Perbaikan Tcp Westwood +
|
|
|
- Yanti Makmur
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Perbaikan Tcp estwood + Sukiswo Abstract: TCP estwood+ is evolution of TCP estood. TCP estwood+ representing one of TCP proposed for the modification of existing TCP now. Specially TCP estwood+, TCP estwood+ sender keeps an end to end bandwidth estimation to adjust the smart transmission rate after detection a packet loss. In this way, TCP estwood+ can improve; repair the standard TCP ( Newreno, SACK) in a lossy environment. This paper comment the mechanism congestion base control TCP estwood+, testing performance of TCP estwood+, enhance TCP estwood+ by modification increase phase from additive mechanism to multiplicative mechanism, and compare with TCP estwood+ standard. Keywords: TCP estwood+, end to end bandwidth estimation, estimation filter, additive mechanism, multiplicative mechanism Algoritma kontrol kongesti TCP untuk pertama kali diperkenalkan oleh Van Jacobson [6] yang kemudian dikenal dengan TCP Tahoe. TCP ini berdasarkan mekanisme sliding window yang menerapkan algoritma AIMD (Additive Increase Multiplicative Decrease) untuk pembaharuan laju transmisi dari sumber daya jaringan yang tersedia. Penerima menyediakan umpan balik ACK, dan dipakai oleh pengirim untuk mendeteksi segments losses dan sebagai konsekwensinya memperbaharui laju transmisinya. Pada awalnya TCP dirancang untuk laju jaringan kawat (wired) dengan laju kesalahan rendah, dengan asumsi bahwa semua packet losses disebabkan kongesti jaringan. Algoritma AIMD memastikan stabilitas jaringan tetapi tidak menjamin pembagian sumber daya jaringan adil. Algoritma TCP estwood+ berdasarkan pada estimasi bandwidth end-to-end sepanjang koneksi jalur TCP [2], [7]. Estimasi diperoleh dengan memfilter kembalinya aliran paket ACK dan digunakan secara adaptif untuk menetapkan congestion window. Ketika 3 duplikasi ACK diterima congestion window (cwnd) dan slow start threshold (ssthresh) ditetapkan sama dengan estimasi bandwidth (BE) dikalikan dengan round trip time minimum hasil pengukuran (RTTmin); ketika terjadi timeout ssthresh ditetapkan sama seperti sebelumnya dan cwnd ditetapkan sama dengan 1. Sukiswo,([email protected]) adalah dosen di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Jl. Prof. Sudharto, S.H. Tembalang Semarang Paper ini mengulas modifikasi TCP estwood+ fasa naik dari mekanisme aditif ke mekanisme multiplikatif, dan membandingkan kinerja (throughput, delay, fairness) dengan TCP estwood+ melalui 3 skenario yaitu konfigurasi client server, konfigurasi multihop dan konfigurasi bottleneck. STRATEGI EVOLUSI CONGESTION INDO Koneksi TCP diaktipkan oleh Congestion indow (cwnd) yang sepadan dengan satu segmen. meningkat satu untuk tiap-tiap menerima ACK yang bukan duplikasi sampai ssthresh dicapai. Ide dasar slow start adalah memperoleh kenaikan window secara cepat karena bersifat exponensial dari waktu ke hingga kapasitas pipa transmisi dicapai. Algoritma kontrol kongesti untuk pertama kali diperkenalkan oleh Van Jacobson yang merumuskan mekanisme algoritma AIMD ketika penerima mendapati ACK atau segmen hilang sebagai berikut: ACK : 1 (1) LOSS : (2) 2 dengan adalah ukuran cwnd Mekanisme AIMD menetapkan cwnd linier pada fasa naik dari waktu ke waktu. Pendeteksian losses melalui duplikasi ACK menyebabkan pengirim membelah cwnd menjadi setengahnya.
2 28 Transmisi, Jurnal Teknik Elektro, Jilid 10, Nomor 1, Maret 2008, hlm Fasa naik aditif dipandang konservatif dan fase turun multiplikatif dipandang agresif menyebabkan keterlambatan pada jaringan kecepatan tinggi. Mekanisme AIMD dianggap tidak efisien untuk jaringan dengan BDP besar. Dengan kata lain, sejumlah besar waktu diperlukan untuk " memugar kembali" cwnd setelah pendeteksian paket hilang. Scalable TCP mencoba untuk memperbaiki kekurangan mekanisme AIMD dalam jaringan dengan BDP besar dengan menerapkan MIMD (Multiplicative Increase Multiplicative Decrease) seperti tergambar dalam persamaan berikut : ACK : (3) LOSS :. (4) Kecepatan kenaikan window ditentukan oleh parameter sedangkan oleh parameter bertanggungjawab untuk pengurangan window secara dinamis. Nilai α dan disarankan oleh pengusul Scalable TCP masing-masing 0.01 dan sebagai nilai default untuk kalibrasi. TCP estwood+ menggunakan peningkatan window aditif linier sesuai dengan TCP Standard. Jika paket hilang dideteksi, maka nilai cwnd diperbarui sebagai berikut: CK : 1 (5) LOSS : BE RTT min max 2, (6) seg _ size dimana BE merupakan estimasi bandwidth endto-end yang tersedia, RTT min merupakan waktu pulang pergi minimum yang diukur selama koneksi dan seg_size ukuran segmen TCP, dalam bit Ada usulan lain yang mengkombinasikan mekanisme peningkatan multiplikatif dan mekanisme pengurangan adaptif pada TCP estwood+ sehingga disebut MIAD (Multiplicative Increase Adaptive Decrease). Perbaikan yang dapat dilakukan adalah dengan merancang filter estimasi bandwidth yang menangani algoritma MIAD dan melakukan perbaikan pada fasa naik misalnya dengan menerapakn fungsi logaritmik seperti pada BIC TCP, dimana cwnd akan bernilai seperti tergambar dalam persamaan berikut : CK : BE RTT min max 2, (7) seg _ size LOSS : max 1 max, (8) Ukuran window maksimum max didefinisikan sebagai nilai congestion window terakhir pada saat kejadian kehilangan paket dideteksi. Pada dasarnya hal ini menggambarkan estimasi kasar dari keseluruhan ukuran pipa (kanal). Persamaan (8) menseleksi nilai dengan memilih point antara sekarang dan max yang diatur oelh parameter. Parameter mengendalikan tingkat keagresifan algoritma naik secara dinamis: dinaikkan dengan faktor dua dalam kasus paket drop dideteksi sebelum mencapai nilai max, sementara akan dikurangi dengan faktor yang sama untuk setiap peningkatan tanpa error dalam interval yang sama. Batas terrendah (lowerbound) adalah 2 (initial value) dengan menganggap bahwa nilai dibawah 2 menyebabkan kenaikan yang terlalu agresif. Menurut persamaan (8) pertumbuhan nilai congestion window agresif ketika bernilai rendah, sementara menjadi lamban ketika mendekati max. Bagaimanapun, untuk memastikan desain fungsi yang agresif sebagai standard mekanisme TCP, kenaikan window minimum untuk satu per window : max 1 max, Fungsi yang dipakai pada paper ini sama dengan yang dipakai pada BIC TCP [3] dan TCP Logwestwood+ [1] tetapi dengan modifikasi pada nilai. Pada simulasi ini digunakan nilai = 0.01 EVALUASI PERFORMANSI Kinerja TCP estwood+ yang diperbaiki (enhancements) dianalisa dengan simulator jaringan ns-2 versi Modul TCP estwood+ diperoleh dari [12], dan fungsi logarithmic fasa naik diperoleh dari [3] dan [1] yang dimodifikasi. Skenario 1 Skenario simulasi 1 ditunjukkan pada Gambar 1. Skenario 1 merupakan konfigurasi client server dengan 2 node, yang dihubungkan 1 link dengan bit rates 0.5 Mbps dan propagation delay 50 ms. Gambar 1 Konfigurasi Client Server
3 Sukiswo, Perbaikan TCP estwood + 29 Simulasi dengan NS 2 menghasilkan grafik congestion window vs waktu simulasi seperti Gambar. 2, throughput vs waktu simulasi seperti Gambar. 3 dan menghasilkan Tabel 1 untuk error rate yang divariasi, plot byte diterima vs error rate seperti Gambar. 4 dan plot delay vs error rate seperti Gambar. 5. Simulasi dijalankan dengan TCP estwood+ (TCP +) dan TCP estwood+ enhancement (TCP +e), dan hasilnya dibandingkan. Gambar 2 Perbandingan Congestion indow TCP estwood+ dan TCP estwood+e Gambar 2 menunjukkan perbandingan congestion window TCP + dan TCP +e secara jelas pada konfigurasi client server. Gambar 2 juga menunjukkan ukuran window maksimum TCP +e lebih besar dari TCP + dan berarti rata-rata ukuran window TCP +e lebih baik dari TCP pada konfigurasi client server. Dari Tabel 1 diperoleh rata-rata kenaikan byte diterima TCP +e terhadap TCP + sebesar 26,7 %. Sedangkan delay rata-rata baik TCP + maupun TCP +e tidak berubah (tetap) untuk error rate yang bervariasi. Jadi untuk skenario 1 TCP +e secara signifikan menambah jumlah byte yang diterima tanpa menambah delay. Skenario 2 Simulasi skenario 2 ditunjukkan pada Gambar. 6 dan Gambar 11. Gambar.6 menggunakan variasi banwidth dan delay propagasi sementara Gambar 11. menggunakan bandwidth seragam (sama). Gambar 6 merupakan konfigurasi multihop yang terdiri dari 5 node, yang dihubungkan 4 link dengan bit rates 2 Mbps, delay propagasi 10 ms; 0.5 Mbps, delay propagasi 100 ms, dan 0.5 Mbps, delay propagasi 40 ms Gambar 4 Konfigurasi Multihop : Variasi Bandwidth Gambar 3 Perbandingan Throughput TCP Table 1 Perbandingan Kinerja TCP Error Rate TCP estwood + TCP estwood +e Delay Byte end to end diterima Received Bytes Delay end to end Simulasi dengan NS 2 menghasilkan grafik congestion window vs waktu simulasi seperti Gambar. 7, throughput vs waktu simulasi seperti Gambar. 8 dan menghasilkan Tabel 2 untuk error rate yang divariasi, plot byte diterima vs error rate seperti Gambar. 9 dan plot delay vs error rate seperti Gambar. 10. Simulasi dijalankan dengan TCP estwood+ (TCP +) dan TCP estwood+ enhancement (TCP +e), dan hasilnya dibandingkan. Gambar 7 menunjukkan perbandingan congestion window TCP + dan TCP +e secara jelas pada konfigurasi multihop dengan variasi bandwidth. Gambar 7 juga menunjukkan ukuran window maksimum TCP +e lebih besar dari TCP + dan berarti rata-rata ukuran window TCP +e lebih baik dari TCP pada konfigurasi multihop dengan variasi bandwidth.
4 30 Transmisi, Jurnal Teknik Elektro, Jilid 10, Nomor 1, Maret 2008, hlm Gambar 5 Perbandingan Congestion indow TCP estwood+ dan TCP estwood+e Gambar 6 Perbandingan Throughput TCP Dari Tabel 2 diperoleh rata-rata kenaikan byte diterima TCP +e terhadap TCP + sebesar 8,7 %. Sedangkan delay rata-rata baik TCP + maupun TCP +e berubah-ubah untuk error rate yang bervariasi. Pada konfigurasi multihop dengan variasi bandwidth TCP +e menaikkan jumlah byte dengan penambahan delay detik atau sebesar 12 %. Delay rata-rata TCP + sebesar detik dan TCP +e sebesar detik. Table 2 Perbandingan Kinerja TCP Error Rate TCP estwood + TCP estwood +e Delay Received end to end Bytes Received Bytes Delay end to end Gambar 7 Konfigurasi Multihop bandwidth Seragam Konfigurasi pada Gambar 11. menggunakan bandwidth seragam (sama). Gambar 11 merupakan konfigurasi multihop yang terdiri dari 5 node, yang dihubungkan dengan 4 link dengan bit rates 1 Mbps, delay propagasi 10 ms; 1 Mbps, delay propagasi 100 ms, dan 1 Mbps, delay propagasi 40 ms dan bandwidth divariasi mulai dari 1 Mbps sampai 10 Mbps dengan error rate konstan Simulasi dengan NS 2 menghasilkan Table 3 ketika bandwidth divariasi, plot byte diterima vs error rate seperti Gambar. 12 dan plot delay vs error rate seperti Gambar. 13. Simulasi dijalankan dengan TCP estwood+ (TCP +) dan TCP estwood+ enhancement (TCP +e), dan hasilnya dibandingkan. Tabel 3 menunjukkan perbandingan kinerja TCP + dan TCP +e secara jelas pada konfigurasi multihop dengan variasi bandwidth. Tabel 3 juga menunjukkan ukuran window maximum TCP +e lebih besar dari TCP + dan berarti ukuran rata-rata window TCP +e lebih baik dari TCP pada konfigurasi multihop dengan variasi bandwidth. Table 3 Perbandingan Kinerja TCP Bdan width (Mbps ) TCP estwood + TCP estwood +e Delay Received end to end Bytes Received Bytes Delay end to end Dari Tabel 3 diperoleh rata-rata kenaikan byte diterima TCP +e terhadap TCP + sebesar 20,35 %. Sedangkan delay rata-rata baik TCP + maupun TCP +e tidak berubah untuk banwidth yang sama. Pada konfigurasi multihop dengan variasi bandwidth TCP +e menaikkan jumlah byte tanpa penambahan delay.
5 Sukiswo, Perbaikan TCP estwood + 31 Gambar. 12 menunjukkan jumlah byte diterima TCP +e selalu lebih besar dari TCP +, hal ini berarti bahwa byte diterima TCP +e pada jaringan multihop tanpa bottleneck selalu lebih baik dari TCP +. Pada konfigurasi multihop : bandwidth seragam TCP +e dapat menaikkan byte yang diterima tanpa menambah delay. Delay rata-rata TCP + sebesar sementara delay ratarata TCP +e juga sebesar Gambar 13 menunjukkan nilai delay TCP + dan TCP +e tepat berimpit. Dengan menaikkan banwidth akan menyebabkan delay terus berkurang hingga mendekati nilai 0.16 detik. Gambar 9 Perbandingan Congestion indow TCP estwood+ dan TCP estwood+e Skenario 3 Simulasi skenario 3 menggunakan konfigurasi bottleneck seperti ditunjukkan pada Gambar. 14 dan Gambar. 19. Gambar. 14 terdiri dari 6 node, yang dihubungkan 5 link dengan bit rates 2 Mbps, delay propagasi 50 ms; 0.3 Mbps, delay propagasi 100 ms; 0.5 Mbps, delay propagasi 40 ms; dan 0.5 Mbps, delay propagasi 30 ms. Gambar 10 Perbandingan Throughput TCP estwood+ & TCP estwood+e Gambar 8 Konfigurasi Bottleneck : 2 Sumber TCP Simulasi dengan NS 2 menghasilkan grafik congestion window vs waktu simulasi seperti Gambar. 14, throughput vs waktu simulasi seperti Gambar. 15 dan menghasilkan Tabel 4 untuk error rate yang divariasi, plot byte diterima vs error rate seperti Gambar. 16 dan plot delay vs error rate seperti Gambar. 17. Simulasi dijalankan dengan TCP estwood+ (TCP +) dan TCP estwood+ enhancement (TCP +e), dan hasilnya dibandingkan. Table 4 Perbandingan Kinerja TCP Error Rate TCP estwood + TCP estwood +e Received Delay Received Delay Bytes end to Bytes end to end end Gambar 14 menunjukkan perbandingan congestion window TCP + dan TCP +e secara jelas pada konfigurasi bottleneck. Gambar 14 juga menunjukkan ukuran window maksimum TCP +e lebih besar dari TCP + dan berarti rata-rata ukuran window TCP +e lebih baik dari TCP pada konfigurasi bottleneck. Dari Tabel 4 diperoleh rata-rata kenaikan byte diterima TCP +e terhadap TCP + sebesar 7,6 %. Sedangkan delay rata-rata baik TCP + maupun TCP +e berubah-ubah untuk
6 32 Transmisi, Jurnal Teknik Elektro, Jilid 10, Nomor 1, Maret 2008, hlm error rate yang bervariasi. Pada konfigurasi bottleneck dengan variasi error rate TCP +e menaikkan jumlah byte dengan penambahan delay detik atau sebesar 2,1 %. Delay rata-rata TCP + sebesar detik dan TCP +e sebesar detik. Penambahan delay rata-rata end-to-end disebabkan ukuran window TCP +e lebih besar TCP + sementara dari link node 2 menuju node 3 terjadi bottleneck dan jumlah buffer hanya 20, hal ini berarti bahwa paket akan diantrikan di buffer, yang akhirnya menambah delay. KESIMPULAN Modifikasi fasa naik TCP estwood+ dari aditif menjadi multiplikatif (TCP estwood+e) dalam jaringan kabel (wired) secara umum dapat menaikkan throughput byte yang diterima. Pada konfigurasi client server menaikkan throughput 26,7 %, konfigurasi multihop dengan varaiasi error rate menaikkan throughput 8,3 %, konfigurasi multihop dengan variasi bandwidth menaikkan throughput 20,35 % dan konfigurasi bottleneck menaikkan throughput 7,6 %. Perbaikan throughput pada konfigurasi client server tidak disertai dengan penambahan delay. Perbaikan throughput pada konfigurasi multihop dengan variasi error rate menambah delay 12 % dan perbaikan throughput pada konfigurasi multihop dengan variasi banwidth tidak menambah delay. Perbaikan throughput pada konfigurasi bottleneck menambah delay 2,1 %. Penambahan delay disebabkan karena pembatasan buffer di node. Modifikasi fasa naik dari aditif menjadi multiplikatif tidak mengurangi fairness TCP estwood+e. IEEE INFOCOM, vol. 4, pp , March 2004, Hong Kong. T. Kelly, Scalable TCP: improving performance in highspeed wide area networks, ACM Computer Communication Review, no. 2, April S. Floyd, HighSpeed TCP for large congestion windows, RFC 3649,December V. Jacobson, Congestion Avoidance dan Control, in Proc. of ACM SIGCOMM, pp , August 1988, Stdanford, CA. S. Mascolo, L. A. Grieco, R. Ferorelli, P. Camarda, G. Piscitelli, Performance Evaluation of estwood+ TCP Congestion Control, Extended version of the paper Live Internet Measurements Using estwood+ TCP Congestion Control, IEEE Globecom 2002 conference. Chadi Barakat, Eitan Altman, dan alid Dabbous, On TCP Performance in a Heterogeneous Network: A Survey, IEEE Magazine, INRIA, January NS-2 Simulator. Eitan Altman, Tania Jimenez, NS Simulator for beginners, Univ. de Los Danes, Venezuela dan ESSI, Spphia-Antipolis, France, December 2003 S. Mascolo, C. Casetti, M. Gerla, M. Sanadidi, dan R. ang, TCP estwood: End-to-end Bdanwidth Estimation of Efficient Transport over ired dan ireless Networks, in Proc. of ACM Mobicom, July, 2001, Rome, Italy. TCP estwood+ modules for ns2, od/modules.htm DAFTAR RUJUKAN Dzmitry Kliazovich, Fabrizio Granelli, Daniele Miordani, TCP estwood+ Enhancement in High-Speed Long-Distance Networks in Proc. of IEEE ICC 2006 L. A. Grieco dan S. Mascolo, Performance evaluation dan Perbandingan of estwood+, New Reno, dan Vegas TCP congestion control, ACM Comp. Comm. Rev., vol. 34, no. 2, pp. 2538, Apr Lisong Xu; K. Harfoush, dan Injong Rhee, Binary increase congestion control (BIC) for fast long-distance networks, in Proc. of
METODE PENGATURAN THROUGHPUT UNTUK TCP WESTWOOD+ PADA SALURAN BOTTLENECK
METODE PENGATURAN THROUGHPUT UNTUK TCP WESTWOOD+ PADA SALURAN BOTTLENECK Hilal Hudan Nuha 1, Fazmah Arif Y. 2 Pasca Sarjana Teknik Informatika IT Telkom Jln. Telekomunikasi no 1. Dayeuhkolot. Bandung e-mail
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengiriman data melalui jaringan TCP/IP dapat diibaratkan sebagai mobil-mobil yang ingin melewati sebuah jalan raya. Jika suatu saat, jumlah mobil yang lewat
TCP Flow & Congestion Control
TCP Flow & Congestion Control Flow Control Model Kendali Aliran Aliran data masuk Buffer Server Aliran data keluar TCP Sliding Window Round-trip time Round-trip time Host A Window Size??? Window Size Window
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Istilah congestion sering ditemukan dalam proses jalur data pada internet, yang pada umumnya diartikan sebagai proses terjadinya perlambatan atau kemacetan. Perlambatan
Analisis Perbandingan Kinerja TCP Vegas Dan TCP New Reno Menggunakan Antrian Random Early Detection Dan Droptail
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 10, Oktober 2018, hlm. 3239-3248 http://j-ptiik.ub.ac.id Analisis Perbandingan Kinerja TCP Vegas Dan TCP New Reno
Rekayasa Elektrika. Analisis TCP Cubic dan Simulasi untuk Menentukan Parameter Congestion Window dan Throughput Optimal pada Jaringan Nirkabel Ad Hoc
TERAKREDITASI RISTEKDIKTI No. 36b/E/KPT/2016 Jurnal Rekayasa Elektrika VOLUME 13 NOMOR 2 AGUSTUS 2017 Analisis TCP Cubic dan Simulasi untuk Menentukan Parameter Congestion Window dan Throughput Optimal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan internet, muncul tuntutan dari para pengguna jasa telekomunikasi agar mereka dapat memperoleh akses data dengan cepat dimana pun mereka berada.
TCP Flow & Congestion Control
TCP Flow & Congestion Control Flow Control Model Kendali Aliran Aliran data masuk Buffer Server Aliran data keluar TCP Sliding Window Round-trip time Round-trip time Host A Window Size??? Window Size Window
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA BIC, CUBIC DAN HTCP PADA TOPOLOGI PARKINGLOT DAN MULTIHOME MENGGUNAKAN NS2
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA BIC, CUBIC DAN HTCP PADA TOPOLOGI PARKINGLOT DAN MULTIHOME MENGGUNAKAN NS2 Rian Fahrizal 1), Wahyu Dewanto 2), Sujoko Sumaryono 3) 1 Jurusan Teknik Elektro FT UNTIRTA Jln.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mendapat perbandingan unjuk kerja protokol TCP Vegas dan UDP dengan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan yang dilakukan merupakan hasil dari percobaan terhadap parameter-parameter yang telah ditentukan. Setelah itu dilakukan analisis untuk mendapat perbandingan unjuk
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA BIC, CUBIC DAN HTCP PADA TOPOLOGI DUMBBELL DAN SIMPLE NETWORK MENGGUNAKAN NS2
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA BIC, CUBIC DAN HTCP PADA TOPOLOGI DUMBBELL DAN SIMPLE NETWORK MENGGUNAKAN NS2 Rian Fahrizal 1, Wahyu Dewanto 2, Sujoko Sumaryono 3 1 Jurusan Teknik Elektro FT UNTIRTA Jln.
ACTIVE QUEUE MANAGEMENT UNTUK TCP CONGESTION CONTROL
TUGAS AKHIR RE 1599 ACTIVE QUEUE MANAGEMENT UNTUK TCP CONGESTION CONTROL HERI WAHYU PURNOMO NRP 2203100515 Dosen Pembimbing Eko Setijadi, ST., MT. Ir. Suwadi, MT. JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Fakultas Teknologi
ANALISIS KINERJA TCP WESTWOOD PLUS UNTUK PENCEGAHAN KONGESTI PADA JARINGAN LTE MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 3 (NS 3)
ANALISIS KINERJA TCP WESTWOOD PLUS UNTUK PENCEGAHAN KONGESTI PADA JARINGAN LTE MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 3 (NS 3) Isti Dwi Hemawati *), Sukiswo, and Ajub Ajulian Zahra Departemen Teknik Elektro, Universitas
BAB I PENDAHULUAN. multimedia memasuki dunia internet. Telepon IP, video conference dan game
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan yang cepat dari teknologi jaringan telah membuat aplikasi multimedia memasuki dunia internet. Telepon IP, video conference dan game online sudah menjamur
EVALUASI KINERJA TCP NEW RENO DALAM WIRELESS MESH NETWORK PERFORMANCE EVALUATION OF TCP NEW RENO IN WIRELESS MESH NETWORK
Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer EVALUASI KINERJA TCP NEW RENO DALAM WIRELESS MESH NETWORK PERFORMANCE EVALUATION OF TCP NEW RENO IN WIRELESS MESH NETWORK Veronica Windha Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
Analisis Throughput Varian TCP Pada Model Jaringan WiMAX
IJCCS, Vol.10, No.2, July 2016, pp. 115~124 ISSN: 1978-1520 115 Analisis Throughput Varian TCP Pada Model Jaringan WiMAX Medi Taruk* 1, Ahmad Ashari 2 1 Program Studi S2/S3 Ilmu Komputer, FMIPA UGM, Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam beberapa tahun ini, jaringan telepon yang membawa sinyal-sinyal suara sudah mulai banyak menjangkau masyarakat.dengan infrastruktur yang semakin murah pembangunannya,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan simulasi dan analisis perbandingan unjuk kerja
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kebutuhan Sistem Sebelum melakukan simulasi dan analisis perbandingan unjuk kerja protokol dan DCCP dengan menggunakan data multimedia, dibutuhkan perangkat keras dan perangkat
TCP CONGESTION Rico Putra, NIM : 10/307317/PTK/06971 Firma Sahrul B, NIM : 10/309394/PTK/07099 Magister Teknologi Informasi FT UGM, Yogyakarta
TCP CONGESTION Rico Putra, NIM : 10/307317/PTK/06971 Firma Sahrul B, NIM : 10/309394/PTK/07099 Magister Teknologi Informasi FT UGM, Yogyakarta 1.1 Pendahuluan Persoalan penting dalam sebuah jaringan paket-saklar
Bab 3 Parameter Simulasi
Bab 3 Parameter Simulasi 3.1 Parameter Simulasi Simulasi yang dilakukan pada penelitian ini memakai varian jaringan wireless mesh yaitu client mesh. Dalam hal ini akan digunakan client mesh dengan jumlah
Metode Deteksi Terputusnya Koneksi Tcp Pada Receiving Host Berdasarkan Packet Inter-Arrival Timeout
42 Integer Journal, Vol 2, No 1, Maret 2017: 42-53 Metode Deteksi Terputusnya Koneksi Tcp Pada Receiving Host Berdasarkan Packet Inter-Arrival Timeout Pangestu Widodo 1, Waskitho Wibisono 2 1,2 Program
Analisa Packet Loss Transmission Control Protocol (TCP) RENO pada Jaringan Intranet Menggunakan NS2 (Network Simulator)
Analisa acket Loss Transmission Control rotocol (TC) RENO pada Jaringan Intranet Menggunakan NS2 (Network Simulator) Olivia Kembuan endidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, FakultasTeknik, Universitas
ANALISIS KINERJA TCP WESTWOOD UNTUK PENCEGAHAN KONGESTI PADA JARINGAN LTE DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2.33 (NS2.33)
ANALISIS KINERJA TCP WESTWOOD UNTUK PENCEGAHAN KONGESTI PADA JARINGAN LTE DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2.33 (NS2.33) Grace Karlina Permatasari *), Sukiswo, and Imam Santoso Jurusan Teknik Elektro,
EVALUASI KINERJA AGGREGATE FLOW CONTROL TERHADAP SISTEM DIFFERENTIATED SERVICES
Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer EVALUASI KINERJA AGGREGATE FLOW CONTROL TERHADAP SISTEM DIFFERENTIATED SERVICES PERFORMANCE EVALUATION OF AGGREGATE FLOW CONTROL ON DIFFERENTIATED SERVICES SYSTEM Benny
telah diaplikasikan oleh vendor router pada produkproduknya
1 Analisis Penggunaan Algoritma Useless Packet Transmission Avoidance (UPTA) Untuk Menghindari Transmisi Paket Tidak Berguna pada Multimedia di Jaringan Dengan Tingkat Best-Effort Yazid Herdianto, Wahyu
diperoleh gambaran yang lebih baik tentang apa yang terjadi di jaringan dan dapat segera diketahui penyebab suatu permasalahan.
8 diperoleh gambaran yang lebih baik tentang apa yang terjadi di jaringan dan dapat segera diketahui penyebab suatu permasalahan. header 20 bytes lebih besar daripada paket IPv4. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA DCCP CCID 2 DAN CCID 3 DI JARINGAN KABEL SKRIPSI
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA DCCP CCID 2 DAN CCID 3 DI JARINGAN KABEL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika Mario Christanto
Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri
Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Transport layer/ lapisan transport merupakan lapisan keempat dari model referensi OSI yang bertugas menyediakan data transport yang
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA TCP RENO DAN TCP VEGAS PADA JARINGAN KABEL
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA TCP RENO DAN TCP VEGAS PADA JARINGAN KABEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika DISUSUN
BAB III ANALISIS METODE DAN PERANCANGAN KASUS UJI
BAB III ANALISIS METODE DAN PERANCANGAN KASUS UJI 3.1 Analisis Sistem Analisis adalah penguraian dari suatu pembahasan, dalam hal ini pembahasan mengenai analisis perbandingan teknik antrian data First
sebagian syarat Nama NIM : Industri Industri Disusun Oleh:
TUGAS AKHIR ANALISA KINERJA BEBERAPAA VARIAN TCP PADA JARINGAN UMTS Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh: Nama : Batara Jonggi Simanjuntak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Pengendalian kepadatan (congestion control) antrian di jaringan sampai saat ini tetap menjadi issue prioritas tinggi dan sangat penting. Pertumbuhan internet
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab pertama ini merupakan pendahuluan dari seluruh isi buku laporan tugas akhir. Adapun pendahuluan terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, metode penyelesaian
Ridwansyah, ST MT. Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNM
KINERJA JARINGAN Ridwansyah, ST MT Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNM. Tolok ukur kinerja jaringan Throughput Data yang dikirimkan per satuan waktu Latency (delay) Wk Waktu yang
ANALISIS UNJUK KERJA TCP TAHOE CONGESTION CONTROL PADA ANTRIAN RED DAN DROPTAIL SKRIPSI
ANALISIS UNJUK KERJA TCP TAHOE CONGESTION CONTROL PADA ANTRIAN RED DAN DROPTAIL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika Oleh
ANALISA PERBANDINGAN ALGORITMA KONTROL KEMACETAN LAPISAN TRANSPORT OSI DENGAN METODE RED, SFQ DAN REM MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR NS-2
ANALISA PERBANDINGAN ALGORITMA KONTROL KEMACETAN LAPISAN TRANSPORT OSI DENGAN METODE RED, SFQ DAN REM MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR NS-2 COMPARATIVE ANALYSIS OF CONGESTION CONTROL ALGORITHM OSI TRANSPORT
BAB III PERANCANGAN DAN SIMULASI SOFTSWITCH. suatu pemodelan softswitch ini dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan
BAB III PERANCANGAN DAN SIMULASI SOFTSWITCH Berdasarkan pada penjelasan dari bab sebelumnya, maka dibuatlah suatu perancangan pemodelan softswitch sebelum simulasi dilakukan. Perancangan suatu pemodelan
Analisa Kinerja Algoritma TCP Congestion Control Cubic, Reno, Vegas Dan Westwood+
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 3, Maret 2018, hlm. 1099-1108 http://j-ptiik.ub.ac.id Analisa Kinerja Algoritma TCP Congestion Control Cubic, Reno,
MODUL 2 WIRESHARK Protokol TCP
MODUL 2 WIRESHARK TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan TCP 2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan UDP DASAR TEORI Protokol
ANALISIS KINERJA PROTOKOL REAKTIF PADA JARINGAN MANET DALAM SIMULASI JARINGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR DAN TRACEGRAPH
ANALISIS KINERJA PROTOKOL REAKTIF PADA JARINGAN MANET DALAM SIMULASI JARINGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR DAN TRACEGRAPH Bayu Nugroho, Noor Akhmad Setiawan, dan Silmi Fauziati Jurusan Teknik Elektro
ANALISA DAN SIMULASI PERBANDINGAN ALGORITMA WESTWOOD DAN ALGORITMA SELECTIVE ACKNOWLEDGMENT OPTION PADA SISTEM KENDALI KONGESTI JARINGAN TCP
ANALISA DAN SIMULASI PERBANDINGAN ALGORITMA WESTWOOD DAN ALGORITMA SELECTIVE ACKNOWLEDGMENT OPTION PADA SISTEM KENDALI KONGESTI JARINGAN TCP TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih
ANALISIS KINERJA TCP BIC UNTUK PENCEGAHAN KONGESTI PADA JARINGAN LTE DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2.33
ANALISIS KINERJA TCP BIC UNTUK PENCEGAHAN KONGESTI PADA JARINGAN LTE DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2.33 M. Fajri Fitrianto *), Sukiswo, and Imam Santoso Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro
Analisis Pengaruh RSVP Untuk Layanan VoIP Berbasis SIP
Analisis Pengaruh Untuk Layanan VoIP Berbasis SIP Alfin Hikmaturokhman 1, Sri Maya Sari Nainggolan 1,, Eko Fajar Cahyadi 1 Program Studi S1 Teknik telekomunikasi 1 Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi khususnya pada teknologi jaringan saat ini sangatlah pesat terutama dari sisi jangkauan, kemudahan akses dan penggunaaannya. Penggunaan jaringan
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 159
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 159 ANALISIS PERFORMANSI TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL (TCP) YANG DISEBABKAN OLEH WIDEBAND EFFECT LOSS PADA JARINGAN UMTS Oleh: Yetti Yuniati, S.T., M.T.
Gambar 3.1 Alur Penelitian
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Perancangan Alur Penelitian Untuk mencapai tujuan dari penelitian, perancangan alur penelitian dilakukan sesuai alur pada Gambar 3.1. Perancangan terlebih dahulu melakukan
ANALISA PERBANDINGAN METODE ROUTING DISTANCE VECTOR DAN LINK STATE PADA JARINGAN PACKET
ANALISA PERBANDINGAN METODE ROUTING DISTANCE VECTOR DAN LINK STATE PADA JARINGAN PACKET Vina Rifiani 1, M. Zen Samsono Hadi 2, Haryadi Amran Darwito 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya,
BAB II DASAR TEORI 2.1 Transmission Control Protocol
BAB II DASAR TEORI 2.1 Transmission Control Protocol Protokol merupakan sekumpulan aturan yang mengatur dua atau lebih mesin dalam suatu jaringan dalam melakukan interaksi pertukaran format data. TCP (Transmission
BAB I PENDAHULUAN. Analisis Kinerja Protocol SCTP untuk Layanan Streaming Media pada Mobile WiMAX 3
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi WiMAX (Worldwide Interoperabilitas for Microwave Access) yang berbasis pengiriman data berupa paket dan bersifat connectionless oriented merupakan teknologi
BAB IV ANALISIS DAN HASIL DATA
39 BAB IV ANALISIS DAN HASIL DATA Pada bab pengujian dan analisa akan menjelaskan tentang hasil dan berbandingan terhadap quality of service pada jaringan ASTInet yang digunakan di Head Office PT. Trans
BAB 4. Setelah melakukan perancangan topologi untuk merancang sistem simulasi pada
BAB 4 PENGUJIAN SISTEM DAN HASIL PENGUJIAN 4.1 Skenario Pengujian Setelah melakukan perancangan topologi untuk merancang sistem simulasi pada layanan VoIP, maka langkah selanjutnya adalah penulis mensimulasikan
BAB II DASAR TEORI. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan jaringan komputer terdiri atas tiga bagian:
BAB II DASAR TEORI. Konsep Dasar Jaringan Komputer Jaringan komputer secara definisi adalah hubungan antara dua atau lebih unit komputer atau perangkat komunikasi lainnya berdasarkan sistem komunikasi
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Abstrak
ANALISIS PENGARUH SOFT HANDOVER PADA MOBILE STATION TERHADAP KUALITAS LAYANAN VOIP DI JARINGAN UMTS Putu Fadly Nugraha Putu Fadly Nugraha1, IGAK Diafari Djuni H2, Pande Ketut Sudiarta3 1,2,3 Jurusan Teknik
MODUL 2 WIRESHARK Protokol TCP
MODUL 2 WIRESHARK TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan TCP 2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan UDP DASAR TEORI Protokol
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi nirkabel terus berkembang lebih maju, dan peluang penggunaanya semakin menyebar secara luas. Dengan mudahnya kita bisa menemukan tempat
ANALISIS PERBANDINGAN UNTUK KERJA TCP TAHOE DAN TCP NEWRENO PADA JARINGAN WIRED DAN WIRELESS
ANALISIS PERBANDINGAN UNTUK KERJA TCP TAHOE DAN TCP NEWRENO PADA JARINGAN WIRED DAN WIRELESS HALAMAN JUDUL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi
Membedakan Bandwidth, Speed dan Throughput 12 OKTOBER 2011
Dari Wikipedia: "Dalam komunikasi jaringan, throughput adalah jumlah data digital per waktu unit yang dikirimkan ke terminal tertentu dalam suatu jaringan, dari node jaringan, atau dari satu node ke yang
BAB 4 PERANCANGAN. 4.1 Perancangan dan Analisa Skenario
BAB 4 PERANCANGAN 4.1 Perancangan dan Analisa Skenario Pada BAB ini akan dibahas analisis tentang performan jaringan IP pada switch cisco 2950 Untuk aplikasi video call dengan protocol UDP, analisis yang
ANALISIS UNJUK KERJA TCP RENO DI JARINGAN SINGLE HOP WIRELESS LINK SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
ANALISIS UNJUK KERJA TCP RENO DI JARINGAN SINGLE HOP WIRELESS LINK SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika Oleh : MARLINA NATHALIA
ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI LAYANAN VOICE OVER IP PADA JARINGAN MPLS MENGGUNAKAN PROTOKOL UDP,SCTP,DAN TFRC
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 Page 1485 ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI LAYANAN VOICE OVER IP PADA JARINGAN MPLS MENGGUNAKAN PROTOKOL UDP,SCTP,DAN TFRC PERFORMANCE
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
38 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Pada bab ini dibahas mengenai pengujian dan analisis hasil implementasi yang telah dilakukan. Pengujian dan analisis ini bertujuan untuk mengetahui performansi pada jaringan
ANALISIS PERFORMANSI TFMCC PADA JARINGAN BROADBAND WIRELINE
ANALISIS PERFORMANSI TFMCC PADA JARINGAN BROADBAND WIRELINE Aditya Pratomo Sarwoko / 0622008 surel: [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III MEODE PENELIIAN Metode penelitian yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah studi kepustakaan, percobaan dan analisis. Dengan ini penulis berusaha untuk mengumpulkan data dan informasi-informasi,
PRAKTIKUM 14 ANALISA QoS JARINGAN
PRAKTIKUM 14 ANALISA QoS JARINGAN I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep QoS. 2. Mahasiswa mampu menganalisa QoS pada suatu system jaringan II. Peralatan Yang Dibutuhkan 1. Beberapa komputer yang berfungsi
ANALISIS KINERJA TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK
ANALISIS KINERJA TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK Henra Pranata Siregar, Naemah Mubarakah Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Jl. Almamater,
BAB 4 ANALISA DATA. Gambar 4.1 Tampilan pada Wireshark ketika user melakukan register. 34 Universitas Indonesia
BAB 4 ANALISA DATA Pada bab ini akan dibahas hasil pengukuran data dari layanan IMS pada platform IPTV baik pada saat pelanggan (user) di home network maupun pada saat melakukan roaming atau berada pada
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS 4.1.Implementasi Sistem Implementasi sistem e-learning yang terintegrasi dengan HOA merupakan sistem yang berbasis client-server, meliputi perangkat keras dan perangkat lunak
Simulasi Pengaruh Shadowing dan Rayleigh Fading terhadap Performansi TCP Reno pada Jaringan UMTS
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Simulasi Pengaruh Shadowing dan Rayleigh Fading terhadap Performansi TCP Reno pada Jaringan UMTS Yetti Yuniati Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung
Chapter 2 part 2 Getting Connected. Muhammad Al Makky
Chapter 2 part 2 Getting Connected (Error Detection and Reliable Transmission) Muhammad Al Makky Pembahasan Chapter 2 Eksplorasi perbedaan media komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan data Memahami
Bab 2. Protocol Lapisan Transport
Bab 2. Protocol Lapisan Transport Protokol-protokol dalam lapisan Transport seperti dijelaskan dalam Bab sebelumnya, merupakan bagian yang sangat penting dalam jaringan komunikasi. Protokol-protokol ini
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pada jaringan wireless kebutuhan akan Quality of service sangatlah penting, demi mencapai kepuasan dari user dalam menggunakannya. Faktor-faktor dari Quality of service
B A B IV A N A L I S A
76 B A B IV A N A L I S A 4.1 Analisa Utilisasi Pada sisi akses, parameter yang berkaitan dengan transfer data selain bandwidth juga dikenal dengan parameter throughput. Throughput adalah jumlah bit-bit
MINIMALISASI FRAME DROP LIVE STREAM VIDEO RECORDING PADA PROTOKOL RTMP (REAL TIME MESSAGING PROTOCOL)
MINIMALISASI FRAME DROP LIVE STREAM VIDEO RECORDING PADA PROTOKOL RTMP (REAL TIME MESSAGING PROTOCOL) Roma Aji Kaloko 1, Basuki Rahmat 2,Gelar Budiman 3 1 Jurusan Pasca Sarjana Teknik Elektro, Telkom University
BAB III. SKEMA Simulasi
BAB III SKEMA Simulasi 3.1 NS2 Evaluasi kinerja TCP pada jaringan UMTS dapat dilakukan baik dengan melakukan uji lapangan atau dengan melakukan tes simulasi. Pengujian lapangan yang terdengar lebih otentik
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Teknologi Next Generation Network (NGN) merupakan terobosan dalam bidang telekomunikasi dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan layanan komunikasi yang semakin berkembang
ANALISA KINERJA MPEG-4 VIDEO STREAMING PADA JARINGAN HSDPA
ANALISA KINERJA MPEG-4 VIDEO STREAMING PADA JARINGAN HSDPA Oleh: Fanny Nurindra P 2203 109 017 Dosen pembimbing : Dr.Ir.Achmad Affandi, DEA Ir.Djoko Suprajitno Rahardjo, MT Latar Belakang 3GPP Release
BAB 3 ANALISA DAN RANCANGAN MODEL TESTBED QOS WIMAX DENGAN OPNET. menjanjikan akses internet yang cepat, bandwidth besar, dan harga yang murah.
62 BAB 3 ANALISA DAN RANCANGAN MODEL TESTBED QOS WIMAX DENGAN OPNET 3.1 Permasalahan Saat ini kita bisa dengan mudah mendapatkan akses internet. Kita bisa berlangganan internet menggunakan modem DSL (Digital
5. QoS (Quality of Service)
PENGENDALIAN MUTU TELEKOMUNIKASI 5. QoS (Quality of Service) Latar Belakang QoS Karakteristik Jaringan IP Alokasi Sumber Daya Definisi QoS QoS adalah suatu pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari hari sering kali terjadi kemacetan dalam beberapa bentuk, seperti kemacetan lalu lintas, antrian yang panjang di bank, memesan tiket dan bentuk
BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI
BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI 5.1 Implementasi Simulasi Kinerja jaringan Adhoc sebagian besar dipengaruhi oleh letak geografis wilayah, banyaknya faktor yang mempengaruhi membuat pengiriman data
I. PENDAHULUAN. Umumnya lembaga pemerintahan maupun pendidikan mempunyai website yang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Umumnya lembaga pemerintahan maupun pendidikan mempunyai website yang digunakan sebagai sarana informasi. Untuk dapat menghasilkan fasilitas informasi tersebut,
BAB 4. Evaluasi Performansi
BAB 4 Evaluasi Performansi 4.1 Skenario 1 4.1.1 Trafik CBR 10 Koneksi Pada bagian ini akan ditampilkan hasil simulasi berupa parameter-parameter performansi yaitu throughput, packet control dan packet
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 1 DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas tentang analisis dan perancangan sistem. Pembahasan yang dianalisis terbagi menjadi 2 yaitu analisis masalah dan analisis
BAB I PENDAHULUAN. aplikasi-aplikasi jaringan memerlukan sejumlah node-node sensor terutama untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jaringan sensor nirkabel (JSN) sangat penting sejak kebanyakan aplikasi-aplikasi jaringan memerlukan sejumlah node-node sensor terutama untuk area yang tidak
BAB 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu
BAB 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian-penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Berikut penelitian-penelitian yang mendasari penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP) merupakan dua buah transport layer yang paling banyak digunakan di internet saat ini. TCP menyediakan
LAMPIRAN B USULAN TUGAS AKHIR
LAMPIRAN B USULAN TUGAS AKHIR 73 A. JUDUL TUGAS AKHIR Analisa Performansi Jaringan Multi Protocol Label Switching Pada Aplikasi Videoconference. B. RUANG LINGKUP 1. Jaringan Komputer 2. Aplikasi Videoconference
AS IR O R U O TI U N TI G P AD
Tesis OPTIMASI ROUTING PADA JARING DATA MULTI JALUR MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) Nama : Agus Kurniwanto NIM : 2209206803 PROGRAM STUDI MAGISTER BIDANG KEAHLIAN TELEMATIKA JURUSAN TEKNIK
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. topologi yang akan dibuat berdasarkan skematik gambar 3.1 berikut:
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1. TOPOLOGI SISTEM JARINGAN Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan dan implementasi teknologi MIPv4 dengan diperhatikannya faktor kualitas layanan dan kehandalan. Adapun
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA ALGORITMA CONGESTION CONTROL PADA TCP TAHOE, RENO DAN SACK (SELECTIVE ACKNOWLEDGMENT)
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA ALGORITMA CONGESTION CONTROL PADA TCP TAHOE, RENO DAN (SELECTIVE ACKNOWLEDGMENT) Yuliana Wahyu Putri Utami 1), Jusak 2), Anjik Sukmaaji 3) 1) 2) S1 / Jurusan Sistem Komputer,
Bab 2. Protocol Lapisan Transport
Bab 2. Protocol Lapisan Transport Protokol-protokol dalam lapisan Transport seperti dijelaskan dalam Bab sebelumnya, merupakan bagian yang sangat penting dalam jaringan komunikasi. Protokol-protokol ini
