BAB 2 DESKRIPSI PROYEK
|
|
|
- Ratna Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 DESKRIPSI PROYEK 2.1 Terminologi Judul Terminologi judul adalah pembahasan mengenai pengertian dan makna dari sebuah kata judul agar bisa dipahami tujuan ataupun sasarannya. Adapun judul dari proyek ini adalah Tech Design Expo adalah Tech/Technology : Teknologi adalah penggunaan dan pengetahuan tentang alat-alat, teknik, kerajinan, sistem atau metode organisasi untuk memecahkan masalah atau membuat perspektif artistik. Design : Desain merupakan perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur. Expo : Expo yang berasal dari kata Éxpose yang artinya menampilkan, Expo pada proyek ini merupakan venue untuk pameran/festival. Dari pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa Tech Design Expo merupakan bangunan dengan fungsi utama untuk festival/exhibition perancangan atau pembuatan alat-alat/sistem (teknologi) baru Tinjauan Proyek Tinjauan Proyek meliputi deskripsi proyek, lokasi proyek, kegiatan pemakai dan pengunjung,dan studi banding Deskripsi Proyek Tech Design Expo merupakan bangunan komersil yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat pameran atau exhibition barang-barang teknologi yang sifat pemakaiannya insidental, artinya kegiatan yang dapat diwadahi tidak secara rutin diselenggarakan. Bangunan ini menyelenggarakan pameran utama yang sudah menjadi ketetapan pemerintah yaitu Kementrian Riset Dan Teknologi Republik Indonesia,yaitu Ritech atau Research, Inovation Technology yang diselengarakan setiap setahun sekali untuk memperingati HAKTEKNAS (Hari Kebangkitan
2 Teknologi Nasioal). Kegiatan ini sudah menjadi program pemerintah ( Departemen Riset dan Teknologi ) dan Sumatera Utara yaitu Medan masuk kedalam program tersebut. Bangunan Tech Design Expo juga memiliki kegiatan yang akan dilakukan secara rutin yaitu workshop dan kegiatan usaha penjualan barang-barang teknologi yang diwadahi dengan adanya retail. Kegiatan workshop akan dilaksanakan oleh peneliti yang sesuai dengan bidangnya. Untuk pembagian ruang pada fungsi workshop akan dibagi menjadi lima bagian yaitu komunikasi, informasi, industri, transportasi, dan digital. Tidak hanya ritech yang akan diselenggarakan di Tech Design Expo ini, kegiatan lain seperti dari pihak swasta maupun ajang pameran yang bersifat Internasional juga akan diselenggarakan di Tech Design Expo ini. Maka dari itu pemerintah bekerjasama dengan swasta akan mendanai proyek ini dan sama-sama mengelolanya. Selain dengan swasta, pemerintah juga mengadakan kerjasama antar departemen. Contohnya saja, Departemen Ristek dengan Departemen Perindustrian dan departemen lainnya. Dengan adanya kerjasama ini maka pemilihan site proyek juga harus bersifat profit baik itu terhadap lingkungan sekitarnya. Lembaga yang mengurus Tech Design Expo ini yaitu LIPI ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ), BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ), dan BTC ( Business Technology Center ). Selain fungsi utama, Tech Design Expo juga memiliki fungsi penunjang seperti foodcourt, open space yang dilengkapi dengan sarana teknologi sehingga pengunjung akan ramai datang ke expo ini ( rekreatif ), dan retail yang disediakan yang berfugsi sebagai tempat penjualan dan servis, serta ruang seminar Lokasi a. Tinjauan Pemilihan Kota Medan Pemilihan lokasi kota Medan untuk Tech Design Expo: Medan merupakan kota menuju metropolitan, kota terbesar ke-3 di Indonesia, dan ibukota Propinsi Sumatera Utara, sehingga menjadikannya pusat kegiatan di Sumatera Utara.
3 Adanya fasilitas bandara taraf internasional sehingga menyebabkan seiringnya dikunjungi wisatawan mancanegara. Adanya transportasi darat yang baik menuju kota Medan. Tingkat ekonomi dan sosial budaya yang cukup tinggi. b. Kriteria Pemilihan Lokasi Sebagai sebuah bangunan publik, untuk lapisan masyarakat menengah ke atas, hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih lokasi yang mendukung keberadaan Tech Design Expo beserta fasilitas pendukungnya tersebut, yaitu : Lokasi merupakan daerah wilayah pengembangan. Berada tidak jauh dari pusat kota. Dapat dicapai dengan mudah dari berbagai tempat diseputaran kota Medan, dan transportasi menuju ke lokasi lancar. Lokasi dekat dengan fasilitas pendukung seperti rumah sakit, pusat pendidikan, maupun fasilitas akomodasi. Memiliki arus lalu lintas dan tingkat kebisingan yang rendah. Tidak berada pada kawasan perindustrian. Berdasarkan RUTRK, Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan disesuaikan menjadi 5 Wilayah Pengembangan Pembangunan ( WPP ), yaitu: Tabel 2.1. RUTRK Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan W P P A Kecamatan M. Belawan M. Marelan M. Labuhan Pusat Pengembangan Belawan B M. Deli Tanjung Mulia Peruntukkan Wilayah Pelabuhan,industri, permukiman, rekreasi maritime. Perkantoran, perdagangan, rekreasi indoor, permukiman. Program Kegiatan Pembangunan Jalan baru, jaringan air minum, septic tank, sarana pendidikan dan permukiman. Jalan baru, jaringan air minum,pembuang an sampah, sarana pendidikan.
4 C D E M. Timur M. Perjuangan M. Tembung M. Area M. Denai M. Amplas M. Johor M. Baru M. Kota M. Maimoon M. Polonia M. Barat M. Helvetia M. Petisah M. Sunggal M. Selayang M. Tuntungan Aksara Pusat Kota Sei Sikambing Permukiman, perdagangan, rekreasi. CBD, pusat pemerintahan, hutan kota, pusat pendidikan, perkantoran, rekreasi indoor, permukiman. Permukiman, perkantoran, perdagangan, konservasi, rekreasi, lapangan golf dan hutan kota. Sambungan air minum,septic tank, jalan baru, rumah permann, sarana pendidikan dan kesehatan. Perumahan permanent,penang anan sampah, sarana pendidikan. Sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, sarana pendidikan dan kesehatan. Seperti terlihat pada tabel dan berdasarkan RUTRK, WPP E merupakan wilayah yang cocok untuk lokasi site Tech Design Expo ini. Karena wilayah ini merupakan wilayah konservasi, bisnis,dan rekreasi.
5 WPP A Merupakan Kawasan Pelabuhan, industri, pergudangan dan permukiman WPP D Pusat Bisnis(CBD), pusat pemerintahan, perumahan, hutan kota dan pusat pendidikan WPP B Merupakan kawasan perkantorandan perdagangan WPP E Perumahan, perkantoran, konservasi, lapangan golf dan hutan kota. WPP C Merupakan kawasan pemukiman dan perdagangan Gambar 2.1. Peta Wilayah Pengembangan Pembangunan Kota Terdapat beberapa kriteria dalam pemilihan lokasi mengingat fungsi bangunan yang dirancang merupakan bangunan fasilitas edukatif,rekreatif dan bisnis yang bersifat publik dan berskala kota.
6 Tabel 2.2 Kriteria Pemilihan Lokasi No. Kriteria 1. Tinjauan terhadap struktur kota 2. Pencapaian 3. Area pelayanan 4. Peraturan Lokasi Berada di kawasan sub urban yang merupakan daerah pengembangan perdagangan dan rekreasi. Berada di dekat jalan besar. Dapat diakses dari seluruh penjuru kota, baik angkutan umum maupun pribadi. Lingkungan sekitar merupakan fungsi-fungsi yang dapat saling mendukung dengan bangunan yang direncanakan atau di sekitar pemukiman yang belum ada fasilitas hiburannya. Tanah milik pemerintah atau pribadi. Nilai lahan cukup tinggi untuk daerah komersil. Untuk pengembangan kawasan permukiman, perdagangan dan rekreasi, WPP D atau WPP E KDB bangunan 60% KLB bangunan 4-6 lantai
7 Alternatif 1 Lokasi Site : Jl. H. Adam Malik Eksisting Site : Lahan kosong dan pemukiman penduduk Kecamatan : Medan Barat Luas Lahan : ± m 2 Lebar Jalan : - Jl. H. Adam Malik : 20 m - Jl. Sei Deli : 6 m - Jl. Bangun : 5 m GSB : - Jl. H. Adam Malik : 11 m - Jl. Sei Deli : 4 m - Jl. Bangun : 3.5 m KDB : 60 % Batas Tapak : o Utara : Jl. H. Adam Malik o Timur : Jl. Sei Deli o Selatan : Jl. Bangun o Barat : Jl. H. Adam Malik SITE Gambar 2.2 Site Jalan H. Adam Malik
8 Alternatif 2 Lokasi Site : Jl. Jawa Eksisting Site : Lahan kosong dan pemukiman penduduk Kecamatan : Medan Perjuangan Luas Lahan : ± m2 Lebar Jalan : - Jl. Jawa : 20 m - Jl. Madura : 8 m - Jl. Timor : 8 m - Jl. Bali : 8 m GSB : - Jl. Jawa : 11 m - Jl. Madura : 5 m - Jl. Timor : 5 m - Jl. Bali : 5 m KDB : 60 % Gambar 2.3 Site Jalan Jawa
9 Alternatif 3 Lokasi Tapak : Jln. Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur, Kotamadya Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Luas Lahan Kontur KDB KLB GSB: o o o o : + 1,7 Ha ( m2) : Datar : 60 % : 3-5 lantai Jln. Perintis Kemerdekaan : 10 meter Jln. Gaharu : 10 meter Jln. Kemuning : 4 meter Jln. Timor : 5 meter A B C D Gambar 2.4 Site Jalan perintis Kemerdekaan Tabel 2.3. Kondisi Eksisting Sekitar Site A. Niaga dan Perkantoran B. Universitas C. Rumah Penduduk D. Perkantoran
10 Alternatif Lokasi Kriteria Jl. Jawa Jl. H. Adam Malik Jl. Perintis Kemerdekaan Jarak site dengan + + showroom Luas Lahan ++ + Kontur Kondisi Jalan ++ (pada sebelah utara, Jl. Adam Malik tidak memiliki median jalan) Tingkat kenyamanan Aksesibilitas: - Kenderaan pribadi - Kenderaan Umum - Pejalan kaki Fasilitas pendukung : - Penginapan / hotel - Rumah ibadah - Rumah sakit - Pusat perbelanjaan - Pemukiman - Sarana dan prasarana (radius 500m) Kesesuaian dengan RUTRK Medan (area pejalan kaki pada site sangat minim) JUMLAH Dari penilaian di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa perolehan nilai yang sangat seimbang disebabkan karena kedua tapak berada pada kecamatan yang sama yaitu Kecamatan Medan Barat. Tetapi dengan hasil akhir diatas, maka dipilihlah Jl. H. Adam Malik sebagai tapak karena dianggap lebih layak.
11 Mungkin satu hal penting yang dapat dicermati, jika lokasi yang dipilih adalah Jl. Balai Kota, dengan sendirinya mengakhiri keberadaan Deli Super Block yang seyogyanya sangat berperan penting bagi pertumbuhan kota ke depannya. Gambar 2.5 Posisi Site Terhadap Kota Medan
12 2.3 TINJAUAN FUNGSI Deskripsi Pengguna dan Kegiatan Pengguna/ pelaku kegiatan pada kasus Tech Design Expo ini dapat di kelompokkan antra lain : Penyelenggara atau penyewa, yaitu orang yang mengorganisir kegiatan. Pengelola, yaitu pihak yang mengawasi, mengelola, dan memberikan pelayanan fasilitas yang dibutuhkan penyelenggara. Pengelola workshop, yaitu pihak yang akan megelola workshop yaitu termasuk kedalamnya kegiatan penelitian, mengerjakan untuk inovasi suatu teknologi. Para pengelola ini akan didanai oleh Departemen Riset dan Teknologi melalui Pemerintah kota Medan dan Lembaga Ristek. Pengelola ini akan dibagi berdasarkan bidangnya, yaitu : Bidang komunikasi Yaitu para lulusan dibidang komunikasi seperti teknik komunikasi dan jaringan USU dan universitas lainnya di Medan dan dari luar kota, SMK teknik komunikasi dan jaringan Medan. Bidang Informasi Yaitu para lulusan dibidang informasi contohnya seperti Teknik Informatika STMIK-Mikroskil Medan, dan lulusan sederajat lainnya. Bidang transportasi Yaitu para lulusan dibidang mesin, otomotif, dan lainnya seperti Teknik Mesin USU dan lulusan SMK bagian mesin. Bidang Digital Yaitu para lulusan dibidang Elektro, Informatika, digital dan lainnya seperti lulusan Teknik Elektro USU. Bidang Perindustrian Yaitu para lulusan dibidang perindustrian seperti Teknik Industri USU, Teknik Industri LP3I, SMK dan lainnya.
13 Pengunjung terbagi atas dua bagian yaitu pengunjung yang bersifat khusus dan bersifat umum Pengunjung bersifat umum yaitu pengunjung yang datang untuk bersifat rekreasi, tertarik menikmati pameran untuk memuaskan rasa keingin tahuannya, Kegiatannya melihat-lihat objek yang dipamerkan dan jika cocok akan membeli objek yang dipilih Pengunjung khusus yaitu pengunjung baik domestik maupun manca negara yang mempunyai tujuan bisnis biasanya para pengusaha Kegiatan Adapun kegiatan di Tech Design Expo adalah : Eksibisi/pameran : Mengadakan pameran Inovasi Teknologi yang dilaksanakan oleh penyelenggara yang mengorganisir kegiatan pameran. Penjualan produk yang akan dipamerkan. Workshop : Melakukan penelitian dan percobaan untuk menemukan inovasi teknologi oleh masing-masing bidang yaitu bidang komunikasi, bidang transportasi, bidang informasi, bidang perindustrian, dan bidang digital. Setiap bidang diorganisir sesuai dengan keahlian dibidangnya. Melakukan diskusi secara rutin untuk menciptakan inovasi teknologi, yang akan dilakukan oleh ahli dalam bidangnya masing-masing. Retailing : Merupakan kegiatan rutin Tech Design Expo yaitu kegiatan menjual barang yang berhubungan dengan teknologi, dan juga adanya servis untuk barang yang dibeli. Foodcourt: Para pengunjung akan difasilitasi foodcourt untuk tempat makan dan relax, sehinggan pengunjung tidak bosan.
14 Konsultasi dan Informasi Para pengunjung juga akan difasilitasi untuk berkonsultasi dan mencari informasi tentang barang yang akan dibeli. Seminar Mengadakan seminar tentang riset dan teknologi kepada para pengunjung maupun dari lembaga Ristek Deskripsi Kebutuhan Ruang Tabel 2.4 Kebutuhan Ruang Kelompok Kegiatan Fungsi Fasilitas Pemakai Kegiatan Kebutuhan Ruang Utama Fasilitas pameran dan workshop Area Pameran Pengunjung Pengelola Karyawan Melihat dan menyaksikan produk inovasi yang sedang dipamerkan. Membeli produk yang dipamerkan Ruang/stand pameran Kantor eksibisi Ruang kerja Hall Kasir Gudang KM/Toilet Melayani pengunjung yang datang melihat pameran. Melakukan kegiatan inovasi menurut bidangnya masing masing. Ruang untuk diskusi dan studio kerja bagi masing masing bidang.
15 Fasilitas pelatihan dan seminar Ruang Seminar Pengunjung Pengelola Menyimpan barang atau hasil karya yang telah di buat. Mengikuti pelatihan dan seminar yang sedang diselenggaraka n Lobby/ Receptionist R. Presentasi R. Audensi R. Persiapan KM/ Toilet Mengisi formulir pendaftaran untuk mengikuti pelatihan maupun seminar. Melayani masyarakat yang mengikuti seminar. Fasilitas Perbelanj aan Pertokoan/ Retail Penyewa Karyawan Pengunjung Mengatur penjualan, melayani pembeli Toko/Retail Penunjang Fasilitas Food Court Restoran Pengunjung Karyawan Pengelola Melihat-lihat, tawarmenawar, belanja, bayar barang belanjaan Memesan makanan dan minuman Makan-minum Melakukan transaksi pembayaran Mencuci Area Makan Kasir Wastafel Dapur/ Pantry R. Penyimpanan makanan Gudang R. Ganti/ Locker KM/ Toilet
16 tangan Memasak makanan Fasilitas layanan publik Pusat Informasi dan layanan publik Pengunjung Pengelola Mencuci piring Menyimpan makanan Mencari informasi tentang produk-produk unggulan daerah Sumatera Utara. Memberi informasi, melayani pengunjung Lobby/Recepsi onist R. Konsultasi Perpustakaan R. Penitipan Barang Pengelola dan Pelayanan Teknis Pengelola Pergudan gan Musholla ATM Center Ruang Pengelola Gudang Tenants/pe nyewa Karyawan Pengelola Pengunjung Pengunjung Pengelola Pengelola Pengelola Penyewa/ pengusaha Memberikan konsultasi Wudhu Sholat Mengambil/me narik uang tunai dari Mesin ATM Melakukan pengelolaan dan manajemen trhadap semua kegiatan yang berlangsung. Bongkar muat Istirahat Tempat Wudhu R. Sholat R. ATM Lobby/ Receptionist R. Manager R. Staff R. administrasi R. Rapat R. Ganti/ Locker Gudang KM/ Toilet Kantor Penerima Gudang Utama R. Istirahat Pos jaga Toilet
17 Service R. Service Pengelola Mengawasi keamanan Mengawasi kebersihan Mengawasi mekanikal dan elektrikal Melakukan kegiatan sanitair R. Operator R. CCTV R. Genset R. Mekanikal Elektrikal R. Air Bersih R. Air Kotor R. Chiller R. Panel dan Trafo R. AHU Sumber: Hasil olah data primer Mengganti pakaian Studi Banding Proyek Sejenis Jakarta Internatonal Expo JIEXPO memili beberapa ruang serbaguna yaitu Gedung Pusat Niaga, Hall A, B, C D, E, Gambir Expo dan Ruang terbuka (Open Space). Tiap ruang serbaguna memiliki spec yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap tiap acara. Gambar 2.6 Sitemap Jiexpo
18 Gambar 2.7 Building Specification
19
20 FACILITIES Seminar Rooms Gambar 2.8 Sumeru Room Specification Size : 26 x 35 m High : 5.5 m Consists of 2 rooms each measuring 26 x 18m Standing Party for 1800 people Theater Style for 1000 people Class Room for 600 people Round Table Setting for 400 people Gambar 2.9 Bromo Room Specification Size : 36 x 12 m High : 3.5 m Consists of 4 rooms each measuring 9 x 12m Standing party for 600 people Theater Style for 400 people Class Room for 200 people Round Table Setting for 150 people
21 Gambar 2.10 Kerinci Room Specification Size : 36 x 14 m High : 3.5 m Consists of 4 rooms each measuring 9 x 14m Theater Style for 400 people Class Room for 200 people Round Table Setting for 100 people Gambar 2.11 Rinjani Room Specification Size : 27 x 14 m High : 3.5 m Consists of 3 rooms each measuring 9 x 14m Theater Style for 300 people Class Room for 150 people Round Table Setting for 100 people.
22 Gambar 2.12 Gambir Expo Situated in an area of 10,000 m2 with a capacity up to 7000 people at a standing party, Gambir Expo is one of a few places that cater for outdoor events in Jakarta. JIExpo located in the north side, with separated direct entry access from the main road in Kemayoran, makes this place easily accessed and suitable for the reception events / weddings, birthdays, as well as corporate. The lake, which located next to Kampung Betawi, Gambir Expo kemayoran complex, also added as a special attraction for your events. We also provide five-star standard facilities, including catering to support all your event needs. Gambir Kemayoran Expo, which has a special area within the PRJ Kemayoran Jakarta is currently also completed with a few stalls in that can be permanently and continuously leased throughout the year, and are no longer can be leased during the Jakarta Fair only. At least 157 kiosks can be used for promotion of your products. Traffic access is so easy to get, as well as an addition of the parking facility with the capacity is up to 7000 units of cars, presumably Gambir Expo Kemayoran Jakarta is able to fulfill the needs of Jakarta societies
23 Gambar 2.13 Aerial View Jakarta International Expo Gambar 2.14 Denah Jakarta International Expo Jakarta Convention Center (JCC) JCC merupakan Pusat Konvensi di ibukota yang sering dijadikan tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan berskala nasional maupun internasional, seperti konferensi PBB, pertemuan negara-negara APEC, pertemuan Negara-
24 negara GNB. Selain itu sering dijadikan tempat diselenggarakannya acara penganugerahan, pementasan seni, konser musik, dan berbagai pameran. Beberapa fasilitas yang dimiliki JCC antara lain : Plennary Hall dengan kapasitas 5000 kursi. Assembly Hall seluas m 2 yang dapat dibagi menjadi tiga ruangruang kecil. Dua Exhibition Halls (Hall A seluas m 2, Hall B seluas m 2 ). 13 Flexible Meeting Rooms dengan ukuran yang berbeda-beda. Main Lobby seluas 5.500m 2 yang bersifat multifungsi. Keterangan : Ruang Pameran Ruang Pertemuan Gambar 2.15 Denah Jakarta Convention Center (JCC)
25 Jakarta Convention Center terdiri atas beberapa hall besar dengan kapasitas yang cukup besar. Plenary Hall yang berbentuk lingkaran, dapat memuat sampai dengan 5000 tempat duduk, merupakan hall utama. Konsep ruang yang fleksibel, memungkinkan fungsi Plenary Hall untuk diubah sesuai dengan kebutuhan, baik untuk kegiatan konvensi maupun pameran. Selain itu terdapat Assembly Hall dengan luas ruang 3.921m2 dapat dibagai menjadi tiga ruangan yang lebih kecil sesuai dengan kebutuhan. Selain itu terdapat dua ruang pameran besar, yaitu Exhibition Hall A dan Exhibition Hall B, dengan luas total 9.585m2, beberapa ruang pertemuan sedang maupun kecil, dan lobby utama dengan luas 5.500m2, yang dapat digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu sesuai dengan kebutuhan acara. Gambar 2.16 Interior JCC Plenary Hall dirancang sangat fleksibel, dengan kapasitas sampai dengan 5000 orang, mulai dari kegitan konferensi yang bersifat formal, sampai dengan konser musik yang hingar bingar. Dilengkapi dengan peralatan audio video yang canggih termasuk 64 kamera video, dan sistem penerjemah yang dapat mengakomodasi sampai dengan 8 bahasa. Assembly Hall dapat menampung 2500 orang untuk pertemuan dengan tempat duduk, dan 4500 orang untuk acara dengan berdiri. Ruangnya yang fleksibel memungkinkan berbagai kegiatan untuk dilakukan. Mulai dari gala dinner, ruang kelas, fashion show, launching produk, sampai malam penganugerahan.
26 Gambar 2.17 Layout Ruang Pameran JCC Ruang pameran utama terdiri dari dua bagian, A dan B. Kedua ruangan dihubungkan dengan koridor sehingga memungkinkan kedua ruangan untuk dipakai secara bersama-sama. Selain itu terdapat 13 ruang-ruang pertemuan sedang dan kecil, dengan kapasitas mulai dari 20 orang sampai dengan 1000 orang. Secara umum, penataan ruang-ruang utama tersebut diletakkan menyebar dengan orientasi utama pada lobby utama. Sirkulasi pengunjung dari lobby utama kemudian dipecah ke ruang-ruang sesuai dengan keperluannya. Hal ini memberi keuntungan jika salah satu ruang saja yang terpakai, pintu masuk tetap melalui lobby utama., sehingga sirkulasi menjadi lebih efisien. Jakarta Convention Center juga mempunyai drop off yang cukup panjang. Hal ini untuk mengakomodasi banyaknya pengunjung yang datang yang mencapai ribuan orang, dan kondisi tapak yang berada di daerah perkotaan yang padat. Gambar 2.18 Suasana Pameran JCC
27 Tiara Convention Center Convention ini merupakan salah satu tempat yang paling sering dipergunakan oleh masyarakat kota Medan untuk mengadakan pertemuan, seminar, rapat, resepsi, konser musik, pameran, dan lain-lain. Tiara Convention merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh Hotel Tiara Medan. Convention ini bertingkat tiga dengan full AC yang memiliki enam ruang pertemuan dan ballroom bebas kolom dilengkapi dengan fasilitas yang modern dan up-to-date katering untuk konvensi, konferensi, pameran, seminar dan pernikahan. Convention ini memiliki daya tampung mulai 150 sampai dengan 1500 orang. Gambar 2.19 Tiara Convention Center Gambar 2.20 Interior Tiara Convention Center
28 Tiara Convention Center terdiri dari 5 ruangan utama, yaitu : 1. Balai Raya, merupakan ruang utama tempat berlangsungnya kegiatan antara lain : pertemuan, resepsi, pertunjukan musik, pameran, dan lain-lain. Pada ruangan ini perletakan kursinya tidak permanen, sehingga bisa disesuaikan menurut keperluan konsumen. Ukuran ruang balai raya, 48 m x 28 m x 27 m. 2. Balai Citra, sering digunakan sebagai banquet hall, ukuran ruang 17 m x 23 m. 3. Balai Wara, ukuran ruang 9 m x 18 m. 4. Balai Duta, ukuran ruang 9,6 m x 9 m. 5. Balai Tama, ukuran ruang 7,2 m x 9,5 m. Gambar 2.21 Denah Balai Raya Paket perayaan pernikahan Rp / nett / paket Minimal pemesanan 400 orang, dapatkan : Ruangan pengantin yang elegan Sebotol anggur bersoda non alcohol dan kue Jalan red carpet dengan ukiran es Mencicipi makanan untuk 10 orang Parkir mobil gratis untuk 10 orang
29 Paket Residential Meeting Dapatkan : Menginap di kamar superior Sarapan pagi Makan siang Makan malam 2x coffee break Fasilitas rapat Tambah Rp untuk satu orang Harga sewa Convention Room Termasuk dengan : Note pad, pulpen, whiteboard & marker, OHP, slide projector, screen, flipchart, Mini Garden, Laser Pointer dan permen. Paket Meeting
30 Convention Center ini merupakan fasilitas dari hotel Tiara. Adapun fasilitas yang terdapat di hotel ini yaitu : Drugstore Beauty salon Business center Fitness dan swimming pool Parkir kenderaan roda 4 dan roda Walt Disney Hall Frank O. Gehry Gambar 2.22 Kondisi Sekitar Site Bangunan ini berfungsi sebagai bangunan teater hall yang dimiliki oleh Walt Disney. Frank Gehry menggunakan material Titanium Cladding sebagai material yang melapisi bangunan ini. Bangunan ini oleh beberapa pendapat dianggap sebagai bangunan bertema ekspresionisme. Ciri cirri desain Frank Gehry pada bangunan ini berupa bentukan Irrational, gigantic proportion, memakai doktrin function follow form dan yang terkahir adalah bangunan in menjauhi kaidah kaidah bangunan modernisme. Bentukan titanium cladding yang emliuk liuk merupakan ekspresi yang diungkapkan gehry pada bangunan ini, material penutup bangunan ini yaitu titanium cladding juga mendukung efek dramatis yang di ciptakan bangunan ini. Jelas terlihat bahwa bangunan Gehry ini mengejar
31 bentukan massa irrational. Bentukan ini dibantu dengan software computer yang juga digunakan untuk menciptakan badan pesawat jet yaitu software bernama Dessault. Gehry konsisten dengan konsep irrational formnya. Ia juga menerapkannya pada ruang dalam, namun walaupun begitu pengunjung tidak akan kesulitan atau tersesat saat berada di dalamnya. Gehry juga mendesain furniture yang ada pada bangunan ini. Ada beberapa yang berpendapat bahwa bangunan Gehry sangat borosdalam hal material dengan bentukannya yang tanpa fungsi Dan mendesain bangunannya tanpa menghitung kebutuhan pada cuaca sekitarnya. Dan bangunannya serasa tidak menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK Pada deskripsi proyek Medan Convention & Exhibition Center memiliki beberapa tinjauan yaitu meliputi terminologi judul, tinjauan proyek dan tinjauan fungsi. II.1. Terminologi Judul
BAB II TINJAUAN PROYEK
BAB II TINJAUAN PROYEK 2.1. Tinjauan Umum Bangunan Pet Station Medan merupakan bangunan yang mempunyai fungsi sebagai penjualan hewan-hewan peliharaan, pusat pelayanan kesehatan dan perawatan hewan-hewan
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1 TERMINOLOGI JUDUL Judul proyek yang akan di rancang adalah Medan international exhibition center. Adapun pengertian dari medan international exhibition center dapat di uraikan
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1 Umum Proyek ini merupakan proyek fiktif yang direncanakan pada area pesawahan milik warga yang berada di Jalan Kutamaya Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Dan diperuntukan
BELAWAN INTERNATIONAL PORT PASSANGER TERMINAL 2012 BAB I. PENDAHULUAN
BAB I. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kota Medan dewasa ini merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang mengalami perkembangan dan peningkatan di segala aspek kehidupan, mencakup bagian dari
BAB 4 PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB 4 PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 4.1. PENDEKATAN ASPEK FUNGSIONAL 4.1.1. Studi Pelaku Kegiatan Galeri Batik berskala Kawasan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kota Pekalongan
BAB IV ANALISA PERANCANGAN
BAB IV 4.1 Analisa Non Fisik Adalah kegiatan yang mewadahi pelaku pengguna dengan tujuan dan kegiatannya sehingga menghasilkan besaran ruang yang dibutuhkan untuk mewadahi kegiatannya. 4.1.1 Analisa Pelaku
BAB V PENERAPAN KONSEP
BAB V PENERAPAN KONSEP 5.1 Konsep Kawasan Integrated Convention & Exhibition Center Konsep bangunan sesuai dengan tujuan utamanya yaitu fleksibiltas. Hal-hal yang diperhatikan: - Akses dan sirkulasi -
BAB IV ANALISA PERENCANAAN
BAB IV ANALISA PERENCANAAN 4.1. Analisa Non Fisik Adalah kegiatan yang mewadahi pelaku pengguna dengan tujuan dan kegiatannya sehingga menghasilkan besaran ruang yang dibutuhkan untuk mewadahi kegiatannya.
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK II.1. TERMINOLOGI JUDUL Judul proyek ini adalah MEDAN CONVENTION CENTER. Berikut merupakan penjelasan dari judul tersebut. Medan adalah salah satu nama kota terbesar ke-3 di Indonesia
BAB II Manusia, Aktifitas dan Ruang
BAB II Manusia, Aktifitas dan Ruang Setelah mendapatkan data dan menganalisisnya, hal yang kami lakukan selanjutnya adalah merancang program ruang. hal yang pertama yang kami lakukan adalah mengidentifikasi
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL 6.1. Program Ruang Berdasarkan tapak terpilih, dilakukan perhitungan kembali untuk mengoptimalkan jumlah kamar. Perhitungan ini sama seperti perhitungan
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1 Umum Proyek ini merupakan proyek fiktif yang diirencanakan pada lahan kosong yang berada di Jalan Soekarno-hatta dan diperuntukan untuk pertandingan renang internasional dan
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4 5.1. PROGRAM DASAR PERENCANAAN 5.1.1. Program Ruang Tabel 5.1.Rekapitulasi Program Ruang Hotel Bisnis No Ruang Kapasitas Luas KELOMPOK KEGIATAN
RUANG SUMBER PERHITUNGAN UNIT LUAS. Sirkulasi 60% : 60% X 3622 RUANG SUMBER PERHITUNGAN UNIT LUAS 40 X 2 = 80 M M X 20 = 40 M M 2
RUANG UMUM Ruang informasi DA 2 X 4 = 8 M 2 1 Hall 1,5 X 1000 = 1500 M 2 2 Atm center 1,5 X 10 = 15 M 2 1 Toilet pria DA 1,5 X 10 = 15 M 2 2 Toilet wanita DA 1,5 X 10 = 15 M 2 2 Ruang satpam 2 X 3 = 6
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Rumusan konsep ini merupakan dasar yang digunakan sebagai acuan pada desain studio akhir. Konsep ini disusun dari hasil analisis penulis dari tinjauan pustaka
PURWOKERTO EXPO CENTER Oleh : Larasati Probosiwi,, Budi Sudarwanto, Agung Dwiyanto
PURWOKERTO EXPO CENTER Oleh : Larasati Probosiwi,, Budi Sudarwanto, Agung Dwiyanto ABSTRAK Sekarang ini pertemuan dan konvensi dapat sebagai alat penyebaran dan pertukaran informasi tentang hal-hal baru
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bandung merupakan kota metropolitan dan kota wisata, yang perekonominnya berkembang pesat. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2. 1. Deskripsi Umum Nama proyek : Bandung Automotif center Status : Proyek Fiktif Fungsi bangunan : Bangunan komersil bidang otomotif Sumber dana : Pemerintah daerah (BPD) Lokasi
BAB V LANDASAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
BAB V LANDASAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Landasan dasar program perencanaan dan perancangan ini merupakan suatu kesimpulan dari pembahasan bab-bab sebelumnya yang akan digunakan
Medan Convention and Exhibition Center 1 BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada masa sekarang ini penyebaran dan pertukaran informasi maupun hal-hal baru beserta masalah-masalah yang sifatnya universal terhadap kepentingan manusia selain
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG RENANG
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG RENANG 6.1. Program Dasar Perencanaan 6.1.1. Program Dari analisa yang dilakukan dalam Bab V, berikut adalah perhitungan perkiraan kebutuhan besaran
BAB I PENDAHULUAN. Sektor pariwisata merupakan usaha yang pada umumnya sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sektor pariwisata merupakan usaha yang pada umumnya sangat menjanjikan dalam meraih devisa negara. Salah satu komponen industri pariwisata yang besar peranannya
Fasilitas Utama. Ruang Perawatan Wajah Ruang Perawatan Tubuh Ruang Perawatan Tangan
LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG SEMAKIN BERKEMBANGNYA ZAMAN, PERAN SEORANG WANITA PUN SEMAKIN MENINGKAT, SEHINGGA KEINGINAN UNTUK MERILEKSKAN TUBUHNYA ATAU MEMPERHATIKAN KECANTIKAN DIRINYA SANGAT BESAR.
BAB 3 SRIWIJAYA ARCHAEOLOGY MUSEUM
BAB 3 PENYELESAIAN PERSOALAN PERANCANGAN Pada bab kali ini akan membahas penyelesaian persoalan perancangan dari hasil kajian yang dipaparkan pada bab sebelumnya. Kajian yang telah dielaborasikan menjadi
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Aerotropolis adalah pengembangan dari konsep aerocity, yang merupakan konsep paling modern dalam pembangunan dan pengelolaan bandara dewasa ini. Pada konsep aerotropolis,
Pengembangan Terminal Bandar Udara Tunggul Wulung
BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BANDAR UDARA TUNGGUL WULUNG CILACAP 5.1. Dasar Studi Besaran Studi besaran ruang lebih terinci dan dianalisa berdasarkan standar dan asumsi.
BAB II TINJAUAN OBJEK GEDUNG KESENIAN GDE MANIK SINGARAJA
BAB II TINJAUAN OBJEK GEDUNG KESENIAN GDE MANIK SINGARAJA Pada bab ini akan dilakukan evaluasi mengenai Gedung Kesenian Gde Manik (GKGM) dari aspek kondisi fisik, non-fisik, dan spesifikasi khusus GKGM
OBYEK SURABAYA VIRTUAL GAME CENTER
OBYEK Bangunan atau tempat sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan para pecinta gamer untuk berkumpul, serta pengenalan perkembangan dunia game. LATAR BELAKANG Sampai saat ini sarana yang mewadahi aktifitas
BAB II PEMROGRAMAN. Perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat,
BAB II PEMROGRAMAN Perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, khususnya kota Medan. Hal ini terkait dengan berbagai bidang yang juga mengalami perkembangan cukup pesat seperti bidang
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1 Program Tabel 6.1 Program Redesain Terminal Terboyo KELOMPOK RUANG LUASAN Zona Parkir Bus AKDP-AKAP
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Dasar Pendekatan Metode pendekatan ditujukan sebagai acuan dalam penyusunan landasan perencanaan dan perancangan arsitektur. Dengan metode pendekatan diharapkan
BAB 5 KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
BAB 5 KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Perencanaan dan perancangan Gedung Sinepleks di Kota Semarang bertujuan untuk mewujudkan suatu rancangan fasilitas hiburan dan rekreasi
BAB I. mendorong tumbuhnya berbagai industri sebagai upaya dalam memenuhi. Persaingan dalam dunia industri sebagai dampak dari beragamnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin pesatnya perkembangan zaman diberbagai bidang, berdampak pada semakin kompleksnya kebutuhan akan barang dan jasa. Hal inilah yang mendorong tumbuhnya
STUDIO PERANCANGAN TUGAS AKHIR. 4.1 Analisis Kegiatan Dalam Ruang Pamer. MAIN ENTRANCE GEDUNG/HALL Kegiatan: membeli tiket mencari informasi.
BAB 4 ANALISA 4.1 Analisis Kegiatan Dalam Ruang Pamer 4.1.1 Pola kegiatan pengunjung MAIN ENTRANCE SITE datang, turun di drof off, turun dari kendaraan umum, pejalan kaki MAIN ENTRANCE GEDNG/HALL membeli
PUSAT DESAIN DAN PEMBUATAN MEBEL
PUSAT DESAIN DAN PEMBUATAN MEBEL JURNAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Penyelesaian Program S 1 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda OLEH
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1 Pelaku Kegiatan Pengguna bangunan terminal adalah mereka yang secara langsung melakukan ativitas di dalam terminal
BAB III ANALISA 3.1 ANALISA TAPAK
BAB III ANALISA 3.1 ANALISA TAPAK Pada tapak terdapat beberapa jenis bangunan berdasarkan fungsi-fungsinya. Daerah ini merupakan daerah yang cukup ramai dengan aktiviitas perniagaan dan jasa. Hal ini mendukung
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK II.1. TERMINOLOGI JUDUL Medan Cycling Arena : Ibukota provinsi Sumatera Utara, tempat perancangan fasilitas ini. : Berasal dari kata Cycle dalam bahasa Inggris yang berarti sepeda.
6.1 Program Dasar Perencanaan
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TIDAR DI KOTA MAGELANG 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1 Kelompok Ruang Luar ruangan (m 2 ) A. Kelompok Ruang Luar 1 - Area Penurunan Penumpang
BAB V PROGRAM DASAR PERANCANGAN DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
BAB V PROGRAM DASAR PERANCANGAN DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR Program dasar perencanaan dan perancangan Pool Hall merupakan sebuah hasil dari kesimpulan menyeluruh dan berfungsi sebagai pemandu desain International
BAB III ANALISIS. Gambar 15. Peta lokasi stasiun Gedebage. Sumber : BAPPEDA
BAB III ANALISIS 3.1 Analisis tapak Stasiun Gedebage terletak di Bandung Timur, di daerah pengembangan pusat primer baru Gedebage. Lahan ini terletak diantara terminal bis antar kota (terminal terpadu),
BAB IV ANALISA PERENCANAAN
BAB IV ANALISA PERENCANAAN IV.1. Analisa Tapak dan Lingkungan IV.1.1 Data Fisik Tapak PETA LOKASI / SITE Utara - 19 - Data fisik tapak / kondisi tapak saat ini tidak banyak berbeda dengan apa yang akan
5. HASIL RANCANGAN. Gambar 47 Perspektif Mata Burung
5. HASIL RANCANGAN 5.1 Hasil Rancangan pada Tapak Perletakan massa bangunan pada tapak dipengaruhi oleh massa eksisting yang sudah ada pada lahan tersebut. Di lahan tersebut telah terdapat 3 (tiga) gedung
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... vii
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... vii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan masalah... 4 1.3 Tujuan... 4 1.4 Metode
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan Dalam perancangan desain Transportasi Antarmoda ini saya menggunakan konsep dimana bangunan ini memfokuskan pada kemudahan bagi penderita cacat. Bangunan
PENGENALAN OBJEK. SIDANG TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI MODE SURABAYA Tema HAUTE COUTURE Cherry Candsevia Difarissa
PENGENALAN OBJEK LATAR BELAKANG PEMILIHAN OBJEK Perkembangan dunia mode yang begitu pesat, kompetitif dan selalu berubah Mode menjadi salah satu gaya hidup (lifestyle) Antusiasme masyarakat terhadap mode
TEMA DAN KONSEP. PUSAT MODE DAN DESAIN Tema : Dinamis KONSEP RUANG KONSEP TAPAK LOKASI OBJEK RANCANG
TEMA DAN KONSEP T E M A Trend dalam berpakaian dari tahun ke tahun akan TEMA terus berputar, dan akan berkembang lagi seiring berjalannya waktu eksplorasi tentang suatu pergerakan progressive yang selalu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Munculnya hotel-hotel baru bertarif ekonomis (budget) menjadi fenomena baru. Posisinya yang berada antara guest house dan hotel bintang 3 menarik para pebisnis dan
BAB IV ANALISIS 4.1 Analisis Kegiatan Kegiatan Utama
BAB IV ANALISIS 4. Analisis Kegiatan 4.. Kegiatan Utama Kegiatan ini antara lain berupa penyelenggaraan pameran, penerangan dan peragaan. a. Jenis pameran museum ini dapat dibagi: ) Berdasarkan gerak,
sebagai Pengembangan Kawasan Perumahan Graha Candi Golf BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Konsep dan program dasar perencanaan dan perancangan merupakan hasil dari pemikiran menyeluruh, dan berfungsi sebagai penentu desain Garden Apartment
Jumlah Luasan (m²) Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Kapasitas Sirkulasi. (260m²) 3 Bus. 30 m²/bus. (650 m²)
2.4 Kebutuhan Ruang 2.4.1 Kuantitatif Besarnya ruang dan jumlah ruang diperngaruhi oleh kapasitas dalam ruangan dan jumlah penggunan dalam suatu ruangan. Perhitungan standar besaran ruang diperoleh dari
BAB VI HASIL RANCANGAN. dalam perancangan yaitu dengan menggunakan konsep perancangan yang mengacu
153 BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Dasar Rancangan Di dalam perancangan Sekolah Seni Pertunjukan Tradisi Bugis terdapat beberapa input yang dijadikan dalam acuan perancangan. Aplikasi yang diterapkan dalam
BAB V KONSEP. Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki
BAB V KONSEP 5.1 Konsep Perancangan Tapak 5.1.1 Pencapaian Pejalan Kaki Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki Sisi timur dan selatan tapak terdapat jalan utama dan sekunder, untuk memudahkan
Analisa perencanaan dan perancangan gedung Convention Centre ini akan lebih
BAB II ANALISA KONSEP 2.1. Analisa Konsep Analisa perencanaan dan perancangan gedung Convention Centre ini akan lebih membahas tentang : Analisa (Tapak) pemilihan lokasi dan site, Analisa jenis kegiatan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini bisnis pariwisata sudah menjadi suatu trend, kebutuhan, serta sumber pemasukan yang besar bagi para pengusaha dan negara. Di Indonesia, Bandung merupakan
MAKALAH TUGAS AKHIR 2014 Wedding Hall BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum
BAB IV: KONSEP Konsep Dasar
BAB IV: KONSEP 4.1. Konsep Dasar Mengacu pada TOR sayembara, performance arsitektur diharapkan dapat tampil sebagai sebuah karya arsitektur yang mengandung kriteria: Mengangkat kearifan lokal / local genius
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Konsep Perencanaan dan Perancangan Topik dan Tema Proyek wisma atlet ini menggunakan pendekatan behavior/perilaku sebagai dasar perencanaan dan perancangan.
Bab III. Aspek Tanah dan Arsitektural Desain. : Puri Indah, Jakarta Barat
Bab III Aspek Tanah dan Arsitektural Desain 3.1 Peta dan Tapak Tanah Nama usaha Peruntukan lahan Letak tapak : Tridith Venue : Bangunan serbaguna : Puri Indah, Jakarta Barat Luas tapak : 4.068 m² Luas
Tabel Analisa Kebutuhan Ruang Berdasarkan Kegiatan dari Pengguna: Pengguna Kegiatan Ruang Sifat Ruang
Tabel Analisa Berdasarkan Kegiatan dari Pengguna: Pengguna Kegiatan Sifat Tamu, Check in/check out Recepsionist Publik Administrasi Pusat Informasi Front Office Publik Operator Penitipan Barang Menunggu
b. Kebutuhan ruang Rumah Pengrajin Alat Tenun
BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Konsep program dasar perencanaan dan perancangan yang merupakan hasil dari pendekatan perencanaan dan perancangan, yang berupa segala sesuatu mengenai kebutuhan
BAB 4 KONSEP PERANCANGAN
BAB 4 KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep Makro Perancangan pasar tradisional bantul menerapkan pendekatan analogi shopping mall. Yang dimaksud dengan pendekatan analogi shopping mall disini adalah dengan mengambil
BAB I PENDAHULUAN. makanannya, dan kawasan perbelanjaannya. Kota Bandung berkembang dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Siapa yang tidak tahu dengan kota Bandung? Bandung dikenal dengan kota bunga. Kota Bandung sangat terkenal dengan keindahannya, keberanekaragaman makanannya,
Bab III. Analisis. Aktivitas yang Dilakukan Ruang 1. Pengunjung. duduk & membaca. mengambil kembali tas & jaket. membeli. makan
Bab III. Analisis 3. 1 Analisis Fungsional 3. 1. 1 Program Kegiatan Pada perpustakaan, selain memperhatikan kegiatan manusia diperhatikan pula kegiatan barang. Perpindahan barang, dalam hal ini koleksi
HOTEL RESORT DI KOTA BATU MALANG
HOTEL RESORT DI KOTA BATU MALANG Nama : Karuna Darani NPM : 24312037 Jurusan : Teknik Arsitektur Skripsi Deskripsi Project Jenis akomodasi yang menyediakan jasa penginapan yang berlokasi di daerah pegunungan
BAB IV ANALISA. seperti pencapaian lokasi hingga lingkungan yang memadai.
BAB IV ANALISA IV.1. ANALISA ASPEK LINGKUNGAN IV.1.1. Analisis Pemilihan Tapak Penentuan tapak dilakukan melalui perbandingan 2 tapak yang dipilih sebagai alternatif dalam memperoleh tapak dengan kriteria-kriteria
BAB 1 PENDAHULUAN. tinggal, seperti ruang tidur, ruang makan, dan kamar mandi. Karena bersifat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perancangan Hotel merupakan fasilitas akomodasi yang menyediakan sarana penginapan sekaligus pelayanan makanan dan minuman yang bersifat komersil. Secara umum,
BAB V HASIL RANCANGAN
BAB V HASIL RANCANGAN 5.1 Perancangan Tapak 5.1.1 Pemintakatan Secara umum bangunan dibagi menjadi beberapa area, yaitu : Area Pertunjukkan, merupakan area dapat diakses oleh penonton, artis, maupun pegawai.
BAB V KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
BAB V KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Perencanaan dan perancangan Exhibition Center bertujuan untuk mewujudkan suatu rancangan fasilitas pusat pertemuan dan mampu mewadahi kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Bandar Udara Internasional Kuala Namu merupakan sebuah bandar udara Internasional yang terletak di kawasan Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Bandara ini menggantikan
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Dasar Perencanaan dan Perancangan V.1.1 Peraturan pada tapak Lokasi Tapak : Jl. Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur Luas Lahan : 18.751,5 m 2 KDB : 40 % Luas
Sampit. Desain Shopping Arcade ini juga merespon akan natural setting, Dalam aktivitas urban, desain Shopping Arcade dapat menjadi
ZDhoppinq Arcade Mahendrata - 015 12131 X BAB IV LAPORAN PERANCANGAN 4.1 Perkembangan desain 4.1.1 Kriteria Desain Shopping Arcade Desain Shopping Arcade yang dirancang di kota Sampit ini merupakan suatu
Transformasi pada objek
PROFIL UKURAN LAHAN KEBUTUHAN RUANG KONSEP PELETAKAN MASSA wadah kegiatan komersil dan kegiatan wisata edukasi untuk meningkatkan apresiasi konsumen terhadap hasil karya produsen. Pemilik : Swasta - APTA
-BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
-BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Berlibur merupakan salah satu kebutuhan yang harus terpenuhi bagi masyarakat urban pada saat ini guna melepas kejenuhan dari padatnya aktivitas perkotaan. Banyaknya
BAB III TINJAUAN LOKASI
3.1 TINJAUAN UMUM KOTA SEMARANG 3.1.1 Keadaan Geografis BAB III TINJAUAN LOKASI Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah, secara geografis terletak di Pantai Utara Jawa Tengah, tepatnya pada garis
1. Penumpang ANALISA LAHAN PABRIK KARET. 2. Pengunjung 3. Pengantar. 6. Pedagang / penyewa stan JEMBATAN SUTOYO JALAN SUTOYO PEMUKIMAN
LATAR BELAKANG Sektor transportasi merupakan salah satu hal terpenting mencapai standar kehidupan tinggi. Dan transportasi mempunyai peranan penting memantapkan perwujudan dan perkembangan kawasan kota
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1. Terminologi Judul Pengertian judul Medan Convention and Exhibition Center Medan adalah salah satu nama kota terbesar ke-3 di Indonesia yang merupakan ibukota provinsi Sumatera
BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik
BAB V KONSEP V. 1. Konsep Dasar Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik tolak pada konsep perancangan yang berkaitan dengan tujuan dan fungsi proyek, persyaratan bangunan dan ruang
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN
STUDI PENGARUH TATA RUANG TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI MALIOBORO MALL, GALERIA MALL DAN AMBARRUKMO PLAZA, YOGYAKARTA 2014 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN 4.1 Analisa Lahan Perencanaan Dalam Konteks Perkotaan 4.1.1 Urban Texture Untuk Urban Texture, akan dianalisa fungsi bangunan yang ada di sekitar tapak yang terkait dengan tata
KANTOR IMIGRASI KELAS 1 SEMARANG
KANTOR IMIGRASI KELAS 1 SEMARANG Oleh: Bitania Dyah Mustikaningrum, Abdul Malik, Sri Hartuti Wahyuningrum Sebagai pusat perdagangan, industri, serta sebagai pintu gerbang perekonomian Jawa Tengah, Semarang
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Perkembangan dalam bidang perekonomian semakin meningkat, di
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 LATAR BELAKANG Perkembangan dalam bidang perekonomian semakin meningkat, di tambah dengan kebutuhan hidup sehari hari yang harus terpenuhi. Suatu lahan kota akan mengalami perkembangan,
BAB III: DATA DAN ANALISA
BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik 3.1.1 Lokasi Site Gambar 6 Lokasi Site Makro Gambar 7 Lokasi Site Berdampingan Dengan Candi Prambanan Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 26 Lokasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 3
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... i ii iii iv v vii vii BAB I PENDAHULUAN... 1 I.1 Latar Belakang... 1 I.2 Tujuan
BAB II DESKRIPSI PROYEK. edukasi, tempat pertunjukkan/teater dan retail UKM. Medan Art Centre terdiri
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1 Terminologi Judul Medan Art Centre merupakan penggabungan dari 3 fungsi, yaitu tempat edukasi, tempat pertunjukkan/teater dan retail UKM. Medan Art Centre terdiri dari 3 kata
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 1.1. Konsep Dasar Perencanaan Konsep perencanaan revitalisasi pasar merupakan kesimpulan dari analisis perencanaan revitalisasi pasar. Konsep perencanaan Revitalisasi
BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Pusat Rekreasi Peragaan IPTEK ini terletak di Batu,karena
BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Desain Kawasan 6.1.1 Rancangan Obyek Dalam Tapak Perancangan Pusat Rekreasi Peragaan IPTEK ini terletak di Batu,karena kesesuian dengan fungsi dan kriteria obyek perancangan
BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RESORT HOTEL
BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RESORT HOTEL Program dasar perencanaan dan perancangan resort hotel merupakan sebuah hasil dari kesimpulan menyeluruh dan berfungsi sebagai pemandu desain
BAB V PROGRAM PERENCANAAN & PERANCANGAN KOLAM RENANG INDOOR UNDIP
BAB V PROGRAM PERENCANAAN & PERANCANGAN KOLAM RENANG INDOOR UNDIP 5.1 Dasar Pendekatan Kolam Renang Universitas Diponegoro merupakan kolam renang tipe C. Program perencanaannya berdasarkan pada tinjauan
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep Umum Perancangan Gambar 4. 1 Diagram Ilustrasi Konsep Umum Perancangan Berawal dari komunitas bernama generasi 90-an, muncul sebuah buku ilustrasi populer yang menjadi
PUSAT RISET DAN PELATIHAN TIK DI MALANG RATNA HANDAYANI
PUSAT RISET DAN PELATIHAN TIK DI MALANG RATNA HANDAYANI 26312045 PUSAT RISET DAN PELATIHAN TIK DI MALANG? Program unggulan Pemerintah yaitu Meningkatkan Riset Dan Inovasi Teknologi Visi Kota Malang Menuju
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan atau archipelago terbesar di dunia dengan lebih dari 2/3 luasnya terdiri dari wilayah perairan. Indonesia dikenal sebagai negara
BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI
BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI 4.1 Pendekatan Pelaku dan Aktifitas pada Terminal Penumpang Tabel 4. 1 Pendekatan Pelaku dan
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Program Dasar Perencanaan Program dasar perencanaan Tourist Information Center Toraja Utara ini didasarkan pada pendekatan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya.
PROGRAM RUANG BANGUNAN APARTEMEN. Double bed Side table Lemari pakaian Meja rias. Penghuni apartemen (suami-istri)
PROGRAM RUANG BANGUNAN APARTEMEN Funfsi Hunian No. Identitas Ruang Aktivitas Perabot Pemakai Ruang Standard Ruang Luas 1. R. Tidur (dengan double bed) Tidur Merias diri Berganti pakaian Double bed Side
LEISURE AND CULTURE PARK DI TASIKMALAYA BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN REKREASI DAN BUDAYA (LEISURE AND CULTURE PARK)
BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN REKREASI DAN BUDAYA (LEISURE AND CULTURE PARK) 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1 Program Ruang Berikut adalah table pendekatan kapasitas ruang,
BAB I PENDAHULUAN. : Kelurahan Pulo Brayan Lama (Kecamatan Medan Timur, Kecamatan Medan Barat dan Kecamatan Medan Deli)
BAB I PENDAHULUAN Kota Medan merupakan kota yang berada di posisi strategis IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) dari keadaan itu pula kota Medan menjadi salah satu Kawasan Strategis Nasional.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di pulau Jawa. Di kota ini banyak terjadi sejarah penting seperti kebakaran besar Bandung Lautan Api, Konfrensi Asia Afrika
