BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Ida Budiono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan studi peritiwa (event study). Event study merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar modal terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai sebuah pengumuman, yaitu dengan melakukan analisis terhadap perubahan pada objek yang diteliti sehubungan dengan peristiwa yang telah terjadi. Dalam penelitian ini peristiwa yang akan dianalisis adalah pengumuman pemecahan saham (stock split) yang dilakukan oleh emiten selama periode pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dilakukan untuk mengetahui reaksi pasar terhadap peristiwa ekonomi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam bentuk pengumuman stock split. Jangka waktu yang digunakan penelitian ini adalah 15 hari, yaitu tujuh hari sebelum peristiwa stock split (t-7) dan tujuh hari setelah stock split (t+7). Penentuan periode perirtiwa (event window) tersebut diharapkan pasar telah bereaksi penuh dan dapat dilihat kecepatan reaksinya terhadap pengumuman stock split. Selain itu, penentuan periode penelitian ini untuk menghindari pengaruh dari informasi lain yang dapat mempengaruhi perubahan harga saham dan volume perdagangan saham pada perusahaan (emiten) yang bersangkutan. Jika periode peristiwa diambil terlalu lama, dikhawatirkan adanya peristiwa lain yang cukup signifikan mempengaruhi hasil dari analisis. 33
2 34 B. Jenis Data dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder dari saham-saham go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan kebijakan pengumuman stock split pada tahum Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Daftar perusahaan go public yang melakukan stock split dan tanggal pengumuman stock split dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 yang diperoleh dari publikasi ICMD tahun Harga saham harian selama 15 hari bursa di sekitar pengumuman stock split yang terbagi dalam tujuh hari sebelum, pada saat dan tujuh hari sesudah aktivitas stock split yang diperoleh dari diakses pada 5 Maret Harga IHSG harian dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 yang diperoleh dari diakses pada 5 Maret Volume perdagangan selama 15 hari bursa di sekitar pengumuman stock split yang terbagi dalam tujuh hari sebelum, pada saat dan tujuh hari sesudah aktivitas stock split yang diperoleh dari diakses pada 5 Maret Data jumlah saham yang beredar tiap saham perusahaan yang melakukan kebijakan stock split selama tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 yang diperoleh dari diakses pada 7 Maret 2016
3 35 C. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang melakukan kebijakan stock split selama periode penelitian Penggunaan jangka waktu 4 tahun ditujukan untuk memperoleh banyak sampel, mengingat setiap tahun yang melakukan stock split hanya beberapa. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara purposive sampling untuk sampel bersyarat yang ditentukan berdasarkan kriteria kriteria tertentu. Kriteria perusahaan yang menjadi sampel adalah: 1. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia minimal tujuh hari sebelum dan sesudah stock split. Digunakan tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah stock split karena efek stock split cenderung tidak akan lama, oleh karena itu digunakan rentang waktu tujuh hari agar penelitian ini tidak bias. 3. Perusahaan yang hanya melakukan kebijakan stock split dan tidak melakukan kebijakan lainnya seperti warrant, right issue, dividen saham, dan pengumuman lainnya. Tanggal stock split tidak bersamaan dengan kebijakan lain yang secara langsung dapat mempengaruhi harga dan volume perdagangan saham. 4. Perusahaan yang aktif diperdagangkan selama tujuh hari sebelum dan tujuh hari sesudah stock split.
4 36 5. Perusahaan yang datanya tersedia secara lengkap untuk kebutuhan analisis. D. Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data sekunder, sehingga metode pengumpulan data dilakukan dengan cara: 1. Studi Observasi, yaitu dengan mencatat data saham yang melakukan kebijakan stock split, harga saham, jumlah saham yang beredar, dan volume perdagangan sebelum dan sesudah pengumuman kebijakan stock split pada masing-masing saham. 2. Studi Pustaka, yaitu dengan mengkaji atau mengutip langsung dari sumber terlulis lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini yang dapat digunakan oleh peneliti sebagai landasan teori. E. Variabel Penelitian Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). 1. Stock split (X) Stock split berarti memecah selembar saham menjadi n lembar saham. Stock split mengakibatkan bertambahnya jumlah lembar saham tanpa transaksi jual beli yang mengubah besarnya modal. Harga per lembar saham baru setelah stock split adalah sebesar faktor pemecahannya (split factor). Informasi stock split berkaitan dengan pembentukan harga saham dalam mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham. Stock split adalah pemecahan nilai nominal saham menjadi pecahan yang lebih kecil, misalnya dari Rp 500 per saham menjadi 50 per saham.
5 37 2. Abnormal return (Y1) Abnormal return adalah selisih antara return sesungguhnya (actual return) yang terjadi dengan return ekspektasi (expected return). 3. Trading volume activity (Y2) Trading volume activity adalah suatu model yang digunakan untuk menentukan perubahan volume perdagangan saham harian. Satuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah lembar saham. F. Definisi Operasional Variabel Penelitian ini menggunakan data time series (runtut waktu) dengan periode yang berbeda beda pada setiap saham yang melakukan kebijakan stock split. Berikut ini adalah definisi operasional variabel: 1. Tanggal pengumuman adalah tanggal dimana pengumuman Stock Split dikeluarkan kepada para pelaku pasar modal dan masyarakat umum. 2. Periode perirtiwa (event window) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 hari yaitu periode t-7 sampai dengan t+7. Alasan mengapa menggunakan periode ini adalah : a. Periode ini dianggap sudah cukup untuk melihat reaksi pasar terhadap pengumuman stock split yang dapat dilihat dari abnormal return dan trading volume activity. b. Jika menggunakan periode lebih dari 7 hari maka ada pengumuman kebijakan lain yang memungkinkan dapat mempengaruhi penelitian ini.
6 38 c. Jika kurang dari 7 hari kemungkinan belum ada pengaruhnya terhadap abnormal return dan trading volume activity karena penyerapan informasi yang relatif lambat mengingat bahwa pasar mosal indonesia merupakan pasar modal yang sedang berkembang. 3. Harga Saham adalah harga saham i pada tanggal t setelah penutupan. 4. Return sesungguhnya adalah return yang telah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis harga saham, yang diformulasikan sebagai berikut Keterangan : R i,t = P i,t P i,t 1 P i,t 1 Ri,t Pi,t = return saham harian sekuritas i pada periode t = harga saham harian sekuritas i pada periode t Pi,t-1 = harga saham harian sekuritas i pada periode t-1 5. Expected return adalah return yang diharapkan investor yang akan diperoleh di masa yang akan datang, dimana sifatnya belum terjadi. Expected return dapat dihitung dengan menggunakan market-adjusted model. Dihitung dengan menggunakan market-adjusted model karena model ini mengestimasi return sekuritas sebesar return indeks pasarnya sehingga tidak perlu menggunakan periode estimasi. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan peneliti bahwa reaksi yang terjadi adalah akibat dari peristiwa yang diamati dan bukan karena peristiwa lain yang bias mempengaruhi peristiwa yang akan diamati tersebut. Rumus expected return yaitu :
7 39 E[Ri,t] = RMi,t Keterangan: E[Ri,t] : expected Return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t RMi,t : return pasar dari sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t Return pasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Keterangan: RM i,t = IHSG t IHSG t 1 IHSG t 1 RMi,t IHSGt : Return market : IHSG periode t IHSGt-1 : IHSG periode t-1 6. Abnormal Return merupakan selisih antara return sesungguhnya dengan return ekspektasi yang dihitung dengan rumus: ARi,t = Ri,t E[Ri,t] Keterangan: ARi,t = abnormal return sekutaritas ke-i pada periode peristiwa ke-t Ri,t = return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t E [Ri,t]= return ekspektasi sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke-t 7. Trading Volume Activity merupakan rasio antara jumlah lembar saham yang diperdagangkan pada waktu tertentu terhadap jumlah saham yang beredar pada waktu tertentu. Jadi, TVA diukur dengan formulasi sebagai berikut (Foster, 1986 dalam Husnan, dkk, 1996): TVA= Jumlah saham perusahaan i yang diperdagangkan pada waktu t Jumlah saham perusahaan i yang beredar pada waktu t
8 40 G. Metode Analisis Data Adapun untuk menganalisa penelitian ini dilakukan perhitungan sebagai berikut : 1. Untuk Menghitung actual return digunakan rumus : R i,t = P i,t P i,t 1 P i,t 1 Keterangan : Ri,t Pi,t = return saham harian sekuritas i pada periode t = harga saham harian sekuritas i pada periode t Pi,t-1 = harga saham harian sekuritas i pada periode t-1 2. Untuk menghitung Expected Return (Hartono, 2010): Keterangan: E[Ri,t] = RMi,t E[Ri,t] : Expected Return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t RMi,t : return pasar dari sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t Return pasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Keterangan: Rm i,t = IHSG t IHSG t 1 IHSG t 1 Rmi,t IHSGt : Return market : IHSG periode t IHSGt-1 : IHSG periode t-1 3. Menghitung Abnormal return dengan mendapatkan selisih antara actual return dengan expected return yang dihitung dengan menggunakan rumus:
9 41 ARi,t = Ri,t E[Ri,t] Keterangan : Ari,t = abnormal return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t Ri,t = return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t E[R i,t ] = return ekspektasi sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t 4. Menghitung rata-rata Abnormal Return dengan menggunakan rumus : Keterangan : AAR t = AR i,t N AARt ARi,t N = rata-rata abnormal return pada waktu t = abnormal return sekuritas i pada waktu t = banyaknya sampel yang diamati 5. Membuat perbandingan rata-rata abnormal return sebelum tanggal pengumuman dengan rata-rata abnormal return setelah tanggal pengumuman. 6. Menghitung aktivitas volume perdagangan saham (trading volume activity) dengan menggunakan rumus : TVA= Jumlah saham perusahaan i yang diperdagangkan pada waktu t Jumlah saham perusahaan i yang beredar pada waktu t 7. Membuat perbandingan TVA sebelum tanggal pengumuman dengan TVA setelah tanggal pengumuman. 8. Melakukan uji normalitas data Syarat untuk melaksanakan uji paired samples t-test adalah data terdistribusi secara normal. Pengujian ini untuk menganalisa apakah
10 42 variabel yang diuji mempunyai distribusi yang normal atau tidak. Pengujian normalitas ini diharapkan akan dapat menentukan alat uji selanjutnya yang digunakan dalam pengujian uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Sminov Tresdan Shapiro Wilk. Jika hasil pengolaham data menghasilkan probabilitas signifikan di atas 5% (0,05) berarti data dari variabel tersebut telah terdistribusi secara normal. 9. Pengujian hipotesis perbedaan abnormal retun Pengujian hipotesis perbedaan rata-rata abnormal return dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum tanggal pengumuman dengan abnormal return setelah tanggal pengumuman. Dengan menggunakan alat uji beda untuk sampel yang berhubungan (paired samples t-test) dan dengan derajat signifikansi 5%. 10. Pengujian hipotesis perbedaan rata-rata trading volume activity Pengujian hipotesis perbedaan rata-rata TVA dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara TVA sebelum tanggal pengumuman dengan TVA setelah tanggal pengumuman. Dengan menggunakan alat uji beda untuk sampel yang berhubungan (paired samples t-test) dan dengan derajat signifikan.
11 43
METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional. Stock Split adalah perubahan nilai nominal perlembar saham dengan menambah
22 III. METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional Stock Split adalah perubahan nilai nominal perlembar saham dengan menambah atau mengurangi jumlah saham yang beredar menjadi n
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dan index harga saham gabungan diperoleh dari Yahoo Finance tahun
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 METODE PENGUMPULAN DATA Penelitian ini menggunakan data historis tentang harga saham, jumlah lembar saham dan index harga saham gabungan diperoleh dari Yahoo Finance tahun
III. METODE PENELITIAN. Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode
III. METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode Februari Juli yaitu indeks yang terdiri dari 45 perusahaan yang tercatat yang
BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah seluruh perusahaan go public yang terdaftar di
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah seluruh perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang datanya diperoleh melalui www.idx.co.id. Perusahaan yang
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan studi peristiwa (event study). Event study merupakan
III. METODE PENELITIAN 3.1. Sifat Penelitian Penelitian ini menggunakan studi peristiwa (event study). Event study merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar modal terhadap suatu peristiwa (event) yang
III. METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah volume perdagangan, jumlah saham yang
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diterbitkan oleh organisasi yang bukan pengolahnya. Sacara spesifik data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek penelitian Objek penelitian ini adalah perusahaan yang go public di bursa Efek Indonesia dan mengeluarkan kebijakan stock split. B. Jenis Data Data yang digunakan dalam
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif yakni
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data 3.1.1 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif yakni data yang berupa angka-angka. Sedangkan menurut dimensi
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini menganalisis volume perdagangan saham dan abnormal
3.1 Objek Penelitian BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN Penelitian ini menganalisis volume perdagangan saham dan abnormal return saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split di BEI pada tahun 2010
BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian. peristiwa seperti pengumuman dividen, right issue, stock split maupun peristiwa
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Bidang keuangan, event study digunakan untuk meneliti dampak suatu peristiwa seperti pengumuman dividen, right issue, stock split maupun peristiwa lainnya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Studi Penelitian ini menggunakan metode event study, yaitu metode yang digunakan untuk mengukur reaksi harga saham terhadap suatu peristiwa yang ditandai dengan
BAB I PENDAHULUAN. kecil (Akhmad dan Ramadyansari, 2013). Pasar modal merupakan fasilitas yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal mempunyai peranan penting sebagai salah satu sumber pembiayaan dana usaha di Indonesia, sedangkan disisi lain, pasar modal merupakan wahana investasi
BAB IV METODE PENELITIAN
60 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis Disain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-ekperimental, dengan jenis deskriptif, dan komparatif. Dilihat dari pengendalian variabel, penelitian
I Putu Gede Brahmaputra Waisnawa Suhadak R. Rustam Hidayat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
ANALISIS REAKSI PASAR ATAS PENGUMUMAN STOCK SPLIT OLEH PT. JAPFA COMFEED INDONESIA TBK. TAHUN 2013 (Studi Pada Perusahaan di Sektor Peternakan Yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2013) I Putu Gede Brahmaputra
III.METODE PENELITIAN
III.METODE PENELITIAN 3.1. Sifat Penelitian Penelitian ini merupakan event study yaitu salah satu desain statistik yang popular di bidang keuangan yang menggambarkan sebuah teknik riset yang memungkinkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Sumber Data Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian event study. Event study digunakan untuk menguji kandungan informasi dari suatu peristiwa.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan selama 2 tahun, yaitu tahun 2011-2012, karena penelitian ini menggunakan data sekunder maka data penelitian diambil
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang bersifat
24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang bersifat sekunder. Data sekunder yang diperlukan terdiri dari : 1. Tanggal
BAB III METODE PENELITIAN. yang signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent melalui
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Seperti yang tercermin dalam judul, jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dimana peneliti mencoba untuk menjelaskan apakah ada
BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN
BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN III.1 Objek Penelitian Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Electronic Library (ICaMEL). Populasi dari penelitian ini
BAB I PENDAHULUAN. kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia (Purbawati dkk, 2016).
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan pasar modal di Indonesia terbilang cukup pesat. Hal ini membuat para pelaku bisnis lebih mengembangkan usahanya melalui pasar modal. Para pelaku
BAB III METODELOGI PENELITIAN. peneliti untuk menilai dampak dari suatu peristiwa tertentu terhadap harga saham dari
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Sifat Penelitian Penelitian ini merupakan event study yaitu salah satu desain statistik yang popular di bidang keuangan yang menggambarkan sebuah teknik riset yang memungkinkan
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan event study yang menilai kejadian tertetu dalam
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian 4. 1. 1 Event Study Penelitian ini merupakan event study yang menilai kejadian tertetu dalam hal ini adalah pengumuman pembagian saham. Pengumuan pertama
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. dalam ekuitas pemegang saham. Menurut Abdul Halim (2007 : 98), split stock
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pemecahan Saham Menurut kamus investasi dan keuangan, peristiwa pemecahan saham merupakan cara yang dilakukan dengan tujuan untuk memecah jumlah saham
BAB III METODE PENELITIAN. dividen sebagai titik kritis reaksi pasar terhadap pengumuman dividen yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan event study, karena penelitian ini hanya mengamati pengaruh dari suatu kejadian tertentu dengan melihat tanggal pengumuman
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan study peristiwa ( Event Study ) yaitu sebuah teknik riset
34 III. METODE PENELITIAN 3.1. Sifat Penelitian Penelitian ini merupakan study peristiwa ( Event Study ) yaitu sebuah teknik riset yang memungkinkan peneliti untuk menilai dampak dari suatu peristiwa tertentu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Kt Mas Trisna, Lucy S Musmini dan Edy Sujana, 2014.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang menjadi rujukan dalam penelitian ini diantaranya adalah : 1. Kt Mas Trisna, Lucy S Musmini dan Edy Sujana, 2014. Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengambilan sampel yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Sampel dan Data Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar pada tahun 2011-2013 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengambilan sampel
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan study peristiwa ( Event Study ) yaitu sebuah teknik riset
III. METODE PENELITIAN 3.1 Sifat Penelitian Penelitian ini merupakan study peristiwa ( Event Study ) yaitu sebuah teknik riset yang memungkinkan peneliti untuk menilai dampak dari suatu peristiwa tertentu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut menjadi bentukbentuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sumber data Jenis data yang digunakan untuk penelitian ini merupakan data sekunder, data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut menjadi bentukbentuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Andri Yuwono (2013), meneliti mengenai Reaksi pasar modal di Bursa Efek
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu 1. Andri Yuwono (2013), meneliti mengenai Reaksi pasar modal di Bursa Efek Indonesia terhadap pengumuman peristiwa bencana banjir yang melanda daerah khusus
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Hal ini karena pasar modal merupakan sarana yang dapat menggalang perolehan
Skripsi. Disusun Oleh : Wahyu Widya Yanti B
ANALISIS DAMPAK PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP RETURN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA (Studi kasus pada perusahaan go public di BEI periode 2010-2013) Skripsi Diajukan untuk memenuhi tugas dan syarat-syarat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dijabarkan beberapa teori yang menjadi landasan analisis penulis mengenai hubungan variabel- variabel dalam penelitian, yaitu : Stock split (pemecahan saham),
REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PERISTIWA STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PERISTIWA STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Robert Jao Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Atma Jaya Makassar [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. Dimana diharapkan adanya pasar modal yang berfungsi secara optimal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan pasar modal sebagai lembaga piranti investasi memiliki fungsi ekonomi dan keuangan yang semakin diperlukan oleh masyarakat sebagai media alternatif
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. menjadi n lembar saham, dimana harga per lembar saham baru setelah stock split
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian pemecahan saham (stock split) Menurut Jogiyanto (2000 : 415), stock split adalah memecah selembar saham menjadi n lembar
Oleh : INDAH NOOR KHOIRIA DEWI B FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP ABNORMAL RETURN DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN BERTUMBUH DAN TIDAK BERTUMBUH (Studi Kasus Pada Bursa Efek Indonesia 2010-2014) Oleh : INDAH NOOR KHOIRIA DEWI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA EFFICIENT MARKET THEORY (TEORI EFISIENSI PASAR)
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 LANDASAN TEORI 2.1.1 EFFICIENT MARKET THEORY (TEORI EFISIENSI PASAR) Pasar yang efisien adalah suatu pasar bursa dimana efek yang diperjualbelikan merefleksikan seluruh informasi
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2010. Teknik pemilihan sampel
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dengan demikian, pasar modal juga bisa diartikan sebagi pasar untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pasar Modal Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Dengan demikian,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang termasuk kategori eksperimental dari pengujian teori Efficient Market Hypothesis dan event study.
Enggar Trijunanto. Kata Kunci : Pemecahan Saham (Stock Split), Abnormal Return Saham, Volume Perdagangan Saham
ANALISIS PENGARUH PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLIT) TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2011-2015 Enggar Trijunanto ABSTRAK
PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA NASKAH PUBLIKASI
PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : ZAINUL BACHTIAR B 200 090 031 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS
DAMPAK PERGANTIAN MENTERI KEUANGAN RI TAHUN 2010 TERHADAP ABNORMAL RETURN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI
e-jurnal BINAR AKUNTANSI Vol. 1 No. 1, September 2012 ISSN 2303-1522 DAMPAK PERGANTIAN MENTERI KEUANGAN RI TAHUN 2010 TERHADAP ABNORMAL RETURN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI Rica Syafitri Sirait,
STUDI PERISTIWA REAKSI PASAR TERHADAP PEMILIHAN UMUM TANGGAL 5 APRIL 2004 PADA BURSA EFEK JAKARTA
STUDI PERISTIWA REAKSI PASAR TERHADAP PEMILIHAN UMUM TANGGAL 5 APRIL 2004 PADA BURSA EFEK JAKARTA Chairul Anwar Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100 Depok
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasar modal adalah jaringan tatanan yang memungkinkan pertukaran klaim
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal adalah jaringan tatanan yang memungkinkan pertukaran klaim jangka panjang dan penambahan financial assets pada saat yang sama sehingga memungkinkan
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakuan dengan menggunakan metode event study, yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian dilakuan dengan menggunakan metode event study, yang digunakan untuk menganalisis reaksi sebelum dan sesudah pengumuman CGPI periode 2010-2013
BAB III METODE PENELITIAN. berbagai situs, seperti situs Bursa Efek Indonesia (BEI) di
26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapat dari berbagai situs, seperti situs Bursa Efek Indonesia (BEI) di www.idx.co.id,
ANALISIS PERBANDINGAN ABNORMAL RETURN
ANALISIS PERBANDINGAN ABNORMAL RETURN DAN LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015 Cindy Hadiwijaya Program Studi Magister
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. surat berharga lainnya yang ada di pasar modal dan dikenal luas di dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Saham Saham (stock atau share) adalah surat berharga yang paling populer diantara surat berharga lainnya yang ada di pasar modal dan dikenal luas di dalam
3.1. Desain Penelitian
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data yang terkait. Jenis data yang digunakan merupakan data sekunder,
PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN SAHAM TERHADAP ABNORMAL RETURN DAN TRADING VOLUME ACTIVITY SAHAM DI BEI
Pengaruh Pengumuman Dividen... (Ekaliya JTS) 298 PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN SAHAM TERHADAP ABNORMAL RETURN DAN TRADING VOLUME ACTIVITY SAHAM DI BEI THE ANNOUNCEMENT EFFECT OF STOCK DIVIDEND ON ABNORMAL
BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham),
LANDASAN TEORI. Stock Split merupakan salah satu corporate action yang harus dipublikasikan
9 II. LANDASAN TEORI 2.1. Stock Split Stock Split merupakan salah satu corporate action yang harus dipublikasikan kepada publik. Hal tersebut diatur dalam pasal 68 dan 86 tahun 1995 tentang Pasar Modal
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pasar Efisien (Efficient Market Hypothesis) Pasar dapat dikatakan efisien apabila harga sekuritas mencapai harga keseimbangan yang baru
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. saham yang beredar, sesuai dengan faktor pemecahnya (split factor).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pemecahan Saham (Stock Splits) 2.1.1.1 Pengertian Pemecahan Saham Menurut Abdul Halim (2007 : 98), stock split (pemecahan saham) adalah perubahan nilai
BAB I PENDAHULUAN. harga pasar. Salah-satu karakteristik utama pasar modal yang efisien
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pasar modal yang efisien semua sekuritas diperjualbelikan pada harga pasar. Salah-satu karakteristik utama pasar modal yang efisien adalah bahwa informasi tersedia
BAB II TINJUAN PUSTAKA. lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. antara pembeli dan penjual dengan resiko untung atau rugi.
BAB II TINJUAN PUSTAKA 2.1 Pasar Modal Menurut Undang Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, Pasar Modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang
purposive sampling yaitu populasi yang dijadikan sampel penelitian adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta, sedangkan sampel yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil data perusahaan yang dibutuhkan ataupun mengakses situs
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu dan tempat penelitian dapat dilakukan di universitas mercu buana yang terdapat bursa efek online untuk mahasiswa sehingga dapat mengambil
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini menggunakan variabel dependen yaitu abnormal return dan trading
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian Pada bab ini akan disajikan mengenai data yang berhasil dikumpulkan. Penelitian ini menggunakan variabel dependen yaitu abnormal return
BAB II URAIAN TEORITIS. Rahayu (2006) melakukan penelitian dengan judul Reaksi Pasar Terhadap
37 BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Rahayu (2006) melakukan penelitian dengan judul Reaksi Pasar Terhadap Peristiwa Stock Split yang Terjadi di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan
diperdagangkan dan terdaftar di BEJ (Bursa efek Jakarta) dan dilaporkan dalam
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua saham yang aktif diperdagangkan dan terdaftar di BEJ (Bursa efek Jakarta) dan dilaporkan
ANALISIS RESPON PASAR TERHADAP PENGUMUMAN SAHAM BONUS PADA BURSA EFEK INDONESIA
ANALISIS RESPON PASAR TERHADAP PENGUMUMAN SAHAM BONUS PADA BURSA EFEK INDONESIA Siti Murtopingah Rina Mudjiyanti Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purwokerto ABSTRACT This study is to analysis
ANALISIS PERBEDAAN TRADING VOLUME ACTIVITY
ANALISIS PERBEDAAN TRADING VOLUME ACTIVITY DAN ABNORMAL RETURN SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN BUY BACK SAHAM (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI yang Melakukan Buy Back Tahun 2012-2014) Rizka
