BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
|
|
|
- Deddy Indradjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 K e s i m p u l a n Dari hasil studi literatur, analisa dan evaluasi masalah dalam tugas akhir ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Risiko-risiko yang terdapat didalam Contractor s All Risk ( CAR ) dibagi dalam 3 kategori yaitu : a. Risiko yang pasti dijamin berupa jaminan pokok / jaminan wajib atau jaminan dasar. b. Risiko yang dapat dijamin berupa jaminan tambahan. c. Risiko yang tidak dapat dijamin / dikecualikan
2 Besarnya premi asuransi Contractor s All Risk yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi tergantung dari cakupan risiko yang dijamin dalam schedule polis asuransi, semakin banyak cakupan risiko yang ingin dijamin maka total rate premi asuransi makin besar, dengan demikian premi yang harus dibayarkan semakin besar pula. Walaupun demikian asuransi CAR dengan pengalihan risiko (risk transfer) ini merupakan salah satu alternatif pembiayaan risiko (risk financing) yang sangat murah. Hasil analisa dan evaluasi penulis membuktikan bahwa untuk mengcover kerugian / kerusakan harga total proyek hanya diperlukan 0.2 % alokasi dana dari total harga proyek dengan rate yang ditetapkan PT Jasindo dan % alokasi dana dari total harga proyek dengan rate yang ditetapkan Munich Re Standard. 3. Penerapan endorsement dalam schedule sangat mempengaruhi cakupan suatu jaminan, karena endorsement tersebut dapat berfungsi sebagai perluasan jaminan apabila diterapkan extension of basic cover, dapat pula membatasi suatu cakupan jaminan dengan persyaratan tertentu apabila diterapkan special condition atau warranty, atau bahkan pembatalan jaminan sekalipun risiko itu termasuk jaminan pokok / jaminan dasar apabila diterapkan exclusion. 4. Asuransi CAR Model Munich Re ini masih mengacu kepada situasi dan kondisi di negara Jerman, terutama dalam hal penentuan rate premi yang berada didalam Underwriting and Rating Directives, sehingga harga premi yang dihasilkan terlalu mahal untuk kondisi di negara Indonesia. Begitupun dalam permasalahan Cakupan risiko istilah All Risk ternyata tidak mengcover
3 146 seluruh risiko proyek tetapi ada pengecualian-pengecualian umum ( general exclusion ) dan pengecualian khusus ( special exclusion ). 5. Risiko yang dijamin dalam proyek yang sama misalnya proyek Circular Culvert didalam studi kasus ini, belum tentu mempunyai cakupan jaminan risiko yang sama apabila dijamin oleh perusahaan yang lain, hal ini tergantung dari kehandalan dan keberanian menanggung risiko hasil perkiraan underwriter perusahaan tersebut dalam memperhitungkan risikorisiko yang akan terjadi untuk menerima dan menolak penutupan polis tersebut, serta kemungkinan harga premi yang lebih murah atau lebih mahal mungkin saja terjadi. Apalagi untuk proyek yang berbeda jelas standard perhitungan premi dan cakupan risikonyapun pasti berbeda. 6. Tujuan utama penerapan deductible adalah supaya tertanggung tidak menjadikan kerugian atau kerusakan yang terjadi sebagi bahan ajang bisnis yang mempunyai nilai untung dan rugi, tetapi penerapan deductible hanya menerapkan fungsi asuransi sebagai lembaga yang mengambil pembiayaan risiko yang memang secara fisik sudah diluar pengendalian tertanggung dan terjadi bukan dengan kesengajaan. Jadi pengendalian risiko proyek yang terjadi merupakan tanggung jawab bersama, risiko dibawah nilai deductible ditanggung oleh tertanggung sedangkan risiko diatas deductible adalah tanggungan penanggung (perusahaan asuransi) setelah dikurangi deductible yang tertera didalam schedule.
4 S a r a n S a r a n 1. Sebelum melakukan negosiasi hendaknya calon pihak tertanggung (owner dan kontraktor) mempunyai pengetahuan tentang asuransi dan mengetahui tentang manajemen risiko sehingga menentukan cakupan risiko yang sesuai dengan kebutuhan di proyek dan hanya menegosiasikan bahaya yang mempunyai potensi yang besar yang tidak bisa diretensi lewat pengontrolan risiko secara finansial, serta mempunyai nilai insurable sehingga alokasi dana untuk risiko tersebut bisa lebih ekonomis. Pemahaman mengenai isi polis dan endorsement secara umum diperlukan agar calon pihak tertanggung dapat mengetahui sampai sejauh mana risiko proyeknya dapat dialihkan serta hubungannya dengan alokasi biaya yang akan dikeluarkan akibat pengalihan risiko tersebut. 2. Dari analisa dan evaluasi studi kasus terlihat bahwa Contractor s All Risk Munich Re Standard belum sesuai benar dengan kondisi negara Indonesia, hal ini perlu dipikirkan oleh para ahli konstruksi baik dari instansi pemerintah, konsultan, kontraktor, para pakar manajemen konstruksi beserta ahli statistik dan ahli aktuarianya, yang bekerja sama dengan praktisi hukum konstruksi untuk menentukan rate dan cakupan risiko yang berlaku umum sesuai dengan kebutuhan Industri konstruksi di Indonesia. Hal ini untuk mencegah terjadinya ketidak sehatan persaingan perusahan asuransi dalam menetapkan nilai premi sesuai rate dan cakupan risiko yang sebenarnya didasarkan kepada data statistik rata-rata terjadinya potensi risiko dalam jenis konstruksi tertentu dilapangan. Dalam menentukan tarif harus diupayakan terciptanya tarif yang ideal yang dapat menghasilkan pendapatan bagi perusahaan untuk mengganti
5 148 kerugian yang terjadi dan memberikan sedikit keuntungan untuk kelangsungan hidup perusaahan yang bersangkutan. Tarif yang ideal harus mempunyai prinsip : a. Adequate artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang untuk membayar kerugian-kerugian yang mungkin diderita oleh subyek darimana uang itu dikumpulkan. b. Notexcessive artinya bahwa tarif jangan berlebih-lebihan, tetapi harus memperhatikan kepentingan pembeli, kondisi persaingan dan sebagainya. c. Equity, artinya tarif tersebut tidak membeda-bedakan risiko yang sama kualitasnya ( harus adil ), bila kualitas exposurenya sama tarifnya harus sama. d. Flexible, artinya tarip yang ditentukan harus selalu disesuaikan dengan keadaan, bila keadaan berubah tarifnya harus diubah pula. e. Incentives, artinya harus ada faktor perangsang dalam penentuan tarif untuk suatu obyek asuransi, karena faktor ini biasanya cukup berpengaruh terhadap keputusan calon tertanggung untuk mempertanggungkan kepentingannya.
EVALUASI ASURANSI CONTRACTOR S ALL RISK (CAR) PADA PROYEK CIRCULAR CULVERT
EVALUASI ASURANSI CONTRACTOR S ALL RISK (CAR) PADA PROYEK CIRCULAR CULVERT Dida Cahyadiana NRP : 8721008 NIRM : 41077011910198 Pembimbing : Sonny Siti Sondari, Ir.MT. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL UNIVERSITAS
BAB 1 PENDAHULUAN. Proyek konstruksi merupakan salah satu jenis proyek yang memiliki potensi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proyek konstruksi merupakan salah satu jenis proyek yang memiliki potensi risiko yang relatif tinggi, dibandingkan dengan proyek-proyek pada bidang pekerjaan
BAB I PENDAHULUAN. sudah disepakati kepada tertanggung apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asuransi Jiwa merupakan salah satu industri dibidang jasa yang memberikan perlindungan pada calon pemegang polis apabila terjadi risiko di masa mendatang. Pihak asuransi
Premi Asuransi BAB V PREMI ASURANSI
BAB V PREMI ASURANSI A. Pengertian Premi Asuransi Pengertian Premi adalah pembayaran dari tertanggung kepada penanggung, sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada penanggung. Menurut pengertian
Kontrak Asuransi DOKUMENTASI ASURANSI FUNGSI PROPOSAL FORM :
DOKUMENTASI ASURANSI Kontrak Asuransi 1. SURAT PERMOHONAN PENUTUPAN ASURANSI (S.P.P.A.) 2. POLIS (BUKTI PERJANJIAN ASURANSI) 3. ENDORSEMENT 4. COVER NOTE 5. RENEWAL NOTICE 1. SURAT PERMOHONAN PENUTUPAN
BAB VI POLIS ASURANSI
BAB VI POLIS ASURANSI A. Pengertian Polis Untuk setiap perjanjian perlu dibuat bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak yang mengadakan perjanjian. Bukti tertulis untuk perjanjian asuransi disebut:
BAB IV RISIKO DALAM ASURANSI
BAB IV RISIKO DALAM ASURANSI A. Definisi Risiko RISIKO adalah : a. Risiko adalah kans kerugian b. Risiko adalah kemungkinan kerugian c. Risiko adalah ketidak pastian d. Risiko adalah penyimpangan kenyataan
Prinsip Dasar Informasi Asuransi
Prinsip Dasar Informasi Asuransi A. Syarat-Syarat Resiko yang Dapat Diasuransikan 1. Persyaratan-persyaratan dilihat dari sudut pandang atau kepentingan perusahaan asuransi atau penanggung. 2. Persyaratan
PENGALIHAN RESIKO PROYEK KONSTRUKSI PADA PERUSAHAAN ASURANSI DI INDONESIA
PENGALIHAN RESIKO PROYEK KONSTRUKSI PADA PERUSAHAAN ASURANSI DI INDONESIA Oleh : Apwiddhal Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang Kampus Limau Manis Padang ABSTRAK Proyek konstruksi merupakan salah
BAB I` PENDAHULUAN. hidup daerah tersebut. Pembangunan juga merupakan usaha untuk. berkembang khususnya Indonesia masih menitikberatkan pembangunan
1 BAB I` PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan pembangunan suatu gedung merupakan kebutuhan yang ada dalam kehidupan modern sekarang ini, hal ini disebabkan karena tingkat pembangunan suatu
eran Asuransi Erection All isk (EAR) sebagai Salah atu Jaminan dalam Proyek sa Konstruksi Natasha Anagi
eran Asuransi Erection All isk (EAR) sebagai Salah atu Jaminan dalam Proyek sa Konstruksi Natasha Anagi - 1206241640 BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Jaminan dalam suatu proyek konstruksi merupakan suatu
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN RISIKO UNTUK PENGADAAN ASURANSI CONTRACTOR'S ALL RISK (CAR)
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN RISIKO UNTUK PENGADAAN ASURANSI CONTRACTOR'S ALL RISK (CAR) T 658.155 HID Dalam proyek konstruksi terdapat dua pihak utama yang terlibat, kontraktor dan owner, masing-masing
ASURANSI. Created by Lizza Suzanti 1
ASURANSI 1 Pengertian Asuransi adalah mekanisme proteksi atau perlindungan dari risiko kerugian keuangan dengan cara mengalihkan risiko kepada pihak lain. Asuransi adalah suatu perjanjian dimana seseorang
BROKERAGE INSURANCE CONTRACT PRESENTATION. By : Riani Dwi Puteri
BROKERAGE INSURANCE CONTRACT PRESENTATION By : Riani Dwi Puteri 1. Introducti on DEFINISI PIALANG ASURANSI & ASURANSI Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis
HEALTH INSURANCE GUIDE PANDUAN MEMILIH ASURANSI KESEHATAN
VOL. 01 / MARCH 2015 HEALTH INSURANCE GUIDE PANDUAN MEMILIH ASURANSI KESEHATAN 7 Ketentuan Polis Asuransi Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui Pernah merasakan penolakan yang berhubungan dengan asuransi kesehatan?
VOL. 01 / FEBRUARY 2015 HEALTH INSURANCE GUIDE PANDUAN MEMILIH ASURANSI KESEHATAN
VOL. 01 / FEBRUARY 2015 HEALTH INSURANCE GUIDE PANDUAN MEMILIH ASURANSI KESEHATAN 7 Ketentuan Polis Asuransi Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui Pernah merasakan penolakan yang berhubungan dengan asuransi
VOL. 01 / FEBRUARY 2015 HEALTH INSURANCE GUIDE PANDUAN MEMILIH ASURANSI KESEHATAN
VOL. 01 / FEBRUARY 2015 HEALTH INSURANCE GUIDE PANDUAN MEMILIH ASURANSI KESEHATAN 7 Ketentuan Polis Asuransi Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui 2 CekAja.com Pernah merasakan penolakan yang berhubungan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Pekerjaan konstruksi merupakan suatu proses yang besar, yang melibatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pekerjaan konstruksi merupakan suatu proses yang besar, yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, sumber daya dan memiliki keunikan tersendiri. Definisi pekerjaan (proyek)
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Risiko Risiko adalah bahaya, akibat, atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau
PRINSIP PENETAPAN HARGA PREMI REASURANSI JIWA
PRINSIP PENETAPAN HARGA PREMI REASURANSI JIWA In House Training Divisi Reasuransi Jiwa Konven dan Syariah Jakarta, Rabu 11 Mei 2016 Oleh : Marlina Sari,SE, AAAIJ Asuransi jiwa adalah program perlindungan
BAB I PENDAHULUAN. suatu peristiwa yang tak tentu. ( Hasyim Ali, 1993:3) Asuransi terbagi menjadi dua, yaitu life insurance dan non life insurance.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan seseorang selalu berhadapan dengan resiko baik bagi kejiwaan, kesehatan maupun finansial. Salah satu usaha untuk mengatasinya ialah dengan mengalihkan
BAB III SISTEM ORGANISASI DAN MANAJEMEN PROYEK. proyek dengan tujuan mengatur tahap tahap pelaksanaan
BAB III SISTEM ORGANISASI DAN MANAJEMEN PROYEK 3.1 Sistem Organisasi Sistem organisasi memegang peranan cukup penting dalam sebuah proyek. Sebuah proyek akan berhasil jika di dalamnya terdapat sistem organisasi
ASURANSI. Prepared by Ari Raharjo
ASURANSI Prepared by Ari Raharjo Email: [email protected] Definisi Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada
PETUNJUK PELAKSANAAN SESI STATISTIK BADAN PENGELOLA PUSAT DATA ASURANSI NASIONAL (BPPDAN) TAHUN 2013
PETUNJUK PELAKSANAAN SESI STATISTIK BADAN PENGELOLA PUSAT DATA ASURANSI NASIONAL () TAHUN 2013 Agar pelaksanaan sesi statistik dapat berjalan dengan baik, mencapai sasaran secara efektif dan efisien, ReINDO
BADAN PENGELOLA PUSAT DATA ASURANSI NASIONAL (BPPDAN) TAHUN 2015
PETUNJUK PELAKSANAAN SESI STATISTIK BADAN PENGELOLA PUSAT DATA ASURANSI NASIONAL () TAHUN 2015 Agar pelaksanaan sesi statistik dapat berjalan dengan baik, mencapai sasaran secara efektif dan efisien, ReINDO
UNDERWRITING & RATING Oleh: Ade Heryana, SST, MKM Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Esa Unggul
UNDERWRITING & RATING Oleh: Ade Heryana, SST, MKM Email: [email protected] Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Esa Unggul PENDAHULUAN Adverse selection sebagaimana yang kita bahas pada artikel
BAB 1 PENDAHULUAN. Untuk melaksanakan pembangunan konstruksi memerlukan kontraktor yang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Untuk melaksanakan pembangunan konstruksi memerlukan kontraktor yang berkualitas. Untuk pengadaannya dilakukan proses pelelangan tender untuk semua proyek
BAB IV SYARIAH. besarnya premi yang harus dibayarkan oleh peserta asuransi produk personal
BAB IV ANALISIS PENERAPAN PRINSIP SHARI> AH DALAM PROSES UNDERWRITING PADA PRODUK PERSONAL ACCIDENT BUMIDA SYARIAH A. Proses Underwriting Produk Kecelakaan Diri (Personal Accident) BUMIDA Syariah Proses
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu badan usaha yang selalu menghadapi risiko akan berusaha menghindarkan diri atau memperkecil risiko dengan berbagai macam cara. Salah satu cara yang ditempuh badan
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ASURANSI DAN MANAJEMEN RISIKO 2 (FAK EKONOMI - D3 MANAJEMEN KEUANGAN) KODE / SKS
Sub TIK 1 PENDAHULUAN Memahami ruang lingkup usaha dan obyekobyek pertanggungannya 1. Asuransi a. Pengertian Asuransi b. Macam-macam usaha 2. Perbedaan dengan aktifitas lain a. Perbedaan jiwa dengan tabungan
PENANGGULANGAN RISIKO. 2. Pembiayaan Risiko (Risk financing)
PENANGGULANGAN RISIKO. Penanganan Risiko (Risk control). Pembiayaan Risiko (Risk financing). Menghindarinya. Mengendalikan. Memisahkan. Melakukan kombinasi atau pooling 5. Memindahkan. Pemindahan risiko
SOSIALIASI ASURANSI Dalam Rangka Penggunaan Transaksi Non Tunai Dalam Asuransi TKI. Jakarta, Februari 2015
SOSIALIASI ASURANSI Dalam Rangka Penggunaan Transaksi Non Tunai Dalam Asuransi TKI Jakarta, Februari 2015 Pengertian Asuransi Pasal 1 angka 1 UU NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN Asuransi adalah
6. RENEWAL AND CANCELLATION
6. RENEWAL AND CANCELLATION A. Renewal B. Cancellation Terjemahan dari The Principles & Practices of Insurance 6. RENEWAL AND CANCELLATION A. Renewal B. Cancellation Pertanyaan (Questions) Tujuan Pembelajaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu Peneltian pertama yang dilakukan oleh Karuniawati (2007) dengan objek penelitian yang dilakukan pada PT. Asuransi Jiwasraya. Hasil penelitian
PERTEMUAN 5 PENANGGULANGAN RISIKO
MANAJEMEN RISIKO ANDRI HELMI M, SE., MM. PERTEMUAN 5 PENANGGULANGAN RISIKO PENANGGULANGAN RISIKO Pada prinsipnya ada 2 pendekatan dalam penanggulangan risiko, yaitu : a. Penanganan risiko (risk control)
PRUlink assurance account
Nama Tertanggung Utama BUDI Berikutnya 25 Jenis Kelamin A. Rencana Masa Pembayaran yang dikehendaki Nasabah adalah 3 * an Pada 1 2 3 4 5 6 7 2,4, 2,4, 2,4, 2,4, 2,4, 2,4, 2,4, 3 2,4, RINGKASAN ILUSTRASI
BAB II LANDASAN TEORI. dengan sudut pandang yang mereka gunakan dalam asuransi. Adapun definisi
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Asuransi Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi. Dimana secara sepintas tidak ada kesamaan antara definisi yang satu dengan yang lainnya. Hal
PENANGGULANGAN RISIKO. 2. Pembiayaan Risiko (Risk financing)
PENANGGULANGAN RISIKO 1. Penanganan Risiko (Risk control) 2. Pembiayaan Risiko (Risk financing) 1. Menghindarinya 2. Mengendalikan 3. Memisahkan 4. Melakukan kombinasi atau pooling 5. Memindahkan 1. Pemindahan
Asuransi Jiwa
Bab 1: Pengantar Asuransi Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia Asuransi Jiwa Asuransi Jiwa Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang berupa perjanjian antara nasabah asuransi
PENDAHULUAN. Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung kerugian yang diderita nasabahnya ketika terjadi suatu musibah baik itu kecelakan, kebakaran, dan juga segala
ASURANSI PROFESIONAL INDEMNITY
ASURANSI PROFESIONAL INDEMNITY Disampaikan oleh : Komite Advokasi PII Jakarta, 11 Oktober 2016 Latar Belakang Undang-Undang no 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran mempertegas dampak hukum dari pelaksanaan
PRINSIP DAN PRAKTEK REASURANSI JIWA
PRINSIP DAN PRAKTEK REASURANSI JIWA In House Training Nasional Re Reasuransi Jiwa Konvensional dan Syariah Jakarta, 13 Mei 2016 Oleh : Faried Susanto, SE, AAAIJ, FSAI, AIIS, CRMP 1 Pengertian Reasuransi
IDENTIFIKASI DAN ANALISA RISIKO KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL SAKA MEDAN
IDENTIFIKASI DAN ANALISA RISIKO KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL SAKA MEDAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat untuk menjadi Sarjana Teknik Sipil Disusun Oleh
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi sekarang ini perekonomian di Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi sekarang ini perekonomian di Indonesia berkembang secara cepat, karena banyaknya investor-investor asing yang datang dengan menanam
I. PENDAHULUAN. dari penjualan polis atau penerimaan premi dapat ditanamkan sebagai investasi yang
I. PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Asuransi sebagai lembaga Keuangan non bank mempunyai peranan penting dalam ikut membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia. Lembaga asuransi sebagai salah satu penghimpun
BAB I PENDAHULUAN. memperkecil atau meminimumkan ketidakpastian tersebut. Risiko dapat terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh suatu kelompok atau perorangan pasti ada risiko yang harus ditanggung. Risiko merupakan kemungkinan terjadinya suatu
PRUlink syariah assurance account
Nama Peserta Utama Pak Ilustrasi Berikutnya 27 A. Rencana Masa Pembayaran yang dikehendaki Nasabah adalah 10 * an Pada B. Asumsi Nilai Tunai di masa yang akan datang ** 1 2 3 4 5 6 7 TOTAL KONTRIBUSI Total
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi risiko yang mendasar seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kebutuhan akan jasa perasuransian makin dirasakan, baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74 /PMK.010/2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PERTANGGUNGAN ASURANSI PADA LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74 /PMK.010/2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PERTANGGUNGAN ASURANSI PADA LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR Peraturan ini telah diketik ulang, bila ada keraguan mengenai
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS EKONOMI FRM/FISE/46-00 SILABUS 31 Juli 2008. Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Jumlah sks Semester Prodi/Jurusan Standar Kompetensi : MANAJEMEN RISIKO : SSM-319 :
SISTEM INFORMASI ASURANSI. Materi 1 PENGENALAN ASURANSI
SISTEM INFORMASI ASURANSI Materi 1 PENGENALAN ASURANSI Dr. Kartika Sari U niversitas G unadarma Materi 1-1 Pengertian Asuransi Asuransi adalah: Suatu mekanisme pemindahan risiko dari tertanggung (nasabah)
BAB I PENDAHULUAN. kepada Pancasila dan Undang Undang Dasar segala bidang tersebut tentu akan membawa banyak perubahan yang sangat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelaksanaan Pembangunan Nasional Indonesia mempunyai arah dan tujuan yang jelas yaitu mencapai suatu keadaan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara
PERUSAHAAN ASURANSI ATA 2014/2015 M6/IT /NICKY/
PERUSAHAAN ASURANSI 1. PENGERTIAN USAHA DAN KARAKTERISTIK ASURANSI Definisi (UU no. 2 tahun 1992) Perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan nama penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan
DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)
TM POWER LINK RINGKASAN ILUSTRASI INI BUKAN SEBUAH KONTRAK ASURANSI DATA UMUM CALON PEMEGANG POLIS DAN TERTANGGUNG Nama Pemegang Polis Usia Pemegang Polis Jenis Kelamin Pempol. Cara Pembayaran : : LAKI-LAKI
DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)
TM POWER LINK RINGKASAN ILUSTRASI INI BUKAN SEBUAH KONTRAK ASURANSI DATA UMUM CALON PEMEGANG POLIS DAN TERTANGGUNG Nama Pemegang Polis Usia Pemegang Polis Jenis Kelamin Pempol. Cara Pembayaran : : LAKI-LAKI
DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)
TM POWER LINK RINGKASAN ILUSTRASI INI BUKAN SEBUAH KONTRAK ASURANSI DATA UMUM CALON PEMEGANG POLIS DAN TERTANGGUNG Nama Pemegang Polis Usia Pemegang Polis Jenis Kelamin Pempol. Cara Pembayaran : : LAKI-LAKI
DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)
TM POWER LINK RINGKASAN ILUSTRASI INI BUKAN SEBUAH KONTRAK ASURANSI DATA UMUM CALON PEMEGANG POLIS DAN TERTANGGUNG Nama Pemegang Polis Usia Pemegang Polis Jenis Kelamin Pempol. Cara Pembayaran : : LAKI-LAKI
DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)
TM POWER LINK RINGKASAN ILUSTRASI INI BUKAN SEBUAH KONTRAK ASURANSI DATA UMUM CALON PEMEGANG POLIS DAN TERTANGGUNG Nama Pemegang Polis Usia Pemegang Polis Jenis Kelamin Pempol. Cara Pembayaran : : LAKI-LAKI
RINGKASAN INFORMASI PRODUK DAN/ATAU LAYANAN SEQUIS Q NEW EDUCATION
Sequis Q New Education merupakan produk asuransi Anticipated Endowment yang ditereversionary Bonusitkan oleh PT. Jiwa Sequis Life (selanjutnya Penanggung ) dan Produk ini sudah dicatatkan pada Otoritas
PENYELESAIAN KEGAGALAN KONTRAKTOR DALAM MELAKSANAKAN KONTRAK DI BIDANG KONSTRUKSI
Konferensi Nasional Teknik Sipil 4 (KoNTekS 4) Sanur-Bali, 2-3 Juni 2010 PENYELESAIAN KEGAGALAN KONTRAKTOR DALAM MELAKSANAKAN KONTRAK DI BIDANG KONSTRUKSI Bertinus Simanihuruk 1 dan Hikma Dewita 2 1 Program
RINGKASAN INFORMASI PRODUK DAN/ATAU LAYANAN SEQUISLINQ VALUE PROTECTOR
Sequislinq Value Protector merupakan produk asuransi Unit Link yang diterbitkan oleh PT. Jiwa Sequis Life (selanjutnya Penanggung ) dan Produk ini sudah dicatatkan pada Otoritas Jasa Keuangan. Berikut
PRUlink syariah assurance account
Nama Peserta Utama Yang Diasuransikan BUDI Berikutnya 25 A. Rencana Masa Pembayaran yang dikehendaki Nasabah adalah 3 tahun* an Pada Awal 1 2 3 4 5 6 7 RINGKASAN ILUSTRASI INI BUKAN SEBUAH KONTRAK ASURANSI
BAB I PENDAHULUAN. adalah Pembangunan Hotel Harris dan Yello di Jakarta Pusat. Adapun
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan di wilayah Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak para pemilik modal berlombalomba untuk membangun bangunan High Rise Building.
ASURANSI INTER ISLAND - MARINE CARGO No. Pencatatan Produk OJK : S-2319/NB.11/2013. I. Nama Produk : Asuransi Inter Island - Marine Cargo
ASURANSI INTER ISLAND - MARINE CARGO No. Pencatatan Produk OJK : S-2319/NB.11/2013 I. Nama Produk : Asuransi Inter Island - Marine Cargo II. Jenis Produk : Asuransi Marine Cargo III. Nama Penerbit : IV.
RINGKASAN INFORMASI PRODUK DAN/ATAU LAYANAN SEQUIS Q SMART LIFE
Sequis Q Smart Life merupakan produk asuransi Whole Life yang diterbitkan oleh PT. Jiwa Sequis Life (selanjutnya Penanggung ) dan Produk ini sudah dicatatkan pada Otoritas Jasa Keuangan. Berikut ini adalah
FE Unlam Banjarmasin Abdul Hadi, 2010
MANAJEMEN RISIKO MENANGGUNG RISIKO SENDIRI OUTLINE 2 Pengertian Menanggung Risiko Sendiri Jenis-jenis Retensi Alasan Menanggung Risiko Sendiri Hal-hal yang Mendorong Penggunaan Retensi Batas Menanggung
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum 1. Riwayat Singkat Perusahaan PT Asuransi Umum Bumiputera 1967, didirikan atas ide pengurus AJB Bumiputeramuda 1912 sebagai induk perusahaan yang diwakili
HUKUM ASURANSI. Lecture: Andri B Santosa
HUKUM ASURANSI Lecture: Andri B Santosa 1 Pengaturan Asuransi O KUHPerdata O KUHD (Ps. 246 s/d 308) O UU Nomor 2 Th 1992 tentang Usaha Perasuransian O Keppres RI No. 40 Th ttg Usaha di Bidang Asuransi
BAB I PENDAHULUAN. bisnisnya tidak hanya mengelola risiko perusahaan secara korporasi, namun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) sebagai salah satu entitas pelaku industri asuransi umum di Indonesia, sangat menyadari bahwa dalam melakukan kegiatan bisnisnya
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 422/KMK.06/2003 TAHUN 2003 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
PRUlink syariah assurance account
Nama Peserta Utama Yang Diasuransikan BUDI Berikutnya 25 A. Rencana Masa Pembayaran yang dikehendaki Nasabah adalah 1 tahun* an Pada B. Asumsi Nilai Tunai di masa yang akan datang ** 1 2 3 4 5 6 7 TOTAL
BAB II PENGELOLAAN BISNIS ASURANSI
BAB II PENGELOLAAN BISNIS ASURANSI A. Perkembangan Perusahaan Asuransi Kondisi yang memungkinkan berkembangnya perusahaan asuransi: 1. Sistem ekonomi masyarakat berbentuk sistem perekonomian bebas 2. Masyarakatnya
PENGARUH PENGGUNAAN ASURANSI CONTRACTOR ALL RISK TERHADAP PENGALIHAN POTENSI RISIKO PADA PROYEK KONSTRUKSI
PENGARUH PENGGUNAAN ASURANSI CONTRACTOR ALL RISK TERHADAP PENGALIHAN POTENSI RISIKO PADA PROYEK KONSTRUKSI Tania Agustin Eka Putri 1), Bambang Endro Yuwono 2) Program Studi Magister Teknik Sipil Fakultas
PRUlink syariah assurance account
Nama Peserta Utama Yang Diasuransikan BUDI Berikutnya 25 A. Rencana Masa Pembayaran yang dikehendaki Nasabah adalah 10 tahun* an Pada B. Asumsi Nilai Tunai di masa yang akan datang ** 1 2 3 4 5 6 7 TOTAL
BAB I PENDAHULUAN. Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai. tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dalam organisasi,
LAMPIRAN VI SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI
LAMPIRAN VI SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI -1- DESKRIPSI PRODUK ASURANSI 1/12 -2- A. ASURANSI UMUM Bagian A.I No
166 Simulasi rencana..., Beta Patrianto, FT UI, 2009
166 BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN 8.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap sisa waktu dan biaya pelaksanaan proyek JORR Wx-Py maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. Terdapat
ASURANSI KESEHATAN. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
ASURANSI KESEHATAN Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH Pokok Bahasan Pendahuluan Definisi Asuransi Kesehatan Manfaat Asuransi Kesehatan Jenis Asuransi Kesehatan Masalah dalam Aplikasi Asuransi Kesehatan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1992 TENTANG USAHA PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1992 TENTANG USAHA PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur
BAB I PENDAHULUAN. konstruksi yang diberikan pengguna jasa atau owner sebagaimana yang tertuang dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tugas kontraktor pelaksana sebagai penyedia jasa adalah melaksanakan pekejaan konstruksi yang diberikan pengguna jasa atau owner sebagaimana yang tertuang dalam gambar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian asuransi menurut UU RI No.2 Tahun 1992, seperti yang dikutip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Asuransi Pengertian asuransi menurut UU RI No.2 Tahun 1992, seperti yang dikutip Darmawi (2000 : 4) adalah: Perjanjian antara dua pihak atau lebih
FAQ (Frequently Asked Question)
FAQ (Frequently Asked Question) POJK Nomor 67/POJK.05/2016 tentang Perizinan Usaha Dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, Dan Perusahaan Reasuransi Syariah
BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi juga. baik yang telah berdiri maupun yang baru akan berdiri.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang terus berkembang, menyebabkan semakin pesatnya tingkat pertumbuhan perusahaanperusahaan baru baik yang
RINGKASAN INFORMASI PRODUK DAN/ATAU LAYANAN ASURANSI LIFE PLAN 100
Life Plan 100 merupakan produk asuransi Whole Life yang diterbitkan oleh PT. Jiwa Sequis Life (selanjutnya Penanggung ) dan Produk ini sudah dicatatkan pada Otoritas Jasa Keuangan. Berikut ini adalah ringkasan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Risiko dalam proyek konstruksi merupakan probabilitas kejadian yang muncul
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Risiko Pada manajemen proyek, yang sangat berpengaruh dari risiko ialah kegagalan mempertahankan biaya, waktu dan mencapai kualitas serta keselamatan kerja. Risiko
