II. LANDASAN TEORI A.
|
|
|
- Hartono Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 7 II. LANDASAN TEORI A. Penelitian Terdahulu Penelitian Michael (1985) yang berjudul Estimating Cross Elasticities of Demand for Beef, menggunakan variabel harga daging sapi, harga ikan, harga daging unggas, harga daging babi dan pendapatan perkapita riil. Data yang digunakan dalam peenelitian adalah data time series dari tahun yang bersumber dari USDA. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perubahan permintaan akan daging sapi dipengaruhi oleh harga harga barang lain dalam variabel. Harga daging unggas paling berpengaruh terhadap perubahan permintaan daging sapi. Penelitian Mintert (2001) yang berjudul Factors Affecting Beef Demand, menggunakan variabel harga daging sapi, harga daging lain, harga barang lain, pengeluaran konsumen, isu keamanan pangan,perhatian terhadap kesehatan, perubahan gaya hidup, dan kondisi lingkungan. Diketahui bahwa perhatian terhadap keamanan pangan dan perhatian terhadap kesehatan yang berhubungan dengan kolesterol dan penyakit jantung menyebabkan penurunan pada jumlah permintaan daging sapi. Sebaliknya, jurnal tentang kesehatan menyebutkan bahwa perhatian pada kesehatan yang berhubungan dengan kolesterol dan penyakit jantung menyebabkan kenaikan permintaan pada daging unggas. Kenaikan pada jumlah tenaga kerja wanita juga menyebabkan penurunan pada permintaan daging sapi, karena jika jumlah tenaga kerja wanita bertambah maka waktu untuk mempersiapkan makanan juga berkurang. Penelitian Cahyaningrum (2004) yang berjudul Analisis Pengaruh Beberapa Faktor Sosial Ekonomi terhadap Konsumsi Daging Ayam Ras pada Tingkat Rumah Tangga di Kota Surakarta, menunjukkan bahwa variabel jumlah anggota rumah tangga, pendapatan rumah tangga, harga daging ayam ras, dan harga daging itik secara terpisah berpengaruh nyata terhadap konsumsi daging ayam ras pada tingkat rumah tangga di Kota Surakarta. Sedangkan variabel harga daging ayam buras dan harga minyak goreng 7
2 8 tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi daging ayam ras pada tingkat rumah tangga di Kota Surakarta. Variabel pendapatan rumah tangga adalah variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap variasi tingkat konsumsi telur ayam ras tingkat rumah tangga di Kota Surakarta. Penelitian Haromain (2010) tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daging Sapi di Indonesia Tahun , menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh nyata terhadap permintaan daging sapi di Indonesia tahun adalah konsumsi daging sapi dan produksi daging sapi. Variabel harga daging ayam sebagai barang substitusi, jumlah penduduk dan tingkat pendapatan tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan daging sapi di Indonesia tahun Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis regresi berganda. Penelitian Rohman (2012) yang berjudul Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Daging Ayam Ras pada Rumah Tangga Petani di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, diketahui bahwa faktor pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, harga daging ayam ras, harga telur ayam ras, dan harga minyak goreng tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi daging ayam ras pada rumah tangga petani di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar dikarenakan konsumsi daging ayam ras masih rendah. Konsumsi daging ayam ras di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar dipengaruhi oleh faktor non ekonomi seperti budaya, dll. B. Tinjauan Pustaka 1. Daging Sapi Daging sapi (Bahasa Inggris : beef ) adalah jaringan otot yang diperoleh dari sapi yang biasa dan umum digunakan untuk keperluan konsumsi makanan. Di setiap daerah, penggunaan daging ini berbeda-beda tergantung dari cara pengolahannya. Daging ini di Indonesia dan di berbagai negara Asia banyak digunakan untuk makanan berbumbu dan bersantan. Beberapa bagian daging sapi lain seperti lidah,
3 9 hati, hidung.jeroan,dan buntut hanya digunakan di berbagai negara tertentu sebagai bahan dasar makanan (Anonim a, 2010). Kandungan gizi yang terdapat dalam daging sapi ialah, setiap 100 gram daging sapi mengandung kalori 207 kkcl, protein 18,8 gram, lemak 14,0 gram, kalsium 11mg, phosphor 170 mg, dan besi 2,8 mg. Terdapat protein serta mineral yang sangat baik untuk tubuh kita. Dalam daging sapi yang sehat dan baik tentunya sangat sedikit sekali memiliki lemak dan rendah akan kolesterol ( Peter, 2015). Daging sapi merupakan daging yang mempunyai nilai gizi tinggi dan sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain rasanya yang enak dan gurih, dagingnya juga baik dan sehat. Untuk setiap 100 gram daging mengandung protein 18,8 gram. Protein ini memiliki struktur asam amino yang sangat baik untuk tubuh seperti membantu pertumbuhan, meperbaiki sel-sel yang rusak, sebagai bahan pembentuk plasma kalenjar, sebagai cadangan energi. Mengkonsumsi daging sapi dapat menjaga keseimbangan asam basa darah (Peter, 2015). Meningkatnya jumlah penduduk dan adanya perubahan pola konsumsi serta selera masyarakat telah menyebabkan konsumsi daging sapi secara nasional cenderung meningkat. Selama ini kebutuhan daging sapi di Indonesia dipenuhi dari tiga sumber yaitu : sapi lokal,sapi impor, dan daging impor. Jika tidak ada perubahan teknologi secara signifikan dalam proses produksi daging sapi dalam negeri serta tidak adanya peningkatan populasi sapi yang berarti, maka senjang antara produksi daging sapi dalam negeri dengan jumlah permintaan akan semakin melebar, sehingga berdampak pada volume impor yang semakin besar (Hadi dan Ilham. 2000:67). Nilai elastisitas jangka pendek maupun jangka panjang menunjukkan bahwa perubahan produksi daging sapi dalan negeri relatif paling respon terhadap perubahan harga daging sapi dalam negeri dan harga ternak sapi, dan secara teori untuk peternakan rakyat memang kedua peubah ini yang paling berpengaruh. Jika terjadi kenaikan harga daging sapi dalan negeri sebesar 10 persen maka akan menyebabkan
4 10 kenaikan produksi daging sapi dalan negeri masing-masing dalam jangka pendek 10,6 persen dan dalam jangka panjang 13,6 persen. Demikian sebaliknya, jika terjadi kenaikan harga ternak sapi sebesar 10 persen maka akan menyebabkan menurunnya produksi daging sapi dalam negeri dalam jangka pendek 11,6 persen dan dalam jangka panjang 14,9 persen, (Priyanti et all, 1998:181). 2. Permintaan Perilaku konsumen memiliki pengertian bagaimana konsumen akan menanggapi atau akan merespon bila terjadi perubahan determinan permintaan barang/jasa yang diperlukan (yang diminta). Determinan permintaan yang dimaksud adalah harga barang yang diminta, harga barang lain sebagai barang pengganti atau barang pelengkap, pendapatan, dan lain-lain. Pengertian permintaan adalah berbagai jumlah (kuantitas) suatu barang yang diminta konsumen untuk bersedia membayar pada berbagai alternatif harga barang (Soeharno, 2007:251). Dalam konteks perubahan permintaan konsumen mengikuti hukum permintaan. Hukum permintaan menyatakan bahwa jika harga turun, maka jumlah barang yang diminta cenderung meningkat, sebaliknya jika harga naik, maka jumlah barang yang diminta cenderung menurun, dengan asumsi faktor-faktor lain di luar harga konstan. Andaikata faktor-faktor lain di luar harga mengalami perubahan misalnya pendapatan konsumen meningkat, maka hukum permintaan tersebut tidak akan berlaku (Rasul et all, 2013:142). Menurut Sukirno (2003:121), permintaan konsumen terhadap suatu barang ditentukan oleh banyak faktor, yaitu sebagai berikut : 1) Harga barang itu sendiri Jika faktor-faktor lain di luar harga konstan, semakin rendah harga suatu barang maka semakin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang maka semakin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.
5 11 2) Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut Hubungan antara suatu barang dengan berbagai jenis barang lainnya dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu : a) Barang pengganti (substitusi) Apabila suatu barang dapat menggantikan fungsi barang lain. b) Barang pelengkap (komplementer) Apabila suatu barang digunakan bersama dengan barang lain. c) Barang netral Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. 3) Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat Berdasarkan pada sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, barang dapat dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu sebagai berikut : a) Barang inferior Adalah barang yang banyak diminta oleh orang yang berpendapatan rendah. Bila pendapatan meningkat maka permintaan terhadap barang inferior akan berkurang. b) Barang esensial Adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat seharihari yaitu barang kebutuhan pokok. c) Barang normal Apabila barang tersebut mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan.
6 12 d) Barang mewah Adalah jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatannya sudah relatif tinggi. 4) Cita rasa masyarakat Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang. 5) Jumlah penduduk Pertambahan penduduk biasanya diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan, sehingga menambah daya beli. Pertambahan daya beli akan menambah permintaan. 6) Ekspektasi tentang masa depan Perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan datang dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan konsumen bahwa harga-harga akan meningkat pada masa depan akan mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak barang pada masa kini. 3. Teori Elastisitas Koefisien elastisitas permintaan mengukur persentase perubahan jumlah barang per unit waktu yang diakibatkan persentase perubahan dari variabel yang mempengaruhi. Digunakannya satuan persentase dalam mengukur elastisitas adalah untuk menyeragamkan suatu barang yang diminta, karena beberapa ada yang diukur menggunakan satuan kilogram, kwintal, meter, dosin, dan lainnya, sehingga dengan menggunakan persamaan matematis akan sulit untuk menentukan pengaruh perubahan harga dari barang yang berbeda. Apabila perubahan tersebut dilihat dalam persentase maka perbedaan satuan tersebut tidak menjadi masalah (Nicholson, 1992:211).
7 13 Menurut Sukirno (2001:231), nilai koefisien elastisitas berkisar antara nol dan tak terhingga. Elastisitas nol apabila perubahan harga tidak akan mengubah jumlah barang yang diminta. Hal ini disebut tidak elastis sempurna atau inelastis. Elastisitas bernilai tak terhingga apabila pada harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Hal ini disebut elastis sempurna. Elastisitas uniter apabila koefisien elastisitas permintaan sebesar 1. Permintaan bersifat tidak elastis apabila nilai elastisitasnya antara nol dan satu, yaitu persentase perubahan harga lebih besar daripada persentase perubahan jumlah barang yang diminta. Permintaan bersifat elastis apabila koefisien elastisitasnya lebih dari satu, yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih besar daripada persentase perubahan harga. Menurut Soeharno (2007), perubahan harga atau determinan permintaan lain misalnya pendapatan atau harga barang lain dapat ditanggapi dengan responsif atau kurang responsif. Sejauh mana respon terhadap perubahan harga barang, harga barang lain, atau pendapatan konsumen dapat dilihat dari koefisien elastisitas. Terdapat tiga jenis elastisitas yaitu sebagai berikut : 1) Elastisitas Harga Elastisitas harga adalah rasio antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta (Qd) dengan persentase perubahan harga. Ep = % perubahan Qd = Qd x P % perubahan harga P Qd 2) Elastisitas Silang Elastisitas silang adalah rasio antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta (Qd) dengan persentase perubahan harga barang lain. EPy = % perubahan Qd % perubahan Py = Qd Py x Py Qd
8 14 3) Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah rasio antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta (Qd) dengan persentase perubahan pendapatan. Ei = % perubahan Qd = Qd x I % perubahan pendapatan I Qd
9 15 Tabel 6. Menurut Lipsey et al.(1990), terminologi elastisitas dapat dilihat pada Tabel 6. Terminologi Elastisitas No Istilah Ukuran Keterangan 1. Elastisitas harga Inelastis sempurna Nol Jumlah yang diminta tidak berubah dengan adanya perubahan harga Inelastis 0< Ep <1 Jumlah yang diminta berubah dengan persentase yang lebih kecil daripada perubahan harga Elastisitas satu Satu Jumlah yang diminta berubah dengan persentase yang sama dengan perubahan harga Elastis Elastis mutlak, sempurna, atau tak terhingga 1< Ep < Jumlah yang diminta berubah dengan persentase yang lebih besar daripada perubahan harga Tak terhingga Pembeli siap membeli dengan segala kemampuannya pada beberapa tingkat harga dan tidak sama sekali walaupun harganya lebih tinggi / lebih rendah 2. Elastisitas pendapatan Barang inferior Negatif Jumlah yag diminta menurun jika pendapatan naik Barang normal Positif Jumlah yang diminta meningkat jika pendapatan naik 3. Elastisitas silang Barang substitusi Barang komplemen Sumber : Lipsey et al. (1990) Positif Kenaikan harga barang substitusi berakibat meningkatnya jumlah yang diminta untuk barang ini (barang substitusinya berkurang) Negatif Kenaikan harga barang komplemen berakibat menurunnya jumlah yang diminta untuk barang ini (juga untuk barang komplemen)
10 16 C. Kerangka Teori Pendekatan Masalah Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan : Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan matematis fungsi permintaan 1. Pendekatan Matematis Fungsi Permintaan Permintaan terbentuk atas faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktorfaktor yang mempengaruhi permintaan terdiri dari: harga barang itu sendiri, harga barang lain, jumlah penduduk, pendapatan. Hubungan antara permintaan dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya ditunjukkan dalam satu bentuk fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = f (P, Px, Py, Y, JP) Keterangan: Qd : Permintaan terhadap suatu barang P : Harga barang itu sendiri Px Py Y JP : Harga barang substitusi (pengganti) : Harga barang komplementer (pelengkap) : Pendapatan per kapita : Jumlah penduduk Estimasi terhadap fungsi permintaan menggunakan metode kuadrat terkecil yang biasa (Ordinary Least Square/OLS). Dengan metode ini akan dihasilkan pemerkira yang terbaik, linear, dan memiliki varians yang minimum dalam kelas sebuah pemerkira tanpa bias (Best Linear Unbiased Estimator/BLUE) (Supranto, 1984:33). Model yang digunakan untuk mengestimasi fungsi permintaan adalah metode regresi linear berganda dalam bentuk log ganda. Bentuk fungsinya dituliskan sebagai berikut : Qd = bo X1 b1.x2 b2..xn bn. e Ut
11 17 Fungsi tersebut berbentuk non linier sehingga agar dapat diestimasi harus ditransformasikan terlebih dahulu ke dalam bentuk double logaritma, sehingga bentuknya menjadi sebagai berikut: (Sumodiningrat, 1994). Ln Qd = ln b0 + b1 ln X1 + b2 ln X bn ln Xn + Ut ln e Keterangan: Ln Qd : Permintaan b0 : Konstanta b1, b2,..., bn : Koefisien regresi Ln X1, ln X2,..., ln Xn-1 : Variabel bebas e : Natural value (2,718) 2. Konsep Elastisitas Permintaan Tingkat kepekaan variabel terhadap permintaan dapat dicari dengan cara menghitung elastisitas harga, elastisitas harga silang dan elastisitas pendapatannya. Besarnya nilai elastisitas tersebut dapat ditunjukkan langsung oleh nilai koefisien regresi variabel penduganya (Gujarati, 1997:173).
12 18 3. Kerangka Berpikir Pendekatan Masalah Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Daging Sapi di Kota Surakarta. Permintaan Pangan Non Pangan Daging Sapi Lainnya Faktor Penentu Harga Daging Sapi Harga Daging Ayam Harga Telur Harga Ikan Asin teri Harga Beras Harga Tepung terigu Pendapatan per Kapita Jumlah Penduduk Tetap Tidak Tetap Elastisitas Harga <1 = Inelastis >1 = Elastis =1 = Unitary Elastis Silang - = Komplementer + = Substitusi Pendapatan - = Barang Inferior + = Barang normal <1 = Barang Pokok >1 = Barang Mewah Gambar 1. Kerangka Berpikir Pendekatan Masalah Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daging Sapi di Kota Surakarta.
13 19 D. Hipotesis 1. Diduga bahwa faktor pendapatan per kapita, jumlah penduduk, harga daging sapi, harga daging ayam, harga telur, harga ikan asin teri, harga beras, dan harga tepung terigu memberi pengaruh terhadap permintaan daging sapi di Kota Surakarta. 2. Diduga bahwa elastisitas harga daging sapi bersifat inelastis. 3. Diduga bahwa elastisitas silang harga daging ayam, harga telur, dan harga ikan asin teri bernilai positif dan ketiga barang tersebut merupakan barang substitusi bagi daging sapi. 4. Diduga elastisitas silang harga beras dan harga tepung terigu bernilai negatif dan kedua barang tersebut merupakan barang komplementer bagi daging sapi. 5. Diduga bahwa elastisitas pendapatan bernilai positif dan daging sapi merupakan barang normal. E. Asumsi 1. Konsumen bersikap dan bertindak secara rasional dalam membelanjakan uang yang dimilikinya dan mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang harga. 2. Variabel variabel lain diluar penelitian yang tidak dimasukkan dalam model tercakup dalam error. F. Pembatasan Masalah 1. Data yang digunakan adalah data time series mulai dari tahun 2000 sampai dengan tahun Penelitian ini hanya terbatas pada beberapa variabel yaitu : harga daging sapi, harga daging ayam, harga telur, harga ikan asin teri harga beras, harga tepung terigu, pendapatan perkapita, dan jumlah penduduk tetap. 3. Harga daging sapi, harga daging ayam, harga telur, harga ikan asin teri, harga beras dan harga tepung terigu diperhitungkan berdasarkan harga tingkat konsumen di Kota Surakarta pada tahun
14 20 G. Definsi Operasional dan Perhitungan Variabel 1. Permintaan Daging Sapi adalah jumlah daging sapi yang diminta oleh konsumen di Surakarta yang dinyatakan dalam satuan kg/tahun. 2. Pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan setiap penduduk Kota Surakarta per tahun, dinyatakan dalam satuan rupiah. Pendapatan riil perkapita didapatkan dengan melakukan pendeflasian terhadap PDRB perkapita tahun yang bersangkutan dengan indeks implisit tahun dasar. Pendapatan riil perkapita diperoleh dengan perbandingan Indeks Implisit PDRB tahun dasar dan tahun t dikalikan pendapatan perkapita sebelum terdeflasi. 3. Jumlah penduduk adalah semua penduduk yang tinggal di Kota Surakarta, dinyatakan dalam satuan jiwa. 4. Harga Daging Sapi adalah harga rata-rata daging sapi di tingkat konsumen setiap tahun di Kota Surakarta yang dideflasi dan dinyatakan dalam satuan rupiah/kilogram (Rp/kg). 5. Harga Daging Ayam adalah harga rata-rata daging ayam di tingkat konsumen setiap tahun di Kota Surakarta yang dideflasi dan dinyatakan dalam satuan rupiah/kilogram (Rp/kg). 6. Harga Telur adalah harga rata-rata telur di tingkat konsumen setiap tahun di Kota Surakarta yang dideflasi dinyatakan dalam satuan rupiah/kilogram (Rp/kg). 7. Harga Ikan Asin teri adalah harga rata-rata ikan asin teri di tingkat konsumen setiap tahun di Kota Surakarta yang dideflasi dan dinyatakan dalam satuan rupiah/kilogram (Rp/kg). 8. Harga Beras adalah harga rata-rata beras di tingkat konsumen setiap di Kota Surakarta yang dideflasi dan dinyatakan dalam satuan rupiah/kilogram (Rp/kg).
15 21 9. Harga Tepung Terigu adalah harga rata-rata tepung terigu di tingkat konsumen setiap tahun di Kota Surakarta yang dideflasi dan dinyatakan dalam satuan rupiah/kilogram (Rp/kg). Pendeflasian dilakukan untuk menghilangkan pengaruh inflasi.. Harga-harga terdeflasi dicari dengan rumus : Px = IHKd IHKt Keterangan : Px IHKd IHKt P s : Harga yang terdeflasi : Indeks harga konsumen pada tahun dasar : Indeks harga konsumen pada tahun t Ps : Harga sebelum terdeflasi (Sukirno, 2001:231). 9. Elastisitas Harga Daging Sapi adalah persentase perubahan kuantitas daging sapi yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga daging sapi sebesar 1%. 10. Elastisitas Silang adalah persentase perubahan kuantitas daging sapi yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga daging ayam, telur, ikan asin teri,beras, dan tepung terigu. 11. Elastisitas Pendapatan adalah persentase perubahan kuantitas daging sapi yang diminta, disebabkan karena perubahan pendapatan sebesar 1%.
METODE PENELITIAN. disusun, ditabulasi, dianalisis, kemudian diterangkan hubungan dan dilakukan uji
III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis, yaitu penelitian yang didasarkan pemecahan masalah-masalah aktual yang
PROYEKSI PERMINTAAN KEDELAI DI KOTA SURAKARTA
PROYEKSI PERMINTAAN KEDELAI DI KOTA SURAKARTA Tria Rosana Dewi dan Irma Wardani Staf Pengajar Fakultas Pertanian, Universitas Islam Batik Surakarta Email : [email protected] ABSTRAK Penelitian ini
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KOTA SURAKARTA
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KOTA SURAKARTA Tria Rosana Dewi, Libria Widiastuti (Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik Surakarta) Email: [email protected]
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Ayam Broiler Ayam broiler merupakan bangsa unggas yang arah kemampuan utamanya adalah untuk menghasilkan daging yang banyak dengan kecepatan pertumbuhan yang sangat pesat. Ayam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Beras adalah butir padi yang telah dipisahkan dari kulit luarnya (sekamnya)
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Beras Beras adalah butir padi yang telah dipisahkan dari kulit luarnya (sekamnya) dengan cara digiling dan disosoh menggunakan alat pengupas dan alat penggiling serta alat
KERANGKA PENDEKATAN TEORI. antara permintaan dan harga. Teori ini lebih dikenal dengan hukum permintaan,
II. KERANGKA PENDEKATAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Teori Permintaan Teori permintaan adalah teori yang menjelaskan tentang ciri hubungan antara permintaan dan harga. Teori ini lebih dikenal dengan hukum
BAB III METODE PENELITIAN. Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Kota Medan. Lokasi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Pemilihan Daerah Sampel dan Waktu Penelitian Daerah penelitian tentang permintaan daging sapi yaitu di Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN. Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara ABSTRAK
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN Rizki Andini *), Satia Negara Lubis **), dan Sri Fajar Ayu **) *) Alumni Program Studi Agribisnis Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera
II. TINJAUAN PUSTAKA. Beras merupakan salah satu komoditas penting dalam kehidupan sosial
12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Beras sebagai komoditas pokok Beras merupakan salah satu komoditas penting dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Posisi komoditas beras bagi sebagian besar penduduk Indonesia
VII. MODEL PERMINTAAN IKAN DI INDONESIA
161 VII. MODEL PERMINTAAN IKAN DI INDONESIA Pemodelan suatu fenomena seringkali tidak cukup hanya dengan satu persamaan, namun diperlukan beberapa persamaan. Pada Bab IV telah disebutkan bahwa ditinjau
III. METODE PENELITIAN. Proyeksi adalah ilmu dan seni meramalkan kondisi di masa yang akan. ternak ayam ras petelur dalam satuan ribu ton/tahun.
20 III. METODE PENELITIAN A. Batasan Operasional dan Jenis data 1. Batasan Operasional Proyeksi adalah ilmu dan seni meramalkan kondisi di masa yang akan datang berdasarkan data yang ada dengan menggunakan
V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daging Sapi
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daging Sapi Permintaan daging sapi di D.I Yogyakarta dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pendapatan, jumlah penduduk, harga daging
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA SURAKARTA
AGRISTA : Vol. 4 No. 3 September 2016 : Hal. 94-103 ISSN 2302-1713 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA SURAKARTA Dian Dharmastuti,Suprapti Supardi, Wiwit Rahayu Program
Pengantar Ekonomi Mikro
Modul ke: 04 Pusat Pengantar Ekonomi Mikro Elastisitas Permintaan dan Penawaran Bahan Ajar dan E-learning Definisi Elastisitas Suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan perubahan suatu variabel
BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS. Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini maka dicantumkan
A. Tinjauan Penelitian Terdahulu BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini maka dicantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu oleh beberapa peneliti diantaranya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Teori Permintaan Dan Kurva Permintaan Teori permintaan pada dasarnya merupakan perangkat analisis untuk melihat besaran jumlah barang atau jasa yang diminta
BAB II. TINJAUAN KEPUSTAKAAN
BAB II. TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1. Komoditi Pertanian subsektor Peternakan Pertanian adalah salah satu bidang produksi dan lapangan usaha yang paling tua di dunia yang pernah dan sedang dilakukan masyarakat.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan konsumsi daging sapi penduduk Indonesia cenderung terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan kesadaran masyarakat akan pentingnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam (Worabai, 1997), daging sapi adalah sebagian hasil ternak yang hampir
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Arti Penting Daging Sapi Disain pembangunan sangat sentralistik dengan perlakuan yang sangat beragam terhadap keragaman yang ada di nusantara yang
ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM RAS (Suatu Kasus di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Kuala Pembuang Kalimantan Tengah)
ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM RAS (Suatu Kasus di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Kuala Pembuang Kalimantan Tengah) Oleh: TIRSA NEYATRI BANDRANG Program Studi Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran
TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN Tinjauan Pustaka Minyak Goreng Minyak goreng merupakan salah satu bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,
PERMINTAAN DAGING SAPI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DEMAND FOR BEEF IN THE PROVINCE OF YOGYAKARTA
Agros Vol.16 No., Juli 014: 44-450 ISSN 1411-017 ABSTRACT PERMINTAAN DAGING SAPI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DEMAND FOR BEEF IN THE PROVINCE OF YOGYAKARTA Sulistiya 1 Fakultas Pertanian Universitas
III. METODE PENELITIAN. Semangka merah tanpa biji adalah salah satu buah tropik yang diproduksi dan
49 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan batasan operasional mencakup seluruh pengertian yang digunakan untuk keperluan analisis dan menjawab tujuan yang telah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Teori Permintaan dan Kurva Permintaan. permintaan akan suatu barang atau jasa berdasarkan hukum permintaan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Permintaan dan Kurva Permintaan Teori permintaan pada dasarnya merupakan perangkat analisis untuk melihat besaran jumlah barang atau jasa yang diminta
Harga (Pq) Supply (S)
I. MEKANISME HARGA Fokus pembicaraan dalam ekonomi mikro adalah membahas bagaimana pembeli dan penjual melakukan interaksi dalam memperoleh barang dan jasa. Kesepakatan dalam interaksi ditandai dengan
PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PERMINTAAN
PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PERMINTAAN KONSEP PERMINTAAN Permintaan keinginan konsumen membeli barang pd berbagai tingkat harga selama periode tertentu. Faktor-faktor yg mempengaruhi permintaan : Harga
ELASTISITAS PERMINTAAN dan PENAWARAN Pertemuan ke-3
ELASTISITAS PERMINTAAN dan PENAWARAN Pertemuan ke-3 KONSEP ELASTISITAS Apabila perubahan harga yg kecil menimbulkan perubahan yg besar terhadap jumlah barang yg diminta/ditawarkan dikatakan bahwa permintaan/penawaran
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Oleh sebab itu produksi telur ayam ras diartikan sebagai proses untuk
6 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN A. Tinjauan Pustaka 1. Teori Produksi Produksi merupakan sebuah proses menghasilkan suatu barang atau jasa. Oleh sebab itu produksi telur ayam ras diartikan
PERMINTAAN KEDELAI DI KOTA SAMARINDA
EPP. Vol.5.No.2.2008:28-33 28 PERMINTAAN KEDELAI DI KOTA SAMARINDA (Soybean Demand at Samarinda City) Elvina Rohana dan Nella Naomi Duakaju Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman,
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka Pada bab ini akan disampaikan beberapa kajian pustaka mengenai teori permintaan, elastisitas permintaan dan BBM. 2.1.1 Teori
Modul 3. Elastisitas Permintaan Dan Penawaran
Modul 3. Elastisitas Permintaan Dan Penawaran Deskripsi Modul Ketika diperkenalkan tentang konsep permintaan, kita lihat bahwa para konsumen biasanya membeli lebih dari satu barang ketika harga turun,
Elastisitas. SRI SULASMIYATI, S.SOS., MAP
Elastisitas SRI SULASMIYATI, S.SOS., MAP www.sulasmiyati.lecture.ub.ac.id Pendahuluan Elastisitas merupakan persentase perubahan pada variabel dependen/tak bebas/ terikat dikarenakan adanya perubahan variabel
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN WONOGIRI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN WONOGIRI Eftah Putri Hapsari, Joko Sutrisno, Susi Wuri Ani Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret
ANALISIS PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN KLATEN SKRIPSI
digilib.uns.ac.id ANALISIS PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN KLATEN SKRIPSI Oleh: HENDRIK MULYO. W H 1306011 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 i digilib.uns.ac.id HALAMAN PENGESAHAN
ELASTISITAS PERMINTAAN. LECTURE NOTE AGRONIAGA By: Tatiek Koerniawati
ELASTISITAS ERMINTAAN LECTURE NOTE AGRONIAGA By: Tatiek Koerniawati Elastisitas Harga Elastisitas harga adalah rasio yang menyatakan persentase perubahan kuantitas dibagi dengan persentase perubahan harga.
ANALISIS PERMINTAAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L) DI KOTA SEMARANG
Diterima : November 2016 Disetujui : Januari 2017 Dipublikasikan : April 2017 ANALISIS PERMINTAAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L) DI KOTA SEMARANG Shofiatun, Dewi Hastuti, Rossi Prabowo Fakultas
Proyeksi elastisitas permintaan telur ayam ras di Malang Raya
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 27 (3): 81-87 ISSN : 0852-3681 E-ISSN : 2443-0765 Fakultas Peternakan UB, http://jiip.ub.ac.id/ Proyeksi elastisitas permintaan telur ayam ras di Malang Raya Nanang Febrianto
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING SAPI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING SAPI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Factors which affecting the demand of beef in Special Region of Yogyakarta Anisa Haryati / 20130220035 Ir. Lestari Rahayu,
Jumlah total komoditas yang ingin dibeli oleh semua rumah tangga disebut. jumlah yang diminta (quantity demanded) untuk komoditas tersebut.
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1Permintaan Jumlah total komoditas yang ingin dibeli oleh semua rumah tangga disebut jumlah yang diminta (quantity demanded) untuk komoditas
Konsep Dasar Elastisitas Elastisitas Permintaan ( Price Elasticity of Demand Permintaan Inelastis Sempurna (E = 0) tidak berpengaruh
Konsep Dasar Elastisitas Elastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahan di bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL STATISTIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013 ISBN:
APLIKASI SISTEM PERSAMAAN SEEMINGLY UNRELATED REGRESSIONS PADA MODEL PERMINTAAN PANGAN Kim Budiwinarto 1 1 Progdi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Surakarta Abstrak Fenomena ekonomi yang kompleks
EKONOMI & MANAJEMEN 2 BAB 3 ELASTISITAS
EKONOMI & MANAJEMEN 2 BAB 3 ELASTISITAS 1 ELASTISITAS PERMINTAAN Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga Terdapat tiga macam
TEORI ELASTISITAS. Tata Tachman
TEORI ELASTISITAS Hubungan sebab akibat berapa persen satu variable (y) berubah jika variable lain (x) berubah sebesar satu persen? Analisis sensitivitas atau elastisitas Angka elastisitas (koefisien elastisitas)
ANALISIS PERMINTAAN DAN PREDIKSI KONSUMSI SERTA PRODUKSI DAGING BROILER DI KOTA KENDARI PROPINSI SULAWESI TENGGARA
Buletin Peternakan Vol. 35(3):202-207, Oktober 2011 ISSN 0126-4400 ANALISIS PERMINTAAN DAN PREDIKSI KONSUMSI SERTA PRODUKSI DAGING BROILER DI KOTA KENDARI PROPINSI SULAWESI TENGGARA DEMAND AND CONSUMPTION
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sumber Daya Alam dan Energi dalam Pembangunan. meliputi semua yang terdapat dibumi baik yang hidup maupun benda mati,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sumber Daya Alam dan Energi dalam Pembangunan 2.1.1 Sumber Daya Energi Sumber daya adalah segala sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai di dalam kondisi dimana kita menemukannya.
III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder deret waktu
III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder deret waktu (time-series data) bulanan dari periode 2004:01 2011:12 yang diperoleh dari PT.
PERMINTAAN DAN PENAWARAN HASIL PERTANIAN
PERMINTAAN DAN PENAWARAN HASIL PERTANIAN Julian Adam Ridjal PS Agribisnis Universitas Jember http://www.adamjulian.net Permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan daripada hubungan diantara harga dan
ELASTISITAS TEAM TEACHING I. ELASTISITAS PERMINTAAN
ELASTISITAS TEAM TEACHING I. ELASTISITAS PERMINTAAN Jika terjadi kegagalan panen maka dapat digambarkan sebagai pergeseran kurva penawaran kekiri, yaitu dari S ke S Gambar 4.1(i) menggambarkan suatu kasus
Elastisitas Permintaan dan Penawaran
Elastisitas Permintaan dan Penawaran Elastisitas ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga terhadap pengaruh perubahan jumlah produk (diminta atau ditawarkan) Manfaat : menjadi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam tulisan Anonimous (2012) dikatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia diperlukan asupan gizi yang baik.
A. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PENAWARAN
K-13 Kelas X ekonomi ELASTISITAS Tujuan embelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu memahami jenis elastisitas yang terjadi pada suatu komoditas akibat faktor yang memengaruhinya.
AGRISTA : Vol. 3 No. 3 September 2015 : Hal ISSN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN WONOGIRI
AGRISTA : Vol. 3 No. 3 September 2015 : Hal. 360-370 ISSN 2302-1713 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN WONOGIRI Eftah Putri Hapsari, Joko Sutrisno, Susi Wuri Ani Program
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING AYAM BROILER PADA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN IDI RAYEUK KABUPATEN ACEH TIMUR
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING AYAM BROILER PADA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN IDI RAYEUK KABUPATEN ACEH TIMUR Ahmad Ridha Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Samudra Email : [email protected]
(Model Analisis Permintaan Dinamis)
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI SULAWESI TENGGARA (Model Analisis Permintaan Dinamis) MUHAMMAD RUSMA 1 DAN SUHARYANTO 2 1 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara 2 Balai Pengkajian
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu sub sektor pertanian yang mempunyai potensi yang sangat baik untuk menopang pembangunan pertanian di Indonesia adalah subsektor peternakan. Di Indonesia kebutuhan
Elastisitas Permintaan dan Penawaran. Pengantar Ilmu Ekonomi TIP FTP UB
Elastisitas Permintaan dan Penawaran Pengantar Ilmu Ekonomi TIP FTP UB ELASTISITAS PERMINTAAN TERHADAP HARGA Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang
BAB III METODE PENELITIAN. Permintaan Beras di Kabupaten Kudus. Faktor-Faktor Permintaan Beras. Analisis Permintaan Beras
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Permintaan Beras di Kabupaten Kudus Faktor-Faktor Permintaan Beras Harga barang itu sendiri Harga barang lain Jumlah penduduk Pendapatan penduduk Selera
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING SAPI DI SUMATERA UTARA ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING SAPI DI SUMATERA UTARA Annisa Adawiyah*), Rulianda P. Wibowo**), Siti Khadijah H. N **) *) Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian
ELASTISITAS HARGA TELUR AYAM RAS DI JAWA BARAT THE ELASTICITY OF CHICKEN EGG S PRICE IN WEST JAVA ABSTRAK
ELASTISITAS HARGA TELUR AYAM RAS DI JAWA BARAT THE ELASTICITY OF CHICKEN EGG S PRICE IN WEST JAVA Hani Febrian Agustin*, Dadi Suryadi, Achmad Firman Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Jalan Raya
ANALISIS PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN PATI
ANALISIS PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN PATI SKRIPSI Oleh : ENDANG WIWIN H 0306013 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA commit 2010 to user i ANALISIS PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN PATI
ANALISIS SENSITIVITAS / ELASTISITAS KURVA PERMINTAAN. Teori dan Elastisitas Permintaan
ANALISIS SENSITIVITAS / ELASTISITAS KURVA PERMINTAAN Teori dan Elastisitas Permintaan ANALISIS PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PASAR Permintaan yang secara relatif stabil memungkinkan operasi produksi yang
ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN TELUR AYAM RAS DI SUMATERA UTARA
ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN TELUR AYAM RAS DI SUMATERA UTARA Nurhidayati Ma rifah Sitompul *), Satia Negara Lubis **), dan A.T. Hutajulu **) *) Alumini Program Studi Agribisnis Departemen Agribisnis
01 ELASTISITAS PERMINTAAN (Dua Variabel Bebas) Elastisitas
01 ELASTISITAS PERMINTAAN (Dua Variabel Bebas) Elastisitas Elastisitas (pemuluran) adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan. atau Elastisitas adalah tingkat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah terbesar se-asia
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah terbesar se-asia Tenggara, jumlah penduduknya kurang lebih 220 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan rata-rata 1,5% per
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN 1 Pokok Bahasan 1. Pendahuluan 2. Elastisitas harga permintaan 3. Hal-hal yang mempengaruhi elastisitas permintaan 4. Elastisitas penawaran 5. Elastisitas silang 6.
KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis Teori Penawaran
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Teori Penawaran Teori penawaran secara umum menjelaskan ketersediaan produk baik itu barang dan jasa di pasar yang diharapkan dapat memenuhi
VI. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN RUMAH TANGGA TERHADAP CABAI MERAH KERITING
VI. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN RUMAH TANGGA TERHADAP CABAI MERAH KERITING 6.1. Model Permintaan Rumah Tangga Terhadap Cabai Merah Keriting Model permintaan rumah tangga di DKI Jakarta
BAB III Elastisitas Permintaan dan Penawaran
BAB III Elastisitas ermintaan dan enawaran 1.1. engertian Elastisitas Dari bab sebelumnya telah kita ketahui bersama bahwa perubahan suatu variabel misalnya harga, dapat mengakibatkan perubahan variabel
BAB II URAIAN TEORITIS
BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Permintaan Menurut pengertian sehari-hari permintaan diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan. Permintaan ini hanya didasarkan atas kebutuhan saja atau manusia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Cabai Merah Dari beragam jenis cabai yang ada di pasaran, pada umumnya tanaman cabai memiliki tinggi sekitar 50 120 cm, tumbuh tegak dengan batang berkayu
Elastisitas. SRI SULASMIYATI, S.SOS., MAP
Elastisitas SRI SULASMIYATI, S.SOS., MAP www.sulasmiyati.lecture.ub.ac.id Pendahuluan Elastisitas merupakan persentase perubahan pada variabel dependen/tak bebas/ terikat dikarenakan adanya perubahan variabel
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori Permintaan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Buah Jeruk
4 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori Permintaan Permintaan terhadap suatu komoditi yang dihasilkan oleh produsen terjadi karena konsumen bersedia membelinya (Sugiarto, 2000 dalam Nainggolan, 2007). Teori permintaan
POKOK BAHASAN: ELASTISITAS DAN PENAWARAN. Suharyanto
POKOK BAHASAN: ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN Suharyanto Tujuan Perkuliahan ini: Mahasiswa dapat menganalisis sensitivitas respon perubahan permintaan dan penawaran akibat perubahan harga dan faktor
BAB I PENDAHULUAN. Pangan merupakan kebutuhan dasar dan pokok yang dibutuhkan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pangan merupakan kebutuhan dasar dan pokok yang dibutuhkan oleh manusia guna memenuhi asupan gizi dan sebagai faktor penentu kualitas sumber daya manusia. Salah satu
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI DAGING AYAM RAS PADA RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR SKRIPSI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI DAGING AYAM RAS PADA RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR SKRIPSI Oleh : ABDUL ROHMAN H 0305047 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA DAGING SAPI DI SUMATERA UTARA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA DAGING SAPI DI SUMATERA UTARA Winda Ayu Wulandari *), Tavi Supriana **), dan M. Jufri **) *) Alumini Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN Dionica Putri 1), H M Mozart B Darus M.Sc 2), Dr.Ir.Tavi Supriana, MS 3) Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. A.
Secara geografis letak Kabupaten Langkat berada antara dan. Sumatera Utara. Kabupaten Langkat berada pada ketinggian m di atas
Geografi Kabupaten Langkat a. Geografi Secara geografis letak Kabupaten Langkat berada antara 3 0 14 00 dan 4 0 13 00 Lintang Utara dan antara 97 0 52 00 dan 98 0 45 00 Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten
METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian
28 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kuantitatif. Ruang lingkup penelitian ini adalah untuk melihat
Pengantar ekonomi mikro. Modul ke: 04FEB. Elastisitas permintaan dan penawaran. Fakultas. Erwin Nasution S,E MM. Program Studi MANAJEMEN S1
Pengantar ekonomi mikro Modul ke: Elastisitas permintaan dan penawaran Fakultas 04FEB Erwin Nasution S,E MM. Program Studi MANAJEMEN S1 PENDAHULUAN Template Modul Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan
Ekonomi Manajerial dalam Perekonomian Global Dominick Salvatore. Kurva Permintaan,
Ekonomi Manajerial dalam Perekonomian Global Dominick Salvatore Kurva Permintaan, - Demand (Permintaan) adalah kuantitas barang atau jasa yg. rela atau mampu dibeli oleh konsumen selama periode waktu tertentu
I. PENDAHULUAN. oleh kelompok menengah yang mulai tumbuh, daya beli masyarakat yang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 241 juta dengan ditandai oleh kelompok menengah yang mulai tumbuh, daya beli masyarakat yang meningkat dan stabilitas ekonomi yang
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN TIU : Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat mengukur tingkat elastisitas permintaan dan penawaran, menganalisis dan menjelaskan keterkaitan elastisitas dengan
ANALISIS PERMINTAAN KEDELAI DI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH
ANALISIS PERMINTAAN KEDELAI DI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH DEWI SAHARA 1) DAN ENDANG S. GUNAWATI 2) 1) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara 2) Fakultas Ekonomi Universitas Jend.
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data
40 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data time series tahunan 2002-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung. Adapun data
METODE PENELITIAN Desain, Sumber dan Jenis Data
20 METODE PENELITIAN Desain, Sumber dan Jenis Data Penelitian ini menggunakan data Susenas Modul Konsumsi tahun 2005 yang dikumpulkan dengan desain cross sectional. Data Susenas Modul Konsumsi terdiri
PEMBAHASAN ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
PEMBAHASAN ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN A. Pengertian Elastisitas Permintaan Elasstisitas permintaan adalah suatu alat atau konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan atau respon perubahan
METODE PENELITIAN. Setiabudi 8
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian mengenai sikap konsumen terhadap daging sapi lokal dan impor ini dilakukan di DKI Jakarta, tepatnya di Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Tinjauan Pustaka Ayam peliharaan (Gallus gallus domesticus) adalah unggas yang biasa dipelihara orang untuk dimanfaatkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
16 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Telur Ayam Ras Telur ayam adalah bahan makanan yang dikonsumsi berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Konsumsi telur sebenarnya merupakan salah satu alternatif pemenuhan
PERILAKU KONSUMEN. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal
PERILAKU KONSUMEN Perilaku konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap untuk memuaskan kebutuhan mereka.
LAPORAN AKHIR PENELITIAN TA 2008 KONSORSIUM PENELITIAN: KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI PADA BERBAGAI AGROEKOSISTEM
LAPORAN AKHIR PENELITIAN TA 2008 KONSORSIUM PENELITIAN: KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI PADA BERBAGAI AGROEKOSISTEM KARAKTERISTIK DAN ARAH PERUBAHAN KONSUMSI DAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA Oleh : Harianto
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akan terpenuhi. Kebutuhan seseorang dikatakan terpenuhi apabila ia dapat
18 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Permintaan Pada umumnya kebutuhan manusia mempunyai sifat yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan itu sifatnya terbatas. Jadi
BAB I PENDAHULUAN. menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output per kapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator keberhasilan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memiliki tubuh yang langsing atau berukuran kecil. Timbangan badan ringan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Di Indonesia dikenal dengan istilah ayam ras dan ayam bukan ras. Dalam pengertian ayam ras menurut istilah itu yang dimaksud sebenarnya adalah ras yang dikembangkan
ELASTISITAS PERMINTAAN & PENAWARAN
ELASTISITAS PERMINTAAN & PENAWARAN Defenisi Elastisitas Elastisitas adalah perubahan relative dari variable yang diterangkan sebagai akibat perubahan varibel yang menerangkan apabila variable yang diterangkan
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis LPG bagi pedagang martabak kaki lima dan warung tenda pecel lele di Kota Bogor adalah bahan bakar utama dalam proses produksinya. Kerangka pemikiran
