BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Ida Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian di bidang metode peramalan terhadap data runtun waktu keuangan (financial time series forecasting) selalu menjadi bahasan yang menarik. Hal ini disebabkan oleh sifat dari data runtun waktu keuangan yang tidak memiliki pola tetap sehingga membuat aktivitas peramalan data di masa mendatang tidak semudah meramalkan data runtun waktu lainnya seperti data produksi, konsumsi, distribusi atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan variabel waktu. Seperti yang diungkapkan oleh Cao & Tay (2001) bahwa ada tiga karakteristik yang selalu melekat pada data runtun waktu keuangan, yaitu noisy, non-stasioner dan ketidak-beraturan secara deterministik. Sifat noisy ini menyebabkan ketidak-tersediaannya informasi yang utuh dari pola data historis yang ada. Sehingga akan menemui kesulitan dalam menemukan hubungan antara pergerakan data masa lalu terhadap nilai data di masa mendatang. Karakteristik kedua yaitu ketidak-stasioneran data yang mengakibatkan distribusi dari data berubahubah sepanjang waktu. Sedangkan karakteristik yang terakhir adalah ketidak-beraturan pola secara deterministik, menandakan adanya kondisi acak dalam jangka pendek (short-term random) akan tetapi bersifat deterministik dalam jangka panjang (long-term deterministic). Obyek yang begitu favorit digunakan dalam penelitian di bidang peramalan data runtun waktu keuangan adalah data saham. Data saham memiliki tingkat volatilitas yang tinggi atau sering disebut dengan istilah time-varying variance. Selain itu, distribusi probabilitas yang bersifat fat tails yaitu memiliki kecenderungan lebih besar terjadinya keadaan ekstrim dibandingkan dengan yang dapat dimodelkan oleh distribusi Gaussian. Dua sifat data ini menyebabkan para peneliti selalu tertantang untuk mengembangkan metode peramalan yang lebih baik, yang mampu menangani kondisi volatilitas dan kecenderungan kondisi ekstrim dalam data. 1
2 2 Saham secara definisi diartikan sebagai bukti kepemilikan yang dikeluarkan suatu badan usaha misalnya oleh perusahaan. Dalam hal ini saham yang memungkinkan untuk dilakukan analisis adalah saham yang diperjual-belikan di pasar modal melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX), dikarenakan ketersediaan data harga saham perusahaan-perusahaan yang berstatus terbuka. Sementara sahamsaham yang tidak listing di pasar modal tidak memungkinkan dilakukan analisis karena data yang tidak tersedia. Karena begitu banyaknya data saham yang tersedia dalam BEI terkadang penelitian metode peramalan data runtun waktu keuangan hanya difokuskan kepada pergerakan indeksindeks yang mampu menggambarkan kondisi pergerakan saham secara umum. Ada banyak macam indeks saham dalam BEI, namun yang paling sering digunakan untuk keperluan pengamatan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pergerakan harga saham setiap waktunya selalu berubah-ubah tidak menentu. Bahkan terkadang begitu sulit untuk menemukan pola yang menggambarkan secara keseluruhan. Pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal perusahaan seperti tingkat suku bunga (interest rate), kondisi ekonomi, nilai tukar, harga minyak dunia, bahkan bisa juga dipengaruhi oleh faktor non-ekonomi seperti kondisi sosial-politik nasional. Termasuk di dalamnya pengaruh penyelenggaraan pesta demokrasi seperti Pemilu di Indonesia. Kesimpulan dari penelitian Asmita (2005) mengatakan bahwa pasar modal Indonesia memberikan reaksi terhadap peristiwa Pemilihan Umum 2004, karena pasar mengganggap peristiwa politik tersebut penting dan dapat mempengaruhi secara langsung stabilitas dan citra Indonesia di mata dunia. Sudrajat (2010) menambahkan melalui penelitian yang dilakukan terhadap harga saham dan volume perdagangan saham pada kelompok perusahaan di Daftar Efek Syariah (DES) bahwa peristiwa Pemilihan Legislatif 9 April 2009 memiliki kandungan informasi dibuktikan dengan adanya reaksi pasar melalui parameter abnormal return dan abnormal trading volume activity.
3 3 Begitu pula yang terjadi pada peristiwa Pemilihan Presiden 8 Juli 2009, telah dibuktikan adanya kandungan informasi yang diperoleh investor selama periode peristiwa, ditunjukkan dengan adanya reaksi pasar melalui parameter abnormal return dan abnormal trading volume activity. Hal serupa seharusnya juga terjadi pada periode Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014, mulai dari Pemilihan Legislatif 9 April 2014, Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 hingga kisruh penyelesaian sengketa suara antar kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden oleh Mahkamah Konstitusi. Penelitian ini akan dimulai dengan mengevaluasi manakah diantara sederet peristiwa penting selama Pemilu 2014 yang signifikan berpengaruh terhadap pergerakan harga saham terutama pergerakan IHSG menggunakan metode statistika; event study. Metode ini merupakan salah satu alat statistik untuk menganalisa apakah ada reaksi signifikan dalam pasar saham terhadap kejadian yang dihipotesakan dapat mempengaruhi harga saham seperti peristiwa Pemilu. Pergerakan IHSG selama peristiwa-peristiwa tersebut tentunya memiliki tingkat fluktuasi yang signifikan sehingga membutuhkan pendekatan model peramalan yang baik. Penulis mengajukan model Support Vector Regression (SVR) yang merupakan pengembangan dari model Support Vector Machine (SVM) oleh Vladimir N. Vapnik pada tahun SVR dengan memanfaatkan kemampuan kernel mencoba untuk menangani kasus peramalan terhadap data IHSG selama masa Pemilu Kontribusi kernel terhadap model SVR membantu model ini dalam menangani kasus data yang tidak linear seperti pada data IHSG. Ada banyak macam kernel yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan model SVR dalam menangani kasus regresi non-linear, namun di dalam penelitian ini hanya akan dilakukan pembandingan terhadap empat kernel antara lain; kernel Gaussian, kernel Laplacian, kernel ANOVA dan kernel Bessel. Dengan masing-masing kernel dicari parameter sigma ( ) terbaik (parameter tuning) yang menghasilkan nilai kesalahan prediksi yang paling kecil. Model SVR dengan kernel tunggal
4 4 diharapkan mampu memberikan hasil peramalan yang terbaik terhadap data IHSG saat peristiwa-peristiwa penting selama Pemilu Batasan Masalah Pemodelan data runtun waktu keuangan menggunakan model Support Vector Regression (SVR) sudah banyak dilakukan oleh para peneliti, dan kesemuanya telah menunjukkan performa SVR yang membanggakan dibandingkan dengan model lainnya. Pada penelitian kali ini akan dilakukan terhadap data IHSG sejak awal tahun 2014 dengan obyek penelitian pergerakan IHSG pada saat terjadinya enam peristiwa penting selama penyelenggaraan Pemilihan Umum 2014, diantaranya Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 9 April 2014, pembukaan kampanye damai calon presiden dan wakil presiden pada 3 Juni 2014, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014, pengumuman hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014, sidang gugatan hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang selesai pada tanggal 22 Agustus 2014 dan terakhir adalah sidang pemilihan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 1 Oktober Dari keenam peristiwa yang dihipotesakan berpengaruh terhadap harga saham, terlebih dahulu dilakukan analisis menggunakan metode event study untuk menyeleksi peristiwa manakah yang benar-benar signifikan berpengaruh. Barulah pergerakan IHSG selama peristiwaperistiwa yang terseleksi akan diselesaikan menggunakan model SVR dengan melibatkan peranan empat jenis kernel berbeda yaitu Gaussian, Laplacian, ANOVA dan Bessel dengan sembilan variasi nilai parameter sigma ( ) serta dilakukan uji pengaruh jumlah data latih dalam membangun model SVR. Sebagai tambahan akan dilakukan pula penelitian dengan menggunakan pendekatan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA).
5 5 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini memiliki tujuan diantaranya sebagai berikut : 1. Mempelajari dan menerapkan model Support Vector Regression (SVR) pada kasus peramalan data runtun waktu keuangan yaitu Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) selama Pemilihan Umum Mengetahui pengaruh peristiwa-peristiwa penting selama Pemilihan Umum 2014 terhadap pergerakan harga saham dengan metode event study. 3. Menerapkan metode kernel pada model SVR dan mencari nilai parameter sigma yang paling baik. 4. Membandingkan performa antara kernel Gaussian, kernel Laplacian, kernel ANOVA dan kernel Bessel pada model SVR. 5. Membandingkan pengaruh jumlah data training dalam membangun model SVR. 6. Mempelajari perbandingan model ARIMA terbaik dalam menangani kasus peramalan data IHSG selama masa Pemilihan Umum 2014 serta membandingkannya dengan model SVR terbaik. 1.4 Manfaat Penulisan Penulisan skripsi ini diharapkan mampu memberikan banyak manfaat diantaranya : 1. Memberikan ulasan dan prosedur dalam menerapkan model SVR terhadap data saham. 2. Menjadi bahan referensi tambahan kepada peneliti selanjutnya dalam mengembangkan model peramalan data runtun waktu keuangan. 3. Memberikan ilmu dan pengetahuan baru akan aplikasi model SVR terhadap data IHSG selama proses Pemilihan Umum 2014.
6 6 1.5 Metode Penelitian 1. Metode Pengumpulan Data Penelitian menggunakan data sekunder yang diambil dari laman Yahoo Finance dengan mengambil nilai harga penutupan (closing price) dari data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan 25 saham perusahaan-perusahan dengan nilai kapitalisasi teratas diantara semua saham yang listing di Bursa Efek Indonesia per tanggal 17 Juni Data yang diambil yaitu data selama rentang waktu sejak tanggal 3 Januari 2011 hingga 24 Oktober Analisis Data Terlebih dahulu dilakukan analisa event study terhadap enam peristiwa penting yang terjadi selama Pemilihan Umum Selanjutnya analisis data menggunakan model Support Vector Regression dengan kernel tunggal. Proses analisis data pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak khusus analisis statistika antara lain; R i , SPSS 21, Minitab 14 dan MS. Excel Tinjauan Pustaka Pembahasan model Support Vector Regression sudah sangat jelas diterangkan di dalam jurnal Support Vector Regression Machines oleh Drucker dkk. (1997) dan jurnal Support Vector Machine for Classification and Regression karya Gunn (1998) serta jurnal karya Smola & Scholkopf (1998) yang berjudul A Tutorial on Support Vector Regression yang mengulas secara mendalam terkait metode SVR. Untuk masalah pengoperasian model SVR, Platt (1998) memperkenalkan metode Sequential Minimal Optimization (SMO) untuk menjalankan model SVM dengan sangat efisien, termasuk juga di dalamnya kasus regresi data melalui karyanya yang berjudul Sequential Minimal Optimization: A Fast Algorithm for Training Support Vector Machines
7 7 Lantas beramai-ramai penelitian dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan SVR dalam memprediksi data runtun waktu keuangan. Cao & Tay (2001) melakukan penelitian dengan membandingkan dua model yaitu SVM dan Multi-layer Perceptron yang dijalankan dengan algoritma Back Propagation (BP). Kesimpulan yang dihasilkan adalah SVM untuk kasus regresi bekerja lebih baik dalam melakukan peramalan data runtun waktu keuangan dibandingkan dengan algoritma BP. Selanjutnya Yang dkk. (2002) melakukan penelitian model SVR yang diaplikasikan terhadap pergerakan data saham. Pembandingan model SVR terhadap dua model lainnya yaitu BP neural networks (BP) dan case-based reasoning (CBS) juga telah dilakukan oleh Kim (2003) yang menunjukkan hasil bahwa SVR merupakan model yang paling unggul di antara kedua model lainnya. Terbaru, penelitian yang dilakukan oleh Yeh dkk. (2011) sudah mampu mengembangkan model multiple kernel untuk SVR yang ternyata menghasilkan kinerja yang lebih baik bahkan dibandingkan dengan model SVR kernel tunggal dan model ARIMA. Serta masih banyak lagi paper penelitian lainnya yang mengulas model SVR beserta pengembangannya. 1.7 Sistematika Penulisan berikut; Adapun sistematika penulisan dalam skripsi ini adalah sebagai BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penulisan, metode penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan skripsi. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini diawali dengan penjelasan terkait data runtun waktu keuangan dan metode analisisnya secara umum. Selanjutnya diterangkan perihal dasar teori yang mendukung pembahasan model Support Vector Regression (SVR).
8 8 BAB III SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) UNTUK MENGANALISA PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) Bab ini menjelaskan model SVR dan metode kernel yang akan digunakan untuk menganalisa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). BAB IV STUDI KASUS Bab ini memuat deskripsi kasus yang akan ditangani oleh model SVR dan model ARIMA. Serta dipaparkan pula hasil dari analisis event study terhadap peristiwa penting selama Pemilu 2014 dan percobaan-percobaan menjalankan model SVR terhadap data IHSG selama peristiwa-peristiwa tersebut dengan menggunakan variasi parameter sigma dan bantuan berbagai jenis kernel. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dari hasil pembahasan pada bab sebelumnya dan saran terkait kekurangan dari proses dan hasil penelitian serta peluang penelitian selanjutnya.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sering terdapat tenggang waktu (time lag) antara kesadaran akan peristiwa atau kebutuhan mendatang dengan peristiwa itu sendiri. Adanya waktu tenggang ini merupakan
1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam dunia bisnis, terlebih lagi bagi perusahaan besar, tidak lepas dari adanya proses jual beli saham. Saham secara umum merupakan surat berharga yang dapat
BAB I PENDAHULUAN. 2009, peristiwa pemilu mempengaruhi harga saham (Suwaryo, 2008). Setiap investor sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peristiwa politik bisa mempengaruhi harga saham. Pada pemilu sebelumnya di tahun 2009, peristiwa pemilu mempengaruhi harga saham (Suwaryo, 2008). Setiap investor sangat
BAB I PENDAHULUAN. atau memprediksi nilai suatu perolehan data di masa yang akan datang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Time Series atau deret waktu merupakan barisan suatu nilai pengamatan yang diukur dalam rentang waktu tertentu dalam interval waktu yang sama. Analisis data deret waktu
BAB I PENDAHULUAN. perdagangan saham secara maksimal (Wang et al, 2009). semakin berkembang. Dengan memanfaatkan model model peramalan dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peramalan indeks harga saham merupakan sebuah peramalan deret waktu yang cukup sulit dilakukan (Kara et al, 2011). Banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan harga
BAB 1 PENDAHULUAN. datang berdasarkan keadaan masa lalu dan sekarang yang diperlukan untuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peramalan adalah menduga atau memperkirakan suatu keadaan di masa yang akan datang berdasarkan keadaan masa lalu dan sekarang yang diperlukan untuk menetapkan kapan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang-orang untuk mengisi Jabatan politik tertentu. Dalam Pemilu, para pemilih dalam
PERAMALAN LAJU INFLASI, SUKU BUNGA INDONESIA DAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)
PERAMALAN LAJU INFLASI, SUKU BUNGA INDONESIA DAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR) SKRIPSI Oleh : PRISKA RIALITA HARDANI 24010211120020 DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS
DAFTAR ISI. BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Lokasi atau Ruang Lingkup Wilayah Penelitian... 25
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL...... i HALAMAN PENGESAHAN... ii PERNYATAAN ORISINALITAS... iii KATA PENGANTAR... iv ABSTRAK... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR GRAFIK...
BAB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan oleh pihak lain selain dari penelitian itu sendiri. Jenis data yang dipakai
24 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Jenis dan Sumber Data Menurut Sekaran (2003), data sekunder merupakan informasi yang dikumpulkan oleh pihak lain selain dari penelitian itu sendiri. Jenis data yang dipakai
PEMODELAN GENERAL REGRESSION NEURAL NETWORK (GRNN) PADA DATA RETURN INDEKS HARGA SAHAM EURO 50
PEMODELAN GENERAL REGRESSION NEURAL NETWORK (GRNN) PADA DATA RETURN INDEKS HARGA SAHAM EURO 50 SKRIPSI Disusun Oleh : REZZY EKO CARAKA 240 102 111 400 85 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
BAB I PENDAHULUAN. tukar uang tersebut dinamakan kurs atau exchange rate. uang tersebut merupakan salah satu aset finansial yang dapat mendorong
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Uang memegang peranan penting dalam perekonomian setiap negara. Aktifitas ekonomi yang dapat dilakukan suatu negara dengan menggunakan uang adalah perdagangan, baik
BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.
BAB I PENDAHULUAN. bahwa sering terjadi ketidak-akuratan hasil peramalan, tetapi mengapa peramalan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peramalan adalah salah satu input penting bagi para manajer dalam proses pengambilan keputusan investasi. Dalam proses peramalan dapat disadari bahwa sering terjadi
BAB I PENDAHULUAN. makro meliputi: inflasi, kenaikan suku bunga, dan kurs valuta asing.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pasar modal tidak bisa lepas dari kondisi lingkungan, baik lingkungan makro maupun lingkungan mikro. Pengaruh lingkungan makro meliputi: inflasi, kenaikan
BAB I PENDAHULUAN. finansial (financial assets) dan investasi pada aset-aset riil (real assets). Investasi pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi pada hakikatnya merupakan komitmen terhadap sejumlah sumber daya pada saat ini dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan (Abdul halim,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan sifatnya peramalan terbagi atas dua yaitu peramalan kualitatif dan peramalan kuantitatif. Metode kuantitatif terbagi atas dua yaitu analisis deret berkala
PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILENT BACKPROPAGATION SKRIPSI
PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILENT BACKPROPAGATION (Studi Kasus : Harga Penutupan Saham Unilever Indonesia Tbk. Periode September
BAB I PENDAHULUAN. Kemunculan minimarket yang begitu banyak membuat manajemen
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pendahuluan Kemunculan minimarket yang begitu banyak membuat manajemen perusahaan minimarket harus berfikir kreatif agar dapat bersaing dengan usaha sejenis dalam merebut pangsa
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang masalah
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang masalah Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan transaksi. Pasar modal (capital market) merupakan sarana pendanaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal mempunyai peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara sebagai sarana bagi perusahaan dan para investor melakukan kegiatan transaksi. Pasar
ABSTRAK. Kata kunci : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, Nilai Tukar Rupiah. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Indeks harga saham gabungan (IHSG) merupakan suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi IHSG, salah satunya faktor makroekonomi. Tujuan
BAB I PENDAHULUAN. di masa mendatang (Tandelilin, 2001). Tujuan investor menginvestasikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa mendatang
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pajak merupakan sumber kas negara yang digunakan untuk pembangunan. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peramalan pada dasarnya merupakan proses menyusun informasi tentang kejadian masa lampau yang berurutan untuk menduga kejadian di masa depan (Frechtling, 2001:
1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pasar valuta asing telah mengalami perkembangan yang tak terduga selama beberapa dekade terakhir, dunia bergerak ke konsep "desa global" dan telah menjadi salah satu pasar
PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) DENGAN ALGORITMA GRID SEARCH
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 315-321 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR
RISET BERKENAAN PASAR MODAL
RISET BERKENAAN PASAR MODAL REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PERISTIWA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 PADA PERUSAHAAN TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ISU/FENOMENA MASALAH Jadwal Pemilu tahun 2014 merupakan pemilu
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Iklim Iklim ialah suatu keadaan rata-rata dari cuaca di suatu daerah dalam periode tertentu. Curah hujan ialah suatu jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah pada kurun waktu
BAB I PENDAHULUAN. karena pasar modal menyediakan fasilitas yang mempertemukan dua
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal memberikan peran besar bagi perekonomian suatu negara, karena pasar modal menyediakan fasilitas yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peramalan merupakan studi terhadap data historis untuk menemukan hubungan, kecenderungan dan pola data yang sistematis (Makridakis, 1999). Peramalan menggunakan pendekatan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan tiga fungsi, yaitu pertama sebagai tempat berinteraksi pembeli
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini membahas tentang hal-hal yang menjadi latar belakang pembuatan tugas akhir, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah, manfaat, metodologi penelitian serta sistematika penulisan
PEMODELAN DATA DERET WAKTU MENGGUNAKAN MIXTURE AUTOREGRESSIVE (MAR) SKRIPSI
PEMODELAN DATA DERET WAKTU MENGGUNAKAN MIXTURE AUTOREGRESSIVE (MAR) (Penerapan Pada Data Indeks Harga Saham Gabungan) SKRIPSI Oleh: ESTI ULIN NIKMAH J2A 605 042 PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Banyak data runtun waktu yang memiliki pola musiman dan tren. Pola ini sering terjadi pada data bisnis dan ekonomi (Makridakis, 1999). Data-data dalam bidang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Selama bulan Januari hingga Agustus 2008, bursa saham dunia mengalami penurunan yang berdampak pada pelaku lantai bursa, dunia usaha, dan perekonomian di berbagai negara
REAKSI HARGA SAHAM DENGAN ADANYA PERISTIWA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2009
REAKSI HARGA SAHAM DENGAN ADANYA PERISTIWA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2009 Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Syarat-Syarat Guna Menempuh Derajat Sarjana dalam Manajemen Pada Fakultas Ekonomi Universitas
2016 OPTIMAL ANOMALOUS SHORT TERM LOAD FORECASTING BERBASIS ALGORITMA FEED FORWARD BACKPROPAGATION
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Peramalan beban selalu menjadi instrumen penting dalam operasi sistem tenaga. Berbagai keputusan operasi ditentukan oleh peramalan beban, seperti penjadwalan
I. PENDAHULUAN. Pasar modal adalah salah satu proses bisnis yang paling kompleks. Pengertian
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal adalah salah satu proses bisnis yang paling kompleks. Pengertian pasar modal menurut Undang-undang Pasar Modal no.8 tahun 1995 yaitu pasar modal sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berbicara tentang kegiatan pasar modal saat ini tidak terlepas dari apa yang disebut sebagai indeks harga saham. Untuk mengetahui bagaimana kegiatan ekonomi
Penerapan Model Hybrid ARIMA-Neural Network pada Data Saham IHSG
Penerapan Model Hybrid ARIMA-Neural Network pada Data Saham IHSG ¹) Ariane Yustisiani Mutmainah 1, Jadi Suprijadi 2, Zulhanif 3 Mahasiswa Program Studi Magister Statistika Terapan Universitas Padjajaran
BAB III DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Data penelitian Penelitian interdependensi pasar saham indonesia dengan pasar saham dunia ini menggunakan data sekunder berupa nilai penutupan harian/daily
BAB III. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu data yang diukur dalam skala
BAB III Metode Penelitian A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu data yang diukur dalam skala numerik, berdasarkan data time series yang berhubungan dengan inflasi,suku
Disusun oleh : Nur Musrifah Rohmaningsih Skripsi. Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
PEMODELAN DAN PERAMALAN NILAI RETURN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE ASYMMETRIC POWER AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSKEDASTICITY (APARCH) Disusun oleh : Nur Musrifah Rohmaningsih 24010211120019
BAB I PENDAHULUAN. I. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Keadaan ekonomi di suatu negara dipengaruhi oleh benyak faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi keadaan ekonomi disuatu negara adalah faktor politik. Fenomena politik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan studi peritiwa (event study). Event study merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar modal terhadap suatu peristiwa (event) yang
SKRIPSI. Disusun Oleh: Aditya Wisnu Broto J2E
vii PERBANDINGAN APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DENGAN METODE OPTIMAL BRAIN DAMAGE DAN ARCH - GARCH UNTUK MEMPREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) SKRIPSI Disusun Oleh: Aditya Wisnu
Peramalan Deret Waktu Menggunakan S-Curve dan Quadratic Trend Model
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Peramalan Deret Waktu Menggunakan S-Curve dan Quadratic Trend Model Ni Kadek Sukerti STMIK STIKOM Bali Jl. Raya Puputan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang termasuk kategori eksperimental dari pengujian teori Efficient Market Hypothesis dan event study.
BAB I PENDAHULUAN. bidang kehidupan sehari-hari, baik di bidang ekonomi, psikologi, sosial,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Statistika seringkali digunakan untuk memecahkan masalah dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari, baik di bidang ekonomi, psikologi, sosial, kedokteran, kesehatan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam aspek kehidupan ini, banyak ditemui permasalahan yang berkaitan dengan prediksi masa depan yang tidak pasti. Peramalan adalah suatu usaha untuk memperkirakan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut Krugman dan Maurice (1994) dalam Aziz (2011), kurs adalah harga sebuah mata uang dari suatu negara yang diukur dan dinyatakan dengan mata uang lainnya. Karena
UNIVERSITAS GAJAYANA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS M A L A N G
REAKSI PASAR MODAL INDONESIA ATAS PERISTIWA POLITIK TERPILIHNYA DONALD TRUMP SEBAGAI PRESIDEN AMERIKA SERIKAT (Studi pada Saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia) RINGKASAN SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu
Pengaruh Exchange Rate Dan Trading Volume Activity Terhadap Harga Saham
Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Thesis of Accounting http://repository.ekuitas.ac.id Financial Accounting 2016-02-13 Pengaruh Exchange Rate Dan Trading Volume Activity Terhadap Harga Saham
BAB III METODE PENELITIAN. hasil yang akurat dan lengkap mengenai pengaruh minyak dunia, inflasi dan kurs,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan data-data yang berupa angka untuk mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Hanafi (2008), pasar modal adalah pasar keuangan di mana
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Hanafi (2008), pasar modal adalah pasar keuangan di mana diperdagangkan instrumen keuangan jangka panjang. Pasar modal yang beroperasi di Indonesia adalah Bursa
Prediksi Financial Time Series Menggunakan Independent Component Analysis dan Support Vector Regression Studi Kasus : IHSG dan JII
ISSN : 355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol., No. Agustus 015 Page 3608 Prediksi Financial Time Series Menggunakan Independent Component Analysis dan Support Vector Regression Studi Kasus : IHSG
BAB III METODE PENELITIAN. yang signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent melalui
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Seperti yang tercermin dalam judul, jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dimana peneliti mencoba untuk menjelaskan apakah ada
BAB I PENDAHULUAN. tak terkecuali sektor ekonomi. Berbagai sektor dalam perekonomian ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang terjadi di dunia hampir berpengaruh disegala sektor, tak terkecuali sektor ekonomi. Berbagai sektor dalam perekonomian ini mengalami berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perdagangan saham merupakan salah satu motor penggerak ekonomi suatu negara. Sekuritas (saham) merupakan surat yang menunjukkan hak pemodal (yaitu pihak yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN. untuk menjual, menahan, atau membeli saham dengan menggunakan indeks
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pasar modal merupakan pasar abstrak, dimana yang diperjualbelikan adalah dana jangka panjang, yaitu dana yang keterikatannya dalam investasi lebih dari satu
PEMODELAN DAN PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM VECTOR AUTOREGRESSIVE EXOGENOUS (VARX)
PEMODELAN DAN PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG), JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII), DAN HARGA MINYAK DUNIA BRENT CRUDE OIL MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE EXOGENOUS (VARX) SKRIPSI Disusun
