu strategis lainnya yaitu membaiknya penguatan kebijakan penelitian dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui budaya riset dalam setiap pengambilan keputusan terkait kebijakan berkala dari kesuksesan riset di negara-negara maju dalam mengembangkan dan menerapkan sistem inovasi telah berhasil meningkatkan kemampuan IPTEK dalam meningkatan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu dalam rangka upaya meningkatan pemanfaatan hasil litbang, kegiatan pengembangan Pusat Unggulan IPTEK menekankan pada kriteria kemampuan lembaga dalam mendiseminasikan atau mengkomersilkan hasil riset selama aspek kemampuan dalam menyerap informasi, kemampuan riset dan kemampuan memberdayakan potensi sumberdaya lokal. Dengan kriteria tersebut diharapkan kontribusi lembaga litbang yang telah ditetapkan sebagai pusat unggulan dapat menggerakan sektor industri/umk/ekonomi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2011 perlu penguatan kelembagaan bagi Litbang dalam membentuk Badan Penelitian dan Pengkajian di Provinsi/Kab/Kota. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
51 Peran Penelitian dan Pengkajian sangat diperlukan untuk dapat mengkoordinir isu-isu strategis disetiap OPD dan masyarakat untuk diangkat dan akhirnya menjadi kebijakan pemerintah daerah. Pengembangan Pusat Unggulan Daerah melalui Sistem Inovasi Daerah diprioritaskan pada 7 (tujuh) bidang fokus yaitu Ketahanan Pangan, Energi, Teknologi Informasi, Hankam, Kesehatan dan obat, transportasi dengan isu-isu strategis setiap bidang fokus dan sesuai dengan Agenda Riset Daerah. Sistem Inovasi Daerah (SIDA) adalah interaksi secara koheren dalam suatu sistem menumbuhkembangkan inovasi yang dilakukan antara institusi pemerintah, pemerintahan daerah, lembaga kelitbangan, lembaga penunjang inovasi, dunia usaha dan masyarakat lainnya di daerah. Sistem Inovasi Daerah di Provinsi Gorontalo diarahkan untuk menunjang 7 (tujuh) bidang fokus tersebut diatas yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi serta mununjang Program Strategis Pemerintah Daerah. Melalui SIDA diharapkan akan berkembang jaringan kerjasama dengan Kementerian terkait untuk pengembangan daerah dalam menunjang ekonomi kerakyatan. 2.4 Review terhadap RKPD Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Gorontalo Tahun 2015 merupakan formulasi kebijakan dari penjabaran RPJMD Tahun , dan mengacu pada RKP Nasional. RKPD ini memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh permerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Sehingga, RKPD 2015 menjadi sangat penting karena menjadi dasar dan acuan pelaksanaan program/kegiatan untuk tahun 2015 dalam pencapaian agenda dan sasaran dalam RPJMD. Berdasarkan hasil review terhadap RKPD terdapat beberapa kegiatan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
52 yang tidak diakomodir karena akan diakomodir dalam anggaran dekonsentrasi bidang lingkungan hidup tahun 2015 dan adanya kesepakatan penanganan permasalahan lingkungan, serta terdapat beberapa kegiatan yang tidak terdapat di RKPD namun diusulkan pada tahun 2015 karena kegiatan tersebut merupakan usulan dari masyarakat pada saat monitoring lapangan, tawaran dari pihak perbankkan untuk melakukan kerjasama, dan kegiatan untuk mendukung program Nasional dari kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Ristek Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
53 Tabel 2.7. Hasil review terhadap Rancangan awal RKPD tahun 2014 Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
54 Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
55 Telaahan Usulan Program dan Kegiatan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
56 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional Rencana Kerja Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo merupakan bagian dari sistem Perencanaan Pembangunan Provinsi dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional seperti RPJP Nasional, RPJM Nasional , RKP Nasional; maupun maupun Renstra Kementerian Lembaga. Prioritas Nasional RPJMN tahun terkait pembangunan bidang lingkungan hidup dititikberatkan pada Prioritas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana. Tema prioritas lingkungan hidup dan pengelolaan bencana diarahkan kepada konservasi dan pemanfaatan lingkungan hidup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan, disertai penguasaan dan pengelolaan resiko bencana untuk mengantisipasi perubahan iklim. RPJMN Tahun telah pula menetapkan pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu tema pengarusutamaan. Sasaran pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan RPJMN tahun adalah teradopsinya secara integral pertimbangan ekonomi, sosial, lingkungan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan diberbagai sektor dan daerah, terpeliharanya kualitas lingkungan hidup yang ditunjukkan dengan membaiknya indeks kualitas lingkungan hidup dalam 5 tahun kedepan, dan disepakati, disusun dan digunakannya Indeks Kualitas Lingkungan hidup sebagai salah satu alat untuk mengukur pembangunan yang berkelanjutan. Beberapa strategi untuk pencapaian arah kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup tahun , sebagai berikut: Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
57 Peningkatan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan pada air, lahan, udara dan keanekaragaman hayati Peningkatan penataan lingkungan berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan Peningkatan upaya penegakan hukum lingkungan secara konsisten Peningkatan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan penguatan institusi pengelolaan lingkungan hidup Peningkatan kualitas data dan akses informasi lingkungan Pengembangan sumber-sumber pendanaan lingkungan alternatif. Pelaksanaan arah kebijakan tersebut didasarkan pada kondisi ekoregion dan masing-masing daerah sehingga memperhatikan karakteristik sumber daya alam, ekosistem, kondisi geografis, budaya masyarakat setempat dan kearifan lokal. Kegiatan pengembangan Pusat Unggulan IPTEK adalah merupakan salah satu kegiatan Kementerian Riset dan Teknologi untuk mendukung program utama KRT seperti tertuang dalam RPJMN yaitu Penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas). SINas diharapkan dapat menjawab permasalahan dan tantangan pembangunan nasional. SINas pada haikatnya mendorong interaksi, aliran teknologi melalui hasil riset, selain itu SINas juga akan mendukung kebijakan MP3EI (PEPRES 32 Tahun 2011) melalui 3 strategis utama yaitu : 1. Pengembangan potensi ekonomi di 6 (enam) koridor 2. Penguatan Konektivitas Nasional dan 3. Penguatan kemampuan SDM dan IPTEK Nasional SINas sendiri merupakan kebijakan yang dibuat untuk mendukung pembangunan kapasitas pendidikan dan pelatihan kapasitas investasi dan kapasitan kelembagaan inovasi di daerah akan didukung melalui sistem Inovasi Daerah SIDa. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
58 Program penguatan SIDa ditetapkan melalui peraturan bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi RI dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2012 dan Nomor 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah. Melalui SIDa diharapkan terjalin sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan dalam hal : Penataan kelembagan SIDa Penataan jaringan SIDa melalui sinergi kemampuan Penataan Sumberdaya SIDa Pengembangan SIDa Menteri Dalam Negeri melalui Surat Nomor 070/1082/SJ/ Tanggal 28 Maret menegaskan perlunya penguatan kelembagaan penelitian, sekaligus menegaskan kembali Permendagri Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di lingkungan Kementrian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Program Penguatan Kelembagaan tersebut antara lain: 1. Memperkuat Kelembagaan Badan Penelitian dan Pengkajian (BPP) Daerah dengan menyusun dan atau memperbaharui produk hukum 2. Mengoptimalkan peran dan pungsi BPP sebagai dapur kebijakan (think tank) 3. Mengembangkan kerjasama kelitbangan dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah 4. Mementapkan hubungan kelembagaan BPP secara berjenjang Program penguatan ketatalaksanaan Membuat grand design dan road map kelitbangan daerah Membuat kode etik PNS di lingkungan BPP Provinsi dan BPP Kabupaten/ Kota Membentuk tim majelis pertimbangan dan tim pengendali mutu kelitbangan Menyusun dan menerapkan SOP Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
59 Program Penguatan Sarana dan Prasarana Mengembangkan dan atau memaksimalkan sarana penunjang Melakukan perbaikan dan pengembangan sarana dan prasarana serta pasilitas lainnya Program Penguatan SDM Kelitbangan Meningkatkan kapasitas tenaga kelitbangan Pendayagunaan pejabat fungsional peneliti dan perekayasa Mengusulkan formasi CPNSD untuk jadi peneliti dan perekayasa Berdasarkan arah kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Komunikasi dan Informasi tersebut diatas, menunjukkan bahwa Rencana Kerja Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo tahun 2013 seiring atau bersesuaian dengan arah kebijakan nasional , sehingga diharapkan Rencana Kerja BLHRD Provinsi Gorontalo akan mendapat dukungan program/kegiatan dan anggaran dari Kementerian Lembaga. 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja OPD A..Tujuan Untuk meningkatkan kualitas Lingkungan dan mendorong keterlibatan semua pihak (Pemerintah, legislatif, masyarakat, dunia usaha, Media massa dan LSM) dalam pelestarian lingkungan hidup di Provinsi Gorontalo Untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan di Provinsi Gorontalo Untuk meningkatkan upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di Provinsi Gorontalo Percepatan Pembangunan Daerah dengan memanfaatkan hasilhasil penelitian. Percepatan Pembangunan Daerah dengan melaksanakan kegiatan penelitian Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
60 Untuk meningkatkan kualitas SDM manusia dalam pengelolaan lingkungan dan pelaksanaan kegiatan penelitian Untuk memberikan penguatan kebijakan penyelenggaraan pemerintah daerah melalui penguatan kelembagaan, ketatalaksanaan, pembiayaan, sarana dan prasarana dan SDM di bidang penelitian Untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi program dan kegiatan antara provinsi dengan Kementerian Lembaga dan Kabupaten/Kota serta terlaksananya kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2014 B..Sasaran Meningkatnya kinerja dan peran serta masyarakat di Kecamatan Suwawa, Kecamatan Limboto, Kecamatan Marisa, Kecamatan Tilamuta dan Kota Gorontalo dalam pelestarian dan pengelolaan Lingkungan hidup Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pelestarian Mangrove di Kecamatan Anggrek dan Kecamatan Dulupi Meningkatnya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan pada 18 sekolah yang diusulkan Kab/Kota Meningkatnya indeks kualitas lingkungan Meningkatnya tingkat pemahaman dan aksesibilitas masyarakat terhadap informasi lingkungan Terwujudnya pengembangan iptek dan penguatan kerjasama penelitian dengan lembaga terkait Peningkatan peran DRD dalam melakukan evaluasi dan rekomendasi kegiatan pembangunan kepada pemerintah Terwujudnya Implementasi Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Terlaksananya koordinasi secara berjenjang untuk membahas kegiatan kelitbangan. Peningkatan kapasitas pemerintah daerah, daya saing daerah dan pelaksanaan masterplan percepatan dan perluasan pembangunan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
61 ekonomi indonesia (MP3EI) dan PEPRES 32 Tahun 2011 secara terarah dan berkesinambungan. Terlaksananya desiminasi melalui kegiatan diskusi/seminar/ lokakarya dan hasil-hasil litbang Terlaksananya analisis regulasi dan atau kebijakan pemerintah daerah Tersedianya sarana dan prasarana penunjang penelitian melalui pembangunan 1 (satu) Sekolah Mandiri Energi (SME) Terwujudnya sinkronisasi program dan kegiatan antara provinsi dan Kabupaten/Kota, tertibnya administrasi perkantoran dan pengelolaan keuangan, dan tersedianya sarana dan prasarana perkantoran untuk mendukung program dan kegiatan BLHRD pada tahun Program dan Kegiatan A. Bahan Pertimbangan perumusan Program dan Kegiatan Usulan program dan kegiatan Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2014 dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan, antara lain: Untuk mendukung pencapaian visi misi gubernur khususnya yang terkait dengan pengembangan manajemen pengelolaan potensi sumber daya alam, pemberdayaan masyarakat diwilayah pesisir Danau Limboto dalam pelestarian Danau Limboto, peningkatan upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di Provinsi Gorontalo, peningkatan koordinasi dalam upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup antara pemerintah pusat, pemerintah Provinsi, pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat, serta peningkatan kualitas manajemen tata pemerintahan yang baik terhadap kualitas pelayanan publik melalui kegiatan penelitian Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
62 Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dibidang lingkungan hidup yaitu pemantauan kualitas air sungai, pemantauan kualitas udara dan pelayanan pengaduan masyarakat. Pencapaian Indikator Kinerja Kunci (IKK) dan indikator lainnya masing-masing Kementerian Lembaga menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Untuk mendukung percepatan pencapaian target MDGs khususnya dalam mencegah terjadinya perubahan iklim. Jumlah usulan program dan kegiatan didasarkan pada sumberdaya seperti ketersediaan sarana dan prasarana, SDM dan proyeksi anggaran dari tahun ketahun 1. Sumber Daya Manusia Dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan BLHRD Provinsi Gorontalo termasuk pengembangan teknologi dan model kelembangaan sangat dibutuhkan ketersediaan sumber daya manusia aparatur yang cukup dan handal dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki kemampuan profesional dalam menunjang tugas yang diembannya. Jumlah dan kualitas personil pada BLHRD belum memadai untuk melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan dan pengembangan penelitian. Secara keseluruhan personil yang ada saat ini berjumlah 69 orang dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) 54 orang, CPNS 5 orang dan tenaga kontrak 10 orang. Tabel 3.1. Jumlah aparatur BLHRD menurut komposisi struktur Administrasi No Komposisi Struktur Jumlah Administrasi 1 Kepala Badan 1 orang Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
63 2 Sekretariat 15 orang 3 Bagian Keuangan 10 orang 4 Bidang Lingkungan Hidup 16 orang 5 Bidang Riset 12 orang 6 Bidang Teknologi Informasi 15 orang Jumlah 69 orang Sumber : Bagian Kepegawaian BLHRD, 2013 Tabel 3.2. pendidikan Jumlah Aparatur di BLHRD menurut tingkat No Tingkat Pendidikan Jumlah 1 Strata 2 17 orang 2 Strata 1 30 orang 3 Diploma/D3 4 orang 4 SMU/Sederajat 9 orang Jumlah 69 orang Sumber : Bagian Kepegawaian BLHRD, 2013 Tabel 3.3. Jumlah Aparatur menurut Pendidikan Struktural No Pendidikan Struktural Jumlah 1 PIM I - 2 PIM II 1 orang 3 PIM III 6 orang 4 PIM IV 14 orang Sumber : Bagian Kepegawaian BLHRD, 2013 Dari jumlah PNS tersebut diatas melihat tugas dan fungsi BLHRD dimensinya begitu luas maka kualifikasi sumber daya manusia secara kualitatif maupun kuantitatif belum memenuhi harapan. 2. Sarana dan Prasarana Gambaran sarana dan prasarana yang dimiliki BLHRD dalam menunjang kegiatan pengelolaan lingkungan hidup dan pengembangan penelitian adalah: Tabel 3.4. Kondisi sarana dan prasarana BLHRD Provinsi Gorontalo tahun Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
64 NO NAMA ASET JENIS, TYPE, MERK JLH TAHUN PEROLEHAN KONDISI BARANG I KENDARAAN 12 1 Motor Suzuki Shogun Fd 110 Xsd BAIK 2 Motor Suzuki Satria Ru120rl RUSAK 3 Motor Yamaha 5 TP BAIK 4 Motor Yamaha 5 LM BAIK 5 Motor Yamaha V RUSAK 6 Motor Yamaha 5 LM BAIK 7 Motor Bosowa Dinasti RUSAK 8 Motor Suzuki Shogun FD BAIK 9 Motor Suzuki Shogun FD BAIK 10 Mobil Nissan X-Trail ST 2,01 MT 2000 cc BAIK 11 Mobil Isuzu BAIK 12 Mobil Isuzu MCAP BAIK II MEJA 35 1 Meja 1 1/2 Biro RUSAK 2 Meja 1 Biro BAIK 3 Meja 1/2 Biro BAIK 4 Meja 1/4 Biro RUSAK 5 Meja 1/4 Biro BAIK 6 Meja 1/2 biro BAIK III KURSI 55 1 Kursi Pimpinan Hidrolik Ergotec RUSAK 2 Kursi Chitose BAIK 3 Kursi NBK RUSAK 4 Kursi Chitose BAIK 5 Sofa Kanopi RUSAK IV AC 13 1 AC 1.5 Pk National Cu 12 Bkn RUSAK 2 AC 2 Pk National Cu 18 Bkn RUSAK 3 AC L G 1 PK BAIK 4 AC L G 1,5 PK BAIK 5 AC Split Panasonic BAIK 6 AC Panasonic 1 PK BAIK 7 AC 1 PK, Panasonic BAIK 8 AC LG 1 PK BAIK 9 AC Panasonic 1 PK BAIK V LAPTOP 10 1 Notebook Dialogue Type V RUSAK 2 Notebook Toshiba Razio R RUSAK 3 Notebook Core 2 Duo Prosseor 1,5 Ghz, DVD/CDRM BAIK 4 Notebook Care 2 Duo 12 Inch, Memori 2 GB BAIK 5 Notebook Acer Type Aspire 4730Z/4330 Series BAIK Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
65 Toshiba NB200, Intel Atom 1, Notebook GHz 2 BAIK Asus Eee-pc Prosessor Intel Atom, 2009 Notebook 7 RAM 512 MB 1 RUSAK VI KOMPUTER 7 1 Komputer/PC Intel Core 2 Duo (GC-965) Plus RUSAK 2 Komputer/PC RUSAK 3 Komputer/PC Intel Core 2 Duo, 2,4 Ghz RUSAK 4 Komputer/PC Intel Core 2 Duo, 2,4 Ghz RUSAK 5 Komputer/PC Intel Core 2,4 LGA 775 FSB RUSAK 6 Komputer/PC Core 2 Duo 2,4 GHz LG LCD 17 Inch RUSAK VII PRINTER 3 1 Printer Canon IP 1880 Infus RUSAK 2 Printer Canon IP RUSAK 3 Printer Epson LX RUSAK VIII INFOCUS 3 1 INFOCUS Acer Type Aspire RUSAK IX MESIN KETIK 2 1 MESIN KETIK Manual RUSAK Sumber: Bagian Kepegawaian dan Perlengkapan BLHRD, 2012 Berdasarkan data sarana dan prasarana tersebut atas menunjukkan bahwa jumlah sarana dan prasarana belum memadai untuk digunakan oleh 5 (lima) bidang/bagian serta beberapa sarana penunjang dalam kondisi rusak sehingga perlu diusulkan pada tahun 2014 untuk mendukung pelaksanaan kegiatan BLHRD tahun Beberapa sarana yang akan disulkan pada tahun 2014, adalah pembelian printer, infokus, mesin ketik, laptop dan komputer/pc. 3. Sumber Daya Finansial Faktor yang dominan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi adalah adanya dukungan sumber daya finansial untuk melakukan kegiatan operasional baik kegiatan rutin maupun pembangunan. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, BLHRD Provinsi Gorontalo menggunakan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Dekonsentrasi (APBN). Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
66 Pada tahun 2014 alokasi anggaran APBD /BLHRD sebesar Rp ,- dan anggaran Dekonsentrasi sebesar Rp ,- sehingga diprediksi bahwa pada tahun 2015 BLHRD akan mendapatkan alokasi anggaran APBD sebesar Rp dengan kenaikan 10-15% dan anggaran APBN sekitar Rp a B. Rekapitulasi Program dan Kegiatan Jumlah program/kegiatan dan pagu indikatif Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo tahun 2014 adalah 8 (delapan) program dan 12 kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp yang tersebar dalam 4 (empat) bidang. Uraian jumlah program dan kegiatan pada setiap bidang/bagian adalah sebagai berikut: 1. Bidang Pengkajian dan Penaatan Lingkungan Jumlah program : 3 program Jumlah Kegiatan : 2 kegiatan Jumlah anggaran : Rp Lokasi Kegiatan : 6 Kab/kota 2. Bidang Pengembangan Sistem Informasi Lingkungan Jumlah program : 3 program Jumlah Kegiatan : 2 kegiatan Jumlah anggaran : Rp Lokasi Kegiatan : Provinsi Gorontalo 3. Bidang Pengendalian dan Konservasi SDA Jumlah program : 3 program Jumlah Kegiatan : 2 kegiatan Jumlah anggaran : Rp Lokasi Kegiatan : 6 Kab/Kota 4. Bidang Pengembangan Riset Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
67 Jumlah program : 2 program Jumlah Kegiatan : 5 kegiatan Jumlah anggaran : Rp Lokasi Kegiatan : 6 Kab/Kota 5. Bagian Sekretariat Jumlah program : 2 program Jumlah Kegiatan : 2 kegiatan Jumlah anggaran : Rp Lokasi Kegiatan : Provinsi Gorontalo C. Keterkaitan dengan usulan awal RKPD Berdasarkan hasil review terhadap usulan awal RKPD terdapat beberapa kegiatan yang tidak diakomodir dalam usulan definitif karena akan diakomodir dalam anggaran dekonsentrasi bidang lingkungan hidup tahun 2014 dan terdapat beberapa kegiatan yang tidak terdapat di usulan awal RKPD namun diusulkan pada tahun 2014 karena kegiatan tersebut merupakan usulan dari masyarakat pada saat monitoring lapangan, tawaran dari pihak perbankkan untuk melakukan kerjasama, dan kegiatan untuk mendukung program Nasional dari kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Ristek serta berdasarkan hasil koordinasi di Kementerian Dalam Negeri bahwa pada tahun 2014 Provinsi Gorontalo menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat Forum Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Daerah Regional Timur (FKPPD) tingkat Regional diwilayah Indonesia Timur. D. Rencana Program dan Kegiatan Tahun Program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Kegiatan: 1) Peningkatan peran Serta masyarakat dalam Resorasi mangrove Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
68 2) Pemantauan kualitas lingkungan Air Sungai strategis/lintas kabupaten 3) Pemantauan Kualitas Udara Ambient 4) Pemantauan kualitas Air laut 5) Kajian beban Pencemaran dan Daya tampung Lingkungan Sungai 2. Program Peningkatan Pengelolaan Lingkungan bagi usaha dan atau Kegiatan Kegiatan: 1) Peningkatan Kualitas pengelolaan Limbah B3 dan limbah Cair 2) Pengawasan terhadap pelaksanaan Izin Lingkungan pada kegiatan/usaha yang berdampak terhadap Pencemaran/Kerusakan Lingkungan 3) Pengadaan Kendaraan Operasional tipe 4WD 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya aparatur dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup Kegiatan: 1) Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan 3R dan bank sampah 2) Bimtek penyusunan Dokumen UPL/UKL 3) Pendidikan Dan Latihan penilai Amdal 4) Bimtek Penyusunan Peraturan Perundangan Bidang LH 5) Penyusunan Naskah Akademisdan Draf Perda RPPLH 4. Peningkatan Data dan Informasi Sumber Daya Alam Dan LH Kegiatan: 1) Pengembangan SIL Berbasis GIS 2) Pengembangan Sistem pengaduan Pencemaran Dan kerusakan LH secara Elektronik 3) Penetapan Standar Segmentasi Kelas Air Sungai Bone 4) Penetapan Status Mutu Air laut Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
69 5) Penyusunan Dan Pelaporan SLHD 6) Penyusunan dan Pelaporan IKLHD 7) Penyusunan dan Pelaporan pencapaian SPM Bidang LH Daerah 5. Program Riset Pengembangan Daerah Kegiatan: 1) Workshop Penguatan Teknologi Tepat Guna 2) Jerami padi yang difermentasi sebagai pakan Ternak 3) Tongkol jagung Untuk Fermentasi Sapi Potong 4) Lomba kreatifitas Ilmiah TTG tk SMA/SMK 5) Diseminasi hasil - hasil Penelitian 6) Uji Pengembangan pakan Ternak Ikan Murah 6. Program Peningkatan perencanaan, Monitoring, evaluasi dan pelaporan Kegiatan: Perencanaan, Monitoring, evaluasi dan pelaporan 7. Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan SDM Aparatur Kegiatan: Pelayanan Adminstrasi dan sarana/prasarana Perkantoran Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
70 Tabel 3.5. Rumusan Rencana Program dan Kegiatan OPD Tahun 2014 dan Prakiraan Maju Tahun 2015 Provinsi Gorontalo Lanjutan Tabel 3.5. Rumusan Rencana Program dan Kegiatan OPD Tahun 2014 dan Prakiraan Maju Tahun 2015 Provin Lanjutan Tabel 3.5. Rumusan Rencana Program dan Kegiatan OPD Tahun 2014 dan Prakiraan Maju Tahun 2015 Provinsi Goront Lanjutan Tabel 3.5. Rumusan Rencana Program dan Kegiatan OPD Tahun 2014 dan Prakiraan Maju Tahun 2015 Provinsi Goron Lanjutan Tabel 3.5. Rumusan Rencana Program dan Kegiatan OPD Tahun 2014 dan Prakiraan Maju Tahun 20 Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
71 BAB IV P E N U T U P 4.1 Kesimpulan Rencana Kerja (RENJA) Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2015 memuat hasil yang ingin dicapai selama 1 (satu) tahun yang tercermin dalam sasaran dan indikatornya berdasarkan Rencana Strategis dan RKPD Provinsi Gorontalo tahun Dalam penyusunan Rencana Kinerja (Renja) tersebut dipilih sasaran yang akan dicapai dengan memperhatikan permasalahan maupun isu strategis yang ada dan Renja ini merupakan pedoman untuk penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan APBD Tahun Rencana Kerja yang telah disusun ini diharapkan bermanfaat dalam rangka penguatan peran serta stakeholder dalam pelaksanaan program dan kegiatan, serta sebagai tolok ukur keberhasilan dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan. Perencanaan Kegiatan Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2015 akan berjalan dan berhasil dengan baik apabila didukung dengan Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
72 persepsi dan langkah yang sama oleh seluruh staf dan pejabat struktural di BLHRD Provinsi Gorontalo. 4.2 Rencana Tindak Lanjut Rencana Kerja Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo merupakan dokumen acuan sebagai penentuan arah dan kontrol dari stakeholder terhadap dinamika pembangunan kepemerintahan sesuai dengan Visi dan Misi yang telah disepakati. Namun demikian Rencana Kerja baru akan dapat dilaksanakan apabila telah dijabarkan kedalam suatu program kegiatan yang merupakan operasionalisasi dari rencana tersebut. Oleh karena itu dukungan dan juga kerjasama yang baik dari semua pihak akan dapat membantu dan mendorong terlaksananya rencana kerja ini dengan baik. Rencana Kerja ini dapat dievaluasi untuk diselaraskan dan disesuaikan, semoga visi, misi, tujuan, kebijakan dan program yang ditetapkan dapat terlaksana secara optimal. Renja BLHRD Provinsi Gorontalo
73 SKPD: Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi Provinsi Gorontalo Tabel 2.1 Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD s/d Tahun 2014 Provinsi Gorontalo Kode Prioritas Program dan Kegiatan Target Realisasi Tingkat Realisas i (%) Realisasi Capaian URUSAN WAJIB Lingkungan Hidup 1.1 Program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan Pembinaan dan Penilaian ADIPURA Jumlah Kab/Kota yang mendapatkan ADIPURA Peningkatan peran serta masyarakat dalam Restorasi Mangrove Pemantauan kualitas lingkungan (Air Sungai, udara ambient) Tersedianya model pengelolaan Mangrove dwilayah Teluk Tomini dan Laut Sulawesi Tersedianya data base kualitas air dan kualitas udara di Provinsi Gorontalo Konservasi Berbasis Ekonomi Kerakyatan Tersedianya model desa Konservasi Peningkatan Sistem Informasi Lingkungan Tersedianya aplikasi SIL yang mudah di akses oleh masyarakat Pengkajian teknis penetapan kelas air dan rencana umum pemulihan kualitas lingkungan sungai Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di Provinsi Gorontalo Indikator Kinerja Program/Kegiatan Meningkatnya kontrol terhadap pengelolaan air sungai Acuan dalam pelaksanaan Evaluasi RTRW dan bentuk pengawasan di Provinsi Gorontalo 1.2 Program peningkatan pengelolaan lingkungan Meningkatnya tingkat ketaatan bagi usaha atau kegiatan pemrakarsa kegiatan dalam pelaksanaan dokumen lingkungan (352 usaha/ kegiatan) Target Capaian Kinerja Renstra SKPD Tahun 2017 Tingkat Capaian (%) 5 kab/kota 3 Kab/kota 3 Kab/Kota 3 Kab/Kota 60 3 Kab/Kota 3 Kab/Kota 60 Bidang Lingkungan Hidup 10 Model 0 1 Model 1 Model Bidang Lingkungan Hidup 5 sungai dan 24 titik sampling kualitas udara ambient 5 sungai dan 24 titik sampling kualitas udara ambient 5 sungai dan 24 titik sampling kualitas udara ambient 5 sungai dan 24 titik sampling kualitas udara ambient 10 5 sungai dan 24 titik sampling kualitas udara ambient 5 sungai dan 24 titik sampling kualitas udara ambient 100 Bidang Lingkungan Hidup desa konservasi 2 desa konservasi 100 Bidang Lingkungan Hidup Paket 1 Paket 100 Bidang Lingkungan Hidup 5 sungai Bidang Lingkungan Hidup 1 KLHS Bidang Lingkungan Hidup 106 usaha/kegiatan Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d Tahun usaha/ kegiatan Target dan Realisasi Kinerja Program dan Keluaran Kegiatan SKPD Tahun usaha/ kegiatan Target Program / Kegiatan Renja SKPD Tahun 2014 Perkiraan Realisasi Capaian Target Program/Kegiatan Renstra SKPD s/d dengan Tahun 2014 Catatan Penting 5 usaha/ kegiatan kegiatan 20 usaha/kegiatan 18.8 Bidang Lingkungan Hidup Pengawasan kegiatan/usaha yang berdampak terhadap pencemaran/kerusakan lingkungan Jumlah kegiatan atau usaha yang dilakukan pengawasan 106 usaha/kegiatan 18 usaha/ kegiatan 5 usaha/kegiatan 5 usaha/kegiatan usaha/ kegiatan 22 usaha/ kegiatan 15.6 Bidang Lingkungan Hidup
74 Kode Prioritas Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program/Kegiatan Target Capaian Kinerja Renstra SKPD Tahun Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya aparatur dalam pengelolaan lingkungan hidup Meningkatnya kapasitas aparatur dan masyarakat dalam pengelolaan dan pengendalian pencemaran lingkungan di Provinsi Gorontalo 50 orang aparatur/800 orang masyarakat Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d Tahun orang aparatur/200 orang masyarakat Target dan Realisasi Kinerja Program dan Keluaran Kegiatan SKPD Tahun 2013 Target 20 orang aparatur/200 orang masyarakat Realisasi 20 orang aparatur/200 orang masyarakat Tingkat Realisas i (%) Target Program / Kegiatan Renja SKPD Tahun orang aparatur/200 orang masyarakat Perkiraan Realisasi Capaian Target Program/Kegiatan Renstra SKPD s/d dengan Tahun 2014 Realisasi Capaian 20 orang aparatur/200 orang masyarakat Tingkat Capaian (%) Catatan Penting 25% Bidang Lingkungan Hidup Pembinaan Sekolah Adiwiyata Jumlah sekolah yang akan dilakukan penilaian dan pembinaan berdasarkan usulan Kab/Kota Kursus AMDAL Penilai Jumlah sekolah yang akan dilakukan penilaian dan pembinaan berdasarkan usulan Kab/Kota Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah melalui 3R Terlaksanya kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program 3R Teknologi Informasi 2.1. Peningkatan Kapasitas SDM dalam Meningkatnya kapasitas pengembangan Teknologi Informasi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi Peningkatan SDM kelompok wirausaha dalam pemanfaatan Teknolog Informasi Jumlah kelompok wira usaha yang terampil memanfaatkan Teknologi Informasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat Peningkatan kapasitas tenaga sandi Jumlah tenaga sandi yang profesional dalam menjalankan tugasnya Peningkatan SDM dalam pengelolaan Teknologi Informasi Jumlah SDM aparatur teknis Bidang TIK 2.2. Program Pengembangan Komunikasi dan Media Integrasi jaringan antar SKPD Massa Provinsi dengan SKPD di Kab/Kota dan sampai ditingkat kecamatan 108 sekolah 38 sekolah 18 sekolah 21 sekolah Bidang Lingkungan Hidup 150 orang 40 orang Bidang Lingkungan Hidup orang 300 orang Bidang Lingkungan Hidup Bidang Teknologi Informasi 250 Kelompok Bidang Teknologi Informasi Pindah ke dinas Perhubungan 6 orang 1 orang Bidang Teknologi Informasi Pindah ke dinas Perhubungan 200 Orang Pindah ke dinas Perhubungan Bidang Teknologi Informasi 35% 30% 10% 10% 29% Bidang Teknologi Informasi Pindah ke dinas Perhubungan Peningkatan Infrastruktur Jaringan E- Government Jumlah sambungan jaringan e- government (SKPD, UPTD, asosiasi, tempat-tempat umum, kabupaten/kota) yang terlayani di Provinsi Gorontalo 105 sambungan SKPD 37 SKPD 35.2 Bidang Teknologi Informasi Pindah ke dinas Perhubungan
75 Kode Prioritas Program dan Kegiatan Peningkatan Akses Informasi Jaringan E- Government Indikator Kinerja Program/Kegiatan Jumlah kapasitas akses internet dan intranet jaringan E-Government Target Capaian Kinerja Renstra SKPD Tahun 2017 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d Tahun 2012 Target dan Realisasi Kinerja Program dan Keluaran Kegiatan SKPD Tahun 2013 Target Realisasi Tingkat Realisas i (%) Target Program / Kegiatan Renja SKPD Tahun 2014 Perkiraan Realisasi Capaian Target Program/Kegiatan Renstra SKPD s/d dengan Tahun 2014 Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) Catatan Penting 100 Mbps 30 mbps 40 Mpbs 40 Mpbs 40 Bidang Teknologi Informasi Pindah ke dinas Perhubungan Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen dan Website seluruh SKPD Jumlah website dan aplikasi Sistem Informasi Manajemen yang dikembangkan di Provinsi Gorontalo 18 Aplikasi dan 18 Website 3 aplikasi/3 website 4 aplikasi/ 4 website 4 aplikasi/ 4 websit 22.2 Bidang Teknologi Informasi 2.3. Program Kerjasama Informasi dengan Media Bidang Teknologi Informasi Massa Pindah ke dinas Perhubungan Peningkatan layanan media informasi publik di Provinsi Gorontalo Terpublikasikannya kegiatan pembangunan di Provinsi Gorontalo ke publik Pindah ke dinas Perhubungan 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan 100 Bidang Teknologi Informasi Pindah ke dinas Perhubungan Penelitian 1.1 Program Riset Pengembangan Daerah Terwujudnya peningkatan kualitas pembangunan di Provinsi Gorontalo berbasis penelitian 35 Kajian 39 kajian 5 kajian 5 kajian kajian 4 kajian Kajian Pelaksanaan Kesehatan Gratis di Provinsi Gorontalo Tersedianya kajian Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Gratis di Provinsi Gorontalo 1 Rekomendasi Bidang Riset/Penelitian Kajian Pengembangan Inovasi Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Studi persepsi masyarakat tentang kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo Tersedianya Model Pengembangan Inovasi Model Pemberdayaan Masyarakat Desa di Provinsi Gorontalo Untuk mengetahui tingkat persepsi masyarakat tentang kinerja pemerintah Provinsi Gorontalo 1 Model Bidang Riset/Penelitian 1 Rekomendasi 0 1 Rekomendasi 1 Rekomendasi Rekomendasi 1 Rekomendasi 100 Bidang Riset/Penelitian Model rehabilitasi lahan dalam rangka manajemen lahan pertanian Kajian Peningkatan Ketahanan Pangan di Provinsi Gorontalo Tersedianya model rehabilitasi lahan berdasarkan sebaran spasial Zonasi lahan kritis dengan pertimbangan hasil analsis aspek Tersedianya Kajian Peningkatan Ketahanan Pangan di Provinsi Gorontalo 1 Model 0 1 Model 1 Model Bidang Riset/Penelitian 1 Rekomendasi Bidang Riset/Penelitian
76 Kode Prioritas Program dan Kegiatan Kajian peningkatan mutu pendidikan menengah di Provinsi Gorontalo Kajian prospek pengembangan sapi potong dan pembiayaan syariah di Provinsi Gorontalo Pengembangan kreativitas ilmiah dan kerjasama penelitian Kajian percepatan pelaksanaan Standart Pelayanan Minimal (SPM) di Provinsi Gorontalo Rakor Forum Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Daerah Regional Timur Indikator Kinerja Program/Kegiatan Tersedianya rekomendasi peningkatan mutu pendidikan menengah bagi masyarakat usia sekolah di Provinsi Gorontalo Tersedianya rekomendasi peningkatan mutu sapi potong dan daya saing di Provinsi Gorontalo Terpromosinya pengembangan kreatifitas ilmiah melalui pameran teknologi nasional di Bandung dan melalui Jurnal Inovasi Provinsi Gorontalo Tersedianya rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah yang dikaitkan dengan kajian percepatan pelaksanaan SPM di Prov. Gorontalo Rekomendasi kegiatan penelitian dan pengembangan regional timur Target Capaian Kinerja Renstra SKPD Tahun 2017 Target Realisasi Tingkat Realisas i (%) Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) 1 Rekomendasi Bidang Riset/Penelitian 1 Rekomendasi Bidang Riset/Penelitian 6 kali dan 18 Edisi Jurnal Inovasi Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d Tahun kali dan 3 edisi Jurnal Inovasi Target dan Realisasi Kinerja Program dan Keluaran Kegiatan SKPD Tahun kali dan 3 edisi Jurnal Inovasi 1 kali dan 3 edisi Jurnal Inovasi Target Program / Kegiatan Renja SKPD Tahun 2014 Perkiraan Realisasi Capaian Target Program/Kegiatan Renstra SKPD s/d dengan Tahun 2014 Catatan Penting edisi jurnal inovasi 3 edisi jurnal inovasi 33.3 Bidang Riset/Penelitian 1 Rekomendasi 0 1 Rekomendasi 1 Rekomendasi Bidang Riset/Penelitian 1 rekomendasi 0 1 Rekomendasi 1 Rekomendasi Bidang Riset/Penelitian Workshop Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Rekomendasi program Sida dalam mendukung MP3EI koridor sulawesi pilar SDM dan IPTEK serta pengembangan Pusat unggulan Daerah (Jagung dan Rumput Laut) 1 rekomendasi 0 1 Rekomendasi 1 Rekomendasi Bidang Riset/Penelitian Penyusunan Dokumen KlusterPotensi Daerah Prov. Gorontalo Tersusunnya Dokumen Kluster SIDA Provinsi Gorontalo 1 Dokumen Dokumen 1 Dokumen 100 Bidang Riset/Penelitian 1.3 Program Pengembangan teknologi tepat guna Tersedianya model pengembangan teknologi tepat guna di Provinsi Gorontalo Pengembangan Desa dan Sekolah Mandiri Energi Tersedianya 1 (satu) model Desa Mandiri Energi dan 1 (satu) Model Sekolah Mandiri Energi Pengembangan Prototipe Pakan Ternak Tersedianya Model Prototipe Pakan Ternak Workshop Penguatan Teknologi Tepat Guna di Provinsi Gorontalo Terlaksananya workshop Inovasi Pengembangan TTG tk. Provinsi Gorontalo 22 Model 3 model 1 model 1 Model model 2 model 0.14 Bidang Riset/Penelitian 22 Model 1 Model 1 model 1 Model Bidang Riset/Penelitian Model 1 Model Bidang Riset/Penelitian workshop, 3 unit pengembangan TTG 1 workshop, 3 unit pengembangan TTG Bidang Riset/Penelitian
77 Kode Prioritas Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program/Kegiatan Target Capaian Kinerja Renstra SKPD Tahun 2017 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d Tahun 2012 Target dan Realisasi Kinerja Program dan Keluaran Kegiatan SKPD Tahun 2013 Target Realisasi Tingkat Realisas i (%) Target Program / Kegiatan Renja SKPD Tahun 2014 Perkiraan Realisasi Capaian Target Program/Kegiatan Renstra SKPD s/d dengan Tahun 2014 Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) Catatan Penting Sekretariat 2.1 Program Peningkatan perencanaan, monitoring, Sinkronisasi program dan kegiatan evaluasi dan pelaporan antara provinsi dan Kabupaten/Kota serta terlaksananya kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun Perencanaan, koordinasi, Monitoring dan evaluasi Tersusunya laporan perencanaan, monitoring dan evaluasi (Renja, LKIP, LPPD, LKPJ) 30 laporan 4 laporan 5 laporan 5 laporan 16,67 5 laporan 5 Laporan 33,33 Bagian Sekretariat Kegiatan Penatausahaan dan penyusunan laporan keuangan Tertibnya administrasi pengelolaan keuangan 2.2 Program Peningkatan Pelayanan Administrasi, Meningkatnya kualitas Pelayanan sarana prasarana dan SDM aparatur Adminstrasi Perkantoran 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan kegiatan 1 kegiatan 100 Bagian Keuangan Bagian Sekretariat Pelayanan jasa Adminstrasi Perkantoran Tertibnya administrasi perkantoran 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan kegiatan 1 kegiatan 100 Bagian Sekretariat Peningkatan sarana dan Prasarana Perkantoran Tersedianya sarana dan prasarana perkantoran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan kegiatan 1 kegiatan 100 Bagian Sekretariat
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124 SKPD: Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah Provinsi Gorontalo Tabel 3.5 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2015 Kode Prioritas Program dan Kegiatan Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif URUSAN WAJIB Lingkungan Hidup 1,570,235,000 1,850,000, Program pengendalian pencemaran dan kerusakan Meningkatnya Indeks Kualitas ,335,000 APBD ,000,000 lingkungan Lingkungan Pembinaan dan Penilaian ADIPURA Meningkatnya peran masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan Pemantauan kualitas lingkungan (Air Sungai, udara ambient) Konservasi berbasis ekonomi kerakyatan Tersedianya 2 (dua) model kegiatan konservasi berbasis ekonomi kerakyatan Kecamatan suwawa, Kecamatan Marisa, dan kecamatan Tilamuta Tersedianya data base kualitas 5 sungai (sungai bionga, air dan kualitas udara di Provinsi Taluduyunu, Buladu, Bone, Gorontalo paguyaman) dan 24 titik sampling kualitas udara ambient di 6 Kab/Kota 1.2 Program peningkatan pengelolaan lingkungan bagi Persentase peningkatan tingkat usaha atau kegiatan ketaatan pemrakarsa terhadap pelaksanaan dokumen lingkungan Pengawasan kegiatan/usaha yang berdampak terhadap pencemaran/ kerusakan lingkungan Jumlah kegiatan atau usaha yang dilakukan pengawasan 1.3 Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Meningkatnya kapasitas aparatur dalam pengelolaan lingkungan hidup aparatur dan masyarakat dalam pengendalian pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program 3R Indikator Kinerja Program/Kegiatan Terlaksananya kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program 3 R Desa Molotabu, Desa Olele Kabupaten Bone Bolango Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Rencana Tahun Kab/Kota 225,850,000 APBD Kegiatan yang rutin setiap tahun dilaksanakan untuk mendukung program Nasional dan termasuk rancangan awal RKPD 5 sungai dan 24 titik sampling kualitas udara ambient 338,735,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk memenuhi pelaksanaan SPM 2 Model 222,750,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan merupakan kegiatan yang telah disepakati pada saat forum SKPD 3 Kab/Kota 300,000,000 5 sungai dan 24 titik sampling kualitas udara ambient 350,000,000 2 model 300,000, kegiatan 207,800,000 APBD 22 kegiatan 250,000, kegiatan 207,800,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan Musrembangda 30 orang aparatur/250 orang masyarakat Catatan Penting 404,300,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan Musrembangda 300 orang 404,300,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan Musrembangda Prakiraan Maju Rencana Tahun kegiatan 250,000, orang aparatur/300 orang masyarakat 450,000, orang 450,000,000
125 Kode Prioritas Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program/Kegiatan 1.4 Peningkatan Data dan Informasi Sumber Daya Meningkatnya Mutu Pelayanan Alam Dan LH dasar bidang LH yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal di Prov Gorontalo Lokasi Rencana Tahun 2014 Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana Catatan Penting Provinsi Gorontalo 100% 170,800,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan Musrembangda Peningkatan sistem Informasi Lingkungan Tersedianya sistem informasi lingkungan yang mudah diakses oleh masyarakat Provinsi Gorontalo 100% 170,800,000 APBD Merupakan usulan kegiatan yang menjadi kesepakatan pada saat forum SKPD Prakiraan Maju Rencana Tahun 2015 Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif 100% 200,000, % 200,000,000 Penelitian 800,000,000 1,025,000, Terwujudnya peningkatan kualitas pembangunan di Provinsi Gorontalo berbasis penelitian. Provinsi Gorontalo 5 Kajian 450,000,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan Musrembangda 6 Kajian 550,000, Penyusunan Dokumen Kluster Potensi Daerah Provinsi Gorontalo Pengembangan kreativitas ilmiah dan kerjasama penelitian Studi Persepsi Masyarakat tentang Kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo Tersusunnya Dokumen Kluster Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Provinsi Gorontalo Tersosialisasinya hasil-hasil penelitian inovatif, optimalisasi Kerjasama Jarlitbang, dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan. Tersedianya rekomendasi peningkatan peningkatan kinerja pemerintah di Provinsi Gorontalo 1.2 Program Pengembangan teknologi tepat guna Tersedianya model pengembangan teknologi tepat guna di Provinsi Gorontalo Pengembangan Prototipe Pakan Ternak Tersedianya 1 (satu) model prototipe pakan ternak Workshop Penguatan Teknologi Tepat Guna di Provinsi Gorontalo Terlaksananya Workshop Inovasi Pengembangan Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo 1 dokumen kluster SIDA 3 Edisi Jurnal Inovasi Gorontalo, Sinkronisasi kerjasama penelitian 166,700,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan 83,300,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan Musrembangda Provinsi Gorontalo 1 Rekomendasi 200,000,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan Musrembangda Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo 4 Model 350,000,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan sesuai dengan kebutuhan 1 Model 200,000,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan hasil kesepakatan Musrembangda 1 kali workshop, 3 unit pengembangan TTG 150,000,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan sesuai dengan kebutuhan 1 dokumen kluster SIDA 3 Edisi Jurnal Inovasi Gorontalo, Sinkronisasi kerjasama penelitian 200,000, ,000,000 1 Rekomendasi 200,000,000 5 Model 475,000,000 1 Model 200,000,000 1 kali workshop, 3 unit pengembangan TTG 275,000,000
126 Kode Prioritas Program dan Kegiatan Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sekretariat 1,129,765,000 1,000,000, Program Peningkatan perencanaan, Monitoring, evaluasi dan pelaporan Provinsi Gorontalo Sinkronisasi program dan kegiatan antara provinsi dan Kabupaten/Kota serta terlaksananya kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun % 278,830,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD dan sesuai dengan kebutuhan 100% 450,000, Perencanaan, Monitoring, evaluasi dan pelaporan Indikator Kinerja Program/Kegiatan Provinsi Gorontalo Tersusunya laporan perencanaan, monitoring dan evaluasi dan laporan keuangan (Renja, LKIP, LPPD, LKPJ) Rencana Tahun 2014 Catatan Penting 100% 153,830,000 APBD Merupakan rancangan awal RKPD, dan merupakan kegiatan rutin SKPD Prakiraan Maju Rencana Tahun % 200,000, Penyusunan anggaran, penatausahaan dan laporan keuangan SKPD Provinsi Gorontalo Tertibnya administrasi pengelolaan keuangan 100% 125,000,000 APBD Merupakan rancangan awal RKPD, dan merupakan kegiatan rutin SKPD 200% 250,000, Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Provinsi Gorontalo Terselenggaranya pelayanan Prasarana dan SDM Aparatur administrasi perkantoran yang baik Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran Provinsi Gorontalo Tertibnya administrasi perkantoran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan BLHRD tahun % 850,935,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD, dan merupakan kegiatan rutin SKPD 100% 510,185,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD, dan merupakan kegiatan rutin SKPD 100% 550,000,000 1 kegiatan 550,000, Peningkatan sarana dan prasarana Perkantoran Provinsi Gorontalo Tersedianya sarana dan prasarana perkantoran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tahun % 340,750,000 APBD Merupakan Rancangan awal RKPD, dan merupakan kegiatan rutin SKPD 2 kegiatan 350,000,000 JUMLAH ANGGARAN 3,500,000,000 3,875,000,000
127 No Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Program/Kegiatan Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana Lingkungan Hidup 2,250,000, Program pengendalian pencemaran dan Provinsi Gorontalo Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan ,000,000 APBD kerusakan lingkungan Peningkatan peran serta masyarakat dalam restorasi mangrove Rumusan Kebutuhan Program dan Kegiatan Tahun 2015 Hasil Review terhadap Rancangan Akhir RKPD Provinsi Gorontalo Kec. Anggrek dan Kec. Dulupi Perbaikan kerusakan manggrove di Kab. Gorut & Pohuwato 750 pohon 200,000,000 APBD Pemantauan kualitas lingkungan di Provinsi Gorontalo (Air sungai, udara, air laut) air (Sungai Biyonga, sungai Tersedianya data base kualitas air sungai, air laut dan taluduyunu, sungai Buladu, sungai udara di Prov. Gorontalo Bone dan sungai paguyaman) udara ( wilayah transportasi, perkantoran, pemukiman dan perdagangan di kab/kota) air laut (Teluk tomini diwilayah Kab/Kota) 5 sungai, 2 kali pemantauan pada 3 titik pantau (hulu, Tengah, hilir) 300,000,000 APBD 1.2 Program peningkatan pengelolaan lingkungan Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Persentase peningkatan tingkat ketaatan pemrakarsa bagi usaha atau kegiatan terhadap pelaksanaan dokumen lingkungan Pembinaan dan pengawasan kegiatan atau usaha dalam peningkatan penilaian kinerja (Proper) Pengawasan terhadap pelaksanaan izin lingkungan pada kegiatan/usaha yang berdampak terhadap pencemaran/kerusakan lingkungan Provinsi Gorontalo Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah cair bagi usaha atau kegiatan di Provinsi Gorontali Meningkatnya ketaatan penaggung jawab kegiatan dalam melaksanakan rekomendasi & ketentuan izin lingkungan 20 kegiatan 350,000,000 APBD 10 keg/usaha 150,000,000 APBD 50 kegiatan dan kegiatan yang dipantau ketaatannya 200,000,000 APBD
128 No Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Program/Kegiatan 1.3 Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Kota Gorontalo dan kab. Gorontalo Meningkatnya kapasitas aparatur dan Masyarakat dalam aparatur dan Masyarakat dalam pengelolaan pengendalian pencemaranlingkungan dan kerusakan lingkungan hidup Lingkungan Target Capaian Kinerja 30 orang aparatur/ 300 orang masyarakat Kebutuhan Dana/Pagu Sumber Dana Indikatif 650,000,000 APBD Pemberdayaan Masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program 3R dan bank sampah Kota Gorontalo dan kab. Gorontalo Meningkatnya kapasitas aparatur dan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program 3R dan bank sampah 200 orang selama 3 hari yang terbagi dalam 2 tahapan Pendidikan dan latihan Penilai Amdal Kota Gorontalo Jumlah aparatur yang mempunyai sertifikasi Penilai Amdal 30 orang aparatur Bimtek Penyusunan Peraturan Perundangan Bidang LH Penyusunan Naskah Akademis dan draf Perda RPPLH Kota Gorontalo Meningkatnya kapasitas aparatur dalam menyusun dan memahami regulasi dibidang lingkungan di Prov. Gorontalo 35 Aparatur dan unsur PSL yang mampu menyusun dan 150,000,000 APBD 325,000,000 APBD 90,000,000 APBD Provinsi Gorontalo Terumuskannya Draf Ranperda RPPLH Provinsi Gorontalo 1 dokumen 85,000,000 APBD 1.4 Program Peningkatan Data dan Informasi Kab/Kota seprovinsi Gorontalo Tersedianya 75% data dan informasi LH yang Valid dan Sumber Daya Alam Dan LH mutakhir yang dapat di akses secara online 100% 750,000,000 APBD Pengembangan SIL Berbasis GIS Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Jumlah Kab/Kota yang menerapkan Aplikasi SIL yang berbasis GIS Penetapan Status Mutu Air laut Laut Sulawesi Kab. Gorut Tersedianya Informasi Kualitas Air laut sebagai Muara Air sungai Buladu yang merupakan outlet Pembuangan Tailing Aktifitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) 6 Kab/Kota 350,000,000 APBD 1 dokumen 150,000,000 APBD Penyusunan dan Pelaporan SLHD, IKLH dan SPM Provinsi Gorontalo Tersedianya Data dan Informasi SLHD 3 dokumen 250,000,000 APBD Penelitian 1,230,000,000 APBD 1.1 Program Pengembangan teknologi tepat guna Provinsi Gorontalo Tersedianya Model pengembangan TTG di provinsi Gorontalo 5 model 475,000,000 APBD Lomba Kreatifitas Ilmiah Teknologi Tepat Provinsi Gorontalo Peningkatan Pengembangan karya Tulis Ilmiah bagi siswa 1 kegiatan 150,000,000 APBD Guna Tingkat SMA/SMK, Yantek SMA/SMK, Yantek Diseminasi hasil - hasil penelitian Provinsi Gorontalo Publikasi hasil TTG dan Penelitian 1 rekomendasi 125,000,000 APBD Uji Pengembangan pakan ternak Ikan Murah Provinsi Gorontalo Tersedianya Pakan Ternak Ikan Murah bagi peternak ikan sebagai alternatif pakan 1 rekomendasi 200,000,000 APBD
129 1.2 Program Pengembangan Riset daerah Provinsi Gorontalo Terwujudnya Peningkatan kualitas Pembagunan di Provinsi 6 kajian 755,000,000 APBD Gorontalo berbasis Penelitian Studi Persepsi Masyarakat tentang kinerja Pemprov. Gorontalo Kajian Terhadap optimalisasi produksi Tanaman kelapa, jagungdan ternak sapi yang terintegrasi Pengembangan kreatifitas ilmiah dan kerja sama penelitian Pembentukan Konsorsium pusat unggulan Iptek Provinsi Gorontalo Kab. Gorontalo, Kab. Boalemo dan Kab. Pohuwato Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo Tersediannya informasi tentang persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerinta Provinsi Gorontalo Tersediannya pola pengelolaan usaha diversifikasi kelapa, jagung dan ternak sapi yang terintegrasi Gorontalo dan Boalemo Tersosialisasinya hasil - hasil penelitian inovatif kepada masyarakat melalui media informasi dalam bentuk jurnal inovasi Gorontalo Terbentuknya konsorsium Pusat unggulan Iptek di Provinsi Gorontalo berbasis inovasi dan investasi 1 dokumen 150,000,000 APBD 1 dokumen 175,000,000 APBD 1 dokumen 130,000,000 APBD 1 dokumen 150,000,000 APBD Kajian Dampak pertanaman Kelapa bagi masyarakat petani di Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo 1 dokumen 150,000,000 APBD No Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Program/Kegiatan Sekretariat 2.1 Program Peningkatan perencanaan, Monitoring, Provinsi Gorontalo Sinkronisasi program dan kegiatan antara provinsi dan evaluasi dan pelaporan Kabupaten/Kota serta terlaksananya kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2014 Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif 1,150,000,000 Sumber Dana 100% 300,000,000 APBD Perencanaan, Monitoring, evaluasi dan pelaporan Penyusunan anggaran, penatausahaan dan laporan keuangan SKPD Provinsi Gorontalo Tersusunya laporan perencanaan, monitoring dan evaluasi dan laporan keuangan (Renja, LKIP, LPPD, LKPJ) 100% 200,000,000 APBD Provinsi Gorontalo Tertibnya administrasi pengelolaan keuangan 100% 100,000,000 APBD 2.2 Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Provinsi Gorontalo Terselenggaranya pelayanan administrasi perkantoran yang Prasarana dan SDM Aparatur baik Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran Peningkatan sarana dan prasarana Perkantoran Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo JUMLAH ANGGARAN Tertibnya administrasi perkantoran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan BLHRD tahun 2015 Tersedianya sarana dan prasarana perkantoran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tahun % 850,000,000 APBD 100% 300,000,000 APBD 100% 550,000,000 APBD 4,630,000,000
130 Rumusan Kebutuhan Program dan Kegiatan Tahun 2015 Hasil Review terhadap Rancangan Awal RKPD Provinsi Gorontalo No Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Program/Kegiatan Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana Lingkungan Hidup 2,250,000, Program pengendalian pencemaran dan kerusakan Provinsi Gorontalo Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan 500,000,000 APBD lingkungan Peningkatan peran serta masyarakat dalam restorasi mangrove Kec. Anggrek dan Kec. Dulupi Perbaikan kerusakan manggrove di kab. Pohuwato 750 pohon 200,000,000 APBD Pemantauan kualitas lingkungan di Provinsi Gorontalo (Air sungai, udara, air laut) air (Sungai Biyonga, sungai Tersedianya data base kualitas air sungai, air laut dan udara taluduyunu, sungai Buladu, sungai di Prov. Gorontalo Bone dan sungai paguyaman) udara ( wilayah transportasi, perkantoran, pemukiman dan perdagangan di 5 sungai, 2 kali kab/kota) air laut (Teluk tomini pemantauan pada 3 diwilayah Kab/Kota) titik pantau (hulu, Tengah, hilir) 300,000,000 APBD 1.2 Program peningkatan pengelolaan lingkungan bagi Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Persentase peningkatan tingkat ketaatan pemrakarsa usaha atau kegiatan terhadap pelaksanaan dokumen lingkungan 20 kegiatan 350,000,000 APBD Pembinaan dan pengawasan kegiatan atau usaha dalam peningkatan penilaian kinerja (Proper) Provinsi Gorontalo Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah cair bagi usaha atau kegiatan di Provinsi Gorontali 10 keg/usaha 150,000,000 APBD Pengawasan terhadap pelaksanaan izin lingkungan pada kegiatan/usaha yang berdampak terhadap pencemaran/kerusakan lingkungan Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Meningkatnya ketaatan penaggung jawab kegiatan dalam melaksanakan rekomendasi & ketentuan izin lingkungan 50 kegiatan dan kegiatan yang dipantau ketaatannya 200,000,000 APBD
131 No Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Program/Kegiatan Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana 1.3 Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Kota Gorontalo dan kab. Gorontalo Meningkatnya kapasitas aparatur dan Masyarakat dalam aparatur dan Masyarakat dalam pengelolaan pengendalian pencemaranlingkungan dan kerusakan lingkungan hidup Lingkungan 30 orang aparatur/ 300 orang masyarakat 650,000,000 APBD Pemberdayaan Masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program 3R dan bank sampah Kota Gorontalo dan kab. Gorontalo Meningkatnya kapasitas aparatur dan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program 3R dan bank sampah 200 orang selama 3 hari yang terbagi dalam 2 tahapan 150,000,000 APBD Pendidikan dan latihan Penilai Amdal Kota Gorontalo Jumlah aparatur yang mempunyai sertifikasi Penilai Amdal 30 orang aparatur 325,000,000 APBD Bimtek Penyusunan Peraturan Perundangan Bidang LH Kota Gorontalo Meningkatnya kapasitas aparatur dalam menyusun dan memahami regulasi dibidang lingkungan di Prov. Gorontalo 35 Aparatur dan unsur PSL yang mampu menyusun dan memahami peraturan Perundangan di bidanglh 90,000,000 APBD Penyusunan Naskah Akademis dan draf Perda RPPLH Provinsi Gorontalo Terumuskannya Draf Ranperda RPPLH Provinsi Gorontalo 1 dokumen 85,000,000 APBD 1.4 Program Peningkatan Data dan Informasi Sumber Kab/Kota seprovinsi Gorontalo Tersedianya 75% data dan informasi LH yang Valid dan Daya Alam Dan LH mutakhir yang dapat di akses secara online 100% 750,000,000 APBD Pengembangan SIL Berbasis GIS Kab/Kota se Provinsi Gorontalo Jumlah Kab/Kota yang menerapkan Aplikasi SIL yang berbasis GIS 6 Kab/Kota 350,000,000 APBD No Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Program/Kegiatan Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana
132 1.4.4 Penetapan Status Mutu Air laut Laut Sulawesi Kab. Gorut Tersedianya Informasi Kualitas Air laut sebagai Muara Air sungai Buladu yang merupakan outlet Pembuangan Tailing Aktifitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) 1 dokumen 150,000,000 APBD Penyusunan dan Pelaporan SLHD, IKLH dan SPM Provinsi Gorontalo Tersedianya Data dan Informasi SLHD 3 dokumen 250,000,000 APBD Penelitian 1,230,000,000 APBD 1.1 Program Pengembangan teknologi tepat guna Provinsi Gorontalo Tersedianya Model pengembangan TTG di provinsi 475,000,000 APBD Gorontalo 5 model Lomba Kreatifitas Ilmiah Teknologi Tepat Guna Tingkat SMA/SMK, Yantek Provinsi Gorontalo Peningkatan Pengembangan karya Tulis Ilmiah bagi siswa SMA/SMK, Yantek 1 kegiatan 150,000,000 APBD Diseminasi hasil - hasil penelitian Provinsi Gorontalo Publikasi hasil TTG dan Penelitian 1 rekomendasi 125,000,000 APBD Uji Pengembangan pakan ternak Ikan Murah Provinsi Gorontalo Tersedianya Pakan Ternak Ikan Murah bagi peternak ikan sebagai alternatif pakan 1 rekomendasi 200,000,000 APBD 1.2 Program Pengembangan Riset daerah Provinsi Gorontalo Terwujudnya Peningkatan kualitas Pembagunan di Provinsi Gorontalo berbasis Penelitian 6 kajian 755,000,000 APBD Studi Persepsi Masyarakat tentang kinerja Pemprov. Gorontalo Provinsi Gorontalo Tersediannya informasi tentang persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerinta Provinsi Gorontalo 1 dokumen 150,000,000 APBD Kajian Terhadap optimalisasi produksi Tanaman kelapa, jagungdan ternak sapi yang terintegrasi Kab. Gorontalo & Kab. Boalemo Tersediannya pola pengelolaan usaha diversifikasi kelapa, jagung dan ternak sapi yang terintegrasi Gorontalo dan Boalemo 1 dokumen 175,000,000 APBD No Program dan Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Program/Kegiatan Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana Pengembangan kreatifitas ilmiah dan kerja sama penelitian Provinsi Gorontalo Tersosialisasinya hasil - hasil penelitian inovatif kepada masyarakat melalui media informasi dalam bentuk jurnal inovasi Gorontalo 1 dokumen 130,000,000 APBD
133 1.2.4 Pembentukan Konsorsium pusat unggulan Iptek Provinsi Gorontalo Terbentuknya konsorsium Pusat unggulan Iptek di Provinsi Gorontalo berbasis inovasi dan investasi 1 dokumen 150,000,000 APBD Kajian Dampak pertanaman Kelapa bagi masyarakat petani di Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo 1 dokumen 150,000,000 APBD Sekretariat 2.1 Program Peningkatan perencanaan, Monitoring, Provinsi Gorontalo Sinkronisasi program dan kegiatan antara provinsi dan evaluasi dan pelaporan Kabupaten/Kota serta terlaksananya kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun % 1,150,000, ,000,000 APBD Perencanaan, Monitoring, evaluasi dan pelaporan Provinsi Gorontalo Tersusunya laporan perencanaan, monitoring dan evaluasi dan laporan keuangan (Renja, LKIP, LPPD, LKPJ) 100% 200,000,000 APBD Penyusunan anggaran, penatausahaan dan laporan keuangan SKPD Provinsi Gorontalo Tertibnya administrasi pengelolaan keuangan 100% 100,000,000 APBD 2.2 Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Provinsi Gorontalo Terselenggaranya pelayanan administrasi perkantoran yang Prasarana dan SDM Aparatur baik 100% 850,000,000 APBD Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran Provinsi Gorontalo Tertibnya administrasi perkantoran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan BLHRD tahun % 300,000,000 APBD Peningkatan sarana dan prasarana Perkantoran Provinsi Gorontalo Tersedianya sarana dan prasarana perkantoran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tahun % 550,000,000 APBD JUMLAH ANGGARAN 4,630,000,000
Bab II Perencanaan Kinerja
Bab II Perencanaan Kinerja 2.1. Visi Misi Daerah Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Gorontalo seperti tercantum dalam RPJMD Provinsi Gorontalo tahun 2012-2017 adalah Terwujudnya Percepatan Pembangunan
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan
RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015
RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015 BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN (BAPEDAL ) Nomor : / /2014 Banda Aceh, Maret 2014 M Lampiran : 1 (satu) eks Jumadil Awal
Laporan PELAKSANAAN SOSIALISASI ADIWIYATA PROV. GORONTALO TAHUN 2014 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2014
Laporan PELAKSANAAN SOSIALISASI ADIWIYATA PROV. GORONTALO TAHUN 2014 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2014 BIDANG SISTEM INFORMASI LINGKUNGAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAN RISET
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA. Bab II
Bab II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah, setiap satuan kerja perangkat Daerah, SKPD harus menyusun Rencana
PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2015 BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PROBOLINGGO
PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2015 BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PROBOLINGGO PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO Jl. Raya Dringu No. 81 Telp/Fax (0335) 433860 website: www.blh.probolinggokab.go.id - email:
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi Misi SKPD BLHD a. Visi Dalam rangka mewujudkan perlindungan di Sulawesi Selatan sebagaimana amanah Pasal 3 Ung-Ung RI Nomor 32 Tahun
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BAPPEDA
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BAPPEDA 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pencapaian tujuan daerah diawali dengan perumusan perencanaan yang berkualitas.
DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang Landasan Hukum Maksud dan Tujuan...
DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i BAB I. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 2 1.2. Landasan Hukum... 3 1.3. Maksud dan Tujuan... 4 1.4. Sistematika Penulisan... 4 BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN KINERJA RENJA
RENCANA KERJA (RENJA) PEMBANGUNAN DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS
RENCANA KERJA (RENJA) PEMBANGUNAN DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2015 DINAS PU. PENGAIRAN KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah tak henti hentinya kita panjatkan
Ikhtisar Eksekutif TUJUAN PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP
Ikhtisar Eksekutif Pembangunan sistem administrasi modern yang andal, professional, partisipatif serta tanggap terhadap aspirasi masyarakat, merupakan kunci sukses menuju manajemen pemerintahan dan pembangunan
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi Misi SKPD Lingkungan yang baik sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia. Ketersediaan sumber daya alam secara kuantitas
BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN
BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN 5.. Rencana Program dan Kegiatan Program adalah Instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi
BAB I PENDAHULUAN. Renstra Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro merupakan suatu. proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kantor
Renstra 2011-2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Renstra Kota Metro merupakan suatu proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kota Metro selama kurun waktu 5 (lima) tahun secara sistematis
BAB II RENCANA KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II RENCANA KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA Pada Tahun 2015 sesuai RENSTRA Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah bermaksud memfokuskan pencapaian sasaran utama yaitu : 1. Meningkatnya kinerja pengelolaan
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi SKPD Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Misi adalah rumusan umum
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan
RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N
RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N 2 0 1 5 Puji dan syukur kami panjatkan ke Khadirat Allah SWT, atas Rahmat
RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG
RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG PEMERINTAH KOTA PADANG SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG BAGIAN PEMBANGUNAN TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Sebagai tindak lanjut instruksi
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA) KECAMATAN JURAI TAHUN 2018 KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Salido, 2017 Rencana Kerja Kecamatan IV Jurai Tahun 2018 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA Jakarta, 28 Maret 2012 Kepada Nomor : 070 / 1082 / SJ Yth. 1. Gubernur Sifat : Penting 2. Bupati/Walikota Lampiran : Satu berkas di Hal : Pedoman Penyusunan Program
`BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH
`BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH URUSAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP (Urusan Bidang Lingkungan Hidup dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BAPEDAL) Aceh. 2. Realisasi Pelaksanaan
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PRABUMULIH RENCANA KERJA
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PRABUMULIH RENCANA KERJA PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH TAHUN ANGGARAN 2016 BAB I PENDAHULUAN Renja SKPD atau Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan satu dokumen
RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2013
RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA JL. RAYA SOREANG KM. 17 SOREANG TELP. (022) 5897432 2012 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur
BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SUKAMARA
BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SUKAMARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA, Menimbang :
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan BAB III Urusan Desentralisasi
3. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP a. Program dan Kegiatan. Program pokok yang dilaksanakan pada urusan Lingkungan Hidup tahun 2012 sebagai berikut : 1) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan
BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Strategi yang dilaksanakan oleh masing-masing pengelola dalam
BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 6.1 Kesimpulan Strategi yang dilaksanakan oleh masing-masing pengelola dalam mengoptimalkan lokasi obyek pantau, secara umum lebih kepada penguatan tupoksi, dan kewenangan
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA Jakarta, 21 Maret 2011 Kepada, Nomor : 050 / 883 / SJ Yth. 1. Gubernur. Sifat : Penting 2. Bupati/Walikota. Lamp : Satu berkas di - Hal : Pedoman Penyusun Program
KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen perencanaan resmi SKPD yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan publik Satuan Kerja
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1. Rencana Program dan Kegiatan. Program untuk lingkungan hidup adalah sebagai berikut: a) Program Pengembangan
PERUBAHAN RENCANA KERJA
PERUBAHAN RENCANA KERJA TAHUN 2015 BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH NOMOR: 188.4/3235/SET/BLHD TENTANG PENETAPAN PERUBAHAN RENCANA
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi SKPD Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Misi adalah rumusan umum mengenai
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 29 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BANYUMAS
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 29 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANYUMAS, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
LAMPIRAN KEPUTUSAN BUPATI BADUNG NOMOR : 1529/03/HK/2015 TANGGAL : 24 JUNI 2015 TENTANG : PENGESAHAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1. Rencana Program dan Kegiatan. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 lampiran A.VII,
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO, Menimbang : bahwa
ARAH KEBIJAKAN RENCANA INDUK KELITBANGAN OLEH KEPALA BALITBANG PROV. SUMBAR BUKITTINGGI, TANGGAL 25 APRIL 2018
ARAH KEBIJAKAN RENCANA INDUK KELITBANGAN OLEH KEPALA BALITBANG PROV. SUMBAR BUKITTINGGI, TANGGAL 25 APRIL 2018 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT DASAR PENYUSUNAN RIK 1. UU No. 18
BAB I PENDAHULUAN. Page 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Rencana Kerja (Renja) SKPD merupakan dokumen perencanaan dan pendanaan yang berisi program dan kegiatan SKPD sebagai penjabaran dari RKPD dan Renstra SKPD dalam satu
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON
WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CIREBON, Menimbang
VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN
VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi a. Visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) sebagai bagian integral dari Pemerintah Kuantan Singingi
KABUPATEN BADUNG RENCANA KERJA
KABUPATEN BADUNG RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 PROVINSI BALI KEPUTUSAN BUPATI BADUNG NOMOR 1529/03/HK/2015
Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pelalawan 2016 BAB. I PENDAHULUAN
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksanaan Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 39 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
WALIKOTA PAREPAREIKOTA PAREPARE
WALIKOTA PAREPAREIKOTA PAREPARE PERATURAN WALIKOTA PAREPARE NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS BADAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PAREPARE,
GubernurJawaBarat. Jalan Diponegoro Nomor 22 Telepon : (022) Faks. (022) BANDUNG
GubernurJawaBarat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS UNIT DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI JAWA BARAT Menimbang
Rencana Kerja (RENJA ) 2015
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang - Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU-SPPN) yang telah dijabarkan secara teknis dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri
BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN
BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN 5.1. Rencana Program dan Kegiatan Program adalah Instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh
DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH Jalan Kabupaten No. 1 Purwokerto 53115 Telp. 637405 Faxcimile (0281) 637405 KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG TAHUN
KABUPATEN BADUNG RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN BADUNG TAHUN 2010-2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN
PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN
PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2013-2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013
BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2013 2.1 BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 DAN CAPAIAN RENSTRA SAMPAI DENGAN
BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,
1 BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa untuk lebih menjamin ketepatan dan
MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 37 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMANFAATAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2010 MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP Menimbang : a. bahwa
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA) KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMETASI KABUPATEN MUSI RAWAS TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Kita ucapkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan kesempatan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Provinsi Jawa Barat adalah dokumen rencana pembangunan BPMPT untuk periode 1 (satu) tahun yang penyusunannya
PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
1 PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN ANGGARAN 2016
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN ANGGARAN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2017 DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN
BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 26 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANYUMAS,
RENCANA KERJA BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS
RENCANA KERJA BADAN HIDUP DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS (RENJA SKPD) TAHUN 2015 HIDUP MUARA BELITI 2014 i DAFTAR ISI Kulit Muka Daftar Isi... i Daftar Tabel... ii BAB. I PENDAHULUAN... 1 I.1. Latar Belakang...
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA. ii DAFTAR ISI.. vi
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA. ii DAFTAR ISI.. vi BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang. 1 B. Tugas Pokok dan Fungsi... 2 C. Tujuan Penyusunan Perjanjian Kinerja 3 BAB II
REVIEW-INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PRABUMULIH TAHUN
REVIEW-INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PRABUMULIH TAHUN 2013-2018 PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH 2017 INDIKATOR KINERJA UTAMA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PRABUMULIH TAHUN 2015-2018
10 sungai dan 2 danau
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Kondisi Kinerja Indikator Kinerja Program (Outcome) dan Kondisi Kinerja pada Tujuan Sasaran Indikator Sasaran KODE Program dan Kegiatan Awal RPJMD Tahun 2014
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau, yang menjadi salah satu pertimbangan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,
PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN
-1- DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,
-1- PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.74/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016... TENTANG PEDOMAN NOMENKLATUR PERANGKAT DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA YANG MELAKSANAKAN
SLHD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015
E. Kelembagaan 17.1. Profil BPLHD Provinsi DKI Jakarta Sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor 230 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Lingkungan
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Bappeda Kabupaten Lahat dalam mewujudkan pencapaian tata pemerintahan yang baik (good gavernance) dan memenuhi tuntutan serta harapan masyarakat atas
BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU
BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI ROKAN HULU NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ROKAN HULU,
GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA
GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI GORONTALO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
RENCANA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM
PEMERINTAH KABUPATEN SOLOK DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SOLOK Jl. Lintas Sumatera Km 20 Telp. (0755) 31566,Email:[email protected] RENCANA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SOLOK TAHUN 2015 AROSUKA
KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-nya, kami dapat menyelesaikan Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bandung Tahun
BAB II PERENCANAAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN KINERJA B adan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Probolinggo menjalankan amanat Misi Kedua dari RPJMD Kabupaten Probolinggo Tahun 2013 2018 yaitu MEWUJUDKAN MASYARAKAT
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Perencanaan
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Soppeng i
Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Soppeng i KATA PENGANTAR Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Soppeng disingkat Diskominfo adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terbentuk
WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 49 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU
SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 49 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU, Menimbang : bahwa
PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH TAHUN 2005-2025
PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH TAHUN 2005-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS
BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN, KEHUTANAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BANYUMAS DENGAN
RENCANA KERJA TAHUN 2015
RENCANA KERJA TAHUN 2015 SEKRETARIAT DPRD PROVINSI SUMATERA SELATAN JL. KAPTEN A. RIVAI PALEMBANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2015 adalah Rencana Operasional
BAB.III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
BAB.III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi Berdasarkan mandat yang diemban oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan
BAB IV ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUPOKSI
18 BAB IV ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUPOKSI Isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi Kantor Lingkungan Hidup Kota Tegal adalah sebagai berikut : 1. Menurunnya kualitas perairan sungai,
PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG
PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2013-2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PEMERINTAH KABUPATEN MELAWI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MELAWI NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
+- PEMERINTAH KABUPATEN MELAWI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MELAWI NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MELAWI, Menimbang
Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan (2010) Rp (juta) target. target
Tabel 5.1 Rencana, Kegiatan, Kinerja, Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan SKPD Badan Hidup Kabupaten Pelalawan (Satuan Dalam Juta Rupiah) 1.1. Meningkatkan 1.1.1. kinerja Membaiknya pelayanan kinerja
DAFTAR ISI.. KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI.. ii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang. 1 B. Tugas dan Fungsi Bappeda Kota Samarinda. 2 C. Struktur Organisasi Bappeda Kota Samarinda.. 3 BAB II RENCANA STRATEGIS
PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO
SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUKOMUKO,
KEBIJAKAN PROGRAM ADIWIYATA Provinsi Gorontalo Tahun 2014
KEBIJAKAN PROGRAM ADIWIYATA Provinsi Gorontalo Tahun 2014 (Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan) Oleh : Ir. Nontje Lakadjo PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO Badan Lingkungan Hidup dan Riset Daerah (BHLRD)
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL RENCANA KERJA 2017 Rancangan Akhir Rencana Kerja KATA PENGANTAR Bidang kependudukan merupakan salah satu hal pokok dan penting
KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014
KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014 BAPPEDA LITBANG KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 DAFTAR ISI Hal DAFTAR ISI...
Bab I Pendahuluan. Pendahuluan
Bab I Pendahuluan LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA SUNGAI PENUH NOMOR TAHUN 2012 TANGGAL JUNI 2012 Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 (lima)
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
[- BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG P embangunan sektor Peternakan, Perikanan dan Kelautan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Garut dalam kurun waktu tahun 2009 s/d 2013 telah memberikan
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Dalam kerangka pembangunan Good Governance yang berorientasi pada hasil, dan dalam rangka mendukung pencapaian
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.90, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP. Pemanfaatan. DAK. Tahun Anggaran. 2012. Petunjuk Teknis. PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17
PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG
GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013-2018 DENGAN RAHMAT
