BAB V PENUTUP Kesimpulan
|
|
|
- Yuliani Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian analisis resepsi menekankan poin penting terhadap khalayak yang dapat memaknai sendiri teks yang dibacanya dan tidak selalu sejalan dengan apa yang menjadi ideologi media massa. Konsep encoding dan decoding yang dikemukakan Stuart Hall merupakan salah satu konsep penting dalam analisis resepsi dimana pembuat pesan menciptakan pesan sedemikian rupa dengan makna tertentu yang kemudian diharapkan dapat diterima khalayak. Namun, khalayak sendiri di sisi lain juga dapat memaknai teks tersebut secara khas dan belum tentu sejalan dengan pesan apa yang dimaksudkan oleh pembuat pesan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang melatar belakangi kehidupan khalayak, seperti kerangka berpikir dan pengetahuan yang berbeda yang dimiliki oleh khalayak satu dengan yang lainnya, gaya hidup, hingga perbedaan tingkat pendidikan dan kelas ekonomi. Media massa tidak lagi memiliki kuasa untuk sepenuhnya memengaruhi khalayak, karena teks bermakna banyak. Setiap teks memiliki makna yang sengaja disisipkan oleh pembuat teks, termasuk dalam media massa seperti surat kabar, televisi, radio, hingga sebuah karya film. Meski sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa sebuah karya film berfungsi sebagai media hiburan, film di sisi lain berfungsi pula sebagai penyampai fenomena yang terjadi dalam lingkungan masyarakat, serta sebagai jembatan ideologi pembuatnya. Pembuat teks, atau dalam sebuah karya film disebut sebagai sutradara membuat sebuah film dengan tema tertentu dan memiliki makna yang tertentu pula. Khalayak yang menyaksikan film tersebut ternyata memiliki makna yang dibangunnya sendiri. Peneliti mencoba melakukan penelitian analisis resepsi dengan menganalisis decoding khalayak terhadap film Cinta Tapi Beda (CTB) yang mengangkat potret masyarakat minoritas Katolik Padang. Seperti telah disampaikan oleh Stuart Hall, dalam penelitian ini peneliti menemukan khalayak 116
2 memaknai film tersebut dengan cara yang berbeda-beda pula tergantung pandangan, penangkapan, dan penafsiran yang mereka lakukan. Meski seluruh informan tertarik dengan film CTB, hal tersebut tidak menjamin mereka untuk sependapat dengan apa yag disampaikan oleh sutradara film tersebut. Informan dalam penelitian ini adalah Frizka, Era, Raihan, Fadli, dan Iwan. Kelimanya memiliki ketertarikan khusus dengan film CTB. Namun dibalik kesamaan tersebut, masing-masing informan memiliki perbedaan-perbedaan yang turut memengaruhi cara mereka memaknai film CTB. Pemaknaan informan penelitian yang beragam terbagi atas tiga posisi, yakni dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Dalam penelitian analisis resepsi, peneliti akan memeroleh pemaknaan film dari pandangan informan sendiri. Masing-masing posisi yang dihasilkan oleh informan tersebut merupakan kombinasi pengenalan dasar atau pemahaman menyeluruh terhadap teks serta interpretasi dan evaluasi terhadap makna berkenaan dengan kode teks yang relevan. Peneliti juga menilik bagaimana informan melihat makna yang tersirat di balik teks serta penerimaan dan penolakan khalayak terhadap teks. Selain itu, peneliti juga memerhatikan bagaiman informan menikmati sebuah film hingga memiliki kemungkinan pengaruh dalam pemaknaannya. Informan yang berada pada posisi dominant reading berarti memiliki pemahaman yang sejalan dan menyetujui apa yang disampaikan pembuat pesan dalam film CTB. Informan juga memiliki cara pandang dan ideologi yang sama dengan pembuat pesan. Misalnya Iwan sebagai satu-satunya informan yang memiliki latar belakang kehidupan sebagai masyarakat minoritas Katolik Padang sangat setuju dengan penggambaran tokoh Diana dan memiliki pemikiran yang nyaris sama mengenai konsep toleransi yang dicetuskan oleh Hanung Bramantyo sebagai sutradara CTB. Sedangkan informan yang berada dalam posisi negotiated reading menerima hanya sebagian pesan yang disampaikan oleh film CTB pada hal-hal tertentu sesuai dengan pandangannya masing-masing. Sisanya, informan menyatakan ketidaksetujuannya sesuai dengan kondisi yang dialami oleh masingmasing informan. Misalnya pada Frizka dan Raihan, meskipun Diana adalah 117
3 seorang yang beragama Katolik, nilai masyarakat Minangkabau yang religius tetap ada dalam diri Diana. Dalam film CTB, keluarga Diana memang digambarkan sebagai keluarga Katolik yang taat. Penilaian Frizka dan Raihan ini sedikit banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan mereka yang luas dan beragam yang kemudian membentuk mereka menjadi pribadi yang berpemikiran relatif lebih terbuka. Sementara informan yang berada dalam posisi oppositional reading memiliki pemahaman yang berseberangan dengan apa yang disampaikan oleh film CTB. Mereka memahami makna yang ingin disampaikan oleh film CTB tetapi melawannya berdasarkan pengalaman dan pandangannya sendiri yang bertentangan. Hal ini terjadi ketika informan memang memiliki kerangka berpikir yang sama sekali berbeda dengan pembuat film CTB. Sebagai contohnya Fadli banyak mengutarakan rasa tidak setujunya terhadap film tersebut. Selain terhadap tokoh Diana yang menurutnya digambarkan Hanung sebagai wanita Minangkabau, Fadli menentang bila film ini disebutkan sebagai film yang mengangkat tema multikulturalisme. Fadli berpendapat justru film CTB akan memecah kerukunan beragama antar masyarakat Indonesia. Meskipun para informan memiliki ketertarikan untuk menyaksikan film CTB, tidak semua informan memiliki sikap dan bertindak dengan cara yang sama. Ketertarikan mereka pada film CTB juga tidak lantas membuat mereka senantiasa menerima atau menyetujui sepenuhnya pesan-pesan dalam film tersebut. Ketertarikan tersebut sama sekali tidak dapat menghalangi pandangan atau pendapat mereka yang berseberangan. Peneliti juga menemukan bahwa pemaknaan mengenai komposisi dialog dan gambar dilakukan secara terpisah oleh informan. Meskipun elemen seperti dialog dan adegan merupakan elemen yang saling mendukung satu sama lain, khalayak ternyata tidak memerdulikan itu. Informan menggunakan pengalaman pribadi, referensi media massa, serta interaksi dengan keluarga dan juga temantemannya dalam memaknai film CTB. Faktor-faktor tersebut tentunya berbedabeda pada tiap informan sehingga mereka memiliki pemaknaan yang beragam. Pemaknaan informan sebagian juga berasal dari latar belakang budaya dan 118
4 pergaulan sehari-hari. Kelas sosial dan ekonomi ternnyata tidak berpengaruh terhadap pemaknaan. Ada sejumlah faktor lain yang berperan lebih kuat dalam membentuk pemaknaan informan dan berbeda untuk masing-masing informan. Interaksi informan dengan teman dan keluarga yang berdasar pada konsumsi media massa turut membangun sikap kritis informan dalam menyikapi gambaran masyarakat saat ini. Fenomena yang diangkat film CTB memang tidak dibantah oleh keseluruhan informan merupakan hal jamak yang terjadi dalam lingkungan kehidupan mereka. Penelitian ini sekaligus mampu membantu memahami makna yang ada dalam film CTB. Namun kita tidak dapat menentukan satu jenis makna saja melalui penelitian analisis resepsi. Dalam penelitian analisis resepsi, makna sebuah teks bersifat polisemi dengan kata lain, khalayak mampu membuat makna apa saja dari teks tersebut. Penelitian ini menunjukkan bagaimana sebuah fenomena disampaikan sebuah film lalu kemudian diterima atau ditolak oleh khalayak. Setiap sineas yang menyampaikan pesan dalam film-filmnya tentu berharap pesan tersebut dapat tersampaikan pada masyarakat luas. Mereka juga berharap pesan tersebut juga dapat membawa efek dan perubahan dalam masyarakat. Di sini kita bisa melihat bahwa media massa, termasuk film, tidak memiliki kekuatan penuh dalam memengaruhi pemaknaan khalayak apalagi sampai pada taraf mengubah pandangan dan perilaku. Penelitian ini kemudian juga menunjukkan bahwa fenomena sosial yang informan dapatkan dari film sekadar memberikan pengetahuan dan pandangan baru mengenai dunia dan gambaran masyarakat. Pemaknaan film CTB yang dilakukan para informan tidak serta merta membuat informan tergerak untuk melakukan sesuatu. Seluruh informan hanya menjadikan film CTB sebagai hiburan. Selain menjadikan sebagai hiburan, informan juga berpendapat bahwa CTB merupakan refleksi keadaan yang terjadi di lingkungan kehidupan pada saat ini. Fenomena yang diangkat dalam film juga turut membuka pandangan baru bagi informan bahwa di dunia ini ada banyak hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. 119
5 B. Saran Penelitian Setelah melakukan penelitian, peneliti memiliki beberapa saran yang ditujukan untuk pengembangan dalam sebuah karya perfilman, penelitian serta keperluan keilmuan lainnya, yakni antara lain: 1. Demi meningkatkan kualitas industri perfilman dan menguatkan pesan moral dalam sebuah film, makan hendaknya pembuat film melakukan riset yang lengkap terlebih dahulu mengenai fenomena yang akan diangkat dalam film agar tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu, pembuat film hendaknya tetap memertahankan beberapa manfaat bagi khalayak penikmat film. 2. Proses penelitian hendaknya dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang demi mendapatkan pemahaman lebih mendalam terhadap informan. 3. Penelitian yang lebih detail dan rinci terhadap sebuah objek penelitian juga dibutuhkan untuk lebih memahami preferred reading dari pembuat teks. 4. Informan hendaknya lebih beragam sehingga data yang didapat akan lebih kaya dana analisis yang didapat akan lebih tajam. Temuan yang didapat dengan demikian akan bertambah pula. 120
BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setiap teks mengandung makna yang sengaja disisipkan oleh pembuat teks, termasuk teks dalam karya sastra. Meski sebagian besar karya sastra berfungsi sebagai media rekreatif
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setiap media, didalamnya mengandung sebuah pesan akan makna tertentu. Pesan tersebut digambarkan melalui isi dari media tersebut, bisa berupa lirik (lagu), alur cerita (film),
POLIGAMI DALAM FILM (Analisis Resepsi Audience Terhadap Alasan Poligami Dalam Film Indonesia Tahun )
POLIGAMI DALAM FILM (Analisis Resepsi Audience Terhadap Alasan Poligami Dalam Film Indonesia Tahun 2006-2009) NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Mencapai Gelar S-1 Ilmu Komunikasi Oleh :
POLIGAMI DALAM FILM (ANALISIS RESEPSI AUDIENS TERHADAP ALASAN POLIGAMI DALAM FILM INDONESIA TAHUN )
Poligami Dalam Film 37 ABSTRAK POLIGAMI DALAM FILM (ANALISIS RESEPSI AUDIENS TERHADAP ALASAN POLIGAMI DALAM FILM INDONESIA TAHUN 2006-2009) Rahmalia Dhamayanti Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi
BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Poin penting dari analisis resepsi adalah khalayak memiliki pemaknaan yang berbeda dalam suatu teks media. Khalayak tidak lagi dipandang dapat dengan mudah terpengaruh pesan
BAB IV PENUTUP. penonton Tuli (DAC Jogja) dan komunitas penonton non-tuli (MM Kine
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Pada bagian ini peneliti akan menyimpulkan penerimaan penonton terhadap diskriminasi Tuli dalam Film Silenced, terhadap dua komunitas penonton Tuli (DAC Jogja) dan komunitas
BAB V. Refleksi Hasil Penelitian
BAB V Refleksi Hasil Penelitian 5.2.1 Implikasi Teoritis Implikasi teoritis yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu media menciptakan pesan yang disampaikan kepada khalayak dan khalayak memaknai pesan
BAB IV PENUTUP. diskriminasi Islam dalam film Fitna karya Geert Wilders. Dari konsep penerimaan
BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Pada bab ini peneliti akan menyimpulkan penerimaan penonton tentang diskriminasi Islam dalam film Fitna karya Geert Wilders. Dari konsep penerimaan penonton ini peneliti
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Harmon dalam buku yang ditulis oleh Moleong 22, paradigma
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Menurut Harmon dalam buku yang ditulis oleh Moleong 22, paradigma adalah cara mendasar untuk mempersepsi, berpikir, menilai dan melakukan yang berkaitan dengan
NASKAH PUBLIKASI ILMIAH
ANALISIS PENERIMAAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TERHADAP NILAI-NILAI TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DAN PLURALISME DALAM FILM? (TANDA TANYA) NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Disusun Oleh : AHMAD
BAB I PENDAHULUAN. Tengok saja majalah, koran, radio, acara televisi, sampai media online
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa di zaman ini telah menjadi bagian wajib dari kehidupan manusia. Sadar atau tidak, media massa telah menempati posisi penting untuk memuaskan kebutuhan manusia
BAB VI PENUTUP. mengenai bagaimana khalayak meresepsi tayangan tragedi Mina 2015.
BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan Ada beberapa catatan yang patut ditambahkan terkait dengan seluruh temuan dalam penelitian ini, yang selanjutnya akan merangkai utuh tesis yang berjudul Tayangan Tragedi Mina
BAB IV INTERPRETASI HASIL PENELITIAN TENTANG APLIKASI TRANSPORTASI ONLINE DI SURABAYA
BAB IV INTERPRETASI HASIL PENELITIAN TENTANG APLIKASI TRANSPORTASI ONLINE DI SURABAYA A. Temuan Penelitian Tentang Aplikasi Transportasi Online di Surabaya Suatu penelitian diharapkan akan memperoleh hasil
BAB 1 PENDAHULUAN. budaya yang melatar belakanginya. Termasuk pemakaian bahasa yang tampak pada dialog
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam penyampaian pesan dan komunikasi, di zaman sekarang manusia tidak lagi harus bersusah payah untuk bertemu atau menggunakan alat komunikasi telegram.
ABSTRAK. Nama : Anike Puspita Yunita NIM : D2C Judul : Persepsi Khalayak tentang Aksi Demonstrasi FPI di Surat Kabar Suara Merdeka
ABSTRAK Nama : Anike Puspita Yunita NIM : D2C009002 Judul : Persepsi Khalayak tentang Aksi Demonstrasi FPI di Surat Kabar Suara Merdeka Pascareformasi, demonstrasi marak terjadi di berbagai daerah di tanah
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP NILAI NASIONALISME DALAM FILM TANAH SURGA KATANYA
JURNAL E-KOMUNIKASI PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP NILAI NASIONALISME DALAM FILM TANAH SURGA KATANYA Ruthantika Cahya Linadi, Prodi Ilmu
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dewasa ini penyimpangan sosial di Indonesia marak terjadi dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini penyimpangan sosial di Indonesia marak terjadi dengan munculnya berbagai konflik yang berujung kekerasan karena berbagai aspek seperti politik,
BAB I PENDAHULUAN. yang kini sedang tumbuh di dalam kehidupan masyarakat secara global.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Media massa memiliki peran yang sangat penting di dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya sebagai sumber informasi, namun juga berperan sebagai sumber dari
BAB I PENDAHULUAN. manusia yang berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan. Menurut Undang-Undang No. 33 Tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia adalah homo pluralis yang memiliki cipta, rasa, karsa, dan karya sehingga dengan jelas membedakan eksistensinya terhadap makhluk lain. Karena memiliki
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berbagai budaya terdapat di Indonesia sehingga menjadikannya sebagai negara yang berbudaya dengan menjunjung tinggi nilai-nilainya. Budaya tersebut memiliki fungsi
BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan karya seni kreatif yang menjadikan manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karya sastra merupakan karya seni kreatif yang menjadikan manusia dengan segala kompleks persoalan hidup sebagai objeknya, dan bahasa sebagai mediumnya. Peristiwa dan
BAB V PENUTUP Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini berbeda dengan penelitian yang lain karena mengangkat konsep multikulturalisme di dalam film anak. Sebuah konsep yang jarang dikaji dalam penelitian di media
2015 KAJIAN VISUAL POSTER FILM DRAMA PENDIDIKAN SUTRADARA RIRI RIZA PRODUKSI MILES FILMS
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu fungsi seni adalah sebagai media komunikasi, dimana dalam setiap unsur seni memiliki pesan yang ingin dikomunikasikan kepada penikmatnya, baik tersirat
ANALISIS RESEPSI PEMBACA RAMALAN ZODIAK DI ASK FM LIGHTGIVERS
ANALISIS RESEPSI PEMBACA RAMALAN ZODIAK DI ASK FM LIGHTGIVERS Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP INFORMASI KASUS PENODAAN AGAMA OLEH BASUKI TJAHAJA PURNAMA DI MEDIA SOSIAL YOUTUBE
PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP INFORMASI KASUS PENODAAN AGAMA OLEH BASUKI TJAHAJA PURNAMA DI MEDIA SOSIAL YOUTUBE SUMMARY SKRIPSI Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Departemen
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Di negara-negara yang banyak mengalami pergulatan politik, novel menjadi salah satu media penyampai kritik. Di Indonesia, istilah jurnalisme dibungkam sastra melawan yang dilontarkan
BAB I PENDAHULUAN. Film dalam perspektif praktik sosial maupun komunikasi massa, tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Film dalam perspektif praktik sosial maupun komunikasi massa, tidak dimaknai sebagai ekspresi seni pembuatnya, tetapi melibatkan interaksi yang kompleks
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Komunikasi visual memiliki peran penting dalam berbagai bidang, salah satunya adalah film. Film memiliki makna dan pesan di dalamnya khususnya dari sudut pandang visual.
BAB I PENDAHULUAN. secara etimologi berarti keberagaman budaya. Bangsa Indonesia sebagai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia adalah negara yang multikultural, multikulturalisme berasal dari dua kata; multi (banyak/beragam) dan kultural (budaya atau kebudayaan), yang
BAB I PENDAHULUAN. Film adalah suatu media komunikasi massa yang sangat penting untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Film adalah suatu media komunikasi massa yang sangat penting untuk mengkomunikasikan tentang suatu realita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, film memiliki
2 sendiri tak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia. Studi tentang gaya busana, pakaian atau fashion pun sudah banyak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Busana adalah salah satu dari seluruh rentang penandaan yang paling jelas. Dari penampilan luar, yang dengannya orang menempatkan diri mereka terpisah dari
Interpretasi Pembaca Terhadap Materi Pornografi dalam. Komik Hentai Virgin Na Kankei
Interpretasi Pembaca Terhadap Materi Pornografi dalam Komik Hentai Virgin Na Kankei SKRIPSI Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan Strata I Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini beranjak untuk memahami kontruksi nasionalisme dalam film,
35 BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe penelitian Penelitian ini beranjak untuk memahami kontruksi nasionalisme dalam film, menanggapi fenomena sosial tentang nasionalisme yang disinyalir mulai memudar.
BAB. I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang
BAB. I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Pada hakikatnya manusia diciptakan berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan untuk dapat melanjutkan generasi manusia secara turun-temurun. Untuk itu, antara
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dalam alur penyajian novel dan film memperlihatkan penyajian yang berbeda, meski sama- sama di dominasi oleh dialog dan peristiwa. Dalam film, banyak peristiwa yang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi baik komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Komunikasi bukan hanya sebuah
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang memuat banyak sekali tanda dan makna yang menggambarkan suatu paham tertentu. Selain itu, film juga merupakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini kebanyakan orang mendefinisikan karya sastra sebagai karangan dalam bentuk prosa tertulis yang hanya terdiri dari puisi, novel, cerpen, naskah drama dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Media massa saat ini tidak bisa lepas oleh kehidupan manusia dan telah menjadi konsumsi sehari-hari. Televisi bagian dari media massa elektronik telah mengambil
BAB I PENDAHULUAN. realitas, dan sebagainya. Sarana yang paling vital untuk memenuhi kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dalam sepanjang hidupnya hampir-hampir tidak pernah dapat terlepas dari peristiwa komunikasi. Di dalam komunikasi manusia memerlukan sarana untuk mengungkapkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Media sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari setiap orang pada umumnya, sehingga mereka sulit membayangkan hidup tanpa media, tanpa koran pagi, tanpa majalah
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP ACARA MEWUJUDKAN MIMPI INDONESIA. Skripsi. Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan. Pendidikan Strata 1
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP ACARA MEWUJUDKAN MIMPI INDONESIA Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan
116 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari hasil analisis semiotika dengan unsur tanda, objek, dan interpretasi terhadap video iklan pariwisata Wonderful Indonesia episode East Java, serta analisis pada tiga
BAB I PENDAHULUAN. pada satu atau beberapa karakter utama yang sukses menikmati perannya atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Drama merupakan karya sastra yang dalam penulisan teksnya berisikan dialog-dialog dan isinya membentangkan sebuah alur. Seperti fiksi, drama berpusat pada satu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa tidak akan lepas dari dunia pembelajaran. Kita semua sebagai elemen di dalamnya memerlukan bahasa yang baik dan benar dalam proses pembelajaran. Pembelajaran
RESEPSI KHALAYAK PEREMPUAN YANG SUDAH MENIKAH TERHADAP POLIGAMI DALAM FILM KEHORMATAN DI BALIK KERUDUNG NASKAH PUBLIKASI
RESEPSI KHALAYAK PEREMPUAN YANG SUDAH MENIKAH TERHADAP POLIGAMI DALAM FILM KEHORMATAN DI BALIK KERUDUNG NASKAH PUBLIKASI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana S-1 Ilmu Komunikasi
BAB I PENDAHULUAN. khalayak melalui sebuah media cerita (Wibowo, 2006: 196). Banyak film
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Film adalah sebuah sarana atau alat untuk menyampaikan pesan kepada khalayak melalui sebuah media cerita (Wibowo, 2006: 196). Banyak film yang dibuat untuk memberikan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini membahas tentang bagaimana praktek resepsi iklan yang dilakukan oleh pelajar perokok di lingkungan geng di Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap pesan iklan dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu media komunikasi massa, yang saat ini masih cukup diminati oleh masyarakat adalah media massa radio. Radio merupakan media komunikasi massa dua arah, yang
Reproduksi Gaya Berkendara Sinetron Anak Jalanan Oleh Remaja (Reception Analysis Siswa SMAN 14 Bekasi ) Muhammad Rheza Fadillah 1B815844
Reproduksi Gaya Berkendara Sinetron Anak Jalanan Oleh Remaja (Reception Analysis Siswa SMAN 14 Bekasi ) Muhammad Rheza Fadillah 1B815844 BAB 1 LATAR BELAKANG MASALAH RUMUSAN MASALAH Film Sinetron Anak
BERITA LITERASI MEDIA DAN WEBSITE KPI (ANALISIS ISI KUANTITATIF BERITA MENGENAI LITERASI MEDIA PADA WEBSITE KOMISI PENYIARAN INDONESIA)
BERITA LITERASI MEDIA DAN WEBSITE KPI (ANALISIS ISI KUANTITATIF BERITA MENGENAI LITERASI MEDIA PADA WEBSITE KOMISI PENYIARAN INDONESIA) Karina Pinem 100904046 Abstrak Penelitian ini berjudul Literasi Media
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Proses interaksi tersebut terjadi karena adanya komunikasi antar anggota masyarakat.
BAB I PENDAHULUAN. dengan orang lain. Mereka saling berinteraksi dengan orang di sekitarnya maupun
BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan tentang Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, Manfaat, Definisi Operasional 1.1 Latar Belakang Manusia dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial selalu
Interpretasi Khalayak terhadap Berita-Berita Demonstrasi Mahasiswa di Surat Kabar Kompas
SUMMARY PENELITIAN Interpretasi Khalayak terhadap Berita-Berita Demonstrasi Mahasiswa di Surat Kabar Kompas Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Jurusan Ilmu Komunikasi
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma dalam penulisan ini yaitu dengan menggunakan pendekatan paradigma kritis, gagasan utama teori kritis ialah bahwa tidak ada sebuah kebetulan
BAB I PENDAHULUAN. menjadi sebuah kemungkinan bahwa ada proses penerimaan makna yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Film sebagai bagian dari media massa dalam kajian komunikasi massa modern dinilai memiliki pengaruh pada penonton khalayak. Pengaruh tersebut menjadi sebuah kemungkinan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan pendekatan deskriptif interpretatif.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang penulis tetapkan, yaitu untuk mengetahui bagaimana film 9 Summers 10 Autumns mendeskripsikan makna keluarga dan reproduksi
BAB I PENDAHULUAN. bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, seni, lukisan, dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Film merupakan sebuah media yang dapat digunakan sebagai sarana hiburan. Selain itu, film juga berfungsi sebagai sebuah proses sejarah atau proses budaya suatu
stand up comedy, perlu diketahui terlebih dahulu definisi stand up comedy. Secara definisonal oleh Greg Dean, stand up comedy adalah
BAB I PENDAHULUAN Penelitian ini meneliti bagaimana penerimaan pasangan remaja tentang romantic relationship di video stand up comedy Raditya Dika di Youtube. Selama ini, produk-produk media baik film,
BAB I PENDAHULUAN. ada di dalam sturuktur sosial tidak lagi di taati, pranata sosial atau lembaga sosial,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Konflik sosial terjadi di tengah-tengah masyarakat dengan penyebab utama adalah disfungsi sosial. Artinya nilai-nilai dan norma-norma sosial yang ada di dalam sturuktur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tahun 2014 lalu merupakan tahun yang cukup penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pada tahun tersebut bertepatan dengan dilaksanakan pemilihan umum yang biasanya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan industri perfilman di Indonesia mempunyai sisi kemajuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan industri perfilman di Indonesia mempunyai sisi kemajuan yang sangat pesat. Saat ini dunia perfilman di Indonesia sudah mampu menunjukkan keberhasilannya
BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita.
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita. Perkembangan jaman dan teknologi ini juga berimbas kepada proses berkembangnya
KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER MORAL PADA FILM CATATAN AKHIR SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. (Analisis Semiotika)
1 KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER MORAL PADA FILM CATATAN AKHIR SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Analisis Semiotika) NASKAH PUBLIKASI Disusun Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. game berjalan beriringan, dan para desainer saling bersaing secara kreatif. Fakta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inovasi dinamika teknologi dan industri multimedia kini telah berkembang pesat. Industri multimedia seperti desain brand, pembuatan video, dan pembuatan game berjalan
BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan. Konsep toleransi seperti yang dapat disimpulkan dalam film ini sangatlah
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Konsep toleransi seperti yang dapat disimpulkan dalam film ini sangatlah banyak dan sarat akan pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pelajaran untuk para penonton film ini.
BAB V. Kesimpulan dan Saran
BAB V Kesimpulan dan Saran Kampanye digital #AdaAQUA merupakan sebuah kampanye kesehatan yang mengedukasi masyarakat Indonesia khusunya adalah anak muda yang aktif untuk menyadari gejala dehidrasi ringan
BAB I PENDAHULUAN. yang besar bagi perkembangan dunia perfilman. Film di era modern ini sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berkembangnya teknologi komunikasi massa memberikan konstitusi yang besar bagi perkembangan dunia perfilman. Film di era modern ini sangat menarik perhatian
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Dalam penelitian ini, peneliti meneliti mengenai pemaknaan pasangan suami-istri di Surabaya terkait peran gender dalam film Erin Brockovich. Gender sendiri
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu penggunaan bahasa yang menarik perhatian pembaca maupun peneliti adalah penggunaan bahasa dalam surat kabar. Kolom dan rubrik-rubrik dalam surat
BAB I PENDAHULUAN. komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, televisi. 1. yang cukup efektif dalam menyampaikan suatu informasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri media pada saat ini semakin ramai, salah satunya media massa yang merupakan saluran, alat atau fasilitas yang dapat dipergunakan sebagai salah satu
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Proses analisis tanda dalam film telah dilakukan untuk mengetahui representasi multikulturalisme dalam film Cheng Cheng Po. Berdasarkan hasil temuan data yang diperoleh, film
BAB I PENDAHULUAN. Tentunya kemajuan teknologi juga tak terhapuskan oleh berkembangnya jiwa
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia pertelevisian semakin akrab oleh khalayak, khalayak disini juga menjadi saksi atas perkembangan teknologi di dunia pertelevisian saat ini. Tentunya
RESEPSI KEKERASAN SEKSUAL KHALAYAK DALAM SERIAL TV GAME OF THRONES
ISSN: 23389176 Channel, Vol. 5, No. 2, Oktober 2017, hal. 1-10 RESEPSI KEKERASAN SEKSUAL KHALAYAK DALAM SERIAL TV GAME OF THRONES Oleh: Adella Vira Andiesta dan Atwar Bajari Department of Communication
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap orang memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda-beda. Hal tersebut merupakan representasi psikologis masing-masing orang yang dibangun dari latar belakang
BAB I PENDAHULUAN. dan film terhadap masyarakat, hubungan antara televisi, film dan masyarakat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Media massa seperti halnya televisi dan film mempunyai dampak tertentu bagi para penontonnya. Dalam banyak penelitian tentang dampak serial televisi dan film
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di setiap jenjang pendidikan. Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan
BAB I PENDAHULUAN. dengan yang lain walaupun kita berbeda dibelahan bumi. Walaupun dibelahan. banyak dipilih untuk menyampaikan berbagai pesan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan teknologi selama satu dekade ini sangatlah pesat khususnya komunikasi. Karena beberapa saat saja kita dapat berhubungan secara langsung dengan
BAB I PENDAHULUAN. tampilannya yang audio visual, film sangat digemari oleh masyarakat. Film
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Film bukan lagi menjadi fenomena baru di ranah media massa. Dengan tampilannya yang audio visual, film sangat digemari oleh masyarakat. Film mampu merekonstruksi wacana
BAB I PENDAHULUAN. realitas yang tumbuh, serta berkembang di dalam masyarakat, kemudian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Film merupakan sarana komunikasi yang menyebarkan informasi untuk mendidik penontonnya. Sobur (2006:127) menulis bahwa film adalah rekaman realitas yang tumbuh,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia sedang gencar-gencarnya dibenahi. Salah satunya yaitu pembaharuan sistem kurikulum guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dalam berekspresi dapat diwujudkan dengan berbagai macam cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan sebuah karya sastra baik
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode reception analysis. Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode reception analysis. Penelitian ini dilakukan untuk memfokuskan peneliti pada produksi tentang pemaknaan teks dan proses negosiasi makna khalayak.
BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya zaman ke arah modern membuat kepopuleran ludruk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya zaman ke arah modern membuat kepopuleran ludruk sebagai kesenian tradisional Jawa Timur semakin terkikis. Kepopuleran di masa lampau seakan hilang seiring
BAB IV ANALISIS DATA
BAB IV ANALISIS DATA A. TEMUAN PENELITIAN Dengan proses representasi yang di gunakan oleh peneliti bahwa proses representasi diartikan sebagai hasil dari suatu proses penyeleksian yang menggaris bawahi
ANALISIS RESEPSI AUDIENCE TENTANG ANTI KORUPSI DALAM IKLAN ROKOK NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Persyaratan. Guna Mencapai Gelar S-1 Ilmu Komunikasi
ANALISIS RESEPSI AUDIENCE TENTANG ANTI KORUPSI DALAM IKLAN ROKOK NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Mencapai Gelar S-1 Ilmu Komunikasi Oleh : Andri Qoirul Syaifudin L100100069 PROGRAM STUDI
BAB I PENDAHULUAN. Dalam karya sastra terdapat nilai-nilai kehidupan masyarakat yang dituangkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Dalam karya sastra terdapat nilai-nilai kehidupan masyarakat yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan dengan media bahasa. Orang dapat mengetahui nilai-nilai
