BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Sukarno Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian deskriptif ini menggambarkan dan menganalisis beberapa faktor ibu yang berasosiasi terhadap kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Salatiga. Metode deskriptif memungkinkan peneliti untuk menuturkan pemecahan masalah berdasarkan data-data, tersaji menganalisis dan menginterpretasikan data. Pendekatan kualitatif dilakukan sebagai upaya mendeskripsikan fenomena yang dipelajari berdasarkan data yang diperoleh lewat observasi dan komunikasi dengan partisipan. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga. Pemilihan lokasi didasarkan atas pertimbangan bahwa RSUD Salatiga merupakan rumah sakit rujukan bagi bayi beresiko tinggi seperti bayi dengan BBLR khususnya untuk wilayah Salatiga dan sekitarnya. Penelitian berlangsung selama tiga bulan yaitu bulan Juni sampai dengan Agustus
2 Partisipan Penelitian Teknik penentuan riset partisipan menganut purposive sampling yakni teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pada tahap pertama dilakukan koleksi data jumlah seluruh bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2012 di RSUD Salatiga. Berdasarkan data tersebut dilakukan pelacakan untuk menemukan karakteristik partisipan yang relevan dengan fokus penelitian ini. Wawancara lebih mendalam dilakukan terhadap riset partisipan yang telah ditemukan. Sesuai dengan tujuan penelitian, karakteristika riset partisipan dalam penelitian ini adalah : a. Ibu yang melahirkan bayi dengan berat kurang dari gram dengan usia kehamilan 37 minggu atau lebih (termpostterm). b. Bayi yang dilahirkan bukan bayi kembar (gemeli). c. Ibu bersedia menjadi riset partisipan dan kooperatif. Empat belas ibu dinyatakan memenuhi karakteristik menjadi riset partisipan pada penelitian ini. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Dalam melakukan
3 29 wawancara peneliti menggunakan pedoman wawancara (interview guide) agar memudahkan peneliti dalam memperoleh dan mengumpulkan data. Jenis wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur (Semistructured interview), yaitu jenis wawancara yang sudah termasuk dalam kategori in-depth interview, pelaksanaannya lebih bebas untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, sehingga fihak yang diajak wawancara dapat mengemukakan pendapat dan ideidenya (Sugiyono, 2008). Selain melakukan wawancara, data diperoleh melalui penelurusan terhadap dokumen-dokumen yang berhubungan dengan riwayat kehamilan riset partisipan. Informasi ini diperoleh melalui data dari rekam medik maupun data dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Peneliti membuat blue print (Tabel 3.1) yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan wawancara untuk memberikan batasan materi wawancara.
4 30 Tabel 3.1 Blueprint Pertanyaan Wawancara Faktor-Faktor Item Sub Item Keterangan Pertanyaan Gizi ibu hamil Status gizi ibu a. Sangat baik a. jika kenaikan berat badan hamil ibu hamil mencapai (Waryana, 2010 kategori sangat baik dan Romauli, 2011) selama kehamilan sesuai usia kehamilan ibu. b. Baik b. jika kenaikan berat badan ibu hamil mencapai kategori baik selama kehamilan sesuai usia kehamilan ibu. c. Cukup baik c. jika kenaikan berat badan ibu hamil mencapai kategori cukup baik selama kehamilan sesuai usia kehamilan ibu. d. Kurang d. jika kenaikan berat badan ibu hamil mencapai kategori kurang selama kehamilan sesuai usia kehamilan ibu. e. Sangat kurang e. jika ibu hamil tidak mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan. - Berapa berat badan ibu sebelum hamil? - Berapa berat badan ibu saat mau melahirkan? - Berapa minggu usia kehamilan ibu?
5 31 Status ekonomi Usia ibu (Bartini, 2012) Pengawasan ANC Pendidikan Ibu (Romauli, 2011) Pendapatan (UMR Kota Salatiga, 2012) Kelengkapan pelayanan yang diberikan pada pemeriksaan kehamilan (Depkes RI, 2009) a. Di atas UMR a. jika pendapat keluarga perbulan sebesar Rp ,00 atau lebih. b. Di bawah b. jika pendapatan keluarga UMR perbulan kurang dari Rp ,00 a. Baik a. jika usia ibu saat melahirkan tahun. b. Beresiko b. jika usia ibu saat melahirkan kurang dari 20 tahun. c. Sangat beresiko c. jika usia ibu saat melahirkan di atas 35 tahun. a. Baik a. jika ibu hamil memperoleh semua pemeriksaan dengan lengkap b. Kurang b. jika ada 1/lebih jenis pemeriksaan yang belum dilakukan oleh ibu hamil. a. Tinggi a. jika ibu tamat perguruan tinggi. b. Menengah b. jika ibu tamat SMA c. Rendah c. jika ibu tamat SD/SMP - Berapa pendapatan keluarga perbulan? - Berapa usia ibu saat ini? - Jenis pelayanan apa saja yang ibu dapatkan pada waktu ibu memeriksakan kehamilannya? - Apa pendidikan terakhir ibu?
6 32 Penyakit/ komplikasi selama kehamilan (Prawirahardjo, 2008) Paritas (Winkjosastro, 2007) Jarak kehamilan (Bartini, 2012) Pekerjaan ibu (Farrer H, 2001) Kebiasaan ibu (Cunningham, 2005) a. Baik b. Buruk/beresiko a. Baik b. Buruk/beresiko a. Baik b. Buruk/beresiko a. Baik b. Buruk/beresiko a. Baik b. Buruk a. Jika ibu tidak menderita penyakit dan tidak mengalami komplikasi selama kehamilan. b. Jika ibu menderita penyakit atau komplikasi selama hamil. a. Paritas 2 dan 3 b. Paritas 1 dan paritas lebih dari 3. a. Jarak kehamilan lebih dari 2 tahun. b. Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun. a. Jika ibu tidak bekerja/ sebagai ibu rumah tangga (IRT) b. Jika ibu bekerja. a. Jika ibu tidak merokok dan tidak minum alkohol. b. Jika ibu merokok dan minum alkohol. - Saat hamil, apakah ibu pernah mengalami gangguan dalam kehamilan? - Apakah ibu mempunyai penyakit selama hamil? - Saat ini kehamilan yang keberapa? - Berapa jarak kehamilan sekarang dengan kehamilan sebelumnya? - Apa jenis pekerjaan ibu? - Apakah ibu merokok? - Apakah ibu mempunyai kebiasaan minum alkohol?
7 33 Berikut ditampilkan interview guide yang tidak dilakukan kategorisasi Tabel 3.2 Interview guide dalam wawancara dengan riset partisipan Faktor Item Pertanyaan Gizi ibu hamil Menu makanan - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak seimbang mengkonsumsi nasi dalam satu hari? - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak mengkonsumsi sayur dalam sehari? Biasanya yang dikonsumsi sayur apa saja? - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak mengkonsumsi lauk dalam sehari? Biasanya lauk apa saja yang sering dikonsumsi? - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak mengkonsumsi buah dalam sehari? Buah apa yang sering dikonsumsi? - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak ibu mengkonsumsi susu dalam sehari? - Selama hamil, adakah makanan pantangan yang tidak boleh dikonsumsi ibu? Bila ada, makanan pantangan apa yang tidak
8 34 boleh dikonsumsi ibu? Mengapa makanan tersebut pantang untuk dikonsumsi? Pengawasan ANC Perencanaan - Apakah kehamilan ini direncanakan sebelumnya? kehamilan - Apakah kehamilan ini mendapat dukungan dari suami? Frekuensi pemeriksaan kehamilan - Pada waktu mengandung bayi ini, apakah ibu memeriksakan kehamilannya? Pada usia kehamilan berapa bulan, ibu pertama kali memeriksakan kehamilannya? - Dimana ibu memeriksakan kehamilannya? - Selama hamil, berapa kali ibu memeriksakan kehamilannya? Penyakit/komplikasi selama kehamilan - Apakah pada kehamilan terakhir ini, ibu pernah mempunyai keluhan? - Keluhan apa yang sering dialami ibu selama hamil? - Bila ibu mempunyai keluhan tersebut, tindakan apa yang ibu lakukan? Pekerjaan ibu - Selama hamil, apakah ibu masih bekerja? - Seberapa lama ibu bekerja? - Seberapa lama ibu istirahat di rumah?
9 Analisis Data Analisa data dimulai dengan menelaah seluruh data yang diperoleh baik dari hasil wawancara dengan partisipan penelitian maupun hasil dokumentasi dari data rekam medik serta data buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Data kualitatif diperoleh dari hasil penghitungan dan tidak menyatakan kuantitas, tetapi menyatakan sifat yang dikelompokkan dalam kategori (Budiarto, 2002). Wawancara dan dokumentasi menghasilkan data angka kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) bulan Juni sampai dengan Agustus 2012 di RSUD Salatiga. Pengelompokan data dilakukan untuk membedakan bayi BBLR kembar/gemeli dan bayi BBLR tidak kembar. Dilihat dari usia kehamilan ibu, bayi BBLR tidak kembar ini dikategorisasikan menjadi BBLR prematur (usia kehamilan ibu kurang dari 37 minggu) dan BBLR normal (usia kehamilan ibu 37 minggu atau lebih). Selanjutnya kejadian bayi BBLR normal ini dianalisis lebih mendalam untuk menemukan faktor ibu yang mempengaruhi kejadian BBLR tersebut. Masing-masing faktor ibu dari segi gizi ibu, status ekonomi, usia ibu, pengawasan ANC, pendidikan ibu, penyakit/komplikasi selama kehamilan, paritas, jarak kehamilan, pekerjaan ibu dan kebiasaan ibu (merokok dan minum alkohol) dilakukan kategorisasi menjadi baik dan buruk atau beresiko sebagaimana terlihat dalam Tabel 3.1.
10 36 1. Faktor gizi yang dinilai adalah status gizi ibu. Standar penilaian status gizi ibu hamil ditentukan berdasarkan kenaikan berat badan ibu selama hamil yang disesuaikan dengan usia kehamilan ibu. Berikut kenaikan berat badan normal bagi wanita hamil tiap trimester (Waryana, 2010): a. Trimester I (0-12 minggu) : kenaikan berat badan sebesar 0,7 1,4 kg. b. Trimester II (sampai usia 28 minggu) : kenaikan berat badan sebesar 6,7 7,4kg c. Trimester III (sampai usia 40 minggu) : kenaikan berat badan sebesar 12,7 13,4 kg. Menurut Romauli (2011) proporsi kenaikan berat badan selama hamil pada trimester III adalah 0,3-0,5 kg/minggu. Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh hasil kenaikan berat badan ibu saat hamil yang disesuaikan dengan usia kehamilan ibu. Kategorisasi kenaikan berat badan ibu untuk menentukan status gizi ibu hamil yang disesuaikan dengan usia kehamilan ibu ditampilkan dalam Tabel 3.3.
11 37 Tabel 3.3 Kategorisasi kenaikan berat badan ibu hamil (Waryana, 2010 dan Romauli 2011) Usia kehamilan Kategorisasi kenaikan berat badan selama kehamilan (kg) (minggu) Kurang Cukup baik Baik Sangat baik 28 6,6 6,7 7,0 7,1-7,3 7,4 29 6,9 7,0 7,4 7,5 7,8 7,9 30 7,2 7,3 7,8 7,9 8,3 8,4 31 7,5 7,6 8,2 8,3 8,8 8,9 32 7,8 7,9 8,6 8,7 9,3 9,4 33 8,1 8,2 9,0 9,1 9,8 9,9 34 8,4 8,5 9,3 9,4 10,3 10,4 35 8,7 8,8 9,8 9,9 10,8 10,9 36 9,0 9,1 10,2 10,3 11,3 11,4 37 9,3 9,4 10,6 10,7 11,8 11,9 38 9,6 9,7 11,0 11,1 12,3 12,4 39 9,9 10,0 11,4 11,5 12,8 12, ,2 10,3 11,8 11,9 13,3 13, ,5 10,6 12,2 12,3 13,8 13, ,8 10,9 12,6 12,7 14,3 14,4 Sangat kurang, jika ibu hamil tidak mengalami peningkatan berat badan.
12 38 2. Faktor status ekonomi dilihat dari pendapatan keluarga perbulan. Faktor status ekonomi mencapai kategori di atas UMR jika pendapatan keluarga perbulannya mencapai Rp ,00 atau lebih. Kategorisasi pendapatan keluarga per bulan berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) Kota Salatiga tahun 2012 yaitu sebesar Rp , Faktor usia ibu mencapai kategori baik jika usia ibu saat melahirkan masuk usia reproduksi sehat yakni umur tahun. 4. Faktor pengawasan ANC dilihat berdasarkan kelengkapan pelayanan yang diberikan pada pemeriksaan kehamilan. Faktor pengawasan ANC mencapai kategori baik jika ibu memperoleh pemeriksaan kehamilan dengan lengkap yang meliputi periksa perut, timbang berat badan berat badan, ukur tekanan darah, imunisasi TT 2 kali, pemberian tablet besi (Fe), dan pemeriksaan Hb darah. 5. Faktor pendidikan ibu mencapai kategori tinggi jika ibu tamat Perguruan Tinggi. 6. Faktor penyakit/komplikasi selama kehamilan masuk kategori baik jika ibu tidak menderita penyakit maupun tidak mengalami komplikasi selama kehamilan. 7. Faktor paritas masuk kategori baik jika kehamilan saat ini merupakan kehamilan kedua atau kehamilan ketiga.
13 39 8. Faktor jarak kehamilan masuk kategori baik jika jarak kehamilan sekarang dengan kehamilan sebelumnya lebih dari 2 tahun. 9. Faktor pekerjaan ibu masuk kategori baik jika ibu tidak bekerja atau hanya sebagai ibu rumah tangga (IRT). 10. Faktor kebiasaan ibu masuk kategori baik jika ibu tidak merokok dan tidak minum alkohol. Terhadap masing-masing partisipan akan dilakukan kategorisasi terhadap faktor gizi, status ekonomi, usia, pengawasan ANC, pendidikan, penyakit/komplikasi selama kehamilan, paritas, jarak kehamilan, pekerjaan dan kebiasaan ibu yang mempengaruhi kejadian BBLR tersebut. Hasil pengkategorisasian faktor-faktor tersebut kemudian dianalisis pada masing-masing partisipan untuk menetapkan faktor ibu yang mempengaruhi kejadian BBLRnya. Tahap selanjutnya menentukan faktor ibu yang paling berkaitan erat dengan kejadian BBLR pada seluruh partisipan yang diteliti. 3.6 Uji Keabsahan Data Penulis menggunakan teknik pemeriksaan triangulasi sumber untuk mendapatkan keabsahan data. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber (Sugiyono, 2008).
14 40 Uji keabsahan data dilakukan dengan mencocokan hasil wawancara partisipan penelitian terhadap hasil dokumentasi baik data dari rekam medik maupun dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Penilaian terhadap kesesuaian antara hasil wawancara sejumlah item pertanyaan yang diajukan kepada partisipan dengan hasil dokumentasi dilakukan untuk menetapkan keabsahan data. 3.7 Keterbatasan Penelitian Penentuan status gizi partisipan ditentukan berdasarkan kenaikan berat badan selama kehamilan. Tidak memungkinkan bagi peneliti untuk memantau kenaikan berat badan partisipan tiap minggunya. Hal ini dikarenakan peneliti melakukan penelitian pada partisipan yang telah melahirkan bayi BBLR.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Hasil wawancara dengan partisipan penelitian dan hasil dokumentasi dari data rekam medik dan data buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menggambarkan
BAB I PENDAHULUAN. panjang badan 50 cm (Pudjiadi, 2003). Menurut Depkes RI (2005), menyatakan salah satu faktor baik sebelum dan saat hamil yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bayi dilahirkan setelah dikandung kurang lebih 40 minggu dalam rahim ibu. Pada waktu lahir bayi mempunyai berat badan sekitar 3 Kg dan panjang badan 50 cm (Pudjiadi,
BAB I PENDAHULUAN. Masa Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.
BAB 1 PENDAHULUAN. kapasitas/kemampuan atau produktifitas kerja. Penyebab paling umum dari anemia
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu penentu kualitas sumberdaya manusia adalah gizi yang seimbang. Kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan,
BAB I PENDAHULUAN. Anemia adalah suatu kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari batas normal kelompok orang yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Anemia adalah suatu kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari batas normal kelompok orang yang bersangkutan. Hemoglobin merupakan protein berpigmen
BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat dilakukan. pembangunan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat 2010-2015 dilakukan pembangunan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan bangsa. Pemerintah memiliki
BAB I PENDAHULUAN. anemia masih tinggi, dibuktikan dengan data World Health Organization
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anemia adalah masalah kesehatan masyarakat dunia yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Angka prevalensi anemia masih tinggi, dibuktikan dengan data
PENGETAHUAN, SIKAP, PRAKTEK KONSUMSI SUSU DAN STATUS GIZI IBU HAMIL
71 Lampiran 1 Kuesioner Penelitian Tanggal wawancara: Kode responden PENGETAHUAN, SIKAP, PRAKTEK KONSUMSI SUSU DAN STATUS GIZI IBU HAMIL Nama Responden :... Alamat :...... No. Telepon :... Lokasi penelitian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di seluruh dunia lebih dari 20 juta setiap tahunnya dilahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). Di negara berkembang kejadian BBLR 16,5%, 2 kali lebih tinggi dibandingkan
HASIL DAN PEMBAHASAN
23 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Contoh Karakteristik contoh meliputi usia, pendidikan, status pekerjaan, jenis pekerjaan, riwayat kehamilan serta pengeluaran/bulan untuk susu. Karakteristik contoh
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil
BAB I PENDAHULUAN. hingga kelahiran dan pertumbuhan bayi selanjutnya. (Depkes RI, 2009)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya kesehatan ibu telah dipersiapkan sebelum dan selama kehamilan bertujuan untuk mendapatkan bayi yang sehat. Gangguan kesehatan yang terjadi selama kehamilan dapat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jawa Tengah kotamadya Salatiga. Lokasi puskesmas Sidorejo
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Puskesmas Sidorejo Kidul Salatiga, terletak di Propinsi Jawa Tengah kotamadya Salatiga. Lokasi puskesmas Sidorejo
I. PENDAHULUAN. terpenting dalam pertumbuhan anak dimasa datang (Rodhi, 2011) World Health Organization (WHO) 2008, telah membagi umur kehamilan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah 1.1.1 Latar Belakang Bayi sehat adalah modal utama dalam mewujudkan manusia berkualitas. Keadaan ibu sebelum dan saat hamil akan menentukan berat bayi yang
BAB I PENDAHULUAN. dari pertemuan sperma dan ovum sebagai rangkaian kejadian dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis dari proses fertilisasi dari pertemuan sperma dan ovum sebagai rangkaian kejadian dari pembentukan gamet, ovulasi, pertemuan
KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN PENGETAHUAAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERAWATAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL YANG MENGALAMI ABORTUS SPONTAN TAHUN 2013
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN PENGETAHUAAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERAWATAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL YANG MENGALAMI ABORTUS SPONTAN TAHUN 2013 No. Responden : Petunjuk pengisian : Isilah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kurang Energi Kronis pada Ibu Hamil Kurang energi kronis (KEK) adalah keadaan dimana ibu menderita keadaan kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan
BAB I PENDAHULUAN. defisiensi vitamin A, dan defisiensi yodium (Depkes RI, 2003).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah gizi seimbang di Indonesia masih merupakan masalah yang cukup berat. Pada hakikatnya berpangkal pada keadaan ekonomi yang kurang dan terbatasnya pengetahuan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kriteria riset partisipan adalah ibu hamil primigravida dengan usia
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Riset Kriteria riset partisipan adalah ibu hamil primigravida dengan usia kehamilan 20-32 minggu, mampu berkomunikasi dengan baik, tinggal di wilayah
BAB I PENDAHULUAN. atau calon ibu merupakan kelompok rawan, karena membutuhkan gizi yang cukup
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Kehamilan Risiko Tinggi Kehamilan berisiko adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar, baik terhadap ibu maupun terhadap janin
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dengan melihat indikator yang tercantum dalam Milenium
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pemerintah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan melihat indikator yang tercantum dalam Milenium Development Goals (MDGs) salah satunya
METODE. Zα 2 x p x (1-p)
16 METODE Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Pemilihan tempat dilakukan secara purposif dengan pertimbangan kemudahan akses dan perolehan izin. Penelitian
BAB I PENDAHULUAN. menilai derajat kesehatan. Kematian Ibu dapat digunakan dalam pemantauan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan. Kematian Ibu dapat digunakan dalam pemantauan kematian terkait dengan
KELAS IBU HAMIL. dr. Hafizah
KELAS IBU HAMIL dr. Hafizah PENGERTIAN & TUJUAN Kelas Ibu Hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu s/d 32 minggu dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Bertujuan
BAB 1 PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) tahun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.2 Latar Belakang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) tahun 2005-2025 kesehatan masyarakat merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai untuk mewujudkan bangsa yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang
17 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara berkembang termasuk Indonesia dan merupakan penyebab kematian ibu dan anak
HUBUNGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA SKRIPSI
HUBUNGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS PANARUNG KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2015
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS PANARUNG KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2015 Resa Valentri*, Dessy Hertati, Nobella Kristia Angelina Akademi Kebidanan Betang Asi Raya, Jln.Ir.Soekarno No.7
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan suami istri. Masa kehamilan adalah suatu fase penting dalam pertumbuhan anak karena calon
TINJAUAN PUSTAKA Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Definisi Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 2.1.1. Definisi Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Menurut Saifuddin (2001), Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu penyebab kematian ibu adalah abortus. Abortus adalah
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Salah satu penyebab kematian ibu adalah abortus. Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau umur kehamilan kurang dari 22
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu negara. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih sangat tinggi,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. PENGUMPULAN/ PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. PENGUMPULAN/ PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP Dari hasil anamnesa yang dilakukan kepada pasien pada tanggal 05 Maret 2014 didapatkan data
BAB I PENDAHULUAN. melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Berat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu proses yang fisiologis. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD DR WAHIDIN SUDIROHUSODO KOTA MOJOKERTO
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD DR WAHIDIN SUDIROHUSODO KOTA MOJOKERTO Indra Yulianti*, Reva Arliyanti Hargiono** Program Studi D3 Kebidanan STIKES
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Bodgan & Tylor (dalam Moleong, 2010) mengonsepkan prosedur penelitian kualitatif sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut W.J.S Poerwodarminto, pemahaman berasal dari kata "Paham
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemahaman Menurut W.J.S Poerwodarminto, pemahaman berasal dari kata "Paham yang artinya mengerti benar tentang sesuatu hal. Pemahaman merupakan tipe belajar yang lebih tinggi
Volume 4 No. 1, Maret 2013 ISSN : HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD R.A KARTINI JEPARA INTISARI
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD R.A KARTINI JEPARA Ita Rahmawati 1, Asmawahyunita 2, Devi Rosita 3 INTISARI AKB di Indonesia tahun 2007 sejumlah 34 per 1000 kelahiran
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. kabupaten Bonebolango dengan batas-batas sebagai berikut:
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum RS Toto Kabila RS Toto Kabila Kabupaten Bonebolango terletak di desa permata kecamatan tilongkabila memiliki luas tanah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh partisipan penelitian yaitu persepsi,
BAB I PENDAHULUAN. perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. makin besar dengan adanya anemia 51%, nifas 45%.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara asean. Berdasarkan Survei Demografi Kependudukan Indonesia
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana penelitian kualitatif adalah penelitian yang berfokus menggambarkan dan memahami fenomena dalam
BAB I PENDAHULUAN. secara Nation Wide mengingat prevalensinya cukup tinggi umumnya sebagian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dimasa mendatang masalah penyakit tidak menular akan menjadi perioritas masalah kesehatan di indonesia, salah satu masalah tersebut adalah masalah hipertensi. Hipertensi
BAB I PENDAHULUAN. proses selanjutnya. Proses kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Proses kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan pemilihan metode keluarga berencana merupakan suatu mata rantai yang berkesinambungan dan berhubungan dengan kesehatan
BAB II TINJAUAN TEORI
BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Pengertian Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang
HUBUNGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT DR. NOESMIR BATURAJA TAHUN 2014
HUBUNGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT DR. NOESMIR BATURAJA TAHUN 2014 Wachyu Amelia Dosen STIKES Al-Ma arif Baturaja Program Studi DIII Kebidanan Email: [email protected]
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indikator peningkatan kualitas kehidupan manusia dapat dilihat secara internasional dalam Millenium Development Goals (MDG s) yaitu bertujuan menurunkan kematian anak
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HB IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN SENEN TAHUN Nur Romdhona Putri Nabella.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HB IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN SENEN TAHUN 2015 Nur Romdhona Putri Nabella Abstrak Setiap ibu hamil beresiko mengalami anemia dalam kehamilan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dalam sintesa hemoglobin. Mengkonsumsi tablet Fe sangat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Zat besi merupakan mikro elemen esensial bagi tubuh yang diperlukan dalam sintesa hemoglobin. Mengkonsumsi tablet Fe sangat berkaitan dengan kadar hemoglobin
BAB I PENDAHULUAN. salah satu kontribusi penting dalam Millenium Development Goals (MDGs)
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penurunan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu kontribusi penting dalam Millenium Development Goals (MDGs) untuk menurunkan kematian anak.
KARYA TULIS ILMIAH. Karya Tulis Ilmiah ini diajukan untuk memenuhi persyaratan Memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan (AM.Keb)
KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN KEJADIAN KEK (KEKURANGAN ENERGI KRONIK) PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS PAMOTAN KABUPATEN REMBANG TAHUN 2011 Karya Tulis Ilmiah ini diajukan
BAB I PENDAHULUAN. sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut Manuaba (2010),
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Anemia pada kehamilan merupakan masalah yang umum karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas
STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET BESI DI POLINDES BENDUNG JETIS MOJOKERTO.
STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET BESI DI POLINDES BENDUNG JETIS MOJOKERTO Ika Suhartanti *) ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai tolak ukur keberhasilan kesehatan ibu maka salah satu indikator
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tergolong tinggi. Sebagai tolak ukur keberhasilan kesehatan ibu maka salah satu indikator terpenting untuk menilai kualitas
BAB I PENDAHULUAN. tahun Konsep pembangunan nasional harus berwawasan kesehatan, yaitu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Millenium Development Goals (MDGs) merupakan sasaran pembangunan milenium yang telah disepakati oleh 189 negara yang tergabung dalam PBB pada tahun 2000. Konsep pembangunan
Gambaran Karakteristik Ibu Hamil, Tingkat Pengetahuan serta Sikap terhadap Asupan Gizi Ibu Hamil di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang
Gambaran Karakteristik Ibu Hamil, Tingkat Pengetahuan serta Sikap terhadap Asupan Gizi Ibu Hamil di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang Ester Ratnaningsih, SST Nor Tri Astuti, SST Staff Dosen AKBID
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE PADA IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS TEGALREJO TAHUN 2016
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE PADA IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS TEGALREJO TAHUN 2016 NASKAH PUBLIKASI Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Mencapai Gelar Sarjana Sains
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU Rosmala Nur 1, Adhar Arifuddin 2, Redita Novilia 2 1.Bagian Kependudukan, Program Studi Kesehatan Masyarakat,
BAB I PENDAHULUAN. tahun diperkirakan wanita di dunia meninggal sebagai akibat. per kelahiran hidup (Wiknjosastro, 2006).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini dalam setiap menit setiap hari, seorang ibu meninggal disebabkan oleh komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan. Setiap tahun diperkirakan 585.000 wanita
KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MELAHIRKAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSU RA KARTINI JEPARA. Gunawan, Anik Sholikah, Aunur Rofiq INTISARI
KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MELAHIRKAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSU RA KARTINI JEPARA Gunawan, Anik Sholikah, Aunur Rofiq INTISARI BBLR merupakan salah satu indikator Kesehatan ibu dan
Kuesioner Penelitian Gambaran Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Perawatan Kehamilan di Desa Manis Kabupaten Asahan Kecamatan Pulau Rakyat Tahun 2016
112 Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian Gambaran Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Perawatan Kehamilan di Desa Manis Kabupaten Asahan Kecamatan Pulau Rakyat Tahun 2016 Nama Responden : 1. Faktor Internal
BAB I PENDAHULUAN. (Suharno, 1993). Berdasarkan hasil penelitian WHO tahun 2008, diketahui bahwa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia yang berakibat buruk bagi penderita terutama golongan rawan gizi yaitu anak balita, anak sekolah, remaja, ibu
BAB Ι PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada setiap
BAB Ι PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada setiap wanita, menurut Depkes RI kehamilan merupakan masa kehidupan yang penting. Pada masa ini ibu harus
BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Salah satu penentu kualitas sumber daya manusia adalah gizi seimbang. Kekurangan
1 BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu penentu kualitas sumber daya manusia adalah gizi seimbang. Kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kalender atau 40 minggu atau 280 hari (Megasari, 2015). Kehamilan secara umum
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan proses reproduksi yang normal atau alamiah bagi perempuan yang dimulai dari konsepsi sampai melahirkan bayi. Seorang ibu akan membutuhkan waktu untuk
BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah gizi di Indonesia masih didominasi oleh masalah Kurang Energi
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah gizi di Indonesia masih didominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP), anemia, Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kurang Vitamin (KVA) dan obesitas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gresik karena ibu hamil yang mengalami KEK dan bayi dengan berat lahir rendah masih tinggi. Waktu pengambilan
BAB I PENDAHULUAN. bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi (Depkes RI, 2011). mampu menurunkan angka kematian anak (Depkes RI, 2011).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indikator pertama dalam menentukan derajat kesehatan adalah angka kematian bayi (AKB) karena dapat mencerminkan status kesehatan masyarakat. Sebagian besar penyebab
BAB I PENDAHULUAN. 2012, angka kematian ibu di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 359 per
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Pada
Kehamilan Resiko Tinggi. Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013
Kehamilan Resiko Tinggi Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013 Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
BAB IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Hasil Penelitian Gambaran umum lokasi penelitian Karakteristik sampel
BAB IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran umum lokasi penelitian Peneliitian ini dilakukan di RSI Yarsi Kota Pontianak yang terletak di jalan Tanjung Raya 1 Kota Pontianak dengan
STATUS GIZI IBU HAMIL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP BAYI YANG DILAHIRKAN
2003 Zulhaida Lubis Posted: 7 November 2003 STATUS GIZI IBU HAMIL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP BAYI YANG DILAHIRKAN Oleh :Zulhaida Lubis A561030051/GMK e-mail: [email protected] Pendahuluan Status gizi
BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan permulaan suatu kehidupan baru. pertumbuhan janin pada seorang ibu. Ibu hamil merupakan salah satu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehamilan merupakan permulaan suatu kehidupan baru dalam periode pertumbuhan janin pada seorang ibu. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rawan kekurangan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dipilih lokasi di Kecamatan Susukan, Kabupaten
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat eksplanatif yang ingin menganalisis hubungan antara variabel-variabel penelitian. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dipilih
BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu Negara. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dengan baik, bayi tumbuh sehat sesuai yang diharapkan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan suami istri. Setiap pasangan menginginkan kehamilan berlangsung dengan baik, bayi
BAB I PENDAHULUAN. emosional yang sangat besar bagi setiap wanita (Rusli, 2011). Kehamilan dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehadiran seorang anak merupakan anugerah bagi setiap keluarga, banyak harapan yang tumbuh saat mengetahui seorang wanita hamil karena kehadiran seorang anak
BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang lainnya. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah kematian bayi dalam usia 28 hari
HASIL DAN PEMBAHASAN
49 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Sampel Hasil pemilahan data dari sebanyak 2.822 rumah tangga yang mempunyai anak usia 6-11 bulan yang berasal dari 10 provinsi di Sumatera, hanya 1.749 rumah tangga
BAB I PENDAHULUAN. spesialis kebidanan, dokter umum, dan bidan) pada ibu selama masa kehamilannya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Antenatal care (ANC) adalah pelayanan kesehatan profesional (dokter spesialis kebidanan, dokter umum, dan bidan) pada ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar
Gambaran kejadian Hipertensi Gravidarum Berdasarkan Karakteristik di Bidan Ny. Y Kelurahan Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya
Gambaran kejadian Hipertensi Gravidarum Berdasarkan Karakteristik di Bidan Ny. Y Kelurahan Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Nely Nurdianti Rahayu MA0712058 INTISARI Hipertensi gravidarum merupakan satu
NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: Aribul Maftuhah
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 217 NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh: Aribul
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Merokok adalah suatu kebiasaan yang sudah umum dan meluas di masyarakat, dan pada faktanya kebiasaan merokok susah untuk dihilangkan. Merokok telah menjadi
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS WIROBRAJAN KOTA YOGYAKARTA
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS WIROBRAJAN KOTA YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh: Rabiatunnisa 1610104257 PROGRAM STUDI BIDAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu tujuan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan Ibu dan Anak. Ibu dan Anak merupakan kelompok yang paling
