BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Devi Sutedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Bandung, dimana peserta yang dilibatkan merupakan siswa yang telah mengikuti pembelajaran pada materi Ikatan Kimia yang diajarkan di kelas X semester 1. Objek dalam penelitian ini adalah instrumen tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. B. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel (Ditjen PMPTK, 2008). Menurut Sugiyono (2012), nilai variabel yang diteliti merupakan nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih, tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain. C. Prosedur Penelitian Prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian ini secara garis besar dapat dilihat pada alur penelitian berikut ini. Agustini, Nurlaela PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK PILIHAN GANDA DUA TINGKAT UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI IKATAN KIMIA Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
2 Tahap Pelaksanaan Tahap Persiapan 34 Studi Literatur tentang Tes diagnostik, PG dua tingkat, miskonsepsi ikatan kimia Kajian materi Ikatan Kimia berdasarkan kurikulum Penyusunan instrumen tes essay dan pedoman wawancara Judgement Revisi Pelaksanaan Tes Essay Pelaksanaan Wawancara Analisis data tes essay & wawancara Penyusunan instrumen tes PG Dua Tingkat Judgement Revisi Uji Validitas & Reliabilitas Pengolahan dan Analisis Data Uji Tes PG Dua Tingkat yang telah Valid & Reliabel Temuan dan Pembahasan Kesimpulan Gambar 3.1 Alur Rencana Penelitian
3 35 Berdasarkan gambar 3.1, alur rencana penelitian dapat diuraikan sebagai berikut. 1. Tahap Persiapan Pada tahap ini, dilakukan beberapa langkah, yaitu : a. Studi Literatur Literatur yang dikaji berkaitan dengan tes diagnostik, pilihan ganda dua tingkat, serta miskonsepsi dan eksplanasi konsep mengenai ikatan kimia. Selain itu dikaji pula ruang lingkup materi ikatan kimia berdasarkan kerangka dasar dan struktur kurikulum untuk SMA/MA (Peraturan Mendikbud No. 69 tahun 2013). b. Penyusunan Instrumen Tes Essay dan Pedoman Wawancara Instrumen tes essay dirancang untuk mengungkap miskonsepsi yang telah diperoleh dari hasil telaah jurnal dan miskonsepsi lainnya yang diperoleh dari siswa. Adapun pedoman wawancara dilakukan agar diperoleh data yang nantinya dapat dianalisis untuk melengkapi data hasil tes essay. Instrumen tes essay dan pedoman wawancara kemudian direvisi setelah memperoleh judgement dari validator. Revisi instrumen secara garis besar meliputi perbaikan terhadap kata-kata yang ambigu atau tidak efektif, kesesuaian butir soal dengan indikator, eksplanasi konsep serta miskonsepsi dari hasil telaah jurnal, serta kesesuaian jawaban tiap butir dengan alasan jawaban. c. Pelaksanaan Tes Essay dan Wawancara Instrumen tes essay yang telah direvisi hingga diperoleh 15 soal tes essay kemudian diuji cobakan pada 35 siswa dalam satu kelas. Adapun wawancara dilakukan pada beberapa siswa secara individual. d. Analisis Data Tes Essay dan Wawancara Data hasil tes essay dan wawancara kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk dijadikan sebagai bahan untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat.
4 36 2. Tahap Pelaksanaan Dalam tahap ini dilakukan beberapa langkah, yaitu : a. Penyusunan Tes Pilihan ganda dua tingkat Hasil analisis data yang diperoleh dari tes essay dikembangkan menjadi tes diagnostik dua tingkat, dimana tingkat pertama berisi pertanyaan dan pilihan jawaban dan tingkat kedua berisi pilihan alasan dari masingmasing jawaban. Pengecoh pada pilihan jawaban dan pilihan alasan diperoleh dari miskonsepsi hasil telaah jurnal dan miskonsepsi dari hasil tes essay dan wawancara. b. Uji Validitas Soal tes dua tingkat yang telah disusun kemudian diuji validitasnya menggunakan validitas isi, yang pada umumnya ditentukan melalui pertimbangan para ahli. Soal tes dua tingkat kemudian direvisi sesuai dengan saran perbaikan validator. c. Uji Reliabilitas Setelah instrumen tes dua tingkat direvisi, dilakukan uji reliabilitas pada 34 siswa dalam satu kelas yang berbeda dengan kelas tes essay untuk mengetahui keajegan soal yang telah disusun. d. Pelaksanaan Tes Diagnostik Pilihan ganda dua tingkat Jumlah soal tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang telah lulus uji validitas dan reliabilitas sebanyak 20 soal yang kemudian diuji cobakan pada 32 siswa dalam satu kelas yang berbeda dengan kelas uji reliabilitas. e. Analisis Data Tes Dua tingkat Analisis data tes dua tingkat yang dilakukan meliputi perhitungan nilai validitas, nilai reliabilitas serta analisis miskonsepsi siswa yang terjadi pada materi kimia melalui penafsiran persentase skor siswa.
5 37 D. Keterhubungan Hasil Tes Essay dan Wawancara dengan Tes Pilihan ganda dua tingkat Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes essay, pedoman wawancara, dan tes pilihan ganda dua tingkat. Instrumen tes essay digunakan untuk mengungkap miskonsepsi-miskonsepsi yang dialami siswa, yang kemudian digunakan untuk mengembangkan soal tes dua tingkat pada tingkat pertama maupun kedua. Pedoman wawancara digunakan untuk melengkapi data tes essay yang kemudian dijadikan bahan dalam proses pembuatan soal tes dua tingkat. Tes dua tingkat disajikan dalam bentuk pilihan ganda, dimana tingkat pertama merupakan pilihan jawaban yang terdiri dari empat pilihan dan tingkat kedua merupakan pilihan alasan yang terdiri dari empat pilihan juga. Tes dua tingkat ini digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi ikatan kimia. E. Proses Pengembangan Instrumen Proses pengembangan instrumen diawali dengan studi literatur mengenai tes diagnostik, pilihan ganda dua tingkat, dan miskonsepsi. Terdapat hasil studi dari berbagai literatur yang diperoleh mengenai tes diagnostik yaitu ditemukan bahwa tes diagnostik memiliki karakteristik tersendiri, diantaranya yaitu variatif, fokus pada kesalahan, komprehesif dan detail serta soalnya relatif mudah. Selain studi literatur, dilakukan juga pengkajian materi ikatan kimia berdasarkan kerangka dasar dan struktur kurikulum untuk SMA/MA (Peraturan Mendikbud No. 69 tahun 2013). Berdasarkan kerangka dasar dan struktur kurikulum tersebut, materi ikatan kimia diberikan pada kelas X semester ganjil. Adapun kompetensi dasar untuk materi ikatan kimia yang dikaji yaitu kompetensi dasar 3.5 yang menyatakan bahwa siswa harus mampu membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
6 38 Berdasarkan kompetensi dasar tersebut, peneliti menguraikan ruang lingkup materi ikatan kimia yang menjadi fokus dalam instrumen tes diagnostik menjadi beberapa sub materi. Diantaranya yaitu kestabilan unsur, ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam. Pengkajian jurnal-jurnal hasil penelitian juga dilakukan untuk mencari berbagai miskonsepsi pada siswa mengenai ikatan kimia yang ditemukan para peneliti. Miskonsepsi yang diperoleh dari kajian jurnal kemudian dilengkapi dengan eksplanasi konsep yang sesuai dan disajikan pada lampiran A.1. Pengkajian jurnal ini menjadi langkah awal yang penting untuk proses pembuatan tes essay. Tes essay kemudian dirancang untuk mengungkap miskonsepsi yang diperoleh dari jurnal serta miskonsepsi lainnya yang diperoleh dari siswa, sehingga miskonsepsi yang terungkap kemudian dapat dijadikan bahan untuk pembuatan soal tes dua tingkat pada tingkat pertama maupun tingkat kedua. Setiap soal dalam tes essay disesuaikan dengan eksplanasi konsep serta miskonsepsi yang telah diperoleh dari jurnal. Instrumen tes essay yang telah disusun kemudian direvisi setelah memperoleh judgement dari dosen pembimbing. Selain penyusunan instrumen tes essay, dalam tahap persiapan ini juga disusun pedoman wawancara untuk beberapa siswa, yang hasilnya digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh dari tes essay. Jumlah keseluruhan soal tes essay yang telah direvisi yaitu 15 soal tes essay yang kemudian diujikan untuk memperoleh data yang digunakan untuk mengembangkan soal tes pilihan ganda dua tingkat. Instrumen tes dua tingkat diujikan setelah melalui beberapa tahap berikut. instrumen tes dua tingkat disusun berdasarkan eksplanasi konsep dan miskonsepsi yang diperoleh dari jurnal dan miskonsepsi siswa yang diperoleh dari hasil tes essay dan wawancara. soal yang disusun dalam instrumen tes dua tingkat fokus mengenai materi ikatan kimia yang ruang lingkupnya telah disesuaikan dengan kompetensi dasar 3.5 berdasarkan kurikulum 2013.
7 39 instrumen tes dua tingkat direvisi setelah memperoleh judgement dari dosen pembimbing. instrumen tes dua tingkat divalidasi oleh tiga dosen dan tiga guru kimia yang telah mengajar lebih dari 10 tahun. instrumen tes dua tingkat yang telah divalidasi kemudian direvisi sesuai dengan saran perbaikan dari validator. sebelum akhirnya diujikan, terlebih dahulu instrumen tes dua tingkat tersebut diuji reliabilitasnya. Uji reliabilitas dilakukan pada 34 siswa yang berbeda dengan peserta tes essay. Setelah instrumen tes dua tingkat diujikan, data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menemukan miskonsepsi pada siswa mengenai ikatan kimia hingga didapatkan kesimpulan. F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes essay, wawancara, dan tes pilihan ganda dua tingkat. Tes essay ini dilakukan untuk mengetahui konsepsi siswa mengenai materi ikatan kimia. Data yang diperoleh dari siswa dikumpulkan dan dianalisis untuk dijadikan sebagai pilihan alasan pada tingkat kedua pada setiap soal tes pilihan ganda dua tingkat. Wawancara dilakukan untuk melengkapi data yang diperoleh dari hasil tes essay. Wawancara dilakukan pada beberapa siswa secara individual menggunakan pertanyaan yang sama dengan tes essay. Tes pilihan ganda dua tingkat diuji kualitasnya melalui uji validitas dan reliabilitas. Setelah melalui tahap uji validitas dan reliabilitas, tes pilihan ganda dua tingkat diuji cobakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi ikatan kimia.
8 40 G. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan untuk memperoleh kesimpulan dari hasil penelitian. Berikut teknik analisis data terhadap beberapa instrumen yang diujikan. 1. Analisis Data Hasil Tes Essay dan Wawancara Data hasil tes essay dan wawancara dianalisis melalui beberapa tahap berikut. a. Transkripsi jawaban siswa b. Analisis jawaban siswa c. Pengolahan jawaban siswa untuk menyusun soal tes dua tingkat. 2. Analisis Data Validitas & Reliabilitas Tes Pilihan ganda dua tingkat Sebelum diujikan, instrumen tes dua tingkat divalidasi dan ditentukan reliabilitasnya terlebih dahulu. Berikut analisis data validitas dan reliabilitas yang dilakukan. a. Validitas Nilai validitas diperoleh berdasarkan hasil validasi isi menggunakan metode CVR (Content Validity Ratio) yang pertama kali diusulkan oleh Lawshe (1975). Dalam jurnal penelitiannya, Lawshe (1975) mengungkapkan bahwa CVR merupakan sebuah metode validasi isi yang digunakan untuk mengetahui kesesuaian item dengan domain yang diukur berdasarkan judgement para ahli. Dalam penelitian ini, CVR digunakan untuk mengetahui kesesuaian indikator dengan KD (Kompetensi Dasar) dan kesesuaian soal dengan indikator. Untuk menetukan nilai validitas isi, Lawshe (1975) mengasumsikan dua hal, yaitu : Jika lebih dari setengah validator menunjukkan bahwa item penting (valid), item tersebut setidaknya memiliki beberapa derajat validitas isi. Semakin banyak validator (melebihi 50%) yang merasa bahwa item penting (valid), semakin besar tingkat atau derajat validitas isinya.
9 41 Berdasarkan kedua asumsi tersebut, Lawshe mengembangkan suatu rumus yang disebut dengan rasio validitas isi atau Content Validity Ratio (CVR) : Dimana n e adalah jumlah validator yang menyatakan valid dan N merupakan jumlah total validator. Sementara CVR adalah suatu transformasi yang berhubungan langsung dengan persentase yang menyatakan valid. Validitasnya berasal dari karakteristiknya : - Jika validator yang menyatakan valid kurang dari setengahnya, maka nilai CVR negatif. - Jika validator yang menyatakan valid setengah dari jumlah total, maka nilai CVR nol. - Jika seluruh validator menyatakan valid, maka nilai CVR satu. - Jika validator yang menyatakan valid lebih dari setengah tapi tidak seluruhnya, maka nilai CVR antara nol sampai Suatu item dapat dikatakan valid jika memiliki nilai CVR lebih dari nilai minimum berdasarkan jumlah validator. Adapun data yang menunjukkan nilai minimum CVR dari suatu item telah disajikan dalam tabel 2.1. b. Reliabilitas Sukardi (2012) mengemukakan bahwa reliabilitas suatu instrumen biasanya dinyatakan secara numerik dalam bentuk koefisien yang besarnya - 1 > 0 > +1. Koefisien tinggi menunjukkan reliabilitas tinggi. Sebaliknya, jika koefisien suatu instrumen rendah maka reliabilitasnya rendah. Jika suatu instrumen memiliki reliabilitas sempurna, berarti instrumen tersebut mempunyai koefisien +1 atau -1. Menurut Firman (2000), cara untuk menentukan reliabilitas suatu instrumen ialah dengan menghitung besarnya koefisien korelasi antara skor
10 42 hasil pengukuran dengan instrumen yang sama yang digunakan pada waktu yang berbeda, antara dua instrumen yang setara (ekivalen) atau bagianbagian instrumen yang sama yang digunakan pada waktu yang bersamaan. Namun, pada tahun 1937, Kuder dan Richardson mengajukan suatu prosedur untuk mengestimasi konsistensi internal suatu instrumen atau tes (reliabilitas test) tanpa membelah dua tes. Yang dimaksud dengan konsistensi internal ialah ukuran sejauh mana seluruh soal dalam tes mengukur kemampuan yang sama. Dalam penelitian ini, pengukuran nilai reliabilitas menggunakan metode konsistensi internal melalui rumus Kuder dan Richardson nomor 20, yaitu : KR 20 : [ ] dimana, k = jumlah soal p = proporsi respon betul pada suatu soal q = proporsi respon salah pada suatu soal s 2 = variasi skor-skor tes Tabel 3.1. Kriteria reliabilitas soal (Arifin, 2009) Koefisien Korelasi Kriteria Reliabilitas Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah 3. Analisis Data Hasil Tes Pilihan ganda dua tingkat Setelah tes dua tingkat diujikan pada siswa, data hasil tes kemudian dikelompokkan berdasarkan kemungkinan pola respon siswa pada tiap butir soal dengan menggunakan format berikut.
11 43 % jawaban siswa untuk setiap pola respon Tabel 3.2. Kemungkinan pola respon siswa (Bayrak, 2013) Soal... A.1 A.2 A.3 A.4 A.5 B.1 B.2 B.3 B.4 B.5 C.1 C.2 C.3 C.4 C.5 D.1 D.2 D.3 D.4 D.5 E.1 E.2 E.3 E.4 E.5 Untuk menentukan persentase dari masing-masing pola respon siswa, maka digunakan rumus berikut ini: dimana: KNP N P = % kriteria nilai persen = jumlah siswa yang menjawab = jumlah seluruh siswa Setelah itu, pemahaman dan miskonsepsi siswa pada setiap kemungkinan jawaban dianalisis berdasarkan klasifikasi berikut. Tabel 3.3. Klasifikasi jawaban siswa (Tarakci, dkk, 1999) Kombinasi Jawaban Jawaban benar Alasan benar Jawaban benar Alasan salah Jawaban salah Alasan benar Jawaban salah Alasan salah Klasifikasi Jawaban Siswa Pemahaman utuh Pemahaman parsial atau miskonsepsi Pemahaman parsial atau miskonsepsi Tidak paham
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian dilaksanakan pada salah satu SMA Negeri di kota Cimahi. Objek penelitian berupa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan. Objek ini
C. Prosedur Penelitian Secara garis besar, alur penelitian yang dilakukan dapat dilihat sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Objek yang dijadikan sebagai bahan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Subjek penelitian berupa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan. Subjek ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA Negeri di Kota Cimahi. Pertimbangan pemilihan SMA Negeri adalah berdasarkan kesesuaian kurikulum
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di tiga SMA Negeri dan satu SMA Swasta di Kota Bandung. Subjek pada penelitian ini adalah instrumen tes diagnostik yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di salah satu SMA swasta di Bandung. Pemilihan lokasi ini dilakukan berdasarkan kesesuaian antara kurikulum
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan metodologi penelitian yang dilakukan. Metodologi penelitian yang dimaksud meliputi metode penelitian, lokasi dan subjek penelitian, prosedur penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri di Bandung, yaitu SMA Negeri 14 Bandung yang melibatkan 36 orang siswa untuk enam soal tes esai, 36
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Swasta di Kota Bandung, yaitu di SMA Laboratorium Percontohan UPI Bandung. Pemilihan lokasi
BAB III METODEI PENELITIAN
BAB III METODEI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SMA Negeri di kota Cimahi untuk menguji cobakan produk instrumen penilaia autentik yang telah dikembangkan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan desain penelitian, lokasi dan subjek penelitian, instrumen penelitian, teknik analisis instrumen, teknik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 23 Bandung. Dalam penelitian ini jumlah seluruh responden yang mengerjakan soal adalah 40 orang siswa di kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek/Obyek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada kualitas validitas isi dan validitas konstruk pada alat ukur penilaian literasi sains yang dikembangkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA swasta di kota Bandung, yaitu SMA Pasundan 2 Bandung. Pertimbangan pemilihan SMA swasta
2014 PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK PILIHAN GANDA DUA TINGKAT UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI IKATAN KIMIA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan suatu proses atau kegiatan yang bersifat sistematis, interaktif dan komunikatif antara pendidik (guru) dengan peserta didik, sumber belajar dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi pada penelitian ini yaitu sekolah SMA Negeri 1 Bandung yang berlokasi di Jl. Ir Juanda no 93. Subjek dari penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
15 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Arikunto (2006), penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Development and Validation atau metode pengembangan dan validasi. Metode penelitian pengembangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian yang memiliki aspek kualitatif dan kuantitatif adalah analisis konten.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Karawang tahun ajaran 2014-2015. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini diuraikan beberapa definisi operasional dari istilah yang terkait dalam permasalahan penelitian ini, di antaranya: 1. Pengembangan tes tertulis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap miskonsepsi siswa pada topik stoikiometri melalui tes diagnostik dengan tes two-tier. Merujuk pada tujuan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA Negeri di Kab. Bandung Barat pada tahun ajaran 2014-2015. Subjek penelitian ini adalah siswa
BAB III METODE PENELITIAN. Pengembangan (Research and Development/ R & D). Penelitian dan
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/ R & D). Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Development and Validation, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan Conceptual Change Text (CCT)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja yang valid dan reliabel dalam menilai kinerja siswa pada praktikum identifikasi keberadaan unsur
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Development and Validation (Pengembangan dan validasi) terdiri dari empat tahap (Adams dan Wieman,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) diawali dengan studi pendahuluan sampai tahap uji produk dengan
BAB II KAJIAN PUSTAKA...
DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii ABSTRAK... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN... 1 Latar
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SMA negeri di kabupaten Bandung Barat. Subjek penelitian berupa soal-soal piktorial sebagai alat ukur dimensi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan instrumen penilaian otentik yang valid dan reliabel dalam menilai pengetahuan dan keterampilan praktikum siswa SMK. Setelah itu,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Pada penelitian ini, jenis yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur
BAB III METODE PENELITIAN
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian di salah satu SMAN di kota Bandung pada siswa kelas XII. Subjek penelitian pada tahap uji coba I berjumlah 12 orang. Subjek
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan dan validasi. Metode pengembangan dan validasi
DAFTAR ISI PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian... 1 B. Identifikasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur penelitian, teknik
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian instrumentasi sehingga desain penelitian yang sesuai untuk penelitian ini adalah desain penelitian instrumentasi (Instrumentation
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. QUAL results. quan results
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah exploratory design. Desain ini diawali dengan data kualitatif, meneliti fenomena, dan kemudian menjadi dasar fase
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan dan Validasi (Development and Validation Methods) yang dikembangkan oleh Adams dan Wieman (2010). Metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek/Objek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada konstruksi alat ukur penilaian literasi sains/kimia pada konten sel Volta menggunakan konteks baterai Li-ion
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai metode penelitian yang digunakan meliputi lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode research and development(r&d) yang artinya penelitian dan pengembangan. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu
8 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu metode Deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian bukan eksperimen karena tidak
Pengumpulan data. Produk: Bahan Ajar IPA Terpadu bertema Cuaca
51 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mix Method antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan pendekatan penelitian menggunakan Research
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan dan validasi (Development and Validation Method). Metode pengembangan dan validasi digunakan untuk menilai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan mengenai metodologi penelitian yang meliputi lokasi dan subjek penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Nur Komala Eka Sari, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan untuk memudahkan terjadinya proses belajar. Setelah pembelajaran dilakukan, guru perlu mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi
49 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design (Nazir, 2003)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan pendidikan atau Research and Development. Metode penelitian pengembangan pendidikan adalah metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian komparatif. Menurut Harry Firman (2008: 10) penelitian komparatif meninjau hubungan
BAB III METODE PENELITIAN
A III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Uji coba soal tes open-ended problem melibatkan responden siswa SMA kelas XI IPA di sekolah yang berbeda. Untuk uji coba 1 dan uji coba 2 melibatkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai metode penelitian, lokasi dan subjek penelitian, instrumen penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, serta analisis data. A.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Desain eksperimen
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain dan Metode Penelitian Berdasarkan masalah penelitian yang dirumuskan, maka penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Desain eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di SMKN 2 Indramayu yang terletak di Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 3.2 Subjek
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat tiga komponen utama, yaitu:
BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Kesulitan belajar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre- experiment.
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre- experiment. Menurut Panggabean (1996: 21) Pre-Experiment yaitu penelitian yang secara
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi. eksperimen dengan one group pre-test and post-test design.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan one group pre-test and post-test design. Pada metode ini diperlukan
1. BAB III METODE PENELITIAN
1. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai yaitu peneliti ingin melihat peningkatan pemahaman konsep dan penurunan kuantitas siswa yang miskonsepsi pada suatu
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Identifikasi miskonsepsi adalah suatu upaya penyelidikan yang dilakukan
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Identifikasi miskonsepsi adalah suatu upaya penyelidikan yang dilakukan untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa dengan menggunakan tes
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tabel 3.1 Nonequivalent Pretest and Posttest Control Group Design
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Metode eksperimen semu dapat memberikan informasi yang merupakan perkiraan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, metode penelitian, penjelasan istilah, prosedur penelitian, instrumen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Gambar konsep Gambar konsep yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu alat bantu penyampaian pemahaman yang direpresentasikan dalam bentuk teks
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian. mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160).
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160). Dalam penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
DAFTAR ISI PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii UCAPAN TERIMAKASIH... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN... A. Latar Belakang
BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan definisi operasional; metode penelitian; populasi dan sampel penelitian; instrumen penelitian; teknik pengumpulan
O 1 X O 2. Gambar 3.1 One Group Pretest-Posttest Design
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design, yaitu penelitian dilakukan kepada satu kelompok eksperimen yang sampelnya tidak
PENYUSUNAN DAN ANALISIS BUTIR SOAL MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF DI SMK
146 PENYUSUNAN DAN ANALISIS BUTIR SOAL MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF DI SMK Bayu N. Witarsa 1, Wahid Munawar 2, Ega T. Berman 3 Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung
(Luhut Panggabean, 1996: 31)
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (kuasi eksperimen), yaitu penelitian yang dilaksanakan pada
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketidakwajaran sekor dengan metode Jacob dilihat dari jumlah pilihan jawaban pada tes pilihan ganda. Untuk
2014 PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENDETEKSI MISKONSEPSI SISWA SMA PADA MATERI HIDROLISIS GARAM
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kimia merupakan mata pelajaran yang sarat dengan konsep, mulai dari konsep yang sederhana sampai konsep yang lebih kompleks dan dari konsep yang konkret sampai
VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN
Pertemuan 7 VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Tujuan Setelah perkuliahan ini diharapkan dapat: Menjelaskan tentang pengertian validitas dan penerapannya dalam menguji instrument penelitian pendidikan.
O X O Pretest Perlakuan Posttest
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan tentang metode dan desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, prosedur penelitian dan instrumen penelitian serta teknik pengolahan data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif. Menurut Nazir (2009:54) Metode deskriptif adalah suatu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Nazir (2009:54) Metode deskriptif adalah suatu metode dalam
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperiment. Menurut Furqon (2010:19), metode ini dipandang
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2011:2). Metode yang
