Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN
|
|
|
- Yulia Lesmono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 3.1 Latar Belakang Masalah Pesatnya laju perkembangan teknologi telah memberikan dampak yang sangat besar pada kehidupan manusia, tidak terkecuali di bidang komunikasi jarak jauh atau telekomunikasi. Kini dengan canggihnya teknologi yang tersedia, jarak yang jauh tidak lagi menjadi kendala yang berarti. Bahkan dengan mudah kini seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain yang tengah berada di belahan bumi yang lain. Produk-produk teknologi di bidang telekomunikasi seperti telepon genggam, televisi, hingga internet, memiliki andil yang besar dalam membentuk budaya manusia modern. Kemudahan berkomunikasi yang bisa dinikmati tersebut tentu saja tidak terlepas dari penemuan dan pengembangan berbagai teknologi telekomunikasi, salah satunya teknologi radio microwave. Kehadiran sistem radio microwave memiliki peran penting dalam perkembangan teknologi telekomunikasi wireless. Radio microwave yang memiliki lebar pita frekuensi antara 300 MHz hingga 300 GHz, menawarkan bandwidth yang jauh lebih lebar dibandingkan dengan spektrum radio lain yang berada di bawahnya [26]. Karena panjang gelombangnya yang pendek, antena untuk perangkat radio microwave memiliki sudut pancar yang sempit sehingga cocok untuk keperluan komunikasi point-to-point [24]. Sistem radio microwave umumnya diterapakan untuk keperluan komunikasi point-to-point berkapasitas besar seperti untuk broadcasting televisi kabel, komunikasi satelit, hingga sebagai backbone atau backhaul dalam jaringan selular yang menghubungkan BTS-BSC dan BSC-MSC. Bukan hanya untuk keperluan telekomunikasi, selepas perang dunia kedua, teknologi radio microwave terus dikembangkan untuk mentransmisikan daya jarak jauh atau biasa disebut microwave power transmission (MPT) [24]. Sistem radio microwave yang bekerja pada frekuensi tinggi memiliki karakteristik propagasi line-of-sight [25]. Itu berarti agar dapat berkomunikasi, antena dari sepasang stasiun radio microwave harus berada dalam sebuah radiohorizon. Radio-horizon adalah titik propagasi terjauh, jaraknya lebih besar Risan Bagja Pradana NIM
2 daripada optical-horizon yang merupakan jangkauan optis dari penglihatan mata manusia. Di samping kriteria line-of-sight yang harus dipenuhi, faktor lain seperti fresnel zone, multipath propagation, kondisi geografis, hingga kondisi cuaca perlu dipertimbangkan dalam proses perancangan sebuah jaringan radio microwave. Banyaknya faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan, menjadikan tahap perancangan ini menjadi bagian yang penting dalam merealisasikan sebuah jaringan radio microwave yang handal. Ketelitian, kelengkapan data, serta pengetahuan seputar karakteristik propagasi radio microwave mutlak dimiliki oleh seorang perancang. Pada tahun 1950-an, saat jaringan radio microwave mulai digunakan untuk kepentingan umum, tahap perancangan merupakan tahap yang cukup menyita banyak waktu dan tenaga. Pada awal perkembangannya, perancangan jaringan radio microwave sepenuhnya dilakukan secara manual tanpa bantuan komputasi. Saat itu prosesnya sangatlah rumit, seorang perancang jaringan pertama-tama harus membaca data elevasi dari lintasan radio memanfaatkan peta topografi. Kemudian data-data elevasi tersebut diterjemahkan kedalam sebuah sajian grafis berupa kontur permukaan bumi pada selembar profile sheet papper. Menggunakan ilustrasi kontur permukaan bumi tersebut, digambarlah lintasan radio berikut dengan fresnel zone-nya untuk memperkirakan tinggi antena yang ideal. Tidak hanya sampai disitu, seorang perancang pun harus menghitung dan menganalisa berbagai parameter link budget dari lintasan radio tersebut. Proses perancangan jaringan radio microwave secara manual tentu tidaklah efisien. Terlebih dengan kemajuan teknologi di bidang komputasi seharusnya mampu membantu perancang dalam melakukan pekerjaannya. Saat ini telah beredar beberapa aplikasi komputer yang memang dikhususkan untuk membantu perancangan link radio microwave, bahkan diantaranya didistribusikan secara cuma-cuma. Namun sangat disayangkan aplikasi-aplikasi tersebut terutama yang bersifat cuma-cuma tidak memiliki fitur yang lengkap untuk keperluan perancangan seperti redaman vegetasi, redaman akibat hujan, hingga fitur untuk penerapan space diversity. Selain itu umumnya aplikasi-aplikasi yang tersedia tidaklah terintegrasi, perancang tetap harus mendapatkan peta topografi serta data Risan Bagja Pradana NIM
3 teknis perangkat radio microwave dari sistem aplikasi lain yang terpisah. Aplikasi-aplikasi tersebut pun umumnya hanya ditujukan untuk sistem operasi Windows [12][13][14]. Meski begitu, adapula aplikasi yang berbasiskan web sehingga dapat diakses dari berbagai platform tanpa perlu melakukan instalasi. Namun aplikasi berbasis web tersebut sangatlah sederhana, aplikasi tersebut hanya dapat digunakan untuk mengkalkulasi beberapa parameter link budget saja [16][17][18]. Melihat permasalahan tersebut, maka dalam tugas akhir ini penulis akan merealisasikan sebuah sistem aplikasi yang terintegrasi untuk merancang dan mensimulasikan link radio microwave. Dengan sistem aplikasi ini diharapkan berbagai kekurangan yang terdapat pada aplikasi-aplikasi sejenis yang sudah tersedia dapat teratasi, sehingga tahap perancangan link radio microwave menjadi lebih efektif, efisien, dan akurat. 3.2 Pemecahan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan pada Sub-bab 1.1, maka penulis berikhtiar untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah tools untuk membantu perancangan dan simulasi link radio microwave. Adapaun tools yang direalisasikan berupa sebuah sistem aplikasi terintegrasi berbasiskan web. Sistem aplikasi yang dirancang pun memiliki kemampuan untuk menghitung berbagai parameter radio microwave yang jarang ditemui pada aplikasi serupa, seperti redaman vegetasi, redaman akibat hujan, serta faktor peningkatan space diversity. Seperti yang telah diuraikan dalam Sub-bab 1.1, aplikasi untuk perancangan dan simulasi link radio ini bukan merupakan hal yang baru. Saat ini telah tersedia beberapa aplikasi untuk membantu proses perancangan dan simulasi link radio microwave seperti Radio Mobile [12], Pathloss [13], dan Attol Microwave [14]. Bahkan aplikasi yang berbasis web pun sudah tersedia seperti WRI Wireless Calculators [18], RF Link Budget Calculator [16], serta Fresnel Zone Calculator [17]. Beberapa literatur komputasi untuk membantu proses perancangan link radio microwave pun sudah tersedia, salah satunya adalah Professional Path Analysis Using a Spreadsheet [15] yang ditulis oleh James Lawrence, Sr., NCE dari Texas A&M University. Risan Bagja Pradana NIM
4 Program Radio Mobile merupakan program berbasis Windows yang tersedia secara cuma-cuma. Radio Mobile belum terintegrasi sepenuhnya, perancang masih perlu mengunduh data topografi dengan tipe tertentu. Perancang juga harus mencari data teknis perangkat radio microwave dari sistem aplikasi yang terpisah. Radio Mobile pun tidak menyediakan fitur untuk penerapan teknik space diversity, performa lintasan, dan redaman akibat hujan. Aplilkasi Pathloss juga merupakan aplikasi berbasis Windows dan distribusikan secara cuma-cuma. Sama halnya dengan Radio Mobile, Pathloss pun belum terintegrasi dengan data-data topografi serta data teknis dari perangkat radio microwave. Kelebihannya Pathloss sudah dilengkapi dengan fitur penerapan space diversity, redaman vegetasi, redaman hujan, serta beberapa pilihan nilai indeks refraksi yang berbeda. Lain halnya dengan aplikasi Attol Microwave yang merupakan aplikasi berbasis Windows, aplikasi ini merupakan aplikasi untuk perancangan link radio microwave yang paling lengkap. Tidak seperti Radio Mobile ataupun Pathloss, Attol dilengkapi dengan fitur yang lengkap untuk menganalisa link budget, fresnel zone, multipath propagation, serta redaman akibat hujan. Meski sudah terintegrasi dengan data-data teknis perangkat radio microwave, Attol masih membutuhkan aplikasi MapInfo atau ArcView untuk membaca data topografi [14]. Aplikasi Attol pun membutuhkan perangkat komputer berspesifikasi tinggi, setidaknya dibutuhkan komputer bersistem operasi Windows dengan prosesor dual-core dan memori RAM sebesar 2 GB [14]. Selain itu Attol merupakan aplikasi berlisensi yang tidak didistribusikan secara bebas. Sementara itu aplikasi berbasis web yang tersedia untuk keperluan perancangan jaringan radio microwave, terbatas hanya untuk membantu perhitungan beberapa parameter link budget saja. WRI Wireless Calculator hanya mampu untuk mengkalkulasikan: power budget, free space loss, Fresnel zone, dan system performance. Adapun RF Link Budget Calculator dan Fresnel Zone Calculator dari Afar Communication, Inc hanya dapat mengkalkulasikan link budget dan Fresnel zone-nya saja. Dalam publikasinya yang berjudul Professional Path Analysis Using a Spreadsheet, James Lawrence memanfaatkan aplikasi spreadsheet untuk Risan Bagja Pradana NIM
5 menghitung link budget dan mengilustrasikan path profile. Meski hasilnya seakurat dengan menggunakan aplikasi yang dikhususkan untuk perancangan jaringan radio microwave, aplikasi spreadsheet dari James Lawrence masih dinilai kurang efisien. Perancang link radio masih harus meng-input-kan data elevasi dari beberapa titik secara manual. Berbeda dengan aplikasi-aplikasi yang telah tersedia, sistem aplikasi yang direalisasikan oleh penulis merupakan sistem aplikasi yang terpadu. Sistem aplikasi yang direalisasikan memuat berbagai kelengkapan untuk perancangan jaringan radio microwave: kalkulator berbagai parameter link budget, aplikasi untuk merancang dan mensimulasikan link radio microwave, database topografi dan curah hujan, serta database berbagai perangkat radio microwave. 3.3 Perumusan Masalah Pada tugas akhir ini penulis merealisasikan tools tersebut dalam bentuk sebuah sistem aplikasi untuk keperluan perancangan dan simulasi link radio microwave. Berikut adalah pemaparan kriteria atau ketentuan dari tools yang direalisasikan. Tool direalisasikan dalam bentuk sebuah sistem aplikasi terintegrasi yang berbasis web, sehingga tools mudah diakses dari berbagai platform tanpa ada keperluan untuk melakukan instalasi. Fungsi utama dari tool yang direalisasikan adalah untuk merancang dan mensimulasikan link radio microwave. Agar didapat desain link radio yang rinci dan akurat, proses simulasi link radio harus melibatkan berbagai parameter yang berkaitan dengan link budget: jarak, free space loss, redaman vegetasi, received signal level, fade margin, system gain, EIRP (Effective Isotropicalli Radiated Power), fading depth, performa lintasan, peningkatan space diversity, Fresnel Zone pertama, redaman difraksi, serta redaman akibat hujan. 3.4 Tujuan Tugas Akhir Tugas akhir berjudul Desain dan Implementasi Toosl Perancangan dan Simulasi Link Radio Microwave ini memiliki sejumlah tujuan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk merancang dan merelaisasikan: Risan Bagja Pradana NIM
6 sebuah sistem aplikasi terintegrasi berbasis web untuk keperluan perancangan dan simulasi link radio microwave; sebuah sistem aplikasi yang dapat membantu menghitung parameterparameter link budget; dan sebuah sistem aplikasi yang dapat digunakan untuk mengunggah data-data teknis produk radio microwave sehingga mempermudah perancang link radio dalam mencari referensi. 3.5 Batasan Masalah Dalam merealisasikan tool untuk keperluan perancangan dan simulasi link radio microwave ini, penulis menetapkan sejumlah batasan masalah. Tools direalisasikan dalam bentuk sebuah sistem aplikasi berbasiskan web dinamis yang mengkombinasikan kode HTML, PHP serta database relasional MySQL. Parameter-parameter yang dilibatkan dalam simulasi dan analisa link radio meliputi: jarak, free space loss, redaman vegetasi, received signal level, fade margin, system gain, EIRP (Effective Isotropicalli Radiated Power), fading depth, performa lintasan, peningkatan space diversity, Fresnel Zone pertama, redaman difraksi, serta redaman akibat hujan. Sistem aplikasi menggunakan data topografi digital SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) yang dirilis secara bebas oleh NASA [8]. Untuk merealisasikan sebuah sistem aplikasi berbasiskan web dinamis, maka penulis menggunakan paket program XAMPP versi yang di dalamnya terdiri dari web server Apache versi , PHP versi 5.3.8, serta database MySQL versi Hasil simulasi dari tools yang direalisasikan, diuji dengan cara dibandingkan dengan hasil perhitungan manual dan hasil simulasi pada aplikasi Radio Mobile dan Pathloss; data simulasi tersebut diperoleh dari laporan tugas akhir mata kuliah Siskomrad tahun 2011 dan 2012 [9][10][11]. Risan Bagja Pradana NIM
7 3.6 Manfaat yang Diharapkan Adapun manfaat yang diharapkan penulis dapat tercapai dari penyelesaian tugas akhir ini adalah: membantu para perancang link radio dalam melakukan perancangan dan simulasi link radio microwave; membantu para perancang link radio untuk membuat suatu rancangan link radio microwave yang akurat dan reliable; mempersingkat waktu serta meminimalisir ketidaktelitian yang kerap terjadi pada perancangan link radio secara manual; menyediakan tools untuk keperluan perancangan dan simulasi link radio microwave yang handal, terintegrasi, serta mudah untuk digunakan; memudahkan para perancang link radio dalam memilih dan mencari referensi data teknis perangkat-perangkat radio microwave. Risan Bagja Pradana NIM
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Tools untuk membantu proses perancangan dan simulasi link radio microwave bukanlah suatu hal yang baru. Saat ini telah tersedia beberapa
ANALISIS LINK BUDGET PADA PEMBANGUNAN BTS ROOFTOP CEMARA IV SISTEM TELEKOMUNIKASI SELULER BERBASIS GSM
ANALISIS LINK BUDGET PADA PEMBANGUNAN BTS ROOFTOP CEMARA IV SISTEM TELEKOMUNIKASI SELULER BERBASIS GSM Kevin Kristian Pinem, Naemah Mubarakah Konsentrasi Teknik Telekomunikasi, Departement Teknik Elektro
Analisa Perencanaan Power Link Budget untuk Radio Microwave Point to Point Frekuensi 7 GHz (Studi Kasus : Semarang)
Analisa Perencanaan Power Link Budget untuk Radio Microwave Point to Point Frekuensi 7 GHz (Studi Kasus : Semarang) Subuh Pramono Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Semarang E-mail : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. ke lokasi B data bisa dikirim dan diterima melalui media wireless, atau dari suatu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transmisi merupakan suatu pergerakan informasi melalui sebuah media jaringan telekomunikasi. Transmisi memperhatikan pembuatan saluran yang dipakai untuk mengirim
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Komunikasi Point to Point Komunikasi point to point (titik ke titik ) adalah suatu sistem komunikasi antara dua perangkat untuk membentuk sebuah jaringan. Sehingga dalam
BAB III PERENCANAAN MINILINK ERICSSON
BAB III PERENCANAAN MINILINK ERICSSON Tujuan utama dari perancangan Minilink Ericsson ini khususnya pada BTS Micro Cell adalah merencanakan jaringan Microwave untuk mengaktifkan BTS BTS Micro baru agar
DESAIN DAN IMPLEMENTASI TOOLS UNTUK PERANCANGAN DAN SIMULASI LINK RADIO MICROWAVE
DESAIN DAN IMPLEMENTASI TOOLS UNTUK PERANCANGAN DAN SIMULASI LINK RADIO MICROWAVE Design and Implementation of Planning and Simulation Tools for Microwave Radio Link Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian
ANALISIS COVERAGE AREA WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) b DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RADIO MOBILE
ANALISIS COVERAGE AREA WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) 802.11b DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RADIO MOBILE Dontri Gerlin Manurung, Naemah Mubarakah Konsentrasi Teknik Telekomunikasi, Departemen Teknik
BAB I PENDAHULUAN. dihasilkan oleh adanya penempatan BTS (Base Tranceiver Station) untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi selular terus mengalami perkembangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dorongan bagi berkembangnya komunikasi bergerak terkait
SIMULASI LINK BUDGET PADA KOMUNIKASI SELULAR DI DAERAH URBAN DENGAN METODE WALFISCH IKEGAMI
SIMULASI LINK BUDGET PADA KOMUNIKASI SELULAR DI DAERAH URBAN DENGAN METODE WALFISCH IKEGAMI Zulkha Sarjudin, Imam Santoso, Ajub A. Zahra Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
BAB II PEMODELAN PROPAGASI. Kondisi komunikasi seluler sulit diprediksi, karena bergerak dari satu sel
BAB II PEMODELAN PROPAGASI 2.1 Umum Kondisi komunikasi seluler sulit diprediksi, karena bergerak dari satu sel ke sel yang lain. Secara umum terdapat 3 komponen propagasi yang menggambarkan kondisi dari
ANALISIS PERHITUNGAN FRESNEL ZONE WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RADIO MOBILE
ANALISIS PERHITUNGAN FRESNEL ZONE WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RADIO MOBILE Agita Korinta Tarigan, Naemah Mubarakah Konsentrasi Teknik Telekomunikasi, Departemen Teknik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terkait dengan pembangunan e-government, kalangan pemerintah daerah (pemda) seringkali menemui kendala terbatasnya sarana komunikasi di wilayahnya. Banyak faktor
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PERENCANAAN LINK MICROWAVE Tujuan utama dari perencanaan link microwave adalah untuk memastikan bahwa jaringan microwave dapat beroperasi dengan kinerja yang tinggi pada segala
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Antena merupakan suatu bagian yang mutlak diperlukan dalam sistem
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Antena merupakan suatu bagian yang mutlak diperlukan dalam sistem komunikasi radio. Dalam dunia telekomunikasi antena didefinisikan sebagai struktur yang berfungsi
Pengukuran Coverage Outdoor Wireless LAN dengan Metode Visualisasi Di. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Pengukuran Coverage Outdoor Wireless LAN dengan Metode Visualisasi Di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Eki Ahmad Zaki Hamidi, Nanang Ismail, Ramadhan Syahyadin Jurusan Teknik Elektro
ANALISIS LINK BUDGET UNTUK KONEKSI RADIO WIRELESS LOCAL AREA NETWORK ANTARA UNIVERSITAS RIAU PANAM DAN UNIVERSITAS RIAU GOBAH
ANALISIS LINK BUDGET UNTUK KONEKSI RADIO WIRELESS LOCAL AREA NETWORK ANTARA UNIVERSITAS RIAU PANAM DAN UNIVERSITAS RIAU GOBAH Rama Fadilah, Febrizal, Anhar Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Power control pada sistem CDMA adalah mekanisme yang dilakukan untuk mengatur daya pancar mobile station (MS) pada kanal uplink, maupun daya pancar base station
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Dua unit komputer 2. Path Profile 3. Kalkulator 4. GPS 5. Software D-ITG
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 5. Hasil Perhitungan Link Budget
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Perancangan dan Analisa 1. Perancangan Ideal Tabel 5. Hasil Perhitungan Link Budget FSL (db) 101,687 Absorption Loss (db) 0,006 Total Loss 101,693 Tx Power (dbm) 28 Received
SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 2/Mei 2014
ANALISIS LINK BUDGET UNTUK KONEKSI RADIO WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) 802.11B DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI RADIO MOBILE (STUDI KASUS PADA JALAN KARTINI SIANTAR AMBARISAN) Fenni A Manurung, Naemah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi informasi yang berkembang pesat telah membawa dunia memasuki era informasi yang lebih cepat. Salah satu kemajuan teknologi informasi yang saat ini telah
Kata Kunci : Radio Link, Pathloss, Received Signal Level (RSL)
Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISIS KEKUATAN DAYA RECEIVE SIGNAL LEVEL(RSL) MENGGUNAKAN PIRANTI SAGEM LINK TERMINAL DI PT PERTAMINA EP REGION JAWA Oleh : Hanief Tegar Pambudhi L2F006045 Jurusan Teknik
TEKNIK DIVERSITAS. Sistem Transmisi
TEKNIK DIVERSITAS Sistem Transmisi MENGAPA PERLU DIPASANG SISTEM DIVERSITAS PARAMETER YANG MEMPENGARUHI : AVAILABILITY Merupakan salah satu ukuran kehandalan suatu Sistem Komunikasi radio, yaitu kemampuan
BAB IV ANALISA PERFORMANSI BWA
BAB IV ANALISA PERFORMANSI BWA 4.1 Parameter Komponen Performansi BWA Berikut adalah gambaran konfigurasi link BWA : Gambar 4.1. Konfigurasi Line of Sight BWA Berdasarkan gambar 4.1. di atas terdapat hubungan
BAB I PENDAHULUAN. memperoleh informasi baik dari manusia maupun dunia maya semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Komunikasi merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. untuk memperoleh informasi baik dari manusia maupun dunia maya semakin meningkat, sehingga manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada sistem CDMA pengendalian daya baik pada Mobile Station (MS) maupun Base Station (BS) harus dilakukan dengan baik mengingat semua user pada CDMA mengggunakan
BAB III SISTEM JARINGAN TRANSMISI RADIO GELOMBANG MIKRO PADA KOMUNIKASI SELULER
BAB III SISTEM JARINGAN TRANSMISI RADIO GELOMBANG MIKRO PADA KOMUNIKASI SELULER 3.1 Struktur Jaringan Transmisi pada Seluler 3.1.1 Base Station Subsystem (BSS) Base Station Subsystem (BSS) terdiri dari
SKRIPSII BOLIC DISUSUN OLEH: JURUSAN
SKRIPSII ANALISIS PENGARUH DIAMETER DAN BAHAN TERHADAP PENERIMAAN SINYAL ANTENAA WAJAN BOLIC DISUSUN OLEH: NAMA : ARIA HENDRAWAN NIM : 20040120023 JURUSAN TEKNIKK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan adalah dengan melakukan pengukuran interference test yaitu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.. Rancangan Penelitian Penelitian ini bersifat pengamatan aktual. Metoda penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran interference test yaitu scan frekuensi
TEKNOLOGI WiMAX untuk Komunikasi Digital Nirkabel Bidang
TEKNOLOGI WiMAX untuk Komunikasi Digital Nirkabel Bidang Lebar Oleh : Thomas Sri Widodo Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2008 Hak Cipta 2008 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak
BAB III PROPAGASI GELOMBANG RADIO GSM. Saluran transmisi antara pemancar ( Transmitter / Tx ) dan penerima
BAB III PROPAGASI GELOMBANG RADIO GSM Saluran transmisi antara pemancar ( Transmitter / Tx ) dan penerima (Receiver / Rx ) pada komunikasi radio bergerak adalah merupakan line of sight dan dalam beberapa
BAB IV PERENCANAAN JARINGAN TRANSMISI GELOMBANG MIKRO PADA LINK SITE MRANGGEN 2 DENGAN SITE PUCANG GADING
BAB IV PERENCANAAN JARINGAN TRANSMISI GELOMBANG MIKRO PADA LINK SITE MRANGGEN 2 DENGAN SITE PUCANG GADING 4.1 Analisa Profil Lintasan Transmisi Yang di Rencanakan Jaringan Transmisi Gelombang mikro yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Antena mikrostrip..., Slamet Purwo Santosa, FT UI., 2008.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Antena mikrostrip saat ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi telekomuniasi. Hal ini dikarenakan antena ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya: bentuknya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini telepon selular sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kehidupan manusia sehari-hari. Penggunaan telepon selular sudah melingkupi masyarakat
PERANCANGAN JARINGAN TRANSMISI GELOMBANG MIKRO PADA LINK SITE MRANGGEN 2 DENGAN SITE PUCANG GADING
PERANCANGAN JARINGAN TRANSMISI GELOMBANG MIKRO PADA LINK SITE MRANGGEN 2 DENGAN SITE PUCANG GADING Said Attamimi 1,Rachman 2 1,2 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana, Jakarta,
BAB 2 PERENCANAAN CAKUPAN
BAB 2 PERENCANAAN CAKUPAN 2.1 Perencanaan Cakupan. Perencanaan cakupan adalah kegiatan dalam mendesain jaringan mobile WiMAX. Faktor utama yang dipertimbangkan dalam menentukan perencanaan jaringan berdasarkan
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN ANALISA. radio IP menggunakan perangkat Huawei radio transmisi microwave seri 950 A.
76 BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN ANALISA Pada Bab IV ini akan disajikan hasil penelitian analisa performansi kinerja radio IP menggunakan perangkat Huawei radio transmisi microwave seri 950 A. Pada penelitian
PERANCANGAN JALUR GELOMBANG MIKRO 13 GHz TITIK KE TITIK AREA PRAWOTO UNDAAN KUDUS Al Anwar [1], Imam Santoso. [2] Ajub Ajulian Zahra [2]
PERANCANGAN JALUR GELOMBANG MIKRO 13 GHz TITIK KE TITIK AREA PRAWOTO UNDAAN KUDUS Al Anwar [1], Imam Santoso. [2] Ajub Ajulian Zahra [2] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
BAB III METODE PERENCANAAN
BAB III METODE PERENCANAAN 3.1 PRINSIP PERANCANGAN MICROWAVE LINK Kondisi iklim tidak dapat diprediksi secara akurat, namun jika telah dilakukan pengamatan terhadap perubahan iklim selama beberapa tahun,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih menuntut adanya komunikasi yang tidak hanya berupa voice, tetapi juga berupa data bahkan multimedia. Dengan munculnya
Sistem Transmisi KONSEP PERENCANAAN LINK RADIO DIGITAL
Sistem Transmisi KONSEP PERENCANAAN LINK RADIO DIGITAL PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI RADIO, MELIPUTI : * Perencanaan Link Radio (radio( link design) * Perencanaan Sub-sistem Radio (equipment( design) *
Radio dan Medan Elektromagnetik
Radio dan Medan Elektromagnetik Gelombang Elektromagnetik Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat, Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa
BAB II CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (CDMA) CDMA merupakan singkatan dari Code Division Multiple Access yaitu teknik
BAB II CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (CDMA) 2.1 Pengenalan CDMA CDMA merupakan singkatan dari Code Division Multiple Access yaitu teknik akses jamak (multiple access) yang memisahkan percakapan dalam domain
Materi II TEORI DASAR ANTENNA
Materi II TEORI DASAR ANTENNA 2.1 Radiasi Gelombang Elektromagnetik Antena (antenna atau areal) adalah perangkat yang berfungsi untuk memindahkan energi gelombang elektromagnetik dari media kabel ke udara
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pendahuluan Pengertian sistem jaringan komunikasi Radio Gelombang Mikro yang paling sederhana adalah saling berkomunikasinya antara titik A dan titik B dengan menggunakan perangkat
Istilah istilah umum Radio Wireless (db, dbm, dbi,...) db (Decibel)
Istilah istilah umum Radio Wireless (db, dbm, dbi,...) db (Decibel) Merupakan satuan perbedaan (atau Rasio) antara kekuatan daya pancar signal. Penamaannya juga untuk mengenang Alexander Graham Bell (makanya
Dukungan yang diberikan
PERKEMBANGAN KOMUNIKASI DATA NIRKABEL Pertengahan abad 20, teknologi nirkabel berkembang pesat, diimplementasikan dalam bentuk teknologi radio, televisi, telepon mobil, dll. Komunikasi lewat sistem satelit
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini perkembangan jaringan komputer sangat pesat dan popular, sehingga jaringan komputer sering digunakan untuk menghubungkan komunikasi di area gedung, kantor,
BAB III. IMPLEMENTASI WiFi OVER PICOCELL
21 BAB III IMPLEMENTASI WiFi OVER PICOCELL 3. 1 Sejarah Singkat Wireless Fidelity Wireless fidelity (Wi-Fi) merupakan teknologi jaringan wireless yang sedang berkembang pesat dengan menggunakan standar
I. PENDAHULUAN TNI AU. LATAR BELAKANG Perkembangan Teknologi Komunikasi. Wireless : bandwidth lebih lebar. Kebutuhan Sarana Komunikasi VHF UHF SBM
Desain Perencanaan Radio Link untuk Komunikasi Data Radar S a t u a n R a d a r 2 4 2 T W R d e n g a n K o m a n d o S e k t o r P e r t a h a n a n U d a r a N a s i o n a l I V B i a k R a d i o L i
Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi, IT Telkom Jl. D. I. Panjaitan No. 128, Purwokerto, *
ANALISA PERENCANAAN KAPASITAS JARINGAN TRANSPORT OPERATOR X UNTUK MENDUKUNG PROYEK ROLL OUT AREA JOMBANG RAWA PLANNING ANALYSIS TRANSPORT NETWORK CAPACITY X OPERATOR TO SUPPORT ROLL OUT PROJECT JOMBANG
ANALISIS UNJUK KERJA RADIO IP DALAM PENANGANAN JARINGAN AKSES MENGGUNAKAN PERANGKAT HARDWARE ALCATEL-LUCENT 9500 MICROWAVE PACKET RADIO (MPR)
ANALISIS UNJUK KERJA RADIO IP DALAM PENANGANAN JARINGAN AKSES MENGGUNAKAN PERANGKAT HARDWARE ALCATEL-LUCENT 9500 MICROWAVE PACKET RADIO (MPR) Syarifah Riny Rahmaniah 1), Fitri Imansyah 2), Dasril 3) Program
ANALISA INTERFERENSI FM TERHADAP LINK TRANSMISI SATELIT INTERMEDIATE DATA RATE
TUGAS AKHIR ANALISA INTERFERENSI FM TERHADAP LINK TRANSMISI SATELIT INTERMEDIATE DATA RATE Tugas Akhir Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Disusun Oleh : Nama : Meiza Andina
BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 18 BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 3.1 Konsep Perencanaan Sistem Seluler Implementasi suatu jaringan telekomunikasi di suatu wilayah disamping berhadapan dengan
Dasar Sistem Transmisi
Dasar Sistem Transmisi Dasar Sistem Transmisi Sistem transmisi merupakan usaha untuk mengirimkan suatu bentuk informasi dari suatu tempat yang merupakan sumber ke tempat lain yang menjadi tujuan. Pada
DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI
DTG1E3 DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI Klasifikasi Sistem Telekomunikasi By : Dwi Andi Nurmantris Dimana Kita? Dimana Kita? BLOK SISTEM TELEKOMUNIKASI Message Input Sinyal Input Sinyal Kirim Message Output
BAB IV ANALISA HASIL PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
BAB IV ANALISA HASIL PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI IV.1 Analisa Planning Pada pekerjaan planning akan kami analisa beberapa plan yang sudah kami hitung pada bab sebelumnya yaitu path profile, RSL (Received
LINK BUDGET. Ref : Freeman FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO
LINK BUDGET Ref : Freeman 1 LINK BUDGET Yang mempengaruhi perhitungan Link Budget adalah Frekuensi operasi (operating frequency) Spektrum yang dialokasikan Keandalan (link reliability) Komponen-komponen
BAB I PENDAHULUAN. segala sesuatu dapat dilakukan dengan se-efisien mungkin. Sama halnya dengan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan suatu faktor penunjang perkembangan zaman. Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi maka segala sesuatu dapat dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. dan dengan siapa saja. Teknologi wireless merupakan teknologi yang dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan berkembangnya teknologi informasi saat ini, manusia memerlukan teknologi telekomunikasi untuk saling bertukar informasi di mana saja, kapan saja dan dengan siapa
Survei Topografi dalam Penentuan Line of Sight (LoS) BTS (Base Transceiver Station)
Survei Topografi dalam Penentuan Line of Sight (LoS) BTS (Base Transceiver Station) Arief Laila Nugraha, Bambang Sudarsono *) Abstract Base Transceiver Station (BTS) represent one of appliance of supporter
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Spektrum frekuensi merupakan salah satu sumber daya yang terbatas, sangat vital dan merupakan aset nasional yang memerlukan kehati-hatian dalam mengaturnya. Kemajuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan membuat jaringan WLAN dan penempatan Access Point sesuai dengan keadaan bangunan yang berada di gedung
KISI KISI PROFESIONAL UKG 2015 TEKNIK TRANSMISI TELEKOMUNIKASI. Indikator Esensial/ Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) a b c d e
KISI KISI PROFESIONAL UKG 2015 TEKNIK TRANSMISI TELEKOMUNIKASI No Kompetensi Utama STANDAR KOMPETENSI GURU Indikator Esensial/ KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU PAKET KEAHLIAN Indikator Pencapaian Kompetensi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Telekomunikasi adalah salah satu bidang yang memegang peranan penting di abad ini. Dengan telekomunikasi orang bisa saling bertukar informasi satu dengan yang lainnya.
PERENCANAAN JARINGAN VSAT TDMA DI WILAYAH AREA JAYAPURA TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JARINGAN VSAT TDMA DI WILAYAH AREA JAYAPURA TUGAS AKHIR Oleh ARI PRABOWO 06 06 04 229 2 DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA GENAP 2007/2008 PERENCANAAN JARINGAN
KOMUNIKASI DATA ST014 Komunikasi data nirkabel dan topologi jaringan
KOMUNIKASI DATA ST014 Komunikasi data nirkabel dan topologi jaringan S1 Teknik Informatika DOSEN PENGAMPU : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs Joko Dwi Santoso, M.Kom Naskan, S.Kom Rico Agung F., S.Kom Rikie
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berikut tahapan penelitian yang dilakukan: 1. Menentukan kebutuhan data yang akan digunakan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian yaitu tahapan yang akan dilakukan peneliti untuk mempermudah dalam melakukan penelitian. Desain penelitian rancang bangun aplikasi
ANALISIS MODEL PROPAGASI PATH LOSS SEMI- DETERMINISTIK UNTUK APLIKASI TRIPLE BAND DI DAERAH URBAN METROPOLITAN CENTRE
ANALISIS MODEL PROPAGASI PATH LOSS SEMI- DETERMINISTIK UNTUK APLIKASI TRIPLE BAND DI DAERAH URBAN METROPOLITAN CENTRE Nining Triana, Maksum Pinem Konsentrasi Teknik Telekomunikasi, Departemen Teknik Elektro
BAB I PENDAHULUAN. wireless dimana transmisi sinyal tanpa menggunakan perantara konduktor / wire.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam komunikasi radio, pengiriman dan penerimaan data dilakukan melalui transmisi ruang udara bebas. Sistem ini disebut juga sebagai teknologi komunikasi wireless
Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom BANDUNG, 2012
PENGENALAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI Modul : 06 Media Transmisi Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom BANDUNG, 2012 1 2 3 Konfigurasi Sistem Transmisi Sistem
TUGAS MAKALAH KOMUNIKASI SATELIT. Teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT)
TUGAS MAKALAH KOMUNIKASI SATELIT Teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT) Disusun Oleh : Tommy Hidayat 13101110 S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO 2017
PENGARUH SPACE DIVERSITY TERHADAP PENINGKATAN AVAILABILITY PADA JARINGAN MICROWAVE LINTAS LAUT DAN LINTAS PEGUNUNGAN
PENGARUH SPACE DIVERSITY TERHADAP PENINGKATAN AVAILABILITY PADA JARINGAN MICROWAVE LINTAS LAUT DAN LINTAS PEGUNUNGAN THE INFLUENCE OF SPACE DIVERSITY ON INCREASING AVAILABILITY IN ACROSS THE SEA AND MOUNTAINS
Berikut langkah-langkah penelitian yang dilakukan: 1. Menentukan kebutuhan data yang akan digunakan.
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pada bab ini akan dipaparkan skema umum penelitian yang dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian ini terdapat dua
Jurnal ECOTIPE, Volume 1, No.2, Oktober 2014 ISSN
Analisa Pengaruh Interferensi Terhadap Availability pada Jaringan Transmisi Microwave Menggunakan Software PATHLOSS 5.0 Studi Kasus di PT. Alita Praya Mitra Alfin Hikmaturrokhman 1, Eka Wahyudi 2, Hendri
Rancang Bangun Model Komputasi Perambatan Gelombang Radio Tiga Dimensi menggunakan Metode UTD Modifikasi
Rancang Bangun Model Komputasi Perambatan Gelombang Radio Tiga Dimensi menggunakan Metode UTD Modifikasi Dodi Sudiana 1), Dwi Putri P. 1), Arman Djohan Diponegoro 1) Departemen Teknik Elektro FTUI, Kampus
SURVEI TOPOGRAFI UNTUK MENENTUKAN GARIS TAMPAK PANDANG BASE TRANSCEIVER STATION (BTS)
SURVEI TOPOGRAFI UNTUK MENENTUKAN GARIS TAMPAK PANDANG BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) Arief Laila Nugraha, Bambang Sudarsono *) Abstract Base Transceiver Station (BTS) representation one of appliance of
Perancangan Sistem Komunikasi Radio Microwave Antara Onshore Dan Offshore Design of Microwave Radio Communication System Between Onshore and Offshore
Perancangan Sistem Komunikasi Radio Microwave Antara Onshore Dan Offshore Design of Microwave Radio Communication System Between Onshore and Offshore Pompom Jubaedah* dan Heru Abrianto** *Design Engineer
BAB I PENDAHULUAN. Semakin cepat waktu yang ditempuh maka semakin pendek pula jalur yang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada dasarnya manusia membutuhkan waktu untuk mencapai suatu tujuan. Semakin cepat waktu yang ditempuh maka semakin pendek pula jalur yang ditempuh. Hal ini menunjukkan
BAB II LANDASAN TEORI. II. 1. Jenis dan Standar dari Wireless Local Area Network
5 BAB II LANDASAN TEORI II. 1. Jenis dan Standar dari Wireless Local Area Network Wireless Local Area Network (WLAN) merupakan salah satu teknologi alternatif yang relatif murah dibandingkan dengan menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Konfigurasi Sirkuit Directional Coupler
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Satelit merupakan salah satu teknologi yang tepat digunakan pada Negara kepulauan, seperti Indonesia. Banyaknya daerah-daerah terpencil yang jauh dari kota besar membutuhkan
Perancangan Jalur Gelombang Mikro 13 Ghz Titik Ke Titik Area Prawoto Undaan Kudus
Perancangan Jalur Gelombang Mikro 13 Ghz Titik Ke Titik Area Prawoto Undaan Kudus Imam Santoso Ajub Ajulian Zahra Al Anwar Abstract: In communication systems, transmission lines have the important role
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan BTS (Base Transceiver Station) untuk jaringan WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) atau jaringan generasi ketiga (3G) dari GSM (Global System
FADING REF : FREEMAN FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO 1
FADING REF : FREEMAN 1 Pantulan Bumi Gel radio yg datang dipermukaan bumi tidak dipantulkan oleh titik tetapi oleh wilayah permukaan bumi yg cukup luasnya. Daerah pantulan bias melingkupi wilayah beberapa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wimax adalah pilihan tepat saat ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi yang cepat dan mudah di akses kapanpun dimanapun. WiMAX (Worldwide
1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1. PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang pengajuan topik tugas akhir, perumusan masalah berdasarkan latar belakang, tujuan yang merupakan jawaban dari perumusan masalah,
Transmisi Signal Wireless. Pertemuan IV
Transmisi Signal Wireless Pertemuan IV 1. Panjang Gelombang (Wavelength) Adalah jarak antar 1 ujung puncak gelombang dengan puncak lainnya secara horizontal. Gelombang adalah sinyal sinus. Sinyal ini awalnya
[Type the document title]
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem perangkat pemancar dan penerima saat ini memiliki kendala yaitu banyaknya multipath fading. Multipath fading adalah suatu fluktuasi daya atau naik turun nya
Makalah Seminar Tugas Akhir PENINGKATAN KAPASITAS SEL CDMA DENGAN METODE PARTISI SEL
Makalah Seminar Tugas Akhir PENINGKATAN KAPASITAS SEL CDMA DENGAN METODE PARTISI SEL Aksto Setiawan [1], Imam Santoso, ST, MT [2], Ajub Ajulian Zahra, ST, MT [2] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
SISTEM KOMUNIKASI SATELIT PERBANDINGAN PERHITUNGAN LINK BUDGET SATELIT DENGAN SIMULASI SOFTWARE DAN MANUAL
T U G A S SISTEM KOMUNIKASI SATELIT PERBANDINGAN PERHITUNGAN LINK BUDGET SATELIT DENGAN SIMULASI SOFTWARE DAN MANUAL Oleh: Aulya Rahman 11221708 Irfan Irawan 11221718 STRATA - 1 / FTI TEKNIK ELEKTRO TELEKOMUNIKASI
PERFORMA TRANSMISI DAN PROPAGASI RADIO PADA JARINGAN WLAN
Faktor Exacta Vol. 5 No. 4: 317-33 PERFORMA TRANSMISI DAN PROPAGASI RADIO PADA JARINGAN WLAN NOVY HAPSARI Program Studi Teknik Elektro, Institut Teknologi Indonesia Jl. Raya Puspiptek Serpong, Tangerang
