BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Ade Setiawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian ini bersifat deskriptif, dimana dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang fenomena-fenomena yang berlangsung atau dapat juga mendeskripsikan suatu keadaan berikut dengan perkembangannya (Arifin, 2011, hlm. 54). Dalam penelitian deskriptif peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan tertentu terhadap variabel atau merancang sesuatu yang diharapkan terjadi pada variabel, tetapi semua kegiatan, keadaan, kejadian, aspek maupun komponen berjalan sebagaimana adanya (Suharsimi, 2010, hlm. 3). Penelitian ini akan difokuskan pada penggalian model mental siswa pada sub-materi asam basa, dimana tipe model mental siswa akan dikelompokkan berdasarkan kemiripan jawaban. Adapun pengelompokkan tipe model mental siswa mengikuti kriteria model mental menurut Sendur (2010). B. Desain Penelitian Desain penelitian menggambarkan secara terperinci profil model mental siswa pada sub-materi asam basa khususnya pada konsep ph larutan hasil pengenceran, pencampuran, dan netralisasi berdasarkan TDM-POE. Pada penelitian ini, siswa yang telah mempelajari materi asam-basa sebagai subjek penelitian. Selanjutnya, diberikan TDM-POE kepada siswa tersebut. Jawaban siswa dapat mencerminkan model mental yang dimilikinya. Jawaban siswa pada dikelompokkan menjadi beberapa tipe jawaban. Pada tahap predict dan explain, jawaban siswa dikategorikan menjadi empat tipe, yaitu benar, sebagian benar, salah, dan tidak ada jawaban. Sedangkan pada tahap observe, jawaban siswa dikelompokkan pada jawaban benar dan salah. Setiap soal yang mengandung ketiga tahap tersebut akan memiliki tiga tipe jawaban, sehingga dapat menghasilkan pola profil model mental. Setiap tipe jawaban dan pola profil model mental siswa, dihitung banyaknya siswa yang termasuk ke dalam kelompok tersebut. Jawaban siswa kemudian dianalisis untuk mengetahui miskonsepsi. Adapun alur dari penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada gambar 3.1.
2 31 Studi kepustakaan mengenai karateristik ilmu kimia dan model mental Menentukan pokok bahasan, analisis konten serta analisis KD dalam kurikulum 2013 Mengembangkan indikator soal Mengembangkan tes diagnostik model mental predict-observe-explain (POE) Tahap Persiapan Validasi Ya Uji coba Tidak Revisi Melaksanakan tes diagnostik untuk menggali model mental Memprediksi (predict) Mengamati (Observe) Menjelaskan (explain) Tahap Pelaksanaan Data penelitian Tipe profil model mental siswa Benar Sebagian Benar Jawaban Salah Tidak Ada Jawaban Analisis data Profil model mental siswa pada sub-materi asam basa dengan menggunakan TDM-POE Miskonsepsi Tahap Penyelesaian Kesimpulan Gambar 3.1 Alur Penelitian
3 32 Berdasarkan bagan di atas maka dapat dijelaskan bahwa alur penelitian yang dilakukan meliputi tiga langkah, yaitu: Tahap Persiapan 1) Studi kepustakaan mengenai karakteristik ilmu kimia dan model mental. 2) Menentukan pokok bahasan, analisis konten serta analisis KD dalam kurikulum ) Mengembangkan indikator soal. 4) Mengembangkan TDM-POE 5) Melakukan validasi instrumen penelitian. 6) Melakukan revisi terhadap instrumen penelitian. 7) Melakukan uji coba terhadap instrumen yang telah di validasi dan revisi. 8) Melakukan revisi terhadap instrumen yang telah diuji coba. Tahap Pelaksanaan 1) Melaksanakan tes diagnostik untuk menggali model mental mental siswa. 2) Langkah pelaksanaan TDM-POE dengan langkah secara berurutan yakni memprediksi, mengamati, dan menjelaskan. Tahap Penyelesaian 1) Data penelitian dikelompokkan berdasarkan kemiripan jawaban siswa. 2) Pengelompokkan dibagi atas empat kelompok sesuai dengan tipe model mental siswa, yaitu model mental benar, sebagian benar, salah, dan tidak ada jawaban. 3) Melakukan analisis data terhadap temuan hasil penelitian. 4) Perolehan hasil profil model mental siswa pada submateri asam-basa. 5) Analisis miskonsepsi siswa berdasarkan model mental yang diperoleh. C. Lokasi dan Subjek Penelitian Pada penelitian ini, populasi yang dijadikan sebagai subjek penelitian adalah siswa yang telah mempelajari materi asam-basa. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA di kota Bandung. Jumlah siswa yang diteliti adalah 30 orang kelas XI. Surat izin terlampir pada lampiran 4.
4 33 D. Definisi Operasional Dalam rangka menghindari kesalahan penafsiran terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam karya ilmiah ini, maka dirumuskan definisi operasional sebagai berikut: 1. Profil model mental adalah representasi internal mengenai objek atau ide selama proses berpikir kognitif siswa berjalan. Siswa menggunakan model mentalnya untuk memberikan alasan, menggambarkan, menerangkan, dan memprediksi suatu fenomena. Selain itu, siswa juga dapat menggunakan model mental dalam ungkapan atau bentuk lainnya seperti verbal, deskripsi, diagram, simulasi, atau model nyata lainnya untuk menyelesaikan masalah dan mengkomunikasikan ide mereka ke orang lain (Wang, 2007, hlm 7). 2. POE adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain. Strategi evaluasi pembelajaran POE dapat menggali pemahaman siswa mengenai suatu fenomena kimia yang melibatkan ketiga level representasi (Wang, 2007, hlm 31). 3. Tes diagnostik adalah salah satu jenis tes yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam menggunakan ketiga level representasi kimia untuk menggambarkan dan menjelaskan suatu fenomena kimia (Chandraseragan, 2007, hlm 304). 4. Miskonsepsi adalah pemahaman yang berbeda yang tidak dapat diterima kebenarannya secara keilmuan (Taber, 2001; Wang, 2007, hlm 11). 5. Model mental utuh adalah model mental siswa yang sudah memiliki konsep yang lengkap dan dapat diterima secara keilmuan serta dapat melibatkan ketiga level representasi kimia (Wang, 2007, hlm. 12) E. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes diagnostik model mental predict-observe-explain (POE) dalam bentuk tes tertulis berupa soal uraian. Soal yang disajikan mengikuti tahapan dalam POE dan mengaitkan ketiga level representasi kimia. Konsep asam basa yang menjadi materi yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah konsep ph pada berbagai macam kondisi yakni ph larutan pada proses pengenceran, pencampuran, dan netralisasi.
5 34 Intrumen TDM-POE dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu predict, observe, dan explain. Jumlah pertanyaan dalam instrumen ini adalah Sembilan pertanyaan dengan rincian tiga pertanyaan pada tahap predict, tiga pertanyaan pada tahap observe, dan tiga pertanyaan pada tahap explain. Instrumen yang dibuat diupayakan semaksimal mungkin untuk dapat menggali dan mengungkapkan profil model mental yang dimiliki oleh siswa. Pertanyaan yang berkaitan dengan predict berisi pertanyaan yang mengungkap kemampuan siswa pada level sub-mikroskopik dan simbolik. Pada soal ini, siswa diminta untuk memprediksikan ph larutan pengenceran, pencampuran, dan netralisasi. Tahap kedua berkaitan observe, yaitu siswa diminta untuk menuliskan hasil observasi terhadap video percobaan yang dilakukan. Percobaan dilakukan setelah siswa menuliskan jawaban predict. Jawaban siswa pada observe berkaitan dengan level makroskopiknya. Pada tahap explain, siswa diminta untuk memberikan eksplanasi terkait fenomena dalam percobaan dan prediksinya. Jawaban siswa pada tahap explain dapat mengungkapkan kemampuan siswa dalam mempertautkan ketiga level representasi kimia, sehingga dalam satu soal yang diberikan terdapat keterkaitan antara ketiga level representasi kimi.. F. Proses Pengembangan Instrumen Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh model mental siswa pada sub-materi asam-basa. Model mental siswa dapat diungkap atau digali dengan berbagai macam cara. Salah satu cara untuk mengungkap atau menggali model mental adalah melalui tes diagnostik model mental berdasarkan TDM- POE. Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, tes ini dapat menggali secara optimal model mental yang menggambarkan pemahaman siswa. Dalam mengembangkan suatu indikator pada materi asam basa, terlebih dahulu dilakukan analisis konten dan standar isi materi tersebut. Adapun analisis konten materi asam-basa didasarkan atas kajian pustaka pada beberapa buku teks General Chemistry dengan rincian sebagain berikut: 1. Buku teks General Chemistry karya Raymond Chang Jilid 2 edisi ke-3 tahun 2003 yang berjudul Chemistry.
6 35 2. Buku teks General Chemistry karya Mc Murry edisi ke-4 tahun 2003 yang berjudul Chemistry. 3. Buku teks General Chemistry karya Whitten edisi ke-7 tahun 2003 yang berjudul General Chemistry. 4. Buku teks General Chemistry karya James E. Brady edisi ke-5 tahun 1990 yang berjudul General Chemistry. Selain itu, dilakukan pula analisis standar isi pendidikan dasar dan menengah yang terdiri dari Kompetensi Inti (KI) dan (Kompetensi Dasar). Analisis ini perlu dilakukan untuk mendapatkan kedudukan materi dalam kurikulum 2013, keluasan dan kedalaman materi sehingga dapat mengembangkan indikator soal yang sesuai. Adapun KI dan KD untuk sub-materi ini adalah: Kompetensi Inti: KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. Kompetensi Dasar: KD 3.10 Menganalisis sifat larutan berdasarkan konsep asam basa dan/atau ph larutan. Hasil analisis konten dari materi asam basa serta analisis KI dan KD kurikulum ini akan dijadikan acuan konsep dalam penelitian yang dilakukan. Konsep-konsep yang terdapat dalam materi asam basa sangatlah banyak. Namun, penelitian ini hanya akan dibatasi pada konsep ph untuk larutan hasil pengenceran, pencampuran, dan netralisasi. Instrumen TDM-POE dikembangkan berdasarkan indikator soal yang dirumuskan. Indikator soal dirumuskan berdasarkan hasil analisis konten materi asam basa pada konsep ph larutan hasil pengenceran, pencampuran, dan netralisasi yang didasarkan atas kajian pustaka beberapa buku teks general chemistry serta analisis KD pada kurikulum 2013
7 36 Setelah dilakukan analisis ini maka dilanjutkan dengan pengembangan indikator untuk pembuatan soal tes diagnostik. Adapun indikator yang dikembangkan: 1. Membandingkan ph larutan hasil pengenceran berdasarkan hasil pengamatan dengan perhitungan secara teoritis. 2. Membandingkan ph larutan hasil pencampuran berdasarkan hasil pengamatan dengan perhitungan secara teoritis. 3. Membandingkan ph larutan hasil netralisasi berdasarkan hasil pengamatan dengan perhitungan secara teoritis. Indikator tersebut akan menjadi dasar atau acuan dalam pengembangan tes diagnostik model mental pada sub-materi asam basa berdasarkan TDM-POE. Tes diagnostik ini merupakan instrumen yang akan digunakan untuk mengungkapkan model mental yang dimiliki oleh subjek penelitian. Berdasarkan indikator tersebut, dikembangkanlah butir-butir soal yang sesuai dengan indikator dalam rangka menggali profil model mental siswa pada sub-materi asam basa yang sesuai dengan tahapan TDM-POE dan tiga level representasi kimia. Setelah penyusunan intrumen penelitian, maka langkah selanjutnya adalah memvalidasi indikator dan instrumen yang telah dibuat. Berdasarkan saran-saran hasil validasi dilakukan revisi untuk menghasilkan instrumen TDM-POE yang valid. Kemudian dilakukan uji coba terhadap 10 siswa kelas XI yang telah mempelajari asam basa untuk melihat aspek keterbacaan soal. Hasil uji coba menyatakan bahwa keterbacaan soal instrumen sudah baik sehingga soal tes diagnostik saat uji coba digunakan kembali saat pengambilan data. Rekapitulasi hasil validasi instrumen penelitian dapat dilihat pada Lampiran 1. G. Teknik Pengumpulan Data Instumen penelitian berupa TDM-POE ini digunakan untuk memperoleh profil model mental siswa pada sub-materi asam basa. Tes yang dikerjakan ini berbeda dengan tes konvensional. Tes ini diawali dengan cara siswa terlebih dahulu membuat prediksi ph larutan berdasarkan perhitungan secara teoritis. Lalu ditayangkan video percobaan pembuktian ph larutan. Setelah itu siswa diminta
8 37 untuk menjelaskan hasil pengamatan dan mengaitkannya dengan hasil prediksi. Model mental siswa direfleksikan berdasarkan jawaban siswa terhadap soal-soal dalam tes yang diberikan. H. Analisis Data Jawaban siswa kemudian diolah dalam beberapa tahap. Pertama, jawaban siswa diinterpretasikan. Kemudian, hasil interpretasi tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria jawaban yang telah dibuat. Pada penelitian ini, jawaban prediksi, observasi, dan eksplanasi dikelompokkan berdasarkan kategori Sendur (2010). Kategori pengelompokkan jawaban siswa dapat dilihat pada Lampiran 2. Hasil dari jawaban siswa yang telah dikelompokkan) akan menghasilkan suatu pola profil model mental. Jawaban siswa pada satu soal akan menunjukkan tiga tipe jawaban siswa yaitu pada jawaban predict, observe, dan explain. Tiga tipe jawaban berdasarkan tahap TDM-POE tersebut menunjukkan pola profil model mental siswa pada setiap soal. Adapun probabilitas atau kemungkinan pola profil model medal siswa berdasarkan tahapan POE dapat dipetakan seperti pada tabel 3.1. P R E D I K S I Benar Sebagian Benar Salah Tidak Ada Jawaban Tabel 3.1. Probabilitas Pola Profil Model Mental Siswa OBSERVASI Benar Salah B-B-B B-S-B Benar B-B-SB B-S-SB Sebagian Benar B-B-S B-S-S Salah B-B-TA B-S-TA Tidak Ada Jawaban SB-B-B SB-S-B Benar SB-B-SB SB-S-SB Sebagian Benar SB-B-S SB-S-S Salah SB-B-TA SB-S-TA Tidak Ada Jawaban S-B-B S-S-B Benar S-B-SB S-S-SB Sebagian Benar S-B-S S-S-S Salah S-B-TA S-S-TA Tidak Ada Jawaban TA-B-B TA-S-B Benar TA-B-SB TA-S-SB Sebagian Benar TA-B-S TA-S-S Salah TA-B-TA TA-S-TA Tidak Ada Jawaban E K S P L A N A S I
9 38 Secara khusus, hasil pengelompokkan tipe model mental siswa berdasarkan kemiripan jawaban dan jumlah siswa yang memiliki pola yang sama dihitung. Adapun, rincian rekapitulasi jawaban siswa dapat dilihat pada Lampiran 3. Pengelompokkan jawaban siswa berdasarkan pola-pola di atas akan menunjukkan bagaimana profil model mental siswa dalam menghubungkannya dengan ketiga level representasi kimia berdasarkan tahap predit-observe-explain. Kemudian jawaban siswa dianalisis. Hasil analisis dapat memberikan informasi terkait dengan adanya miskonsepsi yang dialami oleh siswa. Miskonsepsi menggambarkan suatu konsep yang berbeda dengan konsep yang dapat diterima secara ilmiah (Taber dalam Wang, 2007, hlm 11).
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di kabupaten Garut. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA yang telah mempelajari materi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan fenomena-fenomena
2015 PROFIL MODEL MENTAL SISWA PADA SUB-MATERI ASAM BASA DENGAN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK MODEL MENTAL PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (TDM-POE)
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pemahaman konsep merupakan suatu kemampuan mengkonstruksi makna atau pengertian suatu konsep berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki atau mengintegrasikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kimia merupakan materi subyek yang menjelaskan mengenai struktur, komposisi, sifat dan perubahan materi serta energi yang menyertainya. Menurut Johnstone
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Subjek penelitian ini adalah enam orang siswa SMA kelas XI IPA yang sudah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Intan Fitriyani, 2014 Profil model mental siswa pada materi termokimia dengan menggunakan TIM_POE
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kimia adalah ilmu yang mempelajari materi dan sifatnya, perubahan materi dan energi yang menyertai perubahan tersebut (Whitten dkk., 2004). Johnstone (dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Fareka Kholidanata, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Saat ini menghafal fenomena, fakta, atau konsep kimia telah menjadi rutinitas dalam kehidupan siswa (Widiastuti, 2010). Menurut Suyono (2009), paradigma baru
BAB I PENDAHULUAN. Pepy Susanty, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Concise Dictionary of Science & Computers mendefinisikan kimia sebagai cabang dari ilmu pengetahuan alam (IPA), yang berkenaan dengan kajian-kajian tentang struktur
DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMAKASIH... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMAKASIH... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iii iv v vii viii ix BAB I PENDAHULUAN... 1 A.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tiga aspek utama dalam komponen sistem pendidikan adalah Kurikulum, Pembelajaran,dan Penilaian. Kurikulum merupakan aspek yang paling menentukan dalam proses
2015 PROFIL MODEL MENTAL SISWA PADA POKOK BAHASAN TITRASI ASAM LEMAH OLEH BASA KUAT BERDASARKAN TDM- IAE
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kimia adalah ilmu yang mempelajari materi dan sifatnya, perubahan materi dan energi yang menyertai perubahan tersebut (Whitten, 2008, hlm. 3). Sebagian besar
LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN
vi DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Instrumen tes diagnostik model mental berupa
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian secara umum dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Setiap penelitian mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan komposisi materi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan komposisi materi (yang tersusun oleh senyawa-senyawa) serta perubahannya, bagaimana senyawasenyawa itu bereaksi/
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Subjek penelitian berupa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan. Subjek ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain penelitian pretest posttest non equivalen control group design. Pada desain
G 1 G 2 O 1 O 2 O 3 O 4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini quasi experimental, dengan desain penelitian nonequivalen control group design, pada desain penelitian ini menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Development and Validation, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan Conceptual Change Text (CCT)
I. PENDAHULUAN. dengan IPA, dimana dalam pembelajarannya tidak hanya menuntut penguasaan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu kimia adalah salah satu rumpun IPA yang memiliki karakteristik yang sama dengan IPA, dimana dalam pembelajarannya tidak hanya menuntut penguasaan pengetahuan yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan disalah satu SMA di kabupaten Kuningan. Subjek penelitian ini adalah delapan orang siswa SMA kelas XI IPA yang terdiri
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 7 Bandung dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 7 Bandung Tahun
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... A. Latar Belakang B. Perumusan Masalah...
DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i iv vii ix x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Perumusan Masalah... 7 C. Definisi Operasional...
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan dan Validasi (Development and Validation Methods) yang dikembangkan oleh Adams dan Wieman (2010). Metode
BAB I PENDAHULUAN Rika Novi Marantika, 2014 Profil Model Mental Siswa Pada Penentuan H Reaksi Penetralan Dengan Tdm-Iae
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kimia merupakan subjek yang secara umum terkait atau didasarkan pada struktur, sifat, perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan tersebut (Sirhan,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Sampel Penelitian Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal-soal kimia yang diujikan pada Cambridge International Examination (CIE) level International General
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian dan pengembangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Menurut Borg dan Gall dalam Sukmadinata (2007),
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian deskriptif yang dilakukan bersifat developmental. Menurut Arikunto (1996, hlm. 243)
BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek pada penelitian ini adalah bahan ajar kimia berbasis web pada materi ikatan kovalen kelas X yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. B. Lokasi Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan bagian dari research and development (penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan bagian dari research and development (penelitian dan pengembangan). Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga komponen utama, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ilmu kimia merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mengkaji zat dari segi sifat, komposisi, struktur, ikatan, perubahan, dan pembuatannya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu kimia merupakan salah satu cabang IPA yang mempelajari tentang gejala-gejala alam, khususnya yang berkaitan dengan struktur, susunan, sifat dan perubahan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini menggunakan metode
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menekankan pada gambaran holistik terhadap kondisi
BAB I PENDAHULUAN. dan kognitif yang diperlukan, tetapi menekankan perkembangan karakter.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di Indonesia menempatkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bidang studi yang diajarkan di sekolah. Pengajaran bahasa Indonesia haruslah berisi usaha-usaha
BAB I PENDAHULUAN. sifat, dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan materi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan, sifat, dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan materi (Departemen Pendidikan
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian
26 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Subyek Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian Skripsi ini merupakan bagian dari payung penelitian Research and
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Skripsi ini merupakan bagian dari payung penelitian Research and Development (R&D) mengenai strategi pembelajaran intertekstualitas. Dalam penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMA mencakup beberapa prosedur pengembangan. Langkah-langkah. pengembangan bahan ajar adalah sebagai berikut:
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Cara Pengembangan Penelitian pengembangan modul Hidrosfer sebagai Sumber Kehidupan dengan pendekatan saintifik untuk pembelajaran geografi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA Negeri di Kab. Bandung Barat pada tahun ajaran 2014-2015. Subjek penelitian ini adalah siswa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini diuraikan beberapa definisi operasional dari istilah-istilah yang terkait dalam penelitian ini, diantaranya: 1. Efektivitas Efektivitas yang
BAB I PENDAHULUAN. Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan, sifat, dan perubahan materi serta energi yang menyertainya. Menurut Kean dan Middlecamp (1985)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian dilaksanakan pada salah satu SMA Negeri di kota Cimahi. Objek penelitian berupa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan. Objek ini
C. Langkah-langkah Penelitian Langkah-langkah dalam penelitian yang dilakukan, penulis menyusun alur penelitian seperti pada Gambar 3.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010). Metode yang digunakan dalam penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur penelitian, teknik
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Kimia adalah salah satu pilar dari ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri (Cetingul, 2005, hlm.70). Melalui ilmu kimia, seseorang mampu memahami gejala
DAFTAR ISI PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian... 1 B. Identifikasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap miskonsepsi siswa pada topik stoikiometri melalui tes diagnostik dengan tes two-tier. Merujuk pada tujuan penelitian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menganalisis diajarkan dengan tujuan agar siswa mampu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan menganalisis diajarkan dengan tujuan agar siswa mampu menganalisis dengan baik dan benar, oleh karena itu menganalisis disebut kegiatan produktif
BAB I PENDAHULUAN. terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. Guru merupakan personil yang menduduki posisi strategis dalam rangka pengembangan
PROFIL MISKONSEPSI SISWA SMA KELAS XI MENGGUNAKAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK TWO TIER MULTIPLE CHOICE PADA MATERI ASAM-BASA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2014), telah dikembangkan instrumen tes diagnostik two tier multiple choice pada materi asam basa. Instrumen ini mencakup
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian 3.1.1 Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif
2015 PERUBAHAN KONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT MELALUI CONCEPTUAL CHANGE TEXT (CCT)
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran kimia sarat akan konsep-konsep yang kompleks dan abstrak. Seperti yang dikatakan Nieswandt (2001) bahwa beberapa peneliti menyatakan kimia merupakan subjek
III. METODOLOGI PENELITIAN. dan pengembangan (Research and Development). Menurut Borg and Gall (2003),
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Menurut Borg and Gall (2003),
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Lia Apriani, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kimia adalah salah satu cabang ilmu dalam pengetahuan alam (sains). Banyak siswa menganggap kimia sebagai pelajaran yang sulit. Pelajaran kimia sering dirasa
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian
26 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Subyek Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Menurut Sugiyono (2010), metode penelitian
2015 D ESAIN D IDAKTIS PAD A MATERI HID ROLISIS GARAM BERD ASARKAN KESULITAN BELAJAR SISWA SMA D AN REFLEKSI D IRI GURU MELALUI LESSON ANALYSIS
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Mutu pembelajaran merupakan tantangan besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu komunikasi yang bertujuan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu gagasan atau informasi dari pihak pembicara atau penulis kepada pihak pendengar
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai bagian dari ilmu sains, kimia merupakan salah satu mata pelajaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai bagian dari ilmu sains, kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang di anggap sulit, hal ini menyebabkan sebagian besar siswa kurang berminat untuk mempelajari
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICTION, OBSERVATION AND EXPLANATION
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 1 Tahun 2014 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICTION, OBSERVATION
BAB I PENDAHULUAN. Hasil studi lima tahunan yang dikeluarkan oleh Progress in. International Reading Literacy Study (PIRLS) pada tahun 2006, yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hasil studi lima tahunan yang dikeluarkan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) pada tahun 2006, yang melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD),
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sistem pendidikan di Indonesia telah lama menggunakan teori taksonomi pendidikan secara adaptif sebagai landasan pendekatan belajar. Implikasi dari penggunaan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
DAFTAR ISI PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii UCAPAN TERIMAKASIH... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN... A. Latar Belakang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PROSES PENYUSUNAN MODUL, KUALITAS MODUL DAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PROSES PENYUSUNAN MODUL, KUALITAS MODUL DAN RESPON SISWA TERHADAP MODUL Penelitian ini mempunyai 3 data yakni proses penyusunan modul, kualitas modul, dan respon siswa.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode research and development(r&d) yang artinya penelitian dan pengembangan. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang
III. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan subyek didasarkan pada pertimbangan tertentu, yaitu kelas yang
22 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Subyek Penelitian Pengambilan subyek didasarkan pada pertimbangan tertentu, yaitu kelas yang siswanya memiliki kemampuan kognitif heterogen, sehingga dalam pengambilan
BAB I PENDAHULUAN. Kimia sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kimia sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki karakteristik khas yang membedakannya dengan pelajaran lainnya. IPA sendiri merupakan suatu disiplin
III. METODOLOGI PENELITIAN. memiliki kemampuan kognitif heterogen, sehingga dipilih teknik purposive sampling
27 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Subyek Penelitian Pada penelitian ini pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan kelas yang memiliki kemampuan kognitif heterogen, sehingga dipilih teknik purposive
BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengkategorian Penggunaan Level Mikroskopik dalam Buku Teks. Kimia SMA pada Materi Larutan Penyangga
BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Temuan 4.1.1 Pengkategorian Penggunaan Level Mikroskopik dalam Buku Teks Kimia SMA pada Materi Larutan Penyangga Penggunaan level mikroskopik dalam buku teks
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
No. Dokumen : F/751/WKS1/P/6 No. Revisi : 1 Tanggal Berlaku : 1 Juli 2016 KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR KIMIA SMA/MA KELAS: XI Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap
