BAB III METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Suryadi Sudjarwadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Development and Validation, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan Conceptual Change Text (CCT) pada materi kimia tertentu yang melewati proses validasi. Validasi dilakukan oleh beberapa dosen ahli (Benson & Clark, 1982). Sebelumnya dilakukan analisis miskonsepsi siswa yang terdapat pada jurnal-jurnal internasional. Miskonsepsi ini merupakan karakteristik yang harus ada dalam CCT. Setelah itu, dilakukan analisis terhadap KI dan KD yang kemudian diturunkan menjadi indikator. Indikator menjadi acuan dalam pengembangan Conceptual Change Text (CCT). Pada penelitian ini terdapat instrumen-instrumen validasi sebagai alat pendukung dalam mengembangkan Conceptual Change Text (CCT) tersebut. Pengaruh Conceptual Change Text (CCT) akan dilihat dari hasil pretest dan posttest yang diisi oleh subjek penelitian sebagai tahapan pengolahan kuantitatif pada metode Development and Validation (Adams & Wieman, 2010). Soal pretest dan posttest telah divalidasi terlebih dahulu oleh dosen ahli. Pengaruh tersebut berupa peningkatan atau penurunan pemahaman konsep siswa terhadap materi reaksi reduksi oksidasi dan perubahan konsepsi siswa melalui kegiatan membaca secara mandiri Conceptual Change Text (CCT) materi reaksi reduksi oksidasi. B. Lokasi dan Subjek Penelitian Validasi Conceptual Change Text (CCT) dilakukan di Departemen Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian dalam tahap uji kuantitatif dilakukan di salah satu SMA yang ada di Kota Bandung pada awal tahun ajaran baru 2015/2016. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelas eksperimen terdiri dari 29 siswa yang mengerjakan soal pretest dan posttest. Wika Puspitasari, 2015 PENGARUH CONCEPTUAL CHANGE TEXT (CCT) TERHADAP PERUBAHAN KONSEPSI SISWA PADA MATERI REAKSI REDUKSI OKSIDASI Universitas Pendidikan Indonesia \.upi.edu perpustakaan.upi.edu
2 Sebelum melakukan posttest siswa tersebut membaca secara mandiri Conceptual Change Text (CCT) terlebih dahulu. Wika Puspitasari, 2015 PENGARUH CONCEPTUAL CHANGE TEXT (CCT) TERHADAP PERUBAHAN KONSEPSI SISWA PADA MATERI REAKSI REDUKSI OKSIDASI Universitas Pendidikan Indonesia \.upi.edu perpustakaan.upi.edu
3 24 C. Alur Penelitian Alur penelitian yang akan dilakukan disajikan dalam Gambar 3.1. Mengidentifikasi Masalah Tahap Perencanaan Analisis KI dan KD materi terkait Analisis miskonsepsi materi terkait Penyusunan Conceptual Change Text (CCT) Penyusunan tes tertulis Penyusunan instrumen validasi Penyusunan angket Tahap Pengembangan Validasi Revisi Tahap Validasi Pelaksanaan Pretest Membaca teks CCT Pelaksanaan post-test Pemberian angket siswa Tahap Pengolahan Data (Kuantitatif) Pengolahan data Analisis temuan Penarikan kesimpulan Gambar 3.1 Alur Penelitian
4 25 D. Prosedur Penelitian a. Tahap Perencanaan 1) Mengidentifikasi masalah penelitian. 2) Analisis KI3 dan KD3.9 materi reaksi reduksi oksidasi pada kurikulum ) Analisis miskonsepsi pada materi reaksi reduksi oksidasi. b. Tahap Pengembangan 1). Perumusan indikator aspek kognitif disesuaikan dengan KI3 dan KD3.9 pada kurikulum ). Melakukan validasi terhadap rumusan indikator aspek kognitif. 3). Menyusun Conceptual Change Text (CCT) pada materi reaksi reduksi oksidasi. Pada tahap ini penelitian mulai memasuki pemroduksian Conceptual Change Text (CCT). Pemroduksian dimulai dari pengumpulan berbagai buku teks materi reaksi reduksi dan oksidasi, jurnal mengenai materi reaksi reduksi oksidasi dan jurnal mengenai miskonsepsi yang terkait. 4). Analisis wacana CCT Pada tahap ini dilakukan analisis wacana CCT oleh teman sejawat. Selanjutnya dilakukan analisis wacana CCT oleh dosen pembimbing. 5). Menyusun instrumen validasi (kesesuaian isi CCT dengan kurikulum, penilaian grafika CCT dan kesesuian teks dengan karakteristik CCT) 6). Menyusun instrumen tes tertulis dan angket. c. Tahap Validasi 1). Melakukan validasi Conceptual Change Text (CCT) materi reaksi reduksi dan oksidasi, tes tertulis dan angket. 2). Melakukan revisi terhadap Conceptual Change Text (CCT) materi reaksi reduksi oksidasi, tes tertulis dan angket.
5 26 Tabel 3.1 Format Tabel Perbaikan Teks Teks Kasar (sebelum revisi) Teks Keluaran (sesudah revisi) d. Tahap Pengolahan Data (Kuantitatif) 1) Pengujian Conceptual Change Text (CCT) pada siswa. 2) Pelaksanaan pretest dan posttest materi reaksi reduksi oksidasi untuk mengetahui perubahan pemahaman konsepsi siswa sebelum dan setelah membaca Conceptual Change Text (CCT). 3) Pemberian angket kepada siswa untuk mengetahui tanggapannya terkait penggunaan Conceptual Change Text (CCT). 4) Mengolah data hasil penelitian berdasarkan data yang terkumpul dari angket dan tes tertulis. 5) Menganalisis dan mambahas data hasil penelitian. 6) Penarikan kesimpulan dari hasil pengolahan data dan analisis data. E. Instrumen Penelitian Berdasarkan rumusan masalah penelitian, maka instrumen penelitian yang digunakan yaitu: 1. Untuk menjawab pertanyaan penelitian nomor satu, instrumen yang digunakan yaitu tabel validasi (validasi indikator, kesesuaian isi dengan kurikulum, penilaian grafika CCT dan kesesuian teks dengan karakteristik CCT ). 2. Untuk menjawab pertanyaan penelitian nomor dua, instrumen yang digunakan yaitu tes tertulis (soal pretest dan posttest). Tes tertulis ini merupakan butir soal yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep siswa pada materi reaksi reduksi dan oksidasi untuk setiap indikator dan mengidentifikasi perubahan miskonsepsi siswa. Tes tertulis terdiri dari empat soal essay berdasarkan indikator dan lima soal essay berdasarkan miskonsepsi untuk pretest dan posttest. Data yang diperoleh dari tes
6 27 tertulis ini berupa skor pemahaman konsep dan klasifikasi pola jawaban siswa. F. Teknik Pengolahan Data 1. Pengolahan Data Kualitatif Pada penelitian ini, Conceptual Change Text (CCT) yang dikembangkan divalidasi menggunakan validitas isi. Soal pretest dan posttest juga divalidasi menggunakan validasi isi. Validitas isi merupakan validitas suatu alat ukur dari segi isi (content) bahan pelajaran yang dicakup oleh alat ukur tersebut (Firman, 2000). Cara menilai validitas isi ialah dengan meminta judgement (timbangan) kelompok ahli dalam bidang yang diukur. Lawshe (1975) mengemukakan cara yang dapat digunakan untuk menganalisis hasil pertimbangan para ahli terhadap CCT, soal pretest dan posttest yang dikembangkan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus CVR (content validity ratio). CVR merupakan perhitungan validitas isi yang didasarkan pada rasio kecocokan para ahli, yang menilai penting atau tidak penting dalam content yang dikembangkan. Untuk mengetahui besarnya CVR, digunakan rumus berikut: Keterangan: CVR n e N = rasio validitas isi CVR = n e N 2 N 2 = jumlah validator yang menyatakan Ya = total jumlah validator Ketentuan: a. Saat kurang dari 1 total responden yang menyatakan Ya maka nilai CVR 2 = b. Saat 1 dari total responden yang menyatakan Ya maka nilai CVR = 0 2 c. Saat seluruh responden menyatakan Ya makan nilai CVR = 1 (hal ini diatur menjadi 0,99 disesuaikan dengan jumlah responden)
7 28 d. Saat jumlah responden yang menyatakan Ya lebih dari 1 2 total responden maka nilai CVR = 0 0,99. Data tanggapan validator diinterpretasikan dengan kriteria sebagai berikut. Tabel 3.2. Kriteria Penilaian Validator Kriteria Bobot Ya 1 Tidak 0 Hasil perhitungan yang berupa rasio angka (-1) sampai dengan (+1) kemudian diinterpretasikan berdasarkan tabel kritis CVR. Jika nilai CVR lebih besar dari nilai kritis maka teks yang telah disusun dinyatakan valid dan dapat digunakan. Sementara jika nilai CVR kurang dari nilai kritis, maka teks yang disusun dinyatakan belum valid serta masih memerlukan perbaikan. Nilai kritis CVR untuk lima sampai sepuluh validator ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Tabel 3.3. Nilai Kritis CVR untuk Lima hingga Sepuluh Validator α 0,1 0,05 0,025 0,01 0,005 0,001 N 5 0,573 0,736 0,877 0,990 0,990 0, ,523 0,672 0,800 0,950 0,990 0, ,485 0,622 0,741 0,879 0,974 0, ,453 0,582 0,693 0,822 0,911 0, ,427 0,548 0,653 0,775 0,859 0, ,405 0,520 0,620 0,736 0,815 0,990 Nilai rata-rata CVR atau disebut juga CVI (Content Validity Index) dihitung dengan menggunakan rumus: CVI = CVR Jumlah sub pertanyaan (Lawse, 1975)
8 29 Pengolahan data dari hasil angket dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah berikut. 1). Mentabulasikan data yang diperoleh untuk setiap butir soal berdasarkan alternatif jawaban yang tersedia. 2). Menghitung jumlah siswa yang mengisi alternatif jawaban yang tersedia pada setiap nomor. 3). Mengubah data yang diperoleh menjadi bentuk persentase untuk setiap alternatif jawaban yang mungkin. Pengubahan data ke dalam bentuk persentase dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut. Persentase = jumlah siswa yang menjawab ya/tidak jumlah total siswa 100% 2. Pengolahan Data Kuantitatif a. Penskoran jawaban siswa Jawaban tes tertulis siswa diberikan penskoran sesuai dengan skor jawaban yang telah ditentukan. Setiap soal mempunyai skor maksimal masing-masing. Tabel 3.4. Skor Maksimal untuk Setiap Soal berdasarkan Label Indikator Indikator Pretest Posttest Menuliskan konsep reduksi dan oksidasi ditinjau dari pengikatan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron serta peningkatan dan 4 4 penurunan bilangan oksidasi. Menentukan reaksi reduksi dan oksidasi ditinjau dari pengikatan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron serta peningkatan dan 4 4 penurunan bilangan oksidasi. Menentukan bilangan oksidasi suatu atom dalam suatu unsur, senyawa atau ion. 2 2 Menentukan reduktor serta oksidator dalam suatu reaksi redoks. 4 4 Skor Total 14 14
9 30 b. Menganalisis pola jawaban siswa untuk setiap indikator Untuk mengetahui gambaran mengenai konsepsi yang dimiliki siswa, pola jawaban diklasifikasikan berdasarkan skor dan kemiripan jawaban. Konsepsi yang umum pada siswa kemudian dianalisis untuk menemukan gambaran konsepsi siswa. Pengklasifikasian jawaban peserta didik menggunakan tabel seperti di bawah ini. Indikator Jumlah Siswa Total Tabel 3.5. Contoh Tabel Skor dan Klasifikasi Jawaban Siswa c. Menghitung Nilai N-Gain Skor dan Klasifikasi Jawaban a b a b Untuk mengetahui efektivitas Conceptual Change Text (CCT) terhadap pemahaman konsep siswa, dilakukan perhitungan nilai N-Gain. Perhitungan nilai N-Gain dilakukan secara keseluruhan dan dihitung untuk setiap indikator. Nilai N-Gain dapat dihitung dengan rumus berikut ini. N-gain (<g>) = Berikut pengkategorian N-Gain. Skor posttest Skor pretest Skor maksimal Skor pretest Tabel 3.6. Kriteria N-Gain. Nilai N-Gain 0,7 Tingkat Tinggi 0,7 > N-Gain 0,3 Sedang < 0,3 Rendah d. Pengolahan data perubahan konsepsi siswa Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh Conceptual Change Text (CCT) terhadap sebaran perubahan konsepsi yang dimiliki oleh siswa adalah: 1. Melakukan penilaian terhadap hasil pretest posttest ke dalam empat kategori: Paham (P), Paham Sebagian (PS), Miskonsepsi (M) dan Tidak Tahu (T). (Abraham, et al., 1994; Calik & Ayas, 2005) (Hake, 1999)
10 Pretest Menganalisis dan mengklasifikasikan sebaran miskonsepsi yang dimiliki siswa berdasarkan berdasarkan label miskonsepsi berdasarkan tabel di bawah ini. Tabel 3.7 Contoh Klasifikasi Jawaban Miskonsepsi Siswa Posttest No.1 P PS M K Total P PS M K Total 3. Menganalisis hasil sebaran perubahan konsepsi siswa secara keseluruhan sesuai dengan Tabel 3.8. Perubahan Konsepsi Klasifikasi Konsepsi Siswa Jumlah Siswa (%) No.1 No.2 No.3 No.4 No.5 Rata - Rata (%) Total (%) Naik Tetap Turun 4. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis dan perhitungan persentase. G. Definisi Operasional Untuk menghindari perbedaan penafsiran dalam menerjemahkan beberapa istilah dalam penelitian ini, maka penulis mencantumkan beberapa definisi terkait istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini. 1. Conceptual Change Text (CCT) Conceptual Change Text adalah teks yang mendukung terjadinya perubahan konseptual pada siswa dengan memuat keempat kondisi perubahan konseptual. Menurut Posner dkk. (1982), kondisi-kondisi yaitu dissatisfaction, intelligible, plausible, dan fruitfull digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa,
11 32 menyangkal miskonsepsi tersebut, dan memperkenalkan konsep ilmiah yang dapat menjelaskan fenomena yang disajikan. 2. Pemahaman Konsep Pemahaman konsep merupakan suatu kemampuan mengkonstruk makna atau pengertian suatu konsep berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki, atau mengintegrasikan pengetahuan yang baru ke dalam skema yang telah ada dalam pemikiran siswa. Pemahaman konsep adalah kemampuan menggunakan pengetahuan secara fleksibel, mengaplikasikan apa yang telah dipelajari pada kondisi yang lain, seperti yang dinyatakan Weerawardhana et al. (2003). 3. Representasi Kimia Representasi kimia adalah fenomena, model, struktur teoritis berdasarkan interpretasi para ahli kimia. Ketika menggambarkan fenomena kimia, para ahli kimia pada umumnya menampilkan konsep tiga level representasi pengetahuan: makroskopik, sub mikroskopik, dan level simbolik (Johnstone dalam Jansoon et al., 2009). 4. Reaksi Reduksi Oksidasi Konsep reaksi reduksi dan oksidasi yang pertama berkembang yaitu oksidasi dan reduksi berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. Kemudian muncul konsep oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan pengikatan hidrogen, konsep oksidasi dan reduksi berdasarkan penangkapan dan pelepasan elektron. Konsep oksidasi dan reduksi yang terakhir adalah berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi (biloks).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan dan Validasi (Development and Validation Methods) yang dikembangkan oleh Adams dan Wieman (2010). Metode
2015 PERUBAHAN KONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT MELALUI CONCEPTUAL CHANGE TEXT (CCT)
DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMAKASIH... iii ABSTRAK... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain penelitian pretest posttest non equivalen control group design. Pada desain
G 1 G 2 O 1 O 2 O 3 O 4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini quasi experimental, dengan desain penelitian nonequivalen control group design, pada desain penelitian ini menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Development and Validation atau metode pengembangan dan validasi. Metode penelitian pengembangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian yang memiliki aspek kualitatif dan kuantitatif adalah analisis konten.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA Negeri di Kota Cimahi. Pertimbangan pemilihan SMA Negeri adalah berdasarkan kesesuaian kurikulum
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA Negeri di Kab. Bandung Barat pada tahun ajaran 2014-2015. Subjek penelitian ini adalah siswa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Development and Validation (Pengembangan dan validasi) terdiri dari empat tahap (Adams dan Wieman,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Subjek penelitian berupa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan. Subjek ini
DAFTAR ISI. PERNYATAAN... i. KATA PENGANTAR... ii. UCAPAN TERIMA KASIH... iii. ABSTRAK... iv. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... vii
DAFTAR ISI PERNYATAAN... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii ABSTRAK... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 23 Bandung. Dalam penelitian ini jumlah seluruh responden yang mengerjakan soal adalah 40 orang siswa di kelas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Bandung, dimana peserta yang dilibatkan merupakan siswa yang telah mengikuti pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SMA negeri di kabupaten Bandung Barat. Subjek penelitian berupa soal-soal piktorial sebagai alat ukur dimensi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai metode penelitian yang digunakan meliputi lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan metodologi penelitian yang dilakukan. Metodologi penelitian yang dimaksud meliputi metode penelitian, lokasi dan subjek penelitian, prosedur penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini diuraikan beberapa definisi operasional dari istilah yang terkait dalam permasalahan penelitian ini, di antaranya: 1. Pengembangan tes tertulis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Sedangkan model penelitian yang digunakan adalah model rekonstruksi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan dan validasi (Development and Validation Method). Metode pengembangan dan validasi digunakan untuk menilai
Pengumpulan data. Produk: Bahan Ajar IPA Terpadu bertema Cuaca
51 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mix Method antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan pendekatan penelitian menggunakan Research
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur penelitian, teknik
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Menurut Panggabean (1996:27) penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x
DAFTAR ISI ABSTRAK.... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah... 5 C. Batasan Masalah...
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja yang valid dan reliabel dalam menilai kinerja siswa pada praktikum identifikasi keberadaan unsur
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian dilaksanakan pada salah satu SMA Negeri di kota Cimahi. Objek penelitian berupa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan. Objek ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap buku teks terjemahan adalah metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan untuk menganalisis keterbacaan dan pemahaman mahasiswa terhadap buku teks terjemahan adalah metode deskriptif. Menurut Firman,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek/Objek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada konstruksi alat ukur penilaian literasi sains/kimia pada konten sel Volta menggunakan konteks baterai Li-ion
C. Prosedur Penelitian Secara garis besar, alur penelitian yang dilakukan dapat dilihat sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Objek yang dijadikan sebagai bahan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik
III. METODE PENELITIAN. Pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan media pembelajaran berupa
III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan media pembelajaran berupa LKS berbasis keterampilan generik sains pada materi hukum-hukum dasar kimia untuk
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di tiga SMA Negeri dan satu SMA Swasta di Kota Bandung. Subjek pada penelitian ini adalah instrumen tes diagnostik yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek/Obyek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada kualitas validitas isi dan validitas konstruk pada alat ukur penilaian literasi sains yang dikembangkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Sedangkan model penelitian yang digunakan adalah model rekonstruksi pembelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dan keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di salah satu SMA swasta di Bandung. Pemilihan lokasi ini dilakukan berdasarkan kesesuaian antara kurikulum
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan mengenai metodologi penelitian yang meliputi lokasi dan subjek penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan dan validasi. Metode pengembangan dan validasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Karawang tahun ajaran 2014-2015. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan
2015 PERUBAHAN KONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT MELALUI CONCEPTUAL CHANGE TEXT (CCT)
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran kimia sarat akan konsep-konsep yang kompleks dan abstrak. Seperti yang dikatakan Nieswandt (2001) bahwa beberapa peneliti menyatakan kimia merupakan subjek
BAB III METODE PENELITIAN
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian di salah satu SMAN di kota Bandung pada siswa kelas XII. Subjek penelitian pada tahap uji coba I berjumlah 12 orang. Subjek
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR.. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN. A. Latar Belakang 1. B. Rumusan Masalah C. Batasan Masalah.
DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK. KATA PENGANTAR.. DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN i ii v vii x xiv BAB I PENDAHULUAN.. 1 A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah... 5 C. Batasan Masalah.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed methods). Metode campuran adalah teknik penelitian di mana teknik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. QUAL results. quan results
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah exploratory design. Desain ini diawali dengan data kualitatif, meneliti fenomena, dan kemudian menjadi dasar fase
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Swasta di Kota Bandung, yaitu di SMA Laboratorium Percontohan UPI Bandung. Pemilihan lokasi
BAB III METODE PENELITIAN
15 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Arikunto (2006), penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan
1. BAB III METODE PENELITIAN
1. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai yaitu peneliti ingin melihat peningkatan pemahaman konsep dan penurunan kuantitas siswa yang miskonsepsi pada suatu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode research and development(r&d) yang artinya penelitian dan pengembangan. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang
III. METODOLOGI PENELITIAN. LKS ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research
33 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan LKS berbasis representasi kimia yang meliputi representasi makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Pengembangan
2015 PERUBAHAN KONSEPSI SISWA PADA MATERI HAKIKAT DAN PERAN ILMU KIMIA MELALUI CONCEPTUAL CHANGE TEXT (CCT)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ilmu kimia merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam yang di dalamnya banyak mempelajari tentang materi dan perubahannya. Agar dapat mempelajari ilmu kimia
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini terdiri atas lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur penelitian, teknik pengumpulan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek pada penelitian ini adalah bahan ajar kimia berbasis web pada materi ikatan kovalen kelas X yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. B. Lokasi Penelitian
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media animasi kimia yang berbasis
20 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media animasi kimia yang berbasis representasi kimia yang meliputi representasi makroskopis, submikroskopis
BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Produk yang dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan desain penelitian, lokasi dan subjek penelitian, instrumen penelitian, teknik analisis instrumen, teknik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Andika Nopihargu, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat, dan perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan materi (Departemen Pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi pada penelitian ini yaitu sekolah SMA Negeri 1 Bandung yang berlokasi di Jl. Ir Juanda no 93. Subjek dari penelitian ini
LAMPIRAN A INSTRUMEN PENELITIAN
LAMPIRAN A INSTRUMEN PENELITIAN PERUBAHAN KONSEPSI SISWA PADA MATERI IKATAN ION DENGAN MENGGUNAKAN CONCEPTUAL CHANGE TEXT 65 LAMPIRAN A.1 Instrumen Validasi Kesesuaian Indikator dengan Kompetensi Inti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Subjek penelitian adalah siswa-siswi dalam satu kelas XI IPA dengan jumlah 28
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan instrumen penilaian otentik yang valid dan reliabel dalam menilai pengetahuan dan keterampilan praktikum siswa SMK. Setelah itu,
III. METODOLOGI PENELITIAN. dan pengembangan (Research and Development). Menurut Borg and Gall (2003),
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Menurut Borg and Gall (2003),
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi
49 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design (Nazir, 2003)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen ini belu memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dapat
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-experimental design atau eksperimen semu. Disebut demikian karena eksperimen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Pada penelitian ini, jenis yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA swasta di kota Bandung, yaitu SMA Pasundan 2 Bandung. Pertimbangan pemilihan SMA swasta
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai metode penelitian, lokasi dan subjek penelitian, instrumen penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, serta analisis data. A.
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian ini bersifat deskriptif, dimana dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang fenomena-fenomena yang berlangsung
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra eksperimen
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra eksperimen dengan one group pre-test and post-test design, (desain kelompok tunggal dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengembangan pendidikan (Educational Research and Development) yang
45 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan pendidikan (Educational Research and Development) yang meliputi tahapan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi. eksperimen dengan one group pre-test and post-test design.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan one group pre-test and post-test design. Pada metode ini diperlukan
Tes awal identifikasi miskonsepsi siswa. siswa.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed methods) dengan desain concurent embedded. Penelitian campuran merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan pengembangan dalam bahasa Inggrisnya Research and development adalah
43 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa model buku teks pelajaran berbasis intertekstual. Penelitian ini merupakan bagian dari Research
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan pendidikan atau Research and Development. Metode penelitian pengembangan pendidikan adalah metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2002). Metode yang digunakan
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2002). Metode yang digunakan dalam penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan desain pembelajaran yang dikembangkan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R and D). Sugiyono (2013:297) mendefinisikan bahwa penelitian dan pengembangan
